TERKAPAR DI QATAR
fx. wikan indrarto
Dalam perjalanan ke Moskow, Rusia untuk mengikuti International Conference on Pediatric Allergy and Immunology (ICPAI), kami transit sehari, jalan-jalan ke sana ke mari, dan sampai terkapar di Qatar pada Senin, 6 Mei 2024. Apa yang menarik?
Kasus pembelian pesawat bekas Mirage 2000-5 buatan Perancis oleh Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, negosiasi alot yang menghasilkan gencatan senjata di Gaza antara Hamas dan Israel, hajatan sepak bola FIFA berupa Piala Dunia 2022, Piala Asia 2023 dan Piala Asia U23 2024, media internasional Al Jazeera dan SIM Card Ooredoo di HP teman kita, semuanya terkait dengan Qatar.

Pesawat Qatar Airways sedang disiapkan di apron Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta Jakarta
Kami terbang dari Jakarta selama 7 jam 33 menit sejauh 6.640 km dalam perut pesawat Qatar Airways, maskapai penerbangan nasional Qatar, yang memiliki basis utama di Bandar Udara Internasional Hamad. Saat ini, Qatar Airways melayani 150 tujuan internasional dan merupakan salah satu dari 5 maskapai pererbangan yang mendapatkan status 5-star airlines dari Skytrax dan berhasil memperoleh penghargaan World’s Best Airlines pada tahun 2011 dan 2012. Pada tahun 2013 Qatar airlways menempati posisi kedua sebagai “World’s Best Airline” dan mendapatkan penghargaan sebagai maskapai penerbangan kelas bisnis terbaik di dunia versi Skytrax.
Qatar Airways didirikan pada tanggal 22 November 1993 dan memulai operasinya pada tanggal 20 Januari 1994. Pada awalnya maskapai ini dimiliki oleh anggota keluarga kerajaan Qatar. Pada bulan April 1997, sebuah manajemen baru dibawah pimpinan Akbar Al Baker menjalankan maskapai ini. Saat ini komposisi kepemilikan Qatar Airways adalah 50% oleh pemerintah Qatar dan sisanya investor swasta. Mulai 5 Februari 2017, maskapai ini memiliki penerbangan terjadwal reguler paling lama dari seluruh maskapai komersial, antara Doha dan Auckland.

Konter Souvenir Qatar Airways di Bandara Hamad Doha, Qatar
Kami sempat terlelap dalam dingin kabin Qatar Airways QR 959 sebuah Airbus A350 XWB (eXtra Wide Body), yang merupakan keluarga pesawat jet berbadan lebar buatan produsen pesawat Eropa Airbus. A350 menjadi pesawat Airbus pertama dengan struktur kedua sayap pesawat dibuat dari polimer yang diperkuat serat karbon. Dalam penerbangan ke Doha, kami juga menikmati sajian Al Jazeera, sebuah stasiun televisi internasional yang sedang naik daun, berbahasa Arab dan Inggris, dan berbasis di Doha, Qatar. Stasiun TV ini menjadi populer saat serangan mematikan 11 September 2001 di gedung kembar WTC New York USA, ketika stasiun ini menyiarkan rekaman pernyataan Osama bin Laden dan pimpinan al-Qaeda lainnya. Selain itu, juga gencar tampil di layar penumpang pesawat kami, promosi Ooredoo milik Qatar Telecom (Qtel) yang membantuk PT. Indosat Ooredoo, dan telah berhasil menjadi bisnis telekomunikasi seluler terbesar kedua di Indonesia, dengan merk Matrix, Mentari, 3 dan IM3.
Sebelum terlelap untuk yang pertama kali dalam perut pesawat, sempat terbayang letak Qatar, sebuah negara keemiran Timur Tengah yang terletak di sebuah semenanjung kecil di Jazirah Arab di Asia Barat. Satu-satunya batas daratnya adalah Arab Saudi di selatan dan sisanya berbatasan dengan Teluk Persia. Teluk ini juga yang memisahkan Qatar dari negara pulau Bahrain.

Selamat datang di Doha, Qatar
Dari sejarah dapat diketahui bahwa setelah berada di bawah kekuasaan Utsmaniyah, Qatar menjadi protektorat Inggris pada awal abad ke-20 hingga merdeka pada tahun 1971. Qatar dipimpin oleh Keluarga Thani sejak awal abad ke-19. Syekh Jassim bin Mohammed Al Thani adalah pendiri Qatar. Qatar merupakan negara monarki dan kepala negaranya saat ini adalah Emir Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani. Sejak tahun 2004, Qatar dibagi menjadi 7 munisipalitas (baladiyah), yaitu Madinat ash Shamal, Al Khor, Umm Salal, Al Daayen, Al Rayyan, Doha, dan Al Wakrah.
Kami disambut hangat oleh teman sekamar di Asrama Mahasiswa Realino di Jl. Gejayan Yogyakarta, yaitu Antonius ‘Tony’ Ferenius Mansanulu, asli Malaka NTT. Tony adalah Realino SeV angkatan 1985 yang menyelesaikan pendidikan di Program Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta dengan skripsi berjudul : Teaching conditional sentences through games to the SMA students, dan saat ini menjadi guru Bahasa Indonesia di Al Khor International School (AKIS). Pada tahun 2010 Tony Mansanulu saat menjadi guru British International School Jakarta (sekarang British School Jakarta) ditawari untuk menjadi guru Bahasa Indonesia di AKIS Qatar, karena persyaratannya adalah memiliki kemampuan Bahasa Inggris aktif, untuk berkomunikasi dengan orang tua murid yang orang asing dan teman guru lain.
Kebanyakan penduduk Qatar beragama Islam aliran Islam Sunni, sedangkan Muslim yang mengikuti Syiah sekitar 20%. Penduduk Qatar 67.7% Muslim, 13.8% Kristen, 13.8% Hindu, 3.1% Buddha dan kepercayaan lainnya 1.6%. Sedangkan penganut Kristen kebanyakan berasal dari ekspatriat asal Eropa yang bekerja di Qatar. Sejak tahun 2008, penganut Kristen diperbolehkan untuk membangun gereja yang didanai pemerintah, meski kegiatan misionaris asing tidak diperbolehkan. Terdapat 3 buah gereja yang pembangunannya diinisiasi oleh Pemerintah Qatar adalah Gereja Katolik Our Lady of Rosary, Gereja Ortodoks Suriah Malankara Mar Thoma, dan Gereja Anglikan Epiphany.

Dengan mas Tonny dan Nissan X Terra di depan Gereja Katolik Our Lady of Rosary yang puncak gentingnya bulat, di sampingnya adalah Gereja Ortodoks Suriah Malankara Mar Thoma, dan Gereja Anglikan Epiphany, di Doha, Qatar
Dari Bandara Doha kami diajak mas Tony untuk segera menuju Gereja Katolik Bunda Rosario (Our Lady of Rosary). Gereja Katolik Bunda Rosario ini dibangun bersama dengan gereja-gereja dari denominasi Kristen lainnya, di Kompleks Keagamaan di Abu Hamour. Gereja ini adalah gereja pertama yang dibangun di Qatar sejak Penaklukan Muslim pada abad ke-7. Gereja ini dibangun dengan biaya sekitar $20 juta di atas tanah yang disumbangkan oleh Emir Qatar, Hamad bin Khalifa Al Thani. Sesuai hukum Islam di Qatar, maka gereja ini tidak menampilkan simbol Kristen seperti salib, lonceng, atau menara di bagian luarnya. Gereja ini diresmikan pada 14 Maret 2008, oleh Kardinal Ivan Dias, prefek Kongregasi Evangelisasi, dalam upacara yang dihadiri Wakil Perdana Menteri Qatar Abdullah Bin Hamad Al-Attiyah; Uskup Agung Mounged Al Hachem, duta Takhta Suci untuk Teluk; Uskup Paul Hinder, Vikariat Apostolik Arab; Uskup Agung Giuseppe Andrea, mantan nunsius Takhta Suci untuk wilayah tersebut; dan beberapa pejabat Qatar. Gereja ini menjadi bagian dari Vikariat Apostolik Arab Utara dan melayani sekitar 200.000 umat Katolik di Qatar, kebanyakan dari mereka pekerja migran dari Filipina, India, Amerika Selatan, Afrika, Lebanon, dan Eropa.

Monumen Piala Dunia 2022 di Qatar, dibangun di dekat Teluk Doha yang selalu banyak pengunjung
Kemajuan Qatar sungguh mengagumkan, bahkan mampu menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA 2022, menjadi negara Arab pertama yang mendapatkannya. Qatar menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022, Piala Asia 2023 dan Piala Asia U23 2024. Di Piala Dunia 2022, Qatar babak belur. Di Grup A, Qatar dibungkam Ekuador 0-2, takluk dari Senegal 1-3, dan dikalahkan Belanda 0-2. Sisa kemegahannya kami nikmati pada monumen Jam Hitung Mundur Piala Dunia 2022 di Doha Corniche, Doha.

Monumen Jam Hitung Mundur Piala Dunia Qatar 2022
Jam di pinggiran pantai Teluk Doha di jalan raya utama Corniche Street itu menghitung mundur malam, hingga dimulainya perhelatan akbar Piala Dunia 2022 Qatar. Jam Hitung Mundur Piala Dunia 2022 diluncurkan pada malam tanggal 21 November 2021. Dalam acara peluncuran tersebut, Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan arti penting Piala Dunia 2022 Qatar. Sejak diluncurkan, countdown clock di Doha Corniche telah menjadi salah satu spot Piala Dunia 2022 yang paling banyak diburu. Lokasinya di Doha Corniche, pun sudah sangat ikonik dan indah, karena merupakan kawasan taman di pinggir pantai Teluk Doha dengan jalan setapak berbentuk bulan sabit. Taman dengan rerumputan hijau ini terletak persis menghadap ke hamparan laut. Sementara, di seberang jalan taman Doha Corniche, gedung-gedung megah di pusat ibukota berdiri tegak menjulang tinggi.

Dengan mas Tonny berlatar belakang Istana Emir Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani Raja Qatar yang indah, besar dan artistik, di seberang Jam Hitung Mundur Piala Dunia 2022, menghadap Teluk Doha yang berpanorama indah.
Dari Monumen Jam Hitung Mundur Piala Dunia 2022, kami segera menuju ke Menara Katara, di Lusail, Doha. Menara Katara menawarkan pemandangan indah Teluk Arab yang tiada duanya. Tinggi menara ini mencapai 211 meter atau sekitar 692 kaki, menjadikannya salah satu bangunan tertinggi di kawasan tersebut. Apalagi memiliki desain khas, yaitu dua menara yang melengkung, terinspirasi dari lencana berbentuk dua buah pedang tradisional Qatar, sehingga menciptakan kesan kemewahan yang berkelas. Menara ini memiliki fasilitas lengkap, yaitu tidak hanya dilengkapi 800 kamar hotel, tetapi juga apartemen mewah, ruang perkantoran modern, fasilitas rekreasi bertaraf internasional, serta restoran dengan sajian kuliner terbaik.

Menara Katara setinggi 211 meter dengan desain khas, yaitu dua menara yang melengkung, terinspirasi dari lencana berbentuk dua buah pedang tradisional Qatar.
Desain katara tower adalah harmoni antara tradisi qatar dan modernitas global, bukanlah sekedar hasil dari pemikiran semata-mata modern, tetapi juga merupakan representasi dari identitas dan warisan budaya Qatar. Segel nasional yang menggambarkan pedang tradisional scimitar dengan elegan diadopsi ke dalam desain menara modern, menciptakan sinergi antara tradisi dan inovasi. Dengan demikian, Katara Towers mampu menetapkan standar baru dalam dunia arsitektur dan perhotelan, yang mencerminkan visi Qatar untuk masa depan.
Selanjutnya kami diantar mas Tony dengan mobilnya Nissan X-Terra untuk menikmati monumen Stadion Lusail atau Stadion Lusail Iconic, adalah sebuah stadion yang terletak di Lusail, Qatar. Dimiliki oleh Asosiasi Sepak Bola Qatar, stadion ini merupakan stadion terbesar di Qatar dan salah satu dari delapan stadion yang dibangun untuk penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2022, sekaligus menjadi tempat pertandingan final Piala Dunia FIFA.

Stadion Lusail Iconic, di Doha, Qatar merupakan stadion terbesar di Qatar menjadi tempat pertandingan final Piala Dunia FIFA tahun 2022 antara Argentina melawan Prancis, berbentuk seperti kapal tradisional nelayan lokal.
Stadion ini terletak sekitar 20 kilometer (12 mi) di sebelah utara Doha. Stadion Lusail diresmikan pada 9 September 2022. Pertandingan final ini diselenggarakan di Stadion Lusail pada 18 Desember 2022 yang bertepatan pada hari nasional Qatar, antara Argentina melawan Prancis. Sebelum pertandingan final dimulai, penyanyi Argentina Lali Espósito menyanyikan Lagu Kebangsaan Argentina dan penyanyi Mesir Farrah Eldibany menyanyikan “La Marseillaise,” lagu kebangsaan Prancis. Pemain Terbaik pada pertandingan final tersebut adalah Lionel Messi (Argentina), dengan Wasit Szymon Marciniak (Polandia) dan jumlah penonton 88.966 orang. Argentina memenangkan pertandingan melalui adu penalti dengan skor 4–2 setelah hasil imbang 3–3 hingga perpanjangan waktu berakhir dan meraih gelar juara Piala Dunia FIFA yang ketiga. Trofi Piala Dunia dibawa ke lapangan pertandingan oleh mantan kapten tim nasional Spanyol Iker Casillas bersama aktris India Deepika Padukone.

Mengenang rivalitas Lionel Messi (Argentina) dan Kylian Mbappe (Perancis) saat final Piala Dunia 2022 di Stadion Lusail, Qatar dengan sinergitas sesama alumni Realino Yogyakarta

Bukan Messi dan Mbappe saat final Piala Dinia 2022 di Qatar, hanya teman sesama alumni Realino di tempat yang sama lokasinya, yaitu Stadion Lusail
Dari Stadion Lusail yang ikonik, kami segera bergegas pulang ke rumah mas Tony di Zone 75, Street 891, Building 18, Villa number 5 Al Thakira sekitar 10 km dari Al Khore, Qatar dan beristirahat sore sejenak. Selanjutnya kami segera menikmati malam di Al Khor dengan sang isteri (mbak Christina ’Titin’ Triatmaniati, sesama staf di AKIS) yang menemani kami jalan2 malam itu, tetapi kedua anaknya tidak (Bernardino Realino ’Reno’ Manesanulu si sulung sedang kuliah di Departemen Teknik Mesin ITB Bandung dan si bungsu Gerardo Mayella ’Gera’ Manesanulu kelas 9 sedang menyiapkan ujian semester). Malam itu kami ber4 menikmati Bhukori rice full BBQ chicken dan lambs chops di Ottoman palace restaurant Al Khor sampai kekenyangen.

Al Khor International School (AKIS) Qatar di mana mas Tony dan mbak Titin mengajar
Selanjutnya kami menuju sekolah AKIS, tempat mas Tony dan mbak Titin mengajar, yang dimiliki oleh Qatargas Operating Company Ltd. (Qatargas), salah satu perusahaan penghasil gas alam terbesar di dunia. AKIS didirikan terutama untuk melayani anak-anak karyawan Qatargas. Sekolah ini terletak di Komunitas Al Khor, sekitar 40 km di utara Doha. Sebagai institusi sekolah untuk pendidikan bersama dan non-selektif, AKIS terdiri dari tahap dasar hingga Pasca 16, untuk anak usia 4-18 tahun. Kurikulum yang digunakan adalah dari Inggris (British Curriculum atau BC), India (Central Board of Secondary Education atau CBSE), dan Qatar (Kurikulum Kementerian Pendidikan Dasar dan Pendidikan Tinggi, Bahasa Arab, Sejarah dan Studi Islam). Lebih dari 4.000 siswa, termasuk sekitar 700 siswa orang Indonesia, yang belajar di 4 buah gedung AKIS, dibimbing oleh tim yang berdedikasi dan terampil, yang terdiri dari sekitar 500 orang staf akademik dan 50 orang staf administrasi.

Makan malam menu Turki di Ottoman Palace Restourant Al Khor, Qatar
Setelah puas menikmati lingkungan sekolah AKIS yang luas, kami segera pulang. Malam itu kami benar2 terkapar di Qatar, di kamar Reno yang kosong karena ditinggal kuliah di Bandung.
(bersambung dengan petualangan selanjutnya ke Moskow, Russia)
Ditulis dan disebarluaskan dari rumah mas Tony di Zone 75, Street 891, Building 18, Villa number 5 Al Thakira sekitar 10 km dari Al Khore, Qatar
Salam pengelana
wikan & sari
QATAR YANG KEKAR
fx. wikan indrarto
(sambungan)
Setelah bugar dari terkapar, kami segera bersiap untuk menikmati Qatar yang kekar pada Selasa, 7 Mei 2024, sebelum melanjutkan perjalanan ke Moskow, Rusia untuk mengikuti International Conference on Pediatric Allergy and Immunology (ICPAI). Apa yang menarik?
Qatar adalah negara yang kekar secara ekonomi dengan pendapatan tinggi, ditopang oleh cadangan gas alam dan minyak yang terbesar ketiga sedunia. Negara ini masuk dalam daftar negara berpendapatan per kapita tinggi, dengan PDB per kapita Qatar menempati posisi nomor 4 tertinggi di dunia, menurut Dana Moneter Internasional (IMF). Qatar digolongkan sebagai negara yang memiliki indeks pembangunan manusia sangat tinggi dan paling baik di antara negara Arab lainnya. Qatar memiliki pengaruh cukup kuat di Jazirah Arab, mendukung beberapa kelompok pemberontak selama Musim Semi Arab, baik secara finansial maupun melalui media global Al Jazeera, bahkan Qatar memegang pengaruh yang cukup penting pada politik internasional.

Patung Oryx yang kekar menyambut penumpang di Bandara Internasional Hamad, di Doha Qatar
Qatar yang kekar dan kuat terinspirasi dari kijang oryx Arab, yang mudah dikenali dari bulunya yang putih cerah, meski sebenarnya bulunya jarang, yang memantulkan sinar matahari, kukunya yang lebar, memungkinkannya berjalan dengan relatif mudah di pasir, dan dengan tanduknya yang panjang dengan sedikit melengkung. Kijang oryx dikenal sebagai hewan dengan stamina luar biasa, yang mampu menempuh jarak jauh dengan berjalan kaki di gurun, dan terkadang mampu menempuh jarak lebih dari 70 km pada malam hari. Saat ini disebut hewan nasional Qatar, bahkan Oryx muncul pada lambang Qatar Airways, yang mendorongnya semakin kuat dan kekar dalam persaingan bisnis penerbangan.
.
Setelah dominasi Inggris dan Kesultanan Utsmaniyah di Qatar, akhirnya Qatar menjadi negara yang merdeka pada 3 September 1971. Dahulu, Inggris menguasai Qatar sebagai tempat transit kapal dagang sebelum menuju India. Qatar kemudian memperoleh status sebagai dependen dari Inggris, kemudian status protektorat Inggris yang dihentikan pada tahun 1916. Setelah Perang Dunia Kedua, Qatar berusaha memperoleh kemerdekaannya, terutama setelah India mencapai kemerdekaannya pada tahun 1950-an. Qatar semakin gencar menuntut setelah Inggris memberikan kemerdekaan kepada Kuwait pada tahun 1961.

Dataran Qatar yang gersang, datar dan berpasir, dengan rumah warga yang kotak berwarna coklat krem, merupakan pemandangan yang umum terlihat di Qatar, seperti nampak dari atas atap rumah Antonius ‘Tony’ Ferenius Mansanulu.
Dataran Qatar hanya seluas 160 km2, terdiri dari gurun pasir datar dan tempat tertinggi di Qatar adalah di Jabal Dukhan. Area ini mengandung jumlah gas alam yang sangat besar. Qatar adalah negara monarki konstitusional maupun monarki absolut yang dipimpin oleh keluarga Al Thani. Dinasti Al Thani telah memimpin Qatar sejak 1825. Emir kedelapan Qatar adalah Tamim bin Hamad Al Thani, ayahnya adalah Hamad bin Khalifa Al Thani yang menyerahkan kekuasaan padanya 25 Juni 2013.
Catatan demografi pertama Qatar dilakukan tahun 1892 dengan total populasi tahun 1892 adalah 9.830. Saat ini jumlah penduduk di Qatar berfluktuasi tergantung musim, karena negara ini sangat bergantung dari migran asing. Pada tahun 2017, total populasi Qatar mencapai 2,6 juta, di mana warga negara Qatar hanya 313.000 orang (12%) dan 2,3 juta lainnya adalah ekspatriat. Warga asing non-Arab menyumbang mayoritas populasi Qatar; Orang India merupakan yang terbesar, mencapai 650.000 orang (2017), diikuti 350.000 orang Nepal, 280.000 orang Bangladesh, 260.000 orang Filipina, 200.000 orang Mesir, 145.000 orang Sri Lanka dan 125.000 orang Pakistan.

Gerardo Mayella ’Gera’ Manesanulu yang berambut gonderong duduk kelas 9, berangkat ke sekolah bersama ayahnya dari rumanya di Zone 75, Street 891, Building 18, Villa number 5 Al Thakira sekitar 10 km dari Al Khore, Qatar kami lepas dengan mbak Christina ’Titin’ Triatmaniati, yang hari itu libur.
Pagi itu kami berdua pesiar sendirian, setelah mas Tonny sudah berangkat masuk kerja, dilepas mbak Titin. Dengan naik taksi Toyota Fortuner 2022 setir kiri, kami meninggalkan rumah mas Tony di Zone 75, Street 891, Building 18, Villa number 5 Al Thakira Al Khore, untuk memulai jalan-jalan. Tujuan pertama kami adalah Stadion Al Bayt yaitu stadion sepakbola yang digunakan untuk Piala Dunia FIFA 2022 di Al Khor, Qatar.

Al Bayt Stadium yang mengambil insiprasi dari tenda tradisional bangsa Qatar yang masih nomaden, yang digunakan untuk menggelar laga pembuka Piala Dunia 2022 antara Qatar vs Ekuador.
Kontrak konstruksi stadion diberikan kepada Salini dan Cimolai pada 2015. Bentuk stadion ini mengambil insiprasi dari tenda tradisional bangsa Qatar yang masih nomaden, menyediakan tempat duduk tertutup untuk semua penonton. Selain itu, juga terhubung dengan sejumlah sistem transportasi, yang terdiri dari 150 bus/angkutan umum (Pulang/Pergi) dan 1.000 taksi dengan tempat parkir yang mampu menampung 6.000 mobil dan 350 bis. Stadion ini mampu menampung sekitar 60.000 penggemar Piala Dunia, termasuk 1.000 kursi untuk pers. Juga ada suite hotel mewah dan kamar-kamar dengan pemandangan balkon dari lapangan sepak bola. Proses pengerjaaan Al Bayt Stadium memakan waktu kurang lebih lima tahun, mulai akhir 2015 dan baru dibuka secara resmi pada awal tahun 2020. Pembukaannya bertepatan dengan Hari Olahraga Nasional yang diperingati di Qatar. Meski begitu, stadion ini baru menggelar pertandingan resmi pertamanya di bulan November pada ajang Arab Cup 2021. Al Bayt Stadium kala itu menjadi tempat berlangsungnya laga pembuka antara Qatar vs Bahrain dan partai puncak antara Tunisia vs Aljazair. Stadion ini digunakan untuk menggelar laga pembuka Piala Dunia 2022 antara Qatar vs Ekuador.
.
Selanjutnya kami mengunjungi Katara Cultural Village, yang lokasinya di antara Westbay dan The Pearl. Katara adalah sebutan bagi negara Qatar di abad ke 18, yang digunakan lagi untuk menjunjung tinggi nilai warisan para leluhur dan untuk menghormati posisi terhormat Qatar sejak awal sejarah negara ini berdiri. Karena Katara dibangun sebagai pusat kebudayaan yang multidimensi, tempat ini dijadikan pusat dimana pengunjung dapat merasakan berbagai kebudayaan dunia. Di Katara tersebut terdapat beberapa kantor komunitas Qatari antara lain: Qatar Fine Art Society, Visual Art Centre, Qatar Photographic Society, Childhood Cultural Centre, Qatari Society for Engineers, Theatre Society, Brooq Magazine, Doha Film Institute dan Qatar Music Academy.

Pigeon Tower berbentuk silinder sebagai ikon Qatar, yang dibangun dari batu bata, lumpur dan plester perpaduan dari kapur dan gypsum.
Bentuk bangunan di dalam area Katara semuanya tidak biasa, bentuknya berbeda satu dengan yang lain. Kawasan ini mempertemukan semua bentuk kesenian baik dari seni pertunjukan, literatur, seni visual, musik sampai berbagai konvensi seni. Hampir setiap hari disajikan berbagai pertunjukan kesenian di sini. Tapi yang paling meriah tentunya menjelang akhir tahun dimana bertepatan dengan Hari Nasional Qatar dan libur sekolah pada musim dingin. Di dalam kawasan ini terdapat 2 masjid, yaitu Masjid Besar untuk sholat Jumat dan Masjid Emas, untuk sholat 5 waktu. Di sebelah masjid terdapat Pigeon Tower. Bangunan yang berbentuk silinder ini menjadi ikon ciri khas Qatar, berukuran diameter 10-22 meter dengan tinggi 18 meter atau bahkan lebih. Dibangun dari batu bata, lumpur dan plester perpaduan dari kapur dan gipsum. Benteng silinder ini menjadi tempat berkumpulnya burung merpati yang banyak sekali ditemui di Qatar. Lubang-lubang sengaja dibuat sesuai ukuran tubuh merpati, sehingga burung besar yang menjadi predatornya seperti burung elang, gagak dan burung hantu tidak akan dapat masuk ke dalam.

Gedung berbentuk kado yang disebut Children’s Mall di Katara Cultural Village yang disambungkan ke Katara Plaza, Doha Qatar
Selanjutnya kami menuju ke gedung berbentuk kado yang disebut Children’s Mall, salah satu projek yang terbaru dalam tahap pembangunan di Katara Cultural Village. Children’s Mall ini disambungkan ke gedung yang ada di belakangnya, yaitu Katara Plaza, pusat perbelanjaan di dalam kompek Katara. Children’s Mall ini ditujukan untuk memenuhi semua kebutuhan anak-anak dari mulai pakaian, mainan, peralatan sekolah, cemilan anak, salon anak, parfum khusus anak, kerajinan tangan, aksesoris anak, aneka hiburan sampai pendidikan.

Bergaya seolah berbelanja di Souq Waqif, yaitu pasar tradisionil di Pusat Kota Doha, Qatar yang menjual pakaian tradisional, rempah-rempah, kerajinan tangan, dan suvenir.
Selanjutnya kami menikmati Souq Waqif, Doha. Ini adalah pasar besar di Kota Doha dengan para penjual pakaian tradisional, rempah-rempah, kerajinan tangan, dan suvenir. Di sini juga ada restoran dan lounge shisha. Souq Waqif berlokasi tepat di pusat kota Doha dan yang menarik dari lokasi ini adalah terdapat banyak pilihan barang dengan harga yang cukup terjangkau. Ini adalah tempat yang cocok untuk membeli oleh-oleh dengan harga ekonomis. Di kanan kirinya di kelilingi dengan beragam gedung bertingkat, perkantoran, apartemen dan hotel mewah. Pusat perbelanjaan tradisional ini memberikan profit yang cukup bagi pemerintah Qatar sehingga tidak heran jika di tengah modernitas bangunan di kanan dan kirinya, pasar ini tetap dipertahankan oleh pemerintah setempat.

Museum Nasional di Doha, Qatar yang bentuknya terinspirasi mawar gurun, dan sebelumnya merupakan istana Syeikh Abdullah Al-Thani.
Selanjutnya kami menikmati Museum Nasional Qatar, Doha, yang menyimpan artefak dan patung, serta semacam tenda yang dikreasikan seperti yang pernah digunakan orang-orang nomaden di Qatar. Rancangan Museum Nasional Qatar terinspirasi mawar gurun, sebuah formasi mineral yang ditemukan di negara Timur Tengah itu. Museum ini adalah istana Syeikh Abdullah Al-Thani yang hadir dengan desain arsitektur yang luar biasa indah. Sekilas dari bangunannya memang tidak tampak seperti museum pada umumnya. Di museum ini, diadakan beberapa kali pameran setiap tahunnya. Sejak mulai memasuki kawasan museum, pengunjung telah dibuat terpana dengan bentuk gedung yang tak biasa. Bangunan itu didesain oleh arsitek pemenang Penghargaan Pritzker, Jean Nouvel. Museum Nasional Qatar pun menjadi salah satu bangunan ikonik di ibu kota Doha. Menurut situs resminya, bangunan Museum Nasional Qatar mengambil inspirasi dari mawar gurun, sebuah formasi kristal alami yang bisa ditemukan di wilayah gurun pasir Qatar. Dari kejauhan, bangunan museum tampak seperti cakram atau kelopak yang bertumpuk. Seluruh area museum memiliki luas 147.425 meter persegi. Di tengah museum adalah istana Sheikh Abdullah bin Jassim Al-Thani yang menjadi pusat pemerintahan di Qatar selama 25 tahun. Istana itu dipugar dengan hati-hati untuk tetap menampilkan keasliannya.
.
Beberapa destinasi yang kami rencanakan, tetapi tidak tercapai karena keterbatasan waktu adalah Stadion Jassim Bin Hamad yang pada Piala Asia U-23 2024 di situ kesebelasan nasional Indonesia kalah dari Qatar 2-0, pada pertandingan yang dipimpin oleh Nasrullo Kabirovwasit dari Tajikistan yang mengganjar Ivar Jenner dan Ramadan Sananta dengan kartu merah di, Doha, Senin, 15 April 2024. Kami juga tidak sempat menikmati Khor Al Adaid di Al Khor. Pantai di bagian tenggara Qatar ini terkenal karena keunikannya karena berbatasan langsung dengan gurun pasir. Saat pagi, air laut mengalir ke gurun dan menciptakan kubangan besar, sedangkan pada malam hari air laut kembali surut. Selain itu juga kami tidak sempat mencicipi sensasi Desert Safari, yaitu tour untuk merasakan dan melihat gurun pasir yang menakjubkan. Aktivitas Desert Safari biasanya dilakukan pada pagi hari saat matahari menjelang terbit atau tengah malam. Selain dengan mobil, kita sebenarnya dapat juga menjelajahi gurun dengan menunggangi unta. Tujuan yang tidak tercapai terakhir adalah Benteng Al Zubara. Ini situs bersejarah yang bernilai tinggi bagi rakyat Qatar dan telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO. Banyak artefak dan peninggalan sejarah yang bisa dipelajari wisatawan di benteng ini. Dahulu, benteng ini menjadi basis militer yang merupakan bangunan penting bagi penduduk asli Qatar. Berdiri sejak tahun 1938 silam dan hingga kini tetap menarik karena menyimpan nilai arkeologi dan juga nilai arsitektur yang tinggi. Di sekitar kawasan benteng, terdapat pusat perbelanjaan yang cocok untuk membeli oleh-oleh khas Qatar.

Boneka beruang kuning raksasa yang dibuat oleh seniman Swiss Urs Fischer di Bandara Hamad Doha, Qatar dan mencerminkan Qatar yang kekar.
Kami segera menuju ke Bandara Internasional Doha Qatar, yang disebut Hamad International Airport (HIA) yang dinobatkan sebagai salah satu bandara terbaik menurut SkyTrax. HIA dinobatkan sebagai salah satu bandara terbaik yang melayani antara 30-40 juta penumpang per tahun, juga sebagai bandara terbaik dan staf bandara terbaik di Timur Tengah. Bandaranya bersih, rapi, dan mewah. Salah satu icon di HIA ini adalah adanya boneka beruang kuning raksasa yang terletak di tengah bandara dan sangat menonjol. Boneka beruang kuning raksasa ini dibuat oleh seniman Swiss yaitu Urs Fischer, berdiri setinggi 23 kaki di tengah foyer besar yang mengarah ke aula bandara. Boneka beruang kuning raksasa ini terbuat dari perunggu cor dan memiliki berat antara 18 dan 20 ton

Suasana di dalam skytrain yang melaju dari sektor selatan ke utara Bandara Internasinal Hamad di Doha, Qatar.
Setelah selesai urusan imigrasi di Bandara Internasional Doha Qatar, kami segera menuju ke pintu gerbang C19 untuk melanjutkan perjalanan menggunakan Qatar Airways QR 337 sebuah Boeing 787-8 (Dreamliner), untuk mengikuti International Conference on Pediatric Allergy and Immunology (ICPAI), dengan terbang tinggi menuju Sheremetyevo International Airport Terminal C Moscow, Russia. Kami sempat menikmati skytrain dari sektor selatan ke utara Bandara Internasinal Hamad di Doha, Qatar.
.
(bersambung dengan petualangan di Moscow)
Selasa, 7 Mei 2024, pk. 17.38 waktu Timur Tengah
.
Ditulis dan disebarkan di dekat Gate C19 Bandara Internasional Hamad, yang struktur atapnya nampak kekar di Doha, Qatar
Salam pengelana
-wikan dan Sari
23 replies on “2024 TERKAPAR DI QATAR”
Selamat liburan pak Wikan bu Sari.. sehat2 selalu sampai kembali ke Tanah Air.
Terimakasih Drg. Viera
Salam
-wikan
Mantap Dok… Terima kasih telah berbagi cerita menarik ..
Semoga bermanfaat
Salam pengelana
-wikan
A wonderful and historical scientific report for sharing to colleagues, so anyone who read this feel like travelling in her/his mind. ( keep in mind that Dr Wikan has ability to inform anything in his way to others properly.
Thanks Dr Wikan n beloved wife , your “lapanta” is one of your wonderful sharing to us. We are happy with your sharing. GBU.
Inspiring dokter Wikan, sangat cermat dan hidup dalam paparan.. Saya menikmati tulisannya. Sukses selalu dokter, salam hormat ☺☺
Wow
Mantabs
Terima kasih sudah berbagi kisah pak dokter Wikan dan bu dokter Sari
Semoga bermanfaat
Salam pengelana
-wikan
Tulisan yg menarik mas Wikan.. selamat berlibur disela2 tgs
Maturnuwun mas Wanto
Salam hormat
-wikan
Terima kasih cerita serunya, kami tunggu cerita petualangan berikutnya di Moskow, Rusia Dokter Wikan.
Siap mengirimkan cerita selanjutnya
Salam pengelana
-wikan
Bisa jadi traveler airline yang mengulas khusus pesawat terbang dan maskapainya… have a great flying higher yaa…
Lha dulu mau jadi pilot gagal je
Semoga bermanfaat
Salam
-wikan
Happy holiday mas Wikan dan jeng Ririk
Semoga bermanfaat ya mbak Widanarni
Salam pengelana
-wikan
Waaahhh sampun tayang cerita jalan-jalan dan foto-foto kita tadi malam 👍👍 .
Safe flight mas Wikan & mbak Sari, hati2 di jalan..
Matur nuwun sanget sudah sempatkan istirahat sebentar di kamar mas Reno 🙏
Iya bu Titin, semoga tulisan saya bermanfaat. Terimakasih telah menerima kami menumpang tidur di Qatar
Mohon koreksinya
Salam
-wikan
Its a fantastic
Its a God’s Hand
Best Regard..GBU All
AY Haryanto R
Till we met soon
Siap Dr. AY Haryanto
Salam hormat
-wikan
Klo comment tulisan bagus kok rasanya masih menipu diri (saya) jadi tampaknya ada sesuatu yg lebih dari itu..TALENTA? bukan juga jadi apa ya? Ada campur tangan Tuhan. GBU All
Iya Dr. AY Haryanto, semoga bermanfaat untuk banyak orang
Salam hormat
-wikan
Yth. Dr. AY Haryanto,
Semoga tulisan saya bermanfaat. Terimakasih
Salam hormat
-wikan