Categories
Istanbul

2018 DOKTER PANCASILA

Hasil gambar untuk hari lahir pancasila

 

DOKTER  PANCASILA

fx. wikan indrarto*)

 

Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden No. 24 Tahun 2016 telah menetapkan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila. Presiden ingin agar seluruh masyarakat Indonesia mengetahui asal-usul Pancasila yang menjadi ideologi dan dasar negara Indonesia. Apa yang harus kita sadari, termasuk oleh para dokter?

 

 

Hasil gambar untuk sutaryo

 

Prof. Dr. dr. Sutaryo, SpA(K), seorang dokter spesialis anak dan guru besar UGM Yogyakarta yang biasa disapa Prof. Taryo menegasakan, bahwa Pancasila merupakan salah satu warisan dari para pendiri bangsa. Terdapat tiga hal yang digariskan dalam warisan Pancasila yang disebut sebagai Trisakti Pancasila.  Tiga hal tersebut adalah berdaulat di bidang politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian di bidang budaya. Melalui Trisakti bangsa Indonesia mampu untuk hidup damai dan sejahtera.

 

 

Gambar terkait

 

 

Prof. Taryo adalah dokter yang menjadi motor penyelenggaraan Kongres Pancasila I di UGM Yogyakarta Tahun 2009. Dengan melakukan kajian secara ilmiah di PTN ternama, Trisakti Pancasila tentu saja akan terus semakin teranalisis, terwujud dan tidak ketinggalan jaman. Kongres Pancasila II diadakan di Universitas Udayana, Denpasar Tahun 2010, III di Universitas Airlangga Surabaya Tahun 2011, dan IV kembali di UGM, Yogyakarta. Berikutnya, Kongres Pancasila V Tahun 2013 dan VI di Universitas Pattimura, Ambon Tahun 2014, VII, VIII dan IX di UGM Yogyakarta. Bahkan Presiden Joko Widodo tampil langsung saat menjadi pembicara kunci Kongres Pancasila IX, di halaman Balairung UGM Yogyakarta yang legendaris, pada hari Sabtu, 9 Mei 2018.

 

Hasil gambar untuk T. A. Hassan dan soekarno

 

Kita diingatkan bahwa lima butir Pancasila lahir dalam pemikiran Soekarno di  Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur, ketika diasingkan oleh Pemerintah Kolonial Belanda. Pada 14 Januari 1934, Bung Karno bersama sang istri, Inggit Garnasih serta ibu mertua, Ibu Amsi dan anak angkatnya, Ratna Djuami, tiba di rumah tahanan yang terletak di Kampung Ambugaga, Ende. Di Ende Soekarno jadi lebih banyak berpikir daripada sebelumnya, termasuk mempelajari lebih jauh soal agama Islam, hingga belajar soal pluralisme dengan bergaul bersama pastor-pastor Katolik di Ende. Dengan berkirim surat berulang dengan tokoh Islam di Bandung, yaitu Ahmad Hassan dan berdiskusi cukup sering dengan pastor Gerardus Huijtink, SVD, maka Pancasila yang dirumuskannya merupakan gagasan brilian untuk semua umat beriman di Indonesia.

 

Hasil gambar untuk T. A. Hassan dan soekarno

 

 

Gagasan Bung Karno yang disampaikan pada Pidato 30 September 1960 di Muka Sidang Umum PBB di New York USA : To Build The World A New’, dimaknakan sebagai membangun dunia kembali, yaitu membangun fitrah manusia di dunia. Sebelumnya juga sudah ditegaskan dalam gagasan perjuangan kebebasan, yaitu Let a New Asia and Africa be Born’ dalam Konferensi Asia-Afrika 1955 di Bandung, 18 April 1955. Keduanya menegaskan bahwa cita-cita Pancasila sebagai Dasar Negara tidak semata untuk Indonesia, melainkan untuk peradaban dunia.

 

 

Dalam situasi saat ini, dimana pergolakan ideologi menjadi sangat luas dan beragam, Pancasila tetaplah harus menjadi pemersatu bangsa. Sebagai contoh beragamnya banyak agama di Indonesia yang terkadang menjadi alasan pemicu konflik horizontal antar umat beragama, ekonomi yang mulai berpindah dari sistem kekeluargaan menjadi sistem kapitalisme dimana keuntungan merupakan tujuan utama, fenomena ‘proxy war’, masifnya terorisme dan radikalisme, dan masih banyak lagi masalah lain. Dalam perspektif ideologi, berbagai masalah tersebut, perlu dicari solusi pemecahannya secara mendasar, salah satunya dengan meletakkan kembali Pancasila sebagai bagian dari perangkat geopolitik dan geostrategi.

 

 

Gambar terkait

 

 

Untuk itu, Pancasila sebagai dasar dan ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia harus diketahui asal usulnya, dijaga kelestarian dan kelanggengan, serta senantiasa diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Setiap warga negara Indonesia, seharusnya tidak lagi mempersoalkan keberadaan dasar ideologi negara, agar sebagai bangsa kita dapat maju mengejar ketertinggalan kita dari bangsa lain yang telah berlari kencang. Dengan demikian, mempermasalahkan dasar negara sebagai warisan para pendiri bangsa, justru akan menyebabkan kita hanya saling bersitegang, bertikai, dan berjalan di tempat. Oleh sebab itu, kita semua layak tampil membela, mendukung, dan mengamalkan Pancasila, sedangkan sebagai dokter, kita dapat meneladan kiprah Prof. Taryo.

 

Dari pengalaman Prof. Taryo menangani pasien anak dengan Demam Berdarah Dengue (DBD), muncul ide melakukan pemeriksaan limfosit warna biru dan mengantarkannya meraih gelar doktor tahun 1991 di UGM, dengan disertasi berjudul : Limfosit Plasma Biru (Arti Diagnostik dan Sifat Imunologik pada Infeksi Dengue). Selain itu, Prof. Taryo juga merumuskan tata cara pengelolaan DBD yang sederhana, yakni dengan monitor DBD gaya Yogyakarta. Intinya adalah kombinasi pemeriksaan setiap enam jam plus laboratorium sederhana, yang ’murah tur slamet, tak perlu ICU (intensive care unit).’ Karena jiwa sosialnya tinggi, Prof. Taryo sering menggratiskan biaya bagi pasien. ”Yang penting mereka sembuh lahir-batin,” sebagaimana ditulis oleh Djoko Poernomo di Harian Kompas, 27 Januari 2006.

 

Gambar terkait

 

Dilahirkan pada 6 Maret 1949 di Desa Harjobinangun, Kecamatan Pakem, Sleman, Yogyakarta, Sutaryo kecil memperoleh didikan ayah (Sastrodibroto, pegawai sosial di kantor desa) dan ibunya (dipanggil Simbok) dalam suasana keprihatinan. ”Simbok saya itu buta huruf, lho. Tetapi, mata batinnya sejuk dan pandangannya jauh ke depan.” Seluruh anak keluarga Sastrodibroto (11 orang, Sutaryo nomor tujuh) adalah lulusan UGM. ”Ayah memberi olah batin yang kuat. Simbok memberi semangat ketekunan.”  Itulah modal moral, amunisi hati, dan niat kuat Prof. Taryo dalam penyelenggaraan berbagai Kongres Pancasila untuk mewujudkan Trisakti Pancasila.

 

Hasil gambar untuk hari lahir pancasila

 

Momentum Hari Lahir Pancasila pada hari Jumat, 1 Juni 2018, mengingatkan kita semua, termasuk para dokter, akan peran Pancasila yang mempersatukan segenap komponen bangsa Indonesia, untuk hidup damai dan sejahtera.

Sudahkah para dokter terpanggil terlibat?

 

Dr. Wikan 2

Sekian

Yogyakarta, 31 Mei 2018

*) Sekretaris IDI Wilayah DIY, dokter spesialis anak, lektor FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161

 

 

Categories
antibiotika bayi prematur dokter Healthy Life Jalan-jalan

2015 Rio de Janeiro

RIO DE JANEIRO  –  BRASIL

fx. wikan indrarto*)

Perjalanan kami untuk mengikuti the 9th World Congress on Pediatric Infectious Diseases di Rio de Janeiro, Brazil, dimulai Senin, 16 November 2015. Kami menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA 207 Boeing 737 versi 300 dari Yogyakarta ke Jakarta, diteruskan dengan GA 838 Boeing 737 versi 800 ke Singapura selama 1,55 jam. Dari Singapura kami melanjutkan perjalanan dengan pesawat British Airaways BA 12 Boeing 747 versi 400 menuju ke London, pusat Kerajaan Inggris selama 12,50 jam. Kami mendarat di terminal 5 Heathrow International Airport London, Selasa, 17 November 2015 pk. 5.10 dini hari waktu setempat.

 Changi2  Heathrow1

Transit di Changi International Airport
Singapore

Transit di Heathrow International Airport
London, Inggris

Setelah puas menikmati skytrain gratis yang modern dan menghantar penumpang di dalam areal internal terminal 5 Heathrow International Airport London, kami menyeberang dari Gate B ke Gate C dan berlanjut dengan pesawat British Airways BA 249 Boeing 777 versi 200 menuju Rio de Janeiro selama 11,20 jam. Kami mendarat dengan mulus di Aeroporto Internacional Tom Jobim (Galeão) Rio de Janeiro dan langsung akrab dengan istilah sanitario masculino (male restroom), feminino dan saida (exit). Dari Terminal 1 kami naik Premium Auto Onibus linha atau jalur 2018 bertarif R$ (reais) 14,65 atau setara Rp. 60 ribu. Kami melewati Linha Vermelha, Rodoviaria, Praca Maua dan turun di Cinelandia di Centro atau Downtown (kota lama). Dengan berjalan kaki sekitar 300 m, kami sampai di Hotel Atlântico Business Rua Senador Dantas, 25 – Centro, Rio de Janeiro – RJ, 20031-202, Brasil.

 Bandara Heathrow  Hotel Atlantico Bussines

Kesibukan pesawat
di Heathrow International Airport
London, Inggris

Suhu 36 Celcius di Hotel Atlântico Business
Rua Senador Dantas, 25 – Centro,
Rio de Janeiro – RJ, 20031-202, Brasil.

Kota Rio de Janeiro didirikan oleh Portugis pada 1 Maret 1565 dengan nama São Sebastião do Rio de Janeiro, untuk menghormati St. Sebastian, santo pelindung kerajaan Portugis Dinasti Sebastião. Rio de Janeiro (Sungai Januari dalam Bahasa Portugis) atau hanya disebut Rio adalah kota terbesar kedua di Brazil, kota terbesar keenam di Amerika dan kota terbesar kelima puluh dunia, berdasarkan jumlah populasi. Rio de Janeiro adalah ibukota negara bagian Rio de Janeiro, negara yang paling padat penduduknya ketiga di Brasil. Bagian tengah kota telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia Landscapes between the Mountain and the Sea oleh UNESCO pada tanggal 1 Juli 2012 pada kategori Cultural Landscape.

Rio de Janeiro pada tahun 1763 menjadi ibu kota Negara Bagian Brazil, wilayah Kekaisaran Portugis. Pada 1808, ketika keluarga kerajaan Portugis melarikan diri dari invasi Kaisar Perancis Napoleon, oleh Ratu Maria I yang kemudian diteruskan oleh anaknya Prince Regent pada tahun 1815 dan Raja João VI, Brasil dijadikan Kerajaan Raya (United Kingdom) yang terdiri dari Portugal, Brasil, dan Algarve, sebuah daerah di bagian selatan daratan Portugal. Rio juga menjadi ibukota kerajaan Lusitania pluricontinental sampai tahun 1822, saat Perang Kemerdekaan Brasil dimulai. Ini adalah salah satu contoh dalam sejarah bahwa ibukota negara kolonial secara resmi bergeser ke kota di salah satu koloninya, yaitu ibukota kerajaan Portugal pindah ke Rio de Janeiro dan menjadi satu-satunya ibukota sebuah kerajaan Eropa di luar Eropa. Ketika Pangeran Pedro memproklamasikan kemerdekaan Brasil pada tahun 1822, Rio de Janeiro tetap sebagai ibukota kerajaan baru. Rio juga terus sebagai ibukota Brazil setelah 1889, ketika monarki digantikan oleh republik. Ketika Juscelino Kubitschek terpilih sebagai presiden, pada tahun 1955 mulai menggagas pembangunan Brasília sebagai ibukota negara dan pada tanggal 21 April 1960, ibukota Brasil secara resmi dipindahkan dari Rio de Janeiro ke Brasilia.

 Peta Brasil  Venue

Peta Brasil dan Rio de Janeiro

Lokasi konggres
di Centro Convencoes Estacionamento

Rio de Janeiro adalah salah satu kota yang paling sering dikunjungi di belahan bumi selatan dan dikenal dengan pemandangan alam, perayaan karnaval, samba, bossa nova, pantai balneario, seperti Barra da Tijuca, Copacabana, Ipanema, dan Leblon. Beberapa landmark paling terkenal di samping pantai, adalah patung raksasa Kristus Penebus (Christ the Redeemer) di puncak gunung Corcovado sebagai salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia; Gunung Sugarloaf dengan mobil kabel, Sambodromo, tribun dan jalan permanen yang digunakan selama Karnaval; dan Stadion Maracanã, salah satu stadion sepakbola terbesar di dunia. Rabu, 18 November 2015 pagi, sehari sebelum konggres yang diadakan di Centro Empresarial Rio Cidade Nova, Avenida Paulo de Frontin, 1 – Estácio, Rio de Janeiro – RJ, 22260-010 Brasil dimulai, terlebih dahulu kami akan menjelajah Rio de Janeiro.

Petualangan kami hari Rabu, 19 November 2015 dimulai dari Hotel Atlântico Business Rua Senador Dantas, 25 – Centro, Rio de Janeiro – RJ, 20031-202, Brasil, menggunakan bus. Di Rio de Janeiro, bus bebas polusi adalah alat utama transportasi umum. Ada hampir 440 jalur bus kota yang melayani lebih dari 4 juta penumpang setiap hari. Selain itu, Rio De Janeiro memiliki 2 jalur kereta bawah tanah (Metro Rio) dengan panjang rel 42 kilometer (26 mil) dan 32 stasiun ditambah beberapa jalur kereta api komuter. Dua jalur Metro Rio melayani kota Rio tujuh hari seminggu. Jalur pertama atau L1 bermula dari General Osorio di Ipanema menuju Uruguai di Tijuca. Jalur kedua atau L2 yang lebih modern bermula dari Botafogo dan berakhir di Pavuna. Semua moda transportasi tersebut akan kami coba, mencapai obyek wisata terkenal dan ikon kota Rio de Janeiro, yaitu Patung ‘Christ the Redeemer’ atau Kristus Penebus yang terletak di puncak Gunung Corcovado yang tingginya 710 m, di dalam areal Taman Nasional Hutan Tijuca, yang menghadap ke kota. Patung ini menjadi simbol umat Katolik, dan menjadi simbol kebanggaan kota. Tangan patung ini yang terbuka, dapat dilihat oleh banyak orang sebagai tanda bahwa Yesus pernah dipaku di kayu salib dan juga tanda dari kehangatan penduduk Brasil. Oleh karena lokasi dan ketinggiannya, patung raksasa ini dapat terlihat dari sudut manapun saja di seluruh pelosok Rio.

 Olimpiade 2016  SAMSUNG CAMERA PICTURES

Rio De Janeiro
siap menjadi tuan rumah Olimpiade 2016

Bus bebas polusi dengan hampir 440 jalur yang melayani lebih dari 4 juta penumpang setiap hari

Berbekal ‘Mapa Touristico Oficial’ atau peta untuk turis, dari Avenue Rio Branco yang lurus 2 blok di seberang hotel, kami naik bis 422 yang bertuliskan Cidade do Rio de Janeiro bertarif R$ 3,7/orang. Bis ini berangkat dari Centro menuju ke Laranjeiras, agar kami dapat menyaksikan Patung ‘Christ the Redeemer’. Gagasan untuk membangun sebuah patung yang besar di puncak gunung Corcovado telah muncul sejak pertengahan 1850-an, ketika seorang imam Katolik, yaitu Pedro Maria Boss meminta dana dari Putri Isabel untuk membangun sebuah monumen keagamaan yang besar. Putri Isabel tidak menanggapi gagasan itu, yang kemudian sama sekali dilupakan pada 1889, ketika Brasil menjadi sebuah republik, dengan undang-undang yang mewajibkan pemisahan gereja dari negara. Usulan kedua dibuat pada 1921 oleh Keuskupan Agung Rio de Janeiro dengan mengorganisir sebuah acara yang disebut Semana do Monumento (“Minggu Monumen”) untuk menarik para donatur, yang kebanyakan berasal dari umat Katolik Brasil.

 Christ Redempter

Patung ‘Christ the Redeemer’ yang besar di puncak gunung Corcovado

Banyak rancangan yang dilombakan untuk “Patung Kristus”, termasuk representasi salib Kristus, patung Yesus dengan bola dunia di tangannya, dan sebuah pedestal yang melambangkan dunia. Akhirnya patung Kristus Sang Penebus dengan tangan yang terbuka yang dipilih. Patung besar ini sekarang dianggap menjadi salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia Modern, bersama dengan Tembok Besar di China, Machu Picchu di Peru, Petra di Yordania, Piramida Chichén Itzá di Meksiko, Colosseum di Italia, dan Taj Mahal di India.

Patung besar itu tingginya mencapai 30 meter, tidak termasuk alasnya yang setinggi 8 meter, dengan rentangan lengan selebar 28 meter. Patung ini menjadi salah satu struktur Art Deco terbesar di dunia. Berat struktur ini diperkirakan sekitar 635 ton. Monumen ini terbuat dari beton bertulang yang di bagian atasnya dilapisi mosaik ribuan soapstone berbentuk segitiga. Patung ini berdiri di atas alas batu persegi yang tingginya sekitar 8 meter. Pada tahun 1882, Kaisar Dom Pedro II meresmikan jalur kereta api sepanjang 3.800 meter ke puncak gunung untuk mengangkut material patung, dan kereta api ini masih tetap beroperasi sampai sekarang, yang merupakan cara yang paling populer untuk mencapai puncak.

 Christ Redempter1  SAMSUNG CAMERA PICTURES

Pematung Perancis, Paul Landowski, membuat kepala dan tangan patung ‘Christ the Redeemer’ itu.

Cristo Redentor patung besar rancangan Insinyur Brasil, Heitor da Silva Costa (1873-1947).

Batu pondasi dasar patung itu secara seremonial diletakkan pada 4 April 1922, yaitu hari perayaan 100 tahun kemerdekaan Brazil dari Portugal. Rancangan Insinyur Brasil, Heitor da Silva Costa (1873-1947), dipilih berdasarkan sketsa tentang sosok Kristus memegang salib di tangan kanannya dan dunia di tangan kirinya. Desain ini diubah oleh seniman Brasil, Carlos Oswald, yang menyarankan pose berdiri dengan tangan merentang luas di mana Kristus sendiri menjadi salib, tangan terentang menandakan penebusan dosa umat manusia pada saat penyaliban. Pematung Perancis, Paul Landowski, dicatat namanya karena membuat kepala dan tangan patung itu. Pembangunan dimulai pada tahun 1926, dan perlu waktu 5 tahun untuk menyelesaikannya. Batu yang digunakan dalam konstruksi ini berasal dari Swedia. Bahan-bahan tersebut dibawa ke puncak gunung dengan menggunakan kereta api. Total biaya yang dikeluarkan pada tahun 1931 adalah sekitar US$ 250.000 atau sekarang setara dengan US$ 3,2 juta. Pada tanggal 12 Oktober 1931, patung Kristus Sang Penebus akhirnya diperkenalkan kepada warga Rio dan seluruh dunia.

 SAMSUNG CAMERA PICTURES  Christ Redempter2

Trem do Corcovado’ bertarif R$ 56/orang. Trem yang jalurnya diresmikan oleh Kaisar Dom Pedro II pada tahun 1882

Panorama lansekap yang nampak dari atas, yaitu pantai Copacabana, Arpoador, Jardim Botanico, Cagarras, Ipanema, Leblon, dan Jockey Club.

Kami turun dari bis 422 di Laranjeiras dan berlanjut menuju puncak gunung Corcovado, dengan naik ‘Trem do Corcovado’ bertarif R$ 56/orang. Trem yang jalurnya diresmikan oleh Kaisar Dom Pedro II pada tahun 1882 dan masih berfungsi sampai saat ini, melewati stasiun Alto do Corcovada Cristo Redentor, Paineiras, Desvio Novo, Santa Teresa, Silvestre, Morro do Ingles, dan Cosme Velho sepanjang 3.800 meter ke puncak gunung, selama sekitar 20 menit. Setelah turun dari trem, kami melanjutkan naik lift 3 lantai dan eskalator 2 lantai, baru kami dapat sampai di dasar patung. Sungguh, keindahan dan kemegahan yang luar biasa. Selain mengagumi kemegahan patung, kami juga mengagumi panorama lansekap kota Rio de Janeiro bagian selatan yang nampak dari atas, yaitu pantai Copacabana, Arpoador, Jardim Botanico, Cagarras Island, Ipanema, Rodrigo de Freitas Lagoon, Parque Lage, Alah’s Garden, Leblon, dan Jockey Club.

Setelah puas berfoto, melihat pemandangan, berdoa sebentar di kapel di dalam dasar patung Yesus, kami segera turun kembali ke Laranjeiras dengan menggunkan ‘Trem do Corcovado’, untuk melihat keajaiban berikutnya di Maracana. Dari halte Laranjeiras kami naik bis jalur 422 dengan tarif R$ 3,4 jauh dekat, menuju Stadion Maracana.

 Maracana4  stadion

Skema kursi penonton
Di Stadion Maracanã
di Rio de Janeiro, Brasil.

Stadion Maracanã (Portugis: Estádio do Maracanã), secara resmi dinamakan
Estádio Jornalista Mário Filho

Stadion Maracanã (Portugis: Estádio do Maracanã), secara resmi dinamakan Estádio Jornalista Mário Filho, yang merupakan sebuah stadion sepak bola di Rio de Janeiro, Brasil. Mário Filho digunakan sebagai nama resmi dari stadion ini, untuk menghormati seorang wartawan pendukung vokal yang kuat untuk pembangunan Maracanã. Stadion ini merupakan bagian dari kompleks yang mencakup arena yang dikenal dengan nama Maracanãzinho, yang berarti “Little Maracanã” dalam bahasa Portugis. Stadion yang dimiliki oleh pemerintah negara bagian Rio de Janeiro, itu dinamai sesuai nama sungai Rio Maracanã, yaitu sungai yang sekarang disalurkan ke sungai Rio de Janeiro dan bermuara di Guanabara Bay. Nama Maracanã berasal dari kata dalam Bahasa Tupi-Guarani untuk menyebut jenis burung beo yang menghuni daerah tersebut.

Setelah memenangkan hak untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA 1950, pemerintah Brasil berusaha untuk membangun stadion baru. Rencana pembangunan Stadion Maracanã dikritik oleh Carlos Lacerda anggota Kongres dan musuh politik walikota Ângelo Mendes de Morais, karena masalah biaya dan lokasi yang dipilih, dengan alasan bahwa stadion baru harus dibangun di Zona Barat yaitu Jacarepaguá. Pada saat itu dengan dukungan seorang wartawan Mário Filho, Mendes de Morais mampu meneruskan proyek ambisius ini. Pemenang kompetisi untuk desain dan konstruksi pada tahun 1947 adalah Ir. Humberto Menescal dan dirancang oleh 7 orang arsitek Brasil, yaitu Michael Feldman, Waldir Ramos, Raphael Galvão, Oscar Valdetaro , Orlando Azevedo, Pedro Paulo Bernardes Bastos, dan Antônio Dias Carneiro. Landasan pertama diletakkan di lokasi stadion pada 2 Agustus 1948 dan pertandingan Piala Dunia yang pertama dijadwalkan akan dimainkan pada 24 Juni 1950. Namun, keterlambatan pekerjaan proyek mendorong FIFA untuk mengirim Dr. Ottorino Barassi, kepala FA Italia, yang telah mengorganisir Piala Dunia 1934, untuk membantu di Rio de Janeiro. Semula tenaga kerja berjumlah 1.500 orang kemudian ditambahkan menjadi 2.000 pekerja pada bulan-bulan terakhir. Meskipun stadion ini mulai digunakan pada tahun 1950, tetapi konstruksi lengkap baru selesai sepenuhnya pada tahun 1965.

 Marasacana  Neymar

Stadion Maracana dirancang oleh 7 orang arsitek Brasil, yang dipimpin oleh Michael Feldman.

Kaos tim nasional sepak bola Brasil no 10
milik Neymar


Pertandingan pembukaan di stadion ini berlangsung pada tanggal 16 Juni 1950, saat Rio de Janeiro All-Stars mengalahkan São Paulo All-Stars 3-1 dan Didi menjadi pemain yang mencetak gol pertama di stadion ini. Pada saat itu pembangunan stadion belum selesai sepenuhnya, yaitu tidak memiliki fasilitas toilet dan penampung air tekan yang berdiri, dan masih tampak seperti sebuah situs bangunan dalam pengerjaan. Meskipun demikian, stadion ini mampu menampung 200.000 penonton berdiri, mengalahkan Stadion Hampden Park di
Glasgow, Skotlandia sebagai stadion terbesar di dunia. Meskipun belum selesai dibangun, FIFA mengizinkan pertandingan untuk dimainkan di tempat tersebut, dan pada tanggal 24 Juni 1950, pertandingan Piala Dunia pertama berlangsung, dengan 81.000 penonton yang hadir.

Stadion ini diresmikan pada tahun 1950 untuk digunakan sebagai tuan rumah Piala Dunia FIFA 1950, yang saat itu Brasil dikalahkan 2-1 oleh Uruguay pada pertandingan final. Kekalahan di kandang ini langsung menjadi peristiwa menyedihkan yang penting dalam sejarah Brasil, yang dikenal populer sebagai ‘Maracanazo’. Kehadiran penonton bertiket resmi pada pertandingan final adalah 199.854 orang, tetapi kehadiran sebenarnya diperkirakan sekitar 210.000 orang. Dengan total penonton yang hadir pada pertandingan final Piala Dunia FIFA 1950 adalah 199.854 orang, sehingga stadion ini sempat menjadi yang terbesar di dunia menurut kapasitas penonton. Setelah direnovasi 2010-2013, stadion dibangun kembali dengan kapasitas kursi 78.838 penonton untuk alasan keamanan, sehingga stadion ini menjadi yang terbesar di Brazil dan yang kedua di Amerika Selatan setelah Estadio Monumental di Peru. Stadion ini adalah tempat utama even Pan American Games 2007, untuk turnamen sepak bola, dan upacara pembukaan dan penutupan. The Maracanã dibangun kembali untuk persiapan Piala Konfederasi FIFA 2013, dan Piala Dunia FIFA 2014, di mana pertandingan final akan digelar. Ini juga akan menjadi tempat untuk pembukaan dan penutupan upacara Olimpiade 2016 dan Paralimpiade Musim Panas 2016.

 Uruguaiana  Marcado Populer

Kami turun di halte Uruguaiana untuk makan siang menu mie goreng kambing seharga R$ 14 dan jus mangga R$ 3 untuk kami berdua

Suasana Mercado Populer, sebuah pasar rakyat untuk membeli aqua botol besar dan cinderamata.


Setelah puas foto dan mengelilingi Stadion Maracana, kami melanjutkan petualangan dengan naik bis nomor 249 dengan tujuan ke Central bertarif R$ 3,4. Kami turun di halte Uruguaiana untuk makan siang menu mie goreng kambing seharga R$ 14 dan jus mangga R$ 3 untuk kami berdua, ditambah Agua Mineral Lindoya seharga R$ 4 conteudo atau berisi 510 ml. Setelah kenyang, kami masuk Mercado Populer, sebuah pasar rakyat untuk membeli aqua botol besar dan cinderamata. Selanjutnya kami mencoba naik Metro L2 dari stasiun Pavuna bertiket R$ 4,5. Tiket elektronik dapat dibayarkan secara tunai kepada petugas di loket, sehingga kami tidak harus mempunyai kartu prabayar sendiri. Kami naik dari Stasiun Uruguaiana di bawah Mercado Populer, melewati stasiun Carioca, Cinelandia, Gloria, Catete, Largo di Marchado, Flamengo, dan turun di Botafogo. Di Stasiun Botafogo ini kami harus berganti L1 Metro Rio yang lebih modern, dengan jurusan dari Uruguai ke Ipenama melewati stasiun Cardeal Arcoverde, Siquera Campos, Cantagalo dan turun di stasiun terakhir di dekat pantai Ipanema, yaitu General Osoreo.

 Mie Brasil  Belanja sumuk

Suasana sejuk di Mercado Populer
dengan suhu udara 20 setelah hujan

Suasana gerah di Mercado Populer
dengan suhu udara 36

Pantai Ipanema (pengucapan Portugis: [ipanẽmɐ]) pada tahun 2012 dipilih CNN sebagai kota pantai terbaik di dunia, terletak di bagian selatan Rio de Janeiro, antara Leblon dan Arpoador. Nama Ipanema menjadi dikenal secara luas karena lagu “The Girl from Ipanema” (“Garota de Ipanema”), yang ditulis oleh Antônio Carlos Jobim dan Vinícius de Moraes. Kata “Ipanema” berasal dari bahasa Tupi yang berarti “danau bau”, dari upaba (danau) dan nem (bau). Sebagian besar lahan Ipanema dahulu milik José Antonio Moreira Filho, seorang tuan tanah atau Baron. Ipanema mendapatkan ketenaran dengan dimulainya aliran musik bossa nova, pada lagu “The Girl from Ipanema.” Lagu ini ditulis pada tahun 1962, dengan musik dan lirik dalam bahasa Portugis oleh Jobim dan de Moraes, serta lirik dalam bahasa Inggris ditulis oleh Norman Gimbel. Popularitasnya dibangkitkan dengan lagu “Boy from Ipanema” oleh Diana Krall yang dirilis pada tahun 2008. Ipanema berdekatan dengan Copacabana dan Leblon Beach, tetapi memiliki karakter yang berbeda dari tetangganya. Ipanema ini relatif mudah dinavigasi karena jalan-jalan dibangun sejajar dalam kotak atau blok. Investasi swasta telah menyebabkan penciptaan restoran, toko, dan kafe kelas dunia, sehingga Ipanema adalah salah satu tempat paling mahal untuk tinggal di Rio. Terbentuk kehidupan pantai dengan banyak peselancar dan penggemar matahari yang berjemur sepanjang hari di pantai. Setiap hari Minggu, jalan paling dekat ke pantai ditutup untuk kendaraan bermotor, agar penduduk setempat dan wisatawan dapat menggunakan kesempatan untuk naik sepeda, sepatu roda, skateboard, ataupun berjalan kaki di sepanjang pantai. Garis pantai Ipanema dimulai dari gunung yang disebut Dois Irmãos (Two Brothers) di ujung barat pantai, dibagi menjadi beberapa segmen dengan tanda batas yang dikenal sebagai postos (menara lifeguard). Bir dijual di mana-mana sepanjang garis pantai, bersama dengan minuman tradisional cachaça. Selalu terlihat, seolah setiap hari adalah hari libur, adanya kerumunan orang yang bermain sepak bola, bola voli, dan footvolley, olahraga lokal yang merupakan kombinasi dari voli dan sepak bola. Semua keindahan tersebut dapat kami lihat saat menumpang bis 318 bertarif R$ 3,4 menyusur pantai Ipanema dan berlanjut ke pantai Copacabana di sebelahnya.

 Metro Central  Copacabana1

Stasiun Metro Rio yang lebih modern,
dengan jurusan dari Uruguai ke Ipenama

menyusur pantai Ipanema
dan berlanjut ke pantai Copacabana

Copacabana (pengucapan Portugis [kɔpakɐbɐnɐ] atau [kɔpɐkabɐnɐ]) adalah bairro atau lingkungan yang terletak di Zona Selatan dari kota Rio de Janeiro, Brasil. Copacabana memiliki garis pantai atau balneario sepanjang 4 km dan merupakan salah satu yang paling terkenal di dunia. Distrik ini awalnya disebut Sacopenapã (diterjemahkan dari bahasa Tupi yang berarti “jalan yang menyerupai burung Socos) sampai pertengahan abad ke-18. Namanya diubah setelah pembangunan sebuah kapel atau gereja kecil yang menyimpan replika dari Santo Virgen de Copacabana, seorang suci dari Bolivia. Garis pantai Copacabana menghadap Samudera Atlantik, membentang dari Princesa Isabel Avenue Posto Dois (lifeguard menara Dua) ​​ke Posto Seis (menara penjaga pantai Enam). Terdapat benteng bersejarah di kedua ujung pantai Copacabana, yaitu Fort Copacabana yang dibangun pada tahun 1914 di ujung selatan atau Posto Seis dan Fort de Caxias Duque yang dibangun pada tahun 1779 di ujung utara. Pantai Copacabana rutin menjadi tuan rumah bagi jutaan orang yang berpesta dan bersuka ria selama perayaan malam tahun baru tahunan, dengan pesta kembang api warna-warni sepanjang malam. Copacabana promenade adalah trotoar lebar sepanjang 4 kilometer, yang bermotif khas, perpaduan garis lengkung warna hitam dan krem atau putih yang membentuk gelombang geometris. Copacabana promenade dirancang oleh arsitek Roberto Burle Marx pada tahun 1930. Ketika Rio menjadi ibukota Brasil, Copacabana dianggap sebagai salah satu lingkungan terbaik di Brasil.

 SAMSUNG CAMERA PICTURES  SAMSUNG CAMERA PICTURES

Copacabana promenade adalah trotoar lebar yang bermotif khas, berbentuk gelombang geometris, dirancang oleh arsitek Roberto Burle Marx pada tahun 1930.

Bagungan peninggalan kolonial Portugal yang artistik dan banyak dijumpai di sekitar garis pantai Rio de Janeiro.

Menurut sensus IBGE, 160.000 orang tinggal di Copacabana dan 44.000 atau 27,5% dari mereka adalah warga berusia 60 tahun atau lebih tua. Mereka dan para wisatawan yang datang dilayani oleh lebih dari 40 rute bus yang berbeda, terdapat 3 stasiun Metro Rio atau kereta bawah tanah, yaitu Cantagalo, Siqueira Campos dan Cardeal Arcoverde. Terdapat 3 jalan arteri utama yang sejajar satu sama lain di seluruh wilayah, yaitu Avenida Atlântica (Atlantic Avenue), Nossa Senhora de Copacabana Avenue, dan Barata Ribeiro atau Raul Pompeia Street, setelah Terowongan Sá Freire Alvim dibangun. Warga dan para wisatawan yang datang, telah mencatatkan kegembiraan dan kebersamaan yang luar biasa. Misalnya Pada tanggal 31 Desember 1994, saat perayaan Tahun Baru menampilkan konser Rod Stewart dengan penonton mencapai 3,5 juta dan menjadi konser musik dengan kerumunan terbesar yang pernah ada. Pada tanggal 21 Maret 2005, konser Lenny Kravitz di sana dihadiri 300.000 orang, dan 18 Februari 2006, The Rolling Stones menarik lebih dari 1,5 juta orang penonton ke pantai Copacabana. Pada tanggal 7 Juli 2007, konser Brasil Live Earth menghadirkan 400.000 orang. Pada tanggal 28 Juli 2013, pantai menjadi tuan rumah acara final World Youth Day 2013, yang menghadirkan sekitar 3 juta orang, termasuk 3 orang presiden yang bergabung saat Paus Franciscus merayakan misa suci, sehingga merupakan salah satu pertemuan keagamaan Katolik yang terbesar dalam sejarah.

 SAMSUNG CAMERA PICTURES  SAMSUNG CAMERA PICTURES

Ornamen Our Lady of Navegantes
di dalam Igreja de Santa Luzia

Igreja de Santa Luzia diresmikan pada Desember 1519 dekat Avenida President Antonio Carlos

Setelah puas menikmati kedua pantai di Rio yang legendaris dan selalu penuh wisatawan sepanjang masa itu, kami melanjutkan perjalanan pulang ke Centro dengan naik bis 245. Sayang sekali, kepulangan kami bersamaan dengan puncak kepadatan lalu lintas pulang kerja, sehingga kami turun di jalan saat bis berhenti total tidak mampu menembus kemacetan kota. Kami turun di seberang Igreja de Santa Luzia dekat Avenida President Antonio Carlos. Gereja Santa Luzia terletak di pusat kota Rio de Janeiro, yang dibangun awak kapal Magellan, saat melewati Guanabara Bay pada bulan Desember 1519. Kapel atau gereja kecil itu dibangun di pinggir laut, untuk menyimpan gambar Our Lady of Navegantes. Namun demikian, versi lain menceritakan bahwa kapel ini dibangun oleh para rohaniwan Fransiskan pada saat kedatangan mereka pada tahun 1592 dan diperluas pada 1752. Raja João VI dari Portugal memerintahkan untuk membuka jalan Santa Luzia pada tahun 1817, agar dapat dilewati kereta kerajaan saat menuju ke gereja, bersama cucu kesayangannya Pangeran Sebastian. Hiasan dinding gereja dibuat oleh seniman Thomas Ender. Setelah berdoa dan mengagumi arsitektur gereja tersebut, selanjutnya kami pulang berjalan kaki melewati 2 blok, termasuk bangunan megah Theatro Municipal di Cinelandia, yang bersebelahan dengan Museu Nacional de Relas Artes dan Biblioteca Nacional, untuk kembali ke hotel. Malam itu rasanya kami sangat puas sekali, dengan berbagai pengalaman jasmani dan rohani yang sangat mengesankan.

 SAMSUNG CAMERA PICTURES  Peserta Indonesia

Theatro Municipal di Cinelandia,
bersebelahan dengan Museu Nacional de Relas Artes dan Biblioteca Nacional

Bersama dengan beberapa dokter dari Jakarta (Dr. Darmawan, Dr. Tjatur dan Dr. Hingki) di depan banner selamat datang

Kamis, 19 November 2015 kami menuju Sul America, Centro de Convencoes Avenida Paulo de Frontin, 1 – Cidade Nova, Estácio, Rio de Janeiro – RJ, 22260-010, Brasil, untuk mengikuti the 9th World Congress on Pediatric Infectious Disease 2015. Perjalanan dimulai dari Hotel Atlântico Business Rua Senador Dantas, 25 – Centro, Rio de Janeiro – RJ, 20031-202, Brasil dengan berjalan kaki 2 blok menuju Stasiun Cinelandia untuk menggunakan Metro Rio L1, yang berangkat dari Stasiun Botafogo menuju Uruguai. Dengan tiket seharga R$ 3,5 yang dibeli tunai di loket, kami melewati Stasiun Carioca, Uruguaiana, Presidente Vargas, Central, Praca Onze dan turun di Estacio. Dari Stasiun Estacio, kami berjalan kaki sekitar 300 m menuju conggres venue. Setelah bertemu, berkenalan, dan berfoto bersama dengan beberapa dokter dari Jakarta (Dr. Darmawan, Dr. Tjatur dan Dr. Hingki) di depan banner selamat datang, kami segera melanjutkan proses registrasi peserta.

Kami segera berpencar di venue yang memiliki 5 hall di lantai 2 untuk mengikuti sesi ‘Meet the Professor’ oleh Prof. Berezin (Brazil) dan Prof. Saha (Bangladesh) dengan topik: Infection Control In Low-Midle Income Countries. Setelah acara pembukaan di Hall utama yang berlangsung hanya sekitar 10 menit, kami lanjut dengan mengikuti simposium dengan beberapa topik, yaitu ‘Inflamation And Immune Subversion In Pneumonia, What Should Clinicians Know’ oleh Dr. Av Gay (Canada), diteruskan dengan ‘Can Etiological Diagnosis Of Pneumonia Be Improved’ oleh Dr. Scott (Inggris) dan ‘Management Of Pneumonia In The Era Of Bacterial’ oleh Dr. Saez Llorens (Panama). Dengan diselingi coffee break sebentar, terus dilanjutkan dengan simposium lagi bertopik ‘Emerging Issues In Staphylococcal Infection: Colonization, Pathogen And Host Respons’ oleh Dr. Creech (AS), ‘The Impprtance Of Global Strain Epidemiology In Clinical Manifestations And Vaccine Development’ oleh Dr. Smeesters (Belgia), ‘Update Management And Treatment Staphyloccocal Disease’ oleh Dr. Curtis (Australia), dan ‘Infection In Infancy In Resource Poor Setting’ oleh Dr. Seale (Inggris).

 Peserta

Gerbang

the 9th World Congress on Pediatric Infectious Disease 2015 di Sul America, Centro de Convencoes Avenida Paulo de Frontin, 1 – Cidade Nova, Estácio, Rio de Janeiro – RJ, 22260-010, Brasil

Acara dilanjutkan dengan paralel symposium di 3 hall berbeda dan kami mengikuti simposium bertopik ‘Immunization In Special Host’. Berbagai sesi diterjemahkan ke dalam Bahasa Portugis dan Spanyol, dengan alat bantu dengar untuk sebagian besar peserta dari Amerika Latin. Berbeda dengan di Indonesia, ternyata topik tentang imunisasi bukan milik Sub Bagian Pediatri Sosial dan Tumbuh Kembang, TB dan pneumonia bukan dikelola Sub Bagian Respirologi, Penyakit Kawasaki bukan ditangani Sub Bagian Kardiologi dan sepsis neonatal bukan dibahas di Sub Bagian Perinatologi, tetapi semuanya dibahas di dalam perspektif Infeksi Pediatri.

Menjelang sore, kami memutuskan keluar areal konggres untuk naik Metro Rio L1 dari Uruguai menuju Botafogo, di Stasiun Estacio. Setelah melewati Praca Onze, kami turun Central. Stasiun besar ini menghubungkan Metro, bis dan kereta api di Central do Brasil (pengucapan Portugis : sẽtɾaw du bɾaziw) yang merupakan stasiun kereta api paling penting di kota Rio de Janeiro. Central do Brasil tersambung dengan jalur kereta api ke São Paulo dan Minas Gerais. Stasiun ini terletak di pusat kota Rio de Janeiro, sepanjang Avenida Presidente Vargas dan di seberang taman Campo de Santana.

 Central do Brasil  Central do Brasil1

Central do Brasil (pengucapan Portugis : sẽtɾaw du bɾaziw) merupakan stasiun kereta api paling penting di kota Rio de Janeiro

Central do Brasil tersambung dengan jalur kereta api ke São Paulo dan Minas Gerais, terletak di sepanjang Avenida Presidente Vargas

Setelah puas melihat kemegahan stasiun besar ini, kami melanjutkan perjalanan dengan Metro Rio L1 menuju stasiun Uruguaiana untuk makan sore. Hari sebelumnya kami sempat makan siang menu mie goreng R$ 14 dan jus mangga R$ 3, sehingga di tempat yang sama hari itu kami mencoba menu lain, berupa nasi dan sayur yang sudah 3 hari lamanya tidak pernah kami rasakan. Setelah puas makan dengan versi pembayaran berupa ditimbang dengan berat bahan makananan yang diambil pembeli sendiri sebagai patokan harga, kami lanjutkan masuk Mercado Populer, sebuah pasar tradisional di atas stasiun Metro. Setelah kenyang dan mendapat beberapa jenis cinderamata khas Rio de Janeiro, kami segera naik Metro Rio L1 lagi menuju stasiun Cinelandia, melewati Carioca. Perjalanan kami teruskan ke katedral. Gereja Katolik yang besar atau katedral ini diresmikan pada tahun 1976, dan dinamakan Katedral Sao Sebastiao do Rio de Janeiro atau Catedral Metropolitana, karena terletak di pusat kota. Pembangunan gedung katedral berbentuk tumpeng ini dipimpin oleh arsitek modernis Edgar Oliveira da Fonseca dan dikoordinasikan oleh Monsignor Ivo Antônio Calliari, Uskup di Keuskupan Agung Rio de Janeiro. Dengan kapasitas untuk 20.000 kursi umat yang disusun berputar, gedung gereja ini memiliki diameter di dasar 106 meter dengan tinggi 96 meter dan strukturnya berbentuk kerucut. Pintu utama terdiri dari 48 plak perunggu dengan relief yang berkaitan dengan iman Katolik. Jendela kaca berpatri mendominasi interior sepanjang 60 meter membelah dinding gereja dari dasar sampai ke puncak, sehingga memberikan pencahayaan alam yang indah untuk semua tempat di dalam gereja. Di ruang bawah tanah, terdapat Museum Seni Suci yang memiliki koleksi patung, mural, karya seni, dan buku catatan yang digunakan untuk membaptis para pangeran dari keluarga kerajaan Brasil. Juga terdapat patung Bunda Rosario, tahta Raja Pedro II dan Golden Rose yang diberikan kepada Putri Elizabeth oleh Paus Leo XIII, sebagai penghargaan atas Undang-undang Penghapusan Perbudakan di Brasil. Setelah berdoa sebentar dan mengagumi pencahayaan di dalam gereja karena kaca berpatri, kami segera melanjutkan perjalanan ke Lapa.

 Katedral1  SAMSUNG CAMERA PICTURES

Katedral Sao Sebastiao do Rio de Janeiro atau Catedral Metropolitana, berbentuk tumpeng karya arsitek modernis Edgar Oliveira da Fonseca

Jendela kaca berpatri sepanjang 60 meter membelah dinding gereja, memberikan pencahayaan alam yang indah di dalam gereja.

Lapa adalah lingkungan di pusat kota Rio de Janeiro Rio, bersebelahan dengan katedral, dan terkenal karena monumen serta kehidupan malamnya. Lingkungan tersebut adalah rumah bagi Arcos da Lapa, saluran air yang mengesankan yang dibangun pada pertengahan abad ke-18 oleh penguasa kolonial Portugis. Daya tarik lain adalah Passeio Publico, taman publik pertama yang dibangun pada tahun 1780-an. Sejak awal 1950-an, Lapa telah dikenal karena kehidupan budaya dengan banyak restoran dan bar, seperti Asa Branca bar, Fundição Progresso, dan Sala Cecília Meirelles, dimana seniman dan intelektual Brasil bertemu. Aqueduct dan The Carioca Aqueduct yang juga dikenal sebagai Arcos da Lapa, adalah sebuah pemukiman yang dibangun tahun 1792. Lingkungan Lapa dikenal sebagai tempat lahir bohemian Rio, juga terkenal dengan arsitektur Arcos da Lapa, sebuah saluran air pada zaman kolonial dan sekarang berfungsi sebagai kabel sinyal untuk kereta gantung yang memanjat bukit Santa Teresa. The Carioca Aqueduct atau saluran air itu dianggap sebagai karya arsitektur penting jaman Old Rio dan salah satu simbol utama kota. Saluran air yang mengesankan ini berupa bangunan bergaya Romawi selebar 17,6 meter, panjang 270 meter dan memiliki 42 lengkungan. The Carioca Aqueduct yang mulai dibangun pada 1723, dimaksudkan untuk mengalirkan air dari ketinggian sungai Carioca Morro do Desterro di bukit Santa Teresa menuju daerah Morro de Santo Antônio. Setelah berfoto dan mengagumi berulang saluran air jaman kolonial tersebut, kami segera berjalan kaki kembali ke hotel yang hanya berjarak 3 blok dari Lapa, untuk beristirahat.

 SAMSUNG CAMERA PICTURES  SAMSUNG CAMERA PICTURES

Passeio Publico, taman publik pertama yang dibangun pada tahun 1780-an, di dekat Arcos da Lapa, sebuah saluran air pada zaman kolonial.

The Carioca Aqueduct yang mulai dibangun pada 1723, untuk mengalirkan air dari ketinggian sungai Carioca menuju daerah de Santo Antônio.

Menurut Sensus IBGE 2010, terdapat 5.940.224 orang yang tinggal di kota Rio de Janeiro terdiri dari 51,2% orang kulit putih, 36,5% orang Pardo (multiras), 11,5% orang kulit hitam, 0,7% orang Asia Timur dan 0,1% orang Indian. Rio de Janeiro adalah kota terpadat ke-2 di Brazil, setelah São Paulo. Imigran Portugis di kota Rio de Janeiro adalah yang terbesar, sehingga menjadikannya “kota Portugis” di luar daratan Portugal. Orang keturunan Portugis mendominasi di sebagian besar penduduk Brazil. Bahasa Portugis adalah bahasa resmi dan nasional, sehingga merupakan bahasa utama yang diajarkan di sekolah. Masyarakat kulit hitam berasal dari warga yang nenek moyangnya adalah budak belian dari Angola, Mozambik, dan Afrika Barat dari akhir abad 19 sampai awal abad ke-20. Masyarakat seperti itulah yang kami jumpai dalam perjalanan kami pada hari ke 4 di Rio de Janeiro, Jumat, 21 November 2015 menuju tempat konggres di Sul America, Centro de Convencoes Avenida Paulo de Frontin, 1 – Cidade Nova, Estácio, Rio de Janeiro – RJ, 22260-010, Brasil, untuk mengikuti the 9th World Congress on Pediatric Infectious Disease 2015.

 SAMSUNG CAMERA PICTURES  SAMSUNG CAMERA PICTURES

Arsitektur bangunan kolonial Portugis masih banyak dijumpai dalam keadaan utuh dan berfungsi baik

Rio de Janeiro adalah pusat budaya utama di Brasil, yang kental dipengaruhi budaya Portugis dengan campuran Afrika.

Rio de Janeiro adalah pusat budaya utama di Brasil, yang kental dipengaruhi budaya Portugis dengan campuran Afrika. Cara berpakaian sangat lugas, banyak perempuan hanya bercelana pendek, ‘tanktop’, ‘you can see’, sepatu berhak tinggi dan pria berkaos oblong ke manapun mereka pergi. Bahkan peserta konggrespun banyak yang berpakaian seperti itu, sehingga sangat berbeda dengan para peserta dari luar Brasil yang necis, perlente dan rapi. Pagi itu kami mengikuti acara Meet the Professor : Non-Vaccine Serotype Disease, Does It Have A Real Impact bersama Prof. Dagan (Israel) dan Prof. Pirez (Uruguay). Selanjutnya simposium tentang infeksi virus Zika (Dr. Zafadi, Brazil), Dengue (Dr. Siqueira, Brazil), Chikungunya (Dr. Capeding, Filipina) dan perkembangan vaksin Dengue (Dr. Lanata, Peru). Penjelasan dari Dr. Safadi (Brazil) adalah bahwa infeksi Zika virus (flavivirus) yang berasal dari Polinesia di Pasific selatan (Cook, Caledonia, Marshal & French Reunion), sudah menyebar ke seluruh penjuru Brasil dengan keluhan utama gatal, rash dan keluhan mirip infeksi Dengue atau Chikungunya. Infeksi Virus Zika dapat menyebabkan GBS (Guillain–Barré Syndrome) atau kelumpuhan pada anak dan mikrosefalus atau kelainan neurologis lainnya pada bayi baru lahir, bila infeksi virus Zika terjadi pada ibu hamil. Sementara itu, Dr.  Maria Capeding (Filipina) menjelaskan tentang infeksi virus chikungunya yang tidak mematikan tetapi dapat melumpuhkan persendian. Virus ini berasal dari Tanzania, Afrika tenggara, lalu menyebar secara global dengan komplikasi terbaru yang dilaporkan adalah terjadinya uveitis dan retinitis pada mata. Infeksi Chikungunya (dominasi poliarthralgia) secara klinis sangat mirip dengan Dengue (dominasi gangguan hematologi), sehingga semua pasien harus dikelola sebagai Dengue, sampai saat Dengue dapat disingkirkan, karena sampai saat ini tidak ada laporan tentang koinfeksi keduanya. Rekomendasi baru adalah untuk menggunakan NSAID, kortikosteroid dan fisioterapi pada kasus chikungunya dengan athralgia hebat.

Topik simposium selanjutnya tentang infeksi neonatal dipimpin oleh Dr. Bravo (Filipina), membahas tentang SPRING (Strengthening Publication and Reporting Infection in Newborn Globally) Guidance For Studies And Publication oleh Dr. Fitchett (Inggris), Brain Oxygenation And Outcome Of Sepsis oleh Dr. Rallis (Yunani), TNF on Perinatal Brain Injury oleh Dr. Ferreira (Inggris), Prevention Guideline In Maternity oleh Dr. Freitas (Brasil). Intinya adalah adanya kaskade inflamasi pada sepsis dapat menyebabkan gangguan oksigenasi di otak, yang dapat dinilai dengan spectroskopi dan akan terlihat mulai pada hari ke 3 sepsis, terutama yang disebabkan karena bakteri staphilokokus. Bayley III Infant Todler score dapat digunakan untuk menilai ‘outcome’ sistem saraf pusat pada anak, yang berkorelasi linier dengan derajad deoksigenasi saat masih neonatus. Hal ini juga terkait dengan mekanisme hipoksia pada sepsis, karena terjadi kematian atau kerusakan sel otak dan akan berkembang menjadi CP (cerebral palsy). Peran penting imunitas perifier (peripheral immune system) dalam sepsis, mendasari rekomendasi pemeriksaan swab vaginal dan rectal semua ibu yang berada dalam ancaman persalinan prematur, untuk mendeteksi bakteri streptokokus dan E coli. Pemeriksaan yang dilakukan pada usia kehamilan sebelum 37 minggu dan ketuban utuh ini, dilanjutkan pemberian profilaksis antibiotika ampisilin dalam periode persalinan, untuk mencegah terjadinya sepsis neonatal onset cepat.

 SAMSUNG CAMERA PICTURES  SAMSUNG CAMERA PICTURES

Gereja Candelária rancangan Francisco João Roscio diresmikan tahun 1811 di hadapan Raja John VI dari Portugal

Sisi belakang Igreja de Nossa Senhora da Candelária, yang dilengkapi dengan
Pius X Square yang luas.

Setelah acara coffee break sore, kami meninggalkan lokasi untuk menuju Urugauiana. Kami terkaget-kaget saat keluar dari stasiun Metro Rio bawah tanah, sebab hampir semua toko dan kios di Marcado Populer Urugauiana tutup. Ternyata hari itu adalah ‘Black Awareness Day’ atau ‘Dia da Consciência Negra’ (Portuguese) atau Hari Kesadaran tentang kulit Hitam yang dirayakan setiap tanggal 20 November. Hari yang dirayakan setiap tahun tersebut menjadi hari libur nasional di Brazil. Hari tersebut untuk merenungkan ketidakadilan perbudakan terhadap orang kulit hitam dan untuk merayakan kontribusi warga Brasil keturunan Afrika, terhadap kemajuan bangsa. Hari tersebut ditentukan berdasarkan ulang tahun kematian Zumbi dos Palmares (1655-1695), pemimpin terakhir kelompok Quilombo dos Palmares, dengan fokus acara ini adalah untuk menghapus persepsi inferioritas keturunan Afrika dalam masyarakat. Karena rumah makan yang menyediakan nasi juga tutup, akhirnya kami makan sore di McD berupa kentang goreng. Selanjutnya kami berjalan kaki menuju Candelaria. Igreja de Nossa Senhora da Candelária adalah sebuah gereja Katolik Roma yang dilengkapi dengan Pius X Square. Gereja Candelaria (Portugis: Igreja da Candelaria, diucapkan: [igɾeʒɐ ðɐ kɐdelaɾjɐ]) dibangun dan dihiasi selama periode yang panjang, dari 1775 sampai akhir abad ke-19. Pada awal abad ke-17 kapal Candelaria hampir tenggelam saat badai di laut. Setelah tiba di Rio de Janeiro, sekelompok orang Spanyol membangun sebuah kapel kecil, sesuai dengan sumpah mereka selama menghadapi badai. Kapel kecil ini, didedikasikan untuk Our Lady of Candelaria, dibangun sekitar 1609. Pada 1775 kapel ini diperbaiki oleh insinyur militer Portugis, Francisco João Roscio, dan diresmikan pada tahun 1811 di hadapan Raja John VI dari Portugal yang pada saat itu berada di Rio. Kubah gereja dan delapan patung dari batu Lioz putih dibuat di Lisabon dan dibawa ke Brasil dengan kapal. Setelah selesai, kubah dari Candelaria waktu itu adalah struktur bangunan tertinggi di kota Rio. Pada 1878 interior gereja Candelaria mulai didesain ulang, dalam gaya Neo-Renaissance. Dinding dan kolom ditutupi dengan marmer Italia berbagai warna, dan dilengkapi berbagai patung. Pelukis Brasil João Zeferino da Costa ditugaskan untuk melukis bagian tengah dan bagian dalam kubah. Di langit-langit lorong utama, Zeferino da Costa dan asistennya membuat lukisan yang menceritakan sejarah gereja. Altar utama dibuat oleh arsitek Brasil Archimedes Memória, berbagai kaca jendela dan pintu perunggu buatan Jerman, dan di pintu masuk utama dilengkapi patung oleh pematung Portugis António Teixeira Lopes; dan patung perunggu monumental di mimbar dalam gaya Art Nouveau, dikerjakan oleh pematung Portugis Rodolfo Pinto Couto pada 1931.

 SAMSUNG CAMERA PICTURES  SAMSUNG CAMERA PICTURES

Gereja Candelaria (Portugis: Igreja da Candelaria) dibangun dan dihiasi selama periode panjang, dari 1775 sampai akhir abad ke-19.

di pintu masuk utama Gereja Candelaria dilengkapi patung oleh pematung Portugis António Teixeira Lopes

Sayang sekali, saat ini gereja tidak digunakan lagi dan bahkan berubah fungsi menjadi rumah singgah di malam hari untuk ratusan orang tunawisma, para pedagang obat ilegal dan bahkan prostitusi. Petugas gereja secara rutin menyediakan makanan, tempat tinggal, pendidikan dan sarana agama untuk banyak anak tunawisma ini. Petugas polisi berjaga secara rutin pada lingkungan gereja ini, karena sejak awal 1990-an terjadi tingkat kejahatan yang tinggi dan beberapa tunawisma terlibat dalam kegiatan kriminal seperti pencopetan dan pencurian. Pada 12 Juni 1993 sebanyak 8 anak jalanan, yaitu Paulo Roberto de Oliveira,  Anderson Oliveira de Pereira, Marcelo Candido de Jesus, Valdevino Miguel de Almeida, Gambazinho, Leandro Santos da Conceição,  Paulo José da Silva, dan Marcos Antônio Alves da Silva tewas, ketika polisi menembaki sekelompok anak jalanan yang tidur di samping Gereja Candelaria. Tiga polisi militer dipidanakan dalam kasus pembunuhan ini, tetapi hanya satu yang akhirnya dihukum. Salah satu tokoh korban lainnya adalah Sandro Rosa do Nascimento yang menjadi terkenal karena melakukan pembajakan bus kota dan berhadapan dengan polisi Rio. Selama konfrontasi, Sandro berteriak protes di depan kamera televisi tentang ketidakadilan sosial dalam masyarakat Brasil, sambil menempelkan senjata tajamnya ke kepala penumpang bis sebagai sandera.

 SAMSUNG CAMERA PICTURES  SAMSUNG CAMERA PICTURES

Centro Cultural Banco do Brazil, sebuah museum yang penuh pengunjung

Patung gagah perkasa menunggang kuda, Manuel Luis Osorio, di Praca XV de Novembro

Ia berpendapat bahwa pemerintah Brasil mengabaikan warga miskin dan tunawisma. Situasi berlangsung selama beberapa jam dan akhirnya polisi menangkap Sandro dengan beberapa sandera terluka tembak. Banyak warga sipil marah bereaksi dengan memukul dan melempar kotoran manusia ke wajah Sandro, yang akhirnya meninggal karena sesak napas dalam kendaraan polisi dalam perjalanan ke kantor polisi. Meskipun petugas polisi dituduh membunuhnya, tetapi akhirnya semua polisi ditemukan tidak bersalah. Kejadian ini mencerminkan perselisihan antara tunawisma dan polisi, bahkan memicu diskusi tentang hubungan antara tunawisma dan pemerintah di negara berkembang di seluruh dunia. Kejadian ini dapat dilihat dalam film dokumenter berjudul ‘Bus 174’ dan juga disebutkan dalam lagu ‘The Candelaria Massacre’ (Portugis: Slaughter Candelaria [ʃɐsĩnɐ ðɐ kɐdelaɾjɐ]) oleh The Core band metal Brasil.

Setelah mengagumi keindahan bangunan gereja Candelaria dan merenungkan pembantaian yang dulu terjadi di situ, kami segera bergegas ke Praca XV de Novembro, melewati Centro Cultural Banco do Brazil, sebuah museum yang penuh pengunjung karena hari libur nasional. Di lapangan Praca XV de Novembro kami tertegun dengan patung sosok gagah perkasa menunggang kuda, yaitu Manuel Luis Osorio yang lahir 10 Mei 1808 di Arroio Conceição do Rio Grande do Sul, dan meninggal 4 Oktober 1879 (71 tahun) adalah pahlawan Brasil dalam Perang Paraguay. Osorio memodernisasi dan memprofesionalkan kekuatan militer Brasil, dan akhirnya diangkat sebagai pelindung korps kavaleri Tentara Brasil. Patungnya yang gagah di lapangan Praca XV de Novembro dan nama Osorio yang harum diberikan untuk nama daerah di dekat Ipanema. Dari dermaga Praca XV Centro Rio, kami naik ferry ke Niteroi bertarif R$5.

 SAMSUNG CAMERA PICTURES  SAMSUNG CAMERA PICTURES

Dari dermaga Praca XV Centro Rio, kami naik ferry ke Niteroi bertarif R$5.

Presiden Costa e Silva Bridge, umumnya dikenal sebagai Jembatan Rio-Niteroi yang megah

Tujuan kami adalah melihat Niteroi dan Presiden Costa e Silva Bridge, umumnya dikenal sebagai Jembatan Rio-Niteroi yang megah. Ferry berlayar sejajar dengan jembatan itu, sehingga jembatan panjang itu nampak sebagai garis lurus di cakrawala. Setelah mendarat, dari dermaga ferry Niteroi kami bermaksud berkeliling kota Niteroi dengan naik bis 49.1 warna merah Cidade de Niteroi tujuan Centro, ternyata kami keliru. Di Niterio juga ada Centro, bukan hanya ada di Rio. Untung ada penumpang yang dapat Berbahasa Inggris, mencoba menerangkan, tetapi tetap juga terjadi salah paham. Kami terpaksa berjalan kaki dari dermaga ke terminal bis, karena ternyata bis 1001 warna putih yang melewati Lapa di Rio de Janeiro tidak masuk terminal bis dan cukup ditunggu di depan dermaga seberang jalan. Untung beberapa orang yang kami temui, membantu kami dengan komunikasi yang agak susah payah.

 Penumpang Tram  Feri

Suasana di atas ‘Trem do Corcovado’,
bertarif R$ 56/orang, sebagai wisatawan

Suasana di atas ferry Niteroi bertarif R$ 5/orang sebagai penumpang umum

Dengan bis 1001 bertarif R$6 kami pulang ke Rio melewati Jembatan Rio-Niteroi yang sebelumnya kami lihat dari ferry dan merupakan jembatan gelagar kotak beton melintasi Guanabara Bay, yang menghubungkan Rio de Janeiro dan Niteroi. Saat ini merupakan jembatan beton pratekan terpanjang di belahan bumi selatan, dan terpanjang keenam di dunia. Dari selesai pada tahun 1974 sampai tahun 1985 merupakan jembatan kedua terpanjang di dunia, setelah Pontchartrain Causeway Lake di Hong Kong. Nama resminya adalah Presiden Costa e Silva Bridge, untuk menghormati presiden Brasil yang memerintahkan pembangunannya. “Rio-Niteroi” adalah julukan deskriptif yang segera menjadi lebih dikenal daripada nama resmi jembatan tersebut. Dalam rangka untuk menghubungkan dua kota tetangga, yaitu Rio de Janeiro dan Niteroi yang dipisahkan oleh Guanabara Bay, sehingga perjalanan darat lebih dari 100 kilometer (62 mil) menyusuri tepi Guanabara Bay melewati kota Mage, dipikirkan untuk membangun jembatan ataupun terowongan. Pada tahun 1963 sebuah kelompok kerja diciptakan untuk mempelajari proyek membangun jembatan. Presiden Artur da Costa e Silva menandatangani sebuah dekrit pada 23 Agustus 23, untuk proyek jembatan yang dirancang oleh Mario Andreazza, seorang Menteri Transportasi. Konstruksi dimulai secara simbolis pada 23 Agustus 1968 di hadapan Ratu Elizabeth II dan Pangeran Philip, Duke of Edinburgh dari Inggris pada kunjungannya ke Brasil. Pekerjaan yang sebenarnya dimulai pada bulan Januari 1969 dan jembatan ini resmi dibuka pada 4 Maret 1974. Jembatan itu dibangun oleh perusahaan konstruksi Brasil sepanjang 13,2 km dengan 8,8 km berada di atas air dalam ketinggian 72 m, untuk memungkinkan lewatnya ratusan kapal memasuki dan meninggalkan teluk Guanabara. Pada saat selesai dibangun, bentang tengah adalah box girder terpanjang di dunia, yang akhirnya telah dikalahkan oleh 301 meter jembatan Stolma di Norwegia (1998) dan 330 meter jembatan Shibanpo di Cina (2006). Jembatan ini dilewati oleh 140.000 kendaraan setiap hari, yang membayar tol hanya ketika memasuki Niterói dengan tarif terendah R $ 5,5.

 SAMSUNG CAMERA PICTURES  SAMSUNG CAMERA PICTURES

Patung gagah warga asli Niteroi jaman kolonial,
di dekat dermaga ferry Niteroi

Niteroi dan Rio de Janeiro
yang dipisahkan oleh Guanabara Bay

Bis 1001 line 7755 menuju Gavea, setelah memaski kota Rio terus melewati tunel Santa Barbara, yang menghubungkan distrik Catumbi dan Orange di Zona Utara dan Zona Selatan kota Rio. Pembangunannya dimulai pada tahun 1947 tetapi baru selesai pada tahun 1963. Pada saat itu terowongan ini dianggap yang terbesar di Amerika Selatan dan salah satu yang paling modern di dunia. Lamanya proses pembangunan ini disebabkan oleh kesulitan hukum untuk pengambilalihan 75 real estate (32 di sisi Orange dan 43 di sisi Catumbi). Terowongan sepanjang 1.357 meter dan lebar 17,5 meter memiliki 4 jalur kendaraan dan dilewati 100 ribu kendaraan per hari, sehingga lalu lintas ditutup untuk pemeliharaan dan pembersihan pada hari Senin dan Rabu, kecuali pada hari libur. Kami turun di Largo do Machado untuk berganti Metro Rio dari General Osorio menuju Pavuna, dan turun di stasiun Cinelandia. Seperti biasanya, dari Cinelandia kami berjalan kaki 2 blok, untuk tidur pulas di kamar di Hotel Atlântico Business Rua Senador Dantas, 25 – Centro, Rio de Janeiro – RJ, 20031-202, Brasil. Malam itu, kami kembali tidur nyenyak.

Sabtu, 22 November 2015 adalah hari terakhir kami di Rio de Janeiro, diawali dengan perjalanan menuju tempat konggres di Sul America, Centro de Convencoes Avenida Paulo de Frontin, 1 – Cidade Nova, Estácio, Rio de Janeiro – RJ, 22260-010, Brasil, untuk mengikuti the 9th World Congress on Pediatric Infectious Disease 2015. Kami berjalan kaki 2 blok menuju Stasiun Cinelandia untuk menggunakan Metro Rio L1, yang berangkat dari Stasiun Botafogo menuju Uruguai. Dengan tiket seharga R$ 3,5 yang dibeli tunai di loket, kami melewati Stasiun Carioca, Uruguaiana, Presidente Varga, Central, Praca Onze dan turun di Estacio, dengan dilanjutkan jalan kaki 3 blok untuk mencapai venue.

 Venue1  SAMSUNG CAMERA PICTURES

Tempat konggres di Sul America, Avenida Paulo de Frontin, 1 – Cidade Nova, Estácio, Rio de Janeiro

Suasana Ipenema, pantai yang indah dan favorit bagi peserta konggres lainnya.

Konggres pada hari terakhir tersebut hanya diikuti oleh setengah peserta, karena banyak yang sudah kembali pulang. Selain itu, beberapa peserta sudah membawa kopor pribadi untuk langsung ke bandara setelah konggres, karena sudah sekalian check out dari hotel. Kami hanya sempat mengikuti sebentar sesi ‘Meet The Professor’ bertema ‘Success Of Short Course Antiiotic Therapies, Bringing The Medicine Into Science’ oleh Prof. Samir Saha (Bangladesh). Simposium berikutnya tentang ‘Epidemiology of TB and Relevance of BCG Vaccination’ oleh Dr. Marais (Australia), yang menjelaskan bahwa diperkirakan tuberculosis atau TB telah mengenai 1 milyar anak di dunia, tetapi sering underestimated karena tertutupi oleh pneumonia, malnutrisi, meningitis dan HIV. Pengaruh program vaksinsinasi HiB, pneumokokus dan rotavirus di India, China dan Indonesia, yang merupakan 3 negara dengan jumlah penderita terbanyak, membuat kejadian TB sekitar 3:100.000 penduduk. Sekitar 2/3 kasus TB terjadi Afrika dan Asia Tenggara dengan MDR TB (Multi Drug Resistance Tuberculosis) pada anak diperkirakan terjadi pada 32.000 anak pertahun. Vaksinasi BCG telah terbukti mampu mencegah penyebaran TB dalam tubuh anak, maupun infeksi bakteri M. Tuberculosis, Leprosy, non TB mycrobacterium. Selain itu, imunisasi BCG ternyata juga menurunkan kejadian asthma dan atopy, bahkan berpengaruh pada penyebab kematian total karena infeksi berat kuman apapun (heterologous effects). Dilanjutkan oleh Dr. Moraes Pinto (Brasil) dengan topik ‘Making Sense Of Recent Diagnostic Development’. Diagnosis TB pada anak selama ini 65% kasus hanya berdasarkan anamnesis adanya faktor risiko aktif, misalnya TB pada dewasa, HIV, usia balita, dan pengguna obat imunosupresif, baik yang memiliki gejala pulmonal sekitar 75% kasus, maupun non pulmonal sekitar 25%. Pemeriksaan mantoux test belum banyak digunakan karena memiliki kelemahan sebagai ‘operator dependent’, memerlukan 2 kali kunjungan, tingginya ‘false positive’ karena varicella, campak, flu, TB lama, dan riwayat BCG dalam 2 tahun terakhir. Pemeriksaan bakteri TB dari aspirasi lambung anak hanya dapat positif apabila terdapat 10 ribu bakteri/ml. Gold standar diagnosis TB saat ini adalah kultur darah yang dapat positif meskipun hanya terdapat 10-100 bakteri/ml. Pemeriksaan ‘nucleic acid gen amplification’ memiliki sensitifitas 75%, meskipun TB pada anak bersifat paucibacillary dan pemeriksaan smear negatif. Untuk itu, diagnosis TB sebaiknya juga menggunakan Elispot (T-Spot TB) dan quanti Feron TB Gold yang melacak intergeron gamma atau IGRA (QTF-IT). Namun demikian, hasil positif tes Mantoux ataupun IGRA pada anak sebenarnya hanya berarti telah terjadi peningkatan risiko atau paparan TB dan atau kondisi imunosupresif, bukan berarti bahwa anak mengalami sakit TB. Dengan demikian, follow up pasien oleh dokter yg sama, termasuk untuk memulai dan menghentikan terapi TB, jauh lebih penting.

Simposium selanjutnya bertopik ‘Optimising Drug Therapy For Tuberculosis In Children’ oleh Dr. Garcia Prats (Afrika Selatan), yang menjelaskan bahwa terlalu sedikit penelitian tentang efikasi obat TB pada anak, sehingga selama ini hanya mengutip dari pasien dewasa, termasuk dalam menentukan dosis obat TB dianggap sama dalam hal rumus mg/kgBB pasien dewasa, yang sebenarnya tidaklah dijamin tepat. WHO tahun 2010 merekomendasikan menaikkan dosis INH menjadi 10 mg/kgBB, Rifampisin 15 mg/kgBB, Levofloxacin 15 mg/kgBB untuk anak > 7 tahun, dan maxifloxacin 10 mg/kg. Dosis obat seharusnya ditingkatkan pada anak dengan adanya kontak TB dewasa serumah, untuk mengurangi risiko terjadinya MDR TB dan memperpendek regiments. Simposum selanjutnya berjudul ‘Treatment of Drug Resistant TB For The Practising Clinician’ oleh Prof. Tsolia (Yunani) yang menjelaskan bahwa kasus MDR TB yang telah resisten terhadap INH dan Rif, juga kasus XDR TB yang juga resisten terhadap fluoroquinolon, pada populasi anak belum pernah dihitung jumlah kasusnya, berbeda dengan pada dewasa. Kesulitan diagnosis pada anak karena sulit mengumpulkan spesimen untuk diperiksa di laboratorium, sifatnya infeksi paucibacillary TB, dan riwayat kontak sulit didapat, sehingga hanya dapat diduga ada 32 ribu anak per tahun atau 3,5% dewasa. Terapi dengan 4-6 jenis obat anti TB selama 20 bulan pada kasus MDR dan 24 bulan pada kasus XDR, memiliki keluaran 82% berhasil, 39% efek samping, 6,8% gagal dan 5,9% meninggal.

Simposium berikutnya dengan topik ‘Understanding Neonatal Sepsis’ oleh Prof. Saha (Bangladesh), menjelaskan bahwa kematian neonatus karena sepsis masih mencapai 44% dan perlu segera ditekan, agar angka kematian anak membaik. Sampai sekarang, hasil pemeriksaan kultur darah jarang tumbuh, yaitu hanya sekitar 7%, sehingga terapi hanya berdasarkan gejala klinis yang dinamakan possible Serious Bacterial Infection (pSBI), karena adanya sepsis, asfiksi dan prematuritas adalah 3 hal utama yang saling terkait. Untuk itu, kultur darah sebaiknya bukan dianggap ‘gold standard’ sepsis lagi, tetapi ‘old standard’, karena tidak realistis dan sering dipengaruhi oleh jumlah serum yang tersedia atau pemberian antibiotika pada ibu intra partum. Alternatif diagnosis untuk sepsis neonatal sebaiknya adalah deteksi biomarker dan molekuler, misalnya CRP dan prokalsitonin. Pemeriksaan molekuler terdiri dari amplifikasi PCR, hibridisasi dan non asam nuklei. Real-time PCR memiliki sensitivitas dan spesifisitas 100%, sensitifitas hibridisasi 99%, dan sensitifitas Post PCR amplification 95%. Meskipun pemeriksaan molekuler belum dapat menyingkirkan kultur darah, tetapi real time atau RT PCR paling dianjurkan, termasuk dalam penelitian besar dan global ANISA (A New Initiative For Find The Etiology Of Neonatal Sepsis) menggunakan RT PCR untuk mengenali 30 jenis bakteri berbeda, dari darah dan saluran napas bayi, terutama Streptokokus dan HiB.

Topik selanjutnya adalah GBS (Good Bye Streptococcus) oleh Dr. Dangor (Afrika Selatan), Maternal Vaccination For Prevention Of Pertussis oleh Prof. Edwards (USA), Prevention of RSV Progress Toward Prevention oleh Prof. Pollack (Argentina) dan Prevention Of Pneumonia Mortality In Children oleh Prof. Klugman (USA). Intinya adalah bahwa pneumonia atau radang paru-paru adalah penyebab kematian utama pada anak, terutama di India, Nigeria, Pakistan, Ethiopia dan Kongo. Bahkan koinsidensi atau bersama diare, pneumonia menjadi penyebab utama kematian bayi secara global. Bakteri penyebab utama pneumonia adalah pneumokokus dan di India telah terjadi peningkatan resistensi antibiotika, sehingga meskipun kejadian campak sudah turun 85%, AIDS turun 61%, tetanus 53% dan malaria 56%, tetapi pneumonia hanya turun sangat sedikit. Penyebab kematian anak yg sebenarnya dapat dicegah dengan imunisasi adalah pneumonia, rotavirus, dan Hib yang mencakup total 16% kasus. Sayang sekali, saat ini di India, Indonesia dan Cina belum memberikan imunisasi PCV untuk mencegah pneumonia secara rutin, sehingga penurunan kejadian pneumonia belum terlalu turun secara global.

Menjelang acara penutupan konggres, kami berjalan kaki 3 blok lagi untuk mencapai Stasiun Estacio. Dengan naik Metro Rio L1, yang berangkat dari Stasiun Uruguai menuju Botafogo dan tiket seharga R$ 3,5 yang dibeli tunai di loket, kami turun di Stasiun Praca Onze untuk berjalan kaki 3 blok melihat Sambodromo. Sambadrome Marques de Sapucai (Passarela Profesor Darcy Ribeiro atau Sambodromo dalam bahasa Portugis) atau hanya Sambadrome merupakan daerah parade yang dibangun di pusat kota Rio de Janeiro, untuk tujuan sekolah samba dan parade kompetitif setiap tahun, selama berlangsungnya Karnaval Rio. Parade atau karnaval ini menarik ribuan warga Brasil dan wisatawan asing setiap tahun.


Sambadrome (“Sambodromo” dalam bahasa Portugis) dirancang oleh Oscar Niemeyer dan dibangun pada tahun 1984, yang berupa bentangan jalan Marques de Sapucai sepanjang 700 m yang diubah menjadi tanah parade permanen dengan bangku dibangun di kedua sisi jalan untuk duduk penonton, dengan kapasitas 90.000 kursi. Komplek ini mencakup sebuah kawasan yang berawal dari ujung rute pawai di Praça da Apoteose (Lapangan Apotheosis) dekat favela Morro da Mineira. Pembukaan kembali terjadi pada tanggal 7 Februari 2012, yang dihadiri oleh Walikota Eduardo Paes dan arsitek Oscar Niemeyer. Setiap sekolah samba memiliki waktu sekitar 90 menit untuk berparade dari satu ujung Sambadrome ke yang lain dengan melibatkan ribuan penari serta pemusik. Pada hari Rabu Abu (quarta-feira de cinzas) dalam tradisi Katolik, nilai yuri dikumpulkan dan satu dinyatakan sebagai pemenang. Parade of Champions diadakan Sabtu berikutnya dengan menampilkan 5 sekolah samba pemenang. Pada tahun 2008, harga tiket masuk berkisar antara R$ 10 – R$ 500 (US $ 6,50 menjadi US $ 312,50).

 SAMSUNG CAMERA PICTURES  SAMSUNG CAMERA PICTURES

Sambadrome (“Sambodromo” dalam bahasa Portugis) dirancang oleh Oscar Niemeyer
dan dibangun pada tahun 1984,

Merasakan sensasi Parade samba Carnaval Rio de Janeiro, di Sambadrome saat hujan gerimis.

Parade samba Carnaval Rio de Janeiro yang terdekat akan diadakan pada hari Jumat dan Sabtu, 5 dan 6 Februari 2016. Final grand Samba Parade 2016 akan diadakan pada hari Minggu dan Senin malam, 7 dan 8 Februari 2016 dan enam sekolah samba terbaik akan parade sekali lagi pada hari Sabtu, 13 Februari 2016. Untuk penyelenggaraan Olimpiade 2016, tempat tersebut akan menjadi arena cabang memanah, atletik, dan maraton. Dalam persiapan untuk Olimpiade 2016, pabrik tua Brahma di dekatnya dihancurkan dan bangku-bangku tambahan dibangun di sana untuk meningkatkan kapasitas penonton menjadi sekitar 18.000 kursi, dengan desain simetris. Di luar musim Karnaval, Apotheosis Square kadang-kadang digunakan sebagai tempat konser musik skala besar. Artis yang telah tampil di Apotheosis Square Sambadrome termasuk Diante Trono, Eric Clapton, Supertramp, Black Eyed Peas, Pearl Jam, Elton John, Coldplay, Whitney Houston, Avril Lavigne, Britney Spears, Iron Maiden, Radiohead, Hillsong Jonas, Nirvana, A-ha, Janet Jackson, Bon Jovi, David Bowie dan Rolling Stones.

Sayang sekali, kami sampai di Sambodromo saat hujan gerimis turun, sehingga kami hanya dapat berfoto sebentar sekali dan mencoba merasakan aura meriah karnaval samba ataupun konser musik skala besar, untuk melanjutkan perjalanan. Dengan naik Metro Rio L1, yang berangkat dari Stasiun Uruguai menuju Botafogo, kami naik di Stasiun Praca Onze meliwati Stasiun Central, Presidente da Vargas, Uruguaiana, Carioca, dan turun di Cinelandia, untuk melihat Teatro Municipal. Teatro Municipal Rio de Janeiro terletak di Central Avenue Cinelandia (Praça Marechal Floriano), sekarang disebut Rio Branco Road, di pusat kota Rio de Janeiro, dan dibangun sekitar tahun 1909. The Theatro Municipal (Municipal Theatre) dianggap sebagai salah satu gedung seni yang paling indah dan bioskop terpenting di Brasil. Bangunan ini dirancang dengan gaya eklektik, terinspirasi oleh Paris Opéra Charles Garnier. Dinding luar bertuliskan nama-nama klasik seniman Eurocentric dan Brasil. Gedung ini berseberangan dengan Perpustakaan Nasional dan Museum Seni Rupa, serta menghadap Cinelandia Square yang luas. Pada paruh kedua abad kesembilan belas, kegiatan teater sangat intens di Rio de Janeiro, sebagai ibu kota negara. Setelah Proklamasi Republik Brasil tahun 1889, tepatnya pada tahun 1894 penulis drama Arthur Azevedo meluncurkan kampanye untuk membangun sebuah gedung teater baru di sepanjang garis Comédie Française. Pada saat Walikota Pereira Passos tahun 1903 membuka Avenue Central (Sekarang Avenida Rio Branco), muncul gagasan dari Francisco de Oliveira Passos (anak dan kemudian menjadi walikota) bekerjasama dengan Albert Guilbert dan desain gedung terinspirasi oleh Paris Opera. Pembangunan dimulai pada tahun 1905 di atas dasar 1.180 buah tiang kayu di dalam tanah. Untuk menghias bangunan, pelukis dan pematung Brasil dilibatkan, seperti Eliseu Visconti, Rodolfo Amoedo dan Bernardelli. Akhirnya, empat setengah tahun kemudian pada 14 Juli 1909, Presiden Nilo Peçanha meresmikan Theatro Municipal do Rio de Janeiro, yang memiliki kapasitas 1.739 pemirsa. Kemudian walikota Serzedelo Correa pada tahun 1934 melakukan beberapa modifikasi, termasuk interior teater yang mewah dengan patung-patung buatan Henrique Bernardelli, lukisan oleh Rodolfo Amoedo, tirai penutup megah karya Eliseu Visconti, dilengkapi Restoran Assírius di ruang bawah tanah yang aneh, dengan dekorasi Asyur yang mengesankan, dan sejak saat itu gedung ini memiliki jumlah 2.361 kursi penonton. Pada tahun 1931, Symphonic Orchestra Kota Rio de Janeiro diciptakan dan melibatkan aktor seperti Arturo Toscanini, Sarah Bernhardt, Bidu Sayao, Cheryl Studer, Eliane Coelho, Heitor Villa-Lobos, Igor Stravinsky, Paul Hindemith dan Alexander Brailowsky. Pada masa kejayaan awal, gedung ini menampilkan hanya opera asing dan acara simfoni orkestra, terutama dari Italia dan Perancis.

 SAMSUNG CAMERA PICTURES  Bandara

Theatro Municipal, gedung konser ini
memiliki 2.361 kursi penonton

Gerbang terminal 1 Aeroporto Internacional
Tom Jobim (Galeão) Rio de Janeiro

Saat ini Theatro Municipal sebagian besar digunakan untuk pertunjukkan balet dan musik klasik. Kami sempatkan mampir dan mengagumi keindahannya, sebelum kembali ke hotel dalam jalan kaki cepat karena gerimis melewati 2 blok. Malam itu kami di kamar 104 Hotel Atlântico Business Rua Senador Dantas, 25 – Centro, Rio de Janeiro – RJ, 20031-202, Brasil berkemas untuk persiapan kembali ke Indonesia. Perjalanan ke Aeroporto Internacional Tom Jobim (Galeão) Rio de Janeiro, akan kami lakukan pada Sabtu, 21 November 2015 menjelang tengah malam.

Sekian

bersambung dengan petualangan di London, Inggris, sebalum pulang ke Indoensia 

baca juga : https://dokterwikan.com/2018/05/28/2015-london/

20151118225148

*) pelancong Jawa berdana cekak

Ditulis di ruang tunggu Aeroporto Internacional Tom Jobim (Galeão) Rio de Janeiro

Kamis, 19 November 2015

Categories
anak dokter Healthy Life Jalan-jalan

2015 LONDON

SEKAJAP  DI  LONDON
fx. wikan indrarto*)

 

Setelah mengikuti ‘the 9th World Congress on Pediatric Infectious Diseases’ 2015 di Rio de Janeiro, Brazil, kami segera pulang ke Indonesia. Perjalanan pulang dimulai dari Hotel Atlântico Business Rua Senador Dantas, 25 – Centro, Rio de Janeiro – RJ, 20031-202, Brasil menggunakan taksi kuning beragometer dengan tarif R$ 46 Sabtu malam 22 November 2015. Kami naik pesawat British Airways BA 248 Boeing 777-200 dari Aeroporto Internacional Tom Jobim (Galeão) Rio de Janeiro terminal 1, berangkat pk. 00.05 dini hari dan sampai di London Heathrow International Airport terminal 5, Minggu, 23 November 2015 pk. 13.25 dengan lama terbang 11.20 jam.

 Bandara Heathrow  Heathrow1

Heathrow adalah bandar udara tersibuk di dunia dalam hal lalu lintas penerbangan internasional.

Bergaya di ruang tunggu London Heathrow International Airport terminal 5

London merupakan pusat transportasi udara internasional dengan kawasan udara kota yang terbesar di dunia. Delapan bandar udara menggunakan kata London dalam penamaannya, namun hanya enam dari bandara-bandara tersebut yang disinggahi oleh kebanyakan lalu lintas udara. Bandar Udara International London Heathrow di Hillington, London Barat, merupakan bandar udara tersibuk di dunia menurut lalu lintas penumpang internasional, dan juga merupakan persinggahan utama dari maskapai penerbangan nasional Britania Raya, British Airways. Pada bulan Maret 2008, terminal kelima dari bandar udara ini dibuka. Ada rencana untuk membangun landasan pacu ketiga dan terminal keenam namun rencana ini dibatalkan oleh Pemerintah Koalisi pada tanggal 12 Mei 2010. Pada bulan Mei 2011, sistem angkutan cepat dibuka di Heathrow untuk menghubungkan bandara dengan tempat parkir yang berada di dekatnya. Lalu lintas penerbangan internasional serta penerbangan lokal yang bertarif rendah juga dikelola oleh Bandar Udara London Gatwick, yang terletak di West Sussex, London Selatan.

Kami mencoba peruntungan di konter imigrasi, saat mengisi waktu transit ke Singapura. Untunglah nasib kami baik, meskipun tidak punya visa Inggris, dengan wajah kami yang memelas akhirnya kami diijinkan oleh petugas imigrasi, untuk masuk Inggirs dan dapat menginap di London 1 hari, guna jalan-jalan di dalam kota (city tour). Segera kami melakukan penjadwalan ulang tiket kami di konter British Airways, agar dapat ikut penerbangan hari berikutnya. Untunglah semua petugas baik hati, termasuk menguruskan bagasi yang sudah di dalam perut pesawat, sehingga kami tenang untuk segera membeli tiket Underground atau Tube, kereta bawah tanah tertua di dunia, menuju ke pusat kota London.

 Heathrow2  Ho3dZwKH

Ruang kedatangan penumpang di London Heathrow International Airport terminal 5

Siap-siap masuk ke kota London,
setelah bebas dari pemeriksaan imigrasi

London adalah ibu kota Inggris dan Britania Raya, merupakan wilayah metropolitan terbesar di Britania Raya dan juga zona perkotaan terbesar di Uni Eropa menurut luas wilayah. Berlokasi di sepanjang Sungai Thames, London telah menjadi permukiman utama selama dua milenium sejak didirikan oleh bangsa Romawi pada abad ke-1 dengan nama Londinium. Inti dari London kuno, yaitu City of London, sebagian besar masih tetap mempertahankan batas-batas abad pertengahannya. Sejak abad ke-19, nama London juga digunakan untuk menyebut kota metropolitan yang berkembang di sekitar wilayah inti ini. London adalah kota global terkemuka yang unggul dalam bidang seni, bisnis, pendidikan, hiburan, mode, keuangan, kesehatan, media, layanan profesional, penelitian dan pengembangan, pariwisata, serta transportasi. London, bersama dengan New York City, merupakan pusat keuangan terkemuka di dunia, dan menjadi kota dengan PDB terbesar kelima di dunia, atau yang tertinggi di Eropa. Kota ini juga dikatakan sebagai pusat kebudayaan dunia. London bahkan menjadi kota yang paling sering dikunjungi, dan tercatat sebagai kota dengan bandar udara tersibuk di dunia berdasarkan lalu lintas penumpang internasional. Terdapat 43 universitas di London membentuk konsentrasi pendidikan tinggi terbesar di Eropa. Pada tahun 2012, London menjadi kota pertama yang telah menjadi tuan rumah penyelenggara Olimpiade Musim Panas modern sebanyak tiga kali.

 VI6kE9rJ  sfaNQvuo

dimulai dari terminal 5
London Heathrow International Airport

Naik Underground Piccadily Line menuju Cockfosters turun di Piccadilly Circus

Petualangan kami di London dimulai dari terminal 5 Heathrow International Airport, Minggu, 23 November 2015 sore saat kami naik Underground Piccadily Line menuju Cockfosters bertarif £ 6, untuk turun di Piccadilly Circus. Kami melewati Heathrow terminal 1, 2 & 3, Hatton Cross Hounslow West, Central, East, Osterley, Boston Manor, Northfields, South Ealing, Acton Town, Turnham Green, Stamford Brook, Ravenscourt Park, Hammersmith, Barons Court, Earls Court, Gloucaster Road, South Kensington, Knightsbridge, Hide Park Corner dan Green Park. Penduduk London terdiri dari beragam masyarakat dan budaya dengan lebih dari 300 bahasa dituturkan oleh berbagai etnis. Pada bulan Maret 2011, London tercatat berpenduduk sebanyak 8.174.100 jiwa, atau sekitar 12,5% dari populasi Britania Raya secara keseluruhan. Hal ini menjadikan London sebagai kota terbesar di Uni Eropa menurut jumlah populasi juga menjadi kawasan urban terbesar kedua (setelah Paris) di Uni Eropa dengan jumlah penduduk 8.278.251 jiwa, sedangkan kawasan metropolitan London adalah yang terbesar di Uni Eropa dengan populasinya yang diperkirakan mencapai 12 hingga 14 juta jiwa. Sebelumnya, London juga pernah menjadi kota dengan populasi terbesar di dunia pada periode 1831-1925.

Populasi seperti itulah, sangat elite, santun, rapi dan berbeda jauh dengan warga Rio de Janeiro, Brasil yang kami temui di dalam gerbong Underground Piccadilly Line dan di stasiun Piccadilly Circus, saat kami turun dari Tube. Kami dibantu oleh petugas di konter Tube dan peta yang terpasang di berbagai sudut jalan untuk menuju The Z Hotel Soho, 17 Moor Street, West End Soho, London, UK, W1D 5AP. Di sekitar stasiun itu suasananya sangat ramai dengan para wisatawan yang berjalan santai dalam dingin malam sekitar 7 derajad. Kami segera mampir untuk makan malam menu soto Lamongan di Nusadua Resto, dengan alamat 118-120 Shaftesbury Avenue London W1D5EP dan kami memilih menu Indonesia, karena harganya paling terjangkau, hanya £5. Malam itu kami segera masuk ke kamar 213 The Z Hotel Soho, untuk menghindari dingin yang menggit sampai ke tulang kami, karena kami tidak mengira dan hanya menyiapkan bekal untuk melawan suhu panas yang sampai 34 derajad di Rio de Janeiro, Brasil. Malam itu kami tidur nyenyak, setelah menyiapkan peta jalan ke situs warisan dunia menurut UNESCO di London.

 XGeJokwm  07mwTJkY

Kedinginan di red box depan The Z Hotel Soho

The Z Hotel Soho, 17 Moor Street,
West End Soho, London, UK, W1D 5AP

Kami memulai jalan-jalan di kota London, Inggris dari kamar 203 The Z Hotel Soho, 17 Moor Street, West End Soho, London, UK, W1D 5AP, Senin 23 November 2015 dalam pagi yang dingin menggigit tulang. Kami berjalan kaki ke timur di Moor St menuju ke Romilly St sejauh 102 kaki, terus berbelok ke kanan ke Charing Cross Rd/A400 untuk mencapai Stasiun Leicester Square. Kemudian kami naik kereta api bawah tanah Northern Line melewati stasiun Charing Cross dan turun di Embankment bertarif £ 4,8. London Underground, kereta api bawah tanah atau yang lebih dikenal dengan sebutan “Tube”, merupakan sistem transportasi massal kereta listrik bawah tanah yang tertua, dan yang kedua terpanjang di dunia. Sejak mulai beroperasi pada tahun 1863, sistem ini telah melayani 270 stasiun. Lebih dari tiga juta perjalanan dilakukan setiap hari melintasi rangkaian rel bawah tanah London, dengan kata lain lebih dari 1 miliar penumpang pertahunnya. London juga dipuji sebagai kota besar yang memiliki transportasi umum terbaik. Di Stasiun Subway Embankment kami turun dan berganti naik Tube District Line menuju Upminster, selama 11 menit melewati, Temple, Blackfriars, Mansion House, Cannon Street, Monument, dan turun di Tower Hill, lalu Berjalan sekitar 5 menit sejauh 0,3 mil untuk menuju ke Menara London.

 kZT4nNKg  NhemlLfA

Populasi yang elite, santun, dan rapi kami temui di dalam gerbong Underground Piccadilly Line

Bangsa Romawi yang mendirikan Londinium, cikal bakal London

Sejak tahun 1899, secara umum dipercaya bahwa nama London berasal dari bahasa Kelt yang bermakna tempat milik orang bernama Londinos. Pada tahun 1998, Richard Coates mengemukakan teorinya bahwa nama London berasal dari sebuah kata dalam bahasa Eropa Lama pra-Kelt yaitu (p)lowonida yang berarti ‘sungai yang terlalu luas untuk diarungi’. Coates berpendapat bahwa nama ini ditujukan untuk menyebut Sungai Thames yang mengalir melintasi London. Dari kata ini, permukiman ini mendapat nama dari bahasa Kelt, yaitu Lowonidonjon. Setelah jatuhnya kekuasaan Romawi pada awal abad ke-5, London menjadi terabaikan. Namun, mulai abad ke-6, sebuah permukiman Anglo-Saxon yang dikenal dengan nama Lundenwic berkembang di sebelah barat kota Romawi yang lama, di lokasi yang saat ini dikenal dengan Covent Garden dan Strand, dan didiami oleh sekitar 10.000–12.000 jiwa. Pada abad ke-9, London berulang kali diserang oleh bangsa Viking sehingga kota itu terpaksa dipindahkan kembali ke kota Londinium Romawi.

Setelah penyatuan Inggris pada abad ke-10, London yang telah menjadi kota terbesar dan pusat perdagangan terpenting di Inggris juga bangkit menjadi pusat politik, meskipun masih harus bersaing dengan Winchester, yang pada saat itu merupakan ibu kota Inggris. Hingga tahun 1889, nama “London” hanya ditujukan untuk menyebut City of London, namun semenjak itu pula nama ini turut digunakan untuk menyebut Country of London, dan saat ini dipergunakan untuk menyebut London Raya secara keseluruhan. Pada tahun 1066 Raja William membangun Menara London yang merupakan pembangunan pertama dari sejumlah besar kastil Norman di Inggris, yang dibangun dengan menggunakan batu. Menara London yang kami kunjungi pagi itu, dilengkapi dengan Jembatan Menara yang dibangun 800 tahun setelahnya, untuk menyeberang Sungai Thames. Jembatan Menara atau Tower Bridge karya arsitek Horace Jones dan John Wolfe Barry ini selesai dibangun pada tahun 1894, merupakan salah satu ikon penting Kota London, dan sering disebut jembatan paling populer di dunia.

 SAMSUNG CAMERA PICTURES  SAMSUNG CAMERA PICTURES

‘sungai yang terlalu luas untuk diarungi’
Sungai Thames yang mengalir melintasi London

Jembatan Menara dibangun pada tahun 1894 sering disebut jembatan paling populer di dunia.

Setelah itu, kami kembali ke Subway Station, naik Tube Circle Line dari Tower Hill menuju Westminster, selama 13 menit melewati Monument, Cannon Street, Mansion House, Blackfriars, Temple, dan Embankment tempat kami naik Distric Line sebelumnya. Dari Westminster Tube Station kami berjalan ke arah timur di Bridge St/A302 menuju ke Victoria Embankment/A3211, berjalan 213 kaki belok kiri ke Victoria Embankment/A3211, untuk mencapai Westminster Pier tempat terdekat untuk melihat Mata London. Mata London atau London Eye yang sering disebut juga Millennium Wheel adalah sebuah roda pengamatan yang terbesar di dunia setinggi 135 meter atau 443 kaki. London Eye berputar di atas Sungai Thames, London, dan mulai beroperasi pada akhir 1999. London Eye dirancang oleh arsitek David Marks dan Julia Barfield dengan 32 buah kapsul pengamatan tertutup yang ber-Air Conditioner di sisi luar lingkarannya. London Eye berputar dengan kecepatan 0,26 meter/detik dan satu kali keliling memakan waktu sekitar 30 menit atau setengah jam. The Eye, sebutan untuk London Eye, diresmikan oleh Perdana Menteri Inggris Tony Blair pada 31 Desember 1999, namun baru dibuka untuk publik pada Maret 2000 karena masalah teknis. London Eye dioperasikan oleh Tussauds Group dan disponsori British Airways yang menggunakan istilah fly dan flight untuk menggambarkan perjalanan di London Eye. Seiring berjalannya waktu, London Eye menjadi objek pariwisata yang terkenal dan menjadi ikon London. Warga London pun menyambut hangat London Eye, lebih hangat dari sambutan terhadap Millennium Dome, dan sampai Juli 2002, sebanyak 8,5 juta orang telah “terbang” di London Eye.

SAMSUNG CAMERA PICTURES  SAMSUNG CAMERA PICTURES

The Eye, sebutan untuk London Eye, diresmikan oleh Perdana Menteri Inggris Tony Blair pada 31 Desember 1999

London Eye atau Millennium Wheel adalah sebuah roda pengamatan yang terbesar di dunia berputar di atas Sungai Thames, London,

Dari Westminster Pier kami berbalik arah untuk menuju ke Derby Gate sejauh 0,1 mil, kemudian belok kanan ke Bridge St/A302 sejauh 131 kaki untuk mencapai Big Ben dengan memotong Westminster Bridge. Big Ben adalah nama sebuah menara jam yang terletak di Istana Westminster. Secara resmi menara ini diberi nama Elizabeth Tower, bertepatan dengan pesta 60 tahun Ratu Elizabeth II memimpin Britania Raya dan Wilayah Persemakmuran. Big Ben selesai dibangun pada tahun 1858, dan pada tanggal 31 Mei 2009 menara ini tepat berusia 150 tahun. Menara ini dibangun sebagai bagian dari rencana pembangunan istana baru oleh Charles Barry, setelah Istana Westminster yang lama telah hancur akibat kebakaran pada 22 Oktober 1834. Menara ini tingginya 96.3 meter dan dibangun dengan gaya Gothik Victoria. Dinding setinggi 61 meter di bawah jam terbuat dari bata yang dilapisi oleh batu, sedangkan puncak menara ditopang dengan rangka besi yang dibuat dari besi leleh. Menara ini dibangun di atas tanah berukuran 15 meter kali 15 meter, fondasi terbuat dari beton setebal 3 meter, pada kedalaman 4 meter di bawah permukaan. Semua sisi jam tingginya 55 meter dari atas tanah.

 Big Ben  SAMSUNG CAMERA PICTURES

Big Ben atau Elizabeth Tower tingginya 96.3 meter. Dinding setinggi 61 meter di bawah jam terbuat dari bata yang dilapisi oleh batu,

Big Ben atau Elizabeth Tower adalah nama sebuah menara jam yang terletak di Istana Westminster.

Jam ini terkenal karena ketepatannya. Pendesainnya adalah seorang pengacara dan horologis amatir Edmund Beckett Denison dan George Airy, seorang Astronom Kerajaan Inggris. Jam ini dibuat oleh Edward John Dent, yang menyelesaikannya pada tahun 1854, namun menara Big Ben belum selesai saat itu, sehingga baru dipasang tahun 1859, bersamaan dengan lonceng Big Ben yang didesain oleh Augustus Pugin. Jam ini diletakan pada sebuah kerangka besi berukuran 7 meter, ditopang dengan 312 kepingan kaca opal, sehingga mirip seperti jendela berwarna. Jarum pendek untuk jam memiliki panjang 2.7 meter dan jarum panjang untuk menit memiliki panjang 4.3 meter.

Loncengnya dilapisi seluruhnya dengan emas. Pada bagian bawah jam, di setiap sisi jam, terdapat tulisan: DOMINE SALVAM FAC REGINAM NOSTRAM VICTORIAM PRIMAM atau Oh Tuhan, lindungi Ratu Victoria yang Pertama. Ketika terjadi ‘Blitz London’ dalam Perang Dunia II, Istana Westminster sempat dibom oleh Jerman pada 10 Mei 1941, dan sebuah bom menghancurkan 2 dari 4 muka jam, sebagian dari atap menara dan ruangan dewan rakyat. Arsitek Sir Giles Gilbert Scott merancang lagi dan jam ini tetap masih berjalan baik, walaupun serangkaian serangan bom besar terus terjadi dan berlangsung sampai Blitz berakhir.

 SAMSUNG CAMERA PICTURES  SAMSUNG CAMERA PICTURES

Lonceng pada Big Bed dilapisi seluruhnya dengan emas.

Red Box, Bis tingkat warna merah, Big Ben dan wanita rapi, ciri khas London.

Dari Big Ben kami melanjutkan perjalanan ke selatan mencapai Parliament Square sejauh 384 kaki atau 2 menit berjalan kaki. Selanjutnya kami berbelok ke kiri melewati St. Margaret’s Church, sejauh 299 kaki atau 1,5 menit untuk mencapai Westminster Abbey. Pada abad ke-11, Raja Edward membangun Westminster Abbey dan Westminster, sebuah kawasan kediaman kerajaan yang terletak tidak jauh ke hulu sungai Thames di pusat kota London. Westminster Abbey adalah sebuah situs warisan dunia dan salah satu bangunan tertua dan paling penting di London sampai tahun 1749. Setelah kemenangannya dalam Pertempuran Hastings, Guillaume sang Penakluk, dimahkotakan sebagai Raja Inggris di Westminster Abbey yang baru saja selesai dibangun pada Hari Natal 1066. Pada 1097, William II memulai pembangunan Westminster Hall, berdekatan dengan lokasi Westminster Abbey. Bangunan ini selanjutnya menjadi dasar bagi terbentuknya Istana Westminster yang baru.

 SAMSUNG CAMERA PICTURES  SAMSUNG CAMERA PICTURES

Patung seukuran sebenarannya dari Perdana Menteri Inggris Winston Churcill
Di Parliament Square

Westminster Abbey adalah sebuah situs warisan dunia dan salah satu bangunan tertua dan paling penting di London sampai tahun 1749.

Dari Westminster Abbey kami berjalan kaki lagi sekitar 4 menit atau sejauh 0,2 mil untuk mengagumi patung seukuran sebenarnya Presiden Amerika Serikat Abraham Lincoln dan Perdana Menteri Inggris Winston Churcill. Kemudian kami ikut antri berfoto dengan banyak wisatawan lain, dari seberang Parliament Square. Dari posisi itu, 4 buah ikon London sangat fantastis diabadikan, yaitu Red Box atau kotak telephon umum berwarna merah, Big ben yang menjulang di sisi Istana Westminster, taxi hitam, dan bis tingkat warna merah yang sering berhenti, karena lampu merah. Jaringan bis kota warna merah di London adalah salah satu jaringan yang terbesar di dunia, yang beroperasi selama 24 jam sehari, dengan lebih dari 8.000 armada bus, 700 rute, dan lebih dari 6 juta penumpang setiap hari kerja. Pada tahun 2003, jaringan bus ini mencatat sekitar 1,5 miliar penumpang dalam setahun, lebih banyak dari penumpang yang berhasil diangkut oleh London Undergroud. Cukup lama kami menantikan kesempatan emas dalam berfoto secara bergantian dengan para wisatawan lain, dan selanjutnya kami masuk Westminster Subway Station, untuk kembali ke bandara karena takut kehabisan waktu dan bekal dana.

Kami naik Circle Line melewati Monument, Cannon Street, Mansion House, Blackfriars, Temple, Embankment, Westminster, St. James’s Park, Victoria, Sloane Square, South Kensington, dan di Gloucester Road kami berganti Piccadilly Line. Dari Gloucester Road, kami naik Underground Piccadily Line melewati Earls Court, Barons Court, Hammersmith, Ravenscourt Park, Stamford Brook, Turnham Green, Acton Town, South Ealing, Northfields, Boston Manor, Osterley, Hounslow East Heathrow, Central, Hounslow West, dan turun di Hatton Cross, untuk berganti Piccadilly Line ke bandara Heathrow terminal 5, karena Piccadilly Line yang kami tumpangi hanya sampai terminal 4.

 SAMSUNG CAMERA PICTURES  A380

Red Box, dan Big Ben, ciri khas London
yang ikonik, dalam Hari Batik International

Bukan di dalam Batik Air, tetapi batik di dalam Airbus A380, enjoy the luxury and the space

Setelah sampai di terminal 5 bandara Heathrow, kami langsung masuk ke ruang tunggu penumpang, tanpa melewati konter imigrasi. Sambil makan siang seadanya di kantin, kami baca ulang tulisan di boarding pass, yaitu Mon 23 Nov BA 11, London Heathrow terminal 5, 19.05. Changi Singapore Terminal 1, Tue 24 Nov, 15.55, duration 12.50, Airbus A380-800. Pesawat terbang Airbus A380 yang diproduksi oleh Airbus S.A.S adalah sebuah pesawat berbadan lebar dua tingkat, dengan empat mesin yang mampu memuat 850 penumpang dalam konfigurasi satu kelas atau 555 penumpang dalam konfigurasi tiga kelas. Pesawat ini melaksanakan penerbangan perdana pada 27 April 2005 dan telah memulai penerbangan komersial pada akhir tahun 2007 setelah ditunda beberapa kali.

Pesawat ini juga merupakan pesawat komersial (pesawat penumpang) terbesar yang pernah dibuat, sehingga dijuluki Superjumbo. Setelah mulai beroperasi, pesawat ini menjadi pesawat super jumbo-jet pertama yang mempuyai ‘double-deck’ penuh tidak seperti competitor pertamanya Boeing 747, yang lantai 2 hanya terdapat di bagian depan cabin. Walaupun pesawat ini mempunyai ukuran yang sangat besar, A380 mengadopsi desain airliner konvensional dengan bodi pesawat silinder yang lebih lebar dari Boeing 747. A380 memakai sayap yang dipasang rendah pada bodinya dengan 4 mesin di sepanjang bentangan sayapnya. Roda pendaratannya terdiri dari 22 roda sehingga beban pada setiap roda sama dengan pada Boeing 747 dan 777. Pesawat ini mempunyai empat mesin buatan Rolls-Royce Trent-900 yang mampu memberikan daya dorong 36.280 kg atau empat mesin kipas turbo Engine Alliance GP 7200 (sebuah perusahaan patungan General Electric dengan Pratt & Whitney), dengan daya dorong 37.003 kg. Sungguh sebuah keajaiban teknologi dirgantara yang sangat menarik untuk kami coba, yang akan mengantar kami pulang ke Indonesia melalui Singapura.

Di terminal 1 Changi Singapore Airport, kami dijemput oleh Ibu Migdiawan, isteri Kol. Pnb. Migdiawan Atase Pertahanan KBRI (Indonesia) di Singapura, untuk menginap semalam di rumah dinasnya. Terima kasih atas semua bantuan dan perhatian dari siapapun, sehingga perjalanan separuh belahan bumi ini, yaitu ke Rio de Janeiro, London dan Singapura, dapat terlaksana dengan luar biasa. Sampai ketemu dalam petualangan selanjutnya.

Ikut pak Jokowi

sekian

*) pelancong Jawa berdana cekak

Rabu, 16 Desember 2015.

Categories
Istanbul

2018 DOKTER DAN PILKADA

Hasil gambar untuk pilkada serentak 2018

DOKTER   DAN  PILKADA

fx. wikan indrarto*)

Pilkada serentak 2018 akan diadakan di 171 daerah. Keberhasilan pilkada serentak sebenarnya tidak hanya dilihat dari partisipasi pemilih pada hari pencoblosan Rabu, 27 Juni 2018 kelak, tetapi juga dari pemunculan paslon yang terbaik, layak dan sehat. Bagaimana peran dokter dalam penentuan paslon?

Hasil gambar untuk pilkada serentak 2018

Pilkada diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah sesuai dengan UU no 22 tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Pemilihan Umum. Berdasarkan Peraturan KPU nomor 3 tahun 2017, tentang  Pencalonan Pemilihan Kepala Daerah, pada BAB II Persyaratan Calon Pasal 4 ayat (1) butir e disebutkan bahwa, calon kepala daerah harus mampu secara jasmani, rohani dan bebas penyalahgunaan narkotika. KPU telah berkoordinasi dengan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Pengurus Pusat Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI).

Hasil gambar untuk pilkada serentak 2018

Tim pemeriksa kesehatan paslon terdiri atas dokter, ahli psikologi klinis, dan  pemeriksa bebas penyalahgunaan narkotika, yang dapat berasal dari IDI, BNN dan HIMPSI daerah. Pemeriksaan dilakukan di RSUD atau RSUP di daerah, berdasarkan rekomendasi IDI Cabang dengan Keputusan KPU daerah. Pemeriksaan status kesehatan dilakukan dengan menganut prinsip akuntabel, obyektif, ‘confident’ dan professional. Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan, juga untuk mengidentifikasi faktor risiko dan kemungkinan adanya disabilitas, yang dapat mengganggu kemampuan dalam menjalankan tugas sebagai kepala daerah, selama masa tugas tertentu. Pemeriksaan kesehatan paslon dilakukan serentak sejak Kamis, 11 Januari 2018 sampai Senin, 15 Januari 2018. Biaya pemeriksaan oleh HIMPSI mencapai Rp. 4,2 juta, sedangkan biaya pemeriksaan dokter sekitar Rp. 6,8 juta.

Hasil gambar untuk pilkada serentak 2018

Ruang lingkup pemeriksaan meliputi pemeriksaan kemampuan jasmani dan pemeriksaan kemampuan rohani. Pemeriksaan kemampuan jasmani oleh dokter meliputi anamneses dan riwayat kesehatan sebelumnya, pemeriksaan jasmani dari keadaan umum, pemeriksaan kulit, kepala, dada, perut dan anggota gerak. Pemeriksaan jasmani dilengkapi dengan pemeriksaan penunjang rekam jantung atau EKG, Rontgen foto dada, USG perut, pemeriksaan audiometri dan spirometri. Selain itu juga dilakukan pemeriksaan laboratorium klinik yang meliputi darah rutin lengkap, urinalisis lengkap, tes faal hati dan ginjal, profil lipid, pemeriksaan gula darah, HIV dan papsmear untuk peserta wanita.

Hasil gambar untuk pemeriksaan kesehatan pilkada serentak 2018

Tidak mampu secara jasmani dapat berupa gangguan pada sistem saraf, misalnya ketidaklaikan motorik, sehingga tidak mampu berdiri yang tidak dapat dikoreksi, ketidaklaikan sensorik, keseimbangan, pendengaran dan penglihatan, ketidaklaikan koordinasi, gangguan memori, demensia ataupun gangguan komunikasi verbal. Gangguan pada sistem jantung dan pembuluh darah dapat berupa gangguan jantung dengan risiko mortalitas dan morbiditas jangka pendek yang tinggi, gangguan kardiovaskuler yang sukar diatasi dengan farmakoterapi atau intervensi bedah, dan ketidaklaikan akibat toleransi dan kemampuan fisik yang rendah. Gangguan pada sistem pernapasan meliputi derajad obstruksi dan restriksi lebih dari 50%. Gangguan lain berupa gangguan fungsi hati berat, gangguan fungsi ginjal berat yang memerlukancuci darah, dan gangguan muskoskeletal yang tidak dapat dikoreksi. Untuk gangguan indera dapat berupa tajam penglihatan jauh dengan koreksi masih lebih buruk dari 6/12 dan atau tajam penglihatan dekat dengan koreksi masih lebih buruk dari jaeger 30 pada mata terbalik, juga lapang pandang kurang dari 50% dan diplopia pada posisi sentral 30 derajad yang tidak dapat dikoreksi, tuli yang tidak dapat dikoreksi dengan alat bantu dengar, dan disfonia atau gangguan suara berat yang menetap, sehingga menyulitkan untuk melakukan komunikasi verbal.

Hasil gambar untuk pemeriksaan kesehatan pilkada serentak 2018

Pada akhir pemeriksaan, tim pemeriksa kesehatan akan menetapkan kesimpulan yang menyatakan bahwa paslon mampu atau tidak mampu secara jasmani dan rohani, dan positif atau negatif menyalahgunakan narkotika. Pada pasal 10 ditegaskan bahwa kesimpulan dan seluruh hasil pemeriksaan kesehatan bersifat final dan tidak dapat dilakukan pemeriksaan pembanding.

Gambar terkait

Lolosnya Bupati Gunung Kidul DIY, Bupati Klaten Jateng, dan Bupati Ogan Ilir Sumsel dalam pilkada sebelumnya, juga ditentukan dari hasil pemeriksaan kesehatan. Sumpeno Putro belum genap setahun menjabat Bupati Gunung Kidul, telah meninggal Sabtu, 31 Oktober 2010 diduga karena mengalami serangan jantung, Sri Hartini tertangkap KPK pada Sabtu, 31 Desesember 2016, dan Ahmad Wazir Nofiadi Bupati Ogan Ilir tertangkap BNN pada Minggu, 13 Maret 2016 sebagai pengguna narkoba. Tim pemeriksa kesehatan ketiganya disinyalir tidak mengungakapkan faktor risiko terjadinya serangan jantung, perilaku korupsi dan penyalahgunaan narkoba.

Gambar terkait

Pilkada serentak 2018 yang menelan biaya Rp 15,2 triliun, hampir 2 kali lipat difisit biaya layanan kesehatan segenap warga negara dalam program JKN tahun 2017, tentu saja diharapkan akan menghasilkan kepala daerah yang terbaik, layak dan sehat. Sudahkah para dokter bertindak bijak?

Dr. Wikan 2

Sekian

Yogyakarta, 13 Januari 2018

*) Ketua IDI Cabang Kota Yogyakarta, dokter spesialis anak, Lektor di FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA 081227280161, e-mail : fxwikan_indrarto@yahoo.com

Categories
dokter Healthy Life Jalan-jalan vaksinasi

2018 HAPUS TIFUS

Hasil gambar untuk tifus pada anak

HAPUS TIFUS

fx. wikan indrarto*)

Pada akhir Desember 2017, WHO melakukan prakualifikasi vaksin konjugasi pertama untuk tifus, Bharat Biotech’s Typbar-TCV®. Vaksin konjugasi tifus (TCVs) dibandingkan vaksin yang lebih dulu tersedia, adalah produk inovatif yang memiliki kekebalan lebih tahan lama, memerlukan lebih sedikit dosis, dan dapat diberikan kepada anak melalui program imunisasi rutin anak. Fakta bahwa vaksin tersebut telah didahulukan oleh WHO berarti memenuhi standar kualitas, keamanan dan kemanjuran yang dapat diterima. Hal ini membuat vaksin tersebut layak untuk diadakan oleh badan-badan PBB, seperti UNICEF, dan Gavi, the Vaccine Alliance. Apa yang harus dilakukan?

 

Hasil gambar untuk tifus pada anak

Tifus, yang juga dikenal sebagai demam tifoid, adalah penyakit multisistemik yang berpotensi fatal, yang terutama disebabkan oleh bakteri Salmonella enterica, subspesies enterica serovarian typhi. Perkiraan global tentang beban tifus berkisar antara 11 dan 20 juta kasus. Selain itu, juga dapat menyebabkan sekitar 128.000 – 161.000 kasus kematian tifus setiap tahunnya, terutama pada anak. Masyarakat miskin dan kelompok rentan, seperti anak dengan gizi kurang, seringkali yang paling rentan.

Manifestasi tifus sangat luas, sehingga menjadikan penyakit ini memiliki tantangan diagnostik sejati (a true diagnostic challenge). Kriteria standar untuk diagnosis tifus sejak lama adalah isolasi bakteri dengan pemeriksaan biakan atau kultur, yang secara luas dianggap 100% spesifik. Kultur aspirasi sumsum tulang adalah 90% sensitif sampai setidaknya 5 hari setelah dimulainya antibiotik. Namun demikian, teknik pemeriksaan ini sangat menyakitkan bagi pasien, sehingga mungkin lebih besar kerugian daripada manfaatnya. Kultur dengan bahan darah, sekresi usus (muntahan atau aspirasi duodenum), dan tinja akan positif untuk bakteri S typhi pada sekitar 85% pasien tifus pada minggu pertama demam dan akan menurun sampai 20% dalam perjalanan demam selanjutnya.

 

Hasil gambar untuk tifus pada anak

 

Secara khusus, kultur tinja mungkin positif untuk S typhi beberapa hari setelah menelan bakteri, sebagai akibat pembengkakan sel dendritik intraluminal dalam usus. Pada minggu berikutnya, hasil kultur tinja positif karena bakteri ditumpahkan ke dalam usus melalui kantong empedu. Beberapa (tiga atau lebih) pemeriksaan kultur darah  akan menghasilkan sensitivitas 73% Kultur darah dengan gumpalan darah volume besar (10-30 mL) dapat meningkatkan kemungkinan pendeteksian bakteri. Kultur feses saja menghasilkan sensitivitas kurang dari 50%, dan kultur urin saja bahkan kurang sensitif.

 

Hasil gambar untuk tifus pada anak

 

Pedoman terbaru untuk pengobatan tifus di Asia Selatan diterbitkan oleh ‘Indian Association of Pediatrics’ (IAP) pada bulan Oktober 2016. Untuk pengobatan empiris tifus yang tidak berat, IAP merekomendasikan sefiksim dan, sebagai obat lini kedua adalah azitromisin. Untuk tifus yang berat, direkomendasikan ceftriaxone. Aztreonam dan imipenem adalah obat lini kedua untuk kasus yang berat. Rekomendasi IAP berlaku untuk pengobatan empiris tifus pada pasien dewasa dan anak. Oleh karena itu, untuk strain yang berasal dari luar Asia Selatan dan Asia Tenggara, rekomendasi WHO mungkin masih berlaku, bahwa tifus yang tidak berat harus diobat secara empiris dengan ciprofloxacin oral dan tifus yang berat harus diberikan ciprofloxacin intravena.

 

Hasil gambar untuk tifus pada anak

Pada bulan Oktober 2017, Strategic Advisory Group of Experts (SAGE) tentang imunisasi,  merekomendasikan TCV untuk penggunaan rutin pada anak di atas usia 6 bulan di negara-negara endemik tifoid atau tifus, seperti Indonesia. SAGE juga meminta pengenalan TCV untuk diprioritaskan pada negara-negara dengan tingkat penyakit tifus tertinggi atau telah terjadi resistensi antibiotik terhadap Salmonella Typhi, bakteri yang menyebabkan penyakit tifus. Penggunaan vaksin juga harus membantu mengurangi penggunaan antibiotik untuk pengobatan yang diduga tifus atau demam tifoid, dan dengan demikian membantu memperlambat peningkatan resistensi antibiotik atas Salmonella Typhi yang mengkhawatirkan.

 

Hasil gambar untuk tifus pada anak

Tak lama setelah rekomendasi SAGE, Gavi Board menyetujui pendanaan US $ 85 juta untuk pembelian TCV mulai tahun 2019. Prakualifikasi oleh karena itu merupakan langkah penting yang perlu dilakukan agar TCV tersedia bagi negara berpenghasilan rendah, di tempat yang paling mereka butuhkan. Dan bahkan di negara-negara yang tidak didukung Gavi, prakualifikasi dapat membantu memperlancar perizinan.

Prakualifikasi WHO membantu memastikan bahwa vaksin yang digunakan dalam program imunisasi adalah aman, efektif, dan tepat untuk kebutuhan negara. Prosedur prakualifikasi WHO terdiri dari penilaian yang transparan dan masuk akal secara ilmiah yang mencakup peninjauan kembali atas bukti (reviewing the evidence), menguji konsistensi setiap lot pada produksi vaksin, dan mengunjungi lokasi pabrik pembuatannya.

Bagi jutaan orang yang tinggal di negara berpenghasilan rendah dan menengah, tifus adalah penyakit yang selalu ada dan mengancam. Urbanisasi dan perubahan iklim berpotensi meningkatkan beban global tifus. Selain itu, meningkatnya resistensi terhadap pengobatan antibiotik membuat lebih mudah tifus menyebar melalui populasi yang padat di perkotaan, apalagi dengan sistem air dan sanitasi yang tidak memadai. Oleh sebab itu, imunisasi menggunakan Bharat Biotech’s Typbar-TCV® sangat diandalkan untuk menghapus beban global tifus. Apakah anak kita sudah menerimanya?

dr Wikan 6

Sekian

Yogyakarta, 6 Januari 2018

*) Ketua IDI Cabang Kota Yogyakarta, dokter spesialis anak di Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161, e-mail : fxwikan_indrarto@yahoo.com.

 

 

Categories
Istanbul

2018 Dampak Tembakau

Hasil gambar untuk dampak tembakau bagi kesehatan

DAMPAK   TEMBAKAU 

fx. wikan indrarto*)

Secara global 12% dari semua kematian pada orang dewasa dikaitkan dengan tembakau. Menurut ‘WHO global report: mortality attributable to tobacco’, pada tahun 2014, sekitar 5 juta orang dewasa meninggal karena penggunaan tembakau langsung di seluruh dunia, yaitu satu kematian kira-kira setiap enam detik. Apa yang sebaiknya disadari?

 

Hasil gambar untuk dampak tembakau bagi kesehatan

 

Dalam penyakit menular, penggunaan tembakau bertanggung jawab untuk sekitar 7% dari semua kematian karena tuberkulosis dan 12% kematian karena pneumonia atau infeksi paru-paru. Dalam penyakit tidak menular, penggunaan tembakau bertanggung jawab untuk 10% dari semua kematian akibat penyakit kardiovaskular, 22% dari semua kematian akibat kanker, dan 36% dari semua kematian akibat penyakit pada sistem pernapasan. Secara global, kematian akibat penyakit yang berhubungan dengan tembakau pada sistem kardiovaskular, lebih mungkin terjadi pada orang dewasa muda. Dari orang dewasa yang berusia 30-44 tahun yang meninggal karena penyakit jantung iskemik, 38% kematian disebabkan oleh tembakau, 71% dari semua kematian akibat kanker paru dan 42% dari semua penyakit paru obstruktif kronik, disebabkan oleh penggunaan tembakau.

 

Hasil gambar untuk dampak tembakau bagi kesehatan

 

Beberapa negara dengan sejarah penggunaan tembakau yang relatif baru, mungkin belum menunjukkan tingkat kanker paru yang substansial. Situasi ini berlaku di beberapa negara, termasuk misalnya Kepulauan Solomon, Sri Lanka, Mauritania dan Haiti. Hasil dari China juga menarik dengan proporsi kematian yang disebabkan tembakau adalah 12% untuk pria dan 11% untuk wanita. Setelah melalui uji statistik dengan penyesuaian pola usia, tingkat kematian pria adalah 1,4 kali dibandingkan wanita.

 

Hasil gambar untuk dampak tembakau bagi kesehatan

 

Lebih dari 4.000 bahan kimia telah diidentifikasi dalam asap tembakau, dengan lebih dari 50 zat ini diketahui menyebabkan kanker. Tingkat polusi asap rokok di dalam ruangan terbukti lebih tinggi, daripada tingkat polusi di jalan raya yang sibuk, di garasi motor tertutup, dan selama terjadi kebakaran. Bukti ilmiah telah dengan tegas menyatakan bahwa paparan asap tembakau dapat menyebabkan kematian, penyakit dan kecacatan pada orang bukan perokok. Juga pada bayi baru lahir yang terpapar asap rokok, baik selama dalam rahim atau setelah lahir, ada peningkatan risiko kelahiran prematur dan berat lahir rendah, dan dua kali lipat risiko untuk mengalami kematian mendadak (Sudden Infant Death Syndrome). Di antara anak yang terpapar asap rokok, ada risiko 50-100% lebih tinggi untuk terjadinya penyakit pernapasan akut, insidensi infeksi telinga yang lebih tinggi, dan kemungkinan peningkatan cacat perkembangan dan masalah perilaku.

 

 Hasil gambar untuk dampak tembakau bagi kesehatan

 

Setiap orang punya hak untuk menghirup udara bersih. Tidak ada tingkat paparan rokok yang aman untuk perokok pasif, yang dapat menyebabkan penyakit jantung, kanker dan banyak penyakit lainnya. Bahkan paparan rokok secara singkat saja dapat menyebabkan kerusakan organ yang serius. Undang-undang bebas asap rokok sebenarnya sudah populer di banyak negara dan undang-undang ini tidak membahayakan bisnis rokok. Setiap negara, tanpa memandang tingkat penghasilan, dapat menerapkan undang-undang bebas asap rokok yang efektif, termasuk Indonesia. Namun demikian, hanya larangan total merokok di tempat umum, termasuk semua tempat kerja di dalam ruangan, yang mampu melindungi orang dari bahaya asap rokok, membantu perokok berhenti merokok, dan mengurangi remaja merokok.

 

Hasil gambar untuk dampak tembakau bagi kesehatan

Larangan merokok dalam ruangan melalui penciptaan 100% lingkungan bebas asap rokok adalah satu-satunya tindakan berbasis bukti, yang efektif untuk melindungi populasi dari efek berbahaya paparan asap rokok, menurut Pasal 8 dari Konvensi Kerangka WHO tentang Pengendalian Tembakau (WHO FCTC) dan panduannya. Pertimbangan yang mendasari adalah bahwa sehat merupakan hak asasi manusia secara internasional, sehingga merupakan kewajiban setiap negara untuk melindungi warganya dari asap rokok. Instrumen hukum internasional yang mendasarinya meliputi Konstitusi WHO (Organisasi Kesehatan Dunia), Konvensi tentang Hak Anak, dan Konvensi tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan. Hak untuk hidup dan hak untuk mencapai standar kesehatan tertinggi juga dimasukkan ke dalam pembukaan FCTC WHO dan diakui dalam konstitusi banyak negara.

 

Hasil gambar untuk dampak tembakau bagi kesehatan

 

Implementasi Pasal 8 dari WHO FCTC didasari fakta bahwa perlindungan untuk bukan perokok yang efektif adalah melalui aturan penghapusan asap rokok, ventilasi ruangan saja terbukti tidak efektif, dan perlindungan harus bersifat universal. Selain itu, perlindungan harus diundangkan secara legal, sumber daya yang memadai untuk perlindungan perlu direncanakan, dukungan masyarakat sipil adalah penting, pemantauan dan evaluasi secara rutin juga sangat penting, dan tindakan perlindungan perlu diperbaharui secara berkala.

Selain itu, ada banyak bukti dari sejumlah negara bahwa undang-undang bebas asap rokok yang komprehensif mendorong semua keluarga untuk membuat rumah mereka bebas rokok. Di Selandia Baru, paparan yang dilaporkan terhadap perokok pasif di rumah hampir setengahnya dalam tiga tahun setelah undang-undang bebas asap rokok diperkenalkan, dan di Skotlandia, paparan anak terhadap asap rokok turun hampir 40% setelah undang-undang bebas asap rokok berlaku.

 

Hasil gambar untuk dampak tembakau bagi kesehatan

 

Momentum Hari Tanpa Tembakau Dunia pada hari Kamis, 31 Mei 2018, mengingatkan kita semua akan dampak buruk tembakau terhadap kesehatan jantung (tobacco and heart disease). Penerbitan peraturan dan pelaksanaan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) adalah hal terdekat yang dapat kita jangkau.  Sudahkah Anda terlibat membantu?

 

PB IDI

Sekian

Yogyakarta, 25 Mei 2018

*) Sekretaris IDI Wilayah DIY, dokter spesialis anak, lektor FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161

 

Categories
Istanbul

2018 Hukum dan Kesehatan

Hasil gambar untuk hukum kesehatan

 

HUKUM  dan KESEHATAN

fx. wikan ndrarto*)

 

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) telah mencanangkan 27 Juni sebagai Hari Kesadaran Hukum Kedokteran. Hal ini terkait bahwa pada 27 Juni 1984 Mahkamah Agung mengeluarkan putusan yang membebaskan Dr. Setyaningrum di Puskesmas Wedarijaksa, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dari segala tuntutan hukum atas dugaan malapraktik, yang mengakibatkan seorang pasien meninggal dunia. Para dokter diharapkan menyadari bahwa profesinya selalu bersinggungan dengan hukum, etika, sumpah profesi, spirit kesejawatan, kebutuhan dan keselamatan pasien.

 

Hukum dan Kesehatan selama ini lebih sering berfokus hanya dalam masalah sengketa medik antara pasien dan dokter, seperti yang pernah dialami oleh Dr. Setyaningrum. Namun demikian, ada hal lain yang sering terabaikan, yaitu bahwa sebenarnya banyak produk hukum di berbagai negara ternyata telah terbukti dapat meningkatkan derajad kesehatan masyarakat. Apa yang harus disadari?

 

 

Hasil gambar untuk hukum kesehatan

 

 

Beberapa produk hukum, misalnya pajak soda di Meksiko, pembatasan garam di Afrika Selatan, aturan rokok kemasan polos di Australia, pajak dosa di Filipina, asuransi kesehatan nasional di Ghana, wajib helm untuk pengguna sepeda motor di Vietnam, dan perawatan kesehatan di Amerika Serikat, merupakan contoh peran penting hukum dalam menjaga dan mempromosikan kesehatan yang baik. Hal tersebut termuat dalam sebuah laporan pada Selasa, 17 Januari 2017 oleh IDLO (the International Development Law Organization), University of Sydney di Australia, dan Georgetown University di Washington, DC, USA. Laporan penting tersebut menjelaskan banyak cara di mana produk hukum berhasil membuat perbedaan penting bagi masyarakat, meningkatkan derajad kesehatan dan keselamatan warga, bahkan menyediakan sumber informasi bagi semua negara, untuk belajar dari pengalaman negara lain.

 

Hasil gambar untuk hukum kesehatan

Pada tahun 1875, parlemen di Kerajaan Inggris telah mengeluarkan undang-undang yang mengharuskan semua pemilik tanah untuk menyediakan sanitasi, ventilasi dan drainase yang baik, untuk membendung penyebaran penyakit menular. Sampai saat ini, pengendalian penyakit menular adalah salah satu ilustrasi yang paling menonjol, tentang bagaimana produk hukum dapat membuat perbaikan di bidang kesehatan. Dari wabah cacar pada awal abad 20 sampai yang lebih baru yaitu SARS dan Ebola, hukum kesehatan masyarakat dapat mengatur kegiatan skrining, pelacakan kontak, karantina, dan pelaporan, bahkan membendung penyebaran infeksi.

 

 

Produk hukum kesehatan sering menjadi heboh ketika memiliki dampak langsung pada pola konsumsi sehari-hari masyarakat. Misalnya saja pajak soda di Meksiko yang diterapkan pada tahun 2014 untuk mengurangi konsumsi minuman manis. Juga, aturan kemasan rokok polos di Australia, telah menginspirasi secara global dalam upaya untuk mengurangi jumlah perokok. Penggunaan produk hukum untuk mengurangi jumlah perokok telah menjadi salah satu prestasi hukum kesehatan masyarakat yang besar. Tentu saja dapat ditingkatkan untuk menekan makanan yang tidak sehat, penggunaan alkohol berlebihan, cedera karena kecelakaan lalulintas, dan kesehatan mental yang masih diabaikan.

 

Hasil gambar untuk hukum kesehatan

 

Sekarang ini jalur baru lebih terbuka, untuk menggunakan intervensi hukum berbasis bukti dalam meningkatkan derajad kesehatan dan kesejahteraan manusia. Bahkan banyak negara juga telah menggunakan perangkat hukum untuk memperkuat sistem kesehatan nasional, misalnya Indonesia dalam program menuju cakupan kesehatan universal pada awal tahun 2019. Beberapa negara lain juga telah menggunakan payung hukum untuk menciptakan lembaga yang mengatur sistem kesehatan, asuransi kesehatan nasional, atau lembaga yang mengatur obat atau menjamin layanan kesehatan yang berkualitas, tersedia dan terjangkau untuk semua warganya.

 

Hasil gambar untuk hukum kesehatan

 

Sementara di beberapa negara hukum dapat membantu dalam melindungi kesehatan warganya, di beberapa negara lain yang tidak ada atau mengabaikan hukum, maka seluruh warga akan mengalami ancaman kesehatan. Sebagai contoh, lemahnya regulasi tentang produk tembakau di beberapa negara, termasuk Indonesia, memungkinkan perusahaan rokok yang kuat untuk memasarkan produknya dan bahkan merekrut perokok muda. Pada tingkat global, ‘International Health Regulations and Framework Convention on Tobacco Control’ sebagai kerangka hukum untuk merespon keadaan darurat kesehatan masyarakat, karena terjadinya epidemi tembakau global. Namun demikian, kegagalan beberapa negara untuk mematuhi kerangka hukum rokok tersebut, menciptakan risiko wabah yang berpotensi bencana, berbiaya jangka panjang, dan dampak buruk dalam bidang kesehatan karena merokok.

 

Hasil gambar untuk hukum kesehatan

Lebih buruk lagi, di beberapa wilayah hukum dapat dan telah digunakan untuk membahayakan kesehatan warganya. Sebagai contoh, hukum telah digunakan untuk memenjarakan orang dengan penyakit mental, dan untuk menolak mereka dalam mendapatkan hak dan layanan kesehatan yang mereka butuhkan. Demikian juga, pembatasan perjalanan selama wabah Ebola di Afrika Barat untuk para relawan tenaga medis ke negara-negara yang terkena dampak, ternyata terbukti justru memperpanjang epidemi Ebola. Namun demikian, ketika dimanfaatkan untuk melindungi, mempromosikan dan memajukan hak atas kesehatan, hukum dapat menjadi perangkat yang kuat.

 

Hasil gambar untuk hukum kesehatan

 

Momentum Hari Kesadaran Hukum Kedokteran 27 Juni 2018, menyadarkan kita bahwa profesi dokter selalu bersinggungan dengan hukum, etika, sumpah profesi, spirit kesejawatan, kebutuhan dan keselamatan pasien. Selain itu, ternyata produk hukum dapat digunakan untuk meningkatkan derajad kesehatan masyarakat, dan juga untuk mewujudkan hak azasi warga negara atas kesehatan.

 

Sudahkah Anda berperan?

 

PB IDI

Sekian

Yogyakarta, 4 Juni 2018

*) Sekretaris IDI Wilayah DIY, dokter spesialis anak, Lektor di FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161,

 

Categories
Istanbul

2018 Hari Tanpa Tembakau Sedunia

Hasil gambar untuk hari tanpa tembakau sedunia 2018

 

HARI TANPA TEMBAKAU SEDUNIA

fx. wikan indrarto*)

 

Setiap tahun, pada tanggal 31 Mei, dinyakatan sebagai Hari Tanpa Tembakau Dunia atau  ‘World No Tobacco Day’ (WNTD), untuk menyoroti gangguan kesehatan dan risiko lain yang terkait dengan penggunaan tembakau. Selain itu, juga untuk mengadvokasi kebijakan yang efektif untuk mengurangi konsumsi tembakau. Tema ‘World No Tobacco Day’ 2018 adalah tembakau dan penyakit jantung (tobacco and heart disease). Apa yang harus disadari?

 

Hasil gambar untuk hari tanpa tembakau sedunia 2018

 

Tema Kampanye tahun 2018 ini akan meningkatkan kesadaran tentang hubungan antara tembakau dengan kesehatan jantung dan penyakit kardiovaskular atau ‘cardiovascular diseases’ (CVD) lainnya, termasuk stroke, yang apabila dikombinasikan merupakan penyebab utama kematian di seluruh dunia. Selain itu, juga tindakan yang dapat dilakukan oleh kita semua, termasuk pemerintah dan masyarakat, untuk mengurangi risiko terhadap kesehatan jantung yang ditimbulkan oleh penggunaan tembakau.

 

Hasil gambar untuk hari tanpa tembakau sedunia 2018

 

 

Kampanye ‘World No Tobacco Day 2018’ juga ditujukan untuk mengatasi epidemi tembakau dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat, khususnya kontribusinya dalam menyebabkan kematian dan penderitaan jutaan orang secara global. Penggunaan tembakau merupakan faktor risiko penting untuk perkembangan penyakit jantung koroner, stroke, dan penyakit pembuluh darah perifer. Penyakit kardiovaskular (CVD) membunuh lebih banyak orang, daripada penyebab kematian lainnya di seluruh dunia. Selain itu, penggunaan tembakau serta paparan asap rokok berkontribusi pada sekitar 12% dari semua kematian akibat penyakit jantung. Penggunaan tembakau adalah penyebab utama kedua dari CVD, setelah tekanan darah tinggi atau hipertensi. Epidemi tembakau global membunuh lebih dari 7 juta orang setiap tahun, di mana hampir 900.000 orang yang bukan perokok, meninggal akibat menghirup asap rokok atau perokok pasif.

 

Hasil gambar untuk world no tobacco day

 

Hampir 80% dari lebih dari 1 miliar perokok di seluruh dunia, hidup di negara berpenghasilan rendah dan menengah, di mana beban penyakit dan kematian terkait tembakau adalah yang terberat, termasuk di Indonesia. Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2016, persentase rata-rata pengeluaran per kapita sebulan yang digunakan untuk memberli rokok adalah 6,72% atau nomer 4 terbanyak. Berdasarkan data Survei Indikator Kesehatan Nasional (SIRKESNAS) tahun 2016, prevalensi merokok secara nasional di Indonesia adalah 28,5%.

 

Hasil gambar untuk mpower tobacco

 

Menurut Michael R. Bloomberg, Global Ambassador for Non Communicable Diseases (NCD) and founder of Bloomberg Philanthropies, kita dapat mengubah prevalensinya melalui langkah-langkah pengendalian tembakau (MPOWER), yang telah terbukti sangat efektif. Laporan WHO 2017 tentang ‘the global tobacco epidemic’, juga menemukan bahwa 43% populasi dunia (3,2 miliar orang) telah dilindungi oleh dua atau lebih tindakan MPOWER pada tingkat tertinggi. Delapan negara, termasuk lima negara berpenghasilan rendah dan menengah, telah menerapkan empat atau lebih tindakan MPOWER di tingkat tertinggi, yaitu Brasil, Iran, Irlandia, Madagaskar, Malta, Panama, Turki dan Inggris.

 

Hasil gambar untuk mpower tobacco

Langkah MPOWER terdiri dari Monitor, Protect, Offer, Warn, Enforce, and Raise. Monitor atau memantau telah dilakukan oleh Nepal, India dan Filipina, yang memantau dengan ketat, penggunaan tembakau dan kemudian menerapkan langkah-langkah untuk melindungi warganya dari tembakau. Nepal memperkenalkan aturan bahaya merokok terbesar di dunia, pada kemasan rokok, yaitu mencakup 90% areal pada bulan Mei 2015. Kebijakan ini diambil setelah menggunakan serangkaian pertanyaan survei tentang tembakau di rumah tangga, dan mendeteksi prevalensi perokok laki-laki yang sangat tinggi. India meluncurkan program berhenti merokok secara nasional dan bebas pulsa (tobacco cessation programme and toll-free quit line) pada tahun 2016 setelah melakukan survei  di tahun 2009-10, yang mengungkapkan minat yang tinggi di antara hampir 1 dari 2 perokok berkeinginan untuk  berhenti. Undang-undang Reformasi Pajak Dosa (Sin Tax) Filipina yang disahkan pada tahun 2012 setelah survei nasional 2009 menunjukkan tingkat merokok yang tinggi di antara laki-laki (47,4%) dan anak laki-laki (12,9%). Langkah pengurangan permintaan tembakau yang kuat tersebut, telah berkontribusi terhadap penurunan penggunaan tembakau, menurut hasil survei nasional Filipina tahun 2015.

 

Gambar terkait

Di Indonesia upaya pengendalian faktor risiko penyakit tidak menular dilakukan dengan ‘CERDIK’, yaitu Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat seimbang, Istirahat yang cukup, dan Kelola stres. Upaya pengendalian tembakau dilakukan dengan penerbitan peraturan terkait Kawasan Tanpa Rokok (KTR) oleh Pemerintah Daerah dan membentuk Aliansi Walikota/Bupati dalam Pengendalian Tembakau. Indikator program pengendalian penyakit tidak menular pada Rencana Strategis Kementerian Kesehatan tahun 2015-2019 adalah persentase kabupaten/kota yang melaksanakan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) minimal pada 50% institusi pendidikan atau sekolah.

Hasil gambar untuk hari tanpa tembakau sedunia 2018

Momentum Hari Tanpa Tembakau Dunia pada hari Kamis, 31 Mei 2018, mengingatkan kita semua akan dampak buruk tembakau terhadap kesehatan jantung (tobacco and heart disease). Penerbitan peraturan dan pelaksanaan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) adalah hal terdekat yang dapat kita jangkau.  Sudahkah Anda terlibat membantu?

Dr. Wikan 2

Sekian

Yogyakarta, 24 Mei 2018

*) Sekretaris IDI Wilayah DIY, dokter spesialis anak, lektor FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161

Categories
Healthy Life Jalan-jalan

2014 Nyaris di Perancis

NYARIS  DI  PERANCIS
fx. wikan indrarto*)

Pada hari Senin dan Selasa, 8 dan 9 September 2014 kami mengikuti ERS (European Respiratory Society) International Congress 2014 yang diselenggarakan di ICM (Internationales Congress Center Munchen) di Messegelande, Munchen, Bavaria, Jerman. Setelah selesai acara konggres, kami meninggalkan Munchen, Jerman menuju Roma, Italia. Selanjutnya pada Jumat pagi buta yang dingin, 12 September 2014, kami menyebarang ke Paris, Perancis melalui ‘Aeroporti di Roma’ atau Fiomicino Leonardo da Vinci International Airport (FCO) Roma, Italia.

.

Perjalanan ke bandara internasional tersebut, bukan ke bandara domistik Ciampino, ditempuh dalam waktu 40 menit dari CIAM (Centro Internazionale di Animazione Missionaria) via Urbano VIII no 16, Roma (Citta del Vaticano), dengan menggunakan sebuah mobil carteran. Kami melewati arus ‘fortenza’ atau masuk dan diturunkan di area tanpa tulisan ‘riservato’ atau sudah dipesan. Setelah proses lapor diri ke petugas darat maskapai Alitalia, kami mencari pintu ‘partenza’ atau keberangkatan, dengan mampir di ‘postazione di ricarica’ atau tempat mengisi arus batere ‘chardge’ HP. Dengan membawa ‘carta d’imbarco’ atau kartu naik pesawat, kami mantap menuju Paris Charles de Gaulle (CDG), bukan Paris Orly, sebagai ‘destinazioni’ selanjutnya di Perancis. Kami menggunakan pesawat Alitalia AF 1005 sebagai ‘I Partner di Volo’ atau kerjasama maskapai dengan Air France di kelas ‘classica’ atau ekonomi.

baca juga  :  https://dokterwikan.wordpress.com/2018/05/22/2014-nyata-italia/

.

Pesawat kami adalah sebuah Airbus A321, yang merupakan bagian dari 14 buah ‘medio raggio’ atau pesawat jarak menengah dengan 200 seat. Pesawat Alitalia ‘lungo raggio’ atau jarak jauh memiliki 256-293 seat, dan ‘regionali’ atau jarak dekat 88-100 seat. Sekejap di Roma, kami jadi mengenal istilah dalam Bahasa Italia, termasuk ‘flotta Alitalia’ (penerbangan dengan Alitalia), ‘Monaco’ (Munchen), ‘Germania’ (Jerman), ‘Parigi’ (Paris), ‘Francia’ (Perancis), ‘Giacarta’ (Jakarta), ‘Londra’ (London), ‘benvenuti’ (selamat datang), ‘dalla terra fino al cielo’ (dari darat ke angkasa), ‘ristoranti’ (rumah makan), dan ‘alberghi’ (hotel).

 
IMG-20140913-WA0023
 
IMG-20140912-WA0013

Jangan malu bertanya di Perancis
meski English tidak jamak

Mesin tiket elektronik layar sentuh
Lumrah ditemui di Perancis

Setelah penerbangan 1 jam 20 menit, kami tidak lagi disebut sebagai ‘signor and signore’ saat mendarat di Bandara Paris CDG pk. 10.05. Setelah ucapan ‘bienvenido’ atau selamat datang dalam logat setempat, kami segera dibuat terkagum atas kemegahan arsitektur modern ‘Aeroports de Paris CDG’. Paris adalah kota tujuan turis paling populer di dunia, dengan 30 juta wisatawan asing per tahun. Nama latin Paris adalah Lutetia Parisiorum, yang kemudian dipotong menjadi hanya Paris. Nama ini berasal dari suku Parisii Galia, yang berarti “ketel besar”. Pada tahun 1190, Raja Philip Augustus menutup Paris dari kedua tepi dengan dinding tebal, yaitu Louvre sebagai benteng pertahanan kota dan tahun 1200 dibuka Universitas Paris yang menarik pelajar dari seluruh daratan Eropa. Sejak periode ini Paris berkembang sangat cepat dan tertata, yaitu daerah tengah dijadikan institusi pemerintah dan keagamaan, sisi kiri menjadi pusat pendidikan dengan banyak universitas, sementara sisi kanan berkembang sebagai pusat perdagangan, di sekitar pasar sentral Les Halles. Paris sempat kehilangan posisinya sebagai ibukota Perancis ketika diduduki oleh bangsa Burgundia, sekutu Inggris selama Perang Seratus Tahun, tetapi kemudian dijadikan ibukota kembali oleh Raja Charles VII pada tahun 1437. Selama Perang Agama di Perancis, Paris menjadi basis partai Katolik, sampai terjadi pembantaian St. Bartholomew pada tahun 1572. Raja Henry IV mendirikan kembali istana kerajaan di Paris tahun 1594 setelah berpindah agama menjadi Katolik Roma, dengan kalimat terkenalnya Paris sangat pantas merayakan Misa. Selama periode kekacauan, warga Paris memberontak dan keluarga kerajaan meninggalkan kota pada tahun 1648. Raja Louis XIV pindah ke istana kerajaan permanen di Versailles tahun 1682. Seabad kemudian, Paris menjadi pusat Revolusi Perancis, dengan Penyerangan Penjara Bastille tahun 1789 dan kejatuhan monarki tahun 1792.

 
IMG-20140912-WA0004
 
IMG-20140912-WA0016

‘bienvenido’ atau selamat datang
di ‘Aeroports de Paris CDG’

Suasana sore di sebuah sudut kota Paris

Bandara CDG kebanggaan warga Paris ini memiliki 3 buah ‘terminaux’ (1 sampai 3) yang dihubungkan dengan kereta bandara shuttle, dan setiap terminal memiliki 7 buah subterminal (A sampai G). Siang itu kami tidak sempat mencoba ‘Paris par train’, karena ‘Mitry-Claye’ yang di bawah tanah ataupun ‘TGV’ yang di atas tanah, kedua jenis kereta api tersebut tidak ada yang menuju ‘Gare’ (Stasiun) Montparnasse, tujuan pertama kami di dalam kota Paris. Keduanya menuju Gare du Nord, Chatelet-Les Hailes dan Saint-Michael Notre-Dame yang merupakan stasiun jauh lebih besar. Kami segera berganti naik ‘les cars AirFrance’ atau bis bandara line 4 menuju Gare Montparnasse, dengan mencoba membeli 1 tiket elektronik dengan mesin berlayar sentuh, seharga E 17 dengan master card ATM BRI dan membandingkan dengan membayar langsung kepada sopir, 1 tiket lainnya. Bis kami berangkat pk. 12 melewati ‘Gare’ de Lyon. Rute bis Line 3 adalah antara bandara CDG ke Orly Airport, Line 2 CDG ke pusat kota Champs-Elysees, dan Line 1 Orly ke pusat kota Champs-Elysees. Sepanjang perjalanan selama 50 menit, kami akrab dengan berbagai mobil produksi Perancis, yaitu Renault, Peogeot, dan Citroen.

Setelah sampai di ‘Gare’ Montparnasse, kami segera mencari lokasi ‘consignes’ atau penitipan kopor dan ‘depart un autre jour’ atau loket pembelian tiket bukan pada hari keberangkatan. Diselingi berulang tersesat dan berkali-kali kesulitan berkomunikasi, karena besarnya areal bangunan dan sangat sedikitnya petunjuk dalam Bahasa Inggris, untunglah kami berhasil mendapat tiket kereta api Paris ke Lourdes PP. Setelah lega mendapatkan tiket manual, karena gagal kami pesan secara elektronik, terkait mepetnya waktu keberangkatan, kami segera makan siang menjelang sore di kios Francesca, berupa ‘spaghetti pesto’ seharga E 6,5 dan ‘insalata’ seharga E 4,3. Kedua menu Perancis tersebut sulit tertelan ke dalam perut Asia, sampai kami jadi gemetaran saat berdiri di ‘limite de confidentialite’ atau garis pembatas antrian tiket Metro.

 
Eiffel Paris
 
IMG-20140912-WA0008

Menara Eiffel
dari atas jembatan Sungai Seine

Menara Eiffel
kerangka baja yang tinggi dan kokoh

Kami segera naik Metro 4, sebuah kereta api bawah tanah dari Bienventie Montparnasse dengan tiket seharga E 1,5 untuk menuju ke Parc Hotel, yang sudah kami pesan lewat internet sejak di Jogjakarta. Kami melewati berbagai lorong bawah tanah yang berarsitektur kuno, bercabang sangat banyak dan akhirnya tersesat lagi, karena alamat hotel yang kami tuju untuk menyimpan kopor sebelum kami keliling kota, tidak diketahui para penumpang yang mengenal ‘English’. Sebagian besar dari mereka hanya paham ‘French’ dan pertempuran selama 100 tahun, termasuk saat Napoleon (French) melawan Nelson (English) berabad lalu, masih terasa sampai sekarang, termasuk dalam bidang bahasa. Kami segera putar haluan dengan mempelajari lebih cermat, rute Metro. Di Megapolitan Paris ada ‘Ligne de Metro’ kereta di bawah tanah, ‘Roissy’ bis kota, ‘Ligne de Tramway’ trem yang melingkari kota, ‘RER’ kereta yang menjangkau daerah suburb, dan ‘Batobus’ kapal yang melewati sungai Seine yang membelah kota. Ada lagi ‘velib’ atau sepeda sewaan, taxi, dan ‘autolib’ atau mobil sewaan. Kami segera mencari ‘stations ou gares en correspondance’ atau persinggungan 2 jalur kereta di sebuah stasiun yang kecil, agar tidak tersesat lagi. Untunglah kami menemukan Raspail, sebuah stasiun yang menghubungkan hanya 2 line Metro, dan dijamin kami pasti tidak tersesat. Dari Montparnasse Bievenue kami naik M4 tujuan ke Mairie de Montrouge, dengan melewati Vavin. Benar perhitungan kami, karena di Raspail kami tidak kesulitan untuk berganti M6 yang menuju Charles de Gaulle Etoile. Kami melewati Edgar Quinet, Mont, Pasteur, jalur kerata kemudian keluar tanah mencapai Sevres Lecourbe, Cambronne, La Motte Pisquet Grenelle, Dupleix, dan turun di Bir Hakiem. Tujuan kami adalah melihat Menara Eiffel di pinggiran Sungai Seine. Paris bagian tengah yang akan kami kunjungi, meskipun terkena dampak Perang Dunia II, tetapi tidak mengalami kerusakan hebat, karena tidak ada target strategis bagi pengebom Sekutu dan juga karena tampilan budayanya. Jenderal von Choltitz dari Jerman tidak menghancurkan semua monumen Paris sebelum Jerman mundur, seperti yang diperintahkan oleh Adolf Hitler, yang mengunjungi Paris tahun 1940.

Selain itu, kami diingatkan akan epidemi penyakit cacar tahun 1832 dan 1849, yang menyerang penduduk Paris, bahkan epidemi tahun 1832 sendiri menewaskan 20.000 orang dari 650.000 penduduk. Paris juga mengalami dampak besar dari Perang Perancis-Prusia(1870-1871) dan kekacauan karena kejatuhan pemerintahan Kaisar Napoleon III, sementara 20.000 warga Paris tewas pada hari Minggu, yang kemudian dikenal sebagai ‘semaine sanglante’ atau Minggu Berdarah. Paris kembali pulih dengan cepat dari peristiwa tersebut untuk menyelenggarakan ‘Expositions Universelles’ atau Pameran Dunia  (World Expo) pada abad ke-19. Menara Eiffel dibangun sebagai peringatan Revolusi Perancis pada Pameran Universal tahun 1889. Meskipun pada awalnya hanya sebagai tampilan “sementara” untuk keindahan arsitektur, tetapi ternyata menjadi menara tertinggi di dunia hingga tahun 1930. Pada Pameran Universal berikutnya di tahun 1900, ditandai dengan pembukaan jalur Métro de Paris, yang merupakan sarana transportasi massal bawah tanah pertama di dunia.

 
IMG-20140912-WA0010
 
IMG-20140912-WA0015

Dari jembatan Sungai Seine
terlihat banyak kapal pesiar berlalu

Di persimpangan jalan
ke Katedral Notre Dame

Setelah terkagum berulang atas keindahan Menara Eiffel dan Palais de Chaillot, yang tepat berseberangan dan dipisahkan Sungai Seine yang padat wisatawan, kami mendapat penjelasan lokasi hotel kami, dari polisi pariwisata di sana dengan menggunakan smartphone merek Huawe. Kami segera meninggalkan Bir Hakeim Nation, naik M6 sampai Raspail berlawanan arah dengan saat kami datang, untuk berganti M4 jurusan Mairie de Montrouge, sampai Porte d’Orleans. Kami melewati Denfert-Rochereau, Mouton-Duvernet, dan Alesia. Seperti sebelumnya, kami harus bertanya berulang, untuk menuju ke Parc Hotel, sebuah hotel sangat kecil yang sudah kami pesan di 60 Reu Beaunier, yang juga hanya sebuah jalan kecil tidak terkenal, di sebuah megapolitan Paris atau Aire urbaine Paris, yang memiliki penduduk hampir 12 juta jiwa, dan merupakan salah satu wilayah metropolitan terpadat di Eropa.

Setelah beristirahat sejenak di Parc Hotel kamar 521, kami segera memulai petualangan lagi. Kami naik M4 dari Mairie de Montrogue untuk turun di Cite. Kami melewati Alesia, Mouton-Duvernet, Denfert-Rochereau, Raspail, Vavin, Montparasse-Bieveneu, Saint-Placide, Saint-Sulpite, Saint Germaint-des-Pres, Odeon, dan Saint Michel. Dengan tiket seharga E1,5, yang kami beli di mesin dan kadang masih harus minta bantuan penumpang lain, kami turun di Cite dan tersesat lagi, karena masuk ke jalur ‘sortie de secours’ atau pintu keluar saat darurat. Tujuan kami adalah Katedral Notre Dame. Notre Dame de Paris atau “Bunda Kita di Paris”, adalah sebuah gereja besar atau katedral di Paris, yang dipersembahkan kepada Bunda Maria, ibunda Yesus. Katedral berasitektur Gothic di sebelah timur Île de la Cité, yaitu salah satu dari dua pulau di delta Sungai Seine, yang membelah Paris. Selain tujuan wisata, gereja ini juga masih digunakan untuk tempat misa yang dipimpin oleh Uskup Agung Paris. Notre Dame de Paris dianggap sebagai salah satu contoh terbaik dari arsitektur gaya Gothic di Perancis. Untunglah kami mampu menjangkau Katedral Notre Dame yang dibangun pada tahun 1163, namun tidak selesai hingga tahun 1361, kemudian hancur setelah revolusi Perancis. Sebagai katedral terbesar di Perancis, kedua menaranya bergaya Gothic tinggi menjulang, dengan 422 anak tangga, termasuk penambahan patung oleh arsitek Eugene Voillet le-Duc, yang ditulis dalam novel Victor Hugo tahun 1831, berjudul Notre-Dame de Paris atau dikenal dengan The Hunchback of Notre Dame. Semua ini menjadikannya memberi pemandangan paling eksotik di Paris, karena dibangun di sebuah delta yang dikepung arus deras Sungai Siene. Kami juga sempat mengagumi Palais de Justice, Bureau de Poste, dan Hotel de Ville di sekitarnya.

 
IMG-20140912-WA0017
 
IMG-20140912-WA0032

Katedral Notre Dame de Paris
contoh terbaik dari arsitektur gaya Gothic

Hotel de Ville
pernah menjadi city hall Paris

Presiden Nicholas Sarkozy telah meluncurkan sebuah kompetisi arsitektur internasional tahun 2008, untuk pembangunan masa depan metropolitan Paris. Sepuluh tim arsitek, perencana urban, ahli geografi, arsitek lanskap telah memberikan visi mereka membangun metropolis Paris abad ke-21, untuk pembangunan masa depan Paris Raya 40 tahun berikutnya. Tujuannya tidak hanya membangun sebuah metropolis ramah lingkungan, tetapi juga mengintegrasikan pinggiran kota dengan pusat Kota Paris, melalui operasi perencanaan urban berskala besar dan proyek arsitektur unik. Sementara itu, dalam usaha mendorong wajah metropolitan Paris pada kompetisi global, beberapa bangunan pencakar langit supertinggi (300 m atau 1,000 ft dan lebih), telah disetujui sejak tahun 2006 di distrik bisnis La Défense, di barat batas kota, dan dijadwalkan selesai awal tahun 2020-an, melebihi konstruksi Tour Montparnasse pada awal tahun 1970-an. Setelah puas memandang lansekap di sekitar Cite, kami segera pulang kembali ke hotel untuk melihat Tour Montparnasse dengan menggunakan M4. Berbeda dengan yang selama ini kami amati, Metro di Paris memiliki arsitektur stasiun dan rangkaian gerbong kereta dari generasi lama, sehingga belum terkesan modern seperti di kota lain, termasuk petunjuk rute yang tertempel di interior gerbong maupun pengumuman elektronik yang hanya berbahasa Perancis saja. Kembali dari Cite kami naik M4 ke Mairie de Montrouge, untuk turun di Porte d’Orleans. Rencana kami untuk melihat Tour Montparnassea kami batalkan dan kami akan berganti tram T3a ke Porte d’Italie, Porte d’Ivry dan Porte de Choisy, untuk makan menu Asia, karena semuanya itu berada di areal China Town. Rencana tersebut juga kami batalkan, karena kaki sudah sangat penat, apalagi kami tersesat lagi di Porte d’Orleans, yang sebenarnya hanya merupakan stasiun M kecil, dengan 5 ‘sortie’ atau pintu keluar ke arah yang sangat berlawanan. Untung kami dibantu oleh seorang penumpang dengan smartphonenya, untuk mencari hotel kami, yang sebenarnya hanya berjarak 200 m dari stasiun M tersebut.

 
TGV
 
IMG-20140913-WA0014

TGV 8571, kereta api cepat
Ke dan dari Gare Montparnasse Paris

Para peziarah yang sakit di Lourdes
berharap kedamaian dan kesembuhan

Sabtu pagi buta pk. 5, 13 September 2014, kami meninggalkan Parc Hotel dengan naik M4 dari Porte d’Orleans, melewati Alesia, Mouton-Duvernet, Denfert Rochereaut, Raspail, Vavin, dan turun Montparnasse-Bienvenue. Ketersesatan kembali terjadi, yaitu untuk mencari Gare Montparnasse dan akan berganti KA antar kota. Ketersesatan berlanjut, karena Gare tersebut memiliki 5 lantai, untuk mencari ‘consignes’ atau penitipan kopor, padahal hari sebelumnya sudah kami lihat. Ternyata ‘consignes’ baru buka pk. 7, pada hal kereta api kami berangkat pk. 6.28. Akhirnya kami putuskan bahwa kopor kami terpaksa kami bawa juga berziarah ke Lourdes, seperti saat kami tour ke Menara Eiffel hari sebelumnya, meskipun berat, merepotkan, dan hari berikutnya kami akan ke stasiun yang sama, untuk kembali ke bandara.

Kami mencari TGV 8571, kereta api cepat terusan, yang akan berangkat dari Montparnasse Paris pk. 6.28 dan sampai Lourdes pk. 13 seharga E 98 per orang. Kesulitan untuk naik kereta terjadi, karena pengumuman keberadaan kereta hanya dalam French, pada 5 menit sebelum kereta berangkat. Untunglah ada gadis Vietnam yang membantu dalam English, sehingga kami lari ke ‘voie’ atau platform 4. TGV kami tujuan ke Tarbes, akan berhenti di kota Bordeaux St. Jean, Dax, Pau, dan turun di Lourdes. Kereta kami adalah TGV 8571 kelas 2, ‘voiture’ atau gerbong 16, kursi nomor 35 dan 36, bertarif E98/orang. Kami harus mencermati ‘composition des trains’ di papan elektronik, agar tidak salah masuk gerbong. TGV atau kereta api cepat ini sangat elite, bahkan tolietnya dilengkapi ‘eau’ atau air cuci tangan, ‘savon’ atau sabun dan ‘air chaud’ atau pengering tangan basah dengan hembusan udara, dioperasionalkan oleh SNCF dalam ‘l’Alliance Railteam reunit les operateur’ atau bekerja sama dalam ‘Railteam Group High Speed Europe’, dengan DB (Jerman) dan Trenitali (Italia), menjangkau ke seluruh daratan Eropa. Rekor kecepatan TGV tertinggi tercapai pada tanggal 3 April 2007, yaitu 574,8 km/jam. Terdapat 5 jenis TGV, yaitu 85 Rames Sud6Est sepanjang 200m dengan kecepatan 300 km/jam, 19 Rames Pos sepanjang 200 m dengan kecepatan 320 km/jam sampai ke Swis, 60 Rames Resau sepanjang 200 m dengan kecepatan 320 km/jam sampai ke Belgia, Belanda dan Italia, 105 Rames Atlantique sepanjang 238 m dengan kecepatan 300 km/jam. Yang terakhir 209 Rames Duplex Prevues Pour sepanjang 200 m dengan kecepatan 320 km/jam sampai ke Swiss, Jerman, dan Spanyol.

 
IMG-20140913-WA0015
 
IMG-20140914-WA0012

Saat sampai di Gare SNCF Lourdes

Di dalam kereta saat pulang dari Lourdes

Kami sampai di Lourdes, sebuah kota kecil tepat waktu, yaitu pk. 13. Lourdes adalah sebuah kota yang terletak di kaki pegunungan Pyrenees, dengan penduduk sekitar 17.000 jiwa beserta bangunan-bangunan yang didominasi oleh kastil. Lourdes nampak seperti kota lainnya di sebelah barat daya Perancis dengan pasar yang cantik, toko yang kecil, dan kehidupan masyarakatnya yang sederhana. Namun dewasa ini Lourdes menjadi sebuah kota yang cukup sibuk, dengan kehadiran kurang lebih 5 juta peziarah Katolik setiap tahunnya. Hal ini dikarenakan pada 11 Februari sampai 16 Juli 1858 Perawan Maria Terberkati, ibunda Yesus, menampakkan diri kepada gadis kecil berusia 14 tahun, yang bernama Bernadette Soubirous (sekarang St. Bernadette) di Grotto of Massabielle, sebuah ‘grotto’ atau gua di dekat Lourdes. Setiap tahun dari Maret sampai Oktober, “Sanctuary of Our Lady of Lourdes” adalah sebuah tempat ziarah massal dari seluruh dunia. Mata air dari “grotto” dipercayai memiliki sifat penyembuhan, dan Gereja Katolik Roma telah mengakui 66 penyembuhan ajaib, karena air suci tersebut.

 
IMG-20140913-WA0055
 
IMG-20140913-WA0059

Para ‘pellegrini’ di pusat peziarahan “Sanctuary of Our Lady of Lourdes”

Di depan patung Bunda Maria
’Bunda Yang Dikandung Tanpa Dosa’

Kami mengikuti jejak para ‘pellegrini’ atau peziarah, turun di Stasiun Lourdes, mencari makan menu Asia, karena perut kami sudah lama bergemuruh dan dapat reda karena ‘pork with Thai curry’ atau nasi daging babi seharga E 7,8 dan ‘Soupe Vietnamiene (pho)’ atau sop Vietnam seharga E 10. Segera kami mencari Hotel Marial, 77 reu de la grotte de Lourdes, dengan berjalan kaki menenteng kopor, tersesat lagi dan berbeban berat di jalan yang mendaki, karena salah baca peta dan kurang paham French dari orang yang lewat. Setelah lapar lagi dan gembrobyos, kami baru sadar ternyata ada 2 buah, yang dekat stasiun adalah boulevard de la grotte, tetapi hotel kami di rue de la grotte, yang lebih jauh dan seharusnya naik bis kota. Kami cukup kaget saat resepsionis hotel langsung memanggil dengan nama kami, persis seperti pesanan lewat internet. Setelah beristirahat sejenak di kamar 205, kami segera bergegas menuju “Sanctuary of Our Lady of Lourdes” dengan berjalan kaki. Di sebuah gua di Massabielle, Lourdes, Bunda Maria menampakkan diri sebanyak 18 kali kepada Bernadette Soubirous, memperkenalkan diri sebagai ’Bunda Yang Dikandung Tanpa Dosa’, dan meminta agar sebuah kapel dibangun di tempat penampakan tersebut, serta agar minum dari sebuah sumber air di gua. Pada hal, tidak ada sumber air sama sekali di sana, tetapi ketika Bernadette menggali di suatu tempat yang ditunjukkan kepadanya, sehingga sebuah mata air mulai memancar. Air yang hingga kini masih memancar deras itu, mempunyai daya penyembuhan yang luar biasa, meskipun para ahli ilmu pengetahuan tidak dapat menemukan adanya zat-zat yang berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit. Di dalam gua tersebut kemudian diletakkan patung Maria, yang dibuat dari marmer putih pada tahun 1864, oleh seorang pematung bernama Fabisch. Patung itu menggambarkan sebuah kehadiran yang begitu sederhana, dari seorang wanita cantik yang menampakkan diri kepada Bernadette.

‘Sanctuary of our Lady of Lourdes’ atau tempat ziarah Maria, Ibu Kita Semua, dikelilingi Sungai Pau dan memiliki kontur berbukit batu. Tempat terendah digunakan sebagai lapangan terbuka yang dapat dimasuki melalui jembatan St. Mikael yang melengkung indah di atas Sungai Pau dan Gerbang St. Yoseph, yaitu pintu masuk peziarah dari daratan di seputar Lourdes yang dilengkapi terminal bis kota. Di atas Grotto of Massabielle atau Gua Maria sebagai pusat peziarahan, tidak sekedar dibangun sebuah kapel atau gereja kecil seperti permintaan Bunda Maria kepada Bernadetta, tetapi sekarang telah dibangun 3 buah basilica atau gereja yang sangat besar. Basilica Rosario dibangun di samping gua dan di atasnya dibangun Basilica Bunda Tak Bernoda. Kedua Basilica akan nampak bersusun indah apabila dilihat dari Gerbang St. Michael, melalui ‘esplanade’ atau lapangan luas yang dibawahnya telah dibangun BasilicaSt. Pius X dan di atasnya terdapat patung ‘Perawan Terberkati’ yang menyapa segenap peziarah.

 
IMG-20140913-WA0026
 
IMG-20140913-WA0038

Pengambilan air suci Lourdes
di bawah kapel relikwui St. Bernadetta.

Pintu masuk Basilica Rosario
Yang dibangun di samping Gua Maria

Di dalam kompleks yang sama terdapat sebuah gereja St. Bernadetta dan 6 buah kapel, yaitu kapel adorasi, rekonsiliasi, jalan salib, relikwui St. Bernadetta, St. Yusup dan St. Damianus. Juga dilengkapi dengan 2 buah rute ‘chemin de croix’ atau jalan salib, yaitu yang mendaki melingkari kompleks dengan 15 stasi atau pemberhentian dengan patung kisah sengsara sebesar manusia, dan yang mendatar di lembah Sungai Pau. Pemberhentian pertama adalah ‘Jesus est condamne a mort’ atau Yesus dihukum mati dan pemberhentian kedua adalah ‘Jesus est charge de sa croix’ atau Yesus memanggul salib. Kegiatan liturgi Katolik yang diadakan di situ adalah Misa Kudus berbahasa Inggris pk. 18.15 di Kapel St. Damianus, pk. 9.30 di Basilica St. Pius X, adorasi pk. 9 sampai 23 di Kapel adorasi, misa kudus berbahasa Perancis pk, 9, 12, 14 dan 18. Mandi air terberkati, pk. 9-11 dan 14-16. Yang paling diminati dan utama adalah doa Rosario di Gua pk. 15.30, prosesi perarakan sakramen orang sakit pk. 17 sampai ke Basilica St. Pius X, dan prosesi lilin pk. 21 sampai ‘esplanade’ atau ke lapangan utama. Kami hanya mengikuti doa bersama pemberkatan orang sakit di depan Gua Maria, penyalaan lilin dan pengambilan air suci di bawah kapel relikwui St. Bernadetta.

Kami segera bergegas ke terminal bis kota dekat Gerbang St. Yosep, untuk naik ‘Ligne’ atau jalur S5 melewati Italie, ND Sarte, Alba, Paradis, Mercure, dan turun di Musse de Cire. Setelah disambung jalan kaki sebentar ke hotel, badan langsung terkulai kelelahan. Acara lainnya tidak sempat kami ikuti karena keterbatasan tenaga, termasuk prosesi lilin yang menggambarkan ‘pemandangan iman’ dalam kebersamaan yang terindah sebagai seorang Katolik. Sungguh luar biasa mengikuti prosesi lilin bersama puluhan ribu manusia, dari yang fisiknya normal sampai mental dan fisiknya terganggu, bersama dengan semua umat berusia muda hingga tua, yang berlatar belakang berbagai macam negara, namun sepanjang prosesi terus mengibarkan bendera negara masing-masing, dan menyanyikan lagu Ave Maria-Lourdes berselang seling, dalam berbagai bahasa di dunia, termasuk Bahasa Indonesia, yang hanya dapat kami dengar di kamar.

 
IMG-20140913-WA0046
 

Gambar terkait

Pemberhentian kedua adalah ‘Jesus est charge de sa croix’ Yesus memanggul salib

Prosesi lilin pk. 21 sampai ‘esplanade’
atau lapangan utama dgn lagu Ave Maria

Minggu pagi, 14 September 2014, kami terbangun tepat waktu untuk naik bis kota ‘Ligne’ atau jalur S5 dari Musse de Cire. Bis yang lewat setiap 30 menit ini, kami harus member ‘faire signe au condecteur’ atau melambaikan tangan sebagai tanda mau ikut naik bias kepada sopir, melewati Rotande, Maison de la Presse, Haut rue de la Grotte, Sacre Caeur, Hopital dan turun di Gare atau stasiun SNCF Lourdes, bertarif E 2,4. Pulangnya ke Paris kami mendapat kereta bersambung, yaitu TRAIN 67143 dari Lourdes pk. 7.53, yang berupa kereta bisnis berhenti berulang dengan tiket bebas, tanpa nomor kursi dan gerbong. Kami melewati dan berhenti di Coarraze Nay, Pau, Artix, Orthez, Puyoo, Dax, Mortcenx, Biganos Facture, Pessac dan sampai di Bordeaux St. Jean pk. 11.08. Di stasiun yang sangat besar dengan 6 platform itu, kami harus cepat membaca pengumuman di monitor TV, bahkan harus juga berlari sangat cepat mendorong kopor, sampai gembrobyos untuk mencapai dan duduk nyaman di kereta api cepat TGV 8510 dari Bordeaux St. Jean pk. 11.18 sampai di Montparnasse Paris pk. 14.34, langsung tanpa berhenti.

Sesampai di Montparnasse Paris, kami segera mencari makan siang dan ‘les cars AirFrance’ (bis bandara) line 4. Meskipun kami masih memiliki waktu bebas 3 jam sebelum terbang pulang ke Indonesia, tetapi kami memutuskan menunggu saja ‘Aeroports de Paris CDG’ atau bandara. Kesempatan untuk melihat Avenue des Champs-Elysées, yaitu  jalan yang menghubungkan Concorde dan Arc de Triomphe, yang dijuluki ‘la plus belle avenue du monde’ atau jalan terindah di dunia, terpaksa kami kubur dalam-dalam. Juga keinginan tentang Avenue Montaigne, di sebelah Champs-Élysées, adalah rumah bagi label merek terkenal seperti Chanel, Louis Vuitton (LVMH), Dior dan Givenchy. Selain itu, Place de la Concorde yang terletak di ujung Champs-Élysées, dibangun sebagai “Palace Louis XV” atau situs guillotine yang terkenal itu. Kenangan nyaris hilang tersesat secara berulang di Paris, bahkan kejadian tidak lagi nyaris kehilangan, tetapi benar-benar kehilangan tripod untuk kamera yang tertinggal di meja ‘check in’ atau lapor diri di konter Alitalia di ‘Aeroporti di Roma’ Italia, dan kamera saku di kursi pengunjung Katedral Notre-Dame Paris, adalah bagian dari inspirasi nyaris di Perancis, yang tentu sangat membekas, meski sudah akan terbang pulang.

Sekian

*) pelancong Jawa yang tidak malu bertanya.

ditulis di atas TGV 8510 yang melaju kencang

dari Bordeaux St. Jean ke Montparnasse Paris.

Catatan : kami juga menjadi korban pemogokan global awak kabin Air France, saat pulang dan transit di Changi International Airport di Singapura, bahkan ‘terlantar’ hampir 3 jam.

Categories
anak Healthy Life Jalan-jalan sejarah

2014 Nyata di Italia

NYATA  DI  ITALIA
fx. wikan indrarto*)

Pada hari Senin dan Selasa, 8 dan 9 September 2014 kami mengikuti ERS (European Respiratory Society) International Congress 2014 yang diselenggarakan di ICM (Internationales Congress Center Munchen) di Messegelande, Munchen, Bavaria, Jerman. Setelah selesai acara konggres, kami meninggalkan Munchen, Jerman menuju Roma, Italia dengan menggunakan kereta api internasional City Night Line (CNL) 485, gerbong 255, bed 91 dan 92, Rabu 9 September 2014, berangkat pk. 21.08 dari Hauptbahnhof Central Station. Di dalam gerbong kelas 2 berharga tiket E 333.6, terdapat 6 tempat tidur bertingkat 3, dalam 2 baris pada 1 kamar. Kami berdua dapat bed paling bawah, sehingga tidak perlu memanjat tangga.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/05/22/2014-pancen-munchen/

.

Kereta melewati kota Kufstein di Jerman, Woergl, Jenbach, Inssbruck, Brennero atau Brener di Austria, lalu menyeberang ke Fortezza, Bressanone Brixen, Bolzano, Trento, Rovereto, Verona, Bologna, Firenze, Chiusi, Chiano, Orvieto dan akan turun di Roma Termini. Kami melewati tunnel (terowongan di bawah laut) di antara pulau Sprogo dan Zealand, sepanjang 8 km dalam waktu 4 menit. Kereta CNL berganti lokomotif 2 kali, yaitu di Fortezza dan Chiano, sehingga kami berganti posisi arah jalan juga 2 kali, dan yang terakhir dengan ditarik lokomotif milik Trenitali, sampai memasuki kota Roma.

 
DSC04410
 
DSC04413

City Night Line (CNL) 485
di Hauptbahnhof Munchen Central Station, Jerman

City Night Line (CNL) 485,
gerbong 255, bed 91, dari Jerman
menuju Italia

.

Roma adalah ibu kota Italia, ibu kota Provinsi Roma dan juga ibu kota daerah Lazio. Sebagai kota terbesar di Italia, Roma mempunyai populasi sebesar 2.823.807 jiwa (2004) dengan hampir 4 juta di daerah metropolitan. Sejarah kota ini sangat panjang, hampir 2.800 tahun. Ada bukti arkeologi manusia purba di daerah Roma sekitar 14.000 tahun yang lalu, disebut jaman Palaeolithic dan situs Neolitik. Cerita tradisional yang diwariskan oleh orang-orang Romawi kuno menjelaskan sejarah awal kota mereka dalam legenda dan mitos. Yang paling akrab mitos ini, dan mungkin yang paling terkenal dari semua mitos Romawi, adalah kisah Romulus dan Remus, si kembar yang disusui oleh seekor serigala betina. Mereka memutuskan untuk membangun sebuah kota, tapi pada akhirnya Romulus membunuh saudaranya. Menurut analis, ini terjadi pada 21 April 753 SM. Selama itu, kota ini pernah menjadi pusat Kerajaan Romawi, Republik Romawi dan Kekaisaran Romawi, dan belakangan negara Kepausan, Kerajaan Italia, dan kini Republik Italia.

.

Segera setelah Perang Dunia I selesai, Roma mengalami tumbuhnya kekuatan Fasisme Italia, yang dipimpin oleh Benito Mussolini, yang berbasis di Roma pada tahun 1922. Pada akhirnya Mussolini mendeklarasikan Kekaisaran Italia baru dan bersekutu dengan Nazi Jerman. Dalam Perang Dunia II, karena pengaruh dan kehadiran Vatikan, sebagian besar wilayah kota Roma lolos dari takdir tragis seperti kota-kota Eropa lainnya.

.

Roma telah menjadi situs ziarah Kristen (tepatnya pemeluk agama Katolik Roma) yang utama sejak Abad Pertengahan. Paus adalah pemimpin spiritual pemeluk Katolik dan tokoh paling berpengaruh sejak awal sejarah gereja. Meskipun sempat terjadi perselisihan antara Kepausan dan Kekaisaran Romawi saat Charlemagne, dinobatkan sebagai kaisar pertama di Roma pada tahun 800 oleh Paus Leo III, tetapi Roma sebagai pusat Kepausan dan “kota suci”, tetap berlangsung selama berabad-abad, bahkan ketika Kepausan pindah sebentar ke Avignon di Perancis (1309-1377). Umat Katolik percaya bahwa Vatikan adalah tempat peristirahatan terakhir Santo Petrus, pemimpin murid Yesus Kristus. Orang-orang Katolik dari seluruh dunia mengunjungi Vatikan, yaitu istana kepausan yang berada di dalam kota Roma. Kami juga berkehendak baik sebagai salah satu peziarah.

.

Kami memasuki pelataran Stasiun Kota Roma Termini Rabu, 9 September 2014, pk. 9.20. Segera kami bergegas naik taxi resmi warna putih, sebuah sedan VW, untuk menuju penginapan kami di CIAM (Centro Internazionale di Animazione Missionaria) via Urbano VIII no 16, Roma (Citta del Vaticano). Gedung tempat retret dan kegiatan kerohanian ini dibangun atas ide Mgr. Fulton Sheen Vescove Ausiliare (Uskup New York, USA), yang berada di dalam tembok beteng Vatikan. Kami menginap 2 malam di situ dengan tariff E 160, atas kebaikan hati Rm. Agus Widodo, Pr yang sedang studi S3 di Agustiano College Roma. Basilika (Katedral besar) Santo Petrus adalah tujuan utama peziarah, karena kehadiran paus dan merupakan makam banyak paus sebelumnya di sana, termasuk St. Petrus (St. Peter), yang diakui oleh umat Katolik sebagai Paus pertama.

.

 
Italia
 
DSC04478

Palazzo Senatorio,
Rome City Hall, pusat kota Roma, Italia

CIAM (Centro Internazionale di Animazione Missionaria) di dalam beteng batu bata kota Vatikan

.

Wilayah Kota Vatikan adalah bagian dari Mons Vaticanus (Bukit Vatikan), di mana terdapat Basilika Santo Petrus, Istana Apostolik, Kapel Sistina, dan museum Vatican. Wilayah ini bagian dari Rione Romawi Borgo sejak tahun 1929 dan dipisahkan dari kota Roma oleh sungai Tiber. Daerah itu merupakan bagian kota yang dilindungi oleh benteng batu bata merah sepanjang 3,2 km sejak jaman Paus Leo IV, kemudian diperluas oleh Paus Paul III, Pius IV, dan Urban VIII. Setelah menitipkan barang bawaan di kamar, kami segera bergegas menuju Basilika Santo Petrus. Kami akan mengikuti ‘Al Termine Dell’udienza Generale’ atau audiensi umum dengan Bapa Suci Sri Paus Fransiscus setiap hari Rabu. Kami segera menuju Terminal Gianicolo, melewati stazione San Pietro dan memasuki lapangan Santo Petrus yang sangat penuh peziarah, atas undangan resmi dari Prefettura Della Casa Pontificia (Tahta Suci).

.

 
St. Petro Roma
 
Paus Fransiscus

Dari Indonesia di antara lautan peziarah
dari seluruh dunia di Vatikan City

Bapa Suci Sri Paus Fransiscus
menyapa peziarah
di Lapangan Santo Petrus

.

Diperkirakan bahwa daerah di kota pinggiran kota Roma yang sebelumnya tidak dihuni ini (ager vaticanus), sudah selalu dianggap suci, bahkan sebelum kedatangan agama Kristen perdana. Pada tahun 326, gedung gereja pertama dibangun di atas tempat yang diperkirakan sebagai makam Santo Petrus. Sejak itu, tempat ini semakin banyak dihuni dan menjadi padat penduduk. Ketika Lateran Treaty ditandatangani pada 11 Februari 1929, juga dikenal dengan nama Concordat, oleh Kardinal Gaspari yang mewakili Paus Pius XI dan Benito Mussolini yang mewakili Raja Victor Emmanuel III, Lapangan Santo Petrus di dalam Kota Vatikan, terpisah dari wilayah Italia hanya dengan garis putih di sepanjang batas lapangan, sampai menyentuh Piazza Pio XII. Lapangan Santo Petrus yang kami kunjungi, dapat dicapai melalui Via della Conciliazione, yang membentang dari Sungai Tiber sampai ke Basiliki Santo Petrus. Kompleks besar ini dirancang oleh arsitek Piacentini dan Spaccarelli, atas perintah Diktator Benito Mussolini dan sesuai dengan ide gereja. Menurut Lateran Treaty, Tahta Suci, sebutan lain untuk Vatikan, yang terletak di dalam wilayah Italia, termasuk Istana Paus Castel Gandolfo dan basilika utama, diberikan status ekstrateritorial, mirip dengan kedutaan negara asing. Sejak itu Vatikan atau lebih lengkap disebut sebagai Kota Vatikan, dengan nama resmi Negara Kota Vatikan (Stato della Città del Vaticano), merupakan negara merdeka terkecil di dunia, dari segi luas wilayah yaitu 0,44 km² dan jumlah penduduk.

.

Sejak siang itu kami akrab dengan tulisan benvenuti (selamat datang), livello (level), uscita (exit), uscita di emergenza (pintu egermensi), zucchero (gula), leFrescheBiscottate, croissant (biscuit kering) dan vietato fumare (no smoking). Proprieta Privata (daerah khusus penghuni). Pada sore harinya, kami ditemani Rm. Agus Widodo, Pr memasuki Basilika Santo Petrus. Baik di dalam dan luar gedung basilika St. Petrus, lansekap dan bangunan ini  adalah ekspresi seni dan arsitektur era Renaissance, yang menampilkan karya Michelangelo, Bernini, Raphael dan Bramante. Lokasi pembangun basilika dipilih oleh Kaisar Konstantinus pada abad keempat. Pada zaman Romawi kuno, orang yang meninggal akan dikremasi. Setelah era gereja perdana yang religius, praktek penguburan adalah hal yang wajib dilakukan, seperti  oleh kaum Yahudi dan Kristen.  Monumen pemakaman dan prosesi pemakaman diizinkan di sepanjang jalan menuju ke kota. Orang Kristen pada abad kedua membuat kuburan komunal di katakombe, ruang bawah tanah gereja yang  diukir dari batuan tufa vulkanik lembut, dan menjadi sangat populer hingga saat ini. Pengunjung dapat berkeliling sampai beberapa  kilometer, mulai dari terowongan dengan ukiran makam yang rumit di beberapa situs, dan salah satu yang terbesar dan terpopuler  adalah ‘Catacombs of San Sebastian’. Sore itu kami sangat terkagum-kagum, atas keindahan karya seni Basilika Santo Petrus dan makam para paus di dalam dan di bawah basilica.

.

 
Lansekap Vatikan
 
Katakombe Vatikan
Lansekap Lapangan Santo Petrus, ekspresi seni dan arsitektur era RenaissanceKatakombe di bawah Basilika Santo Petrus di Vatikan City

.

Roma mampu bersaing dengan kota-kota besar Eropa lain dalam hal kekayaan, keagungan, seni, pendidikan dan arsitektur. Periode Renaissance mengubah wajah Roma secara dramatis, dengan karya-karya seperti Pietà oleh Michelangelo dan lukisan-lukisan dinding dari Borgia Apartment, yang semuanya dilakukan selama Paus Innocent. Roma mencapai titik tertinggi kemegahan pada jaman Paus Julius II (1503-1513) dan penerusnya Leo X dan Clement VII. Dalam jangka waktu dua puluh tahun ini, Roma menjadi salah satu pusat seni terbesar di dunia. Basilika Santo Petrus tua yang dibangun oleh Kaisar Konstantinus Agung (yang saat itu berada dalam keadaan rusak), dihancurkan dan yang baru mulai dibangun. Kota ini menjadi panggung artis seperti Ghirlandaio, Perugino, Botticelli dan Bramante, yang membangun kuil San Pietro in Montorio dan merencanakan proyek besar untuk merenovasi Vatikan. Raphael, yang di Roma menjadi salah satu pelukis paling terkenal dari Italia, menciptakan lukisan dinding di Villa Farnesina, para Raphael Rooms, ditambah banyak lukisan terkenal lainnya. Michelangelo mendekorasi langit-langit Kapel Sistina dan membuat patung Musa untuk makam Julius II. Setelah puas melihat tanpa memfoto karena keterbatasan kemampuan kamera, kami segera bergegas untuk menuju Ristorante Cinese Yuqilin. Perut kami menjadi kenyang karena menu Asia, yaitu Omelette (telor dadar), Tou Fu (tahu), Verdure Cinese (sayur). Setelah itu kami membeli tiket bis ‘Biglietto Integrato a Tempo vale 100 minute, 1 sola corsa metro/treno Transporto Publico Locale di ATAC (autobus, tram e metropolitana)’, yang akan kami gunakan untuk jalan-jalan. Tiket angkutan umum di Roma berlaku sesuai waktu untuk masa 100 menit, tidak tergantung jarak dan tujuan.

.

Kamis, 11 September 2014 yang gerimis, kami meninggalkan kamar 211 CIAM dengan berjalan kaki menuju Cavallegeri di dekat Terminal Gianicolo. Kami akan turun di Piezza Venezia dengan naik bis umum. Di Roma bis dan kendaraan lain melintas di jalan yang disusun dari batu tanpa aspal sama sekali, sehingga Roma disebut sebagai Kota Abadi atau The Eternal City. Kami naik bis no 46, berkenalan dengan seorang pastor dari Toledo, Spanyol yang memberkati kami berdua pada akhir perjumpaan kami di terminal bis Piezza Venezia. Pada tahun 1870, saat Roma menjadi ibu kota Kerajaan Italia, gaya bangunan neoklasisisme berpengaruh dominan dalam arsitektur Romawi. Selama periode ini, banyak istana besar dalam gaya neoklasik dibangun, untuk menjadi kantor kementerian, kedutaan besar, dan lembaga tinggi lainnya. Salah satu simbol paling terkenal dari neoklasisisme Romawi adalah Monument Vittorio Emanuele II atau “Altar Tanah”, dimana Makam Prajurit Tak Dikenal, yang mewakili 650.000 orang tentara Italia yang gugur dalam Perang Dunia I. Dengan berjalan kaki dari Piezza Venezia, kami menyeberang Fori Imperiati dan Il Vittoriano : Monumento Della Celebrazione, yang dibangun tahun 1878, untuk mengenang Kaisar Vittorio Emanuele II. Saat ini gedung tersebut digunakan sebagai museum, yaitu Museo Nazionale Emigrazione Italiana. Di belakangnya ada Gereja Santa Maria in Ara Coeli, di dalam sebuah areal arkeologis yang dinamakan Foro di Augusto.

.

 
DSC04479
 
DSC04488

Monumento Della Celebrazione Il Vittoriano, terlihat dari Piazza Venezia

Foro Di Cesare, Situs arkeologis Peninggalan Romawi di Italia

.

Kami segera bergegas dalam ketakjuban arkeologis, memasuki Foro Romano. Sepanjang jalan yang tertata rapi tersebut, dilengkapi banyak patung para kaisar Romawi, termasuk IMP Caesari Nervae Traiano Optimo Principi, dan Piazza e Statua Equestre di Traiano. Kami memasuki ‘I Fori di Roma’ dengan 6 kompleks peninggalan arkeologis, yaitu Foro Romano yang utama, kemudian Foro Di Cesare, Foro di Augusto, Foro Della Pace, Foro di Nerva dan Foro di Traiano. Foro Romano memiliki 31 buah tempat ekskavasi arkeologis, no 1 yaitu Tabularium dan no 31 adalah Via Sacra dan yang utama adalah Basilica di Massenzio. Sedangkan Foro Di Cesare ada 3 tempat yang menarik, yang utama adalah Necropoli protostorica.

.

Menurut sejarah Romawi, areal di dalam tembok kota, yaitu Servian Wall, yang dibangun oleh bangsa Galia pada sekitar tahun 390 SM. Batas ini meliputi sebagian besar perbukitan Esquiline dan Caelian. Servian Wall di Roma dibangun sampai hampir selama 700 tahun, sampai pada tahun 270, saat Kaisar Aurelian mulai membangun Tembok Aurelian. Tembok baru ini memanjang hampir 19 kilometer (12 mil) dan menjadi bagian sistem pertahanan kota pada perang tahun 1870 dan bertahan sampai sekarang dalam kompleks yang disebut ‘I Fori di Roma’. Salah satu simbol dari kejayaan masa lalu Roma adalah Colosseum (70-80 AD), amphitheatre terbesar yang pernah dibangun di jaman Kekaisaran Romawi. Awalnya mampu menampung 60.000 penonton yang duduk, untuk menyaksikan pertempuran gladiator. Monumen penting dari situs Romawi kuno meliputi Roman Forum, Domus Aurea, Pantheon, Kolom Trayanus, Pasar Trajan, Catacombs, Circus Maximus, Baths of Caracalla, Castel Sant’Angelo, Mausoleum Augustus, Ara Pacis, Arch of Constantine, Piramida Cestius, dan Bocca della Verità.

.

 
DSC04499
 
DSC04492
Colosseum, amphitheatre terbesar di jaman Kekaisaran Romawi, dapat menampung 60.000 penontonArch of Constantine
gerbang utama menuju Colosseum

.

Karena kehujanan pada akhir musim panas di Colosseum, kami segera pulang dengan naik bis kota nomor 916 ke arah Tassoni dan akan turun di Cavallegeri. Kami melewati Palazio Altieri, Chiesa Nuova, dan Sassia, untuk menuju Musei Vaticani dan Capella Sistina. Dengan berjalan kaki dari Cavallegeri, kami memasuki kembali areal Lapangan Santo Petrus. Dengan menyeberangi lapangan yang padat peziarah tersebut, kami melewati titik ziarah yang cukup populer yaitu tangga Pontius Pilatus. Menurut tradisi Kristen, tangga ini dibangun menyerupai langkah yang mengarah ke gedung pengadilan jaman Pontius Pilatus menghukum mati Yesus Kristus di Yerusalem. Di situlah, Yesus Kristus berdiri untuk memulai sengsara-Nya dalam perjalanan ke Bukit Golgota. Tangga tersebut dibawa ke Roma oleh St Helena di abad ke-4. Keindahnnya tidak kalah dibandingkan karya arsitektur era Renaissance, yaitu Piazza del Campidoglio oleh Michelangelo, Palazzo del Quirinale (sekarang istana Presiden Republik Italia), Palazzo Venezia, Palazzo Farnese, Palazzo Barberini, Palazzo Chigi (sekarang kantor Perdana Menteri Italia), Palazzo Spada, Palazzo della Cancelleria, dan Villa Farnesina. Juga Panorama Piazza del Campidoglio yang sangat menarik, dengan Patung Berkuda Marcus Aurelius yang gagah, dibangun selama era Baroque. Yang utama adalah Piazza Navona, Piazza di Spagna, Campo de ‘Fiori, Piazza Venezia, Piazza Farnese, Piazza della Rotonda dan Piazza della Minerva. Salah satu contoh yang paling eksotis sebagai simbol seni aliran Baroque adalah Fontana di Trevi oleh Nicola Salvi dan Palazzo Madama, sekarang digunakan sebagai gedung Senat Italia dan Palazzo Montecitorio, sekarang kantor wakil perdana menteri Italia.

.

Pada tahun 1266, saat Paus meninggal, para kardinal bertemu di Viterbo, tetapi tidak mampu menyetujui tentang penggantinya. Masyarakat kota Roma menjadi marah tentang itu, mengunci pintu gedung di mana mereka bertemu, memenjarakan mereka sampai mereka telah memilih paus yang baru. Periode ini menandai lahirnya ‘konklaf’ yang berarti kunci, dalam pemilihan seorang paus baru. Konklaf terakhir pada tahun 2013, dilakukan di Kapel Sistina di dalam kompleks Museum Vatikan, untuk memilih Paus Farnsiscus.

.

 
Tangga Museum Vatikan
 
DSC04508
Tangga Melingkar di Museum VatikanGerbang keluar Mesei Vaticani

.

Setelah melewati Guardaroba (ruang pemeriksaan barang) dan biglietteria (ticket), kami bergegas untuk pulang ke penginapan. Kedua kaki sudah terasa penat berjalan kaki jauh sekali, tetapi kedua mata dan kedalaman hati terasa tergagap, tidak mampu mengucapkan komentar, atas semua keindahan dan keajaiban seni yang telah kami nikmati. Malam ini kami tertidur pulas, setelah menyiapkan diri untuk menuju Rome-Fiumicino Leonardo da Vinci International Airport menuju ke Paris, dini hari Jumat, 12 september 2014.

Akan bersambung dengan petualangan di Perancis

*) pelancong Jawa bermodal niat Ditulis di kamar 116 CIAM (Centro Internazionale di Animazione Missionaria) via Urbano VIII no 16, Roma (Citta del Vaticano).

baca :  https://dokterwikan.wordpress.com/2018/05/23/2014-nyaris-di-perancis/

wa.me/
wa.me
Halo, ada yang dapat dibantu?