Categories
Istanbul

2019 Vaksin Dengue

Gambar terkait

VAKSIN DENGUE

fx. wikan indrarto*)

Secara nasional, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia tahun 2019 semakin bertambah. Berdasarkan data yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan RI, jumlah kasus DBD sampai Selasa, 29 Januari 2019 mencapai 13.683 orang dengan jumlah korban meninggal dunia 133 jiwa. Apa yang harus dilakukan?

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/02/08/2019-eliminasi-dengue/

Gambar terkait

Demam Berdarah Dengue (Dengue) adalah penyakit infeksi oleh virus Dengue, sebuah flavivirus yang ditularkan oleh nyamuk, yang telah menyebar ke sebagian besar wilayah subtropis dan tropis. Tidak ada terapi pada Dengue yang spesifik dan tindakan pencegahan saat ini masih terbatas pada pengendalian vektor nyamuk. Vaksin Dengue diharapkan berperan besar dalam pengendalian penyakit ini, karena epidemi global Dengue meningkatkan kekhawatiran semua pihak. WHO menargetkan vaksin menjadi bagian yang terintegrasi pada strategi pencegahan dan kontrol Dengue (2012-2020). WHO Strategis Advisory Group of Experts (SAGE) tentang Imunisasi telah memberikan ulasan tentang vaksin Dengue pada bulan April 2016, dan banyak negara dianjurkan mempertimbangkan penggunaan vaksin Dengue di areal geografis (nasional atau regional), dengan endemisitas tinggi.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/02/04/2019-dengue-dalam-era-jkn/

Hasil gambar untuk vaksin dengue jurnal

Data epidemiologi infeksi dengue di Indonesia menunjukkan bahwa angka kematian telah dapat diturunkan dari 46% pada tahun 1965, menjadi tinggal 0,85% pada tahun 2015. Namun demikian, kejadian infeksi dengue semakin meningkat setiap tahun. Data ini mendukung untuk pemberian vaksin dengue sebagai tambahan intervensi dalam strategi penanggulangn infeksi dengue. Vaksin dengue pertama, Dengvaxia® (CYD-TDV) yang diproduksi oleh industri farmasi Sanofi Pasteur, pertama kali terdaftar di Meksiko pada bulan Desember 2015.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/01/30/2019-tantangan-kesehatan-global/

Hasil gambar untuk vaksin dengue jurnal

Penelitian efikasi atau keampuhan vaksin dengue telah dilakukan di lima negara Asia (Viet Nam, Thailand, Filipina, Malaysia dan Indonesia) dengan lima negara Amerika Latin (Brazil. Colombia, Honduras, Meksiko dan Puerto Rico). Hasilnya menunjukkan bahwa Dengvaxia® mempunyai keamanan dan efikasi yang baik pada daerah endemis dengue, dengan tingkat kejadian infeksi dengue yang terbukti dalam serum atau seroprevalens mencapai lebih dari 70%, pada anak yang berusia lebih dari 9 tahun. Data ini telah dibuktikan dengan uji klinis fase 3 yang dapat dipercaya, yaitu valid dan reliabel. Vaksin Dengvaxia® terbukti dapat mengurangi kejadian dengue ringan atau simptomatik sampai sebanyak 65,5%, mengurangi perawatan di RS sebesar 80,8%, dan mengurangi dengue berat mencapai 92,9%. Keampuhan atau efikasi vaksin pada keempat jenis serotipe virus dengue bervariasi, yaitu untuk DENV-1 : 58,4% (95%CI: 47,7-66,9), DENV-2 : 47,1% (95%CI: 31,3-59,2), DENV-3 : 73,6% (95%CI: 64,4-80,4) dan DENV-4 83,2 (95%CI: 5,9-76,1)

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/01/31/2019-tantangan-kesehatan-global-2/

Gambar terkait

Penelitian tentang kejadian infeksi dengue yang dibuktikan dengan pemeriksaan antibodi anti dengue pada serum darah atau studi seroprevalens di Indonesia, telah dilakukan di 30 kabupaten pada 3.198 anak usia 1-18 tahun. Hasilnya menunjukkan bahwa 81% anak pada umur 9 tahun dan 95% remaja pada umur 18 tahun pernah mengalami infeksi dengue, yang disebut seropositif dengue, setidaknya satu kali. Temuan ini menjadi dasar BPOM Indonesia menerima vaksin dengue Dengvaxia® sesuai rekomendasi WHO (2016), bahwa vaksin dengue hanya dianjurkan untuk diberikan pada daerah endemis dengan seroprevalens 70% atau lebih.

Hasil gambar untuk vaksin dengue jurnal

Vaksin ini memiliki hasil efikasi terbaik pada anak usia 9-16 tahun, sedangkan apabila diberikan di bawah usia 9 tahun, justru akan meningkatkan resiko untuk mengalami dengue yang berat, khususnya pada anak dengan kelompok usia 2-5 tahun. Jadi vaksin Dengue dapat diberikan pada anak usia 9-16 tahun sebanyak 3 dosis, dengan jadwal 0, 1 dan 6 bulan. Pemberian vaksin juga dapat dimulai kapan saja sejak anak berusia 9 hingga 16 tahun.

Hasil gambar untuk vaksin dengue

Vaksin Dengue tetap dapat diberikan walaupun anak sudah pernah mengalami infeksi Dengue. Hal ini dikarenakan pada saat anak terinfeksi Dengue, hampir tidak mungkin anak tersebut terinfeksi 4 serotipe virus sekaligus. Biasanya anak hanya terkena satu serotipe virus saja pada satu kali infeksi. Dengan pemberian vaksin Dengue yang mengandung 4 serotipe, anak yang sudah terinfeksi akan tetap membentuk kekebalan terhadap serotipe lain yang belum menginfeksi anak tersebut. Karena vaksin Dengue belum masuk ke dalam program imunisasi nasional maka saat ini vaksin tersebut belum terdapat di Puskesmas. Saat ini, vaksin hanya terdapat pada klinik atau rumah sakit terdekat atau pada praktek dokter spesialis anak swasta. Harga vaksin masih cukup mahal yaitu sekitar Rp. 1 juta per 1 kali pemberian vaksin. Namun, harga tersebut relatif lebih murah bila dibanding dengan biaya perawatan anak di RS, jika terkena demam berdarah dengue, apalagi jika harus dirawat intensif di ICU.

Hasil gambar untuk vaksin dengue

Ketua Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Prof. Dr. Cissy B. Kartasasmita, MSc, PhD, SpA(K) pada Jumat, 8 Desember 2017 telah memberikan rekomendasi untuk segenap dokter spesialis anak anggota IDAI untuk menganjurkan pemberian vaksin dengue. Vaksin Dengue yang beredar saat ini adalah vaksin buatan Sanofi Pasteur yang telah menyelesaikan penelitian uji klinis fase III, sebagaimana dijelaskan oleh Dr. Ari Prayitno, SpA(K) selaku tim anggota uji klinis vaksin Dengue di Indonesia. Pemberian vaksin Dengue Dengvaxia® dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu secara individual dan massal. Vaksinasi Dengvaxia® individual dilakukan jika anak telah diketahui pernah terinfeksi dengue (seroprositif). Namun demikian, jika status infeksi anak tidak diketahui, maka pada anak dianjurkan untuk dilakukan pemeriksaan serologi IgG anti dengue terlebh dahulu, dan vaksinasi hanya diberikan jika anak mempunyai IgG anti dengue positif atau pernah terinfeksi dengue.

Hasil gambar untuk vaksin dengue

Vaksinasi dengue Dengvaxia® secara massal, misalnya melalui program BIAS (Bulan Imunisasi di Sekolah), sementara ini tidak dianjurkan. Hal ini karena pemeriksaan skrining antibodi anti dengue (IgG anti dengue) tidak mungkin dilakukan secara massal, terkait biayanya yang tidak murah. Pemberian vaksin Dengue pada anak usia 9-16 tahun sebanyak 3 dosis, sangat dianjutkan untuk anak yang tinggal di daerah endemis Dengue.

Sudahkah kita bijak?

Sekian

Yogyakarta, 26 Februari 2018

*) Sekretaris IDI Wilayah DIY, dokter spesialis anak di RS Panti Rapih Yogyakarta, Lektor di FK UKDW, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161, e-mail : fxwikan_indrarto@yahoo.com

Categories
Istanbul

2019 IUR BIAYA

Hasil gambar untuk iur biaya bpjs

IUR BIAYA

fx. wikan indrarto*)

Hampir semua negara saat ini telah membelanjakan lebih banyak untuk biaya layanan kesehatan, tetapi rakyat tetap masih harus melakukan iur biaya atau membayar dari kantong mereka sendiri yang terlalu banyak. Apa yang mencemaskan?

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/01/09/2019-biaya-uhc/

Pengeluaran untuk sektor kesehatan tumbuh lebih cepat daripada sektor ekonomi global lainnya, menyumbang 10% dari Produk Domestik Bruto global. Sebuah laporan baru tentang pengeluaran sektor kesehatan global dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dikeluarkan pada hari Rabu, 20 Februari 2019, dengan judul ‘A new report on global health expenditure.’ Laporan ini  mengungkapkan peningkatan cepat pengeluaran sektor kesehatan global, yang khususnya terlihat di negara berpenghasilan rendah dan menengah, di mana belanja sektor kesehatan tumbuh rata-rata 6% setiap tahun, dibandingkan dengan hanya 4% di negara berpenghasilan tinggi.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/07/09/2018-mutu-dan-biaya/

Hasil gambar untuk iur biaya

Biaya kesehatan terdiri dari pengeluaran pemerintah, pembayaran langsung, yaitu warga membayar oleh mereka sendiri (out-of-pocket expenses), dan sumber-sumber lain seperti asuransi kesehatan sukarela, program kesehatan yang disediakan pemberi kerja atau pengusaha, dan pendanaan oleh organisasi non-pemerintah. Pemerintah menanggung rata-rata 51% dari pengeluaran untuk biaya kesehatan suatu negara, sementara lebih dari 35% berasal dari iur biaya atau pengeluaran oleh warga masyarakat sendiri. Salah satu konsekuensi dari fenomena ini adalah 100 juta orang secara global, akan jatuh dalam kemiskinan ekstrim setiap tahun.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/02/11/2019-dokter-virtual/

Hasil gambar untuk iur biaya

Telah terjadi tren peningkatan pendanaan publik domestik untuk biaya kesehatan di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Selain itu, juga menurunnya pendanaan eksternal di negara berpenghasilan menengah, dan ketergantungan pada iur biaya atau pengeluaran sendiri, yang cenderung menurun di seluruh dunia, meskipun lambat. Peningkatan pengeluaran domestik sangat penting untuk mencapai cakupan kesehatan semesta atau Universal Health Couverage (UHC) dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang terkait dengan kesehatan. Namun demikian, pengeluaran untuk layanan kesehatan sebenarnya bukan biaya, tetapi dana itu adalah investasi dalam pengurangan kemiskinan, meningkatkan lapangan pekerjaan, produktivitas, dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, untuk terwujudnya masyarakat yang lebih sehat, lebih aman, dan lebih adil.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/02/04/2019-dengue-dalam-era-jkn/

Hasil gambar untuk biaya kesehatan

Di negara berpenghasilan menengah, pengeluaran sektor kesehatan pemerintah per kapita telah naik berlipat dua sejak tahun 2000. Rata-rata, pemerintah membelanjakan US $ 60 per orang untuk sektor kesehatan di negara berpenghasilan menengah ke bawah, dan hampir US $ 270 per orang di negara berpenghasilan menengah ke atas. Hal yang menarik adalah ketika pengeluaran pemerintah untuk sektor kesehatan meningkat, rakyat justru cenderung akan jatuh ke dalam kemiskinan dalam membiayai layanan kesehatan. Hal ini disebabkan karena pengeluaran pemerintah hanya mengurangi ketidakadilan (inequities) dalam akses kepada fasilitas kesehatan. Oleh sebab itu, alokasi pendanaan pemerintah harus direncanakan dengan lebih berhati-hati, untuk memastikan bahwa seluruh rakyat dapat memperoleh layanan kesehatan primer.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/06/13/2018-uhc-di-indonesia/

Hasil gambar untuk biaya kesehatan

Hanya 8 dari 30 negara yang datanya tersedia secara transparan, menghabiskan setidaknya US $ 40 per orang untuk biaya layanan kesehatan primer per tahun. Tenaga kesehatan profesional sangat penting untuk memberikan layanan kesehatan primer, namun di seluruh dunia saat ini diperkirakan memiliki kekurangan 18 juta pekerja kesehatan, termasuk dokter. Layanan kesehatan primer adalah pendekatan untuk kesehatan dan kesejahteraan yang berpusat pada kebutuhan dan keadaan individu, keluarga dan masyarakat, untuk tujuan kesehatan dan kesejahteraan fisik, mental dan sosial yang komprehensif dan saling terkait.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/09/13/2018-tahap-menuju-uhc/

Hasil gambar untuk biaya kesehatan

Kesehatan adalah hak asasi manusia dan semua negara perlu memprioritaskan layanan kesehatan primer yang efisien dan hemat biaya. Layanan kesehatan primer dapat mencakup sebagian besar kebutuhan kesehatan seseorang sepanjang hidup mereka, mulai dari pencegahan dan perawatan, hingga rehabilitasi dan terapi paliatif. Setidaknya setengah dari 7,3 miliar orang di dunia masih belum mampu mendapatkan secara penuh, layanan kesehatan esensial tersebut.

Hasil gambar untuk biaya kesehatan

Di negara berpenghasilan rendah dan menengah, data baru menunjukkan bahwa lebih dari setengah pengeluaran sektor kesehatan dikhususkan untuk biaya di layanan kesehatan tingkat primer. Namun demikian, hanya kurang dari 40% dari semua pengeluaran untuk layanan tersebut, yang benar-benar berasal dari dana pemerintah. Pada hal, semua (yaitu 194) Negara Anggota WHO, telah mengakui pentingnya layanan kesehatan primer saat mengadopsi Deklarasi Astana Oktober 2018 yang lalu. Sekarang semua pemerintah harus bertindak berdasarkan isi deklarasi itu dan memprioritaskan pengeluaran untuk biaya layanan kesehatan primer yang berkualitas di masyarakat.

Hasil gambar untuk biaya kesehatan

Dengan meningkatnya belanja domestik oleh masing-masing negara, proporsi pendanaan yang disediakan oleh bantuan eksternal termasuk lembaga donor luar negeri, telah turun menjadi kurang dari 1% dari pengeluaran kesehatan global. Hampir setengah dari dana eksternal saat ini digunakan untuk tiga penyakit infeksi, yaitu pengelolaan HIV / AIDS, Tuberculosis (TBC) dan malaria. Meskipun telah terjadi transisi pendanaan di berbagai negara menjadi pendanaan domestik dalam sistem kesehatan nasional, namun bantuan eksternal tetap penting bagi banyak negara, terutama negara-negara berpenghasilan rendah.

Hasil gambar untuk biaya kesehatan

Rakyat yang masih harus melakukan iur biaya (out-of-pocket expenses), seharusnya ditekan serendah mungkin, khususnya saat mengakses layanan kesehatan primer. Hal tersebut telah diatur secara tegas dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Indonesia.

Sudahkah kita mematuhinya?

Sekian

Yogyakarta, 22 Februari 2019

*) Sekretaris IDI Wilayah DIY, dokter spesialis anak di RS Panti Rapih, Lektor di FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161

 

Categories
Istanbul

2019 Mencegah Kanker Serviks

Gambar terkait

MENCEGAH KANKER SERVIKS

fx. wikan indrarto*)

Setiap tahun, lebih dari 300.000 wanita meninggal karena kanker serviks atau leher rahim. Lebih dari setengah juta wanita secara global didiagnosis kanker tersebut, yang artinya setiap menit, seorang wanita didiagnosis menderita kanker serviks. Apa yang sebaiknya disadari?

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/02/04/hari-kanker-sedunia-2018/

Hasil gambar untuk vaksin hpv dengan bpjs

Sembilan dari 10 wanita yang meninggal karena kanker serviks tinggal di negara miskin. Hal ini berarti sebagian besar wanita yang paling rentan di bumi kita ini, mengalami penderitaan yang tidak perlu (dying unnecessarily), sehingga ini tidak adil. Meningkatnya kematian wanita akibat kanker serviks, terbukti merusak prestasi bidang kesehatan ibu dan anak. Perbedaan luaran klinis saat ini, terutama dalam kemampuan bertahan hidup dari kanker serviks, bervariasi antara 33-77%, sehingga tidak dapat diterima dan seharusnya segera diminimalkan.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/02/10/2019-hari-kanker-anak-internasional/

Hasil gambar untuk vaksin hpv dengan bpjs

Kanker serviks adalah salah satu bentuk kanker yang sebenarnya paling dapat dicegah dan disembuhkan, asalkan terdeteksi secara dini dan dikelola secara efektif. Terjadinya kasus baru dapat dikurangi dengan dua cara, yaitu vaksinasi HPV (Human Papilloma Virus) dan skrining serviks, yang dilanjutkan dengan mengikuti pengobatan untuk mencegah terjadi perubahan awal (lesi pra kanker), sebelum kanker serviks benar-benar terjadi. Saat ini, sebagian besar wanita dengan kanker serviks didiagnosis pada stadium lanjut, di mana peluang untuk penyembuhannya kecil. Hal ini diperparah oleh kurangnya akses kepada layanan medis yang menyelamatkan jiwa, dalam sistem kesehatan nasional.

Hasil gambar untuk vaksin hpv dengan bpjs

WHO merekomendasikan bahwa semua anak perempuan secara global divaksinasi HPV dan bahwa setiap perempuan di atas 30 tahun harus diperiksa dan diberikan perawatan untuk kelainan atau lesi pra-kanker pada serviks. Untuk mencapai tujuan itu, diperlukan teknologi dan strategi inovatif dalam meningkatkan akses ke diagnosis dan pengobatan kanker serviks invasif pada tahap awal. Selain itu, juga perlu dipastikan adanya ketersediaan perawatan paliatif untuk penderita yang membutuhkannya.

Hasil gambar untuk vaksin hpv dengan bpjs

Semua layanan tersebut harus menyatu dalam sistem kesehatan nasional setiap negara, yang ditujukan untuk memberikan cakupan kesehatan semesta atau Universal Health Couveraga (UHC). Negara-negara berpenghasilan tinggi telah menunjukkan bahwa hal tersebut adalah mungkin dan dapat dicontoh, sehingga sekarang adalah waktu yang tepat untuk mencapai eliminasi global (now is the time for global elimination).

Hasil gambar untuk uhc

Pada Mei 2018, Direktur Jenderal WHO Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus membuat seruan global untuk bertindak terhadap penghapusan kanker serviks. Seruan ini termasuk dalam target Umum WHO (General Programme of Work), yaitu 1 miliar orang mendapat manfaat dari UHC, 1 miliar orang terlindungi dari keadaan darurat kesehatan, dan 1 miliar orang menikmati derajad kesehatan dan kesejahteraan yang lebih baik. Diperlukan komitmen politik, obat dan alat kesehatan untuk mencapai penghapusan global kanker serviks. Beberapa negara dan badan-badan PBB telah bergabung di dalam koalisi Pencegahan dan Kontrol Kanker Serviks (UN Joint Global Programme on Cervical Cancer Prevention and Control).

Kanker serviks dapat dicegah dengan vaksinasi HPV, uji saring rutin, dan pengobatan lesi pra kanker. Kanker serviks dapat disembuhkan dengan diagnosis dini dan pengobatan kanker stadium dini yang tepat waktu, karena kanker itu memiliki potensi tinggi untuk disembuhkan. Selain itu, perawatan paliatif sangat penting, dengan manajemen atas gejala klinis, sosial, dan kebutuhan spiritual, untuk semua wanita dengan kanker serviks dan keluarga mereka sangat penting. Hampir 90% wanita yang meninggal karena kanker serviks, terbukti memiliki akses yang buruk untuk pencegahan, skrining dan pengobatan, sehinnga kita seharusnya menentang ketidaksetaraan ini.

Hasil gambar untuk hpv

Infeksi Human Papilloma Virus (HPV) dapat menyebabkan kanker serviks, yang merupakan kanker paling umum keempat pada wanita, dengan perkiraan 266.000 kematian dan 528.000 kasus baru pada 2012. Sebagian besar (sekitar 85%) dari beban global terjadi di negara yang kurang berkembang, di mana kejadian itu menyumbang hampir 12% dari semua kanker pada wanita.

Hasil gambar untuk hpv

Meskipun sebagian besar infeksi HPV tidak menimbulkan gejala, infeksi HPV pada alat genital yang menetap atau persisten dapat menyebabkan kanker serviks pada wanita. Hampir semua kasus kanker serviks (99%) terkait dengan infeksi genital dengan HPV, dan infeksi virus ini adalah infeksi paling umum pada saluran reproduksi. HPV juga dapat menyebabkan penyakit lain, yaitu kanker anogenital, kanker kepala dan leher, dan kutil kelamin pada pria dan wanita. Infeksi HPV ditularkan melalui kontak seksual.

Hasil gambar untuk vaksin hpv

Tiga vaksin HPV sekarang sudah dipasarkan di banyak negara di seluruh dunia, yaitu vaksin bivalen, quadrivalent, dan nonavalent. Ketiga vaksin ini sangat manjur dalam mencegah infeksi dengan virus tipe 16 dan 18, yang secara bersama-sama bertanggung jawab atas sekitar 70% kasus kanker serviks secara global. Vaksin ini juga sangat manjur dalam mencegah lesi serviks pra-kanker yang disebabkan oleh jenis virus ini. Vaksin kuadrivalen juga sangat manjur dalam mencegah kutil anogenital, penyakit genital umum yang hampir selalu disebabkan oleh infeksi HPV tipe 6 dan 11. Nonavalent memberikan perlindungan tambahan terhadap HPV tipe 31, 33, 45, 52, dan 58. Data dari uji klinis dan pengawasan awal pasca pemasaran yang dilakukan di beberapa benua, menunjukkan bahwa ketiga vaksin aman.

Hasil gambar untuk vaksin hpv dengan bpjs

Lebih dari 70% kasus kanker serviks dipicu ole HPV tipe 16 dan 18. Vaksi HPV dapat dianjurkan untuk diberikan pada perempuan rentang usia 9—55 tahun, namun paling efektif jika diberikan pada anak pada kisaran umur 9—13 tahun. Untuk ketiga vaksin, jadwal vaksinasi tergantung pada usia penerima vaksin. Pada anak perempuan sebelum usia 15 tahun direkomendasikan 2 dosis pemberian, yaitu 0 dan 6 bulan. Namun demikian, jika interval antar dosis lebih pendek dari 5 bulan, maka dosis ketiga harus diberikan setidaknya 6 bulan setelah dosis pertama. Untuk wanita berusia 15 tahun atau lebih, direkomendasikan 3 dosis, dengan jadwal pemberian 0, 2, 6 bulan. Pemberian 3 dosis diperlukan bagi wanita yang diketahui memiliki sistem imun yang tertekan dan atau terinfeksi HIV.

Hasil gambar untuk vaksin hpv

Harga vaksin HPV bivalen berkisar antara Rp 600 ribu sampai Rp 800 ribu. Sedangkan untuk vaksin HPV quadrivalen berkisar antara Rp 1,1 juta sampai Rp 1,3 juta. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan sudah menggelar program vaksin HPV secara gratis untuk siswi sekolah dasar. Program ini bertujuan untuk mencegah kanker serviks seminimal mungkin. Tahun 2016 lalu di Jakarta, tahun 2017 di Jakarta, Surabaya, dan Jogja, sedangkan tahun 2018 ditambah di Makassar. Deteksi dini kanker serviks dengan tes pap smear dan IVA terbukti tidak cukup mampu menekan angka kejadian kanker serviks di Tanah Air Indonesia. Apalagi cakupan deteksi dini kanker serviks di Indonesia baru mencapai 11%, terdiri atas 4% dengan IVA dan 9% dengan pap smear. Pada hal kanker serviks merupakan satu-satunya jenis kanker yang dapat dicegah dengan vaksin, yaitu vaksin HPV yang terbukti efektif membendung infeksi HPV sebagai penyebab utama kanker serviks, kanker mulut, kanker tenggorokan, dan kanker penis.

Hasil gambar untuk vaksin hpv

Upaya pencegahan kanker serviks pada wanita, harus dimulai sejak periode gadis remaja. Imunisasi HPV pada anak umur 9—13 tahun menjadi langkah strategis untuk pencegahan kanker serviks pada wanita yang mematikan.

Sudahkah gadis remaja di sekitar kita diimunisasi?

Sekian

Yogyakarta, 16 Februari 2019

*) Ketua IDI Cabang Kota Yogyakarta, dokter spesialis anak, Lektor di FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA : 081227280161

Categories
Istanbul

2019 Kanker Darah pada Anak

Hasil gambar untuk leukemia adalah penyakit

KANKER  DARAH  PADA  ANAK

fx. wikan indrarto*)

Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menjelaskan bahwa Ibu Ani Yudhoyono menderita sakit kanker darah dan menjalani pengobatan di National University Hospital Singapura pada hari Rabu, 13 Februari 2019. Apakah kanker darah dapat mengenai anak Indonesia?

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/01/17/2019-kematian-anak/

Hasil gambar untuk leukemia adalah penyakit

Secara global, kanker anak dan remaja, termasuk kanker darah, kejadiannya terus meningkat dan berpotensi untuk melebihi penyakit menular, sebagai salah satu penyebab kematian akibat penyakit, yang tertinggi pada anak. Hal ini diperburuk oleh ketidaksetaraan mencolok atas akses terhadap terapi kanker darah, di banyak negara berpenghasilan rendah dan menengah, di mana 80% anak dengan kanker darah hidup. Anak dan remaja di Afrika, Asia, Amerika Latin, dan di beberapa bagian Eropa Timur dan Selatan, belum memiliki akses terhadap pengobatan yang tepat, termasuk obat esensial dan perawatan khusus. Saat ini, di mana seorang anak hidup dan tinggal, cukup sering menentukan kemampuannya untuk bertahan hidup dari ancaman kanker darah.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/02/10/2019-hari-kanker-anak-internasional/

Gambar terkait

Saat ini, untuk kanker darah pada anak masih terlalu sering kita mendengar kata “tetapi.” Misalnya “tetapi” tidak cukup banyak anak yang dapat diobati, “tetapi” pengobatannya terlalu mahal, “tetapi” tidak ada cukup dokter ahli, dan banyak “tetapi” yang lain lagi. Kampanye kita adalah Sekarang waktunya. Tidak ada lagi “tetapi” (The time is now. There can be no more “but”). Sekarang kita harus bekerjasama untuk menyembuhkan, mengubah layanan dan menanamkan harapan pada anak, karena semua anak dengan kanker darah berhak mendapatkan akses terhadap obat esensial dan perawatan berkualitas.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/02/08/2019-lebih-hidup-lagi/

Hasil gambar untuk leukemia adalah penyakit

Menurut ‘The International Agency for Research on Cancer’ (2015), kejadian kanker darah pada anak di seluruh dunia meningkat, dari 165.000 kasus baru setiap tahun menjadi 215.000 kasus untuk anak sampai usia 14 tahun, dan 85.000 kasus baru untuk remaja usia 15-19 tahun. Sebenarnya program pengendalian penyakit kanker di Indonesia dilakukan untuk semua jenis kanker, tetapi saat ini masih diprioritaskan pada dua kanker terbanyak, yaitu kanker leher rahim dan kanker payudara, bukan kanker darah pada anak. Meskipun jumlah anak dengan kanker darah jauh lebih sedikit dibandingkan dengan dewasa, tetapi jumlah kehidupan yang disimpan secara signifikan sebenarnya lebih tinggi. Bahkan tingkat kelangsungan hidup di negara berpenghasilan tinggi dapat mencapai rata-rata 84% dan terus meningkat, bahkan juga di daerah dengan sumber daya yang kurang mendapat bantuan lokal dan internasional sekalipun.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/02/15/depresi-pada-anak/

Hasil gambar untuk leukemia adalah penyakit

Sebanyak 188 organisasi anggota Childhood Cancer International (CCI) di 96 negara dan 1.000 profesional layanan kesehatan dari 110 negara yang merupakan anggota International Society of Pediatric Oncology (SIOP), meminta setiap orang untuk ‘bersatu dalam solidaritas’ dan memastikan semua anak dan remaja di manapun, agar memiliki kesempatan untuk bertahan hidup dari kanker darah. Selain itu, juga agar dapat menjalani kehidupan yang panjang, produktif dan bermakna. Tidak ada yang lebih menakutkan daripada menyadari bahwa anak kita menderita kanker darah. Namun demikian, tidak ada yang lebih tragis daripada saat mengetahui bahwa pengobatan memang ada dan hasilnya sangat baik, tetapi itu tidak tersedia untuk anak kita. Mengapa? Hanya karena anak kita kebetulan tinggal di belahan dunia yang salah.

Hasil gambar untuk leukemia adalah penyakit

Ternyata lebih dari 300.000 anak setiap tahun didiagnosis menderita kanker. Juga bahwa banyak jenis kanker pada anak dapat disembuhkan, jika anak diberikan 4 hak azasi, yaitu hak untuk didiagnosis dini secara tepat, mengakses obat penting, mendapatkan layanan medis yang tepat dan berkualitas, serta menindaklanjuti layanan medis berkelanjutan bagi anak yang selamat. Hal ini mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa tujuan ke 3.4, yaitu untuk mengurangi angka kematian dini sampai sepertiganya pada tahun 2030.

Hasil gambar untuk leukemia adalah penyakit

Disparitas besar terjadi pada tingkat kelangsungan hidup anak dengan kanker darah secara global. Di negara berpenghasilan rendah sampai menengah, di mana akses terhadap perawatan seringkali terbatas dan sangat menantang, tingkat kelangsungan hidup hanya 10%. Dari 10 anak yang didiagnosa menderita kanker darah, hanya 1 yang bertahan. Sebaliknya, di negara berpenghasilan tinggi dan maju, tingkat kelangsungan hidup bisa setinggi 90%, hanya 1 anak yang akan meningggal.

Hasil gambar untuk leukemia adalah penyakit

Perkembangan obat kanker darah pada anak juga sangat tertinggal. Sebagai contoh, pengobatan untuk leukemia limfoblastik akut risiko standar, yang merupakan jenis kanker darah pada anak yang paling umum, yaitu terdiri dari 11 obat. Pada hal, lima di antaranya ditemukan pada dekade 1960-an, lima lainnya, pada dekade 1970-an dan satu di tahun 80-an. Tidak ada lagi obat baru untuk anak dengan kanker darah atau leukemia.

Hasil gambar untuk leukemia adalah penyakit

WHO memprediksikan akan terjadi “ledakan” pada pengidap kanker di tahun 2030. Riset Kesehatan Dasar 2013 (Riskesdas) oleh Kementerian Kesehatan menemukan, prevalensi kanker di Indonesia mencapai 1,4% atau sekitar 347.792 kasus. Data Kementerian Kesehatan menemukan bahwa prevalensi kanker pada anak adalah 2% dari semua kejadian kanker, tetapi merupakan penyebab kematian kedua pada anak  berusia antara 5-14 tahun. Sementara itu, Yayasan Kanker Anak Indonesia (YKAI) menemukan bahwa prevalensi anak dengan kanker meningkat 7% setiap tahunnya.

Hasil gambar untuk leukemia adalah penyakit

“Dari 175 ribu anak yang terdiagnosis kanker, ada 90 ribu yang meninggal. Ini menyebabkan rendahnya angka “survival rate”,” jelas Prof. dr. H. Abdul Kadir, PhD, Sp.THT-KL(K). MARS, Direktur Utama RS Kanker Dharmais Jakarta pada hari Kamis, 15 Februari 2018 lalu. Kanker pada orang dewasa dikaitkan dengan gaya hidup tidak sehat, seperti merokok atau kurang berolahraga, keduanya merupakan faktor yang dapat dicegah. “Namun demikian, gaya hidup bukanlah faktor pemicu kanker darah pada anak, sehingga menjadikannya jauh lebih sulit untuk dicegah,” papar ahli onkologi dari Mochtar Riady Comprehensive Cancer Center (MRCCC) Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta Prof. Dr. dr. Moeslichan, SpA(K). Untuk itulah, pentingnya deteksi dini, mengingat kanker darah pada anak sulit dicegah. Bahkan, gejalanya tidak mudah dikenali, sehingga orang tua harus sadar bahwa mereka memiliki peran penting dalam deteksi dini secara berkala.

Hasil gambar untuk leukemia adalah penyakit

Secara garis besar leukemia dibagi menjadi leukemia akut dan kronis. Leukemia juga dapat digolongkan berdasarkan jenis sel leukosit yang terlibat, yaitu leukemia limfoblastik dan mieloblastik. Pada anak leukemia yang paling banyak ditemukan adalah jenis leukemia limfoblastik akut (LLA). Selain leukemia akut, terdapat juga jenis leukemia kronik. Leukemia kronik dibagi menjadi dua, yaitu leukemia mieloblastik kronik (LMK) dan leukemia limfositik kronik (LLK). Pada anak leukemia mieloblastik kronik (LMK) yang banyak ditemukan, sedangkan jenis leukemia limfositik kronik (LLK) pada anak jarang sekali.

Hasil gambar untuk leukemia adalah penyakit

Keberhasilan pengobatan leukemia pada anak tergantung dari jenis leukemia dan stratifikasi risikonya. Penderita leukemia yang memiliki risiko tinggi, semakin kurang baik pula prognosisnya. Di Indonesia dilaporkan angka sintasan atau tingkat kelangsungan hidup anak yang menderita leukemia limfositik akut (LLA) sebesar 70 – 80 %. Namun, harus diingat bahwa selalu ada risiko kambuh, yaitu kembalinya tanda dan gejala penyakit setelah mengalami remisi (sembuh).

Hasil gambar untuk leukemia adalah penyakit

Diagnosis dini melalui pemeriksaan oleh dokter dan pengobatan yang tepat dapat memberikan prognosis yang baik. Kenali gejala kanker darah atau leukemia pada anak, yang harus diperhatikan oleh orang tua, misalnya anak terlihat semakin pucat atau mengalami anemia, demam tinggi atau menggigil berulang, dan kelemahan atau kelelahan kronis. Selain itu, juga selera makan menurun, terjadi penurunan berat badan secara drastis, dan mudah mengalami pendarahan atau memar pada kulit. Pada pemeriksaan lebih teliti, ditemukan pembengkakan pada  kelenjar getah bening, limpa atau hati  pada perut.

Hasil gambar untuk leukemia adalah penyakit

Momentum Ibu Ani Yudhoyono menderita sakit kanker darah di Singapura, adalah ajakan bagi kita semua untuk meningkatkan kepedulian akan kanker darah pada anak. Apakah kita sudah bertindak?

Sekian

Yogyakarta, 14 Februari 2019

*) Sekretaris IDI Wilayah DIY, dokter spesialis anak di RS Panti Rapih, Lektor di FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161

Categories
Istanbul

2019 Scientific Expert Summit

Hasil gambar untuk idi

SAMBUTAN KETUA IDI WILAYAH DIY
fx. wikan indrarto*)


Selamat pagi, sugeng rawuh, dan salam sejahtera bagi kita semua.

Kepada Yth :

  1. Para pembicara dr. Ceva Wicaksono Pitoyo, SpPD-KP-KIC, Prof. Dr. dr. Nyoman Kertia, SpPD-KR, dan dr. Lianda Siregar, SpPD-KGEH.
  2. Dr. Dea Tandiari, MHA, Head of CME & Medical PT. Darya-Varia Laboratoria Tbk., SpM(K).
  3. Juga segenap peserta dan tamu undangan pada Simposium Scientific Expert Summit.

Hasil gambar untuk idi

Pertama-tama kami memohonkan maaf, karena Dr. Choirul Anwar, MKes (Ketua IDI Wilayah DIY) yang sedianya akan hadir sendiri dalam pertemuan ini, ternyata berhalangan, terkait tugas lain yang tidak dapat ditinggalkan. Untuk itu, perkenankanlah kami sebagai Sekretaris IDI Wilayah DIY, memohon ijin mewakili beliau, untuk bersama-sama dengan Anda semua di ruangan ini dan memberikan sambutannya.

Hasil gambar untuk idi



IDI Wilayah DIY menyambut baik dan mendukung sepenuhnya, kegiatan besar yang dikoordinasikan PT. Darya-Varia Laboratoria Tbk., yaitu Simposium Scientific Expert Summit untuk dokter umum se Indonesia dengan topik “Improving Competencies in Daily Practice”. Acara besar ini doiselenggarakan pada hari Minggu, 17 Februari 2019, pk. 8–16, di The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center.

Hasil gambar untuk alana hotel yogyakarta


Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 Tentang Praktik Kedokteran, terutama pada Pasal 28 ayat 1, ditegaskan bahwa setiap dokter yang berpraktik wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan kedokteran berkelanjutan, yang diselenggarakan oleh organisasi profesi, dalam rangka penyerapan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran. Oleh sebab itu, Pengurus IDI Wilayah DIY menyambut baik acara ini, demi semakin baiknya praktek kedokteran yang dihadirkan oleh segenap dokter anggota.

Hasil gambar untuk praktik kedokteran


Yth para tamu undangan, pembicara, peserta dan hadirin semua.


Pada era JKN di Indonesia, telah ditentukan program rujuk balik (PRB) yang merupakan program BPJS Kesehatan, dalam menjamin kebutuhan obat bagi peserta yang memiliki penyakit kronis. Sebelumnya ada 10 jenis penyakit kronis yang termasuk dalam cakupan PRB. Namun sesuai rekomendasi Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI) dan Komite Nasional Formularium Nasional (Fornas) pada 27 Februari 2014, sirosis hati tidak masuk dalam program rujuk balik karena sifatnya yang kronis dan tidak dapat dilakukan rujuk balik ke faskes (fasilitas kesehatan) tingkat pertama. Saat ini ada 9 penyakit kronis yang masuk program rujuk balik, yaitu Diabetes Mellitus, Hipertensi, Jantung, Asma, Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), Epilepsi, Skizofrenia, Stroke, dan Systemic lupus erytematosus (SLE).

Hasil gambar untuk ppok adalah


Oleh sebab itu, pasien asma dan PPOK yang sudah stabil harus dikembalikan dalam PRB, kepada teman sejawat dokter di Faskes primer. Keberlanjutan tatalaksana pengendalian asma, tentu saja harus menjadi perhatian kita semua, para dokter di Faskes primer. Para dokter seharusnya mampu memimpin program pengendalian asma dan PPOK, pada pasien yang mengikuti PRB. Lebih jauh nanti akan dipresentasikan oleh dr. Ceva Wicaksono Pitoyo, SpPD-KP-KIC (FK UI RSCM) dengan topik ‘Improving QoL in Patient with Asthma & COPD’.


Yth para tamu undangan, pembicara, peserta dan hadirin semua.


Nyeri merupakan suatu gambaran pengalaman sensorik dan emosional yang berkaitan dengan kerusakan jaringan, yang berpotensi rusak maupun yang sudah terjadi kerusakan.

Hasil gambar untuk multimodal analgesia



Opioid merupakan terapi utama dari nyeri akut dan nyeri postoperatif sedang sampai berat, dimana reseptor opioid juga penting dalam proses inflamasi. Meskipun demikian, penggunaan opioid dihubungkan dengan beragam efek samping perioperatif seperti terjadinya depresiventilasi, sedasi dan drowsiness, postoperative nausea and vomiting (PONV), pruritus, retensi urin, dan konstipasi. Penggunaan intraoperatif dalam dosis bolus yang besar ataupun infus kontinu dapat meningkatkan nyeri akut paska operasi terkait dengan proses eliminasinya yangcepat dan terjadi toleransi akut. Oleh karena itu, pemilihan pemakaian non-opioid analgesia telah dikembangkan sebagai adjuvant, selama proses perioperatif untuk meminimalisasi efek samping dari medikasi opioid tersebut, dimana teknik ini lebih dikenal dengan ‘multimodal analgesia’ atau ‘balance analgesia’. Lebih jauh nanti akan dipresentasikan oleh Prof. Dr. dr. Nyoman Kertia, SpPD-KR (FK UGM) dengan topik ‘Multimodal analgesia’.

Hasil gambar untuk gastritis adalah


Widiya Tussakinah (FK UNAND Padang, Sumbar) pada tahun 2017 mencatat persentase gastritis di Indonesia menurut WHO adalah 40,8% dan angka kejadian gastritis cukup tinggi, yaitu 274.396 kasus dari 238.452.952 jiwa penduduk Indonesia. Berdasarkan profil kesehatan Indonesia, gastritis merupakan salah satu penyakit dari 10 penyakit terbanyak pada pasien rawat inap di rumah sakit di Indonesia dengan jumlah 4,9 %.

Hasil gambar untuk gastritis adalah


Gastritis merupakan salah satu masalah saluran pencernaan yang paling sering terjadi dan paling sering dijumpai di klinik, karena diagnosisnya sering hanya berdasarkan gejala klinis, bukan pemeriksaan histopatologi. Gastritis dianggap sebagai suatu hal yang remeh namun gastritis merupakan awal dari suatu penyakit yang dapat mengganggu kualitas hidup seseorang.


Penelitian berjudul ‘PPI co-therapy reduces upper GI bleeding hospitalizations among patients on oral anticoagulants’, ditulis oleh Ray WA, et al. JAMA. 4 Desember 2018, menyimpulkan bahwa insiden rawat inap untuk perdarahan saluran cerna bagian atas pada pasien yang menggunakan antikoagulan, lebih rendah pada pasien yang juga menggunakan Proton Pump Inhibitor (PPI). Lebih jauh nanti akan dipresentasikan oleh dr. Lianda Siregar, SpPD-KGEH dari MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta Selatan, dengan topik ‘Role of PPI in Upper GI Disorder’.


Yth para tamu undangan, pembicara, peserta dan hadirin semua.


IDI Wilayah DIY sangat berharap, setelah mengikuti Simposium Scientific Expert Summit, Anda semua memperpanjang tinggal di Yogyakarta barang 1-2 hari lagi. Di DIY tersedia berbagai lokasi wisata dan kuliner kelas dunia, yang dilengkapi dengan pusat oleh-oleh khas Yogyakarta. Kami sangat berharap Anda semua dapat menikmati sensasi semi pedestrian terbaru dengan ‘selfi’ atau ‘groufi’ di sepanjang Jl. Malioboro di pusat kota Yogyakarta. Perjalanan nyata dan ‘mistik’ Anda yang lurus ke utara akan sampai ke Tugu Yogyakarta. Tugu atau monumen yang sering dipakai sebagai simbol atau lambang kota Yogyakarta ini, dibangun oleh Sultan Hamengku Buwana I, pendiri kraton Ngayogyakarto Hadiningrat, cikal bakal kota Yogyakarta.

Hasil gambar untuk malioboro jogja


Pada saat ini, sedang berlangsung Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) XIV, yang resmi dibuka oleh Gubernur DIY Sultan HB X di Kampoeng Ketandan (Chinatown of Yogyakarta) Rabu, 13 Februari 2019 yang lalu. Penyelenggaraan tahun ini berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, karena lebih semarak, lebih beragam, dan segudang aksi oleh Jogja Chinese Art and Culture Centre (JCACC), selama seminggu penuh samopai Rabu, 19 Februari 2019 mendatang.

Hasil gambar untuk pbty 2019


Salah satu atraksi yang paling menarik adalah karnaval Malioboro Imlek Festival dan Festival Naga Barongsai, yang sudah diselenggarakan kemarin Sabtu, 16 Februari 2019 di sepanjang Jalan Malioboro. Yang menarik, terdapat tiga naga raksasa dari Jogja, Magelang, dan Tangerang, Jawa Barat. Saat ketiganya berurutan, Jalan Malioboro dilewati barongsai sepanjang 322 meter diikuti enam reog dari Ponorogo, Jawa Timur, yang melintasi sepanjang Jalan Malioboro.

Hasil gambar untuk pbty 2019


Selain itu, sudah terpasang tenda sepanjang kurang lebih 600 meter di Kampoeng Ketandan, mulai jalan masuk dari arah Malioboro hingga sebelah barat Melia Purosani Hotel. Tenda tersebut untuk berjualan berbagai barang khas tahun baru Imlek. Lampion warna merah juga menghiasi seluruh area lokasi kegiatan, terutama di panggung utama di sebelah barat Melia Hotel Purosani. Pengunjung akan dimanjakan dengan berbagai barang yang dipajang di stand pameran.

Hasil gambar untuk jogja heboh 2019


Saat ini juga sedang terjadi even besar yang disebut Jogja Heboh sepanjang bulan Februari 2019 (https://visitingjogja.com/16559/jogja-heboh-1-28-februari-2019/). Beberapa event dalam Jogja Heboh 2019 yang masih akan berlangsung adalah tanggal 17 : Pasar Bungah, 13-17 : Pameran Perindustrian, 16-17 : Coast to Coast, 16-17 : Prawirotaman Carnival, 17 : Bhayangkara BMX Competition, 17 : Jogja Heboh Color Run, 20-24 : Pameran Dinas Koperasi, 20-24 : Seni Kriya & Foodfest, 24 : Jogja Heboh Fun Bike, 24 : Festival Kopi, dan 28 : Kenduri Bakpia. Acara tersebut belum termasuk Parade diskon di Merchant dan Mall, Paket Wisata Jogja by ASITA, Diskon Voucher Hotel by PHRI, Pameran potensi pertanian, Jogja Air Show dari Bandara Adisucipto, Trans TV music, motor gede HDCI, dan Color Run Kulonprogo. ‘Clossing Ceremony’ Jogja Heboh 2019 akan dilaksanakan pada hari Kamis, 28 Februari 2019 di Alun-Alun Utara Yogyakarta dengan dimeriahkan pemecahan rekor bakpia terbesar.

Hasil gambar untuk pantai drini

Selanjutnya Anda dapat menikmati wisata pantai di bibir Samudera Indonesia yang berombak besar, terdapat 47 pantai wisata eksotis mulai dari timur, yaitu Pantai Wedi Ombo yang berpasir putih di Kabupaten Gunung Kidul sampai ujung barat Hutan Mangrove di Pantai Congot di Kabupaten Kulon Progo, sangat menarik untuk dikunjungi. Keindahan alam Pegunungan Sewu dan keajaiban perutnya di Goa Pindul Gunung Kidul, ketinggian Kali Biru di Pegunungan Menoreh di Kulon Progo, wisata vulkanik Gunung Merapi di Sleman, religi Gunung Sempu di Bantul dan tradisi Paku Alaman Gunung Ketur di Kota Yogyakarta, adalah sensasi alami menakjubkan dalam sentuhan dan kearifan masyarakat lokal, yang layak Anda datangi.

Hasil gambar untuk gunung merapi


Dengan memohon berkat dari Tuhan Yang Maha Esa, marilah kita semua berharap agar ‘Simposium Scientific Expert Summit’ di The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center ini, dapat berjalan dengan lancar dan bermanfaat bagi banyak pihak. Tuhan memberkati kita semua.


Terima kasih, sugeng pepanggihan, dan sukses selalu.

Sekian

Yogyakarta, 14 Februari 2019

*) Sekretaris IDI Wilayah DIY, dokter spesialis anak di RS Panti Rapih, Lektor di FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161

Categories
Istanbul

2019 Etika Profesi Dokter

Hasil gambar untuk etika kedokteran

ETIKA PROFESI DOKTER DALAM ERA JKN

fx. wikan indrarto*)

Disampaikan dalam Workshop Yayasan Kesehatan Telkom, untuk para dokter dan tim managemen TPKK Yakes Telkom dari seluruh Indonesia, Kamis, 14 Februari 2019, di Hotel Sahid Babarsari Yogyakarta.

Gambar terkait

Sejak 1 Januari 2014, secara nasional telah diberlakukan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Dalam era JKN, telah terjadi perubahan bentuk layanan kesehatan yang hampir total, dengan BPJS Kesehatan ditetapkan sebagai penjamin biaya pasien. Bagaimana potensi pelanggaran etika dan disiplin profesi dokter dalam era JKN?

Hasil gambar untuk tpkk yakes telkom

Paling tidak akan terjadi 2 potensi besar pelanggaran etika oleh dokter, yaitu korupsi dengan fraud, serta pelanggaran disiplin profesi. Berdasarkan pemantauan ICW (Indonesian Corruption Watch), dalam periode 2014-2017 terdapat 8 kasus korupsi dana kapitasi di 8 daerah baik pemotongan, penyimpangan, dan penyelewengan dana kapitasi, yang menyeret Kepala Daerah, Kepala Dinas Kesehatan, Sekretaris Dinas Kesehatan, Kepala Puskesmas, dan Bendahara Puskesmas. ICW memantau 26 Puskesmas di 14 propinsi selama Maret-Agustus 2017, ditemukan 13 potensi fraud dimana 8 temuannya terkait dana kapitasi, 2 temuan penggunaan dana kapitasi yang tidak sesuai UU, 1 temuan manipulasi bukti pertanggungjawaban dana kapitasi, 5 temuan menarik biaya dari peserta.

Gambar terkait

Potensi fraud dan korupsi dalam pengelolaan dana kapitasi tinggi, karena besarnya dana kapitasi, sehingga mendorong pejabat menyelewengkan dana ini. Besarnya kewenangan kepala institusi cukup efektif menekan petugas yang menerima jasa pelayanan. Berlindung dibalik loyalitas, kepatuhan terhadap atasan dan ancaman mutasi serta jenjang karir, pemotongan jasa pelayanan tidak diprotes dan dilaporkan. Modus yang paling banyak terjadi adalah memotong dana jasa pelayanan untuk petugas medis dan non medis puskesmas. Hal ini disebebkan karena pengelolaan dana ini belum transparan, tata kelola belum baik, minimnya pengawasan, serta belum adanya sistem perlindungan dan jaminan bagi pegawai atau pihak lain dalam pelaporan penyimpangan. Selain itu, rendahnya kemampuan sumber daya mengakibatkan tata kelola terutama pencatatan keuangan dana kapitasi bermasalah. Hal ini semakin diperparah belum adanya alat atau sistem elektronik yang andal untuk membuat proses perencanaan, penanggaran, belanja, pencatatan dan pertanggung jawaban. Sistem elektronik akan membantu kecepatan pencatatan, penyimpanan arsip serta keamanan file, dan dokumen pertanggungjawaban. Dengan adanya sistem ini maka potensi penyelewengan dana kapitasi bisa diperkecil.

Hasil gambar untuk etika kedokteran

Kajian KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) pada tahun 2013 dengan metode ‘prospective analysis’, menemukan potensi korupsi yakni pertama, adanya konflik kepentingan dalam penyusunan anggaran dan rangkap jabatan pada Direksi dan Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, tanpa ada keterlibatan pemerintah dan pihak eksternal. Kedua, perihal adanya potensi kecurangan (fraud) dalam layanan. Ketiga, terkait pengawasan yang masih lemah, termasuk pengawasan internal yang tidak mengantisipasi melonjaknya jumlah peserta program JKN, dari 20 juta saat dikelola PT. Askes (Perero) menjadi 171.858.881 orang pada 23 Desember 2016.

Hasil gambar untuk kpk

Kasus korupsi yang telah terbongkar adalah kejadian pada tahun 2014, saat Dinas Kesehatan menyetorkan uang kepada Bupati Subang Jawa Barat Bapak Ojang Sohandi, sebanyak Rp 1,6 miliar potongan dana kapitasi BPJS dan Rp 5,6 miliar dana APBD Dinkes Subang. Potensi korupsi juga terjadi pada program Jamkesda, karena sesuai aturan, Pemda langsung berhubungan dengan pihak rumah sakit dalam pembayaran klaim Jamkesda, yang belum terintegrasi dengan BPJS Kesehatan. Selain itu, KPK telah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Jombang, Nyono Suharli Wihandoko, Sabtu, 3 Februari 2018. Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, Dr. Inna Silestyanti, menyuap Nyono dengan mengutip dana kapitasi kesehatan, yaitu pembiayaan dalam sistem JKN terhadap Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), dari 34 puskesmas di Jombang.

Hasil gambar untuk kpk

‘Fraud’ dalam era JKN adalah suatu tindakan yang dilakukan secara sengaja untuk mencurangi atau mendapat manfaat dari program JKN dengan cara yang tidak pantas, sehingga merugikan negara sebagai penyelenggara dan penyandang dana. Fraud di FKTP dapat dilakukan oleh Peserta BPJS Kesehatan, misalnya dengan cara menggunakan kartu BPJS Kesehatan orang lain atau memalsukan kartu BPJS Kesehatan. Oleh petugas BPJS Kesehatan setempat dapat berupa tidak membayar besaran nilai kapitasi sebagaimana harusnya, terlambat mencairkan pembayaran kapitasi dan klaim, tidak membayar kapitasi dan klaim dan penunjukkan FKTP yang tidak layak. Fraud oleh petugas FKTP dapat berupa memalsukan data fasilitas dan SDM FKTP, mengurangi jam kerja, meminta iur biaya pasien, membuat rujukan yang tidak seharusnya, memberikan pelayanan sub standar, memperpanjang hari rawat pada FKTP rawat inap dan menerima imbalan atas rujukan.

Hasil gambar untuk fraud

Fraud oleh petugas Dinas Kesehatan atau Yayasan pemilik FKTP dapat berupa memberikan rekomendasi tidak sesuai dengan kenyataan FKTP. Direktur Kepesertaan dan Pemasaran BPJS Kesehatan Andayani Budi Lestari, Rabu, 22 Maret 2017 menjelaskan bahwa BPJS Kesehatan telah bekerjasama dengan 250 FKTP milik BUMN (Klinik Pratama, Dokter Praktek Perorangan, dan Dokter Gigi), serta 37 rumah sakit milik BUMN. BUMN tersebut meliputi Pelindo lV, Bank BNI, Wijaya Karya, Perum Percetakan Negara, Pupuk Sriwijaya, Garuda Indonesia, PT Timah, Adhi Karya, Asuransi Kredit Indonesia, Jasa Raharja (Persero), Pegadaian (Persero), Perum LPPNPI, Kimia Farma (Persero). Pada 17 Juli 1995 berdiri YAKES-TELKOM, sebagai pengelolaan dana kesehatan karyawan dan pensiunan beserta keluarganya, yang terpisah dari perusahaan induk, yaitu PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, yang merupakan BUMN.

Gambar terkait

Dalam menjalankan profesinya seorang dokter harus memiliki enam nilai yang terdapat dalam KODEKI (Kode Etik Kedokteran Indonesia) yaitu altruisme, responsibilitas, idealisme profesi, akuntabilitas terhadap pasien, integritas ilmiah dan integritas sosial. Banyak peserta JKN meminta dibuatkan rujukan ke RS, oleh para dokter di FKTP, dengan alasan sudah biasa periksa ke RS dan alasan sosial lainnya. Dengan demikian independensi profesi dokter di FKTP berpotensi goyah, karena dokter harus melibatkan faktor sosial, emosional, dan ekonomi dalam melakukan layanan medis. Hal ini bertentangan dengan KODEKI Pasal 2, yaitu seorang dokter wajib selalu melakukan pengambilan keputusan profesional secara independen, dan mempertahankan perilaku profesional dalam ukuran yang tertinggi. Selain itu, juga KODEKI Pasal 8, yaitu setiap dokter wajib, dalam setiap praktek medisnya memberikan layanan secara kompeten dengan kebebasan teknis dan moral sepenuhnya, disertai rasa kasih sayang dan penghormatan atas martabat manusia.

Gambar terkait

Pada FKTP yang menggunakan sistem pembayaran kapitasi, besaran dana JKN dipengaruhi oleh jumlah dan tarif kapitasi. Pada 1 Februari 2019, Peserta Program JKN telah mencapai 217.549.455 orang dan Fasilitas Kesehatan provider JKN sebanyak 27.182 buah, dengan 6.542 buah merupakan klinik pratama, termasuk klinik milik Yayasan Kesehatan Telkom. Saat ini pembagian peserta JKN mengumpul di 8.202 puskesmas provider JKN, sedangkan di FKTP swasta dan 4.616 dokter praktek perorangan provider JKN variasi jumlah kepesertaannya sangat besar, mulai dari 100 peserta sampai puluhan ribu. Hal ini disebabkan karena BPJS menerapkan sistem ‘enrollment’ bebas, FKTP mencari sendiri peserta, sehingga berpotensi saling bersaing dan berisiko saling sengketa. Hal ini bertentangan dengan KODEKI Pasal 18, yaitu setiap dokter memperlakukan teman sejawatnya sebagaimana ia sendiri ingin diperlakukan. Juga KODEKI Pasal 19, yaitu setiap dokter tidak boleh mengambil alih pasien dari teman sejawat, kecuali dengan persetujuan keduanya atau berdasarkan prosedur yang etis.

Hasil gambar untuk kodeki

Selain itu, sistem pelaporan FKTP meliputi data lengkap nama pasien, anmnesa, hasil pemeriksaan, dan diagnosis dalam rekam medik kepada BPJS setempat. Hal ini tidak sesuai dengan KODEKI Pasal 16, yaitu setiap dokter wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang seorang pasien, bahkan juga setelah pasien itu meninggal dunia. Pada hal Peraturan Konsil Kedokteran Indonesia Nomor 4 Tahun 2011 Tentang Disiplin Profesional Dokter, menyebutkan bahwa Pelanggaran Disiplin Profesional Dokter terdiri dari 28 bentuk. Jenis pelanggaran disiplin profesi dokter nomer 17 adalah membuka rahasia kedokteran. Dokter yang melanggar dapat dikenakan sanksi disiplin sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Hasil gambar untuk bpjs kesehatan

Potensi besar pelanggaran etika oleh dokter, yaitu korupsi dengan fraud, telah diantisipasi antara lain dengan kerja sama BPJS Kesehatan dengan KPK. MoU ini mengatur penerapan ‘Sistem Pencegahan Korupsi’, yang dilakukan dalam bentuk Peningkatan Kepatuhan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Penerapan Program Pengendalian Gratifikasi, Penerapan ‘Whistle Blower System’, dengan Sosialisasi, Pendidikan Dan Pelatihan Anti Korupsi Berkelanjutan. Selain itu, juga Penelitian dan pengembangan, serta Pencegahan ‘fraud’ dalam Pelaksanaan Program JKN. Sistem pengendalian ‘fraud’ sudah mulai berjalan, terutama sejak terbitnya Permenkes nomor 36 tahun 2015, namun sampai sekarang masih perlu dilengkapi dengan berbagai kegiatan dan instrumen detail lainnya, untuk pencegahan, deteksi, dan penindakan ‘fraud’.

Hasil gambar untuk bpjs kesehatan

Potensi besar pelanggaran disiplin profesi dokter, juga telah diantisipasi. Standar profesi dokter dipengaruhi oleh 4 standar lainnya, yaitu standar pendidikan yang ditentukan oleh kolegium, standar etika sesuai MKEK (Majelis Koehormatan Etika Kedokteran), standar kompetensi (diatur oleh IDI) dan standar pelayanan (sesuai Permenkes). Permasalahan sengketa medik yang melibatkan dokter, ternyata disebabkan karena 59% faktor standar pelayanan, 18 % kompetensi, 7% komunikasi, 6% ketidaknyamanan, 4% penelantaran, 4% urusan RT dan 2% pembiayaan. Tugas dan Wewenang IDI menurut UU no 29 tahun 2004 tentang Praktek Kedokteran adalah melakukan pengawasan dan pembinaan etika profesi (pasal 8), pembinaan dan pengawasan kendali mutu serta kendali biaya (pasal 49), dan pembinaan dokter untuk menghadirkan praktek kedokteran bermutu (pasal 54).

Hasil gambar untuk bpjs kesehatan

Tantangan lain dalam era JKN adalah tarif layanan dokter yang relatif rendah akan menyebabkan perkembangan teknologi dan ilmu kedokteran dapat terganggu. Misalnya FKTP akan melakukan efisiensi dengan alat kedokteran yang murah, pengobatan sederhana, dan penggunaan obat yg murah. Beberapa usulan realistik meliputi tarif kapitasi di FKTP disusun berdasarkan indek keekonomian real, jumlah peserta dibagi secara merata untuk semua FKTP dengan batasan minimal dan maksimal, dan sistem pelaporan tidak bersifat membuka rahasia kedokteran.

Gambar terkait

Potensi pelanggaran etika dan disiplin profesi dokter dalam era JKN, perlu diantisipasi secara paripurna. Sudahkah Anda berperan?

Sekian

Yogyakarta, 12 Februari 2019

*) dokter spesialis anak di RS Panti Rapih Yogyakarta, Ketua IDI Cabang Kota Yogyakarta, Lektor FK UKDW, Alumnus S3 UGM, telephon : (0274) 580081, 081227280161, fax : (0274) 563312, e-mail : fxwikan_indrarto@yahoo.com

Categories
Istanbul

2019 Dokter Virtual

Hasil gambar untuk dokter virtual

DOKTER  VIRTUAL

fx. wikan indrarto*)

Pada era pandemi COVID-19 ini, jaga jarak atau ‘social distancing’ adalah strategi utama yang diterapkan, untuk memutus rantai penularannya. Untuk itu, layanan dokter di Indonesia saat ini seharusnya menggunakan sistem yang baru, menggunakan  internet, dan mengalami perubahan yang hampir drastis. Apa yang mengalami revolusi?

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/10/12/2018-dokter-4-0/

.

Konsep revolusi industri 4.0 pertama kali diperkenalkan oleh Profesor Klaus Schwab. Teknisi dan ekonom terkenal asal Ravensburg Jerman itu menulis dalam bukunya, ‘The Fourth Industrial Revolution,’ tentang sebuah konsep yang telah mengubah hidup dan kerja manusia. Sekarang kita telah masuk zaman revolusi industri ke 4 atau sering disebut 4.0, yang ditandai dengan sistem ‘cyber-physical’, karena industri mulai menyentuh dunia virtual, berbentuk konektivitas manusia, mesin dan data.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/12/06/2018-bisnis-medis-dokter/

.

Lima jenis teknologi utama pada sistem industri 4.0, adalah ‘Internet of Things’, ‘Artificial Intelligence’, ‘Human–Machine Interface’, teknologi robotik dan sensor, serta teknologi ‘3D Printing’. Layanan dokter pada era JKN ini sudah menggunakan ‘Internet of Things’, yaitu adanya konektivitas manusia dan data, misalnya dalam mengatur rujukan ke layanan di RS, tetapi masih mewajibkan adanya pertemuan nyata, antara dokter dengan pasien, dan belum ada ketentuan tentang layanan dokter virtual. Sesuai UU No 24 Tahun 2011 tentang BPJS, layanan dokter harus mengikuti regulasi JKN. Namun demikian, sebenarnya juga merupakan bagian dari ‘Exponential Medicine,’ yaitu teknologi aplikasi untuk layanan dokter secara virtual.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/05/17/2018-peran-lengkap-dokter/

.

Hasil gambar untuk revolusi industri 4.0

.

Contoh layanan dokter virtual lainnya adalah penggunaan teknologi ‘Human–Machine Interface’, misalnya menggunakan ResearchKit®, sebuah menu terbuka (open-source platform) produksi Apple, yang memungkinkan para dokter mengambil data pasien melalui HP (mobile apps). Alat ini akan mampu mendeteksi gangguan emosi,  mendiagnosis autisme, asma, memprediksi serangan epilepsi, dan memetakan pertumbuhan sel ganas mole untuk kanker kulit melanoma, yang memudahkan dokter saat memberikan layanan.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/05/14/2018-perlindungan-dokter/

.

Hasil gambar untuk dokter virtual

.

Teknologi lainnya adalah “tricorder medis”, yang bahkan hampir setiap orang akan memiliki teknologi ini dalam genggaman. Hanya dengan menempelkannya pada dahi, pasien dapat mengukur suhu, detak jantung, saturasi oksigen, dan tekanan darah dengan alat tersebut. Pasein di rumah akan mampu memberikan data dengan meng-upload melalui HP kepada dokter. Untuk pasien dengan penyakit jantung, juga telah tersedia perangkat pintar Band-Aids®, yang akan mengirimkan informasi ‘real-time’ data EKG, suhu, denyut jantung, tingkat stres, atau kalori yang terbakar melalui Web atau sambungan internet kepada dokter yang merawatnya. Juga telah tersedia aplikasi CellScope®, untuk melakukan pemeriksaan lobang telinga secara virtual, sehingga pasien tidak perlu kembali ke ruang praktek dokter, untuk tindak lanjut keluhan telinga.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/06/07/2019-hoaks-medis/

.

Raksasa teknologi Kecerdasan Buatan (Artificial intelligence atau AI) terdepan, seperti IBM, juga mengembangkan perangkat lunak yang dimaksudkan untuk membantu dokter ahli radiologi dalam mendeteksi kanker paru-paru pada pemindaian CT.  Jurnal Nature 2016 melaporkan bahwa AI mampu mengidentifikasi lesi kanker kulit, setara dengan dokter spesialis kulit atau ahli dermatologi yang telah terlatih sekalipun. Selain itu, teknologi ini menunjukkan spesifisitas yang sangat luar biasa, untuk mendeteksi retinopati diabetes pada pemindaian retina mata. Retinopati diabetik adalah penyebab paling umum kehilangan penglihatan bagi mereka yang menderita diabetes. Diagnosis penyakit ini biasanya dilakukan melalui pemeriksaan mata selama 2 jam, yang juga memerlukan kamera khusus untuk mengambil foto retina. Juga ‘Eyeagnosis’ buatan Kavya Kopparapu (16 tahun dari India) adalah aplikasi HP dengan ‘simple 3D-printed lens’ yang dapat mengenali penyakit retinopati diabetik, membuat diagnosis akurat, dan telah dipresentasikan pada konferensi Artificial Intelligence O’Reilly di New York pada bulan Juni 2017 lalu.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/09/10/2018-kecanduan-games/

.

Pada era dokter virtual ini definisi konsultasi dokter, kunjungan medis atau visite dokter dengan demikian perlu juga dirumuskan ulang, karena berbeda dengan layanan dokter secara konvensional. Meskipun masih banyak dokter yang enggan (reluctant) untuk melakukan kunjungan medis virtual, tetapi sebuah perusahaan asuransi kesehatan yang besar di USA, telah berani menjamin pembiayaan untuk maksimal 20 juta kunjungan medis virtual menggunakan video, untuk semua nasabahnya sepanjang tahun 2016. Keengganan dokter sering terjadi karena terkait kesulitan dalam proses tagihan finansial. Sebagai pasien, kunjungan virtual tentu lebih mudah, tetapi cukup banyak yang kawatir tentang rahasia kedokteran dan privasi sesuai standar HIPAA (Health Insurance Portability and Accountability Act). Kemajuan teknologi digital jauh lebih cepat daripada aspek hukum, pengaturan, atau pembayaran.

.

Gambar terkait

.

Dr. Melanie Walker, Profesor Neurologi di University of Washington dan Johns Hopkins School of Medicine, USA dalam paparannya di ‘the World Economic Forum’ Davos 2018, memprediksi teknologi layanan kesehatan di RS. Pada tahun 2030, epidemi penyakit akan semakin terganggu (disrupted) oleh teknologi, sehingga RS mungkin memiliki jenis penyakit yang jauh lebih sedikit untuk dikelola, karena lebih banyak paien dapat dilayani secara virtual di klinik. Revolusi industri 4.0 akan memungkinkan manusia untuk hidup lebih lama, lebih produktif, dan lebih sehat, sehingga RS masa depan akan menjadi sekedar sebuah tempat pemberhentian perjalanan alamiah manusia, daripada lubang hitam tempat kematian yang tak terhindarkan. Pasien akan pergi atau mampir di RS seperti mobil untuk ditambal bannya dan dikembalikan ke jalur semula. Beberapa praktik layanan RS bahkan mungkin hilang sepenuhnya dan kebutuhan untuk rawat inap pada akhirnya akan hampir hilang.

.

Hasil gambar untuk davos 2019

.

Layanan virtual oleh dokter di klinik, akan membuat bangsal perawatan pasien di RS yang saat ini dipenuhi pasien dengan gangguan satu atau lebih sistem organ, kelak justru hanya akan digunakan untuk proses diagnosis dan perawatan sementara saja. Sebuah perangkat pemindaian digital tunggal akan mampu memberikan gambaran detail aspek metabolik, fungsional, dan struktural pasien, karena mampu menggabungkan fisika spektroskopi, resonansi magnetik, dan radiasi. Dengan demikian dokter hanya perlu satu tindakan pemindaian virtual, dan tidak memerlukan sebuah tindakan invasif yang menyakitkan pasien, seperti operasi biopsi jaringan.

.

Dokter juga tidak perlu lagi mempertimbangkan obat apa yang harus diresepkan untuk pasien dan kemudian apoteker yang memberikannya. Perangkat seluler dokter akan menerima informasi yang diperlukan untuk meramu obat, probiotik dan diet khusus, dari ruang penyimpanan data pasien. Selanjutnya, akan tersedia obat sesuai permintaan dokter, yang akan berlangsung bahkan dalam beberapa menit saja.

.

Hasil gambar untuk dokter virtual

.

Sekarang RS dan dokter wajib memberikan layanan kepada pasien dengan memberikan informasi diagnostik yang paling akurat, intervensi yang paling tidak invasif, dan terapi teraman yang tersedia. Ke depan, pasien secara mandiri akan memiliki informasi yang serupa, sehingga cukup melakukan diskusi singkat dengan dokter secara sepadan. 

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/01/31/2019-paska-rumah-sakit/

.

Saat ini beban global penyakit sebagian besar dalam aspek pembuluh darah atau vaskular, dengan serangan jantung dan stroke menjadi penyebab kematian terbesar di dunia. Pada hal, keduanya sebentar lagi dapat dicegah dengan pemahaman pasien yang lebih baik, dengan melakukan koreksi atas faktor risiko dalam bimbingan dokter secara virtual. Kejadian cidera traumatis juga turun dan akan terus menurun, saat tersedianya mobil tanpa pengemudi dan pekerja robot telah diciptakan untuk menggantikan tugas manusia yang berisiko.

.

Hasil gambar untuk dokter virtual

.

Teknologi kedokteran digital telah tersedia, sehingga sekarang diperlukan definisi ulang (reshape) hubungan dokter dengan pasien secara virtual. Oleh sebab itu, sebaiknya para dokter melatih diri agar profesional secara virtual, juga mengadvokasi organisasi profesi, pemerintah, penjamin biaya pasien seperti BPJS Kesehatan, dan kelompok lain untuk memulai penggunaan teknologi digital ini.

.

Hasil gambar untuk dokter virtual

.

ShopBack, aggregator dari lebih dari 200 e-commerce di Indonesia, mencatat pertumbuhan volume transaksi hingga 70% dibanding rata-rata transaksi harian saat perayaan Imlek 2019 ini. Angka ini naik sekitar 10-15% dibandingkan volume transaksi tahun lalu, yang hanya sekitar 55-60%. Country Head of Shop Back Indonesia Indra Yonathan mengatakan, pola konsumsi masyarakat Indonesia yang mulai merambah dunia digital dan online menjadi faktor peningkatan volume pemesanan e-commerce.

.

Hasil gambar untuk e commerce

.

Beberapa jenis layanan dokter sebenarnya dapat merupakan komoditas yang turut diperdagangkan melalui ‘e-commerce’. Tentu saja diperlukan ‘unicorn’ dan ‘start up’ yang mampu mewujudkan perubahan layanan dokter secara virtual, dalam dunia digital dan online. Dengan demikian akan lebih banyak pasien tetap dapat tinggal di rumah, untuk mendapatkan layanan medis dari dokter, dalam program jaga jarak atau ‘social distancing’, demi pemberantasan pandemi COVID-19.

Sudahkah kita siap menjadi dokter virtual melawan COVID-19?

Sekian

Tim Relawan Medis DIY untuk Bencana Gempa Bumi di Lombok, NTB 2018

Yogyakarta, 17 Juni 2019

*) Dokter spesialis anak di RS Panti Rapih Yogyakarta, Lektor di FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA : 081227280161

Categories
Healthy Life politik

2019 Biologi Politik

BIOLOGI  POLITIK

fx. wikan indrarto*)

Tahun 2019 adalah tahun politik, karena akan diselenggarakan Pemilihan Presiden (Pilpres) dan anggota legislatif (Pileg) Republik Indonesia. Sebagai warga negara yang baik, para dokter di Indonesia tidak boleh tinggal diam dalam peta perpolitikan daerah ataupun nasional. Bagaimana peran dokter dalam menganalisis sikap politik sesama warga bangsa?

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/05/28/2018-dokter-dan-pilkada/

Hasil gambar untuk pilpres 2019

Semua warga bangsa Indonesia dihadapkan dengan pertaruhan politik besar, bukan hanya sekedar menuju demokrasi paripurna, tetapi hal yang tersulit adalah menjaga agar kebhinekaan Indonesia tetap terjaga dengan baik. Pemilihan umum, baik pilkada maupun pilpres saat ini dihadapkan pada tantangan menguatnya politik sektarian berbasis Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan (SARA). Menguatnya politik sektarian menegaskan bahwa Indonesia sebagai sebuah bangsa, masih menghadapi permasalahan kebhinekaan yang terus mengintai dan mengancam. Ancaman tersebut tidak akan pernah berhenti, sampai kesadaran berbangsa dan bernegara dapat secara efektif termanifestasi dalam benak publik secara keseluruhan.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/05/31/2018-dokter-pancasila/

Selama ini politik sektarian juga menjadi penghalang bagi integrasi politik dalam bingkai kebhinekaan. Mengapa masyarakat Indonesia bisa terjerat dalam pertarungan politik sektarian? Apa yang terjadi sampai bangsa ini memasuki ruang politik yang sangat gaduh? Keduanya adalah pertanyaan besar yang harus dianalisis dari berbagai sudut pandang. Namun demikian, belum banyak orang yang tahu bahwa padangan politik sesunguhnya sesuatu yang eksak, artinya bisa diterjemahkan dari sesuatu yang terukur, misalnya dalam beberapa riset kedokteran membuktikan adanya keterkaitan struktur otak dan gen dengan orientasi politik.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/08/17/2018-dokter-merdeka/

Jurnal ilmiah ‘Current Biology’ Volume 21, 26 April 2011, memuat tulisan Tom Feilden, Colin Firth dan Geraint Rees dengan judul ‘Political Orientations Are Correlated with Brain Structure in Young Adults’. Jurnal yang Published Online: April 07, 2011 belum banyak diminati oleh banyak dokter di Indonesia. Para ilmuan dari London College University tersebut menemukan perbedaan struktural dalam otak manusia di Inggris, berdasarkan pandangan politiknya, yaitu liberal atau konservatif. Pelitian ini menggunakan alat Magnetic Resonace Imaging (MRI) untuk memindai otak responden dan dikorelasikan terhadap orientasi politiknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seorang dengan orientasi politik konservatif dan seorang liberal memiliki struktur otak yang berbeda. Meskipun demikian, sebenarnya struktur otak manusia dapat berubah dari waktu ke waktu berdasarkan pengalaman seseorang, sebuah adaptasi yang dinamakan neuroplastisitas.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/08/04/2018-dokter-proklamasi/

Shaw, Christopher, dan McEachern (2001) mendefinisikan neuroplastisitas sebagai konsep neurosains yang merujuk kepada kemampuan otak dan sistem saraf semua spesies, termasuk manusia, untuk berubah secara struktural dan fungsional, sebagai akibat dari input lingkungan. Gagasan ini pertama kali diusulkan pada tahun 1890 oleh William James, tetapi diabaikan selama lima puluh tahun. Orang pertama yang menggunakan istilah ‘plastisitas neuronadalah ilmuwan neurosains Polandia, yaitu Jerzy Konorski, sebelum disempurnakan oleh Shaw pada tahun 2001. Meskipun demikian, belum jelas benar apakah perubahan dalam sikap politik seseorang dapat mempengaharuhi perubahan struktur otak. Riset kedokteran seperti ini terus berkembang dan dapat digunakan dalam pemetaan pemilih atau ‘voters’ dalam persiapan pilkada atau pilpres di manapun.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/08/17/2018-dokter-merdeka/

Evan Charney dan William English pada ‘The American Political Science Review’, Volume 107, Edisi 2 Mei 2013, menuliskan ‘Genopolitics and the Science of Genetics’. Pada tulisan tersebut, dua gen manusia yang dapat memprediksi suara pemilih atau genopolitik, tidak terbukti memiliki hubungan langsung dengan hasil pemungutan suara dalam pemilihan umum. Hasil ini karena dipengaruhi oleh stratifikasi populasi dan variabel bias yang diabaikan. Dengan demikian dari sudut pandang genetika, neuroscience, dan biologi evolusioner, genopolitik masih perlu dikaji lebih lanjut, terkait beberapa prinsip dasar dalam genetika molekuler selama 50 tahun terakhir.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/11/07/2018-dokter-pahlawan/

Namun demikian, pada jurnal ‘Current Biology’ edisi 17 Nov 2014, Woo-Young Ahn dan rekan menulis laporan lain dengan judul ‘Nonpolitical Images Evoke Neural Predictors of Political Ideology.’ Ternyata ciri dasar ideologi politik seseorang telah ditemukan terkait secara mendalam dengan mekanisme biologi dasar, yang dapat berfungsi untuk mempertahankan diri terhadap tantangan lingkungan, seperti kontaminasi dan ancaman fisik. Hasil ini mempertanyakan klaim provokatif sebelumnya, bahwa respons saraf terhadap rangsangan nonpolitik (nonpolitical stimuli), seperti makanan haram atau ancaman fisik dapat digunakan untuk memprediksi opini politik (political opinions), seperti sikap terhadap pasangan calon atau partai pengusung dalam pilkada dan pilpres.

Hasil gambar untuk politik

Radikalisme dari sisi kedokteran jiwa atau psikiatri, penting dibahas untuk penatalaksanaan paripurna, meskipun sampai sekarang masih diteliti apakah terjadi hanya pada orang dengan gangguan kejiwaan atau hasil proses cuci otak. Scott Antran seorang Antropolog Kognitif dari ‘French National Center for Scientific Research’, mengungkapkan bahwa orang muda memerlukan nilai dan impian. Kesimpulan bahwa ‘the youth need values and dreams’ dimuat dalam The Guardian, koran di Inggris yang terbit Minggu, 15 November 2015. Oleh sebab itu, para pihak yang dapat menawarkan nilai dan impian kepada para pemilih pemula, tentu akan dapat mendulang suara, bukan hanya karena pemilih mengalami gangguan kejiwaan semata, tetapi juga dipengaruhi oleh proses indoktrinasi bertubi.

Hasil gambar untuk politik

Tentu saja para dokter Indonesia harus ikut terpanggil untuk melakukan pendekatan medis dalam perpolitikan nasional. Paling tidak, para dokter seharusnya mengedukasi warga bangsa, agar menggunakan hak pilihnya secara cerdas dalam pemilu serentak 2019. Selain itu, juga mengajarkan nilai-nilai rasional, seperti selalu menjaga persatuan Indonesia, agar tetap merasa nyaman dengan ketidaksempurnaan, menoleransi perbedaan, dan tidak mengidealkan sebuah utopia, yang sering dinamakan moderasi.

Hasil gambar untuk biologi politik

Sudahkah para dokter terlibat membantu?

Sekian

Yogyakarta, 10 Februari 2019

*) Ketua IDI Cabang Kota Yogyakarta, dokter spesialis anak di RS Panti Rapih, lektor FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161, e-mail : fxwikan_indrarto@yahoo.com.

Categories
Istanbul

2019 Hari Kanker Anak Internasional

Hasil gambar untuk kanker pada anak di indonesia

HARI KANKER ANAK INTERNASIONAL

fx. wikan indrarto*)

Hari Kanker Anak Internasional pada Jumat, 15 Februari 2019, ditujukan untuk menyoroti tindakan global terpadu dalam mengatasi tantangan kanker pada anak. Secara global, kanker anak dan remaja berpotensi untuk melebihi penyakit menular, sebagai salah satu penyebab kematian akibat penyakit yang tertinggi pada anak. Apa yang terjadi?

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/02/04/hari-kanker-sedunia-2018/

Hasil gambar untuk kanker pada anak di indonesia

Tema 2019 adalah “Advance Cures and Transform Care”. Pesan ini menyoroti ketidaksetaraan mencolok atas akses terhadap terapi di banyak negara berpenghasilan rendah dan menengah, di mana 80% anak dengan kanker hidup. Anak dan remaja di Afrika, Asia dan Amerika Latin dan di beberapa bagian Eropa Timur dan Selatan, belum memiliki akses terhadap pengobatan yang tepat, termasuk obat esensial dan perawatan khusus. Saat ini, di mana seorang anak hidup dan tinggal, cukup sering menentukan kemampuannya untuk bertahan hidup dari kanker anak. Hari ini adalah hari ketika kita berkumpul untuk menjadikan anak sebagai prioritas kesehatan  nasional dan global.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/01/17/2019-kematian-anak/

Hasil gambar untuk kanker pada anak di indonesia

Terkait kanker pada anak, saat ini masih terlalu sering kita mendengar kata “tetapi”, misalnya “tetapi” tidak cukup banyak anak yang dapat diobati, “tetapi” pengobatannya terlalu mahal, “tetapi” tidak ada cukup dokter ahli, dan banyak “tetapi” yang lain lagi. Pesan Utama adalah Sekarang waktunya. Tidak ada lagi “tetapi” (The time is now. There can be no more “but”). Sekarang kita harus bekerjasama untuk menyembuhkan, mengubah layanan dan menanamkan harapan pada anak, karena semua anak dengan kanker berhak mendapatkan akses terhadap obat esensial dan perawatan berkualitas.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/10/30/2018-polusi-terhadap-anak/

Hasil gambar untuk kanker pada anak di indonesia

Menurut The International Agency for Research on Cancer 2015, kejadian kanker anak di seluruh dunia meningkat, dari 165.000 kasus baru setiap tahun menjadi 215.000 kasus untuk anak sampai usia 14 tahun, dan 85.000 kasus baru untuk remaja usia 15-19 tahun. Program pengedalian penyakit kanker di Indonesia dilakukan untuk semua jenis kanker, tetapi saat ini masih diprioritaskan pada dua kanker terbanyak, yaitu kanker leher rahim dan kanker payudara, bukan pada anak. Meskipun jumlah anak dengan kanker jauh lebih sedikit dibandingkan dengan dewasa, tetapi jumlah kehidupan yang disimpan secara signifikan sebenarnya lebih tinggi. Bahkan tingkat kelangsungan hidup di negara berpenghasilan tinggi mencapai rata-rata 84% dan terus meningkat, juga di daerah dengan sumber daya yang kurang mendapat bantuan lokal dan internasional sekalipun.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/02/08/2019-lebih-hidup-lagi/

Hasil gambar untuk kanker pada anak di indonesia

Sebanyak 188 organisasi anggota Childhood Cancer International (CCI) di 96 negara dan 1.000 profesional layanan kesehatan dari 110 negara yang merupakan anggota International Society of Pediatric Oncology (SIOP), meminta setiap orang untuk ‘bersatu dalam solidaritas’ dan memastikan semua anak dan remaja di manapun, agar memiliki kesempatan untuk bertahan hidup dari kanker. Selain itu, juga agar dapat menjalani kehidupan yang panjang, produktif dan bermakna. Tidak ada yang lebih menakutkan daripada menyadari bahwa anak kita menderita kanker. Namun demikian, tidak ada yang lebih tragis daripada saat mengetahui bahwa pengobatan memang ada dan hasilnya sangat baik, tetapi itu tidak tersedia untuk anak kita. Mengapa? Hanya karena anak kita kebetulan tinggal di belahan dunia yang salah.

Hasil gambar untuk kanker pada anak di indonesia

Ternyata lebih dari 300.000 anak setiap tahun didiagnosis menderita kanker. Juga bahwa banyak jenis kanker pada anak dapat disembuhkan, jika anak diberikan 4 hak azasi, yaitu hak untuk diagnosis dini secara tepat, mengakses obat penting, mendapatkan layanan medis yang tepat dan berkualitas, serta menindaklanjuti layanan medis berkelanjutan bagi anak yang selamat. Hal ini mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa tujuan ke 3.4, yaitu untuk mengurangi angka kematian dini sampai sepertiganya pada tahun 2030.

Hasil gambar untuk kanker pada anak di indonesia

Disparitas besar terjadi pada tingkat kelangsungan hidup anak dengan kanker secara global. Di negara berpenghasilan rendah sampai menengah, di mana akses terhadap perawatan seringkali terbatas dan sangat menantang, tingkat kelangsungan hidup hanya 10%. Dari 10 anak yang didiagnosa menderita kanker, hanya 1 yang bertahan. Sebaliknya, di negara berpenghasilan tinggi dan maju, tingkat kelangsungan hidup bisa setinggi 90%, hanya 1 anak yang akan mati.

Hasil gambar untuk kanker pada anak di indonesia

Perkembangan obat kanker anak juga sangat tertinggal. Sebagai contoh, pengobatan untuk leukemia limfoblastik akut risiko standar, yang merupakan jenis kanker anak yang paling umum, yaitu terdiri dari 11 obat. Pada hal, lima di antaranya ditemukan pada 1960-an, lima lainnya, pada 1970-an dan satu di tahun 80-an. Tidak ada lagi obat baru untuk anak dengan kanker darah atau leukemia.

Gambar terkait

Momentum Hari Kanker Anak Internasional pada Jumat, 15 Februari 2019, adalah ajakan berulang untuk meningkatkan kepedulian kita semua akan kanker pada anak.

Apakah kita sudah bertindak?

Sekian

Yogyakarta, 9 Februari 2019

*) Sekretaris IDI Wilayah DIY, dokter spesialis anak, Lektor di FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161

Categories
Istanbul

2019 Lebih Hidup Lagi

Gambar terkait

LEBIH  HIDUP  LAGI

fx. wikan indrarto*)

Untuk merayakan kehidupan Dr. Quesada di San Jose, ibukota Kosta Rika, Karibia melakukannya dengan membantu sesama manusia yang telah hampir meninggal. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk membuat waktu yang mereka miliki di dunia ini, meskipun tinggal sebentar, tetapi harus nyaman, tanpa rasa sakit, riang dan lembut. Apa yang menarik?

Hasil gambar untuk sasakawa

Kisah inspiratif tersebut disampaikan kepada para delegasi dari Negara-negara Anggota WHO, dalam pidatonya saat menerima penghargaan Sasakawa (The Sasakawa Health Prize). Pemberian penghargaan ini dimulai pada tahun 1984 atas inisiatif dan dengan dana yang disediakan oleh Ryoichi Sasakawa, Ketua Yayasan Industri Pembuatan Kapal Jepang dan President of the Sasakawa Memorial Health Foundation. Penghargaan Sasakawa terdiri dari patung dan dana sebesar US $ 100.000, untuk karya inovatif yang luar biasa dalam pengembangan layanan kesehatan, untuk mendorong pengembangan lebih lanjut dari layanan tersebut.

Hasil gambar untuk sasakawa

Setelah pendidikannya di AS, ia kembali ke negaranya sebagai dokter muda dan mendedikasikan karirnya untuk perawatan paliatif anak, untuk membantu orang yang sekarat, sehingga mereka diperlakukan dengan hormat, profesionalis dan cinta. Pada tanggal 1 Oktober 1990, Dr. Lisbeth Quesada Tristan membangun Unit Perawatan Paliatif Anak (Fundación Pro Unidad de Cuidado Paliativo) di Rumah Sakit Anak Nasional (Hospital Nacional de Niños) di San Jose, Kosta Rika. Layanan seperti ini adalah yang pertama kali ada di Kosta Rika dan bahkan seluruh Amerika Latin, yang menyediakan perawatan paliatif untuk pasien di rumah dan rumah sakit.

Hasil gambar untuk palliative care

Perawatan paliatif adalah layanan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien, baik dewasa maupun anak, dan keluarga mereka, karena pasien menderita penyakit yang mengancam jiwa. Layanan ini akan  mencegah dan mengurangi penderitaan melalui identifikasi kondisi medis awal, penilaian derajad penyakit secara lengkap dan pengelolaan rasa sakit atau nyeri. Selain itu, juga untuk masalah lain, baik fisik, psikososial atau spiritual. Masalah medis sebagai penyebabnya meliputi penyakit kanker, kegagalan fungsi organ penting, tuberkulosis yang resistan terhadap obat, penyakit kronis tahap akhir, kelahiran prematuritas atau kelemahan umum, karena usia lanjut yang ekstrem.

Hasil gambar untuk palliative care

Perawatan paliatif mencakup layanan perawatan di rumah pasien, yang dapat meningkatkan kualitas hidup pasien dan keluarga mereka. Di samping itu, juga dapat menghemat uang untuk mengurangi biaya masuk rumah sakit yang tidak perlu. Kualitas hidup pasien dan keluarga mereka, dalam menghadapi masalah yang berhubungan dengan penyakit yang mengancam jiwa, baik fisik, psikososial atau spiritual, terbukti  sangat meningkat dengan perawatan paliatif ini.

Hasil gambar untuk palliative care

Resolusi Majelis Kesehatan Dunia 67,19 tentang penguatan perawatan paliatif, yang diadopsi pada tahun 2014, menekankan perlunya membuat kebijakan perawatan paliatif secara nasional, khususnya untuk memastikan akses yang aman ke obat opioid untuk menghilangkan rasa sakit atau nyeri yang hebat. Selain itu, juga dilakukannya pelatihan berkesinambungan untuk semua petugas kesehatan dalam perawatan paliatif, dan integrasi perawatan paliatif ke dalam sistem layanan kesehatan yang ada.

Morfin tablet kerja cepat (oral immediate-release morphine) adalah obat yang penting dalam terapi paliatif. Undang-undang tentang opioid dan peraturan peresepan di semua negara, seharusnya menyeimbangkan aspek pencegahan dan penggunaan opioid ilegal, dengan memastikan aksesibilitas pasien ke obat morfin, untuk mengurangi rasa sakit atau nyeri tingkat sedang dan berat.

Hasil gambar untuk palliative care

Pasien anak memiliki lebih sedikit akses ke perawatan paliatif. Pada hal, pasien anak berada pada risiko yang lebih tinggi daripada orang dewasa, untuk mengalami kesulitan mendapatkan obat penghilang rasa sakit yang memadai. Sekitar 98% pasien anak yang membutuhkan perawatan paliatif tinggal di negara berpenghasilan rendah dan menengah, dengan hampir setengah dari mereka tinggal di Afrika.

Hasil gambar untuk palliative care

Perawatan paliatif masih menunjukkan perbedaan mencolok secara global. Kurangnya akses ke perawatan paliatif dan obat penghilang nyeri adalah salah satu ketidaksetaraan terbesar dalam kesehatan global. Sebagian besar pasien di negara berpenghasilan tinggi memiliki akses, tetapi hanya sebagian kecil pasien di negara berpenghasilan rendah dan menengah yang memiliki akses serupa. Setiap tahun diperkirakan 40 juta orang membutuhkan perawatan paliatif, dengan 78% di antaranya tinggal di negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Gambar terkait

Kebutuhan akan perawatan paliatif tidak pernah surut. Justru hal ini akan terus tumbuh dengan meningkatnya penyakit kronis dan bertambahnya orang yang dapat hidup hingga usia yang lebih lanjut. Di seluruh dunia, hanya sekitar 14% orang yang membutuhkan perawatan paliatif, yang dapat menerimanya. Penghargaan Sasakawa pada 25 Mei 2018 untuk perawatan paliatif bagi pasien anak oleh Dr. Lisbeth Quesada Tristan di Kosta Rica, telah membuat hidup anak sakit berat menjadi lebih hidup lagi.

Hasil gambar untuk palliative care

Sudahkah kita tergerak membantu?

Yogyakarta, 7 Februari 2019

*) Ketua IDI Cabang Kota Yogyakarta, dokter spesialis anak RS Panti Rapih, Lektor di FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA : 081227280161

wa.me/
wa.me
Halo, ada yang dapat dibantu?