Categories
anak bayi prematur dokter Healthy Life Pendukung ASI

2020 Pekan Menyusui Dunia

Berita Pekan Asi Sedunia Terbaru Hari Ini - Celebrity Breaking ...

PEKAN MENYUSUI  DUNIA  2020

fx. wikan indrarto*)

Pekan Menyusui Dunia (World Breastfeeding Week) dirayakan setiap tahun mulai tanggal 1 hingga 7 Agustus, untuk mendorong pemberian Air Susu Ibu (ASI) dan meningkatkan kesehatan bayi di seluruh dunia. Apa yang perlu dicermati?

.

baca juga : https://dokterwikan.com/2019/07/29/2019-pekan-menyusui-sedunia/

.

Pekan Menyususi Sedunia tahun 2020 dirayakan dengan tema dukung menyusui untuk bumi yang lebih sehat (support breastfeeding for a healthier planet). Perayaan tahun 2020 ini akan fokus pada dampak pemberian makan bayi pada lingkungan dan perubahan iklim. Selain itu, juga untuk keharusan melindungi, mempromosikan dan mendukung pemberian ASI untuk kesehatan bumi dan penghuninya. Tema ini selaras dengan kampanye SDG 2030 tentang hubungan antara menyusui dan perubahan lingkungan atau iklim global.

.

baca juga : https://dokterwikan.com/2020/02/27/2020-iklim-buruk-bagi-anak/

.

Peringatan ini dimotori oleh ‘The World Alliance for Breastfeeding Action’ (WABA) atau Aliansi Dunia untuk Menyusui, yang menerapkan pendekatan (the warm chain approach) kerja sama lintas sektor terkait masalah lingkungan dalam menekankan hubungan antara menyusui dan lingkungan. Inti utama kampanye adalah menyusui sebagai keputusan cerdas atas iklim (a climate-smart decision) untuk meningkatkan kesehatan bumi dan para penghuninya.

.

baca juga : https://dokterwikan.com/2020/06/06/2020-langkah-sehat-paska-pandemi-covid-19/

.

Natalie Shenker, Research Associate in the Faculty of Medicine, Imperial College London dan Amy Brown, Professor of Child Public Health, Swansea University di Inggris, telah menuliskan hasil penelitian tentang hubungan menyusui dan perubahan iklim. Menyusui hanya mengeluarkan sedikit sumber daya alam, seperti air atau tanah, tidak menghasilkan emisi karbon, dan minim atau nol limbah. Menyusui selama enam bulan menghemat 95-153 kg CO₂e (carbon dioksida ekuivalen) per bayi, dibandingkan dengan pemberian susu formula. Apabila semua bayi di Inggris diberikan ASI selama enam bulan saja, maka penghematan emisi karbon setara dengan yang dihasilkan oleh 50.000 sampai 77.500 mobil di jalan raya selama setahun.

.

Susu formula bubuk memerlukan sekitar 4.700 liter air per kilo susu. Selain itu, susu formula menggunakan bahan tambahan seperti minyak kelapa sawit untuk kebutuhan mineral dan vitamin bagi pertumbuhan bayi. Pada hal, pencabutan sementara keanggotaan Nestlé, sebuah industri multinasional susu formula, dari Perkumpulan untuk Sawit Berkelanjutan (Roundtable on Sustainable Palm Oil) memperlihatkan adanya masalah dalam keberlanjutan produksi pangan global.

.

Sebenarnya hanya ada 40-50 pabrik pengolahan susu formula di seluruh dunia. Namun demikian, jumlah air yang diperlukan untuk pengangkutan mulai dari bahan susu mentah ke pabrik pengolahan, hingga ke tangan konsumen di seluruh dunia memang belum diketahui pasti, tetapi jelas sangat besar. Susu formula bubuk membutuhkan air yang dipanaskan hingga suhu 70°C agar steril dan aman dikonsumsi oleh bayi, sehingga hal ini menyerap sumber daya alam sangat besar. Di Inggris, perkiraan biaya energi untuk mendidihkan air saat menyiapkan susu formula bagi bayi di tahun pertama kehidupannya, setara dengan mengeluarkan lebih dari 1,5 juta kilogram karbon dioksida. Belum lagi sampah yang dihasilkan dari 550 juta kaleng susu formula, 86.000 ton logam, dan 364.000 ton kertas yang dibuang ke TPA setiap tahunnya.

.

Menyusui dan pemberian ASI menekan siklus ovulasi ibu, membantu mengurangi jumlah anggota keluarga, dan menjaga keluarga tetap sehat. Hal ini mampu menjaga sumber daya bumi agar tidak cepat habis dari dampak yang ditimbulkan oleh penambahan julah manusia secara cepat. Selain itu, ibu yang tidak menyusui bayi biasanya siklus haid akan lebih cepat terjadi. Perempuan di Inggris rata-rata menggunakan 264 pembalut dan tampon setiap tahunnya. Menyusui dapat menurunkan permintaan akan serat katun, plastik polietilena, dan bahan lainnya yang digunakan untuk memproduksi pembalut dan tampon.

.

Dampak lingkungan terkait hubungan menyusui dan perubahan iklim di Indonesia belum ada data resminya. Data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017 menunjukkan secara umum angka pemberian ASI eksklusif untuk bayi berusia kurang dari enam bulan mencapai 52%. Selain meningkat sekitar 11% dibandingkan riset serupa pada 2012, capaian ini memenuhi target minimal 50% yang ditetapkan dalam rencana pembangunan nasional lima tahun terakhir, tetapi belum dikaitkan dengan dampak lingkungan.

.

Namun demikian, sumber data yang sama juga memperlihatkan bahwa persentase pemberian ASI eksklusif ini menurun seiring dengan pertambahan usia anak. Untuk anak usia di bawah satu bulan persentasenya lumayan tinggi, 67%. Angka ini berkurang menjadi 55% pada anak usia 2-3 bulan, dan anjlok lagi hanya 38% pada anak usia 4-5 bulan. Hal ini berarti angka pemberian ASI eksklusif sebesar 52% sebenarnya merupakan capaian semu, karena belum menggambarkan persentase bayi di seluruh Indonesia yang benar-benar memperoleh ASI saja selama 6 bulan pertama kehidupannya, tanpa asupan lain seperti susu formula (susu pengganti ASI buatan pabrik), pisang, air tajin, dan makanan/minuman lainnya.

.

Momentum Pekan Menyusui Dunia (World Breastfeeding Week) tanggal 1 hingga 7 Agustus 2020, juga mengingatkan kita akan pentingnya memberikan dukungan bagi semua ibu untuk menyusui secara eksklusif, agar bumi kita lebih sehat (support breastfeeding for a healthier planet).

.

Apakah kita sudah bertindak bijak?

Sekian

Yogyakarta, 12 Juli 2020

*) Dokter spesialis anak di RS Panti Rapih, Lektor di FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161

Categories
Istanbul

Hello world!

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!

Categories
Istanbul

2020 Vaksinasi saat pandemi COVID-19

Takut Imunisasi Anak saat Pandemi Corona? Ini Tips dari Dokter ...

VAKSINASI SAAT PANDEMI COVID-19

fx. wikan indrarto*)

Ketika satu penyakit yang mematikan menyebar ke seluruh dunia dan menjadi pandemi seperti COVID-19, upaya vaksinasi bagi bayi dan anak harus terus dilakukan, untuk mencegah berjangkitnya penyakit lain. Apa yang perlu didukung?

.

baca juga : 2020 Layanan Medis Non COVID-19

.

Pada saat pandemi COVID-19 terus menyebar di seluruh dunia, warga didorong untuk tinggal di rumah dan menjaga jarak secara fisik. Banyak layanan masyarakat, termasuk beberapa jenis layanan kesehatan, justru ditiadakan, sehingga risiko wabah penyakit menular akan semakin bertambah. Wabah sebelumnya telah menunjukkan bukti bahwa ketika sistem kesehatan kewalahan, mortalitas akibat penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin dan penyakit lainnya, dapat juga meningkat secara dramatis. Selama wabah Ebola (EVD) tahun 2014-2015 di Afrika Barat, peningkatan jumlah kematian yang disebabkan oleh campak, malaria, HIV AIDS, dan TBC yang disebabkan oleh kegagalan sistem kesehatan negara terdampak, justru melebihi kematian karena Ebola.

.

baca juga : 2020 Pekan Imunisasi Sedunia

.

Pada pertengahan tahun 2020, program vaksinasi pada sekitar 80 juta anak balita secara global telah tertunda, yang sebagian besar disebabkan oleh terbatasnya akses ke layanan kesehatan, rendahnya ketersediaan APD untuk petugas kesehatan, dan ketakutan tertular COVID-19. Namun demikian, semua negara wajib menyeimbangkan ancaman COVID-19 dengan ancaman wabah penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin, dan kematian yang dapat terjadi. Berikut adalah beberapa contoh bagaimana negara bekerja untuk mencapai atau mempertahankan cakupan vaksinasi yang tinggi, di tengah-tengah pandemi COVID-19 global.

.

baca juga : 2019 Informasi Vaksinasi

.

Italia, salah satu negara yang paling terpukul oleh COVID-19 dipaksa untuk mempekerjakan kembali banyak tenaga kesehatannya yang sudah pensiun, ketika kasus COVID-19 menyerang mulai akhir Februari 2020. Selain itu, Italia mempertahankan vaksinasi untuk anak sebagai bagian layanan kesehatan esensial yang tetap harus diselenggarakan, memprioritaskan vaksin dosis pertama, sambil memastikan pencegahan infeksi COVID-19 dengan protokol kesehatan yang ketat, seperti penyediaan waktu dan jarak fisik yang aman di ruang tunggu. Pihak berwenang juga mendata semua anak yang telah kehilangan dosis vaksinasi rutin dan memprioritaskan merek,a segera setelah layanan tersedia lagi.

.

Di Suriah diselenggarakan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) pada bulan Juni 2020, untuk menutup kesenjangan vaksinasi pada anak. Selama kampanye PIN, petugas kesehatan memvaksinasi lebih dari 210.100 anak dan mendata status vaksinasi sekitar 900.000 anak, untuk menentukan vaksin selanjutnya yang masih mereka butuhkan. Burkina Faso juga melakukan vaksinasi massal pada bulan Juli 2020, dengan kampanye vaksinasi polio selama 4 hari. Di dua kabupaten di wilayah Centre-East, 174.304 divaksinasi melawan polio dan mempertahankan langkah pengendalian COVID-19.

.

Di 39 negara Amerika Latin dengan pembatasan sosial yang sudah mulai berkurang, layanan vaksinasi yang sempat ditangguhkan di beberapa negara, segera dilanjutkan. Layanan vaksinasi meningkat dari 57% saat puncak pandemi COVID-19 menjadi 79% pada awal Juli 2020. Kemajuan ini difasilitasi dengan menggunakan berbagai pendekatan inovatif, seperti pusat layanan vaksinasi yang bergerak, kampanye gencar vaksinasi, dan vaksinasi di sekolah yang tidak menerapkan pembelajaran jarak jauh, dan bahkan juga langsung di rumah anak (home care).

.

Pada pertengahan Januari 2020, ketika Kamboja mengkonfirmasi kasus COVID-19 pertamanya, juga mengkonfirmasi 84 kasus campak, yang sebenarya sudah jarang terjadi. Bahkan total terdapat 341 kasus campak di seluruh Kerajaan Kamboja, dalam empat bulan pertama tahun 2020. Di komunitas yang berisiko tinggi, petugas kesehatan datang dari pintu ke pintu, bahkan dari perahu ke kapal di sungai Mekong dan berbagai perairan lainnya, untuk memberikan vaksin yang menyelamatkan jiwa bagi anak yang paling rentan.

.

Maladewa dan Sri Lanka telah diverifikasi mampu menghilangkan rubella, penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin, pada awal Juli 2020. Maladewa dan Sri Lanka adalah dua negara pertama di kawasan Asia Selatan dan Tenggara, yang menghilangkan rubella dan campak sebelum target tahun 2023. Di Sri Lanka, klinik kesehatan telah memperpanjang waktu layanan, mengatur jarak fisik yang aman dan membatasi jumlah anak yang dilayani per jam. Petugas kesehatan telah disarankan untuk memvaksinasi semua anak dalam keluarga yang membutuhkan vaksin dan untuk memberikan beberapa vaksinasi kombinasi untuk setiap anak.

.

Di Indonesia layanan vaksinasi harus tetap diupayakan berjalan sesuai jadwal. Pemberian vaksinasi mengikuti prinsip PPI dan menjaga jarak aman 1–2 meter, diupayakan dengan membuat janji temu dan mengatur waktu kunjungan secara bergiliran, agar tidak terjadi penumpukan di ruang tunggu. Apabila vaksinasi anak harus ditunda, maka anak harus didata menggunakan metode pelacakan (defaulter tracking) serta memastikan untuk segera memberikan vaksinasi pada kesempatan layanan selanjutnya, agar tidak ada anak yang tidak terlindungi. Selanjutnya dilakukan perencanaan kegiatan ‘catch up’ vaksinasi untuk anak yang ‘left-out’ ataupun ‘drop-out,’ yang harus dimulai sedini mungkin dengan melakukan ‘sweeping’ dan ‘Drop-Out Follow Up’ (DOFU).

.

Dengan tetap memeberikan vaksinasi rutin, kita akan mampu menekan angka kematian langsung terkait pandemi COVID-19, bahkan juga akan berhasil mengurangi peningkatan angka kematian secara tidak langsung, karena penyakit tidak menular lainnya.

.

Sudahkah kita siap?







Salah satu simbol dari kejayaan masa lalu kota Roma di Italia adalah Colosseum (70-80 AD), amphitheatre terbesar di jaman Kekaisaran Romawi . Bangunan tersebut mampu menampung 60.000 penonton, yang kami kunjungi pada hari Kamis pagi yang gerimis, 11 September 2014.

Italia adalah salah satu negara yang paling terpukul oleh pandemi COVID-19 dan memaksa untuk mempekerjakan kembali banyak tenaga kesehatannya yang sudah pensiun, ketika kasus COVID-19 menyerang mulai akhir Februari 2020, termasuk untuk memberikan vaksinasi.

Sekian

Yogyakarta, 23 Juli 2020

*) Dokter spesialis anak di RS Panti Rapih Yogyakarta, Lektor FK UKDW, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161, e-mail : fxwikan_indrarto@yahoo.com

Categories
Istanbul

pit2an

wa.me/
wa.me
Halo, ada yang dapat dibantu?