Categories
dokter Jalan-jalan medicolegal

2023 LAMONGAN IDI REBORN

IDI REBORN DI LAMONGAN
fx. wikan indrarto

IDI Reborn adalah visi organisasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk menuju organisasi profesi dokter yang mandiri, modern, dan akuntable untuk menciptakan masa depan yang lebih baik. Juga membawa semangat perubahan dan pembaharuan yang dilandasi kekuatan, kecerdasan gagasan dan implementasi yang sangat kokoh, serta terwujud pada kinerja organisasi yang saling sinergis, kolaboratif, dan selalu konsisten dalam bingkai kolegialitas sebagai ikatan spiritual tertinggi bagi IDI, sebagaimana disampaikan oleh Dr. dr. Moh Adib Khumaidi, SpOT, sebagai Ketua Umum PB IDI.

Penegasan tersebut juga dilakukan di Lamongan, Jawa Timur saat peringatan HUT ke -73 sekaligus Hari Dokter Nasional. Untuk itulah petualangan ke Lamongan kami jalani. Oleh karena para pengurus IDI se DIY sudah berangkat ke Lamongan terlebih dahulu dan kami masih harus masuk kerja, maka petualangan dimulai dengan naik bis CEPAT EKA, meninggalkan terminal Bis Giwangan Yogyakarta menuju terminal bis Bungurasih Surabaya, sejauh 263 km pada Sabtu siang, 21 Oktober 2023, selepas kerja.

Bus EKA tentu sudah tak asing lagi bagi para maniak bus, sebagai bus patas AC legendaris yang semula bernama PO. Flores. Bus EKA menggunakan tipe chassis Hino New RN 285 yang dilengkapi shock breaker air suspension, berbalut body jenis Jetbus 3+ buatan Adi Putro Malang, sehingga nampak gagah. Bis EKA berplat nomer S 7852 US dengan chassis Hino RN285 ini adalah sasis paling banyak digunakan dibandingkan sasis bus merek lain, karena faktor harga yang terjangkau, mampu diandalkan, dan mudah perawatannya.

Kami menyusul teman2 pengurus IDI se DIY yang telah berangkat lebih awal ke Lamongan dengan 2 buah Toyota Hi-Ace Premio, untuk memeriahkan HUT IDI ke 73, yang dipusatkan di Alun-alun Lamongan, Jawa Timur.

masjid agung di seberang alun-alun Lamongan

Lamongan adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur yang terletak 49 km barat Kota Surabaya. Kabupaten Lamongan dilintasi Jalan Nasional Jakarta-Surabaya, merupakan salah satu wilayah yang masuk dalam kawasan metropolitan Surabaya, yaitu Gerbangkertosusila (Gresik, Bangkalan, Kertosono, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan). Kabupaten Lamongan memiliki garis pantai sepanjang 47 km, termasuk Pantai Tanjung Kodok yang menawan, dan daratan dibelah oleh Sungai Bengawan Solo.

sebagian pengurus IDI se DIY bergaya di depan panggung acara, mengenang pendudukan Lamongan pada era awal kemerdekaan RI

Setelah Indonesia Merdeka pada 17 Agustus 1945, daerah Lamongan menjadi garis depan pertahanan melawan tentara kependudukan Belanda atau NICA. Pada tanggal 20 Desember 1948 pk. 15 terjadi serbuan atas kota Babat oleh Pasukan Marbrig (Mariniers Brigade atau Koninklijk Nederlandse Marine Korps) yang datang dari Tuban. Kecamatan Babat termasuk jembatan Cincim akhirnya jatuh ke tangan Belanda tanpa ada perlawanan sama sekali. Peristiwa ini dikenal dengan sebutan “dosa komandan Batalyon Halik”. Brigade Marinir Belanda ternyata tidak langsung menyerang kota Lamongan dari arah Babat, melainkan bergerak ke arah selatan dengan tujuan utama kota Kertosono. Baru pada tanggal 18 Januari 1949 pk. 13 Kota Lamongan berhasil diduduki dan dikuasai oleh Belanda, dengan kerugian yang besar. Selama enam bulan pertempuran perebutan Lamongan, korban dari pihak tentara Belanda relatif lebih besar dibandingkan dengan korban di pihak pasukan Lamongan. Tercatat pihak Belanda mengalami korban tewas 139 pasukan, luka-luka 29 orang dan tertawan 11 orang. Korban dari pihak RI tercatat sebanyak 40 tentara gugur, 11 tertawan dan 12 orang terluka. Adapun korban dari warga sipil 335 orang tewas dan 93 mengalami luka-luka.

menu gulai kambing dan teh panas kental di RM Duta Ngawi bagi para penumpang bis cepat EKA

Perjalanan bis cepat EKA dari Yogyakarta melewati 2 penggal Tol Trans Jawa yang legendaris. Pertama dari Gerbang Tol (GT) Ngemplak Solo ke GT Sragen Timur. Setelah melibas Banaran, batas 2 propinsi Jateng dan Jatim, kami beristirahat sejenak di RM Duta Ngawi dengan menu makan gulai kambing hangat dan teh kental, manis, juga hangat. Lanjut masuk GT Madiun dan melibas tol panjang, iklan yang disuarakan crew bis untuk menggaet penumpang, dan keluar di GT Waru Gunung Surabaya dengan harga tiket bis Rp. 175 ribu termasuk makan.

Kami memasuki areal terminal bis Bungurasih Surabaya, terminal bis terbesar di Jawa Timur menjelang pk. 22. Selanjutnya kami ganti bis Patas Jaya Utama Indo L 7574 UV jurusan Surabaya ke Semarang, akan turun di Lamongan dengan tarif Rp. 50 ribu. Jaya Utama Indo merupakan salah satu PO bus pelopor rute Surabaya-Semarang. Pada awal tahun 1990-an, PO ini hanya memiliki lima armada dengan nama PO Jaya Utama. Persaingan ketat membuatnya mengalami pasang surut. Perusahaan otobus ini pernah mengakuisisi beberapa PO seperti PO Trigaya Putra dan PO Tjipto. Pada tahun 2000, perusahaan ini mengakuisisi PO Indonesia sehingga berubah nama menjadi PO Jaya Utama Indo hingga sekarang dengan armada yang telah mencapai ratusan unit. Kini armada yang dimiliki Jaya Utama Indo sudah banyak diperbarui dan mengakomodasi teknologi terkini. Unit bus kebanyakan menggunakan body buatan karoseri Tentrem Malang dan Laksana Ungaran dengan model Discovery dan Legacy SR2 HD Prime. Ada pula dari karoseri Gunung Mas berbodi Zeppelin G3 serta karoseri Trisakti berbodi Ultima 2. Dapur pacu atau mesin yang dipakai hanya dari Hino Jepang dan Mercedes Benz Jerman. Kami naik bis Jaya Utama Indo berbody Avante H9 buatan Karoseri Tentrem Malang dengan mesin Mercedes-Benz tipe 1836 0500 susoensi udara dan masuk GT Tandes Barat dan keluar di GT Kebomas Gresik.

kabin bis Jaya Utama Indo dari Surabaya ke Lamongan, dengan seat buatan Rimba Raya

Selanjutnya kami menempuh jalan nasional non tol menuju Lamongan dan turun di depan Lamongan Plaza Mall. Kami segera pesan Grab Bike menuju Hotel Mahkota, sebuah hotel melati plus yang letaknya strategis, berada di pusat kota Lamongan yang hanya perlu waktu 45 menit perjalanan dari pusat bisnis Kota Surabaya. Segera kami terlelap di kamar 216 Hotel Mahkota 1 berlokasi di Jl. Sunan Drajad 6-8, Lamongan dalam kepenatan badan karena perjalanan panjang, tetapi masih sempat membayangkan perang kemerdekaan yang berkecamuk di Lamongan.

hotel Mahkota di dekat alun-alun Lamongan

Heroisme warga Lamongan saat melawan pendudukan Belanda tersebut menjiwai seluruh rangkaian kegiatan HUT IDI ke 73 pada Sabtu – Selasa, 21 sampai 24 Oktober 2023 di Lamongan, Jawa Timur.

Heroisme pelari Dr. Joko Murdiyanto dan Dr. Agus Wiyono saat mencapai garis finish pada Charity Run For Stunting di Lamongan

Agenda utama kegiatan yang kami ikuti setelah sarapan di Hotel Mahkota Minggu pagi, 22 Oktober 2023 adalah ‘charity for stunting’. Stunting saat ini masih menjadi masalah gizi utama bagi bayi dan anak di bawah usia 2 tahun di Indonesia. Hal ini menjadi tantangan tersendiri saat Indonesia tengah mempersiapkan generasi emas pada 2045 mendatang.

bersama teman2 pengurus IDI se DIY di panggung Charity Run for Stunting

Oleh karena itu semua pihak seharusnya bersama-sama mengatasi dan menurunkan angka kejadian stunting, termasuk para dokter anggota IDI. Sesuai dengan harapan Presiden Jokowi pada tahun 2024 target stunting harus dibawah 14%. Sedangkan merujuk hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSG) 2022, angka stunting nasional masih tinggi, di atas 21,6%.

siap mengikuti apel siaga dokter Indonesia di Lamongan
Apel Siaga Dokter Indonesia melawan stunting

Selain penggalangan dana untuk mengatasi stunting, juga dilakukan pengobatan gratis oleh dokter spesialis dengan beragam disiplin ilmu atau spesialisasi, di 32 puskesmas di seluruh Kabupaten Lamongan. Target pasien setiap puskesmas diperkirakan dapat dilayani 150-200 orang pasien dan IDI menyiapkan 179 dokter spesialis untuk kegiatan ini.

Festival Olahraga di alun-alun kota Lamongan

Juga ada festival olahraga dan seni dengan 3 cabang olahraga yang akan dipertandingkan, yakni badminton, tenis meja, dan futsal, yang diikuti oleh seluruh dokter se-Indonesia. Sebanyak 200 orang dokter telah mendaftarkan diri. Festival ini bertujuan untuk memotivasi gaya hidup sehat dengan beraktivitas fisik, berolahraga dan bergerak secara teratur, termasuk para balita stunting.

wajah gelap tertutup bayangan balon,

Pada kesempatan tersebut kami sempat bertemu langsung dan berfoto dengan Dr. dr. Moh. Adib Khumoidi, SpOT Ketua Umum PB IDI dan Dr. dr. Sutrisno, SpOG(K) Ketua IDI Wilayah Jawa Timur.

bersama Dr. Agus Wiyono, Dr. Adib Khomaidi dan Dr. Joko Murdiyanto di lokasi acara HUT IDI ke 73 di Lamongan

Juga ada bazar atau pesta rakyat yang menghadirkan berbagai kebutuhan pokok bagi rakyat sekitar, bekerjasama dengan dinas terkait di Pemkab Lamongan. Bahkan dilengkapi dengan pemberian sembako, khususnya beras murah di alun-alun Lamongan sebagai bentuk simpati IDI atas naiknya harga beras dalam beberapa bulan terakhir. Telah disediakan beras 5 ton dalam kegiatan ini. Selain itu juga akan ada stan UMKM dan kuliner dari masyarakat setempat, donor darah, serta ada komunitas musik untuk hiburan. Ada juga charity run, lari untuk umum sepanjang 7,3 km, gerakan orangtua asuh dokter untuk balita stunting hingga pemecahan Rekor MURI.

rombongan pengurus IDI se DIY di Lamongan

Pendidikan agama Islam sangat maju di seluruh Lamongan. Bahkan terdapat banyak pondok pesantren terkenal seperti Ponpes Tarbiyatut Tholabah di Kranji Paciran, Ponpes Sunan Drajat di Drajat Paciran, Ponpes Thoriqul Ulum Lamongan, Ponpes Manarul Qur’an di Paciran, Ponpes Bustanul Hikmah di Dumpiagung dan di Kembangbahu. Pagi itu kami sempatkan mengikuti peryaan ekaristi atau misa kudus di Gereja Katolik St. Fransiskus Xaverius Lamongan yang memiliki ciri khas bangunan sederhana yang sejuk, dengan sejarah gereja katolik di Kabupaten Lamongan yang kuat, sehingga menjadi tempat ibadah yang nyaman bagi ummat katolik Kabupaten Lamongan sejak tahun 1968.

berdoa sejenak di dalam gedung gereja Katolik Lamongan

Misa kudus dilayani oleh para imam atau pastor dari Paroki Santa Perawan Maria Gresik, yang dirintis sejak sekitar tahun 1932. Saat itu beberapa umat Katolik di Gresik sering merayakan ekaristi di gedung pengadilan negeri Jln. Basuki Rachmat sekarang, bersama Pastor Massen, CM dan diresmikan sebagai paroki pada tanggal 22 Desember 1996. Pada tahun 2018, berdasar SK Keuskupan Surabaya no. 95/G.113/II/2018 tentang Pembagian Wilayah di Keuskupan Surabaya, maka Paroki Gresik yang selama ini tergabung dalam Vikep Surabaya Barat menjadi Kevikepan Mojokerto bersama Paroki Mojokerto, Tuban dan Bojonegoro, serta melayani wilayah Lamongan.

Gereja Katolik Fransiskus Xaverius Lamongan

Setelah pengurus IDI wilayah DIY diberikan amanah untuk menyelenggarakan puncak acara Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) pada Mei 2024, kami terus berpamitan dengan para pengurus PB IDI, IDI wilayah Jatim dan IDI Cabang Lamongan, kami segera berpisah rombongan. Para dokter pengurus IDI se DIY yang muda melanjutkan perjalanan wisata dan yang setengah baya segera kembali ke Yogyakarta. Kami mengikuti Dr. Joko Murdiyanto, SpAn, MKes, Fisqua (Ketua), Dr. Rina Nuryati, MPH (sekretaris) dan Dr. Agus Wiyono, MKes (BHP2A) IDI wilayah DIY, segera duduk manis di Toyota Hi-Ace Premio keluaran 2022 hitam, mengkilat dan bertenaga, segera mengambil jalan nasional kembali ke arah Gresik, untuk masuk tol.

Kabupaten Lamongan dilintasi jalur utama pantura yang menghubungkan Jakarta-Surabaya, yakni yang kami lalui sepanjang pesisir utara Jawa. Kami tidak menggunakan Kereta Api yang melintas di jalur sangat padat Surabaya, Cepu, ke Semarang, dimana Babat merupakan persimpangan antara jalur KA Surabaya-Semarang dengan jalur KA Jombang-Tuban.

Teman-teman pengurus IDI wilayah DIY yang lain memanjakan diri menikmati sebagain Wisata Alam di Kabupaten Lamongan. Kalau waktunya cukup, sebenarnya dapat menikmati Waduk Gondang, Akar Langit Trinil Brondong, Wisata Edukasi Gondang Outbond (WEGO), Istana Gunung Mas, Waduk Prijetan, atau tempat menginap malam sebelumnya di Wisata Bahari Lamongan (WBL), Gua Maharani, atau Pantai Joko Mursodo. Tempat Wisata Sejarah di Kabupaten Lamongan juga tidak kalah menarik, yaitu Museum Sunan Drajat, Monumen Van der Wijck, Prasasti Wide dan Sedayu Lawas. Sedangkan tempat wisata religi Islam di Kabupaten Lamongan, meliputi Makam Sunan Drajat, Makam Sunan Sendang Duwur, Makam Syekh Maulana Ishaq (Ayah Sunan Giri), Makam Sunan Lamongan atau Syekh Hisyamudin (Putra Sunan Ampel). Yang tidak kalah menarik adalah kuliner khas Lamongan diantaranya Soto Lamongan, Sego Boranan, Lodeh Kuthuk, Tahu Thek, Walang Goreng, Wingko Babat, dan Pecel Lele. Patut disayangkan, wisata sejarah, religi dan kuliner khas Lamongan hanya dapat kami bayangkan saat melaju di Tol menuju Yogyakarta

Petualangan diakhiri dengan meninggalkan km nol Lamongan.

Semoga saja semangat IDI reborn akan semakin mendewasakan organisasi para dokter seluruh Indonesia dan penyelenggaraan acara selanjutnya di Yogyakarta tahun 2024 dapat berjalan lancar. Terima kasih kepada semua pihak atas dukungannya, sehingga petualangan ke Lamongan telah berlangsung sukses.

Salam pengelana
-wikan

Catatan : ditulis dan disebarkan dalam goyangan laju kencang Toyota Hi-Ace Premio 2023 AB 7904 WD melibas tol Trans Jawa menuju Yogyakarta

Categories
dokter Healthy Life Jalan-jalan

2023 PALANGKA RAYA

PALANGKARAYA
fx. wikan indrarto

Kesempatan mengunjungi ulang Palangkaraya, Kota Cantik ibukota Kalimantan Tengah, datang dengan penuh semangat. Pertama kali kami datang menginjakkan kaki di Palangkaraya pada hari Selasa, 5 Januari 2000 sebelum menjalani penempatan sebagai dokter spesialis anak di RSUD Dr. Soemarno Sosroatmojo Kuala Kapuas, Kalimantan Tengah. Kali kedua berangkat Minggu siang, 15 Oktober 2023 kami menggunakan pesawat Boeing 737NG Batik Air dari New Yogyakarta Airport, disambung Airbus A320 Batik Air dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Tjilik Riwut. Kami mendarat menjelang malam hari, dengan penerbangan terakhir yang dilayani di bandara tersebut.

Dengan pak Ja’far asli Labuanbajo Flores dari Mitra Konsultan, menunggu terbang di New Yogyakarta Airport.
Mendarat di Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya

Kami dijemput oleh Dr. Anto Fernando Abel, Kepala Seksi Pelayanan Medis RSUD dr Doris Sylvanus di Bandara Tjilik Riwut, sebagai penumpang terakhir yang keluar dari area kedatangan. Kami langsung diajak menuju ke Le SARAI resto, sebuah rumah makan legendaris untuk para pejabat negara, yang berlokasi di Jl. MH. Thamrin No D/7 Menteng, Pahandut, Palangka Raya, untuk makan malam menu lokal yang khas banget, yaitu ikan patin bakar.

Dengan Dr. Anto Fernando Abel menunggu menu ikan patin bakar di Le SARAI resto Palangkaraya

Ikan patin yang lezat memiliki berbagai bagian tubuh dengan pesona rasa masing-masing. Pertama yakni bagian kepalanya yang unik karena kepala berukuran lebih kecil dibandingkan bagian tubuh utamanya, yang justru lebih besar. Kepala ikan ini sangat enak saat diolah dalam sop khusus yang mampu melegakan tenggorokan.

Kedua yakni bagian tubuh, yang juga unik pada ikan patin ini yakni memiliki ukuran badan yang cukup besar, daging lezat dan banyak lemak, tetapi sangat mudah dipisahkan saat disantap. Terakhir yakni sirip yang pada ikan patin ini memiliki banyak sirip yang sama, yakni berjumlah enam buah.

Ikan patin yang disinyalir berasal dari sungai Mahakam Kalimantan Timur dan sungai Musi Sumatera Selatan ini, dikenal luas masyarakat karena dibudidayakan dalam keramba di sungai Kahayan yang memutari Kota Palangkaraya. Ikan yang memiliki rasa daging lezat dan gurih ini, memiliki nilai jual yang sangat tinggi dan menjadi ladang usaha yang menggiurkan, apalagi membudayakannya pun sangat mudah dan tidak memerlukan perlakuan khusus. Setelah kenyang dan puas merasakan gurihnya daging ikan patin, kami segera menuju dan menginap di Hotel Amaris Palangkaraya.

Senin, 16 Oktober 2023 kami bangun pagi untuk mengikuti perayaan ekaristi harian di Katedral Santa Maria pada pk. 5.15. Kami berjalan kaki sejauh 650 m dari Hotel Amaris, menuju gereja megah di Jl. Tjilik Riwut Palangkaraya. Gereja Katedral Paroki Santa Maria Palangka Raya adalah Gereja Katolik Roma yang menjadi pusat Keuskupan Palangka Raya. Di dalam katedral ini terdapat tahta uskup Keuskupan Palangka Raya dan di jalan kompleks samping katedral terdapat makam Mgr. Johanes Aloysius Husin, MSF, uskup pertama. Katedral ini bersebelahan dengan Masjid Baitus Syuja sebagai bukti toleransi antar umat beragama di Palangkaraya.

Akan mengikuti perayaan ekaristi harian pagi di Katedral Santa Maria Palangkaraya
makam Mgr. JA. Hussin, MSF uskup Palangka Raya pertama di samping Katedral Santa Maria

Gedung gereja pertama diresmikan pada 3 Maret 1963 dengan imam yang bertugas pertama kali di situ adalah R.D. Patris Alu Tampu. Sedangkan paroki Katedral Palangka Raya merupakan hasil pemekaran dari Paroki Santo Matius, Kuala Kapuas pada 3 Maret 1963 di mana saat itu masih termasuk dalam wilayah Keuskupan Banjarmasin. Salah satu pendorong terjadinya pemekaran adalah permintaan dari Gubernur Tjilik Riwut agar ada seorang pastor (yaitu Pastor Karl Klein M.S.F., pastor paroki pertama) yang menetap untuk membantu membangun Palangka Raya sebagai ibu kota provinsi.

Gedung gereja Katedral Santa Maria lama yang sudah dialih fungsikan menjadi gedung serbaguna dan menjadi cagar budaya di Palangkaraya

Bangunan gereja katedral dibangun bersebelahan dengan gereja lama yang saat ini digunakan sebagai Gedung Serbaguna Tjilik Riwut, yang sudah ditetapkan sebagai cagar budaya. Katedral ini diresmikan pada 21 Maret 1999 oleh Administrator Apostolik Keuskupan Palangka Raya Mgr. Florentius Sidot O.F.M.Cap.

Setelah sarapan di Hotel Amaris, selanjutnya kami mengisi pelatihan internal OPPE (On going Profesional Practice Evaluation) atau penilaian profesional berkelanjutan bagi para dokter di RSUD dr. Doris Sylvanus Palangkaraya. Pelatihan selama 2 hari tersebut diikuti oleh 35 orang dokter dan 25 orang tenaga kesehatan lain, di Aula 2 lantai 2 RSUD Dr. Doris Sylvanus Palangkaraya, yang dibuka resmi oleh PLT Direktur Bp. Ady Fatria, SKep Ners, dan dikoordinasikan oleh Dr. Anto Fernando Abel, sebagai Kasi Yanmed. Pada kesempatan itulah kami sempat bernostalgia dengan Dr. Yudi Ambeng, SpU Ketua Komite Medik dan dr. Nuch Sabunga, Sp. THT-KL, yang keduanya pernah bersama-sama kami saat bertugas di Kuala Kapuas pada tahun 2000.

Bersama PLT Direktur RSUD dr Doris Sylvanus Palangkaraya, Bapak Ady Fatria, SKep, Ners

Sejarah RSUD dr Doris Sylvanus dimulai pada tahun 1959 dengan adanya kegiatan klinik di rumah bapak Abdul Gapar Aden, Jl Suta Negara No 447 yang dikelolanya sendiri dibantu oleh isterinya , ibu Lamus Lamon. Nama dr. Doris Sylvanus diambil dari nama seorang dokter pertama asli Kalimantan Tengah. RSUD dr. Doris Sylvanus di Jalan Tambun Bungai, Pahandut, Palangkaraya, merupakan rumah sakit umum milik pemerintah daerah tipe B, yang saat ini sudah menjadi rumah sakit pendidikan, setelah Universitas Palangkaraya (UPR) membuka Fakultas Kedokteran (FK). RSUD Dr. Doris Sylvanus saat ini mampu memberikan pelayanan medis oleh dokter umum, spesialis, dan sub spesialis, serta ditunjang dengan fasilitas medis yang memadai, bahkan diproyeksikan menjadi rumah sakit rujukan untuk Kalimantan Tengah. Pelatihan internal OPPE ini diselenggarakan dalam koordinasi oleh Mitra Konsultan Yogyakarta di RS ini, dalam rangka menyiapkan diri menghadapi proses akreditasi RS pada bulan Desember 2023.

para dokter peserta pelatihan OPPE bersama PLT Direktur RSUD dr Doris Sylvanus Palangkaraya
bersama PLT Direktur RSUD dr Doris Sylvanus Palangkaraya dan para perawat peserta pelatihan OPPE

Setelah pelatihan OPPE hari pertama untuk segenap dokter dan tenaga kesehatan lainnya di RSUD dr Doris Sylvanus Palangkaraya selesai, kami punya waktu agak longgar. Selanjutnya kami menikmati cantiknya kota Palangka Raya, sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah. Kota ini memiliki luas wilayah 2.853,12 km² dan jumlah penduduk pada pertengahan tahun 2023 sebanyak 302.310 jiwa, dengan kepadatan penduduk rata-rata 110 jiwa/km². Secara administratif, Kota Palangka Raya terdiri atas 5 kecamatan, yakni: Pahandut, Jekan Raya, Bukit Batu, Sabangau, dan Rakumpit. Komposisi penduduk berdasarkan agama meliputi Islam adalah mayoritas 70,66%, Kristen 27,95%, terdiri dari protestan 25,96% dan katolik 1,99%. Ada juga Hindu Kaharingan 1,21% sebagai agama asli penduduk setempat dan Buddha 0,17%. Bahasa yang digunakan masyarakat adalah Indonesia, Dayak, dan Banjar dengan plat nomer kendaraan adalah KH

Kota ini dibangun pada tahun 1957 (UU Darurat No. 10/1957 tentang Pembentukan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah) dari hutan belantara yang dibuka melalui Desa Pahandut di tepi Sungai Kahayan. Sebagian wilayahnya masih berupa hutan, termasuk hutan lindung, konservasi alam serta Hutan Lindung Tangkiling. Pada saat kota ini mulai dibangun, Presiden Soekarno merencanakan Palangkaraya sebagai ibu kota negara di masa depan, menggantikan Jakarta.

Menurut Staatsblad van Nederlandisch Indië tahun 1849, wilayah Dayak Besar termasuk daerah ini bagian dari dalam zuid-ooster-afdeeling berdasarkan Bêsluit van den Minister van Staat, Gouverneur-Generaal van Nederlandsch-Indie, pada 27 Agustus 1849, No. 8. Terbentuknya Provinsi Kalimantan Tengah melalui proses yang cukup panjang sehingga mencapai puncaknya pada tanggal 23 Mei 1957 dan dikuatkan dengan Undang-undang Darurat Nomor 10 tahun 1957, yaitu tentang Pembentukan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah.

Pemasangan tiang pertama pembangunan Kota Palangka Raya dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia pada saat itu, Soekarno pada tanggal 17 Juli 1957 dengan ditandai peresmian Monumen atau Tugu Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah di Pahandut. Monumen indah ini mempunyai beberapa makna. Pertama, angka 17 melambangkan hikmah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Kedua, tugu api berarti api yang tak kunjung padam, menggambarkan semangat kemerdekaan dan membangun secara terus menerus. Ketiga, pilar yang berjumlah 17 berarti banyak senjata untuk berperang. Keempat, segi Lima Bentuk Tugu melambangkan Pancasila mengandung makna Ketuhanan Yang Maha Esa.

Tugu Ibukota Propinsi Kalteng berjumlah 17 tiang di titik nol Palangkaraya, dengan Patung Soekarno di kejauhan

Bapak Tjilik Riwut sebagai Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Kalimantan Tengah yang pertama, dilantik pada tanggal 23 Desember 1959 oleh Menteri Dalam Negeri.

Wacana pemindahan ibu kota atau pusat pemerintahan berkembang berulanga pada setiap masa pemerintahan. Dalam buku berjudul ‘Soekarno & Desain Rencana Ibu Kota RI di Palangkaraya’ karya Wijanarka disebutkan, dua kali Bung Karno mengunjungi Palangka Raya, Kalimantan Tengah — untuk melihat langsung potensi kota itu menjadi pusat pemerintahan. Wacana pemindahan ibu kota Indonesia ke Kota Palangka Raya juga pernah diungkapkan Presiden pertama RI Soekarno. Saat meresmikan Palangka Raya sebagai ibu kota Provinsi Kalteng pada 1957, Soekarno ingin merancang menjadi ibu kota negara.

Jembatan Kahayan yang bercahaya warna merah bersama sesama alumni SMA Kolese de Britto Yogyakarta (Alumni JB) chapter Kalteng di Palangkaraya


Setelah menikmati keindahaan kota, kami segera kembali ke hotel. Senin malam, 16 Oktober 2023 setelah selesai memberikan pelatihan OPPE hari pertama untuk para dokter di RSUD dr Doris Sylvanus, kami segera disambut teman-teman alumni SMA Kolese de Britto Yogyakarta (JB). Ada mas Hariatmoko JB 95, mas Fajar JB 99, mas Pasu JB 97 dan mas Eri JB 11 teman sekelas mas Yudhi, anak sulung kami. Kami semua langsung menuju Taman Pasuk Kameloh yang merupakan taman kota Palangka Raya yang letaknya di tepi Sungai Kahayan. Taman ini menjadi salah satu taman favorit bagi warga Palangka Raya untuk bersantai, meski ramai ketika menjelang sore hari.

Bergaya di titik nol Kota Palangkaraya bersama teman2 Alumni JB chapter Kalteng

Daya tarik taman ini adalah patung burung enggang yang menjadi ciri khas tersendiri dari taman ini. Burung Enggang merupakan salah satu hewan yang ikonik bagi kehidupan Suku Dayak. Burung ini memiliki makna sebagai satu tanda kedekatan masyarakat Dayak dengan alam sekitarnya. Taman ini merupakan spot foto menarik, karena posisi taman yang berada di bawah lengkungan panjang Jembatan Kahayan menuju Gunung Mas, sehingga akan memberikan keindahan lansekap tersendiri. Apalagi arsitektur taman dan bangunan didesain apik untuk menarik pengunjung.

jembatan Kahayan terlihat tinggi melengkung dari dalam Taman Pasuk Kameloh, Palangkaraya

Jembatan Kahayan yang berada persis di atas Taman Pasuk Kameloh membuat taman terlihat lebih indah, apalagi ada permainan lampu warna warni pada malam hari sepanjang lengkung baja jembatan tersebut.

Setelah puas berfoto bersama, malam itu kami segera menuju Bundaran Burung yang berlokasi di Jl. RTA Milono kilometer 5 Palangkaraya sangat terkenang, karena kami bertiga (anak kami yang sudah lahir baru si sulung, mas Yudhi) sempat foto di situ, sebelum berangkat penempatan di RSUD Kuala Kapuas tahun 2000.

Bundaran Burung Palangkaraya bersama mas Yudhistira (anak sulung) pada Kamis, 5 Januari 2000 sebelum berangkat ke Kuala Kapuas.

Tugu di bunderan ini menampilkan patung burung enggang atau bahasa lokal disebut burung tingang, sebagai ikon Kota Palangkaraya. Bundaran burung berada di persimpangan jalan arah ke Jl. Adonis Samad dan Jl. Soekarno, juga jalan menuju arah Kelurahan Kereng Bengkirai. Bundaran burung tampak menarik dan indah, karena di sekitarnya dibangun taman. Bahkan di dekat Bundaran Burung juga dibangun sebuah Masjid Besar yang diberinama Masjid Kubah Kecubung, dengan kubah berwarna ungu seperti bunga kecubung.

Bundaran Burung Palangkaraya dengan Masjid Kecubung dengan sesama Alumni JB chapter Kalteng

Setelah puas berfoto sesama manuk JB dan burung enggang, kami segera menuju ke markas Alumni JB chapter Kalteng, yaitu Bakmi Jogja dab Anjar di Bukit Tunggal, Jekan Raya, Palangka Raya. Mas Anjar JB 93 membuka usaha Bakmi Jawa di halaman rumahnya, yang menjadi titik kumpul alumni JB, termasuk saat menyiapkan baksos bertepatan dengan lustrum ke 15 SMA JB pada 23 Agustus 2023. Acara meriah tersebut dihadiri oleh Presiden Alumni JB, mas Alex Arab JB93.

tahta apostolik di dalam Katedral Santa Maria Palangkaraya
Penutupan pelatihan OPPE ditandai pemberian penghargaan dari PLT Direktur RSUD dr Doris Sylvanus Palangkaraya

Selasa, 17 Oktober 2023 adalah hari kedua (terakhir) pelatihan OPPE bagi para dokter di RSUD dr Doris Sylvanus Palangkaraya. Pelatihan ditutup secara resmi oleh PLT Direktur RSUD, dan dilanjutkan dengan foto dan makan siang bersama. Menu favorit siang itu adalah ikan patin dan sayur batang pohon kelapa sawit. Selanjutnya kami menikmati lagi suasana kota dengan mencicipi es durian, ketan hitam dan alpukat beraroma khas Kabupaten Katingan yang sangat menyolok indera dan mengundang selera. Dr. Theodorus Atmadja, MM, dokter senior dan mantan Wadir Pendidikan RSUD dr Doris Sylvanus Palangkaraya yang menjadi fasilitator kami menikmati durian yang luar biasa lezat, sebelum kami beristirahat siang di hotel.

Bersama segenap dokter peserta pelatihan OPPE di RSUD dr Doris Sylvanus Palangkaraya
Bersama Dr. Theodorus Atmadja dan Dr. Anto Fernando Abel menikmati es durian khas Katingan, dicampur ketan hitam dan alpukat yang menggugah selera, di RM Kampung Baru Palangkaraya

Selasa sore, 17 Oktober 2023 setelah bangun tidur siang, kami diajak minum teh sore oleh teman kuliah di FK UGM Yogyakarta, yaitu Dr. Sigit Riyarto, MKes. Kami berdua mengobrol di Night Waltz Coffee di Jl. RTA Milono, Menteng, Jekan Raya, Palangka Raya, menu cappuccino dan teh tarik, dilengkapi kentang goreng dan tahu genjrot. Saat ini beliau menjabat sebagai Direktur RS Siloam Palangka Raya (SHPR), yaitu RS yang didukung dengan alat medis yang lengkap, dokter yang handal dan professional di bidangnya, dengan tujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan dengan kualitas International, serta mengurangi angka rujukan pasien ke daerah lain. RS ini beralamat di jl. RTA. Milono KM. 4 No. 425, Langkai, Pahandut, Kota Palangka Raya. Setelah itu kami mengikuti acara makan malam penutupan acara pelatihan, didampingi Dr. Anto Fernando Abel di Chinese Restaurant Hotel M Bahalap di Jl. RTA Milono dan lanjut tidur nyenyak.

Ngeteh dan ngopi di Night Waltz Coffee di Jl. RTA Milono, Menteng, Jekan Raya, Palangka Raya bersama Dr. Sigit Riyarto, MKes, teman kuliah di FK UGM yang menjadi Direktur RS Siloam Palangkaraya
menikmati menu bebek peking bersama Dr. Anto Fernando Abel dan pak Ja’far di Chinese Restaurant Hotel M Bahalap di Jl. RTA Milono Palangkaraya

Rabu pagi, 18 Oktober 2023 setelah selesai mengikuti perayaan ekaristi di Katedral Santa Maria, kami berjalan kaki menikmati kegagahan patung Tjilik Riwut di Bunderan Besar Palangkaraya. Marsekal Pertama TNI-AU dari satuan elite Korps Pasukan Khas (Paskhas) Tjilik Riwut dengan bangga selalu menyatakan diri sebagai “orang hutan” karena lahir dan dibesarkan di belantara Kalimantan. Ketika masih belia, ia tiga kali mengelilingi pulau Kalimantan hanya dengan berjalan kaki serta menaiki perahu dan rakit. Setelah menamatkan pendidikan dasarnya di kota kelahirannya, selanjutnya melanjutkan pendidikannya di Sekolah Perawat di Purwakarta dan Bandung.

Monumen Tjilik Riwut di Bundaran Besar Palangkaraya

Tjilik Riwut adalah salah satu putra Dayak dari Suku Dayak Ngaju yang menjadi anggota KNIP. Perjalanan dan perjuangannya kemudian melampaui batas-batas kesukuan untuk menjadi salah satu pejuang bangsa. Penetapannya sebagai Pahlawan Nasional berdasarkan SK Presiden RI No. 108/TK/Tahun 1998 pada tanggal 6 November 1998 merupakan wujud penghargaan atas perjuangannya pada masa kemerdekaan dan pengabdiannya dalam membangun Kalimantan Tengah.

Mengenang rumah Tjilik Riwut di Palangkaraya yang telah menjadi cagar budaya

Setelah selesai menuntut ilmu di Pulau Jawa, Tjilik Riwut diterjunkan ke Kalimantan oleh Pangeran Muhammad Noor, Gubernur Borneo saat itu sebagai pelaksana misi Pemerintah Republik Indonesia yang baru saja terbentuk. Dengan menghubungi berbagai suku Dayak di berbagai pelosok Kalimantan untuk menyatukan kehendak suku Dayak, sekitar 185.000 rakyat yang terdiri dari 142 sub suku Dayak, 145 kepala kampung, 12 kepala adat, 3 panglima, 10 patih, dan 2 tumenggung dari pedalaman Kalimantan, yang bersumpah setia kepada pemerintah RI secara adat di hadapan Presiden Sukarno di Gedung Agung Yogyakarta pada 17 Desember 1946.

mampir rumah pribadi Pahlawan Nasional Tjilik Riwut di Palangkaraya

Selain itu, Tjilik Riwut telah berjasa memimpin pasukan MN 1001 yang berhasil melaksanakan operasi penerjunan pasukan payung pertama dalam sejarah Angkatan Bersenjata Republik Indonesia, pada tanggal 17 Oktober 1947. Tanggal ini seterusnya ditetapkan sebagai Hari Pasukan Khas TNI-AU. Waktu itu, pemerintah RI masih berada di Yogyakarta dan pangkat Tjilik Riwut adalah Mayor TNI.

Setelah perang usai, Tjilik Riwut aktif di pemerintahan dan menjadi Gubernur Kalimantan Tengah. Sebelumnya menjadi Wedana Sampit serta Bupati Kotawaringin, menjadi koordinator masyarakat suku-suku terasing untuk seluruh pedalaman Kalimantan, dan terakhir sebagai anggota DPR RI.

Tjilik Riwut juga seorang jurnalis yang mengasah keterampilan menulisnya semasa dia bergabung dengan Sanusi Pane di Harian Pembangunan. Tjilik Riwut telah menulis sejumlah buku mengenai Kalimantan yaitu: Makanan Dayak (1948), Sejarah Kalimantan (1952), Maneser Panatau Tatu Hiang (1965, stensilan, dalam bahasa Dayak Ngaju), dan Kalimantan Membangun (1979).

Pada hari Senin tanggal 17 Agustus 1987, yang bertepatan dengan Hari Kemerdekaan RI, Tjilik Riwut meninggal di usia 69 tahun setelah dirawat di Rumah Sakit Suaka Insan Banjarmasin, karena menderita penyakit liver atau hepatitis. Ia dikebumikan di Makam Pahlawan Sanaman Lampang, Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Namanya kini diabadikan untuk bandar udara yaitu Bandar Udara Tjilik Riwut dan jalan utama di Palangka Raya.

Setelah berswafoto dengan latar belakang patung Tjilik Riwut yang terlihat lebih pendek dan lebih gemuk dibandingkan fotonya, kami segera berjalan kaki menuju Tugu Soekarno. Monumen Tugu Soekarno merupakan salah satu tempat wisata bersejarah yang diresmikan oleh presiden RI pertama, Soekarno pada tanggal 17 Juli 1957. Tugu ini untuk menandai dimulainya pembangunan kota Palangka Raya.

Tugu Soekarno yang sedang direnovasi. Tetap nampak berwibawa dalam memberikan perintah.

Tugu Sukarno dibangun berbentuk tugu segi lima yang mengandung makna Ketuhanan yang Maha Esa, 17 pilar yang melambangkan hikmah proklamasi kemerdekaan RI dan senjata untuk berperang, sedangkan Tugu Api melambangkan api semangat yang tak kunjung padam, serta semangat kemerdekaan dan membangun.

Pada tahun 2020 yang lalu, Tugu Soekarno yang merupakan titik nol kota sudah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Pemerintah Kota Palangka Raya. Tugu Soekarno ini terletak di tepi sungai Kahayan, atau sungai Batang Biaju Besar, atau sungai Dayak Besar, atau Groote Daijak-rivier, atau Great Dajak, atau Great Dyacs. Sungai ini membelah kota Palangka Raya dan melintas di 3 kabupate kota, yaitu Kabupaten Gunung Mas, Kota Palangka Raya, dan Kabupaten Pulang Pisau. Sungai ini memiliki panjang lebih dari 600 km, merupakan salah satu sungai utama di Kalimantan Tengah berhulu di Pegunungan Muller, tepatnya di desa Tumbang Mahuroi, Kecamatan Damang Batu, Kabupaten Gunung Mas. Sungai ini bermuara ke Laut Jawa dan hilirnya berada di desa Sei Barunai dan Kiapak, Kecamatan Kahayan Kuala, Kabupaten Pulang Pisau.

di dermaga Rembang Palangkaraya, saat akan naik perahu speedboat menuju Kuala Kapuas Kamis, 5 Januari 2000. Saat ini angkutan penumpang melalui air menyusur Sungai Kahayan sudah tidak ada lagi.

Selanjutnya kami menikmati keindahkan Bundaran Besar berada tepat di jantung Kota Cantik Palangkaraya, tepatnya di depan Rumah Jabatan Gubernur Kalteng, samping Gedung DPRD yang kini berubah fungsi menjadi Gedung KONI, persis di hadapan Gedung Batang Garing Bussines Center dan Palangka Mall.

Rumah Jabatan Gubernur Kalimantan Tengah merupakan simbolisasi Pemerintahan, Gedung DPRD sebagai simbolisasi Suara Rakyat, Gedung Batang Garing Bussines Center adalah Simbolisasi Roda Ekonomi dan Palangka Mall wujud simbolisasi Hiburan Rakyat.

titik nol Palangkaraya menuju ke berbagai arah kota di Kalteng, dengan lengkungan Jembatan Kahayan

Bundaran Besar yang dibangun pada tahun 1957-1959 memiliki desain unik dan kaya makna. Presiden Sukarno sendiri yang membuat Desain Rencana Ibu Kota RI di Palangkaraya, dengan delapan jalan menyilang menuju monumen Bundaran Besar, dengan jari-jari Bundaran berukuran 2 X 45 Meter. Sedangkan jari-jari lingkar monumen berukuran 17 Meter.

Konsep tersebut merupakan simbolisasi Tanggal, Bulan dan Tahun kemerdekaan Negara Republik Indonesia. Delapan jalan silang tersebut juga memiliki dua makna yaitu menyimbolkan posisi Kota Palangkaraya pada persimpangan delapan rumpun kepulauan yakni Sumatera, Jawa, Bali, Sulawesi, Maluku, Kalimantan, Nusa Tenggara dan Irian Jaya, dan juga simbolisasi delapan sungai besar di Kalimantan Tengah yaitu Barito, Kapuas, Katingan, Mentaya, Seruyan, Kahayan, Arut dan Lamandau.

Rumah Adat Dayak yang gagah dan tinggi menjulang

Rabu siang, 18 Oktober 2023 adalah pencapaian kepuasan memori pribadi tentang Palangkaraya kota yang cantik. Terima kasih disampaikan kepada semua pihak yang tidak dapat disebutkan namanya satu persatu atas semua perannya dalam petualangan kali ini. Segera kami bergegas untuk kembali pulang ke Yogyakarta.

mampir pamit secara virrual kepada Dr. Sigit Riyarto, MKes Direktur RS Siloam Palangkaraya, yang sedang divisitasi oleh inspektorat Head Office, sebelum kembali ke Yogyakarta
siap meninggalkan Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya untuk kembali ke Yogyakarta

Sekian laporan petualangan ke Palangkaraya ini disusun, agar dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Ditulis dan dikenang di kamar 319 Hotel Amaris Palangkaraya

Disebarkan dari depan gate 6 Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya, sambil menunggu pesawat Citilink menuju Jakarta

Rabu, 18 Oktober 2023

Categories
anak dokter Healthy Life Jalan-jalan UHC

2023 Menu Sehat Saat Menonton Pertandingan

Presiden Jokowi Tonton Langsung Pertandingan Indonesia Vs Argentina

MENU  SEHAT  SAAT  MENONTON  PERTANDINGAN

fx. wikan indrarto*)

Rangkuman tulisan ini telah dimuat di Harian Kedaulatan rakyat Yogyakarta pada hari Minggu, 8 Oktober 2023, di kolom Husada

.

Piala Dunia U-17 yang merupakan turnamen akbar level junior akan diikuti 24 negara pada 10 November-2 Desember 2023, di 4 stadion besar di Indonesia. Belajar dari Piala Dunia 2022 Qatar, perlu diciptakan menu dan lingkungan makanan yang lebih sehat di dalam dan sekitar stadion sepak bola. Apa yang perlu dicermati?

.

Pola makan yang sehat, aman, dan berkelanjutan penting bagi kesehatan, sehingga acara olahraga harus menjadi tempat yang ideal untuk memberi contoh dan mempromosikan pola makan sehat sebagai bagian dari gaya hidup sehat, juga bagi penonton anak. Tingginya visibilitas even besar sepakbola dan olahraga lainnya, merupakan peluang dan memiliki dampak yang lebih besar untuk menjangkau miliaran penggemar di seluruh dunia, sehingga perlu dimanfaatkan untuk menciptakan persepsi positif terhadap makanan dan minuman yang lebih sehat.

.

baca juga : https://dokterwikan.com/2023/01/07/2023-sepak-bola-dan-flu/

.

WHO telah bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Masyarakat Qatar dan Fédération Internationale de Football Association (FIFA), untuk mendorong makanan yang lebih sehat di stadion selama Piala Dunia FIFA Qatar 2022. Kolaborasi ini memastikan bahwa lebih dari 30% menu yang disajikan pada acara penting waktu ini memiliki profil nutrisi sehat. Menu tersebut berguna untuk memerangi kelebihan berat badan atau obesitas, serta penyakit tidak menular terkait pola makan, dan untuk mendefinisikan kembali peran acara olahraga dalam upaya ini.

.

Perlu beberapa langkah untuk menciptakan lingkungan makanan yang lebih sehat pada konter penjualan di dalam dan sekitar stadion olahraga. Pertama, meningkatkan penawaran pangan sehat. Kedua, menetapkan harga sewa konter dengan memberi insentif pada pilihan makanan yang lebih sehat. Ketiga, mendorong mempromosikan pilihan makanan yang lebih sehat. Keempat, mengkomunikasikan dan mempromosikan makanan sehat dan pola makan sehat. Dan kelima, membatasi pemasaran makanan dan minuman tinggi lemak, gula atau garam.

.

Langkah tersebut dapat digunakan oleh pemerintah pusat, otoritas lokal, dan pengelola stadion olahraga untuk membuat kebijakan pengadaan dan layanan pangan publik yang sehat, di areal pertandingan olahraga. Langkah tersebut telah diterapkan selama Piala Dunia FIFA Qatar 2022. Waktu itu panitia penyelenggara menetapkan dan melaksanakan target penawaran makanan 30% lebih sehat sepanjang penyelanggaraan Piala Dunia 2022, karena makanan sehat adalah bagian penting dari pengalaman penonton yang dapat dilanjutkan dalam kesehariannya di rumah.

.

Menonton Indonesia vs Argentina Sambil Makan Es Krim Gratis

Mungkin tidak mudah untuk menerapkan kelima tindakan di atas secara cepat atau bersamaan. Panitia penyelenggara pertandingan olahraga memiliki peluang besar untuk menjadi penggerak terbentuknya makanan sehat pada acara olahraga. Melakukan langkah tersebut menjadi ‘win-win solution’ dengan menyediakan lebih banyak pilihan menu, meningkatkan kepuasan penonton, dan memenuhi tanggung jawab sosial untuk mempromosikan gaya hidup sehat. Kriteria makanan sehat pada saat pertandingan olahraga berperan dalam 3 hal. Pertama, mendorong asupan energi yang seimbang untuk mencegah kelebihan berat badan atau obesitas. Kedua, mendorong peningkatan konsumsi makanan sehat, seperti buah, sayur, bijian utuh, kacang, polongan, dan air putih untuk minum. Dan ketiga, membatasi asupan lemak, gula dan garam melalui profil nutrisi yang lebih sehat.

.

Asupan energi seimbang dan ambang batas maksimal telah ditetapkan, untuk mencegah asupan energi yang berlebihan. Tidak ada panduan WHO mengenai kandungan energi per makanan, namun WHO menyarankan untuk membatasi porsi dan kemasan ukuran, untuk mengurangi asupan energi, dan dengan demikian menekan risiko menjadi kelebihan berat badan atau obesitas. Meskipun kebutuhan energi harian bergantung pada faktor individu seperti usia dan tingkat aktivitas, namun demikian acuan asupan energi harian untuk masyarakat umum biasanya ditetapkan sebesar 2.000 kkal, yang mencakup semua makanan dan camilan. Oleh sebab itu, kandungan energi maksimum ditetapkan sebesar 700 kkal untuk makan dan 200 kkal untuk camilan.

.

WHO merekomendasikan konsumsi buah, sayur, bijian, kacang dan polongan, serta air untuk minum. Untuk buah dan sayur dianjurkan asupan harian minimal 400 g (yaitu lima porsi). WHO juga merekomendasikan penggunaan garam beryodium, dengan membatasi asupan lemak tidak sehat, gula dan garam.

.

Ambang batas profil gizi adalah kandungan energi ≤225 kkal/100 g, lemak total ≤8 g/100 g, lemak jenuh ≤3,5 g/100 g, lemak trans ≤1 g/100 g, lemak total dan ≤0,5 g per porsi, gula total ≤9 g/100 g dan garam ≤350 mg/100 g. Menu yang direkomendasikan meliputi makanan panas misalnya pizza, burger, shawarma, jollof, fatayer. Makanan dingin : salad segar, tabbouleh, sandwich, wraps, roti gulung, simit, ciabatta, burrito, dan gulungan sushi. Makanan ringan misalnya lumpia, stik sayur dengan saus. Makanan penutup misalnya buah dan yogurt, serta makanan ringan kemasan misalnya popcorn rendah garam, dan kacang tanpa garam. Sedangkan minuman yang dianjurkan adalah air minum gratis, air dengan rasa tanpa pemanis, susu skim atau susu rendah lemak.

.

Untuk mempromosikan pilihan menu, para penjaja makanan di stadion perlu meningkatkan proporsi buah dan sayur, atau kacang dan polong dalam makanan, yang bertujuan untuk mengurangi porsi atau kandungan lemak tidak sehat, gula dan garam. Misalnya, mengganti lauk kentang goreng dengan pilihan menu lain berbahan dasar sayuran, disertai mengurangi tambahan garam dan gula dalam bumbu. Perlu juga mewaspadai garam tersembunyi dalam soda kue, dan gula bebas yang tersembunyi dalam buah campur dan jus. Untuk meningkatan rasa dan aroma makanan dapat diperoleh dari tumbuhan dan rempah, jus lemon dan sumber alami lainnya, misalnya jamur. Selain itu, juga perlu mengurangi jumlah bumbu berlemak, saus manis atau asin yang ditambahkan atau disediakan sebagai menu pilihan, tetapi justru meningkatkan camilan panggang yang lebih sehat.

Juga minimalkan penggunaan bahan makanan tinggi lemak tidak sehat, gula atau garam, dengan menggunakan minyak sawit sebagai pengganti mentega atau margarin keras. Juga menggunakan tepung gandum sebagai pengganti tepung putih untuk roti dan makanan yang dipanggang, menggunakan produk susu rendah lemak dan sedikit pemanis dalam makanan penutup, dan mengunakan daging tanpa lemak, ikan, dan unggas sebagai pengganti produk daging olahan atau potongan daging berlemak.

.

Selain itu, juga menghindari proses menggoreng, misalnya mengganti hot dog, kentang goreng, dan menu serupa dengan pilihan yang mencakup sayuran, kacang atau bijian. Gantikan makanan penutup yang manis atau berlemak dengan buah segar atau pilihan sehat yang rendah gula dan lemak. Juga mengganti camilan asin dengan sayur stik atau kacang tanpa garam.

.

Berikut adalah beberapa contoh camilan sehat untuk disantap sambil menonton pertandingan sepakbola, juga untuk anak. Misalnya chicken strips tanpa tulang, salad buah, salad sayur, kacang kulit garing, kripik singkong, pisang sea atau rebus, lumpia, bakwan, perkedel kentang, tahu, cokelat, pizza mie pedas, popcorn rasa pedas, atau salmon mentai.

Marilah kita menyiapkan diri menonton Piala Dunia U-17 dengan menu makan dan minum yang sehat di stadion dan sekitarnya. Sudahkah kita bijak?

Sekian

Yogyakarta, 13 September 2023

*) Dokter spesialis anak di RS Panti Rapih, Lektor FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM.

wa.me/
wa.me
Halo, ada yang dapat dibantu?