Categories
anak dokter Healthy Life

2025 Kelebihan Berat Badan

KELEBIHAN  BERAT  BADAN

fx. wikan indrarto

Lebih dari 390 juta anak dan remaja berusia 5–19 tahun mengalami kelebihan berat badan pada tahun 2022, termasuk 160 juta orang yang mengalami obesitas. Angkanya terus meningkat, bahkan pada tahun 2024, 35 juta anak balita global mengalami kelebihan berat badan. Apa yang mencemaskan?

Tulisan ini telah dimuat di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta pada Minggu, 23 November 2023, halaman 8, kolom HUSADA

Kelebihan berat badan adalah kondisi timbunan lemak yang berlebihan. Obesitas adalah penyakit kronis kompleks yang ditandai dengan timbunan lemak berlebih yang dapat mengganggu kesehatan. Diagnosis kelebihan berat badan dan obesitas dilakukan dengan mengukur berat badan dan tinggi badan seseorang, kemudian menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT), dengan rumus berat badan (kg)/tinggi badan² (m²). Kategori IMT untuk mendefinisikan obesitas bervariasi berdasarkan usia dan jenis kelamin. Untuk dewasa, kelebihan berat badan adalah IMT lebih besar dari 25, dan obesitas lebih besar dari 30.

Untuk anak balita, kelebihan berat badan adalah rasio berat badan terhadap tinggi badan yang lebih besar dari 2 standar deviasi dan obesitas bila lebih besar dari 3 standar deviasi di atas median Standar Pertumbuhan Anak WHO. Untuk anak usia 5–19 tahun, kelebihan berat badan rasio IMT terhadap usia lebih besar dari 1 dan obesitas lebih besar dari 2 standar deviasi di atas median Referensi Pertumbuhan WHO.

Pada tahun 2024, diperkirakan 35 juta anak balita mengalami kelebihan berat badan. Sebelumnya hal ini dianggap sebagai masalah di negara berpenghasilan tinggi saja, namun demikian saat ini kelebihan berat badan justru meningkat di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Di Afrika, jumlah anak balita yang kelebihan berat badan telah meningkat hampir 12,1% sejak tahun 2000. Hampir separuh dari anak balita yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas pada tahun 2024 berada di Asia.

Kelebihan berat badan dan obesitas disebabkan oleh ketidakseimbangan asupan energi (pola makan) dan pengeluaran energi (aktivitas fisik). Pada sebagian besar kasus, obesitas merupakan penyakit multifaktorial yang disebabkan oleh lingkungan obesogenik, faktor psikososial, dan varian genetik. Pada sebagian kecil pasien, faktor etiologi utama tunggal dapat diidentifikasi, misalnya obat, penyakit, imobilisasi, prosedur iatrogenik, penyakit monogenik atau sindrom genetik.

Lingkungan obesogenik yang meningkatkan kemungkinan obesitas terkait dengan faktor struktural. Misalnya kondisi yang membatasi ketersediaan pangan sehat berkelanjutan dengan harga terjangkau secara lokal, kurangnya mobilitas fisik yang aman dan mudah dalam kehidupan sehari-hari, dan tidak adanya hukum dan peraturan yang memadai. Di saat yang sama, kurangnya respons sistem kesehatan yang efektif untuk mengidentifikasi kelebihan berat badan dan penumpukan lemak pada tahap awal, memperparah perkembangan obesitas.

Kelebihan berat badan tidak hanya memengaruhi kesehatan anak dan remaja secara langsung, tetapi juga dikaitkan dengan risiko yang lebih besar dan timbulnya berbagai PTM (Penyakit Tidak Menular) lebih dini, seperti diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular. Obesitas pada masa anak dan remaja memiliki konsekuensi psikososial yang merugikan, bahkan obesitas memengaruhi prestasi sekolah dan kualitas hidup anak. Selain itu, juga diperparah oleh stigma, diskriminasi, dan perundungan. Anak dengan obesitas sangat mungkin akan menjadi orang dewasa dengan obesitas dan juga berisiko lebih tinggi terkena PTM di masa dewasa.

Dampak ekonomi dari epidemi obesitas juga patut dicermati. Jika sekarang tidak ada tindakan yang diambil, biaya global akibat kelebihan berat badan dan obesitas diperkirakan mencapai US$ 3 triliun per tahun pada tahun 2030 dan lebih dari US$ 18 triliun pada tahun 2060. Terakhir, peningkatan angka obesitas di negara berpenghasilan rendah dan menengah, termasuk di antara kelompok sosial ekonomi rendah, dengan cepat menjadikan obesitas sebagai masalah global, pada hal sebelumnya hanya terkait dengan negara berpenghasilan tinggi.

Banyak negara berpenghasilan rendah dan menengah menghadapi apa yang disebut beban ganda malnutrisi. Dalam hal ini berarti bahwa sementara negara ini terus menghadapi masalah penyakit menular dan kekurangan gizi, tetapi negera tersebut juga mulai mengalami peningkatan pesat obesitas dan kelebihan berat badan. Bahkan kekurangan dan kelebihan gizi seperti obesitas sering ditemukan terjadi bersamaan di negara yang sama, komunitas yang sama, dan bahkan rumah tangga yang sama.

Kegemukan dan obesitas, serta penyakit tidak menular yang terkait, sebagian besar dapat dicegah dan ditangani. Pada tingkat individu, setiap orang dapat mengurangi risiko kelebihan berat badan dengan menerapkan intervensi pencegahan di setiap tahap siklus kehidupan, mulai dari pra-konsepsi dan berlanjut hingga tahun-tahun awal kehidupan.

Hal ini meliputi pertama, memastikan kenaikan berat badan yang sesuai selama kehamilan. Kedua, memberikan ASI eksklusif dalam 6 bulan pertama setelah kelahiran dan melanjutkan pemberian ASI hingga usia 2 tahun. Ketiga, mendukung perilaku anak seputar pola makan sehat, aktivitas fisik, perilaku rebahan (sedentary), dan tidur. Keempat, membatasi waktu menonton layar (screen time). Kelima, batasi konsumsi minuman manis dan makanan padat energi, serta promosikan perilaku makan sehat lainnya. Selain itu, dampingi anak membentuk pola hidup sehat (makan sehat, aktivitas fisik, durasi dan kualitas tidur, hindari tembakau dan alkohol, serta pengaturan emosi diri). Batasi anak dengan asupan energi dari total lemak dan gula, tingkatkan konsumsi buah dan sayur, serta menu kacang-kacangan atau biji-bijian. Yang terakhir, dampingi anak melakukan aktivitas fisik secara teratur.

Para dokter dan tenaga kesehatan perlu melakukan berbagai hal penting. Pertama, menilai berat dan tinggi badan setiap anak yang datang ke fasilitas kesehatan. Kedua, memberikan konseling tentang pola makan dan gaya hidup sehat. Ketiga, ketika diagnosis obesitas ditegakkan, menyediakan layanan kesehatan terpadu untuk pencegahan dan pengelolaan obesitas, termasuk edukasi pola makan sehat, aktivitas fisik, dan tindakan medis serta bedah. Dan keempat, memantau faktor risiko PTM lainnya (glukosa darah, lipid, dan tekanan darah) serta menilai keberadaan penyakit penyerta dan disabilitas, termasuk gangguan kesehatan mental.

Menghentikan peningkatan obesitas membutuhkan tindakan multisektoral seperti manufaktur, pemasaran, dan penetapan harga pangan, bahkan tindakan lain yang berupaya mengatasi determinan kesehatan yang lebih luas, seperti penanggulangan kemiskinan dan perencanaan kota. Kebijakan pemerintah di semua tingkatan meliputi tindakan struktural, fiskal, dan regulasi yang bertujuan menciptakan lingkungan pangan sehat yang menyediakan pilihan pangan sehat. Selain itu, juga program sektor kesehatan yang dirancang untuk mengidentifikasi faktor risiko, mencegah, mengobati, dan mengelola PTM dan memperkuat sistem kesehatan melalui pendekatan pelayanan kesehatan primer.

Selain itu, peran pelaku industri pangan juga penting dalam mempromosikan pola makan sehat untuk anak dengan pertama, mengurangi kandungan lemak, gula, dan garam dalam pangan olahan. Kedua, memastikan pilihan pangan sehat dan bergizi tersedia dan terjangkau bagi seluruh konsumen anak. Ketiga, membatasi pemasaran pangan tinggi gula, garam, dan lemak, terutama pangan yang ditujukan untuk anak dan remaja. Dan keempat, memastikan ketersediaan pilihan pangan sehat dan mendukung praktik aktivitas fisik rutin di tempat kerja.

Sudahkah kita bertindak bijak?

Sekian

Yogyakarta, 2 Oktober 2025

*) Dokter spesialis anak di RS Panti Rapih Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, Dekan FK UAJY, WA : 081227280161

Categories
anak dokter Healthy Life

2025 Gula dan Gigi Anak

GULA  DAN  GIGI  ANAK

fx. wikan indrarto*)

Tulisan ini dimuat di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta Minggu, 28 September 2025, halaman 8 kolom HUSADA dengan judul : Karies Gigi : Masalah Kesehatan Utama Dunia.

Karies gigi (kerusakan gigi atau gigi berlubang) adalah penyakit tidak menular (PTM) yang paling umum di seluruh dunia, yang memengaruhi 2,5 miliar orang. Meskipun karies gigi dapat dicegah, penyakit ini menimbulkan beban kesehatan yang besar di banyak negara dan memengaruhi banyak orang sepanjang hidup mereka, menyebabkan rasa sakit, ketidaknyamanan, kesulitan makan dan tidur, kehilangan gigi, dan penurunan kualitas hidup. Apa yang mencemaskan?

Karies gigi merupakan masalah kesehatan masyarakat utama di dunia, prevalen sepanjang hidup, dan memengaruhi semua gigi, baik permanen maupun gigi sulung (pertama). Diperkirakan terdapat 2 miliar orang dengan gigi permanen yang karies dan 510 juta anak dengan gigi sulung yang karies. Karies gigi yang parah dapat menyebabkan kehilangan gigi dan mengganggu kualitas hidup. Konsekuensi dari karies gigi yang tidak dirawat meliputi gejala fisik seperti nyeri, ketidaknyamanan, atau infeksi sistemik kronis, keterbatasan fungsional seperti kesulitan makan, berbicara, bernapas, atau tidur, dan dampak buruk pada kesejahteraan emosional, mental, dan sosial.

Di lingkungan berpenghasilan rendah, sebagian besar karies gigi tidak dirawat. Gigi anak yang terkena karies sering langsung dicabut ketika menyebabkan nyeri atau infeksi. Apalagi, pencegahan dan perawatan karies gigi pada anak biasanya tidak termasuk dalam paket jaminan kesehatan nasional. Hal ini sering menyebabkan biaya yang sangat besar dan beban keuangan yang signifikan bagi keluarga dan masyarakat. Total pengeluaran langsung untuk penyakit mulut di antara 194 Negara Anggota WHO mencapai US$ 387 miliar, atau rata-rata global sekitar US$ 50 per kapita pada tahun 2022. Angka ini mewakili sekitar 4,8% dari pengeluaran kesehatan langsung global. Sementara itu, kerugian produktivitas akibat penyakit mulut diperkirakan sekitar US$ 42 per kapita, dengan total sekitar US$ 323 miliar secara global.

Terdapat hubungan yang jelas antara konsumsi gula dan karies gigi pada anak. Karies gigi terjadi ketika plak terbentuk di permukaan gigi dan mengubah gula bebas yang terkandung dalam makanan dan minuman, menjadi partikel asam yang merusak gigi. Gula bebas  adalah semua gula yang ditambahkan ke dalam makanan dan minuman oleh produsen, juru masak, atau konsumen. Selain itu, juga gula yang secara alami terdapat dalam madu, sirup, dan jus buah. Asupan gula bebas yang tinggi secara terus-menerus, paparan fluoride yang tidak memadai, dan kurangnya pembersihan plak saat menyikat gigi, apalagi tidak  menggunakan pasta gigi berfluoride dengan konsentrasi 1.000 ppm, dapat memudahkan terjadinya karies gigi pada anak.

Strategi yang diterapkan secara luas untuk mengurangi konsumsi gula bebas, merupakan pendekatan kesehatan masyarakat yang penting, untuk menekan beban karies gigi. Intervensi tersebut meliputi pertama, pelabelan nutrisi. Pelabelan di bagian depan kemasan makanan atau minuman untuk menginformasikan tentang kandungan gula, sebaiknya merupakan pernyataan wajib oleh produsen. Kedua, batas atau target reformulasi sebaiknya tegas, untuk mengurangi kandungan gula dalam makanan dan minuman kemasan. Ketiga, kebijakan pengadaan dan layanan pangan bagi publik. Ini untuk mengurangi promosi makanan dan minuman tinggi gula. Kebijakan ini juga untuk melindungi anak dari dampak buruk pemasaran makanan dan minuman tinggi gula. Dan keempat, pajak untuk minuman manis dan gula atau makanan tinggi gula.

Banyak penyakit mulut, termasuk karies gigi, dapat dicegah dan diobati sejak dini dengan intervensi yang hemat biaya. Mengintegrasikan serangkaian layanan kesehatan mulut esensial ke dalam paket manfaat jaminan kesehatan nasional menggunakan pendekatan layanan kesehatan masyarakat, diprediksi akan berdampak signifikan dalam mengurangi beban karies gigi. Apalagi dilengkapi dengan meningkatkan ketersediaan dan aksesibilitas terhadap layanan kesehatan gigi anak yang berkualitas. Intervensi tersebut mencakup penggunaan pasta gigi berfluoride, fluoride topikal, dan teknik restoratif sederhana, sebagai bagian dari layanan kesehatan mulut komprehensif yang berpusat pada pasien anak.

Perlu diingat bahwa PTM merupakan penyebab utama kematian dan bertanggung jawab atas 38 juta (68%) dari 56 juta kematian dunia pada tahun 2012. Karies gigi merupakan PTM yang paling umum secara global. Konsumsi gula bebas dalam makanan dan minuman merupakan faktor risiko paling umum untuk karies gigi. WHO merekomendasikan agar anak di bawah usia 2 tahun tidak mengonsumsi minuman manis apapun dan pengurangan asupan gula bebas sepanjang hidup (rekomendasi kuat). Pada orang dewasa dan anak, WHO merekomendasikan pengurangan asupan gula bebas hingga kurang dari 10% dari total asupan energi (rekomendasi kuat). WHO menyarankan pengurangan lebih lanjut asupan gula bebas hingga di bawah 5% dari total asupan energi (rekomendasi bersyarat). Selain itu, WHO juga merekomendasikan penerapan paket kebijakan hemat biaya untuk pola makan sehat, termasuk pajak minuman manis sebagai langkah kebijakan fiskal untuk mengurangi konsumsi gula.

Apakah kita sudah bertindak bijak?

Sekian

Yogyakarta, 23 Agustus 2025

*) Dokter spesialis anak RS Panti Rapih Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, Dekan FK UAJY, WA : 081227280161

Categories
anak dokter vaksinasi

KLB CAMPAK  LAGI

KLB Campak Lagi

fx. wikan indrarto*)

Catatan : tulisan ini dimuat di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta Minggu, 14 September 2025, halaman 8, kolom HUSADA dengan judul Campak : Penyakit serius sangat menular.

Pemerintahan Provinsi Jawa Timur pada Kamis, 21 Agustus 2025 mencatat kasus suspek campak (gabagen, morbili atau measles) telah mencapai 2.035 kasus dan 17 orang meninggal dunia di Kabupaten Sumenep, Madura. Kasus campak ini tersebar di 26  kecamatan. Penyebaran campak di Sumenep ini kemudian ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Apa yang mencemaskan?

Meskipun vaksin campak yang aman dan hemat biaya tersedia, tetapi sejak tahun 2023 masih ada 110.000 kematian akibat campak secara global, sebagian besar pada anak balita. Pada hal vaksinasi campak telah mengakibatkan penurunan 80% kematian akibat campak pada rentang tahun 2000 sampai 2023 di seluruh dunia. Pada tahun 2023, sekitar 85% bayi di dunia telah menerima satu dosis vaksin campak sebelum ulang tahun pertama mereka, melalui layanan kesehatan rutin yang naik dari 72% pada tahun 2005. Selama 2005-2023, vaksinasi campak mencegah sekitar 21,1 juta kematian, sehingga menjadikan vaksin campak adalah salah satu yang terbaik dari barang medis yang dibeli, dalam program kesehatan masyarakat.

Campak adalah penyakit serius yang sangat menular yang disebabkan oleh virus. Sebelum ada vaksin campak pada tahun 1963 dan pemberian vaksinasi yang luas, epidemi besar terjadi kira-kira setiap 2-3 tahun di seluruh dunia dan campak menyebabkan sekitar 2,6 juta kematian setiap tahun. Campak disebabkan oleh infeksi virus dalam keluarga paramyxovirus dan biasanya ditularkan melalui kontak langsung antar anak dan melalui udara. Virus menginfeksi saluran pernapasan, kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Campak adalah penyakit pada manusia dan tidak ada data bahwa terjadi pada hewan.

Sebagian besar kematian terkait campak disebabkan oleh komplikasi yang terkait dengan penyakit ini. Komplikasi serius lebih sering terjadi pada anak balita atau orang dewasa di atas usia 30 tahun. Komplikasi campak yang paling serius meliputi kebutaan, ensefalitis (infeksi otak), diare dan dehidrasi berat, infeksi telinga, atau saluran pernapasan bawah yang parah, seperti pneumonia. Campak parah lebih mungkin terjadi pada anak yang kurang gizi, terutama kekurangan vitamin A, atau yang sistem kekebalannya telah dilemahkan oleh HIV / AIDS atau penyakit lainnya.

Campak adalah salah satu penyakit paling menular di dunia. Penyakit ini menyebar melalui batuk dan bersin, kontak pribadi yang dekat atau kontak langsung dengan sekresi hidung atau tenggorokan yang terinfeksi. Virus tetap aktif dan menular di udara atau di permukaan benda yang terinfeksi hingga 2 jam. Campak dapat ditularkan oleh orang yang terinfeksi dari 4 hari sebelum timbulnya ruam kulit, hingga 4 hari setelah ruam kulit menjadi nyata. Wabah campak dapat menyebabkan epidemi yang menyebabkan banyak kematian, terutama pada anak balita yang kekurangan gizi. Di negara-negara di mana campak sebagian besar telah dieliminasi, kasus yang diimpor dari negara lain tetap menjadi sumber infeksi yang sulit dikendalikan.

Tidak ada pengobatan antivirus khusus untuk virus campak. Komplikasi parah dari campak dapat dikurangi, melalui perawatan suportif yang memastikan nutrisi yang baik, asupan cairan yang cukup, dan pengelolaan dehidrasi dengan cairan rehidrasi oral yang direkomendasikan WHO. Cairan rehidrasi ini menggantikan cairan tubuh dan elemen penting lainnya, yang hilang karena diare atau muntah. Antibiotik harus diresepkan untuk mengobati infeksi bakteri pada mata, telinga, dan paru-paru atau pneumonia.

Pada tahun 2023, sekitar 85% anak di dunia telah menerima 1 dosis vaksin campak pada ulang tahun pertama mereka melalui layanan kesehatan rutin, yang naik dari 72% dibandingkan pada tahun 2020. Dua dosis vaksin campak direkomendasikan untuk memastikan kekebalan dan mencegah wabah, karena sekitar 15% anak yang divaksinasi gagal mengembangkan kekebalan dari dosis pertama. Pada tahun 2023, sekitar 67% anak menerima dosis kedua vaksin campak. Dari perkiraan 20,8 juta bayi yang tidak divaksinasi dengan setidaknya satu dosis vaksin campak melalui imunisasi rutin sejak tahun 2023, sekitar 8,1 juta bayi berada di 3 negara, yaitu India, Nigeria dan Pakistan.

Indonesia termasuk 10 negara dengan jumlah kasus campak terbesar di dunia. Kementerian Kesehatan RI mencatat jumlah kasus campak di Indonesia sangat banyak dan cenderung meningkat, dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Adapun jumlah kasus suspek campak yang dilaporkan antara 2020 sampai dengan Juli 2023 sebanyak 57.056 kasus, di mana 8.964 di antaranya positif campak. Cakupan imunisasi campak di Pulau Jawa pada 2023 telah mencapai 100 persen, sementara di luar Pulau Jawa (termasuk Madura) hanya 72,70 persen, bahkan 71 kabupaten dan kota di luar Jawa hanya mencapai di bawah 50 persen, dengan propinsi paling rendah adalah Provinsi Aceh. Dengan target yang dicanangkan adalah 95 persen, maka saat cakupan imunisasi campak gagal ditingkatkan, Jawa Timur dan Indonesia harus bersiap-siap menghadapi KLB Campak.

Pada KLB campak kali ini tindakan segera adalah mengirimkan 9.825 botol vaksin campak atau MR (Measles and Rubella) dari Kementerian Kesehatan ke Dinas Kesehatan Sumenep, sebagai Outbreak Response Imunization atau ORI. Tak hanya itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur lalu memberikan on the job training (OJT) pembuatan kajian epidemiologi KLB PD3I ke seluruh puskesmas di Kabupaten Sumenep sebagai upaya penanggulangan. Juga digelar pertemuan koordinasi lintas batas Madura Raya dan Surabaya Raya, dengan output berupa dokumen kesepakatan penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I). Ini mengingatkan kita akan pentingnya imunisasi campak 2 dosis (MR dan MMR), untuk semua anak Indonesia di sekitar kita.

Sudahkah kita bertindak bijak?

Sekian

Yogyakarta, 23 Agustus 2025

*) Dokter spesialis anak di RS Panti Rapih Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, Dekan FK UAJY, WA : 081227280161

Categories
anak dokter

2025 Hari Kemanusiaan Dunia

HARI  KEMANUSIAAN  DUNIA

fx. wikan indrarto*)

Tulisan ini telah dimuat di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta Minggu, 6 September 2025, halaman 8 kolom HUSADA

Setiap tahun pada tanggal 19 Agustus, dirayakan sebagai Hari Kemanusiaan Dunia (World Humanitarian Day). Apa yang perlu disadari?

Tanggal 19 Agustus telah dipilih oleh Majelis Umum PBB pada tahun 2008, untuk memperingati karya gemilang para relawan kemanusiaan. Alasannya adalah karena pada tanggal tersebut, 22 orang karyawan PBB, termasuk Utusan Khusus Sekjen PBB Tuan Sergio Vieira de Mello, tewas dalam serangan bom bunuh diri pada tahun 2003 di Baghdad, Irak.

Relawan kemanusiaan sering kali dilupakan jasanya. Pada hal mereka tidak hanya bekerja di tempat paling buruk di dunia, di suhu lingkungan yang ekstrim, seperti panasnya lahar gunung berapi, dinginnya salju, ataupun keringnya udara, tetapi juga terancam oleh penyakit menular, peluru nyasar atau ancaman ganasnya medan di tempat-tempat berbahaya. Di sanalah mereka mempertaruhkan hidup mereka untuk membantu kaum miskin, pengungsi korban perang atau bencana alam, tanpa memandang apa pun ras, kebangsaan, agama atau aliran politiknya, dengan netralitas yang total.

Antara Januari 2024 dan Agustus 2025, terjadi 2.450 kali serangan bersenjata terhadap layanan kesehatan di 21 negara. Serangan ini mengakibatkan 2.060 kematian dan 2.395 cedera pada dokter, tenaga kesehatan dan pasien. Dalam periode yang sama, 1.392 serangan berdampak pada dokter dan tenaga kesehatan melalui pembunuhan, cedera, penculikan, penangkapan, dan/atau intimidasi.

Pada tahun 2025 saja, serangan bersenjata terhadap layanan kesehatan terjadi di Ukraina (310 serangan), Palestina termasuk Yerusalem Timur (304), dan Sudan (38), sehingga secara total mengakibatkan 933 kematian dokter, tenaga kesehatan dan pasien. Juga di Republik Demokratik Kongo, Haiti, dan Myanmar (total 71 serangan) yang berdampak pada fasilitas kesehatan, rantai pasokan medis, dokter, tenaga kesehatan, dan pasien.

Sampai saat ini tim medis WHO terus melayani sesama manusia dalam keadaan darurat paling kompleks di dunia. Di 27 negara, termasuk Palestina, Sudan, dan Ukraina, tim ini bekerja sama dengan lebih dari 900 mitra lokal untuk memberikan layanan medis. Sekitar dua pertiga mitra adalah organisasi relawan lokal dan nasional yang melayani di garis depan dan menghadapi risiko terbesar. Antara tahun 2000 dan 2023, 86% dari seluruh korban relawan kemanusiaan adalah staf lokal dan 96% dari mereka yang tewas, terluka, atau diculik antara Januari dan Oktober 2024 juga adalah staf lokal.

Sementara itu, telah terjadi meningkatnya politisasi bantuan medis. Layanan kesehatan tidak lagi diperlakukan sebagai sesuatu yang netral, dan aksi kemanusiaan semakin dimanipulasi atau dihambat. Antara Juni dan November 2024, akses kemanusiaan memburuk di 20% dari 93 negara, sementara hampir setengahnya terus menghadapi kendala yang tinggi hingga ekstrem. Di Burkina Faso, Haiti, Myanmar, Palestina, dan Sudan, rintangan birokrasi, campur tangan, atau pembatasan akses yang ekstrem telah memaksa penangguhan dan pengurangan operasi dan pasokan, meninggalkan jutaan orang tanpa perawatan kesehatan yang menyelamatkan jiwa. Praktik-praktik semacam itu bertentangan dengan kewajiban kemanusiaan fundamental untuk memastikan sentralitas perlindungan, keselamatan, dan martabat penduduk, menjadikannya respons yang sangat cacat.

Komunitas internasional telah bersuara dengan mengutuk serangan bersenjata terhadap tim kesehatan. Mereka telah menegaskan komitmennya untuk melindungi para dokter dan pekerja kemanusiaan. Namun demikian, pernyataan dan kutukan saja tidak dapat melindungi ambulans dari serangan udara, dokter dari peluru, atau konvoi kemanusiaan dari pesawat tanpa awak yang salah sasaran.

Kini saatnya diserukan kepada komunitas internasional secara luas untuk bergerak dan mengambil tindakan yang berkelanjutan, dengan menegakkan hukum humaniter internasional dan melindungi layanan kesehatan. Pertama, menegakkan hukum humaniter internasional dan melindungi layanan kesehatan dalam semua konteks memastikan akuntabilitas bagi mereka yang bertanggung jawab atas serangan terhadap layanan kesehatan. Kedua, menjamin pendanaan dan dukungan berkelanjutan untuk respons, koordinasi, dan aksi kemanusiaan Klaster Kesehatan yang lebih luas. Ketiga, memberdayakan responden garis depan dengan sumber daya yang langsung, fleksibel, dan dapat diprediksi

menolak politisasi, sekuritisasi, dan privatisasi bantuan kemanusiaan; dan keempat, menegaskan bahwa layanan kesehatan harus tetap netral, terlindungi, dan mudah diakses.

Hari Kemanusiaan Dunia 19 Agustus dirancang untuk memberikan penghormatan yang setinggi-tingginya, bagi para dokter, petugas kesehatan dan relawan kemanusiaan yang telah gugur, diculik atau terluka saat mereka bertugas. Selain itu, juga memotivasi panggilan baru untuk relawan penerus. Pada prinsipnya, hari tersebut adalah momentum perayaan manusia membantu sesamanya (people helping people).

Sudahkah kita secara pribadi ataupun berkelompok, berbuat sesuatu untuk sesama kita?

Sekian

Yogyakarta, 20 Agustus 2025

*) dokter spesialis anak di RS Panti Rapih Yogyakarta, Dekan FK UAJY, Alumnus S3 UGM, pernah menjadi relawan kesehatan saat bencana erupsi Gunung Merapi di Yogyakarta. WA: 081227280161,

Categories
anak bayi prematur dokter Pendukung ASI

2025 Pekan Menyusui Dunia

PEKAN  MENYUSUI  DUNIA  2025

fx. wikan indrarto

tulisan ini telah dimuat di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta Minggu, 31 Agustus 2025, halaman 8 kolom Husada, dengan judul : menyusui bayi memberikan masa depan penuh harapan.

Pekan Menyusui Dunia (World Breastfeeding Week) diperingati setiap tahun pada minggu pertama bulan Agustus. Ini adalah saatnya untuk mengingatkan kita semua bahwa menyusui bayi adalah fondasi yang kuat bagi kesehatan, perkembangan, dan kesetaraan seumur hidup. Apa yang perlu dilakukan?

Pekan Menyusui Sedunia menyoroti secara khusus dukungan berkelanjutan yang dibutuhkan ibu dan bayi dari sistem layanan kesehatan selama perjalanan menyusui mereka. Hal ini berarti memastikan setiap ibu memiliki akses terhadap dukungan dan informasi yang dibutuhkannya untuk menyusui selama ia menginginkannya. Termasuk ketersediaan konselor laktasi atau menyusui yang terampil, menegakkan Kode Internasional Pemasaran Pengganti ASI, dan menciptakan lingkungan, baik di rumah, di layanan kesehatan, dan di tempat kerja, yang mendukung dan memberdayakan ibu menyusui.

Aksi ini bukan hanya tentang melakukan hal yang benar saja, tetapi juga tentang tindakan ekonomi yang cerdas. Karena menyusui bayi memberikan masa depan yang penuh harapan, tidak hanya bagi anak, tetapi juga bagi masyarakat. Ini mengurangi biaya perawatan kesehatan, meningkatkan perkembangan kognitif, memperkuat ekonomi, dan menyiapkan anak-anak dengan awal yang sehat.

Tema tahun 2025 : Berinvestasi dalam menyusui, berinvestasi untuk masa depan (Invest in breastfeeding, invest in the future). Berinvestasi dalam dukungan pemberian ASI merupakan salah satu metode paling ampuh yang dimiliki para pembuat kebijakan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, memperkuat perekonomian, dan menjamin kesejahteraan generasi mendatang.

Menyusui melindungi kesehatan anak dan meningkatkan kelangsungan hidup, terutama di bulan-bulan pertama kehidupan. Selain nutrisi esensial, pemberian ASI eksklusif mampu menyediakan antibodi penting yang melindungi dari berbagai penyakit umum pada bayi seperti diare, pneumonia, dan infeksi berat (sepsis).

Selain itu, dampak pemberian ASI sebenarnya jauh melampaui masa bayi. Anak yang waktu bayi disusui, lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami kelebihan berat badan atau obesitas dan memiliki risiko lebih rendah terkena diabetes tipe 2 dan kondisi kronis lainnya. Para ibu juga mendapatkan manfaat, misalnya menyusui mengurangi risiko perdarahan pascapersalinan, kanker payudara dan ovarium, penyakit jantung, dan diabetes tipe 2.

Dengan investasi yang tepat, banyak negara dapat meningkatkan tingkat pemberian ASI eksklusif secara signifikan, dibuktikan dengan peningkatan global selama dekade terakhir. Sekitar 10% lebih banyak bayi secara global, saat ini yang disusui secara eksklusif sampai pada usia 6 bulan dibandingkan dengan tahun 2013, dengan beberapa negara mengalami peningkatan sebesar 20% selama periode yang sama.

Ada beberapa tindakan kunci bagi pemerintah untuk berinvestasi untuk masa depan. Pertama, alokasikan dana khusus untuk dukungan menyusui, termasuk dengan memastikan semua ibu memiliki akses ke dukungan menyusui oleh konselor yang terampil di rumah sakit dan saat mereka membawa bayi pulang, di samping perlindungan maternitas yang kuat seperti cuti berbayar setelah melahirkan.

Kedua, terapkan Kode WHO dengan mengadopsi sepenuhnya dan tegakkan Kode Internasional Pemasaran Pengganti ASI, untuk menjaga kesehatan masyarakat. Ketiga, pimpinan memberi contoh. Perjuangkan investasi dalam menyusui dalam strategi kesehatan nasional dan pastikan akuntabilitas melalui undang-undang, regulasi, dan pemantauan dampak program menyusui. Keempat, utamakan kesehatan bayi di atas lainnya. Tetapkan dan tegakkan kebijakan yang melindungi menyusui dan mencegah pengaruh komersial dari iklan pemberian makanan bayi.

Juga ada tindakan penting bagi sektor kesehatan. Pertama, dukung setiap langkah perjalanan menyusui. Berikan dukungan menyusui oleh konselor yang terampil dan penuh kasih sayang sejak kehamilan hingga anak usia dini, pastikan para ibu memiliki akses berkelanjutan ke layanan konseling menyusui sejak kehamilan hingga usia dini, termasuk memberikan dukungan khusus pada saat-saat transisi. Kedua, latih dan berdayakan tenaga kesehatan. Dengan memastikan semua tenaga kesehatan yang menangani kesehatan ibu dan anak, dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan menyusui terkini. Ketiga, ciptakan sistem kesehatan yang ramah menyusui. Jadikan semua rumah sakit dan klinik sebagai ruang yang aman dan suportif untuk ibu menyusui, melalui Inisiatif Rumah Sakit Ramah Bayi dan seterusnya.

Selain itu, ada beberapa tindakan kunci untuk masyarakat umum. Pertama, kita semua dapat berperan untuk mendukung para ibu. Keluarga, teman, perusahaan, dan masyarakat, semuanya berperan dalam mendukung ibu menyusui dan menciptakan lingkungan yang suportif bagi mereka untuk menyusui kapan saja, di mana saja. Kedua, pahami faktanya. Menyusui adalah cara alami dan ampuh untuk memberi bayi awal terbaik dalam hidup—memperkuat sistem kekebalan tubuh mereka, membantu mereka melawan penyakit – sekarang dan di masa mendatang – serta memberikan kenyamanan dan nutrisi penting. Ketiga, ajukan dukungan untuk menyusui. Advokasikan kebijakan dan lingkungan yang membuat menyusui lebih mudah dan lebih mudah diakses oleh semua keluarga.

Apakah kita sudah bertindak bijak dengan mendukung setiap ibu menyusui di sekitar kita?

Sekian

Yogyakarta, 4 Agustus 2025

*) Dokter spesialis anak di RS Panti Rapih Yogyakarta, Dekan FK UAJY, Alumnus S3 UGM, WA : 081227280161

Categories
anak dokter Healthy Life vaksinasi

2025 Hari Hepatitis Dunia

HARI HEPATITIS DUNIA 2025
fx. wikan indrarto

Catatan :

Tulisan ini dimuat di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta Minggu, 10 Agustus 2025,  halaman 8, kolom HUSADA

Sekitar 304 juta orang hidup dengan hepatitis B dan C kronis pada tahun 2022. Hanya 45% bayi yang menerima vaksin hepatitis B dalam waktu 24 jam setelah lahir pada tahun 2022. Masih ada 1,3 juta orang yang meninggal karena hepatitis B dan C kronis pada tahun 2022. Apa yang mencemaskan?

Hari Hepatitis Dunia diperingati setiap tahun pada tanggal 28 Juli untuk meningkatkan kesadaran akan hepatitis virus, peradangan hati yang menyebabkan penyakit hati parah dan kanker hati. Tanggal 28 Juli dipilih untuk menghormati ulang tahun pemenang hadiah Nobel bidang kedokteran, Profesor Baruch Samuel Blumberg, penemu virus hepatitis B (HBV) dan vaksin hepatitis B pertama.

Tema untuk tahun 2025: Hepatitis: Mari Kita Urai (Let’s Break It Down) menyerukan tindakan segera untuk menghilangkan hambatan finansial, sosial, dan sistemik termasuk stigma, yang menghalangi proses eliminasi hepatitis dan pencegahan kanker hati.

Hepatitis B dan C kronis secara diam-diam menyebabkan kerusakan hati dan kanker, meskipun keduanya sebenarnya dapat dicegah, diobati, dan, dalam kasus hepatitis C, dapat disembuhkan. Tema tersebut menekankan perlunya penyederhanaan, peningkatan, dan pengintegrasian layanan hepatitis, baik berupa vaksinasi, praktik penyuntikan yang aman, pengurangan bahaya, dan terutama pengujian laboratorium dan pengobatan, ke dalam sistem kesehatan nasional di setiap negara. Kampanye ini merupakan pengingat bahwa kita harus bertindak sekarang untuk memperluas akses, mengintegrasikan layanan pasien, dan mengakhiri hepatitis sebagai masalah kesehatan masyarakat pada tahun 2030.

Pesan utama kampanye ini ada 3 buah, pertama  adalah data bahwa hepatitis adalah penyebab utama kanker hati semakin nyata, kedua perlu langkah pertama untuk menghentikannya, dan ketiga adalah pencegahan harus dilakukan sekarang oleh negara.

Hepatitis selain sebagai penyebab utama kanker hati, juga merupakan pembunuh global yang terus bertambah. Hepatitis virus kronis menyebabkan 1,3 juta kematian setiap tahun, sebagian besar akibat kanker hati dan sirosis. Itu berarti 3.500 kematian setiap hari atau setara dengan tuberkulosis. Hepatitis B dan C menyebar secara diam-diam tanpa disadari, dengan 8.000 infeksi baru setiap hari. Meskipun dapat dicegah dan diobati, beban penyakit ini terus meningkat, terutama di wilayah atau negara dengan akses terbatas ke fasilitas kesehatan.

Mengetahui status diri adalah langkah pertama untuk menghentikan kanker hati. Kebanyakan orang yang hidup dengan hepatitis tidak tahu bahwa mereka terinfeksi, karena sering kali tidak ada gejala klinis, sehingga tidak diperiksa di laboratorium klinik. Diagnosis dini adalah langkah pertama untuk mengakses tatalaksana medis yang mampu menyelamatkan jiwa dan mencegah kanker hati. Pemeriksaan skrining di laboratorium, terutama bagi mereka yang berada di negara atau wilayah endemis atau berisiko tinggi, sangat penting untuk mengakhiri penularan hepatitis.

Kita dapat mencegah 2,8 juta kematian pada tahun 2030, tetapi hanya jika para pemimpin negara bertindak sekarang. Eliminasi hepatitis sudah di depan mata, karena saat ini telah tersedia vaksin, obat untuk terapi kuratif, dan alat kesehatan yang telah terbukti mampu untuk menghentikan penularan.

Namun demikian, sebagian besar kasus tetap tidak terdiagnosis, hingga terlambat ditangani. Kemajuan menuntut komitmen para pimpinan nasional, investasi cerdas, dan sistem kesehatan publik yang mengintegrasikan layanan hepatitis ke dalam sistem perawatan primer. Berinvestasi dalam diagnosis tepat waktu dan perawatan terpadu yang berpusat pada masyarakat, akan menyelamatkan nyawa dan menghentikan kanker hati sebelum terjadi. Untuk itu, ajakan bertindak untuk kita semua dalam rangka eliminasi hepatitis untuk mencegah kematian dan kanker hati, ditujukan kepada bebepara pihak.


Pertama, untuk warga masyarakat. Silakan melakukan tes hepatitis B dan C secara rutin. Vaksinasi bayi baru lahir dengan dosis pertama hepatitis B  dalam waktu 24 jam saat lahir. Lanjutkan dengan 4 dosis berikutnya bersama imunisasi DPT. Bicarakan dengan dokter keluarga tentang pemeriksaan laboratorium dan pengobatan dini. Dan bantu menghentikan stigma dengan berbagi informasi yang akurat.

Kedua, untuk pembuat kebijakan dan pemerintah. Diharapkan untuk memimpin dan mendanai kampanye kesadaran masyarakat yang tentang hepatitis dan pencegahan kanker hati. Memperluas layanan vaksinasi dosis pertama hepatitis B saat bayi lahir, menerapkan regulasi praktik pengambilan sampel darah dan injeksi yang aman, dan pengurangan bahaya penularan hepatitis B. Meningkatkan layanan tes skrining hepatitis yang terjangkau dan terdesentralisasi, yang terintegrasi ke dalam perawatan primer di seluruh tingkatan layanan kesehatan, termasuk fasilitas perawatan HIV, penyakit menular dan tidak menular (PTM) lainnya, pengendalian kanker, serta kesehatan ibu dan anak. Juga integrasikan layanan hepatitis dalam cakupan kesehatan semesta (Universal Health Couverage) dan skema asuransi kesehatan nasional. Tidak lupa, juga melibatkan semua pemangku kepentingan dan berinvestasilah dalam sistem data yang kuat untuk akuntabilitas.

Ketiga, untuk otoritas kesehatan tingkat nasional, regional dan lokal. Diharapkan memprioritaskan regulasi tentang diagnosis dan perawatan dini, dengan fokus pada komunitas masyarakat dengan beban tinggi dan kurang terlayani. Desentralisasikan layanan medis ke pusat kesehatan primer dan distrik yang lebih rendah. Integrasikan program pencegahan hepatitis dengan layanan imunisasi ke dalam program kesehatan ibu dan anak. Pastikan akses gratis untuk pemeriksaan laboratorium dan pengobatan dasar. Juga memobilisasi pendanaan berkelanjutan dengan menggunakan data terkini, untuk meningkatkan akurasi.

Apakah kita sudah melakukannya?

Sekian

Yogyakarta, 8 Juli 2025

*) Dokter spesialis anak di RS Panti Rapih Yogyakarta, dekan FK UAJY, Alumnus S3 UGM.

Categories
anak COVID-19 dokter Healthy Life vaksinasi

2025 Asal usul COVID-19

ASAL-USUL COVID-19

fx. wikan indrarto

Catatan :

Tulisan ini dimuat di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta Minggu, 13 Juli 2025, halaman 8, kolom HUSADA.

Pada Jumat, 27 Juni 2025 Scientific Advisory Group for the Origins of Novel Pathogens (SAGO) WHO yang terdiri dari 27 orang pakar multidisiplin internasional dan independen, menerbitkan laporannya tentang asal-usul SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan pandemi COVID-19. Apa yang menarik?

Pada bulan Juli 2021, WHO meluncurkan SAGO dengan dua mandat. Pertama, merancang kerangka kerja global untuk menyelidiki asal-usul patogen, dan kedua, menerapkan kerangka kerja tersebut untuk mengevaluasi bukti ilmiah guna menentukan asal-usul COVID-19. SAGO menerbitkan temuan dan rekomendasi awalnya dalam sebuah laporan pertama pada 9 Juni 2022. Laporan kedua ini memperbarui laporan sebelumnya berdasarkan makalah, tinjauan sejawat, informasi yang belum dipublikasikan, studi lapangan, wawancara, dan laporan lain termasuk temuan audit, laporan pemerintah, dan laporan intelijen. SAGO mengadakan pertemuan dalam berbagai format sebanyak 52 kali, melakukan diskusi berfokus dengan para peneliti, akademisi, jurnalis, dan profesi lain-lain terkait COVID-19.

COVID-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh virus. Gejala yang paling umum adalah demam, menggigil, dan sakit tenggorokan, tetapi ada berbagai gejala lainnya. Kebanyakan orang yang terinfeksi akan pulih sepenuhnya tanpa memerlukan perawatan di rumah sakit. Sebaliknya, orang dengan gejala parah harus mencari perawatan medis sesegera mungkin.

Orang mungkin mengalami gejala yang berbeda akibat COVID-19. Gejala biasanya mulai 5–6 hari setelah terpapar dan berlangsung 1–14 hari. Gejala yang paling umum adalah demam, menggigil, sakit tenggorokan. Gejala yang kurang umum adalah nyeri otot dan lengan atau kaki terasa berat, kelelahan atau rasa lelah yang parah, hidung berair atau tersumbat, atau bersin, sakit kepala, mata sakit, pusing, batuk terus-menerus, dada sesak atau nyeri dada, suara serak, mati rasa atau kesemutan, kehilangan nafsu makan, mual, muntah, nyeri perut atau diare. Selain itu, juga kehilangan atau perubahan indera perasa atau penciuman dan kesulitan tidur.

Orang dengan gejala yang lebih berat berikut harus segera mencari bantuan medis, yaitu kesulitan bernapas, terutama saat istirahat, atau tidak dapat berbicara dalam kalimat dan kebingungan, mengantuk atau kehilangan kesadaran, dan nyeri atau tekanan terus-menerus di dada. Juga kulit menjadi dingin atau lembap, atau menjadi pucat atau berwarna kebiruan dan kehilangan kemampuan berbicara atau gerakan.

Orang dengan penyakit parah dan mereka yang membutuhkan perawatan di rumah sakit harus menerima perawatan sesegera mungkin. Konsekuensi dari COVID-19 yang parah meliputi kematian, gagal napas, sepsis, tromboemboli (bekuan darah), dan kegagalan multiorgan, termasuk cedera pada jantung, hati, atau ginjal. Dalam situasi yang jarang terjadi, khususnya anak dapat mengalami sindrom peradangan parah beberapa minggu setelah infeksi.

Kebanyakan orang akan pulih tanpa memerlukan perawatan di rumah sakit. Bagi mereka yang membutuhkannya, dokter akan menyarankan perawatan inap di RS untuk COVID-19 berdasarkan tingkat keparahan penyakit dan risiko memburuknya penyakit. Mereka akan mempertimbangkan usia orang tersebut dan apakah mereka memiliki masalah kesehatan lainnya.

Untuk tindakan pencegahan, orang harus divaksinasi segera. Mereka harus mengikuti panduan setempat tentang vaksinasi dan cara melindungi diri dari COVID-19. Vaksin COVID-19 memberikan perlindungan yang kuat terhadap penyakit serius, rawat inap, dan kematian. Lebih dari 760 juta kasus dan 6,9 juta kematian telah tercatat di seluruh dunia sejak Desember 2019, tetapi jumlah sebenarnya diperkirakan lebih tinggi. Selain itu, lebih dari 13 miliar dosis vaksin telah diberikan hingga Juni 2023.  Vaksin COVID-19 memberikan perlindungan yang kuat terhadap penyakit parah dan kematian. WHO memperkirakan terjadi 14,9 juta kematian secara global akibat COVID-19 pada tahun 2020–21. Perkiraan global WHO lebih rendah daripada 18,2 juta kematian yang dilaporkan oleh Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) dan 17,7 juta kematian yang diperkirakan oleh The Economist untuk periode waktu yang sama.

SAGO telah menambah pemahaman kita tentang asal-usul COVID-19, namun seperti yang mereka laporkan, masih banyak informasi tambahan yang diperlukan untuk mengevaluasi semua hipotesis secara lengkap, tetapi sekarang belum tersedia. Sesuai dengan keadaan saat ini, semua hipotesis harus tetap ada, termasuk penularan zoonosis dan kebocoran laboratorium. SAGO menyimpulkan bahwa “bobot bukti yang tersedia menunjukkan adanya penularan zoonosis, baik secara langsung dari kelelawar atau melalui inang perantara.”

WHO meminta Tiongkok untuk membagikan ratusan sekuens genetik dari individu dengan COVID-19 di awal pandemi, informasi lebih rinci tentang hewan yang dijual di pasar di Wuhan, dan informasi tentang pekerjaan yang dilakukan dan kondisi biosafety di laboratorium di Wuhan. Hingga saat ini, Tiongkok belum membagikan informasi ini baik dengan SAGO maupun WHO.

“Seperti yang disebutkan dalam laporan, ini bukan hanya upaya ilmiah, ini adalah keharusan moral dan etika,” kata Dr. Marietjie Venter, Ketua kelompok, Guru Besar di Universitas Witwatersrand, Afrika Selatan dan Ketua Riset One Health dalam Vaksin dan Pengawasan untuk Ancaman Virus yang Muncul. Memahami asal-usul SARS-CoV-2 dan bagaimana hal itu memicu pandemi diperlukan untuk membantu mencegah pandemi di masa mendatang, menyelamatkan nyawa dan mata pencaharian, serta mengurangi penderitaan global. Program untuk memahami asal-usul SARS-CoV-2 masih belum selesai. WHO menyambut baik bukti lebih lanjut tentang asal-usul COVID-19, dan SAGO tetap berkomitmen untuk meninjau informasi baru apa pun jika tersedia.

Dengan mengetahui asal usul SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan pandemi COVID-19, tatalaksana paripurna dapat dilakukan.

Sekian

Yogyakarta, 30 Juni 2025

*) Dokter spesialis anak di RS Panti Rapih Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161

Categories
anak bayi prematur dokter Healthy Life vaksinasi

2025 RSV PADA BAYI

RSV  PADA  BAYI

fx. wikan indrarto*)

Jumat, 30 Mei 2025 WHO merekomendasikan vaksin untuk melindungi bayi dari infeksi RSV (Respiratory Syncytial Virus). RSV penyebab utama infeksi saluran pernapasan bawah akut pada bayi di seluruh dunia. Apa yang menarik?

Catatan : Tulisan ini telah dimuat di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta pada Minggu, 6 Juli 2025, halaman 8, kolom HUSADA dengan judul : Vaksin pelindung bayi yang direkomendasikan WHO

Setiap tahun, RSV menyebabkan sekitar 100.000 kematian dan lebih dari 3,6 juta rawat inap pada anak-anak di bawah usia 5 tahun di seluruh dunia. Sekitar setengah dari kematian ini terjadi pada bayi yang berusia di bawah 6 bulan. Sebagian besar (97%) kematian RSV pada bayi terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah yang memiliki akses terbatas ke perawatan medis suportif, seperti oksigen atau hidrasi.

“RSV adalah virus yang sangat menular yang menginfeksi orang-orang dari segala usia, tetapi sangat berbahaya bagi bayi, terutama yang lahir prematur, saat mereka paling rentan terhadap penyakit parah,” kata Dr. Kate O’Brien, Direktur Imunisasi, Vaksin, dan Biologi di WHO. Produk imunisasi RSV yang direkomendasikan WHO dapat mengubah perang melawan penyakit RSV yang parah, secara drastis mengurangi rawat inap, dan kematian, yang pada akhirnya menyelamatkan banyak nyawa bayi di seluruh dunia.

RSV adalah virus pernapasan umum yang menyebabkan gejala yang mirip dengan flu biasa, termasuk pilek, batuk, dan demam. Namun, penyakit ini dapat mengakibatkan komplikasi serius, termasuk pneumonia dan bronkiolitis, pada bayi, anak balita, lansia, dan mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Tanda dan gejala yang sesuai dengan komplikasi berupa infeksi saluran pernapasan bawah meliputi batuk, sesak napas, napas cepat, bronkospasme dan mengi.

Penyakit paru-paru yang parah dapat mengakibatkan kadar oksigen rendah dalam tubuh, kelelahan otot pernapasan, dan terkadang dapat mengakibatkan kematian. Infkesi RSV pada awal kehidupan anak dapat menyebabkan konsekuensi pernapasan jangka panjang, termasuk rawat inap berulang karena penyakit pernapasan selama masa bayi, mengi dan atau asma berulang, dan gangguan kesehatan paru-paru setelah masa bayi. Tidak ada pengobatan khusus untuk RSV. Penatalaksanaan penyakit RSV yang parah melibatkan perawatan suportif, seperti penyedotan sekresi melalui hidung, cairan intravena untuk hidrasi, dan yang terpenting oksigen tambahan untuk membantu pernapasan. 

Menanggapi beban global penyakit RSV parah pada bayi, WHO merekomendasikan agar semua negara memperkenalkan vaksin maternal (RSVpreF) pada ibu atau pemberian antibodi monoklonal, yaitu nirsevimab untuk bayi, tergantung pada kelayakan penerapan dalam sistem kesehatan di setiap negara, efektivitas biaya, dan cakupan yang dapat diantisipasi. Kedua produk tersebut direkomendasikan oleh Strategic Advisory Group of Experts on Immunization (SAGE) untuk penerapan global pada September 2024. Selain itu, vaksin maternal untuk ibu telah menerima prakualifikasi WHO pada Maret 2025, yang memungkinkannya untuk dibeli dengan harga terjangkau. baik oleh badan-badan PBB ataupun negera yang membutuhkan.

WHO merekomendasikan agar vaksin maternal RSVpreF (seperti Abrysvo dan Arexvy harga sekitar US $ 350) adalah vaksin yang ditujukan untuk ibu hamil yang mengandung bagian virus RSV, yaitu subunit protein F prefusi stabil bivalen (RSV A dan B), dan diberikan secara injeksi intramuskuler. Vaksin ini diberikan pada ibu hamil saat usia kehamilan 32-36 minggu, untuk mengoptimalkan transfer antibodi yang memadai kepada janin. Vaksin dapat diberikan selama kontrol kehamilan atau perawatan antenatal (ANC) rutin, misalnya pada salah satu dari 5 kunjungan ANC yang direkomendasikan WHO pada trimester ketiga atau konsultasi medis tambahan.

Produk kedua yang direkomendasikan WHO, yaitu nirsevimab, diberikan sebagai suntikan tunggal antibodi monoklonal yang mulai melindungi bayi terhadap RSV dalam waktu seminggu setelah pemberian dan bertahan setidaknya selama 5 bulan, yang dapat mencakup seluruh musim RSV di semua negara dengan musim RSV. Nirsevimab adalah antibodi monoklonal suntik seharga US $ 519,75 per dosis untuk dosis 50 mg dan 100 mg, yang mencegah penyakit RSV parah pada bayi dan anak kecil. Antibodi monoklonal tidak mengaktifkan sistem imun, seperti yang terjadi pada proses infeksi atau program vaksinasi (imunisasi aktif).

WHO merekomendasikan agar bayi menerima suntikan satu dosis nirsevimab (merek dagang Beyfortus) segera setelah lahir atau sebelum dipulangkan dari fasilitas bersalin. Jika tidak diberikan saat lahir, antibodi monoklonal dapat diberikan selama kunjungan kesehatan pertama bayi. Jika suatu negara memutuskan untuk memberikan produk hanya selama musim RSV bukan sepanjang tahun, satu dosis juga dapat diberikan kepada bayi yang lebih besar tepat sebelum memasuki musim RSV pertama mereka. Dampak terbesar pada penyakit RSV yang parah akan tercapai dengan pemberian antibodi monoklonal kepada bayi di bawah usia 6 bulan. Namun, masih ada potensi manfaat pada bayi hingga usia 12 bulan.

Bayi sering memiliki gejala infeksi RSV yang mirip dengan flu biasa, termasuk pilek, batuk, dan demam. Namun demikian, apabila memburuk menjadi batuk, sesak napas, napas cepat, bronkospasme dan mengi harus dirujuk sesegera mungkin di fasilitas kesehatan, karena dicurigai mengalami komplikasi serius, termasuk pneumonia dan bronkiolitis. Pemberian vaksin maternal (RSVpreF) pada ibu hamil atau pemberian antibodi monoklonal nirsevimab untuk bayi, dapat mengurangi risiko terjadinya kejadian tersebut.

Apakah kita sudah melakukannya?

Sekian

Yogyakarta, 13 Juni 2025

*) Dokter spesialis anak di RS Panti Rapih Yogyakarta, Alumnus S3 UGM.

Categories
anak Healthy Life sekolah UHC

2025 Keamanan Pangan

HARI KEAMANAN PANGAN DUNIA

fx. wikan indrarto

Presiden Prabowo Subianto mengklaim angka kasus keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di bawah 200 orang. Persentase keracunan tersebut dianggapnya lebih kecil dibandingkan angka penerima manfaat yang mencapai hampir 3 juta orang (hanya 0,005 persen). Pernyataan ini mengingakat kita bahwa pada Sabtu, 7 Juni 2025 diperingati sebagai Hari Keamanan Pangan Dunia (World Food Safety Day). Terdapat sekitar 200 jenis penyakit yang disebabkan oleh makanan yang tidak aman, mulai dari diare hingga kanker. Apa yang perlu dilakukan?

Kepala Pusat Studi Pangan dan Gizi UGM Yogyakarta, Prof. Sri Raharjo Dosen Fakultas Teknologi Pertanian UGM mengatakan keracunan makanan dapat disebabkan oleh dua hal, yakni  ‘food intoxication’ atau keracunan akibat racun yang dihasilkan oleh bakteri dan ‘food infection’ atau infeksi akibat mengkonsumsi bakteri patogen. Keduanya kerap terjadi tanpa tanda-tanda yang terlihat.

Diperkirakan 600 juta orang, sekitar hampir 1 dari 10 orang di dunia, jatuh sakit setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi dan 420.000 orang meninggal setiap tahun. Anak balita menanggung 40% beban penyakit bawaan makanan, dengan 125.000 kematian setiap tahun.

Penyakit bawaan makanan menghambat pembangunan sosial ekonomi dengan membebani sistem perawatan kesehatan dan merugikan ekonomi nasional, pariwisata, dan perdagangan. Keamanan pangan merupakan tanggung jawab bersama di antara berbagai otoritas nasional dan memerlukan pendekatan kesehatan terpadu dan multisektoral.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Indonesia kembali menjadi perhatian publik, setelah sejumlah siswa di Cianjur Jawa Barat mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi makanan yang disediakan pemerintah. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, ditemukan adanya kontaminasi bakteri E.coli, Salmonella, dan Staphylococcus pada makanan yang dikonsumsi siswa.

Penyakit bawaan makanan biasanya bersifat menular atau beracun dan disebabkan oleh bakteri, virus, parasit, atau zat kimia yang tertelan masuk ke dalam tubuh, melalui makanan yang terkontaminasi. Bakteri Salmonella, Campylobacter, dan Escherichia coli enterohaemorrhagic adalah beberapa patogen bawaan makanan yang paling umum. Gejalanya dapat berupa demam, sakit kepala, mual, muntah, sakit perut, dan diare. Makanan yang paling sering menyebabkan wabah salmonellosis adalah telur, unggas, dan produk hewani lainnya. Kasus bawaan makanan akibat Campylobacter terutama disebabkan oleh susu mentah, unggas mentah atau setengah matang, dan air minum. Escherichia coli enterohaemorrhagic sering dikaitkan dengan susu yang tidak dipasteurisasi, daging yang kurang matang, dan buah serta sayuran segar yang terkontaminasi.

Antimikroba, seperti antibiotik, sangat penting untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri, termasuk patogen bawaan makanan. Namun, penggunaan berlebihan dan penyalahgunaan obat antibiotik tersebut dalam pengobatan hewan dan manusia, telah dikaitkan dengan munculnya dan penyebaran bakteri yang resistan, sehingga pengobatan penyakit menular menjadi tidak efektif pada hewan dan manusia.

Norovirus merupakan penyebab umum infeksi bawaan makanan non bakteri yang ditandai dengan mual, muntah hebat, diare encer, dan nyeri perut. Virus Hepatitis A juga dapat ditularkan melalui makanan dan dapat menyebabkan penyakit hati yang berlangsung lama, dan biasanya menyebar melalui makanan laut mentah atau setengah matang atau produk mentah yang terkontaminasi.

Yang paling mengkhawatirkan bagi kesehatan adalah racun alami, bahan kimia, dan polutan lingkungan. Racun alami meliputi mikotoksin, biotoksin laut, glikosida sianogenik, dan racun yang terdapat pada jamur beracun. Makanan pokok seperti jagung atau sereal dapat mengandung mikotoksin tingkat tinggi, seperti aflatoksin dan okratoksin, yang diproduksi oleh jamur pada biji-bijian. Paparan jangka panjang dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh dan perkembangan normal, atau menyebabkan kanker.

Beban penyakit bawaan makanan pada kesehatan masyarakat dan ekonomi sering kali diremehkan, karena kurangnya pelaporan dan kesulitan dalam menetapkan hubungan kausal antara kontaminasi makanan dan penyakit atau kematian yang diakibatkannya. Kasus keracunan program MBG paling banyak terjadi di Jawa Barat. Kasus terbesar terjadi di Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya. Sedikitnya 400 siswa mulai dari TK, SD, SMP serta sejumlah guru mengalami keracunan. Ini merupakan kasus keracunan terbesar di Indonesia. Sejak 6 Januari hingga 15 Mei 2025, total terdapat 1.602 orang keracunan atau 0,045 persen dari penerima MBG 3.506.941 orang penerima manfaat.

Laporan WHO tentang perkiraan beban global penyakit bawaan makanan yang disebabkan oleh 31 agen bawaan makanan (bakteri, virus, parasit, toksin, dan bahan kimia) di tingkat global dan sub-regional, ada lebih dari 600 juta kasus penyakit bawaan makanan dan 420.000 kematian dapat terjadi dalam setahun. Beban penyakit bawaan makanan jatuh secara tidak proporsional pada kelompok dalam situasi rentan, terutama pada anak balita, dengan beban tertinggi di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Laporan Bank Dunia tahun 2019 tentang beban ekonomi penyakit bawaan makanan menunjukkan bahwa, total kerugian produktivitas yang terkait dengan penyakit bawaan makanan di negara berpenghasilan rendah dan menengah diperkirakan mencapai US$ 95,2 miliar per tahun, dan biaya tahunan untuk mengobati penyakit bawaan makanan diperkirakan mencapai US$ 15 miliar.

Momentum Hari Keamanan Pangan Dunia (World Food Safety Day) mengingatkan kita semua bahwa pemerintah, dari pusat sampai daerah, harus menjadikan keamanan pangan sebagai prioritas kesehatan masyarakat, termasuk program MBG bagi anak sekolah. Prioritas ini memainkan peran penting dalam mengembangkan kebijakan dan kerangka kerja regulasi berbasis risiko, serta membangun dan menerapkan sistem keamanan pangan yang efektif. Keamanan pangan merupakan tanggung jawab bersama di antara berbagai otoritas dan memerlukan pendekatan kesehatan multisektoral, pada semua tahapan rantai makanan.

Apakah kita sudah melakukannya?

Sekian

Yogyakarta, 2 Juni 2025

*) Dokter spesialis anak di RS Panti Rapih Yogyakarta, Alumnus S3 UGM.

Categories
anak Healthy Life Jalan-jalan

2025 Di selatan Afrika Selatan

DI  SELATAN AFRIKA  SELATAN

(hari pertama)

fx. wikan indrarto dan b. sari prasetyati

Dalam rangka mengikuti International Conference on Pediatrics and Child Health at Radisson Blu Gautrain Hotel, Corner of West Street and Rivonia Road, Sandton, Johannesburg, Senin, 12 Mei 2025, kami terbang ke Afrika Selatan. Apa yang menarik?

BRICS (Brasil, Rusia, India, China, South Africa) adalah kelompok negara berkembang yang memiliki peran besar dalam perekonomian global. Indonesia resmi diterima untuk bergabung dengan BRICS pada 6 Januari 2025, menandai langkah strategis untuk memperluas pengaruh dalam ekonomi global. Kami berdua sudah pernah mengunjungi Brasil (Rio de Janeiro, 2015), Rusia (Moscow, 2024), India (New Delhi, 2017), dan China (Beijing 2009), maka kini giliran kami akan mengunjungi Afrika Selatan.

Republik Afrika Selatan (Afsel) dibatasi oleh garis pantai sepanjang 2.798 km yang membentang di sepanjang Samudra Atlantik dan Hindia di sebelah selatan; di sebelah utara berbatasan dengan Namibia, Botswana, dan Zimbabwe; di sebelah timur dan timur laut berbatasan dengan Mozambik dan Eswatini; dan mengelilingi negara enklave Lesotho.

Ucapan selamat datang di Afrika Selatan

Afrika Selatan memiliki tiga ibu kota, yaitu pemerintahan eksekutif di Pretoria, yudikatif di Bloemfontein, dan legislatif di Cape Town. Pada tahun 1910, ketika Uni Afrika Selatan dibentuk, terjadi pertikaian besar mengenai lokasi ibu kota negara baru tersebut. Sebuah kompromi dicapai untuk menyebarkan keseimbangan kekuasaan di seluruh negeri dan ini menghasilkan tiga ibu kota Afrika Selatan. Kota terbesarnya adalah Johannesburg. Kota ini dikenal sebagai ibu kota keuangan Afrika Selatan dan merupakan rumah bagi 74 persen Kantor Pusat Perusahaan.

Ucapan selamat datang di Afrika Selatan

Johannesburg di bagian Selatan Afrika Selatan dinamai dari nama dua pejabat Zuid-Afrikaansche Republiek (ZAR), Christiaan Johannes Joubert dan Johannes Rissik, yang keduanya bekerja di bidang survei dan pemetaan tanah. Kedua pria itu menggabungkan nama yang mereka gunakan, dengan menambahkan ‘burg’, kata kuno dalam bahasa Afrikaans yang berarti ‘kota berbenteng’. Selanjutnya kota Johannesburg sering disebut Joburg.

Setelah transit dan berjalan-jalan di dalam kota Abu Dhabi sepanjang hari Sabtu, 10 Mei 2025, kami segera melanjutkan penerbangan ke Joburg, Afrika Selatan. Kami terbang lagi dalam perut pesawat Boeing 787-9 Dreamliner milik Ethihad Airways EY 477 dari Abu Dhabi. Ini adalah pesawat jet penumpang jarak jauh, berukuran sedang, berbadan lebar, dan bermesin ganda, dengan menempuh 8 jam sejauh 3.892 mil, kami mendarat di Joburg O.R. Tambo Intl Airport.

lihat : https://dokterwikan.com/2025/05/10/2025-pesona-abu-dhabi/

Bandar Udara Internasional Oliver Tambo terletak di Kempton Park, Ekurhuleni, Gauteng, Afrika Selatan, di dekat kota Joburg. Bandara ini menjadi bandara utama untuk penerbangan internasional dan domestik dari dan menuju Afrika Selatan dan merupakan bandara tersibuk di Afrika dengan kapasitas layanan hingga 28 juta penumpang setiap tahun. Bandara ini menjadi hub bagi maskapai penerbangan domestik dan internasional terbesar di Afrika Selatan, South African Airways (SAA), dan sejumlah maskapai penerbangan lokal.

Selamat datang di Bandara OR Tambo Joburg Afrika Selatan

Bandara ini sebelumnya dikenal sebagai Bandar Udara Internasional Joburg dan sebelum itu dikenal sebagai Bandar Udara Internasional Jan Smuts, sesuai dengan nama seorang politikus internasional Afrika Selatan. Pada 27 Oktober 2006 diganti dengan nama Oliver Tambo, mantan presiden dari African National Congress. Bandar Udara Internasional Oliver Tambo sering disebut sebagai bandara “panas dan tinggi”. Berada di ketinggian hampir 1.700 meter di atas pemukaan laut, yang memiliki udara sangat tipis. Ketinggian seperti ini sangat berpengaruh terhadap performa pesawat terbang.

Setelah selesai proses imigrasi secara manual, sebagaimana terjadi di Bandara Soekarno Hatta sebelum pandemi COVID-19, kami segera menukarkan uang kami menjadi ZAR (bahasa Belanda ‘zuid-afrikaanse rand’ atau rand Afrika Selatan) di dalam bandara. Saat itu suasana interior bandara O Tambo bernuansa G20. Anggota G20 adalah Argentina, Australia, Brasil, Kanada, Tiongkok, Prancis, Jerman, India, Indonesia, Italia, Jepang, Republik Korea, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Turki, Inggris Raya, dan Amerika Serikat serta dua badan regional, yaitu Uni Eropa dan Uni Afrika.

Selamat datang para delegasi G20 di Afrika Selatan

G20 tidak memiliki sekretariat atau staf tetap. Sebaliknya, Presidensi G20 dirotasi setiap tahun di antara para anggotanya dan tahun 2025 adalah giliran Afrika Selatan dan Indonesia tahun 2022 lalu. Setelah berfoto pada layer sambutan selamat datang oleh Matamela Cyril Ramaphosa (lahir 17 November 1952) Presiden Afrika Selatan, selanjutnya kami membeli tiket KA ke pusat kota, pada petugas konter. Kami naik Gautrain, kereta api komuter ekspres berkecepatan tinggi yang melayani rute dari Bandara Internasional Oliver Tambo ke dalam kota Joburg.

Sambutan oleh Bapak Matamela Cyril Ramaphosa Presiden Afrika Selatan.

Gautrain adalah sistem kereta komuter ekspres berkecepatan tinggi sepanjang 80 kilometer (50 mil) di Propinsi Gauteng, Afrika Selatan, yang menghubungkan Joburg, Pretoria, Kempton Park, dan Bandara Internasional Oliver Tambo. Diperlukan waktu 15 menit untuk menempuh perjalanan dari Bandara Internasional Oliver Tambo ke Marlboro. Guatrin kami melaju dari Bandara Internasional Oliver Tambo, melewati Rhodesfield dan turun Marlboro, dengan semua stasiun berada di permukaan tanah. Dari stasiun Marlboro kami pindah jalur untuk naik Gautrain lanjutan melewati stasiun Sandton, Rosebank dan turun di Park Station, ketiganya merupakan stasiun bawah tanah, di pusat kota Joburg.

Bergaya di depan Gautrain sebuah kereta komuter ekspres berkecepatan tinggi

Bergaya di dalam gerbong Gautrain, sebuah kereta komuter ekspres berkecepatan tinggi, bukan kelas KRL

Bergaya di Stasiun Marlboro untuk berganti line Guatrain menuju Stasiun Park Joburg

Setelah keluar ke permukaan tanah, kami segera disambut cuaca bersuhu 9 derajat dan bergegas menuju The Bannister Hotel di 9 De Beer St, Braamfontein, Joburg. Hanya berdasarkan tangkapan layar pada HP tentang rute yang harus kami jalani karena sudah tidak ada free wifi lagi di luar stasiun, maka nampaklah kami berdua sebagai  makluk asing yang kebingungan. Berkat kebaikan hati 2 orang satpam sebuah bangunan di samping stasiun Park, yang mengantar kami menyusuri jalan, akhirnya kami berhasil mencapai hotel kami.

Keluar dari bawah tanah di Stasiun Park Joburg

Dengan seorang satpam negro yang baik hati mengantar kami, agar tidak tersesat, berjalan kaki mencapai Hotel Bannister

Setelah mandi bugar dan membayar hutang tidur, pada hari Minggu sore, 10 Mei 2025 kami segera mengaktifkan aplikasi Uber dengan unggah foto paspor untuk mencari taksi online. Tujuan pertama kami adalah Katedral Kristus Raja (Cathedral Of Christ the King Catholic Church), yaitu sebuah gereja Katolik yang menjadi pusat kedudukan dan takhta bagi Keuskupan Agung Joburg. Dengan diantar seorang sopir bernama Tiyiselani Hendrick, kami naik VW Polo putih bernomor polisi LY27HVGP berbiaya ZAR 33 untuk mencapai gedung katedral di 192 End St, Berea, Joburg, yang dibangun pada tahun 1958.

Disopiri Tiyiselani Hendrick dengan aplikasi uber, kami naik VW Polo putih bernomor polisi LY27HVGP

Di depan Katedral Kristus Raja (Cathedral Of Christ the King Catholic Church) Joburg

Katedral yang sebelumnya di Jalan Kerk, dibangun pada tahun 1896, telah melayani komunitas Katolik dengan baik, tetapi dengan jumlah yang terus bertambah, diputuskan untuk mendirikan katedral baru yang lebih besar. Rencana untuk membangun katedral tersebut dimulai pada tahun 1937 oleh David O’Leary, orang Katolik kelahiran Afrika Selatan pertama yang menjadi Uskup Joburg. O’Leary awalnya bermaksud agar katedral dibangun di lokasi dekat Jalan Kerk tetapi tanah itu sebagian dijual dan sisanya menjadi Gereja Jalan Kerk.

Rencana katedral ditunda karena pecahnya Perang Dunia Kedua dan O’Leary meninggal pada tahun 1950. Pada tahun 1957 sebuah situs dibeli di Saratoga Avenue oleh Uskup Mgr. W. P. Whelan dan dana dikumpulkan untuk meletakkan batu pertama pada tahun 1958. Katedral Kristus Raja dirancang oleh arsitek Brian Gregory dari Belfast, Irlandia Utara. Pekerjaan konstruksi diawasi oleh John P. Monahan dan diselesaikan pada tahun 1958 oleh kontraktor John Burrow (Pty) Ltd dari Joburg. Katedral ini diberkati dan dibuka pada tahun 1960. Mgr. Whelan kemudian menjadi Uskup Agung Bloemfontein dan menimbulkan beberapa kontroversi, ketika dia gagal menjauhkan gereja Katolik Afrika Selatan dari apartheid pada tahun 1964.

Interior Katedral Kristus Raja Joburg dengan salib Yesus Kristus tergantung dari atap, bukan tertempel di dinding, dirancang oleh arsitek Brian Gregory dari Belfast, Irlandia Utara.

Eksterior Katedral Kristus Raja dirancang oleh arsitek Brian Gregory dari Belfast, Irlandia Utara, berbentuk kotak warna coklat

Oleh karena tidak ada nuansa Porta Sancta di Cathedral Of Christ the King Catholic Church, dan jadwal misa kudus hari Minggu hanya pagi pk. 7 dan siang pk. 09.30, maka kami hanya berdoa pribadi saja. Kembali kami segera berlutut, berdoa dan mengucap syukur di Gereja Katedral itu. Kami bersyukur atas semua berkat dan rahmat Tuhan Maha Baik di bangku katedral deretan paling belakang. Dalam doa khusuk, kami memohon lagi agar diberikan kebijaksanaan, keselamatan, kecerdasan, kesehatan dan kebahagian bagi kami semua.

Mobil takxi Josiah Shingirai berupa sedan Suzuki Ciaz warna putih

Setelah itu kami mencari area yang ada free wifi di sekitar parkiran, atas anjuran petugas sekuriti gerja Katedral. Kembali kami memesan taksi ojol dengan aplikasi Uber, berdasarkan signal sangat lemah dari free wifi yang ada. Kami diantar sopir seorang negro Josiah Shingirai dengan sedan Suzuki Ciaz warna putih untuk kembali ke hotel.

Para pemuda negro yang baik hati dan penuh gaya di perempatan Juta Street Joburg

Suasana konter KFC dekat hotel kami di Joburg

Minggu, 11 Mei 2025 menjelang malam itu kami akhiri dengan jalan-jalan di seputarn Juta Street untuk melihat suasana. Kami bertemu dengan beberapa pemuda negro yang ramah menyapa kami, bahkan mengenali bendera merah putih yang kami bawa dengan teriakan ‘Indonesia!’. Juga membeli beberapa potong ayam di KFC di ujung jalan. Konter KFC dengan sistem open kithcen bernuansa hitam legam, sangat mengesankan. Lanjut malam itu kami makan malam di kamar hotel.

(bersambung)

Salam pengelana

-wikan dan sari

Minggu, 11 Mei 2025

CERIA  DI  PRETORIA

(hari kedua)

(sambungan)

Setelah mengikuti hari pertama International Conference on Pediatrics and Child Health at Radisson Blu Gautrain Hotel, Corner of West Street and Rivonia Road, Sandton, Johannesburg (Joburg), Afrika Selatan pada Senin, 12 Mei 2025, kami rencana akan melaju ke Pretoria. Apa yang perlu diketahui?

Setelah sarapan di The Bannister Hotel di 9 De Beer St, Braamfontein, kami bergegas ke lokasi konferensi. Di perjalanan kami mengingat bahwa ada 2 negara Eropa yang pernah menduduki wilayah yang kami lalui, yaitu Belanda (1652-1795 dan 1803-1806) dan Inggris (1795-1803 dan 1806-1961). Belanda tiba di wilayah ini pada tahun 1652, baru Inggris meminati wilayah tersebut, terutama setelah penemuan cadangan berlian yang melimpah. Hal ini menyebabkan Perang Inggris-Belanda dan dua Perang Boer. Pada tahun 1931, Afrika Selatan menjadi jajahan Britania Raya sepenuhnya. Meski demikian, Inggris terpaksa berbagi kuasa dengan pihak Afrikaner (sebutan untuk bangsa Belanda di Afrika). Pembagian kuasa ini berlanjut hingga tahun 1940-an, saat partai pro-Afrikaner, yaitu Partai Nasional memperoleh kursi mayoritas di parlemen.

Sejarah politik apartheid dimulai tahun 1948 yang digagas oleh Hendrik Frensch Verwoerd dari Partai Nasional. Paham Apartheid adalah segregasi rasial di bawah pemerintahan Afrika Selatan berkulit putih, yang mengharuskan warga Afrika Selatan non-kulit putih (mayoritas penduduk) untuk tinggal di area terpisah dari warga kulit putih dan menggunakan fasilitas publik terpisah. Strategi ini untuk mengawal sistem ekonomi dan sosial negara dengan dominasi kulit putih dan diskriminasi ras, dengan tokoh utama penentangnya oleh Nelson Mandela.

Gambar Presiden Nelson Mandela yang besar di dinding sebuah bangunan tinggi

Senin, 12 Mei 2025 sejak pagi kami mengikuti konferensi dan pada sambutan pembukaan oleh Ketua Panita dijelaskan bahwa PEPFAR (The U.S. President’s Emergency Plan for AIDS Relief) telah memainkan peran penting dalam memastikan pasien HIV dan TB, termasuk anak, untuk mendapatkan layanan kesehatan yang mereka butuhkan. Di Afrika Selatan, yang memiliki 7,8 juta penderita HIV, PEPFAR telah menjadi salah satu sumber utama pendanaan dalam dua dekade terakhir. Menteri Kesehatan Afrika Selatan, dr. Aaron Motsoaledi menyatakan bahwa penghentian sementara PEPFAR ini mengejutkan pemerintah. Prof. Asanda Ngoasheng, seorang analis politik dari Afrika Selatan, menilai bahwa banyak negara akan terdampak, mengingat sistem kesehatan publik di beberapa negara Afrika sangat bergantung pada pendanaan dari PEPFAR.

Bahkan jika PEPFAR tidak membiayai 100% program, pengurangan dana tetap akan berimbas pada kemampuan banyak negara Afrika dalam menyediakan layanan medis yang sebelumnya ditopang oleh dana tersebut. Meski penghentian bantuan PEPFAR telah disesuaikan dengan pengecualian untuk “bantuan kemanusiaan yang menyelamatkan nyawa,” termasuk obat-obatan esensial, banyak negara masih mengevaluasi dampaknya jika penghentian ini menjadi permanen. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menjelaskan bahwa pengecualian ini bertujuan untuk memastikan bantuan yang bersifat darurat seperti makanan dan obat-obatan, tetap disalurkan.

Pembicara pertama adalah dr. Antonis C. Antoniou, PhD, seorang Genetics and  Epidemiology dari Cambridge, England, United Kingdom. Saat ini, ia memimpin kelompok penelitian di Departemen Kesehatan Masyarakat dan Perawatan Primer dan menjabat sebagai Direktur Akademik untuk MPhil dalam Epidemiologi. Pembicara selanjutnya adalah Richard J. Scarfone MD, FAAP, seorang Pediatric Emergency Medicine dari Philadelphia, Pennsylvania, United States of America. Beliau adalah Wakil Direktur Kegawatdaruratan Pediatrik di Children’s Hospital of Philadelphia dan salah satu pimpinan tim kurikulum pendidikan Center for Diagnostic Excellence. Wabah HIV merupakan masalah yang kritikal di negara ini. Diperkirakan 4,79 juta penduduknya dijangkiti AIDS dan pemerintahan Afrika Selatan terpaksa mengeluarkan berjuta-juta ZAR untuk menangani masalah ini. Sejak Afrika Selatan membuka perbatasannya selepas berakhirnya Apartheid, sindikat NAPZA internasional justru mudah memasuki negara ini. Kini Afrika Selatan adalah produsen mariyuana terbesar di dunia.

Makan siang menu ayam dengan nasi, Bersama para nona negro

Setelah selesai sesi diskusi, kami bersiap untuk makan siang berupa nasi dan segera mengingat sejarah bahwa pada Februari 1990, akibat dorongan internasional dan tentangan hebat dari berbagai gerakan anti-apartheid khususnya KNA (Kongres Nasional Afrika), pemerintahan Partai Nasional di bawah pimpinan Presiden Frederik Willem de Klerk (18 Maret 1936 – 11 November 2021) yang merupakan presiden kulit putih terakhir di Afrika Selatan, mencabut larangan terhadap Kongres Nasional Afrika dan partai-partai politik berhaluan kiri yang lain, dan membebaskan Nelson Mandela (Pimpinan KNA) dari penjara. Pada 1962, Nelson Mandela ditahan dan dituduh melakukan sabotase dan bersekongkol menggulingkan pemerintahan, dan dihukum penjara seumur hidup di Pengadilan Rivonia. Mandela menjalani masa kurungan 27 tahun, pertama di Pulau Robben, kemudian di Penjara Pollsmoor dan Penjara Victor Verster.

Undang-undang apartheid mulai dihapus secara perlahan-lahan dan pemilu tanpa diskriminasi yang pertama diadakan pada tahun 1994. Kemenangan yang besar diraih oleh Partai KNA, dan Nelson Mandela dilantik sebagai presiden kulit hitam pertama di Afrika Selatan. Walaupun kekuasaan sudah berada di tangan kaum kulit hitam, berjuta-juta penduduknya masih hidup dalam kemiskinan. Ketika Nelson Mandela menjadi presiden selama 5 tahun, pemerintahannya melaksanakan berbagai perubahan, terutama dalam isu yang telah diabaikan semasa era apartheid. Beberapa isu yang ditangani oleh pemerintahan pimpinan KNA adalah seperti pengangguran, wabah AIDS, termasuk pada bayi dan anak, juga kekurangan perumahan dan pangan.

Mural bergambar Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela, Thabo Mbeki dan Oliver Tambo, dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Di samping itu, dalam usahanya untuk menyatukan rakyat, pemerintah juga membuat sebuah komite yang dikenal dengan ‘Truth and Reconciliation Committee’ (TRC) di bawah pimpinan Uskup Desmond Tutu. Komite ini berperan untuk memantau badan-badan pemerintah seperti badan polisi agar masyarakat Afrika Selatan dapat hidup aman dan harmonis. Presiden Nelson Mandela memusatkan perhatiannya terhadap perdamaian di tahap nasional dan mencoba membina satu jati diri untuk Afrika Selatan dalam masyarakat majemuk yang terpisah oleh konflik berlarut-larut selama beberapa dasawarsa. Berkat kemampuannya, setelah tahun 1994 negara ini telah bebas dari konflik politik. Nelson Mandela melepas jabatannya sebagai presiden partai KNA pada Desember 1997 untuk memberi kesempatan kepada presiden yang baru, Thabo Mbeki.

Seorang pemuda negro Ellias Gift yang terus ceria dan siap mengantar kami dengan mobil Suzuki Dzire warna putih, menuju Pretoria

Seperti kita ketahui bersama, Afrika Selatan memiliki tiga ibu kota, yaitu pemerintahan eksekutif di Pretoria, yudikatif di Bloemfontein tempat kami menginap, dan legislatif di Cape Town yang terlalu jauh dijangkau. Senin, 12 Mei 2025 setelah makan siang, kami segera bergegas menuju ibukota Pretoria. Dengan menggunakan aplikasi uber, kami dapat diantar oleh seorang pemuda negro Ellias Gift dengan mobil Suzuki Dzire warna putih, menuju Gedung bersejarah Union Building di Pretoria. Tepatnya di atas bukit Meintjeskop di ujung utara wilayah Arcadia, dekat dengan Church Square yang juga bersejarah

Meriam di sisi jalan menanjak menuju Union Building di puncak bukit

Union Buildings merupakan kantor pusat resmi Pemerintah Afrika Selatan dan juga merupakan kantor Presiden Afrika Selatan. Bangunan megah ini terletak di Pretoria. Taman luas di gedung ini terletak di antara Government Avenue, Vermeulen Street East, Church Street, R104, dan Blackwood Street. Meskipun tidak berada di pusat kota Pretoria, Union Buildings menempati titik tertinggi dataran Pretoria, dan merupakan situs warisan nasional Afrika Selatan.

Dua buah bangunan sayap di kiri dan kanan Union Building di Pretoria

Gedung ini merupakan salah satu pusat kehidupan politik di Afrika Selatan, menjadi bangunan ikonik Pretoria dan Afrika Selatan secara umum, dan merupakan salah satu objek wisata paling populer di kota ini dan lambang demokrasi. Di dalam gedung tersebut merupakan lokasi pelantikan presiden Afrika Selatan.

Selalu ceria, juga saat di gerbang dengan tulisan Union Buliding Pretoria

Kompleks bangunan ini, dibangun dari batu pasir ringan, dirancang oleh arsitek Sir Herbert Baker dalam gaya monumental Inggris dan sepanjang 285 m. Gedung utama memiliki bentuk setengah lingkaran, dengan dua sayap di sisinya, ini berfungsi untuk mewakili penyatuan orang-orang yang sebelumnya terbagi dalam perselisihan bersenjata. Lonceng jam identik dengan Big Ben di London, yang pernah kami kunjungi pada Minggu, 23 November 2015, sepulang dari Rio de Janeiro Brazil. Bangunan ini dianggap sebagai pencapaian terbesar arsitek dan mahakarya arsitektur Afrika Selatan.

Setelah puas berfoto dalam dekapan suhu 10 derajat, kami lanjut mampir ke KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) di Pretoria (Embassy of the Republic of Indonesia), yaitu kantor pusat misi diplomatik Republik Indonesia untuk Republik Afrika Selatan dan merangkap sebagai perwakilan Indonesia untuk Republik Botswana, Kerajaan Eswatini, dan Kerajaan Lesotho. Kedutaan ini terletak di Jalan Francis Baard 949 (sebelumnya bernama Jalan Schoeman) di daerah kota Pretoria bernama Arcadia. Kantor diplomatik Indonesia lainnya di Afrika Selatan adalah sebuah konsulat jenderal di Cape Town. Terdapat juga sebuah Konsulat Kehormatan di Mbabane, Eswatini.

Gerbang KBRI Pretoria

Duta besar Indonesia pertama untuk Afrika Selatan adalah Rahadi Iskandar (1995–1998) dan saat ini dijabat oleh Bapak Saud Purwanto Krisnawan sejak 26 Juni 2023.

Lanjut kami melaju menuju Monumen Voortrekker yang terletak di sebelah selatan Pretoria, dirancang oleh arsitek Gerard Moerdijk, megah berdiri di puncak sebuah bukit dan dibangun untuk mengenang para Voortrekker yang meninggalkan Cape Colony. Voortrekkers (dalam bahasa Afrikaans : mereka di depan yang menarik) adalah para peternak Boer (keturunan Belanda) yang bermigrasi ke timur selama peristiwa Die Groot Trek (Perang Boer) untuk menghindari kekuasaan kolonial Inggris. Para Voortrekkers keturunan Belanda yang melakukan perpindahan ke timur, dengan jumlah sekitar 2.540 keluarga dari tahun 1835 hingga 1845.

Monumen Voortrekker yang tinggi menjulang nampak di kejauhan dirancang oleh arsitek Gerard Moerdijk

Perang Boer merupakan peperangan yang terjadi di Afrika Selatan antara colonial Ingfgris melawan 2 republik Boer merdeka, yakni Negara Bebas Oranje (Oranje Vrijstaat) dan Republik Transvaal, antara abad ke-19 dan awal abad ke-20. Orang Boer atau Afrikaner merupakan keturunan kolonialis Belanda, yang sebagai pioner (Voortrekkers) merambah ke pedalaman Afrika Selatan dan mendirikan Oranje Vrijstaat serta Zuid-Afrikaanse Republiek. Akan tetapi republik-republik Boer kalah dalam peperangan melawan Inggris.

Ellias Gift yang terus ceria dengan Monumen Voortrekker yang tinggi menjulang nampak di kejauhan

Pembangunan monument ini dimulai pada tanggal 13 Juli 1937 dipimpin oleh Advokat Ernest George Jansen. Pada tanggal 16 Desember 1938, batu pertama diletakkan  oleh tiga keturunan pemimpin Voortrekker, yaitu Ny. J.C. Muller (cucu perempuan Andries Pretorius), Ny. K.F. Ackerman (cicit perempuan Hendrik Potgieter) dan Nyonya J.C. Preller (cicit perempuan Piet Retief).

Bersama keturunan pemimpin Voortrekker, tetapi bukan Ny. J.C. Muller (cucu perempuan Andries Pretorius), yang ceria banget saat berbusana gaya kolonial Belanda di Monumen Voortrekker

Monumen ini diresmikan pada tanggal 16 Desember 1949 oleh Daniël François Malan, Perdana Menteri Afrika Selatan dari 1948 sampai 1954, yang dipandang sebagai pembela nasionalisme Afrikaner. Total biaya pembangunan monumen ini sekitar £360.000, yang sebagian besar disumbangkan oleh pemerintah Afrika Selatan. Pada tanggal 8 Juli 2011, Monumen Voortrekker dinyatakan sebagai Situs Warisan Nasional oleh Badan Sumber Daya Warisan Afrika Selatan.

Padang prairie dengan berbagai hewan ternak di kejauhan seperti di berbagai taman safari di Afrika Tengah yang kadang masih buas.

Di sekitar situ ada hamparan prairie, yaitu padang rumput yang luas, datar atau bergelombang, tanpa banyak pohon. Kata “prairi” berasal dari bahasa Prancis dan awalnya dari bahasa Latin “pratum” yang berarti ladang. Prairie didominasi oleh rumput tinggi dengan sedikit pohon, sehinnga banyak binatang ternak yang merumput, sebagaimana banyak terdapat di Afrika Selatan. Setelah menyaksikan padang rumput yang luas semacam praire di sekitar monument, kami segera Kembali ke hotel di Joburg. Kota ini pada awalnya dibangun oleh para penambang kebangsaan Inggris, yang membangun kota segera setelah emas ditemukan pada 1886 di Witwatersrand yang berdekatan. Lokasi yang kelak menjadi jantung kota ini ialah salah satu dari banyak bidang tanah yang dinyatakan sebagai galian umum. Di bawah pimpinan Johann Rissik dan Christian Johanes Joubert, mulai tumbuh sebagai kota utama di daerah pertambangan itu, menjadi pusat jalur KA seluruh Afrika Selatan, dan dinamakan Johannesburg, diambil dari nama keduanya.

Para remaja negro yang lalu lalang ceria di jalanan Johannesburg

Setelah kami menikmati Pretoria dengan ceria, malam ini kami makan malam lagi dengan bekal dari rumah di kamar hotel.

(bersambung)

Salam pengelana

-wikan dan sari

Senin, 12 Mei 2025

Ditulis di kamar 116 The Bannister Hotel di 9 De Beer St, Braamfontein, Joburg, di bagian selatan South Africa

JENDELA  MANDELA

(hari ketiga atau terakhir)

fx. wikan indrarto & b. sari prasetyati

Setelah mengikuti International Conference on Pediatrics and Child Health at Radisson Blu Gautrain Hotel, Corner of West Street and Rivonia Road, Sandton, Johannesburg (Joburg), Afrika Selatan pada Selasa, 13 Mei 2025, kami segera melihat dunia dari jendela Nelson Mandela. Apa yang menarik?

Sarapan menu telor, roti tawar, dan tomat di resto The Bannister Hotel di 9 De Beer St, Braamfontein.

Setelah sarapan di The Bannister Hotel di 9 De Beer St, Braamfontein, kami bergegas ke lokasi konferensi hari kedua (terakhir). Pembicara pertama Ippei Takahashi, PhD dari Tohoku University, Sendai, Japan yang membahas tentang risiko melihat layar gadget (screen time atau waktu layer) pada bayi sebelum usia 1 tahun, dari studi kohort (Three-Generation Cohort Study) yang mencakup 7.097 pasangan ibu-anak, di prefektur Miyagi dan Iwate di Jepang antara Juli 2013 dan Maret 2017. Waktu paparan layar per hari dikelompokkan menjadi kurang dari 1 jam, 1 hingga kurang dari 2 jam, 2 hingga kurang dari 4 jam, dan 4 jam atau lebih. Kesimpulan penelitian ini adalah waktu layar yang lebih lama untuk bayi berusia kurang dari 1 tahun dikaitkan dengan keterlambatan perkembangan dalam komunikasi dan pemecahan masalah pada usia 2 dan 4 tahun.

Pembicara kedua adalah Oliver Van Hecke guru besar pada University of Oxford, UK yang menjelaskan manfaat penggunaan infografis berbasis bukti untuk meningkatkan pemahaman orang tua tentang penggunaan antibiotik dan resistensi antibiotik. Penelitian metode campuran dengan tiga fase. Fase 1 mengidentifikasi dan meringkas bukti penggunaan antibiotik untuk tiga jenis infeksi tersering pada anak (sakit tenggorokan, batuk akut, dan radang telinga otitis media). Pada fase 2, merancang prototipe infografis dengan orang tua dan tim desain grafis (kelompok fokus). Fase 3 menilai efek infografis pada pemahaman orang tua tentang penggunaan antibiotik untuk tiga jenis infeksi pada anak. Disimpulkan bahwa infografis yang dirancang bersama orangtua berpotensi mengubah persepsi orang tua tentang antibiotik untuk infeksi saluran pernapasan akut pada anak-anak.

Pembicara ketiga adalah Mona-Lisa Wernroth, peneliti di Uppsala Clinical Research Center, Uppsala University, Sweden, dengan topik Pengobatan Antibiotik Anak Usia Dini untuk Otitis Media dan Infeksi Saluran Pernapasan Lainnya Berkaitan dengan Risiko Diabetes Tipe 1 di kemudian hari. Studi ini menerapkan desain berbasis register anak hingga usia 10 tahun termasuk analisis kontrol saudara kandung, antara 1 Juli 2005 dan 30 September 2013. Disimpulkan bahwa pemberian antibiotik, terutama untuk otitis media akut dan infeksi saluran pernapasan, pada tahun pertama kehidupan dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 1 sebelum usia 10 tahun, terutama pada anak yang dilahirkan melalui operasi caesar.

Sebelum International Conference on Pediatrics and Child Health ditutup, kami segera makan siang dan bersiap melihat dunia dari jendela Nelson Mandela. Segera kami kontak Ellias Gift, sopir yang telah kami kenal lewat aplikasi uber sebelumnya, agar datang dengan mobil Suzuki Dzire warna putih, bernomor polisi LJ74FJGP, untuk mengantar kami menuju China Town Joburg.

Gerbang Johannesburg Chinatown berdiri tinggi

Kami menuju areal 28 Derrick Ave, Cyrildene, Johannesburg, dimana Gerbang Johannesburg Chinatown berdiri tinggi, gagah dan ramah menyambut semua tamu yang datang. Segera kami menghabiskan menu makan siang dengan lahap, untuk melawan hawa dingin yang masih mencekam sekitar 10 derajat.

Perut Asia menjadi hangat diisi menu bakmi goreng ayam yang lezat

Sempat ingin mencoba bis wisata Hip On and Off untuk wisatawan yang mengunjungi Joburg

Segera kami meluncur ke Gold Reef City, yang saat ini merupakan sebuah taman hiburan di Johannesburg bagian Selatan. Tempat ini sangat bersejarah, karena terletak di bekas tambang emas pertama, tetapi telah ditutup pada tahun 1971, taman ini bertemakan demam emas yang dimulai pada tahun 1886 di Witwatersrand, dan bangunan-bangunan di taman ini dirancang untuk meniru periode ini. Ada sebuah museum yang didedikasikan untuk penambangan emas di lahan tersebut, tempat pengunjung dapat melihat urat bijih dari tanah, yang mengandung emas dan melihat bagaimana emas dituangkan ke dalam tong.

Berdiri di Golden Reef, tempat asal mula ditemukan tambang emas yang menjadi cikal bakal Joburg.

Gold Reef City terletak di sebelah selatan Central Business District Johannesburg di luar jalan lingkar M1. Di sebelahnya terdapat Museum Apartheid, yaitu museum yang menggambarkan politik apartheid yang membedakan orang berdasarkan warna kulitnya, putih atau hitam. Museum ini juga menggambarkan sejarah Afrika Selatan pada abad ke-20, saat puncak kejayaan parteid yang dibuka pada bulan November 2001.

Di Gerbang Museum Apartheid untuk ikut merayakan berakhirnya apartheid dan dimulainya demokrasi multiras bagi masyarakat Afrika Selatan.

Selanjutnya kami meluncur agak jauh menuju ke patung perunggu Nelson Mandela, yang berdiri tegak setinggi 6 meter di Sandton, Johannesburg bagian utara. Patung Mandela ini ramai dikunjungi wisatawan dan terletak di Alun-alun Nelson Mandela. Alun-alun ini diubah namanya untuk menghormati ikon antiapartheid dan mantan Presiden Afrika Selatan. Patung yang dibuat oleh seniman Kobus Hattingh dan Jacob Maponyane ini diresmikan pada tahun 2004.

Patung Nelson Mendela ikon antiapartheid dan mantan Presiden Afrika Selatan

Pintu gerbang Alun-alun Nelson Mandela

Selfie di depan patung Nelson Mandela buah karya Kobus Hattingh dan Jacob Maponyane

Selanjutnya kami mengunjungi RS Anak Nelson Mandela di 6 Jubilee Rd, Parktown, Johannesburg. Dimpimpin oleh CEO Dr. Nonkululeko Boikhutso, RS ini dengan hangat menyambut semua pelanggan di tahun penuh harapan, kepedulian, dan dedikasi. Tahun 2025 ini, fokus pelayanan tetap teguh, yaitu menyediakan layanan kesehatan khusus kelas dunia untuk anak-anak di seluruh negeri.

Ruang menyusui di salah satu lantai RSA Nelson Mandela.

Salah satu bagian penentu keberhasilan pemberian ASI eksklusif di RSA Nelson Mandela adalah layanan laktasi yang unggul.

Ruang pemeriksaan radiologi RSA Nelson Mandela Joburg yang ramah anak

Gerbang RSA Nelson Mandela yang gagah

Selanjutnya kami meluncur ke rumah kediaman terakhir Nelson Mandela di Houghton Estate no 9 di 12th Ave Johannesburg. Rumah ini terletak di kawasan perumahan kelas atas yang tenang. Di sinilah Nelson Mandela tinggal sebelum kematiannya.

Houghton Estate no 9, rumah kediaman terakhir Nelson Mandela

Kata-kata berisi pujian kepada Nelson Mandela tertulis di batu, yang kemudian diletakkan pada petak bunga taman depan rumah. Rumah tersebut terletak di daerah yang indah dan tenang, dengan rumah-rumah kelas atas dengan tembok tinggi, serta keamanan super ketat. Jalanannya ditumbuhi pepohonan yang indah, cocok untuk penghormatan kepada Nelson Mandela sebagai warga negara yang dihormati ini.

Kata pujian untuk Nelson Mandela tertulis pada banyak batu putih dekat pohon bunga di depan rumahnya

Kami jadi teringat bahwa pada bulan Desember 1956, Nelson Mandela ditangkap bersama sebagian besar pejabat eksekutif tingkat nasional ANC dan dituduh melakukan “pengkhianatan tingkat tinggi” terhadap negara. Ia dinyatakan sebagai penjahat karena menuntut kesetaraan bagi semua orang negro Afrika kulit hitam. Ia dihukum, diasingkan, dan dijebloskan ke penjara, ditindas dan disiksa hingga tak tertahankan. Ia menderita kelaparan, penindasan, dan ketidakadilan, tetapi tegar menjaga api kemerdekaan tetap menyala di dalam hatinya.

Dengan berakhirnya politik apartheid, pada 10 Mei 1994 Nelson Mandela dilantik sebagai presiden berkulit hitam pertama Afrika Selatan. Pada saat dilantik Nelson Mandela mengidentifikasi tiga masalah utama dalam pidatonya, yaitu kemiskinan, ketidakadilan, dan ketidaksetaraan yang parah. Sebagai Presiden Afrika Selatan, Nelson Mandela meningkatkan taraf hidup dan fasilitas penduduk kulit hitam Afrika Selatan, yang telah menderita selama puluhan tahun di bawah apartheid. Ia juga bekerja keras untuk menjadikan Afrika Selatan sebagai negara yang menjunjung tinggi kesetaraan, tempat orang-orang dari semua ras dan warna kulit dapat hidup bersama dalam damai.

Di samping patung perunggu Nelson Mandela yang menyebarkan perdamaian

Nelson Mandela dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian 1993, bersama dengan mantan Presiden Frederik Willem de Klerk, atas karyanya dalam mengakhiri rezim apartheid secara damai, dan meletakkan dasar bagi Afrika Selatan yang demokratis. Namun demikian, oleh karena Konstitusi tahun 1996 membatasi masa jabatan presiden hingga dua kali masa jabatan lima tahun berturut-turut, maka Mandela tidak berupaya mengubah dokumen tersebut bahkan ia hanya bermaksud untuk menjabat satu kali, dengan faktor usia sebagai faktor utama dalam keputusan ini. Mandela meninggalkan jabatannya pada tanggal 14 Juni 1999.

Pada 5 Desember 2013 Nelson Mandela meninggal dunia pada usia 95 tahun di rumahnya di Houghton, Johannesburg, yang telah kami kunjungi, dikelilingi oleh keluarga dekat. Kematiannya diumumkan oleh Presiden Jacob Zuma di televisi nasional Afrika Selatan. Nelson Mandela adalah seorang pejuang kemanusiaan yang memperjuangkan keadilan sosial selama 67 tahun hidupnya. Kita patut mengenang kerja kerasnya untuk menjadikan dunia tempat yang lebih baik

Selanjunya kami meluncur ke Stadion First National Bank (FNB Stadium atau Soccer City) adalah sebuah stadion yang dibangun tahun 1987, berlokasi di Joburg bagian utara. Stadion ini berkapasitas 78.000 tempat duduk berbentuk ember plastik dan merupakan stadion ketiga terbesar di Afrika dan pernah digunakan sebagai tempat final Piala Dunia sepak bola FIFA 2010.

Selamat datang di FNB Stadium bukan pada final World Cup FIFA 2010

Kita jadi dapat mengingat bahwa Timnas Portugal berhasil mencetak tujuh gol tanpa sekalipun kebobolan, saat melawan Korea Utara yang berakhir 7–0. Pada Piala Dunia 2010 tersebut juga tim Selandia Baru merupakan satu-satunya tim yang tidak pernah kalah dalam turnamen, gagal lolos ke babak gugur, serta hanya bermain imbang di seluruh pertandingan fase grup. Spanyol kalah 0–1 dari Swiss di laga perdana, namun berikutnya berhasil membuat sejarah baru sebagai tim pertama yang menjuarai Piala Dunia dengan mengalami kekalahan di pertandingan awal, dengan memenangkan seluruh laga hingga final dengan skor sama, yaitu 1–0.

Tidak jadi beli tiket final Piala Dunia 2010 di FNB Stadium Joburg

Ketinggian lokasi sejumlah stadion di Afrika Selatan diduga memengaruhi gerakan bola dan kelincahan pemain. Enam dari sepuluh stadion terletak lebih dari 1.200 m di atas permukaan laut, dengan dua stadion di Joburg (FNB atau Soccer City dan Ellis Park) berada di ketinggian paling tinggi, yaitu sekitar 1.750 m. Final Piala Dunia FIFA 2010 pada 11 Juli 2010 antara Belanda dan Spanyol berakhir 0–1 dengan gol dicetak oleh Iniesta di FNB atau Soccer City, Joburg, dilihat oleh 84.490 penonton dan dipimpin oleh Wasit Howard Webb (Inggris)

Selanjutnya kami kembali ke hotel karena sudah kelelahan. Setelah beristirahat sejenak, kami segera keluar kamar untuk menikmati makan malam menu Afrika.

Menu Afrika siap dipesan sebelum kembali pulang ke Indonesia

Sambil makan malam, kami mengenang Johannesburg yang dinamai dari nama dua pejabat Zuid-Afrikaansche Republiek (ZAR), Christiaan Johannes Joubert dan Johannes Rissik, yang keduanya bekerja di bidang survei dan pemetaan tanah. Kedua pria itu menggabungkan nama yang mereka gunakan, dengan menambahkan ‘burg’, kata kuno dalam bahasa Afrikaans yang berarti ‘kota berbenteng’. Selanjutnya Johannesburg sering disingkat Joburg sebagai pusat, jantung komersial dan finansial Afrika Selatan, yang secara planologi kotanya ditata dalam pola kotak persegi panjang, yang tidak berubah sejak survei kota pertama pada tahun 1886. Jalan-jalannya sempit dan dibayangi oleh blok-blok beton tinggi, sehingga menciptakan efek seperti terowongan.

Panorama efek terowongan kota Joburg sejak tahun 1886.

Afrika Selatan memiliki tiga ibu kota, yaitu ibu kota administratif Pretoria yang telah kami kunjungi sehari sebelumnya, ibu kota legislative adalah Cape Town yang tidak mampu kami jangkau, dan ibu kota yudikatif adalah Bloemfontein. Dari Bloemfontein kami pamit untuk kembali ke Indonesia.

Bloemfontein ibukota yudikatif Afrika Selatan

Setelah selesai mengikuti International Conference on Pediatrics and Child Health at Radisson Blu Gautrain Hotel, Corner of West Street and Rivonia Road, Sandton, Johannesburg (Joburg), Afrika Selatan dan melihat dari jendela Mandela, maka kami akhiri laporan perjalanan ini dengan penuh damai.

Pamit (out of Africa) untuk kembali ke Indonesia

Disampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya pengelanaan ke Afrika Selatan ini dan sampai jumpa pada petualangan selanjutnya.

Salam pengelana

-wikan dan sari

Selasa malam, 13 Mei 2025

Ditulis saat sudah sangat penat di kamar 116 The Bannister Hotel di 9 De Beer St, Braamfontein, Joburg, di bagian selatan South Africa

wa.me/
wa.me
Halo, ada yang dapat dibantu?