Categories
anak COVID-19 dokter Healthy Life Jalan-jalan Pendukung ASI resisten obat sekolah UHC

2022 Hari Makanan Sehat Dunia

Top] 25 World Food Safety Day 2022: Quotes, Slogans, Images, Pictures,  Photo, Poster, Wallpaper

Tulisan ini juga dimuat di link :

https://news.detik.com/kolom/d-6114206/beban-penyakit-bawaan-makanan

HARI  MAKANAN  SEHAT  SEDUNIA  2022

fx. wikan indrarto*)

Hari Keamanan Pangan Sedunia (World Food Safety Day) pada Selasa, 7 Juni 2022 adalah gerakan memobilisasi tindakan untuk mencegah, mendeteksi dan mengelola risiko penyakit yang ditularkan melalui makanan dan meningkatkan derajat kesehatan manusia. Tema peringatan adalah makanan yang lebih aman, kesehatan yang lebih baik (safer food, better health). Apa yang harus dilakukan?

.

Makanan yang aman adalah salah satu penjamin paling penting untuk kesehatan yang baik. Makanan yang tidak aman adalah penyebab banyak penyakit (foodborne illnesses), gangguan pertumbuhan dan perkembangan, defisiensi mikronutrien, penyakit tidak menular atau menular dan penyakit mental. Secara global, satu dari sepuluh orang terkena penyakit bawaan makanan setiap tahunnya. Diperkirakan 600 juta (hampir 1 dari 10 orang di dunia) jatuh sakit setelah makan makanan yang terkontaminasi dan 420.000 meninggal setiap tahun, mengakibatkan hilangnya 33 juta tahun hidup sehat (DALYs). Bahkan dana sebesar US$ 110 miliar hilang setiap tahun dalam produktivitas dan biaya pengobatan akibat makanan yang tidak aman, di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Pada anak balita menyebabkan 40% dari beban penyakit bawaan makanan, dengan 125.000 kematian setiap tahun.

.

Penyakit bawaan makanan biasanya bersifat menular atau beracun dan disebabkan oleh bakteri, virus, parasit atau zat kimia yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan yang terkontaminasi. Bakteri Salmonella, Campylobacter dan enterohaemorrhagic Escherichia coli adalah beberapa patogen bawaan makanan yang paling umum yang mempengaruhi jutaan orang setiap tahun, kadang-kadang dengan derajat klinis yang parah dan fatal. Gejala klinisnya dapat berupa demam, sakit kepala, mual, muntah, sakit perut dan diare. Bakteri tersebut sering berada pada telur, daging unggas dan produk lain yang berasal dari hewan, susu mentah, daging unggas mentah atau setengah matang, dan air minum, susu yang tidak dipasteurisasi, daging yang kurang matang, serta buah dan sayuran segar yang terkontaminasi.

.

baca juga : https://dokterwikan.com/2020/10/13/2020-makanan-sehat-saat-covid-19/

Infeksi bakteri Listeria dapat menyebabkan keguguran pada ibu hamil atau kematian bayi baru lahir. Listeria ditemukan dalam produk susu yang tidak dipasteurisasi dan berbagai makanan siap saji dan dapat tumbuh pada suhu dingin. Bakteri Vibrio cholerae dapat menginfeksi orang melalui air atau makanan yang terkontaminasi. Gejala klinisnya adalah sakit perut, muntah dan diare berair yang banyak, yang dengan cepat menyebabkan dehidrasi parah dan bahkan kematian. Beras, sayuran, bubur millet dan berbagai jenis makanan laut telah terkait dengan wabah kolera.

.

Beberapa virus dapat ditularkan melalui konsumsi makanan. Norovirus dan Virus Hepatitis A dapat ditularkan melalui makanan dan dapat menyebabkan penyakit hati dan menyebar biasanya melalui makanan laut mentah atau setengah matang, atau produk mentah yang terkontaminasi. Beberapa parasit, seperti trematoda, cacing pita seperti Echinococcus spp, atau Taenia spp, Ascaris, Cryptosporidium, Entamoeba histolytica atau Giardia, memasuki tubuh melalui makanan atau kontak langsung dengan hewan air atau tanah dan produk tanaman segar.

.

World Food Safety Day 2022 | CareOurEarth

Beban penyakit bawaan makanan (foodborne illnesses) terhadap kesehatan masyarakat dan ekonomi sering kali diremehkan karena pelaporan yang kurang. Selain itu, juga adanya kesulitan untuk membuktikan hubungan sebab akibat antara kontaminasi makanan dan penyakit atau kematian yang diakibatkannya. Laporan WHO tahun 2015 tentang perkiraan beban global penyakit bawaan makanan menyajikan perkiraan pertama beban penyakit yang disebabkan oleh 31 agen bawaan makanan (bakteri, virus, parasit, racun, dan bahan kimia) di tingkat global. Ternyata lebih dari 600 juta kasus penyakit bawaan makanan dan 420.000 kematian dapat terjadi dalam setahun. Beban penyakit bawaan makanan menimpa secara tidak proporsional pada kelompok dalam situasi rentan dan terutama pada anak balita, dengan beban tertinggi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

.

Laporan Bank Dunia 2019 tentang beban ekonomi penyakit bawaan makanan menunjukkan bahwa, total kerugian produktivitas yang terkait dengan penyakit bawaan makanan di negara berpenghasilan rendah dan menengah, diperkirakan mencapai US$ 95,2 miliar per tahun. Selain itu, biaya tahunan untuk mengobati penyakit bawaan makanan diperkirakan mencapai US$ 15 miliar.

.

Pasokan makanan yang aman mendukung kesehatan ekonomi nasional, berkontribusi pada ketahanan pangan dan gizi, dan mendukung pembangunan berkelanjutan. Pada hal, urbanisasi dan perubahan kebiasaan konsumen telah meningkatkan jumlah orang yang membeli dan makan makanan yang disiapkan di tempat umum. Selain itu, globalisasi telah memicu meningkatnya permintaan konsumen akan variasi makanan yang lebih luas, mengakibatkan rantai makanan global yang semakin kompleks dan panjang. Perubahan iklim juga diprediksi berdampak pada keamanan pangan.

.

Setiap pemerintah harus menjadikan keamanan pangan sebagai prioritas kesehatan masyarakat, dengan menyusun kebijakan dan menerapkan sistem keamanan pangan yang efektif. Momentum Hari Keamanan Pangan Sedunia (World Food Safety Day) pada Selasa, 7 Juni 2022 mengingatkan kita akan peran penting negara dalam menjamin ketersediaan makanan yang aman dan sehat.

Sekian

Yogyakarta, 6 Juni 2022

*) Dokter spesialis anak di RS Panti Rapih Yogyakarta, Lektor FK UKDW, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161

Categories
anak COVID-19 dokter Healthy Life kanker vaksinasi

2022 Mencegah Kanker Serviks

Kanker Serviks Penyebab Kematian Nomor 2 Wanita Indonesia, Kenapa? Halaman  all - Kompas.com

MENCEGAH  KANKER  SERVIKS

fx. wikan indrarto*)

Di seluruh Indonesia pada akhir tahun 2021 ditemukan 396.914 kasus baru kanker dengan 234.511 kematian. Kanker tersering pada perempuan adalah kanker payudara (65.858 kasus) dan kanker serviks atau leher rahim (36.633 kasus). Kanker merupakan penyakit katastropik dengan pembiayaan kedua tertinggi setelah penyakit jantung, yaitu menghabiskan dana Rp. 3,5 T setahun. Apa yang seharus dilakukan?

.

Kanker serviks merupakan penyakit yang dapat dicegah dan disembuhkan, selama terdeteksi sejak dini dan ditangani secara efektif. Kanker ini adalah bentuk kanker keempat yang paling umum pada wanita di seluruh dunia, dan kanker paling umum pada wanita yang hidup dengan HIV, yaitu enam kali lebih mungkin mengalami kanker serviks. Kanker serviks juga merupakan penyakit yang mencerminkan ketidakadilan global. Bebannya paling besar di negara berpenghasilan rendah dan menengah, di mana akses ke layanan kesehatan masyarakat terbatas dan skrining serta pengobatan untuk penyakit tersebut belum diterapkan secara luas. Pada 2021, hampir 90% dari semua kematian di seluruh dunia terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Juga proporsi wanita penderita kanker serviks yang meninggal lebih dari 60% terjadi di kelompok negara ini, lebih dari dua kali lipat jumlah penderita di banyak negara berpenghasilan tinggi, yang hanya mencapai 30%.

.

baca juga :https://dokterwikan.com/2020/02/05/2020-melawan-kanker/

.

Human papillomavirus (HPV) adalah infeksi virus sebagai penyebab utama kanker serviks, dan vaksin HPV adalah cara yang aman dan efektif untuk mencegah wanita dari infeksi HPV. Namun demikian, pada tahun 2021 lalu hanya kurang dari seperempat negara berpenghasilan rendah yang telah memasukkan vaksin HPV ke dalam jadwal imunisasi nasional mereka. Pada hal, lebih dari 85% negara berpenghasilan tinggi telah melakukannya. Perbedaan serupa juga terjadi dalam program skrining untuk mengenali stadium dini kanker serviks.

.

Strategi eliminasi kanker serviks bertumpu pada tiga pilar utama, yaitu pertama pencegahan melalui vaksinasi HPV, kedua skrining atau deteksi dini dan pengobatan lesi prakanker, serta ketiga adalah pengobatan dan perawatan paliatif untuk penyintas kanker serviks invasif. Ketiga pilar tersebut harus dilaksanakan secara kolektif dan dalam skala besar untuk mencapai tujuan eliminasi. Vaksinasi HPV menawarkan perlindungan jangka panjang terhadap kanker serviks. Skrining dan pengobatan lesi prakanker dapat mencegah prakanker berkembang menjadi kanker. Bagi mereka yang diidentifikasi dengan kanker invasif, perawatan dan pengobatan tepat waktu masih mampu menyelamatkan nyawa, sementara perawatan paliatif dapat sangat mengurangi rasa sakit dan penderitaan.

.

Berdasarkan tiga pilar utama dari strategi global, maka WHO merekomendasikan serangkaian target atau tonggak sejarah yang harus dipenuhi oleh setiap negara pada tahun 2030 untuk berada di jalur pemberantasan kanker serviks dalam satu abad. Pertama, 90% remaja perempuan divaksinasi penuh dengan vaksin HPV sebelum usia 15 tahun. Kedua, 70% wanita dilakukan pemeriksaan skrining menggunakan pada usia 35 dan 45 tahun. Dan ketigas, 90% wanita penderita kanker serviks menerima perawatan medis, yaitu 90% wanita dengan pra-kanker serviks dirawat dan 90% wanita dengan kanker invasif dikelola.

.

baca juga : https://dokterwikan.com/2020/01/02/2020-prakualifikasi-obat-kanker-payudara/

.

Penghapusan kanker serviks juga akan menghasilkan dampak ekonomi dan sosial yang positif. Pada tahun 2030, sekitar 250.000 perempuan akan tetap menjadi pekerja yang produktif, menambah sekitar US $ 28 miliar untuk ekonomi dunia: US $ 700 juta sebagai akibat langsung dari peningkatan partisipasi angkatan kerja dan sekitar US $ 27 miliar sebagai manfaat tidak langsung dari kesehatan yang baik.

.

Tiga vaksin HPV sekarang sudah dipasarkan di banyak negara di seluruh dunia, yaitu vaksin bivalen, quadrivalent, dan nonavalent. Ketiga vaksin ini sangat manjur dalam mencegah infeksi dengan virus tipe 16 dan 18, yang secara bersama-sama bertanggung jawab atas sekitar 70% kasus kanker serviks secara global. Vaksin ini juga sangat manjur dalam mencegah lesi serviks pra-kanker yang disebabkan oleh jenis virus ini. Vaksin kuadrivalen juga sangat manjur dalam mencegah kutil anogenital, penyakit genital umum yang hampir selalu disebabkan oleh infeksi HPV tipe 6 dan 11. Nonavalent memberikan perlindungan tambahan terhadap HPV tipe 31, 33, 45, 52, dan 58. Data dari uji klinis dan pengawasan awal pasca pemasaran yang dilakukan di beberapa benua, menunjukkan bahwa ketiga vaksin aman.

.

Kelompok sasaran utama di sebagian besar negara yang direkomendasikan mendapatkan vaksinasi HPV adalah gadis remaja, berusia 9-14 tahun. Untuk ketiga vaksin, jadwal vaksinasi tergantung pada usia penerima vaksin. Pada anak perempuan sebelum usia 15 tahun direkomendasikan 2 dosis pemberian, yaitu 0 dan 6 bulan. Namun demikian, jika interval antar dosis lebih pendek dari 5 bulan, maka dosis ketiga harus diberikan setidaknya 6 bulan setelah dosis pertama. Untuk wanita berusia 15 tahun atau lebih, direkomendasikan 3 dosis, dengan jadwal pemberian 0, 2, 6 bulan. Pemberian 3 dosis diperlukan bagi wanita yang diketahui memiliki sistem imun yang tertekan dan atau terinfeksi HIV.

2,7 Juta Anak Indonesia Jadi Sasaran Progam Vaksinasi Kanker Serviks

Proyek percontohan vakinasi HPV di Indonesia untuk anak sekolah pada program BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah) pertama kali dilakukan di Jakarta tahun 2016. Kemudian sejak tahun 2018 dilanjutkan dengan menyasar para siswi kelas 5 dan 6 SD di lima daerah, yaitu Yogyakarta, Surabaya, Makassar, dan Manado pada bulan Agustus dan September setiap tahun. Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin memastikan bahwa program vaksinasi kanker serviks akan diberikan secara gratis pada tahun 2022, di seluruh Bali, Jawa Timur dan Jawa Tengah. Selanjutnya pada 2023 nanti vaksin kanker serviks akan diperkenalkan secara nasional di seluruh provinsi di Indonesia untuk semua anak perempuan kelas 5 dan 6 SD. Namun demikian, jika ada perempuan dewasa yang ingin melakukan vaksin kanker serviks HPV dapat dilakukan secara mandiri alias berbayar dengan harga yang masih relatif tinggi, dari Rp 2,5 sampai Rp 4,1 juta.

.

Strategi untuk mencegah kanker serviks sebagai masalah kesehatan masyarakat, diawali dengan upaya vaksinasi HPV untuk remaja puteri kelas 5 dan 6 SD.

Sudahkah gadis remaja di sekitar kita diimunisasi HPV?

Sekian

Yogyakarta, 1 Juni 2022

*) Dokter spesialis anak di RS Panti Rapih Yogyakarta, Lektor FK UKDW, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161

Categories
anak COVID-19 dokter Healthy Life sekolah UHC vaksinasi

2022 Cacar Monyet

Waspada, Berikut Gejala Awal Cacar Monyet yang Kerap Diabaikan oleh Banyak  Orang

CACAR  MONYET

fx. wikan indrarto*)

Monkeypox (cacar monyet) disebabkan oleh virus monkeypox, anggota genus Orthopoxvirus dalam famili Poxviridae adalah penyakit zoonosis virus yang terjadi terutama di daerah hutan hujan tropis Afrika Tengah dan Barat. Cacar monyet biasanya memiliki gejala klinis demam, ruam kulit, pembengkakan kelenjar getah bening, dan dapat menyebabkan berbagai komplikasi medis. Cacar monyet biasanya merupakan penyakit yang sembuh sendiri dengan gejala yang berlangsung dari 2 hingga 4 minggu. Kasus yang parah dapat terjadi dengan rasio kasus kematian meningkat sekitar 3-6%. Apa yang mencemaskan?

.

Manifestasi klinis cacar monyet mirip dengan cacar, infeksi orthopoxvirus  yang telah dinyatakan dapat diberantas di seluruh dunia pada tahun 1980. Cacar monyet kurang menular daripada cacar dan menyebabkan penyakit yang kurang parah. Berbagai spesies hewan telah diidentifikasi rentan terhadap virus cacar monyet, yaitu tupai tali, tupai pohon, tikus, dormice, primata non-manusia dan spesies lainnya. Cacar monyet pertama kali diidentifikasi pada manusia pada tahun 1970 di Republik Demokratik Kongo pada seorang anak laki-laki berusia 9 tahun di wilayah di mana cacar telah dieliminasi pada tahun 1968. Sejak itu, kasus cacar monyet telah dilaporkan pada manusia di 11 negara Afrika, yaitu Benin, Kamerun, Republik Afrika Tengah, Republik Demokratik Kongo, Gabon, Pantai Gading, Liberia, Nigeria, Republik Kongo, Sierra Leone , dan Sudan Selatan.

.

baca juga : https://dokterwikan.com/2020/08/04/2020-bebas-cacar-dan-covid-19/

.

Pada tahun 2003, wabah cacar monyet pertama di luar Afrika terjadi di Amerika Serikat dan dikaitkan dengan kontak dengan anjing padang rumput peliharaan yang terinfeksi. Hewan peliharaan ini telah ditempatkan dengan tikus berkantung Gambia dan dormice yang telah diimpor ke negara itu dari Ghana. Wabah ini menyebabkan lebih dari 70 kasus cacar monyet di AS. Cacar monyet juga telah dilaporkan pada pelancong dari Nigeria ke Israel pada September 2018, ke Inggris pada September 2018, Desember 2019, Mei 2021 dan Mei 2022, ke Singapura pada Mei 2019, dan ke Amerika Serikat pada bulan Juli dan November 2021. Pada Mei 2022, beberapa kasus cacar monyet diidentifikasi di beberapa negara non-endemik.

.

Penularan dari hewan ke manusia (zoonotik) dapat terjadi dari kontak langsung dengan darah, cairan tubuh, atau lesi kulit atau mukosa dari hewan yang terinfeksi. Makan daging yang tidak dimasak dengan baik dan produk hewani lainnya dari hewan yang terinfeksi merupakan faktor risiko yang mungkin. Penularan dari manusia ke manusia dapat terjadi akibat kontak dekat dengan sekret pernapasan, lesi kulit orang yang terinfeksi, atau benda yang baru saja terkontaminasi. Penularan melalui partikel pernapasan biasanya memerlukan kontak tatap muka yang berkepanjangan, yang menempatkan petugas kesehatan, anggota rumah tangga dan kontak dekat lainnya dari kasus aktif pada risiko yang lebih besar. Penularan juga dapat terjadi melalui plasenta dari ibu ke janin (yang dapat menyebabkan cacar monyet bawaan) atau selama kontak dekat selama dan setelah kelahiran.

.

Penyebab Cacar Monyet yang Perlu Diwaspadai, Ini Gejala dan Cara  Mencegahnya | merdeka.com

Masa inkubasi cacar monyet biasanya dari 6 hingga 13 hari, tetapi dapat berkisar dari 5 hingga 21 hari. Infeksi dapat dibagi menjadi dua periode, yaitu periode pertama disebut periode invasi berlangsung antara 0-5 hari yang ditandai dengan demam, sakit kepala hebat, limfadenopati (pembengkakan kelenjar getah bening), nyeri punggung, mialgia (nyeri otot) dan asthenia yang hebat (kekurangan energi). Limfadenopati adalah ciri khas cacar monyet dibandingkan dengan penyakit lain yang awalnya mungkin tampak serupa (cacar air, campak, cacar). Periode kedua disebut periode erupsi kulit biasanya dimulai dalam 1-3 hari setelah munculnya demam. Ruam cenderung lebih terkonsentrasi di wajah dan ekstremitas daripada di badan. Ini mempengaruhi wajah (dalam 95% kasus), dan telapak tangan dan telapak kaki (dalam 75% kasus). Juga terkena adalah selaput lendir mulut (dalam 70% kasus), alat kelamin (30%), dan konjungtiva (20%), serta kornea. Ruam berkembang secara berurutan dari makula (lesi dengan dasar rata) menjadi papula (lesi keras yang sedikit terangkat), vesikel (lesi berisi cairan bening), pustula (lesi berisi cairan kekuningan), dan krusta yang mengering dan rontok. Jumlah lesi bervariasi dari beberapa hingga beberapa ribu. Dalam kasus yang parah, lesi dapat menyatu sampai sebagian besar kulit terkelupas.

.

Pengelolaan medis untuk monkeypox harus dioptimalkan sepenuhnya untuk meringankan gejala, mengelola komplikasi, dan mencegah gejala sisa jangka panjang. Diperlukan pemberian cairan dan makanan bergizi untuk mempertahankan status gizi yang memadai. Infeksi bakteri sekunder harus diobati sesuai indikasi. Obat antivirus yang dikenal sebagai tecovirimat yang dikembangkan untuk cacar atau smallpox, dilisensikan oleh European Medical Association (EMA) untuk cacar monyet pada tahun 2022, tetapi sampai sekarang obat ini belum tersedia secara luas. Pada Juli tahun 2018, Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat telah memberikan persetujuan kepada SIGA Technology untuk TPOXX (Tecovirimat), obat anti cacar pertama yang disetujui FDA. TPOXX (Tecovirimat) adalah obat penghambat protein pembungkus amplop ortopoxvirus VP37 dengan memblok interaksinya dengan seluler Rab9 GTPase dan TIP47, sehingga mencegah pembentukan bentuk ortopoxvirus kompoten yang diperlukan dalam penyebaran virus di dalam tubuh.

.

Pengobatan Tecovirimat diindikasikan pada orang dewasa dan pasien anak-anak dengan berat setidaknya 13 kg. Obat ini poten, spesifik, aman, mudah dibuat, stabil, tersedia secara oral, memiliki rejimen dosis langsung yang tidak memerlukan pengawasan medis dan tidak mengganggu vaksin. Sediaan dibuat oral dalam kapsul gelatin padat yang berisi zat aktif kristal tecovirimat monohidrat dan bahan tambahan lainnya.

.

Vaksinasi cacar dalam beberapa penelitian observasional sekitar 85% efektif dalam mencegah cacar monyet dan dapat menyebabkan penyakit yang lebih ringan. Bukti vaksinasi sebelumnya terhadap cacar biasanya dapat ditemukan sebagai bekas luka di lengan atas. Saat ini, vaksin cacar (generasi pertama) yang asli tidak lagi tersedia untuk masyarakat umum. Vaksin yang masih lebih baru berdasarkan virus vaccinia yang dilemahkan dan dimodifikasi (strain Ankara) telah disetujui untuk pencegahan monkeypox pada tahun 2019. Ini adalah vaksin dua dosis yang ketersediaannya masih terbatas. Meningkatkan kesadaran akan faktor risiko dan mendidik masyarakat tentang langkah-langkah yang dapat mereka ambil untuk mengurangi paparan virus adalah strategi pencegahan utama cacar monyet.

Jumat, 20 Mei 2022 terjadi wabah cacar monyet yang dilaporkan di 11 negara yang tidak biasa, karena terjadi di negara-negara non-endemik di Eropa, Amerika dan Australia. Ada sekitar 80 kasus yang dikonfirmasi dan 50 kasus sedang dalam penyelidikan. Lebih banyak kasus kemungkinan akan dilaporkan saat pengawasan meluas.

Apakah kita sudah bertindak bijak?

Yogyakarta, 23 Mei 2022

*) dokter spesialis anak di RS Panti Rapih, Lektor FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM. WA :  081227280161

Categories
anak COVID-19 dokter Healthy Life Jalan-jalan sekolah

2022 MUDIK AMAN

Tips Mudik Aman 2022 dengan Mobil Pribadi, Tenang Saat Perjalanan - Suara  Merdeka

MUDIK  AMAN

fx. wikan indrarto*)

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Inspektur Jenderal Firman Shantyabudi mengatakan, angka kecelakaan selama mudik Lebaran 2022 menurun 31% dibandingkan pada 2019. Pada hal jumlah kendaraan yang melintas mencapai 170.078 unit, naik 1,2% dibandingkan 166.444 unit pada tahun 2019. Cidera lalu lintas sudah dapat ditekan. Apa lagi yang harus ditingkatkan?

.

Sekitar 1,3 juta orang meninggal setiap tahun secara global akibat kecelakaan lalu lintas jalan. Lebih dari setengah dari semua kematian tersebut menimpa pejalan kaki, pengendara sepeda, dan pengendara sepeda motor. Sekitar 93% kematian dunia di jalan terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, meskipun di negara ini memiliki sekitar 60% kendaraan dunia. Cedera lalu lintas jalan adalah penyebab utama kematian anak, remaja dan dewasa muda yang berusia 5-29 tahun.

.

Faktor risiko kecelakaan lalu lintas adalah usia, jenis kelamin, kecepatan, penggunaan zat adiktif dan alat keselamatan, fasilitas keamanan kendaraan, perawatan medis paska kecelakaan, dan penegakan hukum yang kurang tegas. Cedera lalu lintas jalan adalah penyebab utama kematian anak, remaja, dan dewasa muda berusia 5-29 tahun, karena mobilitas mereka lebih tinggi dibandingkan kelompok usia lainnya. Berdasarkan jenis kelamin, anak dan remaja laki-laki lebih mungkin terlibat dalam kecelakaan lalu lintas daripada perempuan. Sekitar tiga perempat (73%) dari semua kematian lalu lintas di jalan terjadi pada laki-laki muda di bawah usia 25 tahun, yang hampir 3 kali lipat lebih mungkin meninggal dalam kecelakaan lalu lintas dibandingkan perempuan muda.

.

baca juga : https://dokterwikan.com/2018/06/09/2018-tradisi-mudik/

Peningkatan kecepatan kendaraan secara langsung berhubungan dengan kemungkinan terjadinya kecelakaan dan tingkat keparahan akibat dari kecelakaan tersebut. Misalnya, setiap 1% peningkatan kecepatan rata-rata menghasilkan 4% peningkatan risiko kecelakaan fatal dan 3% peningkatan risiko kecelakaan serius. Risiko kematian pejalan kaki yang tertabrak bagian depan mobil meningkat pesat (4,5 kali pada peningkatan kecepatan dari 50 km/jam menjadi 65 km/jam). Pada benturan samping mobil ke mobil, risiko kematian bagi penumpang mobil adalah 85% pada kecepatan 65 km/jam.

.

Penggunaan helm yang benar oleh pengendara sepeda motor dapat mengurangi risiko cedera fatal sebesar 42% dan pengurangan risiko cedera kepala sebesar 69%. Mengenakan sabuk pengaman mengurangi risiko kematian di antara pengemudi dan penumpang kursi depan mobil  sebesar 45 – 50%, dan risiko kematian dan cedera serius di antara penumpang kursi belakang mobil sebesar 25%. Penggunaan kursi pengaman anak dapat menurunkan 60% kematian.

.

Pengemudi yang menggunakan ponsel kira-kira 4 kali lebih mungkin terlibat dalam kecelakaan. Menggunakan telepon cerdas saat mengemudi memperlambat waktu reaksi, terutama waktu reaksi pengereman, tetapi juga reaksi terhadap sinyal lalu lintas, dan menyulitkan untuk tetap berada di jalur yang benar, dan menjaga jarak kendaraan yang aman. Telepon hands-free tidak jauh lebih aman daripada perangkat telepon genggam.

Terpaksa Harus Mudik, Ini Tips Mudik Aman saat Wabah Corona Covid-19

Desain jalan dapat memiliki dampak yang cukup besar pada keselamatan penggunanya. Idealnya ada fasilitas yang memadai untuk pejalan kaki, pengendara sepeda, dan pengendara sepeda motor. Pembangunan jalan setapak, jalur bersepeda, titik persimpangan yang aman, dan tindakan pengaturan lalu lintas lainnya seperti ‘one way’, ‘contra flow’ dan ganjil genap sangat penting untuk mengurangi risiko cedera.

.

Kendaraan yang aman memainkan peran penting dalam mencegah kecelakaan dan mengurangi kemungkinan cedera serius. Ini termasuk mengharuskan produsen kendaraan untuk memenuhi peraturan benturan depan dan samping, untuk memasukkan kontrol stabilitas elektronik untuk mencegah kemudi yang liar (over-steering) dan untuk memastikan ‘airbag’ dan sabuk pengaman dipasang di semua jenis kendaraan.

.

Keterlambatan dalam mendeteksi dan memberikan perawatan medis bagi korban kecelakaan lalu lintas jalan meningkatkan keparahan cedera. Perawatan medis untuk cedera setelah kecelakaan terjadi, adalah sangat sensitif terhadap waktu, karena penundaan beberapa menit dapat membuat perbedaan hasil klinis antara hidup dan mati. Meningkatkan perawatan medis pasca kecelakaan memerlukan jaminan akses ke rumah sakit tepat waktu, dan kualitas perawatan medis yang bermutu, seperti melalui program pelatihan oleh dokter spesialis.

.

Jika undang-undang lalu lintas tentang mengemudi dalam keadaan mabuk, penggunaan sabuk pengaman, batas kecepatan, helm, dan pengaman anak tidak ditegakkan, peraturan tersebut tidak dapat mengurangi kematian dan cedera lalu lintas yang terkait dengan perilaku tertentu. Namun demikian, adanya tilang elektronik (e-tilang) atau electronic traffic law enforcement (ETLE) di sejumlah ruas jalan tol di Pulau Jawa yang mulai berlaku sejak 1 April 2022, diprediksi akan  mempengaruhi perilaku pengemudi.

.

Kecelakaan lalu lintas jalan dapat dicegah dengan keterlibatan dari berbagai sektor seperti transportasi, polisi, kesehatan, pendidikan, dan hukum, untuk menciptakan jalan raya yang aman bagi semua penggunanya, tidak hanya saat mudik Lebaran saja.

Apakah kita sudah terlibat berperan?

Sekian

Yogyakarta, 10 Mei 2022

*) Dokter spesialis anak di RS RS Panti Rapih Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, Lektor FK UKDW, pengguna sepeda dan pemudik jarak dekat, WA: 081227280161,

Categories
anak COVID-19 dokter Healthy Life vaksinasi

2022 Hepatitis Misterius

Waspada Hepatitis Misterius yang Picu 3 Anak Indonesia Meninggal Dunia

HEPATITIS   MISTERIUS

fx. wikan indrarto*)

Sabtu, 23 April 2022 telah dilaporkan merebaknya penyakit hepatitis akut dan parah. Penyakit radang hati ini tidak diketahui penyebabnya dan menyerang banyak anak di beberapa negara secara sekaligus. Wabah hepatitis akut misterius ini mulai terjadi di Inggris dan Irlandia Utara pada 15 April 2022. Apa yang mencemaskan?

.

Pada 21 April 2022, setidaknya 169 kasus hepatitis akut misterius ini telah dilaporkan dari 11 negara di Eropa dan 1 negara di Amerika. Kasus telah dilaporkan di Inggris (114), Spanyol (13), Israel (12), Amerika Serikat (9), Denmark (6), Irlandia (< 5), Belanda (4), Italia (4), Norwegia (2), Prancis (2), Rumania (1), dan Belgia (1). Kasus hepatitis ini menyerang anak berusia 1 bulan hingga 16 tahun, 17 anak (sekitar 10%) membutuhkan tindakan transplantasi hati, dan setidaknya satu kematian telah dilaporkan.

Kementerian Kesehatan RI telah meningkatkan kewaspadaan dalam dua pekan terakhir setelah Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) pada kasus Hepatitis Akut yang menyerang anak-anak. Kasus ini terjadi di Eropa, Amerika dan Asia, dan belum diketahui penyebabnya sejak 15 April 2022.

Kewaspadaan tersebut meningkat setelah tiga pasien anak yang dirawat di RSUPN Dr. Ciptomangunkusumo Jakarta dengan dugaan Hepatitis Akut yang belum diketahui penyebabnya meninggal dunia, dalam kurun waktu yang berbeda dengan rentang dua minggu terakhir hingga 30 April 2022.

.

baca juga : https://dokterwikan.com/2021/07/28/2021-hari-hepatitis-sedunia/

.

Hepatitis akut (peradangan hati) ini ditandai dengan peningkatan kadar enzim hati dalam darah yang nyata. Banyak kasus memiliki gejala sakit perut, diare dan muntah, dan peningkatan kadar enzim hati (aspartate transaminase (AST) atau alanine aminotransaminase (ALT) lebih besar dari 500 IU/L) dan kulit kuning (ikterus). Sebagian besar kasus tidak mengalami demam. Virus umum yang menyebabkan hepatitis virus akut (virus hepatitis A, B, C, D dan E) belum terdeteksi dalam kasus ini. Namun demikian, Adenovirus telah terdeteksi dalam setidaknya 74 kasus, dengan pengujian molekuler, 18 telah diidentifikasi sebagai tipe F 41. SARS-CoV-2 diidentifikasi dalam 20 kasus yang diuji. Selanjutnya, 19 terdeteksi dengan koinfeksi SARS-CoV-2 dan adenovirus.

.

Pemeriksaan dan penelitian lebih lanjut sedang berlangsung di berbagai negara yang telah melaporkan adanya kasus hepatitis tersebut. Data yang dikumpulkan mencakup riwayat klinis dan paparan yang lebih rinci, pemeriksaan toksikologi, yaitu toksisitas lingkungan dan makanan, serta pemeriksaan virologi atau mikrobiologi tambahan.

.

Sementara ini adenovirus merupakan salah satu hipotesis utama sebagai penyebab hepatitis akut, tetapi tidak sepenuhnya mampu menjelaskan tingkat keparahan klinis. Hal ini karena infeksi adenovirus tipe 41 di manapun, sebelumnya tidak pernah menyebabkan keparahan klinis semacam ini. Adenovirus adalah virus umum yang biasanya hanya menyebabkan infeksi ringan yang dapat sembuh sendiri (self-limited). Virus penyebab ini menyebar antar anak dan juga sering menyebabkan gangguan pernapasan, gastroenteritis (radang lambung atau usus), konjungtivitis (mata merah), dan sistitis (infeksi kandung kemih).

.

Faktor peningkatan kerentanan pada anak, terjadi setelah tingkat penularan adenovirus lebih rendah selama pembatasan sosial terkait pandemi COVID-19. Kondisi inilah yang merupakan potensi munculnya adenovirus mutasi baru, serta koinfeksi dengan virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19, perlu diselidiki lebih lanjut. Hipotesis yang terkait dengan efek samping dari vaksin COVID-19 saat ini tidak didukung, karena sebagian besar anak yang terkena hepatitis tidak menerima vaksinasi COVID-19.

.

Hepatitis Misterius Tewaskan 3 Anak, Lapor Jika Temukan Gejalanya

Saat ini sedang diakukan pemantauan ketat lebih lanjut untuk mengidentifikasi kasus tambahan, baik di negara yang saat ini terkena dampak maupun di tempat lain. Prioritasnya adalah untuk menentukan penyebab kasus ini, dan untuk lebih menyempurnakan tindakan pengendalian maupun pencegahan. Langkah pencegahan umum untuk adenovirus dan infeksi umum lainnya adalah mencuci tangan secara teratur dan menjaga kebersihan lingkungan bermain anak.

.

WHO merekomendasikan bahwa pemeriksaan darah, urin, tinja, dan sampel pernapasan, serta sampel biopsi hati (bila tersedia) harus dilakukan, untuk menentukan virus penyebab infeksi. Juga penyebab non-infeksi lainnya perlu diselidiki secara menyeluruh. Saat ini WHO tidak merekomendasikan pembatasan perjalanan dan atau perdagangan dengan Inggris atau negara lain mana pun tempat kasus teridentifikasi, berdasarkan informasi yang tersedia saat ini.

.

Hepatitis misterius ini mengingatkan kita akan pneumonia Wuhan China, yang ternyata penyebabnya adalah coronavirus baru. WHO awalnya menamai 2019 novel coronavirus (2019-nCoV) pada 12 Januari 2020 dan kemudian secara resmi mengubahnya menjadi penyakit coronavirus 2019 (COVID-19) pada 12 Februari 2020. Sejak COVID-19 pertama kali muncul di China pada 1 Desember 2019, dalam 4 bulan virus dengan cepat menyebar ke negara lain di seluruh dunia sebagai ancaman global. Pada 11 Maret 2020, WHO akhirnya membuat penilaian bahwa COVID-19 dapat dikategorikan sebagai pandemi, menyusul flu Spanyol 1918 (H1N1), flu Asia 1957 (H2N2), flu Hong Kong 1968 (H3N2), dan flu Pandemi 2009 (H1N1), yang masing-masing menyebabkan sekitar 50 juta, 1,5 juta, 1 juta, dan 300.000 kematian manusia.

.

Hepatitis misterius di Inggris ini juga mengingatkan kita akan wabah Hepatitis A di Pacitan dan Trenggalek Jawa Timur pada Minggu, 30 Juni 2019 lalu dengan jumlah penderita penyakit kuning itu nyaris menembus angka 1.000 orang. Kita diingatkan agar terus mengikuti perkembangan berita, mencermati penluran, dan melakukan tindakan pencegahan dengan mempromosikan perbaikan sanitasi, keamanan pangan, dan vaksinasi Hepatitis sesuai jadwal, untuk semua anak di sekitar kita.

Apakah kita sudah bertindak?

Yogyakarta, 30 April 2022

*) dokter spesialis anak di RS Panti Rapih, Lektor FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM. WA :  081227280161

Categories
anak Healthy Life Jalan-jalan Pendukung ASI sekolah

2022 Cegah kegemukan

Cara Mencegah Obesitas pada Anak, Bagaimana Caranya?

CEGAH KEGEMUKAN

fx. wikan indrarto*)

Mempercepat tindakan untuk menghentikan obesitas


Lebih dari 1 miliar orang di seluruh dunia mengalami obesitas. Jumlah ini masih terus bertambah, bahkan WHO memperkirakan pada tahun 2025, sekitar 167 juta orang, baik dewasa dan anak, akan jadi sakit karena kelebihan berat badan atau obesitas. Apa yang mencemaskan?

.

Obesitas adalah penyakit yang mempengaruhi sebagian besar sistem dan organ tubuh, dari jantung, hati, ginjal, sendi, sampai sistem reproduksi. Dampaknya berupa penyakit tidak menular (PTM), seperti diabetes tipe 2, penyakit kardiovaskular, hipertensi dan stroke, kanker, serta masalah kesehatan mental. Orang dengan obesitas juga tiga kali lebih mungkin dirawat di rumah sakit karena COVID-19. Kunci untuk mencegah obesitas adalah bertindak sejak dini, idealnya bahkan sebelum bayi lahir. Nutrisi yang baik selama kehamilan, diikuti dengan pemberian ASI eksklusif sampai usia 6 bulan dan terus menyusui sampai usia 2 tahun, adalah langkah yang terbaik untuk semua bayi dan anak.

.

Kegemukan dan obesitas didefinisikan sebagai akumulasi lemak abnormal atau berlebihan yang dapat mengganggu kesehatan. Indeks massa tubuh (BMI) adalah indeks sederhana dari berat badan-untuk-tinggi yang umum digunakan untuk mengklasifikasikan kelebihan berat badan dan obesitas. Untuk anak balita kelebihan berat badan adalah berat badan untuk tinggi badan lebih besar dari 2 standar deviasi di atas median Standar Pertumbuhan Anak WHO, dan obesitas lebih besar dari 3. Pada anak dan remaja berusia antara 5-19 tahun kelebihan berat badan adalah BMI lebih besar dari 1 standar deviasi di atas median Pertumbuhan WHO dan obesitas lebih besar dari 2.

.

baca juga : https://dokterwikan.com/2021/03/03/2021-tumpas-obesitas/

.

Penyebab mendasar dari obesitas dan kelebihan berat badan adalah ketidakseimbangan energi antara kalori yang dikonsumsi dan kalori yang dikeluarkan. Secara global, hal tersebut telah terjadi karena pertama, adanya peningkatan asupan makanan padat energi yang tinggi lemak dan gula. Kedua, penurunan aktivitas fisik karena semakin banyak bentuk pekerjaan yang menetap, perubahan moda transportasi, dan peningkatan urbanisasi. Keduanya, yaitu perubahan pola makan dan aktivitas fisik seringkali merupakan hasil dari perubahan lingkungan dan sosial yang terkait dengan pembangunan dan kurangnya kebijakan yang mendukung pada sektor kesehatan, pertanian, transportasi, perencanaan kota, lingkungan, pengolahan makanan, distribusi, pemasaran, dan pendidikan.

.

Obesitas pada anak dikaitkan dengan kemungkinan obesitas, kematian dini, dan kecacatan yang lebih tinggi di masa dewasa. Namun selain peningkatan risiko di masa depan, anak obesitas mengalami kesulitan bernapas, peningkatan risiko patah tulang, hipertensi, penanda awal penyakit kardiovaskular, resistensi insulin dan efek psikologis. Kegemukan dan obesitas, serta penyakit tidak menular yang terkait, sebagian besar dapat dicegah. Lingkungan dan masyarakat yang mendukung sangat penting dalam membentuk pilihan masyarakat, dengan menjadikan pilihan makanan yang lebih sehat dan aktivitas fisik yang teratur sebagai pilihan yang paling mudah diakses, tersedia dan terjangkau.

Cara Mengatasi dan Mencegah Obesitas pada Anak - Rumah Sakit Karanggede  Sismamedika

Pada tingkat keluarga, orang tua dapat dapat melakukan pembatasan asupan energi dari total lemak dan gula pada anak. Juga meningkatkan konsumsi buah dan sayuran, serta kacang-kacangan, biji-bijian. Dan jangan lupa untuk mendorong anak melakukan aktivitas fisik secara teratur (60 menit sehari untuk anak-anak dan 150 menit dalam seminggu untuk remaja dan orang dewasa).

.

Di tingkat masyarakat, penting untuk mendukung individu dalam mengikuti rekomendasi di atas, melalui implementasi berkelanjutan dari kebijakan berbasis bukti dan berbasis populasi yang membuat aktivitas fisik teratur dan pilihan makanan yang lebih sehat tersedia, terjangkau dan mudah diakses oleh semua orang, terutama bagi yang termiskin. individu. Contoh dari kebijakan tersebut adalah pajak atas minuman manis dengan gula.

.

Industri makanan dapat memainkan peran penting dalam mempromosikan diet sehat dengan mengurangi kandungan lemak, gula, dan garam makanan olahan. Juga memastikan bahwa pilihan yang sehat dan bergizi tersedia dan terjangkau bagi semua konsumen. Regulasi negara harus mencakup pembatasan pemasaran makanan tinggi gula, garam dan lemak, terutama makanan yang ditujukan untuk anak dan remaja. Selain itu, juga memastikan ketersediaan pilihan makanan sehat dan mendukung praktik aktivitas fisik secara teratur di tempat kerja.

Pada kesempatan Hari Obesitas Sedunia 4 Maret 2022, semua negara harus berbuat lebih banyak untuk membalikkan krisis kesehatan yang dapat diprediksi dan dicegah ini. Langkah efektif harus segera diambil, termasuk membatasi pemasaran makanan dan minuman tinggi lemak, gula dan garam kepada anak, mengenakan pajak pada minuman manis, dan menyediakan akses yang lebih baik ke makanan sehat yang terjangkau. Setiap kota perlu menyediakan ruang bagi semua warganya, termasuk anak untuk berjalan kaki ke sekolah, bersepeda, dan rekreasi yang aman, dan guru di sekolah perlu mengajarkan kebiasaan sehat kepada anak sejak dini.

.

Sudahkah kita bijak mensikapi bahaya obesitas ?

Sekian

Yogyakarta, 4 Maret 2022

*) Dokter spesialis anak di RS Panti Rapih Yogyakarta, Lektor FK UKDW, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161

Categories
anak COVID-19 dokter Healthy Life Pendukung ASI UHC

2022 Atasi Stunting

Mencegah Stunting pada Anak - Rumah Sakit Panti Rapih

ATASI  STUNTING

fx. wikan indrarto

Ringkasan tulisan ini telah dimuat di e-paper Media Indonesia

https://epaper.mediaindonesia.com/detail/atasi-stunting

Stunting atau kerdil pada anak disebabkan oleh kekurangan asupan nutrisi secara kronis. Hal ini karena akses terhadap makanan bergizi seimbang belum merata, terutama pada ibu hamil. Padahal faktor utama terjadinya stunting adalah kurangnya asupan gizi anak pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu sejak janin sampai anak usia 2 tahun. Apa yang perlu dilakukan?

.

Wilayah dengan stunting tertinggi berada di kawasan tengah dan timur Indonesia seperti Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Papua. Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) di 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota pada 153.228 balita, angka stunting secara nasional mengalami penurunan sebesar 1,6 persen per tahun dari 27,7 persen tahun 2019 menjadi 24,4 persen tahun 2021. Hanya 5 provinsi yang menunjukkan kenaikan. Hal tersebut menunjukkan bahwa implementasi dari kebijakan pemerintah mendorong percepatan penurunan stunting di Indonesia telah memberi hasil yang cukup baik. Saat ini, prevalensi stunting di Indonesia lebih baik dibandingkan Myanmar (35%), tetapi masih lebih tinggi dari Vietnam (23%), Malaysia (17%), Thailand (16%) dan Singapura (4%).

.

baca juga : https://dokterwikan.com/2021/01/03/2020-wasting-pada-anak-2/

.

Secara individual, terdapat 6 langkah pencegahan stunting oleh seorang ibu hamil dan bayinya, yaitu pemeriksaan kehamilan secara rutin, penuhi asupan nutrisi, penambahan konsumsi zat besi, asam folat dan yodium, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, pemberian ASI dan MP-ASI sesuai usia bayi, dan kontrol tumbuh kembang bayi secara teratur. Setiap ibu perlu mendapatkan perhatian khusus melalui strategi intervensi nutrisi. Sejak seorang anak perempuan memasuki masa remaja sampai saat terjadi kehamilan, diperlukan peningkatan penggunaan makanan menu lokal seperti telur dan ikan air tawar, harus lebih ditingkatkan guna mencegah ibu terkena malnutrisi.

.

Kemudian setelah bayi dilahirkan, perlu adanya Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dalam satu jam kelahiran, termasuk memberikan kolostrum (makanan pertama untuk bayi baru lahir yang keluar dari payudara ibu sebelum ASI). Pemberian ASI eksklusif sangat penting untuk memastikan bahwa bayi selama enam bulan pertama kehidupannya terpenuhi kebutuhan nutrisinya. Kontrol teratur tumbuh kembang bayi, adalah hal penting untuk mengenali dan mengatasi stunting sejak awal. Sebaiknya setiap bulan pada bayi 0 sampai 12 bulan, setiap 3 bulan ketika anak berusia 1 sampai 3 tahun, dan setiap 6 bulan ketika anak berusia 3 sampai 6 tahun. Selain pemantauan tumbuh kembang itu, juga dengan pemberian imunisasi dasar sesuai  jadwal dan emudian pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) sesuai usia bayi, keduanya adalah hal penting lainnya untuk mencegah dan mengatasi stunting.

.

Gejala stunting yang perlu dicermati meliputi berat badan anak tidak naik, cenderung turun, atau lebih rendah dibanding anak seusianya. Tinggi badan anak lebih pendek dari anak seusianya. Pertumbuhan tulang tertunda, perkembangan tumbuh terhambat dan anak lebih mudah terkena infeksi. Anak stunting berisiko tidak mampu mencapai potensi idealnya, termasuk dalam aspek akademik, lebih mungkin mengalami kemunduran intelektual, dan kelak akan mengidap penyakit degeneratif, seperti kanker dan diabetes. Hal ini disebabkan karena kebutuhan zat gizi mikro dan makro dalam tubuh anak tidak terpenuhi secara maksimal, sehingga pembentukan fungsi sel tubuh dan lainnya tidak sempurna.

TATA KELOLA KEPERAWATAN KOMUNITAS CEGAH STUNTING DENGAN PENDEKATAN KELUARGA

Secara komunal non individual, untuk masyarakat luas diperlukan formula program percepatan dalam penurunan stunting, dengan intervensi berbasis keluarga berisiko stunting. Fokusnya adalah penyiapan kehidupan berkeluarga, pemenuhan asupan gizi, perbaikan pola asuh, peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan, juga peningkatan akses air minum dan sanitasi. 

.

Berdasarkan data Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2021, prevalensi stunting saat ini masih berada pada angka 24,4 persen atau 5,33 juta balita. Saat ini di beberapa daerah capaian prevalensi sudah dibawah 20% namun masih belum memenuhi target dari RPJMN tahun 2024 sebesar 14%. Bahkan seandainyapun sdh tercapai 14% bukan berarti Indonesia sudah bebas stunting tetapi target selanjutnya adalah menurunkan angka stunting sampai kategori rendah atau dibawah 2,5 persen. Prevalensi stunting ini telah mengalami penurunan dari tahun-tahun sebelumnya. Akan tetapi, Presiden RI Joko Widodo menargetkan angka stunting turun menjadi 14 persen di tahun 2024. Untuk mencapai target 14 persen, maka setiap tahunnya perlu terjadi penurunan sekitar 3 persen. Diperlukan upaya inovasi, agar terjadi penurunan sekitar 3 sampai 3,5 persen per tahun. Sehingga tercapai target 14 persen tahun 2024 sesuai dengan target Presiden berdasarkan RPJMN bisa tercapai.

.

Pemerintah akan memperkuat percepatan penurunan stunting melalui langkah-langkah intervensi kesehatan masyarakat melalui Puskesmas dan Posyandu, pada ibu sejak sebelum hamil sampai sesudah melahirkan. Untuk sebelum kelahiran akan dilakukan program pendistribusian tablet tambah darah (TTD) untuk remaja putri, program tambahan asupan gizi untuk bu hamil kurang gizi kronik, melengkapi puskesmas dengan alat USG untuk mempertajam identifikasi ibu hamil. Kemudian untuk pasca kelahiran juga dilakukan program untuk mendukung pemenuhan konsumsi protein hewani balita, merevitalisasi proses rujukan balita weight faltering dan stunting ke puskesmas dari rumah sakit, serta merevitalisasi, melengkapi, mendegitalisasi alat ukur di seluruh Posyandu di Indonesia yang jumlahnya sekitar 240 ribu. Selain itu juga dilakukan revitalisasi proses rujukan balita weight faltering dan stunting ke Puskesmas dari rumah sakit, Penambahan dana bantuan operasional kesehatan (BOK) Puskesmas untuk terapi gizi, perubahan aturan BPJS mengenai stunting di RS agar dapat diberikan penjaminan biaya layanan, serta peningkatan  imunisasi dasar dari 12 menjadi 14 jenis imunisasi.

.

Bagaimana sikap kita?

Sekian

Yogyakarta, 30 Maret 2022

*) Dokter spesialis anak di RS Panti Rapih Yogyakarta, Lektor FK UKDW, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161, e-mail : fxwikan_indrarto@yahoo.com

Categories
anak dokter Healthy Life Pendukung ASI

2022 Dampak Pemasaran Susu Formula

Saat Pandemi Covid-19, Produsen Susu Formula Langgar Kode Pemasaran WHO -  wartabuana

DAMPAK  PEMASARAN  SUSU  FORMULA

fx. wikan indrarto*)

Lebih dari separuh (51%) orang tua dan ibu hamil terpapar pemasaran susu formula yang agresif. WHO dan UNICEF Selasa, 22 Februari 2022 melaporkan secara rinci praktik eksploitatif yang dilakukan oleh industri susu formula senilai $55 miliar, mengorbankan nutrisi anak, dan melanggar komitmen internasional. Laporan berjudul Bagaimana pemasaran susu formula mempengaruhi keputusan kita tentang pemberian makan bayi (How marketing of formula milk influences our decisions on infant feeding), mengacu pada survei di delapan negara. Apa yang mencemaskan?

.

baca juga : https://dokterwikan.com/2018/07/16/2018-susu-kental-manis/

Laporan tersebut menemukan bahwa teknik pemasaran industri susu formula mencakup menelphon pelanggan secara gencar dan invasif, membentuk jaringan tanya jawab interaktif, menyalurkan bantuan, promosi, pembagian hadiah, dan bahkan mempengaruhi pelatihan dan rekomendasi dokter dan petugas kesehatan. Promosi yang gencar didengungkan kepada orang tua dan petugas kesehatan seringkali menyesatkan, tidak berdasar secara ilmiah, dan melanggar ‘the International Code of Marketing of Breast-milk Substitutes’ atau Kode Internasional Pemasaran Pengganti ASI, yaitu perjanjian penting yang disahkan oleh Majelis Kesehatan Dunia pada tahun 1981 untuk melindungi ibu dari tindakan agresif praktik pemasaran oleh industri makanan bayi.

.

“Laporan ini menunjukkan dengan sangat jelas bahwa pemasaran susu formula tetap tidak dapat diterima, menyesatkan dan agresif,” kata Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO. Peraturan tentang larangan pemasaran eksploitatif harus segera diadopsi dan ditegakkan untuk melindungi kesehatan bayi. Survei pada 8.500 orang tua dan ibu hamil, dan 300 petugas kesehatan di beberapa kota di Bangladesh, Cina, Meksiko, Maroko, Nigeria, Afrika Selatan, Inggris dan Vietnam, menunjukkan bahwa promosi pemasaran susu formula menjangkau 84% dari semua ibu di Inggris, 92% ibu di Vietnam, dan 97% ibu di Cina, yang memungkinkan akan meningkatkan kemungkinan mereka memilih susu formula.

.

Bernas.id | Para Ibu Dibuat Heboh dengan Video Bahaya Susu Formula untuk  Bayi

“Pesan yang salah dan menyesatkan tentang pemberian susu formula adalah penghalang besar untuk menyusui, yang kami tahu terbaik untuk bayi dan ibu,” kata Direktur Eksekutif UNICEF Catherine Russell. Dunia membutuhkan kebijakan, dan undang-undang untuk memastikan bahwa ibu dilindungi dari praktik pemasaran susu formula yang tidak etis, memiliki akses ke informasi dan dukungan yang mereka butuhkan, untuk membesarkan bayi mereka secara optimal.

.

Industri susu formula mengklaim produknya dapat memecahkan masalah umum pada bayi, memposisikan dirinya sebagai teman dan penasihat tepercaya, sehingga menarik perhatian, memainkan kecemasan ibu dan meningkatkan keraguan diri. Sikap positif ibu terhadap susu formula berkorelasi dengan paparan mereka terhadap pemasaran produk. Selain itu, ketakutan dan keraguan yang sering ibu ungkapkan tentang menyusui, serupa dan mencerminkan tema pemasaran.

.

Di semua negara ibu menyatakan keinginan yang kuat untuk menyusui secara eksklusif, mulai dari 49% ibu di Maroko hingga 98% di Bangladesh. Namun laporan tersebut merinci bagaimana iklan berkelanjutan yang menyesatkan justru memperkuat mitos tentang menyusui dan ASI, dan merusak kepercayaan ibu pada kemampuan mereka untuk menyusui dengan sukses. Mitos tersebut antara lain perlunya susu formula pada hari-hari pertama setelah kelahiran, ASI yang tidak mencukupi untuk nutrisi bayi, bahan susu formula terbukti meningkatkan perkembangan atau kekebalan anak, susu formula membuat bayi kenyang lebih lama, dan bahwa kualitas ASI menurun seiring waktu.

.

baca juga : https://dokterwikan.com/2018/01/15/susu-dan-tifus/

Pada hal, menyusui dalam satu jam pertama kelahiran, diikuti dengan menyusui eksklusif selama enam bulan dan terus menyusui hingga dua tahun, justru merupakan garis pertahanan yang paling kuat terhadap semua bentuk kekurangan gizi anak, termasuk kurus ataupun obesitas. Menyusui juga bertindak sebagai vaksin pertama bayi, melindungi bayi dari banyak penyakit infeksi yang umum pada masa anak. Meningkatkan menyusui dapat mencegah sekitar 800.000 kematian anak balita dan 20.000 kematian ibu karena kanker payudara setiap tahun.

Namun secara global, hanya 44% bayi berusia kurang dari 6 bulan yang diberi ASI eksklusif. Tingkat pemberian ASI secara global telah meningkat sangat sedikit dalam dua dekade terakhir, sementara penjualan susu formula meningkat lebih dari dua kali lipat dalam waktu yang hampir bersamaan. Apalagi selama pandemi COVID-19, industri susu formula menabur keraguan ibu yang terduga atau terkonfirmasi COVID-19, mendistorsi ilmu pengetahuan kedokteran untuk melegitimasi klaim ilmiah yang salah dan tidak lengkap, misalnya dengan rumus kimia sedekat, setara atau lebih tinggi dari ASI. Pada hal ASI dan menyusui memiliki sifat unik yang tidak dapat direplikasi dengan susu formula buatan.

.

Yang lebih mengkhawatirkan, laporan tersebut mencatat bahwa sejumlah besar dokter dan petugas kesehatan di semua negara, telah didekati oleh industri makanan bayi untuk mempengaruhi rekomendasi mereka kepada para ibu, melalui hadiah, bonus, sampel gratis, pendanaan untuk penelitian, pertemuan ilmiah, acara profesi dan konferensi medis, bahkan juga komisi dari penjualan, yang secara langsung berdampak pada pemilihan makanan bayi. Bahkan lebih dari sepertiga ibu yang disurvei mengatakan bahwa, seorang petugas kesehatan telah merekomendasikan merek susu formula tertentu kepada mereka.

.

Untuk mengatasi tantangan ini, maka setiap pemerintah, dokter, petugas kesehatan, dan industri makanan bayi untuk berkolaborasi mengakhiri pemasaran susu formula yang eksploitatif, dan segera secara sepenuhnya menerapkan dan mematuhi persyaratan Kode. Hal ini termasuk pertama, mengesahkan, memantau dan menegakkan hukum untuk mencegah promosi susu formula, sesuai dengan Kode Internasional, termasuk melarang klaim nutrisi dan kesehatan yang dibuat berlebihan oleh industri susu formula. Kedua, berinvestasi dalam kebijakan dan program untuk mendukung menyusui, termasuk cuti ibu dan ayah yang tetap dibayar memadai sesuai dengan standar internasional, dan memastikan dukungan menyusui bagi semua ibu yang berkualitas tinggi.

.

Ketiga, meminta industri susu formula untuk secara terbuka berkomitmen sepenuhnya mematuhi Kode dan resolusi Majelis Kesehatan Dunia. Keempat, melarang petugas kesehatan menerima sponsor dari perusahaan yang memasarkan susu formula untuk bayi dalam bentuk beasiswa, penghargaan, hibah, dana pertemuan ilmiah atau sponsor acara.

.

Negara harus meningkatkan langkah yang lebih luas untuk mendukung ibu dan  keluarga, termasuk dukungan untuk menyusui, layanan kehamilan dan persalinan yang mendukung ASI, cuti hamil dan melahirkan yang sesuai, dan divestasi perusahaan yang mengeksploitasi keluarga melalui pemasaran produk susu formula yang tidak etis. Pemasaran susu formula adalah simbol dari pemasaran produk berisiko lainnya seperti tembakau, alkohol atau barang tidak sehat yang mengutamakan omset penjualan, di atas pertimbangan kesehatan dan kesejahteraan.

Sudahkah kita bijak?

Sekian

Yogyakarta, 13 Maret 2022

*) Dokter spesialis anak di RS Panti Rapih, Lektor FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM.

Categories
anak dokter Healthy Life

2022 Pendengaran Sehat

Hari Pendengaran Sedunia 2022, Guru Besar UI: Kasus Bayi Lahir Tuli 1 per  1.000 Kelahiran di Indonesia

HARI PENDENGARAN SEDUNIA 2022

fx. wikan indrarto*)

Hari Pendengaran Sedunia (The World Hearing Day) dirayakan pada Kamis, 3 Maret 2022. Tema tahun ini adalah untuk mendengar seumur hidup, dengarkan dengan hati-hati (to hear for life, listen with care). Apa yang menarik?

.

Sel-sel sensorik di dalam telinga hanya dapat mentolerir sejumlah kebisingan harian sebelum rusak, yang jumlah ini disebut tunjangan suara harian (the daily sound allowance). Jika sel terpapar terlalu banyak suara, melebihi tunjangan suara harian, tentu membahayakan telinga dan fungsi pendengaran. Seiring waktu, ini menyebabkan gangguan pendengaran. Tunjangan suara harian berfungsi seperti tunjangan moneter atau uang saku, yaitu memiliki jumlah terbatas untuk dibelanjakan setiap hari. Misalnya, semakin keras atau lama terpapar suara tingkat tinggi, berarti semakin banyak “menghabiskan”, semakin cepat kehabisan uang saku.

.

baca juga : https://dokterwikan.com/2021/08/14/2021-anak-merdeka/

Telinga adalah organ yang memproses suara, memungkinkan otak untuk menafsirkan apa yang didengar. Sel-sel sensorik di dalam telinga membantu mendengarkan. Mendengarkan suara keras dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan kerusakan yang dapat mengakibatkan gangguan pendengaran sementara atau permanen atau sensasi berdenging di telinga (tinnitus). Gangguan pendengaran mungkin tidak terlihat pada awalnya. Mungkin hanya mengalami kesulitan mendengar beberapa suara bernada tinggi seperti lonceng. Mendengarkan terus-menerus pada tingkat yang tidak aman menyebabkan gangguan pendengaran yang tidak dapat diperbaiki. Hal ini dapat membuat sulit untuk berkomunikasi dengan orang lain, terutama di tempat yang bising.

.

Oleh karena itu, penting untuk mewaspadai tanda gangguan pendengaran dini. Tanda yang penting adalah adanya dering di telinga (tinnitus), kesulitan mendengar suara bernada tinggi (kicau burung, bel pintu, telepon, jam weker), kesulitan memahami pembicaraan, terutama melalui telepon dan kesulitan mengikuti percakapan di lingkungan yang bising. Jika merasa memiliki salah satu dari masalah ini, harus segera diperiksakan fungsi pendengaran. WHO telah mengembangkan aplikasi (the hearWHO app), sehingga kita dapat memeriksa pendengaran sendiri kapan pun mau.

.

Hari Pendengaran Sedunia: Gangguan Pendengaran Bisa Disebabkan karena  Paparan Suara Keras | Indozone.id

Paparan kebisingan yang lama di diskotek, bar, arena yang menyelenggarakan acara olahraga atau konser telah diketahui menghasilkan sensasi suara di telinga yang dikenal sebagai tinnitus. Biasanya tinnitus sembuh dalam waktu singkat. Jika paparan suara keras terus menerus dalam waktu lama, hal ini dapat menyebabkan gangguan pendengaran permanen yang melibatkan kerusakan sel-sel sensorik. Setelah rusak, sel-sel sensorik yang bertanggung jawab untuk pendengaran, tidak dapat beregenerasi. Tidak ada pengobatan medis atau bedah untuk gangguan pendengaran akibat kebisingan. Namun demikian, gangguan pendengaran biasanya lambat dalam onset, tetapi berkembang selama paparan berlanjut. Perkembangan gangguan pendengaran dapat dicegah dengan menghindari suara keras dan berlatih mendengarkan dengan aman.

.

Untuk membuat pendengaran selalu aman, beberapa tindakan ini sangat disarankan. Pertama, mempertahankan volume suara tetap berada dalam batas 80 dB sejauh mungkin selama tidak lebih dari 40 jam per minggu. Kedua, mengenakan penyumbat telinga saat mengunjungi diskotik, bar, arena yang menyelenggarakan acara olahraga dan konser musik yang bising. Ketiga, menggunakan earphone atau headphone peredam bising, karena ini dapat mengurangi kebutuhan untuk menaikkan volume suara saat berada di lingkungan yang bising, seperti saat bepergian dengan kereta api atau bus. Keempat, pantau dan kendalikan tingkat mendengarkan yang aman, dan tetap dalam batas suara harian. Kelima, batasi penggunaan harian perangkat audio pribadi dan batasi waktu yang dihabiskan untuk melakukan aktivitas di tempat bising, dengan istirahat sejenak untuk tidak mendengarkan,  (pergi ke tempat atau sudut yang tenang dan biarkan telinga beristirahat sejenak), menjauh dari suara keras dengan menjaga jarak aman dengan sumber suara seperti speaker, dan kurangi frekuensi mengunjungi tempat-tempat bising, jika memungkinkan. Dan keenam atau terakhir, lakukan pemeriksaan pendengaran secara teratur.

.

Orang tua perlu berperan aktif dalam mendidik semua anak tentang mendengarkan, memantau paparan suara keras, dan menjadi panutan dalam mendengarkan dengan aman bagi semua anak. Orangtua harus memastikan bahwa semua anak menghindari penggunaan earphone berlebihan, memastikan bahwa anak tidak meningkatkan volume speaker ketika mereka tidak diawasi, dan sebaiknya menggunakan perangkat audio yang dilengkapi dengan kontrol orang tua tentang tingkat kenyaringan.

.

Semua guru hendaknya mendidik anak dan remaja tentang kemungkinan bahaya paparan suara keras dari penyalahgunaan perangkat audio pribadi, mengembangkan kebiasaan mendengarkan secara aman, menjadikan bagian dari kurikulum pendidikan kesehatan, dan juga diajarkan sebagai bagian dari kelas musik, kesenian dan tari.

.

Diperkiraan 1,1 miliar anak muda di seluruh dunia berisiko mengalami gangguan pendengaran, karena praktik mendengarkan yang tidak aman. Ini termasuk paparan suara keras pada perangkat audio pribadi dan di tempat hiburan yang bising. Momentum Hari Pendengaran Sedunia (The World Hearing Day) pada Kamis, 3 Maret 2022 mengingatkan kita untuk fokus pada pentingnya mendengarkan dengan aman, sebagai sarana untuk menjaga pendengaran yang baik sepanjang hidup.

Sudahkah kita bijak?

Sekian

Yogyakarta, 16 Februari 2022

*) Dokter spesialis anak di RS Panti Rapih Yogyakarta, Lektor FK UKDW, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161

Categories
anak antibiotika COVID-19 dokter Healthy Life kanker resisten obat vaksinasi

2022 Kanker pada Anak

Mengenal Gejala Dini Penyakit Kanker Pada Anak

KENALI  KANKER  PADA  ANAK

fx. wikan indrarto*)

Setiap tanggal 15 Februari dirayakan Hari Kanker Anak Internasional atau International Childhood Cancer Day (ICCD), sebuah kampanye kolaboratif global untuk meningkatkan kesadaran tentang kanker pada anak. Selain itu, juga untuk menggalang dukungan bagi para penyintas dan keluarga mereka. Tema tahun 2022 adalah ‘Kelangsungan Hidup Lebih Baik dengan dukungan Anda (Better Survival’ is achievable #throughyourhands). Apa yang menarik?

.

Setiap tahun, diperkirakan 400.000 anak dan remaja berusia 0-19 tahun mengidap kanker. Jenis kanker anak yang paling umum adalah kanker darah atau leukemia, kanker otak, kelenjar getah bening atau limfoma, dan tumor padat, seperti saraf atau neuroblastoma dan ginjal atau tumor Wilms. Di negara berpenghasilan tinggi, di mana layanan komprehensif umumnya dapat diakses, lebih dari 80% anak penderita kanker sembuh. Di negara berpenghasilan rendah dan menengah, hanya kurang dari 30% yang sembuh. Kanker anak umumnya tidak dapat dicegah dan dikenali melalui proses skrining. 

.

Kematian yang dapat dihindari akibat kanker pada anak di negara berkembang diakibatkan oleh kurang, salah atau terlambat didiagnosis. Juga adanya hambatan untuk mengakses pengobatan standar, selain kematian akibat toksisitas obat dan kekambuhan kanker. Hanya 29% negara berpenghasilan rendah melaporkan bahwa obat kanker umumnya tersedia untuk populasi anak di negara tersebut, dibandingkan dengan 96% negara berpenghasilan tinggi. Sistem register atau data kanker anak nasional diperlukan untuk mendorong perbaikan berkelanjutan dalam kualitas perawatan, dan untuk menginformasikan keputusan kebijakan.

.

baca juga : https://dokterwikan.com/2020/02/05/2020-melawan-kanker/

.

Kanker terjadi pada segala usia dan setiap bagian dari tubuh manusia. Proses ini dimulai dengan perubahan genetik dalam sel tunggal, yang kemudian tumbuh menjadi benjolan atau massa (disebut tumor), yang mendesak bagian lain dari tubuh, sehingga akan menyebabkan kerusakan dan kematian, jika tidak ditangani. Tidak seperti kanker pada orang dewasa, sebagian besar kanker pada anak tidak diketahui penyebabnya. Banyak penelitian telah berusaha untuk mengidentifikasi penyebab kanker pada anak, tetapi sangat sedikit kanker pada anak yang disebabkan oleh faktor lingkungan atau gaya hidup. Upaya pencegahan kanker pada anak harus difokuskan pada perbaikan perilaku, yang akan mencegah anak mengalami kanker yang dapat dicegah, saat mereka menjadi dewasa.

.

Beberapa penyakit infeksi, seperti HIV, virus Epstein-Barr dan malaria, merupakan faktor risiko kanker pada anak, di berbagai negara berkembang. Sebaliknya, beberapa infeksi lain pada anak dapat meningkatkan risiko anak tersebut akan terkena kanker saat dewasa. Untuk pencegahan kanker ini, penting sekali anak untuk divaksinasi, misalnya imunisasi hepatitis B untuk membantu mencegah kanker hati dan imunisasi HPV atau Human Papilloma Virus untuk mencegah kanker serviks.

.

Sekitar 10% dari semua anak dengan kanker memiliki kecenderungan terkait faktor genetik. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi faktor lain yang mempengaruhi perkembangan kanker pada anak. Karena umumnya tidak mungkin untuk mencegah kanker pada anak, strategi paling efektif untuk mengurangi beban kanker pada anak dan meningkatkan hasil luaran klinis adalah berfokus pada diagnosis yang tepat dan cepat, diikuti dengan terapi berbasis bukti yang efektif dengan perawatan suportif yang disesuaikan.

.

Data Anak Penderita Kanker di Indonesia dan Kondisi Mental Mereka

Ketika didiagnosis lebih awal, kanker lebih mungkin untuk merespon pengobatan yang efektif dan menghasilkan kemungkinan yang lebih besar untuk bertahan hidup, lebih sedikit penderitaan, dan seringkali lebih murah, dibandingkan pengobatan tahap lanjut. Perbaikan signifikan dapat dilakukan dalam kehidupan anak penderita kanker, dengan mendeteksi kanker sejak dini dan menghindari keterlambatan pengobatan. Diagnosis yang benar sangat penting untuk mengobati kanker pada anak, karena setiap kanker memerlukan rejimen tatalaksana khusus, termasuk pembedahan, radioterapi, dan kemoterapi.

.

Diagnosis dini kanker pada anak terdiri dari 3 komponen utama. Pertama, kesadaran akan gejala oleh keluarga dan tenaga kesehatan. Kedua, evaluasi, diagnosis, dan penentuan stadium klinis yang akurat dan tepat waktu (menentukan sejauh mana kanker telah menyebar). Ketiga, akses ke pengobatan segera. Program diagnosis dini kanker pada anak telah berhasil diterapkan di berbagai negara dari semua tingkat pendapatan, seringkali melalui upaya kolaboratif pemerintah, masyarakat sipil dan organisasi non-pemerintah. Kanker anak dapat dikenali dengan berbagai gejala klinis sebagai peringatan awal, seperti demam berulang, sakit kepala parah dan persisten, nyeri tulang atau penurunan berat badan, yang dapat dikenali oleh keluarga dan tenaga kesehatan yang terlatih.

.

Paparan Radiasi Ponsel Dapat Meningkatkan Risiko Kanker Pada Anak - Semua  Halaman - Grid Health
.

Program skrining umumnya tidak membantu untuk deteksi kanker anak, tetapi dalam beberapa kasus tertentu, hal ini dapat dipertimbangkan pada populasi berisiko tinggi. Misalnya, beberapa kanker mata pada anak dapat disebabkan oleh mutasi yang diturunkan. Jika mutasi terjadi dalam keluarga anak dengan retinoblastoma, konseling genetik dapat ditawarkan dan saudara kandung dipantau dengan pemeriksaan mata secara teratur sejak dini. Tidak ada bukti berkualitas tinggi untuk mendukung program skrining berbasis populasi pada anak-anak.

.

Diagnosis yang benar sangat penting untuk memberikan terapi yang tepat untuk jenis dan luasnya penyakit kanker pada anak. Terapi standar kanker pada anak meliputi kemoterapi, pembedahan dan atau radioterapi. Namun demikian, anak juga membutuhkan perhatian khusus dalam proses pertumbuhan fisik dan kognitif mereka yang berkelanjutan. Selain itu, mempertahankan status gizi agar tetap baik, membutuhkan tim multi-disiplin yang berdedikasi. Akses ke diagnosis yang efektif, obat kanker esensial, pemeriksaan patologi, produk darah, terapi radiasi, teknologi baru, perawatan psikososial dan suportif sangat bervariasi, tetapi tidak merata tersedia di seluruh dunia.

.

Penyembuhan dapat mencapai lebih dari 80% anak dengan kanker, ketika layanan kanker anak dapat diakses dengan tepat. Terapi farmakologis, termasuk obat generik murah yang masuk dalam Daftar Obat Esensial WHO untuk Anak, sangat besar perannya. Anak yang mampu menyelesaikan paket pengobatan kanker, tetap memerlukan perawatan berkelanjutan, untuk memantau kekambuhan kanker dan untuk mengelola kemungkinan dampak buruk pengobatan jangka panjang.

.

Perawatan paliatif bertujuan untuk mengurangi gejala nyeri yang disebabkan oleh kanker dan meningkatkan kualitas hidup pasien dan keluarganya. Tidak semua anak penderita kanker dapat disembuhkan, tetapi meringankan penderitaan dari keluhan nyeri hebat adalah keharusan kita bagi semua anak. Perawatan paliatif anak dianggap sebagai komponen inti dari perawatan komprehensif, dimulai ketika penyakit didiagnosis dan berlanjut selama perawatan dan pengobatan, terlepas dari tujuan kuratif atau tidak. Perawatan paliatif dapat diberikan di rumah pasien, memberikan pereda nyeri dan dukungan psikososial kepada pasien dan keluarga mereka. Akses yang memadai ke morfin oral dan obat nyeri lainnya harus disediakan untuk pengobatan nyeri kanker derajat sedang hingga berat, yang mempengaruhi lebih dari 80% pasien kanker anak pada fase terminal.

Momentum Hari Kanker Anak Internasional atau International Childhood Cancer Day (ICCD) Selasa, 15 Februari 2022 mengingatkan kita untuk memberikan perhatian dan lebih peduli pada anak dengan kanker.

Sudahkah kita bertindak bijak?

Sekian

Yogyakarta, 10 Januari 2022

*) Dokter spesialis anak di RS Panti Rapih Yogyakarta, Lektor FK UKDW, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161

wa.me/
wa.me
Halo, ada yang dapat dibantu?