
SAN FRANSISCO
fx. wikan indrarto & b. sari prasetyati
Hari Minggu pagi buta, 21 Agustus 2016 yang masih gelap, setelah selesai acara the 28th International Congress of Pediatrics (IPA 2016) di ‘West Building Vancouver Convention Centre’, kami menumpang taxi dari Hotel Barclay yang beralamat di 1348 Robson St, Vancouver, BC V6E 1C5, Kanada, menuju Vancouver International Airport (YVR). Kami akan melanjutkan penjelajahan di San Fransisco, sebelum pulang ke Indonesia.

Penerbangan dengan pesawat Airbus A320-200 AC 560 milik Air Canada

‘Wellcome to the US’ di San Fransisco International Airport (SFO)
Penumpang tujuan Amerika Serikat, menempati segmen tersendiri di Vancouver International Airport (YVR), terpisah dengan pasien tujuan negera lainnnya. Setelah gagal mengatasi kesulitan proses ‘auto check in’ dengan mesin, kami dibantu petugas darat maskapai Air Canada, untuk pembayaran biaya bagasi penumpang. Sebuah kejadian yang tidak pernah kami alami pada maskapai penerbangan lainnya. Selain itu, ada juga fasilitas pengalihan status tas saat masih di ruang tunggu penumpang, yang awalnya akan masuk kabin pesawat dapat dialihkan menjadi tas bagasi. Rasanya di bandara lain belum pernah memiliki aturan seperti ini. Setelah itu, proses pemeriksaan imigrasi dilakukan oleh petugas dari Amerika Serikat, sehingga sudah ada ucapan ‘Wellcome to the US’, bendera AS yang berkibar di konter tersebut, dan penyerahan deklarasi bebas cukai. Penerbangan dengan pesawat Airbus A320-200 AC 560 yang memakan waktu 1 jam 35 menit, menjadi terasa sebuah penerbangan domistik. Perjalanan sejauh 857 mil atau 13.900 km dari Vancouver Kanada ke San Fransisco Amerika Serikat, masih berada di dalam satuan waktu GMT yang sama. Kami mendarat di San Fransisco International Airport (SFO) di pantai barat Amerika Serikat pada pukul 9.30, tidak lagi melalui proses imigrasi, tetapi sudah langsung dikejutkan dengan suasana kapitalistik murni, dengan aturan bahwa penggunaan troli bagasi penumpang dikenai biaya sewa.

Menikmati Bay Area Rapid Transit (BART) yaitu sistem transportasi umum yang melayani seluruh San Francisco Bay Area
Perjalanan kami selanjutnya adalah mencari tiket kereta api ke pusat kota, dengan menuju konter BART. Bay Area Rapid Transit (BART) adalah sistem transportasi umum yang melayani seluruh San Francisco Bay Area. Sistem BART pesat mengoperasikan lima rute sejauh 167 km, dengan 44 stasiun ditambah 5,1 km AGT ke Oakland Airport. Dengan rata-rata mengangkut 423.120 penumpang pada hari kerja dan 126 juta penumpang per tahun pada tahun fiskal 2015, BART adalah maskapai rel tersibuk kelima di Amerika Serikat. BART dibentuk pada tahun 1957 untuk melayani penumpang di San Francisco, Alameda County, dan Contra Costa County. Pembelian tiket di mesin sudah seringkali kami lakukan, tetapi pada BART sedikit berbeda. Pembelian yang dibantu oleh penumpang lain, ternyata menggunakan sistem pengurangan nominal uang kita, sampai setara tarif BART sesuai tujuan. Setelah itu, uang kembalian dan tiket akan keluar dari mesin.
Dari Pittsburg/Bay Point di San Francisco Int’l Airport Station, kami naik KA selama 30 menit dengan 10 perhentian, melewati stasiun San Bruno Station, South San Francisco Station, Colma Station, Daly City Station, Balboa Park Station, Glen Park Station, 24th St Mission Station, 16th St. Mission Station, Civic Center/UN Plaza Station dan turun di Powell St. Station. Perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar sekitar 7 menit sejauh 0,4 mil, untuk mencapai Union Square Plaza Hotel, yang beralamat di 432 Geary Street, San Francisco, CA 94102, Amerika Serikat dengan Biaya: US$8,95. Oleh karena kamar yang kami pesan belum siap dan masih digunakan tamu lain, kami hanya check in menitipkan tas dan melanjutkan petualangan.

Bingung di perempatan saat akan membeli ‘Clipper’ San Francisco, yaitu kartu dengan deteksi sentuh (contactless smart) isi ulang, yang digunakan untuk pembayaran ongkos angkutan umum secara elektronik di San Francisco Bay Area.

Salah satu sudut San Francisco Bay Area.
Kami harus berjalan 2 blok menyusuri Geary Street, untuk membeli tiket di Walgreens Store #1283, semacam apotek waralaba, di 500 Geary St. Untuk membeli ‘Clipper’ San Francisco, yaitu kartu dengan deteksi sentuh (contactless smart) isi ulang, yang digunakan untuk pembayaran ongkos angkutan umum secara elektronik di San Francisco Bay Area. Pertama kali diperkenalkan sebagai ‘TransLink’ pada tahun 2002 dan namanya diubah menjadi Clipper pada tanggal 16 Juni 2010. Kami naik Bis Line 38 menyusuri Geary St naik dari perempatan Jones. Seperti Melbourne dan Vancouver yang pernah kami kunjungi, San Fransisco juga memiliki tata ruang jalan yang sama, yaitu dalam bentuk kotak blok, sehingga rapi dan mudah diingat.

Salah satu sudut Fort Poin untuk melihat Golden Gate Bridge.
Setelah melewati Leavenworth, Hyde, Larkin, Polk, Van Ness Ave, Franklin, Gough, Octavia, Laguna, Buchanan, Webster, Fillmore, Steiner, Pierce, Scott, Devisadero, Masocanic Ave, Arguello, 8 th, Funston Ave, kami turun di Park Presidio Blvd. Dari situ kami berganti dengan bis Line 28 menyusuri Park Presiderio melewati Clement, California, Lake, masuk Gen. Douglas MacArthur Tunnel dan menyusuri Veterans Blvd untuk turun di Fort Poin dan melihat jembatan legendari ‘Golden Gate Bridge’ di Fort Point yang penuh wisatawan.


Bergaya melihat Golden Gate Bridge di Fort Point yang penuh wisatawan.

Mencari gaya lain saat melihat Golden Gate Bridge di Fort Point
Golden Gate Bridge adalah jembatan gantung ikonik yang membentang Selat Golden Gate dan menghubungkan kota San Francisco dengan Marin County di sebelah utara. Pada jembatan ini tersedia jalan raya U.S. Route 101 dan California State Route 1 di sepanjang teluk. Jembatan tersebut juga menyediakan pejalan kaki dan lalu lintas sepeda yang dirancang sebagai bagian dari U.S. Bicycle Route 95. Jembatan Golden Gate diakui oleh American Society of Civil Engineers sebagai salah satu dari Keajaiban Dunia, sekaligus salah satu simbol San Fransisco dan California yang diakui dunia.
Jembatan ini memiliki lebar 1,6 km dan panjang 4,8 km, melengkung dan seolah membatasi San Francisco Bay dan Samudra Pasifik. Jembatan ini adalah salah satu simbol paling diakui secara internasional dari San Francisco, California, dan Amerika Serikat. Telah dinyatakan sebagai salah satu ‘Keajaiban Dunia Modern’ oleh American Society of Civil Engineers. Frommer menggambarkan Golden Gate Bridge sebagai “jembatan yang paling indah di dunia untuk difoto.” Jembatan ini dibuka pada tahun 1937 dan sampai 1964 merupakan jembatan gantung bentang utama terpanjang di dunia, yaitu 1.300 m.

Terus bergaya dengan latar belakang Golden Gate Bridge di Fort Point.

Gaya lain de dekat Golden Gate Bridge di Fort Point yang penuh wisatawan.

Mengukur ketinggian Golden Gate Bridge di Fort Point San Fransisco.

Mengukur ulang ketinggian Golden Gate Bridge di Fort Point San Fransisco.
Setelah puas menikmati kegagahan struktur bangunan, keindahan panorama dan saling bantu dengan wisatwan lain untuk berfoto, kami melanjutkan perjalanan. Kembali kami naik bis Line 28, yang kondisi bis pada umumnya sangat berbeda dengan kondisi bis kota di Vancouver, Kanada. Bis kota di San Fransisco umumnya lebih tua, lebih sering ngebut, kurang nyaman dalam berkendara, karena gas rem berulang, sopir kurang sopan dan terkesan sombong, meskipun berpakaian lebih formal.

Mengatur gaya pengunjung lain di dekat Golden Gate Bridge di Fort Point yang penuh wisatawan.
Kami menyusuri Richardson Ave Street, melewati Palace of Fine Arts, lanjut menyusuri Lombard sampai Laguna, Oktavia, Gough, Franklin, dan di Souh van Ness berbelok kiri dan kami turun di Chestnut. Di Chosnut kami berganti bis kota Line 47 menyusuri South Ness Ave sampai GGNRA Headquarters, berbelok ke kanan menuju Fishermans Wharf untuk mencapai Alcatraz Departure Terminal.
Kami hanya mampu membayangkan Alcatraz, yang sebenarnya adalah sebuah penjara lama yang terletak di sebuah pulau di San Francisco Bay. Pada awalnya adalah pusat pertahanan tentara dan akhirnya diubah menjadi penjara. Penjara Alcatraz menyimpan 1001 jenis misteri dan banyak sekali penjahat ataupun gengster terkenal pernah dikurung di sini. Sekarang Alcatraz tidak lagi dijadikan sebagai penjara dan telah dibuka untuk pelancong dari seluruh dunia. Sore itu kami tidak jadi ikut keliling pulau Alcatraz, karena terlalu panjangnya antrian calon wisatawan di loket pembelian tiket.

Melewati Fishermans Wharf untuk mencapai Alcatraz Departure Terminal dan melihat kapal yang menuju ke Alcatraz.

Dari Fishermans Wharf untuk mencapai Alcatraz Landing.
Dari Pier 33, kami menyusuri dermaga atau San Francisco Fisherman’s Wharf untuk mencapai Pier 39 dengan menggunakan trem listrik. Dari sekian banyak dermaga di sepanjang ‘the embarcadero’ atau dermaga nelayan, Pier 39 adalah yang paling menarik dan paling banyak dikunjungi wisatawan. Pier 39 pertama kali dikembangkan oleh pengusaha Warren Simmons dan dibuka 4 Oktober 1978. Toko2 berkembang dengan pesat. Konsepnya memang ‘shopping arcade / pedestrian arcade’. Mobil2 di parkir jauh dari shopping arcade ini. Ada banyak toko souvenir di sekitar dermaga ini, wisatawan dapat berjalan-jalan sambil melihat-lihat suasana perbelanjaan, dan yang paling menarik adalah melihat singa laut yang banyak beristirahat di sana. Untunglah kami sempat melihatnya, meski hanya ada 1 ekor. Meskipun di daerah Fisherman’s Wharf di San Francisco memang menawarkan banyak daya tarik wisata, dengan dermaga-dermaganya yang cantik dan pemandangan pulau Alcatraz yang terkenal, tetapi bintang utama di Pier 39 yang mampu membuat para wisatawan berkumpul, adalah segerombolan singa laut dengan tingkah polahnya, yang jumlahnya dapat mencapai ratusan ekor. Pernah sejak September 1989 jumlah singa laut di Teluk California terus menurun, sedangkan jumlah mereka di Pier 39 secara umum meningkat. Beberapa orang berspekulasi bahwa singa laut pindah ke dermaga karena gempa Loma Prieta 1989, namun sebenarnya gempa terjadi sebulan setelah singa laut pertama tiba di Pier 39. Kemungkinan bahwa singa laut merasa lebih aman di Pier 39, dibandingkan di dalam ganasnya Teluk California.
Setelah puas menikmati Pier 39, kami pulag ke hotel untuk beristirahat. Maklum, perjalanan pulang kami diawali dengan bangun tidur pada pk. 2 dini hari dan mata tidak pernah sekejappun sejak bangun tidur itu. Kami naik bis Line 8 di North Point Stockton ke Powell, lalu menyusur Powell melewati Fransisco, Chestnut, Lombardi sampai Washinton Square, belok ke Columbus Ave sampai Kearny. Selanjutnya sampai bis sampai di ujung jalan Geary dekat Union Square untuk ganti bis kota Line 38, kembali ke hotel dengan menyusuri Geary. Malam itu kami tidur nyenyak, untuk memulihkan stamina yang sudah loyo dan melanjutkan petualangan kami di San Fransisco esok harinya.
(bersambung)
SAN FANSISCO HARI KEDUA
fx. wikan indrarto*)
Hari Selasa pagi, 23 Agustus 2016 yang dingin sekitar 14 derajad C, setelah selesai mengikuti acara the 28th International Congress of Pediatrics (IPA 2016) di ‘West Building Vancouver Convention Centre’, Vancouver, Kanada, kami melanjutkan petualangan di San Fransisco. Pada hari kedua di San Fransisco, dari Hotel Union Plaza di 432 Geary Street kami berjalan sekitar 2 menit sejauh 427 kaki menuju Geary Blvd & Taylor St untuk naik bis kota Muni Line 38 selama 7 menit dengan 7 perhentian, yaitu Jones St, Leavenworth St, Hyde St, Larkin St, Van Ness Ave, Franklin St. dan turun di Gough St. Selanjutnya kami berjalan kaki sekitar 2 menit sejauh 482 kaki untuk mencapai ‘Cathedral of Saint Mary of the Assumption’ yang beralamat di 1111 Gough Street, San Francisco, CA 94109, Amerika Serikat.
Katedral Santa Maria Assumpta, yang saat ini digembalakan oleh Mgr. Harry Schlitt adalah gereja utama untuk para pemeluk agama Katolik Roma, di Keuskupan Agung San Francisco, California. Katedral asli ‘Saint Mary Immaculate Conception’ dibangun pada 1853-1854 dan masih berdiri saat ini. Hal ini sekarang dikenal sebagai Gereja ‘Old Saint Mary’. Pada 1 Mei 1887 uskup agung meletakkan batu penjuru pembangunan gedung gereja baru. Uskup Agung Riordan, kemudian memberkati bangunan baru tersebut sebagai Katedral ‘Saint Mary of the Assumption’ pada 11 Januari 1891. Katedral kedua dibangun oleh Keuskupan Agung San Francisco selama tujuh puluh satu tahun. Pada tanggal 3 April 1962, Joseph T. McGucken menjadi Uskup Agung kelima San Francisco yang bertahta di katedral baru yang terletak di Van Ness Street. Pada tanggal 5 Mei 1971, katedral ini diberkati dan pada tanggal 5 Oktober 1996, secara resmi didedikasikan untuk Perawan Maria dengan nama ‘Cathedral Saint Mary of the Assumption’. Paus Pertama yang merayakan misa di katedral itu adalah Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1987.
Katedral Santa Maria Assumpta ini dirancang oleh arsitek lokal John Michael Lee, Paul A. Ryan dan Angus McSweeney, berkolaborasi dengan arsitek yang dikenal secara internasional Pier Luigi Nervi dan Pietro Belluschi, yang pada saat itu menjabat Dekan Sekolah Arsitektur di MIT. Desainnya menyerupai kapal yang sedang berlayar dan mengingatkan kami akan Katedral Santa Maria yang mirip sekali di Tokyo, yang dibangun awal dekade ini. Ukurannya 77,7 m persegi, tinggi 57,9 m dan dimahkotai dengan salib suci dari logam setinggi 16,7 m. Karena kemiripannya dengan agitator mesin cuci besar, katedral telah dijuluki “Our Lady of Maytag” atau “McGucken ini Maytag”. Bangunan ini pada tahun 2007 dipilih oleh ‘American Institute of Architects’ untuk masuk dalam daftar top 25 bangunan di San Francisco. Setelah khusuk berdoa dan mengucap syukur, kami segera mengambil gambar dari berbagai sudut, untuk mendokumentasikan kemegahan dan keindahan gedung ‘Cathedral of St. Mary of the Assumption’.
Kami melanjutkan perjalanan dengan naik bis kota San Fransisco yang dikenal sebagai Muni karena dioperasionalkan oleh MTA (Municipal Transportation Agency) Line 38 lagi, menyusuri Geary Street, melewati Octavia, Laguna, Buchanan, Wesbter, Fillmore, Steiner, Pierce, Scott, Divisidero, Arguello, 8th Ave, dan turun di Park Presidio Ave. Rute ini sama persis dengan yang kami lalui hari sebelumnya, yaitu dengan berganti bis Muni Line 28 ke Fort Poin di Golden Gate Bridge. Hari Senin pagi, 23 Agustus 2016 saat itu taman di dekat jembatan tersebut sangat longgar karena bukan hari libur, sangat berbeda dengan hari sebelumnya. Kami lanjutkan perjalanan melalui Presidio Parkway dan turun di Richardson Ave, untuk menyaksikan keindahan Palace of Fine Art.
The Palace of Fine Arts di daerah Marina di San Francisco, California, adalah struktur monumental indah yang awalnya dibangun untuk acara Panama-Pacific Exposition tahun 1915, yaitu kegiatan pameran karya seni. Gedung ini dibangun kembali pada tahun 1965 dan proyek renovasi laguna, trotoar, dan retrofit diselesaikan pada awal 2009. Selain sering untuk ruang pameran seni, gedung indah itu juga menjadi tujuan yang populer bagi wisatawan dan merupakan lokasi favorit untuk foto pra pernikahan oleh banyak pasangan di seluruh San Francisco Bay Area. Dibangun di sekitar laguna buatan kecil, Palace of Fine Arts terdiri dari, pergola lebar sekitar 340 m yang mengelilingi rotunda atau tiang besar di pusat yang terletak di tepi air dalam laguna. Air tersebut dimaksudkan untuk menimbulkan bayangan atau echo dalam gaya klasik di Eropa saat dilihat, di mana hamparan air menjadi permukaan cermin untuk memantulkan bentuk bangunan megah dari kejauhan. Ornamen mencakup tiga panel garapan Bruno Louis Zimm yang mengelilingi rotunda, dan melambangkan kebudayaan Yunani. Pematung hebat Ulric Ellerhusen memahat patung perempuan menangis di atas tiang dan dekorasi pahatan alegoris yang menggambarkan kontemplasi, keheranan dan meditasi. Bagian bawah kubah Palace rotunda ini memiliki delapan tiang besar, yang awalnya berisi mural karya Robert Reid. Palace of Fine Arts yang dirancang arsitek William Gladstone Merchant dan Bernard Maybeck tahun 1912 dalam areal seluas 6,9 ha telah dicatat dalam ‘U.S. National Register of Historic Places’.
Setelah puas menikmati keindahan bangunan tersebut, kami melanjutkan dengan berjalan kaki dalam taman indah di Golden Gate National Recreation Area yang dibangun tahun 1900. Pada taman yang terletak di seberang Palace of Fine Arts tersebut, juga terdapat Letterman Digital Arts Center, yang didatangi oleh para mahasiswa dan pekerja film. Di tengah taman berdiri gagah, patung Mr. Eadweard James Muybridge (1830-1904), father of cinema San Fransisco. Setelah melihat berbagai karya pekerja seni, termasuk tempat proses editing film Star Wars edisi ke2, kami lanjut ke Montgomery Steet Barracks. Barak militer yang digunakan pada Civil War 1861-64 dan perang Spanyol Amerika tahun 1898, waktu itu merupakan Music in the Military Presidio Band Barracks yang terkenal sejak tahun 1867.
Di dalam areal tersebut, juga ada The Walt Disney Family Museum (WDFM) yaitu sebuah museum yang menampilkan kehidupan dan warisan Walt Disney. Museum ini terletak di The Presidio of San Francisco, bagian dari National Recreation Area Golden Gate di San Francisco. Bangunan utama dibangun tahun 2009. The Walt Disney Family Museum didanai oleh Walt Disney Family Foundation-sebuah organisasi non-profit yang didirikan oleh ahli waris Disney, termasuk Diane Disney Miller, putri kandung Disney dan pendiri museum. Di dalam bangunan museum utama terdapat 40.000 fitur teknologi terbaru dan bahan bersejarah yang menggambarkan prestasi Disney yang meliputi gambar awal, animasi, film, musik, dan model Disneyland berdiameter 12 kaki. Di lobi museum terdapat 248 penghargaan yang dimenangkan Disney selama karirnya, termasuk Presidential Medal of Freedom dan banyak Academy Awards, termasuk penghargaan kehormatan untuk Putri Salju dan Tujuh Kurcaci, yang terdiri dari satu Oscar berukuran sebenarnya bersama tujuh Oscar kecil yang menggambarkan 7 orang Kurcaci. Ada juga 10 galeri yang menggambarkan cerita dimulai dengan sejarah leluhur Walt Disney dan berakhir dengan saat kematiannya pada tanggal 15 Desember 1966. Miniatur Walt Disney Carolwood Pacific Railroad juga dibangun di halaman belakang museum, termasuk lokomotif Lilly Belle. Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan dengan naik bis Muni Line 43 di depan Presidio Transit Center, menuju ke Lombard Street. Kami melewati Divisadero, Scott, Pierce, Steiner, Fillmore, Webster, Buchanan, Laguna, belok ke kiri dan turun di Chesnut untuk ganti bis Muni Line 30 ke Powell Hyde Cable Car Line.
Kita tahu bahwa Cable Car atau mobil kabel di San Francisco yang dioperasikan secara manual adalah yang tertua di dunia. Mobil kabel merupakan ikon San Francisco, bagian dari jaringan transportasi perkotaan intermoda yang dioperasikan oleh San Francisco Municipal Railway. Dari dua puluh tiga jalur rel yang dibangun antara 1873 dan 1890, tiga rute masih tetap aktif, yaitu dari pusat kota dekat Union Square ke Fisherman Wharf, dan sepanjang California Street. Sebagian besar dari 7 juta penumpang tahunan mobil kabel ini adalah wisatawan, karena ini adalah salah satu tempat wisata yang paling signifikan di kota San Fransisco, bersama dengan Alcatraz Island, Jembatan Golden Gate, dan Fisherman Wharf. Daya tarik mobil kabel tidak menjadi berkurang meskipun sudah ada trem San Francisco, yang beroperasi di Market Street dan Embarcadero. Cable Car The Powell-Hyde (Jalur 60) berjalan dari utara dan melaweti jalan yang curam menanjak di Powell menuju Market, sebelum melintasi garis California Street di puncak bukit. Kemudin menurun dari puncak, berbelok ke kiri, dan menanjak lagi melewati Jackson Street sampai ke puncak di Hyde Street. Jalur ini adalah jalur paling menantang dan sangat diminati oleh wisatawan, sehingga sering terjadi antrian panjang di konter tiket.
Setelah berbaur dengan para wisatawan yang mengagumi mobil kabel tersebut, kami lanjutkan perjalanan dengan naik bis Muni Line 30, menyusuri Columbus dan menyimpang untuk turun di Chesnut. Dari situ kami berjalan kaki 2 blok ke Lombard and Jones, untuk menikmati keindahan sebuah segmen Lombard Street. Segmen jalan tersebut dikenal sebagai ‘crookedest street’ yaitu jalan dari timur ke barat di San Francisco, California, yang merupakan jalan menurun paling curam di dunia. Membentang dari Presidio timur ke Embarcadero, dengan mendatar sebentar di Telegraph Hill, dan dicatat sebagai “jalan yang paling bengkok di dunia “, terletak di sepanjang segmen timur di lingkungan Russian Hill. Jalan itu dinamai Lombard Street oleh Jasper O’Farrell, seorang surveyor dari Philadelphia di San Francisco. Desain jalan menurun tajam ini pertama kali diusulkan oleh pemilik properti Carl Henry dan dibangun pada tahun 1922, yang dimaksudkan untuk mengurangi 27% kemiringan jalan menurun bukit ini, agar tidak terlalu curam untuk kendaraan.
Setelah terengah-engah berjalan mendaki 2 blok dengan kecuraman sekitar 30 derajad, kami harus antri untuk berfoto dengan banyak wisatawan lain. Pada areal tersebut cukup banyak wisatwan yang terkagum-kagum dengan arsitektur jalan menurun dan taman bunga di sekitarnya, sehingga membuat cukup sulit berfoto polos. Setelah menunggu cukup lama dan berhasil foto di tengah kecurman jalan, kami segera melanjutkan perjalan dengan menuruni bukit sebanyak 3 blok, untuk ganti naik Muni Line 30 di akhir Russian Hill. Bis berjalan cepat menyusuri Columbus menyimpang Masont, melewati Washington Square yang padat pengunjung, lanjut Powell, sampai Stockton belok kanan menyusur sisi barat China Town, kemudian berbelok ke kiri menyusuri Mason. Kami turun di Geary dan lanjut pulang ke hotel untuk berkemas-kemas. Sore itu kami akan makan malam perpisahan dengan seorang teman dari Yogyakarta, yang telah bekerja di sebuah bank, yaitu Wells Fargo, sejak 25 tahun lalu. Malam harinya, kami harus check out dari hotel, untuk kembali ke Indonesia.
Terima kasih kami haturkan, kepada semua pihak yang terkait, sehingga perjalanan untuk mengikuti the 28th International Congress of Pediatrics (IPA 2016) di Vancouver Kanada dan petualangan di San Fransisco AS ini, dapat terlaksana. Sampai jumpa dalam perjalanan selanjutnya. Terima kasih.
Sekian
*) pelancong Jawa berdana cekak.
Ditulis di kamar no 608 Hotel Union Plaza
di 432 Geary Street, San Fransisco, California, USA