Categories
dokter Healthy Life Istanbul Jalan-jalan sejarah ziarah

2007 PETUALANGAN DI SPANYOL

PETUALANGAN DI SPANYOL

fx. wikan indrarto dan b. sari prasetyati*)

Perjalanan peziarahan ke Fatima, Portugal utara, pada 10 Oktober 2007 pagi kami teruskan dengan petualangan memasuki negeri Spanyol dengan bis pariwisata melalui jalan bebas hambatan dari Coimbra, kota besar di Portugal utara ke arah Salamanca, kota di Spanyol barat laut. Meskipun di jalan tol, ada aturan bahwa kecepatan bis maksimal 100 km/jam, pengemudi dibatasi jam kerja maksimal 12 jam sehari, bekerja sendiri tidak menggunakan asisten, untuk memudahkan mencari lokasi menggunakan fasilitas alat GPS (Global Posisioning System) tanpa pulsa, yang saat itu GPS belum lumrah di Indonesia. Untuk bis buatan sebelum tahun 2006 ada pencatatannya dengan disc, dan bis buatan setelah tahun 2006 menggunakan chip komputer, untuk memantau aktivitasnya maksimal 12 jam sehari boleh jalan, dan mesin akan mati sendiri apabila melampaui batas waktu. Kami menikmati perjalanan dengan bis pariwisata seperti itu.

baca : https://dokterwikan.com/2018/03/05/2007-mengenang-bunda-maria-di-fatima/

Tujuan petualangan kami adalah Madrid, ibukota Kerajaan Spanyol. Asal nama kota Madrid adalah Majerit yang dalam bahasa Arab berarti tempat yang banyak airnya. Madrid adalah kota di dataran tinggi yang berlimpah persediaan airnya. Sejak tahun 1139 oleh Raja Alfonso I dijadikan ibukota Spanyol, setelah membebaskannya dari bangsa Moor yang muslim dan berpenduduk 450 ribu jiwa. Perbatasan negara antara Portugal dan Spanyol saat ini hanya berupa papan nama kecil dan bekas pintu gerbang tol untuk pemeriksaan imigrasi yang sudah tidak digunakan lagi, terletak di sekitar kota Salamanca. Espanya (E) atau Spanyol, aslinya Espania sebutan yang diberikan oleh bangsa Romawi yang menguasai mereka pada abad ke 3. Spanyol adalah negara ke 3 terbesar di Uni Eropa, setelah Perancis dan Jerman.

Bis pariwisata Spanyol, menjemput kami di Portugal melalui jalan tol internasional

Istirahat sejenak setelah melewati perbatasan Spanyol dengan Portugal

Spanyol menjadi penghubung antara benua Afrika dan Eropa, sehingga menjadi daerah penting dan menjadi jembatan perdagangan sejak jaman dahulu. Penduduknya 41 juta jiwa, tetapi jumlah turisnya dapat mencapai 50 juta jiwa, atau melebihi jumlah penduduknya. Mereka pada umumnya mengunjungi kota Madrid, Barcelona dan Valencia. Selain kota atau tempat wisata, juga ada tempat ziarah agama Katolik seperti Loyola dan Avila. Spanyol, dan juga Portugal tetangganya, terletak di Peninsula (semenanjung) Iberia, pada daratan Eropa yang menjulur mengarah ke benua Afrika. Jenderal Fanco pada tahun 1975 bertindak sebagai diktator militer terakhir di Spanyol. Setelah Jenderal Franco mundur, Spanyol kemudian menjadi kerajaan dengan rajanya Juan Carlos I. Yang terkenal dari Spanyol adalah Real Madrid, sebuah klub sepakbola profesional yang terkaya di seluruh dunia, tarian flamengo dan atraksi matador melawan banteng. Banteng yang digunakan minimal berumur 4 tahun, jantan, sehat dan dikembangkan di peternakan, bukan banteng liar. Atraksi menarik ini hanya berlangsung pada bulan Maret sampai Oktober setiap tahunnya. Sayang, pada saat ini kami tidak ada jadwal menikmati kedua hal yang terakhir itu.

Bis wisata tingkat yang tanpa atap, fasilitas city tour di Madrid yang digemari para wisatawan

Poster Rafael Nadal yang sangat besar, petenis top asal Spanyol juara ATP Master

Kami memasuki kota pertama di dekat perbatasan, yaitu Salamanca, pada tengah hari. Salamanca dibaca sebagai Salamangka, adalah kota budaya sejak abad 12, berpenduduk sekitar 160.000 jiwa. Don Quijote, yang dibaca sebagai Don Kiote, adalah tokoh pahlawan Spanyol yang terkenal yang berasal dari kota yang dibelah sungai Tormes. Orang Eropa selatan, seperti Spanyol dan Portugal tidak terlalu tinggi, bila dibandingkan orang Eropa barat, tetapi berkulit putih bersih. Ada istilah ‘siesta’, kebiasaan tidur siang pada jam 2-5 siang, sehingga semua aktivitas dihentikan sementara, bahkan banyak toko-toko tutup. Kami makan siang sebelum siesta di Restaurante El Bardo Salamanca. Ada istilah dalam Bahasa Spanyol yang selalu kami ingat untuk toilet yang disebut aseos, yaitu caballeros untuk laki-laki dan senoras untuk wanita. Perjalanan dilanjutkan sampai Madrid dan kami mencapainya pada sore hari untuk menginap di Foxa 32 C/ Agustin de Foxa, 32, 28036, Madrid

Tanda lalu lintas yang penuh warna, dalam bahasa setempat yang informatif

Monumen Don Quijote, pahlawan legendaris negeri Spanyol di taman kota Madrid

Pagi berikutnya 11 Oktober 2007, kami mengunjungi Toledo, sebuah kota kuno nan artistik, 100 km selatan Madrid. Di Toledo kita dipuaskan dengan hasil karya pelukis besar Spanyol abad 18, El Greco. Bangsa Romawi yang menguasai Toledo dipaksa keluar pada tahun 213 karena ditaklukkan bangsa Moor yang muslim. Yang luar biasa sejak saat itu adalah munculnya kebersamaan dan toleransi yang tinggi antara umat muslim, kristen dan Yahudi, sehingga ada masjid, gereja dan sinagoga yang besar, megah dan saling berdekatan secara damai. Kota ini dibangun di alam perbukitan secara bertahap dari bagian bawah sampai atas. Puncaknya adalah El Alcazar atau Alkazhar yang dibangun pada masa Raja Carlos V yang adalah benteng besar di atas bukit, dan sekarang menjadi kawasan kota tua Toledo yang mempesona. Masyarakat kebanyakan yang asli Toledo adalah pande besi, ahli pembuat senjata dari logam seperti pedang, tombak, perisai sampai baju besi perlengkapan perang Ksatria Templar yang saat ini miniaturnya menjadi cinderamata khas Toledo. Kota ini dibelah oleh Sungai Tajo atau Tego, yang merupakan sungai terpanjang di Eropa karena mencapai lebih dari 1.000 km sampai ke Lisabon dan masuk ke Samudera Atlantik. Bangsa Moor atau Arab secara efektif menguasai kota ini mulai pada abad 8 selama 3 abad.

Tembok kota tua Toledo dibangun pada abad 16 di sisi utara, sedangkan di selatan dilindungi oleh aliran deras sungai Tego, sehingga membuat Toledo menjadi sebuah kota yang sangat strategis dan aman. Ada lapangan besar di tengah kota yang pada awalnya dahulu digunakan untuk tempat ekskusi para tahanan, sementara sekarang menjadi areal pedestrial yang padat wisatawan. Selain beteng Alkhazar, di kompleks kota tua Toledo juga ada sebuah katedral (gereja besar) yang megah dan terbesar kedua di seluruh daratan Spanyol setelah katedral Sevilla, berarsitektur murni Gothik yang menjulang, dibangun mulai tahun 1226 dan baru lengkap setelah 500 tahun kemudian. Yang khas adalah gambaran pengaruh setiap era pemerintahan dapat dilihat pada semua ornamen katedral. Sebagai contoh adalah Ruang Paduan suara yang bergaya barok dengan kombinasi gaya neo gothik, dibuat dari batu alabaster sesuai dengan gambaran Bait Allah pada Perjanjian Lama. Selain itu, juga bangku kayu untuk umat yang dibuat pada abad 15 dan gambar peperangan antara umat muslim dan kristen dalam Perang Salib, terutama peperangan untuk merebut kota terakhir di daratan Spanyol dari kaum muslim yaitu Granada. Ada patung Bunda Maria yang tersenyum buatan abad 13 dari bahan marmer putih, merupakan patung Bunda Maria menggendong bayi Yesus satu-satunya di dunia, dengan ekspresi tersenyum. Selain itu, ada altar dengan hiasan terbaik di seluruh daratan Spanyol yang terbuat dari kayu dan dilapis atau dilumuri emas. Setiap gambar pada dinding dan atap katedral menceritakan kehidupan Yesus dalam berbagai adegan, seperti sebuah rangkaian film, dengan ukuran gambar dan patung yang semakin ke atas dibuat semakin besar, sehingga nampak jelas meski dilihat dari tempat duduk umat. Pengaruh yang sangat kuat adalah gaya Barok dari abad 15, baik pada patung maupun relief marmer putih asli dari Italia. Ruang besar yang sangat menarik adalah ruang pamer, sebab di situ ada lukisan El Greco, pelukis terkenal Spanyol, Rafael dari Italia, sampai lukisan indah di atap yang dibuat pelukis cepat Luka Yordano dari Italia, yang melukis semua atap hanya selama 1 tahun saja, sebab dia melukis dengan ke 2 buah tangannya secara simultan. Lukisan terdindah dan satu-satunya di dunia adalah ke12 lukisan foto wajah para murid (Rasul) Yesus yang dilukis El Greco. Lukisan yang paling baik dan merupakan masterpiece adalah lukisan tentara Romawi yang melucuti pakaian Yesus saat akan disalibkan. Sayang sekali, semua keindahan tersebut tidak boleh difoto, untuk menghindari plagiatisme lukisan.

Panoramik kota tua Toledo, Spanyol dengan katedral dan benteng Alkazar di kejauhan

Ksatria Templar, pasukan Perang Salib dengan senjata dan baju baja dari Toledo

Ruang selanjutnya yang kami kunjungi adalah Ruang Harta Karun, yang dibangun persis di bawah menara lonceng katedral. Dinamakan demikian sebab di dalam ruangan tersebut ada tersimpan benda-benda dengan nilai finansial sangat tinggi yang dipersembahkan oleh orang-orang kaya, sebagai donasi. Selain itu juga tersimpan salib dan cincin milik kardinal atau paus, juga duplikat kitab suci dalam bentuk dan ukuran yang sama persis, sebab yang asli sudah berumur 700 tahun dan berasal dari Perancis. Harta yang paling mahal yang tersimpan di situ adalah menara persembahan yang terbuat dari emas dan perak buatan abad 15 dan 16, seberat 200 kg. Menara persembahan tersebut disebut juga ‘corpus christi’, sebab di bagian tengahnya ada mangkok kaca yang sering diisi oleh hosti suci, lambang tubuh Yesus. Menara tersebut masih selalu digunakan pada parade perarakan tubuh Kristus pada minggu I setiap bulan Juni. Selain itu masih ada juga mahkota ratu atau permaisuri buatan abad 15 dan 16 dengan bahan perak, emas dan mutiara, yang pada awal pembuatannya dirancang untuk ratu yang berpola terbuka, tetapi pada akhirnya rancangan tersebut diteruskan untuk Bunda Maria yang yang berpola tertutup. Kami juga tidak dijinkan untuk mengambil foto semua benda tersebut. Perjalanan kami lanjutkan ke Gereja Santo Tomas, sebab di dalamnya berada gambar yang jadi masterpiece pelukis hebat El Greco di atas kanvas besar dengan cat minyak dan lukisan tersebut tidak pernah berpindah tempat sejak semula. Gambar tersebut melukiskan tentang kejadian yang terjadi pada tahun 1323.

Terlihat adanya utusan dari sorga, yaitu Santo Stefanus yang di sebelah kiri dan Santo Agustinus yang memakai topi, keduanya sedang menguburkan sesosok jenazah. Itu adalah jenazah Walikota Orga Don Gonzalo Ruiz De Toledo yang dicintai rakyatnya dan dikatakan selalu berbuat baik. Di bagian atas digambarkan situasi surga, yaitu Yesus dengan baju putih, Bunda Maria, Santo Petrus dan Santo Yohanes Pembaptis. Sekali lagi sayang sekali, semua keindahan tersebut tidak boleh difoto, untuk menghindari plagiatisme lukisan.

Setelah itu, perjalanan kami lanjutkan dengan menyusuri lorong sempit untuk mencapai sebuah sinagoga. Di dalam kota tua Toledo terdapat bekas sinagoga (tempat beribadat umat) Yahudi yang sekarang digunakan untuk museum dan tidak lagi dipakai sebagai tempat ibadah. Banyak orang akan mengira bangunan tersebut adalah masjid, sebab bentuknya sangat mirip. Gereja, sinagoga dan masjid yang ada di Toledo semua dibangun oleh tenaga kasar orang-orang Arab, sehingga bentuknya sangat mirip. Orang Islam, Kristen dan Yahudi di sana sangat toleran dalam keseharian selama lebih dari 3 abad. Pada abad 15 ada 10 sinagoga, sekarang hanya tinggal 2 buah yang dapat dikunjungi wisatawan. Gereja Santa Maria Lablanca (yang berarti putih) digunakan sebagai nama pada sinagoga mayor (terbesar di seluruh Eropa) ini. Gedung ini sangat unik, sebab namanya Kristen, bangunannya berarsitektur Islam (Arab), tetapi digunakan untuk umat Yahudi, sehingga merupakan simbol toleransi. Di situ dapat dilihat tiang-tiangnya yang berbentuk 8 sisi gaya muslim (oktagonal), bukan 6 sisi gaya Yahudi (Bintang Daud).

Katedral besar di Toledo yang indah, hanya boleh difoto bagian luarnya saja

Jembatan di atas sungai Tejo, dibuat abad 14 untuk jalan keluar dari kota Toledo

Kota Madrid berada 660 m di atas laut dan merupakan ibukota negara Eropa yang tertinggi di atas permukaan laut. Madrid dari bahasa Arab ‘Majerid’ yang berarti tempat yang banyak air, sebab sekitar 40% daerahnya merupakan penghasil air. Selain itu, Madrid juga dikenal sebagai kota ke 2 yang merupakan ibukota negara Eropa yang memiliki berbagai jenis pohon atau tumbuhan paling banyak. Warga kota utama Madrid sebanyak 3 jutaan,sedangkan sebanyak 5 jutaan warga yang lain mendiami kompleks di pinggiran kota utama. Real Madrid adalah sebuah klub sepak bola profesional yang didirikan pada tahun 1914, memiliki sebuah stadion sangat megah di tengah kota, dapat menampung sampai 90 ribu orang penonton sekaligus, dibuat dari bahan semen semua, dilengkapi dengan sistem pemanasan di bawah lapangan, agar rumputnya tetap hidup baik di sepanjang musim dingin.

Selain itu kami juga melihat sebuah gedung bertingkat 48 dengan dinding bertuliskan banyak angka-angka tahun penting, dibuat dengan arsitektur dan material khusus, oleh karena dibangun tepat di atas dan berdekatan dengan stasiun kereta bawah tanah (subway) yang memiliki goncangan sangat besar secara terus menerus. Selanjutnya kami melihat Columbus Stadium, bangunan ini digunakan untuk menghormati peristiwa penemuan benua Amerika oleh Christopher Columbus pada tanggal 12 Oktober 1492. Sejak itu selalu dilakukan berbagai carnaval dengan tujuan Taman Penemuan (Discovery Resort) pada setiap tanggal 12 Oktober, juga sekaligus untuk menghormati Bunda Maria.

Suporter Jawa di Santiago Barneube, milik klub sepak bola Real Madrid yang megah

Istana Raja Spanyol di pusat kota Madrid dengan 2800 buah kamar

Kami juga mengunjungi Royal Palace atau Istana Raja di tengah kota Madrid, yang pada awalnya berupa benteng pasukan bangsa Moor pada tahun 711. Setelah dikuasasi oleh Raja Philip V, dibantu Sabatini, arsitek Italia, yang membangun selama rentang 26 tahun dan mencapai 2.800 kamar. Sejak tahun 1764 sampai 1971 selalu digunakan untuk tempat tinggal raja dan keluarganya dari Dynasti Bourbon, yang memerintah Kerajaan Spanyol. Keindahan istana tersebut, juga kekayaan artistik ataupun finansialnya sama sekali tidak dapat kami ambil fotonya. Penjagaan sangat ketat dan para wisatawan dilarang keras mengambil foto. Setiap kamar dalam istana yang indah itu, dipenuhi oleh benda-benda seni, baik patung, lukis, tata ruang maupun seni pencahayaan yang sangat indah sekali, tidak terlukiskan dengan kata-kata.

Espana a Calvo Sotelo patung batu di antara 2 gedung miring dekat Chamartin, Madrid

Gran Via dekat Plaza Mayor, di Madrid Spanyol, tempat belanja yang sangat luas dan penuh gaya.

Kami melanjutkan perjalanan dalam kota Madrid, Spanyol dengan melihat Gran Via, Catedral de la Almudena, Plaza de Cibeles, Plaza Mayor, Estacion de Atocha, Estadio Santiago Bernabeu, Fuente de Cibeles, Iglesia Catedral de Las FAS (Fuerzas Armadas de Espana), patung Espana a Calvo Sotelo, patung di antara gedung miring Realia di dekat terminal Chamartin. Bangunan antik di Gran Via dan gedung miring Realia dapat kami foto untuk kenangan, meskipun agak kesulitan proses pengambilannya. Maklum, kedua daerah tersebut sangat padat wisatawan yang sering kali juga berfoto bersama di lokasi tersebut. Istilah dalam Bahasa Spanyol yang sampai sekarang kami ingat terus misalnya Prohibido Fumar (dilarang merokok) dan Gracias por su visita (terima kasih atas kunjungan anda). Setelah berkemas, kami pulang dengan pesawat KLM ke Jakarta melalui Amsterdam dan Kuala Lumpur seperti saat kami berangkat tempo hari. Perjalanan pulang sangat terasa membosankan, sebab petualangan kami rasanya belum cukup. Demikianlah ziarah yang dilengkapi dengan petualangan di tahun ini, telah diselesaikan dengan baik. Disampaikan banyak terima kasih, kepada para eyang yang telah menjaga anak-anak selama kami pergi. Juga para pembaca sekalian yang kami harapkan akan tergugah semangatnya untuk melakukan perjalanan dan mencatatnya secara detail, serta menuliskan ceritanya seperti kami, agar kita saling melengkapi informasi. Amin.

sekian

*) peziarah sekaligus pelancong dari tanah Jawa

perjalanan ke Portugal dan Spanyol ini berlangsung pada 8 sampai 12 Oktober 2007

Disusun di Yogyakarta, setelah kembali ke rumah

Categories
Healthy Life Jalan-jalan sekolah ziarah

2007 MENGENANG BUNDA MARIA DI FATIMA

MENGENANG BUNDA MARIA DI FATIMA

fx. wikan indrarto dan b. sari prasetyati*)

Penampakan Bunda Maria telah terjadi di banyak tempat di seluruh dunia, meskipun ada juga yang belum diakui kebenarannya oleh otoritas tertinggi Gereja Katolik di Vatikan. Misalnya yang dilihat Juan Diego, seorang petani Indian Aztec di Guadalupe, Meksiko (1531), Santa Katarina Laboure di Paris (1830), 3 anak di La Salette, Perancis (1846), Santa Bernadette Soubirous di Lourdes, Perancis (1858) dan Lucia, Francesco serta Jacinta di Fatima, Propinsi Leiria Portugal (1917). Terakhir yang diakui Vatikan adalah penampakan yang dilihat oleh Nyonya Maria Beirne di Knock, Irlandia (1879). Pada tahun 2007 ini, kami berbulat tekat mengunjungi Fatima, di Portugal utara, untuk mengenang penampakan Bunda Maria pada ketiga anak suci, yaitu Lucia, Francisco dan Jacinta. Kami berangkat dari Jakarta dengan pesawat KLM Boeing 747-400 superjumbo, transit sebentar di Kuala Lumpur dan Amsterdam. Perjalanan kami dilanjutkan dengan KLM Boeing 737-300 menuju Lisabon yang perlu 3 jam perjalanan. Kami menginap di Radisson SAS Hotel yang beralamat di Av. Marechal Craveiro Lopes, 390, 1749-009 Lisboa, Portugal, tepatnya di seberang stadion sepak bola milik klub Sporting Lisabon.

Nampang sebentar di depan stadion sepak bola milik klub Sporting Lisabon yang gagah

Patung Raja Alfonso Henriques (1110-1183) di taman kota Lisabon yang nyaman

Penduduk kota Lisabon, ibukota Portugal berjumlah sekitar 3 juta jiwa, sedangkan total penduduk Portugal ada sekitar 11 juta jiwa lebih. Portugal saat ini dapat dikatakan sebagai negara yang termiskin di Eropa barat. Masa kejayaan bangsa Portugis yang pertama terjadi pada abad 15, saat banyak tokohnya berlayar mencari dunia baru di Afrika, Asia, Amerika bahkan Australia dengan tokohnya yang termashur Magelhens dan Vasco da Gama. Masa kejayaan ke 2 terjadi pada abad 18 saat mereka berhasil menambang emas dalam jumlah besar dari seluruh daratan Brasil. Jalur perdagangan di Eropa selatan pada jaman dahulu dimulai dari Lisabon, terutama berkembang sejak jaman penjajahan Romawi. Bangsa Moor yang beragama Islam (muslim) dapat menjajah lebih dari separo wilayah Portugal sekarang pada abad 12 dan menjadikan Lisabon sebagai ibukota sejak saat itu. Pada perkembangannya, Portugal bergabung masuk ke dalam UE (Uni Eropa) pada tahun 1982 bersamaan dengan tetangganya, Spanyol. Produk utama Portugal adalah kayu cork, yang biasa dibuat untuk tutup botol anggur dan pohonnya ditanam dalam waktu 9 tahun. Produksinya secara nasional mencapai 99 juta tutup botol anggur per hari untuk keperluan diekspor ke seluruh daratan Eropa. Produk pertambangan meliputi tembaga (kedua terbesar di seluruh Eropa), besi dan marmer. Produk unggulan lainnya adalah minyak zaitun dan anggur. Pendapatan atau gaji rata-rata penduduk Portugal tahun ini adalah 650€/bulan, yang merupakan gaji kedua terkecil dibandingkan gaji penduduk di seluruh daratan Eropa. Negara yang paling tinggi gaji penduduknya, yaitu mencapai 3.200€/bln adalah Luxemburg, sedangkan yang paling rendah adalah Rumania dengan 150€/bln. Komposisi agama penduduknya yang mayoritas adalah Katolik 65%, Protestan 30%, sedangkan 5% adalah lain-lain. Lisabon, ibukota Portugal dibangun di sepanjang aliran Sungai Tejo. Sungai Tejo atau Tajo, yang panjangnya 1.200 km mulai dari Spanyol tengah, membelah kota tua Lisabon. Pada tahun 1515 dibangun sebuah beteng pertahanan di tepi sungai tersebut dan sampai sekarang masih nampak utuh bagian depannya untuk dikunjungi para wisatawan. Di sebelahnya ada monumen pesawat terbang mini bermesin tunggal yang telah berhasil menempuh 8.088 km dari Lisabon ke Rio de Janeiro, di Brasil. Pesawat yang disebut ‘Santa Cruz’ tersebut melintasi samudera Atlantik pada bulan November 1991. Monumen Penemuan (Discovery Monument), lambang penemuan dunia baru oleh para pelaut Portugis yang gagah berani, didirikan di tepi sungai Tajo untuk mengenang jasa, semangat dan keberanian para pelaut Portugis.

Pesawat ‘Santa Cruz’ di samping beteng tua, tepi Sungai Tejo yang membelah kota Lisabon

Monumen Penemuan, berbentuk kapal berisi para tokoh penemu dunia baru asal Portugis

Merekalah yang berhasil menemukan jalur pelayaran ke seluruh dunia pada tahun 1448, terutama Vasco da Gama, setelah mereka berhasil menemukan teknologi pembuatan layar menjadi berbentuk kotak, sehingga laju kapal dapat lebih dikendalikan. ‘Discovery Monument’ ini merupakan hadiah dari Pemerintah Afrika Selatan, sebab Vasco da Gamalah yang mendarat di Cape Town, ujung selatan Afrika Selatan pada tahun 1488, sebelum melanjutkan pelayaran sampai di Natal 1492. Kolonisasi Portugis dimulai sejak mereka berhasil mencapai India dan menguasai hampir seluruh dunia, sehingga bahkan akhirnya ditandatanganilah perjanjian dengan Spanyol, untuk membagi 2 wilayah jajahan di seluruh dunia.

Tokoh penting di balik keberhasilan penjelajahan samudera bangsa Portugis adalah Pangeran Henry. Pangeran ini sering disebut ‘Henry the navigator’, adalah pelaut ulung dan merupakan donatur utama untuk proses penjelajahan atau ‘discovery’. Pangeran ini adalah anak Raja Jose III dan panglima perang salib yang gagah berani. Patung Pangeran Henry berdiri gagah paling depan di ‘Discovery Monument’ yang berbentuk seperti geladak sebuah kapal, diikuti di belakangnya oleh Raja Alfons V, raja yang paling ambisius, lalu Vasco da Gama diurutan ketiga sebagai komandan petualangan, Bartholomeus Diaz, sebagai pencatat seluruh kegiatan petualangan dan lain-lain. Fransciscus Xaverius, meskipun sebenarnya seorang Spanyol, beridiri di urutan terakhir sebagai misionaris ordo Jesuit yang mengikuti petualangan sampai ke Jepang. Melintasi sungai Tajo ada jembatan seperti ‘Golden Gate’ (jembatan gantung terpanjang di San Fransisco) yang awalnya di tahun 1966 disebut ‘suspension bridge’, lalu diganti menjadi ‘Salasar Bridge’, untuk menghormati presiden diktator militer Jenderal Salasar. Setelah kediktatorannya tumbang, diubah namanya menjadi ‘jembatan 25 April’, untuk mengenang tanggal dimulainya revolusi Portugal menentang rezim Salasar. Jembatan ini memiliki panjang 3,2 km dengan 2 tingkatan (level), untuk mobil 4 jalur di atas dan untuk kereta api 2 jalur di bawah. Perahu dan kapal besar, termasuk kapal pesiar mewah dapat lewat di bawahnya. Ada patung ‘Yesus Memberkati’ di samping jembatan seperti petung serupa di Brazil yang dibuat tahun 1951, tetapi ukurannya lebih kecil. Selain itu, ada jembatan lain sepanjang 17 km di sebelah hulunya yang diberi nama jembatan Vasco Da Gama dan merupakan jembatan terpanjang ke 2 di dunia.

Di seberang sungai Tajo terdapat biara St. Heronimus, namanya dikenang untuk tokoh yang bekerja keras dengan dibantu Santa Paulina dalam menerjemahkan Alkitab dari Bahasa Ibrani ke dalam Bahasa Latin. Arsitektur biara tersebut gabungan gaya antara Gothik dan Mikhelen yang dibangun dalam rentang waktu 1 abad lamanya. Pendanaan pembangunannya dengan cara pajak paksa 5% atas semua kapal yang berlayar di sungai Tajo lewat depan biara tersebut. Biara tersebut pernah rusak karena gempa bumi hebat dan kebakaran, tetapi sekarang sudah diperbaiki dan digunakan juga untuk makam para raja beserta keluarganya. Setelah dijadikan museum dibagi menjadi museum angkatan laut yang sedikit tertutup dan museum arkeologi yang sangat terbuka untuk wisatawan. Lokasi biara tersebut dalam Bahasa Portugis disebut ‘Belem’ atau dalam Bahasa Indonesia ‘Bethlehem’. Perjalanan kami lanjutkan mengunjungi Plaza de Comercio, yaitu lapangan luas bekas alun-alun istana raja dengan patung marmer hijau Raja Jose I yang gagah. Kami sempat berfoto sejenak di situ, sedangkan di sebelahnya ada patung marmer putih Raja Joao I, ayah Pangeran Henry atau lebih dikenal sebagai ‘Henry the navigator’.

Biara Santo Hironemus yang megah, artistik dan gagah di tepi sungai Tajo, Lisabon

Patung Raja Jose I dari marmer hijau di Plaza de Comercio tengah kota Lisabon

Plaza de Comercio terletak dekat ‘Rose House’ dan gedung opera besar yang anggun. Jalanan di sekitar situ sangat lebar, ada banyak bis pariwisata, trem dan jalur pedestrian (pejalan kaki) yang lebar dan teduh, karena banyak pohon yang rindang dan besar atas rancangan Markis de Bomba, arsitek besar Portugis abad pertengahan.

Perlu diketahui bahwa terdapat 21 buah propinsi di seluruh wilayah Portugal. Perjalanan kami lanjutkan ke Lieria, sebuah propinsi di bagian utara Portugal, dimana Fatima terletak. Tempat tersebut adalah tujuan utama peziarahan kami. Fatima sebenarnya adalah nama salah seorang anak perempuan Nabi Muhammad SAW, sebab nama tersebut diberikan saat bangsa Moor, yang beragama Islam (muslim), menjajah daerah tersebut. Fatima adalah kota kecil yang menjadi salah satu pusat peziarahan umat Katolik dunia, sebab ada Lucia de Santos atau Lucia de Jesus dan sepupunya, yaitu Francesco Marto dan adiknya Yasinta Marto, yang mendapat penampakan Bunda Maria. Sejarah singkat ketiga anak suci tersebut adalah LUCIA DE JESUS yang lahir pada tanggal 22 Maret 1907 di Aljustrel, Fatima. Pada 17 Juni 1921 dia masuk di sekolah Vilar di Porto, kemudian menjadi suster dalam konggregasi Santa Dorothea. Kemudian beliau pergi ke Tuy dan disebut Maria Lucia dari Dolours, menerima kaul pertama pada tanggal 3 Oktober 1928 dan kaul kekal pada tanggal 3 Oktober 1934. Pada tanggal 25 Maret 1948 dipindahkan ke Coimbra untuk bergabung dengan Karmel Bunda Theresa dan berganti nama menjadi Suster Maria Lucia dari Hati Kudus. Suster Lucia meninggal dunia pada tahun 2005 yang lalu. FRANCISCO MARTO yang lahir pada tanggal 11 Juni 1908 di Aljustrel. Dia meninggal dengan tenang pada tanggal 4 April 1919 di rumahnya. Jenazahnya dipindahkan ke Basilica pada 13 Maret 1952. Yang terakhir adalah JACINTA MARTO yang lahir di Aljustrel pada tanggal 11 Maret 1910 dan meninggal pada tanggal 20 Februari 1920 di Rumah Sakit Estefania di Lisabon setelah mengalami sakit dan nyeri hebat yang lama. Jenazahnya dipindahkan dari makam keluarga ke makam Fatima pada tanggal 12 September 1935 dan terakhir dipindahkan ke Basilica pada tanggal 1 Mei 1951. Francisco dan Jacinta telah dinobatkan sebagai orang suci yang terberkati pada tanggal 13 Mei 2000 oleh Paus Yohanes Paulus II di Fatima.

Loca do Anjo di dekat Poco Do Arneiro tempat Gabriel menyapa ke3 anak yang mengabarkan kedatangan Bunda Maria

Rumah Lucia yang tetap dalam bentuknya semula, sekarang menjadi museum

PENAMPAKAN BUNDA MARIA

Pada tanggal 13 Mei 1917 ada 3 orang anak kecil yang menggembalakan ternak kambingnya di Cova da Iria, Fatima dekat Vila Nova de Ourem, saat ini masuk wilayah propinsi Leiria, Portugal utara. Mereka adalah Lucia de Jesus, 10 tahun, dan sepupunya Francisco dan Jacinta Marto, 9 dan 7 tahun. Pada tengah hari, setelah berdoa rosario, seperti kebiasaannya, mereka mendirikan sebuah sebuah mainan berbentuk rumah kecil dari batu, yang sekarang di atasnya sudah dibangun sebuah Basilica (gereja besar). Tiba-tiba mereka melihat langit yang cerah dan mereka sangat ketakutan, sehingga lari pulang. Pada saat mereka lari pulang, berkelebatlah cahaya yang menyinari tempat itu dan mereka melihat pada puncak pohon holmoak, pohon yang biasa tumbuh di Portugal dan Spanyol yang biasanya digunakan untuk menyimpan anggur, nampak Bunda Maria yang mereka sebut sebagai ‘seorang wanita yang lebih cerah dibandingkan matahari’ dengan rosario putih pada lengannya. Wanita tersebut mengatakan kepada ketiganya, bahwa mereka harus berdoa lebih banyak dan mengundang mereka untuk datang ke Cova da Iria selama 5 bulan berturut-turut, setiap tanggal 13 pada jam yang hampir sama. Mereka bertiga melaksanakannya dan pada tanggal 13 bulan Juni, Juli, September dan Oktober 1917, Bunda Maria atau wanita tersebut menampakkan diri dan berbicara kepada mereka di Cova da Iria. Ketiga anak itu dipesan untuk terus berdoa Rosario agar terjadi perdamaian dunia, karena saat itu sedang terjadi Perang Dunia I. Pada tanggal 19 Agustus 1917, penampakan terjadi di Valinhos, 500 m dari Aljustrel, sebab pada tanggal 13 Agustus ketiga anak tersebut disekap oleh kepala desa Vila Nova de Ourem.

Gerbang rumah Lucia dalam berbagai bahasa, rumah itu sekarang menjadi museum

Patung Yesus dari kayu gelondongan, di halaman Basilica Fatima, Portugal

Pada penampakan terakhir, yaitu 13 Oktober 1917, yang disaksikan secara langsung oleh sekitar 17.000 orang, Bunda Maria meminta di tempat tersebut didirikan sebuah kapel (gereja kecil) untuk berdoa kepadanya. Pada penampakan tersebut Bunda Maria juga mengungkapkan dirinya, sebagai Yang dikandung Tanpa Dosa (Immaculate Heart of Mary) dan Ibu Rosario (Lady of Rosary). Setelah penampakan terakhir semua yang hadir menyaksikan mukjijat yang dijanjikan kepada ketiga anak tersebut pada bulan Juli dan September 1918, yaitu matahari nampak seperti kepingan perak roda api dan terlihat jatuh ke bumi. Setelah sekian lama, saat Lucia de Jesus sudah menjadi seorang suster dalam konggregasi Santa Dorothea, sang Bunda Maria menampakkan diri lagi di Spanyol (tanggal 10 Desember 1925 dan 15 Februari 1926 di Convent of Pontevedra dan pada malam tanggal 13 Juni 1929 di Convent of Tuy), memenuhi permintaan pada devosi 5 Sabtu pertama (untuk berdoa Rosario, merenungkan misteri rosario, mengikuti dan menerima hosti suci) dan konsekrasi untuk menghormati Hati yang Kudus. Permintaan ini disampaikan pada penampakan tanggal 13 Juli 1917 dan disebut ‘Rahasia Fatima’. Beberapa tahun kemudian Sr. Lucia mengatakan bahwa antara bulan April dan Oktober 1916 malaikat Tuhan menampakkan diri pada ketiga anak pada 3 kesempatan, yaitu 2 kali di Cabeco dan sekali di sumur dalam kebun di belakang rumah Lucia, yang memintanya untuk berdoa. Francisco meninggal pada tahun 1919 dan Yasinta meninggal tahun 1920, keduanya meninggal pada umur 11 tahun karena TBC dan pneumonia. Saksi hidup terakhir penampakan Bunda Maria adalah Sr. Lucia yang baru meninggal tahun 2005 dan menjadi suster pada biara Carmel of Theresia di Coimbra, sebuah kota besar di Portugal timur laut. Paus Yohanes Paulus II yang sangat dekat secara pribadi dengan Sr. Lucia, pada tanggal 13 Mei 1981 ditembak oleh Mehmed Ali Agca, seorang muslim dari Turki, di Vatikan. Secara aneh pelurunya ada di mahkota patung Bunda Maria di Fatima. Pesan Bunda Maria lewat Sr. Lucia adalah untuk selalu juga mendoakan orang-orang yang lemah, setelah doa rosario harian. Sejak tahun 1917 para peziarah dari berbagai belahan dunia tidak pernah berhenti mengunjungi Cova da Iria, terutama pada tanggal 13 setiap bulan.

Basilica Fatima Portugal yang besar, gagah dan luas dibangun pada tahun 1928

Kapel yang dibangun di tempat pohon oak menjadi tempat penampakan Bunda Maria

Perlu waktu hampir 1,5 jam perjalanan saat kami melalui jalan tol dari Lisabon ke Fatima. Pertama kami mengunjungi Poco Do Arneiro, tempat penampakan malaikat Gabriel, di belakang rumah Francisco. Di situ dibangun taman dengan patung malaikat dan ketiga anak. Kemudian kami mengunjungi rumah Lucia dan rumah Francisco, yang keduanya tetap utuh, tidak diubah bentuknya dan saat ini digunakan sebagai museum. Setelah itu kami mengunjungi sanctuary atau gereja besar (basilika) Fatima. Basilica tersebut dibangun pada tahun 1928, persis di tempat dimana ketiga anak tersebut dahulu melihat penampakan Bunda Maria secara langsung. Di dalam basilika terdapat makam ke 3 anak tersebut, juga ada kapel penampakan dengan patung Bunda Maria, persis dimana dahulu pohon halmoak tumbuh. Banyak peziarah yang melakukan ritual jalan dengan berlutut, sepanjang lapangan basilica sampai kapel penampakan, yang dipercaya untuk menebus semua dosanya. Di Cova da Iria, dimana terdapat basilica besar tersebut, dilengkapi dengan 4 patung orang kudus asal Portugal yang ada di pintu gerbang, yaitu St. Yohanes Tuhan, St. Yohanes de Britto, St. Antonius dan St. Nuna Maria. Selain itu, masih banyak patung yang lain di dalamnya, seperti St. Theresia dari Avila dan St. Ignasius dari Loyola. Pada Kapel Penampakan yang dibangun tepat dimana Bunda Maria menampakkan diri, terdapat patung Bunda Maria yang dikunjungi sekitar 4 juta peziarah setiap tahun. Basilica yang mulai dibangun tahun 1928 baru selesai tuntas pada tanggal 7 Oktober 1953. Gambaran di atas altar menceritakan penampakan dan pemberian pesan Bunda Maria kepada ketiga anak yang dilukis oleh seniman besar, Angel of Portugal. Paus yang sudah pernah melakukan kunjungan ke sana adalah Paus Pius XII, Johanes XXIII, Paulus VI dan Yohanes Paulus II. Masih ada tersisa sebuah pohon holmoak besar yang pada jaman dahulu digunakan oleh ketiga anak menunggu penampakan Bunda Maria sambil berdoa Rosario dan sampai sekarang selalu digunakan oleh para peziarah untuk berdoa rosario juga. Di tengah halaman yang sangat luas terdapat patung Hati Kudus Yesus yang didirikan pada tahun 1932. Pecahan Tembok Berlin (lambang perpecahan Jerman yang berdiri tegak dari tanggal 13 Agustus 1961 sampai 9 November 1989) diletakkan pada pintu sanctuary atau basilika atas ide Virgilio Casimiro Ferreira, seorang emigran Portugis di Jerman. Hal tersebut melambangkan campur tangan Tuhan pada tumbangnya komunisme. Pecahan tembok tersebut berberat 2.600 kg, panjang 3,6 m dan tinggi 1,2 mt dan dirancang oleh arsitek J. Carlos Loureiro pada tanggal 13 Agustus 1994. Selain itu, masih ada salib suci, monumen Paus Paulus VI, Pius XII dan monumen D. Jose Alves Correia da Silva, uskup pertama yang melakukan restorasi Leiria (1920-1957).

Gerbang bandara Lisabon, saat datang pertama kali di Portugal

Gerbang Fatima, saat pertama kali sampai di kompleks Fatima Portugal

Setelah berdoa rosario, bermeditasi dan berfoto bersama segenap anggota rombongan, kami kemudian menginap di Hotel Tryp Coimbra, Av. Amando Gonsalves 20 Ap. 2056-3000-059 Coimbra, Portugal. Hal yang menarik dan sangat bagus adalah lampu lorong hotel, yang hanya akan menyala secara otomatis kalau pintu kamar atau lift dibuka dan akan ada orang lewat, sehingga tidak menyala sepanjang malam dan terjadi pemborosan energi sia-sia. Malam itu kami beristirahat dengan nyenyak untuk melanjutkan perjalanan, menyeberang ke daratan negeri Spanyol esok harinya.

bersambung dengan petualangan di negeri Spanyol

baca : https://dokterwikan.com/2018/03/07/2007-petualangan-di-spanyol/

sekian

*) peziarah sekaligus pelancong dari tanah Jawa

wa.me/
wa.me
Halo, ada yang dapat dibantu?