Categories
anak Healthy Life Jalan-jalan politik sekolah

2018 Pesiar di Kupang, NTT

PESIAR   KELUARGA  DI  KUPANG,  NTT

fx. wikan indrarto*)

Kami sekeluarga (dengan Eyang Putri, Dik Bimo dan Dik Laras) melakukan petualangan (pesiar) ke Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mengunjungi anak sulung kami (mas Yudhi) yang sedang menjalankan tugas PIDI (Program Internship Dokter Indonesia), di RS Bhayangkara Polda NTT di Kupang. Keluarga Dr. Silas dari Wonosari, Gunung Kidul juga berangkat bersama kami dengan maksud yang sama.

Perjalanan diawali dari Yogyakarta dengan menggunakan penerbangan Lion Air JT 560 pada Kamis, 28 Juni 2018. Setelah terbang sekitar 1 jam 15 menit, kami mendarat di Denpasar, Bali. Pada transit sekitar 2 jam tersebut, kami sempat bertemu dengan adik sepupu Wahyu Prasetyaningtyas (Aning), owner dan CEO Lentera Hati International School, di Jl. Taman Maruna no 14, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Bali di ruang tunggu kedatangan penumpang untuk makan menu spesial, yaitu sate penyu sate yang dibuat dari daging penyu. Sate ini terutama banyak disajikan dan dijajakan hanya di Bali. Meskipun sangat enak, tetapi daging penyu sebenarnya berkolestrol tinggi dan penyu juga merupakan hewan terlindung secara hukum.

 Berangkat dari Jogja  Transit di Bali
Terbang dari Yogyakarta dengan pesawat Lion Air JT 560 pada Kamis, 28 Juni 2018.
Saat transit di Denpasar bertemu adik sepupu (Wahyu Prasetyaningtyas) untuk makan sate penyu 

Lion Air adalah sebuah maskapai penerbangan bertarif rendah dan merupakan maskapai swasta terbesar di Indonesia. Lion Air mengalami penambahan armada secara signifikan sejak tahun 2000 dengan kontrak pengadaan pesawat baru, dengan total keseluruhan sebesar US$ 46.4 Milliar untuk armada 234 unit Airbus A320 dan 203 Pesawat Boeing 737 MAX. Lion Air mengoperasikan lebih dari 100 buah pesawat Boeing 737-800/900ER seperti yang kami tumpangi selanjutnya, yaitu Lion Air JT 924 selama 1 jam 45 menit untuk mendarat di Kupang. Kota Kupang adalah sebuah kotamadya dan sekaligus ibu kota provinsi NTT. Kotamadya ini adalah kota yang terbesar di Pulau Timor yang terletak di pesisir Teluk Kupang, bagian barat laut pulau Timor.

 RUMAH "WAKIL GUBERNUR^ RESIDENSI TIMOR JADI TEMPAT SIMPAN GEROBAK I,  Catatan Matheos Victor Messakh | MediatorKupang

Pantai Pasir Panjang (Kupang, Indonesia) - Review - Tripadvisor

Kediaman residen di Kupang di jaman Kolonial Belanda (1870-1910)
Pemandangan senja di pantai Pasir Panjang, Kupang yang menarik mata

Nama Kupang sebenarnya berasal dari nama seorang raja, yaitu Nai Kopan atau Lai Kopan, yang memerintah Kota Kupang sebelum bangsa Portugis datang ke NTT. Pada tanggal 29 Desember 1645, seorang padri Portugis yang bernama Antonio de Sao Jacinto tiba di Kupang. Dia mendapat tawaran tinggal menetap dari Raja Helong. Pada tahun 1653, VOC mendarat di Kupang dan berhasil merebut bekas benteng Portugis Fort Concordia, yang terletak di muara sebuah sungai ke Teluk Kupang di bawah pimpinan Kapten Johan Burger. Kedudukan VOC di Kupang langsung dipimpin oleh Openhofd J. van Der Heiden. Nama Lai Kopan kemudian disebut oleh Belanda sebagai Koepan dan dalam bahasa sehari-hari menjadi Kupang. Untuk meningkatkan pengamanan kota, maka pada tahun 23 April 1886, Residen Creeve menetapkan batas-batas kota yang diterbitkan pada Staatblad Nomor 171 tahun 1886. Oleh karena itu, tanggal 23 April 1886 ditetapkan sebagai tanggal lahir Kota Kupang.

Setelah Indonesia merdeka, melalui Surat Keputusan Gubernemen tanggal 6 Februari 1946, Kota Kupang diserahkan kepada Swapraja Kupang, yang kemudian dialihkan lagi statusnya pada tanggal 21 Oktober 1946 dengan bentuk Timor Elland Federatie atau Dewan Raja-Raja Timor dengan ketua H. A. A. Koroh, yang juga adalah Raja Amarasi. Luas wilayah 180,27 Km2, suhu rata-rata di Kota Kupang berkisar antara 23,8°C sampai dengan 31,6°C. Kelembaban udara rata-rata berkisar antara 73 persen sampai dengan 99 persen. Curah hujan selama tahun 2010 tercatat 1.720,4 mm dan hari hujan sebanyak 152 hari. Curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Januari, yaitu tercatat 598,3 mm, sedangkan hari hujan tertinggi terjadi pada bulan Desember dengan 28 hari hujan.


Dengan demikian Kota Kupang sama seperti NTT lainnya, nampak sekali kesan kering, berbatu karang, dan tanaman sulit tumbuh. Total penduduk Kupang adalah
390,877 jiwa dengan kepadatan sekitar 2.496/km2. Mayoritas penduduknya beragama Kristen Protestan (71.32%), kemudian disusul oleh Katolik (17.05%), Islam (10.09%), Hindu (1.53%) dan Buddha (0.01%). Luas wilayah Kota Kupang adalah 180,27 km² dengan jumlah penduduk sekitar 450.360 jiwa (2014). Daerah ini terbagi menjadi 6 kecamatan dan 51 kelurahan.

Bocah 5 Tahun ini Jadi Pembaca Peta Buta Termuda MURI   | tempo.co

 Mendarat di El Tari
Peta Kota Kupang di ujung barat Pulau Timor bagian Barat
Kami mendarat di Bandar Udara Internasional El Tari, Kamis, 28 Juni 2018

Kota Kupang dipimpin oleh seorang Wali kota, yaitu Drs. Mesakh Amalo, Letkol Inf. Semuel Kristian Lerik (1986-2007), Drs. Daniel Adoe (2007-2012), Jonas Salean, SH., MSi. (2012-2017), dan Walikota Kupang sekarang adalah Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH (2017-2022). Saat ini Kota Kupang dibagi menjadi 6 wilayah kecamatan, yaitu Alak (11 kelurahan), Kelapa Lima (7 kelurahan), Kota Raja (6 kelurahan), Kota Lama (10 kelurahan), Maulafa (9 kelurahan) dan Oebobo (7 kelurahan).

Kami mendarat di Bandar Udara Internasional El Tari, yang dahulu bernama pelabuhan udara Penfui pada Kamis, 28 Juni 2018, pk. 14.30. Bandara ini pada mulanya adalah bekas peninggalan zaman penjajahan Belanda, yang hanya berupa sebuah ‘airstrip’. Untuk pertama kali bandar udara ini didarati oleh pesawat udara pada tahun 1928 oleh penerbang Amerika Serikat Lamij Johnson. Selanjutnya dikembangkan oleh Australia pada tahun 1944-1945 dan diberi nama Lapangan Terbang Penfui, yang dalam bahasa Timor berarti Hutan Jagung (Pena=jagung dan Fui=hutan). Sejak tanggal 20 Desember 1988, Pelabuhan Udara Penfui diubah dan ditetapkan menjadi Pelabuhan Udara El Tari Kupang untuk mengenang jasa (almarhum) mantan Gubernur Nusa Tenggara Timur, El Tari. Dulu, bandara ini pernah melayani penerbangan langsung dari dan ke luar negeri, yaitu ke Australia dan Timor Leste, tetapi karena insiden 1998 maka penerbangan luar negri dari bandara ini diberhentikan. Namun berjalannya waktu, bandara inipun akan kembali menjadi bandar udara internasional yang melayani penerbangan menuju Dili dan Darwin.

 Dr. Priyander  Pesiar Kupang
berjumpa di Bandara El Tari dengan Dr. Priyander Funay, SpPD-KHOM, teman lama kami di FK UGM 84
Pesiar keluarga kami di Kupang dalam kendali dan pengaturan oleh mas Yudhi

Sekejap kami berjumpa di ruang tunggu Bandara El Tari Kupang dengan Dr. Priyander Funay, SpPD, teman lama kami di FK UGM 84, yang akan segera kembali ke Jakarta, untuk mempelajari Hemato-Onkologi Medik. Kami dijemput oleh mas Yudhi, dengan mas Daniel, mbak Stefi dan mbak Devita (semuanya adalah para dokter PIDI di RS yang sama). Selanjutnya kami diajak makan siang di RM Bambu Kuning, untuk merasakan sensasi menu terkenal di Kupang, yaitu daging sei.

Sei adalah makanan khas suku Timor, berupa daging yang disayat kecil-kecil memanjang dan diolah dengan cara diasapi pada bara api. Bahan baku sei dapat berupa daging babi atau sapi, namun biasanya masyarakat setempat lebih banyak mengkonsumsi sei babi. Sei mulai tenar di kalangan masyarakat Kota Kupang sejak tahun 1986. Kata Se’i berasal dari bahasa Rote, yaitu daging yang diiris tipis memanjang. Tidak sama seperti daging babi Jasio, Siobak atau ‘smoked beef’, Ham ataupun babi Guling dari Bali, walaupun sama-sama dibakar, tetapi daging Se’i mempunyai ciri khas yang tersendiri, karena daging diolah secara tradisional dengan dipotong memanjang dengan 2-3 cm lebarnya, lalu diolah dengan pemberian garam dan sedikit rempah rempah sesuai dengan ciri khas penjualnya, dan dilanjutkan dengan pengasapan menggunakan kayu Kosambi. Beberapa Rumah Makan untuk makanan khas Kupang daging Se’i yang terkenal yaitu “Bambu Kuning”, “Petra”, “Aroma” dan “Pondok Sawah,” tetapi di desa “Baun” kurang lebih 40 km atau 45 menit dari kota Kupang, di sanalah original daging Se’i babi yang pertama. Daging Se’i harus dimakan dalam keadaan panas, karena kalau sudah dingin, maka dagingnya akan sedikit alot. Selain itu, saat panas itu kita bisa mencium bau aroma daging asap dengan rempah rempahnya. Selanjutnya kami mampir sebentar di rumah kost mas Yudhi dan teman2 dokter PIDI di dekat RS Bhayangkara, dan selanjutnya diantar ke Hotel Greenia di Jl. Hati Mulia V, (Belakang Kantor PU Prov. NTT), Oebobo, Kupang, untuk beristirahat.

 Kost mas Yudhi  Sei Babi
Mampir sebentar di rumah kost mas Yudhi dan teman2 dokter PIDI di dekat RS Bhayangkara Kupang
Makanan khas Kupang daging Se’i yang terkenal, kami santap di RM “Bambu Kuning”

Setelah beristirahat sore, kami melanjutkan petualangan pada Kamis, 28 Juni 2018 sore ke Taman Nostalgia (Tamnos) untuk bertemu Drs. Alfred Funay, MKes. Taman Nostalgia berlokasi di Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo, Kupang, yang dirancang sebagai taman kota. Dengan fasilitas ‘jogging track’, arena olahraga dan wisata kuliner. Di Taman Nostalgia terdapat Gong Perdamaian Nusantara (GPN), yang merupakan sarana persaudaraan dan pemersatu bangsa. Berasal dari Desa Pakis Aji, Kecamatan Plajan, Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah, gong yang berusia 450 tahun itu milik Ibu Musrini, yang adalah ahli waris generasi ketujuh dari pencetus gong. GPN terbuat dari bahan campuran kuningan (bronze) dan perunggu, berdiameter 2 meter dengan berat ± 100 kg. GPN bermakna keseimbangan kehidupan dan memberi nilai lebih, kebanggaan, citra baik dan sumber pendapatan sepanjang masa bagi daerah yang menerimanya. Di Taman Nostalgia tersebut kami mencoba menu salome, semacam bakso bakar, bernostalgia dengan Drs. Alfred Funay, MKes, widyaiswara Bapelkes Kupang, yang pada tahun 1992 sebagai pegawai Bagain Umum Kanwil Kesehatan menyambut kami, para dokter baru yang akan ditugaskan di seluruh NTT. Nostalgia selanjutnya kami isi dengan makan malam di Kampung Solor, dengan mencoba aroma menu ikan kakap putih yang berdaging sangat kenyal.

 Tamnos  Kampung Solor
Taman Nostalgia (Tamnos) berlokasi di  Fatululi, Kecamatan Oebobo, Kupang, sebagai taman kota pada senja hari
Makan malam di Kampung Solor yang dipenuhi para pedagang makanan laut (seafood) yang ditangkap dari Laut Oeba.

NTT kaya dengan hasil laut, sehingga berbagai ikan laut kaya protein siap menyambut para wisatawan yang berkunjung ke kota Kupang ini, terutama di Kampung Solor, Kupang. Kampung Solor adalah wilayah pesisir dengan profesi penduduknya sebagain besar sebagai nelayan dan pedagang. Wilayah tersebut di zamaan Belanda adalah kota lama asal usul Kupang sebagai pusat perdagangan. Kampung Solor menjadi rujukan atau rekomendasi paling utama saat wisatawan singgah di Kupang. Mirip seperti Muara Angke atau kawasan Cilincing di Ancol, Jakarta, kampung ini merupakan kampung pesisir yang dipenuhi para pedagang makanan laut (seafood). Berbagai jenis ikan laut, cumi, udang, dan makanan laut lainnya yang ditangkap dari Laut Oeba, dibanderol dengan harga standar, puluhan ribu rupiah. Sambil merasakan hembusan angin pantai, makan di Kampung Solor bisa membuat siapa saja lahap. Para pedagang membuka lapaknya hingga tengah malam.

 Gua Fatima  Taman Doa
Taman Doa Lourdes Kupang yang dibangun di sebuah lahan berkontur menurun di kelurahan Oebobo, Kupang.
Gerbang Taman Doa Lourdes Kupang pada malam hari yang gelap

Setelah itu, kami melanjutkan peziarahan ke Goa Maria dan Taman Doa Lourdes Kupang, yang dibangun di sebuah lahan berkontur menurun di kelurahan Oebobo, Kupang. Nama jalan di sekitar lokasi akhirnya menjadi Jalan Lourdes, yang selanjutnya nama Lourdes berubah menjadi Lordez. Nama kampung yang dilalui jalan ini disingkat LDZ oleh kaum mudanya. Pintu masuknya cuma satu, dari arah depan menghadap jalan Cak Doko, sedangkan pintu sampingnya sudah tertutup tembok gedung lain. Di dalam komplkes taman doa ada sebuah patung yang diresmikan pada 11 Oktober 1996 oleh Uskup Agung Kupang waktu itu, Mgr. Gregorius Monteiro, SVD. Dalam prasasti marmernya disebutkan kata ARMIDA sebagai ‘head’-nya. Setelah selesai berdoa mengucap syukur melalui perantaraan Bunda Maria, malam itu kami tertidur nyenyak di Hotel Greenia, karena pengalaman iman dan kuliner yang membahagiakan.

Jumat, 29 Juni 2018 pagi, kami terjaga dari mimpi indah untuk segera bangun dan akan mengikuti misa kudus harian pagi. Kami segera menggunakan aplikasi ‘grab’, karena  aplikasi go-car dan minibus angkutan kota yang biasa disebut bemo, pagi itu belum beroperasional. Bemo di Kupang memiliki ciri khas tersendiri, yaitu rute setiap bemo ditandai oleh warna dan angka yang terdapat pada kaca depan bagian atas bemo. Selain itu, aksesoris bemo yang sangat banyak ditambah dengan dentuman musik yang sangat keras, adalah ciri lain bemo Kupang.

Tampilan Angkot (Bemo) Kupang Keren & Penuh Gaya #ntt #kupang #angkot  #angkotntt - YouTube

 Gereja St Yoseph
Bemo di Kupang yang khas dengan banyak asesoris dan full musik yang berdentum keras
Gereja Katolik St Yoseph Naikoten, yang merupakan gereja terbesar ketiga di kota Kupang, setelah Gereja Maria Assumpta dan Gereja Katedral.

Pagi itu pk. 6.30 kami mengikuti misa kudus harian di Gereja Katolik St Yoseph Naikoten, yang merupakan gereja terbesar ketiga di kota Kupang, setelah Gereja Maria Assumpta dan Gereja Katedral. Gereja ini berada di daerah Oebobo, tepatnya di Jl. Herewila No 27 Naikoten, Oebobo Kupang. Gereja ini terlihat megah dengan tiga buah menara yang sangat tinggi, di bagian depan gereja. Ketiga menara tersebut dihiasi dengan kaca-kaca dan ornamen kristiani yang sangat indah. Gereja ini bersebelahan dengan Sekolah Katolik (SD dan SMP Santo Yoseph) yang terkenal di Kupang, yang berada di wilayah Naikoten, Oebobo.

Jumat, 29 Juni 2018 setelah sarapan menu lokal di Hotel Greenia, Kupang, kami melanjutkan petualangan ke Pantai Lasiana, yang mulai dibuka untuk umum sekitar tahun 1970-an. Sejak Dinas Pariwisata NTT memoles dengan membangun berbagai fasilitas pada tahun 1986, Pantai Lasiana ramai dikunjungi turis asing. Sesuai rencana pengembangan Pemkot Kupang, Pantai Lasiana akan dijadikan Taman Budaya Flobamora, yakni sebutan yang mengacu pada keseluruhan suku bangsa di dekat Pantai Lasiana antara lain, Flores, Sumba, Timor dan Alor. Di pantai Lasiana ini terdapat sebuah Cafe, dan banyak didapati Lopo-lopo dan tempat makanan ringan seperti pisang bakar dan jagung bakar yang berderet. Lopo-lopo adalah sebutan lokal untuk pondok yang dibangun menyerupai payung dengan tiang dari batang pohon kelapa atau kayu dan beratapkan ijuk, pelepah kelapa atau lontar, alang-alang, dan yang berbahan semen. Kupang, adalah nama yang dipahat di atas batu karang. Nama yang kenyal dengan kegersangan, terik matahari yang membakar, ilalang kecoklatan, rumah reyot, pepohonan lontar dan kepulan asap yang membubung tinggi. Secuil keindahan seolah hanya ada pada bentangan bibir pantai Lasiana nan kusam. Pantai renta tempat seantero warga biasa melepas kepenatan hidup. Di Pantai Lasiana tersebut, kami dijemput Dr. Maria Surina, teman lama kami saat bertugas di Pulau Flores tahun 1992-1994.

 Pantai Lasiana  Taman Ziarah 3
Pantai Lasiana  merupakan Taman Budaya Flobamora, (Flores, Sumba, Timor dan Alor).
Diantar Dr. Maria Surina ke Taman Ziarah Yesus Maria Oebelo sekitar 10 km dari bibir Pantai Lasiana. 

Selanjutnya kami diantar ke sebuah Taman Terindah, Taman Ziarah Yesus Maria Oebelo sekitar 10 km dari bibir Pantai Lasiana, yang berada pada suatu titik ketinggian yang istimewa. Siapapun yang berada di titik ketinggian ini akan menikmati suatu panorama alam yang menakjubkan. Karenanya, keberadaan Kapela John Paul II di puncak titik ketinggian tersebut, seolah mempertegas betapa Tuhan telah menciptakan alam raya ini dengan keindahan tak terkira.

Berdiri diatas balkon lantai tiga bangunan Kapela John Paul II kita seolah berada dekat dengan langit, tempat Tuhan bersemayam. Awan berarak di atas kepala, burung-burung terbang melintas, angin menampar lembut dan Patung Yesus berjubah putih berselempang merah di atas bubungan atap dengan tangan terentang ke atas, membuat hati bergetar, nurani terbuka, sungguh suatu keindahan tak terbantah. Dengan melihat ke sekeliling, pepohonan lontar berderet di seantero pebukitan seperti tentara sorga berbaju zirah melingkari, mengepung, dan menjaga takhta Tuhan. Dan di kejauhan panoramanya bagai lukisan kanvas. Tuhan mengarsir panorama alam di depan Kapela John Paul II begitu sempurna, yaitu petakan sawah dan ladang yang didominasi warna kekuningan. Di sana ada ruas jalan aspal yang membelah di tengah-tengah. Di sebelahnya laut biru membujur diantara dua sayap pulau Timor yang merentang bagai bukit barisan. Semuanya akan terlihat dari puncak Taman Ziarah Yesus Maria Oebelo yang dibangun oleh Yang Mulia Uskup Agung Kupang Mgr. Petrus Turang. Ketika diresmikan pada hari Senin, 25 November 2013 oleh Kardinal Stanislaw Rylco dari Tahkta Suci Roma, sekitar 30.000-an umat Katolik datang memadati seluruh area taman.

Taman Doa dan Ziarah Bunda Maria Kupang Potensi Wisata Religi yang Minim  Fasilitas Umum - TribunNews.com

 El Tari Kupang
Umat berbondong-bodong datang berdoa di Taman Ziarah Yesus Maria Oebelo
Tim penjemput keluarga pakde Totok di Bandara El Tari, Kupang

Di taman ini peziarah dari seluruh penjuru angin menanam Doa Rosario. Ruas jalan permenungan untuk meniti Empat Peristiwa dalam Doa Rosario yaitu peritiwa Gembira, Mulia, Sedih dan Terang ada di sini, lengkap dengan stasi perhentiannya. Semua peristiwa ini mengantar peziarah menuju Yesus Kristus Sang Juru Selamat, melalui Bunda Maria. Langkah kaki menuju empat peristiwa dalam doa rosario dimulai dari Aula Terbuka yang berada di kaki bukit. Di aula ini seluruh peziarah diberi kesempatan untuk sejenak menenangkan diri, menyiapkan hati, pikiran dan fisik, sebelum menapaki bukit terindah ini. Peziarah akan menanjaki ruas jalan dengan kemiringan sekitar 45 derajat.

Setelah puas berdoa, kami segera turun gunung untuk mencoba menu jagung bose. Menu ini adalah bubur jagung dengan campuran santan yang diolah dari buah kelapa yang diparut secara manual, tidak menggunakan mesin. Untuk membuat jagung bose, waktu yang diperlukan tidak sebentar. Namun demikian, proses pembuatannya sangat sederhana. Bahannya pun sangat mudah didapat di pasar tradisional seputar Kota Kupang. Awalnya, jagung yang masih utuh dilulur atau direndam dalam air selama kurang lebih 15 menit. Setelah itu, jagung ditumbuk lalu dicampur air dan ditapis untuk memisahkan kulit ari dari pecahan biji jagung. Pecahan jagung siap dimasak di atas tungku dengan nyala api sedang. Jagung direbus sampai setengah matang. Kemudian, dimasukkan tambahan kacang hijau dan selama kurang lebih dua jam, maka akan terbentuk kaldu yang mengental.

 Jagung Bose  Aroma Sei 1
Jagung bose yang manis ini tersedia dalam dua pilihan, yakni putih atau kuning, hanya akan ditemukan di NTT.
Dijamu makan siang menu se'i babi oleh Dr. Maria Surina di RM Aroma yang padat pengunjung, di pusat kota Kupang

Setelah jagung matang dan terasa kental, masukkan garam secukupnya dan sedikit bumbu tambahan, seperti santan atau bumbu-bumbu lain. Dalam penyajiannya, jagung bose kerap ditambahkan dengan potongan iga sapi. Pada proses akhir perebusan setelah terbentuk kaldu yang mengental, masukkan potongan iga sapi tersebut. Tambahkan sedikit air lagi, lalu rebus kembali hingga daging matang. Jagung bose pun siap disajikan. Jagung bose dapat pula disajikan panas-panas bersama lauk daging seì (daging asap) yang telah masak. Selain daging seì sebagai lauk pendamping, lawar ikan sardine pun bisa menjadi pasangan khas jagung bose. Jenis jagung bose yang manis ini tersedia dalam dua pilihan, yakni putih atau kuning. Dengan rasanya yang khas, jagung bose benar-benar hanya akan ditemukan di Nusa Tenggara Timur.

Selesai makan siang itu, kami segera menjemput keluarga pakde Totok (budhe Tari, mas Danang dan mbak Esthi) yang akan mendarat di Bandara El Tari, Kupang dan siap bergabung berpetualang dengan kami. Keluarga pakde Totok yang datang dari Pamulang, Tangerang nampak kelelahan, karena tertundanya penerbangan mereka, yang disebabkan aktivitas Gunung Agung di Karangasem, Bali. Segera kami mengingat berbagai bentuk layanan kesehatan di kota Kupang antara lain Rumah Sakit Pemerintah seperti : RSUD WZ. Johannes Kupang, RS Bhayangkara Kupang, RS Korem 161 Wira Sakti Kupang, Rumkital Kupang dan RSUD SK Lerik Kupang. Sedangkan Rumah Sakit dan Klinik Swasta antara lain adalah RSU Mamami, RSIA Dedari, RS Kartini, RS Leona, Siloam Hospital Kupang dan RS Katolik Carolus Boromeus.

Setelah melihat sekejap RSUD WZ. Johannes yang pernah kami kunjungi tahun 1993, kami melanjutkan petualangan ke RS Bhayangkara Kupang, dimana mas Yudhi belajar sebagai dokter internship pada PIDI. RS Bhayangkara Kupang berdiri tanggal 3 Juli tahun 1967 di atas tanah seluas 5.865 m² yang berlokasi di Jl. Nangka No 84 Kupang NTT, adalah warisan dari gedung Komplek Komdak XVII Nusra yang direnovasi menjadi sebuah rumah sakit. Rumah Sakit milik POLDA NTT di Kupang ini sebagai salah satu rumah sakit dengan lingkungan terbaik, juga menyediakan prasarana antara lain ambulance yang siap mengantarkan pasien yang akan dirujuk, menjemput pasien di rumah, dan menjemput pasien yang kecelakaan di jalan. Parkiran yang luas yang membuat pengunjung dapat nyaman saat bertamu ke kerabat atau keluarga yang sedang dirawat inap. Kami sempatkan berfoto bersama mas Yudhi di areal sebelah IGD, sebagai salah satu pintu masuk ke RS Bhayangkara, yang terletak di bagian depan dari rumah sakit, agar setiap tindakan yang membutuhkan penanganan secara cepat, dapat dilaksanakan. RS ini memiliki motto: senyummu adalah kepuasanku. Di RS itulah mas Yudhi dan teman-temannya belajar secara intensif sebagai dokter internship Indonesia. Setelah itu, kami segera menuju ke RS Siloam Kupang.

 RS Bhayangkara  Siloam Kupang
Sisi depan RS Bhayangkara Kupang di Jl. Nangka No 84 Kupang NTT,
Bergaya di samping ambulance Siloam Hospitals Group, di Fatululi, Kupang, NTT.

RSU Siloam yang merupakan anak usaha PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), Siloam Hospitals Group, berlokasi di daerah Fatululi, Kupang NTT. Biaya yang dibutuhkan untuk membangun RS ini senilai US$ 40 juta (Rp 360 miliar), termasuk peralatan medis terkini seperti MRI, Cathlab dan CT Scan, sesuai dengan standar internasional yang diterapkan di seluruh unit Siloam Hospitals. Rumah Sakit Umum Siloam Hospital (RSUSH) Kupang adalah rumah sakit ke-19 yang telah dibangun Lippo Group. Berbeda dengan RS Siloam lainnya, RS Siloam Kupang lebih fokus melayani pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Sebagian besar atau sekitar 70 persen fasilitas layanannya diperuntukkan bagi pasien peserta JKN, seperti disampaikan saat Grand Opening Siloam Hospital Kupang, oleh Gubernur NTT dan disaksikan Presiden Joko Widodo, Sabtu 20 Desember 2016. Siloam Hospital Kupang memiliki kapasitas 600 tempat tidur, namun untuk tahap awal mulai dioperasionalkan 100 dan termasuk yang terbaik dari Silaom Hospital yang sudah dibangun. Siloam Kupang memiliki gedung besar dan kenyamanan dengan teknologi kesehatan canggih. Ke depan akan dikembangkan duplikat dari Siloam Hospital Kupang di berapa kota di NTT, seperti di Maumere, Waingapu, dan Rote.

Kota Kupang menyimpan begitu banyak potensi wisata yang wajib untuk dikunjungi, salah satunya adalah Pantai Oesapa. Pantai ini terletak di Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang. Pantai Oesapa memang sangat eksotis, letaknya pun sekitar 10 kilometer dari jantung kota Kupang. Pantai Oesapa mungkin saat ini menjadi satu-satunya ruang terbuka di pesisir pantai Kota Kupang, sehingga setiap hari terutama menjelang sore, akan ramai dikunjungi ratusan orang. Ramainya pantai ini dikarenakan langit sore berubah menjadi warna merah keemasan, ketika matahari mulai kembali ke peraduannya. Keindahan Pantai Oesapa menjadi daya tarik sendiri karena latar belakang ribuan pohon lontar yang berdiri kokoh di sepanjang pantai.

 Pantai Oesapa 1 Pekan Suci, Gereja St. Maria Assumpta Kupang Batasi Jumlah Umat, Hanya 50  Persen - Victory News
Keindahan Pantai Oesapa dengan ribuan pohon lontar yang berdiri kokoh di sepanjang pantai.
Gereja Santa Maria Assumpta di Jl. Perintis Kemerdekaan No. 9, Kupang. 

Setelah mengantarkan keluarga Pakde Totok untuk beristirahat sejenak di kamar sebelah kami di Hotel Greenia, kami semua segera menikmati senja di Pantai Oesapa. Setelah menikmati pisang goreng, jagung bakar, teh dan kopi di pinggir Pantai Oesapa, segera kami melanjutkan pesiar ke Gereja Santa Maria Assumpta di Jl. Perintis Kemerdekaan No. 9, Kupang. Kompleks Paroki termasuk gedung Gereja, Pendopo Pastoran, kantor Sekretariat Paroki dan Sebuah Aula Serba guna, berlokasi dalam sebuah komplkes yang sama. Gereja ini dibangun di atas pondasi batu, dengan ruang jemaat yang besar dan bebas kolom, serta dilengkapi pendingin udara (AC). Atap dan lengkungan yang memiliki parapets, merupakan ciri khas gereja ini dan bagian depan gereja terletak di sebelah barat.

Pada bulan Desember 1979 oleh Pastor Herman Y. Kaiser SVD yang mejabat Pastor Paroki St Yoseph Naikoten Kupang, berdasarkan hasil kunjungan pastoral ditemukan kesulitan umat untuk hadir ke Gereja, karena transportasi yang kurang mendukung. Bapak uskup mengijinkan agar umat yang berdomisi di wilayah ini dapat melaksanakan misa hari minggu di istana keuskupan saja. Namun demikian, Rumah Bapak Uskup dalam beberapa waktu ternyata tidak dapat menampung umat lagi untuk misa hari minggu. Pada saat itu dibangun pula seminari Santu Rafael Oepoi. Persiapan paroki yang diperjuangkan umat selama 8 tahun, yaitu 1979-1988, akhirnya berhasil dan peletakan batu pertama dimulai pada tanggal 12 Agustus 1988, sekaligus perayaan ulang tahun paroki untuk pertama kalinya. Pastor Paroki Pertama P. Julis Bere SVD dan Pastor kapelan Pastor Ebed, Pr., dengan nama paroki selengkapnya menjadi Paroki Santa Maria Assumpta Kota Baru Kupang, yang terus dipakai hingga saat ini. Selain ruang adorasi tubuh Kristus yang buka 24 jam untuk berdevosi, kami juga menyaksikan Aula Serba Guna Paroki Santa Maria Assumpta yang megah, dengan daya tampung seribu orang. Selain itu, kami juga sempatkan berdoa di Gua Maria yang strategis berada di areal depan kompleks, sehingga memudahkan umat untuk berdoa dengan khusuk. Gua Maria terbuka 24 jam bagi umat yang hendak memanjatkan doa-doanya. Setelah puas berdoa kepada Bunda Maria, segera kami melanjutkan perjalanan ke ikon baru kota Kupang, yaitu Kantor Gubernur NTT.

 Sasando Gubernur

Ke Kupang Belum Lengkap Bila Tidak Berpose di Depan Gedung Unik Kantor  Gubernur NTT Berbentuk Sasando - Sila News

Malam hari di Kantor Gubernur NTT di Jalan El Tari Kupang, yang telah menjadi ikon baru Nusa Tenggara Timur.
Berfoto pada siang hari di Kantor Gubernur NTT yang telah menjadi ikon baru Nusa Tenggara Timur.

Kantor Gubernur NTT, Kupang Indonesia. Merupakan salah satu project yang  menggunakan atap shingle bitumen IKO. 📷 : @about.indonesia.id @druld  @indrasunbanu #kantor #gubernur #ntt #kupang #nusatenggaratimur #atap #iko  #ataprumah #atapjawabarat ...

Maket Gedung Kantor Gubernur NTT karya arsitek muda NTT, Luiz Wilson
yang menyerupai alat musik Sasando.

Kantor Gubernur NTT yang terletak di Jalan El Tari Kupang, telah menjadi ikon baru Nusa Tenggara Timur. Bentuknya yang unik yaitu menyerupai alat musik tradisional NTT Sasando, menjadikan lokasi ini selalu ramai dikunjungi warga Kota Kupang, maupun mereka yang baru pertama menginjakkan kaki di Kota Kupang. Gedung yang berada di Jalan El Tari ini merupakan tempat berkantor Gubenur dan Wakil Gubernur NTT, dan tempat ini juga menjadi pusat pemerintahan NTT. Gedung megah ini sebenarnya dibangun untuk menggantikan gedung lama yang terbakar pada tanggal 9 Agustus 2013, yaitu lantai 2 dan 3 hangus terbakar. Pada tahun 2014, Pemprop menggelar sayembara bentuk kantor gubernur. Pemenang sayembara adalah seorang arsitek muda NTT, Luiz Wilson. Ia memilih bentuk gedung menyerupai alat musik Sasando. Dan kini bagian depan gedung ini memang menyerupai alat musik Sasando, sementara bagian depan sisi kiri dan kanan menyerupai lipatan daun lontar. Gedung yang dibangun sejak Januari 2016 oleh kontraktor PT Waskita Karya (persero) Tbk, selesai dikerjakan pada pada Desember 2016, dan mulai digunakan pada tahun 2017. Anggaran untuk membangun gedung ini sekitar Rp 178 miliar dan sekarang menjadi lokasi rekreasi warga. Dengan berpose di depan kantor gubernur NTT, yang indah untuk foti selfie, menjadi arena nongkrong anak muda Kota Kupang setiap sore, bahkan hingga tengah malam, terbuka untuk umum dalam bercengkrama dan bersantai di kawasan itu. Selain itu, bagian depan Kantor Gubernur juga sering dijadikan panggung pertunjukan, dengan latar belakang bagian depan gedung yang berbentuk sasando. Setelah puas berfoto di depan Kantor Gubernur NTT, malam itu kami semua tertidur nyenyak dalam kepuasan dan kelelahan yang berpadu.

Sabtu pagi, 29 Juni 2018 kembali kami mengikuti misa kudus harian di Gereja Katolik St Yoseph Naikoten. Setelah sarapan di Hotel Greenia dan mas Yudhi berangkat kerja di Puskesmas Oesapa, kami melanjutkan petualangan ke Goa Kristal. Ketika mendengar kata ‘kristal’ mungkin kita akan beranggapan di dalam gua tersebut bergelimang batu perhiasan. Namun, itu hanyalah kiasan saja yang menggambarkan akan adanya air jernih dan batu di dalamnya yang membentuk seperti kolam renang.

Gua Kristal yang terletak di Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat. Gua Kristal yang mempunyai luas kurang lebih 30 meter persegi dengan airnya yang begitu jernih, sehingga membuat terlihat begitu sangat jelas dasar kolamnya. Air yang di dalam gua tersebut memiliki rasa payau dan sangat menyegarkan tubuh. Goa Kristal ini sangat dekat dengan Kota Kupang, hanya memerlukan waktu tempuh 30 menit atau berjarak 20 km, lokasinya sangat berdekatan dengan Pos Polisi Air Pelabuhan Bolok. Sesampainya di sana pengunjung dapat memarkir kendaraannya di dekat Pos Polisi Air Bolok, kemudian berjalan kaki kira-kira 500 meter untuk sampai ke bibir gua.

 Gua Kristal 1  Gua Kristal 2
Ditemani Moses, bocah pemandu lokal, menuju Gua Kristal di Kupang Barat
Berenang bersama melihat keindahan di dalam perut Gua Kristal, Kupang Barat

Kami datang sesuai anjuran untuk berkunjung pada siang hari atau pukul 11, karena sinar matahari yang menerobos celah-celah gua, akan membuat pemandangan yang jarang terlihat, seolah seperti batu kristal. Kami juga mengikuti saran untuk membawa senter, karena tidak banyak cahaya mampu masuk ke dalam goa dan jalan masuk cukup terjal menurun dan licin. Setelah puas berenang di dasar goa, berbasah air payau, dan menikmati keindahan kristal karena cahaya matahari yang menyelinap ke dalam goa, kami segera melanjutkan petualangan (pesiar) dengan menikmati menu kuliner lokal lainnya, di warung artis kuah asam Tenau yang berada di Jl. M Praja, Kelurahan Alak, Kecamatan Alak, Kota Kupang. Di warung tersebut kami bertemu mas Yudhi, setelah selesai bertugas di puskesmas.

Warung yang terletak tidak jauh dari Pelabuhan Tenau Kupang itu, menjadi salah satu ikon masakan kuah asam ikan paling fenomenal di ibu kota NTT. Betapa tidak. Selama enam hari seminggu, dari Senin hingga Sabtu, warung yang menyajikan masakan kuah asam, ikan asap, gule sapi dan sambal goreng itu, tidak pernah sepi dari pengunjung. Warung kuah asam Tenau sudah menjadi idola banyak pejabat pemerintah hingga masyarakat biasa, penyuka makan ikan. Selain ikan ‘fresh’ yang diolah, racikan khusus bumbu si pemilik warung menjadikan pecinta kuliner tidak akan merasakan bau amis, usai menyantap habis satu porsi kuah asam ikan.

RRI.co.id - Warung Kuah Asam Ikan Tenau Tempat Makan Populer

Ken Patar | Pelabuhan #Tenau - Kupang, NTT. 2022 Diantara kapal - kapal  besar yang bersandar di pelabuhan Tenau, ada beberapa kapal kecil yang... |  Instagram

Menu spesial di Warung ikan kuah asam Tenau, dekat Pelabuhan Kupang
Pelabuhan Tenau Kupang pada senja hari, dekat Warung ikan kuah asam Tenau

Setelah kenyang makan siang menu ikan, kami melanjutkan petualangan ke rumah kenalan lama di Wates, Kulon Progo, DIY. Cik Hong dan Koh Cung, sepasang suami isteri yang kedua anaknya telah menjadi dokter di Medan dan Jakarta, kami temui dalam keharuan di rumahnya Salon Lince di Jl. Sumba no 10 Oeba, Kupang. Kami segera larut dalam suasana reuni dan nostalgia dengan saling mendoakan dan meneguhkan, untuk selanjutnya meneruskan petualangan ke Oesao, di Kabupaten Kupang. Melalui jalan raya yang padat kendaraan, kami menyatu dengan para pengguna jalan yang seenaknya sendiri, tidak mau peduli, melaju di sisi tengah jalan, dan tidak segera menepi saat diklakson. Selain itu, juga ada antrian bus antar kota dalam provinsi, dengan tujuan ke SoE, Kefa dan Atambua, serta antar negara, yakni ke Dili, Timor Leste. Bus ini disediakan oleh berbagai penyedia layanan termasuk DAMRI. Kalau kita mengikuti lajunya, pasti akan sampai di Layanan imigrasi Indonesia-Timor Leste yang dilaksanakan di Tasifeto Timur-Batugade, yang sangat megah dan membanggakan.

 Cik Hong  Cik Hong 1
Keluarga Cik Hong tinggal di Salon Lince, nama yang digunakan sejak di Wates DIY, di Jl. Sumba no 10 Oeba, Kupang
Cik Hong dan Koh Cung, sepasang suami isteri yang kedua anaknya telah menjadi dokter di Medan dan Jakarta,

Kami harus keluar dari Kotamadya untuk masuk ke dalam territorial Kabupaten Kupang, guna menikmati kue cucur, yang merupakan ciri khas makanan lokal kesukaan masyarakat di desa Oesao, Kabupaten Kupang. Kue ini terbuat dari bahan beras yang diolah menjadi tepung. Para petualang yang mengadakan perjalanan melalui atau ke Kabupaten Kupang, menuju ke SoE, Kefa dan Atambua, biasanya singgah di tempat ini, karena kue cucur rasanya enak untuk dinikmati. Selain kue cucur, kami juga menikmati ulang jagung bose sampai kenyang.

Siang itu, kami mengantar keluarga pakde Totok naik ke Taman Ziarah Yesus Maria Oebelo, yang telah kami kunjungi hari sebelumnya. Di aula kami tertahan, karena hanya sebuah mobil yang diijinkan naik ke puncak taman, sehingga hanya keluarga pakde Totok yang naik dan berhenti tepat di depan Patung Bunda Maria yang tengah menggendong kanak-kanak Yesus. Patung setinggi manusia itu berada pada kaki bukit kedua dengan sudut kemiringan sekitar 40 derajat. Bunda Maria dan Yesus seolah tengah bercakap-cakap. Tentu, Bunda Tak Bernoda ini tengah menyampaikan seluruh isi hati kita, keluh kesah kita, mimpi-mimpi kita, juga gumpalan kekecewaan kita yang mengkristal, bahkan membatu.

 Taman Ziarah
Keluarga pakde Totok di Taman Ziarah Yesus Maria Oebelo, Kupang

Bagi peziarah beragama katolik yang hendak berdoa, inilah Taman Doa Rosario terlengkap yang menggelar kisah kehadiran Tuhan Yesus Kristus, dalam perjalananNya menyelamatkan umat manusia dari belenggu dosa. Bila peziarah menapaki ruas jalan menanjak dari ‘paving block’ di sebelah kiri posisi berdiri Patung Bunda Maria, maka wajib mendaraskan lima Peritiwa Gembira dan lima Peristiwa Mulia. Sedangkan peziarah yang melangkah ke sebelah kanan, wajib mendaraskan lima Peristiwa Sedih dan lima Peristiwa Terang.

 Taman Ziarah 6
Kapel S. Paul John II di sore hari, di Taman Ziarah Yesus Maria di puncak Bukit Oebelo 

Turun dari taman terindah, kami langsung menikmati sasando, yaitu sebuah alat musik dawai yang dimainkan dengan cara dipetik. Instumen musik ini berasal dari pulau Rote, NTT. Secara harfiah nama Sasando menurut asal katanya dalam bahasa Rote, sasandu, yang artinya alat yang bergetar atau berbunyi. Suara sasando mirip dengan alat musik dawai lainnya seperti gitar, biola, kecapi, dan harpa. Bagian utama sasando berbentuk tabung panjang yang biasa terbuat dari bambu. Lalu pada bagian tengah, melingkar dari atas ke bawah diberi ganjalan-ganjalan, di mana senar-senar (dawai-dawai) yang direntangkan di tabung, dari atas ke bawah, akan bertumpu. Ganjalan-ganjalan ini memberikan nada yang berbeda-beda kepada setiap petikan senar. Lalu tabung sasando ini ditaruh dalam sebuah wadah, yang terbuat dari semacam anyaman daun lontar, yang dibuat seperti kipas. Wadah ini merupakan tempat resonansi sasando.

 Sasando  Sasando 1
Alat musik sasando, topi Ti’i Langga dan kain tenun Rote yang melambangkan kepemimpinan, wibawa dan percaya diri. 
Menikmati alunan musik pemain sasando elektrik di Sanggar Sasando Oebelo Puluti, Kabupaten Kupang Tengah.

Kami mampir di sebuah rumah sederhana yang dikenal sebagai tempat perajin sasando, berada di Oebelo Puluti, Kabupaten Kupang Tengah, sekitar 20 km dari Kota Kupang. Masyarakat Oebelo kebanyakan adalah petani garam. Hal tersebut bisa dilihat kala melintasi sepanjang jalan besarnya. Tepi jalan dihiasi dengan garam yang dipasarkan dalam bentuk sokal (sejenis tabung panjang yang bahannya terbuat dari daun lontar). Daun lontar memang menjadi komoditas yang banyak digunakan di Kupang. Selain bisa dirubah menjadi berbagai macam tempat penyimpanan, di sini anyaman daun lontar juga biasa digunakan sebagai atap rumah, karpet, bahan rumah gubuk juga kerajinan, seperti yang biasa dipakai oleh Jeremias Pah, seorang perajin dari Bengkel Perajin Sasando. Sasando dimainkan untuk beberapa keperluan seperti menghibur kerabat atau orang yang berduka cita, sebagai pengiring tarian dan upacara adat, menyambut tamu penting, atau sekadar alat musik penghibur. Bahkan kini, telah dikembangkan sasando elektrik, bukan akustik lagi, dan terdapat beberapa jenis sasando, mulai dari 10 senar hingga 56 senar yang dibuatnya selama 5 hingga 15 hari.

Bagi orang Rote, selain alat musik sasando, juga ada topi Ti’i Langga yang melambangkan jiwa kepemimpinan, kewibawaan dan percaya diri. Pada awalnya topi Ti’i Langga hanya digunakan oleh para petinggi adat yang bermukim di Pulau Rote, tetapi sekarang topi Ti’i Langga sudah menjadi pelengkap untuk pakaian tradisonal laki-laki di Rote dan juga sering dipakai untuk acara-acara adat. Bahan utama yang digunakan untuk membuat topi Ti’i Langga yaitu daun lontar, dimana pohon lontar memang banyak ditemui di wilayah NTT. Setelah puas mendengarkan alunan sasando elektrik, berfoto dengan topi Ti’i Langga dan kain tenun khas Rote, sore itu kami kembali ke Kota Kupang.

 Puskesmas Oesapa 2  Puskesmas Oesapa 1
Gedung megah Puskesmas Oesapa berlantai 2 sore itu masih ramai dengan berbagai aktivitas pegawai.
Prasasti peresmian di dinding Gedung Puskesmas Oesapa, Kupang yang digunakan mas Yudhi untuk belajar

Di seluruh teritorial Kota Kupang, terdapat Puskesmas Alak, Puskesmas Naioni, Puskesmas Bakunase, Puskesmas Pasir Panjang, Puskesmas Kupang Kota, Puskesmas Oebobo, Puskesmas Oesapa, Puskesmas Oepoi, Puskesmas Sikumana, Puskesmas Penfui dan Puskesmas Manutapen. Sore itu kami mampir ke Puskesmas Oesapa, yang digunakan sebagai wahana internship mas Yudhi dan teman2 dokter lainnya, selain puskesmas pembantu (pustu) di Kelapa Lima, Oesapa Barat, dan Lasiana. Gedung Puskesmas Oesapa berlantai 2 sore itu masih ramai dengan berbagai aktivitas pegawai, tertata rapi dan bersih, tidak kalah dan sangat mirip dengan banyak puskesmas yang modern di Pulau Jawa. Setelah puas mengamatinya, kami segera melanjutkan petualangan ke air terjun Oenesu, yang menjadi oase dari panas teriknya kota Kupang, yang berada di Desa Oenesu, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang ini berjarak sekitar 20 kilometer dari Kota Kupang. Air terjun Oenesu menjadi salah satu tempat favorit wisatawan, lantaran pesona air terjun yang dikelilingi rerimbunan berbagai jenis pohon itu, menjadi pilihan cocok menghalau rasa gerah, terkait panasnya cuaca Kota Kupang pada musim kemarau. Tak hanya itu, rindangnya pepohonan yang beragam jenisnya membuat susana hati setiap pengunjung yang melihatnya, merasa tenang dan sejuk. Uniknya, Air Terjun Oenesu memiliki air terjun yang bertingkat-tingkat hingga mencapai empat lapisan.

 Oenesu 3  Oenesu 6
Air Terjun Oenesu yang bertingkat-tingkat hingga mencapai empat lapisan
Bersemedi di sebuah tingkatan pada aliran Air Terjun Oenesu Kupang

Masing-masing tingkatan, di sela-selanya terdapat kolam-kolam yang terbentuk secara alamiah sehingga banyak dimanfaatkan pengunjung untuk berenang maupun berendam. Air yang mengalir ini banyak mengandung kapur. Saat musim hujan, curuhan dan volume air Oenesu begitu melimpah. Kendati begitu airnya tetap jernih. Sementara ketika musim panas, airnya tak pernah kering, meski tak sebanyak saat musim hujan, namun airnya terlihat lebih jernih. Lokasi wisata air terjun yang memiliki luas areal sekitar 1,5 hektar sudah dilengkapi berbagai fasilitas, seperti bangunan peneduh berupa sembilan lopo, dan tangga menurun ke lokasi air terjun. Setelah kami puas mandi, berenang dan berfoto pada setiap tingkatan air terjun Oenesu, kami segera berganti baju kering untuk bergegas menikmati sore di sebuah pantai.

 Tabl  Tablalong
Senja di Pantai Tablolong yang diapit oleh Pulau Rote dan Timor
Perpaduan hamparan pasir putih dan birunya langit menambah keelokan Pantai Tablolong.

Dibalik kesan panas dan keringnya Kota Kupang, berada tak jauh dari pusat kota, terdapat beberapa primadona pantai, dengan hamparan pasir putihnya yang menjadi daya tarik bagi para pengunjungnya, salah satunya adalah pantai Tablolong. Nama Tablolong diambil dari nama salah satu perkampungan nelayan kecil yang berada di ujung timur. Pantai yang memiliki hamparan pasir putih ini, diapit oleh Pulau Rote dan Timor. Pantai ini sering dijadikan arena olahraga memancing skala lokal, nasional hingga internasional setiap tahunnya. Perairan sejauh 10 mil dari garis Pantai Tablolong itu merupakan jalur migrasi ikan yang cukup ramai, dari perairan Laut Timor menuju Laut Sawu. Selain itu, Tablolong juga sebagai penghasil rumput laut terbesar di NTT.

Perpaduan hamparan pasir putih dan birunya langit menambah keelokan Pantai Tablolong. Selain berenang ataupun bermain air, pengunjung dapat bersantai ria di lopo (sejenis bale-bale/ gazebo) sambil menikmati hembusan angin pantai. Tablolong juga dihiasi oleh adanya Pohon Centigi (Pempis Acidula) yang tumbuh liar di sekitaran bebatuan karang, dan merupakan sebuah tanaman golongan perdu yang banyak diburu orang karena keunikannya.

Pantai yang berjarak sekitar 30 km dari pusat Kota Kupang ke arah Tenau, waktu tempuh menuju lokasi dapat mencapai 1-1.5 jam. Sore itu kami menikmati pemandangan matahari tenggelam yang sangat sensasional, selanjutnya kami menikmati makan malam nasi bungkus dan air kelapa muda yang segar, sampai malam gelap menghimpit kami. Kami segera menuju ke Hotel Greenia dalam kepuasan yang penuh. Setelah mandi sore, hanya kami berdua dan pakde Totok serta budhe Tari yang masih mampu menikmati malam hari, dengan diantar oleh mas Yudhi. Malam itu, kami dijamu oleh Dr. Maria Surina dan Om Fendi suaminya, menikmati jagung bakar dan pisang bumbu kacang di kios nomer 10, pusat kuliner malam hari di sepanjang Jl. El Tari Kupang depan Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT yang legendaris. Setelah kekenyangan dan mulai mengantuk, kami lantas berpisah, mengantar pakde Totok dan budhe Tari kembali ke Hotel Greenia, dan kami melanjutkan petualangan ke Rumah Sakit St. Carolus Borromeus (RSCB) di Jl. H.R. Koroh KM 8 Kupang – NTT. RS yang didirikan oleh Kongregasi Suster-Suster Cinta Kasih Carolus Borromeus, seperti halnya RS Panti Rapih di Yogyakarta, dikelola oleh Yayasan Elisabeth Gruyters Kupang.

 RSCB Kupang  RS Bhayangkara 1
Ambulance di UGD Rumah Sakit St. Carolus Borromeus, Kupang
 Bersama mas Yudhi yang belajar sebagai dokter di RS Bhayangkara Kupang

Rumah Sakit St. Carolus Borromeus ini merupakan rumah sakit tipe C yang telah lulus akreditasi tingkat perdana, menerima pasien BPJS maupun asuransi swasta lainnya yang telah bekerja sama. Motto RS St. Carolus Borromeus adalah “Kasih yang Menyembuhkan.” RSCB ini melayani semua penderita dengan cinta kasih dalam kepemimpinan oleh Direktur Dr. Herli Soedarmadji. SDM terdiri dari 10 orang dokter umum, 16 orang perawat, dokter spesialis yang tetap baru dokter penyakit dalam, yaitu dokter Stefani, memiliki 27 tempat tidur, yang sedang dikembangkan menjadi 50. Malam sudah terlalu larut, sehingga kami tidak mampu menemui Sr. Natalia, CB, seorang apoteker dari RS Panti Rapih Yogyakarta yang pindah di situ, dan langsung kembali terlelap di kamar Hotel Greenia.

Minggu, 1 Juli 2018 pagi hari, kami terjaga agak siang karena kelelahan yang penat. Pagi itu, kami akan mengikuti misa kudus di Gereja Katedral Kupang. Katedral ini adalah pusat dari Keuskupan Agung Kupang (KAP) yang didirikan pada 13 April 1967, hasil pemekaran dari Keuskupan Atambua. Kemudian pada 23 Oktober 1989 ditingkatkan menjadi Keuskupan Agung Kupang, dalam kesatuan satu provinsi gerejani dengan dua keuskupan sufragan, Atambua dan Weetebula. Mencakup 130.000 umat yang berada di Kabupaten Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Pulau Alor dan Pulau Pantar. Pertambahan umat di Keuskupan Kupang yang cukup besar terjadi setelah tahun 1965, ketika banyak penduduk yang menganut agama asli kesukuan, meminta diterima menjadi anggota Gereja. Perkembangan itu menyebabkan pemisahan dari Keuskupan Atambua. Statistik tahun 2004 menunjukkan jumlah umat sebanyak 125.000 tersebar di 22 paroki. Uskup Kupang pertama adalah Mgr Gregorius Manteiro SVD (13 April 1967—23 Oktober 1989), selanjutnya Uskup Agung Kupang adalah Mgr Gregorius Manteiro SVD (23 Oktober 1989—10 Oktober 1997, wafat) dan Mgr Petrus Turang (10 Oktober 1997—sekarang).

 Katerdral  Katerdral 1
Gereja Katolik Katedral Kristus Raja Kupang ini berdiri pada tanggal 15 Agustus 1967
Sekretariat Gereja Katedral Kristus Raja di Jl. Soekarno nomor 1 Bonipoi, Kupang.

Gereja Katedral Kristus Raja Kupang ini berdiri pada tanggal 15 Agustus 1967, terletak di Jl. Soekarno nomor 1 Bonipoi, Kupang. Katedral berasal dari kata latin “cathedra” yang artinya kursi. Di luar gedung geraja terdapat makam Uskup Agung pertama Keuskupan Agung Kupang, Mgr. Gregorius Monteiro. Tanggal 14 Oktober 1999, makam ini diberkati oleh Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang. Ciri khas katedral ini adalah kaca patri di sepanjang dinding yang menyatu menjadi galeri ‘stained glass’. Gambarnya terdiri dari ‘Lamb of God’, ‘St. Mary and globe’, ‘Christ the King’, ‘The Ressurection of Christ’, dan ‘The Infant Jesus of Prague’. Setelah misa kudus selesai dan kami puas menikmati keindahan gedung gereja, kami segera kembali ke Hotel Greenia untuk berkemas pulang.

Setelah kenyang makan siang bersama di rumah pasangan ideal suami isteri Dr. Vama (konsultan UNICEF Regio  Indonesia Tengah) dan Dr. Frans Taolin, SpA (Ketua IDAI Cabang NTT), kami segera terbang kembali ke Jogja menggunakan pesawat Boeing 737-900 ER, yang merupakan pesawat penumpang sipil (airliner) komersial untuk penerbangan jarak dekat dan jauh. Pertama kali dibuat pada tahun 2006, dan resmi mengudara pada 2007, Boeing 737-900 ER ‘Extended Range’ dioperasikan pertama kali oleh maskapai penerbangan asal Indonesia yaitu Lion Air. Boeing membuat 737-900 yang mampu terbang lebih jauh dan menampung penumpang lebih banyak daripada vesi sebelumnya. Pada varian ini, yaitu Boeing 737-900 ER (Extended Range), cockpitnya telah dilengkapi dengan HUD (Head Up Display). Di Indonesia, Boeing 737 merupakan “standar” armada bagi berbagai maskapai di Indonesia, baik varian “original” (seri -200), varian “Classic” (seri -300, -400, dan -500), maupun “Next Generation” (seri -800 dan -900ER).

 Dr. Vama  Terbang Boeng
Setelah makan siang bersama di rumah Dr. Vama dan Dr. Frans Taolin, SpA, 
Di dalam pesawat Sriwijaya Air SJ 255 Boeing 737-900 ER dari Kupang

Keluarga pakde Totok melanjutkan pesiar ke Maumere dan Kelimutu di Pulau Flores, sedangkan kami terbang pulang ke Yogyakarta dengan menumpang pesawat Sriwijaya Air SJ 255 Boeing 737-900 ER dari Kupang Minggu, 1 Juli 2018, pk. 14.30 selama 1 jam 50 menit. Dilanjutkan dengan pesawat Sriwijaya Air SJ 235 Boeing 737-900 ER dari Surabya selama 55 menit, untuk mendarat di Yogyakarta Minggu, 1 Juli 2018, pk. 17.45. Sriwijaya Air adalah sebuah maskapai penerbangan di Indonesia yang didirikan oleh keluarga Lie (Hendry Lie dan Chandra Lie) dengan Johannes Bundjamin dan Andy Halim. Saat ini Sriwijaya Air adalah Maskapai Penerbangan terbesar ketiga di Indonesia, dan sejak tahun 2007 hingga saat ini tercatat sebagai salah satu Maskapai Penerbangan Nasional yang memiliki standar keamanan kategori 1 di Indonesia.

Terimakasih kepada segenap pihak, yang telah mendukung pesiar kami di Kupang dan proses pendidikan internship mas Yudhi dan teman2 dokter muda lainnya. Sampai bertemu dalam petualangan selanjutnya.

 Ikut pak Jokowi

Sekian
Yogyakarta, 3 Juli 2018
*) petualang, pesepeda, Ketua IDI Cabang Kota Yogyakarta, dokter spesialis anak, Lektor di FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA : 081227280161

Categories
Istanbul

2018 Menuju UHC

 

Hasil gambar untuk uhc adalah

MENUJU  UHC

fx. wikan indrarto*)

 

Tahun 2018 ini adalah ulang tahun ke 40 Deklarasi Alma-Ata, yang meminta semua negara, termasuk Indonesia, untuk memperkenalkan, mengembangkan, dan memelihara sistem kesehatan primer. Tujuan utama adalah untuk menjamin kesehatan bagi semua warga atau ‘Universal Health Coverage’ (UHC).  UHC adalah sebuah kondisi di mana setiap orang dapat menerima layanan kesehatan yang mereka butuhkan, tanpa mengalami kesulitan dalam bidang keuangan. 

Apa yang harus disadari?

 

Hasil gambar untuk uhc adalah

 

Deklarasi Alma Ata tahun 1978 merupakan bentuk kesepakatan bersama antara 140 negara (termasuk Indonesia), dalam Konferensi Internasional Pelayanan Kesehatan Primer di kota Alma Ata, Kazakhstan, yang disponsori oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan organisasi PBB untuk Anak (UNICEF). Isi pokok deklarasi ini, bahwa Pelayanan Kesehatan Primer adalah strategi utama untuk pencapaian kesehatan untuk semua (Health for all), sebagai bentuk perwujudan hak asazi manusia.

 

Hasil gambar untuk yunani bangkrut

 

Indonesia dapat belajar dari Yunani, sebuah negara miskin di Eropa selatan. Ketika Yunani bergabung dengan Uni Eropa dan menggunakan euro tahun 2001, keadaan ekonomi negara ini diprediksi akan terus tumbuh. Namun prediksi ini seketika berubah ketika terjadi krisis keuangan tahun 2008. Bahkan Yunani tak juga mampu membaik dan pada Selasa, 30 Juni 2015 menjadikan Yunani sebagai negara maju pertama yang gagal membayar utang sebesar US $1,7 miliar kepada Dana Moneter Internasional (IMF). Selain itu, beban ekonomi Yunani diperberat oleh masuknya jutaan pengungsi dari Suriah, imigran dari Irak, Afghanistan, dan negara-negara Afrika. Pada 17 Maret 2016 jumlah pengungsi Suriah di Yunani mencapai lebih dari 70.000 imigran.

 

Hasil gambar untuk yunani bangkrut

 

Reformasi layanan kesehatan (The Primary Health Care Reform Plan) oleh pemerintah Yunani dicetuskan pada Desember 2015, dan implementasi dimulai setelah undang-undang disahkan Parlemen pada Agustus 2017. Sebagai bagian dari reformasi sistem kesehatan, Yunani untuk pertama kalinya mengembangkan layanan kesehatan primer secara terpadu. Dikenal sebagai TOMY (Topikes Monades Ygias), unit ini merupakan tim multidisipliner yang terdiri dari dokter umum, dokter spesialis anak, perawat, pekerja sosial dan staf administrasi. Mereka bekerja dalam kolaborasi dengan faskes primer yang sudah ada, pusat kesehatan yang menyediakan layanan perawatan kesehatan khusus, diagnostik dan gigi. TOMY pertama dibuka di Thessaloniki (Evosmos) pada bulan Desember 2017, dan saat ini ada 94 unit yang beroperasi. Setiap unit memiliki kapasitas untuk melayani sekitar 10.000 orang, dan TOMY kemungkinan akan mencapai kapasitas ini dalam setahun.

 

Hasil gambar untuk yunani bangkrut

 

Perdana Menteri Alexis Tsipras dan pemerintah Yunani memiliki prinsip bahwa kesehatan adalah prioritas pemerintah dan negara perlu berbuat lebih banyak. PM Alexis Tsipras menunjukkan komitmennya yang sangat besar pada terbentuknya UHC, dengan memastikan bahwa semua penduduk Yunani dan para imigran Suriah dapat mengakses layanan kesehatan yang mereka butuhkan, kapan dan di manapun mereka membutuhkannya, tanpa menghadapi kesulitan keuangan. Investasi yang dilakukan pemerintah Yunani diyakini akan menghasilkan kembali, tidak hanya dalam hal derajad kesehatan warga yang lebih baik, tetapi juga dalam hal pengurangan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan keamanan wilayah.

Faskes primer TOMY pada awalnya dibuka di kamp pengungsi asal Suriah, yaitu di Eleonas Camp. Klinik TOMY yang disediakan oleh Yayasan Hellenic atau the Hellenic Centre for Disease Control and Prevention (KEELPNO) melalui proyek PHILOS yang didanai Komisi Eropa, sebuah proyek yang dirancang khusus untuk memberikan layanan kesehatan bagi para pengungsi. Faskes primer ini dibuka Senin hingga Jumat, memeriksa rata-rata 24 pasien sehari. Selain itu, KEELPNO menjalankan klinik gigi, dengan 2 dokter gigi untuk orang dewasa dan 1 dokter gigi khusus untuk anak-anak.

 

Hasil gambar untuk yunani bangkrut

 

Penyakit dan kondisi gangguan kesehatan paling umum yang tercatat di klinik TOMY adalah infeksi saluran pernapasan (atas dan bawah) dan asma, masalah muskuloskeletal, penyakit kronis seperti diabetes mellitus, gangguan tiroid, penyakit jantung dan gangguan sirkulasi lainnya, hipertensi, infeksi saluran cerna dan kudis. Sejumlah besar orang mengalami masalah kesehatan mental, memerlukan obat psikiatri dan atau menerima dukungan psikologis. Empat kampanye vaksinasi telah dilakukan di kamp pengungsi ini. Yang terakhir dilakukan pada bulan Agustus 2017 dan April 2018 adalah yang terbesar, yang telah memvaksinasi lebih dari 350 anak melawan campak, gondok dan rubella (MMR) dan pneumonia.

 

Hasil gambar untuk uhc adalah

 

Pada ‘World Health Report’ 2010, jelas tercantum bahwa reformasi layanan dan sistem pembiayaan kesehatan sangat penting untuk terciptanya UHC. Langkah pertama adalah meningkatkan layanan kesehatan primer. Layanan kesehatan primer yang kuat adalah nyawa dari setiap sistem kesehatan, dan tidak ada satupun negara yang dapat mencapai UHC, tanpa penguatan hal itu. Layanan kesehatan primer adalah lini pertama untuk melawan penyakit menular, mampu memperlambat perjalanan alamiah penyakit tidak menular, dan sangat penting bagi peningkatan derajad kesehatan ibu dan anak, yang merupakan kelompok pengguna utama layanan kesehatan. Layanan pada faskes primer Ini adalah dasar dari sistem kesehatan yang efektif dan kunci untuk mencapai UHC.

 

Deklarasi Alma-Ata dan reformasi layanan kesehatan oleh PM Alexis Tsipras di Yunani untuk menuju UHC, sangat inspiratif. Di Indonesia UHC diwujudkan melalui program JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) dengan target akan dicapai sebelum 1 Januari 2019.

 

Apakah kita telah ikut mewujudkan?

 PB IDI

Sekian

Yogyakarta, 3 Juli 2018

*) Ketua IDI Cabang Kota Yogyakarta, dokter spesialis anak, Lektor di FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA : 081227280161

 

Categories
dokter Healthy Life Jalan-jalan

2016 Mengkover Vancouver

MENGKOVER  VANCOUVER  TAHUN  2016
VANCOUVER HARI PERTAMA
fx. wikan indrarto

Perjalanan kami untuk mengikuti International Congress of Pediatrics (ICP) 2016 di Kanada, dimulai dari Jakarta dengan naik pesawat Airbus A320-300 Cathay Pacific CX 718, yang meninggalkan Bandara Soetta Selasa, 16 Austus 2016 pk. 8. Setelah perjalanan 4 jam, kami transit selama 2 jam di Hong Kong International Airport. Dengan maskapai yang didirikan oleh Roy C. Farrel (AS) dan Sydney H de Kantzow (Australia) di Hong Kong pada 24 September 1946, kami melanjutkan perjalanan dengan pesawat generasi terbaru Boeing 777-300 ER Cathay Pacific CX 838. Setelah menempuh perjalanan dengan kecepatan 825 km/jam dalam ketinggian 11.875 m selama 11 jam perjalanan, kami menempuh jarak 10.278 km dan mendarat di Vancaouver International Airport, Kanada.

 20160816_154318  20160816_162327
Kami transit selama 2 jam di Hong Kong International Airport, sambil menunggu Boeing 777-300 ER Cathay Pacific CX 838. Tiba Stasiun Vancouver City Center dari Vancaouver International Airport (YFR) menggunakan Skytrain menuju Waterfront (downtown)

Vancouver (/væn.ˈkuːvər/ atau /væŋˈkuːvər) adalah sebuah kota di Provinsi British Columbia, Kanada. Kanada merupakan negara terbesar kedua di dunia dalam luas wilayah setelah Rusia, yaitu meliputi sekitar 41% wilayah Amerika Utara. Kepadatan penduduk hanya 3.2 orang per kilometer persegi, yang luar biasa rendah dibandingkan negara lainnya. Sekitar 80 % orang-orang Kanada tinggal dalam rentang wilayah 200 km dari AS, yaitu wilayah dengan iklim sedang, dan memiliki tanah yang terbaik untuk ditanami, termasuk di Vancouver. Kota ini adalah daerah metropolitan terbesar di Kanada bagian barat dan ketiga terbesar di Kanada. Daerah metropolitan Vancouver didiami oleh 2.132.824 ‘Vancouverites’, sebutan untuk penduduk Vancouver, termasuk 583.296 jiwa di kota Vancouver sendiri. Vancouver pernah menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin 2010, Memorial Cup 2007, dan World Police and Fire Games 2009. Stadium Swangard di Burnaby juga menjadi lokasi beberapa pertandingan Piala Dunia FIFA U-20 2007.

Dari Vancaouver International Airport (YFR) kami melanjutkan perjalanan dengan Skytrain menuju Waterfront (downtown), dengan tiket elektronik seharga $C 9, yang kami beli di mesin elektronik yang membuat kami sedikit bingung, untunglah kami mendapat bantuan penumpang lainnya. Kami melewati beberapa stasiun, yaitu Sea Island Centre, Templetion, Bridgeport, Marine Drive, Mangara 49th Avenue, Oakridge 41st Avenue, King Edward, Broadway City Hall, Olympic Village, Yaletown Roundhouse, dan turun di Stasiun Vancouver City Center. Dengan perjalanan selama 24 menit, kami melewati 11 pemberhentian dalam kereta Skytrain 980 yang modern itu, yang memiliki platform sign ‘Canada Line to Waterfront’ dan dikelola oleh British Columbia Rapid Transit Company, dan melanjutkan perjalanan ke Waterfront.

 20160817_060106  20160816_164744
Sambutan International Pediatrics Association (IPA) 2016 di Vancaouver International Airport (YFR) Bertemu ‘wong Jogja’ yang kuliah di Vancouver dan menjadi akrab

Seperti kita ketahui, terdapat 10 provinsi di seluruh Kanada dengan ibukotanya, yaitu Nova Scotia (Halifax), New Brunswick (Fredericton), Quebec (Quebec City), Ontario (Toronto), Manitoba (Winnipeg), British Columbia (Victoria), Prince Edward Island (Charlottetown), Saskatchewan (Regina), Alberta (Edmonton), dan Newfoundland and Labrador (St. John’s). Selain itu, terdapat 3 teritori atau wilayah dan ibukotanya, yaitu Northwest Territories (Yellowknife), Yukon Territories (Whitehorse) dan Nunavut (Iqaluit). Sampai tahun lalu, Calgary, Ottawa, Montreal, Vancouver yang akan kami jelajahi, dan Toronto dianggap sebagai kota terbersih di Kanada. Catatan arkeologi menunjukkan kehadiran orang-orang asli di daerah Vancouver dari 8.000 hingga 10.000 tahun yang lalu. Kota ini terletak di wilayah tradisional Squamish, Musqueam, dan Tseil-Waututh (Burrard) bangsa Coast. Masa berkenalan dengan bangsa Eropa dimulai ketika José María Narváez dari Spanyol mengeksplorasi pantai yang kini disebut Point Grey dan bagian dari Burrard Inlet tahun 1791. Meskipun demikian, ada data lain yang mengungkapkan Francis Drake telah mengunjungi wilayah ini tahun 1579. Kota ini mengambil nama dari George Vancouver, pemimpin tim eksplorasi dari angkatan laut Kerajaan Inggris di pelabuhan Burrard Inlet pada tahun 1792.

Dari Stasiun Vancouver City Center, kami menuju berjalan kaki sejauh 1,1 km selama 14 menit, menuju ke Barclay Hotel yang beralamat di 1348 Robson St, Vancouver, BC V6E 1C5, Kanada. Dengan berjalan kaki ke arah tenggara di Robson St menuju ke Jervis St sejauh 850 m, kemudian berbelok kiri ke Howe St/BC-99 S sejauh 180 m, dan akhirnya berbelok kanan ke W Georgia St/BC-99 S/BC-99A S untuk mencapai hotel. Setelah menyelesaikan adminisrasi dan menata barang, kami bersiap-siap menikmati sore pertama di Vancouver, yaitu melihat matahari tenggelam (sunset) di English Bay sejauh 2 km, dengan berjalan kaki selama 24 menit. Dengan berjalan kaki ke arah barat laut dari Robson St menuju ke Broughton St sejauh 950 m, terus ke Lagoon Dr sejauh 270 m, kami berbelok kiri ke Barclay St sepanjang 7 m, dilanjutkan berbelok kanan 400 m dan lurus terus sampai di English Bay. Kami menikmati pemandangan alam saat ‘sun set’ pada pk. 21 waktu lokal. Pemandangan yang indah dengan lokasi pantai yang bersih, sehingga banyak warga kota yang berjalan, berlari ataupun bersepeda menikmati keindahan malam itu. Kami pulang ke hotel setelah kenyang makan malam menu Korea di Robson Blue Bella Korean Cuisine Bistro, dekat hotel.

 20160816_201236  20160816_201455
Kami melihat matahari tenggelam (sunset) di English Bay Kami menikmati pemandangan alam saat ‘sun set’ pada pk. 21 waktu lokal.

Malam itu kami tidur nyenyak, untuk persiapan mengikuti upacara bendera pada 17 Agustus 2016, undangan dari Konsulat Jendral RI Vancouver, di Wisma Indonesia 1395 West 50th Avenue, Vancouver.

(bersambung)

VANCOUVER HARI KEDUA

fx. wikan indrarto

Penggunaan daun mapel sebagai simbol Kanada dilakukan sejak abad ke-18, dan sampai sekarang digambarkan pada bendera nasional Kanada, dengan warna merah dan putih. Kanada dikenal karena hutan luas, dan jajaran pegunungannya (termasuk Pegunungan Rocky di Alberta dan British Columbia), dan hewan liar, seperti rusa besar, karibou, berang-berang, beruang kutub, dan beruang grizzly. Hoki adalah olahraga musim dingin yang sering digunakan sebagai simbol persatuan nasional dan kebanggaan resmi Kanada. Hari kedua kami di Vancouver pada Selasa, 17 Agustus 2016, diawali dengan perjalanan ke Konsulat Jendral RI.

 20160817_083838  20160817_074745
Upacara Bendera Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 71 yang dipimpin oleh Ms. Sri Wiludjeng, Konsul Jendral di Vancouver yang menjabat sejak 2014. Kami naik bis jalur 10 yang dioperasionalkan oleh TransLink, dengan membayar kepada sopir di alat penerima uang logam di samping sopir.

Dari Hotel Barclay yang beralamat di 1348 Robson St, Vancouver, BC V6E 1C5, Kanada, pagi itu kami berjalan menyusuri Robson St sejauh 800 m untuk mencapai Granville St. Sepanjang jalan banyak sekali pohon mapel, lambang Kanada, dengan daun yang berbentuk khas seperti telapak tangan manusia dan berjatuhan saat kering. Kami naik bis jalur 10 yang dioperasionalkan oleh TransLink, dengan membayar kepada sopir di alat penerima uang logam di samping sopir. Dengan tarif $2,75 kami menuju West 50th Avenue sejauh 7,4 km dalam 49 menit, menyusuri Granville Street, lewat Nelson Street, Davie, Drake, menyeberang jembatan English Bay, lanjut melewati West Cloverleaf, West Broadway, West 11 Ave, West 16 Ave, 15 Ave, Angus Dr, Mattew, Laurier Ave, West 16 Ave, 15 Ave, Angus Dr, Mattew, Laurier Ave, West King Edward Ave, Nanton, West 32 Ave, 33, 35, 37, South connaught, 40, 41, 43, 45, 47, dan turun di West 49 Ave. Dengan sedikit berjalan kaki, kami sampai di 1395 West 50th Avenue, alamat kantor Konsulat jendral RI di Vancouver. Kami mengikuti Upacara Bendera Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 71 yang dipimpin oleh Ms. Sri Wiludjeng, Konsul Jendral yang menjabat sejak 2014. Setelah upacara, diadakan acara seremonial kekeluargaan dan ditutup dengan makan siang menu Indonesia. Acara itu diikuti oleh pegawai dan keluarga KJRI, juga masyarakat Indonesia yang ada di Vancouver, Alberta dan sekitarnya. Setelah itu, kami melanjutkan perjalan ke lokasi konggres.

 20160817_081205  20160817_120126
Kembali menggunakan bis line 10 yang dioperasionalkan oleh TransLink, berangkat dari West 49th Ave, Vancouver ‘West Building Vancouver Convention Centre’, dekat dengan pelabuhan untuk bersandar kapal pesiar yang besar

Kami menuju ‘West Building Vancouver Convention Centre’, dengan kembali menggunakan bis line 10 yang dioperasionalkan oleh TransLink, berangkat dari West 49th Ave, menyusuri jalan yang sebelumnya kami lewati dan turun di Waterfornt Station sejauh 8,1 km. Setelah proses registrasi, kami mengikuti upacara pembukaan. International Pediatric Association (IPA) dan dengan 168 organisasi anggotanya, termasuk IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) menyelenggarakan 28th International Pediatric Conggres pada 17-22 Agustus 2016. Tema konggres adalah “Kebersamaan, Keanekaragaman, Kekuatan,” (Community, Diversity, Vitality), yang mencerminkan keduanya, baik Vancouver sebagai kota tuan rumah dan ruang lingkup program ilmiahnya. Vancouver adalah kota yang hidup di pantai barat Kanada, dengan Samudera Pasifik di sebelah barat dan pegunungan di sebelah timur. Pada acara pembukaan yang sangat meriah di ballroom A dan B, kami terhanyut dalam alunan gerak dan lagu oleh Vancouver Children’s Choir and Eagle Song Dancers, juga adanya sambutan yang sangat inspiratif oleh Mr. Anthony Lake, Exeutive Direktur UNICEF sebagai Keynote Speaker. Setelah acara selesai, kami melanjutkan dengan jalan lagi.

Kami naik bis Line 240 bertarif $ 2,75 dari Brighton, melewati Cardero, Denmam, dan Stanley Pakr dalam jalur khusus busway yang sangat lancar, meski pada saat arus lalu lintas yang macet. Kami akan menuju ke Capilano, memasuki hutan Stanly Park yang bersih. Hutan ini adalah hutan wisata terbaik di dunia yang sangat cocok untuk jalan kaki atau naik sepeda, karena telah dibuatkan jalurnya secara khusus. Kami menyeberang Lions Gate Bridge, sebuah jembatan gantung yang melintasi English Bay dan sangat gagah, dengan patung singa duduk pada gerbang jembatan. Jembatan tersebut hanya boleh dilewati maksimal berat mobil 13 ton. The Lions Gate Bridge, yang dibuka pada tahun 1938, secara resmi dikenal sebagai Narrows Bridge adalah jembatan gantung yang melintasi selat Burrard yang menyempit. Jembatan ini menghubungkan Vancouver dengan kota North Shore Distrik Vancouver Utara. Istilah “Lions Gate” mengacu pada The Lions, sepasang puncak gunung di utara Vancouver. Sepasang patung singa yang terbuat dari beton cor, yang dirancang oleh pematung Charles Marega, ditempatkan di kedua sisi ke jembatan pada bulan Januari 1939. Panjang total jembatan termasuk jembatan utara adalah 1.823 meter, tinggi menara 111 m, dan dapat dilewati kapal dengan tiang setinggi 61 m. Jembatan ini memiliki tiga jalur berlawanan arah, dengan volume lalu lintas di jembatan adalah sekitar 70.000 kendaraan per hari. Pada tanggal 24 Maret 2005, Lions Gate Bridge ditetapkan sebagai Situs Bersejarah Nasional Kanada. Sayang sekali, kami tidak mampu mencapai view poin di sisi selatan jembatan, karena jalan masuk ke situ harus melewati hutan Stanley park yang tidak terjangkau kami dengan berjalan kaki. Maka kami menikmatinya dengan naik bis dan mengambil gambarnya dari sisi Capitalino North Vancouver Distric yang kurang eksotis. Pada hal, Vancouver dikenal di dunia akan keindahan alamnya. Kota ini memiliki salah satu dari taman kota terbesar di Amerika Utara, yaitu Stanley Park. Lansekap kota ini didominasi Pegunugan Pesisir Utara dan pemandangan di hari yang cerah dapat mencapai Gunung Baker di Washington, Amerika Serikat; Pulau Vancouver di seberang Selat Georgia, dan Pantai Sunshine.

 20160817_182225  20160817_130526
Hutan Stanly Park merupakan hutan wisata terbaik di dunia yang sangat cocok untuk jalan kaki atau naik sepeda. Lansekap kota Vancouver

Kami memutuskan untuk kembali pulang ke Vancouver, dengan naik bis Line 246 dari North Vancouver Distric ke Chinatown. Kami melewati jalur yang sama, termasuk Marine Drive, Gilford Street, lanjut masuk kembali ke Lions Gate Bridge dan turun di Dusmuin and Hamilton. Kami melanjutkan dengan berjalan kaki sejauh 150 m menuju ‘Victory Square’, sebuah lapangan pada pertemuan Hastings Street, West Pender Street, Cambie Street, dan Hamilton Street di downtown Vancouver. Di tengahnya gagah berdiri tugu peringatan bagi pahlawan pembangunan jalur kereta api, yang bertuliskan ‘In Memory of those, who gave their lives in the service of our country. Their name liveth for evermore’, yang diresmikan pada tanggal 13 Februari 1886. Ekonomi awal Vancouver didominasi oleh perusahaan besar: seperti CPR, yang memicu aktivitas ekonomi dan menyebabkan pesatnya perkembangan kota baru. Beberapa manufaktur melakukan pengembangan, termasuk pembentukan British Columbia Sugar Refinery oleh Benjamin Tingley Rogers pada tahun 1890. Sumber daya alam kemudian menjadi dasar bagi perekonomian Vancouver, yaitu penebangan hutan dan kemudian ekspor kayu melalui pelabuhan, sehingga lalu lintas komersial merupakan sektor ekonomi terbesar di Vancouver sejak tahun 1930-an.

 20160817_194359  20160817_193449
Gastown Steam Clock, sebuah monumen jam uap legendaris, yang dirancang oleh Raymond K. Saunders. ‘Victory Square’, sebuah lapangan pada pertemuan Hastings Street, West Pender Street, Cambie Street, dan Hamilton Street di downtown Vancouver.

Selanjutnya kami menikmati keindahan di Gastown Steam Clock, sebuah monumen jam uap yang legendaris, yang dirancang oleh Raymond K. Saunders. Setiap 15 menit sebuah baja akan jatuh dari puncak jam, dan menimbulkan bunyi mesin uap. Mekanika jam dirancang oleh Douglas L. Smith, yang menghabiskan biaya $ 42.000 pada tahun 1870. Monumen jam uap tersebut, menjadi sorotan kamera banyak wisatawan, sehingga kami harus antri mengambil gambar kenangan. Kami selanjutnya menikmati keindahan patung ‘Angel of Victory’, simbol kemenangan para pekerja rel kereta api pertama, sehingga CPR (Canadian Pacific Raylways) terhubung ke Vancouver, di daerah Burrard Landing di West Cordova Street. Patung tersebut tegak berdiri di samping gedung tua yang gagah dan masih berfungsi baik, yaitu stasiun pertama dan awal mula kota Vancouver, yang megah berwarna merah. Stasiun tersebut berlokasi di Waterfront dan menjadi pertemuan antar moda, yaitu Skytrain Expo Line, Millenium Line, Canada Line, West coast express and Sea Bus yang menyeberang ke North Vancouver Distric. TransLink adalah perusahaan pemerintah yang mengakomodasikan berbagai layanan bus, feri yang dikenal dengan nama SeaBus, dua jalur metro bernama SkyTrain, dan kereta api komuter West Coast Express.

Setelah membeli tiket untuk naik kereta bawah tanah Millenium Line, kami turun di Stasiun Burrad, untuk berjalan kaki kembali ke hotel. Kami mampir membeli Chicken Karaage 4 pcs, $ 5,5, spinach, shitake musrhroom, black wood war mushroom & water chestnut 6 pcs, $ 5 di Gyoza King Japanese Spirits, di Robson street. Malam itu kami tidur nyenyak, untuk persiapan mengikuti konggres hari pertama di hari ketiga kami di Vancouver.

(bersambung)

VANCOUVER  HARI  KETIGA

fx. wikan indrarto

Bendera Kanada menggunakan gambar Daun Mapel (bahasa Inggris: Maple Leaf), warna merah dengan sebuah warna putih di tengahnya. Pada tahun 1965 sebuah bendera nasional Kanada, rancangan dari George F. G. Stanley yang didasarkan pada bendera Royal Military College of Canada, secara resmi digunakan untuk menggantikan Bendera Inggris Raya. Bendera sebelumnya yang dikenal dengan nama “Canadian Red Ensign” sudah pergunakan sejak tahun 1890an. Dari Hotel Barclay yang beralamat di 1348 Robson St, Vancouver, BC V6E 1C5, Kanada, pagi itu kami berjalan kaki menyusuri Jervis Street yang menurun tajam, menyeberang Alberni St dan South Georgia St. Melville, Hasting dan Cordoba untuk mencapai ‘West Building Vancouver Convention Centre’. Bendera Kanada dengan gambar Daun Mapel berkibar gagah di arena konggres yang beralamat di 1055 Canada Place Vancouver, BC V6C 0C3 Canada, untuk mengikuti The 28th International Congress of Pediatrics (IPA 2016).

 20160817_132201  20160817_204334
‘West Building Vancouver Convention Centre’. Canada, untuk mengikuti The 28th International Congress of Pediatrics (IPA 2016). Di dalam Bis Line 17 kami menyusuri Georgia St dan Grenville, lalu kami turun di East Pender St, Vancouver

Kamis, 18 Agustus 2018, kami mengikuti sesi MTE 1 (Meet The Expert) dengan tema : Electronic Medical Record (ERM): How to Provide Better Patient Care and Make the Office More Efficient, yang dapat diakses dari http://eventmobi.com/ipa2016. Acara pada Room 211, menampilkan pembicara Neil Cooper, Pediatrician Alberta Children’s Hospital / Sunnyhill Pediatric Clinic, Dr. Neil Cooper seorang Pediatrician and Sports Medicine physician dri Calgary, Alberta, Canada. Lulusan University of Calgary Medical School pada tahun 1990 dan selesai residensi pediatrik di Rumah Sakit Anak Alberta pada tahun 1994 dan Sports Medicine Diploma pada tahun 2007. Sejak tahun 1994 berpraktek aktif pediatrik dan olahraga. Keterlibatannya pada komputer mendahului karir medis, ketika sebagai paramedis pada tahun 1984, mengembangkan database elektronik untuk Korps Pemadam Kebakaran Ft. McMurray dengan komputer IBM 8088. Dia telah menggunakan beberapa bentuk catatan medis elektronik sejak tahun 1996. Acara tersebut dipimpin oleh moderator Dr. Kevin Chan, Pediatrics Chair Memorial University and Clinical Chief of Children’s Health pada Eastern Health in St. John’s, Newfoundland, Canada. Dijelaskan bahwa ERM memiliki banyak sekali keuntungan, misalnya dokumen lebih cepat disajikan kepada dokter, portable, comfortable, and secure. Sebaliknya, rekam medis pada kertas lebih mudah hilang, meskipun kadang tidak disadari, hanya dapat diakses oleh seorang dokter dalam waktu yang sama, seringkali terjadi salah tulis, mahal, memakan tempat, dan bahkan seringkali sulit dicari. Keuntungan EMR lainnya mudah dicari, tidak hilang, mudah disimpan, aman, mudah digandakan, dan tidak boros tempat. Pengembangan ERM bahkan sampai dapat merupakan data terpadu tentang demografi, peresepan obat, informasi alergi obat, imunisasi, hasil laboratorium, diagnsis dan hasil konsultasi antar dokter. Bahkan ke depan akan menjadi bagian dari ‘Screening and Prevention programm’ yang disertai risperdal reminder, dengan modul komunikasi terpadu antar dokter, bahkan juga ada modul komunikasi dengan pasien, misalnya untuk perjanjian kontrol, dan konsultasi. Pada sesi tersebut, berlangsung juga MTE2 dengan tema : Immunology for the Pediatrician, oleh Elie Haddad, Head Immunology and Rheumatology Division, CHU Sainte-Justine, University of Montreal, Canada dengan moderator François Boucher, Pediatrician Centre Mère Enfant-Soleil du Centre Hospitalier. MTE3 dengan tema : Care of the Child and Adolescent With Medical Complexity oleh Dr. Eyal Cohen, Associate Professor Pediatrics and Health, Policy, Management and Education, Hospital for Sick Children, University of Toronto, Canada dengan moderator Dr. Jay Ellis Berkelhamer, American Academy Of Pediatrics Past President, dan MTE4 dengan tema: What is New in Nutrition? oleh Dr. Fügen Çullu Çokuğraş, President Balkan Pediatric Association.

Kami selanjutnya mengikuti acara Plenary 1 dengan tema: Child Health – Now and in the Future’, di Ballroom A-B. Moderator acara adalah Dr. Andreas Konstantopoulos, President International Pediatric Association (IPA), dengan pembicara Richard Horton, Editor-in-Chief The Lancet dengan tema: Global Trends And Progress in Child Mortality’. Kita diingatkan bahwa masih banyak negara yang bermasalah dalam usha menurunkan angka kematian anak, yaitu India, Nigeria, Pakistan, Kongo, Etiopia dan Cina, yang secara total menyumbang kematian 3,5 juta (51%) dari semua anak di dunia. Masalah nutrisi, kebijakan politik di negara berkembang, pencapaikan SDGs, akuntabilitas negara, dan hak azasi manusia harus diperhatikan oleh semua pihak. Hal ini disebabkan karena adanya pengaruh kebijakan politik negara, pada derajad kesehatan anak, ‘economic out put’, ‘social production’, ‘cohetion’, inovasi, dan keamanan. Semua pemerintahan wajib memberikan penekanan dalam aspek kemanusiaan atau Humanitarian, migrasi, proteksi sosial, teknologi transformatif, dan kesamaan gender. Hal ini karena pada anak, derajad kesehatan dan kemanusiaannya, terkait dengan tingkat pendidikannya. Tantangan kita semua adalah dalam aspek prosperity, humanity dan implementasi. Pembicara selanjutnya adalah Prof. Zulfiqar Bhutta, dari Global Child Health & Policy Sick Kids Centre for Global Child Health Research Institute, The Hospital for Sick Children Departments of Paediatrics, Nutritional Sciences and Public Health University of Toronto, dengan tema : ‘Emerging challenges in child health globally: how can pediatricians contribute to change?’ Kita disadarkan bahwa masih ada sekitar 10 juta anak meninggal secara global dalam 2 tahun terakhir di India dan Afrika. Kebijakan tentang MDGs telah menyatukan langkah para pemerintah dan tenaga kesehatan profesional. Namun demikian, MDGs 4, yaitu Menurunkan angka kematian anak, yang memiliki target pada tahun 2015 adalah mengurangi dua per tiga tingkat kematian nak balita, belum berhasil ditekan dari 12,7 jadi 5,2, karena ternyata hanya turun menjadi 5,9. Kita perlu menyelesaikan semua faktor risiko mortalitas yang masih tinggi, terutama pada neonatal yang meliputi malnutrisi dan IUGR. Mortalitas dan kurang gizi atau stunting, perlu intervensi bersama, agar tidak terjadi ‘statistical victory or a moral defeat’ (kekalahan moral). Selain itu, Tentang MDGs8, yaitu mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan, yang selanjutnya diteruskan menjadi SDGs 17, kita semua para dokter spesialis anak seharusnya menyatu, berperan, mengenal, berbuat benar dan benar berbuat, dalam kebersamaan dengan petugas kesehatan lainnya. Kita diingatkan agar dokter, bidan dan perawat bersatu, karena ‘we can together, we can.’

Kemudian kami mengikuti sesi ‘Concurrent’ 1 dengan tema ‘Neonatal Jaundice’ di Room 118-120. Acara dengan moderator: Dr. William Keenan, menampilkan Prof. Vinod Bhutani dengan judul : ‘New measurements and prediction of neonatal hyperbilirubinemia’ yang menjelaskan adanya ‘Novel measures in product risk of bilirubin neurotoxicity’, khususnya kasus ‘deficiency G6PD’. Outcome yang ditekankan menyangkut kejadian ‘still birth’, tingginya mortality, adanya ‘neurological impairment’, ‘deafness’, dan gangguan bicara. Penyebab tersering adalah karena perbedaan golongan darah Rh dan ABO. ‘Area of inquiry’ bagi kita semua adalah ‘risk confounded by immaturity’, ‘hemolysis’, sepsis and genetik. Pembicara berikutnya adalah Dr. Praveen Kumar dengan judul: ‘Prevention of Kernicterus: A Global Strategy’. Concurrent lain yang berlangsung bersamaan, tidak dapat kami ikuti, yaitu ‘Management of Sexual Abuse Victims’, ‘Pain Management in Children and Adolescents’, ‘How Large Scale Databases Can Help Improve Your Practice’, ‘Early life experiences: ECD and Developmental Origin of Adult Diseases’, ‘Global Opportunity for Technology Enabled Knowledge Translation in Child Health’, ‘Pediatric Care – Evidence Based or Eminence Based’. Setelah makan siang, kami melanjutkan acara dengan belajar perbandingan kepada BC Children Hospital.

 20160819_165230  Dr. Sudung
‘Vancouver Lookout Tower’, di puncak Harbour Centre, yang diinspirasi dari ekor pesawat ruang angkasa dalam film Star Trek yang legendaris. Para peserta dari Jakarta, Indonesia, yaitu Dr. Sudung Pardede, Dr. Edi dan Dr. Hartono Gunardi

Kami keluar dari arena konggres dan berjalan kaki menyusuri Waterfornt road di sepanjang tepi pelabuhan Vancouver yang bersih dan rapi. Sejenak menikmati keindahan ‘Vancouver Lookout Tower’, di puncak Harbour Centre, yang diinspirasi dari ekor pesawat ruang angkasa dalam film Star Trek yang legendaris. Harbour Centre adalah sebuah gedung pencakar langit terkenal di pusat bisnis Downtown Vancouver. The “Lookout Tower” adalah menara yang dibangun di atas gedung, sehingga menjadi salah satu struktur bangunan tertinggi di Vancouver. Dengan arena untuk melihat pemandangan kota dalam 360 derajat, juga berfungsi sebagai objek wisata dengan ‘Top of Vancouver Revolving Restaurant’. Harbour Centre ini dibuka pada tahun 1977. Kami melanjutkan berjalan kaki ke Stasiun SkyTrain, untuk naik Canada Line dari stasiun Waterfront, Vancouver City Center, Yaletown-Roundhouse, menyeberang ke Granville Island, Olympic Village, Broadway City Hall, King Edward, dan turun di Oakridge 41st Avenue untuk menuju BC Children Hospital. Ternyata kami salah, karena googlemaps tidak berfungsi saat offline, dan kami harus kembali ke Stasiun King Edward. Kami harus berjalan kaki sangat jauh dalam terik matahari sore, untuk masuk ke Heather St Entrance Gate. BC Children Hospital ternyata memiliki 4 buah pintu masuk entrance, yaitu Willis, Oak dan East 28th Ave.

 20160818_153211  20160818_154115
British Columbia Children’s Hospital terletak di 4480 Oak Street Vancouver, Sunny Hill Health Centre for Children, di British Columbia Children’s Hospital

British Columbia Children’s Hospital terletak di 4480 Oak Street Vancouver, British Columbia, Canada, adalah fasilitas kesehatan milik ‘Provincial Health Services Authority’. RS ini khusus melayani perawatan kesehatan bagi pasien dari bayi baru lahir sampai usia 16. Ini juga merupakan fasilitas pendidikan dan penelitian untuk kesehatan anak. Rumah sakit ini juga memiliki Sunny Hill Health Centre for Children, yang menyediakan layanan khusus untuk anak dan remaja dengan cacat perkembangan sejak lahir. Pada tahun 2014, konstruksi proyek $ 676.000.000 dalam tiga tahap untuk membangun fasilitas delapan lantai dalam ukuran sekitar 59.400 meter persegi (640.000 kaki persegi). Fasilitas ini akan dirancang untuk LEED (Leadership in Energy and Environmental Design) sehingga bangunan akan menjadi terang bernderang dengan fasilitas modern kamar pasien memiliki akses ke cahaya alami dan kebun. Bangunan baru mencakup unit bedah rawat inap, gawat darurat, pencitraan medis dan ruang tindakan, departemen hematologi onkologi dan unit perawatan intensif anak dan neonatal. Fasilitas ini akan melengkapi yang sudah ada, yaitu berbagai ruang rawat inap, rawat jalan dan perawatan rujukan tersier untuk anak sejak lahir sampai remaja, termasuk klinik, layanan darurat, perawatan kesehatan anak, bedah, perawatan intensif, transplantasi organ, genetika, dan pusat HIV. Setelah lelah keliling RS, kami makan sore menu ‘chicken Caesar Flatbread’ seharga $7,25 di Second Cup Cafe, di sekat UGD BC Children Hospital, kami melanjutkan perjalanan.

Dari halte bis di dekat Oak St Entrance Gate BC Children Hospital, kami naik bus Line 17 milik TransLink ke Downtown, bis listrik tanpa polusi ini lewat pos pemberhentian di West 23 Ave, West King Edward, West 22 Ave, 17 Ave, 12 Ave, 10 Ave, kemudian berbelok ke kanan masuk Broadway St, untuk melewati pos pemberhentian di Laural St, Heather St, dan West Ash. Kemudian berbelok ke kiri memasuki Cambie St, dan sopir beristirahat selama 3 menit di pos pemberhentian 1, sebelum menyeberangi jembatan ‘Granville Island’ yang gagah dan masuk ke wilayah Downtown Vancouver. TransLink adalah badan hukum bertanggung jawab untuk jaringan transportasi regional Metro Vancouver, Kanada, termasuk transportasi umum dan jalan utama dan jembatan. TransLink dibentuk pada tahun 1998 milik Pemerintah propinsi British Columbia untuk menggantikan SM Transit di Kabupaten Daerah Greater Vancouver dan menganggap banyak tanggung jawab transportasi yang sebelumnya dipegang oleh pemerintah provinsi . TransLink bertanggung jawab untuk berbagai moda transportasi di wilayah Metro Vancouver. Bus listrik tanpa polusi udara milik TransLink, beroperasi pada rute utama di kota Vancouver, yang menerima listrik dari jaringan kabel di atas jalan raya (overhead). Pada musim gugur 2006, TransLink menggunakan generasi baru bus listrik, yang menggantikan model lama buatan 1980-an. Bus listrik baru memiliki lantai yang rendah dan dapat diakses sepenuhnya oleh penumpang berkursi roda. TransLink juga mengoperasikan layanan bus larut malam, disebut nightbus, pada 13 rute yang membentang dari pusat kota seluruh kota dan beberapa pinggiran kota. Di dalam bis terdapat ruang untuk dua kursi roda pada setiap bus, dan area kursi roda juga digunakan untuk pejalan kaki dan kereta bayi. Penumpang di kursi roda memiliki prioritas untuk posisi ini, dan pengguna-prioritas yang lebih rendah (seperti orang-orang dengan kereta bayi) diwajibkan untuk mengosongkan ruang yang diperlukan. TransLink menggunakan sistem pengumuman suara di bus untuk membantu penumpang dengan gangguan penglihatan atau tidak terbiasa dengan daerah yang dilalui bis, dan untuk memungkinkan sopir untuk fokus pada mengemudi daripada membuat pengumuman. Pengumuman menggunakan suara yang dihasilkan komputer, untuk mengingatkan agar bus berhenti di halte berikutnya dan pesan lainnya, menggunakan teknologi GPS untuk mengidentifikasi lokasi bus dan halte berikutnya.

 20160818_173220  20160818_174244
Dr Sun Yat-Sen Classical Chinese Garden. Ini adalah taman bergaya Cina yang pertama dibangun di luar daratan China, dan terletak di Chinatown di Vancouver, British Columbia, Kanada. Dr. Sun Yat-Sen pernah tinggal di Vancouver menyiapkan Revolusi Xinhai yang menggulingkan Dinasti Qing pada tahun 1911. Sun Yat Sen kemudian menjadi presiden pertama Republik Cina.

Sesuai dengan tata ruang kota Vancouver, perumahan dan gedung disusun dalam blok kotak-kotak dengan jalan yang lurus, sehingga terkesan rapi dan alamat mudah diingat. Daerah metropolitan Vancouver didiami oleh 2.132.824 ‘Vancouverites’, sebutan untuk penduduk Vancouver, termasuk 583.296 jiwa di kota Vancouver sendiri. Gaya berpakaian ‘Vancouverites’ tidaklah penting. Beragam gaya busana dari yang casual sampai perlente, terlihat di semua arena dan suasana. Gaya itulah yang selalu kami temui, juga di dalam penampilan para penumpang bis. Bis Line 17 yang kami naiki, setelah memasuki Hamilton St berbelok kanan masuk ke Robson, Richard, Seymour, dan kami turun di West Pender, untuk ganti bis Line 22, menuju ke Dr Sun Yat-Sen Classical Chinese Garden. Ini adalah taman bergaya Cina yang pertama dibangun di luar daratan China, dan terletak di Chinatown di Vancouver, British Columbia, Kanada. Taman ini terletak di 578 Carrall Street dan terdiri dari taman umum dapat diakses secara gratis dan museum dengan tiket berbiaya masuk. Tujuan pembangunan taman adalah untuk “mempertahankan dan meningkatkan jembatan pemahaman antara budaya Cina dan Barat, mempromosikan kebudayaan Cina pada umumnya dan menjadi bagian integral dari masyarakat setempat.” Taman ini dibangun pada 1985-1986 dirancang oleh arsitek Joe Wai dan Donald Vaughan, sedangkan taman bagian dalam dirancang oleh Wang Zu-Xin, dan dibuka pada tanggal 24 April 1986, dalam persiapan untuk World Expo 86. Taman Cina gaya klasik ini sesui prinsip filosofis Feng shui dan Taoisme, berjuang untuk mencapai keselarasan dan keseimbangan yang bertentangan. Dalam hal ini misalnya batu terjal disandingkan dengan dedaunan halus. Air juga merupakan elemen penting dari kebun, dan kolam besar menawarkan keheningan, suara, refleksi dari langit, dan membantu untuk menyatukan unsur-unsur lain. Ikan, kura-kura, dan kelelawar, juga patung naga, dan burung phoenix terlihat di seluruh taman. Taman ini dinamai untuk menghormati Dr Sun Yat-Sen, pemimpin nasionalis “bapak Cina modern.” Saat bepergian ke seluruh dunia untuk meningkatkan kesadaran dan mengumpulkan dana untuk gerakan nasionalis Cina, Dr. Sun Yat-Sen pernah tinggal di Vancouver. Pada saat itu, ada bantuan dari nasionalis Cina di British Columbia, yang membantu membiayai Revolusi Xinhai yang menggulingkan Dinasti Qing pada tahun 1911. Sun Yat Sen kemudian menjadi presiden pertama Republik Cina.

 20160817_130156 img-20160817-wa0074.jpg
West Building Vancouver Convention Centre’, dekat dengan pelabuhan untuk bersandar kapal pesiar Dengan naik Bis Line 17 kami menyusuri Georgia St dan Grenville, lalu kami turun di East Pender St di sore yang cerah

Bis Line 17 kami menyusuri Georgia St dan Grenville, lalu kami turun di East Pender St, sesuai petunjuk dari sopir bis yang selalu ramah dan siap membantu penumpang yang bingung. Untuk di Vancouver, janganlah ragu untuk bertanya kepada sopir bis, sebalum kita naik. Kami pindah bis Line 22 tujuan ke Knight, dengan menyusuri Weat Pender St, kami mewati Richards St, Hamilton, Abbot, Carral masuk Chinatown. Kami sempatkan makan malam di New Town Chinese Restaurant di 148 East Panser Street, Vancouver. Makan malam pk. 18 masih sangat terang, karena cahaya matahari baru akan hilang pk. 21. Setelah puas berjalan-jalan di taman Dr Sun Yat-Sen Classical Chinese Garden, kami kembali naik bis Line 22 menyusur West Pender St, lewat Abbott, dan Victoria Square, untuk turun di Seymour St. Kami berganti bis Line 5 sesuai anjuran sopir, untuk melanjutkan jalan pulang ke Robson St, melewati Granville, Howe, dan Homby, kemudian berbelok kiri menyusur Burrard St, menyeberang Dunsmuir, Burrard Station, West Georgia, Albarni, dan di Robson St belok ke kiri. Kami turun dan berjalan kaki ke Barclay Hotel yang beralamat di 1348 Robson St, Vancouver, BC V6E 1C5, Kanada, untuk tidur nyenyak. Perjalanan kami seharian itu, ditanggung oleh ‘Compass Cards’, yang adalah sebuah kartu tarif isi ulang yang dapat digunakan di manapun di Metro Vancouver. Kartu digital ini nyaman, mudah digunakan, dan aman. Terdapat 3 jenis, yaitu Monthly Passes, Day Passes and Stored Value. Seharian itu, kami menggunakan Day Passes seharga $9.

(bersambung)

VANCOUVER  HARI  KEEMPAT

fx.wikan indrarto

Hari Jumat pagi, 19 Agustus 2016 yang cerah, kembali kami berjalan kaki dari Hotel Barclay yang beralamat di 1348 Robson St, Vancouver, BC V6E 1C5, Kanada, menyusuri Bute Street yang menurun tidak setajam Jervis Street, menyeberang Alberni, South Georgia, Melville, Hasting, dan Cordoba untuk mencapai ‘West Building Vancouver Convention Centre’. Kami akan mengikuti The 28th International Congress of Pediatrics (IPA 2016) dan penjelajahan hari keempat.

 IMG-20160818-WA0017 20160817_193544.jpg

Daun mapel sebagai simbol Kanada dilakukan sejak abad ke-18, dan sampai sekarang digambarkan pada bendera nasional Kanada, dengan warna merah dan putih.

 ‘Victory Square’, sebuah lapangan pada pertemuan Hastings Street, West Pender Street, Cambie Street, dan Hamilton Street di downtown Vancouver.

Pagi itu kami mengikuti sesi diskusi ‘Managing Influenza in the Paediatric Population – New Interventions for the Prevention of Seasonal Influenza’ di ruang 202-204. Pada sesi tersebut kami diajak melihat tantangan pencegahan influenza pada anak dan mendiskusikan vaksinasi. Berdasarkan data di negara maju, terlihat pentingnya vaksin influenza. Pada saat yang bersamaan diadakan ‘Meet The Expert’ tentang ‘Medical Education: Teaching in the 21st Century’, dengan moderator Dr. Denis Daneman, menampilkan Dr. Jonathan Kronick, dengan topik Pediatrician Training in Canada: Today and Tomorrow dan Dr. Robert Armstrong dengan tema Population Health and Human Development: A Foundation for Health Professional Education. Topik Meet the Expert lain adalah ‘Eating Disorders in Older Children and Adolescents: Evaluation and Management’ dengan moderator Dr. Pierre André Michaud, menampilkan Dr. Danielle Taddeo dan Dr. Pei Yoong Lam. Meet the Expert 8 dengan tema ‘Not Without a Plan: Writing Evidence-Based Self-Management Plans for Children With Asthma’ dengan moderator Dr. Rohit Agrawal, yang menampilkan Dr. Francine M. Ducharme. Meet the Expert 9 dengan judul ‘Child maltreatment: Evaluation of whether a child has been physically abused’ dengan moderator Dr. Sue Bennett, menampilkan pembicara Dr. Robert Block dan acara Meet the Expert 10 dengan tema ‘A Taste of Panama – IPA 2019’, dengan moderator Dr. Jackie Millette, menampilkan pembicara Dr. Mariana Lopez, Dr. Iván Wilson, dan Dr. Luis Vargas.

Kami selanjutnya mengikuti plenary session di Ballroom A dan B dengan tema ‘The Promise of Global Adolescent Health’, dengan pembicara Professor Susan M Sawyer, Chair of Adolescent Health pada the University of Melbourne, Australia Motto terpenting untuk pasien remaja adalah ‘Tell Me, I Forget, Show Me, I Remember, Involme Me, I Understand’. Pembicara lain adalah Dr. George Patton, Professorial Fellow in Adolescent Health Research at the University of Melbourne Australia.  Pembicara ketiga adalah Professor Vikram Patel seorang Clinical Science at the London School of Hygiene & Tropical Medicine (UK). Ketiganya menjelaskan tentang entingnya pengelolaan kesehatan remaja, dan adanya beberapa determinan sosial dan inti pokok dalam penyaminan kesehatan remaja secara universal. Pada sesi Concurrent hari Jumat 19 Agustus 2016, pk. 11-12.30, kami mengikuti Concurrent 15 bertema : ’Challenges in Global Child Health’, dengan moderator Dr. Jie Ding, menampilkan pembicara Dr. Devendra Gupta (Challenges of Global Child Health Surgical Needs), Dr. Keith Martin (Overcoming a Critical Missing Link: building health human resources in low income settings), dan Dr. Nick Brown (MDGs and SDGs: have disadvantaged children in HICs slipped through the net?). Pada Concurrent 16 bertema : Canadian Perspectives on Cerebral Palsy’ dengan moderator Dr. Michael Shevell, menampilkan pembicara Dr. Darcy Fehlings (Interactive Computer Play in Cerebral Palsy – Let’s PLAY), Dr. Steven Miller (Is cerebral palsy a static brain lesion?  New insights from brain imaging) dan Dr. Annette Majnemer (Promoting vitality through participation in leisure for children with cerebral palsy). Concurrent 17 bertema ‘Immunization – Vaccine Hesitancy’, dengan moderator Dr. Isabelle Chevalier, menampilkan Dr. Noni MacDonald (Vaccine Myths and How to Deal With Vaccine Deniers- in Public), dan Dr. Robb Butler (Tackling vaccine hesitancy in the European Region). Pada Concurrent 18 dengan tema ‘Informatics to improve Child Health’ dengan moderator Dr. Kevin Forsyth, menampilkan Dr. Michael Graven (Integrated Patient-Centred Health Information System ), dan Dr. Prakesh Shah (Quality improvement through national neonatal collaborations). Pada Concurrent 19 dengan tema ‘Best Care For The Newborn’, dipimpin oleh moderator Dr. Peter Cooper, menampilkan Dr. Nalini Singhal (When should the umbilical cord be clamped (or stripped)?, dan Dr. Gary Weiner (Aims for achieving safe oxygenation for the premature baby at birth). Setelah selesai makan siang, kami melanjutkan penjelajahan.

 20160817_130145  20160817_183214
West Building Vancouver Convention Centre’, dekat dengan pelabuhan untuk bersandar kapal pesiar Perumahan sederhana masyarakat suburb Vancouver yang tertata rapi

Dari lokasi konggres di ‘West Building Vancouver Convention Centre’, kami berjalan kaki menuju Waterfront Stasion, sebuah tempat persinggungan antar moda transportasi, yaitu kapal pesiar, feri penyeberangan, kereta api antar kota, SkyTrain dan bis kota. Sore itu kami akan mencoba naik feri SeaBus ke North Vancouver. The SeaBus adalah layanan feri penumpang di Metro Vancouver, Kanada, dengan melintasi selat Burrard Inlet, yang menghubungkan Vancouver dan Vancouver Utara. Dimiliki oleh TransLink dan dioperasikan oleh Coast Mountain Bus Company, SeaBus merupakan bagian penting dari sistem transportasi umum yang terintegrasi di kawasan itu. Armada SeaBus saat ini terdiri dari 4 kapal. Feri beroperasi antara pk. 6 pagi sampai 1 dini hari berikutnya. Pada siang hari kerja, dua dari tiga feri dalam pelayanan, dengan dua feri berangkat secara bersamaan dari terminal yang berlawanan dan akan berpapasan pada setengah jalurya. Dengan jarak tempuh 1,75 mil laut atau 3.24 km, penyeberangan memakan waktu 10-12 menit di setiap arah dengan kecepatan jelajah 11,5 knot (21,3 km / jam), dengan 3-5 menit bersandar di dermaga. Pada saat ini, terjadi lebih dari 50 perlintasan dalam sehari. Feri beroperasi dengan empat anggota awak kapal dan seorang insinyur yang tinggal di darat untuk melakukan pemeriksaan mesin secara rutin. Pintu putar di pintu masuk ke ruang tunggu SeaBus digunakan untuk menghitung jumlah penumpang yang akan naik. Ketika jumlah maksimum tercapai, pintu putar akan terkunci dan tidak akan ada penumpang lebih yang diperbolehkan masuk di SeaBus itu.

 IMG-20160819-WA0036  IMG-20160819-WA0039
Di daratan Vancouver Utara, SeaBus berhenti di Lonsdale Quay, yang terhubung dengan halte bus untuk tujuan North Shore Vancouver. Gerbang Lonsdale Quay SeaBus di wilayah North Shore Vancouver.

Kapal feri SeaBus berhenti di daratan Vancouver di Waterfront Station, dekat Vancouver Convention Centre dan terminal kapal pesiar di Canada Place. Jembatan penyeberangan menghubungkan terminal SeaBus ke bangunan stasiun utama, di mana penumpang dapat berpindah moda ke kereta api cepat West Coast Express dan semua kereta api dalam kota SkyTrain (Expo Line, Millennium Line dan Canada Line). Di daratan Vancouver Utara, SeaBus berhenti di Lonsdale Quay, yang terhubung dengan halte bus untuk tujuan North Shore Vancouver. Selain melayani penumpang, Lonsdale Quay telah menjadi daerah tujuan wisata penting, dengan sebuah hotel dan pasar umum. Pada tahun 1989, terminal Vancouver Utara diberi nama ‘Charles A. Spratt SeaBus Terminal’, untuk menghormati Charles Spratt, Project Manager dari proyek SeaBus yang pensiun pada tahun 1988. Setelah kenyang makan di Suki Japanese Restaurant, dengan menu suki special dan spider roll di dekat Lonsdale Quay Market, kami menikmati pemandangan indah lansekap kota Vancouver, dari seberang lautan selat Burrard Inlet, yang sibuk oleh kapal. Di kejauhan nampak Lion Gate Bridge yang gagah dan juga padat lalu lintas, seperti yang pernah kami rasakan hari sebelumnya. Kembali kami pulang naik SeaBus ke Waterfront.

Dari Waterfront Stasion, kami berjalan kaki 4 menit untuk melihat kembali Gastown Steam Clock, sebuah monumen jam uap yang legendaris, yang dirancang oleh Raymond K. Saunders. Setelah membeli cinderamata di toko sekitar situ, kami berjalan kaki ke Cordova Seymour. Penyebutan 2 buah jalan sekaligus seperti ini, lazim di Vancouver untuk menggambarkan titik persimpangan antara Cordova Street dan Seymour Street. Di situ kami naik bus TransLink Line 4 dan turun di Cordova Mein, untuk menuju Vancouver Police Museum. Museum yang sebelumnya dinamakan Vancouver Police Centennial Museum, dirancang untuk memperingati 100 tahun Departemen Kepolisian Vancouver pada tahun 1986. Terletak di 240 Jalan E. Cordova di Vancouver Gastown, museum ini menempati sebuah bangunan yang dulunya digunakan untuk Pemeriksa Pengadilan dan otopsi jenasah sampai 1980 dan laboratorium Analis sampai 1996. Pada tahun 1935, Gedung Pengadilan digunakan sebagai rumah sakit darurat oleh polisi selama Pertempuran Ballantyne Pier. Gedung ini dirancang oleh arsitek Arthur J. Bird, dan sekarang telah ditetapkan sebagai bangunan warisan budaya (a municipally designated heritage building).

Museum ini dijalankan oleh Vancouver Police Historical Society, sebuah organisasi non-profit yang didirikan pada tahun 1983 dengan tugas untuk menumbuhkan minat dalam sejarah Departemen Kepolisian Vancouver. Katalis untuk proyek ini adalah kurator museum pertama, Joe Swan, seorang mantan sersan polisi dan sejarawan amatir. Swan menulis buku departemen resmi sejarah, yang diterbitkan oleh Vancouver Historical Society pada tahun 1986, berjudul, A Century of Service: The Vancouver Police. Di museum tersebut kami menikmati kemaknaan dokumen arsip, foto, publikasi, senjata api dan senjata sitaan lainnya, uang palsu, dan berbagai artefak lain yang sarat makna. Museum ini menawarkan program pendidikan untuk anak-anak dan wisata berjalan dari lingkungan dengan tema, “Dosa Kota.” Museum ini memiliki sebuah toko dan menerbitkan buletin triwulanan. Setelah puas menikmatinya, dari Vancouver Police Museum naik bus TransLink Line 4 di Cordova Mein dan turun di Gransville Dusmuir, untuk berganti SkyTrain Canada Line di Vancouver City Center. Setelah melewati Stasiun Yaletown Roundhouse dan Olympic Village, kami turun di Broadway-City Hall untuk menikmati kegagahan Balaikota Vancouver.

 IMG-20160819-WA0032  IMG-20160819-WA0037
George Clark Miller menjadi walikota Vancouver pertama yang berkantor di Vancouver City Hall pada 2 Januari 1937. Tangga naik ke Vancouver City Hall adalah balai kota Vancouver, yang terletak di 453 West 12th Avenue.

Vancouver City Hall adalah balai kota dan kantor anggota Dewan Kota Vancouver, yang terletak di 453 West 12th Avenue. Bangunan itu dirancang oleh arsitek Fred Townley dan Matheson, serta dibangun oleh Carter, Halls, dan Aldinger. Bangunan ini memiliki menara dua belas lantai dengan jam dinding di bagian atas. Antara 1897 dan 1929, Balai Kota Vancouver terletak di Main Street, sebelah selatan dari Perpustakaan Carnegie. Pada tahun 1929, City Hall pindah ke Gedung Holden yang dibangun 1911, sedangkan bangunan di Main Street dijadikan Perpustakaan Carnegie. Setelah terpilih sebagai walikota tahun 1934, Gerry McGeer menunjuk sebuah komite pembangunan dan Dewan Kota menyetujui pemilihan pada tahun 1935, untuk membuat Vancouver sebagai kota di Kanada pertama yang membangun balai kota di luar pusat kotanya. Pembangunan Balai Kota yang baru dimulai pada 3 Januari 1936 dan batu landasan pertama diletakkan oleh walikota McGeer. Patung besar Capt. George Vancouver setinggi delapan kaki, diukir oleh Charles Marega, dan ditempatkan di bagian depan gedung. Gedung menelan biaya pembangunan $ 1 juta ini, diresmikan pada tanggal 20 Agustus 1936 oleh Walikota, Sir Percy Vincent. Setelah memenangkan pemilihan umum pada tanggal 9 Desember 1936, George Clark Miller menjadi walikota Vancouver pertama yang berkantor di balai kota baru, pada 2 Januari 1937.

 IMG-20160819-WA0029  IMG-20160819-WA0038
Tangga batu alam menuju Vancouver City Hall Gerbang kantor polisi di Vancouver yang sangat sederhana

Yang kami lihat sangat unik, di Vancouver City Hall selain Bendera Nasional Kanada Daun Maple, juga dikibarkan bendera pelangi yang merupakan bendera kebanggaan kaum gay yang merupakan simbol lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT), yang awalnya berasal di Northern California, AS, tetapi sekarang telah digunakan di seluruh dunia. Bendera yang dirancang oleh artis Gilbert Baker dari San Francisco, AS, pada tahun 1978. Sejak tahun 2008, varian warna yang paling umum terdiri dari enam garis-garis, dengan warna merah, oranye, kuning, hijau, biru, dan ungu. Bendera ini pada umumnya diterbangkan secara horizontal, dengan garis merah di atas, agar menyerupai pelangi alami. Warna bendera memiliki arti khusus untuk masing-masing warna, yaitu warna hot pink adalah seksualitas, merah adalah hidup, oranye adalah penyembuhan, kuning adalah sinar matahari, hijau adalah alam, turquoise adalah magic atau seni, indigo atau biru adalah Serenity atau harmoni, dan Violet adalah semangat atau spirit. Setelah puas mengagumi patung besar Capt. George Vancouver setinggi delapan kaki karya Charles Marega dan bendera pelangi yang dirancang oleh artis Gilbert Baker, kami melanjutkan perjalanan ke Downtown.

 img-20160819-wa0023.jpg  IMG-20160819-WA0035
Dengan Prof. Dr. Cissy Kartasasmita, Msc, PhD, SpA(K), peserta konggres dari UNPAD Bandung Cathedral of Our Lady of the Holy Rosary, yang dikenal sebagai Katedral Rosario Suci di Vancouver, Kanada, adalah gereja bergaya Gothic Perancis yang dibangun pada akhir abad ke-19

Dari halte Broadway City Hall, kami naik bis 980 ke downtown dan turun di Granville West Georgia di seberang Vancouver City Center, dan berjalan kaki sejauh 230 m menuju Richard Dunsmuir, untuk menikmati keagungan gereja besar, Katedral Vancouver. Metropolitan Cathedral of Our Lady of the Holy Rosary, yang dikenal sebagai Katedral Rosario Suci, adalah gereja bergaya Gothic Perancis yang dibangun pada akhir abad ke-19 dan berfungsi sebagai katedral agama Katolik Roma bagi Keuskupan Agung Vancouver. Gereja ini terletak di pusat kota pada persimpangan jalan Richards dan Dunsmuir. Pembangunan katedral dimulai pada 1899, pada situs gereja sebelumnya dengan nama yang sama. Dibuka pada Hari Pesta Bunda Maria Diangkat ke Sorga atau Immaculate Conception pada tanggal 8 Desember 1900. Arsitekturnya menyerupai Katedral Chartres abad pertengahan di Perancis dan gereja ini ditingkatkan statusnya menjadi katedral pada tahun 1916. Hal ini tercantum pada Vancouver Heritage Register dan merupakan bangunan yang dilindungi secara hukum, pada struktur aslinya (1887-1899).

 20160819_174535  IMG-20160820-WA0149
Interior Katedral Rosario Suci di Vancouver, Kanada. Pintu depan yang gagah dari Katedral Rosario Suci di Vancouver, Kanada.

Sejarah mencatat, bahwa pada bulan Juni 1885 Pastor Patrick Fay utusan dari Canadian Pacific Railway (CPR) ditunjuk sebagai pastor pertama. Perayaan misa kudus pertama dilakukan pada pesta Bunda Maria Ratu Rosario (Our Lady of Rosary) pada tahun yang sama di lokasi yang tidak diketahui. Pada waktu sebelumnya, misa kudus biasa diadakan di Blair Hall dan Keefer Hall, sehingga gereja baru dan permanen diperlukan untuk mengatasi meningkatnya jumlah umat, yang awalnya hanya terdiri dari 69 keluarga. Landasan gereja baru diletakkan pada 16 Juli 1899 oleh Uskup Agung Adelard Langevin dari Saint Boniface. Pembangunan gereja dipimpin oleh arsitek Thomas Ennor Julian dan HJ Williams dalam waktu hanya 491 hari, konstruksi selesai. Pada saat itu gedung ini dipuji sebagai “bagian terbaik dari arsitektur barat di Toronto dan San Francisco’. Gereja baru Our Lady of Holy Rosary dibuka pada 8 Desember 1900 dan diberkati satu hari kemudian oleh Uskup Agung Alexander Christie dari Portland, Oregon, AS. Para pastor dari ordo OMI (Oblat Maria Imaculata) diizinkan untuk mengelola paroki sejak 1893 – akhirnya meninggalkan tahun 1927 setelah kesulitan dana dan kekurangan tenaga pastor, yang disebabkan oleh menurunnya jumlah anggota baru.

Oleh karena sebuah Gereja Katolik hanya dapat diberkati setelah bebas dari utang, katedral ini tidak digunakan untuk upacara keagamaan besar sampai 3 Oktober 1953, atau 53 tahun setelah pertama kali dibuka. Upacara besar yang pertama dipimpin oleh Uskup Agung Vancouver William M. Duke, dan berikutnya Misa kepausan dipimpin oleh Michael Harrington, Uskup Kamloops dengan didampingi oleh sekitar 35 uskup dari seluruh Kanada dan Amerika Serikat hadir dalam acara tersebut. Katedral ini dibangun dalam gaya Gothic Perancis, dengan salib dalam bentuk salib Latin. Dinding eksterior gereja dibangun dari batu pasir yang berasal dari Gabriola Island, sementara fondasinya terbuat dari batu granit dengan dua menara lonceng yang asimetris. Secara total, dimensi bangunan gereja adalah 49 m panjang, 32 m lebar dan 19 m tinggi, dengan menara setinggi 66 m. Sore itu, kami mengikuti misa harian sore pk. 17.10 dengan banyak umat yang hadir, dan mendoakan nama Mgr. J. Michael Miller, CSB Uskup Agung Vancouve sekarang, dalam Doa Syukur Agung. Kami menerima hosti suci dalam ukuran jumbo dan berwarna putih kecoklatan, berbeda dengan hosti yang biasa kami rasakan di Indonesia.

 IMG-20160820-WA0027  IMG-20160817-WA0055
Latar belakang kami adalah ‘Vancouver Lookout Tower’, di puncak Harbour Centre. ‘Vancouver Lookout Tower’, di puncak Harbour Centre, yang diinspirasi dari ekor pesawat ruang angkasa dalam film Star Trek yang legendaris.

Setelah seleai misa harian sore, sejenak kami menikmati keindahan eksterior gereja gaya Gothic Perancis yang dibangun dari batu pasir, yang berasal dari Gabriola Island. Di seberangnya, kami juga dapat kembali mengagumi kegagahan ‘Vancouver Lookout Tower’, di puncak Harbour Centre, yang diinspirasi dari ekor pesawat ruang angkasa dalam film Star Trek yang legendaris. Harbour Centre adalah sebuah gedung pencakar langit terkenal di pusat bisnis Downtown Vancouver. The “Lookout Tower” adalah menara yang dibangun di atas gedung, sehingga menjadi salah satu struktur bangunan tertinggi di Vancouver. Dengan arena untuk melihat pemandangan kota dalam 360 derajat, juga berfungsi sebagai objek wisata dengan ‘Top of Vancouver Revolving Restaurant’. Harbour Centre ini dibuka pada tahun 1977. Selanjutnya kami berjalan kaki ke Pender Grenville, untuk naik bis TransLink Line 5 kembali ke Hotel Barclay yang beralamat di 1348 Robson St, Vancouver, BC V6E 1C5, Kanada, untuk membuat laporan dan tidur pulas.

(bersambung)

VANCOUVER  HARI  KELIMA

fx.wikan indrarto

Hari Sabtu pagi, 20 Agustus 2016 yang cerah, kembali kami berjalan kaki dari Hotel Barclay yang beralamat di 1348 Robson St, Vancouver, BC V6E 1C5, Kanada, menyusuri Bute Street, menyeberang Alberni, South Georgia, Melville, Hasting, dan Cordoba untuk mencapai ‘West Building Vancouver Convention Centre’. Kami akan mengikuti The 28th International Congress of Pediatrics (IPA 2016) dan penjelajahan hari kelima (terakhir).

Setelah mengikuti sesi acara konggres di siang hari yang melelahkan, kami melanjutkan petualangan. Dari lokasi konggres di ‘West Building Vancouver Convention Centre’, kami berjalan kaki menuju Waterfront Stasion, sebuah tempat persinggungan antar moda transportasi, yaitu kapal pesiar, feri penyeberangan, kereta api antar kota, SkyTrain dan bis kota. Sore itu kami naik

Expo Line dari Stasiun Waterfront ke Stasiun King George. Setelah melewati Stasiun Burrard, Granville dan Stadium-Chinatown, kami turun di Main Street Skytrain Station. Setelah berjalan kaki sekitar 2 menit sejauh 160 m, kami terkagum dengan bangunan megah Science World di areal TELUS World of Science, yaitu di 1455 Quebec Street, Vancouver, BC V6A 3Z7, Kanada

 IMG-20160820-WA0153  IMG-20160820-WA0159
Berbagai tujuan yang terlihat jelas pada penunjuk arah ke Museum Maritime Vancouver, Bard, Arsip Vancouver, dan Vancouver Academy of Music. Bangunan megah Science World di areal TELUS World of Science, yaitu di 1455 Quebec Street, Vancouver, BC V6A 3Z7, Kanada

Science World di Telus World of Science, Vancouver adalah pusat kajian ilmu pengetahuan yang diselenggarakan oleh organisasi nirlaba, yang terletak di ujung semenanjung False Creek. Kegiatannya meliputi permanen interaktif berbagai topik sepanjang tahun. Nama Telus World of Science mulai digunakan pada 20 Juli 2005 yang sebelumnya disebut sebagai Expo Centre selama World Expo 86. Ada juga program super Science Club di sekolah dalam kota yang ditunjuk untuk menginspirasi anak cerdas agar tertarik tentang ilmu pengetahuan seumur hidup dan giat belajar tentang teknologi. Bangunan utama merupakan kubah geodesik versi Buckminster Fuller, yang dirancang oleh arsitek Bruno Freschi, kepala proyek World Expo 1986, dengan bangunan konstruksi dimulai pada tahun 1984 dan selesai pada awal 1985. Setelah Expo ditutup kampanye intensif diluncurkan untuk menjadikan bangunan tersebut sebagai landmark Vancouver. Sumbangan dari pemerintah federal, provinsi dan kota, ektor swasta, yayasan, dan individu memberikan kontribusi $ 19 juta untuk mendesain ulang interior. Pada tahun 1988, lebih dari 310.000 pengunjung datang untuk melihat gedung baru. Setahun kemudian, The 400 kursi Omnimax teater di bagian atas kubah dibuka dengan nama Teater Omnimax Alcan. Pada bulan Januari 2005, bangunan itu secara resmi berganti nama menjadi “Telusphere” sebagai bagian dari kesepakatan di mana Telus memberi sumbangan $ 9 juta sebagai imbalan atas hak-hak penamaan bangunan menjadi Telus World of Science. Science World sempat terlihat di tahun 2002 pada film televisi Amerika First Shot. Kami sangat menikmati keceriaan banyak anak sekolah, yang bermain dan terkagum dengan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kami melanjutkan perjalanan dari Science World di areal TELUS World of Science, dengan berjalan kaki sekitar 3 menit sejauh 160 m menuju ke Main Street Skytrain Station. Dari situ kembali kami naik SkyTrain Expo Line menuju Waterfront selama 4 menit dengan 3 perhentian. Setelah turun di Burrard Station, kami lanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 1 menit menuju ke Burrard Stn Bay 1, untuk berganti naik bis kota TransLink Line 22 menuju MacDonald selama 10 menit dengan 7 perhentian, dan turun di WB Cornwall Ave FS Cypress St. Setelah berjalan kaki sekitar 7 menit sejauh 550 m, kami mencapai Museum of Vancouver, di 1100 Chestnut Street, Vancouver, BC V6J 3J9, Kanada. Museum Vancouver (MOV) adalah sebuah museum lokal yang terletak di Vanier Park, Vancouver, dan merupakan museum sipil terbesar di Kanada dan tertua di Vancouver. Museum ini didirikan pada tahun 1894. Di museum ini juga sering diadakan pameran tentang sejarah kota dari awal 1900-an dan dilengkapi dengan hal kontemporer dan inovatif, termasuk fasilitas H. R. MacMillan Space Centre. Museum ini terletak di 1100 Chestnut Street di Vanier Park, di lingkungan Kitsilano dengan taman yang luas bersebelahan dengan Museum Maritime Vancouver, Bard, Arsip Vancouver, dan Vancouver Academy of Music. Museum ini didirikan oleh ‘Art, Historical, and Scientific Association of Vancouver’, yang dibentuk pada tanggal 17 April 1894, dengan tujuan menumbuhkan “rasa keindahan dan perbaikan dalam kehidupan” dan permanen pertama diselenggarakan pada 15 April 1905. Sejak Revisioning, Museum of Vancouver telah memenangkan Canadian Museum Association Award untuk Outstanding Achievement in Management (2010), Canadian Museum Association Award untuk Pendidikan (untuk Bhangra.me, 2012), dan BC Museum Association Award untuk Museum in Motion (2012). Bangunan museum ini dibangun pada tahun 1967 oleh arsitek terkenal Gerard Hamilton. Awalnya, direncanakan hanya rumah museum, tetapi hadiah dari H.R. MacMillan memungkinkan arsitek itu untuk memasukkan planetarium ke dalam desain, yang mencerminkan bentuk topi keranjang anyaman, yang dibuat oleh orang Northwest Coast First Nations. Ada lebih dari 65.000 barang koleksi, termasuk item dari sejarah Vancouver dari tahun 1900 termasuk mumi yang dibeli di Mesir selama Perang Dunia I, taksidermi permainan lokal dan satwa liar, artefak budaya populer jaman Renaissance yaitu karya Michelangelo dan Johan Gregor van der Schardt. Setelah puas menikmati keindahan koleksi dan bangunannya, kami melanjutkan perjalanan.

 IMG-20160820-WA0160  IMG-20160820-WA0163
Jalan yang lebar dan sepi menuju ke Science World di areal TELUS World of Science, yaitu di 1455 Quebec Street, Vancouver, BC V6A 3Z7, Kanada Bangunan utama merupakan kubah geodesik versi Buckminster Fuller, yang dirancang oleh arsitek Bruno Freschi, kepala proyek World Expo 1986 Vancouver

Dari Museum of Vancouver di 1100 Chestnut Street, Vancouver, BC V6J 3J9, Kanada, kami berjalan kaki sekitar 12 menit sejauh 1 km mencapai halte bis kota di EB w 4 Ave FS Burrard St. Kami naik bis kota TransLink Line 77 dari Nanaimo Stn selama 15 menit dengan 8 perhentian, kemudian turun di NB Granville St NS Dunsmuir St. Setelah berjalan kaki Sekitar 3 menit sejauh 260 m, kami mencapai Holy Rosary Cathedral, di 646 Richards Street, Vancouver, BC V6B 3A3, Kanada. Sore itu kami mengikuti misa kudus Sabtu sore, yang dimulai pk. 17.10 dengan buku panduan misa menggunakan ‘New Saint Joseph Sunday Missal’ Prayerbook and Hymnal for 2016. Kami ikut menyanyi menggunakan buku lagu ‘The Adoremus Hymnal’ dari US Conference of Catholic Bishops, Ignatius Press San Fransisco. Misa kudus di ‘Metropolitan Cathedral of Our Lady of the Holy Rosary’, yang dikenal sebagai Katedral Rosario Suci, adalah gereja bergaya Gothic Perancis yang dibangun pada akhir abad ke-19 dan berfungsi sebagai katedral agama Katolik Roma bagi Keuskupan Agung Vancouver. Gereja ini terletak di pusat kota pada persimpangan jalan Richards dan Dunsmuir. Pembangunan katedral dimulai pada 1899, pada situs gereja sebelumnya dengan nama yang sama. Dibuka pada Hari Pesta Bunda Maria Diangkat ke Sorga atau Immaculate Conception pada tanggal 8 Desember 1900. Arsitekturnya menyerupai Katedral Chartres abad pertengahan di Perancis dan gereja ini ditingkatkan statusnya menjadi katedral pada tahun 1916. Hal ini tercantum pada Vancouver Heritage Register dan merupakan bangunan yang dilindungi secara hukum, pada struktur aslinya (1887-1899).

Selesai misa kudus Sabtu sore, kami menikmati pizza yang dijual kedai ‘Freshslice Pizza’ dg semboyan ‘any location, any day and any time’. Setelah kenyang, kami berjalan kaki sekitar 3 menit sejauh 270 m ke halte bis kota di EB w Pender St at Seymour St, untuk naik bis kota TransLink Line 5 menuju Robson. Perjalanan selama 8 menit dengan 5 pemberhentian, akhirnya kami turun di WB Robson St FS Thurlow St, Robson Street. Vancouver, BC, Kanada, untuk segera masuk kamar dan berkemas, karena pagi berikutnya kami akan check out. Perjalanan kami selanjutnya adalah ke kota San Fransisco, sebuah kota ke 4 terbesar di Negara Bagian California Amerika Serikat. Terima kasih Vancouver di Kanada yang telah membuat kami terkagum-kagum dengan keindahan, keteraturan, kedisiplinan dan keramahannya. Sampai ketemu dalam petualangan penuh warna selanjutnya, di San Fransisco.

Sekian

*) Pelancong Jawa berdana cekak

 IMG-20160820-WA0166  IMG-20160820-WA0165
Bis kota TransLink Line 77 dari Nanaimo Stn ke NB Granville St NS Dunsmuir St. dengan edukasi tentang antibiotika Bangunan tambahan bergerigi lengkung yang artistik, sisa World Expo 1986 Vancouver


		
Categories
Istanbul

2018 ICD 11

 

 

icd-11.jpg

ICD-11

fx. wikan indrarto*)

Pada 18 Juni 2018 di Tokyo Jepang, 18 tahun setelah peluncuran Klasifikasi Statistik Internasional Penyakit atau ‘The International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems’ (ICD) versi 10, WHO merilis ICD versi 11 yang pada 2019 ditargetkan untuk diadopsi oleh semua negara, termasuk Indonesia. Apa yang seharusnya kita pahami?

ICD 11 slides-PTSD

Sejarah ICD dimulai di Inggris pada abad ke-16. Setiap minggu, ‘the London Bills of Mortality’ mengumumkan penyebab kematian pada abad pertengahan, misalnya kudis (scurvy), kusta (leprosy), dan wabah penyakit lainnya. Perang Krimea (1853–1856) adalah pertempuran yang terjadi antara Rusia melawan sekutu yang terdiri dari Perancis, Inggris, Sardinia, dan Utsmaniyah Turki, terutama di semenanjung Krimea, mengubah banyak hal. Ketika Florence Nightingale baru saja kembali dari Perang Krimea, menganjurkan perlunya mengumpulkan data statistik tentang penyebab penyakit dan kematian yang lebih sistematis.

Sekitar waktu yang sama, ahli statistik Perancis, Jacques Bertillon, memperkenalkan Klasifikasi Bertaine tentang Penyebab Kematian, yang diadopsi oleh beberapa negara. Pada tahun 1940, Organisasi Kesehatan Dunia mengambil alih sistem Bertillon dan mengembangkannya untuk memasukkan statistik tentang penyebab cedera dan penyakit, menghasilkan versi pertama ICD. Dengan ini untuk pertama kalinya pengumpulan data morbiditas dan mortalitas dilakukan secara seragam, untuk memetakan tren penyakit dan penyebab kematian.

Transgender social media

Ada indikator yang lebih jelas untuk memberikan gambaran tentang kesejahteraan (wellbeing) suatu negara, selain data statistik tentang kesehatan. Indikator dalam bidang ekonomi yang secara luas digunakan seperti Produk Domestik Bruto (PDB), ternyata hanya dapat membuat gambaran kemakmuran individu, pada hal data tentang penyakit dan kematian sebenarnya lebih mampu mengungkapkan bagaimana populasi suatu negara secara riil. ICD adalah landasan untuk menyusun data statistik kesehatan, karena cara ini mampu memetakan kondisi manusia dari lahir sampai mati, termasuk setiap cedera atau penyakit yang dihadapi dalam hidup dan penyebab kematian apapun, yang akan dikodekan secara seragam.

Tidak hanya itu, ICD juga mencatat beberapa faktor yang mempengaruhi kesehatan, atau penyebab eksternal terjadinya kematian dan kesakitan, bahkan dapat memberikan pandangan holistik pada setiap aspek kehidupan, yang dapat mempengaruhi kesehatan. Data statistik kesehatan ini seharusnya menjadi dasar untuk hampir setiap keputusan medis yang dibuat dalam layanan kesehatan, termasuk untuk memahami apa yang menyebabkan orang sakit dan apa yang akhirnya menjadi penyebab kematian. Selain itu, ICD dapat memiliki kepentingan finansial yang sangat besar, karena kode ini digunakan untuk menentukan tempat yang paling baik untuk menginvestasikan sumber daya yang semakin sedikit, bahkan di Amerika Serikat, kode ICD digunakan sebagai dasar dari penagihan biaya asuransi kesehatan.

Transferring patient social media

Di dunia ini terdapat 7,4 miliar orang yang berbicara hampir menggunakan 7.000 bahasa, sehingga ICD menyediakan kosakata umum untuk merekam, melaporkan, dan memantau masalah kesehatan untuk semua orang. Lima puluh tahun yang lalu, tidak mungkin bahwa penyakit seperti skizofrenia akan didiagnosis sama di berbagai negara, misalnya Jepang, Kenya dan Brasil. Namun sekarang, jika seorang dokter di negara lain tidak dapat membaca catatan medis seseorang, mereka akan tahu berdasarkan kode ICD.

ICD 11-02

ICD 11 ini memerlukan lebih dari satu dekade dalam pembuatannya dan merupakan peningkatan besar dari ICD-10. Paling tidak ada tiga kelebihan, yaitu pertama, telah diperbarui untuk menyongsong abad 21 yang mencerminkan kemajuan penting dalam iptek kedokteran. Kedua, dapat terintegrasi secara baik dengan aplikasi kesehatan elektronik dan sistem informasi digital. Versi baru ini sepenuhnya elektronik, secara signifikan lebih mudah untuk diimplementasikan, sehingga akan menyebabkan lebih sedikit kesalahan. Selain itu, juga memungkinkan lebih detail untuk dicatat dan lebih mudah diakses, terutama untuk fasilitas kesehatan dengan sumber daya minimal.

Yang ketiga, fitur penting adalah bahwa ICD-11 telah dihasilkan melalui cara kolaboratif yang transparan, yang cakupannya belum pernah terjadi dalam sejarah. Kompleksitas ICD kadang-kadang membuatnya tampak seperti sangat rumit dan penggunaannya membutuhkan pelatihan yang lama. Tujuan utama dalam revisi ini adalah untuk membuat ICD lebih mudah digunakan.

ICD 11 why is data important

Keputusan untuk merevisi ICD menjelang abad 21 dilakukan pada tahun 2000, dalam sidang Majelis Kesehatan Dunia. Pada saat itu, ICD telah direvisi setiap dekade dan ICD-10 yang sekarang digunakan, dirilis pada tahun 1990. Peluncuran revisi ICD-11 berlangsung di Toyko, Jepang dan akan berlaku secara global pada 1 Januari 2022. Mengingat adaptasi teknis dan teknologi yang luas, maka diperlukan pelatihan untuk pindah ke sistem baru, yang melibatkan ribuan petugas ‘coders’ dari klinik perawatan kesehatan primer kecil sampai rumah sakit besar. Peralihan dari penggunaan ICD-10 ke ICD-11 tidak mungkin terjadi dalam semalam. Meskipun mungkin saja akan ada beberapa negara sebagai pengguna awal, pastilah tidak banyak negara yang mampu beradaptasi dengan cepat. Bahkan beberapa negara masih menggunakan ICD-9 dan ICD-8. Sebagai pembanding, ICD-10 yang dirilis pada tahun 1990 pertama kali dilaksanakan penuh oleh Thailand pada tahun 1994 dan AS baru beralih penuh di tahun 2015.

Konsekuensi dari pengkodean terhadap layanan kesehatan, pembiayaan, dan asuransi kesehatan adalah bahwa dokter, pasien, dan penjamin biaya layanan kesehatan seperti asuransi di seluruh Indonesia, harus menggunakan ICD dengan versi yang sama. Sudahkah kita siap?

 Sepeda

Sekian

Yogyakarta, 21 Juni 2018

*) Sekretaris IDI Wilayah DIY, dokter spesialis anak, Lektor FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161

Categories
Istanbul

2018 Sepak Bola Sehat

Hasil gambar untuk piala dunia 2018 rusia

SEPAK   BOLA   SEHAT
fx. wikan indrarto*)

Piala Dunia FIFA 2018 diselenggarakan di Rusia pada 14 Juni hingga 15 Juli 2018. Seluruh atau 12 stadion kecuali Stadion Sentral di Yakaterinburg, terletak di Rusia sisi Eropa, di bagian barat Pegunungan Ural, agar mengurangi waktu perjalanan karena Rusia adalah negara yang luas. Turnamen sepak bola internasional empat tahunan yang ke 21 ini, juga ditargetkan untuk mempromosikan kehidupan yang lebih sehat dan aktif. Apa yang harus disadari?

Hasil gambar untuk piala dunia 2018 rusia

Pada awal Mei 2018 telah diluncurkan kampanye video yang menargetkan penggemar sepak bola pada saat Piala Dunia 2018 di Rusia. Tujuannya adalah mempromosikan kehidupan yang lebih sehat dan aktif. Serial video ini diproduksi bersama oleh WHO, Kementerian Kesehatan Federasi Rusia, dan Komite Penyelenggara Piala Dunia 2018. Kampanye ini diluncurkan pertama kali dengan menampilkan salah satu video di stadion Spartak (Otkritie Arena) di Moskow, Rusia pada hari Sabtu, 16 Juni 2018 saat Argentina melawan Islandia.

Hasil gambar untuk piala dunia 2018 rusia

Kampanye ini terdiri dari 3 video, yang menyoroti masalah risiko kesehatan utama, yaitu terkait tembakau, garam dan aktivitas fisik. Terdapat tiga buah video dengan 3 pesan kunci untuk hidup yang lebih sehat. Video pertama berjudul: Jika Anda merokok – Anda offside (If you smoke, you are offside) yang dapat dilihat pada https://www.youtube.com/watch?v=NPLuFeDQrTY. Setiap perokok seharusnya dikeluarkan dari arena nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2018 ini. Seperti diketahui, penggunaan tembakau adalah salah satu pilihan gaya hidup yang paling merusak. WHO memperkirakan bahwa penggunaan tembakau saat ini bertanggung jawab atas 16% dari semua kematian pada orang dewasa di atas 30 tahun, di seluruh Wilayah Eropa, dengan banyak dari kematian ini terjadi sebelum waktunya.

 

Hasil gambar untuk world no tobacco day

 

Video pertama ini sejalan dengan peringatan Hari Tanpa Tembakau Dunia atau ‘World No Tobacco Day’ (WNTD), 31 Mei 2018, yang menyoroti gangguan kesehatan dan risiko lain yang terkait dengan penggunaan tembakau. Kampanye ‘World No Tobacco Day 2018’ juga ditujukan untuk mengatasi epidemi tembakau dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat, khususnya kontribusinya dalam menyebabkan kematian dan penderitaan jutaan orang secara global. Penggunaan tembakau merupakan faktor risiko penting untuk perkembangan penyakit jantung koroner, stroke, dan penyakit pembuluh darah perifer. Penyakit kardiovaskular (CVD) membunuh lebih banyak orang, daripada penyebab kematian lainnya di seluruh dunia. Selain itu, penggunaan tembakau serta paparan asap rokok berkontribusi pada sekitar 12% dari semua kematian akibat penyakit jantung.

 

Hasil gambar untuk world no tobacco day

 

Video kedua berjudul : Dapatkan hyperemosi, bukan hipertensi (Get hyperemotional – not hypertensive), yang dapat dilihat pada https://www.youtube.com/watch?v=98eXOl2cZq4. Setiap makanan kecil yang menemani nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2018, seharusnya bukan yang gurih atau asin. Seperti diketahui, hipertensi atau tekanan darah tinggi berhubungan dengan konsumsi garam yang berlebihan dan sangat terkait dengan perkembangan penyakit kardiovaskular. Dengan mengonsumsi lebih sedikit garam dan tetap dalam batas maksimum yang disarankan, yaitu 5 gram sehari, kita dapat melindungi dari ancaman kesehatan dan secara signifikan mengurangi risiko terkena penyakit tidak menular atau Non Communicable Diseases (NCD).

 

Hasil gambar untuk world hypertension day 2018

 

Video kedua ini sejalan dengan pesan Hari Hipertensi Sedunia atau World Hypertension Day (WHD) yang diperingati pada tanggal 17 Mei. Peningkatan kesadaran ini penting untuk mencegah dan mengendalikan hipertensi yang dikenal sebagai sang pembunuh diam-diam (the silent killer). Tema Hari Hipertensi Sedunia 2018 adalah #KnowYourNumbers (#KetahuiTekananDarahmu), yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran setiap orang, di semua lapisan masyarakat di seluruh dunia, agar mengukur tekanan darahnya.

Video ketiga berjudul : Mari Sepak bola. Jadilah aktif. (Love football. Be active) yang dapat dilihat pada https://www.youtube.com/watch?v=aSYd48ozvrc. Setelah acara nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2018 usai, seharusnya para penonton langsung mengikat sepatu dan berolah raga. Seperti diketahui, aktivitas fisik adalah bagian penting dari gaya hidup sehat, dan berkurangnya aktivitas tersebut dapat menyebabkan konsekuensi kesehatan yang serius. Dengan melakukan gerakan otot dan mencapai minimum aktivitas fisik yang disarankan per minggu, yaitu 150 menit aktivitas fisik yang sedang, kita dapat melindungi kesehatan fisik, meningkatkan kesejahteraan dan sangat mengurangi risiko pengembangan berbagai kondisi terkait penyakit kronis.

 

Hasil gambar untuk physical activity

 

Direktur Jenderal WHO Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus Senin, 4 Juni 2018 bersama dengan Perdana Menteri Portugal António Costa di Lisbon, Portugal, telah meluncurkan sebuah rencana aksi Global WHO. Isi video ketiga turut mendukung aksi Global WHO tersebut, yang memiliki tema Ayo Aktif: Semua Orang, Di Mana Saja, Setiap Hari (‘Let’s Be Active: Everyone, Everywhere, Everyday’). Dorongan baru ini, diluncurkan oleh ikon Asosiasi Sepak Bola Portugis, Cidade do Futebol (City of Football), yang bertujuan untuk mendorong semua pemerintah dan pemerintah kota, agar menciptakan kemudahan bagi semua orang untuk lebih aktif secara fisik dan lebih sehat. Kebijakan dan rencana untuk mengatasi kurangnya aktivitas fisik pada anak, sebenarnya telah dikembangkan oleh sekitar 80% negara anggota WHO. Namun demikian, pada tahun 2013 secara operasional hanya dilakukan oleh 56% negara.

 

Hasil gambar untuk physical activity

 

Momentum Piala Dunia FIFA 2018 yang diselenggarakan di Rusia, mengingatkan kita semua untuk tidak sekedar menggemari sepak bola, tetapi juga untuk menciptakan kehidupan yang lebih sehat dan aktif.

 

Sudahkah Anda terlibat membantu?

Neymar

Sekian

Yogyakarta, 18 Juni 2018

*) penggemar tim sepakbola Brasil, Sekretaris IDI Wilayah DIY, dokter spesialis anak, lektor FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161

Categories
Istanbul

2018 UHC di Indonesia

Hasil gambar untuk universal health coverage

UHC di INDONESIA

fx. wikan indrarto*)

UHC (Universal Health Coverage) atau cakupan kesehatan semesta adalah sebuah kondisi di mana setiap orang dapat menerima layanan kesehatan yang mereka butuhkan, tanpa mengalami kesulitan dalam bidang keuangan. Tahun 2019 ditargetkan UHC akan terwujud di Indonesia. Apa yang harus disadari?

Hasil gambar untuk universal health coverage

Data tentang cakupan layanan kesehatan esensial dan perlindungan keuangan digunakan, untuk memantau kemajuan menuju UHC di semua negara, termasuk di Indonesia. Cakupan Layanan kesehatan esensial atau penting meliputi 3 (tiga) bidang layanan. Pertama bidang kesehatan reproduksi, yang meliputi ibu, bayi baru lahir, dan anak. Layanan kesehatan reproduksi ini meliputi Keluarga Berencana (KB), kontrol kehamilan atau ANC (Ante Natal Care), perawatan persalinan, imunisasi dasar lengkap untuk bayi, dan layanan untuk anak sakit. Persentase peserta KB aktif terhadap pasangan usia subur di Indonesia pada tahun 2016 sebesar 74,8%. Cakupan pelayanan kesehatan ibu hamil (ANC K4) pada tahun 2016 telah memenuhi target Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Kesehatan sebesar 74%.

Hasil gambar untuk universal health coverage

Cakupan layanan kesehatan kedua adalah layanan bidang penyakit menular, dalam hal ini adalah layanan pengobatan tuberkulosis yang efektif, pengobatan HIV dengan obat antiretroviral, kelambu berinsektisida untuk pencegahan malaria, dan sanitasi lingkungan yang memadai. Pada tahun 2016 angka keberhasilan pengobatan semua kasus tuberkulosis di Indonesia sebesar 85%. Jumlah kasus baru HIV positif pada tahun 2016 dilaporkan sebanyak 41.250 kasus.

Ketiga adalah layanan bidang penyakit tidak menular, yaitu layanan kewaspadaan akan peningkatan tekanan darah atau hipertensi, peningkatan glukosa darah atau diabetes mellitus, skrining kanker leher rahim atau serviks dan pengendalian penggunaan tembakau. Penyakit tidak menular terbanyak pada lanjut usia berdasarkan Riset Kesehatan Dasar di Indonesia tahun 2013 adalah hipertensi (57,6%), artritis (51,9%), stroke (46,1%), masalah gigi dan mulut (19,1%), penyakit paru obstruktif menahun (8,6%) dan diabetes mellitus (4,8%).

Hasil gambar untuk universal health coverage

Perlindungan keuangan (financial protection) dengan tujuan agar seseorang tidak jatuh miskin karena tingginya biaya layanan kesehatan, dinilai menggunakan 4 indikator. Pertama adalah insidensi pengeluaran untuk layanan kesehatan penyakit katastropik, kedua adalah pengeluaran untuk layanan kesehatan di luar paket, ketiga terjadinya pemiskinan (impoverishing) sampai di bawah garis kemiskinan secara internasional, dan keempat adalah terjadinya kesenjangan pengeluaran untuk layanan kesehatan yang besar. Batas kemiskinan atau tingkat pengeluaran per kapita per bulan tahun 2016 di Indonesia ditetapkan sebesar Rp 361.990. Pada September 2016, penduduk miskin yang tinggal di perdesaan sebesar 62,23 % dari seluruh penduduk miskin. Persentase penduduk miskin terbesar yaitu Papua (28,40%), Papua Barat (24,88%) dan Nusa Tenggara Timur (22,01%).

Untuk mencapai UHC diperlukan penguatan sistem kesehatan (health systems strengthening), baik oleh pemerintah, maupun semua pihak terkait. Pemerintah atau negara seharusnya menjamin ketersediaan rencana pembangunan sektor kesehatan secara nasional, regional, ataupun lokal. Selain itu, negara juga harus menciptakan sistem pemantauan layanan kesehatan di semua tingkatan, membentuk perundang-undangan tentang UHC, dan bantuan dana saat darurat. Negara juga wajib mengatur besaran alokasi pembiayaan bidang kesehatan, dimana total pengeluaran negara untuk kesehatan seharusnya dikaitkan dengan persentase Produk Domestik Bruto atau PDB, dan skema wajib atau ‘compulsory schemes’ lainnya, serta besaran pembayaran tunai untuk layanan kesehatan (out-of-pocket payment for health).

Hasil gambar untuk universal health coverage

Pemantauan kesetaraan layanan kesehatan (health equity monitor) wajib dilakukan, untuk mencapai UHC global sesuai target. Pemantauan kesetaraan global meliputi data malnutrisi, mortalitas dan intervensi bidang kesehatan yang dilakukan pada anak di 85 negara. Dalam aspek pertama, yaitu malnutrisi pada anak, diperoleh data 35% vs 16%, yang berarti bahwa prevalensi stunting pada anak balita dari kelompok miskin dibandingkan kelompok kaya. Ketimpangan terjadinya kekurangan gizi pada anak yang diukur dengan prevalensi stunting (pendek) pada anak yang berusia kurang dari lima tahun atau balita, terpilah lebar berdasarkan status ekonomi orangtuanya. Prevalensi stunting global pada anak balita adalah 35,2% pada kuintil termiskin dan 15,5% pada kuintil terkaya pada periode 2006-2015.

Data balita di Indonesia tahun 2015, s37,2% stunting (pendek), 12,1% wasting (kurus) dan 11,9% overweight (gemuk), sehingga Indonesia termasuk dalam 17 negara yang mempunyai ketiga masalah gizi tersebut. Sasaran Pembangunan Manusia dan Masyarakat Indonesia tahun 2019 yaitu prevalensi stunting (pendek dan sangat pendek) dari 32,9% (2013) menjadi 28% pada tahun 2019, meskipun tidak dibedakan asal balita dari kuintil termiskin dan terkaya.

Hasil gambar untuk universal health coverage

Ketidaksetaraan aspek kedua adalah dalam kematian anak, yaitu tingkat mortalitas atau angka kematian balita 79 vs 60 di daerah pedesaan dan perkotaan di 54 negara. Angka kematian balita dipilah berdasarkan tempat tinggal. Angka kematian balita di antara penduduk pedesaan adalah 79 per 1.000 kelahiran hidup dan 60 kematian di perkotaan di beberapa negara yang diteliti pada 2006-2015. Angka kematian balita tersebut menurun sebanyak 54 kematian per 1.000 kelahiran hidup di daerah pedesaan dan 24 kematian di daerah perkotaan, selama 10 tahun terakhir.

Hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2015 di Indonesia menunjukkan Angka Kematian Bayi (AKB) sebesar 22,23 per 1.000 kelahiran hidup, yang artinya sudah mencapai target MDG 2015 sebesar 23 per 1.000 kelahiran hidup. Begitu pula dengan Angka Kematian Balita (AKABA) sebesar 26,29 per 1.000 kelahiran hidup, juga sudah memenuhi target MDG 2015 sebesar 32 per 1.000 kelahiran hidup. Data SUPAS 2015 ini tidak membedakan berdasarkan tempat tinggal balita, di daerah pedesaan atau di perkotaan.

UHC 2

Ketidaksetaraan aspek ketiga adalah dalam hal intervensi pada ibu dan anak atau RMNCH (Reproductive, Maternal, Newborn and Child Health) adalah 37% vs 53%. Intervensi ini dalam aspek pemenuhan keluarga berencana bagi wanita yang tidak berpendidikan vs pendidikan menengah atau lebih tinggi di 54 negara. Di lebih dari dua perlima 54 negara yang diteliti, setidaknya ada selisih 20 persentase poin dalam indeks cakupan gabungan antara kelompok terkaya dan termiskin. Terkait pemenuhan permintaan untuk layanan keluarga berencana dengan metode modern, dipilah berdasarkan tingkat pendidikan wanita. Cakupan ibu tanpa pendidikan 37,4% dan pendidikan menengah atau lebih tinggi adalah 53,0%, pada 2006–2015. Angka pemenuhan ini meningkat 1,2 poin per tahun pada wanita yang tidak terdidik dan 0,5 poin per tahun pada wanita dengan pendidikan menengah atau lebih tinggi.

Masih banyak hal yang harus dilakukan, agar UHC global dapat segera terwujud. Di Indonesia UHC diwujudkan melalui program JKN (Jaminan Kesehatan Nasional). BPJS Kesehatan mencatat jumlah peserta Program JKN hingga 1 Juni 2018 sebesar 198,2 juta jiwa atau 78,8% dari seluruh warga Indonesia, yang dilayani oleh 27.266 buah Fasilitas Kesehatan.

Apakah kita telah ikut mewujudkan?

 S3

Sekian

Yogyakarta, 13 Juni 2018

*) Ketua IDI Cabang Kota Yogyakarta, dokter spesialis anak, Lektor di FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA : 081227280161

   
Categories
Istanbul

2018 Tradisi Mudik

 

 

Hasil gambar untuk mudik lebaran

 

TRADISI  MUDIK

fx. wikan indrarto*)

Mudik Lebaran 2018 segera akan tiba. Perjuangan panjang dan melelahkan telah jadi tradisi, dimulai dari puasa sebulan penuh, mengurus ijin atau cuti, mencari bahkan berebut tiket atau mobil rental dan diakhiri dengan terjebak macet di jalan yang banyak lobang. Mudik jadi ritual tahunan, tidak lagi murni islami, tetapi juga terpengaruh budaya, logika dan ekonomi. Apa yang harus disadari?

Hasil gambar untuk kecelakaan lalu lintas

Perjalanan pulang ke kampung halaman yang istilahnya disederhanakan menjadi ‘mudik’, awalnya untuk merayakan ‘Hari Kemenangan dan Pemutihan’ (Idul Fitri), juga bersilaturahmi dengan orangtua, yang dituakan dan segenap saudara. Mudik adalah momentum, kesempatan dan acara tahunan yang menyenangkan dan ditunggu-tunggu. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan, secara umum kesiapan jalur mudik tahun 2018 lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Dari 760 km yang dibangun, sudah 525 km jalan tol dari Jakarta hingga Surabaya sudah dapat digunakan secara penuh pada arus mudik Lebaran 2018.

Hasil gambar untuk mudik 2018

Meskipun demikian, kesenangan itu tetap memiliki aspek perjuangan, penderitaan, kepenatan, kecelakaan, dan bahkan mungkin kematian. Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Irjen Royke Lumowa menyebut, jumlah korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas pada mudik Lebaran tahun 2017 lalu turun 519 orang atau sebesar 41,2 persen, dibandingkan tahun 2016. Dari 1.261 korban meninggal menjadi 742 orang. Ada tiga langkah, pertama sosialisasi keselamatan yang terus didengungkan, kedua menjaga daerah rawan, dan ketiga polisi juga langsung menindak tegas para pelanggar lalu lintas, yang membahayakan keselamatan jiwa. Selain itu, pemudik tahun 2017 lalu lebih kooperatif dan tertib berlalu lintas.

Hasil gambar untuk mudik lebaran

Sesampai di kampung halaman, sungkem atau sujud kepada orangtua atau yang dituakan, adalah murni tradisi, apalagi saat Lebaran nanti. Selain untuk memohon maaf, tentu juga berharap restu. Maaf dan restu sebenarnya tidak lagi sesuai dengan kebutuhan aktual, karena khilaf dan salah lebih banyak tertuju pada isteri, suami, anak, teman sekantor, sekelas, bawahan atau atasan, bukan kepada orangtua. Selain itu, restu tidak diingat saat melangkah melenceng, memutuskan pilihan korupsi, bahkan menelikung aturan. Ego, motivasi dan nyali justru lebih berperan menonjol dan menyebabkan khilaf, dibanding restu yang sebenarnya dapat berfungsi mengeremnya. Tradisi sungkem kepada orang yang dituakan hakekatnya sudah semakin pudar, sebab maaf dan restu justru redup, sementara ego dan nyali justru memotivasi korupsi berbagai rupa, dalam hidup baru selanjutnya setelah Lebaran usai.

Hasil gambar untuk pertemuan keluarga

Gotrah atau pertemuan keluarga besar berdasar garis keturunan darah seseorang, seringkali dilakukan dalam rangkaian mudik Lebaran. Gotrah untuk menjalin kekeluargaan, mempertemukan saudara jauh yang sudah tidak kenal lagi, dan menghidupkan api kebersamaan. Gotrah juga tradisi yang mudah menyimpang, sehingga semakin terbelit konsumsi, rekreasi dan gengsi. Keluarga semakin besar, peserta semakin banyak, rumah besar semakin terasa sempit, maka gotrah tidak lagi harus di teras dan dalam rumah secara bergantian, tetapi berpindah di gedung atau taman rekreasi dengan aneka menu makanan, baju dan mobil baru yang bergengsi. Anggota keluarga yang relatif kurang berhasil, tentu akan terpacu maju atau justru sebaliknya, akan mundur bertahap, baik sebagai tamu ataupun tuan rumah untuk tahun selanjutnya. Topik teknik donasi dan pemberian dukungan sosial untuk anggota keluarga yang kurang beruntung yang hakiki, justru semakin kalah populer dibandingkan topik lain yang berorientasi sebaliknya.

Hasil gambar untuk rekreasi bersama keluarga

Rekreasi selama libur Lebaran adalah tradisi berikutnya. Pantai, kolam renang, ‘waterpark’, candi, kebun binatang dan arena piknik bentuk lainnya sangat penuh pengunjung. Tarif tiket masuk, parkir, toilet, makan, cinderamata dan penginapan di arena tersebut pasti membubung naik. Begitu juga sampah, makanan sisa, dan kuman penyakit juga menggunung dan menyatu, sehingga mengurangi hakekat dan kenikmatan rekreasi. Padahal, kegiatan serupa di tempat yang sama, melibatkan keluarga inti yang sama, dan di waktu yang berbeda, justru akan lebih mudah, murah, dan menyenangkan, karena tidak bersamaan dengan pengunjung lain yang bukan keluarga inti.

Hasil gambar untuk rekreasi bersama keluarga

Mudik sering menurunkan stamina, meningkatkan kontak infeksi dan menyebabkan sakit, terutama pada anak. Obat darurat yang disiapkan sering tertinggal di rumah, tercecer di jalan atau dianggap tidak mempan. Dokter atau perawat jaga di fasilitas kesehatan daerah yang dikunjungi, sering dianggap terlalu ‘lugu, udik dan culun’, sehingga ‘diteror, dipaksa dan didikte’ untuk meresepkan obat yang sudah sering diresepkan dokter langganannya di kota besar, terutama antibiotika. Resep khusus untuk pasien mudik memang belum pernah dianalisis, tetapi tradisi ini dapat mengekang kebebasan profesi medik, mendorong terapi yang tidak rasional, meningkatkan resistensi bakteri, dan bahaya interaksi obat yang merugikan.

Hasil gambar untuk sakit mudik 2018

Mudik adalah tradisi, tetapi kepenatan, kecelakaan atau kematian pemudik adalah ironi. Tradisi sering tidak masuk akal, tetapi logika dapat menuntun kita berpikir jernih, terutama untuk merencanakan sebaik mungkin, aktivitas mudik Lebaran dan rekreasi pada tahun 2018 ini.

PB IDI

Sekian

Yogyakarta, 7 Juni 2015

*) pemudik jarak dekat, Sekretaris IDI Wilayah DIY, dokter spesialis anak, Lektor FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161.

 

Categories
Istanbul

2018 Kecelakaan Lalu Lintas

Hasil gambar untuk kecelakaan lalu lintas

KECELAKAAN   LALU   LINTAS
fx. wikan indrarto*)

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Irjen Royke Lumowa menyebut, jumlah korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas pada mudik Lebaran tahun 2017 lalu turun 519 orang atau sebesar 41,2 persen, dibandingkan tahun 2016. Dari 1.261 korban meninggal menjadi 742 orang. Ada tiga langkah, pertama sosialisasi keselamatan yang terus didengungkan, kedua menjaga daerah rawan, dan ketiga polisi juga langsung menindak tegas para pelanggar lalu lintas, yang membahayakan keselamatan jiwa. Selain itu, pemudik tahun 2017 lalu lebih kooperatif dan tertib berlalu lintas. Apa yang harus disadari?

Hasil gambar untuk kecelakaan lalu lintas

Laporan “Global status report on road safety 2015” menyebutkan bahwa sekitar 1,25 juta orang secara global meninggal setiap tahun, akibat kecelakaan lalu lintas, terutama pada remaja yang berusia 15-29 tahun. Sekitar 90% kematian di jalan raya tersebut terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah, meskipun negara tersebut sebenarnya hanya memiliki sekitar setengah dari total kendaraan di seluruh dunia. Tanpa tindakan yang berarti, kecelakaan lalu lintas diperkirakan akan meningkat menjadi penyebab utama atas 7 kematian global pada tahun 2030. ‘Agenda for Sustainable Development’s’ 2030 yang baru diadopsi, telah menetapkan target ambisius, yaitu mengurangi setengah jumlah kematian global dan cedera karena kecelakaan lalu lintas pada tahun 2020.

Hasil gambar untuk kecelakaan lalu lintas

Kecelakaan lalu lintas sangat disesalkan, karena telah diabaikan dari agenda kesehatan global selama bertahun-tahun, meskipun sebenarnya dapat diprediksi dan dicegah. Bukti dari berbagai negara menunjukkan bahwa keberhasilan dramatis dalam mencegah kecelakaan lalu lintas, dapat dicapai melalui upaya bersama yang melibatkan sektor kesehatan. Pemerintah perlu mengambil tindakan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan secara holistik, yang memerlukan keterlibatan dari berbagai sektor seperti perhubungan, kepolisian, kesehatan, dan pendidikan. Faktor risiko utama kecelakaan lalu lintas adalah kecepatan. Peningkatan kecepatan laju kendaraan di atas rata-rata, secara langsung berkaitan, baik dengan kemungkinan terjadinya kecelakaan, maupun dengan tingkat keparahan korban kecelakaan itu. Risiko seorang dewasa pejalan kaki akan meninggal hanya kurang dari 20% jika tertabrak mobil dengan kecepatan 50 km/jam, tetapi akan meningkat menjadi hampir 60% jika mobil melaju dalam kecepatan 80 km/jam. Pemberlakuan zona kecepatan 30 km/jam terbukti dapat mengurangi risiko kecelakaan dan direkomendasikan berlaku kawasan dengan banyak pejalan kaki, misalnya di daerah pemukiman dan sekolah.

.

Mengenakan helm secara benar oleh pengendara sepeda motor dapat mengurangi risiko kematian hampir 40% dan risiko cedera parah lebih dari 70%. Ketika aturan wajib helm sepeda motor ditegakkan secara efektif, tingkat penggunaan helm dapat meningkat menjadi lebih dari 90%. Mengenakan sabuk pengaman di dalam mobil, terbukti dapat mengurangi risiko kematian penumpang di kursi depan sampai 50% dan penumpang di kursi belakang sampai 75%. Jika dipasang dan digunakan secara benar, kursi dan sabuk pengaman khusus anak dapat mengurangi kematian bayi sekitar 70% dan kematian anak 80%. Selain itu, penggunaan telephon genggam atau HP dapat mengganggu penampilan atau performance pengemudi, yaitu waktu reaksi lebih lambat, terutama saat pengereman atau reaksi terhadap sinyal lalu lintas, gangguan kemampuan untuk selalu berada di jalur yang benar, dan menjaga jarak antar kendaraan yang layak. Penggunaan fitur pada HP berupa pesan teks seperti sms atau WA, menyebabkan kinerja pengemudi juga berkurang. Pengemudi yang menggunakan HP sekitar 4 kali lebih mungkin terlibat dalam kecelakaan, dibandingkan pengemudi yang tidak menggunakannnya, dan penggunaan fasilitas ‘hands-free HP’ tidak terbukti jauh lebih aman.

.

Bloomberg Initiative Global Road Safety (BIGRS) 2015-2019 berusaha untuk mengurangi korban jiwa dan luka karena kecelakaan lalu lintas, khususnya di negara berpenghasilan rendah dan menengah, yaitu di China, Filipina, Thailand dan Tanzania, dengan menyediakan dukungan teknis di bidang legislasi dan media pelatihan. Selain itu, juga mendukung keselamatan di jalan dengan cara meningkatkan keamanan di sekitar sekolah di Malawi dan Mozambik, dan dalam membantu meningkatkan layanan darurat di Kenya dan India, juga peningkatan penggunaan helm pada pengemudi sepeda motor dan mengurangi kadar alkohol saat mengemudi di sejumlah negara ASEAN.

.

Dalam tiga tahun terakhir, 17 negara telah menetapkan hukum terbaik tentang sabuk pengaman, mengemudi dalam pengaruh alkohol, kecepatan maksimal, helm sepeda motor atau perlindungan anak. Michael R. Bloomberg, pendiri Bloomberg Philanthropies melaporkan bahwa secara global terdapat 105 negara memiliki aturan tentang sabuk pengaman yang berlaku untuk semua penumpang, 47 negara memiliki undang-undang yang menentukan batas kecepatan nasional perkotaan maksimum 50 Km/jam dan menghimbau pemerintah daerah untuk mengurangi batas kecepatan di daerahnya masing-masing, 44 negara memiliki ketentuan tentang helm yang berlaku untuk semua pengendara dan penumpang sepeda motor, dan 53 negara memiliki aturan berdasarkan usia, tinggi atau berat badan, dan menerapkan pembatasan usia anak, sebagai penumpang mobil yang duduk di kursi depan. Laporan ini juga menemukan bahwa 80% kendaraan yang dijual di seluruh dunia, tidak memenuhi standar keselamatan dasar, khususnya di negara berpenghasilan rendah dan menengah, termasuk hampir 50% dari 67 juta mobil penumpang baru yang diproduksi pada tahun 2014.

Momentum mudik Lebaran 2018 mengingatkan kita akan tingginya risiko kecelakaan lalu lintas dan kematian. Sudahkah kita mencegahnya?

Neymar

Berkostum kesebelasan nasional Brazil saat berjemu di Panta Copacabana Rio de Janeiro, Brazil

.

Sekian

Yogyakarta, 7 Juni 2015

*) pemudik jarak dekat, Sekretaris IDI Wilayah DIY, dokter spesialis anak, Lektor FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161.

Categories
Istanbul

2018 HARI DONOR DARAH SEDUNIA

Hasil gambar untuk world blood donor day 2018

HARI DONOR DARAH DUNIA
fx. wikan indrarto*)

Setiap 14 Juni banyak negara di seluruh dunia merayakan Hari Donor Darah Sedunia (World Blood Donor Day). Acara ini bertujuan untuk berterima kasih kepada pendonor darah sukarela yang tidak dibayar, untuk hadiah darah yang menyelamatkan kehidupan pasien. Selain itu, juga untuk meningkatkan kesadaran akan perlunya donasi darah secara rutin. Hal lain yang tidak kalah penting adalah untuk memastikan kualitas, keamanan dan ketersediaan darah dan produk darah bagi pasien yang membutuhkan, termasuk pasien di seluruh Indonesia. Apa yang harus disadari?

Hasil gambar untuk world blood donor day 2018

 

Berdasarkan standar WHO, jumlah kebutuhan minimal darah di Indonesia sekitar 5,1 juta kantong darah pertahun (2% jumlah penduduk Indonesia), sedangkan produksi darah dan komponennya saat ini sebanyak 4,1 juta kantong dari 3,4 juta donasi. Dari jumlah darah yang tersedia, 90% di antaranya berasal dari pendonor darah sukarela. Telah ada program kerja sama antara Puskesmas, unit transfusi darah (UTD) dan rumah sakit dalam pelayanan darah, untuk menjamin tersedianya darah yang cukup bagi ibu hamil, melahirkan, dan nifas. Saat ini sebanyak 2.394 Puskesmas melalui 123 Dinas Kesehatan kabupaten/kota telah menandatangani nota kesepahaman dengan UTD dan Rumah Sakit. Sekitar 28% penyebab kematian ibu saat bersalin di Indonesia tahun 2016 adalah pendarahan. Hal ini dapat dicegah, jika semakin banyak pendonor darah sukarela yang secara rutin mendonorkan darahnya.

 

Hasil gambar untuk world blood donor day 2018

 

Transfusi darah dan produk darah membantu menyelamatkan jutaan nyawa setiap tahun. Tindakan ini dapat membantu pasien yang menderita penyakit berat yang mengancam jiwa, agar hidup lebih lama. Selain itu, transfusi darah juga dapat berperan agar kualitas hidup pasien menjadi lebih tinggi dan mendukung prosedur medis ataupun tindakan bedah yang rumit. Transfusi juga memiliki peran penting, dalam menyelamatkan jiwa ibu dan anak, juga selama kondisi tanggap darurat terhadap bencana buatan manusia dan alam.

 

 

Tema kampanye Hari Donor Darah Sedunia tahun 2018 ini adalah : Berikan darah. Bagikan kehidupan. (Give blood. Share life.) Hal ini untuk menyoroti donor darah sebagai aksi solidaritas, sesuai dengan nilai fundamental manusia dari altruisme, rasa hormat, empati dan kebaikan. Selain itu, juga untuk mempromosikan sistem donasi sukarela, dalam mendorong setiap orang untuk lebih peduli satu dengan yang lain, sehingga menghasilkan ikatan sosial (generate social ties) dan komunitas yang bersatu. Kampanye tahun ini juga berisi cerita dari para pasien yang hidupnya telah diselamatkan melalui donor darah. Hal ini merupakan salah satu cara untuk memotivasi para pendonor darah, agar secara rutin terus memberikan darah. Juga untuk memotivasi semua orang sehat yang belum pernah mendonorkan darah, untuk mulai melakukannya, terutama para kaum muda.

 

 

Hasil gambar untuk world blood donor day 2018

 

Selain itu, juga untuk meningkatkan kesadaran yang lebih luas bahwa donor darah adalah tindakan altruistik yang menguntungkan semua masyarakat dan bahwa pasokan darah yang memadai hanya dapat dipastikan, melalui donasi rutin oleh donor darah sukarela yang tidak dibayar. Tujuan lainnya adalah untuk menyoroti kebutuhan akan donasi darah sepanjang tahun, serta komitmen untuk mempertahankan persediaan darah yang memadai dan mencapai swasembada darah nasional. Juga untuk mengenalkan bahwa donor darah merupakan ekspresi partisipasi masyarakat dalam sistem kesehatan, dan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga suplai darah yang cukup, aman dan berkelanjutan. Tuan rumah acara untuk ‘World Blood Donor Day’ 2018 adalah ‘the Hellenic National Blood Centre’ Yunani, yang akan diadakan di pusat kota Atena pada 14 Juni 2018.

 

Hasil gambar untuk world blood donor day 2018

Tujuan lain kampanye ini juga untuk mendorong semua orang dalam memperkuat kesiapsiagaan darurat layanan kesehatan, dengan menyumbangkan darah. Juga untuk melibatkan pihak berwenang dalam pembentukan program donor darah nasional yang efektif, dengan kapasitas yang memadai, termasuk pada saat peningkatan permintaan darah selama keadaan darurat. Untuk mempromosikan penyertaan layanan transfusi darah dalam kegiatan kesiapsiagaan dan tanggap darurat nasional. Untuk membangun kesadaran masyarakat yang lebih luas mengenai kebutuhan akan donor darah sepanjang tahun. Untuk menjaga persediaan yang memadai dan mencapai kemandirian nasional darah. Selain itu, juga bertujuan untuk mempromosikan kerjasama internasional, atas asas sumbangan darah sukarela, sekaligus meningkatkan keamanan dan ketersediaan darah secara global.

Donor Darah

 

Donor darah tidak hanya memberikan manfaat kepada para penerima darah atau pasien, tetapi juga kepada para pemberinya atau pendonor. Beberapa manfaat donor darah adalah menjaga kesehatan jantung, menurunkan risiko serangan jantung hingga 88%, menjadikan darah mengalir lebih lancar, meningkatkan produksi sel darah merah baru, menjalani cek kesehatan rutin meliputi suhu tubuh, tekanan darah, nadi, dan kadar hemoglobin, juga 13 jenis tes laboratorium klinis. Selain itu, juga memperpanjang usia, membantu menurunkan berat badan, membakar kalori, meningkatkan kapasitas fungsional paru-paru dan ginjal, dan meningkatkan kesehatan psikologis para pendonor.

 

Terdapat 6 syarat penting yang harus dipenuhi utnuk menjadi pendonor darah, yaitu berat badan minimal 50 kg, usia 18-60 tahun, suhu tubuh normal, tidak melebihi 37,5 derajat Celcius, tidak memiliki penyakit menular, HIV, kanker, diabetes atau tuberkulosis, rabies, asma, dll. Selain itu, juga tingkat minimum hemoglobin adalah 12.5 g/dL, nadi antara 50 hingga 100 tanpa hambatan, tekanan darah diastolik antara 50-100 mm Hg, dan sistolik antara 100-180 mm Hg, donor darah terakhir sebelumnya minimal 56 hari.

 

Hasil gambar untuk world blood donor day 2018

 

Momentum Hari Donor Darah Sedunia tahun 2018 ini mengingatkan kita semua agar mendonorkan darah dan membagikan kehidupan (Give blood, Share life). Sudahkah Anda menjadi pendonor darah sukarela?

 

dr Wikan 5

Sekian

Yogyakarta, 5 Juni 2018

*) Pendonor darah sukarela di PMI Cabang Kota Yogyakarta, Sekretaris IDI Wilayah DIY, dokter spesialis anak, Lektor FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161, e-mail : fxwikan_indrarto@yahoo.com

 

 

Categories
Istanbul

2018 Aktivitas Fisik

Hasil gambar untuk aktivitas fisik

 

AKTIVITAS   FISIK

fx. wikan indrarto*)

Direktur Jenderal WHO Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus Senin, 4 Juni 2018 bersama dengan Perdana Menteri Portugal António Costa di Lisbon, Portugal, meluncurkan sebuah rencana aksi Global WHO. Aksi terbaru ini terkait aktivitas fisik (the global action plan on physical activity), agar lebih banyak orang aktif untuk dunia yang lebih sehat (more active people for a healthier world). Apa yang harus kita lakukan?

 

Hasil gambar untuk aktivitas fisik

 

Kampanye aktivitas fisik 2018 ini memiliki tema Ayo Aktif: Semua Orang, Di Mana Saja, Setiap Hari (‘Let’s Be Active: Everyone, Everywhere, Everyday’). Dorongan baru ini, diluncurkan oleh ikon Asosiasi Sepak Bola Portugis, Cidade do Futebol (City of Football), bertujuan untuk mendorong semua pemerintah dan pemerintah kota, agar menciptakan kemudahan bagi semua orang untuk lebih aktif secara fisik dan lebih sehat. Kebijakan dan rencana untuk mengatasi kurangnya aktivitas fisik pada anak, sebenarnya telah dikembangkan oleh sekitar 80% negara anggota WHO. Namun demikian, pada tahun 2013 secara operasional hanya dilakukan oleh 56% negara.

 

Hasil gambar untuk aktivitas fisik

 

Aktivitas fisik adalah gerakan tubuh yang dihasilkan oleh otot rangka yang membutuhkan pengeluaran energi, termasuk kegiatan yang dilakukan saat bekerja, bermain, melakukan pekerjaan rumah tangga, bepergian, dan rekreasi. Menjadi aktif secara fisik sangat penting untuk kesehatan, tetapi di dunia modern ini, kita menjadi lebih sulit karena lebih banyak tantangan, terutama karena kota dan komunitas kita, tidak dirancang dengan cara yang benar.

 

Hasil gambar untuk aktivitas fisik

 

Di seluruh dunia, satu dari lima orang dewasa, dan empat dari lima remaja (11-17 tahun), tidak melakukan aktivitas fisik yang memadai. Balita, anak perempuan, wanita, lansia, orang miskin, orang disabilitas dan dengan penyakit kronis, populasi terpinggirkan, dan penduduk lokal, pada umumnya memiliki lebih sedikit kesempatan untuk melakukan aktivitas fisik atau bergerak aktif. Pada hal, anak dan remaja harus melakukan aktivitas fisik setidaknya 60 menit, dengan intensitas dari sedang hingga kuat dalam sehari. Namun demikian, aktivitas fisik dalam waktu yang lebih lama dari 60 menit setiap hari, terbukti akan memberikan manfaat kesehatan tambahan. Aktivitas fisik ini harus mencakup kegiatan yang memperkuat otot dan tulang, setidaknya 3 kali per minggu.

 

Hasil gambar untuk aktivitas fisik

 

Aktivitas fisik pada anak secara teratur dengan intensitas sedang, seperti jalan kaki, bersepeda, atau melakukan olahraga ringan, memiliki manfaat yang signifikan untuk kesehatan anak. Manfaat saat aktif secara fisik lebih besar daripada potensi bahayanya, misalnya karena cidera dan kecelakaan saat berolah raga. Sedikit gerak badan oleh anak tetap lebih baik daripada tidak melakukan sama sekali. Dengan menjadi lebih aktif sepanjang hari dengan cara yang relatif sederhana, semua anak cukup mudah mencapai tingkat aktivitas yang direkomendasikan.

 

 

Aktivitas fisik pada anak akan mampu meningkatkan kebugaran otot dan kardiorespirasi, derajad kesehatan dan fungsi tulang. Selain itu, juga mengurangi risiko hipertensi, penyakit jantung koroner, stroke, diabetes, berbagai jenis kanker (termasuk kanker payudara dan kanker usus besar), dan depresi di kemudian hari. Aktivitas fisik pada anak yang tidak cukup memadai merupakan salah satu faktor risiko utama untuk kematian dini pada usia belia, dan terus meningkat di banyak negara, menambah beban penyakit tidak menular atau ‘Non Communicable Diseases’ (NCD) dan mempengaruhi derajad kesehatan anak di seluruh dunia. Anak dan remaja yang kurang aktif, memiliki 30% peningkatan risiko kematian dini saat dewasa dibandingkan dengan  yang cukup aktif.

 

Hasil gambar untuk aktivitas fisik

 

Aktivitas fisik secara teratur adalah kunci untuk mencegah dan mengobati NCD, seperti penyakit jantung, stroke, diabetes, kanker payudara dan usus besar. NCD bertanggung jawab atas 71% dari semua kematian secara global, termasuk untuk kematian 15 juta orang per tahun yang berusia 30 hingga 70 tahun. Kita tidak perlu menjadi atlet profesional untuk berolah raga. Selain itu, juga memilih untuk bergerak aktif. Lewat tangga naik ke lantai berikutnya dan bukan memencet tombol lift, berjalan kaki atau naik sepeda, bukannya naik motor atau mobil hanya untuk pergi ke toko tetangga, keduanya adalah pilihan kita setiap hari yang dapat membuat kita lebih sehat.

 

 

Rencana aksi ini merancang setiap negara dapat mengurangi aktivitas diam (physical inactivity) pada orang dewasa dan remaja sebesar 15% pada tahun 2030. Aksi global ini merekomendasikan 20 bidang kebijakan, yang apabila berhasil digabungkan dapat bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang lebih aktif secara fisik, melalui penciptaan lingkungan publik. Selaian itu, juga terciptanya peluang dan kemampuan bagi semua orang dari segala usia, untuk melakukan lebih sering aktivitas fisik seperti berjalan kaki, bersepeda, olahraga, rekreasi aktif, menari dan bermain.

 

Hasil gambar untuk aktivitas fisik

 

Peningkatan penggunaan moda transportasi modern, seperti pengantaran anak dengan mobil atau motor sampai ke gerbang sekolah, berkontribusi untuk aktivitas fisik yang tidak cukup memadai. Secara global, 81% remaja berusia 11-17 tahun kurang aktif secara fisik pada tahun 2010. Remaja perempuan kurang aktif dibandingkan remaja laki-laki, dengan 84% dibandingkan 78%, sehingga tidak memenuhi rekomendasi WHO. Beberapa faktor lingkungan berikut ini dapat mencegah anak untuk menjadi lebih aktif, seperti kekawatiran orangtua, takut akan kekerasan dan kejahatan di luar rumah, kepadatan arus lalu lintas, kualitas udara yang rendah atau polusi, kurangnya taman, trotoar dan fasilitas olahraga atau rekreasi di alam terbuka.

 

Hasil gambar untuk aktivitas fisik

 

Aksi Global WHO ini menyerukan bahwa setiap negara, masyarakat dan orangtua harus mengambil tindakan, agar anak memiliki lebih banyak kesempatan untuk melakukan aktivitas fisik atau bergerak secara aktif. Sudahkah Anda peduli dengan kesehatan anak di sekitar kita?

Mager (mari bergerak) dan let’s move on.

PB IDI

Sekian

Yogyakarta, 5 Juni 2018

*) Sekretaris IDI Wilayah DIY, dokter spesialis anak, Lektor FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161, e-mail : fxwikan_indrarto@yahoo.com

 

wa.me/
wa.me
Halo, ada yang dapat dibantu?