Categories
Istanbul

2018 Hari Tanpa Tembakau Sedunia

Hasil gambar untuk hari tanpa tembakau sedunia 2018

 

HARI TANPA TEMBAKAU SEDUNIA

fx. wikan indrarto*)

 

Setiap tahun, pada tanggal 31 Mei, dinyakatan sebagai Hari Tanpa Tembakau Dunia atau  ‘World No Tobacco Day’ (WNTD), untuk menyoroti gangguan kesehatan dan risiko lain yang terkait dengan penggunaan tembakau. Selain itu, juga untuk mengadvokasi kebijakan yang efektif untuk mengurangi konsumsi tembakau. Tema ‘World No Tobacco Day’ 2018 adalah tembakau dan penyakit jantung (tobacco and heart disease). Apa yang harus disadari?

 

Hasil gambar untuk hari tanpa tembakau sedunia 2018

 

Tema Kampanye tahun 2018 ini akan meningkatkan kesadaran tentang hubungan antara tembakau dengan kesehatan jantung dan penyakit kardiovaskular atau ‘cardiovascular diseases’ (CVD) lainnya, termasuk stroke, yang apabila dikombinasikan merupakan penyebab utama kematian di seluruh dunia. Selain itu, juga tindakan yang dapat dilakukan oleh kita semua, termasuk pemerintah dan masyarakat, untuk mengurangi risiko terhadap kesehatan jantung yang ditimbulkan oleh penggunaan tembakau.

 

Hasil gambar untuk hari tanpa tembakau sedunia 2018

 

 

Kampanye ‘World No Tobacco Day 2018’ juga ditujukan untuk mengatasi epidemi tembakau dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat, khususnya kontribusinya dalam menyebabkan kematian dan penderitaan jutaan orang secara global. Penggunaan tembakau merupakan faktor risiko penting untuk perkembangan penyakit jantung koroner, stroke, dan penyakit pembuluh darah perifer. Penyakit kardiovaskular (CVD) membunuh lebih banyak orang, daripada penyebab kematian lainnya di seluruh dunia. Selain itu, penggunaan tembakau serta paparan asap rokok berkontribusi pada sekitar 12% dari semua kematian akibat penyakit jantung. Penggunaan tembakau adalah penyebab utama kedua dari CVD, setelah tekanan darah tinggi atau hipertensi. Epidemi tembakau global membunuh lebih dari 7 juta orang setiap tahun, di mana hampir 900.000 orang yang bukan perokok, meninggal akibat menghirup asap rokok atau perokok pasif.

 

Hasil gambar untuk world no tobacco day

 

Hampir 80% dari lebih dari 1 miliar perokok di seluruh dunia, hidup di negara berpenghasilan rendah dan menengah, di mana beban penyakit dan kematian terkait tembakau adalah yang terberat, termasuk di Indonesia. Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2016, persentase rata-rata pengeluaran per kapita sebulan yang digunakan untuk memberli rokok adalah 6,72% atau nomer 4 terbanyak. Berdasarkan data Survei Indikator Kesehatan Nasional (SIRKESNAS) tahun 2016, prevalensi merokok secara nasional di Indonesia adalah 28,5%.

 

Hasil gambar untuk mpower tobacco

 

Menurut Michael R. Bloomberg, Global Ambassador for Non Communicable Diseases (NCD) and founder of Bloomberg Philanthropies, kita dapat mengubah prevalensinya melalui langkah-langkah pengendalian tembakau (MPOWER), yang telah terbukti sangat efektif. Laporan WHO 2017 tentang ‘the global tobacco epidemic’, juga menemukan bahwa 43% populasi dunia (3,2 miliar orang) telah dilindungi oleh dua atau lebih tindakan MPOWER pada tingkat tertinggi. Delapan negara, termasuk lima negara berpenghasilan rendah dan menengah, telah menerapkan empat atau lebih tindakan MPOWER di tingkat tertinggi, yaitu Brasil, Iran, Irlandia, Madagaskar, Malta, Panama, Turki dan Inggris.

 

Hasil gambar untuk mpower tobacco

Langkah MPOWER terdiri dari Monitor, Protect, Offer, Warn, Enforce, and Raise. Monitor atau memantau telah dilakukan oleh Nepal, India dan Filipina, yang memantau dengan ketat, penggunaan tembakau dan kemudian menerapkan langkah-langkah untuk melindungi warganya dari tembakau. Nepal memperkenalkan aturan bahaya merokok terbesar di dunia, pada kemasan rokok, yaitu mencakup 90% areal pada bulan Mei 2015. Kebijakan ini diambil setelah menggunakan serangkaian pertanyaan survei tentang tembakau di rumah tangga, dan mendeteksi prevalensi perokok laki-laki yang sangat tinggi. India meluncurkan program berhenti merokok secara nasional dan bebas pulsa (tobacco cessation programme and toll-free quit line) pada tahun 2016 setelah melakukan survei  di tahun 2009-10, yang mengungkapkan minat yang tinggi di antara hampir 1 dari 2 perokok berkeinginan untuk  berhenti. Undang-undang Reformasi Pajak Dosa (Sin Tax) Filipina yang disahkan pada tahun 2012 setelah survei nasional 2009 menunjukkan tingkat merokok yang tinggi di antara laki-laki (47,4%) dan anak laki-laki (12,9%). Langkah pengurangan permintaan tembakau yang kuat tersebut, telah berkontribusi terhadap penurunan penggunaan tembakau, menurut hasil survei nasional Filipina tahun 2015.

 

Gambar terkait

Di Indonesia upaya pengendalian faktor risiko penyakit tidak menular dilakukan dengan ‘CERDIK’, yaitu Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat seimbang, Istirahat yang cukup, dan Kelola stres. Upaya pengendalian tembakau dilakukan dengan penerbitan peraturan terkait Kawasan Tanpa Rokok (KTR) oleh Pemerintah Daerah dan membentuk Aliansi Walikota/Bupati dalam Pengendalian Tembakau. Indikator program pengendalian penyakit tidak menular pada Rencana Strategis Kementerian Kesehatan tahun 2015-2019 adalah persentase kabupaten/kota yang melaksanakan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) minimal pada 50% institusi pendidikan atau sekolah.

Hasil gambar untuk hari tanpa tembakau sedunia 2018

Momentum Hari Tanpa Tembakau Dunia pada hari Kamis, 31 Mei 2018, mengingatkan kita semua akan dampak buruk tembakau terhadap kesehatan jantung (tobacco and heart disease). Penerbitan peraturan dan pelaksanaan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) adalah hal terdekat yang dapat kita jangkau.  Sudahkah Anda terlibat membantu?

Dr. Wikan 2

Sekian

Yogyakarta, 24 Mei 2018

*) Sekretaris IDI Wilayah DIY, dokter spesialis anak, lektor FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161

Categories
Healthy Life Jalan-jalan

2014 Nyaris di Perancis

NYARIS  DI  PERANCIS
fx. wikan indrarto*)

Pada hari Senin dan Selasa, 8 dan 9 September 2014 kami mengikuti ERS (European Respiratory Society) International Congress 2014 yang diselenggarakan di ICM (Internationales Congress Center Munchen) di Messegelande, Munchen, Bavaria, Jerman. Setelah selesai acara konggres, kami meninggalkan Munchen, Jerman menuju Roma, Italia. Selanjutnya pada Jumat pagi buta yang dingin, 12 September 2014, kami menyebarang ke Paris, Perancis melalui ‘Aeroporti di Roma’ atau Fiomicino Leonardo da Vinci International Airport (FCO) Roma, Italia.

.

Perjalanan ke bandara internasional tersebut, bukan ke bandara domistik Ciampino, ditempuh dalam waktu 40 menit dari CIAM (Centro Internazionale di Animazione Missionaria) via Urbano VIII no 16, Roma (Citta del Vaticano), dengan menggunakan sebuah mobil carteran. Kami melewati arus ‘fortenza’ atau masuk dan diturunkan di area tanpa tulisan ‘riservato’ atau sudah dipesan. Setelah proses lapor diri ke petugas darat maskapai Alitalia, kami mencari pintu ‘partenza’ atau keberangkatan, dengan mampir di ‘postazione di ricarica’ atau tempat mengisi arus batere ‘chardge’ HP. Dengan membawa ‘carta d’imbarco’ atau kartu naik pesawat, kami mantap menuju Paris Charles de Gaulle (CDG), bukan Paris Orly, sebagai ‘destinazioni’ selanjutnya di Perancis. Kami menggunakan pesawat Alitalia AF 1005 sebagai ‘I Partner di Volo’ atau kerjasama maskapai dengan Air France di kelas ‘classica’ atau ekonomi.

baca juga  :  https://dokterwikan.wordpress.com/2018/05/22/2014-nyata-italia/

.

Pesawat kami adalah sebuah Airbus A321, yang merupakan bagian dari 14 buah ‘medio raggio’ atau pesawat jarak menengah dengan 200 seat. Pesawat Alitalia ‘lungo raggio’ atau jarak jauh memiliki 256-293 seat, dan ‘regionali’ atau jarak dekat 88-100 seat. Sekejap di Roma, kami jadi mengenal istilah dalam Bahasa Italia, termasuk ‘flotta Alitalia’ (penerbangan dengan Alitalia), ‘Monaco’ (Munchen), ‘Germania’ (Jerman), ‘Parigi’ (Paris), ‘Francia’ (Perancis), ‘Giacarta’ (Jakarta), ‘Londra’ (London), ‘benvenuti’ (selamat datang), ‘dalla terra fino al cielo’ (dari darat ke angkasa), ‘ristoranti’ (rumah makan), dan ‘alberghi’ (hotel).

 
IMG-20140913-WA0023
 
IMG-20140912-WA0013

Jangan malu bertanya di Perancis
meski English tidak jamak

Mesin tiket elektronik layar sentuh
Lumrah ditemui di Perancis

Setelah penerbangan 1 jam 20 menit, kami tidak lagi disebut sebagai ‘signor and signore’ saat mendarat di Bandara Paris CDG pk. 10.05. Setelah ucapan ‘bienvenido’ atau selamat datang dalam logat setempat, kami segera dibuat terkagum atas kemegahan arsitektur modern ‘Aeroports de Paris CDG’. Paris adalah kota tujuan turis paling populer di dunia, dengan 30 juta wisatawan asing per tahun. Nama latin Paris adalah Lutetia Parisiorum, yang kemudian dipotong menjadi hanya Paris. Nama ini berasal dari suku Parisii Galia, yang berarti “ketel besar”. Pada tahun 1190, Raja Philip Augustus menutup Paris dari kedua tepi dengan dinding tebal, yaitu Louvre sebagai benteng pertahanan kota dan tahun 1200 dibuka Universitas Paris yang menarik pelajar dari seluruh daratan Eropa. Sejak periode ini Paris berkembang sangat cepat dan tertata, yaitu daerah tengah dijadikan institusi pemerintah dan keagamaan, sisi kiri menjadi pusat pendidikan dengan banyak universitas, sementara sisi kanan berkembang sebagai pusat perdagangan, di sekitar pasar sentral Les Halles. Paris sempat kehilangan posisinya sebagai ibukota Perancis ketika diduduki oleh bangsa Burgundia, sekutu Inggris selama Perang Seratus Tahun, tetapi kemudian dijadikan ibukota kembali oleh Raja Charles VII pada tahun 1437. Selama Perang Agama di Perancis, Paris menjadi basis partai Katolik, sampai terjadi pembantaian St. Bartholomew pada tahun 1572. Raja Henry IV mendirikan kembali istana kerajaan di Paris tahun 1594 setelah berpindah agama menjadi Katolik Roma, dengan kalimat terkenalnya Paris sangat pantas merayakan Misa. Selama periode kekacauan, warga Paris memberontak dan keluarga kerajaan meninggalkan kota pada tahun 1648. Raja Louis XIV pindah ke istana kerajaan permanen di Versailles tahun 1682. Seabad kemudian, Paris menjadi pusat Revolusi Perancis, dengan Penyerangan Penjara Bastille tahun 1789 dan kejatuhan monarki tahun 1792.

 
IMG-20140912-WA0004
 
IMG-20140912-WA0016

‘bienvenido’ atau selamat datang
di ‘Aeroports de Paris CDG’

Suasana sore di sebuah sudut kota Paris

Bandara CDG kebanggaan warga Paris ini memiliki 3 buah ‘terminaux’ (1 sampai 3) yang dihubungkan dengan kereta bandara shuttle, dan setiap terminal memiliki 7 buah subterminal (A sampai G). Siang itu kami tidak sempat mencoba ‘Paris par train’, karena ‘Mitry-Claye’ yang di bawah tanah ataupun ‘TGV’ yang di atas tanah, kedua jenis kereta api tersebut tidak ada yang menuju ‘Gare’ (Stasiun) Montparnasse, tujuan pertama kami di dalam kota Paris. Keduanya menuju Gare du Nord, Chatelet-Les Hailes dan Saint-Michael Notre-Dame yang merupakan stasiun jauh lebih besar. Kami segera berganti naik ‘les cars AirFrance’ atau bis bandara line 4 menuju Gare Montparnasse, dengan mencoba membeli 1 tiket elektronik dengan mesin berlayar sentuh, seharga E 17 dengan master card ATM BRI dan membandingkan dengan membayar langsung kepada sopir, 1 tiket lainnya. Bis kami berangkat pk. 12 melewati ‘Gare’ de Lyon. Rute bis Line 3 adalah antara bandara CDG ke Orly Airport, Line 2 CDG ke pusat kota Champs-Elysees, dan Line 1 Orly ke pusat kota Champs-Elysees. Sepanjang perjalanan selama 50 menit, kami akrab dengan berbagai mobil produksi Perancis, yaitu Renault, Peogeot, dan Citroen.

Setelah sampai di ‘Gare’ Montparnasse, kami segera mencari lokasi ‘consignes’ atau penitipan kopor dan ‘depart un autre jour’ atau loket pembelian tiket bukan pada hari keberangkatan. Diselingi berulang tersesat dan berkali-kali kesulitan berkomunikasi, karena besarnya areal bangunan dan sangat sedikitnya petunjuk dalam Bahasa Inggris, untunglah kami berhasil mendapat tiket kereta api Paris ke Lourdes PP. Setelah lega mendapatkan tiket manual, karena gagal kami pesan secara elektronik, terkait mepetnya waktu keberangkatan, kami segera makan siang menjelang sore di kios Francesca, berupa ‘spaghetti pesto’ seharga E 6,5 dan ‘insalata’ seharga E 4,3. Kedua menu Perancis tersebut sulit tertelan ke dalam perut Asia, sampai kami jadi gemetaran saat berdiri di ‘limite de confidentialite’ atau garis pembatas antrian tiket Metro.

 
Eiffel Paris
 
IMG-20140912-WA0008

Menara Eiffel
dari atas jembatan Sungai Seine

Menara Eiffel
kerangka baja yang tinggi dan kokoh

Kami segera naik Metro 4, sebuah kereta api bawah tanah dari Bienventie Montparnasse dengan tiket seharga E 1,5 untuk menuju ke Parc Hotel, yang sudah kami pesan lewat internet sejak di Jogjakarta. Kami melewati berbagai lorong bawah tanah yang berarsitektur kuno, bercabang sangat banyak dan akhirnya tersesat lagi, karena alamat hotel yang kami tuju untuk menyimpan kopor sebelum kami keliling kota, tidak diketahui para penumpang yang mengenal ‘English’. Sebagian besar dari mereka hanya paham ‘French’ dan pertempuran selama 100 tahun, termasuk saat Napoleon (French) melawan Nelson (English) berabad lalu, masih terasa sampai sekarang, termasuk dalam bidang bahasa. Kami segera putar haluan dengan mempelajari lebih cermat, rute Metro. Di Megapolitan Paris ada ‘Ligne de Metro’ kereta di bawah tanah, ‘Roissy’ bis kota, ‘Ligne de Tramway’ trem yang melingkari kota, ‘RER’ kereta yang menjangkau daerah suburb, dan ‘Batobus’ kapal yang melewati sungai Seine yang membelah kota. Ada lagi ‘velib’ atau sepeda sewaan, taxi, dan ‘autolib’ atau mobil sewaan. Kami segera mencari ‘stations ou gares en correspondance’ atau persinggungan 2 jalur kereta di sebuah stasiun yang kecil, agar tidak tersesat lagi. Untunglah kami menemukan Raspail, sebuah stasiun yang menghubungkan hanya 2 line Metro, dan dijamin kami pasti tidak tersesat. Dari Montparnasse Bievenue kami naik M4 tujuan ke Mairie de Montrouge, dengan melewati Vavin. Benar perhitungan kami, karena di Raspail kami tidak kesulitan untuk berganti M6 yang menuju Charles de Gaulle Etoile. Kami melewati Edgar Quinet, Mont, Pasteur, jalur kerata kemudian keluar tanah mencapai Sevres Lecourbe, Cambronne, La Motte Pisquet Grenelle, Dupleix, dan turun di Bir Hakiem. Tujuan kami adalah melihat Menara Eiffel di pinggiran Sungai Seine. Paris bagian tengah yang akan kami kunjungi, meskipun terkena dampak Perang Dunia II, tetapi tidak mengalami kerusakan hebat, karena tidak ada target strategis bagi pengebom Sekutu dan juga karena tampilan budayanya. Jenderal von Choltitz dari Jerman tidak menghancurkan semua monumen Paris sebelum Jerman mundur, seperti yang diperintahkan oleh Adolf Hitler, yang mengunjungi Paris tahun 1940.

Selain itu, kami diingatkan akan epidemi penyakit cacar tahun 1832 dan 1849, yang menyerang penduduk Paris, bahkan epidemi tahun 1832 sendiri menewaskan 20.000 orang dari 650.000 penduduk. Paris juga mengalami dampak besar dari Perang Perancis-Prusia(1870-1871) dan kekacauan karena kejatuhan pemerintahan Kaisar Napoleon III, sementara 20.000 warga Paris tewas pada hari Minggu, yang kemudian dikenal sebagai ‘semaine sanglante’ atau Minggu Berdarah. Paris kembali pulih dengan cepat dari peristiwa tersebut untuk menyelenggarakan ‘Expositions Universelles’ atau Pameran Dunia  (World Expo) pada abad ke-19. Menara Eiffel dibangun sebagai peringatan Revolusi Perancis pada Pameran Universal tahun 1889. Meskipun pada awalnya hanya sebagai tampilan “sementara” untuk keindahan arsitektur, tetapi ternyata menjadi menara tertinggi di dunia hingga tahun 1930. Pada Pameran Universal berikutnya di tahun 1900, ditandai dengan pembukaan jalur Métro de Paris, yang merupakan sarana transportasi massal bawah tanah pertama di dunia.

 
IMG-20140912-WA0010
 
IMG-20140912-WA0015

Dari jembatan Sungai Seine
terlihat banyak kapal pesiar berlalu

Di persimpangan jalan
ke Katedral Notre Dame

Setelah terkagum berulang atas keindahan Menara Eiffel dan Palais de Chaillot, yang tepat berseberangan dan dipisahkan Sungai Seine yang padat wisatawan, kami mendapat penjelasan lokasi hotel kami, dari polisi pariwisata di sana dengan menggunakan smartphone merek Huawe. Kami segera meninggalkan Bir Hakeim Nation, naik M6 sampai Raspail berlawanan arah dengan saat kami datang, untuk berganti M4 jurusan Mairie de Montrouge, sampai Porte d’Orleans. Kami melewati Denfert-Rochereau, Mouton-Duvernet, dan Alesia. Seperti sebelumnya, kami harus bertanya berulang, untuk menuju ke Parc Hotel, sebuah hotel sangat kecil yang sudah kami pesan di 60 Reu Beaunier, yang juga hanya sebuah jalan kecil tidak terkenal, di sebuah megapolitan Paris atau Aire urbaine Paris, yang memiliki penduduk hampir 12 juta jiwa, dan merupakan salah satu wilayah metropolitan terpadat di Eropa.

Setelah beristirahat sejenak di Parc Hotel kamar 521, kami segera memulai petualangan lagi. Kami naik M4 dari Mairie de Montrogue untuk turun di Cite. Kami melewati Alesia, Mouton-Duvernet, Denfert-Rochereau, Raspail, Vavin, Montparasse-Bieveneu, Saint-Placide, Saint-Sulpite, Saint Germaint-des-Pres, Odeon, dan Saint Michel. Dengan tiket seharga E1,5, yang kami beli di mesin dan kadang masih harus minta bantuan penumpang lain, kami turun di Cite dan tersesat lagi, karena masuk ke jalur ‘sortie de secours’ atau pintu keluar saat darurat. Tujuan kami adalah Katedral Notre Dame. Notre Dame de Paris atau “Bunda Kita di Paris”, adalah sebuah gereja besar atau katedral di Paris, yang dipersembahkan kepada Bunda Maria, ibunda Yesus. Katedral berasitektur Gothic di sebelah timur Île de la Cité, yaitu salah satu dari dua pulau di delta Sungai Seine, yang membelah Paris. Selain tujuan wisata, gereja ini juga masih digunakan untuk tempat misa yang dipimpin oleh Uskup Agung Paris. Notre Dame de Paris dianggap sebagai salah satu contoh terbaik dari arsitektur gaya Gothic di Perancis. Untunglah kami mampu menjangkau Katedral Notre Dame yang dibangun pada tahun 1163, namun tidak selesai hingga tahun 1361, kemudian hancur setelah revolusi Perancis. Sebagai katedral terbesar di Perancis, kedua menaranya bergaya Gothic tinggi menjulang, dengan 422 anak tangga, termasuk penambahan patung oleh arsitek Eugene Voillet le-Duc, yang ditulis dalam novel Victor Hugo tahun 1831, berjudul Notre-Dame de Paris atau dikenal dengan The Hunchback of Notre Dame. Semua ini menjadikannya memberi pemandangan paling eksotik di Paris, karena dibangun di sebuah delta yang dikepung arus deras Sungai Siene. Kami juga sempat mengagumi Palais de Justice, Bureau de Poste, dan Hotel de Ville di sekitarnya.

 
IMG-20140912-WA0017
 
IMG-20140912-WA0032

Katedral Notre Dame de Paris
contoh terbaik dari arsitektur gaya Gothic

Hotel de Ville
pernah menjadi city hall Paris

Presiden Nicholas Sarkozy telah meluncurkan sebuah kompetisi arsitektur internasional tahun 2008, untuk pembangunan masa depan metropolitan Paris. Sepuluh tim arsitek, perencana urban, ahli geografi, arsitek lanskap telah memberikan visi mereka membangun metropolis Paris abad ke-21, untuk pembangunan masa depan Paris Raya 40 tahun berikutnya. Tujuannya tidak hanya membangun sebuah metropolis ramah lingkungan, tetapi juga mengintegrasikan pinggiran kota dengan pusat Kota Paris, melalui operasi perencanaan urban berskala besar dan proyek arsitektur unik. Sementara itu, dalam usaha mendorong wajah metropolitan Paris pada kompetisi global, beberapa bangunan pencakar langit supertinggi (300 m atau 1,000 ft dan lebih), telah disetujui sejak tahun 2006 di distrik bisnis La Défense, di barat batas kota, dan dijadwalkan selesai awal tahun 2020-an, melebihi konstruksi Tour Montparnasse pada awal tahun 1970-an. Setelah puas memandang lansekap di sekitar Cite, kami segera pulang kembali ke hotel untuk melihat Tour Montparnasse dengan menggunakan M4. Berbeda dengan yang selama ini kami amati, Metro di Paris memiliki arsitektur stasiun dan rangkaian gerbong kereta dari generasi lama, sehingga belum terkesan modern seperti di kota lain, termasuk petunjuk rute yang tertempel di interior gerbong maupun pengumuman elektronik yang hanya berbahasa Perancis saja. Kembali dari Cite kami naik M4 ke Mairie de Montrouge, untuk turun di Porte d’Orleans. Rencana kami untuk melihat Tour Montparnassea kami batalkan dan kami akan berganti tram T3a ke Porte d’Italie, Porte d’Ivry dan Porte de Choisy, untuk makan menu Asia, karena semuanya itu berada di areal China Town. Rencana tersebut juga kami batalkan, karena kaki sudah sangat penat, apalagi kami tersesat lagi di Porte d’Orleans, yang sebenarnya hanya merupakan stasiun M kecil, dengan 5 ‘sortie’ atau pintu keluar ke arah yang sangat berlawanan. Untung kami dibantu oleh seorang penumpang dengan smartphonenya, untuk mencari hotel kami, yang sebenarnya hanya berjarak 200 m dari stasiun M tersebut.

 
TGV
 
IMG-20140913-WA0014

TGV 8571, kereta api cepat
Ke dan dari Gare Montparnasse Paris

Para peziarah yang sakit di Lourdes
berharap kedamaian dan kesembuhan

Sabtu pagi buta pk. 5, 13 September 2014, kami meninggalkan Parc Hotel dengan naik M4 dari Porte d’Orleans, melewati Alesia, Mouton-Duvernet, Denfert Rochereaut, Raspail, Vavin, dan turun Montparnasse-Bienvenue. Ketersesatan kembali terjadi, yaitu untuk mencari Gare Montparnasse dan akan berganti KA antar kota. Ketersesatan berlanjut, karena Gare tersebut memiliki 5 lantai, untuk mencari ‘consignes’ atau penitipan kopor, padahal hari sebelumnya sudah kami lihat. Ternyata ‘consignes’ baru buka pk. 7, pada hal kereta api kami berangkat pk. 6.28. Akhirnya kami putuskan bahwa kopor kami terpaksa kami bawa juga berziarah ke Lourdes, seperti saat kami tour ke Menara Eiffel hari sebelumnya, meskipun berat, merepotkan, dan hari berikutnya kami akan ke stasiun yang sama, untuk kembali ke bandara.

Kami mencari TGV 8571, kereta api cepat terusan, yang akan berangkat dari Montparnasse Paris pk. 6.28 dan sampai Lourdes pk. 13 seharga E 98 per orang. Kesulitan untuk naik kereta terjadi, karena pengumuman keberadaan kereta hanya dalam French, pada 5 menit sebelum kereta berangkat. Untunglah ada gadis Vietnam yang membantu dalam English, sehingga kami lari ke ‘voie’ atau platform 4. TGV kami tujuan ke Tarbes, akan berhenti di kota Bordeaux St. Jean, Dax, Pau, dan turun di Lourdes. Kereta kami adalah TGV 8571 kelas 2, ‘voiture’ atau gerbong 16, kursi nomor 35 dan 36, bertarif E98/orang. Kami harus mencermati ‘composition des trains’ di papan elektronik, agar tidak salah masuk gerbong. TGV atau kereta api cepat ini sangat elite, bahkan tolietnya dilengkapi ‘eau’ atau air cuci tangan, ‘savon’ atau sabun dan ‘air chaud’ atau pengering tangan basah dengan hembusan udara, dioperasionalkan oleh SNCF dalam ‘l’Alliance Railteam reunit les operateur’ atau bekerja sama dalam ‘Railteam Group High Speed Europe’, dengan DB (Jerman) dan Trenitali (Italia), menjangkau ke seluruh daratan Eropa. Rekor kecepatan TGV tertinggi tercapai pada tanggal 3 April 2007, yaitu 574,8 km/jam. Terdapat 5 jenis TGV, yaitu 85 Rames Sud6Est sepanjang 200m dengan kecepatan 300 km/jam, 19 Rames Pos sepanjang 200 m dengan kecepatan 320 km/jam sampai ke Swis, 60 Rames Resau sepanjang 200 m dengan kecepatan 320 km/jam sampai ke Belgia, Belanda dan Italia, 105 Rames Atlantique sepanjang 238 m dengan kecepatan 300 km/jam. Yang terakhir 209 Rames Duplex Prevues Pour sepanjang 200 m dengan kecepatan 320 km/jam sampai ke Swiss, Jerman, dan Spanyol.

 
IMG-20140913-WA0015
 
IMG-20140914-WA0012

Saat sampai di Gare SNCF Lourdes

Di dalam kereta saat pulang dari Lourdes

Kami sampai di Lourdes, sebuah kota kecil tepat waktu, yaitu pk. 13. Lourdes adalah sebuah kota yang terletak di kaki pegunungan Pyrenees, dengan penduduk sekitar 17.000 jiwa beserta bangunan-bangunan yang didominasi oleh kastil. Lourdes nampak seperti kota lainnya di sebelah barat daya Perancis dengan pasar yang cantik, toko yang kecil, dan kehidupan masyarakatnya yang sederhana. Namun dewasa ini Lourdes menjadi sebuah kota yang cukup sibuk, dengan kehadiran kurang lebih 5 juta peziarah Katolik setiap tahunnya. Hal ini dikarenakan pada 11 Februari sampai 16 Juli 1858 Perawan Maria Terberkati, ibunda Yesus, menampakkan diri kepada gadis kecil berusia 14 tahun, yang bernama Bernadette Soubirous (sekarang St. Bernadette) di Grotto of Massabielle, sebuah ‘grotto’ atau gua di dekat Lourdes. Setiap tahun dari Maret sampai Oktober, “Sanctuary of Our Lady of Lourdes” adalah sebuah tempat ziarah massal dari seluruh dunia. Mata air dari “grotto” dipercayai memiliki sifat penyembuhan, dan Gereja Katolik Roma telah mengakui 66 penyembuhan ajaib, karena air suci tersebut.

 
IMG-20140913-WA0055
 
IMG-20140913-WA0059

Para ‘pellegrini’ di pusat peziarahan “Sanctuary of Our Lady of Lourdes”

Di depan patung Bunda Maria
’Bunda Yang Dikandung Tanpa Dosa’

Kami mengikuti jejak para ‘pellegrini’ atau peziarah, turun di Stasiun Lourdes, mencari makan menu Asia, karena perut kami sudah lama bergemuruh dan dapat reda karena ‘pork with Thai curry’ atau nasi daging babi seharga E 7,8 dan ‘Soupe Vietnamiene (pho)’ atau sop Vietnam seharga E 10. Segera kami mencari Hotel Marial, 77 reu de la grotte de Lourdes, dengan berjalan kaki menenteng kopor, tersesat lagi dan berbeban berat di jalan yang mendaki, karena salah baca peta dan kurang paham French dari orang yang lewat. Setelah lapar lagi dan gembrobyos, kami baru sadar ternyata ada 2 buah, yang dekat stasiun adalah boulevard de la grotte, tetapi hotel kami di rue de la grotte, yang lebih jauh dan seharusnya naik bis kota. Kami cukup kaget saat resepsionis hotel langsung memanggil dengan nama kami, persis seperti pesanan lewat internet. Setelah beristirahat sejenak di kamar 205, kami segera bergegas menuju “Sanctuary of Our Lady of Lourdes” dengan berjalan kaki. Di sebuah gua di Massabielle, Lourdes, Bunda Maria menampakkan diri sebanyak 18 kali kepada Bernadette Soubirous, memperkenalkan diri sebagai ’Bunda Yang Dikandung Tanpa Dosa’, dan meminta agar sebuah kapel dibangun di tempat penampakan tersebut, serta agar minum dari sebuah sumber air di gua. Pada hal, tidak ada sumber air sama sekali di sana, tetapi ketika Bernadette menggali di suatu tempat yang ditunjukkan kepadanya, sehingga sebuah mata air mulai memancar. Air yang hingga kini masih memancar deras itu, mempunyai daya penyembuhan yang luar biasa, meskipun para ahli ilmu pengetahuan tidak dapat menemukan adanya zat-zat yang berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit. Di dalam gua tersebut kemudian diletakkan patung Maria, yang dibuat dari marmer putih pada tahun 1864, oleh seorang pematung bernama Fabisch. Patung itu menggambarkan sebuah kehadiran yang begitu sederhana, dari seorang wanita cantik yang menampakkan diri kepada Bernadette.

‘Sanctuary of our Lady of Lourdes’ atau tempat ziarah Maria, Ibu Kita Semua, dikelilingi Sungai Pau dan memiliki kontur berbukit batu. Tempat terendah digunakan sebagai lapangan terbuka yang dapat dimasuki melalui jembatan St. Mikael yang melengkung indah di atas Sungai Pau dan Gerbang St. Yoseph, yaitu pintu masuk peziarah dari daratan di seputar Lourdes yang dilengkapi terminal bis kota. Di atas Grotto of Massabielle atau Gua Maria sebagai pusat peziarahan, tidak sekedar dibangun sebuah kapel atau gereja kecil seperti permintaan Bunda Maria kepada Bernadetta, tetapi sekarang telah dibangun 3 buah basilica atau gereja yang sangat besar. Basilica Rosario dibangun di samping gua dan di atasnya dibangun Basilica Bunda Tak Bernoda. Kedua Basilica akan nampak bersusun indah apabila dilihat dari Gerbang St. Michael, melalui ‘esplanade’ atau lapangan luas yang dibawahnya telah dibangun BasilicaSt. Pius X dan di atasnya terdapat patung ‘Perawan Terberkati’ yang menyapa segenap peziarah.

 
IMG-20140913-WA0026
 
IMG-20140913-WA0038

Pengambilan air suci Lourdes
di bawah kapel relikwui St. Bernadetta.

Pintu masuk Basilica Rosario
Yang dibangun di samping Gua Maria

Di dalam kompleks yang sama terdapat sebuah gereja St. Bernadetta dan 6 buah kapel, yaitu kapel adorasi, rekonsiliasi, jalan salib, relikwui St. Bernadetta, St. Yusup dan St. Damianus. Juga dilengkapi dengan 2 buah rute ‘chemin de croix’ atau jalan salib, yaitu yang mendaki melingkari kompleks dengan 15 stasi atau pemberhentian dengan patung kisah sengsara sebesar manusia, dan yang mendatar di lembah Sungai Pau. Pemberhentian pertama adalah ‘Jesus est condamne a mort’ atau Yesus dihukum mati dan pemberhentian kedua adalah ‘Jesus est charge de sa croix’ atau Yesus memanggul salib. Kegiatan liturgi Katolik yang diadakan di situ adalah Misa Kudus berbahasa Inggris pk. 18.15 di Kapel St. Damianus, pk. 9.30 di Basilica St. Pius X, adorasi pk. 9 sampai 23 di Kapel adorasi, misa kudus berbahasa Perancis pk, 9, 12, 14 dan 18. Mandi air terberkati, pk. 9-11 dan 14-16. Yang paling diminati dan utama adalah doa Rosario di Gua pk. 15.30, prosesi perarakan sakramen orang sakit pk. 17 sampai ke Basilica St. Pius X, dan prosesi lilin pk. 21 sampai ‘esplanade’ atau ke lapangan utama. Kami hanya mengikuti doa bersama pemberkatan orang sakit di depan Gua Maria, penyalaan lilin dan pengambilan air suci di bawah kapel relikwui St. Bernadetta.

Kami segera bergegas ke terminal bis kota dekat Gerbang St. Yosep, untuk naik ‘Ligne’ atau jalur S5 melewati Italie, ND Sarte, Alba, Paradis, Mercure, dan turun di Musse de Cire. Setelah disambung jalan kaki sebentar ke hotel, badan langsung terkulai kelelahan. Acara lainnya tidak sempat kami ikuti karena keterbatasan tenaga, termasuk prosesi lilin yang menggambarkan ‘pemandangan iman’ dalam kebersamaan yang terindah sebagai seorang Katolik. Sungguh luar biasa mengikuti prosesi lilin bersama puluhan ribu manusia, dari yang fisiknya normal sampai mental dan fisiknya terganggu, bersama dengan semua umat berusia muda hingga tua, yang berlatar belakang berbagai macam negara, namun sepanjang prosesi terus mengibarkan bendera negara masing-masing, dan menyanyikan lagu Ave Maria-Lourdes berselang seling, dalam berbagai bahasa di dunia, termasuk Bahasa Indonesia, yang hanya dapat kami dengar di kamar.

 
IMG-20140913-WA0046
 

Gambar terkait

Pemberhentian kedua adalah ‘Jesus est charge de sa croix’ Yesus memanggul salib

Prosesi lilin pk. 21 sampai ‘esplanade’
atau lapangan utama dgn lagu Ave Maria

Minggu pagi, 14 September 2014, kami terbangun tepat waktu untuk naik bis kota ‘Ligne’ atau jalur S5 dari Musse de Cire. Bis yang lewat setiap 30 menit ini, kami harus member ‘faire signe au condecteur’ atau melambaikan tangan sebagai tanda mau ikut naik bias kepada sopir, melewati Rotande, Maison de la Presse, Haut rue de la Grotte, Sacre Caeur, Hopital dan turun di Gare atau stasiun SNCF Lourdes, bertarif E 2,4. Pulangnya ke Paris kami mendapat kereta bersambung, yaitu TRAIN 67143 dari Lourdes pk. 7.53, yang berupa kereta bisnis berhenti berulang dengan tiket bebas, tanpa nomor kursi dan gerbong. Kami melewati dan berhenti di Coarraze Nay, Pau, Artix, Orthez, Puyoo, Dax, Mortcenx, Biganos Facture, Pessac dan sampai di Bordeaux St. Jean pk. 11.08. Di stasiun yang sangat besar dengan 6 platform itu, kami harus cepat membaca pengumuman di monitor TV, bahkan harus juga berlari sangat cepat mendorong kopor, sampai gembrobyos untuk mencapai dan duduk nyaman di kereta api cepat TGV 8510 dari Bordeaux St. Jean pk. 11.18 sampai di Montparnasse Paris pk. 14.34, langsung tanpa berhenti.

Sesampai di Montparnasse Paris, kami segera mencari makan siang dan ‘les cars AirFrance’ (bis bandara) line 4. Meskipun kami masih memiliki waktu bebas 3 jam sebelum terbang pulang ke Indonesia, tetapi kami memutuskan menunggu saja ‘Aeroports de Paris CDG’ atau bandara. Kesempatan untuk melihat Avenue des Champs-Elysées, yaitu  jalan yang menghubungkan Concorde dan Arc de Triomphe, yang dijuluki ‘la plus belle avenue du monde’ atau jalan terindah di dunia, terpaksa kami kubur dalam-dalam. Juga keinginan tentang Avenue Montaigne, di sebelah Champs-Élysées, adalah rumah bagi label merek terkenal seperti Chanel, Louis Vuitton (LVMH), Dior dan Givenchy. Selain itu, Place de la Concorde yang terletak di ujung Champs-Élysées, dibangun sebagai “Palace Louis XV” atau situs guillotine yang terkenal itu. Kenangan nyaris hilang tersesat secara berulang di Paris, bahkan kejadian tidak lagi nyaris kehilangan, tetapi benar-benar kehilangan tripod untuk kamera yang tertinggal di meja ‘check in’ atau lapor diri di konter Alitalia di ‘Aeroporti di Roma’ Italia, dan kamera saku di kursi pengunjung Katedral Notre-Dame Paris, adalah bagian dari inspirasi nyaris di Perancis, yang tentu sangat membekas, meski sudah akan terbang pulang.

Sekian

*) pelancong Jawa yang tidak malu bertanya.

ditulis di atas TGV 8510 yang melaju kencang

dari Bordeaux St. Jean ke Montparnasse Paris.

Catatan : kami juga menjadi korban pemogokan global awak kabin Air France, saat pulang dan transit di Changi International Airport di Singapura, bahkan ‘terlantar’ hampir 3 jam.

Categories
anak Healthy Life Jalan-jalan sejarah

2014 Nyata di Italia

NYATA  DI  ITALIA
fx. wikan indrarto*)

Pada hari Senin dan Selasa, 8 dan 9 September 2014 kami mengikuti ERS (European Respiratory Society) International Congress 2014 yang diselenggarakan di ICM (Internationales Congress Center Munchen) di Messegelande, Munchen, Bavaria, Jerman. Setelah selesai acara konggres, kami meninggalkan Munchen, Jerman menuju Roma, Italia dengan menggunakan kereta api internasional City Night Line (CNL) 485, gerbong 255, bed 91 dan 92, Rabu 9 September 2014, berangkat pk. 21.08 dari Hauptbahnhof Central Station. Di dalam gerbong kelas 2 berharga tiket E 333.6, terdapat 6 tempat tidur bertingkat 3, dalam 2 baris pada 1 kamar. Kami berdua dapat bed paling bawah, sehingga tidak perlu memanjat tangga.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/05/22/2014-pancen-munchen/

.

Kereta melewati kota Kufstein di Jerman, Woergl, Jenbach, Inssbruck, Brennero atau Brener di Austria, lalu menyeberang ke Fortezza, Bressanone Brixen, Bolzano, Trento, Rovereto, Verona, Bologna, Firenze, Chiusi, Chiano, Orvieto dan akan turun di Roma Termini. Kami melewati tunnel (terowongan di bawah laut) di antara pulau Sprogo dan Zealand, sepanjang 8 km dalam waktu 4 menit. Kereta CNL berganti lokomotif 2 kali, yaitu di Fortezza dan Chiano, sehingga kami berganti posisi arah jalan juga 2 kali, dan yang terakhir dengan ditarik lokomotif milik Trenitali, sampai memasuki kota Roma.

 
DSC04410
 
DSC04413

City Night Line (CNL) 485
di Hauptbahnhof Munchen Central Station, Jerman

City Night Line (CNL) 485,
gerbong 255, bed 91, dari Jerman
menuju Italia

.

Roma adalah ibu kota Italia, ibu kota Provinsi Roma dan juga ibu kota daerah Lazio. Sebagai kota terbesar di Italia, Roma mempunyai populasi sebesar 2.823.807 jiwa (2004) dengan hampir 4 juta di daerah metropolitan. Sejarah kota ini sangat panjang, hampir 2.800 tahun. Ada bukti arkeologi manusia purba di daerah Roma sekitar 14.000 tahun yang lalu, disebut jaman Palaeolithic dan situs Neolitik. Cerita tradisional yang diwariskan oleh orang-orang Romawi kuno menjelaskan sejarah awal kota mereka dalam legenda dan mitos. Yang paling akrab mitos ini, dan mungkin yang paling terkenal dari semua mitos Romawi, adalah kisah Romulus dan Remus, si kembar yang disusui oleh seekor serigala betina. Mereka memutuskan untuk membangun sebuah kota, tapi pada akhirnya Romulus membunuh saudaranya. Menurut analis, ini terjadi pada 21 April 753 SM. Selama itu, kota ini pernah menjadi pusat Kerajaan Romawi, Republik Romawi dan Kekaisaran Romawi, dan belakangan negara Kepausan, Kerajaan Italia, dan kini Republik Italia.

.

Segera setelah Perang Dunia I selesai, Roma mengalami tumbuhnya kekuatan Fasisme Italia, yang dipimpin oleh Benito Mussolini, yang berbasis di Roma pada tahun 1922. Pada akhirnya Mussolini mendeklarasikan Kekaisaran Italia baru dan bersekutu dengan Nazi Jerman. Dalam Perang Dunia II, karena pengaruh dan kehadiran Vatikan, sebagian besar wilayah kota Roma lolos dari takdir tragis seperti kota-kota Eropa lainnya.

.

Roma telah menjadi situs ziarah Kristen (tepatnya pemeluk agama Katolik Roma) yang utama sejak Abad Pertengahan. Paus adalah pemimpin spiritual pemeluk Katolik dan tokoh paling berpengaruh sejak awal sejarah gereja. Meskipun sempat terjadi perselisihan antara Kepausan dan Kekaisaran Romawi saat Charlemagne, dinobatkan sebagai kaisar pertama di Roma pada tahun 800 oleh Paus Leo III, tetapi Roma sebagai pusat Kepausan dan “kota suci”, tetap berlangsung selama berabad-abad, bahkan ketika Kepausan pindah sebentar ke Avignon di Perancis (1309-1377). Umat Katolik percaya bahwa Vatikan adalah tempat peristirahatan terakhir Santo Petrus, pemimpin murid Yesus Kristus. Orang-orang Katolik dari seluruh dunia mengunjungi Vatikan, yaitu istana kepausan yang berada di dalam kota Roma. Kami juga berkehendak baik sebagai salah satu peziarah.

.

Kami memasuki pelataran Stasiun Kota Roma Termini Rabu, 9 September 2014, pk. 9.20. Segera kami bergegas naik taxi resmi warna putih, sebuah sedan VW, untuk menuju penginapan kami di CIAM (Centro Internazionale di Animazione Missionaria) via Urbano VIII no 16, Roma (Citta del Vaticano). Gedung tempat retret dan kegiatan kerohanian ini dibangun atas ide Mgr. Fulton Sheen Vescove Ausiliare (Uskup New York, USA), yang berada di dalam tembok beteng Vatikan. Kami menginap 2 malam di situ dengan tariff E 160, atas kebaikan hati Rm. Agus Widodo, Pr yang sedang studi S3 di Agustiano College Roma. Basilika (Katedral besar) Santo Petrus adalah tujuan utama peziarah, karena kehadiran paus dan merupakan makam banyak paus sebelumnya di sana, termasuk St. Petrus (St. Peter), yang diakui oleh umat Katolik sebagai Paus pertama.

.

 
Italia
 
DSC04478

Palazzo Senatorio,
Rome City Hall, pusat kota Roma, Italia

CIAM (Centro Internazionale di Animazione Missionaria) di dalam beteng batu bata kota Vatikan

.

Wilayah Kota Vatikan adalah bagian dari Mons Vaticanus (Bukit Vatikan), di mana terdapat Basilika Santo Petrus, Istana Apostolik, Kapel Sistina, dan museum Vatican. Wilayah ini bagian dari Rione Romawi Borgo sejak tahun 1929 dan dipisahkan dari kota Roma oleh sungai Tiber. Daerah itu merupakan bagian kota yang dilindungi oleh benteng batu bata merah sepanjang 3,2 km sejak jaman Paus Leo IV, kemudian diperluas oleh Paus Paul III, Pius IV, dan Urban VIII. Setelah menitipkan barang bawaan di kamar, kami segera bergegas menuju Basilika Santo Petrus. Kami akan mengikuti ‘Al Termine Dell’udienza Generale’ atau audiensi umum dengan Bapa Suci Sri Paus Fransiscus setiap hari Rabu. Kami segera menuju Terminal Gianicolo, melewati stazione San Pietro dan memasuki lapangan Santo Petrus yang sangat penuh peziarah, atas undangan resmi dari Prefettura Della Casa Pontificia (Tahta Suci).

.

 
St. Petro Roma
 
Paus Fransiscus

Dari Indonesia di antara lautan peziarah
dari seluruh dunia di Vatikan City

Bapa Suci Sri Paus Fransiscus
menyapa peziarah
di Lapangan Santo Petrus

.

Diperkirakan bahwa daerah di kota pinggiran kota Roma yang sebelumnya tidak dihuni ini (ager vaticanus), sudah selalu dianggap suci, bahkan sebelum kedatangan agama Kristen perdana. Pada tahun 326, gedung gereja pertama dibangun di atas tempat yang diperkirakan sebagai makam Santo Petrus. Sejak itu, tempat ini semakin banyak dihuni dan menjadi padat penduduk. Ketika Lateran Treaty ditandatangani pada 11 Februari 1929, juga dikenal dengan nama Concordat, oleh Kardinal Gaspari yang mewakili Paus Pius XI dan Benito Mussolini yang mewakili Raja Victor Emmanuel III, Lapangan Santo Petrus di dalam Kota Vatikan, terpisah dari wilayah Italia hanya dengan garis putih di sepanjang batas lapangan, sampai menyentuh Piazza Pio XII. Lapangan Santo Petrus yang kami kunjungi, dapat dicapai melalui Via della Conciliazione, yang membentang dari Sungai Tiber sampai ke Basiliki Santo Petrus. Kompleks besar ini dirancang oleh arsitek Piacentini dan Spaccarelli, atas perintah Diktator Benito Mussolini dan sesuai dengan ide gereja. Menurut Lateran Treaty, Tahta Suci, sebutan lain untuk Vatikan, yang terletak di dalam wilayah Italia, termasuk Istana Paus Castel Gandolfo dan basilika utama, diberikan status ekstrateritorial, mirip dengan kedutaan negara asing. Sejak itu Vatikan atau lebih lengkap disebut sebagai Kota Vatikan, dengan nama resmi Negara Kota Vatikan (Stato della Città del Vaticano), merupakan negara merdeka terkecil di dunia, dari segi luas wilayah yaitu 0,44 km² dan jumlah penduduk.

.

Sejak siang itu kami akrab dengan tulisan benvenuti (selamat datang), livello (level), uscita (exit), uscita di emergenza (pintu egermensi), zucchero (gula), leFrescheBiscottate, croissant (biscuit kering) dan vietato fumare (no smoking). Proprieta Privata (daerah khusus penghuni). Pada sore harinya, kami ditemani Rm. Agus Widodo, Pr memasuki Basilika Santo Petrus. Baik di dalam dan luar gedung basilika St. Petrus, lansekap dan bangunan ini  adalah ekspresi seni dan arsitektur era Renaissance, yang menampilkan karya Michelangelo, Bernini, Raphael dan Bramante. Lokasi pembangun basilika dipilih oleh Kaisar Konstantinus pada abad keempat. Pada zaman Romawi kuno, orang yang meninggal akan dikremasi. Setelah era gereja perdana yang religius, praktek penguburan adalah hal yang wajib dilakukan, seperti  oleh kaum Yahudi dan Kristen.  Monumen pemakaman dan prosesi pemakaman diizinkan di sepanjang jalan menuju ke kota. Orang Kristen pada abad kedua membuat kuburan komunal di katakombe, ruang bawah tanah gereja yang  diukir dari batuan tufa vulkanik lembut, dan menjadi sangat populer hingga saat ini. Pengunjung dapat berkeliling sampai beberapa  kilometer, mulai dari terowongan dengan ukiran makam yang rumit di beberapa situs, dan salah satu yang terbesar dan terpopuler  adalah ‘Catacombs of San Sebastian’. Sore itu kami sangat terkagum-kagum, atas keindahan karya seni Basilika Santo Petrus dan makam para paus di dalam dan di bawah basilica.

.

 
Lansekap Vatikan
 
Katakombe Vatikan
Lansekap Lapangan Santo Petrus, ekspresi seni dan arsitektur era RenaissanceKatakombe di bawah Basilika Santo Petrus di Vatikan City

.

Roma mampu bersaing dengan kota-kota besar Eropa lain dalam hal kekayaan, keagungan, seni, pendidikan dan arsitektur. Periode Renaissance mengubah wajah Roma secara dramatis, dengan karya-karya seperti Pietà oleh Michelangelo dan lukisan-lukisan dinding dari Borgia Apartment, yang semuanya dilakukan selama Paus Innocent. Roma mencapai titik tertinggi kemegahan pada jaman Paus Julius II (1503-1513) dan penerusnya Leo X dan Clement VII. Dalam jangka waktu dua puluh tahun ini, Roma menjadi salah satu pusat seni terbesar di dunia. Basilika Santo Petrus tua yang dibangun oleh Kaisar Konstantinus Agung (yang saat itu berada dalam keadaan rusak), dihancurkan dan yang baru mulai dibangun. Kota ini menjadi panggung artis seperti Ghirlandaio, Perugino, Botticelli dan Bramante, yang membangun kuil San Pietro in Montorio dan merencanakan proyek besar untuk merenovasi Vatikan. Raphael, yang di Roma menjadi salah satu pelukis paling terkenal dari Italia, menciptakan lukisan dinding di Villa Farnesina, para Raphael Rooms, ditambah banyak lukisan terkenal lainnya. Michelangelo mendekorasi langit-langit Kapel Sistina dan membuat patung Musa untuk makam Julius II. Setelah puas melihat tanpa memfoto karena keterbatasan kemampuan kamera, kami segera bergegas untuk menuju Ristorante Cinese Yuqilin. Perut kami menjadi kenyang karena menu Asia, yaitu Omelette (telor dadar), Tou Fu (tahu), Verdure Cinese (sayur). Setelah itu kami membeli tiket bis ‘Biglietto Integrato a Tempo vale 100 minute, 1 sola corsa metro/treno Transporto Publico Locale di ATAC (autobus, tram e metropolitana)’, yang akan kami gunakan untuk jalan-jalan. Tiket angkutan umum di Roma berlaku sesuai waktu untuk masa 100 menit, tidak tergantung jarak dan tujuan.

.

Kamis, 11 September 2014 yang gerimis, kami meninggalkan kamar 211 CIAM dengan berjalan kaki menuju Cavallegeri di dekat Terminal Gianicolo. Kami akan turun di Piezza Venezia dengan naik bis umum. Di Roma bis dan kendaraan lain melintas di jalan yang disusun dari batu tanpa aspal sama sekali, sehingga Roma disebut sebagai Kota Abadi atau The Eternal City. Kami naik bis no 46, berkenalan dengan seorang pastor dari Toledo, Spanyol yang memberkati kami berdua pada akhir perjumpaan kami di terminal bis Piezza Venezia. Pada tahun 1870, saat Roma menjadi ibu kota Kerajaan Italia, gaya bangunan neoklasisisme berpengaruh dominan dalam arsitektur Romawi. Selama periode ini, banyak istana besar dalam gaya neoklasik dibangun, untuk menjadi kantor kementerian, kedutaan besar, dan lembaga tinggi lainnya. Salah satu simbol paling terkenal dari neoklasisisme Romawi adalah Monument Vittorio Emanuele II atau “Altar Tanah”, dimana Makam Prajurit Tak Dikenal, yang mewakili 650.000 orang tentara Italia yang gugur dalam Perang Dunia I. Dengan berjalan kaki dari Piezza Venezia, kami menyeberang Fori Imperiati dan Il Vittoriano : Monumento Della Celebrazione, yang dibangun tahun 1878, untuk mengenang Kaisar Vittorio Emanuele II. Saat ini gedung tersebut digunakan sebagai museum, yaitu Museo Nazionale Emigrazione Italiana. Di belakangnya ada Gereja Santa Maria in Ara Coeli, di dalam sebuah areal arkeologis yang dinamakan Foro di Augusto.

.

 
DSC04479
 
DSC04488

Monumento Della Celebrazione Il Vittoriano, terlihat dari Piazza Venezia

Foro Di Cesare, Situs arkeologis Peninggalan Romawi di Italia

.

Kami segera bergegas dalam ketakjuban arkeologis, memasuki Foro Romano. Sepanjang jalan yang tertata rapi tersebut, dilengkapi banyak patung para kaisar Romawi, termasuk IMP Caesari Nervae Traiano Optimo Principi, dan Piazza e Statua Equestre di Traiano. Kami memasuki ‘I Fori di Roma’ dengan 6 kompleks peninggalan arkeologis, yaitu Foro Romano yang utama, kemudian Foro Di Cesare, Foro di Augusto, Foro Della Pace, Foro di Nerva dan Foro di Traiano. Foro Romano memiliki 31 buah tempat ekskavasi arkeologis, no 1 yaitu Tabularium dan no 31 adalah Via Sacra dan yang utama adalah Basilica di Massenzio. Sedangkan Foro Di Cesare ada 3 tempat yang menarik, yang utama adalah Necropoli protostorica.

.

Menurut sejarah Romawi, areal di dalam tembok kota, yaitu Servian Wall, yang dibangun oleh bangsa Galia pada sekitar tahun 390 SM. Batas ini meliputi sebagian besar perbukitan Esquiline dan Caelian. Servian Wall di Roma dibangun sampai hampir selama 700 tahun, sampai pada tahun 270, saat Kaisar Aurelian mulai membangun Tembok Aurelian. Tembok baru ini memanjang hampir 19 kilometer (12 mil) dan menjadi bagian sistem pertahanan kota pada perang tahun 1870 dan bertahan sampai sekarang dalam kompleks yang disebut ‘I Fori di Roma’. Salah satu simbol dari kejayaan masa lalu Roma adalah Colosseum (70-80 AD), amphitheatre terbesar yang pernah dibangun di jaman Kekaisaran Romawi. Awalnya mampu menampung 60.000 penonton yang duduk, untuk menyaksikan pertempuran gladiator. Monumen penting dari situs Romawi kuno meliputi Roman Forum, Domus Aurea, Pantheon, Kolom Trayanus, Pasar Trajan, Catacombs, Circus Maximus, Baths of Caracalla, Castel Sant’Angelo, Mausoleum Augustus, Ara Pacis, Arch of Constantine, Piramida Cestius, dan Bocca della Verità.

.

 
DSC04499
 
DSC04492
Colosseum, amphitheatre terbesar di jaman Kekaisaran Romawi, dapat menampung 60.000 penontonArch of Constantine
gerbang utama menuju Colosseum

.

Karena kehujanan pada akhir musim panas di Colosseum, kami segera pulang dengan naik bis kota nomor 916 ke arah Tassoni dan akan turun di Cavallegeri. Kami melewati Palazio Altieri, Chiesa Nuova, dan Sassia, untuk menuju Musei Vaticani dan Capella Sistina. Dengan berjalan kaki dari Cavallegeri, kami memasuki kembali areal Lapangan Santo Petrus. Dengan menyeberangi lapangan yang padat peziarah tersebut, kami melewati titik ziarah yang cukup populer yaitu tangga Pontius Pilatus. Menurut tradisi Kristen, tangga ini dibangun menyerupai langkah yang mengarah ke gedung pengadilan jaman Pontius Pilatus menghukum mati Yesus Kristus di Yerusalem. Di situlah, Yesus Kristus berdiri untuk memulai sengsara-Nya dalam perjalanan ke Bukit Golgota. Tangga tersebut dibawa ke Roma oleh St Helena di abad ke-4. Keindahnnya tidak kalah dibandingkan karya arsitektur era Renaissance, yaitu Piazza del Campidoglio oleh Michelangelo, Palazzo del Quirinale (sekarang istana Presiden Republik Italia), Palazzo Venezia, Palazzo Farnese, Palazzo Barberini, Palazzo Chigi (sekarang kantor Perdana Menteri Italia), Palazzo Spada, Palazzo della Cancelleria, dan Villa Farnesina. Juga Panorama Piazza del Campidoglio yang sangat menarik, dengan Patung Berkuda Marcus Aurelius yang gagah, dibangun selama era Baroque. Yang utama adalah Piazza Navona, Piazza di Spagna, Campo de ‘Fiori, Piazza Venezia, Piazza Farnese, Piazza della Rotonda dan Piazza della Minerva. Salah satu contoh yang paling eksotis sebagai simbol seni aliran Baroque adalah Fontana di Trevi oleh Nicola Salvi dan Palazzo Madama, sekarang digunakan sebagai gedung Senat Italia dan Palazzo Montecitorio, sekarang kantor wakil perdana menteri Italia.

.

Pada tahun 1266, saat Paus meninggal, para kardinal bertemu di Viterbo, tetapi tidak mampu menyetujui tentang penggantinya. Masyarakat kota Roma menjadi marah tentang itu, mengunci pintu gedung di mana mereka bertemu, memenjarakan mereka sampai mereka telah memilih paus yang baru. Periode ini menandai lahirnya ‘konklaf’ yang berarti kunci, dalam pemilihan seorang paus baru. Konklaf terakhir pada tahun 2013, dilakukan di Kapel Sistina di dalam kompleks Museum Vatikan, untuk memilih Paus Farnsiscus.

.

 
Tangga Museum Vatikan
 
DSC04508
Tangga Melingkar di Museum VatikanGerbang keluar Mesei Vaticani

.

Setelah melewati Guardaroba (ruang pemeriksaan barang) dan biglietteria (ticket), kami bergegas untuk pulang ke penginapan. Kedua kaki sudah terasa penat berjalan kaki jauh sekali, tetapi kedua mata dan kedalaman hati terasa tergagap, tidak mampu mengucapkan komentar, atas semua keindahan dan keajaiban seni yang telah kami nikmati. Malam ini kami tertidur pulas, setelah menyiapkan diri untuk menuju Rome-Fiumicino Leonardo da Vinci International Airport menuju ke Paris, dini hari Jumat, 12 september 2014.

Akan bersambung dengan petualangan di Perancis

*) pelancong Jawa bermodal niat Ditulis di kamar 116 CIAM (Centro Internazionale di Animazione Missionaria) via Urbano VIII no 16, Roma (Citta del Vaticano).

baca :  https://dokterwikan.wordpress.com/2018/05/23/2014-nyaris-di-perancis/

Categories
anak Healthy Life Jalan-jalan politik

2014 Pancen Munchen Jerman

PANCEN   MUNCHEN  JERMAN

fx. wikan indrarto*)

Kami memulai petualangan di Eropa yang kedua kalinya dengan pesawat Lion Air JT 559 Boeing 737-900 ER pada hari Sabtu, 5 September 2014, berangkat pk. 13.15 dari Yogyakarta menuju ke Jakarta. Setelah beristirahat sejenak dan bertemu Yangti, mas Toto dan dik Woro di Bandara Cengkareng Jakarta, kami lanjut dengan Air France AF 0259, sebuah Boeing 777-300 ER baru, yang dilengkapi ‘consignes de securite’ atau petunjuk keselamatan dan ucapan ‘bienvenue a bord’ atau selamat datang di dalam kabin pesawat dalam Bahasa Perancis.

.

Kami berangkat pk. 18.45 melalui Singapura yang berjarak 883 km, menuju Paris (CDG kode untuk Charles de Gaulle Airport). Pesawat kami merupakan salah satu dari 37 pesawat sejenis, dari 111 buah ‘avions long-courriers’ atau pesawat jarak jauh milik Air France, termasuk 10 buah pesawat penumpang terbesar di dunia, Airbus A380. Dengan kecepatan pesawat 538 mph yang setera 878 km/jam, dengan ketinggian jelajah atau altitude 36.000 kaki, perjalanan yang menempuh 11.337 km tersebut, menghabiskan waktu 13 jam non stop dari Singapura. Kami lanjutkan perjalanan ke Munich di Jerman bagian selatan, melalui terminal 2F gate F47, pk. 9.45 dari Bandara Charles de Gaulle (CDG) Paris yang sangat megah. Kami berganti dengan pesawat Airbus A 320 Air France, salah satu dari 45 pesawat sejenis. Air France juga memiliki 129 pesawat jarak menengah dan 95 pesawat regional. Sampai Munich pk. 11.45 waktu setempat, atau 1 jam 15 menit perjalanan dari Paris.

.

Bandara Internasional Franz Josef Strauss (IATA: MUC, ICAO: EDDM) adalah bandara internasional terbesar kedua di Jerman dan ketujuh di Eropa setelah London Heathrow, Paris Charle de Gaulle, Frankfurt, Amsterdam, Madrid and Istanbul Atatürk. Bandara ini melayani sekitar 34 juta orang per tahunnya, dan terletak sekitar 30 km (19 mil) arah timur laut dari pusat kota. Bandara dapat dicapai dengan kereta S8 dari timur dan S1 dari barat kota. Dari stasiun kereta utama, perjalanannya akan memakan waktu 40-45 menit. Sebuah kereta ekspres akan ditambahkan, sehingga akan memangkas waktu perjalanan menjadi 20-25 menit saja. Lufthansa menjadikan bandara ini sebagai penghubung keduanya, ketika Terminal 2 dibuka pada tahun 2003. Bandara ini mulai digunakan sejak tahun 1992, menggantikan bandara sebelumnya yaitu Munich-Riem airport.

.

 
DSC04235
 
DSC04231

Kereta S8 yang akan kami gunakan

Gerbang Arcadia Hotel Munchen Airport

.

Setelah mendarat, kami segera menuju Arcadia Hotel Munchen Airport dengan naik taxi BMW bertarif E20. Setelah check in dan beristirahat sejenak di kamar nomor 111, kami segera memulai petualangan di Munchen dengan kereta api. Suburban train dan subway di Munchen diberi kode U (Urban dari 1 sampai 6) dan S (Suburban dari 1 sampai 8). Jalur Deutsche Bahn atau S-Bahn (suburban train), yaitu kereta api yang menjangkau daerah pinggiran kota dalam ring 4. Kereta jalur S8 memiliki stasiun pemberangkatan awal di terminal 1 bandara Munich Airport (Flughafen Munchen) menuju Herrsching. Kerata api berwarna dasar merah oranye dengan putih ini terdiri dari 10 gerbong bertarif E40. Kami melewati stasiun Besucherpark, Hallbergmoos, Ismaning, Unterfohring, Johanneskirchen, Englschalking, Daglfing, Leuchtenbergring, Ostbahnhof, Rosenheimer Platz, Isartor, Marien Platz, Karlsplatz (stachus) dan turun di Hauptbahnhof Central Station, di pusat kota. Kami tidak hanya berada di jalur bawah tanah yang gelap, tetapi kadang juga melewati areal persawahan gandum yang tertata rapi, diselingi pohon-pohon semak penuh daun tanpa buah, juga perkampungan dengan rumah gaya Jerman yang khas. Bangunan 2 lantai, bentuk luar kotak dengan sebuah kamar kecil beratap menghadap keluar, dari atap utama rumah. Sejak Stasiun Ostbahnhof, jalur kerata api selalu di bawah tanah, karena sudah berada di wilayah kota yang padat lalu lintas, agar semuanya lancar tanpa perlintasan sebidang. Kami turun di Hauptbahnhof Central Station, naik ke lantai utama dan melaksanakan rencana utama, yaitu membeli tiket City Night Line Train menuju ke Roma Termini Central Station di Italia, seharga E335 unt 2 orang.

.

 
DSC04236
 
DSC04238

Munchen Hauptbahnhof
Central Station

Tram di Munchen Hauptbahnhof
Central Station

.

Setelah itu kami membeli makan di konter ‘asiagourmet’, menu B1 seharga E3,5 (Asia-Bratnudeln) dan B5 (Mini Veggie Springrolls) seharga E 4,9 yang dibungkus kertas. Kami kembali ke jalur bawah tanah untuk naik S4 melewati stasiun Karlsplatz (stachus) dan turun di Marien Platz. Beda subway di Munchen dengan kota lainnya, pintu penumpang yang masuk dan keluar berbeda sisi, yaitu sisi kiri gerbong untuk penumpang yang masuk dan sisi kanan gerbong untuk penumpang yang turun. Para penumpang jadi tidak saling bertemu, banyak penumpang juga membawa sepeda maupun anjingnya, dan pintu hanya terbuka kalau ada penumpang memencet tombol.

.

Kami memasuki kathedral Stadtpfarramt St. Peter, Rindermarkt 1 Munchen, di seberang gedung Balaikota dan Speilzeug Museum. Katedral St. Petrus tersebut ditandai prasasti Ritterorden vom Heiligen Grab zu Jerusalem, Ordensprovinz Bayern, Kumturei Patrona Bavariae-Munchen.

.

 
DSC04245
 
DSC04254

Gedung Balaikota Munchen
dan Speilzeug Museum dalam hujan

Di dalam kathedral Stadtpfarramt St. Peter, Rindermarkt 1 Munchen

.

Kami bertahan cukup lama di beranda, karena hujan deras tiba-tiba turun. Setelah berdoa sejenak di dalam katedral yang megah, kami naik bis MAN gandeng warna biru yang bersih dan nyaman, untuk melihat-lihat kota. Kami turun di halte Candidplatz, untuk naik kereta api U1 (underground U-Bahnlinie) ke Sendinglinger Tor, melewati Kolumbusplatz dan Fraunhofererstr. Di stasiun Sendlinger Tor kami ganti U6 menuju stasiun Frottmaning untuk melihat stadiun sepakbola Allianz Arena. Kami melewati Marienplatz City Center, Odeonplatz, Universitat, Gisalastr, Munchner Freihet, Dietlindenstr, Nordfriedorf, Alte Heide, dan mulai dari stasiun Studentenstadt jalur bukan lagi di bawah tanah karena sudah di luar pusat kota, terus menuju ke Freimann, Kieferngarten, dan turun di Frottmaning. Kami mengunjungi dan berfoto di Allianz Arena, markas FC Bayern Munchen, sebuah klub sepakbola profesional, sampai matahari terbenam pk. 20 waktu setempat. Mega bintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo, menahbiskan diri sebagai pencetak gol terbanyak dalam satu musim Liga Champions. Ronaldo telah membukukan 16 gol di kompetisi antarklub paling elit di benua Eropa itu. Ronaldo mencetak rekor tersebut lewat tambahan dua gol dalam kemenangan 4-0 Madrid atas Bayern Munchen, di leg kedua babak semifinal Liga Champions di Allianz Arena yang kami kunjungi itu, pada Rabu, 30 April 2014 yang lalu.

.

Kami kembali naik kereta api U6 dari Stasiun Frottmaning menuju ke Stasiun Marianplatz untuk berganti S8 menuju Munchen Airport atau Flughafen Munchen. Hotel Arcadia, tempat kami menginap, terletak di dalam kompleks bandara.

.

 
DSC04265
 
DSC04272

Allianz Arena,
markas dan stadion sepakbola milik
FC Bayern Munchen

ICM (Internationales Congress
Center Munchen)
di Messegelande, lokasi konggres ERS

.

Pada hari Senin, 8 September 2014, kami memulai hari dengan perjalanan dari Terminal 1 Bandara Munchen, kami naik kereta S8 menuju Leuchtenbergring, melewati Hallbergmoos, Ismaning, Unterfohring, Johanneskirchen, Englishalking, dan Daglfing. Kami ganti S4 tujuan stasiun Ebersberg, menuju stasiun Trudering melewati Berg am Laim, kemudian ganti U2 menuju Messestadt West melewati Moosfeld untuk berjalan kaki menuju ICM (Internationales Congress Center Munchen) di Messegelande. Kami mengikuti ERS (European Respiratory Society) International Congress 2014 yang diselenggarakan di ICM. U-Bahn menggunakan gerbong kereta gaya konservatif, tradisional dan lama yang masih terawat baik, dengan ornamen dan panel kayu pada dindingnya. S-Bahn menggunakan gerbong kereta modern yang mencerminkan dinamika, kepraktisan, dan optimisme.

.

Setelah mengikuti beberapa sesi konggres, kami melanjutkan perjalanan. Dengan kereta U2 dari stasiun Messestadt West lewat Moosfeld terus ke Trudering, untuk berganti S6 ke Stasiun Marianplatz City Center. Kami melewati Stasiun Berg am Laim dan Leuchtenbergring yang berada di atas tanah, dan mulai dari stasiun Ostbahnhof jalur kereta api berada di bawah tanah, menuju stasiun Rosenheimer Platz, dan Isartor karena sejak itu sudah berada di areal pusat kota Munich. Tujuan pertama kami adalah Deutsches Museum verkehrszentrum. Tersedia 2 buah pilihan tiket, yaitu seharga E 8,5 yang berupa ‘one day ticket’ atau E 15 berupa ‘three museum ticket’. München (bahasa Inggris: Munich, bahasa Bayern: Minga) adalah ibu kota negara bagian sekaligus kota terbesar di negara bagian Bayern di Jerman. Dengan penduduk berjumlah 1.305.522 jiwa (2006), München merupakan kota berpenduduk terbesar ketiga di Jerman setelah Berlin dan Hamburg. Kota ini terletak di sisi sungai Isar, bagian utara dari Bavarian Alps.

.

Kami sempatkan bergaya di depan patung Otto Furst von Bismarck (1815-1898) dengan keterangan ‘grunder des deutschen reiches ehrenburger derstadt Munchen’, yang berdiri gagah di dekat Sungai Isar, sebuah sungai besar yang membelah kota Munchen. Dengan sambutan ‘Herzlich Willkommen’ atau selamat datang dalam Bahasa Jerman, kami memasuki Wok & Roth, China Restaurant di SteinsdorfstraBe 22, tidak jauh dari patung Bismarck. Menu Peking Suppe atau sop seharga E2, Gebratener Reis m Huhn atau nasi goreng seharga E3,3 dan Rindfleisch mit Zwiebeln atau nasi daging seharga E6, mengenyangkan perut Asia kami sore itu.

.

Dari balai kota turun di Marienplatz City Center, naik U3 ke arah Moosach. Kami melewati Odeonplatz, Universitat, Giselastr, Munchner Freiheit, Bonner Platz, Scheidplatz, Petuelring, dan turun di Olympiazentrum, untuk melihat BMW Welt, BMW Museum dan Olympiapark. Ketiganya berada dalam sebuah kompleks yang sangat besar dan luas. Selanjutnya ke Zum Kirchenzentrum im Olympischen Dorf 1972. Naik kereta kelinci Einzelfahrschein Watzinger bertarif E 3, kami mengelilingi kompleks olimpiade yang sekarang tidak hanya digunakan sebagai fasilitas olah raga, tetapi juga kesenian, kuliner dan rekreasi keluarga. Kami sempat melihat sea live, patung Freddie Mercury (1946-1991) lead singer of Queen di Rockmuseum Munich di Olympiaturm, souvenir shop. Bahkan juga Retaurant 181, yang terletak di ketinggian 181 m dari atas tanah, dalam sebuah bangunan menara pemancar televisi olimpiade. Kota ini juga merupakan kota penyelenggara Olimpiade Musim Panas tahun 1972. Selanjutnya kami menikmati keindahan arsitektur BMW Welt atau ruang pamer mobil baru keluaran BMW. Kami berfoto dengan sebuah the all new BMW M3 Sedan yang berwarna biru dan the all new BMW M4 Coupe yg bercat merah tua. Kota ini juga menjadi kantor pusat dari beberapa perusahaan besar seperti Siemens AG (elektronik), BMW (mobil), MAN AG (produsen truk), Linde (gas), Allianz (asuransi), Munich Re (re-insurance), dan Rohde & Schwarz (elektronik).

.

 
DSC04312
 
DSC04320

the all new BMW M3 Sedan dan
the all new BMW M4 Coupe di BMW Welt

BMW Museum dan Kantor Pusat BMWmodern, berkelas dan futuristik

.

Dari Stasiun Olympiazentrum kami naik U3 menuju Stasiun Odeonplatz. Kami melewati Stasiun Petuelring, Scheidplatz, Bonner Platz, Munchner Freheit, Giselastr dan Universitat. Kami turun di stasiun Galeristr untuk keluar dari jalur bawah tanah menuju Ludwigstr. Di situ kami menikmati keindahan bangunan tua, yaitu Residenz Munchen yang dibangun tahun 1155. Sejarah kota Munich bermula saat Pangeran Ludwig memindahkan istananya dari Landshut dalam perpecahan Bavaria pada tahun 1255. Setelah menjadi raja, diubahlah rumah keluarga Wittelsbachs menjadi Residence atau istana, dari sebuah kuil kecil yang dimulai tahun 1385 sampai menjadi bangunan megah seluas 10 yards. Dalam 4 abad, yaitu sampai tahun 1918, gedung Residence ini menjadi pusat pemerintahan dan kekuasaan dinasti Wittelsbach. Istana ini memiliki 4 corak bangunan sesuai abad yang berbeda. Antiquarium merupakan aula terbesar bergaya Renaissance abad 17, yang dibangun Pangeran Maximilian I. Ancestral dan Ornate dirancang oleh Francois Cuvillies bergaya Recoco yang menonjol. Konigsbau yang dirancang Leo von Klenze untuk Raja Ludwig I, merupakan apartemen bergaya neoklasik. Dinding pembatas istana luar yang disebut Nibelungen digambari sejarah Munich oleh Julius Schnorr von Carolsfeld. Pesona gambar ini masih bisa kita saksikan dengan jelas sampai hari ini. Keindahan arsitektur gedung, lukisan, piranti rumah atau furniture, patung, hiasan, dan dipadukan dengan taman, sangat menakjubkan.

.

 
DSC04338
 
DSC04341
Gedung Maximilianeum, sebuah gedung parlemen, di tepi Sungai Isar yang membelah kota MunichMaxmonument
patung Raja Maximilian II
Keunig van Bayern

.

Dari Odeonplatz kami naik U5 menuju Neuperlach Sud, untuk turun di Max Weber Platz melewati Lehel. Kami melihat Gedung Maximilianeum, sebuah gedung parlemen, di tepi Sungai Isar. Kami lanjutkan dengan naik tram 19 menuju Pasing untuk turun di Hauptbahnhof. Dikoordinasikan oleh Tramnetz Munchen berlambang huruf H pada halte pemberhentian, terdapat 19 jalur tram. Dalam wajah tram hanya tertulis no 19, tanpa simbol huruf H dan semua tram berjalan di atas tanah, melewati pusat kota Munchen yang indah. Tram 19 menyeberangi Sungai Isar, melewati Maxmonument, Kammerspiele, Nationaltheater, Lenbachplatz dan Karlsplatz (stachus) Nord. Kami sempatkan turun di halte Maxmonument untuk mengamati keindahan patung Raja Maximilian II Keunig van Bayern.

.

Didirikan dengan nama Munichen pada tahun 1158 oleh Heinrich, pemimpin dari Sachsen, dan setengah abad kemudian dibangun benteng keliling kota. Pada awalnya, uskup Otto dari Freising, pemimpin gereja dan Heinrich, pemimpin wilayah, bersitegang memperebutkan kota tersebut sebelum akhirnya Heinrich dinobatkan sebagai kaisar di Augsburg. Pada 1180 Otto dari Wittelsbach menjadi Penguasa Bayern. Dinasti Wittelsbach kemudian menguasai Bayern sampai tahun 1918. Pada tahun 1255, Kekaisaran Bayern dibagi menjadi dua, dan München menjadi ibukota Bayern. Pada tahun 1327, seluruh kota terbakar, namun berhasil dibangun kembali beberapa tahun kemudian oleh Raja Ludwig IV. Pada 1632 kota tersebut dikuasai oleh Raja Adolf Gustav II dari Swedia pada Perang Tigapuluh Tahun, namun pada 1705, Munchen dapat direbut kembali dan dimasukkan ke dalam kepemimpinan Habsburg. Kami melanjutkan dengan tram 19, menuju Karlsplatz (stachus), untuk melihat kemegahan gedung tua dan patung Raja Ludwig IV. Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan ke Stasiun Kota untuk membeli oleh2 cinderamata di Central Station yang dibangun tahun 1925, terus pulang ke hotel.

.

 
DSC04334
 
DSC04331

Patung Raja Ludwig IV
Raja Bavaria yang besar tahun 1327

Residence atau istana Dinasti Wittelsbachs, Penguasa Bavaria

Pada hari Selasa, 9 September 2014, kami memulai jalan-jalan lagi dengan mengenang kejadian pada tahun 1919, saat Jerman mengalami kehancuran pada akhir Perang Dunia I. Penduduk Munchen mengalami kesengsaraan hebat, penderitaan dan kemiskinan, yang memacu terjadinya hiperinflasi tertinggi di seluruh Bavaria, sehingga menghasilkan sebuah etos kerja revolusioner. Dari situlah lahir gerakan Nazi dan salah satu diktatator terbesar dan terkejam di dalam sejarah dunia, yaitu Adolf Hitler. Kenangan gelap sejarah Munich dimulai dari Hofbrauhaus di dekat Konigsplatz, sebuah lapangan luas yang digunakan untuk rapat raksasa yang pertama kali, yang kemudian akan berlanjut sampai pada pengukuhkan wibawa sang diktator dan kejayaan seluruh Jerman. Sisi gelap sejarah Munich masih dapat dinikmati, karena merupakan kenangan abadi, meskipun menyedihkan.

.

Kami mencari lemari penititpan kopor berbayar (luggage lockers) bertarif E6, kencing di WC umum bertarif E2 (setara dengan Rp. 30 ribu), mampir di warung ‘asiahung’ yang bermenu Asia, untuk makan chicken Yaki seharga E 5,9 dan kerupuk seharga E 2,5, untuk dimakan berdua. Kami naik Tram 17 ke arah Romanplatz dari Stasiun Hauptbahnhof sisi utara. Kami melewati jalan dalam kota yang rapi, yaitu Hopfenstr, Heckerbrucke, Deroystr, Marsstr, Donnersbergerstr, Burghausener Str, Briefzentrum, Steubenplatz, dan Kriemhildenstr. Dari Romansplatz, kami berjalan kaki ke Istana Nymphenburg. Dalam perjalanan di sepanjang jalur pejalan kaki yang nyaman dari Romanplatz, kami sempat mampir berdoa sejenak Gereja Fransiscus Asisi Pfarrgemeinde Christkonig, Nymphenburg. Gereja yang dibangun tahun 1865 tersebut memiliki 2 buah menara kembar dan atap oval bergambar Santo Fransiscus Asisi yang sedang menyapa. Setelah puas berdoa, kami melanjutkan jalan kaki ke istana Nymphenburg.

.

Dalam kombinasi rancangan taman dan arsitektur bangunan, Istana Nymphenburg adalah salah satu contoh sintesa seni terbaik di Eropa. Raja Max Emanuel menunjuk arsitek Agustino Barelli untuk membangun istana ini mulai tahun 1664. Selanjutnya Henrico Zuccalli merancang perluasan ruang pamer dan pemukiman pada tahun 1701. Joseph Effner melanjutkan pada tahun 1714 dan menyempurnakan dalam gaya French yang utuh, dan menjadi istana musim panas yang eksotik. Karl Albfrecht melengkapi istana ini dengan bangunan Rondell. Dekorasi dalam gedung (interior) mencerminkan seni gaya Baroque sampai Classicism, termasuk kamar di mana Raja Bavaria terbesar, Ludwig II, dilahirkan.

.

 
Munchen
 
DSC04357
Istana Nymphenburg, salah satu contoh sintesa seni terbaik di EropaGaya ‘post wedding’
di taman air Istana Nymphenburg

.

Kami naik lagi Tram 17 dari Romanplatz menuju SchwanseestraBe dan turun di Hauptbahnhof untuk berganti kereta api S2 ke arah Petershausen. Kami melewati Hackerbruce, Donnersbergerbruce, Hirschgarten, Laim, Obermenzing, Untermenzing Allach, Karlsfeld dan turun di Stasiun Dachau, sekitar 18 km dari pusat kota Munchen. Kami berganti bis kota jalur 719 menuju Rathaus dan kami akan menikmati istana Dachau, old town, altstadt and schloss. Istana ini awalnya sebuah kastil di atas sebuah bukit di atas Sungai Amper, dengan pemandangan sangat indah di sekelilingnya. Sejak abad ke 16 tumbuh menjadi sebuah areal pemukiman di dekat pusat kota Munich. Semasa Pangeran Wilhelm IV dan Pangeran Albrecht V, telah dikembangkan bangunan sayap ke 4 arah yang berbeda, yang dihubungkan dengan taman yang indah, rancangan Hans Wisreutter pada tahun 1564 sampai 1566. Aliran Renaissance pada era tersebut, menjadikannya gaya paling dominan di seluruh Jerman bagian selatan. Pada jaman Pangeran Max Emanuel, halaman depan direnovasi secara menakjubkan, dalam rancangan Joseph Effner pada periode tahun 1715 sampai 1717. Di taman yang indah terdapat pergola berusia 280 tahun, yang menjadi bukti kesempurnaan perancangan dan perawatan yang luar biasa.

.

DSC04394
DSC04391

Istana Dachau,
rancangan Hans Wisreutter
pada tahun 1564 sampai 1566.

Pemandangan sangat indah
dari atas sebuah bukit
di sekeliling istana Dachau

Kami mampir berdoa sejenak di gereja St. Yakobus Dacau, yang berada di kompleks old town Dacau. Gereja ini mulai dibangun tahun 1696 oleh arsitek Stich von Michael Wening. Kami kembali naik bis kota 719 dari Rathus, di pusat kota tua Dacau ke terminal kereta S2 di pinggiran Dacau. Kami naik S2 tujuan Osthbanhof untuk turun di Hauptbahnhof Central Station. Sore itu kami bersiap-siap melanjutkan perjalanan ke Roma, Italia, dengan City Night Train yang akan berangkat pk. 21.

(Berlanjut dengan petualangan di Italia)

baca juga :

2014 Nyata di Italia

*) pelancong Jawa berdana cekak

Ditulis di atas gerbong 255 City Night Train

antara Bologna dan Firenze di Italia Utara

Rabu dini hari, 10 September 2014.

Categories
Istanbul

2018 Tanpa Antibiotika

TANPA   ANTIBIOTIK

Terkadang Tidak Memberikan, Ternyata Lebih Baik

(Sometimes Nothing Is Better Than Something)

fx. wikan indrarto*)

 

 

Neil Gaffin, MD dan Brad Spellberg, MD Senin, 9 April 2018 menuliskan ‘The Lean Antibiotic Mantra’, yang menyebutkan bahwa penemuan obat antibiotik adalah salah satu pencapaian terbesar peradaban manusia.

(https://www.medscape.com/)

 

Sayangnya, pada beberapa dekade terakhir penggunaan yang berlebihan, ekspektasi dan persepsi masyarakat yang tidak selaras, dan alat diagnostik yang terbatas, ditambah dengan populasi pasien yang semakin kompleks dan kronis, telah menempatkan kita semua pada era post-antibiotik. Ancaman kiamat (apocalyptic scenario) ini telah menyebabkan semua RS wajib memiliki program pengendalian antibiotik atau PPRA (Program Pengendalian Resistensi Antimikroba), untuk memastikan penggunaan obat antibiotik secara lebih tepat.

 

Tujuan utama dari pengendalian antibiotik adalah untuk memastikan bahwa dokter menentukan jenis obat antibiotik, dosis, dan durasi yang tepat. Namun demikian, landasan penggunaan antibiotik adalah membuat diagnosis yang tepat (the cornerstone of antibiotic stewardship is making an accurate diagnosis). Jika pasien tidak memiliki bukti infeksi bakteri invasif, maka obat antibiotik, dosis, dan durasi apapun pasti selalu tidaklah bijaksana (are always wrong).

 

Membuat diagnosis yang akurat, untuk membedakan infeksi bakteri dari banyak kondisi serupa atau’ mimickers’ adalah sulit. Jebakan yang terdokumentasi lebih sering terjadi pada pasien dewasa, bukan pasien bayi atau anak, yang disebabkan karena infeksi saluran kemih, radang paru-paru (pneumonia), dan infeksi kulit (selulitis). Berikut ini adalah beberapa kasus pasien dewasa di RS yang sering diresepkan antibiotik secara empiris. Selain itu, juga gambaran tentang tantangan diagnosis awal, prosedur mengurangi  penggunaan antibiotik, mengoptimalkan hasil klinis, dan meminimalkan bahaya. Bahaya yang sering muncul adalah resistensi antibiotik, infeksi bakteri ‘Clostridium difficile’, super infeksi jamur, dan efek samping obat antibiotika.

 

Kasus pertama :

 

Seorang pria berusia 86 tahun diantar ke UGD RS setelah terjatuh. Anamnesis oleh dokter didapatkan hasil yang terbatas karena kebingungan pasien. Terdapat demam (suhu 39,1 °C) dan saturasi oksigen 94% pada udara ruangan, dan hemodinamik stabil. Pemeriksaan dada normal. Tidak ada luka traumatis yang jelas.

Jumlah sel darah putih (WBC) adalah 6.000 sel / mL, tanpa pergeseran kiri. Tingkat nitrogen urea darah (BUN) dan kreatinin masing-masing adalah 2 mg / dL dan 0,6 mg / dL. Foto X-ray dada  terlihat “opacity tengah-paru kanan tambal sulam” (“patchy right mid-lung opacity”) dan tidak ada film sebelumnya yang tersedia untuk perbandingan. Dokter mendiagnosis dengan pneumonia (radang paru-paru) dan pasien diberikan antibiotika ceftriaxone dan azithromycin.

 

 

Foto rontgen dada kasus pertama.

 

 

Berdasarkan foto X-ray dada portabel terlihat “opacity tengah-paru kanan,” berikut ini adalah pendekatan terbaik untuk meminimalkan paparan terhadap terapi antibiotik yang tidak perlu, yaitu melakukan pemeriksaan procalcitonin serum dan PCR (Polymerase Chain Reaction); jika tingkat prokalsitonin <0,5 ng / mL, pemberian antibiotik dapat dihentikan.

 

Dengan demikian, beberapa tindakan berikut ini tidak diperlukan, yaitu lanjutan terapi antibiotik intravena selama 3 hari, kemudian ubah ke cefuroxime oral selama total 5 hari, ataupun mengubah ke cefuroxime dan azitromisin oral masing-masing untuk total 7 dan 5 hari, setelah stabil secara klinis dan bebas demam selama setidaknya 48 jam. Juga mengubah ke antibiotika agen tunggal yang mencakup organisme pneumonia baik yang khas dan atipikal yang diperoleh masyarakat (misalnya, fluoroquinolone oral), sekali sehari selama 48 jam; selesaikan total 5 hari terapi.

 

Tantangan utama dalam menegakkan diagnosis pneumonia secara tepat adalah bahwa patogen penyebab biasanya tidak diketahui. ‘Streptococcus pneumoniae’ adalah penyebab paling umum pneumonia yang didapat pada masyarakat. Namun demikian, beberapa penelitian terbaru menemukan bahwa meskipun pengujian ekstensif, 50-60% kasus pneumonia yang didapat pada  masyarakat di Amerika Serikat, tidak memiliki etiologi yang pasti atau disebabkan oleh virus. Perubahan jenis patogen ini menjadi viral, mungkin mencerminkan penurunan penyebab bakteri pneumokokus pada era vaksinasi.

 

Pada bulan Februari 2017, US Food and Drug (FDA) menyetujui penanda infeksi darah procalcitonin, sebagai pegangan terapi antibiotik pada pasien dengan infeksi saluran pernapasan akut. Tes ini telah dipelajari secara luas sebagai biomarker infeksi saluran pernapasan oleh bakteri invasif. Jika tes ini dilakukan pada 6-12 jam setelah onset penyakit, nilai <0,5 ng / dL menunjukkan bahwa antibiotik dapat dengan aman dihentikan (atau dibatalkan, jika belum dimulai).

 

Sebuah meta analisis terbaru terhadap hampir 7.000 pasien dari 26 penelitian, yang dilakukan di 12 negara, menemukan bahwa pemeriksaan prokalsitonin dalam pengambilan keputusan terapeutik menghasilkan pengurangan sekitar 30% dalam durasi terapi antibiotik, mengurangi terjadinya efek samping terkait antibiotik sebesar 32%, dan secara signifikan mengurangi angka kematian dari 10% menjadi 9%. Kelangsungan hidup pasien mungkin disebabkan oleh penghindaran dari bahaya yang terjadi dari paparan antibiotik, karena adanya pembatasan terapi antibiotik untuk pasien dengan kecurigaan infeksi bakteri invasif. Untuk pasien ini, pemeriksaan biakan patogen pernapasan negatif dan hasil prokalsitonin 24 jam adalah 0,07 ng / mL (<0,5 ng / mL), sehingga penggunaan antibiotik dapat dihentikan dengan aman dan pasien membaik.

 

Kasus kedua :

 

Seorang wanita berusia 86 tahun yang tinggal di Panti Lansia diantar datang ke UGD dengan keluhan nyeri lengan kiri 10 hari semakin memburuknya, terdapat warna kulit kemerahan, pembengkakan, dan rasa sakit di atas dorsum tangan kiri, setelah terjatuh. Tidak ada riwayat demam. Asam amoksisilin klavulanat dimulai 2 hari sebelum kunjungan ke UGD untuk kemungkinan radang kulit atau selulitis. Riwayat medis demensia, rheumatoid arthritis, penyakit ginjal kronis, dan diabetes mellitus.

 

Di ruang IGD, pasien tidak demam. Dorsum tangan kiri terasa hangat, merah, dan bengkak, terutama pada sendi metacarpophalangeal kedua. Hitung WBC adalah 13.000 sel / μL. Kadar BUN dan kreatinin masing-masing adalah 101 mg / dL dan 2,9 mg / dL (54 dan 1,8 mg / dL pada bulan sebelumnya). Foto rontgen Sinar X tangan menunjukkan tidak ada patah tulang. Diagnosis kerjanya adalah selulitis dan radang selaput sendi atau tenosinovitis. Untuk itu pasien mulai diberikan antibiotika tambahan  vankomisin dan cefazolin di UGD.

Gambar 2. Tangan kiri pasien saat masuk di UGD.

 

Tindakan medis yang lebih tepat untuk pasien ini adalah menghentikan obat antibiotika vankomisin dan mulai diberikan obat kortikosteroid, karena kemungkinan besar pasien ini mengalami radang sendi, yaitu gout atau pseudogout. Dengan demikian, tindakan lainnya tidak diperlukan, termasuk menambahkan obat antibiotika ceftriaxone untuk cakupan bakteri gram-negatif, maupun berkonsultasi dengan dokter bedah terkait operasi tangan untuk mengeluarkan nanah atau insisi dan drainase pus segera. Selain itu, juga tidak perlu menambahkan obat kortikosteroid ke vankomisin untuk mengobati gout dan selulitis. Mengingat usia pasien, nodus Bouchard yang muncul di tophaceous, perburukan azotemia pada penggunaan diuretik, riwayat trauma terjatuh, perjalanan penyakit yang progresif, tidak ada respons terhadap antibiotik empiris, dan munculnya artropati yang diinduksi oleh trauma, sering kali menyulitkan diagnosis pasti penyakit non infeksi.

 

Kadar asam urat serum dapat normal pada hampir 50% pasien gout selama terjadinya serangan akut.  Diagnosis gout dapat ditegakkan dengan aspirasi cairan berdarah atau berkapur yang tidak mengandung kristal monosodium urat dari pembengkakan tophaceous atas sendi MCP kedua. Pasien akhirnya terus membaik dan dipulangkan dengan rekomendasi untuk menindaklanjuti masalah rheumatologinya. Untuk itu, perlu diingat bahwa artropati inflamasi, seperti gout dan pseudogout, termasuk di antara banyak ‘mimicker’ selulitis, tetapi pengobatannya adalah dengan obat anti-peradangan, bukan obat antibiotik.

 

Gambar 3. Perkembangan perbaikan di tangan kiri setelah pengobatan dengan kortikosteroid dan kristal monosodium urat aspirated. Gambar di sebelah kanan menunjukkan kristal urat di bawah mikroskop polarisasi.

 

Kasus ketiga :

 

Seorang wanita yang sebelumnya sehat berusia 29 tahun datang ke UGD dengan 3 hari batuk memburuk yang terkait dengan demam dan menggigil. Tidak ada riwayat perjalanan ke wilayah infeksius dan tidak mengalami gangguan pernapasan. Suhunya adalah 103,1 ° F. Saturasi oksigen pada udara ruangan adalah 98%. Pemeriksaan dada sudah jelas. Hitung WBC adalah 6.300 sel / μL, tanpa pergeseran kiri. Foto X-ray dada menunjukkan “penyusupan berkonsolidasi lobus kiri yang padat” dan CT Scan dada menunjukkan konsolidasi lobus kiri bawah.

 

Kadar procalcitonin yang dikirim dari UGD adalah 0,06 ng / mL, dan tes PCR patogen pernapasan positif untuk enterovirus dan rhinovirus. Setelah dirawat inap di rumah sakit, pasien mulai diberikan antibiotik ceftriaxone dan doxycycline untuk pneumonia yang didapat di masyarakat (community acquired acute pneumonia). Pasien tetap stabil secara klinis dan demam turun pada hari berikutnya. Kadar prokalsitonin pada hari kedua di rumah sakit adalah 0,04 ng / mL.

 

Gambar 4. Foto rontgen dada adanya konsolidasi lobus kiri bawah.

 

Gambar 5. CT Dada mengungkapkan konsolidasi lobus kiri bawah.

 

Ketika Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP) melakukan visite medik di rumah sakit pada hari berikutnya, rekomendasi terbaik adalah hentikan antibiotik dan pasien diperbolehkan pulang ke rumah, dengan diagnosis akhir pneumonia atau radang paru-paru karena rhinovirus. Dengan demikian, anjuran berikut tidak bijak, termasuk mengubah antibiotika menjadi amoksisilin asam klavulanat selama 4 hari lagi, untuk menyelesaikan terapi antibiotika total 7 hari, untuk pengobatan pneumonia yang didapat di masyarakat. Hal ini sering dilakukan, dengan pertimbangan dokter adanya ko-infeksi bakteri, dengan alasan adanya konsolidasi padat pada foto x-ray dada, sehingga memerlukan setidaknya 1 minggu terapi antibiotika. Selain itu, juga tidak diperlukan pengubahan ke obat moxifloxacin oral selama 3 hari lagi, karena kekhawatiran dokter atas superinfeksi bakteri. Juga tidak disarankan untuk meminta konsultasi dokter spesialis paru, untuk bantuan dalam menentukan patogen penyebab.

 

Pemeriksaan kadar prokalsitonin telah divalidasi dengan baik, sebagai biomarker untuk mendukung penghentian terapi antibiotik pada pasien dengan infeksi saluran pernafasan. Salah satu perangkap utama dalam diagnosis dan penatalaksanaan pneumonia adalah, keyakinan yang salah bahwa radiografi toraks atau pola CT memiliki kekhususan yang cukup, untuk menentukan jenis patogen yang bertanggung jawab untuk pneumonia. Pada hal, baik virus maupun bakteri dapat menyebabkan pola gambaran radiografi yang sama. Dengan demikian, hasil pemeriksaan radiologi saja tidak dapat membuat diagnosis pneumonia yang akurat dan tidak boleh menjadi satu-satunya penentu terapi obat antibiotik. Pasien ini hanya menerima 2 hari terapi antibiotik dan kemudian pulang tanpa sequelae.

 

Kasus keempat :

 

Seorang wanita berusia 95 tahun diantar datang ke ruang UGD dengan riwayat hematuria 2 hari, nyeri suprapubik, dan kesulitan berkemih. Pasien mengonsumsi obat naproxen setiap hari untuk mengurangi nyeri kaki setelah jatuh belum lama ini. Pasien tidak mengalami disuria, demam, atau kedinginan dan saat di UGD tidak ada kemih berdarah. Kateterisasi kandung kemih signifikan untuk 450 mL urin berdarah. Hitung WBC adalah 7.900 sel / μL. Tingkat BUN dan kreatinin masing-masing adalah 39 md / dL dan 2,1 mg / dL. Urinalisis menunjukkan leukosit penuh, sel darah merah, dan nitrat negatif. CT pinggul mengungkapkan “kandung kemih berdinding tebal difus.”

Pasien didiagnosis memiliki sistitis hemoragik setelah berkonsultasi dengan dokter spesialis urologi, dan mulai diberikan antibiotika dengan ceftriaxone dan cairan intravena. Keesokan harinya, dia bebas dari rasa sakit dan berkemih tanpa kesulitan, dan urinnya bersih. Pemeriksaan biakan urin menunjukkan organisme bakteri campuran, yang konsisten dengan hasil kontaminasi.

 

Berikut ini rekomendasi terbaik, yaitu hentikan antibiotik. Dengan demikian, tindakan lainnya tidak bijaksana, termasuk usulan melanjutkan terapi intravena selama 7 hari dan pengubahan ke antibiotika levofloxacin oral selama 10 hari

Pada wanita lansia yang menggunakan obat anti-inflamasi nonsteroid, sering menunjukkan gambaran kandung kemih yang berdinding tebal, sehingga mirip dengan obstruksi saluran kemih kronis. Oleh sebab itu, infeksi akut diyakini tidak mungkin menjadi pemicu hematuria dan retensi urine. Bahkan pasien ini dengan cepat membaik dalam 24 jam, tanpa lanjutan pemberian obat antibiotika.

 

Gross hematuria pada orang tua jarang disebabkan oleh infeksi, tetapi lebih merupakan sekunder karena kelainan saluran genitourinari yang mendasari. Pasien ini terlanjur menerima 2 hari obat antibiotik dan tidak menunjukkan gejala sisa saat follow-up 10 hari kemudian. Khusus pada populasi pasien seperti ini, yang seringkali memiliki beberapa komorbiditas, sangat penting bagi dokter untuk mempertimbangkan manfaat terapi antibiotik dengan potensi bahaya serius, seperti infeksi ‘Clostridium difficile’.

 

Kasus kelima

 

Seorang wanita berusia 80 tahun, diantar ke UGD setelah episode sinkop singkat. Pasien telah mengalami batuk kering dan nafas tersumbat (dry cough and congestion) dalam 3 hari sebelumnya. Tidak ada demam, tetapi memiliki riwayatnya operasi fiksasi internal untuk patah tulang pinggul kiri dan penyakit Parkinson.

Keadaan umum pasien lemah saat berada di ruang Gawat Darurat. Saturasi oksigen pada udara ruangan adalah 91%. Pemeriksaan dada terdengar mengi (wheezes) bilateral. Hitung leukosit adalah 7.100 sel / μL, tanpa pergeseran kiri. Foto X-ray dada menunjukkan adanya “infiltrasi di bagian kiri paru-paru”. Pemeriksaan PCR patogen pernafasan positif adanya RSV (respiratory syncytial virus) dan kadart procalcitonin serum adalah 0,25 ng / mL. Pasien diberi obat antibiotika ceftriaxone dan azithromycin, serta obat albuterol nebulisasi oleh dokter IGD.

 

Gambar 6. Foto X-ray dada portabel menunjukkan infiltrasi tengah paru kiri.

 

Ketika dokter datang visite medik pada keesokan harinya, secara klinis pasien membaik afebris dengan pemberian oksigen kanula nasal 2 L, dan masih ada sedikit mengi. Pasien belum menerima antibiotik lebih lanjut dan rekomendasi terbaik dalam manajemen infeksi paru-parunya adalah melanjutkan manajemen suportif tanpa antibiotik tambahan. Dengan demikian, maka rekomendasi berikut adalah tidak bijak, yaitu memulai doxycycline selama 5 hari, melanjutkan ceftriaxone intravena dan azitromisin ataupun mengubah ke fluoroquinolone oral selama 5 hari

 

Ini adalah contoh lain tentang bagaimana menggabungkan unsur-unsur kunci dari anamnesis pasien yang cermat dan pemeriksaan klinis sederhana (afebris, mengi, penghitungan WBC normal), untuk menciptakan probabilitas pretest klinis yang rendah untuk pneumonia bakteri, apalagi kalau hasil pemeriksaan foto x-ray dada abnormal. Dengan menggabungkan pemeriksaan identifikasi patogen virus dan kadar prokalsitonin darah yang rendah, tentu saja kemungkinan ko-infeksi bakteri invasif sangat rendah. Dengan demikian, pasti aman untuk tidak memberikan antibiotik lebih lanjut. Pasien ini terus membaik dengan perawatan suportif.

 

Kasus-kasus tersebut di atas mewakili skenario yang terjadi ribuan kali setiap hari, di berbagai negara. Sangat penting bahwa kita tidak hanya menuntut perlunya kelanjutan harian antibiotik untuk diagnosis yang diberikan, tetapi juga diagnosis itu sendiri. Semua pasien ini terus membaik setelah penghentian terapi antibiotik. Sangat penting bahwa para dokter tidak hanya menuntut perlunya kelanjutan pemberian obat antibiotik untuk diagnosis yang diberikan, tetapi lebih untuk diagnosisnya itu sendiri.

 

Antibiotik adalah obat yang dipercaya oleh masyarakat (a shared societal trust). Oleh sebab itu penggunaan obat oleh seseorang akan memengaruhi penggunaan selanjutnya pada orang lain. Jika diagnosis awal dalam semua kasus tersebut tidak dipertanyakan, efek buruk pada individu dan masyarakat, akan terjadi karena terapi antibiotika yang tidak perlu. Dengan era pasca antibiotik yang akan hadir nyata dan besarnya ancaman infeksi ‘Clostridium difficile’, adalah tugas kita semua untuk melakukan apa yang kita mampu, untuk melestarikan keajaiban antibiotik dan meminimalkan bahayanya secara bersamaan.

Sudahkah kita bijak?

 

dr Wikan 6

Sekian

Yogyakarta, 22 Mei 2018

*) Sekretaris IDI Wilayah DIY, dokter spesialis anak, Alumnus S3 UGM, pengajar di FK UKDW, WA: 081227280161

 

Categories
Istanbul

2018 Polusi Udara

Hasil gambar untuk polusi udara

 

 

POLUSI  UDARA

fx. wikan indrarto*)

Pada Selasa, 1 Mei 2018 WHO menerbitkan data tentang sekitar 3 miliar orang secara global, yang masih memasak menggunakan api terbuka atau kompor sederhana dengan minyak tanah, biomassa (kayu, kotoran hewan dan limbah tanaman) dan batu bara. Apa yang seharusnya kita lakukan?

 

 

Hasil gambar untuk polusi udara dalam rumah

 

 

Polusi udara rumah tangga menyebabkan penumonia atau radang paru-paru dan penyakit tidak menular lainnya. Sekitar 3 miliar orang secara global masih memasak menggunakan bahan bakar padat dan sebagian besar dari orang tersebut adalah miskin dan tinggal di negara atau wilayah berpenghasilan rendah dan menengah. Di rumah berventilasi buruk, asap dalam ruangan bisa 100 kali lebih tinggi daripada tingkat yang dapat diterima untuk partikel halus. Eksposur sangat tinggi ini terjadi di kalangan wanita dan anak, yang menghabiskan paling banyak waktu di dekat perapian rumah tangga.

 

 

Hasil gambar untuk polusi udara dalam rumah

 

 

Sekitar 3,8 juta orang per tahun meninggal secara dini, akibat penyakit yang disebabkan polusi udara rumah tangga, terkait penggunaan bahan bakar padat dan minyak tanah yang tidak efisien untuk memasak. Di antara 3,8 juta kematian ini, 27% disebabkan oleh pneumonia, 18% stroke, 27%  penyakit jantung iskemik, 20% penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) dan 8% kanker paru-paru. Paparan polusi udara rumah tangga hampir dua kali lipat meningkatkan risiko pneumonia pada anak dan bertanggung jawab atas 45% dari semua kematian akibat pneumonia pada anak  dan menyumbang 28% dari semua kematian orang dewasa secara global.

 

 

Hasil gambar untuk polusi udara dalam rumah

 

 

Sekitar 12% dari semua kematian prematur karena stroke, dapat dikaitkan dengan paparan harian terhadap polusi udara rumah tangga, yang timbul dari memasak dengan bahan bakar padat dan minyak tanah. Sekitar 11% dari semua kematian karena penyakit jantung iskemik, terhitung lebih dari satu juta kematian dini setiap tahun, dapat dikaitkan dengan paparan polusi udara rumah tangga. Sekitar 17% kematian dini kanker paru pada orang dewasa disebabkan paparan karsinogen dari polusi udara rumah tangga, yang disebabkan oleh memasak dengan minyak tanah atau bahan bakar padat seperti kayu, arang atau batu bara. Risiko untuk wanita lebih tinggi, karena peran mereka dalam persiapan makanan.

 

 

Hasil gambar untuk polusi udara dalam rumah

 

 

Karbon hitam (partikel jelaga) dan metana yang dipancarkan oleh pembakaran kompor yang tidak efisien ternyata juga merupakan polutan perubahan iklim yang kuat. Penelanan minyak tanah adalah penyebab utama keracunan pada anak, dan sebagian besar luka bakar parah dan cedera yang terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah, terkait dengan penggunaan energi rumah tangga untuk memasak, memanaskan dan atau penerangan. Kurangnya akses listrik untuk 1 miliar orang, banyak di antaranya kemudian menggunakan lampu minyak tanah untuk penerangan, menyebabkan rumah tangga memiliki tingkat partikel halus yang sangat tinggi. Penggunaan bahan bakar pencemar polusi menimbulkan risiko kesehatan lainnya, seperti luka bakar, cedera, keracunan, dan membatasi peluang lain untuk belajar dan membaca yang membutuhkan pencahayaan yang memadai.

 

 

Hasil gambar untuk polusi udara dalam rumah

 

 

Perangkat Solusi Energi Rumah Tangga Bersih atau ‘Clean Household Energy Solutions Toolkit’  (CHEST) telah diterbitkan berdasarkan data dari lebih dari 1.100 survei dari perumahan di 157 negara.. CHEST adalah seperangkat alat dan sumber informasi yang membantu negara, untuk memperbaiki kualitas udara dalam ruangan, khususnya penggunaan bahan bakar rumah tangga, oleh pemangku kepentingan pada sektor energi rumah tangga dan atau kesehatan masyarakat, untuk merancang, menerapkan, dan memantau kebijakan yang menangani energi rumah tangga.

 

 

Hasil gambar untuk polusi udara dalam rumah

 

 

Aksi global untuk mengintegrasikan panduan dan sumber daya dalam mendukung energi rumah tangga yang bersih, antara lain untuk Pneumonia dan Diare atau ‘Global Action Plan for Pneumonia and Diarrheal Disease’ (GAPPD), juga untuk kesehatan ibu dan anak atau ‘Global Strategy for Women and Children’s Health’. Advokasi ini dapat membantu meningkatkan kesadaran akan pentingnya menyediakan dan meningkatkan energi rumah tangga yang lebih bersih, sebagai langkah pencegahan dalam bidang kesehatan masyarakat.

Aksi global lainnya adalah  Koalisi Udara Bersih atau ‘Climate and Clean Air Coalition’ (CCAC) untuk mengurangi polutan dan bekerja untuk meningkatkan keterlibatan sektor kesehatan untuk mengatasi polutan tersebut dan meningkatkan kualitas udara. Semuanya sesuai dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau ‘Sustainable Development Goal’ (SDGs) indikator 3.9.1 (angka kematian akibat efek polusi rumah tangga dan udara luar) dan indikator 7.1.2 (populasi pengguna bahan bakar dan teknologi bersih).

 

 Hasil gambar untuk polusi udara dalam rumah

Dengan mencapai kedua tujuan ini, kita dapat mencegah jutaan kematian dan meningkatkan derajad kesehatan dan kesejahteraan miliaran orang, yang masih mengandalkan teknologi polusi dan menggunakan bahan bakar untuk memasak, pemanasan dan penerangan. Sudahkah kita bertindak bijak?

 

dr Wikan 6

Sekian

Yogyakarta, 21 Mei 2018

*) dokter spesialis anak, Ketua IDI Cabang Kota Yogyakarta

Alumnus S3 UGM, Lektor FK UKDW, WA 081227280161.

 

 

Categories
Istanbul

2018 Etika Kebangsaan Dokter

Hasil gambar untuk hbdi dokter 2018

 

 

ETIKA  KEBANGSAAN  DOKTER

fx. wikan indrarto*)

Sejak tahun 2008, PB IDI (Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia) secara rutin menyelenggarakan Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) setiap tanggal 20 Mei. HBDI ditetapkan bersamaan dengan Hari Kebangkitan Nasional, agar para dokter jaman sekarang meneladan para dokter seniornya dalam berbakti untuk negeri secara beretika. Apa yang harus dilakukan oleh para dokter ?

 

 

Hasil gambar untuk boedi oetomo

 

 

Dokter seharusnya tidak hanya melakukan pengobatan (agent of treatment), tetapi juga menjadi agen perubahan (agent of change) dan agen pembangunan (agent of development).  Kebangkitan nasional tidak terlepas dari peran besar dokter sebagai agen perubahan dan pembangunan, yaitu dr. Wahidin Soedirohoesodo, dr. Soetomo dan teman-teman dokter dalam pembentukan Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908. Peran perubahan dan pembangunan waktu itu dilakukan untuk menyikapi bagaimana terbelakang dan tertindasnya rakyat Hindia Belanda, akibat kekejaman sistem penjajahan Belanda.

 

 

Hasil gambar untuk hbdi dokter 2018

 

 

Peran perubahan dan pembangunan oleh dokter jaman sekarang, seharusnya dilakukan untuk menyikapi bagaimana kondisi terkini kehidupan dan kemanusiaan kita sebagai sebuah bangsa. Kita semua tahu, bahwa saat ini Indonesia sedang mengalami masalah besar, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ancaman terbesar adalah potensi konflik sejak Pilkada 2017 dan munculnya bom terorisme, yang diprediksi akan memuncak pada Pilpres 2019, karena mampu menyebabkan polarisasi hebat, ancaman kemanusiaan, dan kita hampir saja terbelah. Keberagaman, kemajemukan dan kebhinekaan kita sebagai sebuah bangsa besar justru terlihat berpotensi sebagai awal perpecahan.

 

Hasil gambar untuk bhineka tunggal ika

 

Pada hal, dalam semangat dan semboyan Bhineka Tunggal Ika, sebenarnya kita justru berpotensi menjadi negara maju dan kuat, seperti sudah semakin jelas terlihat dalam Program Nawacita dan Hasil Kerja Presiden Joko Widodo. Para dokter Indonesia tentu saja tidak boleh tinggal diam, tidak peduli dan sekedar menjadi penonton kebangsaan. Sebaliknya, para dokter tentu wajib terlibat, berperan serta menjaga NKRI dan mendukung kebhinekaan kita sebagai sebuah bangsa, sebagaimana telah diteladankan oleh Dr. Wahidin  Soedirohoesodo.

 

Hasil gambar untuk bhineka tunggal ika

 

Sesuai dengan SK PB IDI No. 221 /Pb/A.4/04/2002 Tentang Penerapan Kode Etik Kedokteran Indonesia, maka segenap dokter memiliki kewajiban umum, termasuk dalam melakukan peran perubahan dan pembangunan bangsa. Pada Pasal 1 disebutkan bahwa setiap dokter harus menjunjung tinggi, menghayati dan mengamalkan sumpah dokter. Terdapat 10 buah sumpah yang telah diucapkan oleh semua dokter Indonesia, yaitu sumpah no 1 bahwa semua dokter akan membaktikan hidupnya guna kepentingan perikemanusiaan. Segenap dokter seharusnya menyadari bahwa ancaman disintegrasi dan polarisasi bangsa saat ini, adalah juga ancaman perikemanusiaan. Oleh sebab itu, para dokter wajib membaktikan hidupnya untuk meredam ancaman perpecahan di antara sesama anak bangsa, demi tetap utuhnya NKRI. Para dokter seharusnya memanfaatkan luasnya pergaulan, mahirnya iptek dan besarnya pengaruh atau kewibawaan profesi. Selain itu, juga menggalang kebersamaan dengan segenap pihak yang memiliki keprihatinan serupa, agar potensi perpecahan dapat diredam dan kepentingan kemanusiaan menjadi prioritas perjuangan kita bersama.

 

Hasil gambar untuk etika kedokteran

 

Selain itu, sumpah dokter no 8 yang telah diucapkan oleh semua dokter, yaitu akan berikhtiar dengan sungguh-sungguh dan tidak terpengaruh oleh pertimbangan keagamaan, kebangsaan, kesukuan, gender, politik, dan kedudukan sosial dalam menunaikan kewajiban dokter. Oleh sebab itu, dokter wajib berikhtiar dengan sungguh-sungguh menekan ancaman kemanusiaan dan kehidupan berbangsa, karena perbedaan agama, poa pikir, dan pilihan politik saat ini sudah semakin meruncing. Dokter yang tidak peduli dan diam saja atas potensi ancaman kemanusiaan, tentu saja tidak sesuai dengan sumpah yang telah diucapkannya dan secara etika tidaklah merupakan sikap yang tepat. Dokter wajib ikut menghentikan gesekan antar kelompok di masyarakat, karena energi kita akan habis untuk hal-hal yang tidak produktif. Pada hal, kita semua adalah saudara sebangsa dan setanah air, yang harus bekerja bersama-sama mengejar ketertinggalan pembangunan.

 

Hasil gambar untuk etika kedokteran

 

Sumpah dokter no 10, adalah semua dokter akan memperlakukan teman sejawat seperti saudara sekandung. Dalam kehidupan modern seperti ini, sumpah terkait memperlakukan teman sejawat dokter, banyak yang memudar. Polarisasi dokter karena perbedaan agama, pedapat dan pilihan politik, juga terjadi dan saat ini rasanya sudah semakin turut meruncing. Bahkan kampanye atau postingan terkait intoleransi, radikalisme dan ‘hoax’ telah merusak hubungan baik antar dokter dan menyebabkan ‘left group’ atau pembentukan group sosial media yang baru. Oleh sebab itu, segenap dokter seharusnya memulai dengan ikut serta secara aktif, dalam meredam perpecahan paham dan munculnya pendapat yang sangat keras atau radikal di sekitar kehidupan para dokter, baik di lingkup keluarga maupun komunitas pekerjaan. Doktrin dan prinsip moral non diskriminatif yang sudah menyatu dan mendarah daging sejak dahulu, harus terus dijaga sebagai kewajiban etik dan profesional para dokter, karena selama ini suasana harmoni dan saling menghormati perbedaan di dunia kedokteran, sebenarnya sudah terjaga dengan cukup baik.

 

 

Gambar terkait

 

 

Momentum HBDI 20 Mei 2018 seharusnya memunculkan para dokter dengan peran lain, yaitu peran pengobatan, perubahan, dan pembangunan. Selain itu, juga peran kebangsaan dan kemanusiaan secara beretika, sebagaimana telah dilakukan oleh dr. Wahidin dan para dokter lainnya dalam pembentukan Boedi Oetomo dahulu. Apakah dokter Indonesia saat ini sanggup berbakti untuk negeri, demi utuhnya NKRI?

PB IDI

Sekian

Yogyakarta, 19 Mei 2018

*) dokter spesialis anak, Ketua IDI Cabang Kota Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, Lektor di FK UKDW, WA : 081227280161, e-mail : fxwikan_indrarto@yahoo.com

 

Categories
Istanbul

2018 Hari Malaria Dunia

Hasil gambar untuk malaria

HARI  MALARIA  DUNIA  2018

fx. wikan indrarto*)

Senin, 25 April 2018 dirayakan Hari Malaria Sedunia (World Malaria Day 2018) dengan tema bergelora : siap untuk mengalahkan malaria (ready to beat malaria). Tema ini menggaris bawahi energi dan komitmen kolektif komunitas global dalam menyatukan tujuan bersama, yaitu menciptakan dunia yang bebas malaria. Apa yang perlu diketahui?

 

Hasil gambar untuk malaria

 

Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit Plasmodium yang hidup dan berkembang biak dalam sel darah merah manusia, ditularkan oleh nyamuk malaria (Anopheles) betina, dan dapat menyerang semua orang pada semua golongan umur dari bayi, anak sampai orang dewasa. Pada tahun 2016, terjadi 216 juta kasus malaria di seluruh dunia, dengan 445.000 kematian dan diperlukan $US 2,7 Milyar untuk mengalahkan malaria. Peringatan Hari Malaria Sedunia ini untuk menyoroti kemajuan luar biasa yang telah dicapai, dalam menanggulangi salah satu penyakit tertua pada manusia, sambil juga mencermati tren yang mengkhawatirkan, seperti yang diungkap dalam Laporan Malaria Dunia 2017.

 

Hasil gambar untuk malaria

 

Respons global terhadap malaria berada di persimpangan jalan. Setelah periode keberhasilan pengendalian malaria yang belum pernah terjadi sebelumnya, sangat disayangkan kemajuan telah terhenti. Kecepatan penyelesaian masalah saat ini tidak mencukupi untuk mencapai tonggak pencapaian (milestones) tahun 2020 sesuai dengan target pada ’Global Technical Strategy for Malaria 2016–2030’, khususnya target pengurangan 40% kejadian kasus malaria dan angka kematian.

 

Hasil gambar untuk malaria

 

Banyak negara semakin jelas masuk ke dalam salah satu dari dua kategori, yaitu negera yang bergerak menuju eliminasi malaria dan negara lain dengan penularan berkelanjutan, telah melaporkan peningkatan kasus malaria yang signifikan. Tanpa tindakan segera, keberhasilan besar dalam perang melawan malaria berada di bawah ancaman. Laporan tentang  kabupaten atau kota di Indonesia tahun 2016, sebanyak 48,1% sudah tersertifikasi bebas malaria, 32,2% endemis rendah, 11,7% endemis sedang, dan 8,0% endemis tinggi.

 

Hasil gambar untuk malaria

 

Selain itu, kita dapat belajar bahwa sejak tahun 2000, India telah membuat terobosan besar dalam mengurangi jumlah korban malaria. Namun jalan menuju eliminasi telah terbukti sebagai tantangan di negara bagian Odisha, India timur dengan lebih dari 40% beban malaria India. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah negara bagian di India telah secara dramatis meningkatkan upaya untuk mencegah, mendeteksi dan mengobati malaria, dengan hasil yang mengesankan terlihat dalam rentang waktu yang singkat. Data di Indonesia menunjukkan bahwa angka kesakitan malaria cenderung menurun, yaitu dari 1,8 per 1.000 penduduk berisiko pada tahun 2009, menjadi 0,84 pada tahun 2016.

 

Hasil gambar untuk malaria

 

Selain itu, dari desa terpencil Etsu Gudu di Nigeria, kita dapat belajar bahwa Manajemen Balita Sakit (MTBS) atau  Integrated Community Case Management (ICCM), adalah strategi efektif yang hemat biaya, karena melibatkan petugas kesehatan masyarakat yang tinggal di daerah yang sulit dijangkau. Mereka dilibatkan untuk mendiagnosis cepat dan mengobati dini 3 penyakit mematikan yang dapat disembuhkan, yaitu malaria, pneumonia dan diare. Dalam 3 tahun sejak para kader kesehatan dipilih dan dilatih, tidak ada anak yang meninggal di desa tersebut. Data di Indonesia menunjukkan bahwa secara nasional, sebesar 95% pasien suspek malaria telah diperiksa secara laboratorium (Rapid Diagnostic Test dan Mikroskop). Papua merupakan provinsi dengan Angka Kesakitan Malaria (Annual Paracite Incidence/API) tertinggi, yaitu 45,85 per 1.000 penduduk. Angka ini sangat tinggi jika dibandingkan dengan provinsi lainnya. Empat provinsi dengan API per 1.000 penduduk tertinggi lainnya, yaitu Papua Barat (10,20), Nusa Tenggara Timur (5,17), Maluku (3,83), dan Maluku Utara (2,44). Sebanyak 83% kasus berasal dari Papua, Papua Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Untuk pertama kalinya, WHO pada tahun 2018 ini telah membuat semua data dari Laporan Malaria Dunia tersedia melalui aplikasi seluler. Dengan gesekan jari, kita sekarang dapat mengakses secara langsung informasi terbaru tentang kebijakan, pembiayaan, intervensi dan beban malaria di 91 negara endemik. Aplikasi ‘global reportmobile of malaria’ tersedia untuk diunduh, baik untuk perangkat iOS maupun Android.

Hasil gambar untuk malaria

Selain itu, dalam beberapa tahun terakhir, negara-negara di ‘Greater Mekong Subregion’ (GMS) telah mempercepat upaya untuk mencegah, mendiagnosa dan mengobati malaria. Jumlah kasus malaria dan kematian yang dilaporkan di GMS turun sebesar 74% dan 91%, antara tahun 2012 dan 2016. Perkiraan pertengahan tahun untuk tahun 2017 menunjukkan penurunan lebih lanjut dalam jumlah kasus, meskipun tidak pada tingkat kematian. Pengobatan malaria harus dilakukan secara efektif, dengan pemberian jenis obat yang harus benar dan cara meminumnya harus tepat waktu, sesuai dengan acuan program pengendalian malaria. Pengobatan efektif adalah pemberian ACT (Artemicin-based Combination Therapy) pada 24 jam pertama pasien demam dan obat harus diminum sampai habis.

 

Hasil gambar untuk malaria

 

Momentum Hari Malaria Sedunia 25 April 2018 mengingatkan agar kita ‘ready to beat malaria’ (siap untuk mengalahkan malaria). Sudahkah Anda terlibat membantu?

Dr. Wikan 2

Sekian

Yogyakarta, 19 April 2018

*) Sekretaris IDI Wilayah DIY, dokter spesialis anak, lektor FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161

 

Categories
Istanbul

2018 Bebas Asbes

Hasil gambar untuk asbes

BEBAS ASBES

fx. wikan indrarto*)

 

Asbestos atau asbes adalah sebuah mineral metamorfis berfiber yang tahan api dan banyak digunakan sebagai atap bangunan. Pada saat ini jenis asbes lebih bervariasi seperti asbes plastik, asbes plafon, asbes transparan, asbes gelombang besar, asbes gelombang kecil dan sebagainya. Meskipun demikian, penggunaan asbes juga tidak luput dari kekurangan, terlebih karena partikel asbes yang rapuh lebih mudah lepas, sehingga berpotensi lebih besar terhirup dan menyebabkan gangguan pada kesehatan. Apa yang harus disadari?

 

Hasil gambar untuk asbes

 

Asbes juga digunakan sebagai bahan dalam sejumlah produk, seperti atap sirap, pipa saluran air, selimut tahan api, cengkeraman dan lapisan rem kendaraan, bahkan bantalan untuk mobil. Bahan utama asbes adalah chrysotile (asbes putih) dan crocidolite (asbes biru). Bentuk lainnya meliputi amosite, anthophylite, tremolite dan actinolite. Semua bentuk asbes bersifat karsinogenik atau mampu memicu sel kanker bagi manusia.

 

Saat ini, sekitar 125 juta orang di dunia terpapar asbes di tempat kerja, di sekolah, maupun di rumah. Sekitar setengah dari kematian akibat kanker terkait tempat kerja  disebabkan oleh asbes. Selain itu, diperkirakan bahwa beberapa ribu kematian setiap tahunnya dapat dikaitkan dengan paparan asbes di rumah. Paparan bersama terhadap asap tembakau dan serat asbes, secara substansial meningkatkan risiko kanker paru, dan semakin banyak merokok, semakin besar risikonya. Paparan asbes terjadi melalui penghirupan serat dari udara di lingkungan kerja, pabrik yang menghasilkan asbes, atau di sekolah, di rumah dan bangunan yang mengandung bahan asbes yang gembur atau rapuh. Pada tahun 2004, kanker paru-paru terkait asbes, mesothelioma dan asbestosis mengakibatkan 107.000 kematian pasien dan 1.523.000 tahun kehilangan aktivitas atau Disability Adjusted Life Years (DALYs).

Hasil gambar untuk asbes

Asbestosis adalah suatu penyakit saluran pernapasan yang terjadi akibat menghirup serat asbes, sehingga pada paru-paru akan terbentuk jaringan parut atau fibrosis yang luas. Asbes juga dapat menyebabkan penebalan pleura atau selaput tipis yang melapisi paru-paru. Jaringan paru-paru yang mengalami fibrosis tidak dapat mengembang dan mengempis sebagaimana mestinya. Penyakit lainnya yang disebabkan oleh asbes adalah mesotelioma maligna dan efusi pleura, semuanya di rongga dada. Beratnya penyakit tergantung kepada lamanya paparan dan jumlah serat asbes yang terhirup.  Gejala asbestosis muncul secara bertahap, sampai terbentuknya jaringan parut dalam jumlah banyak, dan paru-paru kehilangan elastisitasnya.

 

Hasil gambar untuk asbes

 

Gejala utama adalah sesak napas ringan, dan hanya sekitar 15% penderita, akan mengalami sesak napas yang berat, bahkan mengalami kegagalan pernapasan. Mesothelioma adalah kanker yang menyerang mesothelium, yaitu lapisan jaringan sangat tipis yang menyelimuti hampir sebagian besar organ bagian dalam rongga dada, termasuk paru-paru. Mesothelioma yang disebabkan oleh asbes bersifat ganas, sulit dikenali dini, dan sampai sekarang tidak dapat disembuhkan. Kanker paru-paru akan terjadi pada penderita asbestosis yang juga seorang perokok, terutama mereka yang merokok lebih dari satu bungkus sehari. Pada pemeriksaan fisik oleh dokter dengan menggunakan stetoskop, akan terdengar suara ronki pada lapangan paru. Untuk memperkuat diagnosis, biasanya pasien diminta melakukan pemeriksaan rontgen dada, tes fungsi paru-paru, dan CT scan paru.

Hasil gambar untuk asbes

Asbestosis dapat dicegah dengan mengurangi kadar serat dan debu asbes di lingkungan kerja. Untuk mengurangi risiko terjadinya kanker paru-paru, kepada para pekerja yang berhubungan dengan asbes, dianjurkan untuk berhenti merokok. Sementara itu guna menghindari sumber penyakit yang akan tersebar pada pihak keluarga pekerja, temasuk bayi dan anak, disarankan setiap pekerja untuk mencuci pakaian kerjanya di pabrik atau di proyek, dan menggantinya dengan pakaian bersih saat kembali ke rumah. Dengan kebijakan bahwa semua pakaian kerja tidak ada yang boleh dibawa pulang, para pekerja diharuskan membersihkan diri dan berganti pakaian bersih, sebelum kembali ke rumah masing-masing, maka paparan asbes terhadap anak dan bayi di rumah dapat dikurangi.

 

Hasil gambar untuk asbes

 

Selain itu, paparan asbes juga dapat dikurangi dengan penggantian asbes chrysotile dengan bahan serat yang bahayanya relatif rendah terhadap kesehatan manusia, baik dalam proses pembangunan ataupun renovasi rumah. Ada banyak bahan aman non-serat rendah yang dapat menggantikan asbes chrysotile dalam berbagai kegunaan, seperti bahan bangunan konvensional. Resolusi Majelis Kesehatan Dunia 58.22 tentang pencegahan kanker mendesak semua negara untuk  mengurangi paparan yang dapat dihindari, termasuk paparan bahan kimia di tempat kerja dan di lingkungan tempat tinggal. Selain itu, resolusi Majelis Kesehatan Dunia 60.26 tentang menghilangkan penyakit terkait asbes, sesuai dengan Rencana Aksi Global untuk Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular 2013-2020, sebagaimana telah disahkan oleh Majelis Kesehatan Dunia Keenam puluh pada tahun 2013.

 

Hasil gambar untuk asbes

 

Penghapusan penyakit terkait asbes harus dilakukan melalui tindakan nyata, misalnya menghentikan penggunaan semua jenis asbes, mengganti asbes dengan bahan bangunan yang lebih aman, mencegah terpaan asbes di tempat dan selama pembuangan maupun penguraian bahan sisa.

 

Untuk para dokter, dilakukan dengan memperbaiki ketrampilan diagnosis dini, pengobatan, juga rehabilitasi sosial dan medis atas penyakit terkait asbes. Selain itu, juga memfasilitasi orang dengan paparan masa lalu dan atau saat ini terhadap asbes, agar mendapatkan layanan medis tuntas sampai bebas asbes.

 

Sudahkah kita bertindak?

dr Wikan 6

Sekian

Yogyakarta, 18 Mei 2018

*) Sekretaris IDI Wilayah DIY, Lektor FK UKDW, dokter spesialis anak, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161

 

Categories
Istanbul

2018 Peran Lengkap Dokter

Hasil gambar untuk dokter

PERAN LENGKAP DOKTER
fx. wikan indrarto*)

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dalam peringatan seabad Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) pada 20 Mei 2008 yang lalu, menegaskan perlunya revitalisasi peran dokter. Apakah revitalisasi peran tersebut masih relevan setelah 10 tahun berlalu?

Hasil gambar untuk dokter

Sejak tahun 2008, tanggal 20 Mei, telah ditetapkan IDI sebagai Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI), untuk mengingat jasa para dokter yang telah menggerakkan kebangkitan nasional bangsa Indonesia. Dokter seharusnya tidak hanya melakukan penyembuhan (agent of treatment), tetapi juga menjadi agen perubahan (agent of change) dan agen pembangunan (agent of development). Kebangkitan nasional tidak terlepas dari peran para dokter, seperti Wahidin Soedirohoesodo, Soetomo dan teman-teman dokter dalam pembentukan Boedi Oetomo pada tahun 1908. Dokter pada saat ini rasanya juga perlu menjalankan peran secara lengkap seperti teladan para dokter senior tersebut.

Hasil gambar untuk dokter

Profesi dokter jaman sekarang sangat dipengaruhi oleh program besar JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) yang diterapkan mulai 1 Januari 2014. BPJS Kesehatan menerapkan sistem pembiayaan kesehatan dalam era JKN yang disebut ‘kapitasi’ untuk dokter umum di layanan primer, dan ‘case-mix’ untuk dokter spesialis di layanan sekunder atau tersier. Pembiayaan pada sistem kapitasi diberikan kepada fasilitas kesehatan primer, berdasarkan jumlah peserta yang dilayani dalam sebuah wilayah. Pada sistem kapitasi, dokter umum di fasilitas kesehatan primer dituntut bukan hanya mengobati 144 jenis penyakit yang tidak boleh dirujuk saja, tetapi juga memberikan pelayanan promotif dan preventif atau pencegahan.

Hasil gambar untuk dokter

Pada sistem ‘case-mix’ pembayaran tidak lagi oleh pasien, tetapi dilakukan BPJS Kesehatan secara total komponen pembiayaan, berdasarkan kelompok diagnosis. Pada sistem ‘case-mix’, pengelompokan diagnosis penyakit pasien disebut ‘Indonesian-Case Base Group’ (INA-CBG), yang diklaim berbasis sekitar 6 juta data dari 137 RS di seluruh Indonesia, yaitu data ‘costing’ dan ‘coding’ penyakit mengacu pada International Classification of Diseases (ICD) 10, untuk mendiagnosis 14.500 kode dan Clinical Modification (ICD) 9 yang mencakup 7.500 kode prosedur tindakan dokter. Sedangkan tarif INA-CBGs terdiri dari 1.077 kode CBG yang terdiri dari 789 rawat inap dan 288 rawat jalan, dengan tarif yang digunakan adalah tarif rata-rata yang berlaku. Pada sistem ‘case-mix’ ini, klaim RS kepada BPJS Kesehatan sesuai dengan tarif INA-CBG, yang pada umumnya lebih rendah dibandingkan tarif RS, sehingga kendali mutu dan kendali biaya untuk pasien yang sakit akan lebih mudah terwujud. Hal ini karena kebebasan profesi dokter semakin mampu direduksi, kompleksitas masalah medis pasien semakin dapat diabaikan, dan mutu layanan medik yang dilakukan semakin dapat disetarakan.

Perubahan drastis dalam sistem pembiayaan pasien ini, diduga telah menyebabkan konfik internal, perubahan besar pada alur pikir dan tindakan medik yang diambil dokter, bahkan juga pendapatan finansial sebagian besar dokter. Selain itu, perlu juga kita sadari bahwa saat ini telah terjadi perubahan peran dalam membuat sebuah keputusan layanan medik kepada pasien. Kalau dahulu keputusan layanan medik yang dilakukan oleh dokter hampir sepenuhnya dilakukan oleh para dokter, saat ini manajemen RS, BPJS Kesehatan sebagai penjamin biaya atau ‘payer’, dan pemerintah sebagai regulator, memiliki peran yang semakin besar dalam turut serta mengambil keputusan medik, bahkan peran dokter dapat sangat menurun.

Hasil gambar untuk dokter

Perubahan sistem pembiayaan kesehatan, juga pembatasan peran dan kebebasan dalam profesi dokter sebagai ‘agent of treatment’, dalam pengambilan keputusan medik pada layanan pasien, diduga telah menimbulkan syok budaya dan penolakan dalam diam bagi banyak dokter. Dampak buruknya, berbagai tantangan besar untuk dokter jaman sekarang seolah menjadi terabaikan. Tantangan dokter dalam keterlibatan dengan program pengendalian penyakit menular, perbaikan angka kematian ibu dan anak, juga peningkatan angka harapan hidup, yang merupakan perpaduan profesi dokter dan birokrasi kebijakan kesehatan, rasanya belum nampak direspon nyata. Bahkan tantangan tentang persaingan dengan dokter dari kawasan ASEAN dalam era pasar bebas, mungkin sudah sempat terbengkelai. Buktinya, Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) tidak sempat dikritisi, sehingga para dokter Indonesia kurang terlindungi secara ‘fair’, adil, dan bermartabat.

Sebaliknya, beda harapan tentang program pendidikan Dokter Layanan Primer (DLP) pada 17 buah fakultas kedokteran dan hambatan inovasi iptekdok dari para dokter di luar sentra pendidikan, justru telah menyebabkan sengketa dan perpecahan dalam internal dokter Indonesia. Belum lagi luaran pendidikan dokter dari 37 atau 45% fakultas kedokteran yang masih terakreditasi C, dan perlindungan profesi dokter dari risiko sengketa medik yang berlebihan, belum mendapatkan titik temu yang disepakati bersama. Apalagi dalam kehidupan kebangsaan menjelang tahun politik yang rawan ini, para dokter Indonesia berpotensi dapat ikut terbelah ulang, sebagaimana pernah terjadi saat menjelang Pilkada DKI Jakarta tahun lalu.

Hasil gambar untuk dokter

Dalam tantangan besar dan kondisi rumit seperti ini, sangat diperlukan munculnya dokter dengan peran lain. Selain menjalankan peran penyembuhan (agent of treatment), diperlukan juga peran perubahan (agent of change) dan pembangunan (agent of development). Momentum Harkitnas dan HBDI pada Minggu, 20 Mei 2018 mengingatkan kita semua, akan perlunya revitalisasi peran dokter Indonesia yang lebih lengkap. Sudahkah Anda terlibat membantu?

Dr. Wikan 2

Sekian

Yogyakarta, 17 Mei 2018

*) Pendidik di FK UKDW, Ketua IDI Cabang Kota Yogyakarta, dokter spesialis anak, Alumnus S3 UGM, WA : 081227280161

wa.me/
wa.me
Halo, ada yang dapat dibantu?