Categories
Istanbul

2018 UHC di Indonesia

Hasil gambar untuk universal health coverage

UHC di INDONESIA

fx. wikan indrarto*)

UHC (Universal Health Coverage) atau cakupan kesehatan semesta adalah sebuah kondisi di mana setiap orang dapat menerima layanan kesehatan yang mereka butuhkan, tanpa mengalami kesulitan dalam bidang keuangan. Tahun 2019 ditargetkan UHC akan terwujud di Indonesia. Apa yang harus disadari?

Hasil gambar untuk universal health coverage

Data tentang cakupan layanan kesehatan esensial dan perlindungan keuangan digunakan, untuk memantau kemajuan menuju UHC di semua negara, termasuk di Indonesia. Cakupan Layanan kesehatan esensial atau penting meliputi 3 (tiga) bidang layanan. Pertama bidang kesehatan reproduksi, yang meliputi ibu, bayi baru lahir, dan anak. Layanan kesehatan reproduksi ini meliputi Keluarga Berencana (KB), kontrol kehamilan atau ANC (Ante Natal Care), perawatan persalinan, imunisasi dasar lengkap untuk bayi, dan layanan untuk anak sakit. Persentase peserta KB aktif terhadap pasangan usia subur di Indonesia pada tahun 2016 sebesar 74,8%. Cakupan pelayanan kesehatan ibu hamil (ANC K4) pada tahun 2016 telah memenuhi target Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Kesehatan sebesar 74%.

Hasil gambar untuk universal health coverage

Cakupan layanan kesehatan kedua adalah layanan bidang penyakit menular, dalam hal ini adalah layanan pengobatan tuberkulosis yang efektif, pengobatan HIV dengan obat antiretroviral, kelambu berinsektisida untuk pencegahan malaria, dan sanitasi lingkungan yang memadai. Pada tahun 2016 angka keberhasilan pengobatan semua kasus tuberkulosis di Indonesia sebesar 85%. Jumlah kasus baru HIV positif pada tahun 2016 dilaporkan sebanyak 41.250 kasus.

Ketiga adalah layanan bidang penyakit tidak menular, yaitu layanan kewaspadaan akan peningkatan tekanan darah atau hipertensi, peningkatan glukosa darah atau diabetes mellitus, skrining kanker leher rahim atau serviks dan pengendalian penggunaan tembakau. Penyakit tidak menular terbanyak pada lanjut usia berdasarkan Riset Kesehatan Dasar di Indonesia tahun 2013 adalah hipertensi (57,6%), artritis (51,9%), stroke (46,1%), masalah gigi dan mulut (19,1%), penyakit paru obstruktif menahun (8,6%) dan diabetes mellitus (4,8%).

Hasil gambar untuk universal health coverage

Perlindungan keuangan (financial protection) dengan tujuan agar seseorang tidak jatuh miskin karena tingginya biaya layanan kesehatan, dinilai menggunakan 4 indikator. Pertama adalah insidensi pengeluaran untuk layanan kesehatan penyakit katastropik, kedua adalah pengeluaran untuk layanan kesehatan di luar paket, ketiga terjadinya pemiskinan (impoverishing) sampai di bawah garis kemiskinan secara internasional, dan keempat adalah terjadinya kesenjangan pengeluaran untuk layanan kesehatan yang besar. Batas kemiskinan atau tingkat pengeluaran per kapita per bulan tahun 2016 di Indonesia ditetapkan sebesar Rp 361.990. Pada September 2016, penduduk miskin yang tinggal di perdesaan sebesar 62,23 % dari seluruh penduduk miskin. Persentase penduduk miskin terbesar yaitu Papua (28,40%), Papua Barat (24,88%) dan Nusa Tenggara Timur (22,01%).

Untuk mencapai UHC diperlukan penguatan sistem kesehatan (health systems strengthening), baik oleh pemerintah, maupun semua pihak terkait. Pemerintah atau negara seharusnya menjamin ketersediaan rencana pembangunan sektor kesehatan secara nasional, regional, ataupun lokal. Selain itu, negara juga harus menciptakan sistem pemantauan layanan kesehatan di semua tingkatan, membentuk perundang-undangan tentang UHC, dan bantuan dana saat darurat. Negara juga wajib mengatur besaran alokasi pembiayaan bidang kesehatan, dimana total pengeluaran negara untuk kesehatan seharusnya dikaitkan dengan persentase Produk Domestik Bruto atau PDB, dan skema wajib atau ‘compulsory schemes’ lainnya, serta besaran pembayaran tunai untuk layanan kesehatan (out-of-pocket payment for health).

Hasil gambar untuk universal health coverage

Pemantauan kesetaraan layanan kesehatan (health equity monitor) wajib dilakukan, untuk mencapai UHC global sesuai target. Pemantauan kesetaraan global meliputi data malnutrisi, mortalitas dan intervensi bidang kesehatan yang dilakukan pada anak di 85 negara. Dalam aspek pertama, yaitu malnutrisi pada anak, diperoleh data 35% vs 16%, yang berarti bahwa prevalensi stunting pada anak balita dari kelompok miskin dibandingkan kelompok kaya. Ketimpangan terjadinya kekurangan gizi pada anak yang diukur dengan prevalensi stunting (pendek) pada anak yang berusia kurang dari lima tahun atau balita, terpilah lebar berdasarkan status ekonomi orangtuanya. Prevalensi stunting global pada anak balita adalah 35,2% pada kuintil termiskin dan 15,5% pada kuintil terkaya pada periode 2006-2015.

Data balita di Indonesia tahun 2015, s37,2% stunting (pendek), 12,1% wasting (kurus) dan 11,9% overweight (gemuk), sehingga Indonesia termasuk dalam 17 negara yang mempunyai ketiga masalah gizi tersebut. Sasaran Pembangunan Manusia dan Masyarakat Indonesia tahun 2019 yaitu prevalensi stunting (pendek dan sangat pendek) dari 32,9% (2013) menjadi 28% pada tahun 2019, meskipun tidak dibedakan asal balita dari kuintil termiskin dan terkaya.

Hasil gambar untuk universal health coverage

Ketidaksetaraan aspek kedua adalah dalam kematian anak, yaitu tingkat mortalitas atau angka kematian balita 79 vs 60 di daerah pedesaan dan perkotaan di 54 negara. Angka kematian balita dipilah berdasarkan tempat tinggal. Angka kematian balita di antara penduduk pedesaan adalah 79 per 1.000 kelahiran hidup dan 60 kematian di perkotaan di beberapa negara yang diteliti pada 2006-2015. Angka kematian balita tersebut menurun sebanyak 54 kematian per 1.000 kelahiran hidup di daerah pedesaan dan 24 kematian di daerah perkotaan, selama 10 tahun terakhir.

Hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2015 di Indonesia menunjukkan Angka Kematian Bayi (AKB) sebesar 22,23 per 1.000 kelahiran hidup, yang artinya sudah mencapai target MDG 2015 sebesar 23 per 1.000 kelahiran hidup. Begitu pula dengan Angka Kematian Balita (AKABA) sebesar 26,29 per 1.000 kelahiran hidup, juga sudah memenuhi target MDG 2015 sebesar 32 per 1.000 kelahiran hidup. Data SUPAS 2015 ini tidak membedakan berdasarkan tempat tinggal balita, di daerah pedesaan atau di perkotaan.

UHC 2

Ketidaksetaraan aspek ketiga adalah dalam hal intervensi pada ibu dan anak atau RMNCH (Reproductive, Maternal, Newborn and Child Health) adalah 37% vs 53%. Intervensi ini dalam aspek pemenuhan keluarga berencana bagi wanita yang tidak berpendidikan vs pendidikan menengah atau lebih tinggi di 54 negara. Di lebih dari dua perlima 54 negara yang diteliti, setidaknya ada selisih 20 persentase poin dalam indeks cakupan gabungan antara kelompok terkaya dan termiskin. Terkait pemenuhan permintaan untuk layanan keluarga berencana dengan metode modern, dipilah berdasarkan tingkat pendidikan wanita. Cakupan ibu tanpa pendidikan 37,4% dan pendidikan menengah atau lebih tinggi adalah 53,0%, pada 2006–2015. Angka pemenuhan ini meningkat 1,2 poin per tahun pada wanita yang tidak terdidik dan 0,5 poin per tahun pada wanita dengan pendidikan menengah atau lebih tinggi.

Masih banyak hal yang harus dilakukan, agar UHC global dapat segera terwujud. Di Indonesia UHC diwujudkan melalui program JKN (Jaminan Kesehatan Nasional). BPJS Kesehatan mencatat jumlah peserta Program JKN hingga 1 Juni 2018 sebesar 198,2 juta jiwa atau 78,8% dari seluruh warga Indonesia, yang dilayani oleh 27.266 buah Fasilitas Kesehatan.

Apakah kita telah ikut mewujudkan?

 S3

Sekian

Yogyakarta, 13 Juni 2018

*) Ketua IDI Cabang Kota Yogyakarta, dokter spesialis anak, Lektor di FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA : 081227280161

   
Categories
Istanbul

2018 Tradisi Mudik

 

 

Hasil gambar untuk mudik lebaran

 

TRADISI  MUDIK

fx. wikan indrarto*)

Mudik Lebaran 2018 segera akan tiba. Perjuangan panjang dan melelahkan telah jadi tradisi, dimulai dari puasa sebulan penuh, mengurus ijin atau cuti, mencari bahkan berebut tiket atau mobil rental dan diakhiri dengan terjebak macet di jalan yang banyak lobang. Mudik jadi ritual tahunan, tidak lagi murni islami, tetapi juga terpengaruh budaya, logika dan ekonomi. Apa yang harus disadari?

Hasil gambar untuk kecelakaan lalu lintas

Perjalanan pulang ke kampung halaman yang istilahnya disederhanakan menjadi ‘mudik’, awalnya untuk merayakan ‘Hari Kemenangan dan Pemutihan’ (Idul Fitri), juga bersilaturahmi dengan orangtua, yang dituakan dan segenap saudara. Mudik adalah momentum, kesempatan dan acara tahunan yang menyenangkan dan ditunggu-tunggu. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan, secara umum kesiapan jalur mudik tahun 2018 lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Dari 760 km yang dibangun, sudah 525 km jalan tol dari Jakarta hingga Surabaya sudah dapat digunakan secara penuh pada arus mudik Lebaran 2018.

Hasil gambar untuk mudik 2018

Meskipun demikian, kesenangan itu tetap memiliki aspek perjuangan, penderitaan, kepenatan, kecelakaan, dan bahkan mungkin kematian. Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Irjen Royke Lumowa menyebut, jumlah korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas pada mudik Lebaran tahun 2017 lalu turun 519 orang atau sebesar 41,2 persen, dibandingkan tahun 2016. Dari 1.261 korban meninggal menjadi 742 orang. Ada tiga langkah, pertama sosialisasi keselamatan yang terus didengungkan, kedua menjaga daerah rawan, dan ketiga polisi juga langsung menindak tegas para pelanggar lalu lintas, yang membahayakan keselamatan jiwa. Selain itu, pemudik tahun 2017 lalu lebih kooperatif dan tertib berlalu lintas.

Hasil gambar untuk mudik lebaran

Sesampai di kampung halaman, sungkem atau sujud kepada orangtua atau yang dituakan, adalah murni tradisi, apalagi saat Lebaran nanti. Selain untuk memohon maaf, tentu juga berharap restu. Maaf dan restu sebenarnya tidak lagi sesuai dengan kebutuhan aktual, karena khilaf dan salah lebih banyak tertuju pada isteri, suami, anak, teman sekantor, sekelas, bawahan atau atasan, bukan kepada orangtua. Selain itu, restu tidak diingat saat melangkah melenceng, memutuskan pilihan korupsi, bahkan menelikung aturan. Ego, motivasi dan nyali justru lebih berperan menonjol dan menyebabkan khilaf, dibanding restu yang sebenarnya dapat berfungsi mengeremnya. Tradisi sungkem kepada orang yang dituakan hakekatnya sudah semakin pudar, sebab maaf dan restu justru redup, sementara ego dan nyali justru memotivasi korupsi berbagai rupa, dalam hidup baru selanjutnya setelah Lebaran usai.

Hasil gambar untuk pertemuan keluarga

Gotrah atau pertemuan keluarga besar berdasar garis keturunan darah seseorang, seringkali dilakukan dalam rangkaian mudik Lebaran. Gotrah untuk menjalin kekeluargaan, mempertemukan saudara jauh yang sudah tidak kenal lagi, dan menghidupkan api kebersamaan. Gotrah juga tradisi yang mudah menyimpang, sehingga semakin terbelit konsumsi, rekreasi dan gengsi. Keluarga semakin besar, peserta semakin banyak, rumah besar semakin terasa sempit, maka gotrah tidak lagi harus di teras dan dalam rumah secara bergantian, tetapi berpindah di gedung atau taman rekreasi dengan aneka menu makanan, baju dan mobil baru yang bergengsi. Anggota keluarga yang relatif kurang berhasil, tentu akan terpacu maju atau justru sebaliknya, akan mundur bertahap, baik sebagai tamu ataupun tuan rumah untuk tahun selanjutnya. Topik teknik donasi dan pemberian dukungan sosial untuk anggota keluarga yang kurang beruntung yang hakiki, justru semakin kalah populer dibandingkan topik lain yang berorientasi sebaliknya.

Hasil gambar untuk rekreasi bersama keluarga

Rekreasi selama libur Lebaran adalah tradisi berikutnya. Pantai, kolam renang, ‘waterpark’, candi, kebun binatang dan arena piknik bentuk lainnya sangat penuh pengunjung. Tarif tiket masuk, parkir, toilet, makan, cinderamata dan penginapan di arena tersebut pasti membubung naik. Begitu juga sampah, makanan sisa, dan kuman penyakit juga menggunung dan menyatu, sehingga mengurangi hakekat dan kenikmatan rekreasi. Padahal, kegiatan serupa di tempat yang sama, melibatkan keluarga inti yang sama, dan di waktu yang berbeda, justru akan lebih mudah, murah, dan menyenangkan, karena tidak bersamaan dengan pengunjung lain yang bukan keluarga inti.

Hasil gambar untuk rekreasi bersama keluarga

Mudik sering menurunkan stamina, meningkatkan kontak infeksi dan menyebabkan sakit, terutama pada anak. Obat darurat yang disiapkan sering tertinggal di rumah, tercecer di jalan atau dianggap tidak mempan. Dokter atau perawat jaga di fasilitas kesehatan daerah yang dikunjungi, sering dianggap terlalu ‘lugu, udik dan culun’, sehingga ‘diteror, dipaksa dan didikte’ untuk meresepkan obat yang sudah sering diresepkan dokter langganannya di kota besar, terutama antibiotika. Resep khusus untuk pasien mudik memang belum pernah dianalisis, tetapi tradisi ini dapat mengekang kebebasan profesi medik, mendorong terapi yang tidak rasional, meningkatkan resistensi bakteri, dan bahaya interaksi obat yang merugikan.

Hasil gambar untuk sakit mudik 2018

Mudik adalah tradisi, tetapi kepenatan, kecelakaan atau kematian pemudik adalah ironi. Tradisi sering tidak masuk akal, tetapi logika dapat menuntun kita berpikir jernih, terutama untuk merencanakan sebaik mungkin, aktivitas mudik Lebaran dan rekreasi pada tahun 2018 ini.

PB IDI

Sekian

Yogyakarta, 7 Juni 2015

*) pemudik jarak dekat, Sekretaris IDI Wilayah DIY, dokter spesialis anak, Lektor FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161.

 

Categories
Istanbul

2018 Kecelakaan Lalu Lintas

Hasil gambar untuk kecelakaan lalu lintas

KECELAKAAN   LALU   LINTAS
fx. wikan indrarto*)

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Irjen Royke Lumowa menyebut, jumlah korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas pada mudik Lebaran tahun 2017 lalu turun 519 orang atau sebesar 41,2 persen, dibandingkan tahun 2016. Dari 1.261 korban meninggal menjadi 742 orang. Ada tiga langkah, pertama sosialisasi keselamatan yang terus didengungkan, kedua menjaga daerah rawan, dan ketiga polisi juga langsung menindak tegas para pelanggar lalu lintas, yang membahayakan keselamatan jiwa. Selain itu, pemudik tahun 2017 lalu lebih kooperatif dan tertib berlalu lintas. Apa yang harus disadari?

Hasil gambar untuk kecelakaan lalu lintas

Laporan “Global status report on road safety 2015” menyebutkan bahwa sekitar 1,25 juta orang secara global meninggal setiap tahun, akibat kecelakaan lalu lintas, terutama pada remaja yang berusia 15-29 tahun. Sekitar 90% kematian di jalan raya tersebut terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah, meskipun negara tersebut sebenarnya hanya memiliki sekitar setengah dari total kendaraan di seluruh dunia. Tanpa tindakan yang berarti, kecelakaan lalu lintas diperkirakan akan meningkat menjadi penyebab utama atas 7 kematian global pada tahun 2030. ‘Agenda for Sustainable Development’s’ 2030 yang baru diadopsi, telah menetapkan target ambisius, yaitu mengurangi setengah jumlah kematian global dan cedera karena kecelakaan lalu lintas pada tahun 2020.

Hasil gambar untuk kecelakaan lalu lintas

Kecelakaan lalu lintas sangat disesalkan, karena telah diabaikan dari agenda kesehatan global selama bertahun-tahun, meskipun sebenarnya dapat diprediksi dan dicegah. Bukti dari berbagai negara menunjukkan bahwa keberhasilan dramatis dalam mencegah kecelakaan lalu lintas, dapat dicapai melalui upaya bersama yang melibatkan sektor kesehatan. Pemerintah perlu mengambil tindakan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan secara holistik, yang memerlukan keterlibatan dari berbagai sektor seperti perhubungan, kepolisian, kesehatan, dan pendidikan. Faktor risiko utama kecelakaan lalu lintas adalah kecepatan. Peningkatan kecepatan laju kendaraan di atas rata-rata, secara langsung berkaitan, baik dengan kemungkinan terjadinya kecelakaan, maupun dengan tingkat keparahan korban kecelakaan itu. Risiko seorang dewasa pejalan kaki akan meninggal hanya kurang dari 20% jika tertabrak mobil dengan kecepatan 50 km/jam, tetapi akan meningkat menjadi hampir 60% jika mobil melaju dalam kecepatan 80 km/jam. Pemberlakuan zona kecepatan 30 km/jam terbukti dapat mengurangi risiko kecelakaan dan direkomendasikan berlaku kawasan dengan banyak pejalan kaki, misalnya di daerah pemukiman dan sekolah.

.

Mengenakan helm secara benar oleh pengendara sepeda motor dapat mengurangi risiko kematian hampir 40% dan risiko cedera parah lebih dari 70%. Ketika aturan wajib helm sepeda motor ditegakkan secara efektif, tingkat penggunaan helm dapat meningkat menjadi lebih dari 90%. Mengenakan sabuk pengaman di dalam mobil, terbukti dapat mengurangi risiko kematian penumpang di kursi depan sampai 50% dan penumpang di kursi belakang sampai 75%. Jika dipasang dan digunakan secara benar, kursi dan sabuk pengaman khusus anak dapat mengurangi kematian bayi sekitar 70% dan kematian anak 80%. Selain itu, penggunaan telephon genggam atau HP dapat mengganggu penampilan atau performance pengemudi, yaitu waktu reaksi lebih lambat, terutama saat pengereman atau reaksi terhadap sinyal lalu lintas, gangguan kemampuan untuk selalu berada di jalur yang benar, dan menjaga jarak antar kendaraan yang layak. Penggunaan fitur pada HP berupa pesan teks seperti sms atau WA, menyebabkan kinerja pengemudi juga berkurang. Pengemudi yang menggunakan HP sekitar 4 kali lebih mungkin terlibat dalam kecelakaan, dibandingkan pengemudi yang tidak menggunakannnya, dan penggunaan fasilitas ‘hands-free HP’ tidak terbukti jauh lebih aman.

.

Bloomberg Initiative Global Road Safety (BIGRS) 2015-2019 berusaha untuk mengurangi korban jiwa dan luka karena kecelakaan lalu lintas, khususnya di negara berpenghasilan rendah dan menengah, yaitu di China, Filipina, Thailand dan Tanzania, dengan menyediakan dukungan teknis di bidang legislasi dan media pelatihan. Selain itu, juga mendukung keselamatan di jalan dengan cara meningkatkan keamanan di sekitar sekolah di Malawi dan Mozambik, dan dalam membantu meningkatkan layanan darurat di Kenya dan India, juga peningkatan penggunaan helm pada pengemudi sepeda motor dan mengurangi kadar alkohol saat mengemudi di sejumlah negara ASEAN.

.

Dalam tiga tahun terakhir, 17 negara telah menetapkan hukum terbaik tentang sabuk pengaman, mengemudi dalam pengaruh alkohol, kecepatan maksimal, helm sepeda motor atau perlindungan anak. Michael R. Bloomberg, pendiri Bloomberg Philanthropies melaporkan bahwa secara global terdapat 105 negara memiliki aturan tentang sabuk pengaman yang berlaku untuk semua penumpang, 47 negara memiliki undang-undang yang menentukan batas kecepatan nasional perkotaan maksimum 50 Km/jam dan menghimbau pemerintah daerah untuk mengurangi batas kecepatan di daerahnya masing-masing, 44 negara memiliki ketentuan tentang helm yang berlaku untuk semua pengendara dan penumpang sepeda motor, dan 53 negara memiliki aturan berdasarkan usia, tinggi atau berat badan, dan menerapkan pembatasan usia anak, sebagai penumpang mobil yang duduk di kursi depan. Laporan ini juga menemukan bahwa 80% kendaraan yang dijual di seluruh dunia, tidak memenuhi standar keselamatan dasar, khususnya di negara berpenghasilan rendah dan menengah, termasuk hampir 50% dari 67 juta mobil penumpang baru yang diproduksi pada tahun 2014.

Momentum mudik Lebaran 2018 mengingatkan kita akan tingginya risiko kecelakaan lalu lintas dan kematian. Sudahkah kita mencegahnya?

Neymar

Berkostum kesebelasan nasional Brazil saat berjemu di Panta Copacabana Rio de Janeiro, Brazil

.

Sekian

Yogyakarta, 7 Juni 2015

*) pemudik jarak dekat, Sekretaris IDI Wilayah DIY, dokter spesialis anak, Lektor FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161.

Categories
Istanbul

2018 HARI DONOR DARAH SEDUNIA

Hasil gambar untuk world blood donor day 2018

HARI DONOR DARAH DUNIA
fx. wikan indrarto*)

Setiap 14 Juni banyak negara di seluruh dunia merayakan Hari Donor Darah Sedunia (World Blood Donor Day). Acara ini bertujuan untuk berterima kasih kepada pendonor darah sukarela yang tidak dibayar, untuk hadiah darah yang menyelamatkan kehidupan pasien. Selain itu, juga untuk meningkatkan kesadaran akan perlunya donasi darah secara rutin. Hal lain yang tidak kalah penting adalah untuk memastikan kualitas, keamanan dan ketersediaan darah dan produk darah bagi pasien yang membutuhkan, termasuk pasien di seluruh Indonesia. Apa yang harus disadari?

Hasil gambar untuk world blood donor day 2018

 

Berdasarkan standar WHO, jumlah kebutuhan minimal darah di Indonesia sekitar 5,1 juta kantong darah pertahun (2% jumlah penduduk Indonesia), sedangkan produksi darah dan komponennya saat ini sebanyak 4,1 juta kantong dari 3,4 juta donasi. Dari jumlah darah yang tersedia, 90% di antaranya berasal dari pendonor darah sukarela. Telah ada program kerja sama antara Puskesmas, unit transfusi darah (UTD) dan rumah sakit dalam pelayanan darah, untuk menjamin tersedianya darah yang cukup bagi ibu hamil, melahirkan, dan nifas. Saat ini sebanyak 2.394 Puskesmas melalui 123 Dinas Kesehatan kabupaten/kota telah menandatangani nota kesepahaman dengan UTD dan Rumah Sakit. Sekitar 28% penyebab kematian ibu saat bersalin di Indonesia tahun 2016 adalah pendarahan. Hal ini dapat dicegah, jika semakin banyak pendonor darah sukarela yang secara rutin mendonorkan darahnya.

 

Hasil gambar untuk world blood donor day 2018

 

Transfusi darah dan produk darah membantu menyelamatkan jutaan nyawa setiap tahun. Tindakan ini dapat membantu pasien yang menderita penyakit berat yang mengancam jiwa, agar hidup lebih lama. Selain itu, transfusi darah juga dapat berperan agar kualitas hidup pasien menjadi lebih tinggi dan mendukung prosedur medis ataupun tindakan bedah yang rumit. Transfusi juga memiliki peran penting, dalam menyelamatkan jiwa ibu dan anak, juga selama kondisi tanggap darurat terhadap bencana buatan manusia dan alam.

 

 

Tema kampanye Hari Donor Darah Sedunia tahun 2018 ini adalah : Berikan darah. Bagikan kehidupan. (Give blood. Share life.) Hal ini untuk menyoroti donor darah sebagai aksi solidaritas, sesuai dengan nilai fundamental manusia dari altruisme, rasa hormat, empati dan kebaikan. Selain itu, juga untuk mempromosikan sistem donasi sukarela, dalam mendorong setiap orang untuk lebih peduli satu dengan yang lain, sehingga menghasilkan ikatan sosial (generate social ties) dan komunitas yang bersatu. Kampanye tahun ini juga berisi cerita dari para pasien yang hidupnya telah diselamatkan melalui donor darah. Hal ini merupakan salah satu cara untuk memotivasi para pendonor darah, agar secara rutin terus memberikan darah. Juga untuk memotivasi semua orang sehat yang belum pernah mendonorkan darah, untuk mulai melakukannya, terutama para kaum muda.

 

 

Hasil gambar untuk world blood donor day 2018

 

Selain itu, juga untuk meningkatkan kesadaran yang lebih luas bahwa donor darah adalah tindakan altruistik yang menguntungkan semua masyarakat dan bahwa pasokan darah yang memadai hanya dapat dipastikan, melalui donasi rutin oleh donor darah sukarela yang tidak dibayar. Tujuan lainnya adalah untuk menyoroti kebutuhan akan donasi darah sepanjang tahun, serta komitmen untuk mempertahankan persediaan darah yang memadai dan mencapai swasembada darah nasional. Juga untuk mengenalkan bahwa donor darah merupakan ekspresi partisipasi masyarakat dalam sistem kesehatan, dan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga suplai darah yang cukup, aman dan berkelanjutan. Tuan rumah acara untuk ‘World Blood Donor Day’ 2018 adalah ‘the Hellenic National Blood Centre’ Yunani, yang akan diadakan di pusat kota Atena pada 14 Juni 2018.

 

Hasil gambar untuk world blood donor day 2018

Tujuan lain kampanye ini juga untuk mendorong semua orang dalam memperkuat kesiapsiagaan darurat layanan kesehatan, dengan menyumbangkan darah. Juga untuk melibatkan pihak berwenang dalam pembentukan program donor darah nasional yang efektif, dengan kapasitas yang memadai, termasuk pada saat peningkatan permintaan darah selama keadaan darurat. Untuk mempromosikan penyertaan layanan transfusi darah dalam kegiatan kesiapsiagaan dan tanggap darurat nasional. Untuk membangun kesadaran masyarakat yang lebih luas mengenai kebutuhan akan donor darah sepanjang tahun. Untuk menjaga persediaan yang memadai dan mencapai kemandirian nasional darah. Selain itu, juga bertujuan untuk mempromosikan kerjasama internasional, atas asas sumbangan darah sukarela, sekaligus meningkatkan keamanan dan ketersediaan darah secara global.

Donor Darah

 

Donor darah tidak hanya memberikan manfaat kepada para penerima darah atau pasien, tetapi juga kepada para pemberinya atau pendonor. Beberapa manfaat donor darah adalah menjaga kesehatan jantung, menurunkan risiko serangan jantung hingga 88%, menjadikan darah mengalir lebih lancar, meningkatkan produksi sel darah merah baru, menjalani cek kesehatan rutin meliputi suhu tubuh, tekanan darah, nadi, dan kadar hemoglobin, juga 13 jenis tes laboratorium klinis. Selain itu, juga memperpanjang usia, membantu menurunkan berat badan, membakar kalori, meningkatkan kapasitas fungsional paru-paru dan ginjal, dan meningkatkan kesehatan psikologis para pendonor.

 

Terdapat 6 syarat penting yang harus dipenuhi utnuk menjadi pendonor darah, yaitu berat badan minimal 50 kg, usia 18-60 tahun, suhu tubuh normal, tidak melebihi 37,5 derajat Celcius, tidak memiliki penyakit menular, HIV, kanker, diabetes atau tuberkulosis, rabies, asma, dll. Selain itu, juga tingkat minimum hemoglobin adalah 12.5 g/dL, nadi antara 50 hingga 100 tanpa hambatan, tekanan darah diastolik antara 50-100 mm Hg, dan sistolik antara 100-180 mm Hg, donor darah terakhir sebelumnya minimal 56 hari.

 

Hasil gambar untuk world blood donor day 2018

 

Momentum Hari Donor Darah Sedunia tahun 2018 ini mengingatkan kita semua agar mendonorkan darah dan membagikan kehidupan (Give blood, Share life). Sudahkah Anda menjadi pendonor darah sukarela?

 

dr Wikan 5

Sekian

Yogyakarta, 5 Juni 2018

*) Pendonor darah sukarela di PMI Cabang Kota Yogyakarta, Sekretaris IDI Wilayah DIY, dokter spesialis anak, Lektor FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161, e-mail : fxwikan_indrarto@yahoo.com

 

 

Categories
Istanbul

2018 Aktivitas Fisik

Hasil gambar untuk aktivitas fisik

 

AKTIVITAS   FISIK

fx. wikan indrarto*)

Direktur Jenderal WHO Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus Senin, 4 Juni 2018 bersama dengan Perdana Menteri Portugal António Costa di Lisbon, Portugal, meluncurkan sebuah rencana aksi Global WHO. Aksi terbaru ini terkait aktivitas fisik (the global action plan on physical activity), agar lebih banyak orang aktif untuk dunia yang lebih sehat (more active people for a healthier world). Apa yang harus kita lakukan?

 

Hasil gambar untuk aktivitas fisik

 

Kampanye aktivitas fisik 2018 ini memiliki tema Ayo Aktif: Semua Orang, Di Mana Saja, Setiap Hari (‘Let’s Be Active: Everyone, Everywhere, Everyday’). Dorongan baru ini, diluncurkan oleh ikon Asosiasi Sepak Bola Portugis, Cidade do Futebol (City of Football), bertujuan untuk mendorong semua pemerintah dan pemerintah kota, agar menciptakan kemudahan bagi semua orang untuk lebih aktif secara fisik dan lebih sehat. Kebijakan dan rencana untuk mengatasi kurangnya aktivitas fisik pada anak, sebenarnya telah dikembangkan oleh sekitar 80% negara anggota WHO. Namun demikian, pada tahun 2013 secara operasional hanya dilakukan oleh 56% negara.

 

Hasil gambar untuk aktivitas fisik

 

Aktivitas fisik adalah gerakan tubuh yang dihasilkan oleh otot rangka yang membutuhkan pengeluaran energi, termasuk kegiatan yang dilakukan saat bekerja, bermain, melakukan pekerjaan rumah tangga, bepergian, dan rekreasi. Menjadi aktif secara fisik sangat penting untuk kesehatan, tetapi di dunia modern ini, kita menjadi lebih sulit karena lebih banyak tantangan, terutama karena kota dan komunitas kita, tidak dirancang dengan cara yang benar.

 

Hasil gambar untuk aktivitas fisik

 

Di seluruh dunia, satu dari lima orang dewasa, dan empat dari lima remaja (11-17 tahun), tidak melakukan aktivitas fisik yang memadai. Balita, anak perempuan, wanita, lansia, orang miskin, orang disabilitas dan dengan penyakit kronis, populasi terpinggirkan, dan penduduk lokal, pada umumnya memiliki lebih sedikit kesempatan untuk melakukan aktivitas fisik atau bergerak aktif. Pada hal, anak dan remaja harus melakukan aktivitas fisik setidaknya 60 menit, dengan intensitas dari sedang hingga kuat dalam sehari. Namun demikian, aktivitas fisik dalam waktu yang lebih lama dari 60 menit setiap hari, terbukti akan memberikan manfaat kesehatan tambahan. Aktivitas fisik ini harus mencakup kegiatan yang memperkuat otot dan tulang, setidaknya 3 kali per minggu.

 

Hasil gambar untuk aktivitas fisik

 

Aktivitas fisik pada anak secara teratur dengan intensitas sedang, seperti jalan kaki, bersepeda, atau melakukan olahraga ringan, memiliki manfaat yang signifikan untuk kesehatan anak. Manfaat saat aktif secara fisik lebih besar daripada potensi bahayanya, misalnya karena cidera dan kecelakaan saat berolah raga. Sedikit gerak badan oleh anak tetap lebih baik daripada tidak melakukan sama sekali. Dengan menjadi lebih aktif sepanjang hari dengan cara yang relatif sederhana, semua anak cukup mudah mencapai tingkat aktivitas yang direkomendasikan.

 

 

Aktivitas fisik pada anak akan mampu meningkatkan kebugaran otot dan kardiorespirasi, derajad kesehatan dan fungsi tulang. Selain itu, juga mengurangi risiko hipertensi, penyakit jantung koroner, stroke, diabetes, berbagai jenis kanker (termasuk kanker payudara dan kanker usus besar), dan depresi di kemudian hari. Aktivitas fisik pada anak yang tidak cukup memadai merupakan salah satu faktor risiko utama untuk kematian dini pada usia belia, dan terus meningkat di banyak negara, menambah beban penyakit tidak menular atau ‘Non Communicable Diseases’ (NCD) dan mempengaruhi derajad kesehatan anak di seluruh dunia. Anak dan remaja yang kurang aktif, memiliki 30% peningkatan risiko kematian dini saat dewasa dibandingkan dengan  yang cukup aktif.

 

Hasil gambar untuk aktivitas fisik

 

Aktivitas fisik secara teratur adalah kunci untuk mencegah dan mengobati NCD, seperti penyakit jantung, stroke, diabetes, kanker payudara dan usus besar. NCD bertanggung jawab atas 71% dari semua kematian secara global, termasuk untuk kematian 15 juta orang per tahun yang berusia 30 hingga 70 tahun. Kita tidak perlu menjadi atlet profesional untuk berolah raga. Selain itu, juga memilih untuk bergerak aktif. Lewat tangga naik ke lantai berikutnya dan bukan memencet tombol lift, berjalan kaki atau naik sepeda, bukannya naik motor atau mobil hanya untuk pergi ke toko tetangga, keduanya adalah pilihan kita setiap hari yang dapat membuat kita lebih sehat.

 

 

Rencana aksi ini merancang setiap negara dapat mengurangi aktivitas diam (physical inactivity) pada orang dewasa dan remaja sebesar 15% pada tahun 2030. Aksi global ini merekomendasikan 20 bidang kebijakan, yang apabila berhasil digabungkan dapat bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang lebih aktif secara fisik, melalui penciptaan lingkungan publik. Selaian itu, juga terciptanya peluang dan kemampuan bagi semua orang dari segala usia, untuk melakukan lebih sering aktivitas fisik seperti berjalan kaki, bersepeda, olahraga, rekreasi aktif, menari dan bermain.

 

Hasil gambar untuk aktivitas fisik

 

Peningkatan penggunaan moda transportasi modern, seperti pengantaran anak dengan mobil atau motor sampai ke gerbang sekolah, berkontribusi untuk aktivitas fisik yang tidak cukup memadai. Secara global, 81% remaja berusia 11-17 tahun kurang aktif secara fisik pada tahun 2010. Remaja perempuan kurang aktif dibandingkan remaja laki-laki, dengan 84% dibandingkan 78%, sehingga tidak memenuhi rekomendasi WHO. Beberapa faktor lingkungan berikut ini dapat mencegah anak untuk menjadi lebih aktif, seperti kekawatiran orangtua, takut akan kekerasan dan kejahatan di luar rumah, kepadatan arus lalu lintas, kualitas udara yang rendah atau polusi, kurangnya taman, trotoar dan fasilitas olahraga atau rekreasi di alam terbuka.

 

Hasil gambar untuk aktivitas fisik

 

Aksi Global WHO ini menyerukan bahwa setiap negara, masyarakat dan orangtua harus mengambil tindakan, agar anak memiliki lebih banyak kesempatan untuk melakukan aktivitas fisik atau bergerak secara aktif. Sudahkah Anda peduli dengan kesehatan anak di sekitar kita?

Mager (mari bergerak) dan let’s move on.

PB IDI

Sekian

Yogyakarta, 5 Juni 2018

*) Sekretaris IDI Wilayah DIY, dokter spesialis anak, Lektor FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161, e-mail : fxwikan_indrarto@yahoo.com

 

Categories
Istanbul

2018 Terapi HCV

 

Hasil gambar untuk hepatitis c

TERAPI  HEPATITIS  C

fx. wikan indrarto*)

Jumat, 13 April 2018, diberitakan di Paris, Perancis bahwa akses kepada terapi kuratif hepatitis C telah meningkat. Laporan tersebut mencatat bahwa dengan perawatan yang lebih sederhana dan lebih terjangkau, maka akan menjadi lebih mudah tersedia untuk menyelamatkan jiwa dan mempercepat peningkatan skala global. Apa yang sebaiknya diketahui?

 

Hasil gambar untuk hepatitis c

 

Diperkirakan 1,5 juta orang telah memulai terapi kuratif dengan sofosbuvir, sebuah obat antivirus aksi langsung (DAA atau direct-acting antiviral) pada tahun 2016, dibandingkan dengan sekitar 1 juta pada tahun 2015. Di balik peningkatan yang mengesankan pada tahun 2016 tersebut, beragam negara telah mengambil tindakan penting. Mesir dan Pakistan, dua negara dengan beban terberat infeksi virus hepatitis C (HCV) di dunia, menyumbang setengah dari jumlah orang yang menerima obat HCV. Negara-negara lain yang melaporkan kemajuan termasuk Australia, Brasil, Cina, Perancis, Georgia, Mongolia, Maroko, Rwanda dan Spanyol. Meskipun ada kemajuan yang signifikan, jumlah keseluruhan orang yang menerima obat HCV masih hanya sekitar 3 juta, dari total 71 juta orang yang membutuhkannya.

 

Hasil gambar untuk hepatitis c

 

 

Para pemimpin global dan nasional seharusnya memanfaatkan peluang luar biasa yang sekarang tersedia, untuk menyembuhkan sebanyak mungkin orang dengan hepatitis C kronis dan menyelamatkan nyawa mereka. Beberapa negara dengan cepat telah bertindak dalam meningkatkan cakupan layanan, menunjukkan bahwa penghapusan hepatitis C bukanlah mimpi, tetapi itu dapat dan harus dilakukan, kata Dr. Gottfried Hirnschall, Direktur Departemen HIV dan Program Hepatitis Global WHO.

 

Hasil gambar untuk hepatitis c

 

 

Diagnosis utama infeksi HCV cukup dengan pemeriksaan serologis untuk mendeteksi antigen dan antibodi terhadap virus ini. Sebaliknya, untuk konfirmasi diagnosis primer, untuk mengukur viral load, dan untuk menentukan genotipe ataupun mutan resistan sebelum pengobatan antivirus, diperlukan tes molekuler kualitatif dan kuantitatif. Namun demikian, penyederhanaan besar dalam pengobatan HCV dan penyediaannya untuk mendukung peningkatan cakupan terapi dalam skala global, sekarang dimungkinkan. Perawatan baru yang sangat efektif, yang dapat menyembuhkan semua atau 6 subtipe HCV utama, dengan tingkat keberhasilan lebih dari 90%, sekarang tersedia. Pemberian terapi kausatif sekarang dapat disederhanakan, dengan penggunaan obat kombinasi dosis tetap, yaitu satu pil per hari, dengan menghilangkan persyaratan pemeriksaan genotipe. Sebelum ini, pasien dengan infeksi HCV memerlukan tes genotipe yang mahal, sebelum memulai terapi kausatif, untuk menentukan obat yang mana dari beberapa rejimen yang berbeda, yang paling mungkin dapat menyembuhkannya.

 

Hasil gambar untuk hepatitis c

 

Penggunaan rejimen pan-genotip (semua jenis genotip) semacam itu, juga dapat mempermudah banyak negara dalam mengelola pengadaan dan pasokan DAA, untuk mempercepat upaya peningkatan cakupan terapi kausatif. Bukti baru yang ditunjukkan ini, mendorong semua remaja mulai usia 12 tahun atau lebih, juga orang dewasa dengan HCV kronis (kecuali wanita hamil), harus ditawarkan tentang pengobatan dengan terapi kausatif ini. Selain itu, memulai pengobatan kuratif lebih dini pada semua orang dengan hepatitis C, terlepas dari stadium penyakit mereka, dapat sangat bermanfaat. Ini berarti mereka akan sembuh dengan cepat, bahkan secara signifikan mengurangi risiko kanker hati dan penyakit lainnya.

 

 

Secara global, sekitar 400.000 orang meninggal karena sirosis dan kanker hati, yang disebabkan oleh infeksi HCV yang tidak diobati setiap tahun. Ketua Peneliti Hati Indonesia (PPHI) Dr. Irsan Hasan, SpPD-KGEH mengatakan berdasarkan data riset dari Kementerian Kesehatan tahun 2013, prevelansi masyarakat Indonesia yang terinfeksi virus hepatitis C sebesar 2,5 persen atau sekitar 5 juta orang. Kasubdit Hepatitis dan Penyakit Infeksi Saluran Pencernaan, Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Kemenkes RI Dr. Sedya Dwisangka melaporkan, berdasarkan hasil Riskesda 2017, sebanyak 7,1 % penduduk Indonesia mengidap hepatitis B. Hepatitis C dan B tidak jauh beda, hanya selisih 1,01 % penduduk Indonesia mengidap Hepatitis C.

 

Hasil gambar untuk hepatitis c

 

Penyembuhan dengan terapi kausatif diprediksi dapat menyebabkan pengurangan setidaknya 87% kematian terkait gagal hati dan 80% risiko kanker hati karena HCV. Obat tersebut juga dapat mengurangi komorbiditas umum pada orang dengan HCV, seperti depresi, diabetes dan penyakit ginjal kronis. Sebagian besar, diperkirakan 62% orang yang membutuhkan terapi kuratif HCV, tinggal di negara berpenghasilan rendah dan menengah, yang memiliki lisensi sukarela (voluntary licenses) untuk penggunaan DAA dan karena itu mereka dapat memperoleh obat versi generik secara murah. Pada akhir Maret 2017, WHO melakukan prakualifikasi bahan aktif farmasi generik dari sofosbuvir untuk pengobatan hepatitis C. Langkah ini akan memungkinkan lebih banyak negara untuk memproduksi obat hepatitis C yang terjangkau.

 

Hasil gambar untuk hepatitis c

Keberhasilan mencapai tujuan penghapusan semua hepatitis (to eliminate hepatitis) pada tahun 2030 sebenarnya tidak terlalu ambisius. Laporan dari 28 negara dengan beban hepatitis tinggi, telah memberi alasan untuk optimis dalam mengendalikan hepatitis, termasuk Hepatitis C.

Sudahkah Anda terlibat membantu?

 

Neymar

Sekian

Yogyakarta, 26 April 2018

*) dokter spesialis anak di RS Siloam @ LippoPlaza dan RS Panti Rapih, Ketua IDI Cabang Kota Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, Lektor di FK UKDW

WA : 081227280161, email : fxwikan_indrarto@yahoo.com

 

 

Categories
Istanbul

2018 Campak dan Gizi Buruk

Hasil gambar untuk campak pada anak

 

CAMPAK  DAN  GIZI  BURUK

fx. wikan indrarto*)

Jumlah korban meninggal akibat campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat, Papua, tercatat 61 anak. Imunisasi campak massal ulangan dilaksanakan mulai Senin, 15 Januari 2018. Mengapa masih ada campak dan gizi buruk?

 

Hasil gambar untuk campak pada anak

 

Pada Jumat, 15 September 2017 di markas FAO Roma, Italia dikeluarkan laporan resmi  tentang kelaparan ulang (the resurgence of hunger), yang mempengaruhi 815 juta orang atau 11 persen dari populasi global pada tahun 2016. Menurut laporan ‘The State of Food Security and Nutrition in the World 2017’ tersebut, kenaikan sebanyak 38 juta, lebih banyak dari tahun sebelumnya, sebagian besar terjadi pada pengungsi yang disebabkan oleh konflik bersenjata, bencana alam terkait iklim, dan penurunan daya beli ekonomi. Jumlah keseluruhan orang yang mengalami kelaparan di Asia 520 juta, di Afrika 243 juta, di Amerika Latin dan Karibia 42 juta.

 

Gambar terkait

 

Menurut Profil Kesehatan Indonesia 2016, balita dengan gizi buruk sebanyak 3,4% dan gizi kurang 14,4%. Sebenarnya Papua yang memiliki balita dengan gizi buruk 3,2% dan gizi kurang 11,9% adalah lumayan baik, yaitu pada peringkat ke 9 propinsi paling sedikit memiliki balita dengan gizi buruk dan kurang. Kabupaten Asmat dengan luas 31 ribu km2 dan ibukota Agats, memiliki medan yang sulit karena dari luar daerah hanya dapat dicapai menggunakan pesawat kecil dan kapal laut dari Timika dan Merauke. Oleh karena hanya memiliki 26 dokter, 97 bidan, dan 198 perawat yang bekerja di 1 RS, 13 Puskesmas, dan 161 Posyandu, maka hampir 90% ibu hamil dan menyusui dalam kondisi gizi buruk. Semuanya adalah faktor risiko untuk terjadinya balita dengan gizi buruk juga.

 

Hasil gambar untuk gambar gizi buruk pada anak

 

 

Untuk pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan di pelosok Indonesia, telah diadakan program Nusantara Sehat berbasis tim, di bawah koordinasi Badan PPSDMK Kemenkes RI sejak tahun 2015, sesuai PMK Nomor 23 Tahun 2015. Tim tenaga kesehatan minimal terdiri dari lima jenis, yaitu dokter, perawat, bidan, dan dua tenaga kesehatan lainnya, yaitu dokter gigi, gizi, kesehatan lingkungan, laboratorium medik, kefarmasian atau kesehatan masyarakat. Masa penugasan khusus berbasis tim adalah dua tahun di puskesmas, terutama dengan kriteria sangat terpencil. Sampai dengan tahun 2016, telah dilaksanakan penugasan dengan lima periode keberangkatan. Total penempatan di 28 provinsi, 91 kabupaten, dan 251 puskesmas. Jenis tenaga yang paling banyak diberangkatkan yaitu bidan (17,7%) dan perawat (15%), dengan lokasi terbanyak adalah NTT yaitu 212 orang. Sedangkan di Papua, termasuk ke Asmat hanya ada pada periode 1 sampai 4, terbanyak di 14 puskesmas pada periode 2.

 

Hasil gambar untuk nusantara sehat 2018

Penempatan tim tenaga kesehatan tersebut juga untuk mendukung ‘Sustainable Development Goals’ (SDGs), yaitu untuk mengakhiri kelaparan dan kekurangan gizi pada tahun 2030. Prioritas kebijakan internasional tertinggi, yaitu untuk melawan kembalinya kelaparan (the resurgence of hunger) pada anak, dengan mengatasi semua faktor yang melemahkan ketahanan pangan dan gizi. Prevalensi kelaparan di negara yang terkena dampak konflik bersenjata adalah 4,4 persen lebih tinggi daripada di negara lain. Di wilayah dengan kerapuhan lembaga pemerintahan, sistem layanan kesehatan dan bencana lingkungan, prevalensinya menjadi 18 persen lebih tinggi. Anak balita yang tinggal di wilayah dengan krisis kemanusiaan berlarut-larut, hampir 2,5 kali lebih banyak bertubuh lebih kecil daripada anak sebayanya di wilayah lain. Selain itu, mereka juga lebih rentan terkena penyakit infeksi mematikan, seperti campak.

 

Hasil gambar untuk campak pada anak

 

Campak (rubeola, morbili, measles atau gabagen) adalah suatu penyakit infeksi virus yang sangat menular. Penyakit ini disebabkan karena infeksi virus campak dalam golongan paramixovirus. Penularan infeksi terjadi karena menghirup percikan ludah penderita campak. Campak menular sejak awal masa sakit sampai 4 hari sejak munculnya ruam kulit. Gejala klinis berupa demam, nyeri tenggorokan, pilek, batuk, nyeri otot, dan mata merah. Pada 2-4 hari kemudian muncul bintik putih kecil di mulut bagian dalam (bintik Koplik). Ruam (kemerahan di kulit) muncul 3-5 hari setelah timbulnya gejala di atas.

 

 

Pada puncak penyakit, penderita merasa sangat sakit, ruamnya meluas serta suhu tubuhnya mencapai 40° Celsius dan 3-5 hari kemudian suhu tubuhnya turun, penderita mulai merasa baik dan ruam yang tersisa segera menghilang. Komplikasi campak adalah infeksi bakteri pada paru-paru (pneumonia), telinga tengah (otitis), otak (ensefalitis) dan kematian. Pada anak yang sehat dan gizi cukup, campak jarang berakibat serius. Orang yang rentan terhadap campak adalah balita, tidak mendapatkan imunisasi, dan gizi buruk. Pencegahan menggunakan vaksin campak yang merupakan bagian dari imunisasi rutin pada bayi pada umur 9 bulan. Persentase cakupan imunisasi campak pada bayi di Indonesia tahun 2016 sebesar 93%, sedangkan di Papua hanya 63,5% atau kedua terendah di Indonesia sebelum Kalimantan Utara.

 

Hasil gambar untuk ‘The UN Decade of Action on Nutrition’,

 

Dasawarsa ini telah ditetapkan oleh Majelis Umum PBB sebagai ‘The UN Decade of Action on Nutrition’, agar semua pemerintah bertindak untuk mengatasi kekurangan gizi dan kelaparan ulang. Selain itu, program penempatan tim tenaga kesehatan Nusantara Sehat dan imunisasi campak massal yang berkesinambungan, diharapkan dapat mengatasi dampak mematikan campak dan gizi buruk, seperti yang terjadi di Asmat, Papua awal tahun 2018 lalu.

 

Sudahkah kita peduli?

Komdik RSPR 1

Sekian

Yogyakarta, 16 Januari 2018

*) Sekretaris IDI Wilayah DIY, dokter spesialis anak, Lektor di FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161, e-mail : fxwikan_indrarto@yahoo.com

Categories
Istanbul

2018 Klaim Tunda JKN

bdc7e-602420_10152170772707491_1857151570_n

 

KLAIM TUNDA JKN
fx. wikan Indrarto*)

 

Terjadinya selisih biaya negatif karena tarif INA CBGs pada umumnya lebih rendah dibandingkan tarif riel RS, meskipun RS sudah melakukan berbagai upaya efisiensi, terbukti telah memangkas relatif besar pendapatan finansial RS. Selain itu, masih banyaknya penundaan pencairan klaim oleh BPJS Kesehatan, terutama di RS Swasta, semakin menyulitkan ruang fiskal RS untuk berkembang. ARSSI (Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia) Cabang DIY telah mengumpulkan data dan permasalahan dari 15 RS swasta besar di seluruh DIY. Bagaimana koreksi sebaiknya kita mulai?

Permasalahan yang terjadi di RS swasta dapat dirangkum dalam aspek administratif kebijakan, teknis pendaftaran, layanan pasien, penyusunan, dan pencairan klaim. Kendala klaim dalam aspek kebijakan, perijinan atau regulasi, termasuk ketentuan bahwa kasus yang belum tegak diagnosisnya, diwajibkan untuk dikoding sebagai kasus perbaikan stamina atau KU, kasus shock wajib disertakan data rekam medik, dan ‘dispute’ atau penolakan layanan fisioterapi, adalah ketentuan yang layak diperdebatkan.

 

Kendala dalam aspek perangkat lunak komputer atau soft ware, ternyata juga tidak sedikit. Pada saat proses penginputan klaim obat sering terkendala, karena tidak adanya nama obat dalam program asterix. Juga aturan bahwa SEP yang tertunda lebih dari 3 hari harus dilakukan konfirmasi ulang, justru sering menyebabkan penerbitan proses SEP lebih lebih lama. Perubahan ‘data based’ peserta PBI (Penerima Bantuan Iur) tidak ada pemberitahuan sebelumnya, bahkan peserta mandiri dengan tunggakan pembayaran saat dirawat inap, juga tidak diberitahu dan harus mengurus pengaktifan kepesertaan ke kantor BPJS terdekat. Juga koneksi jaringan V-claim sering tidak stabil (up and down), fitur V-claim tidak dilengkapi alarm untuk membantu RS mengoreksi data yang sudah di-entri dan akan di-upload. Pada hal, ketidaksesuaian data antara SEP, E-claim dan V-claim akan dijadikan alasan bahwa klaim belum dapat diproses. Selain itu, layanan obat kronis belum lancar karena data yang sudah di-entry, dapat saja tidak muncul di aplikasi verifikator. Juga entry data harus berulang, karena aplikasinya belum dapat sinkron dengan NCC Kemenkes.

 

Kendala dalam aspek pengajuan klaim, tidak kalah rumit. Misalnya tidak ada konfirmasi ketika berkas klaim akan di-pending, hanya karena perbedaan persepsi antara petugas verifikator dengan coder RS. Proses penyelesaian verifikasi dan pembayaran klaim yang dipecah dengan alasan karena verifikator tidak mampu menyelesaikan semua klaim, sehingga setiap bulan pasti ada klaim yang belum diverifikasi dan semakin lama semakin banyak. Sistem ‘fingerprint’ di unit hemodialisa masih sering error dan adanya permintaan perubahan coding oleh verifikator, terutama untuk tarif INA CBG’s yang lebih tinggi dari tarif RS, seringkali mempengaruhi kelancaran proses klaim.

 

Selain itu, dalam aspek pengajuan klaim adanya pergantian personil verifikator sering menyebabkan perbedaan proses verifikasi dan petugas verifikator tidak cukup kompeten secara medis, termasuk saat verifikator menggunakan standar DPM lokal, sedangkan RS tidah diberitahu tentang standar tersebut. Misalnya untuk kasus pneumonia dan bronkhitis, kini diwajibkan adanya bukti foto rontgen dada yang tidak spesifik untuk menunjang diagnosis tersebut, pada hal sebelumnya tidak dipermasalahkan. Namun demikian, verifikator tidak bersedia menyampaikan persyaratan tersebut secara tertulis. Kendala klaim karena ketidaksepakatan koding antara RS dengan verifikator ini, dialami oleh 7 dari 15 RS swasta besar di DIY.

Kendala layanan JKN yang lain terjadi pada pasien, misalnya pasien tidak memahami prosedur layanan di RS, tetapi justru pasien merasa dipersulit. Misalnya datang tanpa surat rujukan, tidak tahu kalau kartunya tidak aktif dan pasien yang tidak mau dirujuk balik ke PPK 1. Juga ada pasien yang datang kontrol paska operasi dengan kasus sesuai kompetensi dokter di PPK 2, tetapi apabila kontrol lebih dari 2 kali dianggap klaim tidak layak, karena harus dirujuk balik ke PPK 1.

 

Kendala pada proses pendaftaran pasien untuk layanan di RS, juga ada. Misalnya ketentuan Vclaim yang berbasis internet atau ‘web based’ menghambat proses pendaftaran, karena vclaim sering ‘error’, ‘down’, dan sering ada ‘update’ otomatis pada jam sibuk. Selain itu, para dokter di klinik masih sering mengalami kesulitan meresepkan obat sesuai e-catalog, termasuk banyak obat kronis yang tidak terdaftar dalam sofware klaim obat kronis. Misalnya amlodipin 5 mg, glibenclamide, miniaspi, mikardis, dan valsartan. Bahkan ketersediaan obat di RS sering kosong.

 

Pada era v-claim, proses layanan harus entry data 2 kali, yaitu untuk e-claim dan v-claim, sehingga layanan menjadi kurang efisien. Selain itu, ada juga kendala log out v-claim yang sangat cepat, hanya 60 detik, sehingga menghambat saat proses SEP berjalan. Pada era Vedika sebelum ini, berkas klaim susulan dan pending menumpuk tanpa ada informasi kejelasan klaim. Selain itu, untuk pengajuan klaim obat dengan tanda asterix atau paket di luar INA-CBGs, terdapat beberapa kendala misalnya data obat di sistem dapat berubah tanpa pemberitahuan, jika sudah entry data dan kemudian sistem di-update otomatis, maka data harus dihapus dan di-entry ulang, serta beberapa obat kronis tidak ada dalam daftar. Selain itu, regulasi pengklaiman obat khusus seperti obat inhaler tidak sama pada semua RS, pemberian obat lebih dari 30 tablet per bulan tidak dapat di-entry, dan perbedaan regulasi obat kronis dengan regulasi Fornas.

 

Besarnya klaim bulan Oktober sampai Desember 2016 yang tertunda pada 15 RS swasta besar di DIY mencapai lebih dari Rp. 96,521,465,700 (hampir seratus milyar rupiah). Pada hal, pada MoU antara RS dengan BPJS Kesehatan disebutkan adanya denda 1% per bulan, atas keterlambatan pencairan klaim. Namun demikian, pelaksanaan pembayaran denda sangat sulit diekskusi. Meskipun penundaan klaim sudah sering terjadi, tetapi pembayaran denda ini rasanya belum pernah dilaksanakan.

 

Kendala dalam pencairan klaim yang dialami oleh banyak RS swasta besar di DIY menyadarkan kita semua bahwa program JKN perlu dikritisi, termasuk dalam aspek teknis oleh BPJS Kesehatan. RS swasta harus memperjuangkan perbaikan, agar tidak mengalami defisit finansial yang semakin menganga. Apakah kita sudah terlibat membantu?

 

 

dr Wikan 6

Sekian
Yogyakarta, 15 Januari 2018
*) Ketua IDI Cabang Kota Yogyakarta, dokter spesialis anak, Lektor di FK UKDW Yogyakarta, Pengurus ARSSI Cabang DIY, Alumnus S3 UGM, WA 081227280161, e-mail : fxwikan_indrarto@yahoo.com

 

Categories
Istanbul

2018 DOKTER PANCASILA

Hasil gambar untuk hari lahir pancasila

 

DOKTER  PANCASILA

fx. wikan indrarto*)

 

Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden No. 24 Tahun 2016 telah menetapkan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila. Presiden ingin agar seluruh masyarakat Indonesia mengetahui asal-usul Pancasila yang menjadi ideologi dan dasar negara Indonesia. Apa yang harus kita sadari, termasuk oleh para dokter?

 

 

Hasil gambar untuk sutaryo

 

Prof. Dr. dr. Sutaryo, SpA(K), seorang dokter spesialis anak dan guru besar UGM Yogyakarta yang biasa disapa Prof. Taryo menegasakan, bahwa Pancasila merupakan salah satu warisan dari para pendiri bangsa. Terdapat tiga hal yang digariskan dalam warisan Pancasila yang disebut sebagai Trisakti Pancasila.  Tiga hal tersebut adalah berdaulat di bidang politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian di bidang budaya. Melalui Trisakti bangsa Indonesia mampu untuk hidup damai dan sejahtera.

 

 

Gambar terkait

 

 

Prof. Taryo adalah dokter yang menjadi motor penyelenggaraan Kongres Pancasila I di UGM Yogyakarta Tahun 2009. Dengan melakukan kajian secara ilmiah di PTN ternama, Trisakti Pancasila tentu saja akan terus semakin teranalisis, terwujud dan tidak ketinggalan jaman. Kongres Pancasila II diadakan di Universitas Udayana, Denpasar Tahun 2010, III di Universitas Airlangga Surabaya Tahun 2011, dan IV kembali di UGM, Yogyakarta. Berikutnya, Kongres Pancasila V Tahun 2013 dan VI di Universitas Pattimura, Ambon Tahun 2014, VII, VIII dan IX di UGM Yogyakarta. Bahkan Presiden Joko Widodo tampil langsung saat menjadi pembicara kunci Kongres Pancasila IX, di halaman Balairung UGM Yogyakarta yang legendaris, pada hari Sabtu, 9 Mei 2018.

 

Hasil gambar untuk T. A. Hassan dan soekarno

 

Kita diingatkan bahwa lima butir Pancasila lahir dalam pemikiran Soekarno di  Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur, ketika diasingkan oleh Pemerintah Kolonial Belanda. Pada 14 Januari 1934, Bung Karno bersama sang istri, Inggit Garnasih serta ibu mertua, Ibu Amsi dan anak angkatnya, Ratna Djuami, tiba di rumah tahanan yang terletak di Kampung Ambugaga, Ende. Di Ende Soekarno jadi lebih banyak berpikir daripada sebelumnya, termasuk mempelajari lebih jauh soal agama Islam, hingga belajar soal pluralisme dengan bergaul bersama pastor-pastor Katolik di Ende. Dengan berkirim surat berulang dengan tokoh Islam di Bandung, yaitu Ahmad Hassan dan berdiskusi cukup sering dengan pastor Gerardus Huijtink, SVD, maka Pancasila yang dirumuskannya merupakan gagasan brilian untuk semua umat beriman di Indonesia.

 

Hasil gambar untuk T. A. Hassan dan soekarno

 

 

Gagasan Bung Karno yang disampaikan pada Pidato 30 September 1960 di Muka Sidang Umum PBB di New York USA : To Build The World A New’, dimaknakan sebagai membangun dunia kembali, yaitu membangun fitrah manusia di dunia. Sebelumnya juga sudah ditegaskan dalam gagasan perjuangan kebebasan, yaitu Let a New Asia and Africa be Born’ dalam Konferensi Asia-Afrika 1955 di Bandung, 18 April 1955. Keduanya menegaskan bahwa cita-cita Pancasila sebagai Dasar Negara tidak semata untuk Indonesia, melainkan untuk peradaban dunia.

 

 

Dalam situasi saat ini, dimana pergolakan ideologi menjadi sangat luas dan beragam, Pancasila tetaplah harus menjadi pemersatu bangsa. Sebagai contoh beragamnya banyak agama di Indonesia yang terkadang menjadi alasan pemicu konflik horizontal antar umat beragama, ekonomi yang mulai berpindah dari sistem kekeluargaan menjadi sistem kapitalisme dimana keuntungan merupakan tujuan utama, fenomena ‘proxy war’, masifnya terorisme dan radikalisme, dan masih banyak lagi masalah lain. Dalam perspektif ideologi, berbagai masalah tersebut, perlu dicari solusi pemecahannya secara mendasar, salah satunya dengan meletakkan kembali Pancasila sebagai bagian dari perangkat geopolitik dan geostrategi.

 

 

Gambar terkait

 

 

Untuk itu, Pancasila sebagai dasar dan ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia harus diketahui asal usulnya, dijaga kelestarian dan kelanggengan, serta senantiasa diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Setiap warga negara Indonesia, seharusnya tidak lagi mempersoalkan keberadaan dasar ideologi negara, agar sebagai bangsa kita dapat maju mengejar ketertinggalan kita dari bangsa lain yang telah berlari kencang. Dengan demikian, mempermasalahkan dasar negara sebagai warisan para pendiri bangsa, justru akan menyebabkan kita hanya saling bersitegang, bertikai, dan berjalan di tempat. Oleh sebab itu, kita semua layak tampil membela, mendukung, dan mengamalkan Pancasila, sedangkan sebagai dokter, kita dapat meneladan kiprah Prof. Taryo.

 

Dari pengalaman Prof. Taryo menangani pasien anak dengan Demam Berdarah Dengue (DBD), muncul ide melakukan pemeriksaan limfosit warna biru dan mengantarkannya meraih gelar doktor tahun 1991 di UGM, dengan disertasi berjudul : Limfosit Plasma Biru (Arti Diagnostik dan Sifat Imunologik pada Infeksi Dengue). Selain itu, Prof. Taryo juga merumuskan tata cara pengelolaan DBD yang sederhana, yakni dengan monitor DBD gaya Yogyakarta. Intinya adalah kombinasi pemeriksaan setiap enam jam plus laboratorium sederhana, yang ’murah tur slamet, tak perlu ICU (intensive care unit).’ Karena jiwa sosialnya tinggi, Prof. Taryo sering menggratiskan biaya bagi pasien. ”Yang penting mereka sembuh lahir-batin,” sebagaimana ditulis oleh Djoko Poernomo di Harian Kompas, 27 Januari 2006.

 

Gambar terkait

 

Dilahirkan pada 6 Maret 1949 di Desa Harjobinangun, Kecamatan Pakem, Sleman, Yogyakarta, Sutaryo kecil memperoleh didikan ayah (Sastrodibroto, pegawai sosial di kantor desa) dan ibunya (dipanggil Simbok) dalam suasana keprihatinan. ”Simbok saya itu buta huruf, lho. Tetapi, mata batinnya sejuk dan pandangannya jauh ke depan.” Seluruh anak keluarga Sastrodibroto (11 orang, Sutaryo nomor tujuh) adalah lulusan UGM. ”Ayah memberi olah batin yang kuat. Simbok memberi semangat ketekunan.”  Itulah modal moral, amunisi hati, dan niat kuat Prof. Taryo dalam penyelenggaraan berbagai Kongres Pancasila untuk mewujudkan Trisakti Pancasila.

 

Hasil gambar untuk hari lahir pancasila

 

Momentum Hari Lahir Pancasila pada hari Jumat, 1 Juni 2018, mengingatkan kita semua, termasuk para dokter, akan peran Pancasila yang mempersatukan segenap komponen bangsa Indonesia, untuk hidup damai dan sejahtera.

Sudahkah para dokter terpanggil terlibat?

 

Dr. Wikan 2

Sekian

Yogyakarta, 31 Mei 2018

*) Sekretaris IDI Wilayah DIY, dokter spesialis anak, lektor FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161

 

 

Categories
antibiotika bayi prematur dokter Healthy Life Jalan-jalan

2015 Rio de Janeiro

RIO DE JANEIRO  –  BRASIL

fx. wikan indrarto*)

Perjalanan kami untuk mengikuti the 9th World Congress on Pediatric Infectious Diseases di Rio de Janeiro, Brazil, dimulai Senin, 16 November 2015. Kami menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA 207 Boeing 737 versi 300 dari Yogyakarta ke Jakarta, diteruskan dengan GA 838 Boeing 737 versi 800 ke Singapura selama 1,55 jam. Dari Singapura kami melanjutkan perjalanan dengan pesawat British Airaways BA 12 Boeing 747 versi 400 menuju ke London, pusat Kerajaan Inggris selama 12,50 jam. Kami mendarat di terminal 5 Heathrow International Airport London, Selasa, 17 November 2015 pk. 5.10 dini hari waktu setempat.

Changi2

Transit di Changi International Airport Singapore

Heathrow1

Transit di Heathrow International Airport London, Inggris

Setelah puas menikmati skytrain gratis yang modern dan menghantar penumpang di dalam areal internal terminal 5 Heathrow International Airport London, kami menyeberang dari Gate B ke Gate C dan berlanjut dengan pesawat British Airways BA 249 Boeing 777 versi 200 menuju Rio de Janeiro selama 11,20 jam. Kami mendarat dengan mulus di Aeroporto Internacional Tom Jobim (Galeão) Rio de Janeiro dan langsung akrab dengan istilah sanitario masculino (male restroom), feminino dan saida (exit). Dari Terminal 1 kami naik Premium Auto Onibus linha atau jalur 2018 bertarif R$ (reais) 14,65 atau setara Rp. 60 ribu. Kami melewati Linha Vermelha, Rodoviaria, Praca Maua dan turun di Cinelandia di Centro atau Downtown (kota lama). Dengan berjalan kaki sekitar 300 m, kami sampai di Hotel Atlântico Business Rua Senador Dantas, 25 – Centro, Rio de Janeiro – RJ, 20031-202, Brasil.

Bandara Heathrow

Kesibukan pesawat di Heathrow International Airport London, Inggris

Hotel Atlantico Bussines

Suhu 36 Celcius di Hotel Atlântico Business Rua Senador Dantas, 25 – Centro, Rio de Janeiro – RJ, 20031-202, Brasil.

Kota Rio de Janeiro didirikan oleh Portugis pada 1 Maret 1565 dengan nama São Sebastião do Rio de Janeiro, untuk menghormati St. Sebastian, santo pelindung kerajaan Portugis Dinasti Sebastião. Rio de Janeiro (Sungai Januari dalam Bahasa Portugis) atau hanya disebut Rio adalah kota terbesar kedua di Brazil, kota terbesar keenam di Amerika dan kota terbesar kelima puluh dunia, berdasarkan jumlah populasi. Rio de Janeiro adalah ibukota negara bagian Rio de Janeiro, negara yang paling padat penduduknya ketiga di Brasil. Bagian tengah kota telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia Landscapes between the Mountain and the Sea oleh UNESCO pada tanggal 1 Juli 2012 pada kategori Cultural Landscape.

Rio de Janeiro pada tahun 1763 menjadi ibu kota Negara Bagian Brazil, wilayah Kekaisaran Portugis. Pada 1808, ketika keluarga kerajaan Portugis melarikan diri dari invasi Kaisar Perancis Napoleon, oleh Ratu Maria I yang kemudian diteruskan oleh anaknya Prince Regent pada tahun 1815 dan Raja João VI, Brasil dijadikan Kerajaan Raya (United Kingdom) yang terdiri dari Portugal, Brasil, dan Algarve, sebuah daerah di bagian selatan daratan Portugal. Rio juga menjadi ibukota kerajaan Lusitania pluricontinental sampai tahun 1822, saat Perang Kemerdekaan Brasil dimulai. Ini adalah salah satu contoh dalam sejarah bahwa ibukota negara kolonial secara resmi bergeser ke kota di salah satu koloninya, yaitu ibukota kerajaan Portugal pindah ke Rio de Janeiro dan menjadi satu-satunya ibukota sebuah kerajaan Eropa di luar Eropa. Ketika Pangeran Pedro memproklamasikan kemerdekaan Brasil pada tahun 1822, Rio de Janeiro tetap sebagai ibukota kerajaan baru. Rio juga terus sebagai ibukota Brazil setelah 1889, ketika monarki digantikan oleh republik. Ketika Juscelino Kubitschek terpilih sebagai presiden, pada tahun 1955 mulai menggagas pembangunan Brasília sebagai ibukota negara dan pada tanggal 21 April 1960, ibukota Brasil secara resmi dipindahkan dari Rio de Janeiro ke Brasilia.

Peta Brasil

Peta Brasil dan Rio de Janeiro

Venue

Lokasi konggres di Centro Convencoes Estacionamento

Rio de Janeiro adalah salah satu kota yang paling sering dikunjungi di belahan bumi selatan dan dikenal dengan pemandangan alam, perayaan karnaval, samba, bossa nova, pantai balneario, seperti Barra da Tijuca, Copacabana, Ipanema, dan Leblon. Beberapa landmark paling terkenal di samping pantai, adalah patung raksasa Kristus Penebus (Christ the Redeemer) di puncak gunung Corcovado sebagai salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia; Gunung Sugarloaf dengan mobil kabel, Sambodromo, tribun dan jalan permanen yang digunakan selama Karnaval; dan Stadion Maracanã, salah satu stadion sepakbola terbesar di dunia. Rabu, 18 November 2015 pagi, sehari sebelum konggres yang diadakan di Centro Empresarial Rio Cidade Nova, Avenida Paulo de Frontin, 1 – Estácio, Rio de Janeiro – RJ, 22260-010 Brasil dimulai, terlebih dahulu kami akan menjelajah Rio de Janeiro.

Petualangan kami hari Rabu, 19 November 2015 dimulai dari Hotel Atlântico Business Rua Senador Dantas, 25 – Centro, Rio de Janeiro – RJ, 20031-202, Brasil, menggunakan bus. Di Rio de Janeiro, bus bebas polusi adalah alat utama transportasi umum. Ada hampir 440 jalur bus kota yang melayani lebih dari 4 juta penumpang setiap hari. Selain itu, Rio De Janeiro memiliki 2 jalur kereta bawah tanah (Metro Rio) dengan panjang rel 42 kilometer (26 mil) dan 32 stasiun ditambah beberapa jalur kereta api komuter. Dua jalur Metro Rio melayani kota Rio tujuh hari seminggu. Jalur pertama atau L1 bermula dari General Osorio di Ipanema menuju Uruguai di Tijuca. Jalur kedua atau L2 yang lebih modern bermula dari Botafogo dan berakhir di Pavuna. Semua moda transportasi tersebut akan kami coba, mencapai obyek wisata terkenal dan ikon kota Rio de Janeiro, yaitu Patung ‘Christ the Redeemer’ atau Kristus Penebus yang terletak di puncak Gunung Corcovado yang tingginya 710 m, di dalam areal Taman Nasional Hutan Tijuca, yang menghadap ke kota. Patung ini menjadi simbol umat Katolik, dan menjadi simbol kebanggaan kota. Tangan patung ini yang terbuka, dapat dilihat oleh banyak orang sebagai tanda bahwa Yesus pernah dipaku di kayu salib dan juga tanda dari kehangatan penduduk Brasil. Oleh karena lokasi dan ketinggiannya, patung raksasa ini dapat terlihat dari sudut manapun saja di seluruh pelosok Rio.

Olimpiade 2016

Rio De Janeiro siap menjadi tuan rumah Olimpiade 2016

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Bus bebas polusi dengan hampir 440 jalur yang melayani lebih dari 4 juta penumpang setiap hari

Berbekal ‘Mapa Touristico Oficial’ atau peta untuk turis, dari Avenue Rio Branco yang lurus 2 blok di seberang hotel, kami naik bis 422 yang bertuliskan Cidade do Rio de Janeiro bertarif R$ 3,7/orang. Bis ini berangkat dari Centro menuju ke Laranjeiras, agar kami dapat menyaksikan Patung ‘Christ the Redeemer’. Gagasan untuk membangun sebuah patung yang besar di puncak gunung Corcovado telah muncul sejak pertengahan 1850-an, ketika seorang imam Katolik, yaitu Pedro Maria Boss meminta dana dari Putri Isabel untuk membangun sebuah monumen keagamaan yang besar. Putri Isabel tidak menanggapi gagasan itu, yang kemudian sama sekali dilupakan pada 1889, ketika Brasil menjadi sebuah republik, dengan undang-undang yang mewajibkan pemisahan gereja dari negara. Usulan kedua dibuat pada 1921 oleh Keuskupan Agung Rio de Janeiro dengan mengorganisir sebuah acara yang disebut Semana do Monumento (“Minggu Monumen”) untuk menarik para donatur, yang kebanyakan berasal dari umat Katolik Brasil.

 Christ Redempter

Patung ‘Christ the Redeemer’ yang besar di puncak gunung Corcovado

Banyak rancangan yang dilombakan untuk “Patung Kristus”, termasuk representasi salib Kristus, patung Yesus dengan bola dunia di tangannya, dan sebuah pedestal yang melambangkan dunia. Akhirnya patung Kristus Sang Penebus dengan tangan yang terbuka yang dipilih. Patung besar ini sekarang dianggap menjadi salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia Modern, bersama dengan Tembok Besar di China, Machu Picchu di Peru, Petra di Yordania, Piramida Chichén Itzá di Meksiko, Colosseum di Italia, dan Taj Mahal di India.

Patung besar itu tingginya mencapai 30 meter, tidak termasuk alasnya yang setinggi 8 meter, dengan rentangan lengan selebar 28 meter. Patung ini menjadi salah satu struktur Art Deco terbesar di dunia. Berat struktur ini diperkirakan sekitar 635 ton. Monumen ini terbuat dari beton bertulang yang di bagian atasnya dilapisi mosaik ribuan soapstone berbentuk segitiga. Patung ini berdiri di atas alas batu persegi yang tingginya sekitar 8 meter. Pada tahun 1882, Kaisar Dom Pedro II meresmikan jalur kereta api sepanjang 3.800 meter ke puncak gunung untuk mengangkut material patung, dan kereta api ini masih tetap beroperasi sampai sekarang, yang merupakan cara yang paling populer untuk mencapai puncak.

Christ Redempter1

Pematung Perancis, Paul Landowski, membuat kepala dan tangan patung ‘Christ the Redeemer’ itu.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Cristo Redentor patung besar rancangan Insinyur Brasil, Heitor da Silva Costa (1873-1947).

Batu pondasi dasar patung itu secara seremonial diletakkan pada 4 April 1922, yaitu hari perayaan 100 tahun kemerdekaan Brazil dari Portugal. Rancangan Insinyur Brasil, Heitor da Silva Costa (1873-1947), dipilih berdasarkan sketsa tentang sosok Kristus memegang salib di tangan kanannya dan dunia di tangan kirinya. Desain ini diubah oleh seniman Brasil, Carlos Oswald, yang menyarankan pose berdiri dengan tangan merentang luas di mana Kristus sendiri menjadi salib, tangan terentang menandakan penebusan dosa umat manusia pada saat penyaliban. Pematung Perancis, Paul Landowski, dicatat namanya karena membuat kepala dan tangan patung itu. Pembangunan dimulai pada tahun 1926, dan perlu waktu 5 tahun untuk menyelesaikannya. Batu yang digunakan dalam konstruksi ini berasal dari Swedia. Bahan-bahan tersebut dibawa ke puncak gunung dengan menggunakan kereta api. Total biaya yang dikeluarkan pada tahun 1931 adalah sekitar US$ 250.000 atau sekarang setara dengan US$ 3,2 juta. Pada tanggal 12 Oktober 1931, patung Kristus Sang Penebus akhirnya diperkenalkan kepada warga Rio dan seluruh dunia.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Trem do Corcovado’ bertarif R$ 56/orang. Trem yang jalurnya diresmikan oleh Kaisar Dom Pedro II pada tahun 1882

Christ Redempter2

Trem yang jalurnya diresmikan oleh Kaisar Dom Pedro II pada tahun 1882 Panorama lansekap yang nampak dari atas, yaitu pantai Copacabana, Arpoador, Jardim Botanico, Cagarras, Ipanema, Leblon, dan Jockey Club.

Kami turun dari bis 422 di Laranjeiras dan berlanjut menuju puncak gunung Corcovado, dengan naik ‘Trem do Corcovado’ bertarif R$ 56/orang. Trem yang jalurnya diresmikan oleh Kaisar Dom Pedro II pada tahun 1882 dan masih berfungsi sampai saat ini, melewati stasiun Alto do Corcovada Cristo Redentor, Paineiras, Desvio Novo, Santa Teresa, Silvestre, Morro do Ingles, dan Cosme Velho sepanjang 3.800 meter ke puncak gunung, selama sekitar 20 menit. Setelah turun dari trem, kami melanjutkan naik lift 3 lantai dan eskalator 2 lantai, baru kami dapat sampai di dasar patung. Sungguh, keindahan dan kemegahan yang luar biasa. Selain mengagumi kemegahan patung, kami juga mengagumi panorama lansekap kota Rio de Janeiro bagian selatan yang nampak dari atas, yaitu pantai Copacabana, Arpoador, Jardim Botanico, Cagarras Island, Ipanema, Rodrigo de Freitas Lagoon, Parque Lage, Alah’s Garden, Leblon, dan Jockey Club.

Setelah puas berfoto, melihat pemandangan, berdoa sebentar di kapel di dalam dasar patung Yesus, kami segera turun kembali ke Laranjeiras dengan menggunkan ‘Trem do Corcovado’, untuk melihat keajaiban berikutnya di Maracana. Dari halte Laranjeiras kami naik bis jalur 422 dengan tarif R$ 3,4 jauh dekat, menuju Stadion Maracana.

Maracana4

Skema kursi penonton di Stadion Maracanã di Rio de Janeiro, Brasil.

stadion

Stadion Maracanã (Portugis: Estádio do Maracanã), secara resmi dinamakan Estádio Jornalista Mário Filho

Stadion Maracanã (Portugis: Estádio do Maracanã), secara resmi dinamakan Estádio Jornalista Mário Filho, yang merupakan sebuah stadion sepak bola di Rio de Janeiro, Brasil. Mário Filho digunakan sebagai nama resmi dari stadion ini, untuk menghormati seorang wartawan pendukung vokal yang kuat untuk pembangunan Maracanã. Stadion ini merupakan bagian dari kompleks yang mencakup arena yang dikenal dengan nama Maracanãzinho, yang berarti “Little Maracanã” dalam bahasa Portugis. Stadion yang dimiliki oleh pemerintah negara bagian Rio de Janeiro, itu dinamai sesuai nama sungai Rio Maracanã, yaitu sungai yang sekarang disalurkan ke sungai Rio de Janeiro dan bermuara di Guanabara Bay. Nama Maracanã berasal dari kata dalam Bahasa Tupi-Guarani untuk menyebut jenis burung beo yang menghuni daerah tersebut.

Setelah memenangkan hak untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA 1950, pemerintah Brasil berusaha untuk membangun stadion baru. Rencana pembangunan Stadion Maracanã dikritik oleh Carlos Lacerda anggota Kongres dan musuh politik walikota Ângelo Mendes de Morais, karena masalah biaya dan lokasi yang dipilih, dengan alasan bahwa stadion baru harus dibangun di Zona Barat yaitu Jacarepaguá. Pada saat itu dengan dukungan seorang wartawan Mário Filho, Mendes de Morais mampu meneruskan proyek ambisius ini. Pemenang kompetisi untuk desain dan konstruksi pada tahun 1947 adalah Ir. Humberto Menescal dan dirancang oleh 7 orang arsitek Brasil, yaitu Michael Feldman, Waldir Ramos, Raphael Galvão, Oscar Valdetaro , Orlando Azevedo, Pedro Paulo Bernardes Bastos, dan Antônio Dias Carneiro. Landasan pertama diletakkan di lokasi stadion pada 2 Agustus 1948 dan pertandingan Piala Dunia yang pertama dijadwalkan akan dimainkan pada 24 Juni 1950. Namun, keterlambatan pekerjaan proyek mendorong FIFA untuk mengirim Dr. Ottorino Barassi, kepala FA Italia, yang telah mengorganisir Piala Dunia 1934, untuk membantu di Rio de Janeiro. Semula tenaga kerja berjumlah 1.500 orang kemudian ditambahkan menjadi 2.000 pekerja pada bulan-bulan terakhir. Meskipun stadion ini mulai digunakan pada tahun 1950, tetapi konstruksi lengkap baru selesai sepenuhnya pada tahun 1965.

Marasacana

Stadion Maracana dirancang oleh 7 orang arsitek Brasil, yang dipimpin oleh Michael Feldman.

Neymar

Kaos tim nasional sepak bola Brasil no 10 milik Neymar


Pertandingan pembukaan di stadion ini berlangsung pada tanggal 16 Juni 1950, saat Rio de Janeiro All-Stars mengalahkan São Paulo All-Stars 3-1 dan Didi menjadi pemain yang mencetak gol pertama di stadion ini. Pada saat itu pembangunan stadion belum selesai sepenuhnya, yaitu tidak memiliki fasilitas toilet dan penampung air tekan yang berdiri, dan masih tampak seperti sebuah situs bangunan dalam pengerjaan. Meskipun demikian, stadion ini mampu menampung 200.000 penonton berdiri, mengalahkan Stadion Hampden Park di
Glasgow, Skotlandia sebagai stadion terbesar di dunia. Meskipun belum selesai dibangun, FIFA mengizinkan pertandingan untuk dimainkan di tempat tersebut, dan pada tanggal 24 Juni 1950, pertandingan Piala Dunia pertama berlangsung, dengan 81.000 penonton yang hadir.

Stadion ini diresmikan pada tahun 1950 untuk digunakan sebagai tuan rumah Piala Dunia FIFA 1950, yang saat itu Brasil dikalahkan 2-1 oleh Uruguay pada pertandingan final. Kekalahan di kandang ini langsung menjadi peristiwa menyedihkan yang penting dalam sejarah Brasil, yang dikenal populer sebagai ‘Maracanazo’. Kehadiran penonton bertiket resmi pada pertandingan final adalah 199.854 orang, tetapi kehadiran sebenarnya diperkirakan sekitar 210.000 orang. Dengan total penonton yang hadir pada pertandingan final Piala Dunia FIFA 1950 adalah 199.854 orang, sehingga stadion ini sempat menjadi yang terbesar di dunia menurut kapasitas penonton. Setelah direnovasi 2010-2013, stadion dibangun kembali dengan kapasitas kursi 78.838 penonton untuk alasan keamanan, sehingga stadion ini menjadi yang terbesar di Brazil dan yang kedua di Amerika Selatan setelah Estadio Monumental di Peru. Stadion ini adalah tempat utama even Pan American Games 2007, untuk turnamen sepak bola, dan upacara pembukaan dan penutupan. The Maracanã dibangun kembali untuk persiapan Piala Konfederasi FIFA 2013, dan Piala Dunia FIFA 2014, di mana pertandingan final akan digelar. Ini juga akan menjadi tempat untuk pembukaan dan penutupan upacara Olimpiade 2016 dan Paralimpiade Musim Panas 2016.

Uruguaiana

Kami turun di halte Uruguaiana untuk makan siang menu mie goreng kambing seharga R$ 14 dan jus mangga R$ 3 untuk kami berdua

Marcado Populer

Suasana Mercado Populer, sebuah pasar rakyat untuk membeli aqua botol besar dan cinderamata.


Setelah puas foto dan mengelilingi Stadion Maracana, kami melanjutkan petualangan dengan naik bis nomor 249 dengan tujuan ke Central bertarif R$ 3,4. Kami turun di halte Uruguaiana untuk makan siang menu mie goreng kambing seharga R$ 14 dan jus mangga R$ 3 untuk kami berdua, ditambah Agua Mineral Lindoya seharga R$ 4 conteudo atau berisi 510 ml. Setelah kenyang, kami masuk Mercado Populer, sebuah pasar rakyat untuk membeli aqua botol besar dan cinderamata. Selanjutnya kami mencoba naik Metro L2 dari stasiun Pavuna bertiket R$ 4,5. Tiket elektronik dapat dibayarkan secara tunai kepada petugas di loket, sehingga kami tidak harus mempunyai kartu prabayar sendiri. Kami naik dari Stasiun Uruguaiana di bawah Mercado Populer, melewati stasiun Carioca, Cinelandia, Gloria, Catete, Largo di Marchado, Flamengo, dan turun di Botafogo. Di Stasiun Botafogo ini kami harus berganti L1 Metro Rio yang lebih modern, dengan jurusan dari Uruguai ke Ipenama melewati stasiun Cardeal Arcoverde, Siquera Campos, Cantagalo dan turun di stasiun terakhir di dekat pantai Ipanema, yaitu General Osoreo.

Mie Brasil

Suasana sejuk di Mercado Populer dengan suhu udara 20 setelah hujan

Belanja sumuk

Suasana gerah jadi buka kaos di Mercado Populer dengan suhu udara 36

Pantai Ipanema (pengucapan Portugis: [ipanẽmɐ]) pada tahun 2012 dipilih CNN sebagai kota pantai terbaik di dunia, terletak di bagian selatan Rio de Janeiro, antara Leblon dan Arpoador. Nama Ipanema menjadi dikenal secara luas karena lagu “The Girl from Ipanema” (“Garota de Ipanema”), yang ditulis oleh Antônio Carlos Jobim dan Vinícius de Moraes. Kata “Ipanema” berasal dari bahasa Tupi yang berarti “danau bau”, dari upaba (danau) dan nem (bau). Sebagian besar lahan Ipanema dahulu milik José Antonio Moreira Filho, seorang tuan tanah atau Baron. Ipanema mendapatkan ketenaran dengan dimulainya aliran musik bossa nova, pada lagu “The Girl from Ipanema.” Lagu ini ditulis pada tahun 1962, dengan musik dan lirik dalam bahasa Portugis oleh Jobim dan de Moraes, serta lirik dalam bahasa Inggris ditulis oleh Norman Gimbel. Popularitasnya dibangkitkan dengan lagu “Boy from Ipanema” oleh Diana Krall yang dirilis pada tahun 2008. Ipanema berdekatan dengan Copacabana dan Leblon Beach, tetapi memiliki karakter yang berbeda dari tetangganya. Ipanema ini relatif mudah dinavigasi karena jalan-jalan dibangun sejajar dalam kotak atau blok. Investasi swasta telah menyebabkan penciptaan restoran, toko, dan kafe kelas dunia, sehingga Ipanema adalah salah satu tempat paling mahal untuk tinggal di Rio. Terbentuk kehidupan pantai dengan banyak peselancar dan penggemar matahari yang berjemur sepanjang hari di pantai. Setiap hari Minggu, jalan paling dekat ke pantai ditutup untuk kendaraan bermotor, agar penduduk setempat dan wisatawan dapat menggunakan kesempatan untuk naik sepeda, sepatu roda, skateboard, ataupun berjalan kaki di sepanjang pantai. Garis pantai Ipanema dimulai dari gunung yang disebut Dois Irmãos (Two Brothers) di ujung barat pantai, dibagi menjadi beberapa segmen dengan tanda batas yang dikenal sebagai postos (menara lifeguard). Bir dijual di mana-mana sepanjang garis pantai, bersama dengan minuman tradisional cachaça. Selalu terlihat, seolah setiap hari adalah hari libur, adanya kerumunan orang yang bermain sepak bola, bola voli, dan footvolley, olahraga lokal yang merupakan kombinasi dari voli dan sepak bola. Semua keindahan tersebut dapat kami lihat saat menumpang bis 318 bertarif R$ 3,4 menyusur pantai Ipanema dan berlanjut ke pantai Copacabana di sebelahnya.

Metro Central

Stasiun Metro Rio yang lebih modern, dengan jurusan dari Uruguai ke Ipenama

Copacabana1

menyusur pantai Ipanema dan berlanjut ke pantai Copacabana

Copacabana (pengucapan Portugis [kɔpakɐbɐnɐ] atau [kɔpɐkabɐnɐ]) adalah bairro atau lingkungan yang terletak di Zona Selatan dari kota Rio de Janeiro, Brasil. Copacabana memiliki garis pantai atau balneario sepanjang 4 km dan merupakan salah satu yang paling terkenal di dunia. Distrik ini awalnya disebut Sacopenapã (diterjemahkan dari bahasa Tupi yang berarti “jalan yang menyerupai burung Socos) sampai pertengahan abad ke-18. Namanya diubah setelah pembangunan sebuah kapel atau gereja kecil yang menyimpan replika dari Santo Virgen de Copacabana, seorang suci dari Bolivia. Garis pantai Copacabana menghadap Samudera Atlantik, membentang dari Princesa Isabel Avenue Posto Dois (lifeguard menara Dua) ​​ke Posto Seis (menara penjaga pantai Enam). Terdapat benteng bersejarah di kedua ujung pantai Copacabana, yaitu Fort Copacabana yang dibangun pada tahun 1914 di ujung selatan atau Posto Seis dan Fort de Caxias Duque yang dibangun pada tahun 1779 di ujung utara. Pantai Copacabana rutin menjadi tuan rumah bagi jutaan orang yang berpesta dan bersuka ria selama perayaan malam tahun baru tahunan, dengan pesta kembang api warna-warni sepanjang malam. Copacabana promenade adalah trotoar lebar sepanjang 4 kilometer, yang bermotif khas, perpaduan garis lengkung warna hitam dan krem atau putih yang membentuk gelombang geometris. Copacabana promenade dirancang oleh arsitek Roberto Burle Marx pada tahun 1930. Ketika Rio menjadi ibukota Brasil, Copacabana dianggap sebagai salah satu lingkungan terbaik di Brasil.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Copacabana promenade adalah trotoar lebar yang bermotif khas, berbentuk gelombang geometris, dirancang oleh arsitek Roberto Burle Marx pada tahun 1930.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Bagungan peninggalan kolonial Portugal yang artistik dan banyak dijumpai di sekitar garis pantai Rio de Janeiro.

Menurut sensus IBGE, 160.000 orang tinggal di Copacabana dan 44.000 atau 27,5% dari mereka adalah warga berusia 60 tahun atau lebih tua. Mereka dan para wisatawan yang datang dilayani oleh lebih dari 40 rute bus yang berbeda, terdapat 3 stasiun Metro Rio atau kereta bawah tanah, yaitu Cantagalo, Siqueira Campos dan Cardeal Arcoverde. Terdapat 3 jalan arteri utama yang sejajar satu sama lain di seluruh wilayah, yaitu Avenida Atlântica (Atlantic Avenue), Nossa Senhora de Copacabana Avenue, dan Barata Ribeiro atau Raul Pompeia Street, setelah Terowongan Sá Freire Alvim dibangun. Warga dan para wisatawan yang datang, telah mencatatkan kegembiraan dan kebersamaan yang luar biasa. Misalnya Pada tanggal 31 Desember 1994, saat perayaan Tahun Baru menampilkan konser Rod Stewart dengan penonton mencapai 3,5 juta dan menjadi konser musik dengan kerumunan terbesar yang pernah ada. Pada tanggal 21 Maret 2005, konser Lenny Kravitz di sana dihadiri 300.000 orang, dan 18 Februari 2006, The Rolling Stones menarik lebih dari 1,5 juta orang penonton ke pantai Copacabana. Pada tanggal 7 Juli 2007, konser Brasil Live Earth menghadirkan 400.000 orang. Pada tanggal 28 Juli 2013, pantai menjadi tuan rumah acara final World Youth Day 2013, yang menghadirkan sekitar 3 juta orang, termasuk 3 orang presiden yang bergabung saat Paus Franciscus merayakan misa suci, sehingga merupakan salah satu pertemuan keagamaan Katolik yang terbesar dalam sejarah.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Ornamen Our Lady of Navegantes di dalam Igreja de Santa Luzia

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Igreja de Santa Luzia diresmikan pada Desember 1519 dekat Avenida President Antonio Carlos

Setelah puas menikmati kedua pantai di Rio yang legendaris dan selalu penuh wisatawan sepanjang masa itu, kami melanjutkan perjalanan pulang ke Centro dengan naik bis 245. Sayang sekali, kepulangan kami bersamaan dengan puncak kepadatan lalu lintas pulang kerja, sehingga kami turun di jalan saat bis berhenti total tidak mampu menembus kemacetan kota. Kami turun di seberang Igreja de Santa Luzia dekat Avenida President Antonio Carlos. Gereja Santa Luzia terletak di pusat kota Rio de Janeiro, yang dibangun awak kapal Magellan, saat melewati Guanabara Bay pada bulan Desember 1519. Kapel atau gereja kecil itu dibangun di pinggir laut, untuk menyimpan gambar Our Lady of Navegantes. Namun demikian, versi lain menceritakan bahwa kapel ini dibangun oleh para rohaniwan Fransiskan pada saat kedatangan mereka pada tahun 1592 dan diperluas pada 1752. Raja João VI dari Portugal memerintahkan untuk membuka jalan Santa Luzia pada tahun 1817, agar dapat dilewati kereta kerajaan saat menuju ke gereja, bersama cucu kesayangannya Pangeran Sebastian. Hiasan dinding gereja dibuat oleh seniman Thomas Ender. Setelah berdoa dan mengagumi arsitektur gereja tersebut, selanjutnya kami pulang berjalan kaki melewati 2 blok, termasuk bangunan megah Theatro Municipal di Cinelandia, yang bersebelahan dengan Museu Nacional de Relas Artes dan Biblioteca Nacional, untuk kembali ke hotel. Malam itu rasanya kami sangat puas sekali, dengan berbagai pengalaman jasmani dan rohani yang sangat mengesankan.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Theatro Municipal di Cinelandia, bersebelahan dengan Museu Nacional de Relas Artes dan Biblioteca Nacional

Peserta Indonesia

Bersama dengan beberapa dokter dari Jakarta (Dr. Darmawan, Dr. Tjatur dan Dr. Hingki) di depan banner selamat datang

Kamis, 19 November 2015 kami menuju Sul America, Centro de Convencoes Avenida Paulo de Frontin, 1 – Cidade Nova, Estácio, Rio de Janeiro – RJ, 22260-010, Brasil, untuk mengikuti the 9th World Congress on Pediatric Infectious Disease 2015. Perjalanan dimulai dari Hotel Atlântico Business Rua Senador Dantas, 25 – Centro, Rio de Janeiro – RJ, 20031-202, Brasil dengan berjalan kaki 2 blok menuju Stasiun Cinelandia untuk menggunakan Metro Rio L1, yang berangkat dari Stasiun Botafogo menuju Uruguai. Dengan tiket seharga R$ 3,5 yang dibeli tunai di loket, kami melewati Stasiun Carioca, Uruguaiana, Presidente Vargas, Central, Praca Onze dan turun di Estacio. Dari Stasiun Estacio, kami berjalan kaki sekitar 300 m menuju conggres venue. Setelah bertemu, berkenalan, dan berfoto bersama dengan beberapa dokter dari Jakarta (Dr. Darmawan, Dr. Tjatur dan Dr. Hingki) di depan banner selamat datang, kami segera melanjutkan proses registrasi peserta.

Kami segera berpencar di venue yang memiliki 5 hall di lantai 2 untuk mengikuti sesi ‘Meet the Professor’ oleh Prof. Berezin (Brazil) dan Prof. Saha (Bangladesh) dengan topik: Infection Control In Low-Midle Income Countries. Setelah acara pembukaan di Hall utama yang berlangsung hanya sekitar 10 menit, kami lanjut dengan mengikuti simposium dengan beberapa topik, yaitu ‘Inflamation And Immune Subversion In Pneumonia, What Should Clinicians Know’ oleh Dr. Av Gay (Canada), diteruskan dengan ‘Can Etiological Diagnosis Of Pneumonia Be Improved’ oleh Dr. Scott (Inggris) dan ‘Management Of Pneumonia In The Era Of Bacterial’ oleh Dr. Saez Llorens (Panama). Dengan diselingi coffee break sebentar, terus dilanjutkan dengan simposium lagi bertopik ‘Emerging Issues In Staphylococcal Infection: Colonization, Pathogen And Host Respons’ oleh Dr. Creech (AS), ‘The Impprtance Of Global Strain Epidemiology In Clinical Manifestations And Vaccine Development’ oleh Dr. Smeesters (Belgia), ‘Update Management And Treatment Staphyloccocal Disease’ oleh Dr. Curtis (Australia), dan ‘Infection In Infancy In Resource Poor Setting’ oleh Dr. Seale (Inggris).

Peserta

the 9th World Congress on Pediatric Infectious Disease 2015 di Sul America, Centro de Convencoes Avenida Paulo de Frontin, 1 – Cidade Nova, Estácio, Rio de Janeiro – RJ, 22260-010, Brasil

Gerbang

Acara dilanjutkan dengan paralel symposium di 3 hall berbeda dan kami mengikuti simposium bertopik ‘Immunization In Special Host’. Berbagai sesi diterjemahkan ke dalam Bahasa Portugis dan Spanyol, dengan alat bantu dengar untuk sebagian besar peserta dari Amerika Latin. Berbeda dengan di Indonesia, ternyata topik tentang imunisasi bukan milik Sub Bagian Pediatri Sosial dan Tumbuh Kembang, TB dan pneumonia bukan dikelola Sub Bagian Respirologi, Penyakit Kawasaki bukan ditangani Sub Bagian Kardiologi dan sepsis neonatal bukan dibahas di Sub Bagian Perinatologi, tetapi semuanya dibahas di dalam perspektif Infeksi Pediatri.

Menjelang sore, kami memutuskan keluar areal konggres untuk naik Metro Rio L1 dari Uruguai menuju Botafogo, di Stasiun Estacio. Setelah melewati Praca Onze, kami turun Central. Stasiun besar ini menghubungkan Metro, bis dan kereta api di Central do Brasil (pengucapan Portugis : sẽtɾaw du bɾaziw) yang merupakan stasiun kereta api paling penting di kota Rio de Janeiro. Central do Brasil tersambung dengan jalur kereta api ke São Paulo dan Minas Gerais. Stasiun ini terletak di pusat kota Rio de Janeiro, sepanjang Avenida Presidente Vargas dan di seberang taman Campo de Santana.

Central do Brasil

Central do Brasil (pengucapan Portugis : sẽtɾaw du bɾaziw) merupakan stasiun kereta api paling penting di kota Rio de Janeiro

Central do Brasil1

Central do Brasil tersambung dengan jalur kereta api ke São Paulo dan Minas Gerais, terletak di sepanjang Avenida Presidente Vargas

Setelah puas melihat kemegahan stasiun besar ini, kami melanjutkan perjalanan dengan Metro Rio L1 menuju stasiun Uruguaiana untuk makan sore. Hari sebelumnya kami sempat makan siang menu mie goreng R$ 14 dan jus mangga R$ 3, sehingga di tempat yang sama hari itu kami mencoba menu lain, berupa nasi dan sayur yang sudah 3 hari lamanya tidak pernah kami rasakan. Setelah puas makan dengan versi pembayaran berupa ditimbang dengan berat bahan makananan yang diambil pembeli sendiri sebagai patokan harga, kami lanjutkan masuk Mercado Populer, sebuah pasar tradisional di atas stasiun Metro. Setelah kenyang dan mendapat beberapa jenis cinderamata khas Rio de Janeiro, kami segera naik Metro Rio L1 lagi menuju stasiun Cinelandia, melewati Carioca. Perjalanan kami teruskan ke katedral. Gereja Katolik yang besar atau katedral ini diresmikan pada tahun 1976, dan dinamakan Katedral Sao Sebastiao do Rio de Janeiro atau Catedral Metropolitana, karena terletak di pusat kota. Pembangunan gedung katedral berbentuk tumpeng ini dipimpin oleh arsitek modernis Edgar Oliveira da Fonseca dan dikoordinasikan oleh Monsignor Ivo Antônio Calliari, Uskup di Keuskupan Agung Rio de Janeiro. Dengan kapasitas untuk 20.000 kursi umat yang disusun berputar, gedung gereja ini memiliki diameter di dasar 106 meter dengan tinggi 96 meter dan strukturnya berbentuk kerucut. Pintu utama terdiri dari 48 plak perunggu dengan relief yang berkaitan dengan iman Katolik. Jendela kaca berpatri mendominasi interior sepanjang 60 meter membelah dinding gereja dari dasar sampai ke puncak, sehingga memberikan pencahayaan alam yang indah untuk semua tempat di dalam gereja. Di ruang bawah tanah, terdapat Museum Seni Suci yang memiliki koleksi patung, mural, karya seni, dan buku catatan yang digunakan untuk membaptis para pangeran dari keluarga kerajaan Brasil. Juga terdapat patung Bunda Rosario, tahta Raja Pedro II dan Golden Rose yang diberikan kepada Putri Elizabeth oleh Paus Leo XIII, sebagai penghargaan atas Undang-undang Penghapusan Perbudakan di Brasil. Setelah berdoa sebentar dan mengagumi pencahayaan di dalam gereja karena kaca berpatri, kami segera melanjutkan perjalanan ke Lapa.

Katedral1

Katedral Sao Sebastiao do Rio de Janeiro atau Catedral Metropolitana, berbentuk tumpeng karya arsitek modernis Edgar Oliveira da Fonseca

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Jendela kaca berpatri sepanjang 60 meter membelah dinding gereja, memberikan pencahayaan alam yang indah di dalam gereja.

Lapa adalah lingkungan di pusat kota Rio de Janeiro Rio, bersebelahan dengan katedral, dan terkenal karena monumen serta kehidupan malamnya. Lingkungan tersebut adalah rumah bagi Arcos da Lapa, saluran air yang mengesankan yang dibangun pada pertengahan abad ke-18 oleh penguasa kolonial Portugis. Daya tarik lain adalah Passeio Publico, taman publik pertama yang dibangun pada tahun 1780-an. Sejak awal 1950-an, Lapa telah dikenal karena kehidupan budaya dengan banyak restoran dan bar, seperti Asa Branca bar, Fundição Progresso, dan Sala Cecília Meirelles, dimana seniman dan intelektual Brasil bertemu. Aqueduct dan The Carioca Aqueduct yang juga dikenal sebagai Arcos da Lapa, adalah sebuah pemukiman yang dibangun tahun 1792. Lingkungan Lapa dikenal sebagai tempat lahir bohemian Rio, juga terkenal dengan arsitektur Arcos da Lapa, sebuah saluran air pada zaman kolonial dan sekarang berfungsi sebagai kabel sinyal untuk kereta gantung yang memanjat bukit Santa Teresa. The Carioca Aqueduct atau saluran air itu dianggap sebagai karya arsitektur penting jaman Old Rio dan salah satu simbol utama kota. Saluran air yang mengesankan ini berupa bangunan bergaya Romawi selebar 17,6 meter, panjang 270 meter dan memiliki 42 lengkungan. The Carioca Aqueduct yang mulai dibangun pada 1723, dimaksudkan untuk mengalirkan air dari ketinggian sungai Carioca Morro do Desterro di bukit Santa Teresa menuju daerah Morro de Santo Antônio. Setelah berfoto dan mengagumi berulang saluran air jaman kolonial tersebut, kami segera berjalan kaki kembali ke hotel yang hanya berjarak 3 blok dari Lapa, untuk beristirahat.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Passeio Publico, taman publik pertama yang dibangun pada tahun 1780-an, di dekat Arcos da Lapa, sebuah saluran air pada zaman kolonial Portugis.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

The Carioca Aqueduct yang mulai dibangun pada 1723, untuk mengalirkan air dari ketinggian sungai Carioca menuju daerah de Santo Antônio.

Menurut Sensus IBGE 2010, terdapat 5.940.224 orang yang tinggal di kota Rio de Janeiro terdiri dari 51,2% orang kulit putih, 36,5% orang Pardo (multiras), 11,5% orang kulit hitam, 0,7% orang Asia Timur dan 0,1% orang Indian. Rio de Janeiro adalah kota terpadat ke-2 di Brazil, setelah São Paulo. Imigran Portugis di kota Rio de Janeiro adalah yang terbesar, sehingga menjadikannya “kota Portugis” di luar daratan Portugal. Orang keturunan Portugis mendominasi di sebagian besar penduduk Brazil. Bahasa Portugis adalah bahasa resmi dan nasional, sehingga merupakan bahasa utama yang diajarkan di sekolah. Masyarakat kulit hitam berasal dari warga yang nenek moyangnya adalah budak belian dari Angola, Mozambik, dan Afrika Barat dari akhir abad 19 sampai awal abad ke-20. Masyarakat seperti itulah yang kami jumpai dalam perjalanan kami pada hari ke 4 di Rio de Janeiro, Jumat, 21 November 2015 menuju tempat konggres di Sul America, Centro de Convencoes Avenida Paulo de Frontin, 1 – Cidade Nova, Estácio, Rio de Janeiro – RJ, 22260-010, Brasil, untuk mengikuti the 9th World Congress on Pediatric Infectious Disease 2015.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Arsitektur bangunan kolonial Portugis masih banyak dijumpai dalam keadaan utuh dan berfungsi baik

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Rio de Janeiro adalah pusat budaya utama di Brasil, yang kental dipengaruhi budaya Portugis dengan campuran Afrika.

Rio de Janeiro adalah pusat budaya utama di Brasil, yang kental dipengaruhi budaya Portugis dengan campuran Afrika. Cara berpakaian sangat lugas, banyak perempuan hanya bercelana pendek, ‘tanktop’, ‘you can see’, sepatu berhak tinggi dan pria berkaos oblong ke manapun mereka pergi. Bahkan peserta konggrespun banyak yang berpakaian seperti itu, sehingga sangat berbeda dengan para peserta dari luar Brasil yang necis, perlente dan rapi. Pagi itu kami mengikuti acara Meet the Professor : Non-Vaccine Serotype Disease, Does It Have A Real Impact bersama Prof. Dagan (Israel) dan Prof. Pirez (Uruguay). Selanjutnya simposium tentang infeksi virus Zika (Dr. Zafadi, Brazil), Dengue (Dr. Siqueira, Brazil), Chikungunya (Dr. Capeding, Filipina) dan perkembangan vaksin Dengue (Dr. Lanata, Peru). Penjelasan dari Dr. Safadi (Brazil) adalah bahwa infeksi Zika virus (flavivirus) yang berasal dari Polinesia di Pasific selatan (Cook, Caledonia, Marshal & French Reunion), sudah menyebar ke seluruh penjuru Brasil dengan keluhan utama gatal, rash dan keluhan mirip infeksi Dengue atau Chikungunya. Infeksi Virus Zika dapat menyebabkan GBS (Guillain–Barré Syndrome) atau kelumpuhan pada anak dan mikrosefalus atau kelainan neurologis lainnya pada bayi baru lahir, bila infeksi virus Zika terjadi pada ibu hamil. Sementara itu, Dr.  Maria Capeding (Filipina) menjelaskan tentang infeksi virus chikungunya yang tidak mematikan tetapi dapat melumpuhkan persendian. Virus ini berasal dari Tanzania, Afrika tenggara, lalu menyebar secara global dengan komplikasi terbaru yang dilaporkan adalah terjadinya uveitis dan retinitis pada mata. Infeksi Chikungunya (dominasi poliarthralgia) secara klinis sangat mirip dengan Dengue (dominasi gangguan hematologi), sehingga semua pasien harus dikelola sebagai Dengue, sampai saat Dengue dapat disingkirkan, karena sampai saat ini tidak ada laporan tentang koinfeksi keduanya. Rekomendasi baru adalah untuk menggunakan NSAID, kortikosteroid dan fisioterapi pada kasus chikungunya dengan athralgia hebat.

Topik simposium selanjutnya tentang infeksi neonatal dipimpin oleh Dr. Bravo (Filipina), membahas tentang SPRING (Strengthening Publication and Reporting Infection in Newborn Globally) Guidance For Studies And Publication oleh Dr. Fitchett (Inggris), Brain Oxygenation And Outcome Of Sepsis oleh Dr. Rallis (Yunani), TNF on Perinatal Brain Injury oleh Dr. Ferreira (Inggris), Prevention Guideline In Maternity oleh Dr. Freitas (Brasil). Intinya adalah adanya kaskade inflamasi pada sepsis dapat menyebabkan gangguan oksigenasi di otak, yang dapat dinilai dengan spectroskopi dan akan terlihat mulai pada hari ke 3 sepsis, terutama yang disebabkan karena bakteri staphilokokus. Bayley III Infant Todler score dapat digunakan untuk menilai ‘outcome’ sistem saraf pusat pada anak, yang berkorelasi linier dengan derajad deoksigenasi saat masih neonatus. Hal ini juga terkait dengan mekanisme hipoksia pada sepsis, karena terjadi kematian atau kerusakan sel otak dan akan berkembang menjadi CP (cerebral palsy). Peran penting imunitas perifier (peripheral immune system) dalam sepsis, mendasari rekomendasi pemeriksaan swab vaginal dan rectal semua ibu yang berada dalam ancaman persalinan prematur, untuk mendeteksi bakteri streptokokus dan E coli. Pemeriksaan yang dilakukan pada usia kehamilan sebelum 37 minggu dan ketuban utuh ini, dilanjutkan pemberian profilaksis antibiotika ampisilin dalam periode persalinan, untuk mencegah terjadinya sepsis neonatal onset cepat.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Gereja Candelária rancangan Francisco João Roscio diresmikan tahun 1811 di hadapan Raja John VI dari Portugal

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Sisi belakang Igreja de Nossa Senhora da Candelária, yang dilengkapi dengan Pius X Square yang luas.

Setelah acara coffee break sore, kami meninggalkan lokasi untuk menuju Urugauiana. Kami terkaget-kaget saat keluar dari stasiun Metro Rio bawah tanah, sebab hampir semua toko dan kios di Marcado Populer Urugauiana tutup. Ternyata hari itu adalah ‘Black Awareness Day’ atau ‘Dia da Consciência Negra’ (Portuguese) atau Hari Kesadaran tentang kulit Hitam yang dirayakan setiap tanggal 20 November. Hari yang dirayakan setiap tahun tersebut menjadi hari libur nasional di Brazil. Hari tersebut untuk merenungkan ketidakadilan perbudakan terhadap orang kulit hitam dan untuk merayakan kontribusi warga Brasil keturunan Afrika, terhadap kemajuan bangsa. Hari tersebut ditentukan berdasarkan ulang tahun kematian Zumbi dos Palmares (1655-1695), pemimpin terakhir kelompok Quilombo dos Palmares, dengan fokus acara ini adalah untuk menghapus persepsi inferioritas keturunan Afrika dalam masyarakat. Karena rumah makan yang menyediakan nasi juga tutup, akhirnya kami makan sore di McD berupa kentang goreng. Selanjutnya kami berjalan kaki menuju Candelaria. Igreja de Nossa Senhora da Candelária adalah sebuah gereja Katolik Roma yang dilengkapi dengan Pius X Square. Gereja Candelaria (Portugis: Igreja da Candelaria, diucapkan: [igɾeʒɐ ðɐ kɐdelaɾjɐ]) dibangun dan dihiasi selama periode yang panjang, dari 1775 sampai akhir abad ke-19. Pada awal abad ke-17 kapal Candelaria hampir tenggelam saat badai di laut. Setelah tiba di Rio de Janeiro, sekelompok orang Spanyol membangun sebuah kapel kecil, sesuai dengan sumpah mereka selama menghadapi badai. Kapel kecil ini, didedikasikan untuk Our Lady of Candelaria, dibangun sekitar 1609. Pada 1775 kapel ini diperbaiki oleh insinyur militer Portugis, Francisco João Roscio, dan diresmikan pada tahun 1811 di hadapan Raja John VI dari Portugal yang pada saat itu berada di Rio. Kubah gereja dan delapan patung dari batu Lioz putih dibuat di Lisabon dan dibawa ke Brasil dengan kapal. Setelah selesai, kubah dari Candelaria waktu itu adalah struktur bangunan tertinggi di kota Rio. Pada 1878 interior gereja Candelaria mulai didesain ulang, dalam gaya Neo-Renaissance. Dinding dan kolom ditutupi dengan marmer Italia berbagai warna, dan dilengkapi berbagai patung. Pelukis Brasil João Zeferino da Costa ditugaskan untuk melukis bagian tengah dan bagian dalam kubah. Di langit-langit lorong utama, Zeferino da Costa dan asistennya membuat lukisan yang menceritakan sejarah gereja. Altar utama dibuat oleh arsitek Brasil Archimedes Memória, berbagai kaca jendela dan pintu perunggu buatan Jerman, dan di pintu masuk utama dilengkapi patung oleh pematung Portugis António Teixeira Lopes; dan patung perunggu monumental di mimbar dalam gaya Art Nouveau, dikerjakan oleh pematung Portugis Rodolfo Pinto Couto pada 1931.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Gereja Candelaria (Portugis: Igreja da Candelaria) dibangun dan dihiasi selama periode panjang, dari 1775 sampai akhir abad ke-19.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

di pintu masuk utama Gereja Candelaria dilengkapi patung oleh pematung Portugis António Teixeira Lopes

Sayang sekali, saat ini gereja tidak digunakan lagi dan bahkan berubah fungsi menjadi rumah singgah di malam hari untuk ratusan orang tunawisma, para pedagang obat ilegal dan bahkan prostitusi. Petugas gereja secara rutin menyediakan makanan, tempat tinggal, pendidikan dan sarana agama untuk banyak anak tunawisma ini. Petugas polisi berjaga secara rutin pada lingkungan gereja ini, karena sejak awal 1990-an terjadi tingkat kejahatan yang tinggi dan beberapa tunawisma terlibat dalam kegiatan kriminal seperti pencopetan dan pencurian. Pada 12 Juni 1993 sebanyak 8 anak jalanan, yaitu Paulo Roberto de Oliveira,  Anderson Oliveira de Pereira, Marcelo Candido de Jesus, Valdevino Miguel de Almeida, Gambazinho, Leandro Santos da Conceição,  Paulo José da Silva, dan Marcos Antônio Alves da Silva tewas, ketika polisi menembaki sekelompok anak jalanan yang tidur di samping Gereja Candelaria. Tiga polisi militer dipidanakan dalam kasus pembunuhan ini, tetapi hanya satu yang akhirnya dihukum. Salah satu tokoh korban lainnya adalah Sandro Rosa do Nascimento yang menjadi terkenal karena melakukan pembajakan bus kota dan berhadapan dengan polisi Rio. Selama konfrontasi, Sandro berteriak protes di depan kamera televisi tentang ketidakadilan sosial dalam masyarakat Brasil, sambil menempelkan senjata tajamnya ke kepala penumpang bis sebagai sandera.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Centro Cultural Banco do Brazil, sebuah museum yang penuh pengunjung

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Patung gagah perkasa menunggang kuda, Manuel Luis Osorio, di Praca XV de Novembro

Ia berpendapat bahwa pemerintah Brasil mengabaikan warga miskin dan tunawisma. Situasi berlangsung selama beberapa jam dan akhirnya polisi menangkap Sandro dengan beberapa sandera terluka tembak. Banyak warga sipil marah bereaksi dengan memukul dan melempar kotoran manusia ke wajah Sandro, yang akhirnya meninggal karena sesak napas dalam kendaraan polisi dalam perjalanan ke kantor polisi. Meskipun petugas polisi dituduh membunuhnya, tetapi akhirnya semua polisi ditemukan tidak bersalah. Kejadian ini mencerminkan perselisihan antara tunawisma dan polisi, bahkan memicu diskusi tentang hubungan antara tunawisma dan pemerintah di negara berkembang di seluruh dunia. Kejadian ini dapat dilihat dalam film dokumenter berjudul ‘Bus 174’ dan juga disebutkan dalam lagu ‘The Candelaria Massacre’ (Portugis: Slaughter Candelaria [ʃɐsĩnɐ ðɐ kɐdelaɾjɐ]) oleh The Core band metal Brasil.

Setelah mengagumi keindahan bangunan gereja Candelaria dan merenungkan pembantaian yang dulu terjadi di situ, kami segera bergegas ke Praca XV de Novembro, melewati Centro Cultural Banco do Brazil, sebuah museum yang penuh pengunjung karena hari libur nasional. Di lapangan Praca XV de Novembro kami tertegun dengan patung sosok gagah perkasa menunggang kuda, yaitu Manuel Luis Osorio yang lahir 10 Mei 1808 di Arroio Conceição do Rio Grande do Sul, dan meninggal 4 Oktober 1879 (71 tahun) adalah pahlawan Brasil dalam Perang Paraguay. Osorio memodernisasi dan memprofesionalkan kekuatan militer Brasil, dan akhirnya diangkat sebagai pelindung korps kavaleri Tentara Brasil. Patungnya yang gagah di lapangan Praca XV de Novembro dan nama Osorio yang harum diberikan untuk nama daerah di dekat Ipanema. Dari dermaga Praca XV Centro Rio, kami naik ferry ke Niteroi bertarif R$5.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Dari dermaga Praca XV Centro Rio, kami naik ferry ke Niteroi bertarif R$5.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Presiden Costa e Silva Bridge, umumnya dikenal sebagai Jembatan Rio-Niteroi yang megah

Tujuan kami adalah melihat Niteroi dan Presiden Costa e Silva Bridge, umumnya dikenal sebagai Jembatan Rio-Niteroi yang megah. Ferry berlayar sejajar dengan jembatan itu, sehingga jembatan panjang itu nampak sebagai garis lurus di cakrawala. Setelah mendarat, dari dermaga ferry Niteroi kami bermaksud berkeliling kota Niteroi dengan naik bis 49.1 warna merah Cidade de Niteroi tujuan Centro, ternyata kami keliru. Di Niterio juga ada Centro, bukan hanya ada di Rio. Untung ada penumpang yang dapat Berbahasa Inggris, mencoba menerangkan, tetapi tetap juga terjadi salah paham. Kami terpaksa berjalan kaki dari dermaga ke terminal bis, karena ternyata bis 1001 warna putih yang melewati Lapa di Rio de Janeiro tidak masuk terminal bis dan cukup ditunggu di depan dermaga seberang jalan. Untung beberapa orang yang kami temui, membantu kami dengan komunikasi yang agak susah payah.

Penumpang Tram

Suasana di atas ‘Trem do Corcovado’, bertarif R$ 56/orang, sebagai wisatawan

Feri

Suasana di atas ferry Niteroi bertarif R$ 5/orang sebagai penumpang umum

Dengan bis 1001 bertarif R$6 kami pulang ke Rio melewati Jembatan Rio-Niteroi yang sebelumnya kami lihat dari ferry dan merupakan jembatan gelagar kotak beton melintasi Guanabara Bay, yang menghubungkan Rio de Janeiro dan Niteroi. Saat ini merupakan jembatan beton pratekan terpanjang di belahan bumi selatan, dan terpanjang keenam di dunia. Dari selesai pada tahun 1974 sampai tahun 1985 merupakan jembatan kedua terpanjang di dunia, setelah Pontchartrain Causeway Lake di Hong Kong. Nama resminya adalah Presiden Costa e Silva Bridge, untuk menghormati presiden Brasil yang memerintahkan pembangunannya. “Rio-Niteroi” adalah julukan deskriptif yang segera menjadi lebih dikenal daripada nama resmi jembatan tersebut. Dalam rangka untuk menghubungkan dua kota tetangga, yaitu Rio de Janeiro dan Niteroi yang dipisahkan oleh Guanabara Bay, sehingga perjalanan darat lebih dari 100 kilometer (62 mil) menyusuri tepi Guanabara Bay melewati kota Mage, dipikirkan untuk membangun jembatan ataupun terowongan. Pada tahun 1963 sebuah kelompok kerja diciptakan untuk mempelajari proyek membangun jembatan. Presiden Artur da Costa e Silva menandatangani sebuah dekrit pada 23 Agustus 23, untuk proyek jembatan yang dirancang oleh Mario Andreazza, seorang Menteri Transportasi. Konstruksi dimulai secara simbolis pada 23 Agustus 1968 di hadapan Ratu Elizabeth II dan Pangeran Philip, Duke of Edinburgh dari Inggris pada kunjungannya ke Brasil. Pekerjaan yang sebenarnya dimulai pada bulan Januari 1969 dan jembatan ini resmi dibuka pada 4 Maret 1974. Jembatan itu dibangun oleh perusahaan konstruksi Brasil sepanjang 13,2 km dengan 8,8 km berada di atas air dalam ketinggian 72 m, untuk memungkinkan lewatnya ratusan kapal memasuki dan meninggalkan teluk Guanabara. Pada saat selesai dibangun, bentang tengah adalah box girder terpanjang di dunia, yang akhirnya telah dikalahkan oleh 301 meter jembatan Stolma di Norwegia (1998) dan 330 meter jembatan Shibanpo di Cina (2006). Jembatan ini dilewati oleh 140.000 kendaraan setiap hari, yang membayar tol hanya ketika memasuki Niterói dengan tarif terendah R $ 5,5.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Patung gagah warga asli Niteroi jaman kolonial, di dekat dermaga ferry Niteroi

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Niteroi dan Rio de Janeiro yang dipisahkan oleh Guanabara Bay

Bis 1001 line 7755 menuju Gavea, setelah memaski kota Rio terus melewati tunel Santa Barbara, yang menghubungkan distrik Catumbi dan Orange di Zona Utara dan Zona Selatan kota Rio. Pembangunannya dimulai pada tahun 1947 tetapi baru selesai pada tahun 1963. Pada saat itu terowongan ini dianggap yang terbesar di Amerika Selatan dan salah satu yang paling modern di dunia. Lamanya proses pembangunan ini disebabkan oleh kesulitan hukum untuk pengambilalihan 75 real estate (32 di sisi Orange dan 43 di sisi Catumbi). Terowongan sepanjang 1.357 meter dan lebar 17,5 meter memiliki 4 jalur kendaraan dan dilewati 100 ribu kendaraan per hari, sehingga lalu lintas ditutup untuk pemeliharaan dan pembersihan pada hari Senin dan Rabu, kecuali pada hari libur. Kami turun di Largo do Machado untuk berganti Metro Rio dari General Osorio menuju Pavuna, dan turun di stasiun Cinelandia. Seperti biasanya, dari Cinelandia kami berjalan kaki 2 blok, untuk tidur pulas di kamar di Hotel Atlântico Business Rua Senador Dantas, 25 – Centro, Rio de Janeiro – RJ, 20031-202, Brasil. Malam itu, kami kembali tidur nyenyak.

Sabtu, 22 November 2015 adalah hari terakhir kami di Rio de Janeiro, diawali dengan perjalanan menuju tempat konggres di Sul America, Centro de Convencoes Avenida Paulo de Frontin, 1 – Cidade Nova, Estácio, Rio de Janeiro – RJ, 22260-010, Brasil, untuk mengikuti the 9th World Congress on Pediatric Infectious Disease 2015. Kami berjalan kaki 2 blok menuju Stasiun Cinelandia untuk menggunakan Metro Rio L1, yang berangkat dari Stasiun Botafogo menuju Uruguai. Dengan tiket seharga R$ 3,5 yang dibeli tunai di loket, kami melewati Stasiun Carioca, Uruguaiana, Presidente Varga, Central, Praca Onze dan turun di Estacio, dengan dilanjutkan jalan kaki 3 blok untuk mencapai venue.

Venue1

Tempat konggres di Sul America, Avenida Paulo de Frontin, 1 – Cidade Nova, Estácio, Rio de Janeiro

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Suasana Ipenema, pantai yang indah dan favorit bagi peserta konggres lainnya.

Konggres pada hari terakhir tersebut hanya diikuti oleh setengah peserta, karena banyak yang sudah kembali pulang. Selain itu, beberapa peserta sudah membawa kopor pribadi untuk langsung ke bandara setelah konggres, karena sudah sekalian check out dari hotel. Kami hanya sempat mengikuti sebentar sesi ‘Meet The Professor’ bertema ‘Success Of Short Course Antiiotic Therapies, Bringing The Medicine Into Science’ oleh Prof. Samir Saha (Bangladesh). Simposium berikutnya tentang ‘Epidemiology of TB and Relevance of BCG Vaccination’ oleh Dr. Marais (Australia), yang menjelaskan bahwa diperkirakan tuberculosis atau TB telah mengenai 1 milyar anak di dunia, tetapi sering underestimated karena tertutupi oleh pneumonia, malnutrisi, meningitis dan HIV. Pengaruh program vaksinsinasi HiB, pneumokokus dan rotavirus di India, China dan Indonesia, yang merupakan 3 negara dengan jumlah penderita terbanyak, membuat kejadian TB sekitar 3:100.000 penduduk. Sekitar 2/3 kasus TB terjadi Afrika dan Asia Tenggara dengan MDR TB (Multi Drug Resistance Tuberculosis) pada anak diperkirakan terjadi pada 32.000 anak pertahun. Vaksinasi BCG telah terbukti mampu mencegah penyebaran TB dalam tubuh anak, maupun infeksi bakteri M. Tuberculosis, Leprosy, non TB mycrobacterium. Selain itu, imunisasi BCG ternyata juga menurunkan kejadian asthma dan atopy, bahkan berpengaruh pada penyebab kematian total karena infeksi berat kuman apapun (heterologous effects). Dilanjutkan oleh Dr. Moraes Pinto (Brasil) dengan topik ‘Making Sense Of Recent Diagnostic Development’. Diagnosis TB pada anak selama ini 65% kasus hanya berdasarkan anamnesis adanya faktor risiko aktif, misalnya TB pada dewasa, HIV, usia balita, dan pengguna obat imunosupresif, baik yang memiliki gejala pulmonal sekitar 75% kasus, maupun non pulmonal sekitar 25%. Pemeriksaan mantoux test belum banyak digunakan karena memiliki kelemahan sebagai ‘operator dependent’, memerlukan 2 kali kunjungan, tingginya ‘false positive’ karena varicella, campak, flu, TB lama, dan riwayat BCG dalam 2 tahun terakhir. Pemeriksaan bakteri TB dari aspirasi lambung anak hanya dapat positif apabila terdapat 10 ribu bakteri/ml. Gold standar diagnosis TB saat ini adalah kultur darah yang dapat positif meskipun hanya terdapat 10-100 bakteri/ml. Pemeriksaan ‘nucleic acid gen amplification’ memiliki sensitifitas 75%, meskipun TB pada anak bersifat paucibacillary dan pemeriksaan smear negatif. Untuk itu, diagnosis TB sebaiknya juga menggunakan Elispot (T-Spot TB) dan quanti Feron TB Gold yang melacak intergeron gamma atau IGRA (QTF-IT). Namun demikian, hasil positif tes Mantoux ataupun IGRA pada anak sebenarnya hanya berarti telah terjadi peningkatan risiko atau paparan TB dan atau kondisi imunosupresif, bukan berarti bahwa anak mengalami sakit TB. Dengan demikian, follow up pasien oleh dokter yg sama, termasuk untuk memulai dan menghentikan terapi TB, jauh lebih penting.

Simposium selanjutnya bertopik ‘Optimising Drug Therapy For Tuberculosis In Children’ oleh Dr. Garcia Prats (Afrika Selatan), yang menjelaskan bahwa terlalu sedikit penelitian tentang efikasi obat TB pada anak, sehingga selama ini hanya mengutip dari pasien dewasa, termasuk dalam menentukan dosis obat TB dianggap sama dalam hal rumus mg/kgBB pasien dewasa, yang sebenarnya tidaklah dijamin tepat. WHO tahun 2010 merekomendasikan menaikkan dosis INH menjadi 10 mg/kgBB, Rifampisin 15 mg/kgBB, Levofloxacin 15 mg/kgBB untuk anak > 7 tahun, dan maxifloxacin 10 mg/kg. Dosis obat seharusnya ditingkatkan pada anak dengan adanya kontak TB dewasa serumah, untuk mengurangi risiko terjadinya MDR TB dan memperpendek regiments. Simposum selanjutnya berjudul ‘Treatment of Drug Resistant TB For The Practising Clinician’ oleh Prof. Tsolia (Yunani) yang menjelaskan bahwa kasus MDR TB yang telah resisten terhadap INH dan Rif, juga kasus XDR TB yang juga resisten terhadap fluoroquinolon, pada populasi anak belum pernah dihitung jumlah kasusnya, berbeda dengan pada dewasa. Kesulitan diagnosis pada anak karena sulit mengumpulkan spesimen untuk diperiksa di laboratorium, sifatnya infeksi paucibacillary TB, dan riwayat kontak sulit didapat, sehingga hanya dapat diduga ada 32 ribu anak per tahun atau 3,5% dewasa. Terapi dengan 4-6 jenis obat anti TB selama 20 bulan pada kasus MDR dan 24 bulan pada kasus XDR, memiliki keluaran 82% berhasil, 39% efek samping, 6,8% gagal dan 5,9% meninggal.

Simposium berikutnya dengan topik ‘Understanding Neonatal Sepsis’ oleh Prof. Saha (Bangladesh), menjelaskan bahwa kematian neonatus karena sepsis masih mencapai 44% dan perlu segera ditekan, agar angka kematian anak membaik. Sampai sekarang, hasil pemeriksaan kultur darah jarang tumbuh, yaitu hanya sekitar 7%, sehingga terapi hanya berdasarkan gejala klinis yang dinamakan possible Serious Bacterial Infection (pSBI), karena adanya sepsis, asfiksi dan prematuritas adalah 3 hal utama yang saling terkait. Untuk itu, kultur darah sebaiknya bukan dianggap ‘gold standard’ sepsis lagi, tetapi ‘old standard’, karena tidak realistis dan sering dipengaruhi oleh jumlah serum yang tersedia atau pemberian antibiotika pada ibu intra partum. Alternatif diagnosis untuk sepsis neonatal sebaiknya adalah deteksi biomarker dan molekuler, misalnya CRP dan prokalsitonin. Pemeriksaan molekuler terdiri dari amplifikasi PCR, hibridisasi dan non asam nuklei. Real-time PCR memiliki sensitivitas dan spesifisitas 100%, sensitifitas hibridisasi 99%, dan sensitifitas Post PCR amplification 95%. Meskipun pemeriksaan molekuler belum dapat menyingkirkan kultur darah, tetapi real time atau RT PCR paling dianjurkan, termasuk dalam penelitian besar dan global ANISA (A New Initiative For Find The Etiology Of Neonatal Sepsis) menggunakan RT PCR untuk mengenali 30 jenis bakteri berbeda, dari darah dan saluran napas bayi, terutama Streptokokus dan HiB.

Topik selanjutnya adalah GBS (Good Bye Streptococcus) oleh Dr. Dangor (Afrika Selatan), Maternal Vaccination For Prevention Of Pertussis oleh Prof. Edwards (USA), Prevention of RSV Progress Toward Prevention oleh Prof. Pollack (Argentina) dan Prevention Of Pneumonia Mortality In Children oleh Prof. Klugman (USA). Intinya adalah bahwa pneumonia atau radang paru-paru adalah penyebab kematian utama pada anak, terutama di India, Nigeria, Pakistan, Ethiopia dan Kongo. Bahkan koinsidensi atau bersama diare, pneumonia menjadi penyebab utama kematian bayi secara global. Bakteri penyebab utama pneumonia adalah pneumokokus dan di India telah terjadi peningkatan resistensi antibiotika, sehingga meskipun kejadian campak sudah turun 85%, AIDS turun 61%, tetanus 53% dan malaria 56%, tetapi pneumonia hanya turun sangat sedikit. Penyebab kematian anak yg sebenarnya dapat dicegah dengan imunisasi adalah pneumonia, rotavirus, dan Hib yang mencakup total 16% kasus. Sayang sekali, saat ini di India, Indonesia dan Cina belum memberikan imunisasi PCV untuk mencegah pneumonia secara rutin, sehingga penurunan kejadian pneumonia belum terlalu turun secara global.

Menjelang acara penutupan konggres, kami berjalan kaki 3 blok lagi untuk mencapai Stasiun Estacio. Dengan naik Metro Rio L1, yang berangkat dari Stasiun Uruguai menuju Botafogo dan tiket seharga R$ 3,5 yang dibeli tunai di loket, kami turun di Stasiun Praca Onze untuk berjalan kaki 3 blok melihat Sambodromo. Sambadrome Marques de Sapucai (Passarela Profesor Darcy Ribeiro atau Sambodromo dalam bahasa Portugis) atau hanya Sambadrome merupakan daerah parade yang dibangun di pusat kota Rio de Janeiro, untuk tujuan sekolah samba dan parade kompetitif setiap tahun, selama berlangsungnya Karnaval Rio. Parade atau karnaval ini menarik ribuan warga Brasil dan wisatawan asing setiap tahun.


Sambadrome (“Sambodromo” dalam bahasa Portugis) dirancang oleh Oscar Niemeyer dan dibangun pada tahun 1984, yang berupa bentangan jalan Marques de Sapucai sepanjang 700 m yang diubah menjadi tanah parade permanen dengan bangku dibangun di kedua sisi jalan untuk duduk penonton, dengan kapasitas 90.000 kursi. Komplek ini mencakup sebuah kawasan yang berawal dari ujung rute pawai di Praça da Apoteose (Lapangan Apotheosis) dekat favela Morro da Mineira. Pembukaan kembali terjadi pada tanggal 7 Februari 2012, yang dihadiri oleh Walikota Eduardo Paes dan arsitek Oscar Niemeyer. Setiap sekolah samba memiliki waktu sekitar 90 menit untuk berparade dari satu ujung Sambadrome ke yang lain dengan melibatkan ribuan penari serta pemusik. Pada hari Rabu Abu (quarta-feira de cinzas) dalam tradisi Katolik, nilai yuri dikumpulkan dan satu dinyatakan sebagai pemenang. Parade of Champions diadakan Sabtu berikutnya dengan menampilkan 5 sekolah samba pemenang. Pada tahun 2008, harga tiket masuk berkisar antara R$ 10 – R$ 500 (US $ 6,50 menjadi US $ 312,50).

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Sambadrome (“Sambodromo” dalam bahasa Portugis) dirancang oleh Oscar Niemeyer
dan dibangun pada tahun 1984,

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Merasakan sensasi Parade samba Carnaval Rio de Janeiro, di Sambadrome saat hujan gerimis.

Parade samba Carnaval Rio de Janeiro yang terdekat akan diadakan pada hari Jumat dan Sabtu, 5 dan 6 Februari 2016. Final grand Samba Parade 2016 akan diadakan pada hari Minggu dan Senin malam, 7 dan 8 Februari 2016 dan enam sekolah samba terbaik akan parade sekali lagi pada hari Sabtu, 13 Februari 2016. Untuk penyelenggaraan Olimpiade 2016, tempat tersebut akan menjadi arena cabang memanah, atletik, dan maraton. Dalam persiapan untuk Olimpiade 2016, pabrik tua Brahma di dekatnya dihancurkan dan bangku-bangku tambahan dibangun di sana untuk meningkatkan kapasitas penonton menjadi sekitar 18.000 kursi, dengan desain simetris. Di luar musim Karnaval, Apotheosis Square kadang-kadang digunakan sebagai tempat konser musik skala besar. Artis yang telah tampil di Apotheosis Square Sambadrome termasuk Diante Trono, Eric Clapton, Supertramp, Black Eyed Peas, Pearl Jam, Elton John, Coldplay, Whitney Houston, Avril Lavigne, Britney Spears, Iron Maiden, Radiohead, Hillsong Jonas, Nirvana, A-ha, Janet Jackson, Bon Jovi, David Bowie dan Rolling Stones.

Sayang sekali, kami sampai di Sambodromo saat hujan gerimis turun, sehingga kami hanya dapat berfoto sebentar sekali dan mencoba merasakan aura meriah karnaval samba ataupun konser musik skala besar, untuk melanjutkan perjalanan. Dengan naik Metro Rio L1, yang berangkat dari Stasiun Uruguai menuju Botafogo, kami naik di Stasiun Praca Onze meliwati Stasiun Central, Presidente da Vargas, Uruguaiana, Carioca, dan turun di Cinelandia, untuk melihat Teatro Municipal. Teatro Municipal Rio de Janeiro terletak di Central Avenue Cinelandia (Praça Marechal Floriano), sekarang disebut Rio Branco Road, di pusat kota Rio de Janeiro, dan dibangun sekitar tahun 1909. The Theatro Municipal (Municipal Theatre) dianggap sebagai salah satu gedung seni yang paling indah dan bioskop terpenting di Brasil. Bangunan ini dirancang dengan gaya eklektik, terinspirasi oleh Paris Opéra Charles Garnier. Dinding luar bertuliskan nama-nama klasik seniman Eurocentric dan Brasil. Gedung ini berseberangan dengan Perpustakaan Nasional dan Museum Seni Rupa, serta menghadap Cinelandia Square yang luas. Pada paruh kedua abad kesembilan belas, kegiatan teater sangat intens di Rio de Janeiro, sebagai ibu kota negara. Setelah Proklamasi Republik Brasil tahun 1889, tepatnya pada tahun 1894 penulis drama Arthur Azevedo meluncurkan kampanye untuk membangun sebuah gedung teater baru di sepanjang garis Comédie Française. Pada saat Walikota Pereira Passos tahun 1903 membuka Avenue Central (Sekarang Avenida Rio Branco), muncul gagasan dari Francisco de Oliveira Passos (anak dan kemudian menjadi walikota) bekerjasama dengan Albert Guilbert dan desain gedung terinspirasi oleh Paris Opera. Pembangunan dimulai pada tahun 1905 di atas dasar 1.180 buah tiang kayu di dalam tanah. Untuk menghias bangunan, pelukis dan pematung Brasil dilibatkan, seperti Eliseu Visconti, Rodolfo Amoedo dan Bernardelli. Akhirnya, empat setengah tahun kemudian pada 14 Juli 1909, Presiden Nilo Peçanha meresmikan Theatro Municipal do Rio de Janeiro, yang memiliki kapasitas 1.739 pemirsa. Kemudian walikota Serzedelo Correa pada tahun 1934 melakukan beberapa modifikasi, termasuk interior teater yang mewah dengan patung-patung buatan Henrique Bernardelli, lukisan oleh Rodolfo Amoedo, tirai penutup megah karya Eliseu Visconti, dilengkapi Restoran Assírius di ruang bawah tanah yang aneh, dengan dekorasi Asyur yang mengesankan, dan sejak saat itu gedung ini memiliki jumlah 2.361 kursi penonton. Pada tahun 1931, Symphonic Orchestra Kota Rio de Janeiro diciptakan dan melibatkan aktor seperti Arturo Toscanini, Sarah Bernhardt, Bidu Sayao, Cheryl Studer, Eliane Coelho, Heitor Villa-Lobos, Igor Stravinsky, Paul Hindemith dan Alexander Brailowsky. Pada masa kejayaan awal, gedung ini menampilkan hanya opera asing dan acara simfoni orkestra, terutama dari Italia dan Perancis.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Theatro Municipal, gedung konser ini memiliki 2.361 kursi penonton

Bandara

Gerbang terminal 1 Aeroporto Internacional Tom Jobim (Galeão) Rio de Janeiro

Saat ini Theatro Municipal sebagian besar digunakan untuk pertunjukkan balet dan musik klasik. Kami sempatkan mampir dan mengagumi keindahannya, sebelum kembali ke hotel dalam jalan kaki cepat karena gerimis melewati 2 blok. Malam itu kami di kamar 104 Hotel Atlântico Business Rua Senador Dantas, 25 – Centro, Rio de Janeiro – RJ, 20031-202, Brasil berkemas untuk persiapan kembali ke Indonesia. Perjalanan ke Aeroporto Internacional Tom Jobim (Galeão) Rio de Janeiro, akan kami lakukan pada Sabtu, 21 November 2015 menjelang tengah malam.

Sekian

bersambung dengan petualangan di London, Inggris, sebalum pulang ke Indoensia 

baca juga : https://dokterwikan.com/2018/05/28/2015-london/

20151118225148

*) pelancong Jawa berdana cekak

Ditulis di ruang tunggu Aeroporto Internacional Tom Jobim (Galeão) Rio de Janeiro

Kamis, 19 November 2015

wa.me/
wa.me
Halo, ada yang dapat dibantu?