Categories
Istanbul

STEROID PADA SERANGAN ASMA

Hasil gambar untuk serangan asma pada anak

STEROID  PADA  SERANGAN  ASMA

fx. wikan indrarto*)

Steroid sistemik disarankan dalam pedoman tatalaksana untuk mengatasi serangan kekambuhan atau eksaserbasi asma pada anak. Penggunaan selama ini adalah paket pemberian 5 hari prednison atau prednisolon obat telan, namun penelitian terbaru menunjukkan bahwa deksametason memiliki kemampuan yang lebih baik dan dengan demikian dapat merupakan pilihan yang lebih baik, terutama untuk anak kecil. Namun demikian, banyak penelitian tentang deksametason menggunakan hanya satu dosis tunggal, sementara dosis deksametason, prednison atau prednisolon yang digunakan dalam berbagai penelitian lainnya telah cukup berbeda, sehingga membuat perbandingan antar penelitian lebih sulit dilakukan.

Hasil gambar untuk serangan asma pada anak

Paniagua dan rekan (Paniagua N, Lopez R, Munoz R, et al. Randomized trial of dexamethasone versus prednisone for children with acute asthma exacerbations. J Pediatr. 2017;191:190-196) melakukan penelitian yang bersifat prospective, randomized, open-label, and noninferiority trial yang dilakukan di Spanyol. Dr. Natalia Paniagua, PhD, merupakan ketua tim peneliti dan Chief of Pediatric Emergency Department Hospital Universitario Cruces, di Bilbao. Kita tahu bahwa Bilbao adalah sebuah kota di bagian utara Spanyol, merupakan kota terbesar ke 10 di seluruh Spanyol, dengan populasi 345.141 jiwa pada tahun 2015.

Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan apakah dua dosis deksametason obat telan atau oral, sama efektifnya dengan prednisolon atau prednison selama 5 hari, dalam tatalaksana serangan kekambuhan atau eksaserbasi asma pada anak. Anak berusia 12 bulan sampai 14 tahun yang dibawa Unit Gawat Darurat (UGD) selama tahun 2014-2015 dan memenuhi syarat, dilibatkan dalam penelitian ini. Anak didiagnosis menderita asma jika mereka memiliki setidaknya dua kali episode mengi atau wheezing sebelumnya, yang responsif terhadap obat asama baku yaitu agonis beta obat hirupan atau inhalasi. Selain itu, semua subyek penelitian memiliki gejala asma saat diperiksa di UGD, yaitu mengi atau wheezing, dyspnea atau sesak napas, batuk, atau peningkatan usaha napas. Anak dengan serangan eksaserbasi asma berat dikeluarkan dari penelitian ini, yaitu anak yang selanjutnya dirawat di unit perawatan intensif, memerlukan oksigen dengan aliran tinggi, atau yang menerima magnesium sulfat, obat pereda serangan asam berat

Hasil gambar untuk serangan asma pada anak

Pada penelitian tersebut semua anak diberikan obat baku sesuai protokol pada serangan asma, yaitu dua atau tiga dosis obat agonis beta hirupan atau inhalasi dalam 60 menit pertama, serta pemberian obat tambahan dengan ipratropium bromida. Anak dengan saturasi oksigen kurang dari 93% diberi oksigen tambahan. Anak dalam kelompok dexamethasone menerima obat telan atau per oral dengan dosis 0,6 mg / kg (dosis maksimum 12 mg) saat datang di UGD serta dosis kedua pada 24 jam kemudian. Anak dalam kelompok prednison atau prednisolon menerima obat telan atau per oral dengan dosis 1,5 mg / kg di UGD dan diikuti 1 mg / kg sehari, dibagi menjadi dua dosis pada hari ke 2 sampai ke 5 di rumah.

Anggota tim peneliti menghubungi keluarga pasien melalui telepon pada hari ke 7 dan hari ke 15. Selama panggilan telepon tersebut, para peneliti menilai tingkat keparahan gejala, kualitas hidup, dan apakah anak tersebut telah memerlukan perawatan darurat di RS lain, karena terjadi kekambuhan serangan asma. Hasil utamanya adalah persentase pasien yang terus mengalami gejala asma pada hari ke 7 dan skor kualitas hidup. Selain itu, juga kunjungan kembali ke UGD karena kekambuhan asma ulang, kepatuhan terhadap terapi, rawat inap di rumah sakit, dan keluhan muntah

Hasil gambar untuk serangan asma pada anak

Penelitian ini secara acak melibatkan 590 anak dan > 95% dari kedua kelompok mampu menyelesaikan penelitian ini. Tidak ada perbedaan dalam persentase pasien pada setiap kelompok, yang masih mengalami gejala asma pada hari ke 7 (56,6% kelompok deksametason dan 58,3% kelompok prednison atau prednisolon). Tidak ada perbedaan dalam persentase anak yang harus diberikan obat steroid dosis berikutnya (7,8% kelompok deksametason dibandingkan dengan 6,2% kelompok prednison atau prednisolon). Tidak ada perbedaan frekuensi muntah atau emesis (<5% dari masing-masing kelompok). Kunjungan kembali ke UGD RS terjadi pada 4,6% kelompok deksametason dan 3,2% kelompok prednison atau prednisolon, tetapi semua perbedaan tersebut tidak signifikan secara statistik. Kepatuhan pengobatan sedikit lebih baik pada kelompok deksametason (99,3%) dibandingkan dengan (96%) kelompok prednison atau prednisolon.

Hasil gambar untuk serangan asma pada anak

Para peneliti menyimpulkan bahwa deksametason merupakan pilihan tepat untuk mengobati serangan atau eksaserbasi asma akut pada anak dan obat ini sebaik prednison atau prednisolon dalam penelitian ini. Pemberian deksametason cukup 2 hari, sedangkan prednison atau prednisolon memerlukan pengobatan selama 5 hari.

Hasil gambar untuk serangan asma pada anak

Rejimen obat dua dosis pada umumnya akan memiliki kepatuhan yang lebih baik, tetapi dalam penelitian ini rejimen 10 dosis juga memiliki tingkat kepatuhan sangat tinggi, yaitu > 93%. Penting untuk diingat bahwa penelitian ini bukan membandingkan dosis tunggal deksametason yang diberikan di UGD dengan prednison atau prednisolon selama 5 hari. Banyak dokter klinisi telah mengekstrapolasi bukti penelitian yang ada, misalnya menyarankan bahwa dosis tunggal obat di UGD “sama baiknya” dengan dosis berikutnya di rumah, pada hal tanpa data yang cukup untuk mendukungnya.

Hasil gambar untuk serangan asma pada anak

Oleh sebab itu, data dari penelitian Paniagua dan rekan di Spanyol yang meyakinkan ini, menunjukkan bahwa pemberian dexamethasone dua dosis, tampaknya merupakan pilihan yang sangat menarik untuk tatalaksana anak yang mengalami serangan atau eksaserbasi asma. Apakah kita sudah bertindak bijak?

 Hasil gambar untuk dr wikan indrarto

Sekian

Yogyakarta, 8 Maret 2018

*) Sekretaris IDI Wilayah DIY, dokter spesialis anak, Lektor di FK UKDW, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161

By Fx Wikan Indrarto

Dokter Fx Wikan Indrarto

Leave a Reply

wa.me/
wa.me
Halo, ada yang dapat dibantu?