
SAMBUTAN
KETUA IDI WILAYAH DIY
fx. wikan indrarto*)
Selamat
pagi, sugeng rawuh, dan salam sejahtera bagi kita semua.
Kepada Yth :
- Para pembicara dr. Ceva Wicaksono Pitoyo, SpPD-KP-KIC, Prof. Dr. dr. Nyoman Kertia, SpPD-KR, dan dr. Lianda Siregar, SpPD-KGEH.
- Dr. Dea Tandiari, MHA, Head of CME & Medical PT. Darya-Varia Laboratoria Tbk., SpM(K).
- Juga segenap peserta dan tamu undangan pada Simposium Scientific Expert Summit.

Pertama-tama kami memohonkan maaf, karena Dr. Choirul Anwar, MKes (Ketua IDI Wilayah DIY) yang sedianya akan hadir sendiri dalam pertemuan ini, ternyata berhalangan, terkait tugas lain yang tidak dapat ditinggalkan. Untuk itu, perkenankanlah kami sebagai Sekretaris IDI Wilayah DIY, memohon ijin mewakili beliau, untuk bersama-sama dengan Anda semua di ruangan ini dan memberikan sambutannya.

IDI Wilayah DIY menyambut baik dan mendukung sepenuhnya, kegiatan besar yang dikoordinasikan PT. Darya-Varia Laboratoria Tbk., yaitu Simposium Scientific Expert Summit untuk dokter umum se Indonesia dengan topik “Improving Competencies in Daily Practice”. Acara besar ini doiselenggarakan pada hari Minggu, 17 Februari 2019, pk. 8–16, di The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center.

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 Tentang Praktik Kedokteran, terutama pada Pasal 28 ayat 1, ditegaskan bahwa setiap dokter yang berpraktik wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan kedokteran berkelanjutan, yang diselenggarakan oleh organisasi profesi, dalam rangka penyerapan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran. Oleh sebab itu, Pengurus IDI Wilayah DIY menyambut baik acara ini, demi semakin baiknya praktek kedokteran yang dihadirkan oleh segenap dokter anggota.

Yth
para tamu undangan, pembicara, peserta dan hadirin semua.
Pada era JKN di Indonesia, telah ditentukan program rujuk balik (PRB) yang merupakan program BPJS Kesehatan, dalam menjamin kebutuhan obat bagi peserta yang memiliki penyakit kronis. Sebelumnya ada 10 jenis penyakit kronis yang termasuk dalam cakupan PRB. Namun sesuai rekomendasi Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI) dan Komite Nasional Formularium Nasional (Fornas) pada 27 Februari 2014, sirosis hati tidak masuk dalam program rujuk balik karena sifatnya yang kronis dan tidak dapat dilakukan rujuk balik ke faskes (fasilitas kesehatan) tingkat pertama. Saat ini ada 9 penyakit kronis yang masuk program rujuk balik, yaitu Diabetes Mellitus, Hipertensi, Jantung, Asma, Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), Epilepsi, Skizofrenia, Stroke, dan Systemic lupus erytematosus (SLE).
Oleh
sebab itu, pasien asma dan PPOK yang sudah stabil harus dikembalikan
dalam PRB, kepada teman sejawat dokter di Faskes primer.
Keberlanjutan tatalaksana pengendalian asma, tentu saja harus menjadi
perhatian kita semua, para dokter di Faskes primer. Para dokter
seharusnya mampu memimpin program pengendalian asma dan PPOK, pada
pasien yang mengikuti PRB. Lebih jauh nanti akan dipresentasikan oleh
dr. Ceva Wicaksono Pitoyo, SpPD-KP-KIC (FK UI RSCM) dengan topik
‘Improving QoL in Patient with Asthma & COPD’.
Yth
para tamu undangan, pembicara, peserta dan hadirin semua.
Nyeri merupakan suatu gambaran pengalaman sensorik dan emosional yang berkaitan dengan kerusakan jaringan, yang berpotensi rusak maupun yang sudah terjadi kerusakan.

Opioid merupakan terapi utama dari nyeri akut dan nyeri postoperatif sedang sampai berat, dimana reseptor opioid juga penting dalam proses inflamasi. Meskipun demikian, penggunaan opioid dihubungkan dengan beragam efek samping perioperatif seperti terjadinya depresiventilasi, sedasi dan drowsiness, postoperative nausea and vomiting (PONV), pruritus, retensi urin, dan konstipasi. Penggunaan intraoperatif dalam dosis bolus yang besar ataupun infus kontinu dapat meningkatkan nyeri akut paska operasi terkait dengan proses eliminasinya yangcepat dan terjadi toleransi akut. Oleh karena itu, pemilihan pemakaian non-opioid analgesia telah dikembangkan sebagai adjuvant, selama proses perioperatif untuk meminimalisasi efek samping dari medikasi opioid tersebut, dimana teknik ini lebih dikenal dengan ‘multimodal analgesia’ atau ‘balance analgesia’. Lebih jauh nanti akan dipresentasikan oleh Prof. Dr. dr. Nyoman Kertia, SpPD-KR (FK UGM) dengan topik ‘Multimodal analgesia’.

Widiya Tussakinah (FK UNAND Padang, Sumbar) pada tahun 2017 mencatat persentase gastritis di Indonesia menurut WHO adalah 40,8% dan angka kejadian gastritis cukup tinggi, yaitu 274.396 kasus dari 238.452.952 jiwa penduduk Indonesia. Berdasarkan profil kesehatan Indonesia, gastritis merupakan salah satu penyakit dari 10 penyakit terbanyak pada pasien rawat inap di rumah sakit di Indonesia dengan jumlah 4,9 %.

Gastritis merupakan salah satu masalah saluran pencernaan yang paling sering terjadi dan paling sering dijumpai di klinik, karena diagnosisnya sering hanya berdasarkan gejala klinis, bukan pemeriksaan histopatologi. Gastritis dianggap sebagai suatu hal yang remeh namun gastritis merupakan awal dari suatu penyakit yang dapat mengganggu kualitas hidup seseorang.
Penelitian
berjudul ‘PPI co-therapy reduces upper GI bleeding hospitalizations
among patients on oral anticoagulants’, ditulis oleh Ray WA, et al.
JAMA. 4 Desember 2018, menyimpulkan bahwa insiden rawat inap untuk
perdarahan saluran cerna bagian atas pada pasien yang menggunakan
antikoagulan, lebih rendah pada pasien yang juga menggunakan Proton
Pump Inhibitor (PPI). Lebih jauh nanti akan dipresentasikan oleh dr.
Lianda Siregar, SpPD-KGEH dari MRCCC Siloam Hospitals Semanggi,
Jakarta Selatan, dengan topik ‘Role of PPI in Upper GI Disorder’.
Yth
para tamu undangan, pembicara, peserta dan hadirin semua.
IDI Wilayah DIY sangat berharap, setelah mengikuti Simposium Scientific Expert Summit, Anda semua memperpanjang tinggal di Yogyakarta barang 1-2 hari lagi. Di DIY tersedia berbagai lokasi wisata dan kuliner kelas dunia, yang dilengkapi dengan pusat oleh-oleh khas Yogyakarta. Kami sangat berharap Anda semua dapat menikmati sensasi semi pedestrian terbaru dengan ‘selfi’ atau ‘groufi’ di sepanjang Jl. Malioboro di pusat kota Yogyakarta. Perjalanan nyata dan ‘mistik’ Anda yang lurus ke utara akan sampai ke Tugu Yogyakarta. Tugu atau monumen yang sering dipakai sebagai simbol atau lambang kota Yogyakarta ini, dibangun oleh Sultan Hamengku Buwana I, pendiri kraton Ngayogyakarto Hadiningrat, cikal bakal kota Yogyakarta.

Pada saat ini, sedang berlangsung Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) XIV, yang resmi dibuka oleh Gubernur DIY Sultan HB X di Kampoeng Ketandan (Chinatown of Yogyakarta) Rabu, 13 Februari 2019 yang lalu. Penyelenggaraan tahun ini berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, karena lebih semarak, lebih beragam, dan segudang aksi oleh Jogja Chinese Art and Culture Centre (JCACC), selama seminggu penuh samopai Rabu, 19 Februari 2019 mendatang.

Salah satu atraksi yang paling menarik adalah karnaval Malioboro Imlek Festival dan Festival Naga Barongsai, yang sudah diselenggarakan kemarin Sabtu, 16 Februari 2019 di sepanjang Jalan Malioboro. Yang menarik, terdapat tiga naga raksasa dari Jogja, Magelang, dan Tangerang, Jawa Barat. Saat ketiganya berurutan, Jalan Malioboro dilewati barongsai sepanjang 322 meter diikuti enam reog dari Ponorogo, Jawa Timur, yang melintasi sepanjang Jalan Malioboro.

Selain itu, sudah terpasang tenda sepanjang kurang lebih 600 meter di Kampoeng Ketandan, mulai jalan masuk dari arah Malioboro hingga sebelah barat Melia Purosani Hotel. Tenda tersebut untuk berjualan berbagai barang khas tahun baru Imlek. Lampion warna merah juga menghiasi seluruh area lokasi kegiatan, terutama di panggung utama di sebelah barat Melia Hotel Purosani. Pengunjung akan dimanjakan dengan berbagai barang yang dipajang di stand pameran.

Saat ini juga sedang terjadi even besar yang disebut Jogja Heboh sepanjang bulan Februari 2019 (https://visitingjogja.com/16559/jogja-heboh-1-28-februari-2019/). Beberapa event dalam Jogja Heboh 2019 yang masih akan berlangsung adalah tanggal 17 : Pasar Bungah, 13-17 : Pameran Perindustrian, 16-17 : Coast to Coast, 16-17 : Prawirotaman Carnival, 17 : Bhayangkara BMX Competition, 17 : Jogja Heboh Color Run, 20-24 : Pameran Dinas Koperasi, 20-24 : Seni Kriya & Foodfest, 24 : Jogja Heboh Fun Bike, 24 : Festival Kopi, dan 28 : Kenduri Bakpia. Acara tersebut belum termasuk Parade diskon di Merchant dan Mall, Paket Wisata Jogja by ASITA, Diskon Voucher Hotel by PHRI, Pameran potensi pertanian, Jogja Air Show dari Bandara Adisucipto, Trans TV music, motor gede HDCI, dan Color Run Kulonprogo. ‘Clossing Ceremony’ Jogja Heboh 2019 akan dilaksanakan pada hari Kamis, 28 Februari 2019 di Alun-Alun Utara Yogyakarta dengan dimeriahkan pemecahan rekor bakpia terbesar.

Selanjutnya Anda dapat menikmati wisata pantai di bibir Samudera Indonesia yang berombak besar, terdapat 47 pantai wisata eksotis mulai dari timur, yaitu Pantai Wedi Ombo yang berpasir putih di Kabupaten Gunung Kidul sampai ujung barat Hutan Mangrove di Pantai Congot di Kabupaten Kulon Progo, sangat menarik untuk dikunjungi. Keindahan alam Pegunungan Sewu dan keajaiban perutnya di Goa Pindul Gunung Kidul, ketinggian Kali Biru di Pegunungan Menoreh di Kulon Progo, wisata vulkanik Gunung Merapi di Sleman, religi Gunung Sempu di Bantul dan tradisi Paku Alaman Gunung Ketur di Kota Yogyakarta, adalah sensasi alami menakjubkan dalam sentuhan dan kearifan masyarakat lokal, yang layak Anda datangi.

Dengan
memohon berkat dari Tuhan Yang Maha Esa, marilah kita semua berharap
agar ‘Simposium Scientific Expert Summit’ di The Alana Yogyakarta
Hotel & Convention Center ini, dapat berjalan dengan lancar dan
bermanfaat bagi banyak pihak. Tuhan memberkati kita semua.
Terima kasih, sugeng pepanggihan, dan sukses selalu.

Sekian
Yogyakarta, 14 Februari 2019
*) Sekretaris IDI Wilayah DIY, dokter spesialis anak di RS Panti Rapih, Lektor di FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161