Categories
Istanbul

2019 Pencegahan Kekerasan di Sekolah

Hasil gambar untuk kekerasan di sekolah

PENCEGAHAN  KEKERASAN  DI  SEKOLAH

fx. wikan indrarto*)

Pada hari Jumat, 24 Juni 2019 dikeluarkan pedoman pencegahan kekerasan pada anak yang berbasis sekolah, sebuah buku pegangan yang cukup praktis. Buku ini diterbitkan karena mengakui potensi sekolah, yang dapat memfasilitasi upaya pencegahan kekerasan pada sekitar 1 miliar anak secara global, yang mengalami beberapa bentuk kekerasan fisik, seksual atau psikologis. Menjadi korban kekerasan di masa anak dapat merusak kesehatan fisik dan mental anak, bahkan memengaruhi seluruh hidup mereka. Apa yang harus dilakukan?

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/03/06/pencegahan-kekerasan-pada-anak/

.

Data dari survei kesehatan global pada siswa berbasis sekolah tahun 2018,  menunjukkan bahwa 34% anak sekolah dilaporkan diintimidasi pada bulan sebelumnya, sementara 40% melaporkan mengalami perkelahian fisik pada tahun 2017. Anak sekolah juga terkena berbagai bentuk kekerasan lain di lingkungan pendidikan, termasuk ‘cyber-bullying’ dan hukuman fisik. Selain itu, kekerasan juga terjadi di rumah dan komunitas mereka, termasuk penganiayaan anak, kekerasan oleh geng dan pelecehan oleh anak yang lebih tua. Di luar bahaya bagi kesehatan dan kesejahteraan mereka, banyak anak yang mengalami segala bentuk kekerasan di masa anak, lebih kecil kemungkinannya untuk lulus sekolah, lebih mungkin tidak masuk sekolah, dan menunjukkan prestasi akademik yang lebih rendah.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/02/07/kekerasan-terhadap-anak/

.

“Sekolah ditempatkan untuk berperan mengatasi kekerasan,” kata Dr. Etienne Krug, Direktur WHO untuk Manajemen Penyakit Tidak Menular, Kecacatan, Kekerasan dan Pencegahan Cedera. Hal ini diputuskan karena sekolah tidak hanya memberikan layanan pendidikan dan kegiatan lain yang melindungi anak dari kekerasan, tetapi sekolah juga membentuk sikap positif anak tentang kekerasan, penggunaan alkohol, narkoba, senjata dan risiko lainnya. Selain itu, pencegahan kekerasan yang terjadi dalam masyarakat juga dapat merupakan dampak tidak langsung, karena sekolah lebih mampu mendidik anak, mendorong pembelajaran seumur hidup, dan memberdayakan siswa untuk menjadi warga masyarakat yang bertanggung jawab.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/01/18/2019-remaja-sehat/

.

Buku pedoman pencegahan kekerasan berbasis sekolah ini dikembangkan oleh WHO dengan kontribusi dari UNESCO dan UNICEF, menguraikan langkah penting yang dapat diambil sekolah. Tujuannya adalah menjadi pedoman untuk sekolah dalam mengimplementasikan pendekatan berbasis bukti untuk pencegahan kekerasan pada anak. Buku pegangan ini memberikan informasi praktis tentang pertama, cara guru melatih  siswa dalam disiplin positif untuk mengurangi penggunaan hukuman fisik. Kedua, strategi memasukkan pelatihan siswa tentang keterampilan hidup secara sosial dalam kurikulum sekolah, untuk membantu anak berlatih, bagaimana membentuk hubungan positif dan menyelesaikan konflik secara konstruktif. Ketiga, teknik melibatkan orang tua dan masyarakat untuk memperkuat keterampilan mengasuh anak dan mendukung pembelajaran anak. Keempat, mengajarkan norma sosial, yang dapat membantu mencegah kekerasan, dan terakhir, cara menanggapi kekerasan yang berfokus pada rehabilitasi dan memperbaiki perilaku yang tidak pantas.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/06/06/2019-kota-sehat/

.

Buku pegangan ini memberikan informasi mendalam untuk mengakhiri kekerasan terhadap anak, khususnya yang berfokus pada intervensi di sekolah. Kekerasan terhadap anak dapat dicegah, dengan menangani faktor risiko sesuai pedoman : INSPIRE, ‘Seven strategies for ending violence against children’, sebuah paket teknis berbasis bukti, yang bertujuan untuk membantu semua negara mencapai Agenda 2030 untuk Pembangunan yang Berkelanjutan (SDGs) Target 16.2, yaitu mengakhiri kekerasan terhadap anak. Setiap huruf dari kata ‘INSPIRE’ merupakan salah satu strategi yang  sebagian besar terbukti, memiliki efek pencegahan pada beberapa jenis kekerasan yang berbeda. Selain itu, juga bermanfaat pada kesehatan mental, pendidikan dan pengurangan kejahatan pada anak.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/03/02/2019-mari-mendengarkan/

.

‘Implementation and enforcement of laws’, misalnya melarang dan membatasi akses anak sekolah terhadap alkohol dan senjata, ‘Norms and values change’, misalnya mengubah norma yang memaafkan pelecehan seksual terhadap anak perempuan atau perilaku agresif pada anak laki-laki, dan ‘Safe environments’, misalnya mengidentifikasi lingkungan sekolah yang menyebabkan kekerasan dan kemudian menangani penyebabnya. Selanjutnya ‘Parental and caregiver support’, yaitu memberikan pelatihan kepada pasangan orang tua siswa di sekolah, khususnya oran tua usia muda,  ‘Income and economic strengthening’, misalnya pelatihan keuangan mikro untuk melawan kemiskinan bagi keluarga tertentu, ‘Response services provision’, misalnya memastikan anak yang terpapar kekerasan di sekolah, dapat mengakses layanan medis darurat yang efektif dan mendapat dukungan psikososial yang tepat, serta ‘Education and life skills’, yaitu memastikan anak bersekolah secara lengkap atau memberikan pelatihan keterampilan hidup dan sosial.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/10/06/2018-hari-kesehatan-mental-sedunia/

.

Jika diterapkan, langkah sesuai pedoman : INSPIRE, ‘Seven strategies for ending violence against children’ pada buku pegangan ini, akan berkontribusi banyak dalam membantu mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yang terkait dengan pencegahan kekerasan dan mempromosikan pendidikan, yaitu target 4.a dan 5.1. Selain itu, sasaran 16.2 SDGs, yaitu menghentikan penyalahgunaan, eksploitasi, perdagangan, dan segala bentuk kekerasan dan penyiksaan terhadap anak, harus kita wujudkan.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/06/06/2018-aktivitas-fisik/

.

Bukti dari seluruh dunia menunjukkan bahwa kekerasan terhadap anak dapat dicegah. Pedoman pencegahan kekerasan pada anak berbasis sekolah yang dikeluarkan pada hari Jumat, 24 Juni 2019, dapat digunakan di semua sekolah, termasuk di Indonesia.

Apakah kita sudah bertindak?

Sekian

Yogyakarta, 27 Juni 2019

*) Dokter spesialis anak di RS Panti Rapih, Lektor di FK UKDW Yogyakarta, dan Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161

By Fx Wikan Indrarto

Dokter Fx Wikan Indrarto

Leave a Reply

wa.me/
wa.me
Halo, ada yang dapat dibantu?