Categories
Istanbul

2019 Cuaca Panas dan Kesehatan

CUACA  PANAS  DAN  KESEHATAN

fx. wikan indrarto*)

Cuaca cukup ekstrem di Tanah Suci akan menyambut kedatangan jamaah haji dari Indonesia. Pada hari Jumat, 5 Juli 2019 Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara Jeddah dan Madinah di Arab Saudi, Arsyad Hidayat mengatakan, suhu udara akan cukup panas. antara 44 hingga 45 derajat Celsius (°C). Apa yang harus dicermati?

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/01/30/2019-tantangan-kesehatan-global/

.

Paparan cuaca panas terbukti meningkat karena perubahan iklim, tidak hanya terjadi di Tanah Suci saja, dan secara global bertambah dalam frekuensi, durasi, dan besarnya dampak. Antara tahun 2000 dan 2016, jumlah orang yang terkena gelombang panas meningkat sekitar 125 juta. Pada 2015 saja, tambahan 175 juta orang terkena gelombang panas dibandingkan dengan rata-rata pada tahun sebelumnya. Pada tahun 2003, terdapat 70.000 orang di Eropa meninggal akibat peristiwa cuaca panas pada bulan Juni-Agustus. Selanjutnya pada tahun 2010, sekitar 56.000 kematian terjadi selama gelombang panas dalam 44 hari di seluruh daratan Federasi Rusia.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/09/06/2018-ancaman-kesehatan-global-2/

.

Penambahan panas dalam tubuh manusia dapat disebabkan oleh kombinasi panas eksternal yang berasal dari lingkungan, dan panas tubuh internal yang dihasilkan dari proses metabolisme tubuh. Peningkatan panas yang cepat akibat paparan panas eksternal akan dapat membahayakan kemampuan tubuh untuk mengatur suhu, dan dapat menyebabkan kaskade penyakit, termasuk kram (heat cramps), kelelahan (heat exhaustion), stroke (heatstroke), dan hipertermia. Kematian dan rawat inap di RS karena cuaca panas dapat terjadi sangat cepat (hari yang sama), atau memiliki efek lambat (beberapa hari kemudian), dan mengakibatkan percepatan kematian atau perjalanan penyakit lainnya, khususnya pada hari pertama munculnya gelombang panas. Apalagi temperatur panas yang ekstrem, tentu juga dapat memperburuk kondisi kronis yang sudah stabil, pada penyakit kardiovaskular, pernapasan, serebrovaskular dan diabetes.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/06/06/2019-kota-sehat/

.

Untuk itu, beberapa tindakan intervensi perlu dilakukan segera, misalnya menjaga rumah agar tetap dingin dan periksa suhu kamar pada pukul 8, 10, 13 dan 22. Idealnya, suhu kamar harus dijaga di bawah 32 °C di siang hari dan 24 °C di malam hari. Hal ini sangat penting untuk bayi, balita, lansia atau memiliki kondisi penyakit kronis. Gunakan aliran udara malam untuk mendinginkan rumah dengan membuka semua jendela pada malam dan dini hari, ketika suhu luar lebih rendah dan jika aman untuk dilakukan. Sebaliknya, kurangi beban panas di dalam rumah dengan menutup jendela, terutama yang menghadap sinar matahari di siang hari. Matikan lampu dan sebanyak mungkin perangkat listrik yang mengeluarkan panas. Gantungkan gorden, awning, atau kisi-kisi di jendela yang terpapar sinar matahari pagi atau sore. Gantung handuk basah untuk mendinginkan udara dalam ruangan.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/11/02/2018-melawan-polusi-udara/

.

Dampak cuaca panas pada bayi dan anak tentu lebih berbahaya, terkait cadangan cairan tubuh. Pada bayi volume air total dalam tubuh sebanyak 65–80% dari berat badan. Persentase ini akan berkurang seiring bertambahnya usia, menjadi 55–60% saat remaja. Cairan diperlukan untuk berbagai fungsi tubuh, antara lain dalam metabolisme, fungsi pencernaan, fungsi sel, pengaturan suhu, pelarutan berbagai reaksi biokimia, pelumas, dan pengaturan komposisi elektrolit. Secara normal, cairan tubuh keluar melalui urin, feses, keringat, dan pernapasan dalam jumlah tertentu.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/06/02/2019-bebas-asma-saat-lebaran/

.

Kebutuhan cairan harian berbeda berdasarkan usia, jenis kelamin, massa otot, dan lemak tubuh. Diperkirakan, bayi usia 0–6 bulan memerlukan cairan 700 mL/hari; bayi 7–12 bulan 800 mL/hari; anak 1–3 tahun 1.300 mL/hari; anak 4–8 tahun 1.700 mL/hari; anak 9–13 tahun 2.400 mL/hari pada laki-laki dan 2.100 mL/hari pada perempuan; anak 14–18 tahun 3.300 mL/hari (laki-laki) dan 2.300 mL/hari perempuan. Cairan ini dapat berasal dari makanan maupun minuman. Cairan dari minuman dapat berasal dari air putih, susu, atau jus buah. Pada saat terjadi paparan cuaca panas, kebutuhan cairan dapat meningkat sampai 20% dibandingkan kebutuhan harian.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/12/28/2018-hadapi-tsunami/

.

Jika tinggal di ruangan ber-AC, sebaiknya segera tutup pintu dan jendela, serta hemat listrik yang tidak diperlukan. Kipas angin listrik dapat memberikan bantuan pendingan ruangan, tetapi ketika suhu udara meningkat di atas 35 °C, mungkin tidak mampu mencegah penyakit terkait panas. Hang tidak kalah penting adalah minum cukup cairan. Jauhkan orang dari sumber panas eksternal. Pindah ke kamar paling sejuk di rumah, terutama di malam hari. Jika udara rumah tidak sejuk, habiskan 2-3 jam sehari di tempat yang dingin, seperti gedung umum ber-AC, tetapi hindari pergi keluar rumah selama periode waktu terpanas pada hari itu. Hindari aktivitas fisik yang berat, tetapi bila terpaksa harus melakukannya, lakukan selama periode paling sejuk pada hari itu, yang biasanya terjadi pada pagi hari antara pk. 4 dan 7.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/05/20/2018-polusi-udara/

.

Berusahalah tetap berada di tempat yang teduh. Jangan meninggalkan anak atau hewan di dalam kendaraan yang diparkir. Jaga tubuh tetap dingin dan terhidrasi. Mandi dengan air dingin dan pembungkus dingin, handuk, dan spons. Kenakan pakaian yang ringan dan longgar dari bahan alami. Jika akan pergi ke luar rumah, kenakan topi lebar dan kacamata hitam. Gunakan sprei dan tidur tanpa bantal, untuk menghindari akumulasi panas. Minumlah secara teratur dan lebih sering, tetapi hindari alkohol, kafein dan gula. Makanlah dalam porsi kecil dan lebih sering. Hindari makanan yang tinggi protein. Jika memiliki masalah kesehatan, simpan obat di bawah suhu 25 °C atau di dalam lemari es, sesuai instruksi penyimpanan pada kemasan obat. Carilah saran medis jika menderita kondisi medis kronis atau menggunakan banyak obat sekaligus.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/07/01/2019-wabah-hepatitis-a/

.

Segera mencari bantuan jika merasa pusing, lemah, cemas atau sangat haus dan sakit kepala, keudian segera berpindah ke tempat yang dingin atau sejuk sesegera mungkin. Minumlah air atau jus buah untuk mengatasi dehidrasi. Segera istirahat di tempat yang dingin jika mengalami kejang otot yang menyakitkan, terutama di kaki, lengan atau perut, dan minum larutan rehidrasi oral yang mengandung elektrolit. Tindakan medis lebih lanjut diperlukan, jika kram otot karena panas bertahan lebih dari satu jam.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/07/08/2019-perawatan-diri/

.

Jika kulit orang teraba kering, mengigau, kejang dan atau tidak sadar, segera hubungi RS. Sambil menunggu bantuan, pindahkan orang itu ke tempat yang dingin, letakkan dia dalam posisi horizontal dan angkat kaki dan pinggul, dan lepaskan pakaian. Segera lakukan pendinginan eksternal, misalnya dengan meletakkan bungkusan es dingin di leher, ketiak dan selangkangan, mengipasi terus menerus dan semprotkan kulit dengan air sejuk pada suhu 25–30 °C. Ukur suhu tubuh, tetapi jangan diberikan obat pereda demam asam asetilsalisilat atau parasetamol. Posisikan seseorang yang tidak sadar di sisinya..

.

Paparan cuaca panas karena perubahan iklim, baik di Tanah Suci maupun secara global, memerlukan tindakan intervensi di bidang kesehatan masyakarat, juga untuk bayi dan anak.

Apakah kita sudah bertindak bijak?

Sekian

Yogyakarta, 10 Juli 2019

*) Dokter spesialis anak di RS Panti Rapih, Lektor di FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA : 081227280161

By Fx Wikan Indrarto

Dokter Fx Wikan Indrarto

Leave a Reply

wa.me/
wa.me
Halo, ada yang dapat dibantu?