
DONGENG COVID-19
fx. wikan indrarto*)
Telah diterbitkan dongeng untuk membantu anak tetap berpengharapan selama pandemi COVID-19. Dongeng ini dapat digunakan oleh orang tua, guru, dan tenaga kesehatan dalam mendampingi anak. Apa yang menarik?
.
Dongeng ini merupakan sekuel dari buku berjudul ‘My Hero is You: how kids can fight COVID-19!’, yang diterbitkan pada April 2020. Buku mengacu pada kenyataan sehari-hari jutaan anak sejak awal pandemi COVID-19. Bagi banyak anak, pandemi COVID-19 terus mengganggu proses pendidikan, bermain, dan waktu mereka bersama teman, keluarga, dan guru. Dongen menarik ini dapat diperoleh dari link berikut ini :
Dongeng ini ditujukan terutama untuk anak berusia 6-11 tahun, isinya menceritakan kembalinya Ario, makhluk fantasi yang berkeliling dunia membantu anak menemukan harapan di masa depan dan kegembiraan dalam kesenangan sederhana. Bersama dengan teman lama dan baru, Ario mengatasi ketakutan, frustrasi, dan kekhawatiran yang dihadapi anak dalam fase pandemi COVID-19 saat ini, dan mengeksplorasi berbagai mekanisme koping yang dapat mereka gunakan ketika menghadapi emosi yang sulit seperti ketakutan, kesedihan, kemarahan, dan keputusasaan.
Dongeng terbaru ini diambil dari tanggapan terhadap survei terhadap lebih dari 5.000 anak, orang tua, pengasuh, dan guru dari seluruh dunia yang menggambarkan tantangan yang terus mereka hadapi di tahun kedua pandemi.
.
Menjangkau anak di mana-mana, terbit dalam bahasa Arab, Bengali, Cina, Inggris, Perancis, Portugis, Rusia, Spanyol, dan Swahili. Dongeng sebelumnya sekarang sudah tersedia dalam lebih dari 140 bahasa, termasuk bahasa isyarat dan Braille, dan dalam lebih dari 50 adaptasi, dalam format video animasi, teater, buku aktivitas, dan audio. Contohnya termasuk adaptasi untuk penduduk asli Amerika, buku mewarnai untuk anak-anak di Suriah, dan animasi yang dikembangkan oleh tim yang dipimpin oleh Stanford Medicine di AS.
Sejak April 2020, pemerintah, universitas, organisasi non-pemerintah, outlet media, dan selebritas telah bergabung dengan PBB untuk memfasilitasi distribusi buku pertama seri ini secara global. Inisiatif termasuk peluncuran versi audio dan lokakarya yang berkaitan dengan buku di antara para pengungsi di Cox’s Bazar, Bangladesh; penyiaran versi animasi di televisi nasional Mongolia; dan dimasukkannya buku tersebut sebagai suplemen gratis dengan surat kabar nasional di Yunani.
Buku cerita baru dapat digunakan oleh orang tua dan guru bersama dengan panduan berjudul ‘My Hero is You’, yang dirilis oleh kelompok yang sama pada Februari 2021. Sudah tersedia dalam lebih dari selusin bahasa, panduan ini menyarankan orang tua, pengasuh, dan guru tentang cara untuk menciptakan kondisi yang tepat bagi anak-anak untuk secara terbuka berbagi perasaan dan kekhawatiran mereka terkait dengan pandemi dan termasuk kegiatan berdasarkan buku dalam seri.
Dongeng ini tentang Ario sebagai makhluk ajaib yang datang dari hati anak-anak, dia selalu mendengar anak-anak ketika mereka sedang bermimpi, bermain, dan bahkan ketika mereka tidak memikirkan orang lain sama sekali.
Satu tahun telah berlalu sejak Ario dan teman-temannya telah berkeliling dunia, memberi tahu anak-anak cara melindungi diri dari ganasnya pandemi COVID-19. Mereka telah belajar banyak dan menemukan cara baru untuk bermain dan tetap berkomunikasi dengan teman dan keluarga. Namun demikian, beberapa bentuk kekhawatiran anak-anak lebih nyata, dan beberapa anak mengalami ketakutan yang lebih hebat.
Anak-anak sering lupa bahwa Ario tetap berada di dalam hati anak, Ario tetap di langit pengharapan mereka, dan menunggu seorang anak untuk memanggilnya ke bumi. Ario merindukan teman-temannya Sara, Sasha, Salem, Leila dan Kim, yang akan selalu menjadi pahlawan bagi anak-anak.
Pada dongeng kali ini, diceritakan Ario bertemu harimau, pohon, gunung, dan salju, sehingga berbagai ungkapan penuh makna dalam kehidupan anak layak disampaikan dengan penegasan. Misalnya saat Ario menekankan ajakan mari kita menjadi teman baru, terlebih saat teman merasa malu, tertekan atau sedih, maka kita tawarkan tentang apa yang dibutuhkan. Ternyata anak-anak butuh harapan. Ario menekankan bahwa anak-anak dapat memegangnya, agar tumbuh dan tumbuh terus semakin berkembang, karena harapan sebenarnya ada di sekitar kita.
Misalnya saat harus tinggal di rumah karena aturan pembatasan aktivitas warga, semua anggota keluarga memiliki lebih banyak waktu untuk memasak bersama, berkebun dan membersihkan rumah, bahkan ayah bunda mampu membacakan dongeng di malam hari, jauh lebih banyak dari periode sebelumnya. Ayah bunda bahkan dapat mengajari berbagai pelajaran untuk anak-anaknya di rumah, ketika anak tidak dapat pergi ke sekolah. Sangat menyenangkan ketika mereka semua saling berdekatan di rumah. Bahkan tanaman dan benda-benda di rumah semua sangat bahagia, karena sebelum pandemi COVID-19, tidak ada siapa-siapa memperhatikannya. Perubahan terkadang dapat menakutkan, tapi juga dapat membawa manfaat bagi apapaun di sekitar kita.
Anak-anak sebaiknya secepatnya kembali pergi belajar ke sekolah, karena hal itu adalah harapan untuk masa depannya yang gemilang. Pelukan hangat ayah bunda kepada anak saat mengantarnya ke sekolah akan mengingatkan anak untuk berani, apalagi setelah cukup lama beraktivitas di dalam rumah saja, sejak awal pandemi tahun lalu. Kegelapan membuat anak sering merasa sedih, seperti ketika kakek atau anggota keluarga ada yang sakit, terpapar COVID-19 dan kemudian anak merasa kehilangan. Pengalaman buruk itu seperti saat lampu padam dan menciptakan kegelapan, anak sangat berharap hal tersebut jangan pernah terjadi lagi.
Sejak pandemi COVID-19 anak-anak sering mengalami kekhawatiran yang semakin menjadi. Ario menginspirasi orangtua sebaiknya mencoba untuk mendengarkan, karena terkadang ketika anak-anak menangis atau mengeluh untuk melepaskan kekhawatiran mereka, mereka mulai merasa lebih baik. Kalau di wilayah tertentu laju penularan COVID-19 sudah melandai, anak-anak sudah boleh diajak keluar rumah agar kembali tertawa bahagia, dengan sobat karibnya. Karena momentum itu mungkin pertama kalinya setelah sekian lama, maka para sahabat itu berpelukan lama. Keduanya mungkin punya lebih banyak waktu bermain di sekitar rumah sekarang, karena pembelajaran di sekolah belum tentu langsung akan segera dimulai. Itulah saat yang tepat untuk melatih anak melakukan protokol kesehatan secara ketat. Mencuci tangan, menjaga jarak setidaknya satu meter, dan mengenakan masker, adalah ketrampilan yang harus terus diajarkan agar menjadi kebiasaan. Selain itu, juga memastikan bahwa tidak ada seorang anakpun yang merasa sendirian.
Kita harus melakukan semua yang kita mampu untuk menjaga anak tetap aman selama pandemi COVID-19 saat ini. Dongeng untuk anak terbitan WHO berjudul ‘My Hero is You: how kids can fight COVID-19!’, dapat dibacakan dan diceritakan kepada semua anak di sekitar kita, agar anak tetap berpengharapan, berimajinasi dan berkreasi sebaik mungkin, meski masih dalam banyak keterbatasan karena pandemi COVID-19.
Apakah kita sudah bertindak?
Sekian
Yogyakarta, 7 Oktober 2021
*) Dokter spesialis anak di RS Panti Rapih, Lektor di FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161
2 replies on “2021 Dongeng COVID-19”
Inspiratif
Semoga bermanfaat