Categories
COVID-19 dokter Healthy Life sekolah

2021 Jangan Tenggelam

Pertolongan Pertama Orang Tenggelam: Penanganan dan Pencegahan

JANGAN  TENGGELAM

fx. wikan indrarto*)

Hari Pencegahan Tenggelam Sedunia (World Drowning Prevention Day) pada Minggu, 25 Juli 2021 merupakan  kesempatan untuk menyoroti dampak tragis dan mendalam, atas kejadian tenggelam pada keluarga dan masyarakat, serta menawarkan solusi penyelamatan nyawa untuk mencegahnya. Apa yang harus dilakukan?

.

baca juga : https://dokterwikan.com/2020/02/24/2020-tenggelam-saat-susur-sungai/

.

Kematian saat tenggelam disebabkan oleh sesak napas ketika air memenuhi paru-paru. Pada anak, tenggelam dapat terjadi dalam waktu kurang dari satu menit dan saat berjuang untuk bernapas, biasanya tidak dapat berteriak meminta tolong. Oleh sebab itu, semua pemangku kepentingan diundang untuk melakukan tindakan mendesak, terkoordinasi dan multi-sektoral pada berbagai langkah pencegahan tenggelam yang telah terbukti efektif. Pertama, memasang penghalang akses yang memadai menuju ke genangan air. Kedua, menyediakan tempat yang aman dan jauh dari air untuk anak pra-sekolah dengan pengasuh anak yang mampu mengawasi. Ketiga, mengajarkan keterampilan berenang, keselamatan di air, dan penyelamatan korban tenggelam. Keempat, melatih para relawan (bystanders) dalam teknis penyelamatan dan resusitasi jantung paru atau kardio-pulmonari (CPR) yang benar. Kelima, penegakan peraturan baju pelampung saat berperahu, pelayaran dan penyeberangan sungai atau danau. Dan keenam, meningkatkan manajemen risiko banjir.

.

baca juga : https://dokterwikan.com/2019/10/11/2017-india-yang-nyata/

.

Resolusi Majelis Umum PBB memutuskan agar WHO mengkoordinasikan tindakan pencegahan tenggelam secara global, memproduksi materi advokasi terkait pencegahan tenggelam, dan mendukung kegiatan nasional dan lokal di seluruh dunia. Untuk media sosial WHO merekomendasikan agar menggunakan tagar #Pencegahan Tenggelam atau #DrowningPrevention Day.

.

WHO menegaskan bahwa tenggelam dapat dicegah dan intervensi yang terukur dan berbiaya rendah sudah ada tersedia. Selain itu, menekankan pengembangan metode lain yang efektif dan terkoordinasi dalam tanggapan di antara pemangku kepentingan terkait, dalam hal pencegahan tenggelam ini, yaitu mendorong semua negara  atas dasar sukarela untuk mengambil tindakan berikut, sesuai dengan keadaan nasional.

Tenggelam Saat Mancing, Pelajar di Mojokerto Ditemukan Tak Bernyawa

Pertama, menunjuk titik fokus nasional untuk pencegahan tenggelam. Kedua, mengembangkan rencana pencegahan tenggelam nasional, yang berisi serangkaian: sasaran yang terukur sesuai dengan kebutuhan dan prioritasnya, termasuk sebagai bagian dari rencana, kebijakan dan program kesehatan nasional. Ketiga, mengembangkan program pencegahan tenggelam sesuai dengan ‘World Health Intervensi’ yang direkomendasikan organisasi, yaitu, hambatan, pengawasan, keterampilan berenang, pelatihan penyelamatan dan resusitasi, peraturan berperahu dan mengelola risiko banjir dan ketangguhan.

.

Keempat, memastikan pemberlakuan dan penegakan hukum keamanan air yang efektif, di semua sektor terkait, khususnya di bidang kesehatan, pendidikan, transportasi dan kebencanaan. Juga menetapkan peraturan baru yang proporsional dengan cepat. Kelima, mencantumkan tenggelam dalam pencatatan sipil dan menggabungkan semua data kematian akibat tenggelam ke dalam data nasional. Keenam, mempromosikan pencegahan tenggelam pada kesadaran publik agar tercipta perubahan perilaku masyarakat. Keenam, mendorong integrasi pencegahan tenggelam dalam risiko bencana, terutama pada masyarakat yang berisiko mengalami banjir, termasuk melalui kerjasama internasional, regional dan bilateral.

.

Ketujuh, mendukung kerjasama internasional dengan berbagi pelajaran, pengalaman dan praktik terbaik, di dalam dan antar wilayah negara. Kedelapan, mempromosikan penelitian dan pengembangan pencegahan tenggelam yang inovatif, mencakup alat dan teknologi baru, dan untuk mempromosikan pembangunan kapasitas, khususnya untuk negara berkembang. Kedelapan, mengajarkan keselamatan di air, berenang dan pelajaran pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) sebagai bagian dari kurikulum sekolah.

Selain itu, juga mengundang semua negara, organisasi di bawah PBB yang relevan, sistem dan organisasi global, regional dan subregional lainnya, serta pemangku kepentingan terkait, termasuk masyarakat sipil, sektor swasta, akademisi dan individu, untuk memperingati Hari Pencegahan Tenggelam Sedunia setiap tahun. Dilakukan dengan cara yang tepat dan sesuai dengan prioritas nasional, melalui pendidikan, pengetahuan, dan kegiatan lainnya, dalam rangka meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan tenggelam dan meningkatkan kualitas keselamatan di air, dengan tujuan mengurangi kematian yang dapat dicegah.

.

Diperkirakan 236.000 orang tenggelam setiap tahun, dan tenggelam adalah salah satu dari sepuluh penyebab utama kematian anak dan remaja usia 1-24 tahun. Lebih dari 90% kematian akibat tenggelam terjadi di sungai, danau, sumur dan tandon penyimpanan air di rumah, di negara berpenghasilan rendah dan menengah, dengan anak dan remaja di daerah pedesaan terkena dampak secara tidak proporsional.

.

Momentum Hari Pencegahan Tenggelam Sedunia (World Drowning Prevention Day) mengingatkan kita semua agar melakukan berbagai tindakan terukur, agar anak dan remaja di sekitar kita jangan sampai tenggelam.

Sudahah kita betindak bijak?

Sekian

Yogyakarta, 18 Juli 2021

*) dokter spesialis anak di RS Panti Rapih dan Lektor FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA : 081227280161

wa.me/
wa.me
Halo, ada yang dapat dibantu?