PANDUAN PRAKTIK KLINIS
KRIPTORKISMUS
IKATAN DOKTER ANAK INDONESIA 2017
Penyunting : I Wayan Bikin Suryawan, Niken Prita Yati, dan Jose RL Batubara
Kriptorkismus merupakan kelainan kongenital, yaitu satu atau kedua testis tidak berada pada posisi yang seharusnya di skrotum pada saat lahir, dan tidak dapat dipindahkan secara manual ke posisi yang seharusnya. Pada bayi lelaki baru lahir merupakan salah satu gangguan kelenjar endokrin dan gangguan genital yang sering ditemukan. Pada bayi prematur insiden kriptorkismus ditemukan 30%, insiden ini menurun menjadi 3-5% pada bayi yang lahir cukup bulan, kemudian pada usia 3 bulan insidennya menjadi 1-3%, dan pada usia 1 tahun insiden tinggal 0,8%. Setelah usia 3 bulan insiden kriptorkismus dapat meningkat lagi, karena adanya ascending testis yang jumlahnya hampir seimbang, dengan jumlah kriptorkismus testis kongenital.
KRITERIA DIAGNOSTIK
- Diagnosis kriptorkismus ditegakkan apabila testis tidak ditemukan di dalam kantong skrotum.
- Cara pemeriksaan: Tangan pemeriksa dalam kondisi hangat, anak dalam kondisi relaks dan dalam posisi duduk atau tidur terlentang serta tungkai dilipat, kemudian testis diraba mulai dari daerah Spina Iliaca Anterior Superior (SIAS) menyusuri inguinal ke arah kantong skrotum dengan cara milking.
- Diagonis berdasarkan letak testis: Kriptorkismus Intraabdominal, Inguinal, dan Preskrotal.
- Rujuk ke bagian spesialis bedah yang sesuai apabila kriptorkimus yang terjadi sejak lahir dan testis tidak turun spontan pada usia 6 bulan sesuai usia koreksi kehamilan.
- Rujuk ke bagian spesialis bedah yang sesuai, apabila kriptorkimus baru terdiagnosis (di dapat) setelah usia 6 bulan sesuai usia koreksi kehamilan.
- Tidak diperlukan pemeriksaan radiologi ultrasonografi (USG) atau pemeriksaan radiologi lainnya.
- Kriptorkismus bilateral
– Usia kurang dari 4 bulan : periksa kadar hormon testosterone
– Usia lebih dari 4 bulan : uji hCG untuk memeriksa kadar hormon testosteron.
– Uji hCG: Untuk mengetahui ada tidaknya testis.
- Cara: Diberikan 1500 IU hCG IM setiap hari selama 3 hari berturutturut. Kadar testosteron plasma diperiksa sebelum dan 24 jam setelah penyuntikan hCG yang ketiga. Bila didapatkan peningkatan kadar testosteron yang bermakna setelah penyuntikan hCG maka dapat disingkirkan adanya anorkhia.
- Konsul kebagian Endokrinologi, apabila kedua testis tidak teraba dengan fenotip lelaki untuk evaluasi kemungkinan disorder of sex development (DSD). Evaluasi kemungkinan disorder of sex development (DSD) jika disertai hipospadia yang berat.
- Anak dan remaja laki-laki dengan kedua testis tidak teraba yang tidak disertai hiperplasia adrenal kongenital (HAK), diperiksa kadar Anti Mullerian Hormone (AMH) untuk evaluasi kemungkinan anorkhia (kadar AMH rendah).
- Anak dan remaja laki-laki dengan retraktil testis, dimonitor posisi testis untuk kemungkinan sekunder ascending testis.
TATA LAKSANA
- Tidak diperlukan terapi hormonal untuk menurunkan testis.
- Jika tidak turun spontan dalam usia 6 bulan (sesuai koreksi umur kehamilan), dilakukan tindakan operasi pada usia < 12 bulan.
- Jika baru terdiagnosis kriptorkimus setelah usia 6 bulan harus segera dirujuk ke spesialis bedah.
- Pada anak lelaki prepubertal dengan kriptorkismus yang teraba, bagian bedah akan melakukan tindakan skrotal atau inguinal orkhidopeksi (untuk manipulasi dan fiksasi testis pada skrotum).
- Pada anak lelaki prepubertal dengan kriptorkismus yang tidak teraba, bagian bedah akan melakukan pemeriksaan dibawah anestesi untuk evaluasi ulang kemungkinan testis yang teraba. Tetapi jika tetap tidak teraba, dilakukan eksplorasi dan bila terindikasi dapat dilakukan orkhidopeksi abdominal.
- Saat eksplorasi testis yang tidak teraba, bagian bedah akan mengidentifikasi gambaran pembuluh darah testis untuk menentukan tindakan selanjutnya.
- Anak lelaki dengan kontralateral testis normal, bagian bedah akan melakukan orkhiektomi (membuang testis yang tidak turun/undescended testis) jika :
– Pembuluh darah testis serta vas deferens sangat pendek.
– Testis dismorfik atau sangat hipoplatik.
– Usia postpubertal
PEMANTAUAN
- Pemeriksaan skrotum harus selalu dilakukan pada setiap anak lelaki yang melakukan kontrol kesehatan.
- Orang tua anak lelaki dengan riwayat kriptorkismus, perlu diingatkan risiko jangka panjang infertilitas dan risiko kanker dikemudian hari.
RINGKASAN REKOMENDASI
- Jika testis tidak turun secara spontan setelah usia 6 bulan, rujuk ke spesialis bedah yang sesuai untuk dilakukan tindakan operasi.
- Tidak perlu pemeriksaan radiologi.
- Tidak memerlukan terapi hormonal.
sekian dan terimakasih