Categories
Istanbul

2018 Obat Cacing Baru

Hasil gambar untuk cacing anak

OBAT  CACING  BARU

fx. wikan indrarto*)

Pada hari Rabu, 20 Juni 2018 di Jenewa, Swiss Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencanangkan dimulainya distribusi obat anti cacing mebendazole khusus anak yang dikunyah (chewable), ke berbagai negara dengan prevalensi tinggi penyakit cacing, yang ditularkan melalui tanah. Apa maknanya?

 

Hasil gambar untuk cacing anak

 

Kecacingan termasuk dalam 11 dari 20 jenis penyakit terabaikan atau Neglected Tropical Disease (NTD). Yang terdapat di Indonesia adalah Filariasis, Schistosomiasis, Dengue Haemorrhagic Fever (DHF), Rabies, Frambusia, Lepra, Japanese B. Encephalitis, Cysticercosis, Fasciolopsis, dan Anthrax. Spesies utama yang menginfeksi manusia adalah cacing gelang (Ascaris lumbricoides), cacing cambuk (Trichuris trichiura) dan cacing tambang (Necator americanus dan Ancylostoma duodenale).

 

Hasil gambar untuk cacing anak

 

Mebendazole adalah salah satu obat yang direkomendasikan oleh WHO untuk mengobati infeksi cacing pada usus manusia. Formulasi obat kunyah (chewable) ini disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat pada tahun 2016 dan sekarang disumbangkan ke WHO oleh perusahaan farmasi Johnson & Johnson. Dengan demikian balita dan anak yang mengalami kesulitan menelan obat tablet padat, akan dapat dengan mudah menelan tablet kunyah. Selain karena memiliki rasa yang menyenangkan, juga dapat dikunyah atau berubah menjadi massa yang lunak hanya dengan menambahkan sedikit air.

 

Hasil gambar untuk cacing anak

 

Awalnya, jumlah obat dengan formulasi pediatrik ini hanya akan tersedia terbatas, dengan peningkatan produksi (roll-out) penuh yang direncanakan, karena kemampuan produksi dipastikan akan meningkat. Mebendazole pediatrik akan mengisi celah besar (fill a major gap) dalam program pengobatan cacing usus secara global. Lebih dari 1,5 miliar orang, atau 24% dari populasi dunia, dilaporkan terinfeksi cacing yang ditularkan melalui tanah di seluruh dunia. Infeksi tersebar luas di daerah tropis dan subtropis, dengan jumlah terbesar terjadi di Afrika sub-Sahara, Amerika Latin, Cina, dan Asia Timur.

 

Hasil gambar untuk global

 

Lebih dari 1,5 miliar orang atau 24% dari populasi dunia, terinfeksi cacing tanah. Infeksi tersebar luas di daerah tropis dan subtropis, dengan angka terbesar terjadi di sub-Sahara Afrika, Amerika, Cina dan Asia Timur. Lebih dari 270 juta anak usia prasekolah dan lebih dari 600 juta anak usia sekolah tinggal di daerah, dimana parasit cacing ini secara intensif ditularkan, sehingga membutuhkan pengobatan dan intervensi pencegahan.

 

Lebih dari 267 juta anak usia balita atau prasekolah tinggal di daerah tersebut, di mana cacing parasit ini secara intensif ditularkan, sehingga pemberian obat cacing secara berkala sangat diperlukan. Pada 2017, WHO telah menerbitkan pedoman terbaru berbasis bukti (evidence-based guideline) tentang pengobatan secara teratur skala besar, untuk kelompok populasi yang berisiko terinfeksi cacing yang ditularkan melalui tanah. Panduan ini mendukung praktik pencegahan dengan pemberian obat cacing di daerah endemis, untuk tiga spesies cacing utama yang menyebabkan penyakit.

 

 

 

Menyadari bahwa anak balita atau prasekolah adalah kelompok penting yang berisiko terhadap infeksi cacing usus, perusahaan farmasi Johnson & Johnson telah memutuskan untuk memasukkan formulasi baru obat kunyah (chewable), dalam program donasi mereka melalui WHO, dengan rencana untuk meningkatkan produksi secara bertahap. Johnson & Johnson adalah produsen obat dan peralatan medis yang berkantor pusat di New Jersey, Amerika Serikat yang didirikan pada tahun 1886. Pada tanggal 31 Desember 2012, ‘Food and Drug Administration’ menyetujui Sirturo, obat TBC dari Johnson & Johnson, yang merupakan obat pertama untuk memerangi infeksi TBC dalam empat puluh tahun terakhir. Dengan prestasi tersebut, Johnson & Johnson kemudian berkolaborasi dengan WHO dalam menyediakan obat anti cacing mebendazole dengan kualitas yang terjamin, untuk mengendalikan infeksi cacing yang ditularkan melalui tanah pada anak usia sekolah sejak tahun 2010. Lebih dari 1 miliar tablet mebendazole (500 mg) yang disumbangkan, telah dikirim ke negara-negara yang meminta obat tersebut.

 

Hasil gambar untuk cacing anak

 

Pemberian obat anti cacing atau antelminthic secara berkala, mampu mengurangi dan mempertahankan intensitas infeksi yang rendah. Namun demikian, dalam jangka panjang yang lebih baik adalah penyediaan sanitasi yang memadai, sebagai dasar untuk memutus siklus infeksi dan infeksi ulang, sehingga mampu mengendalikan infeksi ini secara berkelanjutan. Pendidikan kesehatan dan kebersihan kepada masyarakat, termasuk pada anak balita, juga dapat membantu mengurangi penularan dan reinfeksi cacing.

 

Hasil gambar untuk cacing anak

 

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2017 Tentang Penanggulangan Cacingan menyebutkan bahwa, Pemberian Obat Pencegahan Secara Massal (POPM) Cacingan adalah pemberian obat yang dilakukan untuk mematikan cacing secara serentak, kepada semua penduduk sasaran di wilayah berisiko cacingan, sebagai bagian dari upaya pencegahan penularan cacingan. Indikator dalam pencapaian target adalah penurunan prevalensi cacingan sampai dengan di bawah 10% (sepuluh persen) di setiap daerah kabupaten/kota. POPM cacingan dilaksanakan dua kali setahun untuk daerah dengan prevalensi tinggi, satu kali setahun untuk daerah dengan prevalensi sedang, dan secara selektif untuk daerah dengan prevalensi rendah.

 

Hasil gambar untuk cacing anak

 

Tersedianya obat baru anti cacing mebendazole khusus anak yang dikunyah (chewable), khususnya untuk anak yang mengalami kesulitan menelan obat tablet padat, diharapkan dapat mempercepat pencapaian target penurunan prevalensi cacingan.

Sudahkah kita terlibat membantu?

 Ikut pak Jokowi Sekian

Yogyakarta, 3 Juli 2018

*) Ketua IDI Cabang Kota Yogyakarta, dokter spesialis anak, Lektor di FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA : 081227280161

By Fx Wikan Indrarto

Dokter Fx Wikan Indrarto

Leave a Reply

wa.me/
wa.me
Halo, ada yang dapat dibantu?