Categories
Istanbul

2018 Hari Pangan Sedunia

Hasil gambar untuk hps kalsel 2018

HARI PANGAN SEDUNIA 2018

fx. wikan indrarto*)

Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) diadakan setiap tahun pada tanggal 16 Oktober, tanggal ketika Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) didirikan pada tahun 1945. Apa yang perlu kita lakukan?

Hasil gambar untuk kelaparan global

Tema internasional HPS 2018 “Our Actions are Our Future”, sedangkan tema nasionalnya ialah “Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Rawa Lebak dan Pasang Surut Menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2018”. Semangatnya sama, yaitu untuk memerangi kelaparan. Kelaparan telah meningkat selama tiga tahun terakhir, kembali ke tingkat pada satu dekade sebelum ini. Pembalikan ini adalah peringatan yang jelas bahwa lebih banyak hal yang harus segera dilakukan, jika Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) Bebas Lapar (Zero Hunger) ingin tercapai pada tahun 2030. Situasi semakin memburuk di Amerika Selatan dan sebagian besar wilayah Afrika, sementara tren penurunan pada kekurangan makanan di Asia, terutama Indonesia, tampaknya melambat secara signifikan.

Hasil gambar untuk kelaparan global

Tanda mengkhawatirkan adanya peningkatan rawan pangan dan tingginya kejadian kurang gizi, adalah peringatan yang jelas bahwa ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan, untuk memastikan bahwa ‘leave no one behind’ (tidak meninggalkan siapa pun di belakang), saat menuju pencapaian sasaran SDG pada ketahanan pangan dan perbaikan gizi. Hal tersebut ditegaskan oleh Direktur Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), Dana Internasional untuk Pembangunan Pertanian (IFAD), Dana Anak-Anak PBB (UNICEF), Program Pangan Dunia (WFP) dan Sekjen WHO, dalam kata pengantar bersama pada laporan tersebut. Ditegaskan juga bahwa variabilitas iklim mempengaruhi pola curah hujan dan musim pertanian. Selain itu, perubahan iklim yang ekstrem seperti kekeringan dan banjir, merupakan salah satu pendorong utama di balik meningkatnya kelaparan, bersama dengan konflik bersenjata dan perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Hasil gambar untuk kelaparan global

Perubahan iklim telah merusak produksi tanaman utama seperti gandum, beras dan jagung di daerah tropis dan subtropis dan ini diperkirakan akan memburuk, ketika suhu lingkungan meningkat lebih ekstrim. Laporan tersebut menunjukkan bahwa prevalensi dan jumlah orang yang kekurangan gizi cenderung lebih tinggi, di negara yang terkena perubahan iklim ekstrem. Kekurangan gizi lebih tinggi lagi, ketika paparan iklim ekstrem diperparah oleh proporsi penduduk tergantung pada sistem pertanian yang tinggi, sangat sensitif terhadap curah hujan, dan variabilitas suhu. Anomali suhu atas lahan pertanian global terus menerus lebih tinggi, daripada rata-rata sepanjang tahun 2011-2016, yang menyebabkan lebih seringnya cuaca panas yang ekstrim dalam lima tahun terakhir. Sifat musim hujan juga berubah, baik akhir ataupun awal musim hujan, dan distribusi curah hujan juga tidak merata dalam satu musim. Hal ini berlanjut menjadi kegagalan produksi pertanian, yang berkontribusi pada kekurangan ketersediaan pangan, kenaikan harga makanan, dan penurunan pendapatan, sehingga mengurangi akses warga masyarakat kepada makanan.

Hasil gambar untuk kelaparan global

Data rinci menunjukkan bahwa jumlah orang lapar di dunia pada tahun 2017 adalah 821 juta atau 1 dari setiap 9 orang, di Asia 515 juta, di Afrika 256,5 juta dan di Amerika Latin dan Karibia 39 juta. Anak balita yang terkena stunting (pendek) 150,8 juta (22,2%) dan wasting (kurus) 50,5 juta (7,5%). Sebaliknya, anak balita yang kelebihan berat badan 38,3 juta (5,6%) dan orang dewasa yang mengalami obesitas 672 juta (13% atau 1 dari 8 orang dewasa). Persentase wanita usia subur dengan anemia 32,8%, persentase bayi berusia di bawah 6 bulan yang mendapat ASI eksklusif 40,7%.

Hasil gambar untuk kelaparan global

Negara wajib menerapkan dan meningkatkan intervensi yang ditujukan untuk menjamin akses ke makanan bergizi. Selain itu, negara juga wajib memutus siklus gizi buruk antar generasi. Kebijakan negara harus memberikan perhatian khusus kepada kelompok yang paling rentan terhadap konsekuensi berbahaya dari akses pangan yang buruk, yaitu bayi, balita, anak usia sekolah, gadis, dan wanita usia subur. Pada saat yang sama, perubahan berkelanjutan harus dilakukan terhadap sektor pertanian dan sistem pangan, agar dapat menyediakan makanan yang aman dan berkualitas tinggi untuk semua warga.

Hasil gambar untuk hps kalsel 2018

Rangkaian pelaksanaan HPS 2018 di Indonesia berlangsung pada 18-21 Oktober 2018 di Kalimantan Selatan (Kalsel). Menurut rencananya, HPS 2018 akan dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo dan kegiatan ini akan memberikan dampak yang signifikan bagi Kalsel. Hal ini disebabkan karena Kalsel memiliki banyak lahan ‘tidur’ yang belum termanfaatkan. Jika lahan tidur itu tidak dimanfaatkan, maka dapat berpotensi menimbulkan masalah baru, salah satunya kebakaran hutan dan lahan. Dengan adanya HPS, lahan-lahan ‘tidur’ tersebut akan diubah menjadi lahan pertanian atau lahan produktif.

Hasil gambar untuk hps kalsel 2018

Bahkan Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor mengatakan peringatan HPS ke 38 yang digelar di Kalimantan Selatan bak membangun raksasa tidur. Bagaimana tidak, Kalsel merupakan satu dari banyak daerah yang memiliki lahan rawa lebak cukup luas. Dari sebelumnya tidak terkelola, kini dengan adanya program pemerintah pusat atau HPS ke 38 tersebut, memberikan perubahan yang cukup signifikan terhadap Kalsel terutama Kabupaten Batola. Kabupaten Barito Kuala (Batola) dengan ibu kota Marabahan memiliki luas wilayah 3.284 km² dan berpenduduk sebanyak 276.066 jiwa. Kalsel bertekad meraih kembali gelar ‘Lumbung Padi’, yang mendukung penuh tidak hanya sebagai swasembada pangan nasional, melainkan bila perlu dunia.

Hasil gambar untuk kelaparan global

Terdapat tiga faktor penting yang berada di balik peningkatan kelaparan global, yaitu konflik bersenjata, perubahan iklim dan perlambatan ekonomi. Momentum Hari Pangan Sedunia 2018 mengingatkan pentingnya tindakan pencegahan atas ketiganya, bersama dengan mengoptimalikan lahan rawa lebak dan pasang surut, agar swasembada pangan dapat diwujudkan dan kelaparan global dapat dihentikan, sehingga warga dunia menjadi lebih sehat.

Apakah kita sudah berperan?

Konselor ASI

Sekian
Yogyakarta, 16 Oktober 2018
*) Ketua IDI Cabang Kota Yogyakarta, dokter spesialis anak, Alumnus S3 UGM, Lektor FK UKDW, WA: 081227280161, e-mail : fxwikan_indrarto@yahoo.com

By Fx Wikan Indrarto

Dokter Fx Wikan Indrarto

Leave a Reply

wa.me/
wa.me
Halo, ada yang dapat dibantu?