Categories
Istanbul

2018 Melawan Polusi Udara

Hasil gambar untuk polusi udara adalah

MELAWAN POLUSI UDARA

fx. wikan indrarto*)

Setiap hari sekitar 93% anak di dunia, yaitu 1,8 miliar anak menghirup udara yang sangat tercemar, sehingga menempatkan kesehatan, pertumbuhan dan perkembangan mereka pada risiko yang serius. Tragisnya, banyak dari mereka meninggal, bahkan WHO memperkirakan pada tahun 2016, sekitar 600.000 anak meninggal akibat infeksi paru-paru yang disebabkan oleh udara yang tercemar. Apa yang perlu dilakukan?

Hasil gambar untuk polusi udara adalah

Berikut ini adalah 5 (lima) buah cara untuk membatasi polusi udara, agar tidak mencemari jalan pernapasan anak. Pertama, membatasi berjalan kaki di jalanan yang padat lalu lintas selama jam sibuk dan jika berjalan bersama anak, gendong dan angkatlah badannya sampai di atas ketinggian knalpot kendaraan. Kedua, batasi membuang waktu di area tertentu, misalnya di sekitar mobil yang berhenti di lampu lalu lintas. Ketiga, untuk aktivitas fisik di luar ruangan, pilihlah berolahraga di area yang kurang tercemar. Keempat, batasi penggunaan mobil pada hari-hari yang sangat tercemar dan kelima, jangan membakar limbah apapun, karena asap akan menambah polusi udara dan merusak kesehatan kita bersama.

Hasil gambar untuk polusi udara adalah

Selain itu, berikut ini 6 (enam) alasan agar kita sebagai orang tua melindungi bayi dan anak dari polusi udara. Pertama, paru-paru anak masih berkembang, dan polusi udara dapat mengganggu proses biologis ini. Kedua, tubuh anak kurang mampu memetabolisme, detoksifikasi, dan mengeluarkan racun yang yang terhisap karena terkandung dalam polusi udara. Ketiga, otak anak masih berkembang, dan senyawa yang meracuni saraf atau neurotoksik dalam polusi udara, dapat mempengaruhi perkembangan kognitif anak. Keempat, anak menghirup lebih banyak udara per unit berat badan dibandingkan orang dewasa. Kelima, anak lebih aktif di luar ruang dan karena itu menghirup lebih banyak polusi udara. Keenam, bayi yang lahir dari wanita yang terpapar polusi udara selama kehamilan, akan cenderung menjadi bayi prematur dan berat badan lahir rendah.

Hasil gambar untuk polusi udara adalah

Dengan demikian sebagai orang tua, berikut ini 6 (enam) cara praktis yang harus dilakukan, untuk membantu melindungi anak dari polusi udara dalam ruangan (indoor air pollution). Pertama, jangan merokok di dalam ruangan atau di dekat anak. Kedua, gunakan bahan bakar dan teknologi yang lebih bersih untuk memasak, memanaskan ruangan dan penerangan rumah, yaitu pilih listrik, gas alam, bahan bakar gas cair, biogas atau kompor surya atau oven. Ketiga, gunakan kompor emisi ultra-rendah dengan bahan bakar padat olahan (pelet kayu) jika pilihan bahan bakar yang lebih bersih tidak tersedia. Keempat, selalu memasak di tempat yang berventilasi baik, atau di luar rumah. Kelima, hindari penggunaan lampu atau kompor untuk memasak dengan bahan bakar minyak tanah. Keenam, janganlah membakar lilin atau menggunakan alat penyegar ruangan dengan menambahkan bahan kimia yang beracun ke udara.

Hasil gambar untuk polusi udara adalah

Selain itu, berikut ini 5 (lima) cara yang dapat dilakukan, untuk membantu melindungi anak dari polusi udara luar ruang (outdoor air pollution). Pertama, hentikan pembakaran limbah rumah tangga dan sisa pertanian. Alihkan menjadi kompos, gunakan daur ulang dan ikuti sistem pembuangan sampah resmi. Kedua, kurangi paparan anak terhadap polusi udara yang disebabkan oleh emisi gas buang kendaraan. Beberapa tindakan yang mungkin dapat dilakukan meliputi menghindari jalan raya yang sibuk dan mengambil jalan yang lebih tenang dengan lalu lintas yang lebih sedikit, menjauhkan dari kendaraan yang sangat polutif, dan menggendong bayi atau anak, sehingga mereka tidak pada ketinggian yang sama dengan emisi gas buang dari knalpot. Ketiga, jagalah anak tetap sehat, termasuk memperoleh imunisasi sesuai jadwal, diet sehat, dan bermain aktif secara fisik. Keempat, pantau tingkat polusi udara kota kita masing-masing, melalui stasiun pemantauan kualitas udara, sehingga mengetahui kapan dan bagaimana cara mengambil tindakan perlindungan. Kelima, meningkatkan kesadaran komunitas terdekat, tentang dampak kesehatan dari polusi udara, dan bekerja sama dengan semua pihak, untuk mempromosikan kebijakan pengurangan polusi udara dan perlindungan kesehatan anak

Hasil gambar untuk polusi udara adalah

Laporan WHO yang baru dikeluarkan pada hari Senin, 29 Oktober 2018 tentang polusi udara dan kesehatan anak, berisi tentang anjuran meresepkan udara bersih (prescribing clean air). Selain itu, juga menekan dampak besar polusi udara di luar ruang dan udara rumah tangga terhadap kesehatan anak, terutama di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Laporan ini diluncurkan pada konferensi pertama WHO tentang kaitan antara pencemaran udara dengan kesehatan (Global Conference on Air Pollution and Health) 2018.

Hasil gambar untuk polusi udara adalah

Salah satu alasan penting mengapa anak sangat rentan terhadap efek polusi udara adalah bahwa mereka bernapas lebih sering, sampai 50 kali per menit daripada orang dewasa yang hanya 30 kali per menit, dan menyerap lebih banyak polutan. Selain itu, mereka juga hidup lebih dekat ke tanah, di mana beberapa polutan mencapai konsentrasi puncak di permukaan tanah, justru pada saat otak dan tubuh mereka sedang berkembang. Bayi baru lahir dan anak juga lebih rentan terhadap polusi udara rumah tangga, khususnya yang menggunakan bahan bakar dan teknologi pencemar untuk memasak, pemanasan ruang dan pencahayaan kamar. Polusi udara mampu mengerdilkan otak anak (stunting our children’s brains) dan mempengaruhi kesehatan mereka dengan cara yang lebih ganas dari yang kita duga. Namun demikian, sebenarnya ada banyak cara langsung untuk mengurangi emisi polutan berbahaya.

Hasil gambar untuk polusi udara adalah

Tips berikut adalah 10 (sepupuh) cara praktis untuk melawan polusi udara. Yaitu tidak mengemudi kendaraan bermotor selama jam sibuk, mengganti dengan kendaraan listrik atau sepeda, juga berjalan kaki untuk pergi ke sekolah atau bekerja. Di rumah membuat kompos dari sampah, mendaur ulang limbah dan tidak membakar sampah. Selain itu, juga menggunakan energi bersih untuk memasak, menggunakan energi terbarukan untuk penerangan rumah, dan memeriksa tingkat polusi udara secara rutin. Tips terakhir adalah mematikan lampu dan perangkat elektronik yang tidak digunakan.

‘Global Conference on Air Pollution and Health’ 2018 mengingatkan kita semua, akan bahaya polusi udara terhadap anak di sekitar kita. Sudahkah kita bertindak bijak?

Jokowi

Sekian

Yogyakarta, 2 November 2018

*) Sekretaris IDI Wilayah DIY, Lektor FK UKDW, dokter spesialis anak, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161

By Fx Wikan Indrarto

Dokter Fx Wikan Indrarto

Leave a Reply

wa.me/
wa.me
Halo, ada yang dapat dibantu?