KONGKOW HARI KEDUA DI MOSCOW
fx. wikan indrarto
Kumpul-kumpul, nongkrong, nongki, atau kongkow di Moscow kami lakukan lagi di sela-sela acara International Conference on Pediatric Allergy and Immunology (ICPAI) pada Kamis, 9 Mei 2024. Apa yang menarik?

Lambang bintang dan medali kemenangan Rusia dengan tulian MAR (huruf R terbalik dibaca Mei) ditempel di banyak tempat. Setiap tanggal 9 Mei dinyatakan sebagai “Hari Kemenangan” Uni Soviet. Pemimpin Soviet Josef Stalin menetapkan sebagai hari libur nasional, dan mengadakan parade kemenangan pertama di Lapangan Merah, yang menampilkan lambang Jerman yang direbut pada 1945.
Setiap tanggal 9 Mei di Rusia dinyatakan sebai hari libur nasional, yaitu sebagai Hari Kemenangan. Pada hari tersebut Rusia menggelar parade militer, konser meriah, dan pawai kendaraan militer atau alat tempur lainnya, untuk memperingati kemenangan dalam Perang Patriotik Hebat. Peringatan atas kemenangan Uni Soviet dari Nazi Jerman, dalam Perang Patriotik Hebat terjadi pada 1941-1945 dengan menguasai kota Berlin. Pada perayaan tersebut dibuka dengan parade seremonial di Lapangan Merah, Moscow. Kantor berita resmi Rusia TASS, melaporkan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin memeriksa parade tersebut sebagai panglima tentara Rusia tertinggi untuk ke-21 kalinya. Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu mengatakan lebih dari 9.000 orang, 26 pesawat dan 75 unit peralatan militer ambil bagian dalam parade di Lapangan Merah. Secara keseluruhan, parade militer juga berlangsung di 28 Kota di seluruh Rusia dan melibatkan lebih dari 50.000 tentara dan sekitar 1.000 item persenjataan, serta perangkat keras militer.

Mendekati seorang serdadu Rusia bersenjata yang menjaga tank dan kendaraan tempur lainnya untuk persiapan parade kemenangan Rusia di Moscow
Turut menyaksikan parade tadi pagi adalah Presiden Belarus Alexander Lukashenko, Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev, dan Presiden Tajikistan Emomali Rahmon. Selain itu, juga Presiden Turkmenistan Serdar Berdimuhamedow, Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel, Presiden Laos Thongloun Sisoulith, dan Presiden Guinea-Bissau Umaro Sissoco Embalo.

Bersama para penonton lainnya, kami tertahan di Jalan Gazetnyy Pereulok, sekitar 150 m dari batas steril Lapangan Merah Moscow
Sayang sekali, kemegahan parade tersebut tidak dapat kami lihat sendiri secara langsung, karena kami tertahan di Jalan Gazetnyy Pereulok, sekitar 150 m dari batas steril Lapangan Merah yang dijaga banyak personil militer Rusia. Semua penonton tetap kidmat antri untuk melihat parade kemenangan tersebut, meski suhu udara luar mengigit mencapai minus 2 derajat dan setelah kongkow di pusat Moscow sebentar, kami putuskan untuk mundur balik badan meninggalkan arena tersebut.

Menggigil kedinginan dalam minus 2 derajat dengan salju yang menyelumuti sebuah patung dan dedaunan, di pinggir Jalan Bol’shaya Nikitskaya Ulitsa, dekat Lapangan Merah Moscow
Selanjutnya kami mengikuti International Conference on Pediatric Allergy and Immunology (ICPAI) di Sechenov University Congress Center, tepatnya di 8 Trubetskaya str., bldg. 2 Moscow, Russia. Sesi hari kedua atau hari terakhir dimulai presentasi Selena Janković (Serbia) dengan tema Effect of allergen specific immunotherapy on PFS symptoms. Yang menurut kami lebih menarik adalah ‘tips and trick’ Julius Lemanske, Jr. (USA) berjudul : Back to School with Allergies and Asthma. Hal ini karena hri pertama sekolah merupakan saat yang menyenangkan bagi anak dan orang tua. Namun demikian, ini juga mungkin menjadi saat kecemasan jika anak menderita asma atau alergi. Untuk itu, dianjurkan agar orangtua menyiapkan segalanya ‘Sebelum Bel Pertama Berbunyi’, dengan melakukan persiapan sebelum tahun ajaran baru dimulai, agar orangtua dapat merasa percaya diri mengantar anak ke kelas.
.
Pastikan anak meminum obat asma atau alergi sesuai resep. Pertahankan rutinitas ini selama hari sekolah, agar dosisnya tidak terlewatkan. Melewatkan pengobatan dapat menyebabkan peningkatan gejala, yang seringkali berarti lebih sedikit waktu untuk belajar. Tergantung pada derajat alergi anak, orangtua mungkin baik untuk melakukan hal berikut, yaitu kelilingi sekolah untuk mengidentifikasi potensi pemicu asma atau alergi, berbicara dengan guru, termasuk pelatih olahraga, tentang kondisi anak dan rencana perawatannya. Di dalam ruang kelas anak, sangat mungkin ada banyak potensi pemicu alergi dan asma. Sangat penting bahwa alergi anak didiagnosis secara akurat untuk menentukan alergen apa yang harus dihindari. Jika anak belum menjalani tes, buatlah janji dengan dokter ahli alergi/imunologi. Pemicu asma dan alergi yang umum di dalam kelas meliputi tungau debu, limbah cetakan, debu kapur dan bulu binatang. Sesi istirahat di sekolah, baik pertama ataupun kedua, sangat mungkin merupakan waktu paling favorit bagi banyak anak. Namun bagi anak yang memiliki alergi atau asma, waktu istirahat dapat menjadi ladang ranjau yang berpotensi menjadi pemicunya.
.
Presentasi Sophie Karra (France) berjudul Adult outcomes of childhood wheezing phenotypes are associated with early life factors, sangat inspiratif. Selanjutnya Francesco Foppiano Florez Estrada (Germany) menjelaskan tentang Differential gene expression analysis in ten year old asthmatic children from the PASTURE cohort dan Hui-Ju Tsai (Taiwan) menerangkan tentang Comparative Risk of Neuropsychiatric Adverse Events Associated With Leukotriene-Receptor Antagonists Versus Inhaled Corticosteroids Among Asthma Patients.
.
Sesi terakhir adalah Helena Martin-Gonzalez (Spain) : Epigenome-wide association study of asthma exacerbations in European populations dan Sophie Carra (France) lagi denganjudul berbeda, yaitu Natural history of methacholine bronchial hyperresponsiveness across the life-course and its associated risk factors. Kami mengikuti sambutan penutup acara oleh Victor Fomin (Chief external specialist at Moscow Healthcare Department, First Moscow State Medical University).

Gapura kemenangan “Triumphal Arch of Moscow” yang hanya selama bulan Mei ini dilengkapi dengan tulisan Moskow Kota Kemenangan di Victory Square Jalan Kutuzovsky Prospekt, bercerita tentang keberhasilan Rusia mengalahkan Perancis.
Selanjutnya kami turut bergembira dalam kemenangan Rusia, bukan hanya saat mengalahkan Nazi Jerman pada Perang Dunia II yang dirayakan di Lapangan Merah, tetapi juga kemenangan atas laskar Perancis, dengan menikmati kemegahan Lapangan Kemenangan atau Victory Square. Kita perlu mengingat bahwa Moscow memiliki bangunan gapura yang serupa dengan Arc de Triomphe yang ada di Paris bernama “Triumphal Arch of Moscow.” Monumen gapura ini menjadi salah satu destinasi wajib karena keunikan kisahnya. Jika yang di Paris bercerita tentang Napoleon menang dalam pertempuran Austerlitz, maka yang di Moscow bercerita tentang keberhasilan Rusia mengalahkan Napoleon. Pertempuran Austerlitz atau yang dikenal dengan nama Pertempuran Tiga Kaisar, adalah salah satu dari sekian kemenangan besar yang diraih oleh Napoleon. Pada tanggal 2 Desember 1805, pasukan Prancis yang dipimpin oleh Napoleon secara meyakinkan mengalahkan tentara gabungan Rusia-Austria yang dikomandani oleh Tsar Alexander I setelah mereka bertempur sengit selama 9 jam di berbagai sektor. Pertempuran ini terjadi di daerah Austerlitz sekitar 20 kilometer timur kota Brno di Moravia Republik Ceko. Pertempuran ini sering disebut sebagai perang strategi yang cemerlang.
.
Awalnya, monumen tersebut didirikan tahun 1814 dari kayu oleh veteran perang Napoleon. Lalu dibuat kembali dari marmer di tahun 1827 oleh desainer Joseph Bove. Tahun 1936 gapura ini diruntuhkan karena rekonstruksi kota Moscow oleh Joseph Stalin. Di tahun 1960an gapura ini kembali dibangun dan ditempatkan di Kutuzovsky Avenue yang kini dikenal sebagai Victory Square. Jalan Kutuzovsky Prospekt adalah sebuah jalan radial utama yang sangat lebar, lurus dan ramai di Moskwa, Rusia, dinamai menurut nama Mikhail Illarionovich Kutuzov, pemimpin pasukan lapangan Rusia selama invasi Prancis ke Rusia tahun 1812.

Patriotisme pasukan Rusia dahulu dan sekaranng yang mengagumkan
Invasi Prancis ke Rusia juga dikenal sebagai Perang Patriotik 1812, dimulai 24 Juni 1812 ketika pasukan Prancis yang dipimpin Napoleon Bonaparte menyeberangi sungai Neman di Eropa Timur, dengan tujuan untuk mengalahkan pasukan Rusia. Nama Neman, Nemunas, Nyoman, Niemen atau Memel adalah sungai besar di Eropa Timur yang mengalir dari wilayah Belarus, melalui Lituania hingga akhirnya bermuara di Laguna Curonia. Sungai ini bermula di pertemuan dua sungai kecil sekitar 15 km di sebelah barat daya kota Uzda dan sekitar 55 km di sebelah barat daya kota Minsk, Ibu Kota Belarusia. Napoleon mendesak Tsar Alexander supaya menghentikan perdagangan antara Rusia dengan Inggris, dengan tujuan memaksa Inggris berdamai dengan Prancis. Napoleon menamakan perang tersebut Perang Polandia Kedua, untuk menarik simpati dan dukungan dari rakyat Polandia, juga sebagai pembenaran politik atas perang tersebut.
.
Kita perlu mengenal nama Borodino, sebuah desa di Distrik Mozhaysky di Oblast Moskow, Rusia, yang terletak 13 kilometer sebelah barat Mozhaysk. Desa ini terkenal sebagai lokasi Pertempuran Borodino yang terjadi pada 7 September 1812, sebagai pertempuran paling berdarah selama satu hari sepanjang sejarah dalam perang Napoleon, dengan korban 72.000 jiwa dan berakhir dengan kemenangan Prancis, meski sangat sulit untuk dicapai. Pasukan Rusia kemudian mundur keesokan harinya, dengan meninggalkan pasukan Prancis tanpa kemenangan dahsyat yang Napoleon harapkan. Seminggu kemudian, Napoleon dan pasukannya tiba di Moskow, yang telah dibakar dan ditinggalkan oleh penghuninya.
.
Jatuhnya Moskow tidak mampu mendesak Tsar Alexander untuk bernegosiasi dengan Napoleon, dan bersama pasukannya selama sebulan lamanya, Napoleon menunggu tawaran untuk berdamai yang tak kunjung datang. Pada 19 Oktober 1812 Napoleon dan pasukannya meninggalkan Moskow dan menuju arah barat daya ke Kaluga, dan dihadang oleh panglima tertinggi pasukan Rusia, Mikhail Kutuzov. Berminggu-minggu lamanya pasukan Prancis menderita gara-gara musim dingin Rusia yang menyengat. Kurangnya makanan untuk pasukan infantri dan rumput untuk kuda pasukan kavaleri, hipotermia yang diakibatkan suhu dingin yang ekstrim, dengan kombinasi serangan gerilya yang dilakukan terus menerus oleh rakyat Rusia dan pasukan Kazaki, mengakibatkan korban jiwa yang semakin banyak, dan runtuhnya kedisiplinan pasukan Prancis. Pertempuran selanjutnya di Vyazma dan Krasnoi menghasilkan kekalahan yang lebih banyak lagi bagi Prancis.

Kongkow di Moskow lagi, kali ini di bawah gapura kemenangan “Triumphal Arch of Moscow” di Victory Square Moskow, yang melambangkan tentang keberhasilan Mikhail Illarionovich Kutuzov, jenderal Rusia saat mengalahkan Napoleon, Kaisar Perancis pada 14 Desember 1812
Ketika sisa-sisa pasukan utama Prancis yang dipimpin Napoleon Bonaparte menyeberangi sungai Berezina di Belarus dan merupakan anak sungai dari Sungai Dnieper pada akhir November 1812, hanya tersisa 27.000 prajurit, karena 380.000 tentara Prancis tewas dan 100.000 tertangkap selama perang di Rusia. Setelah menyebrangi Berezina, Napoleon meninggalkan pasukannya, kembali ke Paris untuk melindungi posisinya sebagai kaisar Prancis, dan merekrut lebih banyak pasukan cadangan, untuk menghadapi pasukan Rusia yang mulai menuju ke arah Prancis. Perang ini berakhir setelah 6 bulan pada tanggal 14 Desember 1812, tanggal dimana pasukan Prancis akhirnya meninggalkan Rusia.
.
Perang ini menjadi titik balik bagi karier militer Napoleon Bonaparte. Perang ini adalah perang terbesar dan paling berdarah pada jamannya, melibatkan lebih dari 1,5 juta pasukan, dengan lebih dari 500.000 korban jiwa di pihak Prancis dan 400.000 korban jiwa di pihak Rusia. Reputasi Napoleon hancur seketika, dan hegemoni Prancis di Eropa melemah secara drastis. Itulah mengapa Moscow membuat bangunan gapura yang serupa dengan Arc de Triomphe yang ada di Paris, yang disebut “Triumphal Arch of Moscow” untuk mengenang keberhasilan Mikhail Illarionovich Kutuzov, jenderal Rusia saat mengalahkan Napoleon Bonaparte, Kaisar Perancis.

Beruntung kami dapat mencapai Jalan Tveskaya yang lebar, sepi dan steril dari kendaraan maupun pejalan kaki, karena merupakan ring 1 parade kemenangan Rusia di Lapangan Merah.
Menjelang sore kami mencoba kembali mendekati Lapangan Merah. Bersyukur kami dapat melewati penjagaan serdadu Rusia yang baik hati dan membukakan pagar pembatas di Jalan Nikitskiy Pereulok. Meski masih digigit suhu 0 derajat, kami terus berjalan kaki sampai pada pertemuan Jalan Tveskaya dengan Jalan Mokhovaya. Di situlah kami tertahan lagi oleh batas steril yang dijaga serdadu Rusia. Beruntunglah kami dapat kongkow di Moskow sebentar dan melihat di kejauhan, sebuah bangunan indah yang digunakan sebagai Museum Sejarah Negara (State Historical Museum).

Pada pertemuan Jalan Tveskaya dengan Jalan Mokhovaya nampak di kejauhan adalah Museum Sejarah Negara (State Historical Museum), yang berwarna merah tua dan gaya Neo-Rusia dari tahun 1881, dengan banyak umbul-umbul tanda perayaan Hari Kemenangan.
Museum yang berlokasi di Red Square Street 1 ini didirikan tahun 1.872, memiliki lebih dari satu juta artefak, dan menjadi salah satu sarana untuk mempromosikan sejarah dan warisan Rusia. Bangunan ini sangat khas dengan warna merahnya, bergaya Neo-Rusia dari tahun 1881 yang memajang peninggalan prasejarah sampai karya seni dinasti Romanov. Di belakang gedung Museum Sejarah tersebut, Lapangan Merah berada dan parade kemenangan Rusia berlangsung. Di depan museum tersebut ada patung prajurit berkuda yang didirikan sejak 1995, untuk menggambarkan pemimpin militer Uni Soviet yang berperan penting bagi kemenangan atas Jerman pada PD II.

Usaha kami terakhir untuk melihat parade kemenangan Rusia tertahan pada persimpangan Jalan Bol’shaya Nikitskaya Ulitsa dengan Jalan Mokhovaya, yang sudah tinggal 7 menit berjalan kaki ke arah Kremlin dan Lapangan Merah, akhirnya kami menyerah dan kembali ke penginapan.
Malam itu kami mengikuti Perayaan Ekaristi Hari Kenaikan Tuhan Yesus Kristus dari Gereja Kristus Raja Baciro Yogyakarta, melalui channel https://www.youtube.com/crembomedia/live. Selanjutnya kami kembali terlelap kelelahan setelah kongkow di Moskow hari kedua.
(bersambung)
Dilaporkan dan disebarkan dari Mini-hotel Nikitskaya yang berlokasi di Bolshaya Nikitskaya ulitsa, d. 22/2, Moscow, Russia.
Kamis malam, 9 Mei 2024
Salam pengelana
-wikan dan sari