Categories
anak dokter Healthy Life medicolegal politik sekolah

2024 Perlindungan Guru dan Dokter

PERLINDUNGAN  GURU  DAN  DOKTER

fx. wikan indrarto*)

Guru honorer Supriyani di Konawe Selatan Sulawei Tenggara didakwa melakukan penganiyaan terhadap muridnya. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menyebut terdapat perlindungan yang timpang antara murid dan guru. Profesi dokter juga sering menghadapi sengketa hukum. Ada berbagai penyebab, tetapi salah satu yang utama adalah karena perlindungan hukum atas profesi guru dan dokter tidaklah rinci. Apa yang sebaiknya dilakukan?

baca juga : https://www.suaramerdeka.com/opini/0413998699/perlindungan-guru-dan-dokter

UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pada Pasal 41 menyebutkan bahwa Guru berhak mendapatkan perlindungan hukum dari tindak kekerasan, ancaman, perlakuan diskriminatif, intimidasi, atau perlakuan tidak adil dari pihak peserta didik, orang tua peserta didik, masyarakat, birokrasi, atau pihak lain. Perlindungan terhadap guru ini diatur dalam Pasal 39 UU Guru dan Dosen tersebut. Pemerintah, pemerintah daerah, masyarakat, organisasi profesi, dan/atau satuan pendidikan wajib memberikan perlindungan terhadap guru dalam pelaksanaan tugas.

Perlindungan terhadap guru ini juga didukung oleh yurisprudensi Mahkamah Agung (MA) yang dapat ditemukan dalam Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia, Putusan No. 1554 K/PID/2013, yang menyebutkan bahwa guru tidak dapat dipidana saat menjalankan profesinya dan melakukan tindakan pendisiplinan terhadap siswa. Namun demikian, kekerasan fisik yang dilakukan guru terhadap peserta didiknya termasuk dalam tindak pidana, sehingga dapat dikenakan sanksi pidana sebagaimana diatur di dalam Pasal 80 jo Pasal 76 UU No.35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Sebaliknya terkait profesi dokter, putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 119/Puu-Xx/2022 Perihal Pengujian Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 Tentang Praktik Kedokteran Terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 telah dibacakan pada 31 Januari 2023. Mahkamah Konstitusi (MK) telah memberikan ketetapan hukum tentang prosedur hukum yang khusus, dalam menilai dan menentukan benar salahnya seorang dokter dalam menjalankan profesinya. MK memberlakukan proses pemeriksaan yang berjenjang, dimulai dari proses pemeriksaan etik di Majelis Kehoratan Etik Kedokteran (MKEK) dan disiplin di Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI), sebagai proses pemeriksaan tingkat pertama. Selain itu, juga sekaligus berfungsi sebagai penilai apakah ada pelanggaran hukum atau tidak.  Apabila dari hasil pemeriksaan di MKEK dan MKDKI ditemukan indikasi pelanggaran hukum, maka kasusnya akan diteruskan atau diserahkan kepada kepolisian atau pengadilan.

Michel Daniel Mangkey dalam ejournal Unsrat Vol. II/No. 8/Sep-Nov/2014, menjelaskan tentang ‘Lex et Societatis’. Dokter yang telah melaksanakan tugas sesuai dengan standar profesi dan standar prosedur operasional, berhak mendapatkan perlindungan hukum. Terdapat beberapa hal yang menjadi alasan peniadaan hukuman terhadap dokter, yaitu : resiko pengobatan, kecelakaan medik, tanpa unsur kelalaian, aturan minor yang dapat diabaikan, kesalahan dalam penilaian (error of (in) judgment), Volenti non fit iniura atau asumsi atas risiko, dan Res Ipsa Loquitur. Namun demikian, pada praktiknya sebagian hal tersebut sangat sulit, rumit, dan menyita waktu, tenaga dan konsentrasi dokter dalam perumusannya.

Sebaliknya, perlindungan hukum untuk profesi notaris, jauh lebih jelas, nyata, dan rinci, sebagaimana dituliskan oleh Mariyantini pada ejournal Undip vol 4, no 1 tahun 2013. Perlindungan hukum terhadap notaris ketika terjadi sengketa di pengadilan, telah diatur pada Pasal 66 Undang-undang No. 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris. Dalam hal memberikan kesaksian, seorang notaris tidak dapat mengungkapkan akta yang dibuatnya, baik sebagian maupun keseluruhannya, untuk merahasiakan semua hal yang diberitahukan kepadanya, karena akta yang dibuat oleh atau di hadapan notaris, merupakan suatu alat bukti yang mempunyai kekuatan pembuktian yang sempurna. Notaris hanya merumuskan keterangan dan pernyataan yang diperolehnya dari para penghadap. Notaris tidak hanya berhak untuk bicara, tetapi mempunyai kewajiban untuk tidak bicara. Kewajiban tersebut mengesampingkan kewajiban umum yang tercantum dalam Pasal 1909 ayat (1) KUHPerdata, karena adanya hak ingkar dari profesi notaris, sebagai konsekuensi dari adanya kewajiban merahasiakan sesuatu yang diketahuinya.

Yurisprudensi Mahkamah Agung (MA) melalui Putusan MA No 702K/Sip/1973, menyatakan bahwa notaris fungsinya hanya mencatatkan atau menuliskan, apa yang dikehendaki dan dikemukakan oleh para pihak yang menghadap notaris tersebut. Tidak ada kewajiban bagi notaris untuk menyelidiki secara materil, terkait apa yang dikemukakan oleh penghadap di hadapan notaris tersebut. Berdasarkan Putusan MA tersebut, jika akta yang dibuat oleh notaris dipermasalahkan oleh para pihak, maka hal tersebut menjadi urusan para pihak sendiri, notaris tidak perlu dilibatkan, dan notaris bukan pihak dalam akta. 

Perlindungan hukum yang juga lebih baik, adalah terhadap profesi advokat atau pengacara. Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan permohonan perkara 26/PUU-XI/2013,  yaitu pengujian Pasal 16 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat, yang terkenal sebagai hak imunitas advokat. Putusan tersebut dinyatakan MK dalam sidang pengucapan putusan yang dipimpin Ketua MK Hamdan Zoelva, Rabu 14 Mei 2015. MK menegaskan bahwa ketentuan Pasal 16 UU Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat  harus dimaknai sebagai, advokat tidak dapat dituntut baik secara perdata maupun pidana dalam menjalankan tugas profesinya, dengan iktikad baik untuk kepentingan pembelaan klien, di dalam maupun di luar sidang pengadilan.

Dengan demikian hak imunitas profesi guru, dosen, dan dokter dalam aspek perlindungan hukum, layak disusun serinci dengan profesi advokat dan notaris. Sudahkah para guru dan dokter bertindak?

Sekian

Yogyakarta, 5 November 2024

*) dokter spesialis anak dan dosen FK, pernah menjadi Ketua IDI Cabang Kota Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA 081227280161.

Categories
anak antibiotika COVID-19 dokter Healthy Life UHC

2024 Antibiotika Berlebihan

ANTIBIOTIKA  BERLEBIHAN

fx. wikan indrarto

Penggunaan antibiotik terdata berlebihan pada pasien yang dirawatinap di rumah sakit karena COVID-19. Pada 26 April 2024 terdapat bukti lengkap dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menunjukkan penggunaan antibiotik yang berlebihan selama pandemi COVID-19 di seluruh dunia, yang mungkin telah memperburuk penyebaran resistensi antimikroba (AMR) secara diam-diam. Apa yang mencemaskan?

Meskipun hanya 8% pasien COVID-19 yang dirawatinap di rumah sakit memiliki koinfeksi bakteri dan sebenarnya memerlukan antibiotik, ternyata tiga dari empat atau sekitar 75% pasien telah diobati dengan antibiotik, dengan pertimbangan ‘untuk berjaga-jaga’ karena antibiotik tersebut mungkin membantu (just in case they help). Penggunaan antibiotik berkisar dari 33% untuk pasien di Wilayah Pasifik Barat, hingga 83% di Wilayah Mediterania Timur dan Afrika. Antara tahun 2020 dan 2022, jumlah resep antibiotik menurun seiring waktu di Eropa dan Amerika, sementara jumlah resep obat serupa masih meningkat di Afrika.

Tingkat penggunaan antibiotik tertinggi terjadi pada pasien COVID-19 yang parah atau kritis, dengan rata-rata global sebesar 81%. Dalam kasus ringan atau sedang, terdapat variasi yang cukup besar antar wilayah, dengan penggunaan tertinggi di Wilayah Afrika (79%).

WHO mengklasifikasikan antibiotik berdasarkan klasifikasi AWaRe (Access, Watch, Reserve), berdasarkan risiko AMR. Yang mengkhawatirkan, laporan tersebut menemukan bahwa antibiotik ‘Watch’ dengan potensi resistensi lebih tinggi, justru telah paling sering diresepkan secara global, dibandingkan antibiotika ‘Access’ yang sebenarnya lebih aman.

Ketika seorang pasien membutuhkan antibiotik, manfaatnya sering kali lebih besar daripada risiko yang terkait dengan efek samping atau resistensi antibiotik. Namun, jika tidak diperlukan, obat tersebut tidak memberikan manfaat, tetapi justru menimbulkan risiko, dan penggunaannya berkontribusi terhadap muncul dan penyebaran resistensi antimikroba. Meskipun demikian, data pada laporan tersebut memerlukan perbaikan dalam penggunaan antibiotik yang rasional, untuk meminimalkan konsekuensi negatif yang tidak perlu bagi pasien dan masyarakat.

Secara keseluruhan sebenarnya penggunaan obat antibiotik terbukti tidak memperbaiki hasil klinis pasien COVID-19. Namun, penggunaan antibiotik ini justru dapat membahayakan orang yang tidak mengalami infeksi bakteri, dibandingkan dengan mereka yang tidak menerima antibiotik. Laporan ini menggarisbawahi kebutuhan mendesak untuk meningkatkan penggunaan antibiotik secara rasional, guna meminimalkan konsekuensi negatif yang tidak perlu bagi pasien dan masyarakat.

Telah diterbitkan rekomendasi WHO mengenai penggunaan antibiotik pada pasien dengan COVID-19, sebagai bagian dari pedoman pengelolaan klinis COVID-19. Pedoman ini didasarkan pada data dari Platform Klinis Global WHO untuk COVID-19, yang merupakan kumpulan data klinis anonim dan terstandarisasi pada tingkat individu, dari pasien yang dirawat di rumah sakit karena COVID-19. Data dikumpulkan dari sekitar 450.000 pasien yang dirawat di rumah sakit karena COVID-19, di 65 negara selama periode 3 tahun antara Januari 2020 hingga Maret 2023.

Temuan ini menggarisbawahi risiko meningkatkan peresepan antibiotik secara global, dan sangat serius dibahas pada Pertemuan Tingkat Tinggi Majelis Umum PBB mengenai AMR yang diadakan pada bulan September 2024. Pertemuan Tingkat Tinggi PBB mengenai AMR telah mempertemukan para pemimpin global untuk berkomitmen melakukan mitigasi AMR di bidang kesehatan manusia, kesehatan hewan, sektor pertanian pangan dan lingkungan hidup, serta untuk mendorong kepemimpinan politik, pendanaan dan tindakan untuk memperlambat kemunculan dan penyebaran AMR.

Penggunaan antimikroba yang bertanggung jawab dan bijaksana perlu ditingkatkan di semua sektor baik pada manusia, hewan, tanaman, dan lingkungan hidup, untuk menjaga manfaat antibiotika bagi kesehatan masyarakat. Secara khusus, antimikroba yang secara medis penting bagi pengobatan manusia perlu dilestarikan dengan mengurangi penggunaannya di sektor non-manusia. Daftar MIA WHO (Medically Important Antimicrobials) tentang antimikroba yang penting secara medis untuk pengobatan manusia merupakan alat manajemen risiko yang dapat digunakan dalam mendukung pengambilan keputusan, guna meminimalkan dampak penggunaan antimikroba di sektor non-manusia, terhadap resistensi antimikroba (AMR) pada manusia. Daftar MIA WHO dibuat untuk memandu upaya pengelolaan antimikroba internasional, nasional, dan subnasional (lokal, negara bagian, provinsi). Panduan ini melengkapi kerangka kerja WHO AWaRe (Access, Watch, Reserve) yang telah diterbitkan sebelumnya dan panduan penggunaan antibiotik esensial yang tepat, dalam sektor kesehatan manusia.

Daftar MIA WHO tersebut mengkategorikan kelas antimikroba berdasarkan pentingnya bagi pengobatan manusia dan menurut risiko AMR, serta potensi implikasi kesehatan manusia dari penggunaannya di sektor non-manusia. Daftar MIA WHO dikembangkan melalui kerja sama erat dengan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) dan Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (WOAH) sebagai upaya bersama untuk menyelaraskan pedoman dan daftar terkait yang dikembangkan oleh keempat organisasi tersebut.

Pasien memiliki hak untuk mengingatkan para dokter, tentang perlu tidaknya peresepan obat antibiotika saat periksa. Sudahkah kita bertindak bijak dalam penggunaan obat antibiotika paska pandemi COVID-19?

Sekian

Yogyakarta, 30 November 2024

*) Dokter spesialis anak di RS Panti Rapih Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161

Categories
anak dokter Healthy Life Jalan-jalan vaksinasi

2024 MPOX PADA ANAK

MPOX PADA ANAK

fx. wikan indrarto

Mpox (dulu disebut cacar monyet) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus Monkeypox (MPXV). Pada tanggal 14 Agustus 2024 WHO menyatakan bahwa wabah mpox di Afrika merupakan  darurat kesehatan masyarakat yang mengkhawatirkan dunia. Apa risikonya?

baca juga : https://www.suaramerdeka.com/opini/0413496670/menekan-risiko-cacar-monyet-apakah-kita-sudah-bertindak-bijak

Mpox adalah penyakit langka yang menyebabkan ruam kulut dan gejala mirip flu, terutama pada orang dewasa. Anak dapat tertular mpox jika mereka melakukan kontak dekat dengan seseorang yang memiliki gejala. Anak dapat terpapar virus di rumah dari saudara kandung, orang tua, pengasuh, atau anggota keluarga lainnya melalui kontak dekat. Di beberapa wilayah di pedalaman Afrika, anak dan remaja dapat terpapar melalui kegiatan berburu atau menjebak binatang liar, atau juga mengkonsumsi daging hewan yang tidak dimasak dengan benar. Remaja yang telah melakukan aktivitas seksual dengan seseorang yang menderita mpox juga dapat terpapar. Ruam mpox pada awalnya dapat menyerupai penyakit anak umum lainnya, seperti cacar air dan infeksi virus lainnya.

Anak mungkin berisiko lebih besar terkena mpox parah daripada orang dewasa. Mereka harus dipantau secara ketat hingga pulih, untuk diwaspadai jika mereka membutuhkan perawatan tambahan. Dokter dan tenaga kesehatan yang bertanggung jawab atas anak tersebut, mungkin menyarankan agar mereka dirawat inap di RS, sesuai derajat gejala klinis. Dalam situasi ini, orang tua atau pengasuh yang sehat dan berisiko rendah terkena mpox, tentu akan diizinkan untuk tinggal bersama mereka.

Jika seorang ibu menyusui telah dikonfirmasi atau diduga terinfeksi mpox, bicarakan dengan dokter dan tenaga kesehatan terdekat untuk meminta saran. Mereka akan menilai risiko penularan mpox serta risiko buruk jika tidak melanjutkan memberikan ASI kepada bayi. Jika ibu dapat terus menyusui dan melakukan kontak dekat, mereka akan mengajarkan kepada ibu tentang cara mengurangi risiko dengan mengambil tindakan lain, termasuk menutupi lesi kulit. Risiko infeksi perlu diimbangi secara hati-hati dengan potensi buruk yang disebabkan oleh penghentian pemberian ASI, dan kontak dekat antara ibu dan bayi. Belum diketahui apakah virus cacar monyet dapat menyebar dari ibu ke bayi melalui ASI, dan saat ini masih merupakan area yang perlu diteliti lebih lanjut.

Penelitian bertahun-tahun tentang terapi cacar yang telah dapat dibasmi di seluruh dunia, telah menghasilkan pengembangan produk farmasi yang juga dapat bermanfaat untuk mengobati mpox. Misalnya, obat antivirus yang dikembangkan untuk mengobati cacar (tecovirimat) telah disetujui pada Januari 2022 oleh Badan Obat-obatan Eropa untuk pengobatan mpox dalam keadaan luar biasa. Pengalaman dengan terapi ini dalam konteks wabah mpox terus berkembang tetapi masih terbatas. Karena alasan ini, penggunaannya biasanya disertai dengan kewajiban untuk masuk dalam uji klinis atau protokol akses yang diperluas, disertai dengan pengumpulan data yang akan meningkatkan pengetahuan tentang cara terbaik untuk menggunakannya, di masa mendatang.

Ada vaksin yang direkomendasikan oleh WHO untuk digunakan melawan mpox. Penelitian selama bertahun-tahun telah menghasilkan pengembangan vaksin yang lebih baru dan lebih aman, yang berasal dari vaksin untuk penyakit yang telah diberantas secara global, yaitu cacar. Beberapa vaksin tersebut telah disetujui di berbagai negara untuk digunakan melawan mpox. Saat ini, WHO merekomendasikan penggunaan vaksin MVA-BN atau LC16, atau vaksin ACAM2000 jika vaksin lainnya tidak tersedia.

Hanya orang yang berisiko (misalnya, seseorang yang pernah menjadi kontak dekat dengan seseorang yang menderita mpox, atau seseorang yang termasuk dalam kelompok berisiko tinggi terpapar mpox) yang harus dipertimbangkan untuk divaksinasi. Vaksinasi massal, termasuk untuk anak, saat ini tidak direkomendasikan. Pelancong yang akan memasuki daerah endemis mpox dan mungkin berisiko berdasarkan penilaian risiko individu oleh dokter, mungkin perlu dipertimbangkan mendapatkan vaksinasi.

WHO saat ini merekomendasikan vaksin bagi orang-orang yang pernah melakukan kontak dekat dengan seseorang yang menderita mpox, atau orang-orang yang termasuk dalam kelompok berisiko tinggi terpapar mpox. Vaksin mpox memberikan tingkat perlindungan terhadap infeksi dan penyakit parah. Hasil penelitian efektivitas vaksin menunjukkan bahwa tingkat perlindungan yang baik diberikan terhadap mpox setelah vaksinasi.

Anak dengan imunosupresi berisiko lebih tinggi terkena mpox parah atau meninggal. Mpox yang parah dapat mencakup lesi yang lebih besar dan lebih luas (terutama di mulut, mata, dan alat kelamin), kondisi seperti peradangan pada jantung, otak, atau organ lainnya, atau infeksi bakteri sekunder pada kulit atau darah, dan infeksi paru-paru.

Anak dengan penyakit HIV stadium lanjut (jumlah CD4 rendah, dan viral load HIV tinggi) memiliki risiko kematian yang lebih tinggi jika mereka mengalami mpox parah. Hal ini lebih umum terjadi pada orang dengan status HIV yang tidak diketahui sebelum diagnosis mpox.

Anak yang hidup dengan HIV yang tidak lagi mengalami supresi virus melalui pengobatan antiretroviral (ARV), tampaknya tidak memiliki risiko lebih tinggi mengalami mpox parah, daripada populasi umum. Penggunaan setiap hari antiretroviral (ARV) mengurangi risiko timbulnya gejala mpox parah pada anak dengan HIV, jika terjadi infeksi. Anak dengan HIV yang tidak diobati dan penyakit HIV stadium lanjut, sangat mungkin mengalami gangguan kekebalan tubuh, dan karenanya berisiko lebih besar mengalami mpox parah. WHO menyarankan agar setiap negara mengintegrasikan pengujian, pencegahan, dan perawatan HIV dan mpox.

Kasus mpox parah yang terlihat di beberapa negara di Afrika menyoroti kebutuhan mendesak untuk meningkatkan akses yang adil terhadap tes diagnostik, vaksin, dan terapi mpox, serta pencegahan, pengujian, dan pengobatan HIV. Jika anak hidup dengan HIV, teruslah minum obat HIV sesuai petunjuk. Pada tahun 2023, terdapat 9 juta orang, termasuk anak, di seluruh dunia yang hidup dengan HIV, tetapi tidak menjalani pengobatan HIV, berisiko terkena penyakit HIV stadium lanjut dan mpox yang mengancam jiwa, apalagi kalau tidak mendapatkan vaksinasi.

Saat ini, vaksin Mpox yang digunakan di Indonesia adalah jenis Modified Vaccinia Ankara-Bavarian Nordic (MVA-BN), yaitu vaksin turunan cacar (smallpox) generasi ketiga yang bersifat non-replicating. Pelaksanaan vaksinasi Mpox dengan MVA-BN telah dilakukan sejak 2023, setelah ditemukan kasus konfirmasi Mpox di Indonesia.

Apakah kita sudah bertindak bijak melindungi anak dari mpox?

Yogyakarta, 25 September 2024

*) dokter spesialis anak di RS Panti Rapih Yogyakarta, Alumnus S3 UGM. WA :  081227280161

Categories
antibiotika dokter Healthy Life medicolegal UHC vaksinasi

2024 Hari Keselamatan Pasien

Sebagian tulisan ini telah diterbitkan di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta Minggu, 29 September 2024 dengan judul : Pentingnya diagnosis benar dan tepat waktu, pada kolom Husada, halaman 5.

HARI   KESELAMATAN   PASIEN   DUNIA

fx. wikan indrarto

Hari Keselamatan Pasien Dunia (World Patient Safety Day) pada 17 September 2024 merupakan kesempatan untuk meningkatkan kesadaran publik dan mendorong kolaborasi antara pasien, dokter, tenaga kesehatan, pembuat kebijakan, dan pemimpin fasilitas perawatan kesehatan untuk meningkatkan keselamatan pasien. Apa yang menarik?

Tahun ini temanya adalah “Meningkatkan diagnosis demi keselamatan pasien” dengan slogan “Lakukan dengan benar, buat aman!”, yang menyoroti pentingnya diagnosis yang benar dan tepat waktu dalam memastikan keselamatan pasien dan meningkatkan luaran atau hasil medis.

Diagnosis yang ditegakkan oleh dokter dan tenaga kesehatan merupakan identifikasi masalah kesehatan yang dialami pasien. Diagnosis ini merupakan kunci utama untuk mengakses perawatan dan pengobatan yang dibutuhkan pasien. Kesalahan diagnosis adalah kegagalan pasien untuk mendapatkan luaran klinis yang baik, karena tidak diteruskan dengan tatalaksana medis yang benar dan tepat waktu tentang masalah kesehatan pasien. Kesalahan diagnosis ini dapat mencakup diagnosis yang tertunda, tidak benar, atau terlewat, atau dapat juga merupakan kegagalan untuk mengomunikasikan penjelasan kondisi medis kepada pasien.

Kesalahan diagnostik terjadi pada 5–20% hasil pemeriksaan dokter terhadap pasiennya. Kesalahan diagnostik yang berbahaya ditemukan pada minimal 0,7% pasien dewasa yang dirawat inap di RS. Keselamatan pasien dalam aspek diagnostik dapat ditingkatkan secara signifikan dengan mengatasi masalah klinis berbasis sistem dan faktor kognitif dokter, yang dapat menyebabkan kesalahan diagnostik. Faktor sistemik adalah kerentanan organisasi yang menjadi predisposisi terjadinya kesalahan diagnostik, termasuk kegagalan komunikasi antara dokter dengan petugas kesehatan atau dokter dan petugas kesehatan dengan pasien, beban kerja yang berat, dan kerja tim yang tidak efektif. Faktor kognitif melibatkan pelatihan dan pengalaman dokter serta predisposisi terhadap bias, kelelahan, dan stres.

Prioritas keselamatan diagnostik perlu mengadopsi pendekatan multifase dalam memperkuat sistem, merancang jalur diagnostik yang aman, mendukung dokter dan tenaga kesehatan lainnya dalam menegakkan diagnosis, membuat keputusan yang tepat, dan melibatkan pasien di seluruh proses diagnostik.

Setiap titik dalam proses pemberian pelayanan medis dan keperawatan mengandung tingkat ketidakamanan tertentu untuk pasien, yang selalu melekat. Sekitar 1 dari 10 pasien mengalami cedera dan lebih dari 3 juta kematian terjadi setiap tahun, akibat perawatan yang tidak aman di fasilitas pelayanan kesehatan. Kejadian buruk umum yang dapat mengakibatkan cedera pasien yang dapat dihindari adalah kesalahan pengobatan, prosedur pembedahan yang tidak aman, infeksi terkait perawatan kesehatan, kesalahan diagnosis, pasien jatuh, luka dekubitus, kesalahan identifikasi pasien, transfusi darah yang tidak aman, dan tromboemboli vena.

“Pertama, jangan merugikan” (First, do no harm) adalah prinsip paling mendasar dari setiap layanan kesehatan bagi pasien. Tidak seorang pasienpun boleh dirugikan dalam layanan kesehatan. Keselamatan pasien didefinisikan sebagai tidak adanya bahaya yang dapat dicegah bagi pasien dan pengurangan risiko bahaya yang tidak perlu, terkait dengan perawatan kesehatan ke tingkat minimum yang dapat diterima. Dalam konteks sistem kesehatan yang lebih luas, keselamatan pasien adalah kerangka kegiatan terorganisasi yang menciptakan budaya, proses, prosedur, perilaku, teknologi, dan lingkungan dalam perawatan kesehatan yang secara konsisten dan berkelanjutan menurunkan risiko, mengurangi terjadinya bahaya yang dapat dihindari, mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan, dan mengurangi dampak bahaya saat terjadi pada pasien.

Sumber umum bahaya untuk pasien saat menerima layanan kesehatan adalah dalam bentuk kesalahan diagnosis, pengobatan, tindakan bedah dan terjadinya infeksi ikutan. Dalam lingkup kesalahan pengobatan, bahaya terkait pengobatan memengaruhi 1 dari setiap 30 pasien dalam perawatan kesehatan, dengan lebih dari seperempat dari bahaya ini dianggap parah atau mengancam jiwa. Setengah dari bahaya atas pasien yang dapat dihindari dalam layanan kesehatan terkait dengan pengobatan.

Dalam lingkup kesalahan bedah, berasal dari sekitar 300 juta prosedur bedah yang dilakukan setiap tahun di seluruh dunia. Meskipun adanya efek samping sudah disadari sepenuhnya dan dilakukan tindakan antisipasi, namun demikian kesalahan bedah terus terjadi pada tingkat yang cukup tinggi. Bahkan 10% dari bahaya pasien yang dapat dicegah dalam perawatan kesehatan dilaporkan dalam lingkup kesalahan bedah, dengan sebagian besar kejadian buruk pada pasien yang diakibatkannya terjadi sebelum dan sesudah operasi dilakukan.

Dengan tingkat global sebesar 0,14% (meningkat sebesar 0,06% setiap tahun), infeksi terkait perawatan kesehatan mengakibatkan durasi rawat inap yang lebih lama, kecacatan jangka panjang, peningkatan resistensi antimikroba, beban keuangan tambahan pada pasien, keluarga dan sistem kesehatan, serta kematian yang dapat dihindari.

Ada banyak faktor yang saling terkait yang dapat menyebabkan cedera pada pasien, dan lebih dari satu faktor biasanya terlibat dalam setiap insiden keselamatan pasien, termasuk dalam proses penegakan diagnosis. Pertama faktor sistem dan organisasi, yaitu kompleksitas intervensi medis, proses dan prosedur yang tidak memadai, gangguan dalam alur kerja dan koordinasi layanan, keterbatasan sumber daya, staf yang tidak memadai dan pengembangan kompetensi yang kurang. Kedua faktor teknologi medis, yaitu masalah yang terkait dengan sistem informasi kesehatan, seperti masalah dengan catatan kesehatan elektronik atau sistem pemberian obat, dan penyalahgunaan teknologi. Ketiga faktor perilaku manusia, dapat beruapa gangguan komunikasi di antara petugas layanan kesehatan, dalam tim perawatan kesehatan, dan dengan pasien dan keluarga mereka, kerja tim yang tidak efektif, kelelahan, kejenuhan, dan mungkin juga bias kognitif.

Selanjutnya, kesalahan diagnosis juga dipengaruhi oleh faktor yang terkait dengan pasien, meliputi keterbatasan pasien dalam literasi kesehatan, kurangnya keterlibatan pasien dalam proses dan ketidakpatuhan pasien terhadap pengobatan. Dan terakhir faktor eksternal, yaitu tidak adanya kebijakan, regulasi yang tidak konsisten, tekanan ekonomi dan keuangan, dan tantangan yang terkait dengan lingkungan alam, semuanya dapat berkontribusi pada kesalahan diagnosis dan keselamatan pasien.

Bukti menunjukkan bahwa ketika pasien diperlakukan sebagai mitra dalam layanan kesehatan, keuntungan signifikan akan diperoleh dalam hal keselamatan, kepuasan, ketepatan diagnosis, dan luaran klinis dari tindakan medis. Apakah kita sudah bijak?

Sekian

Yogyakarta, 7 September 2024

*) Dokter spesialis anak di RS Panti Rapih Yogyakarta,  Alumnus S3 UGM, surveiyor akreditasi Kemenkes RI untuk pelayanan di RS. WA: 081227280161

Categories
Healthy Life Jalan-jalan

2024 Antara Lembang dan Bandung

ANTARA  LEMBANG  DAN BANDUNG, ADA GOTRAH MANGUNDIHARJO,

fx. wikan indrarto

Keluarga besar (gotrah) Simbah Mangundiharjo secara rutin mengadakan pertemuan setiap tahun, yaitu pada hari ke 4 Lebaran Idul Fitri. Sejak selesai pandemi COVID-19, pertemuan diubah tidak lagi pada saat liburan Lebaran, karena sering membuat banyak peserta terlambat datang atau kelelahan yang sangat, terkait terjebak dalam padatnya arus lalu lintas. Pada 2024 ini, pertemuan Gotrah Mangundiharjo diselenggaraan di antara Lembang dan Bandung, pada liburan ‘long weekend’ Hari Maulud Nabi Muhammad SAW. Apa yang menarik?

Bis milik SMK Muhamadiyah Prambanan Sleman buatan Karoseri Piala Mas dari Singosari Malang, yang selintas serupa dengan body Jetbus 2+ Adi Putro yang juga dari Malang, bernomor polisi AB 7392 UA dengan dapur pacu Isuzu ELF NQR 71B, siap berangkat.

Simbah Kakung (kakek) Mangundiharjo berprofesi sebagai pembuat blangkon (tutup kepala tradisional pria Jawa) gaya Ngayogyokarto dan berasal dari Kotagede, Yogyakarta, sedangkan Simbah Putri (nenek) berprofesi sebagai penjual kain jarit dan slendang (busana tradisional wanita Jawa) di beberapa pasar, yang berasal dari Salaman, sebuah kecamatan di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Simbah Mangundiharjo memiliki 14 anak dan tinggal di Salaman yang terletak sekitar 17 km di sebelah baratdaya Kota Magelang atau 50 km dari Yogyakarta. Kami adalah anak kedua dari almarhum Bapak Heribertus Sukiman Tondodarsono, anak ke 9 Simbah Mangundiharjo, yang sewaktu kecil tinggal di rumah peninggalan Simbah Mangundiharjo di Salaman. Kebesaran Salaman adalah sebagai bekas ibu kota Eks Kawedanan Salaman, yang meliputi Kecamatan Salaman, Kecamatan Borobudur, Kecamatan Tempuran dan Kecamatan Kajoran, di Kabupaten Magelang.

Pada Sabtu siang, 14 September 2024 rombongan keluarga Simbah Mangundiharjo berangkat ke Bandung menggunakan bis, yang bermula dari penumpang pertama Mas Suyanto dan istrinya mbak Dewi, anak ketiga dari almarhum Budhe Mulyodiharjo, anak ke 5 Simbah Mangundiharjo. Setelah rombongan kami (mbak Sally, dik Laksita, mas Mahendra dan mas Iwan) naik bis di depan Kantor Pajak Pratama Sleman, seberang Perumahan Cassa Grande di ring road utara Yogyakarta, bis segara menjemput dik Hersanti dan dik Ugah sekeluarga, anak kedua dan ketiga almarhum Bulik Daliyah, anak ke 11 Simbah Mangundiharjo, yang naik dari Jalan Kaliurang. Lanjut kami menemui dik Tavip Sukarno, anak sulung almarhum Bulik Sutiyah, anak ke 10 Simbah Mangundiharjo. Dik Tavip yang sedang dalam pemulihan gangguan ginjal, saraf dan tekanan darah, nampak bahagia sekali saat kami hampiri, meski hanya mampu duduk di kursi Honda City hitam yang terparkir di SPBU Mendut, sebelum kami mencapai Candi Borobudur. Setelah saling menguatkan dan berfoto bersama, kami segera melanjutkan perjalanan.

Dik Tavip Sukarno yang sedang dalam masa pemulihan dari sakit, kami temui di SPBU Mendut, Borobudur, sebalum kami berangkat ke Bandung

Rombongan bis segara meluncur ke pusat pemerintahan Kecamatan Salaman yang berada di Desa Salaman. Saat ini Kecamatan Salaman sudah terhitung sebagai sentra bibit buah hortikultura, terutama rambutan dan mangga, yang menjangkau lingkup regional dan nasional. Kami melewati Desa Menoreh yang merupakan sentral grubi Magelang, sebuah menu lokal dari ketela, dilumuri gula Jawa yang manis dan renyah. Akhirnya kami menjangkau Tugu Bunderan Salaman, sebuah persimpangan jalan yang menghubungkan wilayah Kota Magelang, Purworejo dan Borobudur.  

Saat memasuki teritorial Salaman, kami membayangkan berbagai tempat menarik, misalnya Masjid Langgar Agung yang pernah digunakan oleh Pangeran Diponegoro di Desa Menoreh, Cagar Budaya Plengkung Pitu di Desa Menoreh, Makam Kyai Nur Muhammad di Desa Ngadirejo, Lapangan Tembak Latihan Taruna Militer AKMIL di Desa Ngadirejo, sisa kemegahan Pabrik Tepung Tapioka di Desa Ngadirejo, Gunung Kukusan di Desa Ngargoretno, Wisata Alam Marmer di Desa Ngargoretno dan Gunung Banyak Angkrem di Desa Kalirejo. Juga makanan khas Salaman, berupa Wajik Week, makanan dari beras ketan yang terkenal sejak tahun 1939.

Akhirnya kami sampai di rumah peninggalan Simbah Mangundiharjo di Salaman, yang saat ini ditempati oleh Bulik Sunariyah (81 tahun) sendirian, anak bungsu (ke 14) Simbah Mangundiharjo. Kami segera bergegas menuju ke Sapuran, di Kabupaten Wonosobo, melewati pertigaan Maron di Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, dengan didahului memberikan peneguhan agar Pak Sapto sopir utama bis, berani melalui medan terjal berliku, yang sebelumnya menolak.

Kecamatan Sapuran berjarak 18 km dari pusat Kabupaten Wonosobo dan 122 km dari pusat Provinsi Jawa Tengah, berada pada ketinggian berkisar 641 m sampai 1.443 m di atas permukaan laut (mdpl). Pada masa perang Diponegoro (1825-1830), prajurit Wonosobo merupakan salah satu barisan pertahanan pasukan pendukung Pangeran Diponegoro, terutama yang berasal pada sepanjang jalan dari Purworejo, Kepil dan Sapuran sampai kota Wonosobo. Tokoh penting yang mendukung perjuangan Pangeran Diponegoro adalah Imam Misbach, yang kemudian dikenal dengan nama Tumenggung Kerto Sinuwun, Mas Lurah atau Tumenggung Mangkunegoro, Gajah Pemerintah dan Kyai Muhammad Ngarpah.

Seiring dengan berjalannya perjuangan Pangeran Diponegoro di sepanjang jalan antara Purworejo-Wonosobo, para pasukan mendirikan atau membuat pemukiman penduduk di tengah hutan, yang dijadikan pusat pemerintahan wilayah Wonosobo bagian timur. Hingga akhirnya wilayah tersebut menjadi Kecamatan Sapuran, yang kami tempuh dengan bis kami yang menyusuri jalan berliku, naik turun, menembus hutan dan memiliki kenangan bersejarah tersebut, dengan penuh antusias sambil membayangkan perjuangan Pangeran Diponegoro.

Setelah melalui rute yang sama dengan saat kami kelas 4 SD dahulu, yaitu saat kami melewati jalan berliku tersebut waktu itu masih banyak monyet yang menyeberang jalan, kami mencapai Pasar Sapuran. Rencana untuk bertemu dengan keluarga mas Badi dan beberapa saudara kami keturunan Budhe Harjodiwirjo, anak ke 3 Simbah Mangundiharjo di depan Pasar Sapuran, ternyata tidak terwujud karena kesibukannya. Kemudian kami melanjutkan perjalanan ke Wonosobo yang berdasarkan cerita rakyat, pada awal abad ke-17 dilewati 3 orang pengelana, yaitu Kiai Kolodete, Kiai Karim dan Kiai Walik, yang mulai merintis sebuah permukiman yang saat ini bernama Wonosobo. Selanjutnya, Kiai Kolodete bermukim di Dataran Tinggi Dieng, Kiai Karim bermukim di daerah Kalibeber dan Kiai Walik bermukim di sekitar Kota Wonosobo sekarang.

Kabupaten Wonosobo berdiri pada 24 Juli 1825 sebagai kabupaten di bawah Kesultanan Yogyakarta, seusai pertempuran dalam Perang Diponegoro. Kata Wonosobo berasal dari Bahasa Jawa: Wanasaba, yang secara harfiah berarti “tempat berkumpul di hutan”. Bahasa Jawa sendiri mengambilnya dari Bahasa Sanskerta: vanasabhā yang artinya kurang lebih sama. Kedua kata ini juga dikenal sebagai dua kata pada buku Mahabharata, yaitu “Sabhaparwa” dan “Wanaparwa”.

Dalam pertempuran melawan VOC Belanda, Kiai Muhamad Ngarpah berhasil memperoleh kemenangan yang pertama. Atas keberhasilan itu, Pangeran Diponegoro memberikan nama baru Kiai Muhamad Ngarpah menjadi Tumenggung Setjonegoro dan diangkat sebagai penguasa Ledok Wonosobo, teritorial peninggalan Kiai Walik. Setjonegoro adalah bupati yang memindahkan pusat kekuasaan dari Selomerto ke daerah Kota Wonosobo saat ini.

Setelah Om Fx Sukirlan (87 tahun) anak ke 13 Simbah Mangundiharjo, Mbak Fatimah menantu Budhe Mulyodiharjo anak ke 5 Simbah Mangundiharjo dan beberapa keluarga keturunan Budhe Surtinah, anak ke 8 Simbah Mangundiharjo naik bis dari kota Wonosobo, kami segera meluncur ke Bandung. Perjalanan malam itu kami isi dengan ngobrol, ngemil dan ‘ngenyek’ (saling ejek antar saudara saking akrabnya) saat melewati kota Banjarnegara, Purwokerto, Ajibarang dan Bumiayu, sampai akhirnya kami terlelap. Saking nyenyaknya tidur, kami sampai kaget saat tahu bis tersesat masuk ke areal persawahan dengan jalan kecil penuh cabang di Kabupaten Brebes, seturut nasehat googlemaps. Tidak jelas apakah ada salah input data, tetapi nasehat mbak Google membuat kami kehabisan waktu di jalan, apalagi Pak Sapto, sang sopir utama hanya mempu menjalankan bis dengan kecepatan rata-rata 40 km per jam, dengan alasan yang tidak terlihat dalam diskripsi ulasan di media sosialnya.

Perjalanan malam itu kami isi dengan ngobrol, ngemil dan ‘ngenyek’ dalam bis menuju Bandung

Bis kami milik SMK Muhamadiyah Prambanan Sleman DIY buatan Karoseri Piala Mas dari Singosari Malang yang selintas serupa dengan body Jetbus 2+ Adi Putro yang juga dari Malang, bernomor polisi AB 7392 UA dengan dapur pacu Isuzu ELF NQR 71B, dilengkapi sistem injeksi bahan bakar SOHC, Direct Injection 4 Cylinders dengan isi silinder 4,570 (cc). Bis ini sebenarnya memiliki tenaga maksimum 125 / 2,900 (PS/rpm) dan torsi maksimum 35 / 1,200 – 2,200 (Kgm/rpm). Entah bagaimana, kecepatan yang dikeluarkan saat pak Sapto menjelang mengantuk hanya 40 km/jam. Bis medium yang kami naiki memiliki panjang keseluruhan 7.445 mm, Lebar 2.100 mm, dan  Tinggi 1.630 mm. Akhirnya kami masuk Tol Trans Jawa melalui Gerbang Tol Pejagan di Kabupaten Cirebon. Setelah pindah tol dan masuk Tol Cisumdawu (Ciulengsi, Sumedang dan Dawuan) yang menanjak sangat panjang, kami masuk ke terowongan kembar yang menjadi ciri khas tol ini. Tak banyak yang tahu, Twin Tunnel di tol Cisumdawu ini merupakan terowongan pertama yang berada di badan jalan tol dan merupakan yang terpanjang di Indonesia dengan panjang 472 meter.

Dalam pembangunannya, Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga melalui Balai Geoteknik Terowongan dan Struktur (BGTS), mampu menyelesaikan pembangunan Twin Tunnel ini di tol sepanjang 61, 6 Kilometer. Pembangunan terowongan kembar dengan konsep yang unik seperti ini, tak lepas dari karakteristik topografi daerah tol yang memiliki pegunungan dan bukit.

Terowongan kembar di tol Cisumdawu yang kami masuki, sangat ikonik

Akhirnya kami berhasil memasuki Kota Bandung dengan keterlambatan 3 jam dari estimasi, yang disusun oleh mas Mahendra. Generasi ke 3 ini adalah salah satu cicit Simbah Mangundiharjo dari keturuanan Bude Surtinah, yang penuh semangat menjadi ‘tour leader’ kami, untuk mendapatkan sebuah portofolio pribadi. Mas Mahendra sedang menempuh studi pariwisata program sarjana terapan, di sekolah vokasi UGM Yogyakarta.

Minggu pagi, 15 September 2024, kami langsung menikmati suguhan pertama acara Gotrah Mangundiharjo, yaitu wisata edukasi. Kami menuju ke Edutainment Dirgantara Indonesia atau Museum Dirgantara Bandung, yaitu lokasi wisata edukasi yang berada di Bandara Internasional Husein Sastranegara, Bandung dan dikelola oleh PT Dirgantara Indonesia (PTDI).

Edutainment Dirgantara Indonesia atau Museum Dirgantara Bandung, yaitu lokasi wisata edukasi yang berada di Bandara Internasional Husein Sastranegara, Bandung

PTDI di Bandung yang kami kunjungi saat ini menjadi satu-satunya industri pesawat terbang di Asia Tenggara.

Pesawat N250-100 kebanggaan PT Dirgantara Indonesia di Bandung.

Kami yang masih terkagum dan tidak dapat beranjak dari landasan, malah jadi jongkok semua, karena pesawat N250-100 yang menjadi kebanggaan PT Dirgantara Indonesia di Bandung, memang luar biasa.

Areal wisata ini memfasilitasi masyarakat maupun pelajar, termasuk keluarga besar Simbah Mangundiharjo, untuk memahami tentang industri pesawat terbang. Adapun beberapa daya tarik Museum Dirgantara Bandung yang kami kagumi adalah  Mock Up Pesawat, karena kami dapat berfoto sekaligus melihat-lihat berbagai mock up atau bentuk yang sesungguhnya, mulai dari pesawat, roket, rudal, hingga produk-produk dirgantara karya anak perusahaan PTDI. Selain itu, kami juga menikmati koleksi pesawat Buatan Anak Bangsa di hanggar milik PTDI produksi Indonesia. Kami menikmati kegagahan pesawat jenis N250 Gatotkaca, NC212i, CN235, N219 Nurtanio, KFIF sebuah pesawat tempur kerjabareng dengan Korea Selatan, UAV MALE yang merupakan drone militer, dan berbagai varian helikopter, yang bersejarah dan menggambaran kehebatan putera bangsa Indonesia dalam bidang kedirgantaraan.

Mock Up (bentuk asli) Pesawat CN235 pesawat Buatan Anak Bangsa di hanggar milik PTDI Bandung, asli produksi Indonesia.

Perjalanan wisata edukasi berupa ‘Factory Tour’, kami mulai dari Pos 1 PTDI dekat DI Runway 29 Café, ruang terbuka hijau di area dekat landas pacu Bandara Husein Sastranegara. Selanjutnya kami diajak berkeliling area eduwisata, yang biasanya menggunakan Bis Bandros milik Pemkot Bandung, Bis BARATA milik Pemkab Bandung Barat, atau Bis Si Jalak Harupat, milik Dishub Jawa Barat, tetapi karena saat itu sedang digunakan untuk karnaval HUT ke 214 Kota Bandung, maka kami menggunakan bis Sakoci (Saba Kota Cimahi) selama sekitar 45 menit.

Mock Up (bentuk asli) ekor Pesawat CN235

Dalam Factory Tour, para pengunjung didampingi seorang pemandu dari PTDI yang menjelaskan seluk beluk industri penerbangan Indonesia. Bis Sakoci (Saba Kota Cimahi) memiliki desain khusus seperti angkutan wisata dengan jendela dan bagian belakang terbuka lebar yang memaksimalkan pandangan selama perjalanan. Bis Sakoci memiliki bangku untuk 24 penumpang, basisnya Hino Dutro 130 HD Diesel berkapasitas 4009 cc dengan transmisi manual, memiliki panjang 747 cm, tinggi 315 cm, dan lebar 210 cm.

Setelah selesai Factory Tour, kami langsung sarapan nasi dos yang terlambat kami santap, karena kami justru baru sampai di lokasi Factory Tour, sudah mepet sekali dengan jadwal keberangkatan yang telah dipesan yaitu pk. 08.30. Segera kami sarapan cepat, meski tanpa sendok yang kelupaan disertakan dalam dos, kami segera bergegas menuju acara kedua, yaitu wisata kuliner di Warung Sayur Lodeh Lembang, yang menempati bangunan restoran yang sederhana dengan area tempat duduk yang begitu luas. Restoran ini didesain dengan sangat khas seperti bangunan joglo tradisional Yogyakarta. Areanya didominasi dengan sentuhan kayu klasik, ditambah pilar-pilar bangunan yang dibalut dengan batik Indonesia yang ciamik.

Benar-benar terasa tradisionalnya. Apalagi restoran ini mengusung konsep prasmanan, sehingga dapat mengambil menu lauk-pauk dan sayur sesuai keinginan dan selera masing-masing. Seperti namanya, menu andalan di sini ada sayur lodeh dengan tiga kreasi, yakni sayur lodeh tempe, tahu, dan terong. Sayur lodeh ini identik dengan menu rumahan sebagian besar keluarga Indonesia. Hidangan sehat berbahan dasar aneka sayuran ini, dapat dikreasikan dengan bahan utama dan pelengkap. Akibat slogannya “19.000 makan sepuasnya”, Warung Lodeh Lembang ini menjadi hits dan viral. Tentu saja selain mengenyangkan, makan dengan aneka sayur yang disediakan juga menyehatkan tubuh kami. Tidak hanya bebas refill menu sayur lodeh, kami juga mendapatkan gratis ambil sendiri kerupuk dan teh sebagai minumannya.

Akibat slogannya “19.000 makan sepuasnya”, Warung Lodeh di Lembang ini menjadi hits dan viral.

Setelah kenyang dan hampir mengantuk karena sayur lodeh yang lezat, kami berpisah dengan rombongan. Kami bertiga dengan dik Larasati (anak bungsu) yang sedang menjalani rotasi klinik Bagian Penyakit Dalam di FK UKM RS Emmanuel Bandung, segera turun sedangkan bis dan rombongan lainnya bergegas naik. Mereka naik ke Floating Market di Jl. Grand Hotel No. 33 E, Lembang yang sejak dibuka pada 2012 silam, langsung mencuri perhatian masyarakat, terutama para wisatawan yang sedang berlibur di Bandung, dan selalu dipadati pengunjung. Daya tarik utama dari Floating Market Lembang adalah terdapat pasar apung yang menjual berbagai jenis makanan, jajanan lokal, hingga souvenir. Uniknya, para pedagang menjajakan dagangan mereka dari atas kapal kecil yang telah disediakan pengelola.

Para joagoan Mangundiharjo di Gerbang Floating Market di Jl. Grand Hotel No. 33 E, Lembang yang dibuka pada 2012 silam.

Kami justru berniat turun menempuh jalan berliku yang menurun tajam antara Lembang dan Bandung. Sayang sekali, transportasi on line sangat sulit kami dapatkan, baik karena jaringan internet yang kurang kuat, arus lalu lintas yang sangat padat, ataupun para driver online yang gamang mengambil penumpang di areal Lembang. Akhirnya kami memutuskan untuk naik angkot jurusan Lembang ke Stasiun Hall Bandung. Untunglah jalanan yang turun sepi kendaraan, sehingga angkot kami, sebuah Mitsubishi L300 buatan tahun 2009 yang bodinya sudah banyak berkarat, tetap membuat kami sempat terlelap, sebelum kami turun di per3an Gegerkalong.

Menikmati angkot jurusan Lembang ke Stasiun Hall, sebuah Mitsubishi L300 buatan tahun 2009, karena transportasi on line sedang banyak kendala terkait lonjakan pemesan.

Minggu sore, 15 September 2024, kami melanjutkan kegiatan bertiga dengan wisata religi di gereja Katolik Paroki Santo Laurentius Jl. Gegerkalong, Sukasari, Bandung. Pada 1 Maret 1987 dilaksanakan pemberkatan atas gedung gereja ini oleh Uskup Bandung Mgr. Alexander Djajasiswaja. Gereja ini berkapasitas ±500 umat, berbentuk setengah tumpeng, dilengkapi Gua Maria dan kolumbarium, untuk menyimpan abu jenazah umat. Bentuk kolumbariumnya adalah kotak-kotak besi yang ditempelkan di tembok sisi luar gereja, di belakang altar. Gereja ini dipimpin oleh para pastor dari ordo OSC (Ordo Salib Suci).

Hari itu kebetulan sekali tepat dirayakan sebagai Pesta Wajib Santa Helena dari Salib Suci. Santa Helena adalah ibu kandung Kaisar Konstantinus Agung. Helena pada awalnya hanyalah anak dari seorang penjaga penginapan. Ketika masih muda, ia bertemu dengan seorang jenderal Romawi dan mereka menikah. Anak dari perkawinan mereka bernama Konstantinus. Beberapa tahun kemudian, jenderal Romawi tersebut ditunjuk sebagai kaisar sehingga menceraikan Helena dengan alasan politis, yakni supaya bisa mengawini puteri kaisar terdahulu. Helena menjadi orang biasa lagi. Tiga belas tahun kemudian, Konstantinus, anak Helena, menjadi kaisar menggantikan ayahnya. Ia mengharuskan setiap orang Romawi menghormati Helena, sehingga wajah Helena dicetak pada mata uang koin Romawi.

Sebelum mengikuti misa kudus hari Minggu sore di gereja Katolik Paroki Santo Laurentius Bandung, yang diresmikan oleh Uskup Bandung Mgr. Alexander Djajasiswaja 1 Maret 1987.

Ketika Konstantinus mengakui agama katholik di seluruh kekaisaran Romawi, Helena mulai mempelajari ajaran agama katholik dan memutuskan untuk memeluk agamanya. Setelah itu, ia bekerja demi gereja dan menjelajahi kawasan Palestina untuk membangun banyak gereja. Ia terkenal karena keramahannya kepada para tawanan, tentara, dan kaum miskin. Ia wafat pada tahun 330 dalam usia sekitar 80 tahun. Dalam tradisi Gereja Katholik perdana, St. Helena sering digambarkan memeluk sebuah salib, oleh sebab Helena merupakan orang yang menemukan relikui Salib Sejati (yang dianggap sebagai bagian dari salib Yesus Kristus yang asli) di Yerusalem.

Setelah selesai mengikuti misa kudus di gereja St. Laurensius Gegerkalong Bandung, kami bertiga segera berpencar memesan trasportasi online berupa motor, bukan mobil karena sering di-cancel terkait kemacetan lalu lintas, untuk bergabung dengan rombongan. Pada Minggu malam 15 September 2024, kami memasuki Private Family Villa, yang terletak di dekat Rumah Sosis di Jl. Setiabudi 384 Bandung, sekitar 8 km dari pusat kota Bandung. Setelah makan malam bersama, acara Gotrah Mangundijarjo atau pertemuan segenap anak, cucu dan cicit Simbah Mangundiharjo diselenggarakan oleh tuan rumah, keluarga Pakde Evaristus Willis Legiono, anak ke 4 Simbah Mangundiharjo.

Keluarga besar almarhum Budhe Surtinah, anak ke 8 Simbah Mangundiharjo yang kompak berkemeja putih dan hitam, dengan generasi pertama Gotrah Mangundiharjo yang masih dapat hadir.

Setelah sesi perkenalan anggota baru dan foto bersama segenap peserta, segera kami larut dalam nostalgia Mangundiharjo. Om Fx Sukirlan, Budhe Evaristus Wilis Legiono, Bulik Nariyah (semuanya generasi pertama) dan mbak Fatimah Subagyo (generasi kedua yang paling senior) duduk di kursi untuk berbagi kenangan, sedangkan kami semua duduk lesehan di depannya. Dengan 13 anak dalam periode revolusi kemerdekaan Indonesia, kedua Simbah Mangundiharjo bekerja keras menghidupi semua anaknya, sampai semuanya berhasil baik menjadi manusia yang membanggakan keluarga.

Suasana pertemuan Gotrah Mangundiharjo 2024

Di situlah prakarsa bapak kami, Heri Sukiman (anak ke 9 Mangundiharjo) dan pakde EW Legiono (anak ke 5 Mangundiharjo) dalam mempertahankan tali ikatan keluarga besar, dalam bentuk pertemuan Gotrah Mangundiharjo setiap tahun, perlu diteruskan. Juga semangat, kerja keras, dan dedikasi tanpa henti orangtua demi kesuksesan anak cucunya layak diapresiasi. ‘Kamulyaning anak soko rekasaning wong tuwo. Kamulyaning wong tuwo, soko nyawang anakke’ atau ‘kesuksesan anak buah dari keprihatinan dan kerja keras orangtua. Kebahagiaan orangtua sekedar melihat keberhasilan anak’. Semboyan tersebut terus kami pertahankan dalam keluarga besar Simbah Mangundiharjo. Malam itu kami terlelap dalam kebahagiaan keluarga besar Simbah Mangundiharjo, di semua kamar pada ke 2 lantai Private Family Villa di Jl. Setiabudi 384 Bandung.

Om Fx Sukirlan, Budhe Evaristus Wilis Legiono, Bulik Nariyah (semuanya generasi pertama) dan mbak Fatimah Subagyo (generasi kedua yang paling senior) duduk di kursi untuk berbagi kenangan, sedangkan kami semua duduk lesehan di depannya.

‘Kamulyaning anak soko rekasaning wong tuwo. Kamulyaning wong tuwo, soko nyawang anakke’ atau ‘kesuksesan anak buah dari keprihatinan dan kerja keras orangtua. Kebahagiaan orangtua sekedar melihat keberhasilan anak’. Semboyan tersebut yang dijelaskan oleh Om Fx Sukirlan terus kami pertahankan dalam keluarga besar Simbah Mangundiharjo.

Generasi pertama Gotrah Mangundiharjo yang kita hormati bersama

Peserta lengkap pada malam hari pertemuan Gotrah Mangundiharjo 2024 di Bandung

Beda-beda gaya, gaya-gaya semua peserta lengkap pada malam hari pertemuan Gotrah Mangundiharjo 2024 di Bandung

Keluarga almarhumah Budhe Dalinah Mulyodiharjo, anak ke 4 Simbah Mangundiharjo

Keluarga almarhumah Pakde Wagiyo Kebumen, anak ke 5 Simbah Mangundiharjo

Keluarga besar almarhumah pakde Evaristus Wilis Legiono, anak ke 6 Simbah Mangundiharjo, sebagai tuan rumah yang hebat untuk acara Gotrah Mangundiharjo 2024 yang sukses luar biasa.

Keluarga almarhumah Budhe Surtinah, anak ke 7 Simbah Mangundiharjo

Keluarga almarhumah Bulik Sutiyah, anak ke 10 Simbah Mangundiharjo

Keluarga Om Fx. Sukirlan, anak ke 11 Simbah Mangundiharjo

Keluarga almrahumah Bulik Daliyah, anak ke 12 Simbah Mangundiharjo

Keluarga Dadiet Sukarno, calon tuan rumah Gotrah mangundiharjo periode selanjutnya, menerima amanah dari Pakde Suyanto, ketua kelas kita bersama

Senin pagi, 17 September 2024 masih ada adik kami (Bulik Nana) dan suaminya (Om Greg) bungsu keluarga Bapak Sukiman, anak ke 9 Simbah Mangundiharjo yang datang bergabung, tentu menambah sukacita dan kegembiraan semua peserta acara gotrah. Meskipun ada beberapa yang sudah pulang duluan, tetapi sarapan dan foto bersama sebelum pamit pulang lebih mengesankan dengan kehadiran William Febuana (pacar dik Larasati, anak bungsu kami), yang datang langsung dari Jepara Jawa Tengah, bermobil sendrian selama 8 jam perjalanan melibas tol Trans Jawa.

Bulik Wara Pradnastuti sebagai dirigen paduan foto bersama peserta Gotrah Mangundiharjo 2024.

Peserta Gotrah Mangundiharjo 2024 di antara Lembang dan Bandung, sebelum pulang ke rumah masing-masing Private Family Villa, yang terletak di dekat Rumah Sosis di Jl. Setiabudi 384 Bandung,

Setelah itu kami berpisah lagi. Rombongan bis mengikuti wisata belanja ke Pasar Baru Bandung. Pasar Baru Bandung yang kini disebut dengan Pasar Baru Trade Center merupakan pasar tertua yang ada di Bandung. Lokasinya terletak di Jalan Otto Iskandardinata No. 152, Kelurahan Kebon Jeruk, Kecamatan Andir, Kota Bandung. Pasar ini telah berdiri pada tahun 1906. Tentu saja pasar ini telah menopang sebagian besar ekonomi masyarakat selama lebih dari 1 abad.

Kami bertiga diantar William Febuana melanjutkan wisata religi dengan mengunjungi Gereja Katedral Bandung, atau Katedral Santo Petrus. Dalam perjalanan ke geraja pagi itu, kami jadi ingat bahwa pada tahun 1806 Raja Louis Napoleon (pangeran Prancis yang menguasai dan menjadi Raja Belanda) mengumumkan undang-undang kebebasan beragama di Negeri Belanda dan jajahannya di seluruh dunia. Gereja Katolik di Nusantara pun dapat berkembang lagi, setelah sebelumnya sempat tertekan hebat oleh dominasi Gereja Protestan yang dianut mayoritas para pimpinan dan warga Belanda. Pada tahun 1807 dibentuklah Prefektur Apostolik Batavia yang meliputi seluruh wilayah Hindia Belanda.

Awal pengembangan misi dari Batavia ke Cirebon dan Priangan dimulai segera setelah imam-imam Jesuit pertama tiba di Batavia. Tidak terlalu lama sesudah  dibangun jalur kereta api Batavia-Bandung pada tahun 1884, dibangunlah Gereja St. Franciscus Regis di Bandung yang diberkati pada tahun 1895, gereja ini kemudian beralih fungsi menjadi gedung pertemuan sosial, sesudah dibangun Gereja St. Petrus. Gereja pertama di kota Bandung ini sekarang sudah tidak ada lagi, karena sudah menjadi bagian dari gedung Bank Indonesia.

Wisata religi di Katedral Santo Petrus Jalan Merdeka, Bandung

Katedral Santo Petrus terletak di Jalan Merdeka, Babakanciamis, Sumurbandung, Bandung. Bangunan ini dirancang oleh Charles Prosper Wolff Schoemaker dan bergaya arsitektur neo-Gothic akhir. Dilihat dari atas, bentuknya menyerupai salib yang simetris. Katedral Santo Petrus mempunyai luas tanah sebesar 2.385 m² dan luas bangunan sebesar 785 m².

Gereja perdana di Bandung adalah Gereja St. Franciscus Regis yang mulai digunakan pada tanggal 16 Juni 1895. Setelah Bandung memperoleh status gemeente (setingkat kotamadya) pada 1906, diputuskan untuk membangun bangunan gereja baru. Pembangunan gereja yang baru dilaksanakan sepanjang tahun 1921, yaitu katedral yang kami kunjungi pagi itu. Katedral Santo Petrus ini lalu diberkati pada 19 Februari 1922 oleh Mgr. Edmundus Luypen, S.J.

Selanjutnya kami menikmati wisata sejarah dengan mengunjungi Gedung Sate, yang merupakan gedung kantor Gubernur Jawa Barat. Gedung ini memiliki ciri khas berupa ornamen tusuk sate pada menara sentralnya, yang telah lama menjadi penanda Kota Bandung yang ikonik, sehingga tidak saja dikenal masyarakat di Jawa Barat, tetapi juga seluruh Indonesia. Lebih lanjut, model bangunan itu dijadikan pertanda bagi beberapa bangunan dan tanda khusus berbagai kota di Jawa Barat, misalnya bentuk gedung bagian depan Stasiun Kereta Api Tasikmalaya.

Bergaya di depan Gedung Sate yang berwarna putih ini hasil karya Arsitektur Ir. J. Gerber dan Dr. Hendrik Petrus Berlage yang mulai dibangun pada tahun 1920

Gedung Sate yang berwarna putih ini mulai dibangun pada tahun 1920 dan masih berdiri kokoh hingga saat ini. Arsitektur Gedung Sate adalah Ir. J. Gerber yang mengadopsi berbagai masukan dari maestro arsitek Belanda Dr. Hendrik Petrus Berlage, sehingga bernuansakan wajah arsitektur tradisional Nusantara. Banyak kalangan arsitek dan ahli bangunan menyatakan Gedung Sate adalah bangunan monumental yang anggun mempesona dengan gaya arsitektur unik mengarah kepada bentuk gaya arsitektur Indo-Eropa (Indo Europeeschen architectuur stijl), sehingga tidak mustahil bila keanggunan Candi Borobudur ikut mewarnai Gedung Sate. Beberapa pendapat tentang megahnya Gedung Sate di antaranya Cor Pashier dan Jan Wittenberg dua arsitek Belanda, yang mengatakan “langgam arsitektur Gedung Sate adalah gaya hasil eksperimen sang arsitek yang mengarah pada bentuk gaya arsitektur Indo-Eropa”.

Setelah selesai berfoto diantara banyak para pelancong dengan maksud serupa, kami segera menyebrang jalan untuk menikmati suasana lapangan Gasibu yang sarat dengan perjalanan sejarah Kota Bandung. Lapangan Gasibu yang sudah ada sejak zaman Hindia Belanda , semula bernama Wilhelmina Plein atau lapangan Wilhelmina yang diambil dari nama Ratu Belanda. Sekitar tahun 1950-an, nama lapangan ini berganti menjadi Lapangan Diponegoro. Dulunya lapangan ini sering digunakan perkumpulan sepak bola Bandung Utara, sehingga masyarakat akhirnya mengenal lapangan ini sebagai Gasibu (Gabungan Sepak Bola Indonesia Bandung Utara).

Bergaya di gerbang Lapangan Gasibu Bandung, yang semula bernama Wilhelmina Plein atau lapangan Wilhelmina, dengan tulisan Tepasna Jawa Barat (teras Jawa Barat).

Setelah itu, kami segera beranjak untuk melanjutkan wisata religi, bergabung dengan rombongan bis setelah selesai wisata belanja dari Pasar Baru, untuk mengunjungi Masjid Raya Al-Jabbar atau yang lebih dikenal dengan Masjid Terapung Gedebage, Bandung. Pembangunan masjid ini sebesar kurang lebih Rp. 1 triliun dari dana APBD, masjid ini mulai dibangun pada tahun 2017 di atas danau buatan dan baru selesai pada tahun 2020.

Masjid Raya Al Jabbar mulai didesain tahun 2015 oleh Ridwan Kamil sebagai Masjid Raya tingkat Pemerintah Daerah Provinsi. Bangunan utama dirancang dengan luas lantai 99 x 99 m2 sesuai angka Asmaul Husna. Arsitektur Masjid Raya Al Jabbar dirancang dari perpaduan arsitektur modern kontemporer dengan aksentuasi masjid Turki, yang dihiasi seni dekoratif khas Jawa Barat. Bangunan utama masjid tidak memisahkan dinding, atap, dan kubah, melainkan hasil peleburan ketiganya menjadi satu bentuk setengah bola raksasa.

Masjid Raya Al Jabbar di Bandung dirancang dari perpaduan arsitektur modern kontemporer dengan aksentuasi masjid Turki, yang dihiasi seni dekoratif khas Jawa Barat.

Ketiga sisi bangunan masjid dikelilingi sebuah danau besar yang, ibarat cermin, merefleksikan masjid menjadi berbentuk bulat utuh. Pada malam sampai dini hari, kerlip tata cahaya menambah keindahan masjid, yang kami nikmati dan dokumentasikan, sambil berusaha terbangun dari tidur nyenyak di dalam kabin bis. Selain keindahan, danau memiliki fungsi penting lain, yaitu sebagai retensi banjir sekaligus penyimpan air. Semua hal tersebut memang direncanakan dengan sangat seksama. Masjid ini diprakarsai pembangunannya oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Peletakan batu pertama masjid ini dilakukan pada tanggal 29 Desember 2017 oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat saat itu, Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar.

Di masa lalu, kawasan Gedebage merupakan sebuah rawa-rawa bekas peninggalan Danau Bandung Purba. Lalu akhir abad ke-19, rawa-rawa ini mulai mengering dan dijadikan area persawahan. Kemudian perusahaan kereta api negara, Staatsspoorwegen membangun jalur kereta api yang menghubungkan Gedebage dan Cicalengka di tengah rawa-rawa ini. Di areal tersebutlah masjid megah yang kami kunjungi pagi itu, dibangun.

Kita juga dapat mengerti bahwa akibat biayanya yang mencapai triliunan, dan sudah terdapatnya sekitar hampir 50.000 masjid di Jawa Barat, kritikan pun ramai datang dari masyarakat yang menganggap dana tersebut akan jauh lebih baik bila dialokasikan untuk pendidikan, menanggulangi kemiskinan, memperbaiki infrastruktur dan gedung-gedung sekolah yang masih banyak yang rusak di provinsi tersebut.

Setelah beristirahat sejenak, tidak sempat ikut sholat dzuhur karena kehabisan waktu perjalanan dari Pasar Baru, rombongan kami segera beranjak pulang ke Jawa Tengah. Setelah sedikit kesulitan mencari Gerbang Tol Ciulenyi dari areal parkir Masjid Al Jabbar Bandung, kami segera makan menu nasi dos yang tetap tanpa sendok lagi, di dalam bis yang melaju kencang memasuki Tol Cisumdawu. Pemandangan terowongan kembar (Twin Tunnel) yang yang merupakan ciri khas tol Cileunyi – Sumedang – Dawuan (Cisumdawu), mampu menarik perhatian kami dan para pengendara yang melintas karena keunikannya.

Sesi foto di rest area 203 tol Cisumdawu, saat kami pulang dari Bandung menuju Weleri.

Keluar dari tol Cisumdawu, kami memutuskan melibas tol Palikanci, dan lanjut ke gerbang tol Weleri Kendal, bukan keluar di Gerbang Tol Pejagan Cirebpn seperti saat kami berangkat. Tujuannya adalah kami akan menikmati dataran tinggi Temanggung, di Kabupaten Temanggung sisi utara terutama Kecamatan Candiroto, yang sangat inspiratif. Bis kami harus berjalan pelan dan penuh kucuran asap hitam knalpotnya, karena jalanan menanjak, menikung dan menanjak lagi, sejak dari Weleri menuju Sukorejo. Kami lanjut menyeberang ke teritorial Kabupaten Temanggung, untuk mengingat bahwa di areal tersebut pada masa pemerintahan Kerajaan Mataram Hindu, kekuasaannya telah melebar sampai di perbatasan Kabupaten Kendal, salah satu di antaranya adalah desa Candiroto. Menurut cerita rakyat lokal pada zaman itu ada seorang yang tidak diketahui asalnya dan mereka membuat sebuah candi di malam hari, kemudian Candi itu diketahui salah satu warga yang sedang menumbuk padi di lesung, sebuah kayu gelondongan yang bercelah. Sebelum sholat subuh warga tersebut mengintai untuk melihat cara membuat Candi, tetapi orang yang membuat Candi tersebut langsung pergi dan kepergian tersebut tidak ada yang tahu sama sekali.

Oleh karena Candi yang dibuat itu belum jadi, maka segenap warga sepakat agar Candi tersebut diratakan saja, dan memberi nama desa tersebut Candirata (yang berasal dari kata Candi yang diratakan). Saat ini Kecamatan Candiroto adalah penghasil kopi terbesar di Temanggung. Di kecamatan ini terletak pula Umbul Jumprit, mata air yang disucikan yang airnya diambil untuk upacara keagamaan umat Buddhisme dan Hindu, termasuk untuk acara Hari Raya Waisak di Candi Borobudur

Perjalanan kami di areal dataran tinggi wilayah Kabupaten Temanggung bagian utara tersebut, malam itu penuh kecemasan, karena cadangan solar di tangki bis semakin menipis. Ada 7 SPBU yang kami masuki, tetapi tidak tersedia bio solar untuk bis kami. Pada hal kami masih harus menaklukkan areal ketinggian di sekitar Situs Candi Liyangan, Purbosari, di Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Dalam situs Liyangan terdapat bukti pemukiman dan peradaban manusia kuno nenek moyang manusia Jawa, dimana ditemukan sebuah punden berundak, talut, latar, kayu, area pertanian, tempat peribadatan, dan sisa bekas pembakaran. Situs Candi Liyangan di dekat jalanan menanjak yang kami lalui malam itu, diperkirakan merupakan pemukiman Hindu sebelum abad ke-10 Masehi.

Untunglah kami mampu menaklukan medan terjal dan penuh sejarah tersebut, untuk mencapai Parakan. Kami lanjut ke Wonosobo menurunkan para penumpang dalam dekapan dingin malam menjelang pergantian hari menjadi Selasa, 17 September 2024. Beruntunglah akhirnya bis kami mendapatkan tambahan bio solar di SPBU ke 10 yang kami masuki, dan semua penumpang dapat diturunkan di dekat rumah masing-masing. Akhirnya kami mampu mendarat di rumah Timoho Yogyakarta pada pk. 4 dini hari.

Terimakasih banyak disampaikan kepada segenap pihak, terutama keluarga budhe E. Wilis Legiono sebagai tuan rumah Gotrah Mangundijarjo 2024. Antara Lembang dan Bandung, telah terrangkum persaudaran, kebahagiaan, dan semangat kehidupan bersama segenap keturunan Simbah Mangundiharjo. Sampai ketemu lagi dalam acara serupa tahun berikutnya.

Selasa malam, 17 September 2024

Salam pengalana

-wikan

DAFTAR  ANGGOTA  GOTRAH  MANGUNDIHARJO

  1. Salimah (almarhum) dan Muchdiyat (almarhum)
    2. Rajiman (almarhum)
    3. Walijah (almarhum) dan Harjo Widarso (almarhum)
    3.1. Murtinah (Almarhum)
    3.1.1. Tri
    3.1.2. Dwi
    3.2. Pardilah (Almarhum)
    3.2.1. Eko Prayitno (Almarhum)
    3.2.1.1. Zamzani Prayoga
    3.2.2. Dwi Iriyanto & Puji Astuti
    3.2.2.1. Dimas Megariyanto
    3.2.2.2. Rizky Megariyanti
    3.3. S. Umi (Saumi) (Almarhum) & Muhammad Salim (almarhum)
    3.3.1. Tutik Aminarti & Dwi Haryanto
    3.3.1.1. Andhi Septian Ardiansyah & Zahrotul Lailatis Sa’adah
    3.3.1.1.1. Harjoena Sakhane Boemi
    3.3.2. Budi Supriyatno (Almarhum)
    3.4. Muhimatun (Almarhum) & Darminto (Almarhum)
    3.4.1. Sugi Mintono (Almarhum) & Karomah
    3.4.1.1. Tiara Auliya Mufidah & Arief Hidayat.
    3.4.1.2. Aditya Bima Pradana
    3.4.1.3. Wildan Hafids Kurnia Mintono
    3.4.1.4. Aditya Noval Mintono
    3.4.2. Puji Amanto (Almarhum) & Novi
    3.4.2.1. Dinda Ayu Aprilia Amanto
    3.5. Siti Anisa (Almarhum)
    3.6. Sujarwati (Almarhum)
    3.6.1. Anna Hidayah (Almarhum)
    3.6.2. Riska Ristyadi & Kustianingsih
    3.6.2.1. Zhafira Dewi Aditya
    3.6.2.2. Ahsan Mahendra Aditya
    3.6.3. Silvia Kristanti & Muhlin Musolin
    3.6.3.1. Sabiq Atqia
    3.6.3.2. Siraj Ali Muttaqin
    3.6.3.3. Saiq Atqa Muhammad
    3.7. Subadi-Sumarlin (Almarhum)
    3.7.1. Krisna Murti
    3.7.1.1. Adnan Maulana Ramdhani
    3.7.1.2. Fauzan Adhima & Meydea Pragivtasari
    3.8. Sri Sumartini & Slamet
    3.8.1. Muh. Anjas
    3.9. Sugeng Riyadi & Suratmi
    3.9.1. Rifa Eka Indarti
    3.9.2. Zulfikar Dwi Azizi (Almarhum)
  1. Dalinah Mulyodiharjo (almarhum) dan Suhodo Mulyodiharjo (almarhum).
    4.1. Subagyo (almarhum) dan Siti Fatimah
    4.1.1. Eka Novianto Nugroho & dr. Widiyati Nurhazanah, SpOG
    4.1.1.1. dr. Lysandra Olivia Prasanti Putri
    4.1.2. Iwan Oktavian Wijonarko & Ayu Astra Barleani (Lea)
    4.1.2.1. Ayu Pradnya Paramesti (Anya)
    4.1.2.2. Bagus Arya Paramadarma (Arya)
    4.1.3. Sally Rachmawati & Sastrahadidjaja Soenardi
    4.1.3.1. Laksita Kirana Candraditya Anindyanari
    4.2. Suyono (almarhum)
    4.3. Suyanto & Dewi Ami M
    4.3.1. Husna Kusumawati N & Rahmat Tri Hidayat.
    4.3.1.1. Anindya Sofia H (Nindy)
    4.3.1.2. Raisa Anindita A (Ica)
    4.3.2. Yusuf Utomo P & Istiqomah Wahyu AS
    4.3.2.1. Arfan Abiyasa Putra (Arfan)

5. Wagiyo Harto Suwignyo & Sumarwiyah
5.1. Yumirati Kartina (Yayuk) & Sadali (almarhum)
5.1.1.Dina Milasari & Agus Darmawan
5.1.1.1.Fathimah
5.1.1.2.Ishaq
5.1.1.3.Utsman
5.1.1.4. Halimah
5.1.1.5. Salimah
5.1.1.6. Khalid Abdurrahman.
5.1.2. Devi Indah Aprilia & Iswandi
5.1.2.1. Bayu Jannatun Na’iem
5.1.2.2. Hasan Muhajid
5.1.2.3. Nayla Aulia Rahma
5.1.2.4. Husein Fadhillah
5.1.2.5. Nahla Alesha.
5.1.2.3. Drajat Setyadi Purnama & Siti Mawar Dani
5.1.2.3.1. Zainab.
5.1.2.4. Yuda Pranata Pamungkas & Uswatun Hasanah
5.1.2.4.1. Raihanah Al Adiibah
5.1.2.4.2. Rummanah An Nafisah.
5.2. Pambudi Widodo (Wiwid) & Hastuti Werdiningsih
5.2.1. Shintarini Budiasih & Joko Budi Santoso
5.2.1.1. Yurim Alfarizqia Haflani.
5.2.2. Rindang Mekarsasi
5.3. Hastuti Martiwi (Tuti)
5.4. Sugeng Supoyo (almarhum) & Kunairoh
5.4.1. Tito Septianto
5.4.1.1. Lilo
5.4.1.2. Ima Kurniasih.
5.4.1.3. Riyan Hidayat.
5.5. Budi Haryono & Nanik Mulyani
5.5.1. Angga Afriadi & Nurlailli Mubarokah
5.5.1.1. Alkha (Muhamad Alkhalivi)
5.5.1.2. Jean (Jeans Indira)
5.5.2. Bagas Budi Satria

  1. Evaristus Wilis Legiono (Almarhum) dan Mien Karmini
    6.1. Sarwadi Budi Pramudianto dan Suminah
    6.1.1. Denys Prayoga Novridiazmanto
    6.1.2. Diska Aprian Dwitama
    6.2. Djatiwi Susi Andrini dan Deni Koesriadi
    6.3. Sandi Herimono Prabowo dan Rida Nurwaridah
    6.3.1. Risya Khairunnisa Prabowo
    6.4. Devi Rahardiono dan Santi Susanti
    6.4.1. Alfiana Nafisa Rahardiono
    6.4.2. Nararya Zaidan Rahardiono
    6.4.1. Adhyasta Prawira Rahardiono
    6.5. Desi Sugiarini dan Ajat Sudrajat
    6.5.1. Putri Maharani
    6.5.2. Muhammad Putra Ramadhan
    6.6. Dita Meihasrini dan Cahyadi Erwin Purnama
    6.6.1. Darryl Surya Adriansyah
  2. (Almarhum) Surtinah & Sugiyono (almarhum).
    7.1. Sugiyarto (alm) dan Dede.
    7.1.1. Ruli
    7.1.2. Yeri.
    7.1.3. Tyus
    7.1.4. Rubi.
    7.2. Sugiyarno dan Ratna
    7.2.1. Dewi & Ronald
    Cucu : 5
    7.3. Hartini
    7.4. Toto dan Roiyah
    7.4.1. Alsa R
    7.5. Agung Nugroho dan Siti  M (almarhumah).
    7.5.1. Septiawan BEN.
    7.5.1.1. cucu
    7.5.2. Mahendra Dwi
    7.5.3. Maulana Sarriaji.
    7.6. Endi Sapto P
    7.7. Widi Santoso

8.(almarhum) Sukilah

9.(Almarhum) Heribertus Sukiman & Yustina Nanik Karsini :
9.1.Ig. Toto Ismintarto & Hastari Soekardi.
9.1.1.Paramesti Widyantari.
9.1.2.Prabandana Raditya.
9.2.Fx. Wikan Indrarto & B Sari Prasetyati.
9.2.1.Erwin Yudhistira Yasanusaraharja Indrarto & Yulia Megasari.
9.2.1.1.Joviel Elazar Indrarto.
9.2.2. Karol Bimoseno Kridolaksono Indrarto (& Nyra Malika)
9.2.3. Agatha Larasati Pangarsaningutami Indrarto (& William Febuana)
9.3. Yosephine Wara Pradnastuti & Greg Sengiman.
9.3.1. Kevin Giovani.
9.3.2. Nicholas Valerian.

10.(almarhum) Sutiyah dan (almarhum) Sukarno
10.1.Tavip Sukarno dan Retno siapa
10.1.1.Aditia
10.2.Dadit & siapa
10.3.Dedi & siapa
10.4.Susanto Prabowo & siapa

11.Fx. Sukirlan & Lucia Darwiyati (almarhum)
11.1.Agustinus Purwaka & B Novita K.
11.1.1.Stk. Wiyar Galih O.
11.1.2.Maria Sekar Gayuh O.
11.2. Gregorius Aditomo & C Mukti P.
11.3. Bernardus Tri Santoso & Winda
11.3.1. Fiorenza (Fio) Alethea Alexandreina
11.3.2. Falenxia (Falen) Adrienna Alexandrea

12.(almarhum) Daliyah & (almarhum) Sungkowo Sunyoto
12.1.Bowo
12.2.Hersanti
12.2.1.Kembar 1
12.2.2.Kembar 1
12.3.Nugraheni & Surono
12.3.1.Vito
12.3.2.Siapa
13.Sunariyah & Isaac Huwae
13.1 Antonius Jati priyambodo

Categories
anak antibiotika dokter Healthy Life UHC vaksinasi

2024 Dengue Regional

DENGUE  REGIONAL

fx. wikan indrarto

Telah diunggah juga pada media online nasional Jumat, 26 Jul 2024 10:30 WIB, pada artikel detiknews, “Kasus Demam Berdarah di Regional Asia”

https://news.detik.com/kolom/d-7455015/kasus-demam-berdarah-di-regional-asia.

Pada tanggal 30 April 2024, lebih dari 7,6 juta kasus demam berdarah dengue (DBD atau Dengue) telah dilaporkan secara global, termasuk 3,4 juta kasus terkonfirmasi, lebih dari 16.000 kasus dengue parah, dan lebih dari 3.000 kematian. Bagaimana situasi dengue regional Asia? 

.

Virus dengue ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi. Kasus paling sering tidak menunjukkan gejala atau mengakibatkan penyakit demam ringan. Namun, beberapa kasus akan berkembang menjadi dengue parah, yang mungkin menyebabkan syok, pendarahan hebat, atau kerusakan organ parah. Mengingat skala wabah dengue saat ini, potensi risiko penyebaran internasional lebih lanjut, dan kompleksitas faktor-faktor yang mempengaruhi penularan, risiko keseluruhan di tingkat global masih dinilai tinggi, sehingga dengue tetap menjadi ancaman global terhadap kesehatan masyarakat.

.

Faktor-faktor yang terkait dengan peningkatan risiko epidemi dengue dan penyebarannya ke berbagai negara meliputi musim penularan dengue yang dimulai lebih awal dan lebih lama di daerah endemis, perubahan distribusi dan peningkatan kelimpahan vektor nyamuk, konsekuensi perubahan iklim dan fenomena cuaca berkala (El Nino dan La Nina) yang menyebabkan curah hujan tinggi, kelembapan, dan kenaikan suhu yang mendukung reproduksi vektor dan penularan virus. Selain itu, juga perubahan serotipe virus dengue yang beredar di suatu negara yang mempengaruhi kekebalan penduduk, sistem kesehatan yang rapuh di tengah ketidakstabilan politik dan keuangan di beberapa negara, dan juga perpindahan penduduk dalam skala besar yang mengganggu respons kesehatan masyarakat.

.

baca juga : 2024 Dengue Global

.

Secara regional, semua negara di Asia Tenggara dan Timur Jauh mempunyai kondisi lingkungan yang memungkinkan terjadinya penularan endemik dengue, dan semuanya telah melaporkan kasus dengue secara sistematis, kecuali Republik Demokratik Rakyat Korea atau Korea Utara. Terdapat pola musiman yang jelas dalam kejadian dengue, terkait dengan pola iklim di masing-masing negara.

Indonesia mengalami lonjakan kasus dengue dengan 88.593 kasus terkonfirmasi dan 621 kematian pada Selasa, 30 April 2024. Angka ini sekitar tiga kali lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun 2023. Pada tahun 2024 Bangladesh, Nepal, dan Thailand melaporkan jumlah kasus dengue yang lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2023. Dari Januari hingga April 2024, CFR bervariasi dari 0% di Nepal hingga 1,09% di Bangladesh. Namun, penafsiran nilai-nilai ini memerlukan kehati-hatian karena definisi kasus dengue yang digunakan berbeda-beda di setiap negara. Beberapa negara hanya melaporkan kasus rawat inap (dikonfirmasi laboratorium) (dibandingkan negara lain yang melaporkan kemungkinan kasus dari masyarakat), sehingga menyebabkan tingkat kematian kasus yang lebih tinggi di antara mereka yang dirawat di rumah sakit atau menderita dengue parah.

.

Lonjakan kejadian dengue kemungkinan besar dipicu oleh berbagai faktor, antara lain pergeseran serotipe yang beredar dan perubahan iklim. Setidaknya lima negara (Bangladesh, India, Myanmar, Nepal dan Thailand) saat ini sedang bergulat dengan permulaan musim hujan, yang menciptakan kondisi yang cocok untuk perkembangbiakan dan kelangsungan hidup nyamuk Aedes. Selain itu, urbanisasi dan perpindahan penduduk juga memainkan peran penting dalam meningkatnya beban dengue di wilayah tersebut. Perubahan pada serotipe dengue dominan yang bersirkulasi tidak hanya meningkatkan kejadian, tetapi juga risiko populasi terkena serotipe DENV yang heterolog, yang pada gilirannya meningkatkan risiko tingginya angka dengue parah dan kematian.

.

Demam berdarah dengue pada dasarnya adalah penyakit perkotaan di daerah tropis dan virus dengue yang menyebabkannya berada dalam siklus yang melibatkan manusia dan nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk yang sama tersebut juga menularkan virus chikungunya dan Zika. Kedekatan tempat perkembangbiakan vektor nyamuk dengan tempat tinggal manusia merupakan faktor risiko yang signifikan terhadap infeksi virus dengue. Nyamuk spesies Aedes dapat tertular virus setelah menggigit individu yang terinfeksi DENV dan kemudian menularkan virus tersebut ke orang lain di sekitarnya. Oleh karena itu, siklus ini membuat nyamuk yang infektif mampu menyebarkan virus dengue di dalam rumah tangga dan lingkungan sekitar, sehingga menyebabkan terjadinya klaster.

.

Intervensi pengendalian vektor yang efektif adalah kunci pencegahan dan pengendalian dengue. Kegiatan pengendalian vektor harus menyasar seluruh area dimana terdapat risiko kontak manusia-vektor, seperti tempat tinggal, tempat kerja, sekolah, dan bahkan rumah sakit. Manajemen Vektor Terpadu untuk mengendalikan spesies Aedes harus mencakup menghilangkan potensi tempat perkembangbiakan, mengurangi populasi vektor, dan meminimalkan paparan individu. Hal ini harus melibatkan strategi pengendalian vektor untuk larva dan serangga dewasa (yaitu pengelolaan lingkungan dan pengurangan sumber air), terutama pemantauan praktik penyimpanan air, pengeringan dan pembersihan wadah penyimpanan air rumah tangga setiap minggu, larvasida dalam air yang tidak dapat diminum menggunakan larvasida  dengan dosis yang tepat, penggunaan kelambu berinsektisida bagi pasien dengue  rawat inap di RS, untuk membendung penyebaran virus dari RS. Penyemprotan di dalam ruangan untuk mengusir nyamuk yang terinfeksi dengue mungkin sulit dilakukan di daerah padat penduduk. Kota Yogyakarta menjadi kota pertama di Indonesia yang mengimplementasikan teknologi nyamuk ber-Wolbachia dalam pengendalian dengue. Sejak program ini dimulai pada tahun 2016 lalu, angka kasus dengue di Kota Yogyakarta berangsur menurun, dan pada tahun 2023 mencatatkan rekor terendahnya sepanjang sejarah, yaitu di angka 67 kasus saja.

Tindakan perlindungan diri selama beraktivitas di luar ruangan meliputi penggunaan pengusir nyamuk topikal pada kulit yang terbuka atau penggunaan pakaian pelindung, misalnya lengan kemeja dan celana panjang. Selain itu, perlindungan di dalam ruangan dapat mencakup penggunaan produk aerosol insektisida rumah tangga, atau obat nyamuk bakar di siang hari; tirai jendela dan pintu dapat mengurangi kemungkinan masuknya nyamuk ke dalam rumah dan kelambu yang mengandung insektisida memberikan perlindungan yang baik terhadap gigitan nyamuk saat tidur di siang hari. Tindakan perlindungan pribadi dianjurkan dari fajar hingga senja, karena Aedes aegypti bersifat diurnal. Langkah-langkah dan pengendalian nyamuk ini juga harus mencakup tempat kerja dan sekolah, karena vektor dengue adalah nyamuk yang menggigit di siang hari. Surveilans entomologi harus dilakukan untuk menilai potensi perkembangbiakan nyamuk Aedes dalam wadah, sebagai target kegiatan pengendalian vektor dan memantau resistensi insektisida, untuk membantu memilih intervensi berbasis insektisida yang paling efektif.

.

Tidak ada pengobatan khusus untuk infeksi dengue. Namun demikian, deteksi dini dan akses terhadap layanan kesehatan yang tepat dapat mengurangi angka kematian dengue. Begitu pula deteksi cepat kasus dengue dengan pengenalan tanda bahaya, yang disertai dengan rujukan tepat waktu, untuk kasus dengue parah ke RS tersier.

.

Vaksinasi dengue harus juga dilakukan sebagai bagian dari strategi terpadu untuk mengendalikan penyakit ini. WHO merekomendasikan penggunaan TAK-003, satu-satunya vaksin dengue yang saat ini tersedia untuk anak usia 6–16 tahun di semua wilayah dengan intensitas penularan dengue yang tinggi. Vaksin dengue TAK-003 (backbone DEN-2) ini dapat diberikan pada semua anak, baik pernah sakit dengue (seropositif) maupun belum pernah sakit (seronegatif), yang disuntikkan di bawah kulit (subkutan) mulai usia 6 tahun, sebanyak dua dosis dengan interval tiga bulan. Vaksin dengue TAK-003 merupakan vaksin tetravalen, vaksin hidup yang dilemahkan dan mempergunakan teknologi DNA rekombinan dengan back-bone virus Dengue-2, sehingga keamanan vaksin ringan sampai sedang, tetapi masih dapat ditoleransi dan tidak dilaporkan KIPI serius. Untuk menurunkan morbiditas dan mortalitas infeksi dengue, vaksinasi dengue harus diberikan integrasi dengan pencegahan vektor.

Semua negara dalam regional Asia didorong untuk saling belajar dan mengadopsi contoh-contoh keberhasilan manajemen kasus yang efektif, pencegahan, dan pengendalian dengue dan arbovirus lainnya, melalui berbagai proyek penelitian yang lebih baik, terutama uji klinis. Penerapan surveilans klinis serta laporan kasus dan kematian dengue dapat sangat berguna dalam memahami penyakit ini dengan lebih baik, dan juga menjadi dasar untuk mengembangkan uji klinis, untuk terapi baru.

WHO tidak merekomendasikan penerapan pembatasan perjalanan warga atau perdagangan apapun antar negara regional. Namun demikian, Kementerian Kesehatan dan mitranya harus meninjau secara cermat kebijakan lokal yang selama ini diterapkan, untuk menerima dan merekomendasikan intervensi baru meniru negara lain yang telah lebih berhasil, dalam program kesehatan masyarakat mengendalikan dengue.

Sudahkah kita siap melawan dengue?

Sekian

Yogyakarta, 29 Juni 2024

*) Dokter spesialis anak di RS Panti Rapih Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161.

Categories
anak antibiotika dokter Healthy Life vaksinasi

2024 Influenza pada Anak

INFLUENZA  PADA  ANAK

fx. wikan indrarto

Kejadian infeksi virus infuenza pada anak cukup sering terjadi, di semua belahan dunia, termasuk di Indonesia. Gejala klinisnya seringkali ringan, tetapi pada beberapa anak dapat berisiko berat. Apa yang perlu dicermati?

.

Influenza harus dicurigai pada setiap anak yang mengalami demam akut dengan atau tanpa gejala pernafasan, apalagi pada periode epidemi influenza tahunan. Banyak penyakit infeksi virus pernapasan pada anak yang memiliki tanda dan gejala serupa, sehingga dokter biasanya tidak dapat memastikan infeksi virus tertentu hanya berdasarkan tanda klinis saja. Cukup penting untuk mendapatkan diagnosis secara mikrobiologis pada beberapa pasien, dimana diagnosis yang lebih spesifik mungkin dapat mengubah manajemen pasien, termasuk kemungkinan untuk diberikan obat antiviral influenza.

.

Pneumonia bakterial harus dipertimbangkan terjadi pada setiap anak yang diduga menderita virus influenza, disertai gambaran klinis yang menunjukkan infeksi saluran pernapasan bawah, apalagi pada periode epidemi tahunan influenza. Sebaliknya, kemungkinan tertular virus influenza harus dipertimbangkan pada setiap anak pneumonia dalam periode yang sama. Pneumonia influenza dan pneumonia bakterial mungkin menunjukkan gejala klinis yang tumpang tindih. Diagnosis banding mungkin memerlukan rontgen dada, uji laboratorium dan mikrobiologi, dan tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan tanda klinis.

Diagnosis mikrobiologis diindikasikan ketika hasil tes mungkin mengubah perawatan klinis pasien, pada semua kasus dengan perjalanan klinis yang parah, dan pada orang yang berisiko tinggi mengalami komplikasi terkait influenza (misalnya mereka yang memiliki penyakit jantung paru atau anak dengan sistem imun yang lemah). Diagnosis mikrobiologis harus diupayakan pada setiap kasus dengan kecurigaan klinis adanya infeksi virus influenza pada subjek yang dirawat inapdi rumah sakit. Diagnosis mikrobiologis tidak diindikasikan untuk anak yang tidak mengalami gangguan imunitas dan yang tidak menunjukkan faktor risiko perburukan klinis. Diagnosis mikrobiologis mungkin membantu menghindari pengobatan antibiotik yang tidak perlu dan pengobatan antivirus influenza yang lebih akurat.

.

Spesimen usapan nasofaring atau orofaringeal yang diambil dengan menggunakan kapas poliester steril dengan batang bukan kayu, merupakan sampel pilihan untuk diagnosis mikrobiologi non-invasif infeksi virus influenza. Aspirasi atau pencucian nasofaring merupakan spesimen alternatif yang dapat ditoleransi dengan baik oleh anak. Alternatif lain adalah spesimen air liur, tetapi berhubungan dengan hasil yang lebih rendah untuk diagnosis mikrobiologis.

.

Tes amplifikasi asam nukleat (Nucleic acid amplification test atau NAAT) adalah Tes Molekuler Cepat (TCM) sebagai metode pilihan untuk diagnosis mikrobiologis infeksi virus influenza. Pemeriksaan ini mampu mengidentifikasi virus influenza tipe A dan tipe B, bahkan mampu membedakan subtipe H1 dan H3, dengan sensitivitas dan spesifisitas tinggi. Tes deteksi antigen harus dibatasi hanya pada pasien anak, dengan sampel dikumpulkan dalam waktu 24-48 jam setelah timbulnya gejala, dan hanya ketika NAAT tidak tersedia. Kultur virus hanya dilakukan untuk mengetahui karakterisasi antigenik saja. Tes serologis untuk influenza umumnya tidak direkomendasikan, kecuali untuk tujuan penelitian dan surveilans.

.

Pasien bayi, anak, atau remaja harus dirujuk segera ke Unit Gawat Darurat Rumah Sakit terdekat jika mengarah pada komplikasi pneumonia atau komplikasi lain dari infeksi virus influenza. Kemungkinan ini harus dicurigai dengan adanya kondisi umum yang buruk, tanda sepsis, penurunan kesadaran atau kejang, dehidrasi, syok, gangguan pernapasan (takipnea, retraksi dada, hipoksemia, dan episode apnea). Hal ini juga harus dipertimbangkan jika gejala infeksi virus influenza membaik, tetapi kemudian kambuh dalam bentuk demam dan atau memburuk.

.

Seorang anak yang dicurigai menderita pneumonia berdasarkan pemeriksaan foto rongten dada harus dirujuk ke Unit Gawat Darurat rumah sakit untuk dipertimbangkan perlunya rawat inap di rumah sakit, jika kondisi klinisnya buruk. Bayi berusia kurang dari 3 bulan dengan demam yang tidak diketahui penyebabnya, seharusnya dirujuk ke Unit Gawat Darurat karena alasan klinis, yaitu infeksi virus influenza mungkin tidak dapat dibedakan dari sepsis dan kondisi lainnya yang berpotensi mengancam jiwa.

.

Anak dengan infeksi virus influenza harus diobati dengan obat antivirus sebagai pasien rawat jalan, dalam 24 jam pertama setelah timbulnya gambaran klinis. Manfaat yang diharapkan terbatas pada pengurangan waktu sakit atau berkembangnya otitis media akut saja, dan bukan pada penurunan angka rawat inap atau komplikasi lainnya. Tidak direkomendasikan penggunaan pengobatan antivirus secara sembarangan pada populasi anak umum, tetapi hanya jika anak menunjukkan faktor risiko yang signifikan terhadap perkembangan infeksi yang berat (dengan imunosupresi, penyakit paru-paru kronis, penyakit jantung yang signifikan secara hemodinamik, patologi neurologis yang parah, nefropati, dan penyakit hati kronis).

.

Obat anti virus dalam kelompok inhibitor neuraminidase adalah obat lini pertama pengobatan sebagai pasien rawat jalan. Oseltamivir oral (dalam bentuk kapsul atau suspensi oral) lebih disukai daripada zanamivir inhalasi (tidak diindikasikan untuk anak di bawah usia 5 tahun) untuk anak yang dapat menggunakan obat oral. Semakin dini pengobatan dengan inhibitor neuraminidase dimulai, semakin besar efek menguntungkannya, idealnya dimulai dalam 48 jam pertama setelah timbulnya gejala.

.

Gejala klinis influenza seperti demam, sakit kepala, dan mialgia dapat diobati menggunakan parasetamol, ibuprofen, atau dipyrone. Batuk dapat diredakan dengan madu dan dekstrometorfan, namun penggunaan obat yang dijual bebas, harus dipertimbangkan secara hati-hati terhadap risiko overdosis. Penggunaan salisilat dan kodein harus dihindari pada pasien berusia kurang dari 18 tahun, karena risiko sindrom Reye, henti napas, perdarahan dan kematian. Pengobatan dengan antibiotik tidak diindikasikan, kecuali diduga terjadi superinfeksi bakteri.

.

Pasien anak yang perlu dirawat inap di rumah sakit adalah anak yang memiliki faktor risiko perjalanan penyakit yang memburuk. Obat antivirus juga dapat dipertimbangkan untuk anak yang dirawat di rumah sakit karena infeksi virus influenza walaupun tidak memiliki faktor risiko komplikasi, ketika mengalami pneumonia, risiko gagal napas, atau pada saat masuk ke unit perawatan kritis.  Inhibitor neuraminidase adalah obat lini pertama bagi anak yang memerlukan pengobatan saat dirawat inap di rumah sakit. Oseltamivir oral lebih disukai daripada zanamivir inhalasi untuk anak yang dapat memakai obat oral. Zanamivir tidak diindikasikan, dalam keadaan apa pun, untuk anak di bawah usia 5 tahun.

.

Diagnosis influenza secara mikrobiologis idealnya dibuat sebelum pemberian obat antivirus, karena kurangnya spesifisitas gejala. Diagnosis etiologi juga memungkinkan isolasi pasien pada periode influenza musiman, yang tumpang tindih dengan virus lain, seperti Respiratory Syncytial Virus. Khususnya pada pasien yang sakit kritis dan/atau mempunyai faktor risiko, kecurigaan klinis yang kuat terhadap influenza, dan ketidakmungkinan melakukan tes diagnostik, antivirus dapat diresepkan tanpa konfirmasi mikrobiologis. 

.

Posisikan anak duduk dan hisapan lembut pada lubang hidung ketika sekret menyumbatnya dapat berguna. Infus dan terapi cairan intravena diindikasikan jika asupan oral yang memadai tidak memungkinkan, dan terapi oksigen atau ventilasi mekanis juga sesuai indikasi. Obat lain seperti antihistamin, dekongestan hidung, antitusif, ekspektoran, atau mukolitik umumnya tidak dianjurkan. Kortikosteroid tidak boleh ditambahkan pada pengobatan influenza pada pasien rawat inap, kecuali diindikasikan karena alasan lain.

.

Pengobatan antibiotik hanya diindikasikan pada kasus infeksi bakteri sekunder yang terbukti atau dicurigai kuat, misalnya otitis media bakterial, sinusitis, dan pneumonia. Antibiotik empiris harus ditujukan pada bakteri patogen yang paling umum setelah influenza, yaitu Streptococcus pneumoniae, Staphylococcus aureus, dan Streptococcus pyogenes. Tidak ada indikasi obat antibiotik untuk mencegah komplikasi bakteri sekunder. Tidak ada tes pelengkap yang cukup untuk menentukan koinfeksi bakteri, tetapi dapat juga menggunakan kombinasi protein C-reaktif (CRP) lebih tinggi dari 13mg/dl, prokalsitonin lebih tinggi dari 0,52ng/ml, dan/atau konsolidasi alveolar pada rontgen dada. Pada anak dengan infeksi virus influenza yang gejala pernafasannya memburuk setelah perbaikan awal, terapi antibiotik harus dipertimbangkan.

.

Pencegahan penularan influenza di masyarakat adalah dengan melakukan kebersihan tangan setelah kontak dengan sekret pernafasan, dengan cara mencuci tangan dengan sabun dan air (atau hand sanitizer berbahan dasar alkohol yang mengandung minimal 60% etanol atau isopropanol bila sabun dan air tidak tersedia). Juga menutup hidung dan mulut ketika batuk atau bersin dengan menggunakan tisu atau siku tertekuk (jika tisu tidak tersedia). Menyentuh mata, hidung, atau mulut harus dihindari sebisa mungkin. Dianjurkan untuk melakukan pembersihan rutin pada permukaan dan benda yang sering disentuh, yang mungkin terkontaminasi sekresi saluran pernapasan (di rumah, sekolah, fasilitas penitipan anak, dan tempat kerja). 

.

Kemoprofilaksis pasca pajanan dapat dipertimbangkan pada orang tanpa gejala yang berisiko tinggi mengalami komplikasi influenza, dan bagi mereka yang vaksinasi influenzanya dikontraindikasikan, tidak tersedia, atau diperkirakan memiliki efektivitas yang rendah (misalnya pada anak dengan sistem imun yang lemah). Juga untuk anak yang tidak divaksinasi dan merupakan kontak serumah dengan pasien yang berisiko sangat tinggi terkena komplikasi influenza (misalnya anak dengan sistem kekebalan yang sangat lemah). Regimen 10 hari dengan inhibitor neuraminidase direkomendasikan sebagai kemoprofilaksis pasca pajanan yang harus dimulai sesegera mungkin (dalam waktu 48 jam setelah paparan, dengan oseltamivir oral atau dalam waktu 36 jam dengan zanamivir inhalasi).

.

Seorang wanita hamil dengan dugaan atau konfirmasi infeksi virus influenza yang dirawat di rumah sakit, harus dilayani sesuai standar sebelum, selama, dan setelah melahirkan. Tindakan tersebut meliputi kewaspadaan standar dan kewaspadaan droplet. Setelah melahirkan, karena risiko komplikasi serius jika bayi baru lahir tertular influenza, maka pemisahan sementara dengan bayi harus dipertimbangkan, sesuai dengan keinginan ibu. Bayi harus dirawat oleh pengasuh yang sehat, bila memungkinkan. Ibu nifas yang hendak menyusui hendaknya memerah ASInya, guna mempertahankan produksi ASI. ASI perah dapat diberikan kepada bayi baru lahir oleh pengasuh yang sehat. Jika bayi tetap berada di ruangan yang sama (karena keinginan ibu atau alasan lain), kewaspadaan droplet harus ditetapkan untuk meminimalkan penularan.

.

Rumah sakit harus menerapkan berbagai langkah untuk mengurangi paparan virus pada bayi baru lahir termasuk penghalang fisik (misalnya tirai antara ibu dan bayi baru lahir), menjaga jarak setidaknya 2 meter antara ibu dan bayi baru lahir, dan memastikan ada orang dewasa lain yang hadir untuk merawat bayi tersebut. Jika ASI tetap diberikan ketika ibu mengalami infeksi virus influenza, ibu harus mengenakan masker bedah dan menjaga kebersihan tangan sebelum menyusui atau melakukan kontak dengan bayi baru lahirnya.

Vaksinasi direkomendasikan untuk anak antara usia 6 bulan dan 18 tahun secara universal. Vaksinasi anak dan remaja sebaiknya menggunakan vaksin quadrivalent (terhadap virus influenza A H3N2, influenza A H1N1pdm09, influenza B garis keturunan Victoria, dan influenza B garis keturunan Yamagata).

.

Satu dosis vaksin influenza pertama dan diulang dengan selang waktu empat minggu, dianjurkan untuk anak berusia antara 6 bulan sampai 8 tahun. Dosis tunggal tahunan direkomendasikan untuk semua anak selajutnya. Dosis penuh 0,5ml vaksin influenza direkomendasikan untuk semua orang, tanpa memandang usia mereka. Vaksin sebaiknya diberikan pada bulan Oktober-November bagi mereka yang tinggal di Belahan Bumi Utara. Vaksinasi diindikasikan sampai akhir musim influenza tahunan bagi mereka yang tidak menerima vaksin pada bulan Oktober-November.

.

Apakah kita sudah bertindak bijak dengan melengkapi status imunisasi influenza untuk semua anak di sekitar kita?

Sekian

Yogyakarta, 22 Mei 2024

*) Dokter spesialis anak di RS Panti Rapih Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA : 081227280161

Categories
Healthy Life Jalan-jalan

2024 From Russia with Love

MERAIH (BERUANG)  MERAH

fx. wikan indrarto

Setelah dari Doha, Qatar, petualangan kami selanjutnya adalah mengikuti International Conference on Pediatric Allergy and Immunology (ICPAI), Moskow, Rusia untuk meraih (beruang) merah. Apa yang menarik?

.

Eksistensi beruang di Rusia telah ada sejak zaman kuno. Pada abad pertengahan, orang Slavia memakai beruang jinak dan berkeliling ke seluruh daratan Rusia. Binatang yang mempunyai badan tinggi besar ini dianggap masyarakat Rusia sebagai hewan pintar layaknya anjing. Mereka yakin beruang bukan hewan yang berbahaya apabila mendapatkan didikan yang baik, bahkan beruang mampu menari, melakukan sulap, juga meminta-minta. Akhirnya, mulai tahun 1526 kisah beruang Rusia yang unik tersebut menyebar ke penjuru dunia. Sebutan ‘Beruang Merah’ sebagai representasi ‘Red Army’ dari tentara Rusia. Warna merah di lambang ‘Red Army’ mempunyai arti perjuangan pekerja dalam merenggut kembali setiap keadilan. Petualangan ke Rusia kami lakukan dengan gigih meniru perjuangan Beruang Merah yang tanpa kenal lelah.

Di konter Aeroflot, maskapai penerbangan nasional Rusia, di Bandara Moscow

Kami terbang dari Doha, Qatar selama 5 jam 20 menit ke Moscow dalam perut pesawat Qatar Airways QR 337 sebuah Boeing 787-8 (Dreamliner), yaitu pesawat penumpang sipil berbadan lebar ukuran sedang yang diproduksi oleh Boeing Commercial Airplanes dan memulai pelayanan pada 2011. B787 membawa antara 242 – 335 penumpang tergantung konfigurasi tempat duduk, dan lebih efisien bahan bakar. Seri 787 juga menjadi pesawat penumpang pertama yang menggunakan material komposit di kebanyakan konstruksinya. Boeing 787-8 adalah model dasar dari keluarga 787, dengan panjang 57 meter dan lebar sayap 60 meter dan memiliki jarak tempuh 14.200 hingga 15.200 kilometer. Seri 787-8 memiliki 210 kursi penumpang dalam konfigurasi tiga kelas. Maskapai penerbangan asal Jepang, ANA (All Nippon Airways) menjadi maskapai pemakai pertama.

.

Dari Doha, Qatar kami terbang sejauh 3.621 km dengan kecepatan 913 km/jam dan ketinggian 11.582 m untuk mendarat di Sheremetyevo International Airport Terminal C Moscow, yang merupakan bandara tersibuk di Rusia, melayani sekitar 50 juta penumpang pada 2019, dan menduduki peringkat sebagai bandara tersibuk kedelapan di Eropa. Ada 5 bandara internasional dan komersial utama di Moscow, yaitu Sheremetyevo (SVO), Domodedovo (DME), Vnukovo (VKO), Zhukovsky (ZIA), dan Ostafyevo (OSF). Bandar Udara Internasional Sheremetyevo adalah pintu masuk utama untuk turis asing, mendatangkan 60% dari seluruh jumlah penerbangan internasional.

Kami mendarat di Terminal C Bandara Internasional Sheremetyevo (SVO) Moscow, Russia dalam dekapan dingin malam 4 derajat C

Bandara ini juga menjadi rumah bagi semua anggota SkyTeam, dan penghubung utama bagi Aeroflot. Domodedovo adalah bandara dengan jumlah penumpang terbesar di Rusia dan pintu masuk utama untuk penerbangan domestik jarak jauh dan destinasi kawasan CIS (The Commonwealth of Independent States). CIS beranggotakan semua negara bekas Uni Soviet, yaitu Armenia, Azerbaijan, Belarus, Kazakhstan, Kirgizstan, Moldova, Rusia, Tajikistan, dan Uzbekistan. Sebagian besar anggota Star Alliance menggunakan Domodedovo sebagai penghubung internasional utama.

.

Sedangkan Bandara Vnukovo digunakan oleh maskapai Turkish Airlines, Lufthansa, Transaero dan beberapa maskapai lain. Bandara Ostafyevo digunakan untuk bisnis penerbangan. Bandar udara di Moskwa jaraknya bervariasi dari pusat kota: Domodedovo paling jauh, berjarak 22 km; Vnukovo berjarak 11 km; Sheremetyevo berjarak 10 km; dan Ostafievo berjarak 8 km dari MKAD. Ada juga bandara lain yang lebih kecil dekat dengan Moskwa seperti Bandar Udara Myachkovo, digunakan untuk pesawat pribadi, helikopter, dan penerbangan charter.

.

Kami mendarat menjelang tengah malam dan segera menuju ke Mini-hotel Nikitskaya yang berlokasi di Bolshaya Nikitskaya ulitsa, d. 22/2, Moscow, Russia, untuk segera terlelap. Sebelum terlelap, kami membayangkan bahwa dengan wilayah seluas 17.125.191 km², maka Rusia adalah negara terluas di dunia. Wilayahnya mencakup seperdelapan luas daratan bumi, penduduknya menduduki peringkat kesembilan terbanyak di dunia dengan jumlah sekitar 147.190.001 jiwa (2021). Wilayahnya membentang sepanjang Asia Utara dan sebagian Eropa timur, Rusia memiliki 11 zona waktu dan wilayahnya terdiri dari berbagai tipe lingkungan dan tanah.

.

Sejarah Rusia diawali dengan perpindahan bangsa-bangsa Skandinavia yang dikenal sebagai bangsa Varangia yang dipimpin oleh tokoh semilegendaris Rurik yang menyeberangi Laut Baltik serta pada tahun 862 M memasuki Kota Novgorod dan memerintah di sana. Sejak itu, cikal bakal Rusia dimulai dari Dinasti Rurik pada tahun 862, Rus’ Kiev (882) dengan masa keemasan pemerintahan jaman Vladimir Agung (980–1015) dan putranya Yaroslav the Wise (1019–1054). Selanjutnya Keharyapatihan Moskow (Grand Duchy of Moscow) (1283) dengan masa keemasan saat dipimpin oleh Ivan III (Agung Seluruh Rusia), Ketsaran Rusia mulai 16 Januari 1547 dengan masa kejayaan pada saat dimpin oleh Tsar Ivan IV (Mengerikan atau Ivan the Terrible), Kekaisaran Rusia mulai 22 Oktober 1721 jaya saat dipimpin oleh Kaisar Yekaterina II (Kaisar Agung) memerintah 1762–1796 dan Kaisar Rusia terakhir Nikolai II (1894–1917) yang tidak dapat mencegah Revolusi 1905 untuk melahirkan Republik Rusia mulai 14 September 1917.

.

Revolusi Oktober 1905 yang dipimpin oleh pemimpin Bolshevik, Vladimir Lenin mendepak Pemerintah Provisional Kaisar Nikolai II dan mendirikan negara sosialis pertama di dunia. Kemudian menjadi Uni Soviet mulai 30 Desember 1922 dengan pimpinan utama Joseph Stalin, Sekretaris Jenderal Partai Komunis Uni Soviet yang mampu menyingkirkan lawan politik terberat, yaitu Leon Trotsky.

.

Pemimpin terakhir Uni Soviet adalah Mikhail Gorbachev, yang berusaha untuk memberlakukan reformasi liberal dalam sistem Soviet, memperkenalkan kebijakan glasnost (keterbukaan) dan perestroika (restrukturisasi) untuk mencoba mengakhiri periode stagnasi ekonomi dan mendemokratisasi pemerintah. Dampaknya justru pada 25 Desember 1991, Uni Soviet bubar menjadi 15 negara yang terpisah dengan terbentuknya CIS (The Commonwealth of Independent States). CIS beranggotakan semua negara bekas Uni Soviet, yaitu Armenia, Azerbaijan, Belarus, Kazakhstan, Kirgizstan, Moldova, Federasi Rusia, Tajikistan, dan Uzbekistan. Boris Yeltsin terpilih sebagai presiden pertama ketika menjadi Federasi Rusia bulan Desember 1991 setelah bubarnya Uni Soviet.

Membuat laporan menjelang tidur lelap di dapur penginapan kami di Moscow, kecil tetapi penuh perlengkapan rumah tangga.

.

Malam itu kami terlelap dalam mimpi tentang Negeri Beruang Merah Rusia di kamar Mini-hotel Nikitskaya yang berlokasi di Bolshaya Nikitskaya ulitsa, d. 22/2, Moscow, Russia.

(bersambung)

Selasa tengah malam, 7 Mei 2024

Salam pengelana

-wikan dan sari

KONGKOW  DI  MOSCOW HARI PERTAMA

fx. wikan indrarto

(sambungan)

Kongkow berasal dari Bahasa Tionghoa yang berarti kumpul-kumpul atau biasa disebut oleh anak remaja era sekarang sebagai nongkrong atau nongki. Di sela-sela acara International Conference on Pediatric Allergy and Immunology (ICPAI), kami sempat kongkow di Moscow, Rusia pada Rabu, 8 Mei 2024. Apa yang mengesankan?

.

Berkat kebaikan hati kakak kelas kami di SMP Bruderan Purworejo, Jawa Tengah, yang menjadi Tenaga Ahli Profesional Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Taprof Lemhannas RI), yaitu mas Putut Prabantoro, SH, kami dihubungkan dengan Wakil Duta Besar RI di Moscow. Mantan Direktur Pengkajian Ideologi dan Politik Lemhannas RI Drs. Berlian Helmy, M.Ec. yang saat ini menjadi wakil Duta Besar Drs. Jose Antonio Morato Tavares, MA yang dilantik oleh Presiden Joko Widodo pada 25 Februari 2016. Diutuslah Pak Besyen, sopir Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dengan sedan Mercedez Benz tipe terbaru untuk menjemput kami di penginapan, agar datang ke KBRI di Moskow, yang resmi dibuka setelah Duta Besar Indonesia pertama untuk Uni Soviet, Soebandrio, menyerahkan surat kepercayaan kepada Ketua Presidium Tertinggi Uni Soviet, Kliment Yefremovich Voroshilov, pada tanggal 13 April 1954.

Mr. Besyen, sopir Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dengan sedan Mercedez Benz tipe terbaru ditugaskan untuk menjemput kami di penginapan.

Sejak tahun 1954, KBRI Moskow telah pindah dua kali. Pertama dari lokasi awal di Hotel Metropole ke Sadovo-Somatechnaya 14. Kemudian ke lokasi saat ini di Novokuznetskaya Ulitsa 12–14. Gedung nomor 12 adalah kantor KBRI, sedangkan gedung nomor 14 adalah Wisma Duta, kediaman resmi duta besar. Bangunan yang pertama adalah bekas kediaman Bangsawan Rusia Protopopov-Tatischev yang dibangun pada tahun 1900-an dan didesain oleh Vladimir Sherwood. Antara tahun 1911–1913, bangunan ini diperluas oleh Gustav Helrich. Bangunan yang kedua adalah kediaman pangeran-pangeran Ouroussoff yang dibangun pada tahun 1912 dan didesain oleh Ivan Rerberg.

Kami diterima oleh YM Bapak Drs. Berlian Helmy, M.Ec Wakil Duta Besar Indonesia di Moskow di ruang tamunya yang indah

Kami mendapatkan penjelasan lisan dari Bapak Drs. Berlian Helmy, M.Ec tentang sejarah, budaya, pendidikan, sastra, politik dan diplomasi warga Rusia. Di ruang kerja pribadinya yang artistik dan indah, kami dijelaskan juga bahwa akan ada banyak senyawa yang tersembunyi di balik kebesaran yang agung Rusia sebagai sebuah bangsa, bukan sebagai sebuah negara. Selanjutnya Bapak Theo Sunarjaya (sekretaris, asli Malang Jawa Timur yang beristri Ny Tatiana asli Rusia) dan Mr. Besyen (sopir, asli Tajikiztan) diutus untuk menemani kami keliling Moskow dengan sedan elite Mercedez Benz S 580 4 MATIC lainnya.

Bapak Drs. Berlian Helmy, M.Ec Wakil Duta Besar RI di Moskow melepas kami di gerbang KBRI Moscow

Tertulis nama Drs. Djauhari Oratmangun, MSi (senior kami di Asrama Mahasiswa Realino Yogyakarta) sebagai duta besar pada 2012-2016, di samping kami saat bersama Bapak Drs. Berlian Helmy, M.Ec Wakil Duta Besar RI di Moskow

Segera kami bergegas menjelajah kota Moskwa atau Moskow, pada akhir musim semi yang masih minyisakan hujan. Moskwa adalah ibu kota Rusia sekaligus pusat politik, ekonomi, budaya, dan sains utama di negara tersebut. Moskwa adalah kota berpenduduk terbanyak di Rusia dan Eropa serta menjadi kawasan urban terbesar ke-6 di dunia. Berdasarkan sensus tahun 2021, Moskwa memiliki penduduk sebesar 13 juta jiwa. Menurut Forbes di tahun 2011, Moskwa merupakan kota yang paling banyak dihuni oleh orang terkaya di dunia.

Kota ini pertama kali disebut keberadaannya pada tahun 1147. Sebelumnya, Moskwa juga pernah menjadi ibu kota Ketsaran Rusia hingga dipindahkan oleh Pyotr yang Agung pada masa Kekaisaran Rusia ke Sankt-Peterburg, sebuah kota baru yang dibangun di pesisir Laut Baltik yang direbut dari Swedia, setelah kalah perang melawan Rusia. Pasca Revolusi Oktober atas prakarsa Vladimir Lenin, Moskwa kembali menjadi ibu kota RSFS Rusia sekaligus Uni Soviet di tahun 1922–1991. Dan pasca runtuhnya Uni Soviet, Moskwa menjadi ibu kota Federasi Rusia hingga sekarang.

Tujuan pertama kami adalah Gereja Katedral Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda di Moskow, Rusia

Tujuan pertama kami adalah Katedral Moskow atau yang bernama lengkap Gereja Katedral Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda adalah sebuah gereja katedral Katolik berarsitektur Neogotik. Katedral ini berfungsi sebagai pusat kedudukan dan takhta bagi Keuskupan Agung Moskow. Gedung yang terletak di kawasan Okrug Administratif Pusat ini adalah salah satu dari tiga gereja Katolik di kota Moskow, dan merupakan gereja Katolik terbesar di Rusia.

Rencana pembangunannya disetujui Menteri Dalam Negeri Kekaisaran Rusia pada tahun 1894. Upacara peletakan batu pertama terselenggara pada tahun 1899, dan pembangunannya dilaksanakan mulai tahun 1901 sampai rampung sepuluh tahun kemudian. Gereja katedral berselasar tiga ini dibangun menggunakan bata merah dengan mengacu kepada gambar rancangan karya arsitek Tomasz Bohdanowicz-Dworzecki. Corak bangunannya dipengaruhi bentuk gereja Biara Westminster di Inggris  dan gereja Katedral Milan di Italia.

Selesai berdoa dan mengucap syukur atas semua kebaikan hati Tuhan Yang Maha Baik di Gereja Katedral Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda di Moskow, Rusia

Seusai Revolusi Rusia tahun 1917, kaum Bosyewik menggulingkan Kaisar Nikolas II dan Rusia akhirnya menjadi bagian dari Uni Soviet pada tahun 1922. Karena propaganda ateisme oleh negara adalah salah satu unsur ideologi Marxisme–Leninisme, banyak gereja yang disegel pemerintah Uni Soviet. Gereja ini disegel pada tahun 1938. Bangunan ini sempat hendak dirubuhkan ketika Perang Dunia II sedang berkecamuk, tetapi akhirnya digunakan untuk kepentingan sipil seusai perang, mula-mula sebagai gudang, kemudian sebagai asrama. Sesudah Komunisme tumbang pada tahun 1991, bangunan ini kembali difungsikan sebagai rumah ibadat umat Katolik pada tahun 1996. Pada tahun 2002, statusnya dinaikkan menjadi katedral. Sesudah menjalani rekonstruksi dan renovasi besar-besaran, gereja ini akhirnya diberkati ulang pada tahun 2005.

.

Pada abad ke-21, sesudah 58 tahun lamanya digunakan untuk berbagai keperluan di luar agama, gereja katedral ini kembali menjadi tempat penyelenggaraan ibadat dalam berbagai bahasa (Rusia, Polandia, Korea, Inggris, Prancis, Spanyol, Armenia, dan Latin). Orgel yang ada sekarang di gereja tersebut adalah orgel ketiga semenjak gereja ini pertama kali berdiri, dan merupakan hibah dari gereja Basler Münster di Jerman. Di Gereja Katedral Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda Moskow yang kini terdaftar sebagai salah satu bangunan warisan sejarah dan monumen yang dilindungi negara Federasi Rusia, kami berdoa dan mengucap syukur atas semua kebaikan hati Tuhan Yang Maha Besar.

.

Selanjutnya kami mengikuti sejenak International Conference on Pediatric Allergy and Immunology (ICPAI), yang berbeda dengan konggres ilmiah yang biasanya kami ikuti di sebuah hotel atau gedung pertemuan, tetapi kali ini diselenggarakan di Sechenov University Congress Center, tepatnya di 8 Trubetskaya str., bldg. 2 Moscow. Sebagai tuan rumah (hosts of congress) adalah Moscow State Budgetary Healthcare Institution, Sechenov University, dan Ministry of Health of the Russian Federation.

.

Sambutan pembukaan acara oleh Rudolf Valenta (Professor for Allergology at the Medical University of Vienna, vice-president of the European Academy for Allergy and Clinical Immunology). Sesi pertama yang kami ikuti adalah presentasi Laura Vidivocy (United Kingdom) yang berjudul : 5-year patient-reported outcomes after oral immunotherapy using heat-modified peanuts: results from the BOPI (Boiled Peanut Oral Immunotherapy) study. Sebenarnya kurang menarik, tetapi kami melanjutkan sesi berikutnya oleh Margarita Areina (Portugal) dengan tema Immunotherapy with Vespa velutina nigrithorax venom: safety of ultra-rush protocol and preliminary clinical results, yang ternyata justru lebih tidak menarik hati. Sesi selanjutnya oleh Jose Alexandro Huertis Guzman (Spain) berjudul : Safety of a cluster strategy, effectiveness and immunological changes in allergic children sensitized to house dust mites with native and modified subcutaneous immunotherapy treatment.

Makan siang menu khas Rusia di Restoran Zaryadye, pinggiran Lapangan Merah Moskow

Setelah sesi istirahat pertama, kami segera pamit undur diri dari pertemuan dan melanjutkan petualangan kami di Moscow Red Square atau Lapangan Merah. Kami menikmati makan siang menu khas Rusia di Restoran Zaryadye, berupa borsh (sup buah bit), lagman (sup dengan mie), salad cesar, pancake dengan irisan salmon asin dan apokat hijau, iga bakar, teh dengan raspberries dan borsh smetana (cream), di pinggiran Lapangan Merah, kami segera kongkow sejenak di taman yang indah, sebelum melanjutkan perjalanan ke Saint Basil Cathedral yang menjadi ikon kota Moskow.

Kongkow di Moskow sejenak di taman yang indah setelah makan siang, sebelum melanjutkan perjalanan ke Saint Basil Cathedral, Moskow

Merupakan gereja yang memiliki banyak kubah dengan bentuk seperti bawang dengan warna yang beraneka ragam dan menarik. Bangunan yang didirikan tahun 1555-1561 ini tidak terlalu besar, dan terdiri dari sembilan kapel yang dibangun dengan pondasi tunggal, menjadi mirip istana dengan atap berbentuk bawang berwarna-warni, sebagai simbol posisi unik Rusia di antara Eropa dan Asia, yang pembangunannya selesai pada tahun 1560. Nama resminya adalah Katedral Vasily yang Diberkati, Katedral Syafaat Theotokos Mahakudus di Parit, atau Katedral Pokrovsky atau lebih dikenal sebagai Katedral Santo Basilius.

Setelah kongkow di Moskow, segara kami berjalan menyusuri taman menuju Saint Basil Cathedral

Pembangunan katedral ini diprakarsai oleh Tsar Ivan IV Vasilyevich dan dibangun antara 1555 dan 1561 untuk memperingati direbutnya Kekhanan Kazan. Pada 1588 Tsar Fedor Ivanovich menambahkan sebuah kapel di sisi timur di atas kuburan Basil yang Diberkati (yurodivy Vassily Blazhenny), seorang santo Ortodoks Rusia yang dijadikan sebagai nama katedral ini. Sebagai bagian dari program ateisme negara, gereja ini disita dari komunitas Ortodoks Rusia dalam kampanye anti-agama di Uni Soviet, dan diubah menjadi Museum Sejarah Negara sejak 1928. Meskipun negara menjadi benar-benar sekuler pada tahun 1929, tetapi gereja ini tetap menjadi milik pemerintah Federasi Rusia dan dengan pembubaran Uni Soviet pada tahun 1991, layanan ibadah mingguan agama Kristen Ortodoks dengan doa-doa ke Santo Basil telah dipulihkan sejak 1997.

Dalam guyuran hujan salju di depan Saint Basil Cathedral Moskow, Rusia

Sayang sekali, saat kami datang segera turun hujan salju dan suhu mengigit sampai minus 1 derajat C. Untunglah kami dipinjami baju hangat Bapak Theo dan kami hanya dapat berfoto dari kejauhan dengan latar belakang Katedral Santo Basil dalam guyuran hujan salju. Keindahkan katedral yang mengikuti banyak gereja beratap kerucut pada masa yang sama, khususnya Gereja Kenaikan di Kolomenskoye (1530) dan Gereja Pemenggalan Kepala Santo Yohanes Pembaptis di Dyakovo (1547), jadi tidak nampak nyata. Konsep awal katedral ini adalah sebuah kumpulan kapel, masing-masing dipersembahkan kepada setiap santo yang hari pestanya jatuh pada saat Tsar menang dalam suatu pertempuran. Menurut legenda, Tsar Ivan memerintahkan agar sang arsitek, Postnik Yakovlev, dijadikan buta agar ia tidak membangun bangunan yang lebih indah untuk orang lain.

Dalam dingin mencekam karena guyuran hujan salju di GUM dekat Saint Basil Cathedral Moskow, Rusia

Oleh karena hujan salju tidak semakin reda dan kami menjadi kedinginan, maka oleh Bapak Theo diajak turun masuk ke dalam Stasiun Metro Moskow, untuk menghangatkan badan. Kota Moscow ini dilayani oleh jaringan transportasi yang tersebar di seluruh penjuru kota, termasuk di dalamnya empat bandar udara internasional, sembilan stasiun kereta api, dan sistem kereta api bawah tanah (Metro Moskow) yang jumlah penumpangnya hanya kalah dari Tokyo dan Seoul. Sistem kereta api bawah tanahnya ini juga merupakan salah satu penanda kota ini, selain Kremlin dan Katedral Santo Basil, karena arsitektur di 194 stasiunnya yang beragam.

Bergaya di Stasiun Metro Ploshchad Revolyutsii di bawah tanah, yang memiliki koleksi 76 patung perunggu, di dinding lorongnya

Dibangun sejak tahun 1930-an, stasiun kereta bawah tanah Moscow (Metro Underground) boleh dikatakan salah satu tempat tercantik di dunia. Tiap stasiun punya kisah masing-masing seperti buku cerita. Seluruhnya dihias karya seniman terbaik era Uni Soviet plus lampu-lampu kristal dengan logam gemerlap. Pintu kereta hanya terbuka 3 menit, sehingga para penumpang harus dapat bergerak cepat. Kami turun ke Stasiun Metro Ploshchad Revolyutsii yang memiliki koleksi 76 patung perunggu, termasuk patung seorang pejuang bersama anjing. Mitos mengatakan bila kita  membelai moncong anjingnya, maka akan kembali lagi ke Rusia. Bagian moncong anjing dan bagian lain di patung yang lain menjadi jauh lebih mengkilap dibandingkan bagian lain, karena seringnya dibelai oleh para penumpang.

Kepadatan penumpang di Metro Moskow yang jumlah penumpangnya hanya kalah dari Metro Tokyo dan Seoul

Hingga tahun 2023, Metro Moskow (tidak termasuk Jalur Lingkar Moskow, Jalur Tengah Moskwa, dan Monorel Moskwa) telah memiliki 294 stasiun dan panjang rute 514,5 km, tidak termasuk monorel kereta ringan, menjadikannya metro terpanjang ke-8 di dunia dan terpanjang di luar Tiongkok. Metro Moskow adalah jaringan metro ke-3 di dunia (setelah Madrid dan Beijing), yang memiliki dua jalur lingkar. Jaringan ini sebagian besar berada di bawah tanah, dengan bagian terdalam 84 meter di bawah tanah di stasiun Park Pobedy, salah satu stasiun bawah tanah terdalam di dunia. Metro Moskow adalah sistem metro tersibuk di Eropa, tersibuk di dunia di luar Asia, dan dianggap sebagai daya tarik wisata tersendiri. Metro Moskow adalah pemimpin dunia dalam hal frekuensi lalu lintas kereta api (interval selama jam sibuk tidak melebihi 90 detik). Pada bulan Februari 2023, Moskow menjadi kota pertama di dunia yang mengurangi interval kereta metro menjadi 80 detik. Dari 241 stasiun metro, 88 berada jauh di bawah tanah, 123 di bawah tanah, 12 di permukaan, dan 5 layang.

Salah satu dari lima kubah Gereja St. Clement Ortodoks di Moskow

Atas kebaikan hati Bapak Theo yang menyediakan uang tunai Rubel yang harus diambilnya dari mesin ATM, kami kongkow di Moskow lagi sambil menunggu prosesnya di dekat Gereja St. Clement, yang merupakan salah satu dari dua gereja Ortodoks di Moskow yang didedikasikan kepada Paus Katolik Roma, St. Clement I. Gereja besar berlantai lima dengan lima kubah dulunya mendominasi cakrawala Zamoskvorechye ini dibangun antara tahun 1762 dan 1769. Gereja ini dianggap sebagai contoh utama gaya Elizabethan Baroque, tetapi arsiteknya tidak diketahui secara pasti, meski sering dikaitkan dengan Pietro Antonio Trezzini, arsitek Katedral St Sampson di kota St. Petersburg. Menara tempat lonceng bergantung dan ruang makan dirancang oleh Dmitry Ukhtomsky dan dibangun pada tahun 1756—1758.

Interior gaya Barok dan ikonostasisnya yang berkilauan, serta serangkaian pagar berlapis emas buatan abad ke-18 .di Gereja St. Clement Ortodoks di Moskow

Gereja ini terkenal dengan interior gaya Barok dan ikonostasisnya yang berkilauan, serta serangkaian pagar berlapis emas buatan abad ke-18. Paroki itu dibubarkan pada tahun 1934 dan gerbang asli yang berdiri sendiri dibongkar. Perpustakaan Negara Lenin menyimpan buku-bukunya di gedung tersebut selama periode Soviet. Baru pada tahun 2008 bangunan tersebut dikembalikan ke Gereja Ortodoks Rusia .

Selanjutnya kami pulang sendiri naik Metro Moskow dengan tiket yang kami beli di mesin anjungan menuju Stasiun Metro Ploshchad Revolyutsii. Setelah kami bertanya ke lebih dari 4 orang di jalan, karena kami tidak memiliki sambungan internet, tentu tidak mampu membuka googlemaps, dan menempuh 1,4 km selama 9 menit, akhirnya kami berhasil kembali ke penginapan. Malam itu kami terlelap kelelahan setelah kongkow di Moskow.

(bersambung)

Dilaporkan dan disebarkan dari Mini-hotel Nikitskaya yang berlokasi di Bolshaya Nikitskaya ulitsa, d. 22/2, Moscow, Russia.

Rabu malam, 8 Mei 2024

Salam pengelana

-wikan dan sari

KONGKOW  HARI  KEDUA DI  MOSCOW

fx. wikan indrarto

Kumpul-kumpul, nongkrong, nongki, atau kongkow di Moscow kami lakukan lagi di sela-sela acara International Conference on Pediatric Allergy and Immunology (ICPAI) pada Kamis, 9 Mei 2024. Apa yang menarik?

Lambang bintang dan medali kemenangan Rusia  dengan tulian MAR (huruf R terbalik dibaca Mei) ditempel di banyak tempat. Setiap tanggal 9 Mei dinyatakan sebagai “Hari Kemenangan” Uni Soviet. Pemimpin Soviet Josef Stalin menetapkan sebagai hari libur nasional, dan mengadakan parade kemenangan pertama di Lapangan Merah, yang menampilkan lambang Jerman yang direbut pada 1945.

Setiap tanggal 9 Mei di Rusia dinyatakan sebai hari libur nasional, yaitu sebagai Hari Kemenangan. Pada hari tersebut Rusia menggelar parade militer, konser meriah, dan pawai kendaraan militer atau alat tempur lainnya, untuk memperingati kemenangan dalam Perang Patriotik Hebat.  Peringatan atas kemenangan Uni Soviet dari Nazi Jerman, dalam Perang Patriotik Hebat terjadi pada 1941-1945 dengan menguasai kota Berlin. Pada perayaan tersebut dibuka dengan parade seremonial di Lapangan Merah, Moscow. Kantor berita resmi Rusia TASS, melaporkan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin memeriksa parade tersebut sebagai panglima tentara Rusia tertinggi untuk ke-21 kalinya. Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu mengatakan lebih dari 9.000 orang, 26 pesawat dan 75 unit peralatan militer ambil bagian dalam parade di Lapangan Merah.  Secara keseluruhan, parade militer juga berlangsung di 28 Kota di seluruh Rusia dan melibatkan lebih dari 50.000 tentara dan sekitar 1.000 item persenjataan, serta perangkat keras militer.

Mendekati seorang serdadu Rusia bersenjata yang menjaga tank dan kendaraan tempur lainnya untuk persiapan parade kemenangan Rusia di Moscow

Turut menyaksikan parade tadi pagi adalah Presiden Belarus Alexander Lukashenko, Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev, dan Presiden Tajikistan Emomali Rahmon. Selain itu, juga Presiden Turkmenistan Serdar Berdimuhamedow, Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel, Presiden Laos Thongloun Sisoulith, dan Presiden Guinea-Bissau Umaro Sissoco Embalo.

Bersama para penonton lainnya, kami tertahan di Jalan Gazetnyy Pereulok, sekitar 150 m dari batas steril Lapangan Merah Moscow

Sayang sekali, kemegahan parade tersebut tidak dapat kami lihat sendiri secara langsung, karena kami tertahan di Jalan Gazetnyy Pereulok, sekitar 150 m dari batas steril Lapangan Merah yang dijaga banyak personil militer Rusia. Semua penonton tetap kidmat antri untuk melihat parade kemenangan tersebut, meski suhu udara luar mengigit mencapai minus 2 derajat dan setelah kongkow di pusat Moscow sebentar, kami putuskan untuk mundur balik badan meninggalkan arena tersebut.

Menggigil kedinginan dalam minus 2 derajat dengan salju yang menyelumuti sebuah patung dan dedaunan, di pinggir Jalan Bol’shaya Nikitskaya Ulitsa, dekat Lapangan Merah Moscow

Selanjutnya kami mengikuti International Conference on Pediatric Allergy and Immunology (ICPAI) di Sechenov University Congress Center, tepatnya di 8 Trubetskaya str., bldg. 2 Moscow, Russia. Sesi hari kedua atau hari terakhir dimulai presentasi Selena Janković (Serbia) dengan tema Effect of allergen specific immunotherapy on PFS symptoms. Yang menurut kami lebih menarik adalah ‘tips and trick’ Julius Lemanske, Jr. (USA) berjudul : Back to School with Allergies and Asthma. Hal ini karena hri pertama sekolah merupakan saat yang menyenangkan bagi anak dan orang tua. Namun demikian, ini juga mungkin menjadi saat kecemasan jika anak menderita asma atau alergi. Untuk itu, dianjurkan agar orangtua menyiapkan segalanya ‘Sebelum Bel Pertama Berbunyi’, dengan melakukan persiapan sebelum tahun ajaran baru dimulai, agar orangtua dapat merasa percaya diri mengantar anak ke kelas.

.

Pastikan anak meminum obat asma atau alergi sesuai resep. Pertahankan rutinitas ini selama hari sekolah, agar dosisnya tidak terlewatkan. Melewatkan pengobatan dapat menyebabkan peningkatan gejala, yang seringkali berarti lebih sedikit waktu untuk belajar. Tergantung pada derajat alergi anak, orangtua mungkin baik untuk melakukan hal berikut, yaitu kelilingi sekolah untuk mengidentifikasi potensi pemicu asma atau alergi, berbicara dengan guru, termasuk pelatih olahraga, tentang kondisi anak dan rencana perawatannya. Di dalam ruang kelas anak, sangat mungkin ada banyak potensi pemicu alergi dan asma. Sangat penting bahwa alergi anak didiagnosis secara akurat untuk menentukan alergen apa yang harus dihindari. Jika anak belum menjalani tes, buatlah janji dengan dokter ahli alergi/imunologi. Pemicu asma dan alergi yang umum di dalam kelas meliputi tungau debu, limbah cetakan, debu kapur dan bulu binatang. Sesi istirahat di sekolah, baik pertama ataupun kedua, sangat mungkin merupakan waktu paling favorit bagi banyak anak. Namun bagi anak yang memiliki alergi atau asma, waktu istirahat dapat menjadi ladang ranjau yang berpotensi menjadi pemicunya.

.

Presentasi Sophie Karra (France) berjudul Adult outcomes of childhood wheezing phenotypes are associated with early life factors, sangat inspiratif. Selanjutnya Francesco Foppiano Florez Estrada (Germany) menjelaskan tentang Differential gene expression analysis in ten year old asthmatic children from the PASTURE cohort dan Hui-Ju Tsai (Taiwan) menerangkan tentang Comparative Risk of Neuropsychiatric Adverse Events Associated With Leukotriene-Receptor Antagonists Versus Inhaled Corticosteroids Among Asthma Patients.

.

Sesi terakhir adalah Helena Martin-Gonzalez (Spain) : Epigenome-wide association study of asthma exacerbations in European populations dan Sophie Carra (France) lagi denganjudul berbeda, yaitu Natural history of methacholine bronchial hyperresponsiveness across the life-course and its associated risk factors. Kami mengikuti sambutan penutup acara oleh Victor Fomin (Chief external specialist at Moscow Healthcare Department, First Moscow State Medical University).

Gapura kemenangan “Triumphal Arch of Moscow” yang hanya selama bulan Mei ini dilengkapi dengan tulisan Moskow Kota Kemenangan di Victory Square Jalan Kutuzovsky Prospekt, bercerita tentang keberhasilan Rusia mengalahkan Perancis.

Selanjutnya kami turut bergembira dalam kemenangan Rusia, bukan hanya saat mengalahkan Nazi Jerman pada Perang Dunia II yang dirayakan di Lapangan Merah, tetapi juga kemenangan atas laskar Perancis, dengan menikmati kemegahan Lapangan Kemenangan atau Victory Square. Kita perlu mengingat bahwa Moscow memiliki bangunan gapura yang serupa dengan Arc de Triomphe yang ada di Paris bernama “Triumphal Arch of Moscow.” Monumen gapura ini menjadi salah satu destinasi wajib karena keunikan kisahnya. Jika yang di Paris bercerita tentang Napoleon menang dalam pertempuran Austerlitz, maka yang di Moscow bercerita tentang keberhasilan Rusia mengalahkan Napoleon. Pertempuran Austerlitz atau yang dikenal dengan nama Pertempuran Tiga Kaisar, adalah salah satu dari sekian kemenangan besar yang diraih oleh Napoleon. Pada tanggal 2 Desember 1805, pasukan Prancis yang dipimpin oleh Napoleon secara meyakinkan mengalahkan tentara gabungan Rusia-Austria yang dikomandani oleh Tsar Alexander I setelah mereka bertempur sengit selama 9 jam di berbagai sektor. Pertempuran ini terjadi di daerah Austerlitz sekitar 20 kilometer timur kota Brno di Moravia Republik Ceko. Pertempuran ini sering disebut sebagai perang strategi yang cemerlang.

.

Awalnya, monumen tersebut didirikan tahun 1814 dari kayu oleh veteran perang Napoleon. Lalu dibuat kembali dari marmer di tahun 1827 oleh desainer Joseph Bove. Tahun 1936 gapura ini diruntuhkan karena rekonstruksi kota Moscow oleh Joseph Stalin. Di tahun 1960an gapura ini kembali dibangun dan ditempatkan di Kutuzovsky Avenue yang kini dikenal sebagai Victory Square. Jalan Kutuzovsky Prospekt adalah sebuah jalan radial utama yang sangat lebar, lurus dan ramai di Moskwa, Rusia, dinamai menurut nama Mikhail Illarionovich Kutuzov, pemimpin pasukan lapangan Rusia selama invasi Prancis ke Rusia tahun 1812.

Patriotisme pasukan Rusia dahulu dan sekaranng yang mengagumkan

Invasi Prancis ke Rusia juga dikenal sebagai Perang Patriotik 1812, dimulai 24 Juni 1812 ketika pasukan Prancis yang dipimpin Napoleon Bonaparte menyeberangi sungai Neman di Eropa Timur, dengan tujuan untuk mengalahkan pasukan Rusia. Nama Neman, Nemunas, Nyoman, Niemen atau Memel adalah sungai besar di Eropa Timur yang mengalir dari wilayah Belarus, melalui Lituania hingga akhirnya bermuara di Laguna Curonia. Sungai ini bermula di pertemuan dua sungai kecil sekitar 15 km di sebelah barat daya kota Uzda dan sekitar 55 km di sebelah barat daya kota Minsk, Ibu Kota Belarusia. Napoleon mendesak Tsar Alexander supaya menghentikan perdagangan antara Rusia dengan Inggris, dengan tujuan memaksa Inggris berdamai dengan Prancis. Napoleon menamakan perang tersebut Perang Polandia Kedua, untuk menarik simpati dan dukungan dari rakyat Polandia, juga sebagai pembenaran politik atas perang tersebut.

.

Kita perlu mengenal nama Borodino, sebuah desa di Distrik Mozhaysky di Oblast Moskow, Rusia, yang terletak 13 kilometer sebelah barat Mozhaysk. Desa ini terkenal sebagai lokasi Pertempuran Borodino yang terjadi pada 7 September 1812, sebagai pertempuran paling berdarah selama satu hari sepanjang sejarah dalam perang Napoleon, dengan korban 72.000 jiwa dan berakhir dengan kemenangan Prancis, meski sangat sulit untuk dicapai. Pasukan Rusia kemudian mundur keesokan harinya, dengan meninggalkan pasukan Prancis tanpa kemenangan dahsyat yang Napoleon harapkan. Seminggu kemudian, Napoleon dan pasukannya tiba di Moskow, yang telah dibakar dan ditinggalkan oleh penghuninya.

.

Jatuhnya Moskow tidak mampu mendesak Tsar Alexander untuk bernegosiasi dengan Napoleon, dan bersama pasukannya selama sebulan lamanya, Napoleon menunggu tawaran untuk berdamai yang tak kunjung datang. Pada 19 Oktober 1812 Napoleon dan pasukannya meninggalkan Moskow dan menuju arah barat daya ke Kaluga, dan dihadang oleh panglima tertinggi pasukan Rusia, Mikhail Kutuzov. Berminggu-minggu lamanya pasukan Prancis menderita gara-gara musim dingin Rusia yang menyengat. Kurangnya makanan untuk pasukan infantri dan rumput untuk kuda pasukan kavaleri, hipotermia yang diakibatkan suhu dingin yang ekstrim, dengan kombinasi serangan gerilya yang dilakukan terus menerus oleh rakyat Rusia dan pasukan Kazaki, mengakibatkan korban jiwa yang semakin banyak, dan runtuhnya kedisiplinan pasukan Prancis. Pertempuran selanjutnya di Vyazma dan Krasnoi menghasilkan kekalahan yang lebih banyak lagi bagi Prancis.

Kongkow di Moskow lagi, kali ini di bawah gapura kemenangan “Triumphal Arch of Moscow” di Victory Square Moskow, yang melambangkan tentang keberhasilan Mikhail Illarionovich Kutuzov, jenderal Rusia saat mengalahkan Napoleon, Kaisar Perancis pada 14 Desember 1812

Ketika sisa-sisa pasukan utama Prancis yang dipimpin Napoleon Bonaparte menyeberangi sungai Berezina di Belarus dan merupakan anak sungai dari Sungai Dnieper pada akhir November 1812, hanya tersisa 27.000 prajurit, karena 380.000 tentara Prancis tewas dan 100.000 tertangkap selama perang di Rusia. Setelah menyebrangi Berezina, Napoleon meninggalkan pasukannya, kembali ke Paris untuk melindungi posisinya sebagai kaisar Prancis, dan merekrut lebih banyak pasukan cadangan, untuk menghadapi pasukan Rusia yang mulai menuju ke arah Prancis. Perang ini berakhir setelah 6 bulan pada tanggal 14 Desember 1812, tanggal dimana pasukan Prancis akhirnya meninggalkan Rusia.

.

Perang ini menjadi titik balik bagi karier militer Napoleon Bonaparte. Perang ini adalah perang terbesar dan paling berdarah pada jamannya, melibatkan lebih dari 1,5 juta pasukan, dengan lebih dari 500.000 korban jiwa di pihak Prancis dan 400.000 korban jiwa di pihak Rusia. Reputasi Napoleon hancur seketika, dan hegemoni Prancis di Eropa melemah secara drastis. Itulah mengapa Moscow membuat bangunan gapura yang serupa dengan Arc de Triomphe yang ada di Paris, yang disebut “Triumphal Arch of Moscow” untuk mengenang keberhasilan Mikhail Illarionovich Kutuzov, jenderal Rusia saat mengalahkan Napoleon Bonaparte, Kaisar Perancis.

Beruntung kami dapat mencapai Jalan Tveskaya yang lebar, sepi dan steril dari kendaraan maupun pejalan kaki, karena merupakan ring 1 parade kemenangan Rusia di Lapangan Merah.

Menjelang sore kami mencoba kembali mendekati Lapangan Merah. Bersyukur kami dapat melewati penjagaan serdadu Rusia yang baik hati dan membukakan pagar pembatas di Jalan Nikitskiy Pereulok. Meski masih digigit suhu 0 derajat, kami terus berjalan kaki sampai pada pertemuan Jalan Tveskaya dengan Jalan Mokhovaya. Di situlah kami tertahan lagi oleh batas steril yang dijaga serdadu Rusia. Beruntunglah kami dapat kongkow di Moskow sebentar dan melihat di kejauhan, sebuah bangunan indah yang digunakan sebagai Museum Sejarah Negara (State Historical Museum).

Pada pertemuan Jalan Tveskaya dengan Jalan Mokhovaya nampak di kejauhan adalah Museum Sejarah Negara (State Historical Museum), yang berwarna merah tua dan gaya Neo-Rusia dari tahun 1881, dengan banyak umbul-umbul tanda perayaan Hari Kemenangan.

Museum yang berlokasi di Red Square Street 1 ini didirikan tahun 1.872, memiliki lebih dari satu juta artefak, dan menjadi salah satu sarana untuk mempromosikan sejarah dan warisan Rusia. Bangunan ini sangat khas dengan warna merahnya, bergaya Neo-Rusia dari tahun 1881 yang memajang peninggalan prasejarah sampai karya seni dinasti Romanov. Di belakang gedung Museum Sejarah tersebut, Lapangan Merah berada dan parade kemenangan Rusia berlangsung. Di depan museum tersebut ada patung prajurit berkuda yang didirikan sejak 1995, untuk menggambarkan pemimpin militer Uni Soviet yang berperan penting bagi kemenangan atas Jerman pada PD II.

Usaha kami terakhir untuk melihat parade kemenangan Rusia tertahan pada persimpangan Jalan Bol’shaya Nikitskaya Ulitsa dengan Jalan Mokhovaya, yang sudah tinggal 7 menit berjalan kaki ke arah Kremlin dan Lapangan Merah, akhirnya kami menyerah dan kembali ke penginapan.

Malam itu kami mengikuti Perayaan Ekaristi Hari Kenaikan Tuhan Yesus Kristus dari Gereja Kristus Raja Baciro Yogyakarta, melalui channel https://www.youtube.com/crembomedia/live. Selanjutnya kami kembali terlelap kelelahan setelah kongkow di Moskow hari kedua.

(bersambung)

Dilaporkan dan disebarkan dari Mini-hotel Nikitskaya yang berlokasi di Bolshaya Nikitskaya ulitsa, d. 22/2, Moscow, Russia.

Kamis malam, 9 Mei 2024

Salam pengelana

-wikan dan sari

FROM  RUSSIA  WITH  LOVE

(penutup)

fx. wikan indrarto

Selesai mengikuti International Conference on Pediatric Allergy and Immunology (ICPAI) di Moscow, Rusia kami segera menikmati hari terakhir sebelum pulang dengan kasih (From Russia with Love) pada Jumat, 10 Mei 2024. Apa yang menarik?

From Russia with Love adalah film James Bond tahun 1963 dan peran kedua Sean Connery sebagai agen MI6 007 James Bond. Film ini berdasarkan novel dengan judul sama karya Ian Fleming tahun 1957. Dalam film tersebut, Bond dikirim untuk membantu pembelotan Tatiana. Daniela Bianchi berperan sebagai Tatiana Romanova, pegawai Konsulat Soviet di Turki.

Tidak sempat pamit pulang kepada Bapak Drs. Berlian Helmy, M.Ec Wakil Duta Besar atau DCM (Deputy Head of Mission) Indonesia di Moskow, karena hari itu adalah hari libur nasional Rusia.

Atas kebaikan hati Bapak Drs. Berlian Helmy, M.Ec Wakil Duta Besar atau DCM (Deputy Head of Mission) Indonesia di Moskow, Bapak Theo Sunarjaya (sekretaris, asli Malang Jawa Timur yang beristri Ny Tatiana asli Rusia) dan Bapak German Anusopati (staf lokal bidang transportasi yang menjadi sopir, pernah kuliah di Odessa Ukraina) diutus untuk menemani kami keliling Moskow dengan sedan elite Mercedez Benz E200 4 MATIC. Kami segera menikmati tujuan utama kami yang belum berhasil kami jangkau, karena hujan salju kemarin dulu dan sterilisasi lokasi terkait parade militer kemarin, yaitu Lapangan Merah. Lapangan yang telah menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 1990, dahulu digunakan untuk acara penobatan Raja dan Tsar Rusia, tetapi  sekarang merupakan pusat kegiatan masyarakat seperti upacara, pidato kenegaraan, pelantikan presiden, perayaan hari besar nasional, konser musik, dan parade militer negara.

St. Basil Cathedral yang kubahnya warnawarni dan Kremlin istana Presiden Rusia yang temboknya merah dan dijaga ketat tentara.

Di sekitar lapangan Red Square yang menjadi ikon kota Moscow ini terdapat St. Basil Cathedral, GUM Department Store, State Historical Museum, Lenin Mausoleum dan juga Kremlin. Kami segera memasuki area yang sangat luas dan hampir selalu ramai pengunjung dan turis. Di area Red Square banyak personil militer berseragam camouflage biru putih dan bertopi ushanka khas Rusia. Dua parade militer Rusia paling terkenal telah diselenggarakan di Lapangan Merah ini. Pertama adalah Parade Revolusi Oktober 1941, ketika kota itu dikepung oleh tentara Jerman dan kedua adalah Parade Kemenangan pada tahun 1945, ketika spanduk tentara Nazi Jerman yang telah kalah dikibarkan, lalu dijatuhkan ke depan Mausoleum Lenin. Pada tanggal 9 Mei 2010, untuk memperingati 65 tahun penyerahan Jerman pada tahun 1945, angkatan bersenjata Prancis, Inggris, dan Amerika Serikat ikut berbaris dalam parade Hari Kemenangan untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Katedral Santo Basil di Lapangan Merah Moscow yang menjadi ikon kota

Segera kami berpose wajib, yaitu foto berdua dengan latar belakang Katedral Santo Basil yang cerah, karena sebelumnya kami berfoto dalam hujan salju dan hanya sendirian. Kami tidak dapat melanjutnya petualangan kami untuk mengunjungi Mausoleum Lenin, karena arena tersebut masih ditutup untuk umum, terkait parade militer kemarin. Bangunan megah yang hanya dapat kami lihat tidak dapat kami kunjungi tersebut merupakan tempat jenazah Vladimir Lenin disimpan. Tubuhnya dipindahkan ke mausoleum ini tak lama setelah meninggal tahun 1924 dan telah diawetkan agar dapat dilihat oleh publik.

Bertopi ploretar era Lenin di Rusia dengan bendera lambang palu arit sesuai dengan teori ekonomi Marxisme–Leninisme.

Vladimir Ilyich Ulyanov (22 April 1870 – 21 Januari 1924), lebih dikenal sebagai Vladimir Lenin, adalah seorang tokoh revolusioner komunis, politikus, dan teoretikus politik berkebangsaan Rusia. Nama Lenin sebenarnya adalah nama samaran yang diambil dari nama Sungai Lena di Siberia. Ia menjabat sebagai kepala pemerintahan Republik Sosialis Federasi Soviet Rusia (RSFS Rusia) dari tahun 1917 hingga kematiannya dan juga sebagai kepala pemerintahan Uni Soviet dari tahun 1922 hingga akhir hayatnya di tahun 1924. Lenin berhaluan politik Marxis dan telah ikut menyumbangkan gagasan politiknya dalam pemikiran Marxis yang disebut sebagai Leninisme. Gagasannya itu bila digabung dengan teori ekonomi Marx dikenal dengan sebutan Marxisme–Leninisme. Majalah Time mengangkat Lenin menjadi salah satu dari 100 tokoh paling berpengaruh pada abad ke-20 dan juga sebagai salah satu dari 25 ikon politik terbesar sepanjang masa. Pada bulan Oktober 1923 Lenin berkunjung ke Moskow dan Kremlin untuk yang terakhir kalinya dan pulang ke dacha Gorki dan meninggal dunia pada tanggal 21 Januari 1924. Penyebab kematian resminya adalah penyakit pembuluh darah yang tak dapat disembuhkan. Jenazahnya lalu diangkut dengan menggunakan kereta api menuju Moskow dan dibawa ke Gedung Serikat Buruh. Selama tiga hari berikutnya, sekitar satu juta pelayat datang untuk melihat jasadnya, dan banyak yang mengantre selama berjam-jam di tengah cuaca yang sangat dingin. Upacara pemakaman Lenin diadakan pada hari berikutnya: jenazahnya dibawa ke Lapangan Merah, diiringi oleh musik, dan kerumunan mendengarkan sejumlah pidato sebelum jenazahnya dimasukkan ke dalam sebuah mausoleum yang dibangun khusus untuknya.

Panorama 360° Lapangan Merah Moskow. Dari kiri ke kanan: Katedral Santo Basil, Kremlin, Mausoleum Lenin, Museum Sejarah Negara, mall GUM

Diantar Pak German dan Pak Theo dengan sedan Mercedes E 400 untuk tamu KBRI menjelajah Moskow

Selanjutnya kami dalam laju sedan Mercedes E 400 menjelajah Moskow yang memiliki 63 stadion olahraga, di mana Stadion Luzhniki adalah stadion terbesar di Rusia dan terbesar ke-4 di Eropa, menjadi tuan rumah Piala UEFA 1998–99, final Liga Champions UEFA 2007–08, Olimpiade Musim Panas 1980, dan Piala Dunia FIFA 2018. Prancis menjuarai Piala Dunia 2018 di Rusia setelah pada babak final di Stadion Luzhniki Moskow, Minggu, 15 Juli 2018 malam menundukkan Kroasia 4-2. Bagi Prancis ini adalah gelar juara yang kedua di ajang turnamen akbar Piala Dunia. Mereka pertama kali merebut gelar ini pada 1998 di kandang sendiri.

Stadion Luzhniki adalah stadion olahraga terbesar di Rusia berkapasitas 84.745 kursi, dibangun pada tahun 1955 yang kembar dengan Gelora Bung Karno di Jakarta. Di stadion tersebut Prancis menjuarai Piala Dunia 2018 setelah pada babak final Minggu, 15 Juli 2018 malam menundukkan Kroasia 4-2

Stadion Luzhniki adalah stadion olahraga terbesar di Rusia berkapasitas 84.745 kursi, dibangun pada tahun 1955 dan selesai hanya dalam 90 hari, oleh arsitek Alexander Vlasov, Igor Rozhin, Nikolai Ullas, Alexander Khryakov dan insinyur Vsevolod Nasonov, Nikolai Reznikov, Vasily Polikarpov. Bahan bangunan berasal dari Leningrad dan Armenia, balok listrik dan kayu ek untuk bangku penonton dari Ukraina, furnitur dari Riga dan Kaunas, kaca didatangkan dari Minsk, peralatan listrik dari Podolsk di Oblast Moskow, dan kayu larch dari Irkutsk di Siberia. Karena tanahnya tergenang air, hampir seluruh area pondasi kompleks harus ditinggikan setengah meter, 10.000 tiang pancang ditancapkan ke dalam tanah dan kapal keruk mereklamasi sekitar 3 juta meter kubik tanah.

.

Selain untuk olahraga, stadion ini juga digunakan untuk aktifitas politik. Pada 18 Maret 2022, Presiden Rusia Vladimir Putin mengadakan rapat umum di stadion tersebut untuk memperingati ulang tahun kedelapan aneksasi Krimea oleh Federasi Rusia dan untuk menarik dukungan bagi invasi Rusia ke Ukraina. Aksi tersebut dihadiri oleh sekitar 200.000 orang pendukung. Selain teringat akan perang Ukrania Rusia yang diinisasi di stadiun itu, wajar saja kalau kita juga jadi ingat dengan stadion kembarannya, yaitu Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) di Senayan, Jakarta.

.

Tiba di depan Stadion Luzhniki, Moskow, kami jadi langsung teringat dengan satu stadion kebanggaan Indonesia, Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), yaitu atap bundar yang saling terhubung. Presiden RI pertama, Ir. Soekarno, memang terinspirasi oleh stadion Luzhniki dalam membangun SUGBK. Waktu itu, Indonesia memang memiliki hubungan erat dengan Uni Soviet. Soekarno-lah yang meminta secara langsung bantuan dana kepada Uni Soviet dalam pidatonya di acara peletakan batu pertama pada 1956. Kala itu, Uni Soviet langsung memberikan bantuan dana 12,5 juta dolar AS untuk membangun kompleks Gelora Bung Karno (GBK). Tujuannya untuk mendukung Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 1962. Selain bantuan dana, arsitek dan insinyur Uni Soviet pun dikerahkan untuk membantu pembangunan GBK mulai 8 Februari 1960 dan selesai 21 Juli 1962. Pembangunan kompleks GBK memang tak sekadar untuk menyambut Asian Games, tapi juga dianggap sebagai alat politik bagi Soekarno untuk menunjukkan kekuatannya sebagai pemimpin Indonesia pertama.

GBK Jakarta dibuat mirip dengan Stadion Luzhniki Moskow. Di kejauhan nampak panorama kota baru yang indah di sekitarnya (New Moscow City).

GBK pun dibuat mirip dengan Luzhniki yakni memiliki trek lari dan berkapasitas lebih dari 100 ribu penonton. Luzhiniki pada awal dibuka mampu menampung penonton sebanyak itu dengan rekor yakni 102.538 orang saat Uni Soviet menghadapi Italia tahun 1963. Setelah jatuhnya Uni Soviet, Luzhniki pun menjadi tempat konser artis papan atas seperti Michael Jackson, Madonna, Metallica, dan Red Hot Chili Peppers. Pada tanggal 20 Oktober 1982, bencana terjadi saat pertandingan Piala UEFA antara FC Spartak Moscow Rusia dan HFC Haarlem Belanda. Saat itu ada 66 orang penonton tewas dalam kerumunan massa, yang menjadikannya bencana olahraga terburuk di Rusia dan upaya menutup-nutupi paling terkenal pada saat itu.

Setelah puas berfoto dan menikmati kemegahan Stadion Luzhniki di Moskow, kami segera melanjutkan penjelajahan ke Universitas Negeri Moskow atau MV Lomonosov Moscow State University (MSU) yang memiliki 15 lembaga penelitian, 43 fakultas, lebih dari 300 departemen, dan enam cabang (termasuk lima cabang asing di negara-negara pecahan Uni Soviet. Dalam pemeringkatan dunia, MSU menduduki peringkat 101–150 menurut Academic Ranking of World Universities 2022, 75 oleh QS World University Rankings 2023, dan 355 oleh US News & World Report 2023.

Alumni universitas ini mencakup para pemimpin masa lalu Uni Soviet dan pemerintahan lain. Sampai tahun 2019 terdapat 13 pemenang hadiah Nobel, 6 pemenang Fields Medal, dan 1 pemenang Turing Award adalah dosen di universitas. Sejarah mencatat bahwa Ivan Shuvalov dan Mikhail Lomonosov adalah penggagas universitas ini dan Permaisuri Rusia Elizabeth mendekritkan pendiriannya pada tanggal 23 Januari 1755.

MV Lomonosov Moscow State University (MSU) adalah salah satu dari Seven Sisters (‘Stalin’s high-rises’), yaitu 7 buah gedung pencakar langit kembar di Moskow yang dirancang dengan gaya Stalinis, yang dibangun dari tahun 1947 hingga 1953.

Pada era pasca Perang Dunia II, Joseph Stalin memerintahkan pembangunan tujuh menara neoklasik berjenjang di sekitar kota. Dibangun dengan menggunakan tenaga kerja Gulag, Gedung utama MSU merupakan gedung tertinggi di Eropa hingga tahun 1990. Menara pusatnya setinggi 240 m, setinggi 36 lantai. Seven Sisters (‘Stalin’s high-rises’) adalah 7 buah gedung pencakar langit kembar di Moskow yang dirancang dengan gaya Stalinis, yang dibangun dari tahun 1947 hingga 1953. Ketujuhnya adalah: Hotel Ukraina, Apartemen Kotelnicheskaya, Kudrinskaya Square, Hotel Hilton Moscow, gedung Kementerian Luar Negeri, Universitas Negeri Moskow, dan Gedung Administrasi Gerbang Merah. Ada dua gedung pencakar langit lagi dengan gaya yang sama yang direncanakan namun tidak pernah dibangun: Gedung Administrasi Zaryadye dan Istana Soviet.

Jalan-jalan di Arbatskaya Street, pusat kesenian jalanan, kuliner dan souvenir di tengah kota Moskow

Selanjutnya kami mengunjungi Arbatskaya Street, yaitu nama jalan terkenal di Moskow dengan banyak restoran, kafe, klub malam hingga penjual suvenir dan seniman. Kami sempat melihat patung dan rumah Alexander Sergeyevich Pushkin (6 Juni 1799 – 10 Februari 1837) yaitu seorang penyair, penulis drama, dan novelis Rusia pada era Romantis. Ia dianggap oleh banyak orang sebagai penyair Rusia terhebat, serta pelopor sastra Rusia.

Bepose meniru seniman besar Rusia Alexander Pushkin dan istrinya Natalya Pushkina di seberang rumahnya di Arbatskaya Street, Moskow.

Kurang lengkap ke Moskow tanpa menyusuri jalan ini dengan jalan kaki saat siang maupun malam hari. Relatif aman bagi turis, dan jalanannya pun cukup lebar untuk dilalui wisatawan. Tapi nggak ada salahnya selalu waspada di mana pun. Kami makan siang dengan minum teh hijau dengan rempah khas Uzbekistan, menu makanan berupa plov = nasi biryani sapi khas Uzbekistan, sup bubur kacang lentil merah, khaacapuri (pizza full keju khas Georgia), lipyohka (roti bulat khas Uzbekistan), iga kambing bakar, salad kacang merah, salad terong bakar, paprika bakar, dan timun.

Makan siang menu Uzbekistan di sebuah rumah makan bergaya Turki di Arbatskaya Street, Moskow

Sebelum ke bandara, kami mampir ke Crocus City Hall yang memilukan. Pada tanggal 22 Maret 2024, sekitar pukul 20  terjadi penembakan massal dan beberapa ledakan granat di ruang teater Crocus City Hall di Krasnogorsk, Oblast, di tepi barat Moskwa. Lima pria bersenjata bertopeng melepaskan tembakan ke arah orang-orang yang berkumpul di tempat tersebut. Penyelidik mengatakan serangan itu telah menewaskan 144 orang, dan lebih dari 360 penonton konser terluka akibat luka tembak dan “keracunan” akibat kebakaran. Pada tanggal 28 Maret 2024, pihak berwenang Rusia juga mengklaim bahwa 95 orang lainnya hilang.

Tragedi Crocus City Hall yang memilukan karena menelan korban 144 orang meninggal, lebih dari 360 orang terluka dan 95 orang lainnya hilang. Kerusakan gedung belum juga diperbaiki.

Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut serangan itu sebagai “aksi teroris biadab” dan mengatakan bahwa orang-orang bersenjata telah ditangkap. Ia juga mendeklarasikan 24 Maret 2024 sebagai hari berkabung nasional, dan menghubungkan para penyerang dengan Ukraina.  Kementerian Luar Negeri Rusia menyebut insiden tersebut sebagai serangan teroris. Itu adalah serangan teroris paling mematikan di tanah Rusia sejak pengepungan sekolah Beslan pada tahun 2004. Negara Islam Irak dan Syam Khorasan yang berbasis di Asia Tengah, telah mengaku bertanggung jawab. Penyidik menahan 11 orang terkait penyerangan tersebut, termasuk empat tersangka, yang didakwa melakukan terorisme.

Pamit pulang dengan membawa kasih (From Russia with Love by James Bond) kepada ‘Mr. Vladimir Putin, Presiden Rusia’ di Arbatskaya Street, Moskow

Selanjutnya kami kembali ke Yogyakarta melalui Sheremetyevo International Airport Terminal C Moscow, yang merupakan bandara tersibuk di Rusia, melayani sekitar 50 juta penumpang pada 2019, dan menduduki peringkat sebagai bandara tersibuk kedelapan di Eropa. Pemeriksaan penumpang secara ketat yang berbeda dengan di bandara lain adalah sepatu dilepas, sehingga para penumpang cekeran tanpa alas kaki saat masuk ‘metal detector’ dan laptop wajib  dihidupkan di hadapan petugas.

Disampaikan banyak terimakasih kepada semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, yang telah memungkian terjadinya petualangan singkat di Doha, Qatar dan lanjut ke Moskow, Rusia ini dapat terlaksana dengan baik. Selain inspirasi dari International Conference on Pediatric Allergy and Immunology (ICPAI), dari Rusia kami bawa pulang kasih (From Russia with Love by James Bond) untuk kami bagikan kepada siapapun yang kami temui.

Sampai bertemu kembali dalam petualangan lain yang tidak kalah serunya.

Salam pengelana

wikan & sari

Jumat, 10 Mei 2024, pk. 23.45

Ditulis dan disebarkan di ruang tunggu C34 Hamad International Airport (HIA) Doha, Qatar, sambil menunggu penerbangan selanjutnya ke Jakarta

Categories
dokter Healthy Life Jalan-jalan

2024 Kongkow di Moscow hari kedua

KONGKOW  HARI  KEDUA DI  MOSCOW

fx. wikan indrarto

Kumpul-kumpul, nongkrong, nongki, atau kongkow di Moscow kami lakukan lagi di sela-sela acara International Conference on Pediatric Allergy and Immunology (ICPAI) pada Kamis, 9 Mei 2024. Apa yang menarik?

Lambang bintang dan medali kemenangan Rusia  dengan tulian MAR (huruf R terbalik dibaca Mei) ditempel di banyak tempat. Setiap tanggal 9 Mei dinyatakan sebagai “Hari Kemenangan” Uni Soviet. Pemimpin Soviet Josef Stalin menetapkan sebagai hari libur nasional, dan mengadakan parade kemenangan pertama di Lapangan Merah, yang menampilkan lambang Jerman yang direbut pada 1945.

Setiap tanggal 9 Mei di Rusia dinyatakan sebai hari libur nasional, yaitu sebagai Hari Kemenangan. Pada hari tersebut Rusia menggelar parade militer, konser meriah, dan pawai kendaraan militer atau alat tempur lainnya, untuk memperingati kemenangan dalam Perang Patriotik Hebat.  Peringatan atas kemenangan Uni Soviet dari Nazi Jerman, dalam Perang Patriotik Hebat terjadi pada 1941-1945 dengan menguasai kota Berlin. Pada perayaan tersebut dibuka dengan parade seremonial di Lapangan Merah, Moscow. Kantor berita resmi Rusia TASS, melaporkan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin memeriksa parade tersebut sebagai panglima tentara Rusia tertinggi untuk ke-21 kalinya. Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu mengatakan lebih dari 9.000 orang, 26 pesawat dan 75 unit peralatan militer ambil bagian dalam parade di Lapangan Merah.  Secara keseluruhan, parade militer juga berlangsung di 28 Kota di seluruh Rusia dan melibatkan lebih dari 50.000 tentara dan sekitar 1.000 item persenjataan, serta perangkat keras militer.

Mendekati seorang serdadu Rusia bersenjata yang menjaga tank dan kendaraan tempur lainnya untuk persiapan parade kemenangan Rusia di Moscow

Turut menyaksikan parade tadi pagi adalah Presiden Belarus Alexander Lukashenko, Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev, dan Presiden Tajikistan Emomali Rahmon. Selain itu, juga Presiden Turkmenistan Serdar Berdimuhamedow, Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel, Presiden Laos Thongloun Sisoulith, dan Presiden Guinea-Bissau Umaro Sissoco Embalo.

Bersama para penonton lainnya, kami tertahan di Jalan Gazetnyy Pereulok, sekitar 150 m dari batas steril Lapangan Merah Moscow

Sayang sekali, kemegahan parade tersebut tidak dapat kami lihat sendiri secara langsung, karena kami tertahan di Jalan Gazetnyy Pereulok, sekitar 150 m dari batas steril Lapangan Merah yang dijaga banyak personil militer Rusia. Semua penonton tetap kidmat antri untuk melihat parade kemenangan tersebut, meski suhu udara luar mengigit mencapai minus 2 derajat dan setelah kongkow di pusat Moscow sebentar, kami putuskan untuk mundur balik badan meninggalkan arena tersebut.

Menggigil kedinginan dalam minus 2 derajat dengan salju yang menyelumuti sebuah patung dan dedaunan, di pinggir Jalan Bol’shaya Nikitskaya Ulitsa, dekat Lapangan Merah Moscow

Selanjutnya kami mengikuti International Conference on Pediatric Allergy and Immunology (ICPAI) di Sechenov University Congress Center, tepatnya di 8 Trubetskaya str., bldg. 2 Moscow, Russia. Sesi hari kedua atau hari terakhir dimulai presentasi Selena Janković (Serbia) dengan tema Effect of allergen specific immunotherapy on PFS symptoms. Yang menurut kami lebih menarik adalah ‘tips and trick’ Julius Lemanske, Jr. (USA) berjudul : Back to School with Allergies and Asthma. Hal ini karena hri pertama sekolah merupakan saat yang menyenangkan bagi anak dan orang tua. Namun demikian, ini juga mungkin menjadi saat kecemasan jika anak menderita asma atau alergi. Untuk itu, dianjurkan agar orangtua menyiapkan segalanya ‘Sebelum Bel Pertama Berbunyi’, dengan melakukan persiapan sebelum tahun ajaran baru dimulai, agar orangtua dapat merasa percaya diri mengantar anak ke kelas.

.

Pastikan anak meminum obat asma atau alergi sesuai resep. Pertahankan rutinitas ini selama hari sekolah, agar dosisnya tidak terlewatkan. Melewatkan pengobatan dapat menyebabkan peningkatan gejala, yang seringkali berarti lebih sedikit waktu untuk belajar. Tergantung pada derajat alergi anak, orangtua mungkin baik untuk melakukan hal berikut, yaitu kelilingi sekolah untuk mengidentifikasi potensi pemicu asma atau alergi, berbicara dengan guru, termasuk pelatih olahraga, tentang kondisi anak dan rencana perawatannya. Di dalam ruang kelas anak, sangat mungkin ada banyak potensi pemicu alergi dan asma. Sangat penting bahwa alergi anak didiagnosis secara akurat untuk menentukan alergen apa yang harus dihindari. Jika anak belum menjalani tes, buatlah janji dengan dokter ahli alergi/imunologi. Pemicu asma dan alergi yang umum di dalam kelas meliputi tungau debu, limbah cetakan, debu kapur dan bulu binatang. Sesi istirahat di sekolah, baik pertama ataupun kedua, sangat mungkin merupakan waktu paling favorit bagi banyak anak. Namun bagi anak yang memiliki alergi atau asma, waktu istirahat dapat menjadi ladang ranjau yang berpotensi menjadi pemicunya.

.

Presentasi Sophie Karra (France) berjudul Adult outcomes of childhood wheezing phenotypes are associated with early life factors, sangat inspiratif. Selanjutnya Francesco Foppiano Florez Estrada (Germany) menjelaskan tentang Differential gene expression analysis in ten year old asthmatic children from the PASTURE cohort dan Hui-Ju Tsai (Taiwan) menerangkan tentang Comparative Risk of Neuropsychiatric Adverse Events Associated With Leukotriene-Receptor Antagonists Versus Inhaled Corticosteroids Among Asthma Patients.

.

Sesi terakhir adalah Helena Martin-Gonzalez (Spain) : Epigenome-wide association study of asthma exacerbations in European populations dan Sophie Carra (France) lagi denganjudul berbeda, yaitu Natural history of methacholine bronchial hyperresponsiveness across the life-course and its associated risk factors. Kami mengikuti sambutan penutup acara oleh Victor Fomin (Chief external specialist at Moscow Healthcare Department, First Moscow State Medical University).

Gapura kemenangan “Triumphal Arch of Moscow” yang hanya selama bulan Mei ini dilengkapi dengan tulisan Moskow Kota Kemenangan di Victory Square Jalan Kutuzovsky Prospekt, bercerita tentang keberhasilan Rusia mengalahkan Perancis.

Selanjutnya kami turut bergembira dalam kemenangan Rusia, bukan hanya saat mengalahkan Nazi Jerman pada Perang Dunia II yang dirayakan di Lapangan Merah, tetapi juga kemenangan atas laskar Perancis, dengan menikmati kemegahan Lapangan Kemenangan atau Victory Square. Kita perlu mengingat bahwa Moscow memiliki bangunan gapura yang serupa dengan Arc de Triomphe yang ada di Paris bernama “Triumphal Arch of Moscow.” Monumen gapura ini menjadi salah satu destinasi wajib karena keunikan kisahnya. Jika yang di Paris bercerita tentang Napoleon menang dalam pertempuran Austerlitz, maka yang di Moscow bercerita tentang keberhasilan Rusia mengalahkan Napoleon. Pertempuran Austerlitz atau yang dikenal dengan nama Pertempuran Tiga Kaisar, adalah salah satu dari sekian kemenangan besar yang diraih oleh Napoleon. Pada tanggal 2 Desember 1805, pasukan Prancis yang dipimpin oleh Napoleon secara meyakinkan mengalahkan tentara gabungan Rusia-Austria yang dikomandani oleh Tsar Alexander I setelah mereka bertempur sengit selama 9 jam di berbagai sektor. Pertempuran ini terjadi di daerah Austerlitz sekitar 20 kilometer timur kota Brno di Moravia Republik Ceko. Pertempuran ini sering disebut sebagai perang strategi yang cemerlang.

.

Awalnya, monumen tersebut didirikan tahun 1814 dari kayu oleh veteran perang Napoleon. Lalu dibuat kembali dari marmer di tahun 1827 oleh desainer Joseph Bove. Tahun 1936 gapura ini diruntuhkan karena rekonstruksi kota Moscow oleh Joseph Stalin. Di tahun 1960an gapura ini kembali dibangun dan ditempatkan di Kutuzovsky Avenue yang kini dikenal sebagai Victory Square. Jalan Kutuzovsky Prospekt adalah sebuah jalan radial utama yang sangat lebar, lurus dan ramai di Moskwa, Rusia, dinamai menurut nama Mikhail Illarionovich Kutuzov, pemimpin pasukan lapangan Rusia selama invasi Prancis ke Rusia tahun 1812.

Patriotisme pasukan Rusia dahulu dan sekaranng yang mengagumkan

Invasi Prancis ke Rusia juga dikenal sebagai Perang Patriotik 1812, dimulai 24 Juni 1812 ketika pasukan Prancis yang dipimpin Napoleon Bonaparte menyeberangi sungai Neman di Eropa Timur, dengan tujuan untuk mengalahkan pasukan Rusia. Nama Neman, Nemunas, Nyoman, Niemen atau Memel adalah sungai besar di Eropa Timur yang mengalir dari wilayah Belarus, melalui Lituania hingga akhirnya bermuara di Laguna Curonia. Sungai ini bermula di pertemuan dua sungai kecil sekitar 15 km di sebelah barat daya kota Uzda dan sekitar 55 km di sebelah barat daya kota Minsk, Ibu Kota Belarusia. Napoleon mendesak Tsar Alexander supaya menghentikan perdagangan antara Rusia dengan Inggris, dengan tujuan memaksa Inggris berdamai dengan Prancis. Napoleon menamakan perang tersebut Perang Polandia Kedua, untuk menarik simpati dan dukungan dari rakyat Polandia, juga sebagai pembenaran politik atas perang tersebut.

.

Kita perlu mengenal nama Borodino, sebuah desa di Distrik Mozhaysky di Oblast Moskow, Rusia, yang terletak 13 kilometer sebelah barat Mozhaysk. Desa ini terkenal sebagai lokasi Pertempuran Borodino yang terjadi pada 7 September 1812, sebagai pertempuran paling berdarah selama satu hari sepanjang sejarah dalam perang Napoleon, dengan korban 72.000 jiwa dan berakhir dengan kemenangan Prancis, meski sangat sulit untuk dicapai. Pasukan Rusia kemudian mundur keesokan harinya, dengan meninggalkan pasukan Prancis tanpa kemenangan dahsyat yang Napoleon harapkan. Seminggu kemudian, Napoleon dan pasukannya tiba di Moskow, yang telah dibakar dan ditinggalkan oleh penghuninya.

.

Jatuhnya Moskow tidak mampu mendesak Tsar Alexander untuk bernegosiasi dengan Napoleon, dan bersama pasukannya selama sebulan lamanya, Napoleon menunggu tawaran untuk berdamai yang tak kunjung datang. Pada 19 Oktober 1812 Napoleon dan pasukannya meninggalkan Moskow dan menuju arah barat daya ke Kaluga, dan dihadang oleh panglima tertinggi pasukan Rusia, Mikhail Kutuzov. Berminggu-minggu lamanya pasukan Prancis menderita gara-gara musim dingin Rusia yang menyengat. Kurangnya makanan untuk pasukan infantri dan rumput untuk kuda pasukan kavaleri, hipotermia yang diakibatkan suhu dingin yang ekstrim, dengan kombinasi serangan gerilya yang dilakukan terus menerus oleh rakyat Rusia dan pasukan Kazaki, mengakibatkan korban jiwa yang semakin banyak, dan runtuhnya kedisiplinan pasukan Prancis. Pertempuran selanjutnya di Vyazma dan Krasnoi menghasilkan kekalahan yang lebih banyak lagi bagi Prancis.

Kongkow di Moskow lagi, kali ini di bawah gapura kemenangan “Triumphal Arch of Moscow” di Victory Square Moskow, yang melambangkan tentang keberhasilan Mikhail Illarionovich Kutuzov, jenderal Rusia saat mengalahkan Napoleon, Kaisar Perancis pada 14 Desember 1812

Ketika sisa-sisa pasukan utama Prancis yang dipimpin Napoleon Bonaparte menyeberangi sungai Berezina di Belarus dan merupakan anak sungai dari Sungai Dnieper pada akhir November 1812, hanya tersisa 27.000 prajurit, karena 380.000 tentara Prancis tewas dan 100.000 tertangkap selama perang di Rusia. Setelah menyebrangi Berezina, Napoleon meninggalkan pasukannya, kembali ke Paris untuk melindungi posisinya sebagai kaisar Prancis, dan merekrut lebih banyak pasukan cadangan, untuk menghadapi pasukan Rusia yang mulai menuju ke arah Prancis. Perang ini berakhir setelah 6 bulan pada tanggal 14 Desember 1812, tanggal dimana pasukan Prancis akhirnya meninggalkan Rusia.

.

Perang ini menjadi titik balik bagi karier militer Napoleon Bonaparte. Perang ini adalah perang terbesar dan paling berdarah pada jamannya, melibatkan lebih dari 1,5 juta pasukan, dengan lebih dari 500.000 korban jiwa di pihak Prancis dan 400.000 korban jiwa di pihak Rusia. Reputasi Napoleon hancur seketika, dan hegemoni Prancis di Eropa melemah secara drastis. Itulah mengapa Moscow membuat bangunan gapura yang serupa dengan Arc de Triomphe yang ada di Paris, yang disebut “Triumphal Arch of Moscow” untuk mengenang keberhasilan Mikhail Illarionovich Kutuzov, jenderal Rusia saat mengalahkan Napoleon Bonaparte, Kaisar Perancis.

Beruntung kami dapat mencapai Jalan Tveskaya yang lebar, sepi dan steril dari kendaraan maupun pejalan kaki, karena merupakan ring 1 parade kemenangan Rusia di Lapangan Merah.

Menjelang sore kami mencoba kembali mendekati Lapangan Merah. Bersyukur kami dapat melewati penjagaan serdadu Rusia yang baik hati dan membukakan pagar pembatas di Jalan Nikitskiy Pereulok. Meski masih digigit suhu 0 derajat, kami terus berjalan kaki sampai pada pertemuan Jalan Tveskaya dengan Jalan Mokhovaya. Di situlah kami tertahan lagi oleh batas steril yang dijaga serdadu Rusia. Beruntunglah kami dapat kongkow di Moskow sebentar dan melihat di kejauhan, sebuah bangunan indah yang digunakan sebagai Museum Sejarah Negara (State Historical Museum).

Pada pertemuan Jalan Tveskaya dengan Jalan Mokhovaya nampak di kejauhan adalah Museum Sejarah Negara (State Historical Museum), yang berwarna merah tua dan gaya Neo-Rusia dari tahun 1881, dengan banyak umbul-umbul tanda perayaan Hari Kemenangan.

Museum yang berlokasi di Red Square Street 1 ini didirikan tahun 1.872, memiliki lebih dari satu juta artefak, dan menjadi salah satu sarana untuk mempromosikan sejarah dan warisan Rusia. Bangunan ini sangat khas dengan warna merahnya, bergaya Neo-Rusia dari tahun 1881 yang memajang peninggalan prasejarah sampai karya seni dinasti Romanov. Di belakang gedung Museum Sejarah tersebut, Lapangan Merah berada dan parade kemenangan Rusia berlangsung. Di depan museum tersebut ada patung prajurit berkuda yang didirikan sejak 1995, untuk menggambarkan pemimpin militer Uni Soviet yang berperan penting bagi kemenangan atas Jerman pada PD II.

Usaha kami terakhir untuk melihat parade kemenangan Rusia tertahan pada persimpangan Jalan Bol’shaya Nikitskaya Ulitsa dengan Jalan Mokhovaya, yang sudah tinggal 7 menit berjalan kaki ke arah Kremlin dan Lapangan Merah, akhirnya kami menyerah dan kembali ke penginapan.

Malam itu kami mengikuti Perayaan Ekaristi Hari Kenaikan Tuhan Yesus Kristus dari Gereja Kristus Raja Baciro Yogyakarta, melalui channel https://www.youtube.com/crembomedia/live. Selanjutnya kami kembali terlelap kelelahan setelah kongkow di Moskow hari kedua.

(bersambung)

Dilaporkan dan disebarkan dari Mini-hotel Nikitskaya yang berlokasi di Bolshaya Nikitskaya ulitsa, d. 22/2, Moscow, Russia.

Kamis malam, 9 Mei 2024

Salam pengelana

-wikan dan sari

Categories
anak dokter Healthy Life Jalan-jalan sekolah

2024 Qatar yang Kekar

QATAR  YANG  KEKAR

fx. wikan indrarto

(sambungan)

Setelah bugar dari terkapar, kami segera bersiap untuk menikmati Qatar yang kekar pada Selasa, 7 Mei 2024, sebelum melanjutkan perjalanan ke Moskow, Rusia untuk mengikuti International Conference on Pediatric Allergy and Immunology (ICPAI). Apa yang menarik?

Qatar adalah negara yang kekar secara ekonomi dengan pendapatan tinggi, ditopang oleh cadangan gas alam dan minyak yang terbesar ketiga sedunia. Negara ini masuk dalam daftar negara berpendapatan per kapita tinggi, dengan PDB per kapita Qatar menempati posisi nomor 4 tertinggi di dunia, menurut Dana Moneter Internasional (IMF). Qatar digolongkan sebagai negara yang memiliki indeks pembangunan manusia sangat tinggi dan paling baik di antara negara Arab lainnya. Qatar memiliki pengaruh cukup kuat di Jazirah Arab, mendukung beberapa kelompok pemberontak selama Musim Semi Arab, baik secara finansial maupun melalui media global Al Jazeera, bahkan Qatar memegang pengaruh yang cukup penting pada politik internasional.

Patung Oryx yang kekar menyambut penumpang di Bandara Internasional Hamad, di Doha Qatar

Qatar yang kekar dan kuat terinspirasi dari kijang oryx Arab, yang mudah dikenali dari bulunya yang putih cerah, meski sebenarnya bulunya jarang, yang memantulkan sinar matahari, kukunya yang lebar, memungkinkannya berjalan dengan relatif mudah di pasir, dan dengan tanduknya yang panjang dengan sedikit melengkung. Kijang oryx dikenal sebagai hewan dengan stamina luar biasa, yang mampu menempuh jarak jauh dengan berjalan kaki di gurun, dan terkadang mampu menempuh jarak lebih dari 70 km pada malam hari. Saat ini disebut hewan nasional Qatar, bahkan Oryx muncul pada lambang Qatar Airways, yang mendorongnya semakin kuat dan kekar dalam persaingan bisnis penerbangan.

.

Setelah dominasi Inggris dan Kesultanan Utsmaniyah di Qatar, akhirnya Qatar menjadi negara yang merdeka pada 3 September 1971. Dahulu, Inggris menguasai Qatar sebagai tempat transit kapal dagang sebelum menuju India. Qatar kemudian memperoleh status sebagai dependen dari Inggris, kemudian status protektorat Inggris yang dihentikan pada tahun 1916. Setelah Perang Dunia Kedua, Qatar berusaha memperoleh kemerdekaannya, terutama setelah India mencapai kemerdekaannya pada tahun 1950-an. Qatar semakin gencar menuntut setelah Inggris memberikan kemerdekaan kepada Kuwait pada tahun 1961.

Dataran Qatar yang gersang, datar dan berpasir, dengan rumah warga yang kotak berwarna coklat krem, merupakan pemandangan yang umum terlihat di Qatar, seperti nampak dari atas atap rumah Antonius ‘Tony’ Ferenius Mansanulu.

Dataran Qatar hanya seluas 160 km2, terdiri dari gurun pasir datar dan tempat tertinggi di Qatar adalah di Jabal Dukhan. Area ini mengandung jumlah gas alam yang sangat besar. Qatar adalah negara monarki konstitusional maupun monarki absolut yang dipimpin oleh keluarga Al Thani. Dinasti Al Thani telah memimpin Qatar sejak 1825. Emir kedelapan Qatar adalah Tamim bin Hamad Al Thani, ayahnya adalah Hamad bin Khalifa Al Thani yang menyerahkan kekuasaan padanya 25 Juni 2013.

Catatan demografi pertama Qatar dilakukan tahun 1892 dengan total populasi tahun 1892 adalah 9.830. Saat ini jumlah penduduk di Qatar berfluktuasi tergantung musim, karena negara ini sangat bergantung dari migran asing. Pada tahun 2017, total populasi Qatar mencapai 2,6 juta, di mana warga negara Qatar hanya 313.000 orang (12%) dan 2,3 juta lainnya adalah ekspatriat. Warga asing non-Arab menyumbang mayoritas populasi Qatar; Orang India merupakan yang terbesar, mencapai 650.000 orang (2017), diikuti 350.000 orang Nepal, 280.000 orang Bangladesh, 260.000 orang Filipina, 200.000 orang Mesir, 145.000 orang Sri Lanka dan 125.000 orang Pakistan.

Gerardo Mayella ’Gera’ Manesanulu yang berambut gonderong duduk kelas 9, berangkat ke sekolah bersama ayahnya dari rumanya di Zone 75, Street 891, Building 18, Villa number 5 Al Thakira sekitar 10 km dari Al Khore, Qatar kami lepas dengan mbak Christina ’Titin’ Triatmaniati, yang hari itu libur.

Pagi itu kami berdua pesiar sendirian, setelah mas Tonny sudah berangkat masuk kerja, dilepas mbak Titin. Dengan naik taksi Toyota Fortuner 2022 setir kiri, kami meninggalkan rumah mas Tony di Zone 75, Street 891, Building 18, Villa number 5 Al Thakira Al Khore, untuk memulai jalan-jalan. Tujuan pertama kami adalah Stadion Al Bayt yaitu stadion sepakbola yang digunakan untuk Piala Dunia FIFA 2022 di Al Khor, Qatar.

Al Bayt Stadium yang mengambil insiprasi dari tenda tradisional bangsa Qatar yang masih nomaden, yang digunakan untuk menggelar laga pembuka Piala Dunia 2022 antara Qatar vs Ekuador.

Kontrak konstruksi stadion diberikan kepada Salini dan Cimolai pada 2015. Bentuk stadion ini mengambil insiprasi dari tenda tradisional bangsa Qatar yang masih nomaden, menyediakan tempat duduk tertutup untuk semua penonton. Selain itu, juga terhubung dengan sejumlah sistem transportasi, yang terdiri dari 150 bus/angkutan umum (Pulang/Pergi) dan 1.000 taksi dengan tempat parkir yang mampu menampung 6.000 mobil dan 350 bis. Stadion ini mampu menampung sekitar 60.000 penggemar Piala Dunia, termasuk 1.000 kursi untuk pers. Juga ada  suite hotel mewah dan kamar-kamar dengan pemandangan balkon dari lapangan sepak bola. Proses pengerjaaan Al Bayt Stadium memakan waktu kurang lebih lima tahun, mulai akhir 2015 dan baru dibuka secara resmi pada awal tahun 2020. Pembukaannya bertepatan dengan Hari Olahraga Nasional yang diperingati di Qatar. Meski begitu, stadion ini baru menggelar pertandingan resmi pertamanya di bulan November pada ajang Arab Cup 2021. Al Bayt Stadium kala itu menjadi tempat berlangsungnya laga pembuka antara Qatar vs Bahrain dan partai puncak antara Tunisia vs Aljazair. Stadion ini digunakan untuk menggelar laga pembuka Piala Dunia 2022 antara Qatar vs Ekuador.

.

Selanjutnya kami mengunjungi Katara Cultural Village, yang lokasinya di antara Westbay dan The Pearl. Katara adalah sebutan bagi negara Qatar di abad ke 18, yang digunakan lagi untuk menjunjung tinggi nilai warisan para leluhur dan untuk menghormati posisi terhormat Qatar sejak awal sejarah negara ini berdiri. Karena Katara dibangun sebagai pusat kebudayaan yang multidimensi, tempat ini dijadikan pusat dimana pengunjung dapat merasakan berbagai kebudayaan dunia. Di Katara tersebut terdapat beberapa kantor komunitas Qatari antara lain: Qatar Fine Art Society, Visual Art Centre, Qatar Photographic Society, Childhood Cultural Centre, Qatari Society for Engineers, Theatre Society, Brooq Magazine, Doha Film Institute dan Qatar Music Academy.

Pigeon Tower berbentuk silinder sebagai ikon Qatar, yang dibangun dari batu bata, lumpur dan plester perpaduan dari kapur dan gypsum.

Bentuk bangunan di dalam area Katara semuanya tidak biasa, bentuknya berbeda satu dengan yang lain. Kawasan ini mempertemukan semua bentuk kesenian baik dari seni pertunjukan, literatur, seni visual, musik sampai berbagai konvensi seni. Hampir setiap hari disajikan berbagai pertunjukan kesenian di sini. Tapi yang paling meriah tentunya menjelang akhir tahun dimana bertepatan dengan Hari Nasional Qatar dan libur sekolah pada musim dingin. Di dalam kawasan ini terdapat 2 masjid, yaitu Masjid Besar untuk sholat Jumat dan Masjid Emas, untuk sholat 5 waktu. Di sebelah masjid terdapat Pigeon Tower. Bangunan yang berbentuk silinder ini menjadi ikon ciri khas Qatar, berukuran diameter 10-22 meter dengan tinggi 18 meter atau bahkan lebih. Dibangun dari batu bata, lumpur dan plester perpaduan dari kapur dan gipsum. Benteng silinder ini menjadi tempat berkumpulnya burung merpati yang banyak sekali ditemui di Qatar. Lubang-lubang sengaja dibuat sesuai ukuran tubuh merpati, sehingga burung besar yang menjadi predatornya seperti burung elang, gagak dan burung hantu tidak akan dapat masuk ke dalam.

Gedung berbentuk kado yang disebut Children’s Mall di Katara Cultural Village yang disambungkan ke Katara Plaza, Doha Qatar

Selanjutnya kami menuju ke gedung berbentuk kado yang disebut Children’s Mall, salah satu projek yang terbaru dalam tahap pembangunan di Katara Cultural Village. Children’s Mall ini disambungkan ke gedung yang ada di belakangnya, yaitu Katara Plaza, pusat perbelanjaan di dalam kompek Katara. Children’s Mall ini ditujukan untuk memenuhi semua kebutuhan anak-anak dari mulai pakaian, mainan, peralatan sekolah, cemilan anak, salon anak, parfum khusus anak, kerajinan tangan, aksesoris anak, aneka hiburan sampai pendidikan.

Bergaya seolah berbelanja di Souq Waqif, yaitu pasar tradisionil di Pusat Kota Doha, Qatar yang menjual pakaian tradisional, rempah-rempah, kerajinan tangan, dan suvenir.

Selanjutnya kami menikmati Souq Waqif, Doha. Ini adalah pasar besar di Kota Doha dengan para penjual pakaian tradisional, rempah-rempah, kerajinan tangan, dan suvenir. Di sini juga ada restoran dan lounge shisha. Souq Waqif berlokasi tepat di pusat kota Doha dan yang menarik dari lokasi ini adalah terdapat banyak pilihan barang dengan harga yang cukup terjangkau. Ini adalah tempat yang cocok untuk membeli oleh-oleh dengan harga ekonomis. Di kanan kirinya di kelilingi dengan beragam gedung bertingkat, perkantoran, apartemen dan hotel mewah. Pusat perbelanjaan tradisional ini memberikan profit yang cukup bagi pemerintah Qatar sehingga tidak heran jika di tengah modernitas bangunan di kanan dan kirinya, pasar ini tetap dipertahankan oleh pemerintah setempat.

Museum Nasional di Doha, Qatar yang bentuknya terinspirasi mawar gurun, dan sebelumnya merupakan istana Syeikh Abdullah Al-Thani.

Selanjutnya kami menikmati Museum Nasional Qatar, Doha, yang menyimpan artefak dan patung, serta semacam tenda yang dikreasikan seperti yang pernah digunakan orang-orang nomaden di Qatar. Rancangan Museum Nasional Qatar terinspirasi mawar gurun, sebuah formasi mineral yang ditemukan di negara Timur Tengah itu. Museum ini adalah istana Syeikh Abdullah Al-Thani yang hadir dengan desain arsitektur yang luar biasa indah. Sekilas dari bangunannya memang tidak tampak seperti museum pada umumnya. Di museum ini, diadakan beberapa kali pameran setiap tahunnya. Sejak mulai memasuki kawasan museum, pengunjung telah dibuat terpana dengan bentuk gedung yang tak biasa. Bangunan itu didesain oleh arsitek pemenang Penghargaan Pritzker, Jean Nouvel. Museum Nasional Qatar pun menjadi salah satu bangunan ikonik di ibu kota Doha. Menurut situs resminya, bangunan Museum Nasional Qatar mengambil inspirasi dari mawar gurun, sebuah formasi kristal alami yang bisa ditemukan di wilayah gurun pasir Qatar. Dari kejauhan, bangunan museum tampak seperti  cakram atau kelopak yang bertumpuk. Seluruh area museum memiliki luas 147.425 meter persegi. Di tengah museum adalah istana Sheikh Abdullah bin Jassim Al-Thani yang menjadi pusat pemerintahan di Qatar selama 25 tahun. Istana itu dipugar dengan hati-hati untuk tetap menampilkan keasliannya.

.

Beberapa destinasi yang kami rencanakan, tetapi tidak tercapai karena keterbatasan waktu adalah Stadion Jassim Bin Hamad yang pada Piala Asia U-23 2024 di situ kesebelasan nasional Indonesia kalah dari Qatar 2-0, pada pertandingan yang dipimpin oleh Nasrullo Kabirovwasit dari Tajikistan yang mengganjar Ivar Jenner dan Ramadan Sananta dengan kartu merah di, Doha, Senin, 15 April 2024. Kami juga tidak sempat menikmati Khor Al Adaid di Al Khor. Pantai di bagian tenggara Qatar ini terkenal karena keunikannya karena berbatasan langsung dengan gurun pasir. Saat pagi, air laut mengalir ke gurun dan menciptakan kubangan besar, sedangkan pada malam hari air laut kembali surut. Selain itu juga kami tidak sempat mencicipi sensasi Desert Safari, yaitu tour untuk merasakan dan melihat gurun pasir yang menakjubkan. Aktivitas Desert Safari biasanya dilakukan pada pagi hari saat matahari menjelang terbit atau tengah malam. Selain dengan mobil, kita sebenarnya dapat juga menjelajahi gurun dengan menunggangi unta. Tujuan yang tidak tercapai terakhir adalah Benteng Al Zubara. Ini situs bersejarah yang bernilai tinggi bagi rakyat Qatar dan telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO. Banyak artefak dan peninggalan sejarah yang bisa dipelajari wisatawan di benteng ini. Dahulu, benteng ini menjadi basis militer yang merupakan bangunan penting bagi penduduk asli Qatar. Berdiri sejak tahun 1938 silam dan hingga kini tetap menarik karena menyimpan nilai arkeologi dan juga nilai arsitektur yang tinggi. Di sekitar kawasan benteng, terdapat pusat perbelanjaan yang cocok untuk membeli oleh-oleh khas Qatar.

Boneka beruang kuning raksasa yang dibuat oleh seniman Swiss Urs Fischer di Bandara Hamad Doha, Qatar dan mencerminkan Qatar yang kekar.

Kami segera menuju ke Bandara Internasional Doha Qatar, yang disebut Hamad International Airport (HIA) yang dinobatkan sebagai salah satu bandara terbaik  menurut SkyTrax. HIA dinobatkan sebagai salah satu bandara terbaik yang melayani antara 30-40 juta penumpang per tahun, juga sebagai bandara terbaik dan staf bandara terbaik di Timur Tengah. Bandaranya bersih, rapi, dan mewah. Salah satu icon di HIA ini adalah adanya boneka beruang kuning raksasa yang terletak di tengah bandara dan sangat menonjol. Boneka beruang kuning raksasa ini dibuat oleh seniman Swiss yaitu Urs Fischer, berdiri setinggi 23 kaki di tengah foyer besar yang mengarah ke aula bandara. Boneka beruang kuning raksasa ini terbuat dari perunggu cor dan  memiliki berat antara 18 dan 20 ton

Suasana di dalam skytrain yang melaju dari sektor selatan ke utara Bandara Internasinal Hamad di Doha, Qatar.

Setelah selesai urusan imigrasi di Bandara Internasional Doha Qatar, kami segera menuju ke pintu gerbang C19 untuk melanjutkan perjalanan menggunakan Qatar Airways QR 337 sebuah Boeing 787-8 (Dreamliner), untuk mengikuti International Conference on Pediatric Allergy and Immunology (ICPAI), dengan terbang tinggi menuju Sheremetyevo International Airport Terminal C Moscow, Russia. Kami sempat menikmati skytrain dari sektor selatan ke utara Bandara Internasinal Hamad di Doha, Qatar.

.

(bersambung dengan petualangan di Moscow)

Selasa, 7 Mei 2024, pk. 17.38 waktu Timur Tengah

.

Ditulis dan disebarkan di dekat Gate C19 Bandara Internasional Hamad, yang struktur atapnya nampak kekar di Doha, Qatar

Salam pengelana
-wikan dan Sari

wa.me/
wa.me
Halo, ada yang dapat dibantu?