Categories
Healthy Life Istanbul Jalan-jalan

2023 Terkabul ke Istanbul (1)

TERKABUL KE ISTANBUL

fx. wikan indrarto & b. sari prasetyati

Pada Minggu, 4 Juni 2023 kami mengudara bersama Fly Emirates dari transit setengah hari di Dubai UEA ke Istanbul, Turki menggunakan pesawat berbadan lebar Boeing 777-300ER EK 121, yang kami tempuh pada pk. 14.20-17.55. Kami berangkat untuk mengikuti International Conference on Medical & Health Science 2023, pada Selasa dan Rabu, 6 dan 7 Juni 2023 di Uranus Istanbul Topkapi, Zeytinburnu, Turkey, kami mengunjungi Istanbul.

Bandara Internasional Istanbul Atatürk (IST) terletak sekitar 24 km di sebelah barat pusat kota. Ini adalah bandara tersibuk keempat di Eropa dengan tiga landasan pacu serta dua terminal penumpang. Bandara Istanbul Turki ini dipilih sebagai bandara terbaik sedunia tahun 2022 oleh pembaca Conde Nast Traveler, sebuah majalah perjalanan dan gaya hidup mewah yang berbasis di New York dan London. Dalam survei tahunan Readers’ Choice Awards dari majalah tersebut, Bandara Istanbul mengambil mahkota posisi pertama dari Bandara Changi Singapura, yang menempati posisi kedua.

Sejak akhir 2021, Turki telah memberlakukan bebas visa bagi wisatawan Indonesia, sehingga kami dapat langsung mengurus bagasi dan mencari taksi bandara dengan cepat. Istanbul layak menjadi gerbang Benua Eropa, karena Turki merupakan 1 negara di 2 benua. Sebagian besar wilayah Turki masuk ke daratan Benua Asia, dan hanya 2 kota saja yang masuk ke dalam wilayah Benua Eropa, salah-satunya Istanbul. Segera terasa nuansa, aroma dan gaya Eropa di Istanbul sejak dari bandara. Tersedia taksi badara Fiat Egea, Fiat Fiorino, Volkswagen Jetta, Toyota Corolla, Renault Megane atau Dacia. Sangat sedikit mobil Jepang dan Korea, tidak seperti yang kami temui di Dubai. Kami berkesempatan menjajal taksi bandara Fiat Egea menuju Sultanahmet Inn Hotel, Kucukayasofya mahallesi, Akburcak sokak, no 23, Istanbul, Turkey dan langsung tertidur pulas di kamar 205.

Kami menginap di Sultanahmet Inn Hotel, Kucukayasofya mahallesi, Akburcak sokak, no 23, Istanbul, Turkey
Suasana sekitar hotel kami penuh dengan rumah makan

Senin, 5 Juni 2023 kami terjaga di pagi buta yang dingin bersuhu 19 derajad untuk bergegas memulai petualangan kami. Dengan berjalan kaki sedikit mendaki, melewati jalanan yang tersusun dari batu sanggat rapi, mengingatkan kami akan kota abadi Roma, ibukota Italia yang jalanan kotanya kami susuri pada Rabu, 9 September 2014 yang lalu, disusun dari batu, bukan aspal. Dari hotel kami berjalan kaki sejauh 400 m menuju Sultanahmet Camii atau Masjid Sultan Ahmed atau yang lebih dikenal dengan sebutan Masjid Biru. Ini adalah sebuah masjid bersejarah peninggalan Kesultanan Utsmaniyah yang berada di distrik Fatih, Istanbul, Turki. Masjid yang menarik banyak pengunjung wisata ini, dibangun pada tahun 1609 dan selesai pada tahun 1616 atau pada masa pemerintahan Sultan Ahmed I. Masjid ini dilapisi oleh ubin berwarna biru yang dilukis menggunakan tangan dan pada malam hari masjid ini memancarkan warna biru saat lampu yang membingkai lima kubah utama masjid, enam minaret, dan delapan kubah pendukung dinyalakan. Masjid ini terletak di seberang Masjid Hagia Sophia dan keduanya masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1985 dengan nama “Area Bersejarah Istanbul”.

Masjid Sultan Ahmed atau yang lebih dikenal dengan sebutan Masjid Biru.
Hagia Sophia yang memiliki arsitektur luar biasa khas Byzantium, dipisahkan taman dengan air mancur indah dengan Masjid Sultan Ahmed

Selanjutnya kami meninggalkan Masjid Sultan Ahmed dan menyeberang melewati taman dengan air mancur indah menuju ke Hagia Sophia yang memiliki arsitektur luar biasa khas Byzantium, serta memiliki perjalanan sejarah yang panjang dari tahun 537 M, yang memiliki lebar 73 m, panjang 82 m, dan tinggi 55 m. Hagia Sophia pada awalnya adalah sebuah bangunan gereja pada abad ke-6 (532–537) yang dibangun oleh Kaisar Bizantium Yustinianus Agung. Awalnya merupakan katedral terbesar yang pernah dibangun di dunia selama hampir seribu tahun, hingga terselesaikannya pembangunan Katedral Sevilla (1507) di Spanyol.

Gereja pertama yang dibangun pada tanah tersebut dikenal sebagai “Gereja Agung” atau dalam bahasa Latin “Magna Ecclesia” dikarenakan ukurannya yang sangat besar, bila dibandingkan dengan gereja pada saat itu di kota Konstantinopel. Gereja ini diresmikan pada 15 Februari 360 pada masa pemerintahan Kaisar Konstantinus II oleh Uskup Arian, Eudoxius dari Antiokia, didirikan di sebelah istana kekaisaran dan gereja ini berperan sebagai gereja utama dari Kekaisaran Romawi Timur. Sebelum menjadi Masjid Hagia Sophia yang sekarang ini, bangunan indah tersebut pernah berfungsi sebagai :

a) Katedral Ortodoks Yunani, tahun 537 M.

b) Katedral Katolik Roma, tahun 1204 – 1261.

c) Masjid pada masa Kesultanan Utsmani, tahun 1453-1931.

d) Museum di masa Presiden Mustafa Kemal Ataturk, tahun 1931.

e) Masjid, tahun 2020.

Pada tahun 2007, politikus Yunani, Chris Spirou mencanangkan gerakan internasional untuk memperjuangkan Hagia Sophia atau sekarang disebut Aya Sofya kembali menjadi Gereja Ortodoks Yunani. Di sisi lain, beberapa seruan dari beberapa pejabat tinggi, khususnya Wakil Perdana Menteri Turki, Bülent Arınç, menuntut Aya Sofya untuk digunakan kembali sebagai masjid pada November 2013. Akhirnya pada tanggal 10 Juli 2020, Pengadilan Tinggi Turki membatalkan keputusan 1943 yang mengubah status Aya Sofia menjadi museum. Seiring dengan keputusan tersebut, pada tanggal yang sama Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan mengeluarkan dekrit yang berisi “Hagia Sophia kembali ke fungsinya semula sebagai tempat ibadah umat Islam. Ibadah pertama dilakukan mulai 24 Juli 2023. Meskipun telah beralih-fungsi sebagai masjid, Aya Sofia tetap terbuka untuk umum yang ingin berkunjung.

Beli simit, menu lokal untuk sarapan pagi di halaman Hagia Sophia
Tram jalur T 1 di Istanbul yang modern dan akan kami coba naiki

Terdapat menu kuliner Turki yang menantang rasa, yaitu Manti, Dondurma, Baklava, Kumpir, Simit, Kofte, Menemen, dan Kebab. Kami segera membeli simit, sebuah roti bakar berlapis coklat di halaman Hagia Sophia untuk sarapan dan lanjut naik tram jalur T1. Kami naik dari halte Sultanahmet, lanjut ke Gulhane, Sirkeci, Eminonu dan turun di Karakoy untuk menikmati Galata Tower atau Menara Galata (Galata Kulesi dalam Bahasa Turki). Ini adalah sebuah menara batu abad pertengahan yang terletak dibagian utara Tanduk Emas. Menara Galata yang dibangun tahun 1717 pada saat Dinasti Ottoman ini juga merupakan salah satu landmark kota Istanbul yang paling mencolok, karena tingginya kerucut silinder tertutup yang mendominasi langit dan panorama kota Istanbul Lama. Tinggi menara ini adalah 66 meter dengan diameter 16 meter yang didirikan sebagai menara pengawas pertahanan kota. Pada tahun 1794 masa pemerintahan Sultan Selim III, atap menara yang terbuat dari timah dan kayu, juga tangga rusak parah akibat kebakaran. Bertahun-tahun kemudian, pada 1965-1967, pada periode Republik Turki, bentuk atap asli dikembalikan dan interior kayu menara digantikan oleh struktur beton.

Selanjutnya kami kembali naik trem jalur T1 menuju halte Tophkane, Findikli dan turun di akhir tujuan, yaitu Kabatas. Tujuan kami adalah Istana Dolmabahçe yang megah berdidi di pinggiran pantai Bosphorus, berfungsi sebagai pusat administrasi utama Kekaisaran Ottoman dari tahun 1856 hingga 1887 dan dari tahun 1909 hingga 1922, dengan Istana Yıldız digunakan sementara, saat renovasi.

Tram T1 melintas di dekat Hagia Sophia yang ikonik
Selat Bosphorus yang memisahkan benua Asia dan Eropa dihubungkan oleh Jembatan Galata

Pembangunan Istana Dolmabahçe diperintahkan oleh Sultan Ottoman ke-31, yaitu Abdülmecid I, dan dibangun antara tahun 1843 dan 1856. Sebelumnya, Sultan dan keluarganya tinggal di Istana Topkapi, tetapi karena Topkapi dirasa kurang dalam hal gaya kontemporer, kemewahan, dan kenyamanan dibandingkan dengan istana raja-raja Eropa, maka Sultan Abdülmecid memutuskan untuk membangun sebuah istana modern baru, di dekat lokasi bekas Istana Beşiktaş Sahil yang dihancurkan. Biaya konstruksi sebesar lima juta lira atau 35 ton emas, setara dengan $1,62 miliar pada Februari 2019. Jumlah ini sekitar seperempat dari pendapatan pajak tahunan, bahkan menjadi beban besar pada keuangan negara dan berkontribusi terhadap memburuknya situasi keuangan Kekaisaran Ottoman, yang akhirnya gagal bayar pada Oktober 1875. Sejak itu, Turki disebut “pesakitan Eropa” (Sick man of Europe) karena keuangannya dikontrol ketat oleh kekuatan Eropa. “Pesakitan Eropa” adalah cap yang diberikan kepada negara Eropa yang sedang mengalami kemunduran atau kesulitan ekonomi. Istilah ini pertama kali digunakan pada pertengahan abad ke-19 untuk mendeskripsikan Kesultanan Utsmaniyah di Turki yang sangat tertinggal, bila dibandingkan dengan negara-negara Eropa lainnya pada masa itu.

Masjid dan Istana Dolmabahçe di kejauhan itu berdiri megah di tepi selat Bosphorus yang indah
Banyak kapal melintas di selat Bosphorus yang memisahkan benua Asia dan Eropa

Istana Dolmabahçe ini adalah rumah bagi enam Sultan sejak 1856, ketika pertama kali dihuni, sampai penghapusan kekhalifahan pada tahun 1924 dan sultan terakhir yang tinggal di sini adalah Khalifah Abdülmecid Efendi. Undang-undang yang mulai berlaku pada 3 Maret 1924 mengalihkan kepemilikan istana kepada Republik Turki yang baru. Mustafa Kemal Atatürk, pendiri dan Presiden pertama Republik Turki, menggunakan istana sebagai tempat tinggal presiden selama musim panas dan menghabiskan hari-hari terakhir perawatan medisnya di istana ini, di mana ia meninggal pada 10 November 1938.

Gerbang Istana Dolmabahçe Istanbul yang indah, mahal dan membuat bangkrut Ottoman Turki
Stadion Besiktas JK atau Vodafone Park yang dirancang oleh Bünyamin Derman dari arsitek DB Turki

Kami segera menyeberang jalan besar dari Istana Dolmabahçe untuk menikmati stadion Besiktas. Tim sepak bola klub ini adalah salah satu tim terbesar di Turki yang profesional dan didirikan pada tahun 1903, bahkan merupakan klub olahraga pertama di Turki. Klub ini terakhir kali memenangkan Liga Super Turki pada musim 2008-2009, juga mencatatkan raihan gelar ganda setelah memenangi Piala Turki. Selain itu, Besiktas JK adalah tim Turki paling sukses di ajang UEFA dan memiliki rivalitas tradisional dengan Fenerbahce dan Galatasaray dalam derby Istanbul yang sarat emosi, apalagi kalau dimainkan di stadion Besiktas JK atau Vodafone Park yang memiliki kapasitas sekitar 41.188 penonton sepak bola. Pada 14 Agustus 2019, stadion ini menjadi tuan rumah Piala Super UEFA 2019 dan diikuti oleh juara bertahan dari dua kompetisi utama antarklub Eropa, yakni Liga Champions UEFA dan Liga Eropa UEFA. Pertandingan ini mempertemukan dua perwakilan dari Inggris, yakni Liverpool sebagai juara Liga Champions UEFA 2018–2019 dan Chelsea sebagai juara Liga Eropa UEFA 2018–2019. Pertandingan yang diadakan di Vodafone Park Istanbul, Turki, pada 14 Agustus 2019 dimenangkan oleh Liverpool. Pembangunan Stadion Besiktas JK atau Vodafone Park dimulai pada 2 Juni 2013, menghabiskan biaya sekitar $ 80 juta, dirancang oleh Bünyamin Derman dari arsitek DB. Stadion baru ini dirancang agar “selaras dengan pemandangan alam dan bersejarah Selat Bosphorus, jika dilihat dari laut.

Selanjutnya kami naik taksi menuju ke Lapangan Taksim atau Taksim Meydanı, yang terletak di Istanbul sisi Eropa, adalah tempat wisata dan distrik yang terkenal akan restoran, toko, dan hotelnya. Taksim dianggap sebagai jantung Istanbul modern, dan merupakan stasiun utama jaringan Istanbul Metro. Lapangan Taksim juga merupakan tempat berdirinya Monumen Republik (Cumhuriyet Anıtı) yang dibuat oleh Pietro Canonica dan diresmikan pada tahun 1928. Monumen ini mengenang lima tahun perayaan pendirian Republik Turki pada tahun 1923 setelah Perang Kemerdekaan Turki.

Suasana Lapangan Taksim dengan Tram tradisonal dan bersejarah bagi Istanbul
Pusat perbelanjaan Istiklal Caddesi di Old Istanbul yang indah dan khas Eropa tempo dulu

Setelah mengagumi kemegahan Lapangan Taksim dan heroisme pahlawan Turki pada Monumen Republik, kami segera menyusuri pusat perbelanjaan sepanjang jalan utama yang disebut Istiklal Caddesi. Hanya dengan berjalan kaki menyusuri jalanan tersebut, mata kita akan dimanjakan oleh view arsitektur bangunan klasik, tinggi menjulang, terawat baik, bersejarah, serta sangat beragam. Kemegahan Istiklal Caddesi mengingatkan kita akan sejarah penaklukan kota Konstantinopel, yang digagas oleh Mehmed II untuk mulai merevitalisasi kota tersebut, yang sejak saat itu juga disebut sebagai Istanbul. Ia mendorong kembalinya mereka yang telah melarikan diri dari kota selama pengepungan, memukimkan kembali kaum Muslim, Yahudi, dan Kristen dari bagian lain Anatolia. Sang sultan mengundang orang dari seluruh Eropa ke ibukotanya, membentuk suatu masyarakat kosmopolitan yang bertahan hingga sebagian besar periode Utsmaniyah. Mehmed II memperbaiki infrastruktur kota yang rusak, mulai membangun Grand Bazaar dan Istana Topkapı yang menjadi kediaman resmi sang sultan.

Dinasti Utsmaniyah dengan cepat mentransformasi kota tersebut dari sebuah kubu pertahanan Kristen menjadi suatu simbol budaya Islam. Dinasti Utsmaniyah mendirikan kekhalifahan pada tahun 1517 dan Istanbul menjadi ibukota kekhalifahan selama empat abad berikutnya. Masa pemerintahan Suleiman yang Luar Biasa (Suleiman the Magnificent) dari tahun 1520 sampai 1566 merupakan suatu periode yang secara khusus memiliki prestasi arsitektural dan seni yang sangat besar. Mimar Sinan sebagai kepala arsitek merancang beberapa bangunan ikonik di kota tersebut seiring dengan perkembangan seni miniatur, kaligrafi, kaca patri, dan keramik Utsmaniyah, yang semuanya dapat dinikmati di Istiklal Caddesi.

Gereja Santo Antonius dari Padua, yang merupakan sebuah basilika dan gereja terbesar dari Gereja Katolik Roma di Istanbul, Turki.
Kubah menjulang tinggi di Gereja Santo Antonius dari Padua gereja terbesar dari Gereja Katolik Roma di Istanbul, Turki.

Kami terus saja berjalan kaki menyusuri Istiklal Caddesi sampai di Gereja Santo Antonius dari Padua, yang merupakan sebuah basilika dan gereja terbesar dari Gereja Katolik Roma di Istanbul, Turki. Terletak di İstiklal Avenue No. 171 di distrik Beyoğlu. Dibandingkan dengan Katedral Roh Kudus (1846) di distrik Harbiye, St. Louis dari Prancis (1581) dan Santa Maria Draperis di Beyoğlu, Sts. Peter dan Paul (1841) di Galata, Gereja Asumsi di Kadıköy, Santo Stefanus di Yeşilköy dan Gereja Bakırköy di Bakırköy, maka Gereja Santo Antonius dari Padua adalah salah satu gereja Katolik paling penting di Istanbul.

Gereja St Antonius pertama dibangun tahun 1725 untuk melayani komunitas Italia yang tinggal di Istanbul. Awal abad ke-20, bangunan dihancurkan karena pembangunan jalur tram di sepanjang Istiklal Caddesi.  Renovasi dirancang oleh arsitek Giulio Mongeri Edoardo de Nani ini prosesi peletakan batu pertama dilakukan 1906 dan selesai dibangun tahun 1912. Gereja St Antonius berdiri di antara masjid, sinagog dan katedral Ortodoks. Gereja Katolik Roma terbesar di Istanbul ini terletak di area turistik Taksim di Istiklal Caddesi.

perjamuan di Emaus dan pembaptisan Tuhan, menghias interior Gereja Santo Antonius dari Padua, di Istanbul, Turki.
Gereja St Antonius Padua Istanbul bergaya neo-Gothic dan Tuscan-Lombard Italia, yang dipenuhi karya seni

Gereja St Antonius menjadi contoh arsitektur gaya neo-Gothic dan Tuscan-Lombard Italia, yang dipenuhi karya seni. Di halaman depan berdiri patung kayu berlapis emas St. Antonius, karya Luigi Bresciani. Sementara dua mozaik yang menggambarkan perjamuan di Emaus dan pembaptisan Tuhan, menghias interior gereja. Gereja St Antonius melayani misa kudus dalam empat bahasa di hari berbeda, yaitu Bahasa Inggris, Turki, Italia dan Polandia. Pelayanan ini untuk memfasilitasi komunitas penganut Katolik Roma dari berbagai bangsa yang bermukim di Istanbul.

Selanjutnya kami naik taksi Fiat Egea menyeberang selat Bhosporus untuk menuju ke Gereja Katedral Santo Georgius (bahasa Turki: Aya Yorgi Kilisesi) adalah gedung katedral utama Gereja Ortodoks Yunani yang masih digunakan di Istanbul, kota terbesar di Turki yang dulunya bernama Konstantinopel, ibu kota Kekaisaran Bizantin sampai dengan tahun 1453. Sejak sekitar tahun 1600, gereja ini menjadi takhta Kebatrikan Oikumene Konstantinopel, kebatrikan senior Gereja Ortodoks Yunani yang dihormati sebagai pemimpin spiritual umat Kristen Ortodoks Timur sedunia. Gereja yang dibaktikan kepada Santo Georgius ini merupakan tempat penyelenggaraan sejumlah ibadat penting dan tempat Batrik Oikumene memberkati minyak suci (miron) pada hari Kamis yang suci dan agung, bilamana diperlukan. Karena itulah gereja ini juga disebut “Gereja Kebatrikan Mur Agung”. Dahulu kala, Batrik Oikumene memberkati seluruh minyak suci yang akan digunakan Gereja-Gereja Ortodoks di seluruh dunia. Kini pemberkatan minyak suci dilakukan oleh masing-masing kepala Gereja otokefalos.

Renovasi interior dalam Gereja St Antonius Padua di Istanbul yang dirancang oleh arsitek Giulio Mongeri Edoardo de Nani
Gereja Katedral Santo Georgius adalah gedung katedral utama Gereja Ortodoks Yunani berkubah biru di ketinggian bukit Istanbul, menghadap ke Selat Bosphorus

Selanjutnya kami naik taksi lagi menuju ke Hotel Uranus Topkapi, Merkezefendi, Mevlana Cd. No: 112/1, 34015 Zeytinburnu İstanbul, tempat acara seminar diadakan. Kami melakukan registrasi ulang di lokasi acara. Selanjutnya kami beristirahat di lobi hotel untuk memimpin seminar proposal (simpro) penelitian mbak Elsa Febriana Boko Putri, NIM : 41190411, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Duta Wacana (FK UKDW) Yogyakarta dengan judul  : “Hubungan Paritas Ibu Terhadap Berat Badan Lahir Bayi”, bersama pembimbing 2 dr. Christiane Marlene Sooai, M. Biomed dan dr. Eduardus Raditya Kusuma Putra, SpOG sebagai dosen penguji, melalui aplikasi googlemeet.

Hotel Uranus Topkapi, İstanbul lokasi acara seminar yang akan kami ikuti
Seminar proposal penelitian menggunakan aplikasi googlemeet untuk mbak Elsa Febriana Boko Putri, FK UKDW Yogaykarta

Setelah selesai memimpin simpro, kami segera melanjutkan menikmati keindahan Istanbul yang sebelumnya dikenal sebagai Konstantinopel, yang merupakan sebuah kota terbesar di Turki, berfungsi sebagai pusat ekonomi, budaya, dan sejarah negara. Kota ini dikelilingi oleh selat Bosporus, batas antara benua Eropa dan Asia, dan merupakan salah satu kota di Eropa yang terpadat, sekaligus menjadi kota terbesar ke-15 di dunia.

Kota ini awalnya didirikan sebagai pusat ibu kota Bizantium pada abad ke-7 oleh pemukim Yunani dari Megara. Lalu pada tahun 330, kaisar Bizantium–Konstantinus Agung–menjadikan kota ini sebagai ibu kota kekaisarannya, awalnya kota ini dinamai sebagai Roma Baru (Nova Roma) dan kemudian diganti menjadi Konstantinopel untuk mengenang pendiri Bizantium. Kota ini lalu berkembang menjadi tempat keberadaan mercusuar di Jalur Sutra, sekaligus sebagai salah satu kota terpenting dalam sejarah.

Kota ini berfungsi sebagai ibu kota kekaisaran selama hampir 1600 tahun, yaitu selama periode Bizantium awal (330–1204), Latin (1204–1261), Bizantium akhir (1261–1453), dan Kekaisaran Ottoman (1453–1922). Kota ini memainkan peran kunci dalam kemajuan agama Kristen selama zaman Bizantium, sebelum berpindah tangan ke Islam setelah Penaklukan Konstantinopel pada tahun 1453 oleh Mehmed Sang Penakluk (Mehmed the Conqueror, the Father of Conquest atau Fâtih Sultan Mehmed), terutama setelah menjadi pusat Kesultanan Utsmaniyah pada tahun 1517. Pada tahun 1923, setelah Perang Kemerdekaan Turki, Ankara menggantikan kota ini sebagai ibu kota Republik Turki yang baru dibentuk. Kemudian pada tahun 1930, nama kota ini secara resmi diubah menjadi Istanbul, dari yang sebelumnya bernama Konstantinopel. Istanbul telah dinobatkan sebagai Ibu kota Kebudayaan Eropa, menjadikannya kota kedelapan yang paling banyak dikunjungi di dunia. Istanbul adalah rumah bagi beberapa Situs Warisan Dunia UNESCO, dan menjadi tuan rumah bagi kantor pusat banyak perusahaan Turki, menyumbang lebih dari tiga puluh persen perekonomian negara, termasuk saat Recep Tayyip Erdoğan menjadi wali kota Istanbul dari tahun 1994 hingga 1998. Setelah menjabat sebagai Perdana Menteri Turki dari tahun 2003 hingga 2014, selanjutnya menjabat sebagai Presiden Turki ke-12 sejak 2014 sampai 2028 kelak.

Sultan Mehmedin Ruyasi dari Ottoman Turki bergelar Mehmed sang Penakluk Kota Konstantinopel tahun 1453
Recep Tayyip Erdoğan yang memenangi Pilpres Turki sampai 3 kali

Kami segera berjalan kaki sejauh 850 m dari Uranus Hotel menuju The Panorama 1453 Historical Museum (Museum Sejarah Panorama 1453), di Merkez Efendi Mahallesi, Topkapı Kültür Park İçi Yolu, 34015 Zeytinburnu İstanbul, yaitu museum sejarah di Istanbul yang dibuka pada 31 Januari 2009. Di dalam museum ditampilkan penaklukan kota Konstantinopel, ibu kota Kekaisaran Bizantium, oleh pasukan Sultan Ottoman Mehmed sang Penakluk (Mehmed the Conqueror), pada tanggal 29 Mei 1453. Museum ini terletak dekat dengan titik di mana Ottoman menerobos tembok kota. Pameran utamanya adalah lukisan “panorama” 360°, (juga dikenal sebagai Cyclorama) dari medan perang pada saat tembok dibobol, memberikan kesan kepada pengunjung bahwa mereka sedang berdiri di tengah pertempuran. Lukisan itu dibuat dan disajikan sedemikian rupa sehingga pengunjung seolah-olah berada di tengah-tengah ruang yang sangat besar, bukan sebuah lingkaran yang hanya berdiameter 38m. Efek suara menambah ilusi, ada suara tembakan senjata, teriakan tentara dan band militer yang bermain untuk mendesak pasukan musuh. Museum ini dirancang atas ide Hashim Citizen, dibuka pada tanggal 31 Januari 2009, dan menghabiskan biaya $5 juta.

Cyclorama dirancang atas ide Hashim Citizen di The Panorama 1453 Historical Museum Istanbul
Sisa tembok kota Konstantinopel yang tebal dan kuat seperti dilukiskan oleh Steven Runciman pada: A History of the Crusades

Konstantinopel ditaklukkan oleh Sultan Ottoman Mehmed sang Penakluk (Mehmed the Conqueror) Utsmani pada 29 Mei 1453. Banyak catatan yang merekam kejadian itu, walaupun beberapa ditulis sekian lama setelah peristiwa tersebut terjadi dan masing-masing menyatakan sebagai catatan yang mendekati aslinya. Baik Yunani, Italia, Slavia, Turki, dan Rusia, semuanya memiliki versi mereka masing-masing yang mungkin sulit untuk disatukan. Salah satu versi cerita tersebut adalah yang ditulis sejarawan kontemporer Inggris bernama Steven Runciman yang dikenal karena bukunya yang berjudul A History of the Crusades.

Kami segera membayangkan kehebatan pertempuran itu dengan menyaksikan bekas tembok kota yang dirusak, sebelum masuk ke stasiun Topkapi di jalur Trem T1 untuk kembali ke hotel. Kami melewati halte Pazartekke, Capa Sehremini, Findikzade, Haseki, Yusufpasa, Aksaray, Laleli, Bayazit, Cemberlitas dan turun di Sultanahmet. Selanjutnya kami kembali ke kamar hotel untuk bersitirahat.

Bersambung

Senin malam, 6 Juni 2023

Ditulis dan disebarkan di Sultanahmet Inn Hotel, Kucukayasofya mahallesi, Akburcak sokak, no 23, Istanbul, Turkey

Categories
anak COVID-19 dokter Healthy Life Jalan-jalan sekolah UHC

2023 Pentingnya Aktivitas Fisik

PENTINGNYA AKTIVITAS FISIK – Rumah Sakit Umum Daerah Bali Mandara

PENTINGNYA AKTIVITAS FISIK

fx. wikan indrarto

Pada Jumat, 31 Maret 2023 telah ditandatangani Memorandum of Understanding (MOU), antara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Federasi Dunia Industri Alat Olah Raga (WFSGI), untuk aktivitas fisik dan olahraga yang lebih baik, guna meningkatkan kesehatan masyarakat global, termasuk untuk anak yang ikut keluarga saat mudik Lebaran tahun ini. Apa yang menarik?

Tulisan ini telah dimuat di harian Kedaulatan rakyat Yogyakarta pada Minggu, 21 Mei 2023, halaman 5

Kesepakatan pertama dengan asosiasi bisnis olahraga internasional ini, berupaya memperkuat pesan kesehatan masyarakat tentang aktivitas fisik, berbagi pengetahuan dan praktik terbaik olah raga, dan memperkuat kapasitas pelatih aktivitas fisik untuk membantu masyarakat menjadi lebih aktif. Selain itu, fokus tamabahan khusus untuk memungkinkan pemuda, anak, dan perempuan dan bahkan orang-orang yang hidup dengan disabilitas memiliki lebih banyak akses ke olahraga, bermain, dan beraktivitas fisik. 

.

baca juga :https://dokterwikan.com/2018/06/06/2018-aktivitas-fisik/

MOU antara WFSGI dan WHO difokuskan untuk meningkatkan penerapan kebijakan efektif dalam Rencana Aksi Global WHO tentang Aktivitas Fisik (GAPPA) 2018-2030. Bermain, beraktivitas fisik dan olahraga secara teratur membantu mencegah penyakit jantung, diabetes, obesitas, kanker, dan penyakit tidak menular lainnya. Ini juga meningkatkan kesejahteraan, dan sangat efektif untuk mengelola gejala depresi dan kecemasan.

.

Biaya kesehatan masyarakat menghabiskan sekitar US$ 27 miliar setiap tahun untuk mengobati penyakit tidak menular, yang seharusnya dapat dicegah dengan meningkatkan bermain dan beraktivitas fisik. WHO juga memperkirakan bahwa ada tambahan hampir 500 juta orang  akan mengalami penyakit tidak menular yang disebabkan oleh kurangnya aktivitas fisik antara tahun 2020 dan 2030. Sekitar 81% anak tidak pernah mendapat manfaat dari bermain dan aktivitas fisik yang cukup. Selain itu, seiring berkembangnya negara secara ekonomi, tingkat ketidakaktifan fisik warganya justru meningkat dan dapat mencapai 70%. 

.

World Federation of the Sporting Goods Industry (WFSGI) adalah asosiasi bisnis nirlaba global dari produsen dan pengecer produk olahraga, termasuk pakaian, alas kaki, dan peralatan, yang keanggotaan kolektifnya mewakili 70% omzet industri global. Federasi ini mendorong kegiatan bermain dan olahraga yang sehat, untuk setiap warga negara dari semua negara, dan berupaya menciptakan dunia yang lebih baik dan lebih sehat melalui permainan dan olahraga. Selain itu, juga memaksimalkan penggunaan alat dan inovasi digital yang dapat mendorong setiap orang untuk lebih banyak bergerak secara fisik, menyediakan akses yang terjangkau ke peralatan bermain dan olahraga, khususnya untuk remaja dan anak.

5 Aktivitas Fisik Sederhana Ampuh Cegah Penyakit Jantung dan Stroke - Jawa  Pos

Aktivitas fisik secara teratur terbukti membantu mencegah dan mengobati penyakit tidak menular (PTM) seperti penyakit jantung, stroke, diabetes, serta kanker payudara dan usus besar. Ini juga membantu mencegah hipertensi, kelebihan berat badan dan obesitas dan dapat meningkatkan kesehatan mental, kualitas hidup dan kesejahteraan. Selain berbagai manfaat kesehatan dari aktivitas fisik, masyarakat yang lebih aktif dapat menghasilkan pengembalian investasi tambahan, yang meliputi pengurangan penggunaan bahan bakar fosil, udara yang lebih bersih, dan jalan raya yang lebih aman dan tidak macet kendaraan, apalagi saat arus mudik Lebaran.

.

Sebaliknya, aktivitas fisik yang menggembirakan anak dan berlebihan karena kebersamaan dengan saudaranya saat mudik Lebaran, pada beberapa anak sebaiknya dialihkan ke aktivitas ketrampilan otot kecil, bukan kekuatan otot besar. Bermainlah bersama dengan mewarnai atau menggambar, permainan ular tangga, halma, scrable, kartu atau game digital, serta menghindari petak umpet, sepak bola dan lompat tali, khususnya untuk anak dengan riwayat asma dan kelainan jantung bawaan.

.

Rekomendasi WHO tentang aktivitas fisik untuk bayi (kurang dari 1 tahun) adalah pertama, aktif secara fisik beberapa kali sehari dalam berbagai cara, terutama melalui permainan di lantai yang interaktif, dengan lebih banyak dan lebih sering adalah lebih baik, menggunkan alat permainan  aman sesuai standar WFSGI. Bagi bayi yang belum dapat bergerak mandiri, setidaknya 30 menit dibantu dalam posisi tengkurap yang dilakukan sepanjang hari saat bayi terjaga. Kedua, tidak boleh lebih dari 1 jam setiap kali saat berada di kereta bayi, kursi tinggi, atau digendong di punggung pengasuh. Ketiga, waktu layar (sedentary screen time) tidak disarankan. Keempat, saat bayi tidak banyak bergerak, sangat dianjurkan dibacakan cerita oleh pengasuh. Kelima, tidur secara berkualitas selama 14-17 jam (usia 0–3 bulan) atau 12–16 jam (usia 4–11 bulan) sehari, termasuk tidur siang, dalam perjalanan mudik yang mungkin saja terjebak macet di jalan.

.

Anak-Anak Juga Perlu Melakukan Aktivitas Fisik - Info Sehat Klikdokter.com

Rekomendasi WHO untuk anak usia 1-2 tahun adalah pertama, meluangkan setidaknya 3 jam atau 180 menit untuk melakukan berbagai jenis aktivitas fisik pada intensitas apa pun, termasuk aktivitas fisik intensitas sedang hingga kuat, merata waktunya sepanjang hari, dan lebih banyak tentu lebih baik. Kedua, tidak boleh lebih dari 1 jam pada suatu waktu duduk dalam kereta bayi, kursi tinggi, atau digendong di punggung pengasuh. Untuk anak berusia 1 tahun, waktu layar yang membuat badannya tidak aktif bergerak, seperti menonton TV atau video dan bermain ‘game’ di komputer, tidak dianjurkan. Bagi mereka yang berusia 2 tahun, waktu tayang (sedentary screen time) tidak boleh lebih dari 1 jam, dan lebih sebentar terbukti justru lebih baik. Ketika anak tidak banyak bergerak, sebaiknya dilibatkan dalam aktivitas membaca dan bercerita dengan pengasuh. Selain itu, sebaiknya tidur berkualitas baik selama 11-14 jam, termasuk tidur siang, dengan waktu tidur dan bangun dilatih agar teratur, meski dalam perjalanan mudik.

Rekomendasi WHO untuk anak usia 3-4 tahun seharusnya pertama, menghabiskan setidaknya 180 menit dalam berbagai jenis aktivitas fisik  atau olahraga pada intensitas apa pun, menggunkan alat olahraga  aman sesuai standar WFSGI, di mana setidaknya 60 menit merupakan aktivitas fisik dengan intensitas sedang hingga kuat, menyebar sepanjang hari dan lebih banyak lebih baik. Kedua, tidak dianjurkan diam selama lebih dari 1 jam pada suatu waktu. Waktu tayang tidak lebih dari 1 jam, dan lebih sebentar, tentu lebih baik. Ketika anak tidak banyak bergerak, sebaiknya juga dilibatkan dalam aktivitas membaca dan bercerita dengan pengasuh. Selain itu, sebaiknya tidur berkualitas secara baik selama 10-13 jam sehari, termasuk tidur siang, dengan waktu tidur dan bangun dilatih agar lebih  teratur.

.

MOU antara WHO dan WFSGI untuk aktivitas fisik menggunkan alat permainan dan olah raga yang aman sesuai standar WFSGI, tentu juga seharusnya dilakukan saat anak ikut mudik Lebaran. Bermain dan beraktivitas fisik pada anak mampu mencegah penyakit jantung, diabetes, obesitas, kanker, dan sangat efektif untuk menghilangkan rasa bosan, jenuh, dan cemas saat liburan Lebaran.

Apakah kita sudah bijak?

Sekian

Yogyakarta, 16 April 2023

*) dokter spesialis anak di RS Panti Rapih Yogyakarta, Lektor FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA : 081227280161, e-mail : fxwikan_indrarto@yahoo.com

Categories
anak dokter Healthy Life UHC vaksinasi

2023 Campak yang tercampakkan

Waspada Komplikasi yang Terjadi Akibat Campak Jerman

CAMPAK  YANG  TERCAMPAKKAN

fx.wikan indrarto*)

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan Indonesia telah mencatat 3.341 total kasus campak sepanjang 2022 di 223 kabupaten dan kota dari 31 provinsi di Indonesia. Jumlah tersebut meningkat 32 kali lipat dibanding kasus yang tercatat pada tahun sebelumnya. Apa yang mencemaskan?

.

Tulisan ini dimuat di Harian Nasional Kompas Rabu, 1 Februari 2023, halaman 4 : https://www.kompas.id/baca/opini/2023/01/30/campak-yang-tercampakkan

.

Penyebab meningkatnya kasus campakn karena sudah 2 tahun berturut-turut Indonesia tidak bisa mencapai target cakupan imunisasi campak dalam pelayanan imunisasi rutin, terkait pandemi COVID-19. Secara global campak dicatat oleh WHO dan CDC juga melonjak di seluruh dunia, mencapai jumlah kasus tertinggi yang dilaporkan dalam 23 tahun. Kasus campak di seluruh dunia meningkat menjadi 869.770 pada 2020, jumlah tertinggi yang dilaporkan sejak tahun 1996. Kematian akibat campak global juga naik hampir 50 persen sejak 2016.

.

Setelah kemajuan global yang stabil dari 2010 hingga 2016, jumlah kasus campak yang dilaporkan meningkat secara bertahap hingga 2019. Membandingkan data 2020 dengan rekor terendah dalam kasus campak yang dilaporkan pada 2016, hal ini mencerminkan kegagalan imunisasi campak tepat waktu dengan dua dosis, sebagai pendorong utama peningkatan kasus dan kematian karena penyakit campak. Hal ini menggambarkan bahwa imunisasi campak telah tidak diprioritaskan atau sudah dicampakkan.

.

Wabah campak terjadi ketika orang yang tidak kebal dari virus, terinfeksi campak dan menyebarkan penyakit tersebut ke populasi yang tidak diimunisasi atau diimunisasi tidak lengkap. Untuk mengendalikan campak dan mencegah wabah dan kematian, diperlukan cakupan imunisasi campak dengan 2 dosis harus mencapai 95 persen dan dipertahankan di tingkat nasional dan lokal. Cakupan imunisasi campak atau MR dosis pertama telah stagnan secara global selama lebih dari satu dekade di antara 84 dan 85 persen. Cakupan MMR atau MR dosis kedua terus meningkat, tetapi sekarang tertahan hanya 71 persen. Cakupan imunisasi campak 2 dosis masih jauh di bawah 95 persen atau lebih, yang dibutuhkan untuk mengendalikan campak, mencegah wabah dan kematian.

Infografis KLB Campak Anak | Republika Online

Meskipun kasus campak yang dilaporkan lebih rendah pada tahun 2020, berbagai upaya untuk mengendalikan pandemi COVID-19 telah mengakibatkan terganggunya imunisasi untuk mencegah dan meminimalkan wabah campak. Pada November 2020, secara global lebih dari 94 juta anak berisiko kehilangan vaksin karena kampanye imunisasi campak dihentikan di 26 negara, karena pandemi COVID-19. Pada hal, banyak dari negara tersebut sedang mengalami wabah campak. Dari negara-negara dengan rencana kampanye imunisasi campak 2020 yang ditunda, hanya delapan (Brasil, Republik Afrika Tengah, Republik Demokratik Kongo, Ethiopia, Nepal, Nigeria, Filipina, dan Somalia) yang melanjutkan kampanye setelah sempat terjadi penundaan awal.

.

Sebelum ada pandemi COVID-19, dunia bergulat dengan krisis campak, dan wabah campak itu belum sepenuhnya hilang. Sistem dan layanan kesehatan sedang terganggu oleh pandemi COVID-19 di banyak negara, yang menjadi penyebab kegagalan pengendalian campak dan harus segera ditangani. Para pemimpin, petugas medis, dan tenaga kesehatan masyarakat di semua negara yang terkena dampak dan berisiko, diwajibakan memastikan bahwa vaksin campak tersedia. Dengan demikian dapat diberikan dengan aman, tepat waktu, dan merata, serta orangtua atau pengasuh anak memahami manfaat vaksin campak yang telah terbukti mampu menyelamatkan jiwa. Pada 6 November 2020, WHO dan UNICEF telah mengeluarkan seruan bersama untuk tindakan darurat dalam pencegahan dan penanggulangan wabah campak.

.

Virus campak dengan mudah menginfeksi anak, remaja dan orang dewasa yang tidak kebal, karena sangat menular. Infeksi campak tidak hanya merupakan tanda cakupan imunisasi campak yang buruk, tetapi juga penanda bahwa layanan kesehatan penting mungkin tidak menjangkau populasi yang paling berisiko. Upaya kolektif segera harus dilakukan untuk menjangkau anak dengan vaksinisasi campak sekarang, tidak perlu menunggu adanya kebijakan pelonggaran pembatasan perjalanan karena pandemi COVID-19 dan peningkatan pergerakan populasi.

.

Campak - patofisiologi, diagnosis, penatalaksanaan - Alomedika

Fakta bahwa wabah campak terjadi pada tingkat tertinggi yang pernah kita lihat dalam satu generasi sangat mencemaskan, karena sebenarnya telah tersedia vaksin yang aman, hemat biaya, dan terbukti ampuh. Tidak boleh ada anak yang meninggal karena penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin, termasuk campak. Pandemi COVID-19 terbukti berkontribusi pada peningkatan jumlah kasus campak dan kematian. Campak tidak mengenal batas, dan sangat penting bagi kita untuk bekerja sama dalam memimunisasi lebih banyak anak, dan melanjutkan perjuangan melawan penyakit yang dapat dicegah ini.

Berdasarkan data Kemenkes RI pada Jumat, 20 Januari 2023 terdapat 34 kabupaten dan kota dari 12 Provinsi yang telah menetapkan campak sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB), yaitu Aceh, Sumatra Barat, Sumatra Utara, Riau, Jambi, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Papua. Pada hal Presiden RI Joko Widodo menargetkan bahwa pada tahun 2020 yang lalu, Indonesia seharusnya bebas penyakit campak dan rubella pada acara pencanangan imunisasi Measles Rubella (MR) di MTsN 10 Sleman, DIY Selasa, 1 Agustus 2017. Target Presiden Jokowi tentu sulit terwujud, kalau kita masih mencampakkan imunisasi campak.

Sudahkah kita bertindak bijak dengan segala cara untuk meningkatkan cakupan imunisasi campak bagi balita di sekitar kita?

Sekian

Yogyakarta, 25 Januari 2023

*) Dokter spesialis anak di RS Panti Rapih, Lektor di FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA : 081227280161

Categories
anak COVID-19 Healthy Life Jalan-jalan resisten obat UHC

2023 Pedoman Baru Melawan COVID-19

Universitas Nasional - Universitas Nasional

PEDOMAN  BARU  MELAWAN COVID-19

fx. wikan indrarto*)

Pada hari Jumat, 13 Januari 2023 WHO telah memperbarui pedoman melawan COVID-19. Dalam hal ini menyangkut tentang pemakaian masker di komunitas, perawatan COVID-19, dan manajemen klinis. Apa yang menarik?

.

Pedoman baru ini adalah bagian dari proses berkelanjutan dalam evaluasi rutin pedoman global dan bekerja sama pakar internasional independen. Pedoman disusun dengan mempertimbangkan bukti penelitian terbaru yang tersedia dan data epidemiologi yang terus saja berubah.

.

baca juga : https://dokterwikan.com/2022/01/28/2022-obat-baru-untuk-covid-19/.

Pertama, masker terus menjadi alat utama melawan COVID-19

WHO terus merekomendasikan penggunaan masker, terlepas dari situasi dan data epidemiologi lokal, mengingat penyebaran COVID-19 saat ini masih berlangsung secara global. Masker sangat direkomendasikan pada seseorang setelah terpapar COVID-19, dicurigai menderita COVID-19, dan berisiko tinggi terkena COVID-19 parah. Selain itu, masker juga sebaiknya digunakan untuk siapapun di dalam ruangan yang padat, tertutup, atau berventilasi buruk.

WHO juga menyarankan bahwa otoritas lokal, regional dan nasional terus melakukan penilaian risiko secara berkesinambungan. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan termasuk tren epidemiologi lokal atau peningkatan tingkat rawat inap, tingkat cakupan vaksinasi COVID-19 dan kekebalan di masyarakat, dan situasi di mana orang berada.

.

6 Langkah Mudah Melawan Covid-19 | Portal News
gunakan masker dengan benar

.

Kedua, pengurangan jangka waktu isolasi untuk pasien COVID-19

WHO menyarankan bahwa pasien COVID-19 dapat keluar dari ruang isolasi lebih awal, jika mereka dites sudah negatif menggunakan tes cepat berbasis antigen, bukan lagi PCR. Namun demikian, tanpa tes antigen, untuk pasien dengan gejala klinis isolasi cukup selama 10 hari sejak tanggal timbulnya gejala. Pedoman sebelumnya adalah pasien dapat dipulangkan 10 hari setelah timbulnya gejala, ditambah setidaknya tiga hari tambahan, sejak gejala klinisnya hilang.

Bagi orang yang dites positif COVID-19 tetapi tidak memiliki tanda atau gejala apa pun, WHO sekarang menyarankan cukup 5 hari isolasi, dibandingkan 10 hari pada pedoman sebelumnya. Isolasi untuk orang dengan COVID-19 adalah langkah penting dalam mencegah orang lain terinfeksi. Ini dapat dilakukan di rumah atau di fasilitas khusus, seperti rumah sakit, klinik atau shelter. Bukti menunjukkan bahwa orang tanpa gejala jauh lebih kecil kemungkinannya untuk menularkan virus dibandingkan mereka yang memiliki gejala. Meskipun kepastiannya sangat rendah, bukti juga menunjukkan bahwa orang dengan gejala yang dipulangkan pada hari ke 5 setelah timbulnya gejala, berisiko menularkan orang tiga kali lebih banyak daripada mereka yang dipulangkan pada hari ke 10.

.

TETAP SEMANGAT UNTUK SEMUA YANG SEDANG BERJUANG MELAWAN COVID-19 – Dinas  Kesehatan Kabupaten Karangasem
isolasi diri secara benar

.

Ketiga, pengobatan COVID-19. WHO telah memperluas rekomendasi kuatnya untuk penggunaan nirmatrelvir-ritonavir (Paxlovid). Ibu hamil atau menyusui dengan COVID-19 yang tidak parah harus berkonsultasi dengan dokter, untuk menentukan apakah mereka harus menggunakan obat ini, karena ‘kemungkinan manfaatnya’ dan terjadinya efek samping obat yang telah dilaporkan.

Nirmatrelvir-ritonavir pertama kali direkomendasikan oleh WHO pada April 2022. WHO sangat merekomendasikan penggunaannya pada pasien COVID-19 ringan atau sedang yang berisiko tinggi untuk dirawat inap di rumah sakit. Pada Desember 2022, produsen obat generik nirmatrelvir-ritonavir untuk pertama kalinya telah diprakualifikasi oleh WHO.

WHO juga menganalisis bukti manfaat pada dua obat lain, sotrovimab dan casirivimab-imdevimab. Pedoman baru terus mempertahankan rekomendasi kuat untuk penggunaannya dalam mengobati COVID-19. Obat-obatan antibodi monoklonal ini terbukti mampu mengurangi aktivitas varian virus COVID-19 yang beredar global saat ini. Obat baricitinib dan sotrovimab dalam rekomendasi kali ini, yang merupakan pembaruan kedelapan pedoman WHO tentang terapi COVID-19, didasarkan pada bukti dari tujuh uji klinis yang melibatkan lebih dari 4.000 pasien dengan COVID-19 derajat yang tidak parah, parah, dan kritis.

.

Indonesia.go.id - Melawan Covid-19

Saat itu ada beberapa pilihan pengobatan yang terbukti baik untuk pasien COVID-19. Terdapat tiga jenis pengobatan untuk mencegah rawat inap pada orang berisiko tinggi dan tiga di antaranya terbukti mampu menyelamatkan nyawa pada pasien dengan penyakit parah atau kritis. Obat lain adalah baricitinib, sangat direkomendasikan untuk pasien COVID-19 derajat parah atau kritis. Obat dalam kelas inhibitor Janus Kinase (JAK) ini mampu menekan stimulasi berlebihan dari sistem kekebalan tubuh. WHO merekomendasikan agar diberikan dengan kortikosteroid. Baricitinib adalah obat oral atau ditelan, yang selama ini telah digunakan untuk pengobatan radang sendi atau rheumatoid arthritis. Baricitinib ini mirip dengan obat radang sendi lain dalam kelas penghambat reseptor Interleukin-6, yang sebelumnya telah direkomendasikan oleh WHO pada Juli 2021.

Panduan penggunaan masker dan pengurangan masa isolasi pasien COVID-19 tentu tidak sulit kita lakukan. Sebaliknya untuk pengobatan terbaru COVID-19 adalah hal yang subngguh sulit, karena kecuali kortikosteroid, akses ke obat anti COVID-19 lainnya tetap tidak memuaskan secara global. 

Sudahkah kita bertindak bijak dalam pengendalian dan pengobatan COVID-19?

Sekian

Yogyakarta, 16 Januari 2023

*) Dokter spesialis anak di RS Panti Rapih Yogyakarta, Lektor FK UKDW, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161

Categories
anak COVID-19 dokter Healthy Life kanker UHC vaksinasi

2022 Dosis Vaksin HPV

Brilio - Vaksin ini masuk program imunisasi nasional dan wajib untuk anak  perempuan usia sekolah dasar kelas 5-6 SD. #infografikbrilio | Facebook

DOSIS   VAKSIN   HPV

fx. wikan indrarto

Selasa, 20 Desember 2022 WHO memperbaharui rekomendasi jadwal vaksinasi HPV (human papillomavirus). Apa yang baru? 

.

Kanker serviks adalah jenis kanker paling umum keempat pada wanita, dan lebih dari 95% kanker serviks disebabkan oleh HPV yang ditularkan secara seksual. Sering disebut sebagai ‘silent killer’ dan hampir seluruhnya dapat dicegah, kanker serviks adalah salah satu penyakit dengan ketidaksetaraan akses, karena 90% wanita dengankanker serviks ini tinggal di negara berpenghasilan rendah dan menengah.

.

Mencegah perkembangan kanker serviks dengan meningkatkan akses ke vaksin yang efektif, merupakan langkah yang sangat signifikan dalam mengurangi penyakit dan kematian yang tidak perlu. Rekomendasi baru ini didasarkan pada penurunan yang sangat memprihatinkan dalam cakupan vaksinasi HPV secara global. Antara 2019 dan 2021, cakupan vaksinasi HPV dosis pertama turun 25% menjadi 15%. Ini berarti 3,5 juta lebih banyak anak perempuan yang tidak mendapatkan vaksinasi HPV pada tahun 2021 dibandingkan dengan tahun 2019.

.

baca juga : https://dokterwikan.com/2020/09/02/2020-bebas-kanker-serviks/

.

Optimalisasi jadwal HPV diharapkan dapat meningkatkan akses ke vaksin, menawarkan banyak negara dan wilayah kesempatan untuk memperluas jumlah anak perempuan yang dapat divaksinasi HPV. Selain itu, juga mengurangi beban tindak lanjut yang seringkali rumit dan mahal, yang diperlukan untuk menyelesaikan rangkaian vaksinasi. Penting bagi banyak negara untuk memperkuat program vaksinasi HPV mereka, mempercepat implementasi, dan membalikkan penurunan cakupan.

.

WHO sekarang merekomendasikan 3 jadwal. Pertama, jadwal satu atau dua dosis untuk anak perempuan berusia 9-14 tahun. Kedua, jadwal satu atau dua dosis untuk remaja perempuan berusia 15-20 tahun dan ketiga, dua dosis dengan interval 6 bulan untuk wanita di atas 21 tahun. Selain itu, rekomendasi tersebut menggarisbawahi pentingnya vaksinasi sebagai prioritas wanita dengan gangguan kekebalan, atau mereka yang hidup dengan HIV. Juga remaja perempuan dengan immunocompromised harus menerima minimal dua dosis, bahkan jika mungkin tiga dosis. Sasaran utama vaksinasi HPV adalah anak perempuan berusia 9-14 tahun, sebelum dimulainya aktivitas seksual. Vaksinasi target sekunder adalah anak laki-laki dan perempuan yang lebih tua, jika memungkinkan dan terjangkau.

.

Siap-siap! Vaksin Kanker Serviks Gratis Segera Dimulai di 8 Provinsi
.

“Vaksin HPV sangat efektif untuk pencegahan HPV serotipe 16 & 18, yang menyebabkan 70% kanker serviks,” ujar Dr Alejandro Cravioto, Ketua SAGE. “SAGE mendesak semua negara untuk memperkenalkan vaksin HPV dan memprioritaskan pengejaran kohort multi-usia dari kohort anak perempuan yang ketinggalan dan lebih tua. Rekomendasi ini akan memungkinkan lebih banyak anak dan remaja perempuan untuk divaksinasi dan dengan demikian mencegah mereka terkena kanker serviks dan semua konsekuensinya selama hidup mereka.” Rekomendasi dosis tunggal ini berpotensi membawa kita lebih cepat ke tujuan kita untuk mencapai 90 persen remaja perempuan divaksinasi sebelum usia 15 tahun pada tahun 2030.

.

Secara global, penyerapan vaksin penyelamat hidup adalah lambat dan cakupan di banyak negara jauh lebih rendah dari target 90%. Akibatnya, pada tahun 2020 cakupan global dengan 2 dosis hanya 13%. Beberapa faktor telah memengaruhi penyerapan yang lambat dan cakupan vaksin HPV yang rendah termasuk tantangan pasokan dan distribusi vaksin, serta tantangan program dan biaya terkait pemberian dua rejimen untuk anak perempuan yang lebih tua yang biasanya bukan bagian dari program vaksinasi di sekolah. Selain itu, biaya vaksin HPV adalah relatif mahal, terutama untuk negara berpenghasilan menengah.

.

Rekomendasi untuk hanya satu dosis vaksin HPV adalah lebih murah, lebih sedikit sumber daya dan lebih mudah untuk diberikan. Selain itu, rekomendasi ini juga memfasilitasi pelaksanaan kampanye susulan untuk berbagai kelompok umur, mengurangi tantangan yang terkait dengan melacak remaja perempuan untuk pemberian dosis kedua mereka, dan memungkinkan cadangan keuangan dan sumber daya manusia dialihkan ke prioritas kesehatan lainnya.

.

Sorotan pertemuan lainnya dari pertemuan Strategic Advisory Group of Experts on Immunization (SAGE) 4-7 April 2022 meliputi 3 jenis vaksin lainnya. Pertama vaksin covid-19, SAGE merekomendasikan vaksin CanSino Bio (Ad5-nCOV-S) akan tersedia jika EUL WHO diberikan. Kedua vaksin Hepatitis A, SAGE merekomendasikan bahwa satu atau dua jadwal dosis vaksin hepatitis A yang tidak aktif dapat digunakan. Ketiga vaksin virus polio, SAGE mendukung untuk penghentian vaksin polio oral hidup yang dilemahkan atau Vaksin Polio Oral (OPV) dari program imunisasi rutin, guna mengantisipasi virus polio tipe liar. 

.

Secara global, diperkirakan penerapan strategi ini dapat mencegah 60 juta kasus kanker serviks dan 45 juta kematian selama 100 tahun ke depan. Di Indonesia sasaran vaksinasi HPV adalah anak perempuan kelas 5-6 SD atau usia 11-12 tahun. Saat ini program tersebut sudah diperluas di 11 kabupaten kota, setelah pada mulanya menjadi program percontohan di DKI Jakarta. Pandemi COVID-19 tidak menjadi alasan untuk menunda perluasan vaksinasi HPV yang tetap dapat dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan. Kemenkes RI menargetkan perluasan imunisasi HPV untuk mencegah kanker serviks hingga berskala nasional pada 2023 dapat dicapai, apalagi dengan pemberian hanya dosis tunggal sesuai rekomendasi WHO terbaru tersebut.

Sudahkah kita terlibat membantu?

Sekian

Yogyakarta, 30 Desember 2022

*) Dokter spesialis anak di RS Panti Rapih Yogyakarta, Lektor FK UKDW, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161

Categories
anak COVID-19 Healthy Life Istanbul Jalan-jalan vaksinasi

2023 Sepak Bola dan Flu

Jadwal Lengkap Fase Grup Piala Dunia 2022 Qatar - Victory News - Halaman 4

SEPAK  BOLA  DAN  FLU

fx. wikan indrarto

Jutaan orang telah menonton Piala Dunia FIFA 2022 Qatar secara langsung di stadion atau nonton bareng di TV, sangat mungkin berisiko lebih tinggi terkena flu dan menyebarkannya. Apalagi segera disusul dengan Piala Mitsubishi Electric AFF 2022 saat Tim Nasional Indonesia masuk babak semifinal. Pastikan kita tahu cara melindungi diri sendiri dan orang lain.

.

Sebelum Piala Dunia diadakan pertama kali, influenza telah menyerang pemain sepak bola, manajer, dan penonton. Pada tahun 1918, pandemi influenza yang dikenal sebagai “Flu Spanyol” menginfeksi sekitar 500 juta orang. Saat itu masyarakat dipaksa untuk menerapkan tindakan luas, membatasi pertemuan besar, termasuk menonton olahraga seperti pertandingan sepak bola. Lebih dari seabad  kemudian, sebanyak satu miliar orang, baik penonton maupun pemain sepak bola profesional, masih terkena influenza musiman setiap tahun, dan dapat menyebabkan penyakit parah atau bahkan kematian.

.

baca juga : https://dokterwikan.com/2019/10/16/2019-sepak-bola-sehat/

.

Gejala klinis influnza adalah demam, batuk (biasanya kering), sakit kepala, nyeri otot dan persendian, sakit tenggorokan dan pilek. Batuknya dapat parah dan bertahan 2 minggu atau lebih. Kebanyakan orang pulih dalam waktu seminggu tanpa memerlukan tindakan medis. Jika salah satu pesepakbola profesional terkena flu, mungkin tidak akan diijinkan bermain, meskipun mungkin tidak akan sakit parah. Namun demikian, bagi sebagian penonton sepak bola, terkena influenza menimbulkan ancaman rawat inap atau bahkan kematian yang jauh lebih serius. Penonton yang berisiko tinggi mengalami komplikasi influenza meliputi ibu hamil pada setiap tahap kehamilan, orang lanjut usia (berusia lebih dari 65 tahun), orang dengan kondisi medis kronis, tenaga kesehatan; dan anak usia 6 bulan sampai 5 tahun.

.

Indonesia vs Vietnam pada Semifinal Leg 1 Piala AFF 2022 - Tenggulang Baru
.

Jika kita menonton sepak bola bulan Januari 2023, baik secara langsung bersama ratusan atau ribuan orang lainnya di dalam stadion, atau nobar di TV bersama keluarga dan teman, sangat mungkin berisiko lebih tinggi terkena flu atau menularkannya ke orang lain. Hal ini karena, seperti halnya COVID-19, influenza tumbuh subur di ‘tiga C’: ruang tertutup, tempat ramai, dan kontak dekat (closed spaces, crowded places, and close contact). Influenza dapat menyebar dengan cepat di antara para penonton sepakbola ketika seorang penonton yang terinfeksi batuk atau bersin, menyebarkan tetesan virus ke udara.

.

Influenza musiman adalah infeksi saluran pernapasan akut yang disebabkan oleh virus influenza yang beredar di seluruh belahan dunia. Terdapat 4 jenis virus influenza musiman, yaitu tipe A, B, C dan D. Virus influenza A dan B beredar dan menyebabkan wabah penyakit musiman.

.

Virus influenza A selanjutnya diklasifikasikan menjadi subtipe sesuai dengan kombinasi hemagglutinin (HA) dan neuraminidase (NA), protein pada permukaan virus. Saat ini yang beredar pada manusia adalah virus influenza subtipe A(H1N1) dan A(H3N2). A(H1N1) juga ditulis sebagai A(H1N1)pdm09 karena menyebabkan pandemi pada tahun 2009 dan kemudian menggantikan virus influenza A(H1N1) musiman yang telah beredar sebelum tahun 2009. Hanya virus influenza tipe A yang diketahui menyebabkan pandemi .

.

baca juga : https://dokterwikan.com/2019/03/20/2019-lawan-influenza/

.

Virus influenza B tidak diklasifikasikan menjadi subtipe, tetapi dapat dipecah menjadi garis keturunan. Virus influenza tipe B yang beredar saat ini termasuk dalam garis keturunan B/Yamagata atau B/Victoria. Virus influenza C terdeteksi lebih jarang dan biasanya menyebabkan infeksi ringan, sehingga tidak menyebabkan gangguan kesehatan masyarakat. Sedangkan virus influenza D terutama menyerang ternak dan tidak diketahui menginfeksi atau menyebabkan penyakit pada manusia.

.

Derajad penyakit berkisar dari ringan hingga berat dan bahkan kematian. Rawat inap dan kematian terjadi terutama di antara kelompok risiko tinggi. Di seluruh dunia, epidemi tahunan ini diperkirakan mengakibatkan sekitar 3 hingga 5 juta kasus penyakit parah, dan sekitar 290.000 hingga 650.000 kematian. Di negara industri kebanyakan kematian karena influenza terjadi pada orang berusia 65 tahun atau lebih. Epidemi dapat mengakibatkan tingginya tingkat ketidak hadiran para pekerja, siswa di sekolah dan hilangnya produktivitas. Efek epidemi influenza musiman di negara berkembang tidak sepenuhnya diketahui, tetapi penelitian memperkirakan bahwa 99% kematian pada anak di bawah usia 5 tahun dengan infeksi saluran pernapasan bawah terkait influenza ditemukan di negara berkembang.

.

Sebagian besar kasus influenza manusia didiagnosis secara klinis. Namun, selama periode aktivitas influenza rendah dan di luar situasi epidemi, infeksi virus pernapasan lainnya, mis. rhinovirus, virus syncytial jalan napas, parainfluenza dan adenovirus juga dapat hadir sebagai Influenza-like Illness (ILI) yang membuat diferensiasi klinis influenza dari patogen lain menjadi sulit.

Pasien dengan derajat penyakit klinis parah atau progresif terkait dengan infeksi virus influenza yang dicurigai atau dikonfirmasi, yaitu sindrom klinis pneumonia, sepsis atau eksaserbasi penyakit bawaan kronis, harus diobati dengan obat antivirus sesegera mungkin. Obat inhibitor neuraminidase (yaitu oseltamivir) harus diberikan sesegera mungkin (idealnya, dalam waktu 48 jam setelah timbulnya gejala) untuk memaksimalkan manfaat terapeutik. Pemberian obat juga harus dipertimbangkan pada pasien yang datang kemudian dalam perjalanan penyakit. Pengobatan dianjurkan untuk minimal 5 hari, tetapi dapat diperpanjang sampai ada perbaikan klinis yang memuaskan.

.

Kortikosteroid tidak boleh digunakan secara rutin, kecuali diindikasikan untuk alasan lain (misalnya: asma dan kondisi spesifik lainnya); karena telah dikaitkan dengan pembersihan virus yang berkepanjangan, imunosupresi yang menyebabkan superinfeksi bakteri atau jamur. Semua virus influenza yang beredar saat ini resisten terhadap obat antivirus adamantane (seperti amantadine dan rimantadine), dan karenanya tidak direkomendasikan untuk monoterapi.

.

Cara paling efektif untuk mencegah penyakit ini adalah vaksinasi. Vaksin yang aman dan efektif tersedia dan telah digunakan selama lebih dari 60 tahun. Kekebalan dari vaksinasi berkurang dari waktu ke waktu, sehingga vaksinasi tahunan dianjurkan untuk melindungi terhadap influenza. Vaksin influenza inaktif yang disuntikkan paling sering digunakan di seluruh dunia.

.

WHO merekomendasikan vaksinasi influenza tahunan untuk ibu hamil pada setiap tahap kehamilan, anak balita, orang lanjut usia (berusia lebih dari 65 tahun), individu dengan kondisi medis kronis, dan petugas kesehatan. Rekomendasi WHO terus berkembang tentang komposisi vaksin (trivalen) yang menargetkan 3 jenis virus paling representatif yang beredar (dua subtipe virus influenza A dan satu virus influenza B) pada 2013-2014. Selanjutnya komponen ke-4 direkomendasikan menjadi vaksin kuadrivalen yang mencakup virus influenza B ke-2 selain virus dalam vaksin trivalen, dan diharapkan memberikan perlindungan yang lebih luas. Sejumlah vaksin influenza inaktif dan vaksin influenza rekombinan tersedia dalam bentuk injeksi. Vaksin influenza hidup yang dilemahkan tersedia dalam bentuk semprotan hidung.

.

Selain vaksinasi influenza dan pengobatan antivirus, manajemen kesehatan masyarakat berupa protokol kesehatan ketat, sebaiknya dilakukan. Yaitu mencuci tangan secara teratur, etika batuk dengan menutup mulut dan hidung. Selain itu, juga isolasi mandiri dini bagi mereka yang merasa tidak enak badan, demam dan memiliki gejala influenza lainnya, menghindari kontak dekat dengan orang sakit, dan menghindari menyentuh mata, hidung, atau mulut. Apalagi saat kita menonton sepakbola di stadion, ataupun nobar dengan banyak teman.

Sudahkah kita semua sehat?

Sekian

Yogyakarta, 4 Januari 2023

*) Dokter spesialis anak di RS Panti Rapih Yogyakarta, Lektor FK UKDW, Alumnus S3 UGM, penggemar gol dalam sepakbola, WA: 081227280161.

Categories
anak antibiotika COVID-19 dokter Healthy Life resisten obat UHC vaksinasi

2023 Panduan Antibiotika

antibiotik | Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan

PANDUAN  ANTIBIOTIK

fx. wikan indrarto

Jumat, 9 Desember 2022 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menerbitkan buku panduan pemberian antibiotik yang berjudul WHO AWaRe (Access, Watch, Reserve). Apa yang menarik?

.

Resistensi antimikroba merupakan ancaman bagi kesehatan dan pembangunan global, dan berkontribusi terhadap jutaan kematian di seluruh dunia setiap tahun. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dan berlebihan, justru mendorong peningkatan resistensi antimikroba dan berdampak buruk pada efektivitas obat yang sangat penting ini. Buku antibiotik AWaRe telah diterbitkan oleh WHO di bawah lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 3.0 IGO yang dapat diakses secara bebas untuk penggunaan non-komersial.

.

Tautan The WHO AWaRe (Access, Watch, Reserve) antibiotic book adalah : https://www.who.int/publications/i/item/9789240062382

baca juga : https://www.who.int/publications/i/item/9789240062382

Resistensi antimikroba (AMR) adalah ancaman bagi kesehatan dan pembangunan global dan berkontribusi terhadap jutaan kematian di seluruh dunia setiap tahun. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dan berlebihan, mendorong peningkatan AMR dan berdampak buruk pada efektivitas obat-obatan penting ini. Buku antibiotik WHO AWaRe (Access, Watch, Reserve) memberikan panduan singkat berbasis bukti tentang pilihan antibiotik, dosis, rute pemberian, dan durasi pengobatan untuk lebih dari 30 infeksi klinis paling umum pada anak-anak dan orang dewasa di baik perawatan kesehatan primer dan pengaturan rumah sakit. Informasi yang dimuat dalam buku ini mendukung rekomendasi antibiotik yang tercantum dalam Daftar Model Obat Esensial dan Obat Esensial Anak WHO dan klasifikasi antibiotik WHO AWaRe.

.

Sekitar 90% dari semua obat antibiotik telah diresepkan untuk pasien di fasilitas kesehatan primer. Selain itu, diperkirakan sekitar separuh dari semua penggunaan antibiotik tersebut tidak tepat dalam beberapa hal, seperti tidak ada indikasi, pemberian antibiotik spektrum luas yang tidak perlu, dosis yang keliru, durasi pengobatan yang tidak tepat, dan cara pemberian atau formulasi antibiotik yang kurang pas.

.

Kementerian Kesehatan RI on Twitter: "#TahukahKamu jika Antibiotik adalah  obat untuk mematikan atau menghambat pertumbuhan bakteri penyebab infeksi.  Bukan mematikan virus atau jamur #BijakAntibiotik @gemacermat  https://t.co/69BUIfisms" / Twitter

Pada buka panduan WHO tersebut, obat antibiotika dibedakan menjadi 3 jenis. Pertama, antibiotik spektrum sempit pada umumnya berharha lebih murah, aspek keamanan yang lebih baik, profil dan potensi resistensi umumnya rendah. Obat ini sering direkomendasikan sebagai pilihan pengobatan pertama atau kedua secara empiris untuk penyakit infeksi umum. Kedua, antibiotik spektrum yang lebih luas, umumnya dengan harga yang lebih mahal, dan direkomendasikan hanya sebagai pilihan pertama untuk pasien dengan klinis yang lebih parah, atau untuk infeksi di mana patogen penyebab lebih mungkin menjadi resisten. Dan ketiga, antibiotik cadangan yang merupakan antibiotik pilihan terakhir, yang digunakan hanya untuk mengobati infeksi multidrug-resistant.

.

Sistem AWaRe pada buku tersebut dilakukan menggunakan pendekatan lampu lalu lintas. Obat antibiotika yang aman (access) digunakan berwarna hijau, perlu waspada (watch) berwarna oranye, dan cadangan (reserve) berwarna merah. Sistem ini memudahkan untuk digunakan dalam fasilitas Kesehatan terbatas, seperti klinik dan apotek atau sebagai bagian dari pusat pemantauan konsumsi antibiotik di RS. Semua negara, wilayah, dan RS didorong untuk menggunakan buku AWaRe sebagai dasar untuk mengembangkan indikator dan target kualitas mereka sendiri, dalam mengurangi tingkat peresepan antibiotik yang tidak tepat, meningkatkan keselamatan dan perawatan pasien, sekaligus mengurangi infeksi resisten dan pembengkakan biaya untuk pasien pribadi dan sistem penjaminan pembiayaan kesehatan. Target WHO setidaknya 60% dari total resep obat antibiotik pada tahun 2023 dikeluarkan sesuai panduan tersebut.

.

Sebagian besar pasien sehat dengan infeksi umum ringan sebenarnya dapat diobati tanpa menggunakan obat antibiotik, karena infeksi ini sering sembuh sendiri dan efek samping terkait obat potensial lebih besar daripada manfaat klinisnya. Risiko buruk penggunaan antibiotik saat tidak dibutuhkan harus selalu diperhatikan, seperti terjadinya efek samping, reaksi alergi, infeksi ikutan oleh bakteri Clostridioides difficile dan terjadinya bakteri resisten obat. Pasien yang diterapi hanya dengan obat simptomatis tanpa pemberian antibiotik, harus diberi informasi dengan jelas tentang tanda bahaya apa yang harus dipantau dan apa yang harus dilakukan jika hal itu terjadi.

.

Pada tahun 2006, WHO mengusulkan persentase pasien yang berkunjung ke fasilitas kesehatan primer yang menerima antibiotik harus kurang dari 30%. Namun demikian, saat ini rata-rata sekitar setengah dari pasien yang mengalami infeksi apa pun di fasilitas kesehatan primer masih menerima antibiotik, sehingga berkontribusi terhadap muncul dan penyebaran resistensi antimikroba (AMR). Oleh karena itu, penting bagi tenaga kesehatan profesional dan pasien untuk mempertimbangkan risiko penggunaan obat antibiotik, ketika tidak benar-benar diperlukan.

Mengenal Jenis Antibiotik, Ketahui Manfaat Serta Efek Sampingnya bagi  Kesehatan | merdeka.com

Pasien yang paling sering diresepkan obat antibiotik adalah untuk infeksi jalan pernapasan dan saluran kemih, merupakan contoh penyakit infeksi  yang umumnya berkembang menjadi resisten terhadap antibiotik yang digunakan. Pasien ini juga lebih mungkin menularkan sifat resisten bakteri ke orang lain. Pasien dengan infeksi yang disebabkan oleh bakteri resisten antibiotik lebih mungkin mengalami pemulihan klinis yang tertunda. Selanjutnya, pengobatan antibiotik akan mengubah mikrobiota normal, yaitu semua mikroorganisme yang hidup di dalam atau di tubuh manusia, dengan potensi konsekuensi jangka panjang dan peningkatan risiko infeksi oleh Clostridioides difficile, bakteri yang dapat menyebabkan diare parah.

.

Setiap pasien dianjurkan untuk mengingatkan dokter, tentang kewajiban dokter untuk mempertimbangkan D8 (Diagnose, Decide, Drug, Dose, Delivery, Duration, Discuss and Document) sebelum meresepkan obat antibiotika kepada pasiennya. Pertama diagnosis, apa diagnosis klinis dan apakah ada bukti adanya infeksi bakteri yang signifikan. Dokter diwajibkan untuk memutuskan dengan bijak apakah obat antibiotik benar-benar dibutuhkan pasien atau apakah dokter perlu melakukan pemeriksaan biakan atau tes lain sebelum antibiotika diberikan. Kedua drug atau obat, jenis obat antibiotik apa yang paling tepat untuk diresepkan dan kategori antibiotik sesuai panduan WHO apakah ‘Access’, ‘Watch’, atau ‘Reserve’? Adanya alergi obat, interaksi dengan obat lain atau kontraindikasi pemberian obat lainnya seharusnya ditentukan sejak awal.

.

Ketiga dosis, yaitu berapa dosis yang paling tepat dan diberikan berapa kali sehari, apakah diperlukan penyesuaian dosis obat, misalnya karena ada gangguan fungsi ginjal. Juga ditentukan cara pemberiannya, apakah dengan ditelan, disuntikkan atau dioleskan. Keempat durasi atau lama pemberian obat, yang harus dihitung dengan cermat sampai dengan dosis terakhir. Kelima diskusikan dengan pasien tentang diagnosis, kemungkinan durasi gejala, obat apa pun yang mungkin menyebabkan toksisitas dan apa yang harus dilakukan jika tidak pulih. Keenam dokumen tertulis yang berisi semua keputusan yang disepakati dan rencana pengelolaan medis selanjutnya.

.

Sebagian besar penyakit infeksi umum di fasilitas kesehatan primer sebenarnya dapat ditangani tanpa menggunakan obat antibiotik. Mengurangi penggunaan obat antibiotik yang tidak tepat adalah kunci untuk mengendalikan resistensi antibiotik sesuai panduan The WHO AWaRe (Access, Watch, Reserve). Seharusnya para pasien juga terlibat aktif dalam membuat keputusan dokter, untuk penggunaan obat antibiotika sesuai panduan.

Apakah kita sudah melakukannya?

Sekian

Yogyakarta, 18 Desember 2022

*) Dokter spesialis anak di RS Panti Rapih Yogyakarta, Lektor FK UKDW, Alumnus S3 UGM.

Categories
anak COVID-19 dokter Healthy Life Jalan-jalan UHC

2022 Piala Dunia yang Sehat

Prediksi Juara Piala Dunia 2022: Argentina vs Prancis, Dua Raksasa Beda  Benua

PIALA  DUNIA  YANG  SEHAT

fx. wikan indrarto*)

Pertandingan di Lusail Stadium Qatar adalah partai final Piala Dunia FIFA terbaik dalam sejarah. Pencapaian Lionel Messi (La Pulga) yang memimpin tim Argentina menjuarai Piala Dunia 2022 semakin sempurna, karena dia juga sukses meraih gelar Pemain Terbaik turnamen untuk kedua kalinya. Tidak hanya kemeriahan itu yang perlu dikenang dari Piala Dunia 2022 Qatar, tetapi juga saat WHO dan FIFA dalam Piala Dunia telah bersatu dalam mencetak gol untuk peluncuran “Health for All” (Kesehatan untuk Semua) guna membangun masa depan dunia yang lebih sehat. Apa yang menarik?

.

Selain untuk mempromosikan Hari Cakupan Kesehatan Semesta atau Universal Health Coverage Day (UHC Day), WHO dan FIFA bekerja sama dengan ikon sepak bola internasional untuk mendesak pemerintah dan masyarakat di seluruh dunia dalam membuat tindakan terukur untuk mencapai kesehatan bagi semua. UHC memastikan bahwa setiap orang, di mana pun berada akan dapat mengakses dukungan yang mereka butuhkan dan tetap sehat, tanpa terdorong ke dalam kesulitan keuangan atau jatuh miskin.

.

Pada ajang Piala Dunia FIFA 2022 di Qatar, juga dikampanyekan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB 3: Kesehatan dan kesejahteraan yang baik, oleh Didier Yves Drogba Tébily yang adalah seorang pemain sepak bola berasal dari Pantai Gading sebagai pemain depan (striker). Ia bermain untuk klub Chelsea di Liga Utama Inggris dan merupakan kapten serta pencetak gol terbanyak sepanjang masa dari tim nasional sepak bola Pantai Gading. Ia mencetak lebih banyak gol bagi Chelsea dibanding pemain asing lainnya dan saat ini ia berada di urutan kesembilan pencetak gol terbanyak sepanjang masa di The London Blues Chelsea.

.

baca juga : https://dokterwikan.com/2019/10/16/2019-sepak-bola-sehat/

.

“Jika saya memiliki masalah di lapangan bola, bantuan datang dengan cepat. Tapi di luar lapangan bola, hal ini tidak selalu terjadi,” kata Didier Drogba. Klinik kesehatan yang tidak lengkap, tenaga medis yang tidak cakap, dan tidak cukupnya obat atau vaksin, membuat kesehatan masyarakat di seluruh dunia berada dalam bahaya. Kesehatan yang baik membutuhkan upaya tim, jadi kita mendorong setiap pemerintah untuk berkomitmen mendukung UHC dan memberi semua orang akses yang diperlukan untuk menjadi sehat. Ketika kita bekerja sama demi kesehatan untuk semua, kita semua akan menang. “Pada Hari UHC, mari kita semua aktif dan memainkan peran kita untuk menjadikan kesehatan sebagai tujuan kita semua,” pesan Alisson Becker, penjaga gawang Brasil dan Liverpool, dan Duta Niat Baik WHO untuk Promosi Kesehatan, yang juga salah satu penjaga gawang terbaik di dunia.

.

Kampanye oleh para pemain bola terkenal tersebut didasari oleh data pencapaian tujuan kesehatan nasional di beberapa negara, yang sempat terhambat oleh karena kurangnya pendekatan terstruktur dalam merancang sistem kesahatan. Selain itu, juga dalam merumuskan paket layanan kesehatan yang komprehensif yang disesuaikan dengan konteks lokal. Untuk itu, pada Piala Dunia FIFA 2022 di Qatar WHO meluncurkan 2 perangkat baru yang penting, pertama untuk membantu setiap pemerintah di manapun dalam merancang dan memberikan paket cakupan layanan medis yang tepat untuk populasinya. Kedua, untuk memudahkan setiap orang dalam memperoleh informasi yang andal dalam mendukung pola hidup untuk melindungi kesehatan dan kesejahteraan mereka.

.

Al Hilm, Bola Baru Piala Dunia 2022 untuk Semifinal dan Final

Perangkat pertama WHO disebut Implementasi Paket Layanan atau ‘Universal Health Coverage Service Package Delivery and Implementation’ (https://uhcc.who.int/uhcpackages/) untuk mendukung semua negara dalam merancang paket layanan kesehatan nasional yang unik. Alat daring yang inovatif dan praktis ini mencakup fungsionalitas yang akan memungkinkan perencana kesehatan nasional untuk memilih dari berbagai alternatif bentuk layanan kesehatan yang komprehensif, mencakup layanan promotif, preventif, resusitasi, kuratif, rehabilitatif, dan paliatif, yang dibutuhkan orang untuk mencapai standar kesehatan dan kesejahteraan tertinggi yang dapat dicapai.

.

Alat ini juga dirancang untuk membantu mengidentifikasi kebutuhan dokter, tenaga kesehatan, produk medis esensial, infrastruktur kesehatan, dan elemen lain yang diperlukan untuk terselenggaranya layanan kesehatan yang efektif. Alat ini juga menekankan pentingnya layanan kesehatan primer dan layanan gawat darurat untuk pertolongan pertama. Selain itu, alat ini menyoroti pendekatan layanan kesehatan primer sebagai dasar untuk memperkuat sistem kesehatan nasional dan melibatkan semua sektor kehidupan, dalam visi mencapai kesehatan untuk semua. Keberhasilan implementasi paket layanan kesehatan nasional ini, pada akhirnya akan memungkinkan setiap negara untuk mempercepat kemajuan menuju UHC.

.

Perangkat kedua berupa sumber daya digital untuk masyakarat yang disebut, “Kiat kesehatan dan kesejahteraan hidup.” (Your life, your health: Tips and information for health and well-being) (https://www.who.int/tools/your-life-your-health). Aplikasi digital ini dapat digunakan oleh semua orang dalam berbagai fase kehidupan dengan informasi kesehatan yang dapat dipercaya, dipahami, dan digunakan dengan mudah dalam kehidupan sehari-hari.

.

WHO, FIFA dan Pemerintah Qatar telah bekerja sama dalam even Piala Dunia Sehat 2022. Kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan turnamen sepakbola selanjunya seharusnya menjadi acara yang meriah, sehat dan aman. Piala Dunia FIFA adalah hadiah terbesar dalam dunia sepak bola, sedangkan hadiah terbesar dalam hidup adalah kesehatan dan kesejahteraan yang baik. Kesehatan bukanlah kemewahan yang khusus bagi orang kaya saja, tetapi hak asasi setiap manusia di manapun mereka tinggal, termasuk untuk para penggila bola diseluruh pelosok dunia. 

Sudahkah kita semua sehat?

Sekian

Yogyakarta, 19 Desember 2022

*) Dokter spesialis anak di RS Panti Rapih Yogyakarta, Lektor FK UKDW, Alumnus S3 UGM, penggemar gol dalam sepakbola, WA: 081227280161.

Categories
anak COVID-19 dokter Healthy Life resisten obat sekolah vaksinasi

2022 Gagal Ginjal Akut pada Anak

GAGAL GINJAL AKUT PADA ANAK ORANG TUA JANGAN PANIK TAPI TETAP WASPADA  [Selasa Sehat] | Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat

GAGAL  GINJAL  AKUT  PADA  ANAK

fx. wikan indrarto*)

Kasus Gagal Ginjal Akut (GGA) banyak menyerang anak, terutama dalam kurun waktu 2 bulan terakhir ini. Rabu, 26 Oktober 2022 kasus GGA misterius pada anak telah mencapai 269 kasus, 73 anak masih menjalani perawatan di RS, 157 anak meninggal dunia, dan 39 anak telah sembuh. Apa yang perlu diketahui?

.

Saat ini orang tua diharapkan tetap waspada dan tidak panik, terutama ketika anak mengalami gejala yang mengarah pada GGA. Gejala klinis tahap awal yang umum adalah diare, muntah, demam akut selama 3 – 5 hari, batuk dan pilek. Selanjutnya gejala klinis tahap menengah yang berlangsung dua hingga enam hari, akan nampak lebih khas yaitu penurunan jumlah air seni yang semakin sedikit (oliguria). Ketika anak mulai mengalami gejala khas ini, anak sudah perlu diperiksakan ke dokter dengan tetap memastikan cairan tubuh anak terpenuhi. Pada tahap selanjutnya adalah gejala klinis menengah hingga berat dan lebih khas, yaitu perubahan warna air kemih anak yang menjadi kecoklatan atau pekat. Jika kondisi ini terjadi, atau bahkan anak tidak buang air kecil selama 6-8 jam di siang hari, segeralah membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat. Pada fase lanjut gejala  berat ini, anak sudah sangat membutuhkan perawatan medis sedini mungkin.

.

Penyebab utama kasus GGA pada anak sampai sekarang masih terus diteliti, dengan dugaan sementara adalah efek samping obat sirop yang diminum anak. Namun demikian, sejumlah pasien di Yogyakarta mengaku tak mengonsumsi obat yang telah dilarang beredar oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), yaitu yang memiliki kandungan zat kimia berbahaya Etilen Glikol (EG), Dietilen Glikol (DEG) dan Etilen Glikol Butil Eter (EGBE). Terdapat lima pasien yang memiliki riwayat mengonsumsi obat sirup, tetapi tidak masuk dalam daftar yang diumumkan BPOM. Delapan anak lainnya, bahkan mengonsumsi obat batuk pilek berbentuk tablet, bukan sirup.

.

baca juga : https://dokterwikan.com/2020/03/09/2020-hari-ginjal-sedunia/

BPOM sebelumnya telah merilis lima merek obat sirop dari tiga produsen berbeda yang memiliki kandungan bahan berbahaya EG, DEG, dan EGBE di atas ambang batas aman. Lima merek itu yakni Termorex Sirup pada batch yang awal diteliti dengan produk pada batch lainnya aman dari PT. Konimex, Florin DMP Sirup dari PT. Yarindo Farmatama, Unibebi Cough Syrup, Unibebi Demam Drop, dan Unibebi Demam Syrup dari Universal Pharmaceutical Industries. Menurut penelusuran BPOM, produsen obat melakukan perubahan komposisi dan penyuplai bahan baku obat. Selain perubahan tersebut tanpa izin, juga penyuplai bahan baku obat diganti pemasok bahan kimia yang bukan berstandar sertifikasi farmasi, bahkan mungkin terjadi sejak awal pandemi Covid-19. Soal dugaan adanya tindak pidana dalam kasus GGA ini, BPOM menyerahkannya kepada aparat kepolisian yang akan dinaikkan status kasus dari penyelidikan ke penyidikan, jika ditemukan barang bukti yang cukup.

.

Dugaan kuat GGA disebabkan oleh obat sirup semakin kuat, karena sejak obat sirup yang mengandung cemaran ditarik, jumlah kasus GGA yang masuk RS menurun lebih dari 95 persen. Pemerintah juga telah mendapatkan obat penawar bahan berbahaya penyebab GGA, yakni Fomepizol dari berbagai negara, yakni 30 obat dari Singapura, 16 obat dari Australia, dan 200 obat dari Jepang.

Beberapa langkah berikut perlu dilakukan orangtua untuk menjaga fungsi ginjal anak agar tetap sehat. Pertama adalah ajak anak rutin beraktivitas fisik secara teratur, karena dapat meningkatkan sirkulasi sel imunitas atau kekebalan. Tidak perlu berolahraga berat, cukup mengajak anak untuk bersepeda bersama, berenang atau sekedar bermain petak umpet di luar rumah, dan aktivitas fisik lain yang anak sukai, sehingga suasanya semakin menyenangkan. Kedua, memenuhi kebutuhan cairan tubuh anak, karena air sangat penting untuk mempertahankan fungsi ginjal. Cairan tubuh yang beredar lancar akan membantu membuang sisa metabolisme di dalam tubuh anak melalui air kemih. Pastikan anak terpenuhi kebutuhan cairannya, dengan minum berulang atau makanan berkuah seperti kaldu daging, sebagai cairan tambahan yang padat nutrisi.

.

Kasus Gagal Ginjal Akut Misterius pada Anak Meningkat, Kemenkes Imbau Orang  Tua Agar Waspada | Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat

Ketiga, batasi asupan gula, karena konsumsi gula berlebihan dapat meningkatkan risiko mengalami diabetes dan membebani fungsi ginjal anak. Oleh sebab itu, batasi anak mengkonsumsi minuman manis, seperti soda dan minuman kemasan, camilan manis, dan saus yang cenderung manis. Sebagai alternatif, dapat diberikan buah yang mengandung gula alami dan kaya nutrisi. Keempat, batasi asupan garam, karena kandungan garam tinggi dapat membuat tubuh anak menahan lebih banyak air, meningkatkan tekanan darah dan membebani ginjal. Cukup tambahkan sedikit garam pada masakan rumah dan hindari makanan atau camilan yang tinggi garam untuk anak. Kelima, pertahankan berat badan anak tetap ideal dengan mencegah penumpukan lemak, karena masukan kalori berlebih. Obesitas dan kelebihan berat badan anak akan meningkatkan risiko penyakit tidak menular yang mematikan, seperti penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal.

.

Terakhir atau keenam, periksakan anak secara rutin ke dokter lengganan, terlebih jika anak sedang mengeluhkan gejala klinis di atas. Dokter tentu saja akan  memeriksa kondisi anak secara keseluruhan. Harap segera menemui dokter jika anak mengalami gejala klinis yang tidak biasa, seperti merasa lelah, sulit tidur, sulit berkonsentrasi, nafsu makan buruk, kesulitan buang air kecil dan pembengkakan kaki.

.

Sebagai upaya pencegahan GGA pada anak karena dampak buruk obat, orang tua seharusnya lebih cermat dalam memberikan obat pada anak, dengan membaca aturan penggunaan obat yang tertera pada label atau sesuai petunjuk dan anjuran dokter. Selain itu, penggunaan obat sirup harus sesuai rekomendasi dokter, terkait masih adanya pembatasan edar obat sirop yang sedang diteliti oleh BPOM.

.

Sekian

Yogyakarta, 30 Oktober 2022

*) Dokter spesialis anak di RS Panti Rapih Yogyakarta, Lektor FK UKDW, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161

Categories
anak COVID-19 dokter Healthy Life Jalan-jalan sekolah UHC

2022 Bersepeda Dalam Kota

BERSEPEDA  DI  DALAM  KOTA

fx. wikan indrarto*)

Warga kota banyak yang menyatakan minat untuk bersepeda, tetapi khawatir tentang keselamatan di jalan. Meskipun sudah ada kemajuan pesat, namun kematian karena kecelakaan lalu lintas di jalan raya terus saja meningkat, dengan kematian tahunan global mencapai 1,35 juta kasus. Apa yang sebaiknya dilakukan?

.

Cedera lalu lintas di jalan raya kini menjadi pembunuh utama bagi anak dan remaja yang berusia 5-29 tahun. Secara global, dari semua kematian karena kecelakaan lalu lintas, pejalan kaki dan pengendara sepeda merupakan 26% korban. Sedangkan pengendara sepeda motor dan penumpang kendaraan merupakan 28% korban. Risiko kematian karena kecelakaan lalu lintas di jalan, sampai sekarang tetap mencapai tiga kali lebih tinggi di negara berpenghasilan rendah daripada di negara berpenghasilan tinggi, dengan tingkat tertinggi di Afrika (26,6 per 100.000 penduduk) dan terendah di Eropa (9,3 per 100.000 penduduk).

.

Pada tahun 2013 Pemerintah Kota Bangalore India mulai meluncurkan inisiatif Hari Bersepda (Cycle Day). Lalu lintas jalan diblokir pada satu hari Minggu  per bulan selama setengah hari di seluruh kota, menciptakan ruang yang aman untuk berjalan kaki dan bersepeda. Kampanye komunikasi melalui media sosial dan organisasi lokal mendorong orang untuk menggunakan semua ruas jalan untuk bersepeda dan berjalan kaki ke berbagai tujuan dalam kota. Tujuannya adalah untuk mendorong warga menggunakan transportasi aktif, tetapi juga diharapkan penutupan jalan terhadap kendaraan bermotor (car free day) akan mengurangi polusi  udara di daerah terdekat. Popularitas acara ini tumbuh dalam hal frekuensi dan kegiatan, dan acara menjadi rutin mingguan dan diadakan di beberapa lokasi. Sepeda gratis disediakan, acara bersepeda jarak pendek (3–5 km) diselenggarakan dan acara lainnya dapat diadakan di sepanjang ruas jalan seperti olahraga, berkesnian, dan permainan untuk anak. 

.

baca juga : https://dokterwikan.com/2022/05/26/2022-mudik-aman/

.

Lebih dari setengah populasi dunia sekarang tinggal di kota, menggerakkan lebih dari 60% aktivitas ekonomi dan emisi gas rumah kaca. Karena kota memiliki kepadatan penduduk yang relatif tinggi dan padat lalu lintas, sebenarnya banyak perjalanan dapat dilakukan dengan lebih efisien menggunakan transportasi umum, berjalan kaki, dan bersepeda, dibandingkan dengan mobil pribadi. Ini juga membawa manfaat kesehatan utama melalui pengurangan polusi udara, cedera lalu lintas di jalan raya, dan lebih dari tiga juta kematian tahunan akibat tidak aktif secara fisik. Beberapa kota terbesar dan paling dinamis di dunia, seperti Milan, Paris, dan London, telah menanggapi pandemi COVID-19 dengan membuat jalan bagi pejalan kaki, dan memperluas jalur sepeda secara besar-besaran. Hal ini memungkinkan terjadinya transportasi yang jauh dengan beraktivitas fisik selama pandemi, meningkatkan kegiatan ekonomi, dan kualitas hidup warganya.

.

Saat ini lebih dari setengah populasi dunia sudah tinggal di kota, baik besar maupun kecil. Pada tahun 2050, proporsi itu diperkirakan akan meningkat menjadi hampir 70%. Pertumbuhan kota yang pesat ini menghadirkan tantangan dan peluang, juga terkait krisis perubahan iklim dan pandemi COVID-19, yang telah memperburuk ketidakadilan dan kerentanan sosial dan sistem kesehatan. Saat ini, lebih dari tujuh juta orang per tahun meninggal karena paparan polusi udara di kota, sekitar 1 dari 8 dari semua kematian. Lebih dari 90% orang menghirup udara luar ruangan dengan tingkat polusi yang melebihi nilai aman kualitas udara. Dua pertiga dari paparan polusi luar ruangan ini dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil, yang juga yang mendorong perubahan iklim. Beberapa negara yang paling awal dan paling parah terkena COVID-19, seperti Italia dan Spanyol, dan negara yang paling berhasil mengendalikan penyakit ini, seperti Korea Selatan dan Selandia Baru, telah menempatkan pembangunan hijau di samping kesehatan sebagai jantung atas strategi pemulihan paska COVID-19.

.

baca juga : https://dokterwikan.com/2021/11/20/2021-kota-sehat-paska-covid-19/

.

Kemitraan untuk Kota Sehat (The Partnership for Healthy Cities) adalah jaringan global bergengsi dari 70 kota di dunia yang berkomitmen untuk menyelamatkan nyawa warganya dengan mencegah penyakit tidak menular (PTM) dan cedera di jalan raya. Saat ini hanya kota Bandung dan Jakarta dari Indonesia yang masuk dalam jaringan kemitraan tersebut. Michael R. Bloomberg sebagai inisiator utama ‘The Partnership for Healthy Cities’ telah menegaskan bahwa para pemimpin lokal, yaitu kepala pemerintah kota di seluruh dunia perlu memberlakukan kebijakan kota yang mampu meningkatkan derajat kesehatan dan menyelamatkan nyawa warganya.

Untuk Para Pesepeda, Ketahui Tiga Aturan Yang Akan di Buat Ini - JD News

Dengan mayoritas populasi dunia sekarang tinggal di daerah perkotaan, setiap pemerintah kota perlu untuk mengubah strategi perang melawan PTM dan cedera di jalan raya, dengan memfasilitasi segenap warga kota untuk berjalan kaki dan bersepeda secara aman dan menyenangkan.

Sudahkah kita bijak?

Sekian

Yogyakarta, 12 Juli 2022

*) Dokter spesialis anak di RS Panti Rapih, Lektor FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, pengguna sepeda di dalam kota.

wa.me/
wa.me
Halo, ada yang dapat dibantu?