Categories
Istanbul

2018 AIDS

Hasil gambar untuk hari aids sedunia 2018

HARI   AIDS   SEDUNIA  2018

fx. wikan indrarto*)

Hari AIDS Sedunia (World AIDS Day) diadakan pada hari Sabtu, 1 Desember 2018. Ini adalah kesempatan bagi semua orang di seluruh dunia untuk bersatu dalam perang melawan HIV, untuk menunjukkan dukungan bagi orang yang hidup dengan HIV, dan untuk mengenang mereka yang telah meninggal karena penyakit AIDS. Saat bersatu dalam perang melawan HIV, tentu perlu keseragaman langkah. Apa yang baru?

Hasil gambar untuk hari aids sedunia 2018

Sejak tahun 2016, WHO telah merekomendasikan penggunaan obat tenofovir disoproxil fumarate (TDF) dikombinasi dengan lamivudine (3TC) atau emtricitabine (FTC) dan efavirenz (EFV) 600 mg, sebagai pilihan utama terapi antiretroviral (ART) lini pertama. Namun demikian, pada April 2018 terdapat pembaruan pada rejimen antiretroviral untuk mengobati dan mencegah infeksi HIV. WHO merekomendasikan dolutegravir (DTG) sebagai pilihan alternatif pengganti EFV untuk ART lini pertama, karena ketidakpastian mengenai keamanan dan kemanjuran EFV, pada orang yang hidup dengan HIV selama kehamilan dan selama menerima pengobatan tuberkulosis (TB) berbasis rifampisin. Pedoman WHO yang baru berisi rekomendasi mengenai rejimen lini pertama ART, termasuk DTG dan raltegravir (RAL).

Hasil gambar untuk hari aids sedunia 2018

Terapi antiretroviral (ART) terdiri dari kombinasi obat antiretroviral (ARV) untuk menekan secara maksimum replikasi virus HIV dan menghentikan perkembangan alamiah penyakit infeksi HIV. ART juga mencegah penularan HIV selanjutnya. Pengurangan besar telah terlihat pada tingkat kematian dan infeksi ketika penggunaan rejimen ARV yang kuat, terutama pada tahap awal penyakit. Selain itu, WHO juga merekomendasikan ART untuk semua orang dengan HIV sesegera mungkin setelah diagnosis, tanpa pembatasan jumlah CD4. Pemeriksaan jumlah CD4, yang juga disebut T-limfosit, T-sel, atau sel T-helper, digunakan untuk menentukan seberapa baik sistem kekebalan tubuh pada orang yang terinfeksi HIV. CD4 adalah jenis sel darah putih yang berperan penting dalam memerangi infeksi.

Gambar terkait

Juga perlu disampaikan tawaran terapi profilaksis pra-pajanan, kepada orang yang berisiko besar terinfeksi HIV, sebagai pilihan pencegahan tambahan dan bagian dari pencegahan komprehensif. Pada April 2018 WHO juga merekomendasikan bahwa paket skrining, profilaksis, inisiasi ART yang cepat dan intervensi kepatuhan pengobatan secara intensif, sebaiknya ditawarkan kepada semua orang yang hidup dengan HIV dan penyakit lebih lanjut. Rekomendasi juga menentukan seberapa cepat ART harus dimulai dalam konteks kebijakan untuk semua (treat all policy), terutama ketika ada ko-infeksi.

Hasil gambar untuk hari aids sedunia 2018

WHO sangat merekomendasikan bahwa inisiasi ART yang cepat harus ditawarkan kepada orang yang hidup dengan HIV, setelah diagnosis dan penilaian klinis terkonfirmasi. Inisiasi ART yang cepat didefinisikan sebagai dalam 7 (tujuh) hari setelah diagnosis HIV tegak. Rekomendasi inisiasi ART adalah pada hari yang sama dengan tegaknya diagnosis HIV, berdasarkan keinginan dan kesiapan pasien untuk segera memulai ART, kecuali ada alasan klinis untuk menunda pengobatan. Rekomendasi ini berlaku untuk semua populasi dan kelompok usia. Orang dengan penyakit HIV lanjut harus diberi prioritas untuk penilaian klinis dan inisiasi pengobatan.

Hasil gambar untuk hari aids sedunia 2018

Jumlah sel CD4 dapat membantu menentukan apakah infeksi lain (infeksi oportunistik) dapat terjadi. Meningitis kriptokokus atau radang selaput otak yang disebabkan oleh jamur kriptokokus dari debu atau uap kotoran burung yang sudah kering, adalah infeksi oportunistik serius, yang merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada orang dengan HIV dan penyakit lanjut, yang diperkirakan 15% dari semua kematian terkait AIDS secara global. Diperkirakan 223.100 kasus meningitis kriptokokus mengakibatkan 181.000 kematian global setiap tahun, pada orang yang hidup dengan HIV. Namun demikian, penyakit kriptokokus jarang terjadi pada anak dengan HIV, bahkan di daerah dengan beban penyakit yang tinggi di kalangan orang dewasa.

Berikut ini rekomendasi baru dan merupakan bagian dari panduan praktik klinik yang baik, yaitu pertama, pendekatan optimal untuk mendiagnosis meningitis kriptokokal, kedua strategi untuk mencegah penyakit kriptokokus invasif melalui skrining antigen kriptokokus dan terapi flukonazol pre-emptive, dan ketiga mengobati meningitis kriptokokal dengan kombinasi rejimen terapi anti jamur. Keempat, mencegah, memantau, dan mengelola toksisitas obat amfoterisin B, kelima, rekomendasi terhadap terapi tambahan dengan kortikosteroid sistemik; dan keenam, rekomendasi tentang waktu inisiasi terapi antiretroviral.

Tema Hari AIDS Sedunia 2018 adalah “kenali statusmu” (know your status) yang bertujuan untuk mencapai 2 hal berikut. Pertama, mendorong semua orang untuk mengetahui status infeksi HIV mereka melalui pemeriksaan di laboratorium klinik, sehingga dapat langsung mengakses layanan pencegahan, pengobatan dan perawatan HIV. Kedua, mendesak pembuat kebijakan kesehatan untuk membentuk agenda “sehat untuk semua” (healthfor all) tentang HIV, tuberkulosis (TB), hepatitis dan penyakit tidak menular yang terkait.

Hasil gambar untuk hari aids sedunia 2018

Penerapan rekomendasi WHO baru tersebut menunjang tujuan kedua peringatan Hari AIDS Sedunia 2018. Selain itu, memotivasi sebanyak mungkin orang untuk mengetahui status infeksi HIV mereka (know your status), perlu mendapat dukungan penuh.

Sudahkah kita bijak?

Sekian

Yogyakarta, 26 November 2018

*) dokter spesialis anak, Ketua IDI Cabang Kota Yogyakarta, Lektor FK UKDW, Alumnus S3 UGM, WA=081227280161

By Fx Wikan Indrarto

Dokter Fx Wikan Indrarto

Leave a Reply

wa.me/
wa.me
Halo, ada yang dapat dibantu?