DIBUAI DUBAI
fx. wikan indrarto & b. sari prasetyati
Selepas WHO mencabut status pandemi COVID-19 pada Jumat 5 Mei 2023, kami segera bersiap melanglang buana. Perjalanan terakhir kami pada 25-31 Mei 2019 saat menjelajahi Vietnam dan Kamboja di Indochina, dan segera kami bergegas merencakan untuk ikut International Conference on Medical & Health Science, 6 – 7 Juni 2023, di Hotel Mercure Istanbul Topkapi, Istanbul, Turkey. Perjalanan tersebut diawali dengan menengok dik Larasati (si bungsu) di Bandung dan sowan ibu di Pamulang, serta dilengkapi dengan singgah (transit) sekejap di Dubai, di Uni Emirat Arab pada Sabtu, 3 Juni 2023, dengan menggunakan pesawat milik maskapai penerbangan Emirates.


Emirates adalah sebuah maskapai penerbangan yang berpusat di Bandara Internasional Dubai, Uni Emirat Arab. Maskapai Emirates juga merupakan maskapai penerbangan terbesar di Timur Tengah, yang mengoperasikan lebih dari 3.600 penerbangan per minggu dari hubnya di Terminal 3 Bandara Internasional Dubai. Meskipun terdampak pandemi COVID-19 dan maskapai lain berjuang untuk bertahan dari kebangkrutan, pada Januari 2022 Emirates tetap mampu mengoperasikan armada sebanyak 254 pesawat penumpang dan 10 pesawat kargo yang dioperasikan oleh Emirates SkyCargo. Emirates mengoperasikan armada terbanyak pesawat terbesar di dunia Airbus A380 dan Boeing 777, dengan satu A319 sebagai jet eksekutif.
Pesawat super jumbo A380-800 yang terbesar di dunia milik Emirates telah mendarat untuk pertama kalinya di Indonesia, tepatnya di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Kamis sore, 1 Juni 2023. Kami tidak naik pesawat tersebut, tetapi berkesempatan menikmati Emirates Airline EK 0357, sebuah Boeing 777-300ER Jet Sabtu sore, 3 Juni 2023 dari Terminal 3 Jakarta Soekarno Hatta menuju Terminal 3 Dubai Intl, selama 8 jam menempuh jarak 4.078 Miles. Boeing 777 adalah sebuah pesawat penumpang sipil berbadan lebar bermesin ganda jarak jauh yang dibuat oleh Boeing Commercial Airplanes di AS. Ciri unik dari 777 adalah enam roda pendaratan per set di setiap roda pendaratan utama, badan pesawat (fuselage) yang bundar sempurna, dan “tailcone” belakang yang menyerupai mata pisau. Boeing 777 dibuat untuk menjadi pengganti Boeing 747, namun lebih efisien dan menjadi pesawat twinjet (mesin ganda) terbesar di dunia. Emirates, maskapai nasional UEA adalah operator terbanyak pesawat Boeing 777-300ER (Extended Range), dengan mesin buatan General Electric GE90-115B yang merupakan mesin pesawat dengan gaya dorong terkuat di dunia. Pesawat Boeing 777 ini sudah dilengkapi dengan sistem kemudi fly-by-wire, yang biasanya dipakai hanya pada pesawat tempur.
Kami mendarat dengan selamat di Dubai Sabtu, 3 Juni 2023 pk. 22.30 waktu setempat. Dubai adalah kota terpadat di negara Uni Emirat Arab dan merupakan ibukota Emirat Dubai. Kota ini terletak di sepanjang pantai tenggara Jazirah Arab dan di selatan teluk Persia. Dubai adalah salah satu tujuan pariwisata paling populer di dunia, sehingga memiliki hotel bintang lima terbanyak kedua di dunia, dan juga bangunan tertinggi di dunia, Burj Khalifa.


Uni Emirat Arab (disingkat UEA) adalah sebuah negara keemiran di Asia Barat. Negara ini terletak di sebelah timur Jazirah Arab dan berbatasan dengan Oman dan Arab Saudi, dan memiliki perbatasan maritim di Teluk Persia dengan Qatar dan Iran. Abu Dhabi adalah ibu kota negara ini, sementara Dubai menjadi kota yang paling padat penduduk. UEA terbentuk atas federasi dari tujuh emirat, yaitu Abu Dhabi, Ajman, Dubai, Fujairah, Ras al-Khaimah, Sharjah dan Umm al-Qaiwain. Zayed bin Sultan Al Nahyan, penguasa Abu Dhabi dan presiden pertama negara itu, yang dilanjutkan oleh Syekh Mohammed bin Zayed bin Sultan Al Nahyan GCMG (lahir 11 Maret 1961), sehari-hari dikenal dengan inisial MBZ, adalah Presiden ke-3 UEA sekarang, Penguasa Abu Dhabi dan Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Uni Emirat Arab. Pada tahun 2019, The New York Times menobatkannya sebagai penguasa Arab paling kuat dan salah satu orang paling berkuasa di Bumi. Dia juga dinobatkan sebagai salah satu dari 100 Orang Paling Berpengaruh tahun 2019 menurut Time. Namanya diabadikan sebagai jalan tol layang Jakarta Cikampek di Indonesia. Keberadaan Dubai sudah ada selama 150 tahun sebelum pembentukan UEA. Dubai yang kami kunjungi memiliki populasi terbesar dan merupakan emirat terbesar kedua menurut luas wilayahnya, setelah Abu Dhabi. Dubai telah dipimpin oleh dinasti Al Maktoum sejak 1833 dan pemimpinnnya saat ini, Mohammed bin Rashid Al Maktoum, juga menjabat sebagai Perdana Menteri dan Wakil Presiden UEA.
Setelah pengurusan ijin masuk dengan visa elektronik yang telah kami siapkan sejak dari Yogyakarta di konter imigrasi beres, kami segera mendapat SIM card 1 GB gratis untuk penggunaan internet selama 24 jam dengan ucapan ‘welcome to the happy Emirate’. Kami segera bergegas ke Saffron Hotel – Al Rigga Road, Behind ADCB Bank, di tengah kota Dubai, sebelum ganti hari. Rencana kami menggunakan Metro Red Line dari Airport Terminal 3 Dubai selama 9 menit dengan 4 perhentian gagal, karena Metro terakhir meluncur pk. 23. Kami segera menggunakan taxi bandara berupa Toyota Innova D 2,4 keluaran tahun 2022, bertarif 36 dirham untuk sampai di hotel kami. Segera kami terlelap di kamar 307 Saffron Hotel.
Minggu, 4 Juni 2023 setelah sarapan, kami segera mengunjungi Gereja Katolik Santa Maria di 247 Oud Metha Rd, Umm Hurair 2, Dubai. Kami menggunakan aplikasi Uber dan mendapatkan SUV Terbaru Toyota Grand Highlander yang belum pernah kami lihat di Indonesia dengan kabin lapang, bermesin 2.500 cc hybrid, dengan All Wheel Drive (AWD) yang elite. Kami berdoa dan mengucap syukur atas semua anugerah yang kami terima. “Gereja paroki terbesar di dunia adalah gereja St Maria di Dubai. Ini memiliki sekitar 300.000 umat paroki,” begitu bunyi cuitan, twitrer Sachin Jose@Sachinettiyil, pada Sabtu, 21 Mei 2022, pukul 22.12 WIB. Paroki St Maria di Kota Dubai bermula dari tahun 1883 ketika komunitas Katolik yang pada awalnya dilayani oleh imam dari Bahrain, dirasa ada kebutuhan agar ada seorang imam atau pastor yang secara permanen tinggal di Dubai. Oleh karena itu Pater Barnabas memohon ijin kepada Syekh Rashid yang bijaksana dan baik hati, dengan meminta sebuah area untuk rumah ibadah. Permintaan segera diberikan dan pada tahun 1965 Pastor Eusebio Daveri tiba di Dubai, untuk memulai membuat persiapan mendirikan sebuah bangunan gereja.


Dari kunjungan pemimpin Gereja Katolik, Paus Fransiskus selama 3 hari ke UEA, 3-5 Februari 2019, terungkap sedikitnya 8 fakta penting tentang kehidupan umat Katolik di negara kaya minyak ini, berdasarkan laporan Arabian Gazette, Reuters, dan Al Jazeera.
- Gereja Katolik pertama dibangun tahun 1965 dan hubungan diplomatik antara Vatikan dan UEA resmi dimulai pada 2007.
- Asosiasi Gereja Kristen pertama di UEA berdiri tahun 1968.
- Ada 76 bangunan gereja, 9 di antaranya gereja Katolik.
- Pada Juni 2017, Abu Dhabi mengganti nama masjid paling terkemuka di negara itu dari Masjid Mohamed bin Zayed (MBZ) menjadi Masjid Maryam, Mother of Jesus.
- Pemerintah UEA berkomitmen tentang toleransi dan kebebasan beragama dengan memberikan lahannya untuk pembangunan sejumlah gereja, tempat beribadah dan pemakaman bagi yang berbeda keyakinan.
- Semua warga negara dengan berbeda etnis, agama, dan kelompok ras tinggal secara rukun di UEA.
- Dari sekitar 9 juta orang yang tinggal di UEA, 1 juta di antaranya adalah penganut Katolik.
- UEA merupakan salah satu negara Teluk Persia yang paling tidak membatasi ibadah umat Kristen di tempat ibadah atau gereja dengan lisensi khusus.
Selanjutnya kami mengunjungi Masjid Jumeirah, yang menjadi masjid kebanggaan warga Dubai karena statusnya sebagai masjid nasional. Masjid dengan kapasitas 1.200 jamaah ini adalah satu-satunya masjid, bukan saja di Dubai, tapi juga di Uni Emirat Arab, yang boleh dimasuki kalangan nonmuslim.


Masjid Jumeirah mulai dibangun pada tahun 1976 dengan gaya Fatimiyah tradisional yang berasal dari Suriah dan Mesir dan diresmikan pada tahun 1979. Masjid Agung Jumeirah adalah hadiah dari Almarhum Sheikh Rashid bin Saeed Al Maktoum, mantan Penguasa Dubai dan ayah dari Penguasa Dubai saat ini Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum. Dikatakan bahwa itu adalah masjid yang paling banyak difoto di seluruh Dubai.
Arsitektur interior masjid memiliki ciri-ciri Islam dengan banyak kolom sebagai struktur pendukung di bagian dalam, yang dikenal sebagai desain hypostyle. Bagian dalam masjid dipengaruhi oleh arsitektur kerajaan Fatimiyah yang berasal dari abad ke-9 Mesir, didesain atau diisi dengan warna biru dan kuning. Masjid ini memiliki puncak kubah yang tinggi membuat ruangan menjadi luas. Eksterior masjid memiliki fasad yang elegan yang dibangun dengan batu pasir merah muda dan potongan marmer lainnya. Sisi lain dari masjid ini berada di jalan ramai yang ditumbuhi pohon palem, yang menjadikannya tempat fotografi yang sempurna bagi penggemar foto. Masjid Jumeirah memiliki kebijakan yang disebut “Open Minds. Open Doors” yang menawarkan kepada non-Muslim untuk datang mengunjungi masjid. Kebijakan tersebut berusaha untuk “menghilangkan penghalang antara orang-orang dari kebangsaan yang berbeda dan meningkatkan kesadaran akan budaya, adat istiadat, dan agama di Uni Emirat Arab”.
Selanjutnya kami mencapai Dubai Frame yang memiliki bentuk yang tak biasa, yaitu bingkai foto. Sengaja dibangun di Zabeel Park, Dubai Frame menjadi batasan antara Old Dubai dan New Dubai. Dari luar, Dubai Frame tampak begitu berkilau karena berlapis emas. Dibangun dalam waktu 5 tahun, Dubai Frame menghabiskan dana hingga Rp 925 miliar, terdiri dari dua menara yang terbuat dari kaca transparan setinggi 150 meter yang dihubungkan dengan jembatan sepanjang 93 meter di tingkat atas. Ukurannya yang sangat besar membuat Dubai Frame resmi menjadi bangunan terbesar dunia dengan bentuk bingkai.


Dubai Frame merupakan salah satu proyek unik yang dikembangkan oleh Pemerintah Kota Dubai, yang menjadi ikon megah dan landmark arsitektur. Spot bingkai foto terbesar ini memiliki keterkaitan dengan budaya pada masa lampau dan masa kini, disebut Dubai Frame atau “Berwaz Dubai.” Di satu sisi, pemandangan dan gedung-gedung pencakar langit di Jalan Sheikh Zayed dapat dinikmati, yang menjadi simbol Dubai yang modern. Di sisi lain kawasan Berwaz, dapat dilihat kawasan Deira, Umm Hurair dan Karama, yang menjadi simbol kota tua Dubai.
Lantai dasar didesain untuk menghadirkan museum yang menceritakan kisah perjalanan pembangunan kota Dubai. Selain itu, ada galeri yang mencerminkan kota tua Dubai menggunakan teknologi terkini dengan gambar 3D yang menciptakan nuansa tertentu, yang akan menjelaskan perkembangan kota Dubai. Pengunjung akan disuguhkan dengan pengalaman berikutnya di lantai Sky Deck yang menggambarkan Dubai masa kini. Di sisi lain lantai mezzanine, pengunjung dapat mengunjungi Future Dubai Gallery. Konsep galeri ini menghadirkan imajinasi kota Dubai 50 tahun dari sekarang dengan menciptakan kota metropolis virtual melalui proyeksi interaktif dan teknologi virtual reality (VR).
Selanjutnya kami menuju ke Museum of the Future di Dubai (MOTF) di pusat kota Dubai yang resmi diluncurkan dan dibuka untuk umum mulai 22 Februari 2022. Berlokasi di Sheikh Zayed Road, museum yang didirikan oleh Dubai Future Foundation ini memiliki desain bangunan asimetris, seperti cincin, berlapis baja dan kaca, yang tampak begitu futuristik. Bahkan, seperti dikutip dari situs Visit Dubai, Museum of the Future masuk ke dalam daftar 14 museum terindah di dunia versi National Geographic.


Kami segera bergegas menuju ke Burj Al Arab. Hotel tertinggi keempat di dunia dan menjadi salah satu landmark Dubai. Untuk mendapat foto dengan latar belakang gedung ini, kawasan beach walk Palm Jumeirah bisa jadi salah satu alternatif. Burj al-Arab (“Menara Arab”) adalah sebuah hotel mewah yang didesain oleh Tom Wright, mencapai ketinggian 321 meter dan adalah bangunan tertinggi yang sepenuhnya digunakan sebagai hotel. Bangunan ini berdiri di sebuah pulau buatan yang berada 280 m lepas pantai di Teluk Persia. Burj al-Arab dimiliki oleh Jumeirah.


Hotel ini sering disebut sebagai hotel bintang tujuh. Hal ini dianggap sebuah hiperbola oleh orang di bidang pariwisata, tetapi juga dapat dilihat sebagai cara untuk “mengalahkan” hotel-hotel lain yang menyebut hotelnya bintang enam. Sayangnya, hampir seluruh sistem peringkat hotel di dunia memiliki batas bintang lima. Menurut situs resmi Burj al-Arab, hotel ini adalah sebuah “hotel deluks bintang lima”.
Konstruksi Burj al-Arab dimulai tahun 1994 dan dibuka untuk pengunjung pada 1 Desember 1999. Rancangannya mengambil bentuk layar sebuah dhow, kapal tradisional Dubai. Dekat dengan puncaknya, terdapat sebuah helipad dan restoran Al Muntaha, yang berarti ‘Tertinggi’ dalam bahasa Arab, di sisi seberangnya yang ditahan oleh kantilever di atas laut. Salah satu elemen yang unik adalah dinding atrium yang menghadap ke pantai, terbuat dari kain fiberglass yang dilapisi Teflon. Interiornya didesain oleh Khuan Chew.


Selanjutnya kami melaju ke Burj Khalifa (‘Menara Khalifa’), sebelumnya bernama Burj Dubai, adalah sebuah gedung pencakar langit di Dubai yang diresmikan pembukaannya pada 4 Januari 2010. Ketinggian pencakar langit ini adalah 828 meter (2.717 kaki) yang menjadikannya bangunan tertinggi di dunia yang pernah dibuat oleh manusia. Melewati ketinggian Taipei 101 sebagai bangunan tertinggi di dunia, melewati ketinggian CNN Tower sebagai struktur bebas (tanpa penyangga) tertinggi di dunia, dan dari Menara KVLY-TV di Blanchard, North Dakota, AS sebagai struktur tertinggi di dunia. Rekor lainnya adalah lift tercepat di dunia dengan kecepatan 60 km/jam, bangunan dengan paling banyak lantai, yaitu 160 (sebelumnya Menara Willis dan World Trade Center dengan 110 lantai, dan atrium lobi tertinggi di dunia, setinggi 180 meter. Produser film Mission: Impossible – Ghost Protocol (2011) pun mengambil adegan syuting di sini di mana Tom Cruise bergelantungan di salah satu sisi luar gedung.
Setelah puas berkeliling dan dibuai keindahan kota kosmopolitan Dubai menggunakan taksi Toyota Hybrid All New Camry yang tampil lebih agresif tapi tetap mewah, karena didukung platform TNGA (Toyota New Global Architechture) dan mengusung tagline Outclass Elegance, kami segera menuju ke Terminal 3 Bandara Internasional Dubai (DXB), yang terletak sekitar 9 mil (15 km) dari Burj Khalifa. Selanjutnya kami menggunakan layanan cerdas di konter imigrasi tanpa petugas, untuk duduk manis menunggu pesawat berbadan lebar Boeing 777-300ER Emirates EK 121, yang akan terbang pk. 14.20 ke Istanbul Turki.
Bersambung
Minggu, 4 Juni 2023 ditulis di Gate B18 Terminal 3 Bandara Internasional Dubai (DBX) dan disebarkan dari Sultanahmet Inn & Siesta Hotel, Istanbul, Turki
17 replies on “2023 Dibuai Dubai”
A very detail trips story picturing lifely world class treasure of Emirate Arab , very smart, full of interesting information. Excellent !!!
Semoga bermanfaat. Terimakasih
Mantap dr wikan
Luarbiasa ….features yang komplit dan lezat ….serasa ikut menikmati perjalanan dr. Wikan di Dubai .
Maturnuwun Dok atas reportasenya yang keren…????
Semoga bermanfaat. Terimakasih
Semooga bermanffaat. Terimakasih
Wahhh ikut senang bisa ikut menikmati cerita healing yang menakjubkan… Semangat terus Dok…ditunggu kisah selanjutnya… Salam dari mount island alias muntilan
Semoga bermanfaat. Terimakasih
wah menyenangkan, terasa ikut bersama. Salam sehat juga buat nyonya
Semoga bermanfaat. Salam kembali dari kami
Luarbiasa menginspirasi selalu Dokter Wikan dan keluarga…senang sekali dengan kostum dokter Wikan menggunakan blangkon dan membawa merah putih ….terimakasih sharingnya yang sangat menakjubkan dan kerenn…ditenggo edisi berikutnya nggih dokter…sukses selalu, Berkah Dalem
Semoga bermanfaat. Terimakasih
eunak e dolan2 , rukun2 ya GBU ????????
Semoga bermanfaat. Rukun selalu
eunak e dolan2 , rukun2 ya GBU ????????
Terima kasih sharing kisah perjalanannya Pak Dokter. Seru.
Semoga bermanfaat
Salam pengelana
-wikan