Categories
anak COVID-19 dokter Healthy Life resisten obat tuberkulosis

2025 Bahaya Tuberkulosis

BAHAYA  TUBERKULOSIS

fx. wikan indrarto

Tulisan ini dimuat di harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta Minggu, 19 Januari 2025, halaman 8 kolom HUSADA dengan judul : Tuberkulosis pembunuh utama penyakit menular 2023.

Tuberkulosis (TB) kembali menjadi penyakit menular sebagai pembunuh utama. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Rabu, 13 November 2024 menerbitkan laporan baru tentang TB yang mengungkap bahwa sekitar 8,2 juta orang didiagnosis menderita TB sebagai kasus baru pada tahun 2023, dan ini adalah jumlah tertinggi yang tercatat sejak WHO memulai pemantauan TB global pada tahun 1995. Dengan peningkatan yang signifikan dari 7,5 juta yang dilaporkan pada tahun 2022, menempatkan TB kembali sebagai pembunuh utama dari penyakit menular pada tahun 2023, melampaui COVID-19. Apa yang mencemaskan?

Laporan TB Global WHO 2024 menyoroti jumlah kematian terkait TB menurun dari 1,32 juta pada tahun 2022 menjadi 1,25 juta pada tahun 2023, jumlah total orang yang jatuh sakit karena TB meningkat sedikit menjadi sekitar 10,8 juta pada tahun 2023. Beban TB tertinggi berada di 30 negara dengan India (26%), Indonesia (10%), Tiongkok (6,8%), Filipina (6,8%) dan Pakistan (6,3%) bersama-sama menyumbang 56% dari beban TB global. Sekitar 55% orang TB adalah laki-laki dan 12% adalah anak dan remaja muda.

Pada tahun 2023, kesenjangan antara perkiraan jumlah kasus TB baru dan yang dilaporkan menyempit menjadi sekitar 2,7 juta, turun dari tingkat saat pandemi COVID-19 sekitar 4 juta pada tahun 2020 dan 2021. Hal ini disebabkan karena upaya global yang substansial, untuk segera pulih dari gangguan COVID-19 pada layanan TB. Cakupan terapi  pencegahan TB telah dapat dipertahankan untuk sebagian besar orang yang hidup dengan HIV, dan terus dapat meningkat untuk sebagain besar kontak rumah tangga orang yang didiagnosis dengan TB.

Namun, TB yang resisten terhadap banyak obat tetap menjadi krisis kesehatan masyarakat. Tingkat keberhasilan pengobatan untuk TB yang resisten terhadap banyak obat atau resistan terhadap rifampisin (MDR/RR-TB) kini telah mencapai 68%. Dari 400.000 orang yang diperkirakan telah menjadi MDR/RR-TB, hanya 44% yang didiagnosis dan diobati pada tahun 2023.

Pendanaan global untuk pencegahan dan perawatan TB menurun lebih jauh pada tahun 2023 dan masih jauh di bawah target. Negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah  yang menanggung 98% beban TB, menghadapi kekurangan pendanaan yang signifikan. Hanya US$ 5,7 miliar dari target pendanaan tahunan sebesar US$ 22 miliar yang tersedia pada tahun 2023, setara dengan hanya 26% dari target global. Jumlah total pendanaan donor internasional untuk semua negara tersebut tetap berada di sekitar US$ 1,2 miliar per tahun selama beberapa tahun. Pemerintah Amerika Serikat tetap menjadi donor bilateral terbesar untuk TB. Sementara Dana Global untuk Memerangi AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (the Global Fund) merupakan pendana internasional teratas untuk mengetasi TB. Donasi tersebut penting, namun tetap tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan layanan TB yang utama, sehingga diperlukan investasi keuangan yang berkelanjutan untuk keberhasilan upaya pencegahan, diagnosis, dan pengobatan TB.

Persentase rumah tangga yang terdampak TB yang menghadapi biaya yang sangat besar (melebihi 20% dari pendapatan rumah tangga tahunan) untuk mengakses diagnosis dan pengobatan TB di semua negara berkembang. Hal ini menunjukkan bahwa setengah dari rumah tangga yang terdampak TB menghadapi biaya yang sangat besar tersebut. Sejumlah besar kasus TB baru didorong oleh 5 faktor risiko utama: kekurangan gizi, infeksi HIV, gangguan penggunaan alkohol, merokok (terutama di kalangan pria), dan diabetes. Menangani masalah ini, bersama dengan faktor penentu penting seperti kemiskinan dan PDB per kapita, memerlukan tindakan multisektoral yang terkoordinasi. Dunia dihadapkan dengan berbagai tantangan berat: kekurangan dana dan beban keuangan yang sangat besar bagi mereka yang terdampak TB, perubahan iklim, konflik bersenjata, migrasi dan pengungsian, pandemi, dan TB yang resistan terhadap obat, yang merupakan pendorong utama resistensi antimikroba.

Tonggak sejarah dan target global untuk mengurangi beban penyakit TB masih belum tercapai, dan kemajuan yang signifikan diperlukan untuk mencapai target lain yang ditetapkan untuk tahun 2027 menjelang Pertemuan Tingkat Tinggi PBB kedua. Semua pemerintah, mitra global, dan donor diharapkan segera menerjemahkan komitmen yang dibuat selama Pertemuan Tingkat Tinggi PBB tentang TB tahun 2023 menjadi tindakan nyata. Peningkatan pendanaan untuk penelitian, khususnya untuk vaksin TB baru, sangat penting untuk mempercepat kemajuan dan mencapai target global yang ditetapkan untuk tahun 2027. Secara global, penelitian TB masih sangat kekurangan dana dengan hanya seperlima dari target tahunan sebesar US$ 5 miliar yang tercapai pada tahun 2022. Hal ini menghambat pengembangan alat diagnostik, obat, dan vaksin TB yang baru.

Laporan TB Global WHO 2024 menggambaran bahaya yang masih mengancam dari TB, yaitu pendanaan global untuk pencegahan dan perawatan TB terus menurun dan masih jauh di bawah target. Layanan TB yang utama dan berkelanjutan meliputi upaya pencegahan, diagnosis, dan pengobatan TB menjadi terancam, tidak sesuai dengan target global.

Sudahkah kita menyadari bahaya TB?

Sekian

Yogyakarta, 6 Desember 2024

*) Dokter spesialis anak di RS Panti Rapih Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161.

Categories
dokter Jalan-jalan UHC

2023 Dibuai Dubai

DIBUAI  DUBAI

fx. wikan indrarto & b. sari prasetyati

Selepas WHO mencabut status pandemi COVID-19 pada Jumat 5 Mei 2023, kami segera bersiap melanglang buana. Perjalanan terakhir kami pada 25-31 Mei 2019 saat menjelajahi Vietnam dan Kamboja di Indochina, dan segera kami bergegas merencakan untuk ikut International Conference on Medical & Health Science, 6 – 7 Juni 2023, di Hotel Mercure Istanbul Topkapi, Istanbul, Turkey. Perjalanan tersebut diawali dengan menengok dik Larasati (si bungsu) di Bandung dan sowan ibu di Pamulang, serta dilengkapi dengan singgah (transit) sekejap di Dubai, di Uni Emirat Arab pada Sabtu, 3 Juni 2023, dengan menggunakan pesawat milik maskapai penerbangan Emirates.

Emirates adalah sebuah maskapai penerbangan yang berpusat di Bandara Internasional Dubai, Uni Emirat Arab. Maskapai Emirates juga merupakan maskapai penerbangan terbesar di Timur Tengah, yang mengoperasikan lebih dari 3.600 penerbangan per minggu dari hubnya di Terminal 3 Bandara Internasional Dubai. Meskipun terdampak pandemi COVID-19 dan maskapai lain berjuang untuk bertahan dari kebangkrutan, pada Januari 2022 Emirates tetap mampu mengoperasikan armada sebanyak 254 pesawat penumpang dan 10 pesawat kargo yang dioperasikan oleh Emirates SkyCargo. Emirates mengoperasikan armada terbanyak pesawat terbesar di dunia Airbus A380 dan Boeing 777, dengan satu A319 sebagai jet eksekutif.

Pesawat super jumbo A380-800 yang terbesar di dunia milik Emirates telah mendarat untuk pertama kalinya di Indonesia, tepatnya di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Kamis sore, 1 Juni 2023. Kami tidak naik pesawat tersebut, tetapi berkesempatan menikmati Emirates Airline EK 0357, sebuah Boeing 777-300ER Jet Sabtu sore, 3 Juni 2023 dari Terminal 3  Jakarta Soekarno Hatta menuju Terminal 3 Dubai Intl, selama 8 jam menempuh jarak 4.078 Miles. Boeing 777 adalah sebuah pesawat penumpang sipil berbadan lebar bermesin ganda jarak jauh yang dibuat oleh Boeing Commercial Airplanes di AS. Ciri unik dari 777 adalah enam roda pendaratan per set di setiap roda pendaratan utama, badan pesawat (fuselage) yang bundar sempurna, dan “tailcone” belakang yang menyerupai mata pisau. Boeing 777 dibuat untuk menjadi pengganti Boeing 747, namun lebih efisien dan menjadi pesawat twinjet (mesin ganda) terbesar di dunia. Emirates, maskapai nasional UEA adalah operator terbanyak pesawat Boeing 777-300ER (Extended Range), dengan mesin buatan General Electric GE90-115B yang merupakan mesin pesawat dengan gaya dorong terkuat di dunia. Pesawat Boeing 777 ini sudah dilengkapi dengan sistem kemudi fly-by-wire, yang biasanya dipakai hanya pada pesawat tempur.

Kami mendarat dengan selamat di Dubai Sabtu, 3 Juni 2023 pk. 22.30 waktu setempat. Dubai adalah kota terpadat di negara Uni Emirat Arab dan merupakan ibukota Emirat Dubai. Kota ini terletak di sepanjang pantai tenggara Jazirah Arab dan di selatan teluk Persia. Dubai adalah salah satu tujuan pariwisata paling populer di dunia, sehingga memiliki hotel bintang lima terbanyak kedua di dunia, dan juga bangunan tertinggi di dunia, Burj Khalifa.

Uni Emirat Arab (disingkat UEA) adalah sebuah negara keemiran di Asia Barat. Negara ini terletak di sebelah timur Jazirah Arab dan berbatasan dengan Oman dan Arab Saudi, dan memiliki perbatasan maritim di Teluk Persia dengan Qatar dan Iran. Abu Dhabi adalah ibu kota negara ini, sementara Dubai menjadi kota yang paling padat penduduk. UEA terbentuk atas federasi dari tujuh emirat, yaitu Abu Dhabi, Ajman, Dubai, Fujairah, Ras al-Khaimah, Sharjah dan Umm al-Qaiwain. Zayed bin Sultan Al Nahyan, penguasa Abu Dhabi dan presiden pertama negara itu, yang dilanjutkan oleh Syekh Mohammed bin Zayed bin Sultan Al Nahyan GCMG (lahir 11 Maret 1961), sehari-hari dikenal dengan inisial MBZ, adalah Presiden ke-3 UEA sekarang, Penguasa Abu Dhabi dan Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Uni Emirat Arab. Pada tahun 2019, The New York Times menobatkannya sebagai penguasa Arab paling kuat dan salah satu orang paling berkuasa di Bumi. Dia juga dinobatkan sebagai salah satu dari 100 Orang Paling Berpengaruh tahun 2019 menurut Time. Namanya diabadikan sebagai jalan tol layang Jakarta Cikampek di Indonesia. Keberadaan Dubai sudah ada selama 150 tahun sebelum pembentukan UEA. Dubai yang kami kunjungi memiliki populasi terbesar dan merupakan emirat terbesar kedua menurut luas wilayahnya, setelah Abu Dhabi. Dubai telah dipimpin oleh dinasti Al Maktoum sejak 1833 dan pemimpinnnya saat ini, Mohammed bin Rashid Al Maktoum, juga menjabat sebagai Perdana Menteri dan Wakil Presiden UEA.

Setelah pengurusan ijin masuk dengan visa elektronik yang telah kami siapkan sejak dari Yogyakarta di konter imigrasi beres, kami segera mendapat SIM card 1 GB gratis untuk penggunaan internet selama 24 jam dengan ucapan ‘welcome to the happy Emirate’. Kami segera bergegas ke Saffron Hotel – Al Rigga Road, Behind ADCB Bank, di tengah kota Dubai, sebelum ganti hari. Rencana kami menggunakan Metro Red Line dari Airport Terminal 3 Dubai selama 9 menit  dengan 4 perhentian gagal, karena Metro terakhir meluncur pk. 23. Kami segera menggunakan taxi bandara berupa Toyota Innova D 2,4 keluaran tahun 2022, bertarif 36 dirham untuk sampai di hotel kami. Segera kami terlelap di kamar 307 Saffron Hotel.

Minggu, 4 Juni 2023 setelah sarapan, kami segera mengunjungi Gereja Katolik Santa Maria di 247 Oud Metha Rd, Umm Hurair 2, Dubai. Kami menggunakan aplikasi Uber dan mendapatkan SUV Terbaru Toyota Grand Highlander yang belum pernah kami lihat di Indonesia dengan kabin lapang, bermesin 2.500 cc hybrid, dengan All Wheel Drive (AWD) yang elite. Kami berdoa dan mengucap syukur atas semua anugerah yang kami terima. “Gereja paroki terbesar di dunia adalah gereja St Maria di Dubai. Ini memiliki sekitar 300.000 umat paroki,” begitu bunyi cuitan, twitrer Sachin Jose@Sachinettiyil, pada Sabtu, 21 Mei 2022, pukul 22.12 WIB. Paroki St Maria di Kota Dubai bermula dari tahun 1883 ketika komunitas Katolik yang pada awalnya dilayani oleh imam dari Bahrain, dirasa ada kebutuhan agar ada seorang imam atau pastor yang secara permanen tinggal di Dubai. Oleh karena itu Pater Barnabas memohon ijin kepada Syekh Rashid yang bijaksana dan baik hati, dengan meminta sebuah area untuk rumah ibadah. Permintaan segera diberikan dan pada tahun 1965 Pastor Eusebio Daveri tiba di Dubai, untuk memulai membuat persiapan mendirikan sebuah bangunan gereja.

Toyota Grand Highlander warna putih yang elite dan bermesin 2.500 cc hybrid
Gereja Katolik Santa Maria di 247 Oud Metha Rd, Umm Hurair 2, Dubai.

Dari kunjungan pemimpin Gereja Katolik, Paus Fransiskus selama 3 hari ke UEA, 3-5 Februari 2019, terungkap sedikitnya 8 fakta penting tentang kehidupan umat Katolik di negara kaya minyak ini, berdasarkan laporan Arabian Gazette, Reuters, dan Al Jazeera.

  1. Gereja Katolik pertama dibangun tahun 1965 dan hubungan diplomatik antara Vatikan dan UEA resmi dimulai pada 2007.
  2. Asosiasi Gereja Kristen pertama di UEA berdiri tahun 1968.
  3. Ada 76 bangunan gereja, 9 di antaranya gereja Katolik.
  4. Pada Juni 2017, Abu Dhabi mengganti nama masjid paling terkemuka di negara itu dari Masjid Mohamed bin Zayed (MBZ) menjadi Masjid Maryam, Mother of Jesus.
  5. Pemerintah UEA berkomitmen tentang toleransi dan kebebasan beragama dengan memberikan lahannya untuk pembangunan sejumlah gereja, tempat beribadah dan pemakaman bagi yang berbeda keyakinan.
  6. Semua warga negara dengan berbeda etnis, agama, dan kelompok ras tinggal secara rukun di UEA.
  7. Dari sekitar 9 juta orang yang tinggal di UEA, 1 juta di antaranya adalah penganut Katolik.
  8. UEA merupakan salah satu negara Teluk Persia yang paling tidak membatasi ibadah umat Kristen di tempat ibadah atau gereja dengan lisensi khusus.

Selanjutnya kami mengunjungi Masjid Jumeirah, yang menjadi masjid kebanggaan warga Dubai karena statusnya sebagai masjid nasional. Masjid dengan kapasitas 1.200 jamaah ini adalah satu-satunya masjid, bukan saja di Dubai, tapi juga di Uni Emirat Arab, yang boleh dimasuki kalangan nonmuslim.

Masjid satu-satunya di Uni Emirat Arab, yang boleh dimasuki nonmuslim.  

Masjid Jumeirah mulai dibangun pada tahun 1976 dengan gaya Fatimiyah tradisional yang berasal dari Suriah dan Mesir dan diresmikan pada tahun 1979. Masjid Agung Jumeirah adalah hadiah dari Almarhum Sheikh Rashid bin Saeed Al Maktoum, mantan Penguasa Dubai dan ayah dari Penguasa Dubai saat ini Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum. Dikatakan bahwa itu adalah masjid yang paling banyak difoto di seluruh Dubai.

Arsitektur interior masjid memiliki ciri-ciri Islam dengan banyak kolom sebagai struktur pendukung di bagian dalam, yang dikenal sebagai desain hypostyle. Bagian dalam masjid dipengaruhi oleh arsitektur kerajaan Fatimiyah yang berasal dari abad ke-9 Mesir, didesain atau diisi dengan warna biru dan kuning. Masjid ini memiliki puncak kubah yang tinggi membuat ruangan menjadi luas. Eksterior masjid memiliki fasad yang elegan yang dibangun dengan batu pasir merah muda dan potongan marmer lainnya. Sisi lain dari masjid ini berada di jalan ramai yang ditumbuhi pohon palem, yang menjadikannya tempat fotografi yang sempurna bagi penggemar foto. Masjid Jumeirah memiliki kebijakan yang disebut “Open Minds. Open Doors” yang menawarkan kepada non-Muslim untuk datang mengunjungi masjid. Kebijakan tersebut berusaha untuk “menghilangkan penghalang antara orang-orang dari kebangsaan yang berbeda dan meningkatkan kesadaran akan budaya, adat istiadat, dan agama di Uni Emirat Arab”.

Selanjutnya kami mencapai Dubai Frame yang memiliki bentuk yang tak biasa, yaitu bingkai foto. Sengaja dibangun di Zabeel Park, Dubai Frame menjadi batasan antara Old Dubai dan New Dubai. Dari luar, Dubai Frame tampak begitu berkilau karena berlapis emas. Dibangun dalam waktu 5 tahun, Dubai Frame menghabiskan dana hingga Rp 925 miliar, terdiri dari dua menara yang terbuat dari kaca transparan setinggi 150 meter yang dihubungkan dengan jembatan sepanjang 93 meter di tingkat atas. Ukurannya yang sangat besar membuat Dubai Frame resmi menjadi bangunan terbesar dunia dengan bentuk bingkai.

Dubai Frame yang unik menjadi ikon megah dan landmark arsitektur

Dubai Frame merupakan salah satu proyek unik yang dikembangkan oleh Pemerintah Kota Dubai, yang menjadi ikon megah dan landmark arsitektur. Spot bingkai foto terbesar ini memiliki keterkaitan dengan budaya pada masa lampau dan masa kini, disebut Dubai Frame atau “Berwaz Dubai.” Di satu sisi, pemandangan dan gedung-gedung pencakar langit di Jalan Sheikh Zayed dapat dinikmati, yang menjadi simbol Dubai yang modern. Di sisi lain kawasan Berwaz, dapat dilihat kawasan Deira, Umm Hurair dan Karama, yang menjadi simbol kota tua Dubai.

Lantai dasar didesain untuk menghadirkan museum yang menceritakan kisah perjalanan pembangunan kota Dubai. Selain itu, ada galeri yang mencerminkan kota tua Dubai menggunakan teknologi terkini dengan gambar 3D yang menciptakan nuansa tertentu, yang akan menjelaskan perkembangan kota Dubai. Pengunjung akan disuguhkan dengan pengalaman berikutnya di lantai Sky Deck yang menggambarkan Dubai masa kini. Di sisi lain lantai mezzanine, pengunjung dapat mengunjungi Future Dubai Gallery. Konsep galeri ini menghadirkan imajinasi kota Dubai 50 tahun dari sekarang dengan menciptakan kota metropolis virtual melalui proyeksi interaktif dan teknologi virtual reality (VR).

Selanjutnya kami menuju ke Museum of the Future di Dubai (MOTF) di pusat kota Dubai yang resmi diluncurkan dan dibuka untuk umum mulai 22 Februari 2022. Berlokasi di Sheikh Zayed Road, museum yang didirikan oleh Dubai Future Foundation ini memiliki desain bangunan asimetris, seperti cincin, berlapis baja dan kaca, yang tampak begitu futuristik. Bahkan, seperti dikutip dari situs Visit Dubai, Museum of the Future masuk ke dalam daftar 14 museum terindah di dunia versi National Geographic.

Burj Khalifa (‘Menara Khalifa’) setinggi 828 meter, sebelumnya disebut Burj Dubai

Kami segera bergegas menuju ke Burj Al Arab. Hotel tertinggi keempat di dunia dan menjadi salah satu landmark Dubai. Untuk mendapat foto dengan latar belakang gedung ini, kawasan beach walk Palm Jumeirah bisa jadi salah satu alternatif. Burj al-Arab (“Menara Arab”) adalah sebuah hotel mewah yang didesain oleh Tom Wright, mencapai ketinggian 321 meter dan adalah bangunan tertinggi yang sepenuhnya digunakan sebagai hotel. Bangunan ini berdiri di sebuah pulau buatan yang berada 280 m lepas pantai di Teluk Persia. Burj al-Arab dimiliki oleh Jumeirah.

Burj Al Arab dari samping yang indah tetapi semakin sulit difoto, karena sudah ada beberapa bangunan lain di sekitarnya
Burj Al Arab difoto dari depan, tidak nampak kalau berdiri gagah di sebuah pulau reklamasi

Hotel ini sering disebut sebagai hotel bintang tujuh. Hal ini dianggap sebuah hiperbola oleh orang di bidang pariwisata, tetapi juga dapat dilihat sebagai cara untuk “mengalahkan” hotel-hotel lain yang menyebut hotelnya bintang enam. Sayangnya, hampir seluruh sistem peringkat hotel di dunia memiliki batas bintang lima. Menurut situs resmi Burj al-Arab, hotel ini adalah sebuah “hotel deluks bintang lima”.

Konstruksi Burj al-Arab dimulai tahun 1994 dan dibuka untuk pengunjung pada 1 Desember 1999. Rancangannya mengambil bentuk layar sebuah dhow, kapal tradisional Dubai. Dekat dengan puncaknya, terdapat sebuah helipad dan restoran Al Muntaha, yang berarti ‘Tertinggi’ dalam bahasa Arab, di sisi seberangnya yang ditahan oleh kantilever di atas laut. Salah satu elemen yang unik adalah dinding atrium yang menghadap ke pantai, terbuat dari kain fiberglass yang dilapisi Teflon. Interiornya didesain oleh Khuan Chew.

Burj Khalifa (‘Menara Khalifa’) diresmikan pada 4 Januari 2010 setinggi 828 meter di mana Tom Cruise bergelantungan di salah satu sisi luar gedung.

Selanjutnya kami melaju ke Burj Khalifa (‘Menara Khalifa’), sebelumnya bernama Burj Dubai, adalah sebuah gedung pencakar langit di Dubai yang diresmikan pembukaannya pada 4 Januari 2010. Ketinggian pencakar langit ini adalah 828 meter (2.717 kaki) yang menjadikannya bangunan tertinggi di dunia yang pernah dibuat oleh manusia. Melewati ketinggian Taipei 101 sebagai bangunan tertinggi di dunia, melewati ketinggian CNN Tower sebagai struktur bebas (tanpa penyangga) tertinggi di dunia, dan dari Menara KVLY-TV di Blanchard, North Dakota, AS sebagai struktur tertinggi di dunia. Rekor lainnya adalah lift tercepat di dunia dengan kecepatan 60 km/jam, bangunan dengan paling banyak lantai, yaitu 160 (sebelumnya Menara Willis dan World Trade Center dengan 110 lantai, dan atrium lobi tertinggi di dunia, setinggi 180 meter. Produser film Mission: Impossible – Ghost Protocol (2011) pun mengambil adegan syuting di sini di mana Tom Cruise bergelantungan di salah satu sisi luar gedung.

Setelah puas berkeliling dan dibuai keindahan kota kosmopolitan Dubai menggunakan taksi Toyota Hybrid All New Camry yang tampil lebih agresif tapi tetap mewah, karena didukung platform TNGA (Toyota New Global Architechture) dan mengusung tagline Outclass Elegance, kami segera menuju ke Terminal 3 Bandara Internasional Dubai (DXB), yang terletak sekitar 9 mil (15 km) dari Burj Khalifa. Selanjutnya kami menggunakan layanan cerdas di konter imigrasi tanpa petugas, untuk duduk manis menunggu pesawat berbadan lebar Boeing 777-300ER Emirates EK 121, yang akan terbang pk. 14.20 ke Istanbul Turki.

Bersambung

Minggu, 4 Juni 2023 ditulis di Gate B18 Terminal 3 Bandara Internasional Dubai (DBX) dan disebarkan dari Sultanahmet Inn & Siesta Hotel, Istanbul, Turki

Categories
anak COVID-19 Healthy Life sekolah

2021 MASKER DAN ANAK

Alasan Anak di Bawah 2 Tahun Tidak Perlu Pakai Masker | kumparan.com

MASKER DAN  ANAK

fx. wikan indrarto*)

WHO telah mengevaluasi bukti tentang penularan COVID-19 pada anak dan terbatasnya bukti yang tersedia tentang manfaat penggunaan masker wajah oleh anak. Namun demikian, WHO terus menyarankan agar orang tua selalu berkonsultasi dan mematuhi otoritas kesehatan setempat, tentang praktik yang direkomendasikan di daerah mereka, untuk anak. Apa yang menarik?

.

baca juga : https://dokterwikan.com/2021/02/06/2021-covid-19-pada-anak/

.

Berdasarkan pertimbangan kebutuhan psikososial dan tumbuh kembang anak, WHO dan UNICEF menyarankan anak balita (berusia 5 tahun ke bawah) tidak diwajibkan memakai masker. Hal ini didasarkan pada keselamatan, minat, dan kemampuan anak untuk menggunakan masker secara tepat dengan bantuan minimal. Selain itu, WHO dan UNICEF menyarankan bahwa keputusan untuk mewajibkan penggunaan masker untuk anak yang berusia 6-11 tahun, harus didasarkan pada beberapa faktor terkait, misalnya tingginya tingkat penularan COVID-19 yang meluas di daerah tempat tinggal anak. Selain itu, juga kemampuan anak untuk menggunakan masker secara aman dan tepat, akses mendapatkan masker, serta tersedianya fasilitas pencucian dan penggantian masker di tempat-tempat tertentu, seperti sekolah dan layanan penitipan anak.

.

baca juga : https://dokterwikan.com/2021/04/18/2021-kesehatan-anak-paska-pandemi-covid-19/

.

Secara umum, anak balita tidak diwajibkan memakai masker. Mungkin ada persyaratan lokal untuk anak balita agar memakai masker, atau kebutuhan khusus di beberapa tempat, seperti secara fisik dekat dengan seseorang yang sakit dan terkonfirmasi COVID-19. Dalam keadaan ini, jika anak mengenakan masker, orang tua atau wali harus berada dalam jarak pandang langsung, untuk mengawasi penggunaan masker yang aman bagi anak.

.

Anak Dibawah 2 Tahun Tidak Dianjurkan Pakai Masker, Begini Cara  Melindunginya Saat Keluar Rumah - Tribunnews.com Mobile

WHO dan UNICEF menyarankan bahwa anak yang telah berusia 12 tahun ke atas, harus memakai masker yang sama seperti orang dewasa. Bahkan hal ini menjadi kewajiban, ketika anak tidak dapat menjamin jarak setidaknya 1 meter dari orang lain, dan ada penularan COVID-19 yang meluas di daerah tersebut.

.

Penggunaan masker untuk anak dari segala usia dengan gangguan perkembangan, difabel atau kondisi kesehatan tertentu lainnya, tidak boleh diwajibkan. Namun demikian, sebaiknya dinilai berdasarkan kasus per kasus oleh orang tua, wali, guru dan atau tenaga medis. Bagaimanapun juga, anak dengan gangguan kognitif atau pernapasan yang parah dengan kesulitan menoleransi masker, seharusnya tidak diwajibkan memakai masker.

.

Anak dengan gangguan kesehatan kronis seperti cystic fibrosis, infeksi HIV, atau kanker harus memakai masker medis. Masker medis memberikan perlindungan kepada anak yang memakai masker dan mencegah penularan COVID-19 ke orang lain. Direkomendasikan untuk siapa saja, termasuk anak, yang memiliki kondisi kesehatan mendasar dan menempatkan mereka pada risiko penyakit serius yang lebih besar.

.

Anak yang secara umum sehat dapat memakai masker non-medis atau kain, tidak harus masker medis. Kewajiban ini berarti mencegah virus ditularkan ke orang lain, jika mereka terinfeksi dan tidak menyadari bahwa mereka terinfeksi. Orang tua harus memastikan masker kain berukuran tepat dan cukup menutupi hidung, mulut, dan dagu anak.

.

Anak harus mengikuti prinsip yang sama seperti orang dewasa untuk memakai masker. Ini termasuk membersihkan tangan setidaknya 20 detik jika menggunakan pembersih tangan berbasis alkohol, atau setidaknya 40 detik jika menggunakan sabun dan air, sebelum memakai masker. Pastikan ukuran masker pas untuk menutupi hidung, mulut, dan dagu. Anak harus diajari cara memakai masker dengan benar, termasuk tidak menyentuh bagian depan masker dan tidak menariknya ke bawah dagu atau ke dalam mulut mereka. Mereka harus menyimpan masker di dalam tas atau wadah, dan tidak berbagi masker dengan orang lain.

.

Setiap anak yang memiliki gejala sugestif COVID-19 harus memakai masker medis, selama mereka dapat mentolerirnya. Anak harus diisolasi, dan nasehat medis harus dicari segera setelah mereka mulai merasa tidak sehat, bahkan jika gejalanya ringan. Anggota keluarga atau pengasuh yang mendekat dalam jarak 1 meter dari anak yang sakit di rumah, juga harus memakai masker. Anggota rumah tangga yang sakit atau dinyatakan positif COVID-19 harus diisolasi dari orang lain semampu mungkin. Jika anak berada dalam jarak 1 meter dari orang sakit di rumah, orang dewasa dan anak harus memakai masker medis selama waktu tersebut.

.

Di daerah di mana ada penularan yang meluas, semua orang dewasa di bawah usia 60 tahun dan yang secara umum sehat harus memakai masker kain, ketika mereka tidak dapat menjamin jarak setidaknya 1 meter dari orang lain. Ini sangat penting bagi orang dewasa yang memiliki kontak dekat dengan anak dan satu sama lain.

.

Anak tidak boleh memakai masker saat berolahraga atau melakukan aktivitas fisik, seperti berlari, melompat, atau bermain di taman bermain, sehingga tidak mengganggu pernapasan mereka. Saat guru mengorganisir kegiatan ini untuk anak, penting untuk mendorong semua protokol kesehatan diterapkan secara ketat, yaitu menjaga jarak setidaknya 1 meter dari orang lain, membatasi jumlah anak yang bermain bersama, menyediakan akses ke fasilitas kebersihan tangan dan mendorong penggunaannya.

.

Dalam konteks COVID-19, beberapa anak mungkin tidak dapat memakai masker karena disabilitas atau situasi tertentu seperti praktek pidato atau baca puisi di sekolah, saat guru perlu melihat mulut mereka. Dalam kasus ini, pelindung wajah (face shields) dapat digunakan sebagai alternatif masker, tetapi tidak memberikan perlindungan yang setara dalam mencegah virus menular ke orang lain. Jika keputusan dibuat untuk menggunakan pelindung wajah (face shields), itu harus menutupi seluruh wajah, menutupi sisi wajah dan meluas ke bawah dagu. Perhatian harus dilakukan saat mengenakannya untuk menghindari cedera yang dapat merusak dan membahayakan mata atau wajah.

.

Selain itu, orang tua wajib berbicara dengan anak sebijak mungkin dalam menjawab pertanyaan mereka. Ada banyak informasi yang membingungkan dan menakutkan, sehingga ciptakan waktu untuk berbicara dan menjawab pertanyaan anak secara benar, tidak hanya tentang masker wajah untuk mengurangi rasa takut anak dan memelihara optimisme.

Sudahkah kita bijak mendampingi anak dari bahaya COVID-19 ?

Sekian

Yogyakarta, 15 Juni 2021

*) Dokter spesialis anak di RS Panti Rapih Yogyakarta, Lektor FK UKDW, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161

Categories
COVID-19 dokter Healthy Life vaksinasi

2021 Sel Denritik dan COVID-19

Pasar Vaksin Kanker Sel Dendritik Global Memperkirakan dan Memperkirakan  Pendapatan Pasar secara global | tahu lebih banyak – Koalisi Untuk  Indonesia Sehat

VAKSINASI   COVID-19  BERBASIS   SEL   DENDRITIK

fx. wikan indrarto*)

Vaksinasi berbasis sel denritik (DC) merupakan vaksinasi yang menjanjikan dalam imunoterapi untuk kanker dan penyakit menular, karena sel denritik memainkan peran penting dalam memulai respons imun seluler. Hal tersebut dirinci pada ‘Dendritic Cell-Based Immunotherapy’ tulisan Berger dan Schultz dari Universität Erlangen Germany, yang diterbitkan oleh Springer-Verlag Berlin Heidelberg 2003. Apa yang menarik?

.

baca juga : https://dokterwikan.com/2021/02/06/2021-covid-19-pada-anak/

.

Sel dendritik adalah salah satu sel yang berperan dalam fungsi sistem imunitas tubuh, yang berperan sebagai sel yang memunculkan partikel musuh atau Antigen Presenting Cell (APC). Dalam terapi kanker, sel dendrit dimanfaatkan untuk memicu respons imun terhadap sel kanker. Sel tersebut dinamai ‘Dendritic Cells’ (DC) karena bentuknya seperti pohon bercabang banyak. Sel dendritik merupakan leukosit yang berasal dari sumsum tulang dan jenis sel pembawa antigen (APC) yang paling kuat. Karena permukaannya yang luas, DC dapat berkontak dengan banyak sel, seperti sel T, natural killer cells, neutrofil, sel epitel, sel tumor, dan lain sebagainya.

.

Sel tumor dapat dikenali oleh sistem kekebalan tubuh. Melanoma sebuah kanker kulit adalah salah satu model tumor dengan pemahaman terbaik. Respon imun antitumor spontan telah terlihat pada pasien melanoma, termasuk regresi tumor primer. Di sisi lain, rekurensi tumor lokal dan penyebaran sistemik sel melanoma terlihat pada banyak pasien, bahkan bertahun-tahun setelah pengambilan atau eksisi tumor primer. Oleh karena itu, muncul spekulasi tentang adanya pertempuran terus menerus antara sistem kekebalan tubuh dan sel tumor melanoma yang telah menghilang (occult tumor cells). Dalam kasus melanoma ini, perkembangan sel tumor diduga merupakan konsekuensi dari sistem kekebalan tubuh yang terganggu atau memang ada mekanisme keluarnya tumor dari tempat persembunyiannya. Sel tumor dapat bersembunyi atau benar-benar kehilangan kemampuan untuk dikenali sebagai antigen tumor, sehingga menghindari pengenalan sel tumor oleh sel T spesifik. Selanjutnya sel T menjadi tidak berfungsi sebagai akibat dari perubahan sinyal reseptor sel T atau pengaruh sitokin di sekitar tumor, yang menyebabkan fungsi sel penyaji antigen terhambat.

.

baca juga : https://dokterwikan.com/2021/01/02/2020-spekulan-covid-19/

.

Untuk mengatasi banyaknya mekanisme pertahanan yang dikembangkan oleh tumor, terapi imun kanker harus diarahkan pada induksi respon imun anti tumor yang kuat dan luas, dengan menggabungkan sistem kekebalan bawaan dan adaptif. Sejumlah uji klinis pada pasien kanker yang menggunakan DC secara ex vivo telah dilakukan dan sejauh ini hanya toksisitas kecil yang pernah dilaporkan. Baik produksi sel T spesifik antigen maupun perbaikan respon klinis telah terjadi pada pasien kanker yang divaksinasi.

.

Disuntik Sel Dendritik Sendiri, Mantan Menkes Siti Fadilah Jadi Relawan  Vaksin Imunoterapi – IndependensI

Pencegahan penyakit menular melalui vaksinasi merupakan salah satu keberhasilan terbesar di dunia kedokteran. Namun demikian, semakin banyak patogen infeksius seperti HIV, virus Dengue, Mycobacterium tuberculosis, plasmodium Malaria, dan banyak patogen lainnya lolos dari sistem kekebalan, sehingga pendekatan vaksinasi standar terancam gagal. Mekanisme penghindaran imun yang mendasari dapat dikaitkan dengan interferensi mikroba patogen dengan sel dendritik dan fungsinya, termasuk dalam menghadapi COVID-19.

.

Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah sindrom pernafasan akut yang baru muncul pada akhir tahun 2019, telah menginfeksi jutaan orang dan menyebabkan morbiditas dan mortalitas yang luar biasa di seluruh dunia. Pengobatan yang efektif untuk COVID-19 karena infeksi SARS-CoV-2 masih kurang, dan strategi terapeutik yang berbeda sedang dalam tahap uji klinis. Kekebalan humoral dan seluler seseorang terhadap infeksi SARS-CoV-2 adalah penentu penting untuk luaran klinis pasien. Infeksi SARS-CoV-2 terbukti menyebabkan serokonversi dan produksi antibodi anti-SARS-CoV-2. Antibodi dapat menekan replikasi virus melalui proses netralisasi, tetapi juga dapat memperburuk kondisi klinis dalam patogenesis COVID-19 melalui proses yang disebut peningkatan ketergantungan antibodi (antibody-dependent enhancement).

.

Kemajuan pesat telah dibuat dalam penelitian respon antibodi dan terapi pada pasien COVID-19, termasuk gambaran klinis atas respon antibodi pada  berbagai populasi berbeda yang terinfeksi SARS-CoV-2. Penelitian tentang pengobatan pasien COVID-19 meliputi pemberian donor plasma kovalesense, infus  imunoglobin, perawatan isolasi, pemberian antibodi penetralisir monoklonal (monoclonal neutralizing antibodies). Ligong Lu pada Epub 2020 Dec 1 mengajak semua ilmuwan untuk mempelajari respon antibodi dan terapi pada pasien COVID-19 untuk pengembangan vaksin.

.

Hipotesis yang paling menarik diajukan oleh Saadeldin (2020) adalah imunoterapi vaksin sel dendritik adalah awal dari perang besar mengakhiri kanker dan COVID-19. Imunoterapi juga menawarkan strategi pengobatan potensial untuk COVID-19, pandemi terburuk yang dihadapi generasi ini, sebuah penyakit dengan efek merusak pada sistem kesehatan dan ekonomi di seluruh dunia. Hipotesis utama adalah terapi vaksin DC dapat menjadi strategi pengobatan potensial untuk membantu memerangi COVID-19, dengan harapan menjadi sebuah pilihan pengobatan yang lebih disesuaikan untuk pasien COVID-19, dengan beberapa penyakit penyerta atau komorbid.

.

Peningkatan respons imun oleh DC yang dihasilkan ex vivo merupakan pertimbangan yang menarik. Meskipun uji klinis vaksinasi DC yang berhasil sejauh ini belum dilaporkan, namun kelayakan pendekatan terapi ini didukung oleh penelitian in vitro dengan sel manusia serta model in vivo pada tikus. Induksi antibodi antiparasit telah dibuktikan secara in vitro dengan DC protein cacing, dan kekebalan protektif terhadap beberapa jenis bakteri telah dicapai dengan vaksinasi DC pada tikus. Perlindungan terhadap infeksi paru oleh bakteri Pseudomonas aeruginosa setelah imunisasi dengan sel dendritik P. aeruginosa juga telah berhasil dibuktikan.

Penelitian sel dendritik untuk menimbulkan imunitas melawan COVID-19 di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta yang sedang berlangsung, bukanlah kelanjutan dari tahap uji klinis vaksin Nusantara. Langkah penting ini perlu didukung penuh, untuk memenuhi rasa keadilan bagi pasien COVID-19 yang tak dapat disuntik dengan vaksin lainnya yang bersifat massal. Sudahkah kita bijak ?

.

Sekian

Yogyakarta, 30 April 2021

*) Dokter spesialis anak di RS Panti Rapih Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161

Categories
Healthy Life

2020 OBAT COVID-19

5 Hal Terkait Obat Covid-19 Baru Buatan Unair - News Liputan6.com

OBAT  COVID-19

fx. wikan indrarto*)

Telah dilakukan sebuah penelitian yang membandingkan efek beberapa jenis pengobatan untuk penyakit coronavirus 2019 (COVID-19). Penelitian yang dipimpin oleh Dr. Reed Siemieniuk dari McMaster University Canada, tersebut menggunakan sumber data dari database COVID-19 WHO dan sumber lain dalam berbagai bahasa yang komprehensif terkait COVID-19. Apa yang menarik?

.

baca juga : https://dokterwikan.com/2020/07/10/2020-bukan-obat-covid-19/

.

Penelitian yang berjudul ‘Drug treatments for covid-19: living systematic review and network meta-analysis version’ dapat diakses pada link : https://www.who.int/publications/i/item/therapeutics-and-covid-19-living-guideline, yang diterbitkan pada 20 November 2020.

.

baca juga : https://dokterwikan.com/2020/10/06/2020-ancaman-covid-19/

.

Meskipun upaya global untuk mengidentifikasi intervensi yang efektif untuk pencegahan dan pengobatan COVID-19, yang telah dihasilkan dari 2.400 uji klinis telah selesai atau sedang berlangsung, namun demikian bukti untuk pengobatan yang efektif masih terbatas. Para dokter di seluruh dunia sering kali terpaksa meresepkan obat di luar kemanfaatan utama (prescribing drugs off-label), yang hanya memiliki bukti dengan kualitas sangat rendah. Para dokter juga menghadapi tantangan, untuk menafsirkan hasil uji klinis yang sedang dilakukan atau telah dipublikasikan, pada tingkat yang belum pernah ditemukan sebelumnya. Dalam kondisi seperti ini perlu untuk menghasilkan ringkasan sementara, yang mampu untuk membedakan bukti yang dapat dipercaya dengan bukti lain yang kurang dapat dipercaya.

.

baca juga : https://dokterwikan.com/2020/10/19/2020-covid-19-dan-anak/

.

Data diambil sampai Senin, 27 Oktober 2020, termasuk enam basis data penelitian berbahasa China. Dalam uji klinis yang menggunakan subyek pasien terduga (suspek) dan COVID-19 yang telah dikonfirmasi, kemudian diacak untuk dibedakan dalam kelompok pengobatan baru atau plasebo, dengan mendapatkan perawatan standar. Dalam meta-analisis dengan menggunakan modifikasi risiko Cochrane bias 2.0 dan kekuatan bukti klinis dinilai menggunakan ‘the grading of recommendations assessment, development and evaluation’ (GRADE). Untuk setiap hasil, intervensi medis diklasifikasikan dalam kelompok dari yang paling bermanfaat, hingga yang paling tidak menguntungkan atau berbahaya, mengikuti GRADE.

.

baca juga : https://dokterwikan.com/2020/09/26/2020-kematian-anak-terkait-covid-19/

.

Dari 85 uji klinis yang dihimpun, terdapat 41.669 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Dari 50 (58,8%) uji klinis diperoleh 25.081 (60,2%) pasien. Sebanyak 75 uji klinis terkontrol secara acak memenuhi syarat untuk dilakukan analisis pada 21 Oktober 2020, dan 43 (50,6%) uji klinis ini memenuhi ambang batas minimal untuk dianalisis. Dibandingkan dengan pengobatan standar, pemberian obat dexamethasone, sebuah kortikosteroid, mungkin mengurangi kematian (perbedaan risiko 17 lebih sedikit per 1.000 pasien dengan interval kepercayaan 95%), menurunkan penggunaan alat ventilasi mekanis (29 lebih sedikit per 1.000 pasien), dan memotong hari bebas dari bantuan alat bantu napas mekanis (2,6 lebih sedikit).

.

Dampak penggunaan obat antivirus remdesivir pada tingkat kematian, penggunaan alat ventilasi mekanis, lama rawat inap, dan durasi gejala klinis adalah tidak pasti (uncertain) lebih baik. Namun demikian, sedikit meningkatkan (it probably does not substantially increase) efek samping obat yang berat, yang menyebabkan penghentian obat. Obat lainnya, seperti Azitromisin, hydroxychloroquine, lopinavir dan ritonavir, interferon beta, dan tocilizumab, semuanya mungkin tidak mengurangi risiko kematian atau berpengaruh pada hasil klinis yang penting lainnya. Efek buruk untuk semua intervensi lainnya rendah atau sangat rendah.

.

Obat corona: Klaim temuan 'kombinasi obat' Covid-19, berapa lama penelitian  harus dilakukan sebelum obat dinyatakan aman dan efektif? - BBC News  Indonesia

.

Obat dexamethasone mengurangi mortalitas dan penggunaan alat ventilasi mekanis pada pasien COVID-19, dibandingkan dengan pengobatan standar. Namun demikian, obat lainnya, yaitu azitromisin, hydroxychloroquine, interferon beta, dan tocilizumab mungkin tidak mampu mengurangi keduanya (may not reduce either). Sedangkan manfaat obat anti virus remdesivir untuk memberi atau tidak manfaat penting bagi pasien, tetaplah tidak pasti (remains uncertain).

.

“Dexamethasone adalah pengobatan pertama yang menunjukkan manfaat untuk mengurangi angka kematian pada pasien dengan COVID-19 yang membutuhkan dukungan oksigen atau ventilator,” kata Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO. Dexamethasone pertama kali dibuat pada 1957 dan telah digunakan di Inggris pada awal 1960an. Karena obat ini sudah lama ada, maka tidak ada lagi hak patennya. Dexamethasone adalah salah satu jenis steroid, yaitu obat untuk mengurangi peradangan dengan meniru hormon anti-inflamasi yang diproduksi oleh tubuh.

.

Dexamethasone ini bekerja untuk meredam sistem imun tubuh. Infeksi virus corona memicu inflamasi saat tubuh mencoba melawan virus. Inflamasi adalah peradangan efek dari mekanisme tubuh dalam melindungi diri dari infeksi mikroorganisme asing, seperti virus, bakteri, dan jamur. Namun demikian, terkadang sistem imun bekerja berlebihan dan reaksi dapat berbahaya, karena reaksi yang semestinya dirancang untuk menyerang penyebab infeksi, pada akhirnya juga menyerang sel-sel tubuh normal, sebagaimana diduga terjadi pada pasien COVID-19.

.

Sudahkah kita bijak menggunakan obat dexamethason dan menghindari penggunaan obat azitromisin, hydroxychloroquine, interferon beta, dan tocilizumab, pada saat pandemi COVID-19 ini?

Sekian

Yogyakarta, 27 November 2020

*) Dokter spesialis anak di RS Panti Rapih Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161

Categories
Istanbul

2020 Makanan Sehat Saat COVID-19

Ketahui Prinsip Penyajian Makanan Sehat Untuk Anak Berikut Ini | Enervon

MAKANAN  SEHAT  SAAT  COVID-19

fx. wikan indrarto*)

Saat ini tidak ada bukti bahwa orang dapat tertular COVID-19 dari makanan, termasuk buah dan sayuran segar. Keduanya adalah bagian dari diet sehat dan konsumsinya harus terus didorong. Bagaimana sebaiknya?

.

baca juga : https://dokterwikan.com/2020/10/06/2020-ancaman-covid-19/

.

Sistem kekebalan tubuh membutuhkan dukungan dari banyak nutrisi. Setiap orang direkomendasikan untuk mengkonsumsi berbagai makanan dalam diet yang sehat dan seimbang, termasuk makanan bijian, polongan, sayuran, buah, kacang dan protein hewani. Tidak ada satu jenis makanan tunggal yang akan mampu mencegah dari tertular COVID-19.

.

baca juga : https://dokterwikan.com/2020/08/23/2020-resesi-rumah-sakit/

.

Sebelum makan buah dan sayur, wajib cuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Kemudian cuci bersih buah dan sayur dengan air bersih, terutama jika akan dimakan mentah (raw food diet). Saat ini tidak ada bukti bahwa orang dapat tertular COVID-19 dari makanan yang dimasak, termasuk produk hewani. Virus yang menyebabkan COVID-19 dapat dimatikan pada suhu panas, mirip dengan virus dan bakteri lain yang ditemukan dalam makanan. Makanan seperti daging, unggas, dan telur harus selalu dimasak sampai suhu paling tidak 70 °C. Sebelum memasak, produk hewani mentah harus ditangani dengan hati-hati, untuk menghindari kontaminasi silang dengan makanan yang dimasak.

.

baca juga : https://dokterwikan.com/2020/09/23/2020-dokter-dan-rs-era-normal-baru/

.

COVID-19 membutuhkan hewan hidup atau inang manusia, untuk berkembang biak dan bertahan hidup, serta tidak dapat berkembang biak di permukaan kemasan makanan. Bahan kemasan makanan tidak perlu didisinfeksi, tetapi tangan harus dicuci dengan benar setelah menerima paket makanan dan sebelum makan. Secara umum pergi berbelanja ke toko grosir dan pasar makanan lainnya adalah aman, dengan mengikuti langkah-langkah pencegahan berikut ini. Bersihkan tangan dengan cairan pembersih sebelum memasuki toko. Tutupi mulut saat batuk atau bersin dengan siku atau jaringan yang tertekuk. Pertahankan jarak setidaknya 1 meter dari orang lain. Setelah pulang, cuci tangan dengan bersih di rumah, dan juga diulang setelah menangani dan menyimpan produk makanan yang dibeli. Sampai saat ini tidak ada kasus COVID-19 yang dikonfirmasi, yang ditularkan melalui makanan atau kemasan makanan.

.

Cara Tepat Menyusun Makanan di Tengah Pandemi Covid-19
.

Lakukan desinfeksi di rumah tangga secara teratur, yang akan secara efektif menghilangkan virus dari permukaan barang-barang di rumah. Untuk membersihkan dan mendisinfeksi barang rumah tangga yang dicurigai atau dikonfirmasi COVID-19, disinfektan virucidal permukaan, seperti 0,05% natrium hipoklorit (NaClO) dan produk yang berbahan dasar etanol (setidaknya 70%), harus digunakan.

.

Suplemen mikronutrien (vitamin dan mineral) saja tidak dapat mencegah COVID-19 pada orang sehat, atau menyembuhkannya pada mereka yang menderita penyakit COVID-19. Saat ini tidak ada panduan tentang suplementasi mikronutrien untuk pencegahan COVID-19 pada individu sehat atau untuk pengobatan COVID-19. Mikronutrien sangat penting untuk sistem kekebalan agar berfungsi dengan baik, dan memainkan peran penting dalam meningkatkan derajad kesehatan dan kesejahteraan. Jika memungkinkan, asupan zat gizi mikro atau mikronutrien harus berasal dari makanan yang bergizi seimbang dan beragam, termasuk dari buah, sayuran, dan protein hewani.

.

Vitamin D dapat dibuat di kulit manusia dengan paparan sinar matahari. Selain itu, dapat juga diperoleh melalui makanan dari sumber alami (misalnya ikan berlemak seperti salmon, tuna dan mackerel, minyak hati ikan, hati sapi, keju dan kuning telur), atau dari makanan yang diperkaya atau suplemen yang mengandung vitamin D. Dalam situasi di mana status vitamin D individu sudah marjinal atau di mana makanan kaya vitamin D (termasuk makanan yang diperkaya vitamin D) tidak dikonsumsi, dan paparan sinar matahari terbatas, suplemen vitamin D dalam dosis asupan nutrisi yang direkomendasikan (200-600 IU, tergantung usia), dapat dipertimbangkan.

.

Saat ini tidak ada teh herbal atau suplemen herbal lainnya yang dapat membantu mencegah atau menyembuhkan COVID-19. Tidak ada bukti yang mendukung penggunaan teh herbal atau suplemen herbal untuk mencegah atau menyembuhkan COVID-19. Demikian juga probiotik tidak terbukti mampu membantu mencegah COVID-19. Probiotik adalah mikroorganisme hidup yang umumnya ditambahkan ke makanan atau digunakan sebagai suplemen makanan, untuk memberikan manfaat kesehatan. Namun demikian, saat ini tidak ada bukti yang mendukung penggunaan probiotik untuk membantu mencegah atau menyembuhkan COVID-19.

.

Demikian juga minuman dan makanan yang mengandung jahe, belum ada bukti yang menunjukkan bahwa mampu membantu mencegah COVID-19. Namun demikian, jahe adalah makanan yang mungkin memiliki sifat antimikroba dan anti-inflamasi. Tidak ada bukti bahwa makan bawang putih dapat melindungi orang dari COVID-19. Namun demikian, bawang putih adalah makanan yang mungkin memiliki beberapa sifat antimikroba. Selain itu, tidak ada bukti bahwa menambahkan merica (hot peppers) dan cabai (pepper) ke dalam makanan dapat mencegah atau menyembuhkan COVID-19.

.

Pandemi COVID-19 megajarkan kita tentang perlunya dukungan nutrisi lengkap, dalam salah satu langkah pengendalian pandemi COVID-19. 

Apakah kita sudah bijak?

Yogyakarta, 2 Oktober 2020

*) Dokter spesialis anak RS Panti Rapih, Lektor di FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA : 081227280161

wa.me/
wa.me
Halo, ada yang dapat dibantu?