NEW YORK HARI PERTAMA
fx. wikan indrarto*)
Setelah petualangan 1×24 jam di Pantai Barat Amerika Serikat, tepatnya di San Fransisco pada hari Minggu, 21 Agustus 2016, sepulang dari mengikuti acara ‘the 28 the International Congress of Pediatrics 2016 di ‘West Building Vancouver Convention Centre’, Kanada, kami melakukan petualangan yang kedua kalinya ke daratan yang sama. Kami akan bertualang di Pantai Timur Amerika Serikat, saat mengikuti event ‘the 16 th Annual World Congress on Pediatrics’. Acara ini diselenggarakan di Hilton New York JFK Airport Hotel, 135th Avenue, Jamaica, New York 11436 USA. Apakah lebih seru?

Peserta dari Indonesia pada ‘the International Congress of Pediatrics 2016 di Vancouver Kanada

Golden Gate di Teluk San Fransisco pada hari Minggu, 21 Agustus 2016 sepulang dari Kanada
Dengan pesawat Cathay Pacific Airways Airbus A359 CX 798, kami meninggalkan Jakarta pada Senin, 19 Maret 2018 dini hari, pk. 00.10 untuk menuju ke Hong Kong. Jarak yang kami tempuh adalah 223,95 km (139,16 mil) dalam waktu 4 jam 45 menit. Airbus A350 XWB (eXtra Wide Body) adalah keluarga pesawat jet berbadan lebar yang dikembangkan olehprodusen pesawat Eropa, Airbus. A350 menjadi pesawat Airbus pertama dengan struktur kedua sayap pesawat dibuat dari polimer yang diperkuat dengan serat karbon. Pesawat ini mampu membawa 270-350 penumpang di tempat duduk kelas tiga. Rancangan A350 pertama kali diumumkan pada tahun 2004, untuk menyaingi Boeing 787, dengan menawarkan sebuah upgrade dari A330 dengan mesin baru dan perbaikan aerodynamis untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar. Terbang perdana pada 14 Juni 2013 dan diperkenalkan untuk umum pada 2014. Pesawat dengan tipe A350-900 berharga US$277.7 million atau €215 million, pada pemesanan tahun 2012.

Hong Kong International Airport, sangat besar, sibuk, sejuk dan modern. Bandara tersebut terletak di Pulau Lantau, di sebalah barat Pulau Hong Kong.
Bandara ini mulai dibuka pada bulan Juli tahun 1998,
proses pembangunannya menghabiskan anggaran HK$ 155 milyar,
termasuk jembatan gantung penghubungnya yang elok (Tsing Ma Bridge).
Hong Kong adalah daerah istimewa di Cina (Special Administrative Region of China) sejak 1 Juli 1997, yang merupakan kota kosmopolitan dengan sekitar 7 juta penduduk. Wilayahnya meliputi daratan seluas 1.100 km2 yang tersebar pada pulau Hong Kong, Semenanjung Kowloon yang dipisahkan oleh Victoria Harbour dan daerah baru sebelah utara Kowloon sampai ke perbatasan Cina daratan yang disebut New Territories dan 260 pulau lainnya. Hong Kong adalah tempat yang mempertemukan tradisi Cina kuno dengan kebudayaan ultramodern.
Hong Kong pada awalnya hanyalah gugusan pulau batu karang dengan beberapa kampung nelayan yang diklaim Inggris pada tahun 1842, setelah pada Perang Candu Pertama (First Opium War) berhasil mengalahkan Cina, melalui perjanjian di kota Nanking (Treaty of Nanking). Semenanjung Kowloon dan pulau-pulau di sekitarnya (Stonecutters Island) kemudian diambil Inggris juga sejak tahun 1860. Perjanjian sewa dari Cina oleh Inggris selama 99 tahun, meliputi juga daerah New Territories, yaitu wilayah sebelah utara Kowloon sampai ke Sungai Shenzen dan 235 pulau kecil yang berserak, berlaku sejak tahun 1898. Maka sejak 1 Juli 1997 gubernur kolonial terakhir, Mr. Chris Patten, secara resmi menyerahkan kembali Hong Kong kepada penguasa Beijing, Cina dan sejak itu dikenal sebagai Special Administrative Region (SAR) of China dengan prinsip pengelolaan ‘1 negara, 2 sistem’. Saat ini Gubernur Hong Kong adalah Mrs. Carrie Lam, yang menjabat sejak hari Sabtu, 1 Juli 2017.

Saat transit di Hong Kong International Airport

Di dalam pesawat BOEING 777-300ER JET CX 830 menuju New York
Setelah beristirahat sekitar 4 jam, Pada Senin, 19 Maret 2018 pagi, pk. 9.35 kami meninggalkan Hong Kong menuju New York, menggunakan pesawat BOEING 777-300ER JET CX 830. Jarak yang akan kami tempuh adalah 12.964,67 km (8.055,87 mil) dalam waktu 15 jam 45 menit. Boeing 777 adalah sebuah pesawat penumpang sipil berbadan lebar, bermesin ganda untuk penerbangan berjarak jauh, dibuat oleh Boeing Commercial Airplanes. Dapat mengangkut antara 314 – 451 penumpang dan memiliki jangkauan dari 5.235 sampai 9.380 mil nautikal (9.695 sampai 17.372 km). Penerbangan pertama Boeing 777 pada tahun 1994. Ciri unik dari 777 termasuk enam roda pendaratan per set di setiap roda pendaratan utama, fuselage yang bundar sempurna, dan “tailcone” belakang yang menyerupai mata pisau. Pada 2005 harga satuannya sekitar US$213 juta, dan Boeing 777 dibuat untuk menjadi pengganti Boeing 747, namun lebih efisien. Oleh karena itu, Boeing 777 menjadi pesawat twinjet (mesin ganda) terbesar di dunia. Edisi 777 yang terbesar adalah 777-300 dan dengan jarak terjauh adalah 777-200LR. Emirates, maskapai nasional UEA adalah operator terbesar pesawat Boeing 777.
Bandara Internasional John F. Kennedy sering disebut JFK, adalah bandara internasional utama yang melayani Kota New York, dan merupakan gerbang penumpang udara internasional tersibuk di Amerika Utara, bandara tersibuk ke 16 di dunia, bandara tersibuk ke 5 di Amerika Serikat, yang menangani lebih dari 59 juta penumpang pada tahun 2017. Lebih dari sembilan puluh maskapai dalam penerbangan non-stop atau langsung, ke destinasi di enam benua yang berpenghuni. JFK terletak di sekitar Jamaika di wilayah Queens, New York, sekitar 16 mil (30 km) tenggara pusat kota atau Midtown Manhattan. Bandara ini memiliki enam terminal penumpang dan empat landasan pacu. Pada awalnya dibuka sebagai Bandara Internasional New York pada tahun 1948 yang dikenal sebagai Bandar Udara Idlewild, sebelum diganti namanya pada tahun 1963 untuk mengenang John F. Kennedy, Presiden ke 35 Amerika Serikat, setelah pembunuhannya.

Terminal 1 Bandara Internasional John F. Kennedy di New York

Terminal 8 yang megah, gagah dan artistik di Bandara Internasional
John F. Kennedy di New York
Pesawat kami mendarat di Terminal 8 Bandara Internasional John F. Kennedy di New York, pada Selasa, 19 Maret 2018. Terminal 8 ini dibuka secara bertahap sejak tahun 2005 dan pembukaan “resminya” pada bulan Agustus 2007. Terminal 8 ini adalah hub bagi Oneworld dan American Airlines yang merupakan pembawa dan pengelola terminal terbesar dan merupakan operator terbesar ketiga di JFK. Cathay Pacific pindah ke Terminal 8 dari Terminal 7 pada tanggal 15 Januari 2017. Terminal 8 ini dua kali ukuran Madison Square Garden. Perusahaan ini menawarkan puluhan gerai ritel dan makanan, 84 loket tiket, 44 kios swalayan, 10 jalur pemeriksaan keamanan dan fasilitas Customs and Border Protection yang dapat memproses lebih dari 1.600 orang per jam. Terminal 8 memiliki kapasitas penumpang 12,8 juta tahunan dengan 29 gerbang
Kaki terasa gemetar saat menginjakkan kaki di daratan Amerika Serikat, karena teringat akan Kristoforus Kolumbus (nama asli dalam bahasa Italia adalah Christoffa Corombo), yang lahir 30 Oktober 1451 dan dianggap sebagai penemu Benua Amerika. Kolumbus adalah seorang penjelajah dan pedagang asal Genoa, Italia, yang menyeberangi Samudra Atlantik dan sampai ke benua Amerika pada tanggal 12 Oktober 1492. Perjalanan tersebut didanai oleh Ratu Isabella dari Kerajaan Spanyol. Kolumbus sebenarnya bukanlah orang pertama yang tiba di daratan Amerika, dan ia juga bukan orang Eropa pertama yang sampai ke benua itu, karena orang-orang Viking dari Eropa Utara telah berkunjung ke Amerika Utara pada abad ke 11 dan mendirikan koloni L’Anse aux Meadows untuk jangka waktu singkat. Namun demikian, nama besar Kolumbus tetaplah dalam ingatan, saat tanggal 11 Oktober 1492, rombongan Kolumbus dengan tiga kapal, yaitu Nina (dikapteni oleh Vicente Pinzon Yanes), Pinta (dimiliki dan kapten oleh Martin Alonzo Pinzon) serta Santa Maria (dikapteni oleh Kolumbus), mendarat di sebuah pulau di Karibia yang mereka sebut Guanahani, tetapi Kolumbus kemudian menamainya San Salvador.

Kolumbus mendarat di sebuah pulau di Karibia yang mereka sebut Guanahani, tetapi Kolumbus kemudian menamainya San Salvador pada 11 Oktober 1492.

New York adalah pos dagang komersial Belanda pada tahun 1624 dan dinamai ‘Amsterdam Baru’ hingga 1664, ketika koloni ini dimiliki Inggris.
New York City (NYC) memang jauh dari San Salvador di Karibia yang berjarak total 2.913 km, tetapi sensasi Kolumbus tetap terpatri di hati. NYC yang kami kunjungi memiliki lima wilayah utama atau Borough. Kelima wilayah tersebut adalah Manhattan, The Bronx, Brooklyn, Queens, dan Staten Island. Saat inui New York adalah kota terpadat di Amerika Serikat, dan pusat wilayah metropolitan New York yang merupakan salah satu wilayah metropolitan terpadat di dunia. Dengan luas 789 km² dan pada tahun 2016, memiliki penduduk sebanyak 8,538 juta (2016). Selain itu, New York adalah sebuah kota global terdepan, memberi pengaruh besar terhadap perdagangan, keuangan, media, budaya, seni, mode, riset, penelitian dan hiburan tingkat dunia. Sebagai tempat markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), kota ini juga merupakan pusat hubungan internasional yang penting. Kota ini sering disebut New York City (NYC) atau City of New York untuk membedakannya dari negara bagian New York, tempat kota ini berada.

Peta New York yang langsung dipelajari

Jalur subway di New York yang informatif, jelas dan mudah dipelajari
New York pada mulanya didirikan sebagai sebuah pos dagang komersial oleh Belanda pada tahun 1624. Permukiman ini dinamai ‘Amsterdam Baru’ hingga 1664, ketika koloni ini berada di bawah kekuasaan Inggris. New York berperan sebagai ibukota Amerika Serikat pada tahun 1785 hingga 1790. New York telah menjadi kota terbesar di AS sejak 1790. Sebanyak 800 bahasa dipertuturkan di New York City, sehingga menjadikannya kota dengan bahasa paling beragam di dunia.
Wilayah ini sebelumnya dihuni oleh penduduk asli Amerika Lenape, ketika ditemukan bangsa Eropa tahun 1524 oleh Giovanni da Verrazzano, seorang penjelajah Italia yang bekerja untuk kerajaan Perancis, dan menamainya “Nouvelle Angoulême”. Permukiman Eropa dimulai dengan pendirian permukiman perdagangan bulu domba oleh orang Belanda yang kemudian dinamai “Nieuw Amsterdam” (Amsterdam Baru), di ujung selatan Manhattan pada tahun 1614. Direktur Jenderal kolonial Belanda Peter Minuit membeli pulau Manhattan dari suku Lenape tahun 1626, senilai 60 guilden atau sekitar $1.000 pada 2006. Namun demikian, sebuah legenda yang diragukan mengatakan, Manhattan dibeli senilai $24 dalam bentuk manik-manik kaca.

Pada akhir Perang Inggris dan Belanda Kedua, Belanda memperoleh kekuasaan atas Run di Indonesia, yang merupakan aset yang lebih berharga sebagai ganti terhadap kekuasaan Inggris di New Amsterdam (New York) di Amerika Utara.

See More, BeMore adalah Poster ‘This Is New York City’, menyambut kami di Terminal 8 Bandara Internasional John F. Kennedy di New York
Tahun 1664, kota ini menyerah kepada Inggris dan berganti nama menjadi “New York”. Pada akhir Perang Inggris dan Belanda Kedua, Belanda memperoleh kekuasaan atas Run di Indonesia, yang merupakan aset yang lebih berharga sebagai ganti terhadap kekuasaan Inggris di New Amsterdam (New York) di Amerika Utara. Pada waktu itu Pulau Run, sebuah pulau kecil di Kepulauan Banda, Maluku, Indonesia, bernilai lebih tinggi daripada kota New York di Pulau Manhattan yang kala itu dinamakan Nieuw Amsterdam. Itulah ironi sejarah, pada paruh terakhir abad ke-17, bangsa Inggris dan Belanda berulang kali terlibat perebutan daerah penghasil rempah. Semasa itu, sekantong rempah bernilai lebih mahal dari sekantong emas dengan bobot yang sama. Serikat Dagang Hindia Timur Belanda (VOC) dan Serikat Dagang Hindia Timur Inggris (EIC) bersaing ketat dan sering terlibat konflik terbuka. Bahkan, terjadi pembantaian warga Inggris di benteng Belanda di Ambon, Maluku yang dikenal sebagai Amboyna Massacre yang memicu kemarahan Inggris.

Di dalam Subway Line J dari Sutphin Blvd tujuan Broad Station, bertarif $2,75 (difoto sambil KA berjalan).

Siap jalan2 sore, setelah istirahat sejenak, untuk menembus suhu luar ruang 5 derejad Celcius
Dari Terminal 8 Bandara Internasional John F. Kennedy di New York kami berjalan kaki sekitar 3 menit menuju JFK Terminal 8 Air Train Station. Kemudian kami naik Air Train JFK Red Jamaica Airport selama 9 menit dengan 2 perhentian, yaitu Federal Circle Station dan turun di Jamaica Station. Dari situ kami ganti naik Subway Line J tujuan Broad Station. Kami melewati beberapa stasiun, yaitu Sutphin Blvd, 121 St, 104 St, Woodhaven Blvd, 85 St Forest, 75 St Elderts, Cypress Hill, sampai Marcy Av yang semuanya berada di Brooklyn. Selanjutnya subway Line J menyeberangi East River melalui Williamburg Bridge, salah satu dari 3 jembatan yang menghubungkan Brooklyn dengan Manhattan. Setelah sampai di Manhattan, kami melewati stasiun Delancay St Essex, dan kemudian turun di Bowery. Dari Stasiun Bowery itu kami berjalan kaki sekitar 2 menit dan sampai di New World Hotel, 101 Bowery #2, New York, NY 10002, Amerika Serikat. Kemudian kami segera mandi dan beristirahat sejanak, karena sudah hampir 2×24 jam kiami tidak berbaring dan ganti pakaian.

Menemukan sisa saju di pingir jalan yang belum mencair. Pemandangan pertama dalam pengalaman hidup

Mendarat dengan selamat di New World Hotel, 101 Bowery # 2, New York, NY 10002, USA. Di Chinatown Manhattan New York, yang bersuhu luar ruang 6 derajad celcius.
Pada Selasa, 19 Maret 2018 sore hari yang dingin dan setelah cukup beristirahat sejenak, kami segera memulai petualangan pertama di New York, yaitu menuju The Church of St. Andrew is a Roman Catholic. Gereja katolik paling dekat dengan hotel kami menginap tersebut, beralamat di 20 Cardinal Hayes Pl, New York, NY 10007, sehingga kami cukup berjalan kaki selama 4 menit, untuk rencana berdoa dan mengucap syukur atas semua anugerah Tuhan Yang Maha Baik. Sayang sekali, gereja dengan arsitektur khas Georgian oleh arsitek Robert J. Reiley dari Maginnis and Walsh tersebut sudah terkunci rapat.

Makan malam menu Malaysia di Chinatown Manhattan, ditraktir Ibu Elsye

Gerejea Katolik Bunda Para Malaikat atau Our Lady of Angels Churchdi di 7320 4th Ave, Brooklyn, NY 11209
Syukur sekali kami bertemu dengan Ibu Elsye, seorang Palembang, Sumatera selatan yang sudah menjadi warga New York selama 20 tahun dan baik hati. Ibu Elsye mengajak kami makan malam menu Malaysia di Chinatown, kemudian mengajak kami jalan2 ke rumahnya yang asri di lower Brooklyn. Kami berjalan ke stasiun subway di Canal Street, untuk naik subway Line N yang menyeberangi East River melalui Manhhattan Bridge di malam hari. Pemandangan panorama Manhattan yang gemerlap dengan pencakar langit yang berlampu warna-warni, sangat indah kami saksikan dari dalam kereta saay melintasi Manhattan Bridge malam itu.

Di rumah bu Elsye di 546 73rd Street. Brooklyn NY, yang hangat, damai dan tenang

Dengan jaket musim dingin pinjaman Ibu Elsye, siap berpetualang menghadapi perkiraan badai salju hari berikutnya.
Kereta kami melewati DeKalb Av, sebagai stasiun pertama di pulau Brooklyn, kemudian Atlantic Av, Union St, 4 Av9St, Prospect Av, 25 St, 36 St, 45 St 53 St dan turun di 59 St. Dari situ kami berganti subway Line R menuju Bay Ridge Av. Dari situ kami berjalan kaki menuju Gerejea Katolik Bunda Para Malaikat atau Our Lady of Angels Church di 7320 4th Ave, Brooklyn, NY 11209. Kami segere bersujud, bersyukur dan berdoa, mengucapkan terimakasih atas semua anugerah Tuhan Yang Maha Besar, sehingga kami dapat memiliki pengalaman yang luar biasa indah. Kami berdoa di dalam gereja yang indah, yang mana gereja pertama Our Lady of Angels didirikan di sudut Fourth Avenue dan 74th Street dan diresmikan pada tanggal 17 September 1893. Gereja yang baru dan sekarang yang jauh lebih megah diresmikan pada tanggal 23 Juni 1929.
Di gereja itulah Ibu Elsye menjadi prodiakon yang juga mengirimkomuni suci bagi para umat yang sakit dan tidak dapat berangkat ke gereja. Setelah puas berdoa, kami segera berjalan lagi menuju rumah bu Elsye di 546 73rd Street. Brooklyn NY. Di dalam rumah 2 lantai dalam areal perumahan tersebut, kami berjumpa dengan Andrew, putera tunggalnya dan kakak bu Elsye yang juga sudah menjadi warga AS. Kami diberinya berbagai hadiah menarik, Metrocard untuk kami yang dapat di-top up di mesin atau petugas subway, dipinjami jaket musim dingin, terkait perkiraan cuaca akan adanya badai sajlju di New York, dan dijelaskan tentang berbagai rute perjalanan yang harus kami tempuh. Setelah puas bercengkerama, kemudian kami diantar pulang ke stasiun subway di Bay Ridge, untuk memudian melanjutkan perjalanan pulang ke hotel menggunakan subway Line R dan berganti N, persis seperti berangkatnya, untuk turun di Canal Street Station.
Malam itu kami tidur pulas, setelah merasakan berbagai aktivitas baru yang sangat menyenangkan, dan menemui berbagai kebaikan hati Tuhan Yang Maha Besar melalui banyak orang yang baik hati.
Ditulis dan disebarkan dari kamar 211 New World Hotel, 101 Bowery #2, New York, NY 10002, Amerika Serikat.
*) penikmat jalan2 murah
NYC Selasa pagi, 20 Maret 2018 pk. 7.17 atau sewaktu dengan WIB Selasa sore, 20 Maret 2018 pk. 18.17
2018 NEW YORK HARI KEDUA
wikan indrarto*)
Selasa, 20 Maret 2018 kami terbangun dari mimpi indah di kamar 211 New World Hotel, 101 Bowery #2, New York, NY 10002, Amerika Serikat. Selanjutnya kami menuju arena konggres, yaitu ‘The 16th Annual World Congress on Pediatrics’, dengan tema : Connecting Global leaders in Pediatrics and Health Care. Konggres dokter spesialis anak sedunia tersebut diselenggarakan di Hilton New York JFK Airport Hotel, 5144-02 135th Avenue, Jamaica, New York 11436 USA.
Perjalanan dari hotel ke venue atau tempat acara sangatlah jauh dan memerlukan waktu 1 jam 45 menit. Kami berangkat dari New World Hotel di 101 Bowery #2, New York, berjalan kaki sekitar 3 mnt , 0,1 mi ke utara di Bowery menuju ke Grand St, belok kanan ke Grand St dan belok kiri ke Chrystie St, Tujuan ada di sebelah kiri, yaitu masuk di Chrystie St & Grand St at NW corner. Dari Grand St naik subway Norwood – 205 St, selama 11 mnt dengan 6 perhentian. Yaitu Broadway-Lafayette St, West 4 St-Washington Sq Sta, 34 Street-Herald Sq Station, 42 St – Bryant Pk dan 47-50 Streets – Rockefeller Center Station, untuk turun di 7 Av.
Dari situ ganti naik subway Jamaica Center – Parsons/Archer selama 41 mnt melalui 21 perhentian. Yaitu 5 Av/53 St, Lexington Av/53 St, Court Square-23 St Station, Queens Plaza Subway Station, 36th Street Station, Steinway St, 46 St, Northern Blvd, 65 St, Roosevelt Av – Jackson Heights Subway Station, Elmhurst Av, Grand Av – Newtown, Woodhaven Blvd, 63 Drive – Rego Park Subway Station, 67 Av, Forest Hills – 71 Av, 75 Av, Union Turnpike – Kew Gardens Sta, Briarwood – Van Wyck Blvd, Jamaica – Van Wyck, dan turun di Sutphin Blvd – Archer Av – JFK Station.
Dari situ berjalan kaki sekitar 2 mnt Keluar di Sutphin Blvd & Archer Ave at NW corner untuk pergi ke utara di Sutphin Blvd menuju ke 91st Ave, tujuan ada di sebelah kiri, yaitu Sutphin Bl/Jamaica Av. Dari situ naik bis Q40 SOUTH JAMAICA 135 AV via 142 ST selama 15 mnt melalui 19 perhentian. Yaitu Sutphin Bl /97 Av, Sutphin Bl/Liberty Av, Sutphin Bl/South Rd, Lakewood Av/Sutphin Bl, Lakewood Av/Liverpool St, Lakewood Av/Princeton St, Lakewood Av/Remington St, 142 St/Glassboro Av, 142 St/111 Av, 142 St/Linden Bl, 142 St/115 Av, 142 St/116 Av, 142 St/Foch Bl, 142 St/120 Av, 142 St/Rockaway Bl, 143 St/Rockaway Bl, 143 St/Sutter Av, 143 St/130 Av dan turun di 143 St/133 Av.
Dari situ berjalan kakai sekitar 2 mnt , 0,1 mi ke selatan di 143rd St menuju ke 135th Ave, berbelok kiri ke 135th Ave dan tujuan ada di sebelah kanan, yaitu Hilton New York JFK Airport, 144-02 135th Ave #02, South Ozone Park, NY 11436, Amerika Serikat. Seteleh menjalani proses regsitrasi seperti pada umumnya, kami berkesempatan mengikuti sesi pendahuluan, sebelum puncak acara konggres dibuka dengan gala dinner pada malam harinya.
Kami mengikuti presentasi Dr. Alia Chauhan dari Southside Hospital, NY USA dengan tema besar Hiperlipidemia pada Anak. Dr. Alia meninjau pedoman The National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI) tentang skrining dan manajemen Hyperlipedema pada anak, dan mendiskusikan kritik dan kekhawatiran mengenai skrining universal. Hal ini karena di antara orang dewasa muda, usia 12 hingga 19 tahun, 20,3 persen memiliki lipid abnormal; anak laki-laki lebih mungkin daripada anak perempuan untuk memiliki setidaknya 1 kelainan lipid (24,3% dibandingkan 15,9%, masing-masing). Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa aterosklerosis dimulai pada masa anak dan dapat menyebabkan penyakit jantung koroner pada orang dewasa. Selain itu, juga terbukti adanya korelasi kuat antara hiperlipidemia anak, penebalan intimal karotis, dan kejadian penyakit kardiovaskular pada orang dewasa.
Selanjutnya kami memperhatikan presentasi Professor Gábor Veres MD, PhD, Dsc, Med dari Semmelweis University, Hungaria yang berjudul: Kepatuhan pada kriteria porto dalam prosedur diagnostik dalam lapar berdasarkan data dari the Hungarian Paediatric IBD Registry (HUPIR). Sampai saat ini etiologi penyakit radang usus kronis atau inflammatory bowel diseases (IBD) masih belum diketahui. Insiden IBD onset anak terus berkembang di Hungaria. Perlu dicatat bahwa evaluasi yang diperlukan dari kasus-kasus berdasarkan kriteria Porto tidak selalu dilakukan sepenuhnya (untuk melakukan endoskopi bagian atas, masuk ke terminal ileum, dan evaluasi keterlibatan usus kecil dengan teknik pencitraan, sebaiknya dengan MRI). Berdasarkan evaluasi data HUPIR, kepatuhan diagnostik untuk kriteria Porto tumbuh sekitar dua kali lipat dalam delapan tahun terakhir, tetapi HUPIR harus memiliki peran yang signifikan dalam prosesnya. Pengalaman positif di Hungaria dapat menjadi contoh bagi negara-negara di mana registrasi nasional untuk IBD belum terbentuk.

‘The 16th Annual World Congress on Pediatrics’, di Hilton New York JFK Airport Hotel, 5144-02 135th Avenue, Jamaica, New York 11436 USA
Setelah lelah mengikuti sesi pendahuluan konggres, segera kami berpetualang ke Patung Liberty. Dari Hilton New York JFK Airport di 144-02 135th Ave #02, South Ozone Park, NY 11436, kami Berjalan kaki sekitar 2 mnt , 482 kaki ke barat laut di 135th Ave menuju ke 143rd St. Dari 135 Av/142 St kami naik bis Q40 JAMAICA HILLSIDE AV via SUTPHIN BL selama 14 mnt, melalui 19 perhentian. Yaitu · 143 St/130 Av, 143 St/Sutter Av, Rockaway Bl/143 St, 142 St/Rockaway Bl, 142 St/120 Av, 142 St/Foch Bl, 142 St/116 Av, 142 St/115 Av, Linden Bl/ 142 St, 142 St/111 Av, 142 St/Glassboro Av, 142 St/Lakewood Av, Lakewood Av/Pinegrove St, Lakewood Av/Princeton St, Lakewood Av/Liverpool St, Lakewood Av/Sutphin Bl, Sutphin Bl/South Rd, Sutphin Bl/Liberty Av,dan turun di Sutphin Bl /95 Av.
Dari situ bererjalan kaki sekitar 3 mnt ke barat laut di Sutphin Blvd menuju ke 95th Ave, untk berganti naik subway di Jamaica. Kami naik subway Port Jefferson 7613 Penn Station selama 9 mnt secara langsung, untuk turun di Woodside. Dari situ kami berjalan kaki sekitar 1 mnt menuju 61 St-Woodside Station. Dari situ kami berganti naik bus W 42 St/7 Av jalur M42 ke St Pier Crosstown selama 11 mnt melewati 5 perhentian. Yaitu W 42 St/8 Av, W 42 St/9 Av, W 42 St/10 Av, dan W 42 St/11 Av, untuk turun di 12 Av/w 42 St. Dari situ berjalan kaki sekitar 1 mnt , 223 kaki ke timur laut, kemudian berbelok kiri dan tujuan ada di sebelah kanan, yaitu New York Water Taxi Pier 83, yaitu di 12th Ave & W 42nd St, New York, NY 10036, Amerika Serikat

Patung Liberty adalah salah satu landmark New York yang sangat populer di dunia

Patung Liberty yang kami nikmati dalam Liberty Cruises di sungai Hudson
Patung Liberty adalah salah satu landmark New York yang sangat populer di dunia, yang terletak di Pulau Liberty, di Muara Sungai Hudson, New York Harbor. Ada beberapa cara menikmati patung lambang kebebasan ini. Jika mau gratisan maka bisa ke Staten Island dan naik ke kapal ferry yang melewati Patung Liberty. Kapal fery ini beroperasi selama 24 jam, namun keterbatasan dari ferry ini adalah kapal tidak berhenti di Pulau Liberty, sehingga pengunjung tidak dapat melihat dari dekat patung terkenal tersebut, tetapi hanya dapat melihat dari agak kejauhan di atas kapal.
Cara lain menikmati Patung Liberty adalah dengan berlayar menggunakan cruise. Liberty Cruises adalah operator kapal yang melayani dan membawa pengunjung ke Pulau Liberty. Tiket dibandrol di harga $30 per orang. Tiket ini sering kali habis, oleh karena itu kami mengikuti saran dengan membelinya secara daring. Kapal berangkat dari dua dermaga yaitu dari Battery di Lower Manhattan dan Liberty State Park di New Jersey. Waktu itu saya berangkat dari Pier 83 di 12th Ave & W 42nd St, Battery, salah satu dermaga yang cukup ramai dan diminati wisatawan.

Peir 83 Water Taxi yang ramai pelancong

Panorama lansekap New York dari atas kapal Liberty Cruises
Perjalanan dari dermaga menuju ke Pulau Liberty hanya memakan waktu 15 menit saja. Kami segera duduk di sisi bagian kanan kapal karena sisi itulah yang nantinya berada paling dekat dengan Patung Liberty. Sisi tersebut memudahkan kita jika ingin berfoto dengan latar belakang Patung Liberty dari kejauhan.
Patung Liberty yang dipahat oleh Frederic Auguste Bartholdi dan Gustave Effiel ini, diberikan Perancis untuk Amerika Serikat sebagai hadiah peringatan kemerdekaan pada tahun 1886. Perancis pernah terlibat perang 100 tahun melawan Inggris di jaman Kaisar Napoleon Bonaparte dan Laksamana Nelson, sehingga sangat dekat dengan AS. Patung Liberty ini merupakan simbol selamat datang untuk pengunjung, imigran dan orang Amerika yang datang kembali serta lambang kemerdekaan dan kebebasan dari tekanan. Patung Liberty adalah patung perempuan yang membawa obor dan tablet. Obor merupakan lambang dari penerang jalan agar bebas dari kegelapan, masyarakat menafsirkannya sebagai harapan akan masa depan yang cerah. Sementara tablet merupakan lambang keadilan karena ditafsirkan berisi pasal-pasal hukum yang adil bagi siapa saja. Mengelilingi Pulau Liberty ini bisa dilakukan dalam 60 menit namun saya menghabiskan waktu hampir 2 jam di sini karena menghayati sejarah yang tersimpan bersama patung ini.
Patung Liberty yang dalam Bahasa Ingris disebut Liberty Enlightening the World dan Bahasa Perancis La Liberté éclairant le monde. Patung perunggu ini diresmikan pada tanggal 28 Oktober 1886 dan pada tahun 1984, Patung Liberty yang tinggi dan besar ini masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO. Dari dasar patung hingga puncak patung Liberty setinggi 46 meters dan dari tanah hingga puncak 93 meter. Kami jadi mengingat Frédéric-Auguste Bartholdi pemahat Patung Liberty yang dilahirkan pada tanggal 2 Agustus 1834 di Colmar, Perancis selatan. Dana pembangunan Patung Liberty ini sangatlah besar. Di Amerika pengumpulan dana berjalan sangat lambat. Hal ini memicu hati Joseph Pulitzer orang kaya Amerika Serikat yang pemilik surat kabar The World. Pulitzer menulis kritikan kepada orang kaya, karena enggan menyumbang. Tulisan itu membuahkan hasil dan dana terkumpul cepat dari orang-orang kaya yang tergerak untuk menyumbang. Biaya sumbangan yang diharapkan mencapai $100.000 dapat terkumpul sampai $120.000. Strategi Pulitzer adalah dengan mencantumkan setiap nama yang menyumbang ke dalam korannya dan metode pengumpulan dana ini dilakukan sampai sekarang.
Dalam membangun Patung Liberty, Bartholdi tidak sendiri. Untuk menyusung rangka dan tulang penyusun patungnya, Bartholdi meminta bantuan arsitek baja terkenal Alexandre Gustave Eiffel, yang merupakan perancang dan pembangun menara ikonik Perancis, Menara Eiffel. Pada tahun 1876, lengan patung Liberty yang berukuran 9,1 meter dibawa ke Philadelphia. Lengan inilah yang akan dijadikan ruangan dan Bartholdi berharap inilah satu-satunya patung yang bisa dimasuki manusia. Jendral Charles. P Stone, komandan Angkatan Darat AS dipanggil sebagai pembuat pondasi berdirinya Patung Liberty. Arsitek pembuat pondasi adalah seorang desainer terkenal New York, Richard Moris Hunt dan Bartholdi sendiri yang memilih lokasi berdirinya Patung Liberty.
Pada tanggal 15 Juni 1885, potongan Patung Liberty yang terdiri dari 214 kotak kayu tiba di Pulau Bedloe. Namun Patung Liberty baru didirikan pada bulan Mei 1886 dan pendiriannya memakan waktu sekitar enam bulan. Pada tanggal 28 Oktober 1886, Patung Liberty di buka untuk umum. Parade bendera dan pita tiga warna dilaksanakan sepanjang kota New York. Tiga warna itu adalah merah, putih, biru. Warna yang melambangkan bendera Perancis. Pejabat kedua negara hadir, termasuk Presiden Amerika saat itu Grover Cleveland serta kabinetnya dan gubernur New York beserta stafnya. Pada saat itu Patung Liberty menjadi patung tertinggi dunia, sampai pada tahun 1899 dikalahkan oleh patung Yesus Penebus (‘Christ the Redeemer’) di puncak gunung Corcovado, di Rio de Janeiro Brasil, yang telah kami kunjungi pada Rabu, 19 November 2015.
Pada Selasa, 20 Maret 2018 sore hari yang sangat dingin dengan suhu sekitar 3 derajad Celcius dan setelah melihat Patung Liberty dari kapal dan tidak turun ke pulau Liberty karena cuaca sangat dingin, kami segera melanjutkan petualangan di New York, yaitu menuju St. Patrick’s Cathedral untuk bersujud, berdoa dan mengucap syukur atas semua anugerah yang Tuhan telah berikan. Katedral St. Patrick adalah gereja Katedral Katolik Roma yang merupakan pusat Keuskupan Agung, bergaya Neo-Gothic, dan sebuah landmark terkenal di kota New York, yang terletak di sisi timur Fifth Avenue antara jalan 50 dan 51 di Midtown Manhattan, tepat di seberang Rockefeller Center dan menghadap patung Atlas. Keuskupan New York bermula pada tahun 1808, dijadikan sebuah keuskupan agung oleh Paus Pius IX pada tanggal 19 Juli 1850. Pada tahun 1853, Uskup Agung John Joseph Hughes mengumumkan niatnya untuk mendirikan sebuah katedral baru untuk menggantikan Katedral Old Saint Patrick di Lower Manhattan. Katedral baru ini dirancang oleh James Renwick Jr dalam gaya Gothic Revival. Pada tanggal 15 Agustus 1858, mulai peletakan batu pertama dan dihentikan selama Perang Sipil untuk dilanjutkan kembali pada tahun 1865. Katedral tersebut selesai dibangun pada tahun 1878 dan diresmikan pada tanggal 25 Mei 1879,Katedral dan bangunan terkait dinyatakan sebagai tempat bersejarah pada tahun 1976.
Restorasi katedral yang ekstensif dimulai pada tahun 2012 dan berlangsung selama 3 tahun dengan biaya $ 177 juta. Restorasi selesai pada 17 September 2015, sebelum Paus Franciscus mengunjungi katedral pada tanggal 24 dan 25 September 2015. Restorasi membersihkan marmer eksterior, memperbaiki jendela kaca patri, dan melukis langit-langit, memperbaiki lantai dan langkah-langkah, di antara banyak restorasi. Katedral tersebut dapat menampung 3.000 orang, dibangun dari batu bata yang dilapisi marmer, digali di Massachusetts dan New York. Blok utama katedral terbuat dari marmer Tuckahoe sepanjang 174 kaki (53,0 meter) dan panjang 332 kaki (101,2 meter). Menara gereja setinggi 330 kaki (100,6 meter) dari permukaan jalan. Jendela dibuat oleh seniman di Boston, Massachusetts, dan seniman Eropa. Seniman Romawi Paolo Medici merancang altar Saint Elizabeth. Altar Saint Jean-Baptiste de la Salle yang merupakan salah satu dari beberapa altar asli altar kapel, dipahat oleh Dominic Borgia.
Pada akhir 1930an dan awal 1940an, terjadi renovasi area altar utama katedral di bawah bimbingan Uskup Agung Francis Spellman. Patung Pieta yang dipahat oleh William Ordway Partridge, tiga kali lebih besar dari pada patung Pieta karya Michelangelo di Vatican. Memperingati kunjungannya ke kota New York pada tahun 1979, patung Paus Yohanes Paulus II terletak di bagian belakang katedral.

St. Patrick’s Cathedral, bergaya Neo-Gothic, pada tahun 1930

St. Patrick’s Cathedral, tetap gagah bergaya Neo-Gothic, pada tahun 2018

Interior St. Patrick’s Cathedral di New York pada tahun 2007 yang lalu

Interior St. Patrick’s Cathedral di New York pada tahun 2018 sekarang ini
Dari katedral St, Patrick’s, kami melanjutkan peziarahan batin untuk mengunjungi jasad Bunda St. Frances Xavier Cabrini, yang terletak di utara Manhattan, di dalam sebuah kapel atau gereja kecil yang menghadap ke tepi Sungai Hudson dan negara tetangga New Jersey. Dari katedral St. Patrick, kami naik subway Line d di 47-50 Stasion di Rockefeller Center, untuk melewati 7 Ave dan turun di stasiun Columbus Circle. Dari situ kami berganti subway Line A menuju Inwood, dengan melewati 12 stasiun untuk turun di 190 St Station. Kapel St. Frances Xavier Cabrini Shrine beralamat di 701 Fort Washington Ave New York, di dekat 190 St Station yang bangunannya sudah sangat tua.

Kapel St. Frances Xavier Cabrini Shrine beralamat di 701 Fort Washington Ave.

Gambar damai dan lembut wajah St. Frances Xavier Cabrini
Di dalam kapel tersebut tersimpan sisa-sisa paling berharga dari orang suci St. Fransisco Xavier Cabrini, termasuk jasadny di bawah altar. Setelah kematiannya pada tahun 1917, Suster Cabrini dimakamkan di West Park, New York. Pada tahun 1933, jasadnya dipindahkan ke dalam kapel di Sekolah Menengah Suster Cabrini. Setelah kanonisasi Suster Cabrini pada tahun 1946, ada begitu banyak peziarah yang datang untuk berdoa sehingga, sebuah kapel baru dibangun pada tahun 1957. Sampai hari ini, kapel tersebut berperan besar sebagai pusat penyambutan bagi para imigran baru dan peziarah dari banyak negara yang datang untuk berdoa dan berefleksi.
Altar di kapel yang tenang, damai dan nyaman

Jenazah Sr. Cabrini di bawah altar kapel, tempat para peziarah berdoa
Suster Cabrini lahir sekitar tahun 1880, sebagai anak bungsu dari tiga belas anak, dari bapak Frances Cabrini di sebuah desa kecil bernama S’ant Angelo Lodigiano dekat kota Milan, Italia. Dia memutuskan untuk bergabung dengan konggregasi para suster. Oleh karena kesehatannya yang lemah, dia tidak diizinkan untuk bergabung dengan Suster Putri Hati Kudus. Namun, pada tahun 1880, dengan tujuh wanita muda, Frances mendirikan Institut Suster-suster Misionaris Hati Kudus Yesus, yang ingin menjadi misionaris di Tiongkok. Untuk itu Suster Cabrini mengunjungi Roma untuk mendapatkan audiensi dengan Paus Leo XIII. Paus memberi tahu Frances untuk pergi “tidak ke Timur, tetapi ke Barat” ke New York daripada ke China seperti yang diharapkannya. Dia membantu ribuan imigran Italia yang sudah ada di Amerika Serikat.
Pada tahun 1889, New York dipenuhi dengan kekacauan dan kemiskinan. Cabrini kemudian mengorganisasikan pelajaran katekismus dan pendidikan bagi para imigran Italia dan menyediakan kebutuhan harian banyak anak yatim piatu. Dia mendirikan sekolah dan panti asuhan dan melakukan perjalanan ke Eropa, Amerika Tengah dan Selatan dan di seluruh Amerika Serikat. Dia membuat 23 penyeberangan trans-Atlantik dan mendirikan 67 lembaga: sekolah, rumah sakit dan panti asuhan. Aktivitasnya tanpa henti sampai kematiannya pada 22 Desember 1917, di Chicago. Pada tahun 1946, ia dikanonisasi sebagai seorang santa atau orang suci oleh Paus Pius XII, sebagai santa pertama dari Amerika Serikat. Selain itu, gelar santa juga sebagai pengakuan atas kekudusan dan pelayanannya kepada umat manusia dari manapun berasal, dan diberi nama ‘Patroness of Immigrant’s atau Pelindung Para Imigran pada tahun 1950.
Pada hari kedua di New York Selasa, 20 Maret 2018 itu, sorenya kami berpetualang lebih jauh dengan melihat Jembatan Brooklyn, yang merupakan salah satu jembatan suspensi tertua di Amerika Serikat, dibangun sejak 3 Januari 1870 sampai tahun 1883, jembatan ini menghubungkan Manhattan dan Brooklyn di New York City, melintasi Sungai East. Jembatan dengan arsitek John. A. Roebling ini memiliki rentang utama sepanjang 486.3 m, dan panjang total 1.825 m, jembatan ini adalah jembatan suspensi terpanjang di dunia sejak pembukaannya hingga 1903, serta jembatan suspensi kabel baja pertama. Apa yang menarik?

World Trade Center di Manhattan New York, terlihat dari seberang East River

World Trade Center di Manhattan New York, terlihat dari atas jembatan Brooklyn yang menyeberangi East River
Dari 190 St, kami kembali naik subway Line A menjalani perjalanan sangat jauh, yaitu melewati 24 stasiun. Kami memasuki terowongan di bawah East River, menyeberang dari Stasiun Fulton di Manhattan menuju Stasiun High St di Brooklyn. Dari Stasiun High St, kami mengikuti para pelancong untuk berjalan kaki menyeberangi jembatan Brooklyn, kembali menuju Manhattan dalam guyuran rintik hujan salju (snowing) yang belum pernah kami alami seumur hidup.
Awalnya diberi nama Jembatan New York dan Brooklyn, jembatan ini diberi sebutan Jembatan Brooklyn oleh koran setempat Brooklyn Daily Eagle pada tanggal 25 Januari 1867, dan dinamai begitu oleh pemerintah kota pada 1915. Sejak pembukaannya, jembatan ini telah menjadi bagian utama dari cakrawala kota New York. Jembatan Brooklyn ditetapkan sebagai National Historic Landmark pada tahun 1964 dan National Historic Civil Engineering Landmark pada tahun 1972.

Tiang Jembatan Brooklyn yang dilihat dari atas jembatan saat menyeberangi East River

Jembatan Brooklyn yang dilihat dari bawah di dermaga East River
Setelah selesai menyebrangi East River melalui Jembatan Brooklyn dalam guyuran rintik hujan salju, kami bergaya di depan New York City Hall di tepi sungai. Setelah itu kami langsung masuk ke dalam tanah di stasiun subway, karena hujan salju semakin lebat. New York City Hall adalah pusat pemerintahan New York City, terletak di City Hall Park di area Civic Center di Lower Manhattan, antara Broadway, Park Row, dan Chambers Street. Bangunan ini adalah balai kota tertua di Amerika Serikat yang masih menyimpan fungsi pemerintahan aslinya sampai sekarang. Saat ini digunakan untuk kantor Walikota New York City dan Dewan Kota New York. Kantor Walikota ada di dalam gedung, staf dari tiga belas agen kota di bawah pengawasan walikota terletak di Manhattan Municipal Building, yang merupakan salah satu gedung pemerintahan terbesar di dunia. Gedung ini dibangun dari 1803 hingga 1812, New York City Hall adalah National Historic Landmark dan terdaftar di Daftar Tempat Bersejarah Nasional. Baik eksteriornya (1966) dan interior (1976) ditetapkan sebagai landmark Kota New York.
Kami menyeberang ke Chamber St untuk naik subway Line J yang meninggalkan Broad St, untuk turun di Bowery St. Dari situ, kami mampir membli pisang untuk makan malam dan kembali ke hotel.

New York City Hall yang artistik dan gagah saat diguyur rintik hujan salju

Subway Line J yang melaju kencang, meski sudah terbilang kereta lama.
Malam itu kami tidur nyenyak di kamar 211 New World Hotel, 101 Bowery #2, New York dan bersiap-siap untuk hari berikutnya, mengikuti konggres hari kedua, yaitu ‘The 16th Annual World Congress on Pediatrics’, di Hilton New York JFK Airport Hotel, 5144-02 135th Avenue, Jamaica, New York 11436 USA.
Ditulis dan disebarkan dari New York Selasa, 20 Maret 2018 pk. 23.28 sewaktu dengan WIB Rabu, 21 Maret 2018 pk. 10.28
*) penikmat jalan2 murah
NEW YORK HARI KETIGA
wikan indrarto*)
Rabu, 21 Maret 2018 kami terbangun dari mimpi indah di kamar 211 New World Hotel, 101 Bowery #2, New York, NY 10002, Amerika Serikat. Selanjutnya kami menuju arena konggres, yaitu ‘The 16th Annual World Congress on Pediatrics’, dengan tema : Connecting Global leaders in Pediatrics and Health Care. Konggres dokter spesialis anak sedunia tersebut diselenggarakan di Hilton New York JFK Airport Hotel, 5144-02 135th Avenue, Jamaica, New York 11436 USA. Apa yang menarik?
Kami berusaha untuk tidak tersesat saat masuk ke subway, seperti 3 kali terjadi pada hari sebelumnya. Maklum, beberapa tempat tujuan di peta subway ditulis secara singkat, masih sulit membedakan arah uptown dan downtown, juga karena saking banyaknya penumpang yang lalu lalang di sekitar yang mengganggu konsentrasi kami. Untunglah, kami menerima email dari panitia konggres, bahwa peserta (delegates) dianggap tamu di venue atau tempat acara, yaitu di Hotel Hilton, sehingga disediakan free shuttle atau jemputan gratis. Perjalanan dari hotel ke venue yang memang sangatlah jauh dan memerlukan waktu 1 jam 45 menit, pagi itu terasa ringan. Kami berangkat dari New World Hotel di 101 Bowery #2, New York, berjalan kaki sekitar 3 mnt , 0,1 mi ke utara di Bowery menuju Bowery Subway Station, untuk naik kereta Line J melalui 21 perhentian, dan turun di Sutphin Blvd – Archer Av – JFK Station.

Di Sutphin Blvd Station menuju ke Air Train JFK Station untuk naik kereta bandara JFK

Akhirnya kami menemukan free shuttle dari Hilton Hotel di Federal Circle
Dari situ kami berjalan kaki sekitar 2 menit keluar di Sutphin Blvd Station menuju Air Train JFK Station untuk naik kereta bandara JFK yang bertarif $5 atau hampir 2 kali lipat tarif subway, turun di pemberhentian pertama, yaitu di Federal Circle Station. Kami keluar di lobi lantai dasar dan langsung disambut hujan salju pada akhir musim dingin (snowing at the end of winter), yang awalnya rintik untuk menjadi semakin lebat. Sungguh, sebuah pengalaman pertama bagi manusia tropis yang sangat menakjubkan tentang salju. Luar biasa indah. Kami mencari beberapa shuttle yang parkir di area khusus transportasi penjemputan tamu hotel, sampai akhirnya menemukan shuttle dari Hilton Hotel. Setiap 30 menit shuttle tersebut datang untuk akomodasi tamu. Dengan demikian, pagi itu kami menjadi peserta pertama yang datang di venue, bahkan panitia penyelenggarapun belum ada yang hadir.

Peserta pertama yang hadir pada sesi penelitian sel dan steam cell di ‘The 16th Annual World Congress on Pediatrics’

Bergaya di mimbar sebelum ‘The 16th Annual World Congress on Pediatrics’ resmi dibuka.
Pada hari pertama (Day 1 : March 21, 2018) ‘The 16th Annual World Congress on Pediatrics’, setelah proses registrasi peserta yang lancar, kami mengikuti Keynote Forum. Pembicara pertama adalah Prof. James Oleske (Rutgers New Jersey Medical School, USA), dengan tema Keynote: ‘Combining Touch with Technique: Fusing Technology with the Art of Medicine.’ Padaintinya adalah para dokter dapat memberikan perawatan welas asih (compassionate care) hanya bila ada empati, yang diperkuat dengan kontak langsung dengan pasien. Teknologi harus digunakan untuk melengkapi, bukan mengganti, hubungan dokter-pasien. Tantangan besar dalam kedokteran bukanlah untuk mempelajari keterampilan profesional kita, melainkan dalam kompetensi dan administrasi yang penuh kasih (competent and compassionate administration). Dalam mengatasi beban penyakit dan komplikasinya, peran utama kami sebagai dokter adalah memadukan teknologi untuk mendiagnosis dan mengobati dengan belas kasih dan keharusan untuk meringankan penderitaan (relieve suffering) dan menambah kegembiraan hidup (adding to the joy of life) pasien.
Sesi kedua Keynote Forum diisi oleh Prof. Dr Raphael David (New York University School of Medicine, USA), dengan tema Keynote: ‘Congenital Adrenal Hyperplasia An Update.’. Pada intinya adalah tentang kemajuan terbaru dalam mutasi genetik, untuk manajemen Congenital Adrenal Hyperplasia (CAH) yang efektif perlu dibahas. Terapi adjunctive yang sesuai seperti Gonadotropin Hormone Agonists and Growth Hormone untuk perawatan yang efektif. Sesi ketiga Keynote Forum dengan tema Keynote: ‘The Pathogenesis of Microchepaly,’ disampaikan oleh Prof. Lawrence D. Frenkel, MD dari University of Illinois College of Medicine, USA. Pada prinsipnya dijelaskan bahwa patogen utama infeksi kongenital virus Zika, yang sering terwujud dengan microcephaly, terkait dengan neuropatogenesis. Hipotesis yang mungkin menjelaskan mengapa: beberapa bayi tidak terinfeksi dengan adanya infeksi ibu primer, sementara yang lain mendapatkan infeksi subklinis, namun yang lainnya menderita penyakit parah, dipengaruhi oleh perbedaan strain patogen, perkembangan jaringan janin (tropism to developing fetal tissues), peran berbagai subset kekebalan ibu, dan aspek respon imun janin.
Selanjutnya kami mengikuti Keynote Forum sesi keempat, yang menampilkan Dr. James B. McCarthy, dari Pace University, USA. Tema Keynote : ‘Pediatric Psychotic Disorders and the Role of Psychotherapy.’ Pada prinsipnya dikemukakan bahwa pada anak dan remaja dengan fitur psikotik yang terkait dengan gangguan mood, memiliki defisit kognitif yang lebih besar daripada mereka yang memiliki gangguan mood tanpa fitur psikotik. Selain itu, juga terjadi penurunan fungsi kognitif dan sosial pada anak dan remaja dengan skizofrenia. Oleh karena itu, peran psikoterapi, layanan pendukung dan intervensi kognitif sangat diperlukan, untuk membantu memperbaiki fungsi anak dengan risiko tinggi gangguan psikotik. Pendekatan psikoterapi individu pada anak psikotik dan intervensi psikoterapi berbasis keluarga, secara konsisten mendukung pengembalian fungsi sesuai usia psikotik anak.
Sesi konggres yang melelahkan mulai terjadi saat Keynote Forum kelima, dengan pembicara Dr. Usha Kini (Oxford Centre for Genomic Medicine in Oxford, UK), dengan tema Keynote: ‘Pathway defects on neurodevelopmental morbidity.’ Intinya adalah bahwa mutasi resesif akan menghasilkan penundaan perkembangan global, kecacatan intelektual, kejang, microcephaly, dismorphism wajah dan brachytelephalangy. Hal ini sering disertai dengan peningkatan kadar alkali fosfatase serum dan disebut ‘Hyperphosphatasia Mental Retardation Syndrome (HPMRS)’ atau sindrom Mabry. Beberapa gen dalam jalur ini adalah PIGV, PIGO. PGAP2, PGAP3 dan PIGY telah terbukti menyebabkan fenotipe ini. Mutasi PIGNAL secara paralel telah terbukti menyebabkan sindrom Fryns, sebuah sindrom anomali kongenital multipel.
Kami sudah kurang konsentrasi saat mengikuti Session Introduction oleh Dr. Gerald Katzman dari Wayne State University School of Medicine, USA dengan tema ‘The Bioetics and Neuropsychology’. Kalau tidak salah tangkap pesan, isinya adalah tentang kebencian yang dipelajari di masa anak, berpotensi akan menyebabkan kekerasan dan tindak kekerasan berikutnya. Prosesnya sering dimulai dengan pola asuh otoriter. Rasa takut dan kemarahan yang ditimbulkan oleh perlakuan semacam itu diproyeksikan ke target berikutnya. Tindakan kekerasan yang dihasilkan selanjutnya difasilitasi oleh penyekat empati emosional. Untuk itu, berbagi cerita moral dan mengajarkan pelajaran yang menggabungkan kebajikan dan penghindaran kejahatan, akan menghasilkan empati emosional yang dihasilkan adalah katalis untuk tindakan belas kasih. Dengan memaparkan anak pada atmosfir tersebut, resolusi konflik tanpa kekerasan adalah hasil yang dapat dicapai.

Bergaya di gerbang stasiun subway World Trade Center Manhattan, New York

Bergaya di salah satu gedung di Wall Street Manhattan, New York
Selanjutnya kami kembali ke Sutphin Blvd – Archer Av – JFK Station, untuk naik subway Line E akan melihat World Trade Center di pusat kota Manhattan New York, yang secara informal disebut WTC atau Menara Kembar. Kami turun di stasiun terakhir subway Line E, yaitu di WTC. Dalam iringan banyak sekali penumpang, ternyata kami terbawa arus masuk ke sebuah bangunan megah yang disebut Oculus. Dirancang oleh arsitek Santiago Calatrava, “Oculus” adalah penghubung dari stasiun kereta api bawah tanah, alun-alun, pusat perbelanjaan WTC, dan museum situs peringatan atas serangan teror 11 September 2001. Bagian luar Oculus serupa burung merpati dengan sayap yang terpotong, sedangkan bagian dalam digunakan sebagai atrium seperti rongga perut burung yang sangat indah untuk bersantai.

Oculus seperti burung yang dirancang oleh arsitek Santiago Calatrava di WTC Manhattan NYC

Di atrium dalam perut burung Oculus yang ramai pengunjung di WTC Manhattan NYC.
Setelah puas memandangi keindahan Oculus dan berfoto dari berbagai sudut, selanjutnya kami memberanikan diri keluar ruangan merasakan hujan salju di akhir musing dingin. Kami melihat WTC baru, yang sebelumnya adalah suatu kompleks yang terdiri dari tujuh bangunan, sebagian besar didesain oleh arsitek keturunan Jepang-Amerika, Minuro Yamasaki. Pembangunannya dirintis oleh ‘Lower Manhattan Association’ yang didirikan dan diketuai oleh Mr. David Rockefeller, dengan dukungan kuat dari saudaranya, Mr. Nelson Rockefeller, yang kelak menjadi gubernur New York. Kompleks yang berlokasi di jantung pusat distrik finansial New York City ini memiliki 1.24 juta m² ruang perkantoran, hampir empat persen dari keseluruhan luas ruang perkantoran yang tersedia di Manhattan. World Trade Center yang dikenal dengan Menara Kembar dengan jumlah lantai mencapai 110 ini pernah mengalami kebakaran pada 13 Februari 1975 dan serangan bom pada 26 Februari 1993.
Kami tertegun saat mengenang bahwa ketujuh bangunan yang asli dalam satu kompleks hancur lebur pada Serangan Teroris 11 September 2001. Kehancurannya meliputi WTC 1, WTC 2 (Menara Utara dan Selatan), dan WTC 7 runtuh; WTC 3 (Hotel Marriott) hancur karena runtuhnya WTC 1 dan WTC 2; sedangkan WTC 4, WTC 5, dan WTC 6 mengalami kerusakan yang tak dapat diperbaiki hingga akhirnya terpaksa dihancurkan. Sejenak kami menundukkan kepala untuk mendoakan para korban serangan teroris tersebut.

Serangan Teroris 11 September 2001 yang menghancurkan gedung WTC di Manhattan New York.

Serangan Teroris 11 September 2001 yang terlihat dari East River dekat patung Lady Liberty New York
Selanjutnya kami bergegas dalam guyuran hujan salju untuk menuju Wall Street (Jalan Wall), yang sebenarnya adalah sebuah nama jalan di pinggiran Manhattan di tengah kota New York, yang membujur mulai dari timur yaitu dari Broadway menuruni lembah ke arah South Street di East River, melewati pusat historis dari distrik keuangan Amerika yaitu Manhattan. Wall Street adalah gedung permanen pertama dari New York Stock Exchange, sehingga Wall Street adalah juga merupakan suatu istilah yang digunakan bagi “kekuatan finansial yang berpengaruh” di Amerika.

Wall Street yang merupakan gedung permanen pertama yang dimiliki oleh New York Stock Exchange

New York Stock Exchange sebagai pasar modal utama di dunia
Kami terkagum dengan keindahan arsitektural tempo dulu dan teringat bahwa nama jalan tersebut, berasal dari sejarah pada abad ke-17. Pada saat itu digunakan sebagai perbatasan wilayah utara dari kesepakatan New Amsterdam. Pada tahun 1640an didirikan tiang pancang dan papan untuk menandai wilayah perbatasan dan pemukiman. Mr. Peter Stuyvesant yang mewakili West India Company memimpin tim dari Belanda untuk melakukan pembangunan konstruksi tembok pertahanan yang kokoh. Pada masa perang Belanda dengan Inggris maka dibangunlah tembok pertahanan setinggi 12 kaki pada tahun 1663 yang dilindungi oleh pagar di sekelilingnya. Dinding pertahanan tersebut terus diperkuat dari masa kemasa, sebagai suatu benteng perlindungan terhadap serangan suku Indian dan pasukan Inggris. Pada tahun 1685 dirancanglah Wall Street, yaitu jalanan di sisi tembok di sepanjang benteng pertahanan. Namun demikian, dinding pertahanan tersebut dibongkar oleh Inggris pada tahun 1699.
Arsitektur Wall Street berasal dari zaman Gilded Age, yaitu masa sebelum Perang Dunia I, walaupun terdapat juga pengaruh art deco pada wilayah yang berdampingan. Bangunan yang menjadi landmark di Wall Street adalah bangunan-bangunan gedung yaitu Federal Hall, 14 Wall Street Bankers trust Company Building, 40 Wall Street The Trump Building, dan New York Stock Exchange (NYSE) pada sudut Broadway. Wall Street yang merupakan tujuan utama dari para komuter telah memiliki infrastruktur transportasi yang amat maju. Saat ini, kereta api bawah tanah New York memiliki 3 stasiun di Wall Street yaitu Wall Street (IRT Broadway-Seventh Avenue Line di Wall & William Street, Wall Street (IRT Lexington Avenue Line) di Wall & Broadway (Manhattan) dan Broad Street (BMT Nassau Street Line) di Wall & Broad Street (Manhattan). Kami menjadi lebih mengerti, mengapa kekuatan lobi dan finansial di Wall Street mampu sangat berpengaruh bagi pembangunan di seluruh dunia.
Selanjutnya kami menikmati keagungan distrik keuangan New York serta gaya bisnis dan keanggunan Donald Trump, yang sekarang menjadi presiden AS ke 44, saat bersatu untuk menciptakan landmark properti yang sangat mengesankan di Wall Street no 40. Gedung pencakar langit yang memiliki 1,3 juta kaki persegi ruang kantor yang tersebar di 72 lantai, yang pada saat dibangun tahun 1930 adalah gedung tertinggi di dunia. Awalnya bernama Manhattan Company Building, dan dirancang oleh arsitek H. Craig Severance dan Yasuo Matsui, menara itu menjulang di atas kota sebagai pengingat impor global New York. Setelah bertahun-tahun kosong, Donald J. Trump membeli properti itu, menginvestasikan lebih dari $ 200 juta untuk restorasi, dan membawanya ke puncak kemegahan aslinya. Penyewa profil tinggi yang menempati gedung Trump (Trump Building) tersebut adalah para pemuncak Kota New York dalam prestise dan kekuatan internasional mereka. Sayang sekali hujan salju membuat kami harus tergesa memandang keindahnnya.

The Trump Building yang sebelumnya disebut Manhattan Company Building dirancang oleh arsitek Craig Severance dan Yasuo Matsui

The Trump Building pada tahun 1930 adalah gedung tertinggi di dunia, yang waktu itu disebut Manhattan Company Building
Di seberang Trump Building juga berdiri gagah Federal Hall, yang dibangun pada tahun 1700 sebagai Balai Kota New York. Kemudian berubah fungsi sebagai gedung DPR pertama Amerika Serikat di bawah Konstitusi, serta lokasi pelantikan George Washington sebagai Presiden pertama Amerika Serikat di bawah Konstitusi. Itu juga di mana Bill of Rights Amerika Serikat diperkenalkan di Kongres Pertama. Bangunan aslinya dihancurkan pada tahun 1812. Federal Hall National Memorial dibangun kembali pada tahun 1842 sebagai Kantor Perpajakan Nasional (Custom House) Amerika Serikat, dan kemudian berfungsi sebagai gedung perbendaharaan negara atau sub-treasury. Sekarang dioperasikan oleh National Park Service sebagai situs peringatan nasional untuk memperingati peristiwa bersejarah yang pernah terjadi di sana.

Federal Hall sebagai tempat pelantikan George Washington sebagai Presiden pertama Amerika Serikat

Patung gagah George Washington sebagai Presiden pertama Amerika Serikat, berdiri di depan Federal Hall
Sayang sekali, hujan salju justru semakin lebat, angin dingin bertiup sangat kencang, payung kami menjadi rusak, sepatu menjadi basah, jalan menjadi licin dan pipi menjadi tebal membeku. Akhirnya kami memutuskan masuk kembali ke bawah tanah untuk berlindung, sekaligus masuk ke stasiun subway, untuk pulang kembali ke hotel. Kami masuk ke stasiun subway Fulton Street, naik Line J dari stasiun Broad Street dan turun di Bowery. Saat kami kembali muncul ke atas tanah, guyuran hujan salju semakin banyak dan menjadikan pengalaman pertama akan salju semakin indah, dengan membersihkan salju menggunakan serok palstik di depan hotal.

National September 11 Memorial Museum yang tutup, karena dihembus angin dingin dan diliputi salju

Kerja bakti membersihkan salju yang berserakan dan terus saja turun
Malam itu kami benar-benar menikmati New York, yang merupakan kota terpadat di Amerika Serikat. Manhattan adalah pusat wilayah metropolitan New York yang merupakan salah satu wilayah metropolitan terpadat di dunia. Dengan luas 789 km² dan pada tahun 2016, memiliki penduduk sebanyak 8,538 juta (2016). Kita semua tahu, bahwa wilayah ini sebelumnya dihuni oleh penduduk asli Amerika Lenape, ketika ditemukan bangsa Eropa tahun 1524 oleh Giovanni da Verrazzano, seorang penjelajah Italia yang bekerja untuk kerajaan Perancis, dan menamainya “Nouvelle Angoulême”.
‘New York Stock Exchange’ sebagai pasar modal utama di dunia dan ‘The Trump Building’ saat tahun 1930 adalah gedung tertinggi di dunia, yang waktu itu disebut ‘Manhattan Company Building’, mengingatkan kita semua akan sejarah kekuatan ekonomi yang berasal dari New York. Permukiman Eropa di New York dimulai dengan pendirian permukiman perdagangan bulu oleh para pedagang Belanda yang kemudian dinamai “Nieuw Amsterdam” (Amsterdam Baru), di ujung selatan Manhattan pada tahun 1614. Direktur Jenderal kolonial Belanda Peter Minuit membeli pulau Manhattan dari suku Lenape tahun 1626, senilai 60 guilden atau sekitar $1.000 pada 2006. Namun demikian, sebuah legenda yang diragukan mengatakan, Manhattan dibeli senilai $24 dalam bentuk manik-manik kaca.
Kita juga diingatkan bahwa pada tahun 1664, kota ini menyerah kepada Inggris dan berganti nama menjadi “New York”. Pada akhir Perang Inggris dan Belanda Kedua, Belanda memperoleh kekuasaan atas Pulau Run di Indonesia, yang merupakan aset yang lebih berharga sebagai ganti terhadap kekuasaan Inggris di New Amsterdam (New York) di Amerika Utara. Pada waktu itu Pulau Run, sebuah pulau kecil di Kepulauan Banda, Maluku, Indonesia, bernilai lebih tinggi daripada kota New York di Pulau Manhattan. Itulah ironi sejarah, pada paruh terakhir abad ke-17, Inggris dan Belanda berulang kali terlibat perebutan daerah penghasil rempah. Semasa itu, sekantong rempah bernilai lebih mahal dari sekantong emas dengan bobot yang sama. Serikat Dagang Hindia Timur Belanda (VOC) dan Serikat Dagang Hindia Timur Inggris (EIC) bersaing ketat dan sering terlibat konflik terbuka. Bahkan, terjadi pembantaian warga Inggris di benteng Belanda di Ambon, Maluku yang dikenal sebagai ‘Amboyna Massacre’ yang memicu kemarahan Inggris.
Malam itu kami tidak apat tidur nyenyak di kamar 2011 New World Hotel, 101 Bowery #2, New York, saat membayangkan kaitan New York di AS dengan Maluku di Indoneisa pada akhir abad 17. Pada hal, kami harus bersiap-siap untuk hari berikutnya, mengikuti konggres hari kedua, yaitu ‘The 16th Annual World Congress on Pediatrics’, di Hilton New York JFK Airport Hotel, 5144-02 135th Avenue, Jamaica, New York 11436 USA.
Ditulis dan disebarkan dari New York Rabu, 21 Maret 2018 pk. 19.45, sewaktu dengan WIB Kamis, 22 Maret 2018, pk. 7.45.
*) penikmat jalan2 murah
NEW YORK HARI KEEMPAT
(WASHINGTON DC)
fx. wikan indrarto*)
Pada Kamis, 22 Maret 2018, saat kami akan berangkat mengikuti ‘The 16th Annual World Congress on Pediatrics’, yang diselenggarakan di Hilton New York JFK Airport Hotel, 135th Avenue, Jamaica, New York 11436 USA, ada email masuk. Kami dikagetkan oleh email masuk tentang ‘Important Amtrak Alert’ yang isinya ‘schedule to Washington DC has been cancelled, due to a schedule change’, terkait serangan badai salju hari sebelumnya. Untunglah teman baik kami, Christine N. Tedjopranoto yang asli Purwokerto Jawa Tengah dan tinggal di kota Charlotte, North Carolina USA, segera tampil membantu kami. Apa yang menarik?
Pada Day 2 Congress : March 22, 2018, kami sempatkan mengikuti Keynote Forum dengan tema Keynote : ‘Pediatric Cochlear Implantation’ yang dibawakan oleh Prof. Susan B. Waltzman, PhD yang merupakan Professor of Otolaryngology and Co-Director of the NYU Cochlear Implant Center, New York University School of Medicine, USA. Pada intinya oleh karena pemeriksaan skrining pendengaran pada bayi baru lahir dan alat evaluasi yang digunakan lebih baik, sekarang lebih banyak anak dengan gangguan pendengaran parah sudah mampu didiagnosis saat bayi. Hal ini akan memberikan kesempatan untuk akses anak ke implantasi koklea. Para dokter perlu mempertimbangkan semua aspek implantasi koklea pada bayi, termasuk aspek keamanan dan khasiat pada bayi yang sangat muda. Risiko anestesi, volume darah, ukuran, ketebalan, dan pertumbuhan tengkorak, serta posisi alat yang digunakan.

‘The 16th Annual World Congress on Pediatrics’

Sebelum sesi Keynote Forum dimulai
Pembicara Keynote Forum selanjutnya adalah Professor Elisabeth Utens dari Erasmus University Medical Centre, Rotterdam and University of Amsterdam, Nedherland. Dengan tema Keynote tentang Eye Movement in children, menjelaskan bahwa sekitar 3 dari setiap 10 anak dan remaja yang dirawat di rumah sakit atau menjalani operasi invasif dan atau menyakitkan, akan berkembang menjadi Post Traumatic Stress Syndrome (PTSS), meskipun subklinis. Selain itu, sekitar 1 dari 10 anak bahkan mengalami PTSS penuh yang dapat berdampak serius pada kualitas hidup, fungsi psikososial dan dapat mengakibatkan keluhan psikiatri jangka panjang. Sebagian besar anak yang menjalani rawat inap atau operasi tidak diskrining untuk keluhan PTSS dan tidak menerima bantuan psikolog. EMDR terbukti efektif dan diterapkan secara struktural di Erasmus MC Sophia. EMDR (Eye Movement Desensitization and Reprocessing) merupakan metode psychoterapi yang lebih efektif dalam mengatasi PTSD (Post Traumatic Stress Disorder). Di Indonesia telah resmi di buka pada tahun 2008. Metode ini di temukan oleh Francine Shapiro pada tahun 1987. Kerjasama yang baik antara dokter spesialis medis dan psikoterapis perilaku kognitif diperlukan untuk perawatan psikososial yang optimal.
Pembicara yang cukup kontroversial dan mendapat apresiasi peserta adalah saat Keynote Forum ketiga, dengan tema Keynote : ‘Grounds and first results of the new doctrine of acute pneumonia’. Professor Dr. Igor Klepikov PhD dari Dana Children’s Hospital Sourasky Medical Center Tel Aviv Sourasky Medical Center and Russian State Institute for Post-graduate Medical Studies Novokuznetsk, Russia. Intinya bahwa pengobatan pneumonia akut saat ini hanya berfokus pada terapi antibiotik dan mengulangi prinsip pengobatan penyakit peradangan lainnya. Dampaknya adalah mengurangi efektivitas obat antimikroba, kemunculan dan peningkatan jumlah patogen resisten antibiotik dan peningkatan frekuensi komplikasi purulen. Dasar doktrin pendekatan yang baru didasarkan pada aksioma ilmiah berikut : Pertama, respon tubuh terhadap stimulus apapun, termasuk peradangan, sangat individual dan unik. Kedua, transformasi inflamasi jaringan tubuh adalah reaksi vaskular dengan urutan tahap tertentu. Ketiga, sirkulasi darah kecil dan sistemik tidak hanya memiliki hubungan langsung, tetapi juga hubungan terbalik. Keempat, di antara bentuk peradangan nonspesifik pneumonia akut adalah satu-satunya proses yang terjadi dalam sistem sirkulasi darah kecil. Dan kelima, adalah prosedur medis yang sama dapat memiliki efek yang berbeda terhadap peradangan pada sirkulasi darah kecil atau besar. Untuk itu, kemungkinan pencegahan komplikasi supuratif dan destruktif dari penyakit pneumonia akut ini haruslah dicermati.
Kami masih sempatkan mengikuti Keynote Forum keempat, dengan tema Keynote: ‘Education Opportunities in Children with Mental Health Disorders.’ oleh Dr. Petrovic-Dovat is a Director of the Child and Adolescent Anxiety Disorder Program at the Penn State Hershey College of medicine, Pennsylvania State University, USA. Pada dasarnya disebutkan bahwa hanya sekitar 25% anak dengan penyakit jiwa yang ditangani oleh psikiater anak. Dokter spesialis anak sering menjadi dokter pertama bagi sebagian besar anak dengan masalah kesehatan mental dan perilaku. Namun kemampuan mereka untuk berhasil mengelola penyakit jiwa belum pernah diteliti. Dukungan pendidikan tambahan diperlukan, untuk dokter spesialis anak pada layanan primer dalam merawat anak dengan masalah kesehatan mental.
Setelah sesi Keynote Forum keempat selesai, segera kami kembali melanjutkan petualangan cepat ke jantung kekuatan finansial New York, yaitu downtown Manhattan. Kami langsung naik subway Line J dari Jamaica ke Broad Street (downtown) untuk menuju ke sebuah patung yang disebut ‘Charging Bull’ atau arti harafiahnya Banteng Pengisian, yang kadang disebut sebagai Wall Street Bull atau Bowling Green Bull, karena patung perunggu tersebut berdiri di Bowling Green di Financial District di Manhattan, New York City. Rancangan awalnya adalah seni liar (originally guerrilla art), yang dipasang secara tidak resmi oleh Arturo Di Modica. Namun demikian, oleh karena popularitasnya membuatnya menjadi fitur patung yang permanen. Kegagahan banteng tersebur seolah menunjukkan keperkasaan Wall Street sebagai kekuatan finansial global.

Kami mampir di Kantor Ibu Elsye yang berlokasi di Broad Street no 90 downtown Manhattan NYC

‘Charging Bull’ lambang keperkasaan Wall Street sebagai kekuatan dan keperkasaan finansial global
Setelah itu, kami mampir di Kantor Ibu Elsye yang berlokasi di Broad Street no 90, Manhattan, untuk mengembalikan jaket musim dingin yang kami pinjam dan telah melindungi kami dari dekapan duingin salju. Selanjutnya kami menikmati Indian Museum atau The National Museum of the American Indian, yang gagah menjulang tidak jauh dari kantor Ibu Elsye yang baik hati, di samping American Film Academy dan patung perunggu yang disebut ‘Charging Bull’. Pada museum warga asli Amerika atau Infinity of Nations, menampilkan lebih dari 700 benda di dalam gedung megah yang sebelumnya merupakan rumah Alexander Hamilton. Bangunan ini dirancang oleh Cass Gilbert, yang juga mendesain Woolworth Building di utara Broadway, dalam gaya Beaux Arts. Di luar gedung ada 12 patung termasuk Christopher Columbus, yang diakui sebagai penemu Amerika, yang dirancang oleh Daniel Chester French. Dibangun antara tahun 1900 dan 1907, gedung ini menghadap Bowling Green, ruang publik pertama di New York City.

Turun di WTC dari subway Line Jtujuan Jamaica ke Broad Street

Patung Christopher Columbus di gerbang The National Museum of the American Indian
Oleh karena terjadi perubahan jadwal keberangkatan kereta api Amtrak ke Washington, DC, maka kami masih ada sisa waktu untuk kami gunakan menikmati Times Square. Dari Bowling Green kami naik subway uptown Line R untuk turun di Times Square. Tempat ini tidak jauh dari Penn Station, untuk keberangkatan KA Amtrak ke Washington, DC, sehingga kami pilih sebagai tempat untuk menunggu. Times Square adalah persimpangan jalan, wahana komersial utama, tujuan wisata, pusat hiburan dan sebuah arena di bagian Midtown Manhattan di New York City, tepatnya di persimpangan Broadway dan Seventh Avenue. Areal ini terang dihiasi dengan papan iklan yang menyala penuh warna, gambar gerak ataupun video iklan, meskiun pada siang hari yang cerah sekalipun. Times Square kadang-kadang disebut sebagai “The Crossroads of the World”, “The Centre of the Universe”, “The Great White Way”, dan “hati dunia”. Times Square merupakan salah satu kawasan pejalan kaki tersibuk di dunia, juga merupakan pusat Distrik Teater Broadway dan pusat utama industri hiburan dunia. Times Square adalah salah satu tempat wisata yang paling banyak dikunjungi di dunia, yang menarik sekitar 50 juta pelancong setiap tahunnya. Sekitar 330.000 orang melewati Times Square setiap hari, banyak dari mereka adalah wisatawan, sementara lebih dari 460.000 pejalan kaki telah berjalan melalui Times Square pada puncak hari tersibuk.

Papan iklan di Times Square yang disebut “The Crossroads of the World”

Makan-makan sambil melihat banyak sekali orang lalu lalang di Times Square
Sebelumnya dikenal sebagai Longacre Square, Times Square diganti namanya pada tahun 1904 setelah The New York Times memindahkan kantor pusatnya ke Gedung Times yang baru saja didirikan, yang sekarang disebut One Times Square. Di tempat tersebutlah berlokasi atraksi kembang api dan bola Malam Tahun Baru tahunan yang dimulai pada 31 Desember 1907, dan berlanjut sampai hari ini, yang mampu menarik lebih dari satu juta pengunjung ke Times Square setiap tahun.
Setelah puas berfoto, makan-makan sambil melihat banyak sekali orang lalu lalang, selanjutnya kami naik subway downtown Line 1 untuk turun di ke Penn (Pennsylvania) Station, sebuah stasiun interkoneksi yang sagat besar dan ramai penumpang, untuk ganti kereta api menuju ke Wasington, DC, ibukota AS. Kami naik kerata api cepat antar kota, yang dioperasionalkan oleh Amtrak. Amtrak adalah nama layanan dari National Railroad Passenger Corporation (Perusahaan Kereta Api Penumpang Nasional), sebuah perusahaan semi-pemerintah yang dibentuk 1 Mei 1971, untuk memberikan layanan kereta api penumpang antarkota di daratan Amerika Serikat. Nama “Amtrak” berasal dari gabungan kata “American” dan “track”.

Eksterior gerbong Amtrak di Penn (Pennsylvania) Station New York, milenial yang nampak kokoh dan garang

Interior ala pesawat di gerbong Amtrak kelas ekonomi, kursi terlalu besar untuk kami karena ukuran American standard
Amtrak memiliki hampir 19.000 pegawai. Rute kereta api penumpang yang dioperasikan mencakup 500 kota tujuan di 46 negara bagian, dengan total jarak sejumlah 33.800 km di atas rel kereta api, yang sebagian besar justru dimiliki oleh perusahaan kereta api lain, termasuk beberapa kota di Kanada. Pada tahun fiskal 2006, Amtrak mengangkut sejumlah 24,3 juta penumpang, dan sekaligus menjadi rekor jumlah penumpang terbanyak yang pernah diangkut Amtrak. Sejarah Amtrak bermula dari layanan kereta api penumpang swasta di Amerika Serikat yang terus mengalami kemunduran, sejak sekitar tahun 1920 hingga tahun 1970. Sebagai tindak lanjut, Amtrak dibentuk oleh Konggres dan Presiden AS pada tahun 1971. Sepanjang sejarahnya, perusahaan ini telah mengalami pasang surut akibat permainan politik, kekurangan modal, dan gangguan teknis pada jalur kereta api. Belakangan ini keadaan perusahaan semakin sehat, dan pada tahun 2000-an telah menyelesaikan proyek rel kereta api di daerah timur laut Amerika Serikat, sementara pesaing utama Amtrak, terutama perusahaan penerbangan menghadapi masalah kepailitan dan kenaikan harga bahan bakar.

Badai salju sudah hampir selesai, sebuah pengalaman unik

Tiba di Union Station Washington DC, setelah usai badai salju
Kami naik Train 93 meninggalkan Penn Station di central Manhattan New York pk. 2.02 PM untuk menuju ke Union Station di Washington, DC, menempuh jarak total 476,14 km. Kami sempat berhenti di stasiun Newark di New Jersey, Metropark, Princeton, Trenton, Philadelphia, Wilmington, Baltimore, BWI Marshall Airport, New Carollton dan turun di Union Station Washington DC, yang merupakan salah satu stasiun tertua sekaligus markas Amtrak. Meski tidak muda lagi, stasiun ini tetap terawat dan masih memancarkan pesona keindahan arsitektur klasik. Selain megah, stasiun yang dibangun pada awal abad ke-10 itu juga memiliki beragam tempat nongkrong sehingga banyak orang yang betah menghabiskan waktu di sana Data ‘Federal Railroad Administration Office of Safety Analysis’ menyebutkan jumlah kecelakaan Amtrak menurun sejak 2010. Pada 2015 terjadi 40 kecelakaan, turun satu angka dari tahun sebelumnya. Rasanya tidak heran jika Amtrak selalu dibanjiri penumpang. Setalah menemuh perjalanan seekiatr 3,5 jam, kami sampai di Union Station di pusat kota Washington, DC

Arsitektur Union Station di pusat kota Washington, DC beraura mewah dan bergaya klasik yang sudah beroperasi sejak tahun 1907.
Bangunan dengan arsitektur beraura mewah dan bergaya klasik ini sudah beroperasi sejak tahun 1907. Pengunjung pun dapat menikmati ruang tunggu utama di stasiun tua ini yang dibangun dengan ketinggian 29 meter. Saat menjejakkan kaki ke dalam stasiun, kami langsung merasakan atmosfer berbeda, sebab memang seperti tengah berdiri di sebuah istana transportasi darat. Setelah keluar dari pintu gerbang sekitar pk. 5.30 sore, kami segera mengabadikan sisi luar bangunan Union Station yang artistik, dalam foto dari berbagai sudut, di pusat kota Washington, DC.

Sisi dalam bangunan Union Station yang artistik di pusat kota Washington, DC

Lokomotif Amtrak yang membawa kami ke Washington, DC
Washington, DC (singkatan dari District of Columbia) didirikan tahun 1790. Kota di pinggir Sungai Potomac ini didesain arsitek Perancis, Pierre Charles L’Enfant, sebagai ibu kota negara. Rancangannya bergaya Eropa abad pertengahan. Hingga kini, gedung-gedung lama peninggalan masa itu masih terjaga. Bangunan itu rata-rata bergaya neoklasik, georgian, atau gotik dengan tiang-tiang besar dan beberapa ornamen. Namun, bangunan baru cenderung bergaya modern, bebas, meski tetap berangkat dari kebutuhan fungsi. Semua gedung di kota itu tak boleh lebih tinggi dari United States Capitol dan Washington Monument.
Selanjutnya kami berjalan kaki melawan desiran angin sangat dingin, dari Union Station menuju bangunan megah yang disebut ‘The United States Capitol’. Kami segera memasuki area National Mall, yang relatif masih cukup terang pada sore menjelang malam itu dan tujuan pertama kami adalah kantor Kongres Amerika Serikat, yakni U.S. Capitol dengan pemandangan yang luar biasa elok, selain interior rapi dan cantik pada gedung yang beralamat di East Capitol St NE & First St SE, Washington, DC 20004. Gedung yang didirikan tahun 1800-an dengan arsitek William Thornton itu memiliki kubah besar bergaris di bagian tengah.

United States Capitol Building di siang hari yang cerah

United States Capitol Buildingdi sore hari yang redup dan dingin
White House, Washington Monument, dan United States Capitol berdiri pada titik segitiga di jantung kota Washington, DC. Pada jarak lurus antara Washington Monument dan United States Capitol, terdapat jalur besar yang biasa disebut National Mall. Dari jalur terbuka inilah, para wisatawan leluasa mengamati kota. Tiga bangunan itu merefleksikan semangat kebangsaan modern AS. White House mewakili kekuasaan eksekutif. United States Capitol mencerminkan ruang kebebasan dari para wakil rakyat. Washington Monument tanda kenangan sejarah bangsa modern yang merdeka tahun 1776 itu.
Selanjutnya kami naik Metrobus Line 32 bertarif $ 2, yang harus kami bayar tunai karena Metrocard Washington dan New York belum terkoneksi, untuk mengunjungi The White House atau Gedung Putih, dengan berjejal di antara ratusan turis lain, sebelum hari gelap. Rumah tempat tinggal resmi presiden Amerika Serikat (AS) itu termasuk Barack Obama, yang menjadi Presiden Ke-44 AS dan pernah mengunjungi Yogyakarta, memang punya daya tarik tersendiri. Gedung Putih memang tidak terlalu besar, apalagi jika dibandingkan arsitektur kontemporer yang besar-besar. Namun, bangunan hasil rancangan arsitek James Hoban dan dibangun tahun 1792 itu adalah ikon kota, bahkan ikon AS. Brosur resmi terbitan The White House Visitor Center mencatat, gedung itu merupakan bangunan publik tertua di kota Washington, DC.
Rumah bergaya georgian yang saat kami datang sudah diselimuti gelap awal malam, menjadi tempat tinggal resmi para presiden AS sejak Presiden Kedua AS Johan Adams, tahun 1800. Jadi, selama 200-an tahun lebih, orang-orang nomor satu di negeri itu tinggal di sana, termasuk Barack Obama dan Donald Trump. Gedung Putih berdiri di sudut tak jauh dari kawasan terbuka di tengah kota yang biasa disebut National Mall.

Gedung Putih di Washington, DC, tempat tinggal resmi presiden AS

Gedung Putih (White House) di malam yang dingin dan tidak boleh lagi didekati
Gedung Putih yang terletak di 1600 Pennsylvania Avenue di Washington, DC, merupakan tempat tinggal resmi presiden dan keluarganya selama masa jabatannya sebagai presiden. Saat seorang presiden baru terpilih, presiden yang lama segera pindah. Gedung Putih (White House) juga menjadi kantor, di mana presiden menjalankan pemerintahan. Sangat disesalkan bahwa, kami tidak mampu mendekat Gedung Putih, selain karena gelap malam sudah menutupinya, desiran angin dingin sudah membekukan badan dan masa kunjungan wisatawan sudah habis malam itu.
Dari lapangan terbuka di depan Gedung Putih itu, kami melihat The Washington Monument, sebuah tugu (obelisk) peringatan untuk mengenang pemimpin Tentara Kontinental yang sudah membuat Amerika Serikat merdeka dari jajahan Inggris dan sekaligus juga Presiden Amerika Serikat pertama, George Washington. Bangunan ini didesain arsitek Robert Mills dan diresikan pada tahun 1848. Bentuknya sederhana, mirip tonggak lurus lancip setinggi 555 kaki lebih atau sekitar 169.294 meter. Berbahan batu marmer, granit, dan batu pasir putih, tugu itu tampak menonjol. Dari seberang Sungai Potomac, monumen itu seperti tonggak putih yang angkuh.
Lurus di depan The Washington Monument, terdapat taman peringatan Lincoln Memorial dan Vietnam Veterans Memorial. Di samping kanan tugu, ada dua taman peringatan lain, yaitu Franklin Delano Roosevelt Memorial dan Thomas Jefferson Memorial. Ketiganya presiden AS yang dikenang dengan berbagai jasa. Di tengah pertigaan jalan, banyak dibuat taman melingkar. Di situ, berdiri patung-patung para jenderal dari masa-masa peperangan. Beberapa di antara mereka naik kuda dengan gagahnya, yang tidak dapat lagi kami ambil fotonya karena gelap malam sudah menutupinya.

Panorama The Washington Monument, Lincoln dan Vietnam Veterans Memorial

White House di malam yang dingin dan tidak boleh lagi didekati
Rasanya kami belum lengkap melihat, saat berkunjung ke Washington DC, karena hari sudah gelap, angin bertiup semakin dingin dan badan sudah lelah, pada hal kami belum mengunjungi Lincoln Memorial, untuk memperingati jasa Abraham Lincoln, Presiden Amerika Serikat ke-16. Lincoln Memorial ini adalah bangunan megah nan klasik, yang merupakan salah satu obyek wisata yang menarik karena saat memasuki kawasan ini, maka mata kita akan dimanjakan dengan arsitektur yang sarat gaya kuil Yunani.
Sayang sekali, kami tidak sempat berfoto di dekat patung Abraham Lincoln dengan ukuran yang cukup besar. Patung yang menghiasi bangunan ini memiliki ketinggian 5,8 meter dengan bobot total 159 ton. Lincoln dinilai sebagai presiden AS yang paling hebat sepanjang sejarah Amerika, yang ditembak di teater Ford, Washington DC pada 14 April 1865 dan meninggal keesokan harinya pada usia 56 tahun. Pembunuhnya, John Wilkes Booth adalah pemain sandiwara yang memiliki gangguan jiwa, ia juga salah seorang pendukung Konfederasi yang menentang diserahkannya tentara Konfederasi kepada pemerintah, setelah berakhirnya perang saudara. Presiden Lincoln dimakamkan di Springfield, AS dan dikenang Amerika dan dunia sebagai pejuang demokrasi karena jasa-jasanya.

Lincoln Memorial, untuk memperingati jasa Abraham Lincoln, Presiden AS ke-16

Gedung Mahkamah Agung (Supreme Court) AS yang megahdi depan United States Capitol
Dalam survei pemeringkatan Presiden AS sejak tahun 1940-an, Lincoln secara konsisten di peringkat tiga besar, sering nomer 1. Sebuah studi 2004 menemukan bahwa para sarjana di bidang sejarah dan politik peringkat Lincoln nomor satu, sementara sarjana hukum menempatkannya kedua setelah Washington dari semua polling peringkat presiden yang dilakukan sejak tahun 1948, Lincoln telah dinilai di bagian paling atas di sebagian besar jajak pendapat. Umumnya, tiga presiden yang dinilai sebagai no 1 Abraham Lincoln, no 2 George Washington, dan no 3 Franklin D. Roosevelt. Potret Lincoln muncul di dua denominasi mata uang Amerika Serikat, penny dan kertas $ 5.

The Washington Monument didesain arsitek Robert Mills dan diresmikan pada tahun 1848, tonggak lurus lancip setinggi 555 kaki

The Washington Monument untuk mengenang pemimpin Tentara Kontinental dan sekaligus juga Presiden AS pertama, George Washington
Setelah kelelahan karena berhari-hari berjalan kaki jauh, juga kelaparan karena hembusan angin dingin paska badai salju, kami segera memutuskan kembali masuk ke Union Station. Malam itu kami menghabiskan waktu di ruang tunggu stasiun yang hangat dan tersedia wifi gratis, sampai tiba saat kami harus kembali naik Amtrak untuk menuju Penn Station di central Manhattan New York. Kami naik Train 151 meninggalkan Union Station di Washington, DC, yang kembali menempuh jarak total 476,14 km.
sekian
Ditulis dari Terminal 1 Hong Kong International Airport, saat transit 4 jam sekembalinya dari New York dan disebarkan dari ruang tunggu F4 Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Banten, sebelum terbang ke Denpasar Bali.
Minggu, 25 Maret 2018.
*) penikmat jalan2 murah
NEW YORK HARI KELIMA (terakhir)
fx. wikan indrarto*)
Jumat, 23 Maret 2018 kami telah selesai mengikuti konggres, yaitu ‘The 16th Annual World Congress on Pediatrics’ di Hilton New York JFK Airport Hotel dan jalan-jalan ke Washington, DC dengan KA Amtrak. Pagi itu kami bersiap-siap untuk kembali ke tanah air tercinta, Indonesia, dalam rentang jarak 16.198 km. Apa yang harus dikenang?
Kami telah menikmati secara cepat, New York yang merupakan kota terpadat di Amerika Serikat, bahkan pusat wilayah metropolitan New York merupakan salah satu wilayah metropolitan terpadat di dunia. Dengan luas 789 km² dan pada tahun 2016, memiliki penduduk sebanyak 8,538 juta (2016). Tidak heran bahwa New York adalah sebuah kota global terdepan, yang memberi pengaruh besar terhadap perdagangan, keuangan, media, budaya, seni, mode, riset, penelitian dan hiburan tingkat dunia.

Kenangan saat siap jalan2 menembus dingin sore hari di New York

Kenangan sebagai peserta ‘The 16th Annual World Congress on Pediatrics’.
Kami juga telah menjelajahi secara cepat, kota yang terletak di pelabuhan alami yang besar di pantai Atlantik Amerika Serikat timur laut, kota ini terdiri dari lima ‘borouhg’ atau semacam distrik, yaitu The Bronx, Brooklyn, Manhattan, Queens, dan Staten Island. Kami telah mampu mengingat bahwa New York pada awalnya dihuni oleh penduduk asli Amerika Lenape, ketika ditemukan bangsa Eropa tahun 1524 oleh Giovanni da Verrazzano, seorang penjelajah Italia yang bekerja untuk kerajaan Perancis, dan menamainya “Nouvelle Angoulême”. Permukiman Eropa dimulai dengan pendirian permukiman perdagangan bulu oleh orang Belanda yang kemudian dinamai “Nieuw Amsterdam” (Amsterdam Baru), di ujung selatan Manhattan pada tahun 1614. Direktur Jenderal kolonial Belanda Peter Minuit membeli pulau Manhattan dari suku Lenape tahun 1626, senilai 60 guilden atau sekitar $1.000 pada 2006. New York berperan sebagai ibukota Amerika Serikat pada tahun 1785 hingga 1790 dan New York telah menjadi kota terbesar di AS sejak 1790. Sebanyak 800 bahasa dipertuturkan di New York City, termasuk Bahasa Indonesia, sehingga menjadikannya kota dengan bahasa paling beragam di dunia.
Yang paling kami ingat adalah Patung Liberty, yang gagah menyambut jutaan imigran, ketika mereka datang ke Amerika Serikat pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Times Square yang dijuluki sebagai “The Crossroads of the World” (Perlintasan Dunia), adalah hub distrik teater Broadway penuh cahaya, salah satu perlintasan pejalan kaki tersibuk di dunia, dan sebuah pusat industri hiburan besar dunia. Kami telah merasakan sensasi pencahayaannya, meski di siang bolong dn hanya sekejap. Dilengkapi Wall Street di Lower Manhattan, New York City bersaing dengan London sebagai ibu kota keuangan dunia, dan merupakan rumah bagi Bursa Saham New York, bursa saham terbesar di dunia, menurut kapitalisasi pasar perusahaan yang terdaftar di sana. Kami juga telah merasakan denyut keperkasaan kekuatan finansial New York, meski hanya sebentar dan saat terjadi badai salju di akhir musim dingin (snowing at the end of winter).

Panorama downtown Manhattandi New York dengan gedung yang tinggi

Patung Lady Liberty menyambut imigran, Lambang kebebasan dan kemandirian
Dalam sejarah finansialnya, kami juga mempu mengingat bahwa pada tahun 1664, kota ini menyerah kepada Inggris dan berganti nama menjadi “New York”. Pada akhir Perang Inggris dan Belanda Kedua, Belanda memperoleh kekuasaan atas Pulau Run di Maluku, Indonesia, yang merupakan aset yang lebih berharga sebagai ganti terhadap kekuasaan Inggris di New Amsterdam (New York) di Amerika Utara. Pada waktu itu Pulau Run, sebuah pulau kecil di Kepulauan Banda, Maluku, Indonesia, bernilai lebih tinggi daripada kota New York di Pulau Manhattan yang kala itu dinamakan Nieuw Amsterdam. Itulah ironi sejarah, pada paruh terakhir abad ke-17, bangsa Inggris dan Belanda berulang kali terlibat perebutan daerah penghasil rempah. Semasa itu, sekantong rempah bernilai lebih mahal dari sekantong emas dengan bobot yang sama. Serikat Dagang Hindia Timur Belanda (VOC) dan Serikat Dagang Hindia Timur Inggris (EIC) bersaing ketat dan sering terlibat konflik terbuka. Bahkan, terjadi pembantaian warga Inggris di benteng Belanda di Ambon, Maluku yang dikenal sebagai Amboyna Massacre yang memicu kemarahan Inggris.

Penemuan benua Amerika oleh Columbus tanggal 11 Oktober 1492.

Panorama mata burung New York City pada tahun 1873
Tahun 1898, City of New York modern dibentuk dengan konsolidasi Brooklyn (hingga saat itu menjadi kota terpisah), County of New York (yang kemudian mencakup sebagian Bronx), County of Richmond, dan bagian barat County of Queens. Pembukaan jalur New York City Subway tahun 1904 membantu mempersatukan kota baru ini. Melalui pertengahan pertama abad ke-20, kota ini menjadi pusat dunia untuk industri, perdagangan, dan komunikasi. Kami telah menikmati keefektifan subway tertua di dunia, dengan sebuah kartu Metrocard untuk semua jalur yang ada. Tarif seragam $ 2,75 tanpa memandang jarak tempuh, juga interkoneksi antar Line Subway di New York, sangat mengasyikkan.
Angkutan umum di New York sebagian besar beroperasi 24 jam sehari, merupakan sistem paling rumit dan ekstensif di Amerika Utara. Sekitar satu dari tiga pengguna angkutan umum di Amerika Serikat dan dua per tiga penumpang kereta di negara ini menetap di New York dan kota pinggirannya. Sistem New York City Subway merupakan yang tersibuk di belahan bumi barat, sementara Grand Central Terminal yang juga dikenal dengan sebutan “Grand Central Station”, adalah stasiun kereta terbesar di dunia menurut jumlah platformnya. Tingkat penggunaan angkutan umum yang tinggi di New York City, 120.000 pesepeda harian dan jumlah pejalan kaki yang banyak, menjadikan New York City sebagai kota besar paling hemat energi di Amerika Serikat. Mode perjalanan jalan kaki dan sepeda mencakup 21% dari seluruh mode perjalanan di kota ini, secara nasional persentase untuk wilayah metro adalah sekitar 8%.

New York City Subway adalah sistem angkutan massal terbesar di dunia menurut jumlah stasiunnya

Stasiun DeKalb yang bersih dalam rangkaian New York City Subway
Angkutan umum adalah mode angkutan paling populer di New York City. 54,6% penduduk New York pergi ulang alik menggunakan angkutan umum menuju tempat kerjanya pada tahun 2005. Ini berbeda jauh dengan perilaku penduduk di kota lainnya di seluruh Amerika Serikat, yaitu sekitar 90% komuter menggunakan kendaraan pribadi menuju tempat kerjanya. Menurut Biro Sensus AS, penduduk New York City menghabiskan rata-rata 38,4 menit setiap harinya untuk pergi bekerja, waktu tempuh terlama di negara ini di antara kota-kota besar AS.
New York City Subway merupakan sistem angkutan cepat terbesar di dunia menurut jumlah stasiun yang beroperasi, yaitu 468 stasiun. Sistem ini merupakan yang terbesar ketiga menurut perjalanan penumpang tahunan (1,5 miliar penumpang pada tahun 2006). Kereta bawah tanah New York juga terkenal karena hampir seluruh sistem buka 24 jam sehari, berbeda dari penutupan tengah malam pada sistem di banyak kota besar dunia, termasuk London. Paris, Montreal, Washington, Madrid dan Tokyo. Sistem transportasi di New York City sangat luas dan rumit. Sistem ini juga meliputi jembatan suspensi terpanjang di Amerika Utara, terowongan kendaraan berventilasi mekanis pertama di dunia, lebih dari 12.000 taksi kuning, kereta gantung yang mengangkut komuter antara Roosevelt Island dan Manhattan, dan sebuah sistem feri yang menghubungkan Manhattan dengan berbagai permukiman di dalam dan luar kota.

Kaki langit Manhattan NYC dengan banyak pencakar langitnya dari Brooklyn Bridge

Gaya Art Deco Chrysler Building (1930) di Manhattan, New York yang artistik
Kaki langit Manhattan dengan banyak pencakar langitnya mudah dikenali di seluruh dunia, dan kota ini menjadi tempat bagi beberapa bangunan tertinggi di dunia. Pada Agustus 2008, New York City memiliki 5.538 bangunan tinggi, dengan 50 pencakar langit lebih tinggi dari 656 kaki (200 m). Jumlah ini lebih banyak dibanding kota manapun di Amerika Serikat, dan kedua di dunia setelah Hong Kong, yang akan kami singgahi saat transti kembali ke tanah air.
Secara arsitektural, New York memiliki bangunan terkenal dalam berbagai bentuk. Di antaranya ialah Wollworth Building (1913), sebuah pencakar langit bergaya kebangkitan gothik awal yang dibangun dengan detail gothik berukuran besar. Gaya Art Deco Chrysler Building (1930), dengan puncak baja meruncing, merefleksikan kebutuhan pembagian wilayah kota. Bangunan ini memiliki ornamen unik seperti replika di sudut tingkat ke-61 berupa ornamen elang Chrysler tahun 1928. Contoh gaya internasional yang sangat berpengaruh di Amerika serikat adalah Seagram Building (1957), berbeda karena muka bangunannya menggunakan I-beam berwarna perunggu untuk menonjolkan struktur bangunan. Conde Nast Building (2000) adalah contoh penting desain hijau pada pencakar langit Amerika Serikat.
Port Authority Bus Terminal adalah terminal bus antar kota utama di kota ini, melayani 7.000 bus dan 200.000 komuter tiap hari dan menjadikannya stasiun bus tersibuk di dunia. Armada bus umum dan jaringan kereta komuter New York City adalah yang terbesar di Amerika Utara. Kami hanya sempat menggunakan bis kota, saat akan menuju Pier 83, untuk naik Liberty Cruise di tepi dermaga east River.

Gerbong KA Amtrak yang bergaya milenual, kotak, angkuh dan kokoh

TWA Flight Center Building di JFK International Airport New York
Amtrak adalah nama layanan dari National Railroad Passenger Corporation (Perusahaan Kereta Api Penumpang Nasional), sebuah perusahaan semi-pemerintah yang dibentuk 1 Mei 1971 untuk memberikan layanan kereta api penumpang antarkota di daratan Amerika Serikat. Nama “Amtrak” berasal dari gabungan kata “American” dan “track”. Amtrak menyediakan transportasi menuju Boston, Philadelphia, dan Washington DC di sepanjang Northeast Corridor dan layanan kereta api jarak jauh ke kota-kota seperti Chicago, New Orleans, Miami, Toronto dan Montreal. Kami telah menikmati layanan Amtrak saat melakukan perjalanan pergi pulang dari Penn Station di New York ke Union Station di Washington DC.
Pada Selasa, 20 Maret 2018 sore hari yang sangat dingin dengan suhu sekitar 3 derajad Celcius dan setelah cukup mengikuti sesi awal konggres, kami segera melanjutkan petualangan di New York, yaitu menuju St. Patrick’s Cathedral untuk bersujud, berdoa dan mengucap syukur atas semua anugerah yang Tuhan telah berikan. Katedral St. Patrick adalah gereja Katedral Katolik Roma yang merupakan pusat Keuskupan Agung, bergaya Neo-Gothic, dan sebuah landmark terkenal di kota New York, yang terletak di sisi timur Fifth Avenue antara jalan 50 dan 51 di Midtown Manhattan, tepat di seberang Rockefeller Center dan menghadap patung Atlas.
Selain itu, kami juga melakukan peziarahan ke dalam kapel orang suci St. Fransisco Xavier Cabrini, dimana jasadnya dibaringkan di bawah altar. Setelah kematiannya pada tahun 1917, Suster Cabrini dimakamkan di West Park, New York. Pada tahun 1933, jasadnya dipindahkan ke dalam kapel di Sekolah Menengah Suster Cabrini. Pada tahun 1946, ia dikanonisasi seorang santa atau orang suci oleh Paus Pius XII sebagai pengakuan atas kekudusan dan pelayanannya kepada umat manusia dan diberi nama Patroness of Immigrants atau Pelindung Para Imigran pada tahun 1950.

St. Patrick’s Cathedral, gereja Katolik yang besar bergaya Neo-Gothic, di New York

Kapel St. Frances Xavier Cabrini Shrine di 701 Fort Washington Ave, New York
New York City merupakan pintu masuk penumpang udara internasional teratas di Amerika Serikat. Wilayah ini dilayani oleh tiga bandara besar, Bandar Udara Internasional John F. Kennedy, Liberty Newark dan La Guardia. Sekitar 100 juta pelancong menggunakan tiga bandara ini pada tahun 2005 dan wilayah udara New York merupakan yang tersibuk di Amerika Serikat. Perjalanan internasional dari JFK dan Newark mencakup hampir seperempat dari seluruh pelancong AS yang pergi ke luar negeri pada tahun 2004. Kami telah merasakan denyut nadi pergerakan penumpang, seperti yang dialami Kevin McCalli (diperankan sangat bagus oleh Macaulay Culcin) dalam serial film Home Alone, Lost in New York tahun 1990 yang terkenal. Film yang disutradarai Chris Columbus dan naskah aslinya ditulis oleh John Hughes telah memiliki sequel sampai 5 dengan setting di Bandar Udara Internasional John F. Kennedy New York.
Tahun 2008, New York City mencetak rekor jumlah wisatawan, lebih dari 47 juta orang secara keseluruhan dan pengeluaran mereka menyumbang US$32,1 miliar langsung kepada ekonomi kota yang juga merupakan rekor. Sejak ekonomi Amerika Serikat pulih, Wali kota Michael Bloomberg mampu memecahkan rekor kembali pada tahun 2012 dengan menarik lebih dari 50 juta wisatawan. Kami telah ikut berperan sebagai wisatawan periode singkat di New York, dengan mengunjungi beberapa tempat penting.

Trump Building di Wall Street no 40 New York dengan 72 lantai, pada tahun 1930 adalah gedung tertinggi di dunia.

Empire State Building sebuah bangunan perkantoran sangat tinggi sekali, rancangan arsitek Shreve, Lamb and Harmon.
Gedung pencakar langit di Wall Street no 40 yang memiliki 1,3 juta kaki persegi ruang kantor yang tersebar di 72 lantai, yang pada saat dibangun tahun 1930 adalah gedung tertinggi di dunia. Awalnya bernama Manhattan Company Building, dan dirancang oleh arsitek H. Craig Severance dan Yasuo Matsui, menara itu menjulang di atas kota sebagai pengingat impor global New York. Setelah bertahun-tahun kosong, Donald J. Trump membeli properti itu, menginvestasikan lebih dari $ 200 juta untuk restorasi, dan membawanya ke puncak kemegahan aslinya. Penyewa profil tinggi yang menempati gedung Trump (Trump Building) tersebut adalah para pemuncak Kota New York dalam prestise dan kekuatan internasional mereka.
Arsitek oleh Shreve, Lamb and Harmon, Pengembang oleh John J. Raskob, Teknisi struktur oleh Homer Gage Balcom, dan kontraktor utama oleh Starrett Brothers and Eken, namanya diambil dari julukan New York, yaitu Empire State. Empire State Building sempat menjadi bangunan tertinggi di dunia selama 40 tahun, sejak selesai dibangun tahun 1931 sampai rampungnya Menara Utara World Trade Center pada tahun 1972. Empire State Building saat ini merupakan pencakar langit tertinggi ketiga di AS, setelah Menara Willis dan Trump International Hotel and Tower di Chicago, dan tertinggi ke 22 di dunia. Gedung ini juga merupakan struktur berdiri bebas tertinggi ke 4 di AS.

Times Square atau “The Crossroads of the World” (Perlintasan Dunia), adalah hub distrik teater Broadway penuh cahaya iklan

Bergaya di Times Square atau “The Crossroads of the World” (Perlintasan Dunia) penuh cahaya iklan
Times Square adalah tempat yang banyak sekali dikunjungi oleh banyak masyarakat di sana maupun orang yang berkunjung, apalagi ketika tanggal 31 Desember yang dimana tempat ini selalu dijadikan tempat di malam tahun baru detik-detik pergantian tahun dari tahun berikutnya. Acara Ball Drop juga yang menjadi salah satu penyebab banyaknya orang yang berkunjung kesana.

Pemandangan dari atas Brooklyn Bridge yang artistik di atas East River

Brooklyn Bridge menghubungkan Manhattan dan Brooklyn di New York
Brooklyn Bridge adalah jembatan tua yang dikagumi oleh banyak orang dan menjadi salah satu dari tujuh keajaiban di dunia konstruksi. Jembatan ini dibuka pada tahun 1883 dan sudah menjadi prestasi terbesar dalam sejarah Amerika Serikat.

One World Trade Center, tinggi menjulang di Manhattan, New York

One World Trade Center terlihat di kejauahan dari Brooklyn Bridge, yang dijaga NYPD

Saat sampai di depan New World Hotel, 101 Bowery, Chinatown, New York 10002

Chinatown, Manhattan, New York sebuah areal pecinan yang luas
One World Trade Center (1 World Trade Center), lebih dikenal sebagai 1 WTC dan dulunya bernama Freedom Tower, adalah bangunan utama di komplek World Trade Center di Lower Manhattan, New York City. Menara ini akan dibangun di sudut barat laut situs World Trade Center dan akan menempati lokasi bekas 6 World Trade Center. Sisi utara menara membentang di antara persimpangan Vesey dan West Street di barat laut dan persimpangan Vesey dan Washington Street di timur laut. Lahan asli North Tower/1 WTC berada di selatan gedung ini. Pembangunan relokasi sarana bawah tanah, dasar bangunan, serta pondasinya dimulai pada 27 April 2006. Pada tanggal 30 Maret 2009, Port Authority membenarkan bahwa bangunan ini akan diberi nama One World Trade Center, bukan nama julukannya, yaitu Freedom Tower.
Chinatown, Manhattan adalah sebuah enklave etnis Cina yang terletak di borough Manhattan di New York City. Pecinan Manhattan merupakan salah satu komunitas etnis Cina terbesar dan tertua di luar Asia.

Wall Street dari Broadway menuruni lembah ke arah South Street di East River

New York Stock Exchange di Wall Street yang diguyur salju
Wall Street (Jalan Wall) adalah sebuah nama jalan di pinggiran kota Manhattan di New York yang membujur mulai dari timur yaitu dari Broadway menuruni lembah ke arah South Street di East River, melewati pusat historis dari distrik keuangan Amerika yaitu Manhattan. Wall Street adalah gedung permanen pertama dari New York Stock Exchange, dan sepanjang waktu Wall Street menjadi nama dari gegografi sekitarnya.
Wall Street adalah juga merupakan suatu istilah yang digunakan bagi ” kepentingan finansial yang berpengaruh” di Amerika Serikat.
Banyak sekali bursa perdagangan saham dan bursa perdagangan lainnya berkantor pusat di Wall Street dan di Distrik Keuangan (Financial District) termasuk NYSE, NASDAQ, AMEX, NYMEX, dan NYBOT. Banyak pula perusahaan keuangan New York yang kini sudah tidak berkantor di Wall Street lagi melainkan berkantor di pusat kota Manhattan, di wilayah pinggiran kota, Long Island, Westchester County, Fairfield County, Connecticut, atau di New Jersey.
Selanjutnya kami berpetualang juga ke Washington, DC untuk melihat

United States Capitol di siang yang cerah di Washington, DC

United States Capitol mencerminkan ruang kebebasan para wakil rakyat AS
White House, Washington Monument, dan United States Capitol berdiri pada titik segitiga di jantung kota Washington, DC. Pada jarak lurus antara Washington Monument dan United States Capitol, terdapat jalur besar yang biasa disebut National Mall. Dari jalur terbuka inilah, para wisatawan leluasa mengamati kota. Tiga bangunan itu merefleksikan semangat kebangsaan modern AS. White House mewakili kekuasaan eksekutif. United States Capitol mencerminkan ruang kebebasan para wakil rakyat. Washington Monument tanda kenangan sejarah bangsa modern yang merdeka tahun 1776 itu.

Kerja bakti membersihkan salju di pinggir Bowery Street, Manhattan New York

Pohon gundul diselimuti salju di areal pemukiman pinggiran New York
Jumat, 23 Maret 2018 dini hari kami sampai di Penn Station New York naik train 66 pk. 1.50. Untunglah layanan subway di New York tetap operasional 24 jam, sehingga kami lanjut Line 1 up town ke Times square, kemudian ganti Line N down town ke 34 Street dan dari situ ganti lagi Line D down town untuk turun di Grand Street. Dengan berjalan kaki dalam dingin suhu sekitar 4 derajad Celcius, kami kembali ke hotel. Pagi dini hari itu kami tidak mampu tidur nyenyak di kamar 211 New World Hotel, 101 Bowery #2, New York. Pada pagi buta sekitar pk. 3 kami baru kembali dari Washington, DC, pada hal pk. 6 harus segera berangkat dan bersiap-siap untuk kembali ke Indonesia.
Selanjutnya kami menempuh 1,5 kali lipat dari rentang jarak 16.198 km, karena pesawat kami Boeing 777-300ER milik Cathay Pacific Airways CX 841, harus menyusuri jalur udara di atas Toronto, menyeberangi Kanada menuju Anchourage, di Alasaka, USA pada ujung utara belahan bumi. Selanjutnya menyeberang zona waktu internasional untuk masuk ke semenanjung Kamchatka, Siberia timur milik Rusia, menyusuri pantai selatan kepulauan Jepang dan baru menyeberang ke Hong Kong. Rasanya jalur penerbangan utama memang harus di sekitar daratan, bukan lurus yang lebih dekat di atas Samudra Pasific yang sangat luas, teduh dan berbahaya.
Terimakasih atas bantuan semua pihak, sehingga petualangan ke New York ini dapat berjalan dengan lancar. Tidak hanya oleh kerabat di tanah air, tetapi juga oleh para diaspora Indonesia di New York yang baik hati. Ibu Elsye Kurniawan yang meminjami kami mantol baju hangat untuk melawan hembusan badai salju di akhir musim dingin, juga teman kami Christine N. Tedjopranoto yang asli Purwokerto Jawa Tengah dan tinggal di kota Charlotte, North Carolina USA, segera tampil membantu kami dalam masalah perubahan tiket Amtrak ke Wasington, DC terkait badai salju. Juga dab Herry Purnomo teman di SMA Kolese de Britto yang tinggal di Seatlle, Romo Hendra Asmara, SJ yang sedang belajar teologi di New York dan memberikan petunjuk virtual berkala, tentang siasat menghadapi berbagai tantangan di New York. Yang terakhir adalah mbak Ririn, tetangga di Sosrowijayan Yogyakarta yang telah 20 tahun tinggal di seputaran Jamaica, Queen, NYC yang menghantar kami sampai di gerbang pemeriksaan imigrasi secara digital di JFK International Airport, New York.

Mampir di Kantor Ibu Elsye Kurniawan yang berlokasi di Broad Street no 90 downtown Manhattan NYC

Mbak Ririn yang baik hati menemani sampai di depan konter imigrasi JFK International Airport New York
Sekali lagi, disampaikan banyak terimakasih atas bantuan, perhatian, doa dan restu dari semua pihak, sehingga petualangan singkat ke New York (NYC) dan Wasington DC (WDC) ini telah berjalan dengan baik.
(sekian)
Ditulis di Hotel Transit Airy Eco Bandara Soekarno Hatta, Jl. Suryadarma 56 Tangerang, saat menginap semalam sebelum lanjut ke Denpasar untuk acara Retret Keluarga Besar FK UKDW Yogyakarta.
Tangerang Sabtu, 24 Maret 2018

12 replies on “2018 TIMUR AMERIKA di New York”
Nice adventure
The blangkon is happening
Go international
Rocks
Iya Dr. Mimi, semoga bermanfaat
What ?
What ?
What ?
What ?
Pengalaman yg menyenangkan..bagi cerita pasti makin hepi d amrik sana…jauhnya dr yogya…
Titip laporan soal kulinernya…nama menu makanan n minumnya…harga n rasanya…
Halo mas Janu? Sekrang tinggal di mana?
What ?
What ?
What ?
What ?