Categories
anak dokter Healthy Life Jalan-jalan sekolah

2024 Qatar yang Kekar

QATAR  YANG  KEKAR

fx. wikan indrarto

(sambungan)

Setelah bugar dari terkapar, kami segera bersiap untuk menikmati Qatar yang kekar pada Selasa, 7 Mei 2024, sebelum melanjutkan perjalanan ke Moskow, Rusia untuk mengikuti International Conference on Pediatric Allergy and Immunology (ICPAI). Apa yang menarik?

Qatar adalah negara yang kekar secara ekonomi dengan pendapatan tinggi, ditopang oleh cadangan gas alam dan minyak yang terbesar ketiga sedunia. Negara ini masuk dalam daftar negara berpendapatan per kapita tinggi, dengan PDB per kapita Qatar menempati posisi nomor 4 tertinggi di dunia, menurut Dana Moneter Internasional (IMF). Qatar digolongkan sebagai negara yang memiliki indeks pembangunan manusia sangat tinggi dan paling baik di antara negara Arab lainnya. Qatar memiliki pengaruh cukup kuat di Jazirah Arab, mendukung beberapa kelompok pemberontak selama Musim Semi Arab, baik secara finansial maupun melalui media global Al Jazeera, bahkan Qatar memegang pengaruh yang cukup penting pada politik internasional.

Patung Oryx yang kekar menyambut penumpang di Bandara Internasional Hamad, di Doha Qatar

Qatar yang kekar dan kuat terinspirasi dari kijang oryx Arab, yang mudah dikenali dari bulunya yang putih cerah, meski sebenarnya bulunya jarang, yang memantulkan sinar matahari, kukunya yang lebar, memungkinkannya berjalan dengan relatif mudah di pasir, dan dengan tanduknya yang panjang dengan sedikit melengkung. Kijang oryx dikenal sebagai hewan dengan stamina luar biasa, yang mampu menempuh jarak jauh dengan berjalan kaki di gurun, dan terkadang mampu menempuh jarak lebih dari 70 km pada malam hari. Saat ini disebut hewan nasional Qatar, bahkan Oryx muncul pada lambang Qatar Airways, yang mendorongnya semakin kuat dan kekar dalam persaingan bisnis penerbangan.

.

Setelah dominasi Inggris dan Kesultanan Utsmaniyah di Qatar, akhirnya Qatar menjadi negara yang merdeka pada 3 September 1971. Dahulu, Inggris menguasai Qatar sebagai tempat transit kapal dagang sebelum menuju India. Qatar kemudian memperoleh status sebagai dependen dari Inggris, kemudian status protektorat Inggris yang dihentikan pada tahun 1916. Setelah Perang Dunia Kedua, Qatar berusaha memperoleh kemerdekaannya, terutama setelah India mencapai kemerdekaannya pada tahun 1950-an. Qatar semakin gencar menuntut setelah Inggris memberikan kemerdekaan kepada Kuwait pada tahun 1961.

Dataran Qatar yang gersang, datar dan berpasir, dengan rumah warga yang kotak berwarna coklat krem, merupakan pemandangan yang umum terlihat di Qatar, seperti nampak dari atas atap rumah Antonius ‘Tony’ Ferenius Mansanulu.

Dataran Qatar hanya seluas 160 km2, terdiri dari gurun pasir datar dan tempat tertinggi di Qatar adalah di Jabal Dukhan. Area ini mengandung jumlah gas alam yang sangat besar. Qatar adalah negara monarki konstitusional maupun monarki absolut yang dipimpin oleh keluarga Al Thani. Dinasti Al Thani telah memimpin Qatar sejak 1825. Emir kedelapan Qatar adalah Tamim bin Hamad Al Thani, ayahnya adalah Hamad bin Khalifa Al Thani yang menyerahkan kekuasaan padanya 25 Juni 2013.

Catatan demografi pertama Qatar dilakukan tahun 1892 dengan total populasi tahun 1892 adalah 9.830. Saat ini jumlah penduduk di Qatar berfluktuasi tergantung musim, karena negara ini sangat bergantung dari migran asing. Pada tahun 2017, total populasi Qatar mencapai 2,6 juta, di mana warga negara Qatar hanya 313.000 orang (12%) dan 2,3 juta lainnya adalah ekspatriat. Warga asing non-Arab menyumbang mayoritas populasi Qatar; Orang India merupakan yang terbesar, mencapai 650.000 orang (2017), diikuti 350.000 orang Nepal, 280.000 orang Bangladesh, 260.000 orang Filipina, 200.000 orang Mesir, 145.000 orang Sri Lanka dan 125.000 orang Pakistan.

Gerardo Mayella ’Gera’ Manesanulu yang berambut gonderong duduk kelas 9, berangkat ke sekolah bersama ayahnya dari rumanya di Zone 75, Street 891, Building 18, Villa number 5 Al Thakira sekitar 10 km dari Al Khore, Qatar kami lepas dengan mbak Christina ’Titin’ Triatmaniati, yang hari itu libur.

Pagi itu kami berdua pesiar sendirian, setelah mas Tonny sudah berangkat masuk kerja, dilepas mbak Titin. Dengan naik taksi Toyota Fortuner 2022 setir kiri, kami meninggalkan rumah mas Tony di Zone 75, Street 891, Building 18, Villa number 5 Al Thakira Al Khore, untuk memulai jalan-jalan. Tujuan pertama kami adalah Stadion Al Bayt yaitu stadion sepakbola yang digunakan untuk Piala Dunia FIFA 2022 di Al Khor, Qatar.

Al Bayt Stadium yang mengambil insiprasi dari tenda tradisional bangsa Qatar yang masih nomaden, yang digunakan untuk menggelar laga pembuka Piala Dunia 2022 antara Qatar vs Ekuador.

Kontrak konstruksi stadion diberikan kepada Salini dan Cimolai pada 2015. Bentuk stadion ini mengambil insiprasi dari tenda tradisional bangsa Qatar yang masih nomaden, menyediakan tempat duduk tertutup untuk semua penonton. Selain itu, juga terhubung dengan sejumlah sistem transportasi, yang terdiri dari 150 bus/angkutan umum (Pulang/Pergi) dan 1.000 taksi dengan tempat parkir yang mampu menampung 6.000 mobil dan 350 bis. Stadion ini mampu menampung sekitar 60.000 penggemar Piala Dunia, termasuk 1.000 kursi untuk pers. Juga ada  suite hotel mewah dan kamar-kamar dengan pemandangan balkon dari lapangan sepak bola. Proses pengerjaaan Al Bayt Stadium memakan waktu kurang lebih lima tahun, mulai akhir 2015 dan baru dibuka secara resmi pada awal tahun 2020. Pembukaannya bertepatan dengan Hari Olahraga Nasional yang diperingati di Qatar. Meski begitu, stadion ini baru menggelar pertandingan resmi pertamanya di bulan November pada ajang Arab Cup 2021. Al Bayt Stadium kala itu menjadi tempat berlangsungnya laga pembuka antara Qatar vs Bahrain dan partai puncak antara Tunisia vs Aljazair. Stadion ini digunakan untuk menggelar laga pembuka Piala Dunia 2022 antara Qatar vs Ekuador.

.

Selanjutnya kami mengunjungi Katara Cultural Village, yang lokasinya di antara Westbay dan The Pearl. Katara adalah sebutan bagi negara Qatar di abad ke 18, yang digunakan lagi untuk menjunjung tinggi nilai warisan para leluhur dan untuk menghormati posisi terhormat Qatar sejak awal sejarah negara ini berdiri. Karena Katara dibangun sebagai pusat kebudayaan yang multidimensi, tempat ini dijadikan pusat dimana pengunjung dapat merasakan berbagai kebudayaan dunia. Di Katara tersebut terdapat beberapa kantor komunitas Qatari antara lain: Qatar Fine Art Society, Visual Art Centre, Qatar Photographic Society, Childhood Cultural Centre, Qatari Society for Engineers, Theatre Society, Brooq Magazine, Doha Film Institute dan Qatar Music Academy.

Pigeon Tower berbentuk silinder sebagai ikon Qatar, yang dibangun dari batu bata, lumpur dan plester perpaduan dari kapur dan gypsum.

Bentuk bangunan di dalam area Katara semuanya tidak biasa, bentuknya berbeda satu dengan yang lain. Kawasan ini mempertemukan semua bentuk kesenian baik dari seni pertunjukan, literatur, seni visual, musik sampai berbagai konvensi seni. Hampir setiap hari disajikan berbagai pertunjukan kesenian di sini. Tapi yang paling meriah tentunya menjelang akhir tahun dimana bertepatan dengan Hari Nasional Qatar dan libur sekolah pada musim dingin. Di dalam kawasan ini terdapat 2 masjid, yaitu Masjid Besar untuk sholat Jumat dan Masjid Emas, untuk sholat 5 waktu. Di sebelah masjid terdapat Pigeon Tower. Bangunan yang berbentuk silinder ini menjadi ikon ciri khas Qatar, berukuran diameter 10-22 meter dengan tinggi 18 meter atau bahkan lebih. Dibangun dari batu bata, lumpur dan plester perpaduan dari kapur dan gipsum. Benteng silinder ini menjadi tempat berkumpulnya burung merpati yang banyak sekali ditemui di Qatar. Lubang-lubang sengaja dibuat sesuai ukuran tubuh merpati, sehingga burung besar yang menjadi predatornya seperti burung elang, gagak dan burung hantu tidak akan dapat masuk ke dalam.

Gedung berbentuk kado yang disebut Children’s Mall di Katara Cultural Village yang disambungkan ke Katara Plaza, Doha Qatar

Selanjutnya kami menuju ke gedung berbentuk kado yang disebut Children’s Mall, salah satu projek yang terbaru dalam tahap pembangunan di Katara Cultural Village. Children’s Mall ini disambungkan ke gedung yang ada di belakangnya, yaitu Katara Plaza, pusat perbelanjaan di dalam kompek Katara. Children’s Mall ini ditujukan untuk memenuhi semua kebutuhan anak-anak dari mulai pakaian, mainan, peralatan sekolah, cemilan anak, salon anak, parfum khusus anak, kerajinan tangan, aksesoris anak, aneka hiburan sampai pendidikan.

Bergaya seolah berbelanja di Souq Waqif, yaitu pasar tradisionil di Pusat Kota Doha, Qatar yang menjual pakaian tradisional, rempah-rempah, kerajinan tangan, dan suvenir.

Selanjutnya kami menikmati Souq Waqif, Doha. Ini adalah pasar besar di Kota Doha dengan para penjual pakaian tradisional, rempah-rempah, kerajinan tangan, dan suvenir. Di sini juga ada restoran dan lounge shisha. Souq Waqif berlokasi tepat di pusat kota Doha dan yang menarik dari lokasi ini adalah terdapat banyak pilihan barang dengan harga yang cukup terjangkau. Ini adalah tempat yang cocok untuk membeli oleh-oleh dengan harga ekonomis. Di kanan kirinya di kelilingi dengan beragam gedung bertingkat, perkantoran, apartemen dan hotel mewah. Pusat perbelanjaan tradisional ini memberikan profit yang cukup bagi pemerintah Qatar sehingga tidak heran jika di tengah modernitas bangunan di kanan dan kirinya, pasar ini tetap dipertahankan oleh pemerintah setempat.

Museum Nasional di Doha, Qatar yang bentuknya terinspirasi mawar gurun, dan sebelumnya merupakan istana Syeikh Abdullah Al-Thani.

Selanjutnya kami menikmati Museum Nasional Qatar, Doha, yang menyimpan artefak dan patung, serta semacam tenda yang dikreasikan seperti yang pernah digunakan orang-orang nomaden di Qatar. Rancangan Museum Nasional Qatar terinspirasi mawar gurun, sebuah formasi mineral yang ditemukan di negara Timur Tengah itu. Museum ini adalah istana Syeikh Abdullah Al-Thani yang hadir dengan desain arsitektur yang luar biasa indah. Sekilas dari bangunannya memang tidak tampak seperti museum pada umumnya. Di museum ini, diadakan beberapa kali pameran setiap tahunnya. Sejak mulai memasuki kawasan museum, pengunjung telah dibuat terpana dengan bentuk gedung yang tak biasa. Bangunan itu didesain oleh arsitek pemenang Penghargaan Pritzker, Jean Nouvel. Museum Nasional Qatar pun menjadi salah satu bangunan ikonik di ibu kota Doha. Menurut situs resminya, bangunan Museum Nasional Qatar mengambil inspirasi dari mawar gurun, sebuah formasi kristal alami yang bisa ditemukan di wilayah gurun pasir Qatar. Dari kejauhan, bangunan museum tampak seperti  cakram atau kelopak yang bertumpuk. Seluruh area museum memiliki luas 147.425 meter persegi. Di tengah museum adalah istana Sheikh Abdullah bin Jassim Al-Thani yang menjadi pusat pemerintahan di Qatar selama 25 tahun. Istana itu dipugar dengan hati-hati untuk tetap menampilkan keasliannya.

.

Beberapa destinasi yang kami rencanakan, tetapi tidak tercapai karena keterbatasan waktu adalah Stadion Jassim Bin Hamad yang pada Piala Asia U-23 2024 di situ kesebelasan nasional Indonesia kalah dari Qatar 2-0, pada pertandingan yang dipimpin oleh Nasrullo Kabirovwasit dari Tajikistan yang mengganjar Ivar Jenner dan Ramadan Sananta dengan kartu merah di, Doha, Senin, 15 April 2024. Kami juga tidak sempat menikmati Khor Al Adaid di Al Khor. Pantai di bagian tenggara Qatar ini terkenal karena keunikannya karena berbatasan langsung dengan gurun pasir. Saat pagi, air laut mengalir ke gurun dan menciptakan kubangan besar, sedangkan pada malam hari air laut kembali surut. Selain itu juga kami tidak sempat mencicipi sensasi Desert Safari, yaitu tour untuk merasakan dan melihat gurun pasir yang menakjubkan. Aktivitas Desert Safari biasanya dilakukan pada pagi hari saat matahari menjelang terbit atau tengah malam. Selain dengan mobil, kita sebenarnya dapat juga menjelajahi gurun dengan menunggangi unta. Tujuan yang tidak tercapai terakhir adalah Benteng Al Zubara. Ini situs bersejarah yang bernilai tinggi bagi rakyat Qatar dan telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO. Banyak artefak dan peninggalan sejarah yang bisa dipelajari wisatawan di benteng ini. Dahulu, benteng ini menjadi basis militer yang merupakan bangunan penting bagi penduduk asli Qatar. Berdiri sejak tahun 1938 silam dan hingga kini tetap menarik karena menyimpan nilai arkeologi dan juga nilai arsitektur yang tinggi. Di sekitar kawasan benteng, terdapat pusat perbelanjaan yang cocok untuk membeli oleh-oleh khas Qatar.

Boneka beruang kuning raksasa yang dibuat oleh seniman Swiss Urs Fischer di Bandara Hamad Doha, Qatar dan mencerminkan Qatar yang kekar.

Kami segera menuju ke Bandara Internasional Doha Qatar, yang disebut Hamad International Airport (HIA) yang dinobatkan sebagai salah satu bandara terbaik  menurut SkyTrax. HIA dinobatkan sebagai salah satu bandara terbaik yang melayani antara 30-40 juta penumpang per tahun, juga sebagai bandara terbaik dan staf bandara terbaik di Timur Tengah. Bandaranya bersih, rapi, dan mewah. Salah satu icon di HIA ini adalah adanya boneka beruang kuning raksasa yang terletak di tengah bandara dan sangat menonjol. Boneka beruang kuning raksasa ini dibuat oleh seniman Swiss yaitu Urs Fischer, berdiri setinggi 23 kaki di tengah foyer besar yang mengarah ke aula bandara. Boneka beruang kuning raksasa ini terbuat dari perunggu cor dan  memiliki berat antara 18 dan 20 ton

Suasana di dalam skytrain yang melaju dari sektor selatan ke utara Bandara Internasinal Hamad di Doha, Qatar.

Setelah selesai urusan imigrasi di Bandara Internasional Doha Qatar, kami segera menuju ke pintu gerbang C19 untuk melanjutkan perjalanan menggunakan Qatar Airways QR 337 sebuah Boeing 787-8 (Dreamliner), untuk mengikuti International Conference on Pediatric Allergy and Immunology (ICPAI), dengan terbang tinggi menuju Sheremetyevo International Airport Terminal C Moscow, Russia. Kami sempat menikmati skytrain dari sektor selatan ke utara Bandara Internasinal Hamad di Doha, Qatar.

.

(bersambung dengan petualangan di Moscow)

Selasa, 7 Mei 2024, pk. 17.38 waktu Timur Tengah

.

Ditulis dan disebarkan di dekat Gate C19 Bandara Internasional Hamad, yang struktur atapnya nampak kekar di Doha, Qatar

Salam pengelana
-wikan dan Sari

Categories
anak antibiotika COVID-19 dokter Healthy Life UHC vaksinasi

2024 Dengue Digital

DENGUE   DIGITAL

fx. wikan indrarto*)

Kementerian Kesehatan RI mencatat pada 1 Maret 2024 terdapat hampir 16.000 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD atau dengue) di 213 Kabupaten/Kota di Indonesia dengan 124 kematian. Kasus DBD terbanyak tercatat terjadi di Tangerang, Bandung Barat, Kota Kendari, Subang, dan Lebak. Keadaan ini diperkirakan terus berlanjut sampai bulan Mei seiring dengan musim hujan setelah El nino. Meskipun DBD dapat disembuhkan, namun kita perlu waspada kemungkinan komplikasi terjadinya Dengue Shock Syndrome (DSS) yang bisa berujung kematian. Bagaimana layanan pasien dengue dalam era digital ini?

Tulisan ini telah dimuat di Harian Nasional Media Indonesia pada Senin, 6 Mei 2024

.

baca juga : https://mediaindonesia.com/opini/669148/dengue-digital

Perangkat digital seharusnya dapat digunakan oleh para dokter dalam menuntaskan dengue di faskes primer (FKTP) dan memprediksi kegawatan, agar kasus DSS tidak terlambat untuk dirujuk ke RS (FKTL). Namun demikian, perangkat digital untuk dengue, saat ini baru dimanfaatkan dalam aktivitas non klinik, yaitu dalam aspek administrasi dan kebijakan. Misalnya ‘Dengue Track, digital disease surveillance and eHealth’, buatan  Harvard Medical School and Boston Children’s Hospital USA tahun 2014. Juga ‘Digital Disease Detection’, sebuah program survelance digital di Filipina, Pakistan, Sri Lanka dan Puerto Rico sejak tahun 2014, dalam pengawasan, pencegahan dan pengendalian dengue, untuk melakukan intervensi dan membatasi dampak wabah penyakit dengue. Selain itu, ada ‘Dengue Cover+’, sebuah program digital untuk asuransi jiwa yang diluncurkan oleh Digi Telecommunications Sdn Bhd (Digi), Kuala Lumpur, Malaysia tahun 2014 dan ‘new digital map on dengue outbreaks’, yang dibuat di Taiwan tahun 2015. Semua program digital untuk dengue non klinik tersebut belum dapat diaplikasikan di Indonesia.

.

baca juga : 2024 Dengue Global

Selain tanda bahaya dengue, faktor prediktor dengue dapat digunakan untuk menduga risiko perburukan gejala klinis dengue pada hari kritis, yaitu hari ke 4 dan 5 demam. Beberapa tanda klinis sederhana yang dapat digunakan sebagai faktor prediktor DSS adalah muntah, demam tinggi, nyeri perut hebat, gemuk dan riwayat kontak dengan penderita dengue berat. Aplikasi digital seharusnya mampu membantu dokter dalam kedua hal tersebut, yaitu pemantauan klinik secara rawat jalan dan pengenalan faktor prediktor untuk rujukan ke RS tanpa terlambat.

.

Salah satu dari lima jenis teknologi kesehatan digital pada majalah bergengsi Forbes 4 Februari 2019, sangat mungkin akan dapat digunakan oleh dokter di Indonesia, dalam tatalaksana dengue. Kelima jenis teknologi tersebut meliputi pertama, kecerdasan buatan dalam pemeriksaan pencitraan radiologi. Kedua, bedah robotik, ketiga data tunggal untuk penjaminan asuransi kesehatan, keempat penyatuan data pasien dari berbagai rekam medik, dan kelima adalah uji klinis virtual. Kecerdasan buatan radiologi dan bedah robotik, sangat mungkin tidak berperan dalam tatalaksana digital dengue. Penjaminan asuransi kesehatan, penyatuan data rekam medik dan uji klinis virtual, tentu akan dapat bermanfaat dalam tatalaksana digital dengue. 

Penjaminan asuransi kesehatan digital sebagaimana ‘Dengue Cover+’ buatan Digi Telecommunications Sdn Bhd (Digi), Kuala Lumpur, Malaysia, tentu perlu integrasi program dengan Sistem Informasi Manajemen (SIM) di semua RS dan BPJS Kesehatan. Untuk penyatuan data rekam medik, InterSystems, sebuah vendor sistem informasi RS yang telah mampu mengintegrasikan data pasien dari 23 RS, 655 klinik, dan 18.500 dokter praktek mandiri di AS, tentu sistem serupa dapat digunakan di Indonesia. InterSystems telah mampu membuat registrasi pasien secara terpadu, memiliki satu miliar poin data, berupa penilaian faktor risiko penyakit, keterlibatan pasien, dan pemantauan pasien secara jarak jauh. Program serupa tentu dapat diatur sebagai alat pemantau dengue secara digital setelah pasien dilakukan pemeriksaan jasmani, oleh dokter untuk masing-masing pasien, sesuai hari demam. Uji klinis jarak jauh yang terintegrasi tentang dengue, dapat meniru uji klinis diabetes VERKKO fase IV dengan mengukur kadar glukosa darah nirkabel berkemampuan 3G, yang menghabiskan waktu 66% lebih sedikit dalam kegiatan koordinasi penelitian dan mencapai tingkat kepatuhan 18% lebih tinggi, dengan potensi untuk menghemat biaya hingga $ 10 juta setiap uji klinik.

.

Layanan dokter pada era digital lainnya adalah penggunaan teknologi ‘Human–Machine Interface’, misalnya menggunakan ResearchKit®, sebuah menu terbuka (open-source platform) produksi Apple, yang memungkinkan para dokter mengambil data pasien melalui HP (mobile apps). Saat ini ResearchKit® baru mampu mendeteksi gangguan emosi, mendiagnosis autisme, asma, memprediksi serangan epilepsi, dan memetakan pertumbuhan sel ganas mole untuk kanker kulit melanoma, yang memudahkan dokter saat memberikan layanan. Untuk pasien dengue, alat ini perlu modifikasi sedikit agar memiliki kemampuan mengenali faktor prediktor buruk dengue, sehingga dapat memilah pasien dengue yang memerlukan pemantauan ketat dan yang tidak. Alat ini akan mampu melakukan kalkulasi faktor muntah, demam tinggi, nyeri perut hebat, gemuk dan riwayat kontak dengan penderita dengue berat, pada hari awal demam.

.

Selain itu, ResearchKit® ini juga akan mampu mengenali tanda bahaya dengue pada setiap satuan waktu misalnya setiap 12 jam, pada hari kritis, yaitu hari ke 4 dan 5 demam. Data tanda bahaya dengue yang dikombinasikan dengan data tanda vital pasien, akan membantu dokter untuk segera melakukan pemeriksaan fisik atas kecurigaan DSS dan melakukan rujukan ke RS secara tidak terlambat. Data tanda bahaya dengue (WHO, 2009) adalah nyeri perut, muntah berkepanjangan, akumulasi cairan tubuh karena kebocoran plasma, perdarahan mukosa, letargi atau kelemahan umum, pembesaran hati atau hepatomegali > 2 cm, dan kenaikan nilai hematokrit seiring dengan penurunan jumlah trombosit yang cepat.

.

Teknologi digital lainnya adalah “tricorder medis”, yang bahkan hampir setiap orang  memiliki teknologi ini dalam genggaman. Hanya dengan menempelkannya pada dahi, pasien dapat mengukur suhu, detak jantung, saturasi oksigen, kekentalan darah atau hemokonsentrasi, tekanan nadi, dan tekanan darah dengan alat tersebut. Setelah diperiksa jasmani oleh dokter, pasein di rumah akan mampu memberikan data dengan meng-upload melalui HP kepada dokter. Untuk pasien dengan penyakit jantung atau mengalami risiko kardiomiopati dengue, juga telah tersedia perangkat pintar Band-Aids®, yang akan mengirimkan informasi ‘real-time’ data EKG, suhu, denyut jantung, tingkat stres, atau kalori yang terbakar melalui web atau sambungan internet kepada dokter yang merawatnya.

.

Oleh sebab itu, pada era digital ini definisi konsultasi dokter, kunjungan medis atau visite dokter perlu juga dirumuskan ulang, karena berbeda dengan layanan dokter secara konvensional. Meskipun masih banyak dokter yang enggan (reluctant) untuk melakukan kunjungan medis virtual, tetapi sebuah perusahaan asuransi kesehatan yang besar di USA, telah berani menjamin pembiayaan untuk maksimal 20 juta kunjungan medis virtual menggunakan video, untuk semua nasabahnya sepanjang tahun 2016 lalu. Keengganan dokter sering terjadi karena terkait kesulitan dalam proses tagihan finansial. Sebagai pasien, kunjungan virtual tentu lebih mudah, tetapi cukup banyak yang kawatir tentang rahasia kedokteran dan privasi sesuai standar HIPAA (Health Insurance Portability and Accountability Act). Kemajuan teknologi digital jauh lebih cepat daripada aspek hukum, pengaturan, atau pembayaran.

.

Teknologi kedokteran digital telah tersedia, sehingga sekarang diperlukan definisi ulang (reshape) hubungan dokter dengan pasien dengue secara digital. Oleh sebab itu, sebaiknya para dokter melatih diri agar profesional secara digital, juga mengadvokasi IDI sebagai organisasi profesi dokter, pemerintah, penjamin biaya pasien seperti BPJS Kesehatan, dan kelompok lain, untuk memulai penggunaan teknologi digital ini di seluruh Indonesia.

.

Sudahkah kita siap pada periode epidemi dengue tahun 2024 ini, untuk pengelolaan dengue secara digital, pengenalan DSS dengan cepat dan pencegahan kasus kematian dengue?

Categories
anak COVID-19 dokter Healthy Life UHC vaksinasi

2024 Pekan Imunisasi Dunia

PEKAN IMUNISASI DUNIA 2024

fx. wikan indrarto

Pekan Imunisasi Dunia (World Immunization Week) diselenggarakan setiap minggu terakhir bulan April. Tahun ini dirayakan pada Rabu, 24 hingga Selasa, 30 April 2024. Apa yang menarik?

.

Dimulai pada tahun 1974, Program Perluasan Imunisasi (PPI) berfokus pada perlindungan semua anak di seluruh dunia terhadap 6 penyakit infeksi. Namun demikian, saat ini jumlah tersebut telah berkembang menjadi 13 vaksin yang direkomendasikan secara universal sepanjang masa hidup manusia, dan 17 vaksin tambahan dengan rekomendasi yang bergantung pada situasi. Dengan meluasnya program imunisasi sepanjang masa hidup, kita sekarang menyebutnya Program Esensial Imunisasi.

.

Tahun 2024 ini Pekan Imunisasi Dunia akan merayakan 50 tahun dimulainya PPI dengan menyadarkan tentang upaya bersama untuk menyelamatkan banyak nyawa anak dari ancaman penyakit infeksi yang dapat dicegah dengan vaksin. Selain itu, juga menyerukan kepada semua negara untuk meningkatkan investasi dalam program imunisasi dalam melindungi generasi berikutnya.

.

Dalam beberapa tahun terakhir selama pandemi COVID-19, kemajuan cakupan imunisasi rutin menurun. Meskipun terdapat lebih dari 4 juta anak yang menerima imunisasi secara global pada tahun 2022 dibandingkan tahun 2021, masih ada 20 juta anak yang melewatkan satu atau lebih imunisasi dasar mereka. Meningkatnya konflik, kemerosotan ekonomi, dan meningkatnya keraguan terhadap vaksin merupakan beberapa ancaman terhadap upaya untuk menjangkau anak-anak ini. Akibatnya, di banyak tempat di dunia tiba-tiba mengalami wabah difteri dan campak, penyakit yang sampai saat ini hampir dapat kita tangani. Meskipun cakupan imunisasi global cukup baik, yaitu 4 dari 5 anak telah diimunisasi dasar, tetapi tetap saja masih banyak yang harus kita lakukan.

.

Sejak dahulu manusia telah mencari cara untuk melindungi diri dari penyakit infeksi yang mematikan. Catatan pertama adalah abad ke-15 untuk penyakit cacar, dikenal sebuah praktik yang disebut sebagai variolasi (dari nama cacar, ‘la variole’). Pada tahun 1721, Lady Mary Wortley Montagu membawa inokulasi cacar ke Eropa, dengan meminta agar kedua putrinya diinokulasi untuk melawan cacar seperti yang dia lihat di praktiknya di Turki. Selanjutnya pada tahun 1774, Benjamin Jesty membuat terobosan untuk menguji hipotesisnya bahwa infeksi cacar sapi dapat melindungi seseorang dari penyakit cacar.

.

baca juga : LAYANAN IMUNISASI

Selanjutnya pada Mei 1796, seorang dokter Inggris Edward Jenner menyuntik James Phipps (8 tahun) dengan bahan yang dikumpulkan dari luka cacar sapi di tangan seorang pemerah susu. Meskipun menderita reaksi lokal dan merasa tidak enak badan selama beberapa hari, Phipps pulih sepenuhnya. Dua bulan kemudian, pada bulan Juli 1796, Jenner menginokulasi Phipps dengan bahan dari penyakit cacar pada manusia untuk menguji ketahanan Phipps. Phipps tetap dalam kondisi kesehatan yang sempurna, dan menjadi manusia pertama yang menerima vaksinasi cacar. Istilah ‘vaksin’ kemudian diciptakan, diambil dari kata Latin untuk sapi, vacca.

.

Pada tahun 1872, meskipun menderita stroke dan kematian 2 putrinya karena tipus, Louis Pasteur menciptakan vaksin pertama yang diproduksi di laboratorium, yaitu vaksin kolera unggas pada ayam. Berikutnya pada tahun 1885, Louis Pasteur berhasil mencegah rabies melalui vaksinasi pasca pajanan. Sebenarnya Pasteur bukanlah seorang dokter, tetapi ia berani memulai 13 suntikan pada Joseph Meister, masing-masing mengandung virus rabies dalam dosis yang lebih kuat. Meister bertahan dan kemudian menjadi penjaga makam Pasteur di Paris.

.

Pada tahun 1894, Dr Anna Wessels Williams mengisolasi strain bakteri difteri yang penting dalam pengembangan antitoksin untuk penyakit ini. Dari tahun 1918 hingga 1919, pandemi Flu Spanyol membunuh sekitar 20–50 juta orang di seluruh dunia, termasuk 1 dari 67 tentara Amerika Serikat, sehingga vaksin influenza menjadi prioritas militer AS. Eksperimen awal dengan vaksin influenza telah dilakukan di Sekolah Kedokteran Angkatan Darat AS dengan menguji 2 juta dosis pada tahun 1918, namun hasilnya tidak meyakinkan. Pada tahun 1937 Max Theiler, Hugh Smith dan Eugen Haagen mengembangkan vaksin 17D untuk melawan demam kuning. Vaksin ini disetujui pada tahun 1938 dan lebih dari satu juta orang telah menerimanya pada tahun tersebut. Theiler kemudian dianugerahi Hadiah Nobel.

.

Dari tahun 1952–1955, vaksin polio pertama yang efektif dikembangkan oleh Jonas Salk dan uji coba dimulai. Salk menguji vaksin tersebut pada dirinya dan keluarganya pada tahun berikutnya, dan uji coba massal yang melibatkan lebih dari 1,3 juta anak dilakukan pada tahun 1954. Pada tahun 1960, vaksin polio jenis kedua, yang dikembangkan oleh Albert Sabin, disetujui untuk digunakan. Vaksin Sabin dilemahkan secara hidup (menggunakan virus dalam bentuk yang dilemahkan) dan dapat diberikan secara oral, dalam bentuk tetes atau dalam bentuk gula batu. Vaksin polio oral (OPV) pertama kali diuji dan diproduksi di Uni Soviet dan Eropa Timur. Cekoslowakia menjadi negara pertama di dunia yang berhasil memberantas polio.

.

Pada tanggal 30 Januari 2020 Direktur Jenderal WHO menyatakan wabah virus corona baru 2019 (SARS-CoV-2) sebagai Darurat Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Internasional dan pada 11 Maret 2020, WHO mengonfirmasi bahwa COVID-19 adalah pandemi. Vaksin COVID-19 yang efektif segera dikembangkan, diproduksi, dan didistribusikan dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, beberapa di antaranya menggunakan teknologi mRNA baru. Pada bulan Desember 2020, hanya 1 tahun setelah kasus pertama COVID-19 terdeteksi, dosis vaksin COVID-19 pertama diberikan.

Di banyak belahan dunia, 1 dari 5 anak masih belum mendapatkan imunisasi dasar. Salah satu penyebabnya adalah pemahaman orangtua yang belum baik, bahwa imunisasi akan mampu mengurangi risiko buruk penyakit infeksi, karena pertahanan alami tubuh anak dalam membentuk imunitas atau perlindungan. Saat anak diimunisasi, sistem kekebalan anak akan merespons bertahap. Pertama, mengenali kuman yang menyerang, seperti virus atau bakteri. Kedua, menghasilkan antibodi. Antibodi adalah protein yang diproduksi secara alami oleh sistem kekebalan tubuh untuk melawan penyakit. Ketiga, mengingat penyakit dan cara melawannya. Jika anak kemudian terpapar kuman yang sama tersebut di kemudian hari, sistem kekebalan anak dapat dengan cepat menghancurkannya, sehingga anak menjadi tidak sakit atau sakit derajat ringan. Oleh karena itu, imunisasi merupakan cara yang aman dan cerdas untuk menghasilkan respons imun dalam tubuh, tanpa menyebabkan penyakit.

.

Imunisasi aman dan efek samping biasanya ringan dan bersifat sementara, seperti nyeri lengan atau demam ringan. Efek samping yang lebih serius mungkin saja terjadi, tetapi sangat jarang. Setiap vaksin yang berlisensi telah diuji secara ketat melalui berbagai fase uji coba sebelum disetujui untuk digunakan, dan secara rutin dinilai ulang setelah dipasarkan. Para ilmuwan juga terus memantau informasi dari beberapa sumber untuk mencari tanda awal bahwa suatu vaksin dapat menimbulkan risiko kesehatan yang buruk.

.

Anak jauh lebih mungkin terkena dampak serius akibat penyakit infeksi yang dapat dicegah dengan imunisasi, dibandingkan dampak buruk karena vaksin. Misalnya tetanus yang dapat menyebabkan kematian cepat, nyeri hebat, kejang otot (lockjaw) dan penggumpalan darah, juga campak dapat menyebabkan kematian anak,  ensefalitis (infeksi otak) dan kebutaan. Banyak penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin bahkan dapat menyebabkan kematian. Manfaat vaksinasi jauh lebih besar dibandingkan risikonya, dan akan lebih banyak penyakit dan kematian yang terjadi tanpa vaksin.

.

Layanan imunisasi global pada paruh kedua abad ke-20 adalah salah satu pencapaian terbesar umat manusia dalam bidang kesehatan. Kampanye imunisasi telah memungkinkan kita memberantas penyakit cacar, hampir mengalahkan polio, dan memastikan lebih banyak anak yang bertahan hidup dan berkembang dibandingkan sebelumnya. Hanya dalam 5 dekade, kita telah beralih dari dunia dimana kematian anak merupakan sesuatu yang ditakuti oleh banyak orang tua, menjadi dunia dimana setiap anak, jika diimunisasi, memiliki peluang untuk bertahan hidup dan berkembang. Hal ini sesuai dengan tema Pekan Imunisasi Dunia (World Immunization Week) Humanly Possible: Saving lives through immunization atau menyelamatkan nyawa melalui imunisasi.

Apakah kita sudah bertindak bijak dengan melengkapi status imunisasi semua anak di sekitar kita?

Sekian

Yogyakarta, 30 April 2024

*) Dokter spesialis anak di RS Panti Rapih Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA : 081227280161

Categories
anak COVID-19 dokter Healthy Life resisten obat tuberkulosis

2024 Hari TB Dunia

HARI  TUBERKULOSIS  DUNIA 2024

fx. wikan indrarto

Tema Hari Tuberkulosis (TBC atau TB) Sedunia 2024 : ‘Yes! Kita bisa mengakhiri TBC!’. Kampanye ini menyampaikan harapan agar kita kembali ke jalur yang benar untuk membalikkan keadaan terpuruk, dalam melawan epidemi TB. Diperlukan 3 hal pokok, yaitu kepemimpinan dengan komitmen tinggi, peningkatan investasi, dan penerapan rekomendasi WHO yang baru dengan lebih cepat. Bagaimana melakukannya?

.

Hari TB Dunia diadakan setiap tanggal 24 Maret untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang dampak buruk TB dalam bidang kesehatan, sosial dan ekonomi, juga untuk meningkatkan upaya mengakhiri epidemi TB global. Pada 24 Maret 1882 Dr. Robert Koch menemukan penyebab penyakit TB, yaitu bakteri Mycobacterium tuberculosis. Pada saat Dr. Koch mengumumkan penemuannya di Berlin, waktu itu TB mewabah di seluruh Eropa dan Amerika, bahkan menyebabkan kematian 1 dari setiap 7 orang penderitanya. Kemajuan yang telah kita dapatkan, 75 juta nyawa telah terselamatkan sejak tahun 2000 melalui upaya global untuk mengakhiri TB. Namun demikian, masih ada 10,6 juta orang terserang TB dan 1,3 juta orang meninggal karena TB pada tahun 2022 yang lalu.

.

Menyusul komitmen yang dibuat oleh para Kepala Negara pada pertemuan Tingkat Tinggi PBB pada tahun 2023 untuk mempercepat kemajuan dalam mengakhiri TB, fokus tahun 2024 ini beralih untuk mewujudkan komitmen tersebut menjadi tindakan nyata. Juga untuk membantu banyak negara dalam meningkatkan akses terhadap pengobatan pencegahan TB, WHO merekomendasikan untuk meningkatkan penerapan pengobatan pencegahan TB secepatnya. Selain itu, investasi sumber daya, dukungan, perawatan dan informasi yang berkelanjutan sangat penting untuk memastikan akses universal terhadap perawatan TB dan penelitian medis untuk mencapai Cakupan Kesehatan Semesta atau Universal Health Coverage (UHC).

.

Penerapan rekomendasi WHO yang baru dengan lebih cepat seharusnya dilakukan. Target jangak pendek rekomendasi tersebut adalah tersedianya lebih banyak investasi untuk pengobatan pencegahan TB, pemberian rejimen pengobatan TB yang lebih pendek, tes molekuler cepat untuk diagnostik infeksi TBC, dan inovasi alat medis digital.

.

Pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) bertujuan untuk mencegah terjadinya infeksi TB pada individu yang terpapar dan untuk menghentikan perkembangan dari infeksi TB ke arah TB aktif (sakit TB). Sasaran prioritas pemberian TPT sesuai rekomendasi WHO adalah populasi anak dan remaja yang berisiko tinggi menderita TB, yaitu anak dan remaja dengan HIV/AIDS, kontak serumah dengan pasien TB paru yang terkonfirmasi bakteriologis, pasien imunokompromais selain HIV (misalnya kanker, dialisis, mendapat kortikosteroid jangka panjang, persiapan transplantasi organ) dan bersekolah atau tinggal di asrama, di lapas dan rumah singgah, tempat penitipan anak (daycare), pengguna narkoba, dll.

Syarat pemberian TPT TB adalah tidak sakit TB, tidak ada kontraindikasi TPT, misalnya hepatitis akut atau kronis, neuropati perifer (jika menggunakan isoniazid), konsumsi alkohol biasa atau berat, dan terdapat bukti infeksi TB baik secara in vivo (uji kulit tuberkulin) ataupun in vitro (Interferon Gama Release Essay = IGRA). Rejimen obat untuk TPT TB tersedia lebih banyak pilihan, misalnya 6H (Isoniazid selama 6 bulan), 3RH (Rifampisin & Isoniazid selama 3 bulan), 3HP (Rifapentin & Isoniazid selama 3 bulan untuk usia >2 tahun), 4R (Rifampisin selama 4 bulan),  dan 1HP (Isoniazid & Rifapentin selama 1 bulan untuk usia >2 tahun). 

.

Untuk menegakkan diagosis TB, sebelum ini dilakukan dengan pemeriksaan bakteriologis dari spesimen dahak pasien. Belajar dari PCR COVID-19 saat pandemi, sekarang pemeriksaan tes cepat molekuler (TCM) justru diprioritaskan, antara lain pemeriksaan Nucleic Acid Amplification Test/NAAT (misalnya Xpert MTB/RIF) dan Line Probe Assay/LPA (misalnya Hain GenoType). Pemeriksaan TCM mempunyai nilai diagnostik yang lebih baik daripada pemeriksaan mikroskopis dahak, tetapi masih di bawah uji biakan. Saat ini TCM direkomendasikan sebagai alat diagnosis utama untuk penegakan diagnosis TB (terkonfirmasi bakteriologis). Namun demikian, hasil negatif TCM tidak menyingkirkan diagnosis TB pada anak dan remaja.

.

Pemberian rejimen pengobatan TB sesuai rekomendasi WHO harus semakin digencarkan. Paduan pemberian Obat Anti TB (OAT) pada anak dan remaja jenis rejimen pertama adalah 2RHZ 4RH (2 bulan Rifampisin, Isoniazid dan pirazinamid dilanjutkan 4 bulan Rifampisin dan Isoniazid) untuk TB paru tidak terkonfirmasi bakteriologis, TB kelenjar intratoraks tanpa obstruksi saluran respiratori dan TB kelenjar. Rejimen kedua adalah 2RHZE 4RH (2 bulan Rifampisin, Isoniazid, Pirazinamid dan Ethambutol dilanjutkan 4 bulan Rifampisin dan Isoniazid) untuk kasus TB paru pada remaja usia ≥15 tahun tanpa memandang klasifikasi dan tingkat keparahan.  Dalam hal ini untuk kasus TB paru terkonfirmasi bakteriologis, TB paru kerusakan luas, TB paru dengan HIV, TB ekstra paru, kecuali TB milier, meningitis TB, dan TB tulang. Rejimen ketiga adalah 2RHZE 10 RH (2 bulan Rifampisin, Isoniazid, Pirazinamid dan Ethambutol dilanjutkan 10 bulan Rifampisin dan Isoniazid) untuk kasus TB paling berat, yaitu meningitis TB, TB tulang, dan TB paru milier. 

.

Momentum Hari Tuberkulosis (TB) Dunia Minggu, 24 Maret 2024 mengingatkan kita semua agar berinvestasi untuk mengakhiri TB dan menyelamatkan lebih banyak pasien. Selain itu, kita semua wajib menerapkan rekomendasi WHO yang baru dengan lebih cepat, baik dalam aspek diagnosis dengan TCM, terapi pencegahan (TPT) TB laten dan pengobatan TB sampai tuntas, untuk mengakhiri epidemi TB global.

Sudahkah kita bijak?

Sekian

Yogyakarta, 23 Maret 2024

*) Dokter spesialis anak di RS Panti Rapih Yogyakarta, Alumnus S3 UGM.

Categories
anak bayi prematur dokter Healthy Life Pendukung ASI vaksinasi

2024 Hari Pendengaran Dunia

HARI  PENDENGARAN  DUNIA  2024

fx. wikan indrarto

Hari Pendengaran Dunia Minggu, 3 Maret 2024 mengambil tema mewujudkan perawatan telinga dan fungsi pendengaran bagi semua orang. Hal ini disebabkan karena gangguan pendengaran atau “kecacatan yang tidak terlihat”, bukan hanya karena tidak adanya gejala yang terlihat, tetapi lebih karena gangguan ini telah lama mendapat stigma di masyarakat dan diabaikan oleh para pembuat kebijakan. Bagaimana sebaiknya?

.

Kampanye Hari Pendengaran Dunia tahun 2024 lebih fokus pada aksi mengatasi tantangan yang ditimbulkan oleh kesalahan persepsi masyarakat, dan pola pikir yang menstigmatisasi melalui peningkatan kesadaran, dengan berbagi informasi untuk masyarakat dan tenaga kesehatan. Kampanye ini memiliki beberapa tujuan. Pertama, mengatasi kesalahan persepsi umum terkait masalah pendengaran. Kedua, memberikan informasi yang akurat dan berbasis bukti untuk mengubah persepsi masyarakat mengenai masalah telinga dan pendengaran. Dan ketiga, menyerukan semua negara untuk mengatasi kesalahan persepsi dan pola pikir stigmatisasi terkait gangguan pendengaran.

.

Secara global, lebih dari 80% kebutuhan layanan medis atas telinga dan pendengaran masih belum terpenuhi. Kesalahpahaman masyarakat yang mengakar dan pola pikir yang menstigmatisasi, merupakan faktor utama yang membatasi upaya pencegahan dan penanganan gangguan pendengaran. Lebih dari 1 miliar orang dewasa muda berisiko mengalami gangguan pendengaran permanen yang sebenarnya dapat dihindari, karena praktik mendengarkan yang tidak aman. Diperlukan investasi tambahan tahunan sekitar US$ 1,40 per orang untuk meningkatkan layanan medis gangguan pendengaran secara global. Selama periode 10 tahun ke depan, investasi ini menjanjikan pengembalian hampir US$ 16 untuk setiap dolar AS yang dikeluarkan. Lebih dari 5% populasi dunia – atau 430 juta orang – memerlukan rehabilitasi untuk mengatasi gangguan pendengaran yang mereka alami, termasuk 34 juta anak. Diperkirakan pada tahun 2050, lebih dari 700 juta orang, atau 1 dari setiap 10 orang, akan mengalami gangguan pendengaran.

.

Prevalensi gangguan pendengaran meningkat seiring bertambahnya usia, di antara mereka yang berusia lebih dari 60 tahun, lebih dari 25% terkena tuli yang melumpuhkan. Seseorang yang tidak mampu mendengar sebaik orang normal, ambang pendengaran 20 dB atau lebih baik pada kedua telinga, dikatakan mengalami gangguan pendengaran. Gangguan pendengaran dapat bersifat ringan, sedang, berat, atau sangat berat (tuli). Tuli adalah gangguan pendengaran yang lebih besar dari 35 desibel (dB). Hampir 80% orang tuli tinggal di negara berpendapatan rendah dan menengah. Hal ini dapat mempengaruhi satu telinga atau kedua telinga dan menyebabkan kesulitan dalam mendengar percakapan atau suara keras.

.

Penyebab gangguan pendengaran dapat ditemui sepanjang masa kehidupan. Penyebab pada periode sebelum melahirkan meliputi faktor genetik termasuk gangguan pendengaran herediter dan infeksi intrauterin, seperti rubella dan infeksi sitomegalovirus. Pada periode perinatal meliputi asfiksia neonatal (kekurangan oksigen pada saat lahir) dan hiperbilirubinemia (penyakit kuning parah), berat badan lahir rendah, dan morbiditas perinatal lainnya.

Pada masa anak dan remaja gangguan pendengaran dapat disebabkan oleh infeksi telinga kronis (otitis media supuratif kronis), pengumpulan cairan di telinga (otitis media nonsupuratif kronis), meningitis dan infeksi lainnya. Pada dewasa dan lanjut usia dapat disebabkan oleh penyakit kronis, merokok, otosklerosis, degenerasi sensorineural terkait usia, dan gangguan pendengaran sensorineural mendadak. Sedangkan faktor yang terjadi sepanjang rentang hidup manusia meliputi impaksi serumen (kotoran telinga), trauma pada telinga atau kepala suara keras/suara keras, obat-obatan ototoksik, bahan kimia ototoksik yang berhubungan dengan pekerjaan, kekurangan gizi, infeksi virus dan kondisi telinga lainnya, gangguan pendengaran genetik yang tertunda atau progresif.

.

Banyak penyebab gangguan pendengaran dapat dihindari melalui strategi kesehatan masyarakat dan intervensi klinis yang diterapkan sepanjang hidup. Pencegahan gangguan pendengaran sangat penting, mulai dari periode prenatal dan perinatal hingga usia lanjut. Pada anak hampir 60% gangguan pendengaran disebabkan oleh penyebab yang dapat dicegah melalui penerapan langkah sederhana bidang kesehatan masyarakat. Demikian pula, sebagian besar penyebab umum gangguan pendengaran pada orang dewasa, seperti paparan suara keras dan obat-obatan ototoksik, sebenarnya dapat dicegah.

Strategi efektif untuk mengurangi gangguan pendengaran pada berbagai tahap kehidupan meliput beberapa hal. Yang utama dalah imunisasi lengkap pada bayi, praktik pengasuhan ibu untuk anak yang baik, konseling genetik, dan pengelolaan penyakit telinga yang umum. Selain itu, juga program konservasi pendengaran di tempat kerja untuk kebisingan dan paparan bahan kimia dan strategi mendengarkan musik yang aman untuk mengurangi paparan suara bising.

Strategi lainnya adalah pemeriksaan skrining untuk semua bayi baru lahir berupa pemeriksaan gangguan pendengaran pada usia 0-28 hari dengan OAE (otoacoustic emissions). Selain itu juga sekaligus dilakukan skrining gangguan penglihatan pada bayi prematur saat usia 2-4 minggu dengan pemeriksaan mata, skrining hipotiroid kongenital pada usia 48-72 jam dengan pemeriksaan darah pada tumit kaki, dan skrining penyakit jantung kritis bawaan pada usia usia <24 jam dengan pemeriksaan pulse oxymetry.

.

Skrining pendengaran bayi baru lahir sebenarnya termasuk skrining rutin, karena beberapa hal. Pertama, gangguan pendengaran pada bayi dan anak sulit diketahui sejak awal. Kedua, adanya periode kritis perkembangan pendengaran dan berbicara, yang dimulai dalam 6 bulan pertama kehidupan dan terus berlanjut sampai usia 2 tahun. Ketiga, bayi yang mempunyai gangguan pendengaran bawaan atau didapat yang segera diintervensi sebelum usia 6 bulan, pada usia 3 tahun sangat mungkin akan mempunyai kemampuan berbahasa normal, dibandingkan bayi yang baru diintervensi setelah berusia 6 bulan.

.

Ini adalah kriteria bayi yang lebih berisiko mengalami gangguan pendengaran dan lebih memerluan pemeriksaan skrining, yaitu riwayat keluarga dengan gangguan pendengaran, kelainan bawaan bentuk telinga dan kelainan tulang tengkorak-muka, Infeksi janin ketika dalam kandungan (infeksi toksoplasmosis, rubella, sitomegalovirus, herpes). Selain itu, juga Sindrom tertentu seperti sindrom Down, berat lahir kurang dari 1.500 gram, Bayi yang mengalami kesulitan bernapas segera setelah lahir, perawatan di NICU, dan penggunaan obat tertentu yang bersifat toksik terhadap saraf pendengaran.

.

Momentum Hari Pendengaran Dunia (World Hearing Day) 2024 mengingatkan kita bahwa masalah telinga dan fungsi pendengaran, merupakan salah satu masalah yang paling sering diabaikan di masyarakat. Pemeriksaan skrining pendengar pada bayi baru lahir akan mampu menemukan “kecacatan yang tidak terlihat”, bukan hanya karena tidak adanya gejala yang nampak, tetapi juga mampu mencegah gangguan pendengarn pada bayi, agar tidak lagi menjadi stigma di masyarakat dan diabaikan oleh para pembuat kebijakan kesehatan.

Apakah kita sudah melakukannya?

Categories
anak COVID-19 dokter Healthy Life vaksinasi

2024 Dengue Global

DENGUE  GLOBAL

fx. wikan indrarto*)

Kejadian Demam Berdarah Dengue (Dengue atau DBD) secara global telah meningkat tajam selama dua dekade terakhir, sehingga menimbulkan tantangan kesehatan masyarakat yang besar. Apa yang mencemaskan?

Dari tahun 2000 hingga 2019, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendokumentasikan peningkatan sepuluh kali lipat kasus yang dilaporkan di seluruh dunia, meningkat dari 500.000 menjadi 5,2 juta. Tahun 2019 menandai puncak yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan kasus-kasus yang dilaporkan menyebar di 129 negara. Setelah terjadi sedikit penurunan kasus antara tahun 2020-2022 akibat pandemi COVID-19 dan tingkat pelaporan yang lebih rendah, pada tahun 2023, terjadi peningkatan kasus dengue secara global, yang ditandai dengan peningkatan signifikan dalam jumlah, skala, dan peningkatan kasus secara simultan, juga terjadinya beberapa wabah, menyebar ke wilayah yang sebelumnya tidak terkena dengue.

.

baca juga : 2022 Waspada Dengue

Afrika merupakan salah satu dari empat wilayah teratas yang paling terkena dampak dengue. Wabah telah dilaporkan di 15 dari 47 negara termasuk Benin, Burkina Faso, Cape Verde, Chad, Pantai Gading, Ethiopia, Ghana, Guinea, Mali, Mauritius, Niger, Nigeria, São Tomé dan Principe, Senegal dan Togo. Beban penyakit dengue di Afrika belum dipahami dengan baik karena 3 hal. Pertama, kemiripan gejala klinis dengue yang umum dan tidak spesifik, dengan malaria dan penyakit demam tropis lainnya. Kedua, terbatasnya kapasitas laboratorium untuk melakukan deteksi dan konfirmasi dengue secara tepat waktu, yang sangat penting untuk mendeteksi dan melaporkan kasus serta mencegah penyebarannya. Dan ketiga, pengawasan yang tidak memadai dan pelaporan kasus yang terbatas, terutama untuk dengue ringan.

Dengue di Amerika pada 1 Januari 2023 sampai 11 Desember 2023, total 4,1 juta kasus dugaan dengue, termasuk 6.710 kasus parah, dan 2.049 kematian (CFR 0,05%) dilaporkan terjadi di 42 negara di Amerika. Brasil telah melaporkan jumlah kasus suspek tertinggi per 100.000 penduduk di kawasan ini (1.359 kasus), diikuti oleh Peru (813 kasus), dan Meksiko (179 kasus). Dalam hal dengue berat, Kolombia melaporkan kasus terbanyak (1504), diikuti oleh Brasil (1474), Meksiko (1272), Peru (1065), dan Bolivia (640).

Dengue di Timur Tengah menyebabkan epidemi dengue pertama kali dilaporkan pada tahun 1998, dan sejak itu, frekuensi dan penyebaran geografisnya meningkat, dengan wabah terjadi di sembilan negara endemik. Di antaranya adalah negara yang rapuh terkena dampak konflik seperti Afghanistan, Pakistan, Sudan, Somalia, dan Yaman. Wabah ini diperburuk karena gangguan layanan kesehatan (Sudan), sistem kesehatan yang rapuh (Afghanistan, Somalia, Sudan, Pakistan dan Yaman), perpindahan penduduk secara massal, infrastruktur air dan sanitasi yang buruk, dan bencana alam yang berulang seperti banjir yang melanda Somalia, Sudan, Pakistan, dan Yaman, serta gempa bumi di Afghanistan.

.

Dengue bukan endemik di Eropa dan sebagian besar kasus terkait dengan perjalanan ke daerah lain. Namun demikian, sejak tahun 2010 terdapat laporan mengenai kasus asli di sejumlah negara Eropa, termasuk Kroasia, Perancis, Israel, Italia, Portugal dan Spanyol. Pada tahun 2018, tahun dengan data terlengkap yang tersedia, total 2.500 kasus dengue dilaporkan melalui mekanisme pengumpulan data pengawasan tahunan regional dengan Jerman, Perancis, dan Inggris menyumbang sebagian besar kasus dan ini merupakan kasus impor. Namun, perlu dicatat bahwa kelengkapan data masih menjadi tantangan.

.

Di kawasan Asia Tenggara, 10 dari 11 Negara Anggota merupakan endemis virus dengue. Pada tahun 2023, beberapa negara, termasuk Bangladesh dan Thailand, telah melaporkan lonjakan kasus dengue. Secara khusus, India, Myanmar, Sri Lanka dan Thailand termasuk dalam 30 negara dengan tingkat endemis tertinggi di dunia. Thailand mengalami peningkatan kasus dengue lebih dari 300% pada tahun 2023. Angka kematian (CFR) di Bangladesh meningkat dari 0,45% menjadi 0,52%, sedangkan di Thailand meningkat menjadi 0,11%, 0,04% di Nepal hingga tertinggi 0,72% di Indonesia. Penting untuk menafsirkan nilai-nilai ini dengan hati-hati karena adanya variasi dalam definisi kasus yang digunakan di berbagai negara.

.

Wilayah Pasifik Barat terus menghadapi tingginya dengue, dengan lebih dari 500.000 kasus dengue dan 750 kematian di Australia, Kamboja, Tiongkok, Laos, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Vietnam. Negara yang paling terkena dampaknya adalah Filipina (CFR 0.34%) dan Vietnam (CFR: 0.02%). Di Fiji ada 11.522 kasus pada tahun 2023, mencerminkan peningkatan sebesar 37%.

Virus dengue (DENV) memiliki empat serotipe (DENV-1, DENV-2, DENV-3, DENV-4). Infeksi oleh satu serotipe memberikan kekebalan jangka panjang terhadap serotipe yang sama, dan hanya kekebalan sementara terhadap serotipe lainnya, tetapi infeksi sekunder dengan serotipe berbeda, justru akan  meningkatkan risiko dengue menjadi berat. Infeksi dengue paling sering tidak menunjukkan gejala atau hanya menyebabkan penyakit demam ringan. Namun, beberapa kasus akan berkembang menjadi demam berdarah dengue berat, terjadi syok, pendarahan hebat, atau kerusakan organ parah, dan bahkan kematian pasien. Tahap ini sering dimulai setelah demam hilang dan didahului dengan tanda bahaya sebagai peringatan dini, seperti sakit perut yang hebat, muntah terus-menerus, gusi berdarah, penumpukan cairan, lesu atau gelisah, dan pembesaran hati.

.

Tidak ada pengobatan khusus untuk infeksi dengue. Namun, deteksi dini dan akses terhadap layanan kesehatan yang tepat, untuk manajemen kasus dapat mengurangi angka kematian, begitu juga dengan deteksi cepat kasus dengue berat dan rujukan tepat waktu ke fasilitas kesehatan tersier. Kebanyakan penderita dengue memiliki gejala ringan atau tanpa gejala dan akan membaik dalam 1-2 minggu. Anak yang terinfeksi dengue untuk kedua kalinya mempunyai risiko lebih besar mengalami dengue berat. Gejala dengue berat seringkali muncul setelah demamnya hilang seperti sakit perut yang hebat, muntah berulang, napas cepat, gusi atau hidung berdarah, kelelahan umum, gelisah, darah dalam muntahan atau tinja, mengeluh sangat haus, kulit pucat dan dingin. Kasus dengue dengan gejala parah ini harus segera mendapatkan perawatan atau rujukan yang sesuai.

.

Inisiatif Arbovirus Global adalah rencana strategis terpadu untuk mengatasi dengue dan penyakit arbovirus yang ditularkan melalui nyamuk,  dengan potensi epidemi dan pandemi, yang fokus pada pemantauan risiko, pencegahan pandemi, kesiapsiagaan, deteksi dan respons, serta membangun koalisi mitra. Selain itu, juga mendukung semua negara anggota melalui penguatan pengawasan epidemiologi dan entomologi, diagnosis laboratorium dan pengawasan genom, manajemen klinis, komunikasi risiko dan keterlibatan komunitas, pengawasan dan pengendalian vektor, juga re-organisasi pelayanan kesehatan.

.

Yang tidak kalah penting adalah berbagi pedoman manajemen kasus dan pelatihan klinis, untuk dokter dan petugas kesehatan melalui webinar. Pengembangan pedoman WHO untuk manajemen klinis dan diagnosis dengue, chikungunya, Zika, dan demam kuning yang terus berlangsung, yang periode pertama akan selesai pada pertengahan tahun 2024. WHO telah menyelenggarakan kursus virtual pembelajaran mandiri selama 20 jam, mengenai manajemen klinis dengue dalam bahasa Spanyol dan Inggris, yang berfokus pada identifikasi prediktor awal terjadinya penyakit parah (tanda bahaya dengue) dan mencegah perkembangan kasus dengue menjadi beat dan bahkan kematian pasien. Kursus ini telah melatih lebih dari 312.000 dokter, termasuk para dokter Indonesia, sejak diluncurkan pada bulan September 2020.

.

Kemunculan dengue dan penyebarannya yang belum pernah terjadi sebelumnya di seluruh dunia, terkait dengan berbagai faktor penting. Yaitu faktot lingkungan meliputi perubahan distribusi dan adaptasi vektor nyamuk Aedes aegypti, meningkatnya urbanisasi yang tidak terencana, perubahan iklim, dan ko-sirkulasi beberapa serotipe virus. Faktor sistem layanan kesehatan meliputi kerapuhan di tengah ketidakstabilan politik dan keuangan, tantangan dokter dalam diagnosis klinis karena gejala yang tidak spesifik, kapasitas laboratorium yang tidak memadai, terjadi secara bersamaan dengan COVID-19, dan tidak adanya obat khusus. Faktor masyarakat meliputi perilaku dan persepsi risiko belum baik, kesadaran dan perilaku mencari layanan kesehatan masih rendah, kurangnya pendekatan yang berpusat pada masyarakat, keterlibatan dan mobilisasi masyarakat dalam kegiatan pengendalian vektor masih rendah, kurangnya kapasitas pengawasan dan pengendalian vektor,  kurangnya koordinasi antar pemangku kepentingan, kekurangan dana, rendahnya minat pendonor sukarela, dan pergerakan manusia dalam skala besar.

.

baca juga : 2023 Vaksin Dengue

Tantangan ini diperparah dengan terbatasnya persediaan penting untuk program pencegahan dan pengendalian, reagen di laboratorium untuk tes diagnostik, dan perlunya pelatihan berkelanjutan bagi dokter dan petugas kesehatan lainnya. Untuk mengatasi tantangan ini memerlukan pendekatan terpadu multidisiplin dan multisektoral, terutama di tingkat nasional untuk mencapai tujuannya dalam mengurangi dampak terhadap kesehatan masyarakat. Pengendalian vektor yang efektif adalah kunci pencegahan dan pengendalian dengue dengan 3M, harus mencakup Menutup bak air, Menguras air KM dan Menimbun benda berpotensi menampung air. Juga ditambah pemberian larvasida dalam air yang tidak diminum dengan dosis yang tepat, penggunaan kelambu berinsektisida, dan kadang penyemprotan insektisida.

Penyebaran nyamuk yang mengandung bakteri Wolbachia mampu menurunkan kasus dengue sebesar 77,1 persen. Selain itu, jumlah perawatan di rumah sakit akibat dengue juga mengalami penurunan sebanyak 86 persen. Nyamuk Wolbachia tidak mengurangi populasi nyamuk Aedes aegypti, tetapi dengan adanya nyamuk ini, akan menekan penyebaran virus dengue yang terbawa oleh nyamuk Aedes aegypti, sehingga metode penyebaran nyamuk ini menjadi pelengkap dari program 3M.

Sudahkah kita siap melawan Dengue?

Sekian

Yogyakarta, 15 Januari 2024

*) Dokter spesialis anak di RS Panti Rapih Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161.

Categories
dokter Jalan-jalan medicolegal

2023-2024 JELAJAH JEPARA

Di depan gerbang FORT JAPARA XVI peninggalan gerbang kota yang dibangun VOC Belanda tahun 1613 di Jepara (d/h Japara)

JELAJAH  JEPARA

fx. wikan indrarto

Penjelajahan ke Jepara dan perjalanan darat (overland) ke sekitar Gunung Muria yang tenang, menjulang dan sakral di ujung utara Pulau Jawa, kami awali Sabtu pagi, 30 Desember 2023, sebelum pergantian tahun.

Setelah menabur bunga dan berdoa sejenak di makan bapak (Eyang Kakung Heribertus Sukiman Tondo Darsono) di makam Kerkof Mendut, dekat Candi Borobudur, Magelang yang suci, kami memulai petualangan menuju Gunung Muria. Dik Larasati (anak bungsu kami) mengendalikan laju Honda Mobilio AB 1412 GH dengan tenang, di tengah kepadatan arus liburan Nataru 2023 yang cukup hingar, merayap dan teratur.

Dik Larasati (anak bungsu kami) mengendalikan laju Honda Mobilio AB 1412 GH dengan tenang, di tengah kepadatan arus liburan Nataru 2023

Membelikan oleh-oleh untuk si ganteng Joviel (cucu tersayang), berupa truk kayu di Payaman, Magelang, persis seperti yang dahulu dibelikan oleh Eyang Kakung Heribertus Sukiman Tondo Darsono untuk ayah Joviel.

Setelah menikmati sepenggal tol trans Jawa dari GT Bawen, kami keluar di GT Ungaran. Perhentian pertama kami adalah menemui Drg. Ana Retno Lumbini di Puskesmas Ungaran Kabupaten Semarang, untuk menyampaikan duka cita mendalam karena suaminya telah berpulang dan kami tidak sempat ikut melayat. Setelah selesai melayani pasiennya, kami diterima di Klinik Gigi Puskesmas Ungaran, yang hadir sebagai bagian dari usaha peningkatan derajat kesehatan masyarakat wilayah kecamatan Ungaran Barat dan sekitarnya. Bersama dengan Drg. Fx. Titik Purwaningsih yang diantar suaminya, Dr. Isdianto, MHum yang datang dari Demak, kami bercengkerama cukup lama di Puskesmas Ungaran. Dengan istri, ketiganya adalah alumnus FKG UGM Yogyakarta seangkatan tahun 1985.

Menemui Drg. Ana Retno Lumbini di Puskesmas Ungaran Kabupaten Semarang, untuk berbela rasa sepeninggalan suaminya

Jamuan makan siang di Super Penyet Banyumanik Semarang, oleh Drg. Fx. Titik Purwaningsih dan suaminya, Dr. Isdianto, MHum

Selanjutnya kami makan siang bersama di Banyumanik Semarang dan melanjutkan perjalanan ke Jepara. Kembali kami menjajal kenyamanan tol Trans Jawa dari GT Banyumanik dan keluar di GT Kaligawe di pesisir pantai Tanjung Emas Semarang utara. Kami menyusuri Jalur Pantura meninggalkan Semarang, untuk memasuki GT Sayung dan menempuh 16 km untuk keluar di GT Demak. Dengan menyusuri Jalur Pantura ke arah timur, kami mencapai pertigaan Trengguli dan berbelok arah ke kiri, keluar dari Jalur Pantura yang mulus, lebar dan padat kendaraan. Dari Trengguli, kami melewati Mijen dan Welahan untuk mencapai Kalinyamatan, yaitu kecamatan pertama di wilayah terotorial Kabupaten Jepara.

e-Poster peresmian PPTQ dan MTs Al-Wustho Kalinyamatan dengan teman seangkatan Brigjen. Pol (Purn) dr. H. Musyafak sebagai pendiri

Pemberhentian kedua adalah kami mengunjungi Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an dan MTs Al-Wustho Kalinyamatan, Kabupaten Jepara yang baru diresmikan pada Rabu, 22 November 2023. PPTQ dan MTs Al-Wustho Kalinyamatan yang sepi karena para santri sudah libur setelah menerima raport semester ganjil, berada dibawah naungan Yayasan Haji Ahmad Sholeh. Sedangkan kepengurusan yayasan terdiri dari para pendirinya, meliputi Brigjen. Pol (Purn) dr. H. Musyafak, Suudi Hartono dan Betty Erny Ayu. Jenderal Polisi Dr. Musyafak adalah teman seangkatan kami di FK UGM Yogyakarta 1984.

Mengunjungi PPTQ dan MTs Al-Wustho Kalinyamatan yang sepi karena para santri sudah libur setelah menerima raport semester ganjil

Kami jadi teringat bahwa Pemerintah Indonesia baru saja menyematkan gelar pahlawan nasional kepada Ratu Kalinyamat pada peringatan Hari Pahlawan, 10 November 2023. Banner dan baliho ucapan selamat masih banyak terpampang di sepanjang jalan yang kami lalaui menuju Jepara. Nama asli Ratu Kalinyamat adalah Retna Kencana, puteri Sultan Trenggono, raja Demak (1521-1546). Pada usia remaja ia dinikahkan dengan Pangeran Kalinyamat.

Pangeran Kalinyamat berasal dari Tiongkok daratan bernama Win-tang, seorang saudagar Tiongkok yang mengalami kecelakaan di laut. Ia terdampar di pantai Jepara, dan kemudian berguru kepada Sunan Kudus. Win-tang kemudian mendirikan desa Kalinyamat yang saat ini berada di wilayah Kecamatan Kalinyamatan, sehingga ia pun dikenal dengan nama Pangeran Kalinyamat dan menikahi Retna Kencana putri Sultan Demak, sehingga istrinya itu kemudian dijuluki Ratu Kalinyamat.  Pangeran Kalinyamat menjadi anggota keluarga Kerajaan Demak dan memperoleh gelar Pangeran Hadiri. Pangeran dan Ratu Kalinyamat memerintah bersama di Jepara. Ayah angkatnya, yaitu Tjie Hwio Gwan, dijadikan patih bergelar Sungging Badar Duwung, yang juga mengajarkan seni ukir pada penduduk Jepara. Inilah asal usul ketrampilan mengukir kayu jati yang dimiliki para warga Jepara sampai sekarang dan tidak tertandingi.

e-poster gelar pahlawan nasional kepada Ratu Kalinyamat pada peringatan Hari Pahlawan, 10 November 2023.

Pada tahun 1549 Sunan Prawata, raja keempat Demak mati dibunuh utusan Arya Penangsang, sepupunya yang menjadi adipati Jipang, mungkin saat ini berada di sekitar Grobogan. Ratu Kalinyamat menemukan keris Kyai Betok milik Sunan Kudus menancap pada mayat kakaknya itu. Maka, Pangeran dan Ratu Kalinyamat pun berangkat ke Kudus minta penjelasan. Sunan Kudus adalah pendukung Arya Penangsang dalam konflik perebutan takhta sepeninggal raja Trenggana (1546). Sunan Kudus menjelaskan semasa muda Sunan Prawata pernah membunuh Pangeran Surowiyoto alias Sekar Seda Lepen ayah Arya Penangsang, jadi wajar kalau ia sekarang mendapat balasan setimpal.

Ratu Kalinyamat kecewa atas sikap Sunan Kudus. Ia dan suaminya memilih pulang ke Jepara. Di tengah jalan, mereka dikeroyok anak buah Arya Penangsang. Pangeran Kalinyamat tewas. Menurut legenda, lahirlah nama tempat Prambatan (karena Pangeran Kalinyamat sampai harus merambat sebelum tewas), Kaliwungu (karena sungai di situ tercampur darah Pangeran Kalinyamat dan berubah warna menjadi ungu), Mayong (berjalan sempoyongan) dan Purwogondo (karena mulai keluar bau jenazah). Ketiga tempat tersebut kami lewati dalam petualangan kami ke seputaran Gunung Muria kali ini.

Ratu Kalinyamat diangkat menjadi Pahlawan Nasional Indonesia karena jasa dan perjuangannya. Pada tahun 1573 Ratu Kalinyamat mengirimkan 300 kapal berisi 15.000 prajurit Jepara untuk menyerang Portugus di Malaka, Malaysia. Serangan pertama di tahun 1550 berakhir gagal. Serangan kedua dipimpin oleh Ki Demang Laksamana yang langsung menembaki Malaka dari Selat Malaka. Esoknya, mereka mendarat dan membangun pertahanan. Tapi akhirnya, pertahanan itu dapat ditembus pihak Portugis. Sebanyak 30 buah kapal Jepara terbakar. Pihak Jepara mulai terdesak, semakin lemah, dan memutuskan pulang. Dari jumlah awal yang dikirim Ratu Kalinyamat, hanya sekitar sepertiga saja yang tiba di Jawa. Meskipun dua kali mengalami kekalahan, tetapi Ratu Kalinyamat telah menunjukkan bahwa dirinya seorang wanita yang gagah berani. Bahkan Portugis mencatatnya sebagai ‘rainha de Japara, senhora poderosa e rica, de kranige Dame’, yang berarti Ratu Jepara seorang wanita yang kaya dan berkuasa, seorang perempuan pemberani.

Saat Pangeran Arya Jepara, anak angkat Ratu Kalinyamat, pulang dari perang melawan Banten, Keraton Kalinyamat mendapat serangan oleh Panembahan Senopati dari Mataram Kotagede, Yogyakarta. Pasukan Panembahan Senopati datang menyerbu wilayah Jepara hingga kota ini berhasil diduduki serta keraton Kalinyamat ikut dihancurkan tahun 1593. Saat ini kita tidak lagi dapat melihat sisa kejayaan Kalinyamat.

Kami segera melanjutkan perjalanan memasuki Kota Jepara yang disebut juga Bumi Kartini.  Tujuan kami adalah melintasi kota Jepara untuk menuju Mlonggo, sebuah kecamatan sekitar 12 km sebelah utara Jepara. Kami mengantar dik Larasati, anak bungsu kami yang semester ini akan menyelesaikan kuliahnya di Fakultas Kedokteran Universitas kristen Maranatha (FK UKM) Bandung, untuk melakukan kunjungan balasan kepada keluarga William Febuana. Keluarga William, yaitu Bapak Mulyono dengan Ibu Harlina mengunjungi rumah kami di Timoho Yogyakarta dan telah melakukan proses tingjing atau prosesi pertama dalam lamaran menurut adat Tionghoa. Proses Tingjing atau kalungan dilakukan dengan cara memberikan kalung dari pihak calon pengantin pria kepada calon pengantin wanita sebagai tanda pengikat, saat keluarga calon mempelai pria datang ke rumah calon mempelai wanita, yang hanya dihadiri oleh keluarga dan kerabat dekat dari calon mempelai, pada Selasa, 26 Desember 2023. Larasati dan William sudah menjalin persahabatan sejak mereka menjadi sesama pelajar di asrama SMP Marganingsih di Muntilan, Magelang, Jawa Tengah.

Proses Tingjing atau kalungan untuk dik Larasati oleh Keluarga William, yaitu Bapak Mulyono, Ibu Harlina, Cicik Tia yang sedang hamil dan mas Dito suaminya, saat mengunjungi rumah kami di Timoho Yogyakarta dan mas Bimoseno (anak kedua kami) liburan di rumah. Mas Yudhistira (anak sulung kami) sekeluarga sedang mengungjungi mertua di Bekasi.

Bersyukur sekali kami telah mampu mencapai Jepara dalam kunjungan balasan ini. Menurut C. Lekkerkerker, nama Jepara berasal dari kata Ujungpara. Disebut ujungpara karena legenda ada utusan Kerajaan Majapahit yang sedang berjalan melewati daerah yang sekarang disebut Jepara, melihat nelayan yang sedang membagi-bagi ikan hasil tangkapannya “membagi” dalam bahasa Jawa adalah “para” (dibaca: Poro), maka utusan tersebut menceritakan bahwa dia melewati Ujung Para, karena dia melewati ujung pulau Jawa saat  ada nelayan yang membagi ikan. Kemudian berubah menjadi Ujung Mara, dan Jumpara, yang akhirnya berubah menjadi Japara. Pada tahun 1950an diubah menjadi Jepara. Meskipun Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi, umumnya sebagian besar masyarakat Jepara menggunakan Bahasa Jawa sebagai bahasa sehari-hari dengan dialek Jeporonan. Agak perlu waktu bagi kami, untuk memahami pembicaraan dalam dialek tersebut.

Ikan kakap lodi bintang merah dan lodi kuning yang ditangkap oleh nelayan Mlonggo, Jepara dan difoto dik Larasati. Nelayan sekarang juga sering terlihat yang sedang membagi-bagi ikan hasil tangkapannya “membagi” dalam Bahasa Jawa adalah “para” (dibaca: Poro), menjadi asal kata Jepara.

Dijamu makan malam menu Thailand di YamYam Resto Jl. Dr. Sutomo 13 Jepara

Kami memasuki rumah keluarga Bapak Mulyono, menjelang senja pada Sabtu, 30 Desember 2023. Rumah mungil nan bersih ini berada di dalam areal pabrik furniture Mahkota Mulyo Mandiri, seluas hampir 2 ha dengan sekitar 65 karyawan dan pengiriman export sekitar 2 kontainer 40 feet per bulan. Saat kami bertiga mendarat, kami disambut hangat di depan gerbang rumahnya. Setelah beristirahat sore sejenak, kami segera kembali ke kota Jepara untuk dijamu makan malam menu Thailand di YamYam Resto Jl. Dr. Sutomo 13 Jepara. Di restauran yamyam ini menu favoritnya adalah tom yam seafood yang rasanya lebih nendhang dan luar biasa.

Pada Minggu pagi, 31 Desember 2023 ikut misa kudus di Gereja Katolik Stella Maris, yang merupakan gereja pertama di Jepara

Setelah beristirahat semalam, pada Minggu pagi, 31 Desember 2023 kami menuju Gereja Katolik Stella Maris, yang merupakan gereja pertama di Jepara dan berdiri tahun 60an dengan pastor dari ordo MSF. Pada awalnya Jepara merupakan wilayah kerja paroki Kudus sampai akhirnya Jepara menjadi paroki sendiri. Dengan jumlah umat 1000an tersebar dari Keling sampai Mayong, gereja Katolik Jepara mengadakan Ekaristi harian pk. 6 pagi dan dua kali setiap Minggu pk. 7 pagi dan pk. 17 sore. Di belakang gedung gereja terdapat aktifitas pendidikan PAUD dan TK Kanisius yg menjadikan setiap paginya gereja selalu ramai. Di seberangnya ada SD Kanisius Jepara, yang merupakan salah satu sekolah swasta favorit di Jepara. Selanjutnya kami menikmati sarapan di RM H Isnan ke 6 menu sop campur khas Jepara, dan kami melanjutkan petualangan ke Kudus. Disopiri William dan dipinjami Toyota Fortuner 2017 VRZ hitam K 1396 FL, kami ber 4 menuju Kudus, sejauh 41 km dari Jepara.

Kami melewati Mayong, Prambatan, Kaliwungu, dan Purwogondo, sesuai daerah yang dahulu dilalui Pangeran Kalinyamat yang terluka parah dalam perjalanan dari Kudus ke Jepara, sebelum akhirnya meninggal karena serangan Arya Penangsang. Kudus saat ini lebih terkenal disebut Kota Kretek. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kretek atau keretek merupakan rokok yang tembakaunya dicampur serbuk cacahan cengkih. Sejarah kretek bermula di Kudus berkat Haji Djamhari, yang menemukan kretek ketika berusaha mengatasi sesak napasnya dengan minyak cengkih. Ia kemudian bereksperimen dengan mencampur bubuk cengkih dan tembakau, melintingkannya dengan “klobot” atau kulit kulit jagung. Lintingan tersebut dibakarnya sehingga menghasilkan bunyi khas “kretek.. kretek.. kretek…”. Inilah asal-usul nama kretek.

Namun demikian, kretek baru dikembangkan oleh Bapak Kretek Indonesia dari Kudus, yaitu Bapak Nitisemito, yang merintis kesuksesannya dari kegagalan di berbagai bidang. Lahir pada 1863, dimulai sebagai kusir dokar dan penjual tembakau. Setelah menikahi Nasilah, pembuat rokok kretek, pasangan ini mengembangkan usaha tersebut menjadi industri besar dengan merek Bal Tiga di Kudus. Meski buta huruf, Nitisemito terbukti jenius dalam bisnis kretek. Ia berhasil menerapkan manajemen modern dan pemasaran yang inovatif. Kesuksesannya membuatnya dikenal sebagai pengusaha pribumi sukses, bahkan Presiden Soekarno sering berkonsultasi dengannya pada masa perjuangan kemerdekaan Indonesia. Museum Kretek di Kudus saat ini sedang menjadi perbincangan netizen, karena menjadi lokasi syuting film serial Gadis Kretek. Pada tahun 1986, Museum Kretek diresmikan di atas lahan seluas 2,5 hektare, berkat inisiatif dari Soepardjo Rustam, Gubernur Jawa Tengah.

Berhenti di RS Ibu dan Anak (RSIA) Miriam di Jl. A. Yani 58 Kudus untuk menyapa Sr. Widianingsih, OP

Kami memasuki kota Kudus yang rindang langsung menuju Cynthia Cake and Tart Jl. Pemuda 90 Sleko Kudus. Di toko roti legendaris yang mempertahankan nuansa tradisional dengan banyak pembeli ini, kami belanja beberapa kue khas Kudus. Kami lanjut ke RS Ibu dan Anak (RSIA) Miriam di Jl. A. Yani 58 Kudus yang didirikan pada tahun 1977. Kami hendak menemui sahabat dari Klaten, yaitu Sr. Widianingsih, OP biarawati yang bekerja sebagai bidan di RSIA Miriam tersebut, yang mendapat bantuan dari Djarum Foundation dan telah berkembang menjadi salah satu rumah sakit terbaik di Kudus.

Selajutnya kami berpetualang ke Pati yang berjarak 24 km. Kota Pati didirikan saat Kerajaan Hindu Pajajaran di Jawa Barat mulai meredup dan pusat kekuasaan pindah ke Majapahit, di Trowulan, Jawa Timur. Pada saat Raja Majapahit adalah Brawijaya II, diutuslah Jaka Pekik dan putranya Jaka Suruh untuk menemui Kyai Ageng Pati, yang bernama Tambranegara agar menghadap ke ibukota Kerajaan Majapahit, yang tercatat pada tanggal 13 Desember 1323. Dengan data itu, diperkirakan bahwa pindahnya ibukota Kadipaten Pesantenan dari Desa Kemiri ke Desa Kaborongan dan kelak akan menjadi Kabupaten Pati itu terjadi pada 7 Agustus 1323, sehingga sekarang dinyatakan sebagai Hari Jadi Pati

Reuni dengan Dr. Eddy Mulyono, SpPD, teman seangkatan saat kuliah di FK UGM Yogyakarta tahun 1984 di istananya yang megah di Jl. Diponegoro 119A Pati.

Kami mengunjungi Dr. Eddy Mulyono, SpPD, teman seangkatan saat kuliah di FK UGM Yogyakarta tahun 1984. Kami disambut meriah di istananya yang megah di Jl. Diponegoro 119A Pati. Rumah bergaya Art deco dengan pilar2 yang besar, bulat, dan menjulang tinggi, membuat rumah 2 lantai tersebut nampak gagah, megah, dan berwibawa. Istrinya, Drg. Diah Handayani yang merupakan Ketua PDGI Cabang Pati dengan 65 dokter gigi anggota, memasakkan menu spesial lontong opor bagi kami yang datang berkunjung dan tidak pernah bertemu sejak lulus jadi dokter tahun 1991 dulu, sekitar 24 tahun kami berdua tidak pernah bertemu.

Reuni dengan Dr. Eddy Mulyono, SpPD, teman seangkatan saat kuliah di FK UGM Yogyakarta tahun 1984 di istananya yang megah di Jl. Diponegoro 119A Pati.

Setelah puas makan kenyang dan foto bersama, kami segera melanjutkan petualangan menjelajahi Pati dalam Lintasan Zaman. Setelah pamor pelabuhan Jepara menurun setelah VOC memindahkan markas kongsi dagangnya ke Semarang pada akhir abad 16, maka Pati mengambil perannya sebagai daerah transit perdagangan dengan mengembangkan Pelabuhan Juwana dan memanfaatkan posisi strategis pengiriman logistik melalui jalur darat dari Semarang ke timur menuju Surabaya. Setelah Gubernur Jenderal Daendels membangun jalan raya pos pada tahun 1808, posisi Pati menjadi daerah yang lebih strategis dibandingkan Jepara, dengan potensi ekonomi yang semakin tinggi, karena perdagangan rempah dan gula yang menjadi primadona komoditas ekspor Hindia Belanda. Terlebih lagi setelah ditemukannya sumber minyak di daerah Cepu, maka Pati dijadikan sebagai ibukota karesidenan yang membawahi Kudus, Jepara, Pati, Rembang dan Blora.

Sisa kejayaan ini masih dapat dinikmati sepanjang Jalan Panglima Sudirman yang membelah Kota Pati, dari barat sampai ke Alun Alun Pati dan ke timur terus ke arah Juwana, salah satu pelabuhan penting yang menopang laju ekonomi pada masa kolonial. Pati sejak jaman kolonial nampaknya sudah dirancang sebagai kota dengan orientasi sebagai pusat kegiatan politik dan  pendidikan. Hal ini tampak dari bangunan sekolah dan pemerintahan yang sudah ada sejak abad ke 19, lebih banyak dibandingkan dengan bangunan sebagai pusat perdagangan atau pertokoan. Hampir semua bangunan heritage bergaya art deco, terpusat di Jl. Jenderal Sudirman, dari barat dimulai dengan Gedung eks Karesidenan Pati yang berumur hampir 200 tahun, sisa kemegahan masih nampak nyata dapat kami nikmati. Ke arah timur dijumpai stasiun kereta api yang dulu digunakan pada rute Semarang ke Juwana, yang diresmikan pada 1884, tetapi saat ini hanya terlihat atapnya saja, karena berubah fungsi menjadi cafe. Masih ke arah timur terlihat gedung kantor pos dan telegrap sebagai tujuan utama dibangunnya Jalan Raya Pos Daendels. Bagian depan gedung yang masih terlihat lestari yaitu jendela dan pintu ukuran besar dan tinggi, yang pada jaman Belanda dulu merupakan Gedung sekolah Europeesche Lagere School (ELS).

Gedung Juang juga mewarnai deretan bangunan heritage sepanjang jalan Daendels, dulunya adalah bangunan kantin untuk para serdadu Belanda yang menikmati santap siang dan istirahatnya. Rute selanjutnya ke arah timur terdapat kompleks  militer, markas CPM, Polwil Pati, kejaksaan, rumah sakit tentara dan Kodim Pati yang menaungi batalion di Karesiden Pati. Bangunan ini dahulu digunakan sebagai Markas Batalion “K” dari Inggris, yang akhirnya sampai saat ini digunakan sebagai kode plat nomor kendaraan di wilayah Eks karesidenan Pati. Bangunan tersebut masih gagah dan terawat cukup detail lekuk bangunannya.

Kami kembali ke jalan Panglima Sudirman Pati untuk menikmati nuansa kolonial yang masih terlihat ke arah alun alun, sekolah, gedung biara Alverna, dan Rumah Sakit Bersalin Panti Rukmi, yang menunjukkan fungsi religi dan kemanusiaan sejak jaman itu. RSB Panti Rukmi saat ini tidak berfungsi lagi dan telah diubah menjadi rumah lansia. Panti lansia ini berada di bawah kendali Yayasan Suster Fransiskus Dina yang berkarya dibidang sosial kemasyarakatan dan pendidikan. Segera kami bergegas masuk ke Wisma Lansia Panti Rukmi, Pati untuk menemui Sr. Maria, SFD, seorang biarawati dan perawat teman seperjuangan dalam layanan kesehatan di Klinik Panti Usada Baciro Yogyakarta tahun 2014 dan pernah juga kami kunjungi dalam layanan selanjutnya di pedalaman Kalimantan Selatan, jauh dari Banjarbaru tahun 2017.

Di Wisma Lansia Panti Rukmi, Pati kami menemui Sr. Maria, SFD, seorang biarawati dan perawat teman seperjuangan dalam layanan kesehatan di Klinik Panti Usada Baciro Yogyakarta tahun 2014

Dari Rumah Lansia Panti Rukmi Pati, kami segera menuju Gua Maria Immaculata dan Bumi Persami Subasio Sani, Jl. Raya Tlogowungu, Pati. Selain mengucap syukur atas semua anugerah yang telah kami terima, kami juga memohon doa dan pendampingan dari Bunda Maria Ibu Yesus, agar mampu melanjutkan pelayanan bagi sesama. Kami juga mampir di rumah kusta di seberang Gua Maria Immaculata, untuk memberikan sedikit bingkisan bagi penderita penyakit kusta atau lepra yang dirawat di situ. Juga menunjukkan kepada dik Larasati yang sebentar lagi akan memasuki program profesi pendidikan dokter, agar melihat dengan mata kepala sendiri, kerusakan kulit, jari kaki, jari tangan dan hidung penderita kusta, yang selama ini hanya dilihatnya di e-book. Kusta atau lepra memang penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Lepra dan telah disebutkan dalam Alkitab.

Kerusakan jari tangan penderita kusta atau lepra yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium Lepra telah didokumentasikan oleh dik Larasati, tentu menambah pemahamannya sebagai calon dokter

Selanjutnya kami menempuh jalan pulang dari Pati ke Jepara, melalui jalur lain, tidak sama dengan saat kami berangkat. Kami lanjut pulang ke Jepara mengitari Gunung Muria yang menjulang di sebelah kiri jalan, memasuki Kecamatan Widarijaksa, Pati. Kami langsung berdiskusi hangat dengan dik Larasati, karena di situlah Dr. Setyaningrum yang melayani pasiennya dituntut, diadili, dan sempat divonis bersalah untuk dipenjara, karena pasien tersebut meninggal dunia saat mengalami syok anafilaksis pada tahun 1979. Berkat kegigihannya dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk para pengurus IDI, akhirnya pada 27 Juni 1984 dinyakan tidak bersalah, pada jenjang pengadilan tertinggi di Mahkamah Agung RI. Dengan kejadian di Wedarijaksa, Pati itulah mengapa setiap tanggal 27 Juni ditetapkan sebagai Hari Kesadaran Hukum Kedokter Indonesia, agar para dokter menyadari tentang konsekuensi legal atas semua layanan kedokteran yang dilakukannya. Juga profesinya selalu bersinggungan dengan hukum sehingga para dokter harus taat etika serta perundang-undangan yang ada. Para dokter wajib belajar dan mengambil manfaat dari pengalaman masa lalu atau kasus-kasus hukum kedokteran yang terjadi, serta tetap menjunjung tinggi etika profesi, sumpah profesi, kebutuhan, serta keselamatan pasien. Selain itu, juga menjaga spirit kesejawatan dalam dinamika masyarakat Indonesia yang heterogen dan turut serta dalam mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, serta sejahtera sesuai cita-cita bangsa. Juga para penegak hukum dan masyarakat diharapkan dapat lebih memahami bahwa masalah hukum kedokteran yang merupakan persinggungan antara disiplin hukum dan disiplin kedokteran, mempunyai dimensi yang sangat komplek.

e-poster Hari Kesadaran Hukum Kedokteran oleh PB IDI 2019, terinspirasi oleh kasus mediko-legal di Wedarijaksa, Pati

Selanjutnya kami memutari Gunung Muria untuk menuju Kecamatan Mlonggo dengan melewati Tayu, Kluwak, Kelet, Batealit, Tahunan, Kembang, dan Bangsri. Penjelajahan ini melwatai jalur yang mendaki, turunan tajam dan belok berulang dan aspal jalan yang tidak terlalu bagus, bahkan cenderung jelek. Rasanya karena Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Jepara tidak membangun terlebih dahulu selokan drainasi di kedua sisi jalan raya dengan banyak inlet di sepajang jalan kabupaten, sehingga air hujan menggerus berulang aspal jalan. Namun demikian pesona Kelet telah membuyarkan usulan tersebut, karena nama Kelet sangat legendaris.

bus Kencana double dekcer bermesin Scania K410iB nampak gagah di pinggir jalan Kelet, Jepara sebelum berangkat melaju ke Jakarta

Sebagai penggila bis (bus mania), petualangan melewati Kelet sangat mengasyikkan, karena banyak bis baru, besar dan bagus jurusan Jakarta, Surabaya, ataupun Denpasar ke Jepara hampir semuanya berakhir di Kelet. Bis terbaru adalah bus Kencana double dekcer bermesin Scania K410iB yang dijual oleh United Tractors, dibekali mesin 13.000 cc, 6-Silinder Segaris, Turbocharger, dan Intercooler. Bodi gagah garapan perusahaan karoseri Tentrem, Malang berseri Avante D2 yang diberi nama Kezia. Bus double decker Kezia itu melengkapi dua bus double decker PO Kencana yang juga memiliki nama unik dari anak-anak Toni (pemilik bis) lainnya yakni Valentino dan Emiliano. PO Kencana banyak dikenal karena fasilitasnya yang tak main-main. Mewah, mungkin adalah kata yang tepat untuk mendeskripsikannya. Dengan dominasi warna pink di badan luar bus, menjadikannya mudah dikenali. Selain itu, kami juga melihat bis gagah lainnya dari PO Sahalaah, Shantika, Haryanto, Bejeu, Muji Jaya, Mension, Gunung Harta, dan Jaya Utama Indo.

Didampingi Ibu Harlina melihat area produksi furniture tahap ketiga

Setelah sampai dengan selamat menjelang sore di Mlonggo, kami segera disuguhi menu soto Betawi yang lezat dan lanjut beristirahat sore. Pada malam pergantian tahun, kami menikmati menu bebaqaran ayam, udang, ikan kakap merah dan kembang api. Pada Senin pagi, 1 Januari 2024 kami diajak keliling areal pabrik furniture Mahkota Mulyo Mandiri, seluas hampir 2 ha.

Bapak Mulyono dan Ibu Harlina mengantar kami mengelilingi kopleks pabrik furniture

Bergaya memotong kayu dengan gergaji mesin di Mahkota Mulyo Furniture, Mlonggo, Jepara

Silakan mengunjungi :

https://www.mahkotamulyo.com/

Sebuah usaha keluarga yang luar biasa berkembang pesat dengan buyer furniture dari Spanyol, Belanda, USA dan Yunani. Selanjutnya kami mengunjungi Pantai Pailus Mlonggo, untuk melihat bekas usaha tambak udang keluarga Mulyono dan berwisata di pasir putih pantai, sambil menikmati lobster rebus yang gurih. Setelah makan siang, kami berdua segera pamit pulang ke Yogyakarta, dengan dik Larasati masih akan menginap semalam di situ, sebelum lanjut kembali ke Bandung untuk ujian blok terakhir di FK UKM Bandung, akan naik bis Nusantara SE.

Dik Larasati keliling kompleks produksi furniture dengan Moci, sebelum kembali ke Bandung

Fort Japara (XVI) atau Loji Gunung yang merupakan sebuah benteng peninggalan VOC Belanda di Jepara tahun 1613.

Senin, 1 Januari 2023 siang kami berdua dalam Honda Mobilio AB 1412 GH memulai perjalanan pulang dari Jepara ke Yogyakarta. Kami mampir, melihat, dan mengagumi Benteng VOC Japara, juga dikenal sebagai Fort Japara (XVI) atau Loji Gunung, yang merupakan sebuah benteng peninggalan VOC Belanda di Jepara, Jawa Tengah. Gerbang benteng ini merupakan bagian dari kawasan yang terdiri dari benteng, kompleks permakaman (yang diantaranya adalah Taman Makam Pahlawan Giri Dharma), dan sebuah hutan tanaman buah yag dikelola PT. Rimba Raya. Benteng dan kantor dagang VOC ini didirikan di Jepara pada 1613, karena kantornya yang ada di Gresik, Jawa Timur selalu mendapat gangguan dari para pedagang Islam madura dan Jawa Timur yang menentang sistem monopoli VOC.

Pada 1615, Sultan Agung dari Mataram memberikan izin kepada VOC untuk mendirikan loji sebagai kantor pewakilan dagang di Jepara. Loji itu selesai dibangun pada tahun 1618. Ketika Pemberontakan Trunajaya meletus, Letnan VOC Martinus van Ingen membuat peta daerah Jepara dan merencanakan penempatan 100 infanteri di Benteng VOC Jepara. Pemimpin Jepara saat itu, Ngabehi Wangsadipa, memberi VOC berupa lima pucuk meriam yang salah satunya dipasang di benteng itu. Pasukan Trunajaya berkali-kali menyerang benteng Jepara, tetapi selalu berakhir gagal. Benteng Jepara tetap digunakan oleh VOC Belanda sebagai konsesi dalam bentuk sewa yang diberikan Amangkurat II kepada VOC, atas usahanya dalam menumpas Pemberontakan Trunajaya.

Benteng ini menjadi pusat perdagangannya VOC di pantai utara Jawa, tetapi kemudian ditinggalkan perlahan pada 1697, ketika Semarang mulai menggantikan fungsi Jepara sebagai pusat perdangangan. Alasannya adalah karena pelabuhan Jepara mengalami pendangkalan yang disebabkan oleh sedimentasi lumpur yang dibawa oleh arus sungai dan binatang-binatang karang yang semakin berkembang. VOC juga mempertimbangkan keunggulan pelabuhan Semarang yang memiliki akses ke pedalaman Mataram di Surakarta. Pada 1707, VOC secara resmi memindahkan pusat kekuasaannya dari Jepara ke Semarang. Hal itu didasarkan pada perjanjian tanggal 31 Oktober 1707 antara VOC dengan Pakubuwana I selaku raja Kesultanan Mataram di Surakarta.

Alun-alun di pusat kota Demak

Selanjutnya kami menyusuri jalan Jepara Kudus yang padat kendaraan dan sampai di Kalinyamatan kami berbelok ke kanan menuju Welahan, untuk mencapai pusat kota Demak. Setelah berfoto sejenak di alun-alun Kota Demak sebagai Kota Wali, kami bergegas masuk ke komplkes Masjid Agung Demak yang diyakini dibangun tahun 1479 oleh Wali Sanga, penyebar agama Islam di Pulau Jawa, dengan sosok yang paling menonjol adalah Sunan Kalijaga, pada masa penguasa Kesultanan Demak pertama, Raden Patah pada abad ke-15. Di dalam lokasi kompleks masjid ini, terdapat beberapa makam raja-raja Kesultanan Demak termasuk di antaranya adalah Raden Patah yang merupakan raja pertama Kesultanan Demak dan para abdinya.

Gaya arsitektur Masjid Agung Demak adalah Jawa Kuno, yaitu perpaduan antara bentuk Joglo dan Limasan serta sedikit polesan arsitektur Persia pada keramik.

Dinding masjidnya tersusun dengan keramik dari Vietnam dan penggunaan keramik yang lebih dominan daripada batu, dianggap meniru masjid-masjid di Persia. Sunan Kalijaga membuat usulan untuk membuat tata kota berupa masjid, alun-alun, dan Keraton. Usulan itu disetujui oleh penguasa Kerajaan Demak, Raden Patah. Gaya arsitektur masjid adalah Jawa Kuno, yaitu perpaduan antara bentuk Joglo dan Limasan serta sedikit polesan arsitektur Persia pada keramik. Bentuk arsitekturalnya yang khas adalah atap tumpang, yaitu bentuk atap bertingkat 2, 3, atau 4 yang makin ke atas makin mengecil dan diakhiri dengan kemuncak. Salah satu dari 4 buah tiang utama masjid tersebut berasal dari serpihan-serpihan kayu, sehingga dinamai saka tatal. Atap masjid berbentuk limas bersusun tiga jadi gambaran akidah Islam yakni Iman, Islam, dan Ihsan.

Kelenteng Hok Tek Bio atau Vihara Budhi Luhur, di dekat Alun-alun Demak, Jawa Tengah

Selanjutnya kami menyeberangi jalan dan menuju ke Jl. Siwalan nomer 3 Demak, untuk melihat Kelenteng Hok Tek Bio atau disebut juga Vihara Budhi Luhur, yang menjadi tempat ibadah umat Konghucu, sekaligus objek wisata karena memiliki altar cantik, beserta ukiran kayu warna-warni. Bangunan kelenteng ini menghadap ke arah barat, arah yang paling dekat ke pinggir laut, yaitu sekitar 15 km ke arah Bonang, area yang di jaman dahulu pernah menjadi salah satu pelabuhan milik Kesultanan Demak Bintoro. Pelabuhan Demak satunya lagi, yang merupakan pelabuhan bagi berlabuhnya kapal-kapal militer, berada di sekitar Teluk Wetan, Jepara.

Dari Demak kami segera melanjutkan penjelajahan untun mencapai Jatingaleh, Kota Semarang. Kami menemui mbak Ratri dan mas Arief AW di rumahnya, karena keduanya teman sekelas di SMP Bruderan Purworejo, Kedu, Jawa Tengah, yang sudah 38 tahun tidak pernah bertemu lagi, semenjak lulus SMP. Perjumpaan yang sangat membahagiakan dan mengagetkan, karena postur fisik mas Arief yang sudah sangat berbeda jauh dan membuat kami tidak mampu lagi mengenalinya. Beruntunglah mbak Ratri yang tinggi menjulang masih tidak banyak berubah, sehingga sebutan genter (galah dari bambu untuk memetik buah di pohon yang tinggi) yang disandangnya sejak SMP, masih dapat kami kenali. Dalam perbincangan yang hangat, berbagi kabar antar kami, dan reuni tipis yang membahagikan, kenangan atmosfer Purworejo terasa nyata. Selanjutnya kami pamit untuk pulang ke Yogyakarta dan akan mampir sejenak ke Tuntang, untuk berdevosi kepada Bunda Maria sesuai masukan mas Arief AW.

Reuni dengan mbak Ratri dan mas Arief AW, teman semasa belajar di SMP Bruderan Purworejo di rumahnya Jatingaleh, Semarang

Rosa Mystica (atau Mawar Mistik) adalah gelar puitis untuk Bunda Maria, Ibu Yesus Kristus. Salah satu bentuk devosi Maria adalah memanjatkan doa Perawan Maria dengan memanggilnya menggunakan litani dengan berbagai judul, dan judul ‘Mawar Mistik’ terdapat dalam Litani Loreto. Ini juga merupakan gelar Katolik Bunda Maria berdasarkan penampakan Maria yang terjadi antara tahun 1947 dan 1966 oleh Pierina Gilli di Montichiari dan Fontanelle, di Italia. Sejarah Rosa Mystica dimulai pada tahun 1531, saat Bunda Allah menampakkan diri kepada Juan Diego di Bukit Tepeyac di Meksiko dan melakukan “keajaiban mawar” sebagai bukti kehadirannya kepada Uskup Zumarraga. Mawar tidak pernah tumbuh di daerah berbatu itu. Terlebih lagi, ketika dalam keterkejutan mereka, para pelayan uskup mencoba memetik dan mengambil beberapa di antara bunga-bunga itu dari tilmanya, mereka tidak dapat melakukannya karena bunga-bunga itu bukanlah bunga mawar yang mereka sentuh, tetapi seolah-olah bunga-bunga itu adalah mawar yang dicat atau disulam, sehingga disebut “mawar mistik”.

Gua Maria Rosa Mystica di Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang.

Gua Maria Rosa Mystica memberikan keheningan untuk berdoa, berdevosi dan berucap syukur sembari menenangkan diri, berlokasi di Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Oleh karena berlokasi cukup jauh dari keramaian, Gua Maria Rosa Mystica memberi kedamaian tersendiri saat berdoa. Setelah puas berdoa dan berucap syukur atas semua rahmat yang kami terima sepanjang tahun 2023, kami memohon pendampingan untuk semua layanan yang harus kami lakukan sepanjang tahun 2024.

Kemudian kami segera bergegas pulang, sebelum hujan lebat mengguyur jalanan untuk mencapai rumah kami di Timoho Yogyakarta menjelang pk. 21. Terimakasih kami haturkan kepada segenap sponsor pendungkung kegiatan, sehingga penjelajahan ke Jepara dan sekitar Gunung Muria telah dapat kami jalani. Sampai ketemu lagi dalam petualangan selanjutnya.

Terimakasih dan Berkah Dalem

Senin, 2 Januari 2024

Categories
anak COVID-19 dokter Healthy Life vaksinasi

2023 Penangan COVID-18 pascapandemi

PENANGAN COVID-19  PASCA  PANDEMI

fx. wikan indrarto

Tulisan ini dimuat di Harian Nasional Kompas edisi cetak halaman 7 Kolom Opini pada hari Kamis, 23 November 2023.

https://www.kompas.id/baca/opini/2023/11/22/penanganan-covid-19-pascapandemi

Pada Jumat, 10 November 2023 WHO telah memperbaharui pedoman penanganan dan terapi COVID-19, setelah stetatus pandemi dicabut. Pedoman ini adalah rekomendasi untuk pasien dengan COVID-19 yang tidak parah, yang merupakan pembaruan ke-13. Apa yang menarik?

.

WHO masih merekomendasikan pemakaian masker sebagai alat utama melawan COVID-19. Penggunaan masker tetap direkomendasikan untuk masyarakat dalam situasi tertentu, misalnya di dalam areal RS, terlepas dari situasi epidemiologi wilayah setempat, mengingat penyebaran COVID-19 secara global saat ini masih ada. Penggunaan masker disarankan dilakukan setelah seseorang terpapar COVID-19, ketika seseorang mengidap atau mencurigai dirinya mengidap COVID-19, ketika seseorang berisiko tinggi terkena COVID-19 parah, dan bagi siapa saja yang berada di ruangan yang ramai, tertutup, atau berventilasi buruk. Sebelumnya, rekomendasi WHO tentang masker didasarkan pada situasi epidemiologi wilayah setempat.

.

Rekomendasi juga tentang pengurangan masa isolasi mandiri pasien COVID-19. Untuk pasien dengan gejala, pedoman baru menyarankan isolasi 10 hari sejak hari timbulnya gejala. Sebelumnya, WHO menyarankan agar pasien dipulangkan dari RS 10 hari setelah timbulnya gejala, ditambah setidaknya tiga hari tambahan sejak gejalanya hilang. Bagi mereka yang dinyatakan positif COVID-19 tetapi tidak menunjukkan tanda atau gejalaapa pun, WHO kini menyarankan isolasi cukup 5 hari saja, tidak harus selama 10 hari seperti rekomendasi sebelumnya. Pasien dapat dipulangkan dari isolasi di RS lebih awal, jika hasil tesnya negatif pada tes cepat berbasis antigen. Isolasi terhadap orang yang mengidap COVID-19 merupakan langkah penting dalam mencegah orang lain tertular. Hal ini dapat dilakukan di rumah atau di fasilitas khusus, seperti rumah sakit atau klinik.

.

baca juga : 2023 Pedoman Baru Melawan COVID-19

.

Bukti menunjukkan bahwa orang yang tidak memiliki gejala klinis, jauh lebih kecil kemungkinannya untuk menularkan virus, dibandingkan mereka yang memiliki gejala. Meskipun tingkat kepastiannya sangat rendah, bukti juga menunjukkan bahwa orang yang dipulangkan pada hari ke 5 setelah timbulnya gejala, berisiko menularkan penyakit masih tiga kali lebih banyak, dibandingkan mereka yang dipulangkan pada hari ke 10.

.

Varian virus COVID-19 yang ada saat ini cenderung menyebabkan penyakit yang lebih ringan sementara tingkat kekebalan tubuh lebih tinggi karena vaksinasi, sehingga telah mampu menurunkan risiko penyakit parah dan kematian bagi sebagian besar pasien. Panduan WHO terbaru mencakup tingkat risiko memerlukan rawat inap di rumah sakit, pada pasien dengan COVID-19. Perkiraan risiko akan membantu dokter dan tenaga profesional layanan kesehatan untuk mengidentifikasi pasien yang berisiko tinggi, sedang, atau rendah untuk dirawat inap di rumah sakit, dan mendapatkan pengobatan sesuai dengan pedoman WHO.

.

Risiko tinggi dirawat inap adalah orang yang mengalami imunosupresi jika tertular COVID-19, dengan perkiraan tingkat rawat inap sebesar 6%. Kategori risiko sedang mencakup orang yang sebelumnya dianggap berisiko tinggi, termasuk orang lanjut usia berusia di atas 65 tahun dan atau mereka yang memiliki kondisi penyakit kronis seperti obesitas, diabetes, penyakit paru obstruktif kronik, penyakit ginjal atau hati, kanker, dan penyandang disabilitas, dengan perkiraan tingkat rawat inap sebesar 3%. Sedangkan risiko rendah adalah orang yang tidak termasuk dalam kategori risiko tinggi atau sedang untuk dirawat di rumah sakit (0,5%). Kebanyakan orang berisiko rendah.

.

Pengobatan untuk orang terinfeksi COVID-19 yang tidak parah direkomendasikan menggunakan kombinasi nirmatrelvir dengan ritonavir (juga dikenal dengan merek dagangnya ‘Paxlovid’), yaitu orang yang berisiko tinggi dan sedang untuk dirawat di rumah sakit. Rekomendasi tersebut menyatakan bahwa nirmatrelvir-ritonavir dianggap sebagai pilihan terbaik bagi sebagian besar pasien yang memenuhi syarat, mengingat manfaat terapeutiknya, kemudahan pemberiannya, dan lebih sedikit kekhawatiran mengenai potensi bahayanya. Nirmatrelvir-ritonavir pertama kali direkomendasikan WHO pada April 2022. Jika nirmatrelvir-ritonavir tidak tersedia untuk pasien berisiko tinggi dirawat di rumah sakit, WHO menyarankan penggunaan molnupiravir atau remdesivir. Namun demikian,  molnupiravir dan remdesivir tidak boleh digunakan untuk pasien dengan risiko sedang, mengingat potensi bahayanya lebih besar daripada manfaat. Bahkan bagi orang yang berisiko rendah untuk dirawat di rumah sakit, WHO tidak merekomendasikan terapi antivirus jenis apa pun. Gejala seperti demam dan nyeri dapat diatasi dengan obat analgesik seperti parasetamol.

.

WHO juga merekomendasikan untuk tidak menggunakan antivirus baru (VV116) pada pasien, kecuali dalam uji klinis. Sebaliknya, rekomendasi  penggunaan ivermectin untuk pasien dengan COVID-19 yang tidak parah tetap berlaku. WHO terus menyarankan bahwa pada pasien dengan COVID-19 yang parah atau kritis, ivermectin hanya boleh digunakan dalam uji klinis saja. WHO memberikan rekomendasi yang kuat dua obat lain untuk  COVID-19, yaitu sotrovimab dan casirivimab-imdevimab. Obat antibodi monoklonal ini kurang atau berkurang aktivitasnya melawan varian virus yang beredar saat ini. Saat ini terdapat 6 pilihan pengobatan yang terbukti untuk pasien COVID-19, tiga pilihan pengobatan mencegah rawat inap pada orang yang berisiko tinggi dan tiga pilihan pengobatan yang menyelamatkan nyawa pasien dengan penyakit parah atau kritis. Kecuali kortikosteroid, akses terhadap obat yang lain masih belum memuaskan secara global.

.

Sudahkah kita bertindak bijak dalam pengobatan COVID-19 paska pandemi?

Sekian

Yogyakarta, 18 November 2023

*) Dokter spesialis anak di RS Panti Rapih Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161

Categories
anak dokter vaksinasi

2023 Radang Otak

RADANG  OTAK

fx. wikan indrarto

.

Ringkasan tulisan ini dimuat di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta Minggu, 26 November 2023, kolom HUSADA

.

Lima anak diduga mengidap Japanese Encephalitis (JE) atau radang otak (Ensefalitis) di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kelima kasus ini tercatat muncul sepanjang 2023. Satu kasus suspek dari anak itu akhirnya meninggal dunia. Apa yang perlu dicemaskan?

.

baca juga : 2023 Panduan Antibiotika

Virus Japanese Encephalitis (JE) adalah penyebab utama ensefalitis yang dapat dicegah dengan vaksin di Asia dan Pasifik bagian barat, termasuk Indonesia. Kebanyakan orang yang terinfeksi JE tidak menunjukkan gejala atau hanya mengalami gejala ringan. Namun, sebagian kecil orang yang terinfeksi mengalami peradangan otak (ensefalitis), dengan gejala termasuk sakit kepala mendadak, demam tinggi, disorientasi, koma, gemetar, dan kejang. Sekitar 1 dari 4 kasus berakibat fatal. Berdasarkan data Badan Kesehatan Dunia atau WHO, diperkirakan terdapat sejumlah 67.900 kasus baru per tahun di 24 negara di kawasan Asia dan Oceania.

.

Di Indonesia kasus konfirmasi JE dalam periode tahun 2014 sampao 2023 dilaporkan sejumlah 145 kasus. Case Fatality Rate (CFR) atau tinfkat kematian penyakit ini mencapai 30%, tetapi 50% dari penderita yang mampu bertahan hidup akan mengalami gejala sisa seperti lumpuh atau kejang, perubahan perilaku, hingga kecacatan berat.

.

Radang otak ini disebabkan virus JE yang merusak otak. Sekalipun dapat menginfeksi siapa saja, kasusnya banyak ditemukan pada anak di bawah 15 tahun. Infeksi virus ini memunculkan gejala demam tinggi di hari-hari awal hingga terjadi kejang, penurunan kesadaran dan bahkan dapat meninggal. Memang tidak mudah mendiagnosis JE, sehingga setiap RS  diwajibkan memiliki sebuah tim untuk melakukan penapisan atau skrining kasus. Definisi kasus suspek JE atau Acute Encephalitis Sindrome (AES), yaitu adanya demam atau riwayat demam yang disertai dengan penurunan kesadaran dan atau kejang. Dalam hal ini tidak termasuk kejang demam sederhana (KDS), tetapi disertai gejala awal meningkatnya iritabilitas dan atau kelemahan otot tungkai atau paralisis.

.

Pasien AES diambil spesimennya untuk pemeriksaan konfirmasi JE. Spesimen berupa cairan otak atau LCS lebih direkomendasikan, karena imunoglobulin M atau IgM sebgai reaksi terhadap infeksi JE pada LCS lebih awal dapat terdeteksi dan lebih tinggi  kadarnya daripada di dalam darah (bahkan 2 sampai 4 kalinya). Namun demikian, tingkat kesulitan dan risiko dalam tindakan pengambilan spesimen LCS memang lebih tinggi. Spesimen darah memang lebih mudah diperoleh, juga penyimpanan dan transportasi ke laboratorium lebih mudah dilakukan. Namun demikian, pengambilannya baru ideal bila dilakukan pada lebih dari hari kelima sejak timbulnya gejala klinis.

.

Paling baik spesimen yang dianalisis di laboratorium adalah cairan otak atau LCS, tetapi kalau tidak memungkinkan dapat juga diperiksa darahnya sebanyak 2-3 ml. Pemeriksaan spesimen saat ini hanya dapat dilakukan di Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta, berupa pemeriksaan ELISA IgM spesifik JE. Untuk deteksi IgM lebih baik dikirim sepasang (fase akut dan konvalescen).

.

Hasil pemeriksaan akan dilakukan umpan balik berupa laporan ke Subdit Arbovirosis Dinas Kesehatan setempat dan Rumah Sakit pengirim. Langkah selanjutnya adalah penyelidikan epidemiologi serta survei vector nyamuk, karena Virus JE umumnya dibawa oleh nyamuk Culex  tritaeniorhynchus, dan reservoir binatang peliharaan di sekitra rumah oleh Timja Arbovirosis Dinas Kesehatan setempat. Uji spesimen, hasil survei vector dan reservoir di Kabuaten Kulon Progo pada hari Selasa, 14 November 2023 dinyatakan tidak ditemukan IgM pada spesimen kasus, tidak ada virus JE pada nyamuk dan hewan di lingkungan penderita.

.

Penyakit JE merupakan penyakit yang bersumber dari binatang (zoonosis) dan disebar lewat hewan perantara, seperti nyamuk culex.  Nyamuk jenis ini biasa ditemukan di sekitar rumah, persawahan, kolam atau selokan. Reservoar virus adalah sapi, kerbau, kera hingga beberapa spesies burung.  Penyakit JE sejatinya bisa dicegah setelah mengetahui sumber dan penularannya. Masyarakat yang menerapkan pola perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) akan terhindar dari penyakit ini. Selain itu, juga menggunakan obat anti nyamuk, mengenakan kemeja lengan panjang dan celana panjang, dan mendapatkan vaksinasi atau imunisasi.

.

Pemerintah Indonesia berkomitmen tinggi untuk melindungi seluruh masyarakat dari kesakitan, kecacatan dan kematian akibat penyakit-penyakit berbahaya yang dapat dicegah dengan imunisasi. Salah satunya dengan menambahkan imunisasi JE ke dalam program imunisasi rutin di wilayah endemis penyakit tersebut.

.

Pemberian imunisasi JE telah lebih dahulu dilaksanakan di Provinsi Bali pada tahun 2018 dan mulai September 2023 di seluruh Kabupaten kota di Provinsi Kalimantan Barat, sebagai provinsi kedua. Berdasarkan rekomendasi WHO dan Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI), sebelum penambahan imunisasi JE ke dalam program imunisasi rutin bagi bayi usia 10 bulan dimulai, maka diberikan imunisasi tambahan massal JE terlebih dahulu yang menyasar seluruh anak usia 9 bulan sampai dengan kurang 15 tahun, sebanyak 1,3 juta anak. Imunisasi tambahan massal JE diharapkan dapat selesai lebih cepat dan tepat sehingga pada akhir bulan November 2023 diharapkan sudah mulai imunisasi rutin pada anak usia 10 bulan di posyandu, puskesmas dan RS.

Vaksin JE yang digunakan merupakan virus hidup yang dilemahkan. WHO  merekomendasikan pemberian dosis tunggal vaksin JE di semua area endemis, sejak usia 9 bulan. Untuk perlindungan jangka panjang dapat diberikan booster 1-2 tahun berikutnya. Vaksin JE juga direkomendasikan untuk wisatawan yang akan tinggal selama lebih dari 1 bulan di daerah endemis.

Sudahkah anak di sekitar kita terlindungi dari JE?

Sekian

Yogyakarta, 15 November 2023

*) Dokter spesialis anak di RS RS Panti Rapih Yogyakarta, Alumnus S3 UGM,WA: 081227280161,

Categories
dokter Jalan-jalan medicolegal

2023 LAMONGAN IDI REBORN

IDI REBORN DI LAMONGAN
fx. wikan indrarto

IDI Reborn adalah visi organisasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk menuju organisasi profesi dokter yang mandiri, modern, dan akuntable untuk menciptakan masa depan yang lebih baik. Juga membawa semangat perubahan dan pembaharuan yang dilandasi kekuatan, kecerdasan gagasan dan implementasi yang sangat kokoh, serta terwujud pada kinerja organisasi yang saling sinergis, kolaboratif, dan selalu konsisten dalam bingkai kolegialitas sebagai ikatan spiritual tertinggi bagi IDI, sebagaimana disampaikan oleh Dr. dr. Moh Adib Khumaidi, SpOT, sebagai Ketua Umum PB IDI.

Penegasan tersebut juga dilakukan di Lamongan, Jawa Timur saat peringatan HUT ke -73 sekaligus Hari Dokter Nasional. Untuk itulah petualangan ke Lamongan kami jalani. Oleh karena para pengurus IDI se DIY sudah berangkat ke Lamongan terlebih dahulu dan kami masih harus masuk kerja, maka petualangan dimulai dengan naik bis CEPAT EKA, meninggalkan terminal Bis Giwangan Yogyakarta menuju terminal bis Bungurasih Surabaya, sejauh 263 km pada Sabtu siang, 21 Oktober 2023, selepas kerja.

Bus EKA tentu sudah tak asing lagi bagi para maniak bus, sebagai bus patas AC legendaris yang semula bernama PO. Flores. Bus EKA menggunakan tipe chassis Hino New RN 285 yang dilengkapi shock breaker air suspension, berbalut body jenis Jetbus 3+ buatan Adi Putro Malang, sehingga nampak gagah. Bis EKA berplat nomer S 7852 US dengan chassis Hino RN285 ini adalah sasis paling banyak digunakan dibandingkan sasis bus merek lain, karena faktor harga yang terjangkau, mampu diandalkan, dan mudah perawatannya.

Kami menyusul teman2 pengurus IDI se DIY yang telah berangkat lebih awal ke Lamongan dengan 2 buah Toyota Hi-Ace Premio, untuk memeriahkan HUT IDI ke 73, yang dipusatkan di Alun-alun Lamongan, Jawa Timur.

masjid agung di seberang alun-alun Lamongan

Lamongan adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur yang terletak 49 km barat Kota Surabaya. Kabupaten Lamongan dilintasi Jalan Nasional Jakarta-Surabaya, merupakan salah satu wilayah yang masuk dalam kawasan metropolitan Surabaya, yaitu Gerbangkertosusila (Gresik, Bangkalan, Kertosono, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan). Kabupaten Lamongan memiliki garis pantai sepanjang 47 km, termasuk Pantai Tanjung Kodok yang menawan, dan daratan dibelah oleh Sungai Bengawan Solo.

sebagian pengurus IDI se DIY bergaya di depan panggung acara, mengenang pendudukan Lamongan pada era awal kemerdekaan RI

Setelah Indonesia Merdeka pada 17 Agustus 1945, daerah Lamongan menjadi garis depan pertahanan melawan tentara kependudukan Belanda atau NICA. Pada tanggal 20 Desember 1948 pk. 15 terjadi serbuan atas kota Babat oleh Pasukan Marbrig (Mariniers Brigade atau Koninklijk Nederlandse Marine Korps) yang datang dari Tuban. Kecamatan Babat termasuk jembatan Cincim akhirnya jatuh ke tangan Belanda tanpa ada perlawanan sama sekali. Peristiwa ini dikenal dengan sebutan “dosa komandan Batalyon Halik”. Brigade Marinir Belanda ternyata tidak langsung menyerang kota Lamongan dari arah Babat, melainkan bergerak ke arah selatan dengan tujuan utama kota Kertosono. Baru pada tanggal 18 Januari 1949 pk. 13 Kota Lamongan berhasil diduduki dan dikuasai oleh Belanda, dengan kerugian yang besar. Selama enam bulan pertempuran perebutan Lamongan, korban dari pihak tentara Belanda relatif lebih besar dibandingkan dengan korban di pihak pasukan Lamongan. Tercatat pihak Belanda mengalami korban tewas 139 pasukan, luka-luka 29 orang dan tertawan 11 orang. Korban dari pihak RI tercatat sebanyak 40 tentara gugur, 11 tertawan dan 12 orang terluka. Adapun korban dari warga sipil 335 orang tewas dan 93 mengalami luka-luka.

menu gulai kambing dan teh panas kental di RM Duta Ngawi bagi para penumpang bis cepat EKA

Perjalanan bis cepat EKA dari Yogyakarta melewati 2 penggal Tol Trans Jawa yang legendaris. Pertama dari Gerbang Tol (GT) Ngemplak Solo ke GT Sragen Timur. Setelah melibas Banaran, batas 2 propinsi Jateng dan Jatim, kami beristirahat sejenak di RM Duta Ngawi dengan menu makan gulai kambing hangat dan teh kental, manis, juga hangat. Lanjut masuk GT Madiun dan melibas tol panjang, iklan yang disuarakan crew bis untuk menggaet penumpang, dan keluar di GT Waru Gunung Surabaya dengan harga tiket bis Rp. 175 ribu termasuk makan.

Kami memasuki areal terminal bis Bungurasih Surabaya, terminal bis terbesar di Jawa Timur menjelang pk. 22. Selanjutnya kami ganti bis Patas Jaya Utama Indo L 7574 UV jurusan Surabaya ke Semarang, akan turun di Lamongan dengan tarif Rp. 50 ribu. Jaya Utama Indo merupakan salah satu PO bus pelopor rute Surabaya-Semarang. Pada awal tahun 1990-an, PO ini hanya memiliki lima armada dengan nama PO Jaya Utama. Persaingan ketat membuatnya mengalami pasang surut. Perusahaan otobus ini pernah mengakuisisi beberapa PO seperti PO Trigaya Putra dan PO Tjipto. Pada tahun 2000, perusahaan ini mengakuisisi PO Indonesia sehingga berubah nama menjadi PO Jaya Utama Indo hingga sekarang dengan armada yang telah mencapai ratusan unit. Kini armada yang dimiliki Jaya Utama Indo sudah banyak diperbarui dan mengakomodasi teknologi terkini. Unit bus kebanyakan menggunakan body buatan karoseri Tentrem Malang dan Laksana Ungaran dengan model Discovery dan Legacy SR2 HD Prime. Ada pula dari karoseri Gunung Mas berbodi Zeppelin G3 serta karoseri Trisakti berbodi Ultima 2. Dapur pacu atau mesin yang dipakai hanya dari Hino Jepang dan Mercedes Benz Jerman. Kami naik bis Jaya Utama Indo berbody Avante H9 buatan Karoseri Tentrem Malang dengan mesin Mercedes-Benz tipe 1836 0500 susoensi udara dan masuk GT Tandes Barat dan keluar di GT Kebomas Gresik.

kabin bis Jaya Utama Indo dari Surabaya ke Lamongan, dengan seat buatan Rimba Raya

Selanjutnya kami menempuh jalan nasional non tol menuju Lamongan dan turun di depan Lamongan Plaza Mall. Kami segera pesan Grab Bike menuju Hotel Mahkota, sebuah hotel melati plus yang letaknya strategis, berada di pusat kota Lamongan yang hanya perlu waktu 45 menit perjalanan dari pusat bisnis Kota Surabaya. Segera kami terlelap di kamar 216 Hotel Mahkota 1 berlokasi di Jl. Sunan Drajad 6-8, Lamongan dalam kepenatan badan karena perjalanan panjang, tetapi masih sempat membayangkan perang kemerdekaan yang berkecamuk di Lamongan.

hotel Mahkota di dekat alun-alun Lamongan

Heroisme warga Lamongan saat melawan pendudukan Belanda tersebut menjiwai seluruh rangkaian kegiatan HUT IDI ke 73 pada Sabtu – Selasa, 21 sampai 24 Oktober 2023 di Lamongan, Jawa Timur.

Heroisme pelari Dr. Joko Murdiyanto dan Dr. Agus Wiyono saat mencapai garis finish pada Charity Run For Stunting di Lamongan

Agenda utama kegiatan yang kami ikuti setelah sarapan di Hotel Mahkota Minggu pagi, 22 Oktober 2023 adalah ‘charity for stunting’. Stunting saat ini masih menjadi masalah gizi utama bagi bayi dan anak di bawah usia 2 tahun di Indonesia. Hal ini menjadi tantangan tersendiri saat Indonesia tengah mempersiapkan generasi emas pada 2045 mendatang.

bersama teman2 pengurus IDI se DIY di panggung Charity Run for Stunting

Oleh karena itu semua pihak seharusnya bersama-sama mengatasi dan menurunkan angka kejadian stunting, termasuk para dokter anggota IDI. Sesuai dengan harapan Presiden Jokowi pada tahun 2024 target stunting harus dibawah 14%. Sedangkan merujuk hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSG) 2022, angka stunting nasional masih tinggi, di atas 21,6%.

siap mengikuti apel siaga dokter Indonesia di Lamongan
Apel Siaga Dokter Indonesia melawan stunting

Selain penggalangan dana untuk mengatasi stunting, juga dilakukan pengobatan gratis oleh dokter spesialis dengan beragam disiplin ilmu atau spesialisasi, di 32 puskesmas di seluruh Kabupaten Lamongan. Target pasien setiap puskesmas diperkirakan dapat dilayani 150-200 orang pasien dan IDI menyiapkan 179 dokter spesialis untuk kegiatan ini.

Festival Olahraga di alun-alun kota Lamongan

Juga ada festival olahraga dan seni dengan 3 cabang olahraga yang akan dipertandingkan, yakni badminton, tenis meja, dan futsal, yang diikuti oleh seluruh dokter se-Indonesia. Sebanyak 200 orang dokter telah mendaftarkan diri. Festival ini bertujuan untuk memotivasi gaya hidup sehat dengan beraktivitas fisik, berolahraga dan bergerak secara teratur, termasuk para balita stunting.

wajah gelap tertutup bayangan balon,

Pada kesempatan tersebut kami sempat bertemu langsung dan berfoto dengan Dr. dr. Moh. Adib Khumoidi, SpOT Ketua Umum PB IDI dan Dr. dr. Sutrisno, SpOG(K) Ketua IDI Wilayah Jawa Timur.

bersama Dr. Agus Wiyono, Dr. Adib Khomaidi dan Dr. Joko Murdiyanto di lokasi acara HUT IDI ke 73 di Lamongan

Juga ada bazar atau pesta rakyat yang menghadirkan berbagai kebutuhan pokok bagi rakyat sekitar, bekerjasama dengan dinas terkait di Pemkab Lamongan. Bahkan dilengkapi dengan pemberian sembako, khususnya beras murah di alun-alun Lamongan sebagai bentuk simpati IDI atas naiknya harga beras dalam beberapa bulan terakhir. Telah disediakan beras 5 ton dalam kegiatan ini. Selain itu juga akan ada stan UMKM dan kuliner dari masyarakat setempat, donor darah, serta ada komunitas musik untuk hiburan. Ada juga charity run, lari untuk umum sepanjang 7,3 km, gerakan orangtua asuh dokter untuk balita stunting hingga pemecahan Rekor MURI.

rombongan pengurus IDI se DIY di Lamongan

Pendidikan agama Islam sangat maju di seluruh Lamongan. Bahkan terdapat banyak pondok pesantren terkenal seperti Ponpes Tarbiyatut Tholabah di Kranji Paciran, Ponpes Sunan Drajat di Drajat Paciran, Ponpes Thoriqul Ulum Lamongan, Ponpes Manarul Qur’an di Paciran, Ponpes Bustanul Hikmah di Dumpiagung dan di Kembangbahu. Pagi itu kami sempatkan mengikuti peryaan ekaristi atau misa kudus di Gereja Katolik St. Fransiskus Xaverius Lamongan yang memiliki ciri khas bangunan sederhana yang sejuk, dengan sejarah gereja katolik di Kabupaten Lamongan yang kuat, sehingga menjadi tempat ibadah yang nyaman bagi ummat katolik Kabupaten Lamongan sejak tahun 1968.

berdoa sejenak di dalam gedung gereja Katolik Lamongan

Misa kudus dilayani oleh para imam atau pastor dari Paroki Santa Perawan Maria Gresik, yang dirintis sejak sekitar tahun 1932. Saat itu beberapa umat Katolik di Gresik sering merayakan ekaristi di gedung pengadilan negeri Jln. Basuki Rachmat sekarang, bersama Pastor Massen, CM dan diresmikan sebagai paroki pada tanggal 22 Desember 1996. Pada tahun 2018, berdasar SK Keuskupan Surabaya no. 95/G.113/II/2018 tentang Pembagian Wilayah di Keuskupan Surabaya, maka Paroki Gresik yang selama ini tergabung dalam Vikep Surabaya Barat menjadi Kevikepan Mojokerto bersama Paroki Mojokerto, Tuban dan Bojonegoro, serta melayani wilayah Lamongan.

Gereja Katolik Fransiskus Xaverius Lamongan

Setelah pengurus IDI wilayah DIY diberikan amanah untuk menyelenggarakan puncak acara Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) pada Mei 2024, kami terus berpamitan dengan para pengurus PB IDI, IDI wilayah Jatim dan IDI Cabang Lamongan, kami segera berpisah rombongan. Para dokter pengurus IDI se DIY yang muda melanjutkan perjalanan wisata dan yang setengah baya segera kembali ke Yogyakarta. Kami mengikuti Dr. Joko Murdiyanto, SpAn, MKes, Fisqua (Ketua), Dr. Rina Nuryati, MPH (sekretaris) dan Dr. Agus Wiyono, MKes (BHP2A) IDI wilayah DIY, segera duduk manis di Toyota Hi-Ace Premio keluaran 2022 hitam, mengkilat dan bertenaga, segera mengambil jalan nasional kembali ke arah Gresik, untuk masuk tol.

Kabupaten Lamongan dilintasi jalur utama pantura yang menghubungkan Jakarta-Surabaya, yakni yang kami lalui sepanjang pesisir utara Jawa. Kami tidak menggunakan Kereta Api yang melintas di jalur sangat padat Surabaya, Cepu, ke Semarang, dimana Babat merupakan persimpangan antara jalur KA Surabaya-Semarang dengan jalur KA Jombang-Tuban.

Teman-teman pengurus IDI wilayah DIY yang lain memanjakan diri menikmati sebagain Wisata Alam di Kabupaten Lamongan. Kalau waktunya cukup, sebenarnya dapat menikmati Waduk Gondang, Akar Langit Trinil Brondong, Wisata Edukasi Gondang Outbond (WEGO), Istana Gunung Mas, Waduk Prijetan, atau tempat menginap malam sebelumnya di Wisata Bahari Lamongan (WBL), Gua Maharani, atau Pantai Joko Mursodo. Tempat Wisata Sejarah di Kabupaten Lamongan juga tidak kalah menarik, yaitu Museum Sunan Drajat, Monumen Van der Wijck, Prasasti Wide dan Sedayu Lawas. Sedangkan tempat wisata religi Islam di Kabupaten Lamongan, meliputi Makam Sunan Drajat, Makam Sunan Sendang Duwur, Makam Syekh Maulana Ishaq (Ayah Sunan Giri), Makam Sunan Lamongan atau Syekh Hisyamudin (Putra Sunan Ampel). Yang tidak kalah menarik adalah kuliner khas Lamongan diantaranya Soto Lamongan, Sego Boranan, Lodeh Kuthuk, Tahu Thek, Walang Goreng, Wingko Babat, dan Pecel Lele. Patut disayangkan, wisata sejarah, religi dan kuliner khas Lamongan hanya dapat kami bayangkan saat melaju di Tol menuju Yogyakarta

Petualangan diakhiri dengan meninggalkan km nol Lamongan.

Semoga saja semangat IDI reborn akan semakin mendewasakan organisasi para dokter seluruh Indonesia dan penyelenggaraan acara selanjutnya di Yogyakarta tahun 2024 dapat berjalan lancar. Terima kasih kepada semua pihak atas dukungannya, sehingga petualangan ke Lamongan telah berlangsung sukses.

Salam pengelana
-wikan

Catatan : ditulis dan disebarkan dalam goyangan laju kencang Toyota Hi-Ace Premio 2023 AB 7904 WD melibas tol Trans Jawa menuju Yogyakarta

wa.me/
wa.me
Halo, ada yang dapat dibantu?