Categories
dokter Healthy Life Jalan-jalan

2007 JELAJAH MURAH DI HONG KONG

JELAJAH MURAH DI HONG KONG

fx. wikan indrarto dan b. sari prasetyati *)

Hong Kong adalah daerah istimewa di Cina (Special Administrative Region of China) sejak 1 Juli 1997. Hong Kong adalah kota kosmopolitan dengan sekitar 7 juta penduduk, meliputi daratan seluas 1.100 km2 yang tersebar pada pulau Hong Kong, Semenanjung Kowloon yang dipisahkan oleh Victoria Harbour dan daerah baru sebelah utara Kowloon sampai ke perbatasan Cina daratan yang disebut New Territories dan 260 pulau lainnya. Secara mudah dapat dibayangkan dengan melihat skema geografis di gerbang kedatangan Hong Kong International Airport yang terlihat di bawah ini. Hong Kong adalah tempat yang mempertemukan tradisi Cina kuno dengan kebudayaan ultramodern, dari pasar tradisional di pinggiran jalan yang sibuk, bersih dan teratur, juga deretan toko di setiap rumah pinggir jalan (maka disebut kota toko, sebab semuanya untuk toko dan tidak ada kegunaan lain untuk semua bangunan di pinggir jalan), sampai gedung pencakar langit yang amat sangat tinggi, berderet rapi dan bercahaya gemerlap di malam hari.

Peta Hong Kong

Skema kasar gugusan pulau-pulau di Hong Kong, dapat dilihat di gerbang kedatangan penumpang di Hong Kong International Airport.

Hong Kong pada awalnya hanyalah gugusan pulau batu karang dengan beberapa kampung nelayan yang diklaim Inggris pada tahun 1842, setelah pada Perang Candu Pertama (First Opium War) berhasil mengalahkan Cina, melalui perjanjian di kota Nanking (Treaty of Nanking). Semenanjung Kowloon dan pulau-pulau di sekitarnya (Stonecutters Island) kemudian diambil Inggris juga sejak tahun 1860. Perjanjian sewa dari Cina oleh Inggris selama 99 tahun, meliputi juga daerah New Territories, yaitu wilayah sebelah utara Kowloon sampai ke Sungai Shenzen dan 235 pulau kecil yang berserak, berlaku sejak tahun 1898. Maka sejak 1 Juli 1997 Hong Kong dikembalikan ke Cina dan dikenal sebagai Special Administrative Region (SAR) of China dengan prinsip pengelolaan ‘1 negara, 2 sistem’.

Dengan pesawat Airbus A330-300 Garuda GA 860, yang dipenuhi oleh banyak orang Indonesia yang hampir semuanya TKW dan hanya ada sedikit wisatawan dalam kelompok, kami mendarat di Hong Kong International Airport, pk. 15.30 (waktu setempat sesuai dengan WITA). Bandaranya sangat besar, sibuk, sejuk dan modern. Bandara tersebut terletak di Pulau Lantau, di sebalah barat Pulau Hong Kong. Bandara ini mulai dibuka pada bulan Juli tahun 1998, proses pembangunannya menghabiskan anggaran HK$ 155 milyar, termasuk jembatan gantung penghubungnya yang elok (Tsing Ma Bridge), luas terminal penumpangnya 550.000 m2 dan panjang landas pacunya 1.300 m, merupakan bandara berkapasitas kargo terbesar di dunia dengan 2,1 juta ton kargo per tahun. Hong Kong International Airport termasuk dalam daftar Guinness Book of World Records sebagai bandara dengan terminal terbesar di dunia dan bandara terbaik di seluruh dunia selama 5 tahun berturut-turut. Kami kesulitan mencari bagasi, sebab ada 10 eskalator koper yang beroperasi secara bersamaan. Sebenarnya ada pengumuman di layar televisi datar yang sangat besar, tetapi kami tidak melihatnya, maklum tidak ada model pengumuman yang dibacakan, semua harus dibaca sendiri. Setelah itu, kami mencari tiket Airport Express Train, kereta api super cepat yang lewat setiap 12 menit. Dengan tiket seharga HK$ 160 untuk berdua, kami menikmati perjalanan dengan kereta api yang bersih, senyap, dingin dan sangat cepat.

100_1729

Saat sampai di stasiun Central Hong Kong, tulisan Hong Kong abjad Latin dan Kanji

HCEC

Survei tempat konggres, Hong Kong Covention & Exibition Center

Rute kereta tersebut adalah dari Asia World Expo di ujung barat Pulau Lantau, terminal Airport, Pulau Tsing Yi, Kowloon di semenanjung dan terakhir ke Central Station di ujung barat pulau Hong Kong. Jadwal kereta sangat ketat, setiap 12 menit sekali kereta akan lewat terminal airport dan memerlukan 24 menit untuk sampai Hong Kong Station di Central District. Rute perjalanan kereta ini melewati jembatan penghubung Tsing Ma Bridge. Jembatan ini juga masuk dalam daftar Guinness Book of Records sebagai jembatan gantung yang berisi jalan dan rel kereta api terpanjang di seluruh dunia. Panjang bentangan di atas airnya mencapai 1.377 m dan total panjangnya mencapai 2,2 km. Jembatan ini merupakan jalur utama yang menghubungkan Hong Kong International Airport dengan Pulau Hong Kong itu sendiri. Sesampai di stasiun Central Hong Kong, diselingi foto berdua di dekat tulisan Hong Kong dalam abjad Latin dan Kanji, kami teruskan perjalanan dengan taxi. Di Hong Kong semua taxi adalah sedan Toyota Crown COMFORT berbahan bakar gas, sedan besar besar berwarna merah, bertarif argo dan bersopir Cina kekar, maklum tugasnya berat, termasuk mengangkat kopor besar para penumpangnya. Sopir taxi agak kesulitan mencari hotel kami, Harbour View International House, sebab letaknya nylempit. Untunglah segera ketemu setelah bertanya 2 kali. Harbour View International House beralamat di 4 Harbour Road, Wanchai, Hong Kong.

100_1767

Saat pembukaan konggres, berfoto sebelum mulai

Kowloon

Istirahat pertama di hari kedua konggres, jalan-jalan ke Kowloon

Hari berikutnya kami jalan-jalan di dalam kota. Pertama mencari Octopus Card, sebuah kartu elektronik yang dapat digunakan untuk berbagai transaksi, dengan menempelkannya di Octopus Card Reader dalam waktu 0,3 detik, terutama pembayaran alat transportasi, misalnya bis kota, taxi, trem (tram maupun the peak tram) dan juga kereta api, baik KCR (Kowloon Canton Railway), AEL (Airport Express Line) atau MRT (Mass Transit Railway). Kami membelinya di stasiun MRT yang terdekat dengan hotel kami, yaitu di stasiun Wan Cai seharga HK$ 150 per kartu. Pertama kali kartu tersebut kami gunakan untuk perjalanan ke North Point Market di ujung timur Pulau Hong Kong dengan menggunakan trem listrik. Trem ini merupakan alat transportasi tertua di seluruh Pulau Hong Kong, dibangun pada tahun 1904 dengan 3 jalur utama, yaitu antara Kennedy Town ke Happy Valley atau Shau Kei Wan, dan dari Western Market ke North Poin dengan tarif HK$ 2. Rute trem sejak awal adalah jalan-jalan di pusat keramaian bisnis di sepanjang pantai utara Pulau Hong Kong. Dari jendela di lantai atas trem tersebut, kami melihat keramaian di kiri dan kanan jalan yang sangat luar biasa. Semua bangunan di pinggir jalan utama digunakan sebagai toko, atau tempat usaha, baik barang maupun jasa. Hal ini memperkuat citra Hong Kong sebagai kota toko. Setelah belanja jam, souvenir khas dan buah-buahan segar di North Poin Market, kami meneruskan ke Tin Hau Tample yang dibangun tahun 1868, dipersembahkan kepada dewa laut, dibangun di atas bukit batu granit yang menghadap ke laut.

Trem

Trem alat transportasi tertua di seluruh Pulau Hong Kong, dibangun pada tahun 1904

Tin Hau Temple

Tin Hau Tample yang dibangun tahun 1868, dipersembahkan kepada dewa laut

Selanjutnya kami mengunjungi The Legislative Council Building, sebuah bangunan yang dibuat sejak tahun 1899 diresmikan oleh Sir Frederick Lugard, Gubernur Hong Kong pada 15 Januari 1912. Lanjut ke Western Market dan makan siang di Harmony Restaurant dengan menu Ham omelette, Sliced Beef Noodle dan Bread W/Butter. Setelah itu kami mencoba naik MRT Island Line dari stasiun Sheung Wan dan turun di stasiun Central. Di situ kami melewati interchange untuk berganti MRT Tung Chung Line menuju Lantau Island. Kami harus melewati stasiun Kowloon, Olympic, Nam Cheong, Lai King, Tsing Yi, Sunny Bay yang terdapat interchange menuju Disneyland Resort. Kowloon, Olympic, Nam Cheong dan Lai King berada di semenanjung Kowloon dan New Territories di Cina daratan, Tsing Yi berada di Pulau Tsing Yi yang memiliki interchange dengan Airport Express Line.

Legislative Council

The Legislative Council Building, diresmikan oleh Sir Frederick Lugard, Gubernur Hong Kong pada 15 Januari 1912

MRT Disneyland

MRT khusus ke Disneyland, dengan ciri Mickye Tikus sebagai maskot untuk lobang jendela dan pagangan penumpang

Kami turun di Sunny Bay dan berlanjut menggunakan Disneyland Resort Line, sebuah MRT khusus ke Disneyland. Sayang sekali, sesampainya di gerbang Disneyland hujan turun deras sekali, sehingga kami hanya di stasiun saja, tanpa keluar kompleks. Kami kembali ke stasiun Sunny Bay untuk mencari bis menuju patung Buddha (Tian Tan Buddha Statue) yang dilengkapi dengan rumah makan vegetarian di bawah patung (Hong Kong Po Lin Monastery) seharga HK$ 30. Sayang sekali, kami sudah terlalu sore sampai di sana, sekitar pk 16.00 waktu setempat, sehingga kabut tebal sudah menyelimuti seluruh alam, bahkan jarak pandang hanya sekitar 10 m. Rugi sekali, sebab patung raksasa Sang Buddha jadi tidak terlihat dengan jelas. Kami memaksakan diri berfoto sebentar, lalu mencari cindera mata khas Buddha. Patung berbahan baku tembaga ini seberat 250 ton dan menjulang setinggi 34 m dan dikenal dengan Buddhist Kingdom in the South atau Sakyamuni Buddha. Kami pulang menyusuri jalur yang sama, menggunakan bis no 23 yang menghubungkan Tung Chung dengan tarif HK$ 30 pulang pergi. Di interchange Tung Chung kami beralih ke MRT dari bis tersebut. Kami tidak jadi menikmati Ngong Ping Skyrail atau cable car, sebab sudah terlalu sore. Skytrail ini memanjang pada jalur 5,7 km dengan jumlah 112 kabin, menghubungkan Ngong Ping di puncak gunung dengan Tung Chung di dekat pantai dan memungkinkan penumpang untuk melihat pemandangan panoramik 360 derajad ke seluruh Pulau Lantau, termasuk Tian Tan Big Buddha, flora dan fauna di North Lantau Country Park, teluk Tung Cung, Hong Kong International Airport dan ke arah Laut Cina Selatan termasuk atraksi ikan lumba-lumba (Indo Pacific Humpback Dolphin) dengan warna pink yang khas, sewaktu turun ke Tung Chung.

100_1758

Tian Tan Buddha Statue yang sangat besar dengan menu vegetarian di Po Lin Monastery yang tertutup kabut tebal

Bis Kota

Bis kota di Hong Kong, meski besar dan tingkat namun tetap ngebut, lha wong aman di jalurnya masing-masing

Dari Tung Cung, kami kembali ke pulau Hong Kong, lalu naik trem ke arah North Point untuk makan di Rumah Makan SEDAP GURIH, sebuah restoran Indoneisa di sekitar Jardine’s Bazaar, dekat dengan Victoria Park, tempat favorit orang Indonesia, terutama sesama TKW dengan berbagai gaya, berkumpul. Di lapangan tersebut, terdapat 3 lapangan futsal dengan pencahayaan yang terang, juga tempat orang duduk-duduk yang dilengkapi spanduk bertuliskan bahasa Mandarin, Inggris dan juga Indonesia tentang larangan membuang sampah sembarangan dengan dendanya yang besar.

Paginya kami belanja ke Stenly Market yang masuk wilayah Southern, di ujung selatan pulau Hong Kong, melewati Repulse Bay yang pantainya berpasir putih, tempat para wisatawan menikmati rekreasi bahari. Stenley Market adalah pasar khusus wisatawan, dari seluruh dunia. Hampir tidak ada pembelinya yang warga lokal, meskipun banyak penduduk tinggal di apartemen baru di sekitar situ. Pulangnya kami naik bis kota lagi, turun di Causeway Bay, untuk makan menu Indonesia lagi di Jardine’s Bazaar, dekat dengan jembatan penyebarangan yang berbentuk bunga teratai, seperti Jembatan Semanggi yang khas di Jakarta. Menu Indonesia menjadi pilihan kami, sebab dengan harga yang sama (sekitar HK$ 40), kami tidak bingung memilih dan dapat kenyang, sangat berbeda dengan menu lokal yang aneh dan tidak langsung dapat diterima sang perut. Setelah kenyang kami menikmati perjalanan dengan trem bertarif HK$ 2 sampai ke Kennedy Town di ujung barat pulau Hong Kong, dengan banyak apartemen tempat tinggal awal para penduduk Hong Kong yang masih memilihara tradisi Cina kuno, termasuk toko-toko penjual rempah-rempah untuk obat Cina. Semua tempat di sepanjang jalan, merupakan tempat berjualan, baik barang maupun jasa. Kehidupan yang bertumpu pada bisnis atau perdagangan, merupakan ciri khas masyarakat Hong Kong, termasuk jalan utama Des Voeux Road West, jalan yang sangat padat.

Apartemen lama

Apartemen penduduk Hong Kong tipe lama, dengan kekumuhannya di Kenendy Town

Apartemen Baru

Apartemen penduduk tipe baru, dengan nilai artistik tinggi, bersih dan mentereng

Sorenya kami mencoba naik feri The Star Ferry & Co dari pelabuhan Wan Chai Pear menuju pelabuhan Hung Hom di semenanjung Kowloon seharga HK$ 2,2 menyebrangi arus deras Victoria Harbour, selama 8 menit. Sesampai di seberang, masuk lagi ke mal di Star House dan Harbour City. Mal ini persis di tepi pantai dan menyatu dengan pelabuhan feri dan terminal bis kota, tempat orang dapat bersantai melihat panorama Hong Kong di seberang laut, yang sangat indah, terutama saat malam dan bermandikan cahaya lampu.

100_1747

Suasana keramaian yang teratur di Hong Kong, akan ke Huang Gang Border, perbatasan Cina daratan.

Hong Kong malam

Hong Kong bermandi cahaya lampu, terlihat dari pelataran Star House di Kowloon saat hari mulai malam

Paginya kami naik bis ke Huang Gang Border, dekat Shen zhen, sebuah kota di daratan Cina yang paling selatan, bertarif HK$ 45, yang berangkat tepat waktu, setiap 30 menit. Kami melewati terowongan bawah laut (Cheung Tsing Tunel) untuk masuk wilayah Kowloon, pelabuhan petikemas raksasa di kiri jalan, apartemen menjulang di kanan jalan tol yang rapi. Setelah melalui pemeriksaan petugas imigrasi Hong Kong di perbatasan, perjalanan dilanjutkan dengan ganti bis dari perusahaan yang sama, menuju kantor imigrasi Cina di Huang Gang dalam waktu 3 menit perjalanan. Para pendatang diharuskan memiliki visa, namun dapat juga mengurus visa di tempat kedatangan (visa on arrival) di Huang Gang, tetapi kantor imigrasi baru buka jam 9 pagi, sehingga kami terpaksa menunggu hampir 1 jam. Biaya mengurus visa tinggal selama 5 hari di Cina adalah HK$ 150 per orang. Sejak sampai di Huang Gang ini, kamera foto tidak boleh difungsikan, sehingga dokumentasi kami bukan data gambar, namun hanya narasi saja.

Perjalanan kami teruskan dengan taxi sebuah sedan VW Santana dari gerbang imigrasi Huang Gang untuk masuk kota Shen zen. Sopir taxi tidak dapat berbahasa Inggris, meskipun hanya sepotong, juga tidak dapat membaca huruf latin, meskipun hanya sehuruf. Untunglah masih cukup cerdas, buktinya kami diajak masuk sebuah hotel dan ketika petugas hotel menghampiri kami, dialah yang menjadi penerjemah bahasa dan aksara. Kami turun di Lu Wo shopping mall yang menyediakan berbagai barang murah bertarif Yuan, mata uang lokal RRC. Suasananya mirip di Indonesia dan sangat berbeda dengan Hong Kong, yaitu panas, kotor, semrawut dan banyak pengemis. Barangkali, itu adalah salah satu alasan mengapa penduduk Hong Kong yang lebih modern, menolak reunifikasi (penyatuan) mereka dengan Cina daratan.

Gedung Gada

Gedung berarsitektur gada, kecil di bawah, membesar di atas. Bercita rasa tinggi.

Victoria Harbour

Hong Kong dari Victoria Harbour saat mendung tebal

Dari Lo Wu shopping mall, kami tinggal menyeberang untuk masuk ke kantor imigrasi dan keluar dari wilayah Cina daratan. Di seberang mall sudah wilayah Hong Kong dan kami segera naik KCR East Rail bertarif HK$33 ke East Tsim Sha Tsui, melewati Kowloon Tong, langsung masuk ke areal interchange dengan MTR Tseun Wan Line untuk menyeberang Victoria Harbour ke Hong Kong Island. Dari East Tsim Sha Tsui dengan MRT Tseun Wan Line lanjut ke Admiralty Station, stasiun kereta terdekat di wilayah Pulau Hong Kong, diteruskan dengan tram listrik bertarif HK$2 menuju Western Market untuk makan di Solo Indonesian Restaurant di 1/F San Toi Bldg, 139 Connaught Road, Central, HK. Meskipun semuanya menu Indonesia, tetapi hampir semua pembelinya adalah orang Hong Kong. Kami pulang ke hotel dengan trem dari Western Market di dekat restoran tersebut menuju stasiun Wan Chai dan turun di dekat Chinese Methodist Church. Setelah mandi dan check out hotel, kami menggunakan taxi bertarif HK$ 30 untuk menuju Central Station dan melakukan city check in penerbangan di situ. Dengan demikian kami naik Airport Express bertarif HK$ 80 per orang dengan santai, sebab kopor-kopor besar kami sudah diurus maskapai. Sesampai di bandara, kami urus pengembalian (refund) Octopus card di petugas, untunglah kami masih punya sisa HK$ 130 dari 2 kartu. Perjalanan Dari Hong Kong kembali ke Indonesia sungguh sangat menyenangkan, meski tidak cukup menarik untuk dituliskan. Total perjalanan ini relatif murah, sebab meskipun menghabiskan dana sekitar 1 bulan gaji bersih pegawai negeri di Indonesia dengan 15 tahun masa kerja, namun hanya setara dengan 50% gaji TKW Indonesia di Hong Kong, sebagai pembantu rumah tangga selama 4 tahun.

sekian

*) pelancong dari tanah Jawa yang hampir tersesat di Hong Kong

Categories
dokter Healthy Life Istanbul Jalan-jalan sejarah ziarah

2007 PETUALANGAN DI SPANYOL

PETUALANGAN DI SPANYOL

fx. wikan indrarto dan b. sari prasetyati*)

Perjalanan peziarahan ke Fatima, Portugal utara, pada 10 Oktober 2007 pagi kami teruskan dengan petualangan memasuki negeri Spanyol dengan bis pariwisata melalui jalan bebas hambatan dari Coimbra, kota besar di Portugal utara ke arah Salamanca, kota di Spanyol barat laut. Meskipun di jalan tol, ada aturan bahwa kecepatan bis maksimal 100 km/jam, pengemudi dibatasi jam kerja maksimal 12 jam sehari, bekerja sendiri tidak menggunakan asisten, untuk memudahkan mencari lokasi menggunakan fasilitas alat GPS (Global Posisioning System) tanpa pulsa, yang saat itu GPS belum lumrah di Indonesia. Untuk bis buatan sebelum tahun 2006 ada pencatatannya dengan disc, dan bis buatan setelah tahun 2006 menggunakan chip komputer, untuk memantau aktivitasnya maksimal 12 jam sehari boleh jalan, dan mesin akan mati sendiri apabila melampaui batas waktu. Kami menikmati perjalanan dengan bis pariwisata seperti itu.

baca : https://dokterwikan.com/2018/03/05/2007-mengenang-bunda-maria-di-fatima/

Tujuan petualangan kami adalah Madrid, ibukota Kerajaan Spanyol. Asal nama kota Madrid adalah Majerit yang dalam bahasa Arab berarti tempat yang banyak airnya. Madrid adalah kota di dataran tinggi yang berlimpah persediaan airnya. Sejak tahun 1139 oleh Raja Alfonso I dijadikan ibukota Spanyol, setelah membebaskannya dari bangsa Moor yang muslim dan berpenduduk 450 ribu jiwa. Perbatasan negara antara Portugal dan Spanyol saat ini hanya berupa papan nama kecil dan bekas pintu gerbang tol untuk pemeriksaan imigrasi yang sudah tidak digunakan lagi, terletak di sekitar kota Salamanca. Espanya (E) atau Spanyol, aslinya Espania sebutan yang diberikan oleh bangsa Romawi yang menguasai mereka pada abad ke 3. Spanyol adalah negara ke 3 terbesar di Uni Eropa, setelah Perancis dan Jerman.

Bis pariwisata Spanyol, menjemput kami di Portugal melalui jalan tol internasional

Istirahat sejenak setelah melewati perbatasan Spanyol dengan Portugal

Spanyol menjadi penghubung antara benua Afrika dan Eropa, sehingga menjadi daerah penting dan menjadi jembatan perdagangan sejak jaman dahulu. Penduduknya 41 juta jiwa, tetapi jumlah turisnya dapat mencapai 50 juta jiwa, atau melebihi jumlah penduduknya. Mereka pada umumnya mengunjungi kota Madrid, Barcelona dan Valencia. Selain kota atau tempat wisata, juga ada tempat ziarah agama Katolik seperti Loyola dan Avila. Spanyol, dan juga Portugal tetangganya, terletak di Peninsula (semenanjung) Iberia, pada daratan Eropa yang menjulur mengarah ke benua Afrika. Jenderal Fanco pada tahun 1975 bertindak sebagai diktator militer terakhir di Spanyol. Setelah Jenderal Franco mundur, Spanyol kemudian menjadi kerajaan dengan rajanya Juan Carlos I. Yang terkenal dari Spanyol adalah Real Madrid, sebuah klub sepakbola profesional yang terkaya di seluruh dunia, tarian flamengo dan atraksi matador melawan banteng. Banteng yang digunakan minimal berumur 4 tahun, jantan, sehat dan dikembangkan di peternakan, bukan banteng liar. Atraksi menarik ini hanya berlangsung pada bulan Maret sampai Oktober setiap tahunnya. Sayang, pada saat ini kami tidak ada jadwal menikmati kedua hal yang terakhir itu.

Bis wisata tingkat yang tanpa atap, fasilitas city tour di Madrid yang digemari para wisatawan

Poster Rafael Nadal yang sangat besar, petenis top asal Spanyol juara ATP Master

Kami memasuki kota pertama di dekat perbatasan, yaitu Salamanca, pada tengah hari. Salamanca dibaca sebagai Salamangka, adalah kota budaya sejak abad 12, berpenduduk sekitar 160.000 jiwa. Don Quijote, yang dibaca sebagai Don Kiote, adalah tokoh pahlawan Spanyol yang terkenal yang berasal dari kota yang dibelah sungai Tormes. Orang Eropa selatan, seperti Spanyol dan Portugal tidak terlalu tinggi, bila dibandingkan orang Eropa barat, tetapi berkulit putih bersih. Ada istilah ‘siesta’, kebiasaan tidur siang pada jam 2-5 siang, sehingga semua aktivitas dihentikan sementara, bahkan banyak toko-toko tutup. Kami makan siang sebelum siesta di Restaurante El Bardo Salamanca. Ada istilah dalam Bahasa Spanyol yang selalu kami ingat untuk toilet yang disebut aseos, yaitu caballeros untuk laki-laki dan senoras untuk wanita. Perjalanan dilanjutkan sampai Madrid dan kami mencapainya pada sore hari untuk menginap di Foxa 32 C/ Agustin de Foxa, 32, 28036, Madrid

Tanda lalu lintas yang penuh warna, dalam bahasa setempat yang informatif

Monumen Don Quijote, pahlawan legendaris negeri Spanyol di taman kota Madrid

Pagi berikutnya 11 Oktober 2007, kami mengunjungi Toledo, sebuah kota kuno nan artistik, 100 km selatan Madrid. Di Toledo kita dipuaskan dengan hasil karya pelukis besar Spanyol abad 18, El Greco. Bangsa Romawi yang menguasai Toledo dipaksa keluar pada tahun 213 karena ditaklukkan bangsa Moor yang muslim. Yang luar biasa sejak saat itu adalah munculnya kebersamaan dan toleransi yang tinggi antara umat muslim, kristen dan Yahudi, sehingga ada masjid, gereja dan sinagoga yang besar, megah dan saling berdekatan secara damai. Kota ini dibangun di alam perbukitan secara bertahap dari bagian bawah sampai atas. Puncaknya adalah El Alcazar atau Alkazhar yang dibangun pada masa Raja Carlos V yang adalah benteng besar di atas bukit, dan sekarang menjadi kawasan kota tua Toledo yang mempesona. Masyarakat kebanyakan yang asli Toledo adalah pande besi, ahli pembuat senjata dari logam seperti pedang, tombak, perisai sampai baju besi perlengkapan perang Ksatria Templar yang saat ini miniaturnya menjadi cinderamata khas Toledo. Kota ini dibelah oleh Sungai Tajo atau Tego, yang merupakan sungai terpanjang di Eropa karena mencapai lebih dari 1.000 km sampai ke Lisabon dan masuk ke Samudera Atlantik. Bangsa Moor atau Arab secara efektif menguasai kota ini mulai pada abad 8 selama 3 abad.

Tembok kota tua Toledo dibangun pada abad 16 di sisi utara, sedangkan di selatan dilindungi oleh aliran deras sungai Tego, sehingga membuat Toledo menjadi sebuah kota yang sangat strategis dan aman. Ada lapangan besar di tengah kota yang pada awalnya dahulu digunakan untuk tempat ekskusi para tahanan, sementara sekarang menjadi areal pedestrial yang padat wisatawan. Selain beteng Alkhazar, di kompleks kota tua Toledo juga ada sebuah katedral (gereja besar) yang megah dan terbesar kedua di seluruh daratan Spanyol setelah katedral Sevilla, berarsitektur murni Gothik yang menjulang, dibangun mulai tahun 1226 dan baru lengkap setelah 500 tahun kemudian. Yang khas adalah gambaran pengaruh setiap era pemerintahan dapat dilihat pada semua ornamen katedral. Sebagai contoh adalah Ruang Paduan suara yang bergaya barok dengan kombinasi gaya neo gothik, dibuat dari batu alabaster sesuai dengan gambaran Bait Allah pada Perjanjian Lama. Selain itu, juga bangku kayu untuk umat yang dibuat pada abad 15 dan gambar peperangan antara umat muslim dan kristen dalam Perang Salib, terutama peperangan untuk merebut kota terakhir di daratan Spanyol dari kaum muslim yaitu Granada. Ada patung Bunda Maria yang tersenyum buatan abad 13 dari bahan marmer putih, merupakan patung Bunda Maria menggendong bayi Yesus satu-satunya di dunia, dengan ekspresi tersenyum. Selain itu, ada altar dengan hiasan terbaik di seluruh daratan Spanyol yang terbuat dari kayu dan dilapis atau dilumuri emas. Setiap gambar pada dinding dan atap katedral menceritakan kehidupan Yesus dalam berbagai adegan, seperti sebuah rangkaian film, dengan ukuran gambar dan patung yang semakin ke atas dibuat semakin besar, sehingga nampak jelas meski dilihat dari tempat duduk umat. Pengaruh yang sangat kuat adalah gaya Barok dari abad 15, baik pada patung maupun relief marmer putih asli dari Italia. Ruang besar yang sangat menarik adalah ruang pamer, sebab di situ ada lukisan El Greco, pelukis terkenal Spanyol, Rafael dari Italia, sampai lukisan indah di atap yang dibuat pelukis cepat Luka Yordano dari Italia, yang melukis semua atap hanya selama 1 tahun saja, sebab dia melukis dengan ke 2 buah tangannya secara simultan. Lukisan terdindah dan satu-satunya di dunia adalah ke12 lukisan foto wajah para murid (Rasul) Yesus yang dilukis El Greco. Lukisan yang paling baik dan merupakan masterpiece adalah lukisan tentara Romawi yang melucuti pakaian Yesus saat akan disalibkan. Sayang sekali, semua keindahan tersebut tidak boleh difoto, untuk menghindari plagiatisme lukisan.

Panoramik kota tua Toledo, Spanyol dengan katedral dan benteng Alkazar di kejauhan

Ksatria Templar, pasukan Perang Salib dengan senjata dan baju baja dari Toledo

Ruang selanjutnya yang kami kunjungi adalah Ruang Harta Karun, yang dibangun persis di bawah menara lonceng katedral. Dinamakan demikian sebab di dalam ruangan tersebut ada tersimpan benda-benda dengan nilai finansial sangat tinggi yang dipersembahkan oleh orang-orang kaya, sebagai donasi. Selain itu juga tersimpan salib dan cincin milik kardinal atau paus, juga duplikat kitab suci dalam bentuk dan ukuran yang sama persis, sebab yang asli sudah berumur 700 tahun dan berasal dari Perancis. Harta yang paling mahal yang tersimpan di situ adalah menara persembahan yang terbuat dari emas dan perak buatan abad 15 dan 16, seberat 200 kg. Menara persembahan tersebut disebut juga ‘corpus christi’, sebab di bagian tengahnya ada mangkok kaca yang sering diisi oleh hosti suci, lambang tubuh Yesus. Menara tersebut masih selalu digunakan pada parade perarakan tubuh Kristus pada minggu I setiap bulan Juni. Selain itu masih ada juga mahkota ratu atau permaisuri buatan abad 15 dan 16 dengan bahan perak, emas dan mutiara, yang pada awal pembuatannya dirancang untuk ratu yang berpola terbuka, tetapi pada akhirnya rancangan tersebut diteruskan untuk Bunda Maria yang yang berpola tertutup. Kami juga tidak dijinkan untuk mengambil foto semua benda tersebut. Perjalanan kami lanjutkan ke Gereja Santo Tomas, sebab di dalamnya berada gambar yang jadi masterpiece pelukis hebat El Greco di atas kanvas besar dengan cat minyak dan lukisan tersebut tidak pernah berpindah tempat sejak semula. Gambar tersebut melukiskan tentang kejadian yang terjadi pada tahun 1323.

Terlihat adanya utusan dari sorga, yaitu Santo Stefanus yang di sebelah kiri dan Santo Agustinus yang memakai topi, keduanya sedang menguburkan sesosok jenazah. Itu adalah jenazah Walikota Orga Don Gonzalo Ruiz De Toledo yang dicintai rakyatnya dan dikatakan selalu berbuat baik. Di bagian atas digambarkan situasi surga, yaitu Yesus dengan baju putih, Bunda Maria, Santo Petrus dan Santo Yohanes Pembaptis. Sekali lagi sayang sekali, semua keindahan tersebut tidak boleh difoto, untuk menghindari plagiatisme lukisan.

Setelah itu, perjalanan kami lanjutkan dengan menyusuri lorong sempit untuk mencapai sebuah sinagoga. Di dalam kota tua Toledo terdapat bekas sinagoga (tempat beribadat umat) Yahudi yang sekarang digunakan untuk museum dan tidak lagi dipakai sebagai tempat ibadah. Banyak orang akan mengira bangunan tersebut adalah masjid, sebab bentuknya sangat mirip. Gereja, sinagoga dan masjid yang ada di Toledo semua dibangun oleh tenaga kasar orang-orang Arab, sehingga bentuknya sangat mirip. Orang Islam, Kristen dan Yahudi di sana sangat toleran dalam keseharian selama lebih dari 3 abad. Pada abad 15 ada 10 sinagoga, sekarang hanya tinggal 2 buah yang dapat dikunjungi wisatawan. Gereja Santa Maria Lablanca (yang berarti putih) digunakan sebagai nama pada sinagoga mayor (terbesar di seluruh Eropa) ini. Gedung ini sangat unik, sebab namanya Kristen, bangunannya berarsitektur Islam (Arab), tetapi digunakan untuk umat Yahudi, sehingga merupakan simbol toleransi. Di situ dapat dilihat tiang-tiangnya yang berbentuk 8 sisi gaya muslim (oktagonal), bukan 6 sisi gaya Yahudi (Bintang Daud).

Katedral besar di Toledo yang indah, hanya boleh difoto bagian luarnya saja

Jembatan di atas sungai Tejo, dibuat abad 14 untuk jalan keluar dari kota Toledo

Kota Madrid berada 660 m di atas laut dan merupakan ibukota negara Eropa yang tertinggi di atas permukaan laut. Madrid dari bahasa Arab ‘Majerid’ yang berarti tempat yang banyak air, sebab sekitar 40% daerahnya merupakan penghasil air. Selain itu, Madrid juga dikenal sebagai kota ke 2 yang merupakan ibukota negara Eropa yang memiliki berbagai jenis pohon atau tumbuhan paling banyak. Warga kota utama Madrid sebanyak 3 jutaan,sedangkan sebanyak 5 jutaan warga yang lain mendiami kompleks di pinggiran kota utama. Real Madrid adalah sebuah klub sepak bola profesional yang didirikan pada tahun 1914, memiliki sebuah stadion sangat megah di tengah kota, dapat menampung sampai 90 ribu orang penonton sekaligus, dibuat dari bahan semen semua, dilengkapi dengan sistem pemanasan di bawah lapangan, agar rumputnya tetap hidup baik di sepanjang musim dingin.

Selain itu kami juga melihat sebuah gedung bertingkat 48 dengan dinding bertuliskan banyak angka-angka tahun penting, dibuat dengan arsitektur dan material khusus, oleh karena dibangun tepat di atas dan berdekatan dengan stasiun kereta bawah tanah (subway) yang memiliki goncangan sangat besar secara terus menerus. Selanjutnya kami melihat Columbus Stadium, bangunan ini digunakan untuk menghormati peristiwa penemuan benua Amerika oleh Christopher Columbus pada tanggal 12 Oktober 1492. Sejak itu selalu dilakukan berbagai carnaval dengan tujuan Taman Penemuan (Discovery Resort) pada setiap tanggal 12 Oktober, juga sekaligus untuk menghormati Bunda Maria.

Suporter Jawa di Santiago Barneube, milik klub sepak bola Real Madrid yang megah

Istana Raja Spanyol di pusat kota Madrid dengan 2800 buah kamar

Kami juga mengunjungi Royal Palace atau Istana Raja di tengah kota Madrid, yang pada awalnya berupa benteng pasukan bangsa Moor pada tahun 711. Setelah dikuasasi oleh Raja Philip V, dibantu Sabatini, arsitek Italia, yang membangun selama rentang 26 tahun dan mencapai 2.800 kamar. Sejak tahun 1764 sampai 1971 selalu digunakan untuk tempat tinggal raja dan keluarganya dari Dynasti Bourbon, yang memerintah Kerajaan Spanyol. Keindahan istana tersebut, juga kekayaan artistik ataupun finansialnya sama sekali tidak dapat kami ambil fotonya. Penjagaan sangat ketat dan para wisatawan dilarang keras mengambil foto. Setiap kamar dalam istana yang indah itu, dipenuhi oleh benda-benda seni, baik patung, lukis, tata ruang maupun seni pencahayaan yang sangat indah sekali, tidak terlukiskan dengan kata-kata.

Espana a Calvo Sotelo patung batu di antara 2 gedung miring dekat Chamartin, Madrid

Gran Via dekat Plaza Mayor, di Madrid Spanyol, tempat belanja yang sangat luas dan penuh gaya.

Kami melanjutkan perjalanan dalam kota Madrid, Spanyol dengan melihat Gran Via, Catedral de la Almudena, Plaza de Cibeles, Plaza Mayor, Estacion de Atocha, Estadio Santiago Bernabeu, Fuente de Cibeles, Iglesia Catedral de Las FAS (Fuerzas Armadas de Espana), patung Espana a Calvo Sotelo, patung di antara gedung miring Realia di dekat terminal Chamartin. Bangunan antik di Gran Via dan gedung miring Realia dapat kami foto untuk kenangan, meskipun agak kesulitan proses pengambilannya. Maklum, kedua daerah tersebut sangat padat wisatawan yang sering kali juga berfoto bersama di lokasi tersebut. Istilah dalam Bahasa Spanyol yang sampai sekarang kami ingat terus misalnya Prohibido Fumar (dilarang merokok) dan Gracias por su visita (terima kasih atas kunjungan anda). Setelah berkemas, kami pulang dengan pesawat KLM ke Jakarta melalui Amsterdam dan Kuala Lumpur seperti saat kami berangkat tempo hari. Perjalanan pulang sangat terasa membosankan, sebab petualangan kami rasanya belum cukup. Demikianlah ziarah yang dilengkapi dengan petualangan di tahun ini, telah diselesaikan dengan baik. Disampaikan banyak terima kasih, kepada para eyang yang telah menjaga anak-anak selama kami pergi. Juga para pembaca sekalian yang kami harapkan akan tergugah semangatnya untuk melakukan perjalanan dan mencatatnya secara detail, serta menuliskan ceritanya seperti kami, agar kita saling melengkapi informasi. Amin.

sekian

*) peziarah sekaligus pelancong dari tanah Jawa

perjalanan ke Portugal dan Spanyol ini berlangsung pada 8 sampai 12 Oktober 2007

Disusun di Yogyakarta, setelah kembali ke rumah

Categories
anak dokter Healthy Life sekolah UHC

STIGMA SOSIAL OBESITAS

fx. wikan indrarto*)

Obesitas telah mencapai proporsi epidemik secara global, bahkan setidaknya 2,8 juta orang meninggal setiap tahun, terkait kelebihan berat badan atau obesitas. Di Eropa diperkirakan 23% wanita dan 20% pria mengalami obesitas. Kegemukan dan obesitas merupakan faktor risiko utama untuk sejumlah penyakit kronis, termasuk diabetes, penyakit kardiovaskular dan kanker. Namun demikian, Hari Obesitas Sedunia (World Obesity Day) 11 Oktober 2016 lalu tidak hanya menyoroti aspek medis, tetapi justru  dampak sosial obesitas. Apa yang harus disadari?

Dampak sosial obesitas dari sebuah negara di Eropa barat menunjukkan bahwa 18,7% orang dengan obesitas mengalami stigma. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), stigma adalah ciri negatif yang menempel pada pribadi seseorang karena pengaruh lingkungannya. Bagi anakg dengan obesitas berat, persentase stigmanya jauh lebih tinggi, yaitu mencapai 38%. Seorang dengan obesitas mengalami stigma dari guru, pengusaha mainan anak, petugas profesional kesehatan, media bahkan dari teman sekelas dan keluarga.

Hasil gambar untuk obesitas pada anak

Stigma adalah penyebab dasar terjadinya ketidaksetaraan layanan kesehatan, dan stigma obesitas dikaitkan dengan konsekuensi fisiologis dan psikologis yang signifikan, termasuk meningkatnya depresi, kecemasan, dan penurunan harga diri. Stigma ini justru juga dapat menyebabkan pola makan yang lebih teratur, menghindari aktivitas fisik yang dianjurkan, dan menyulitkan mendapatkan layanan medis. Efek dari stigma atas obesitas dapat sangat parah pada anak. Studi menunjukkan bahwa anak usia sekolah dengan obesitas mengalami kemungkinan 63% lebih tinggi untuk diintimidasi atau di-bully. Ketika anak dan remaja diintimidasi atau menjadi korban karena obesitas mereka oleh teman sebaya, keluarga dan teman, hal itu dapat memicu perasaan malu. Selain itu, juga dapat menyebabkan depresi, harga diri rendah, citra tubuh yang buruk, dan bahkan usaha percobaan bunuh diri.

Hasil gambar untuk obesitas pada anak

Tingkat obesitas anak dan remaja meningkat sepuluh kali lipat dalam empat dekade terakhir. Artinya, 124 juta anak laki-laki dan perempuan di seluruh dunia terlalu gemuk. Di Inggris, satu dari setiap 10 anak muda berusia lima sampai 19 tahun, mengalami obesitas. Selama 4 dekade terakhir, di seluruh Indonesia prevalensi kelebihan BB untuk anak laki-laki 33 kali dan untuk anak perempuan 18 kali lipat lebih banyak. Sebelum tahun 2006, anak gemuk didominasi perempuan, tetapi setelah itu kondisinya berbalik. Riset Kesehatan Dasar 2013 mencatat 18,8% anak umur 5-12 tahun mengalami kelebihan BB. Berdasarkan Profil Kesehatan Indonesia 2016, persentase balita gemuk usia 0-59 bulan menurut indeks BB/TB adalah 4,3 %, terbanyak terdapat di DKI Jakarta, yaitu mencapai 8,1 % balita adalah gemuk.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bias adalah menyimpang dari yang sebenarnya (tentang nilai, ukuran). Bias pada anak gemuk (weight bias) oleh guru, yaitu penilaian guru yang tidak tepat, dapat menyebabkan harapan siswa yang lebih rendah, yang dapat terlihat pada rendahnya hasil pendidikan atau nilai ujian sekolah pada anak dan remaja dengan obesitas. Hal ini selanjutnya dapat mempengaruhi kesempatan dan peluang anak untuk melanjutan jenjang sekolah, dan akhirnya menyebabkan ketidakadilan sosial, dan bahkan penurunan derajad kesehatan. Kebijakan diperlukan untuk mencegah terjadinya korban pada anak dengan obesitas di sekolah, agar orang tua dapat mengadvokasi anak mereka. Bersama dengan guru dan kepala sekolah sebaknya dilakukan program pendampingan anak, untuk meningkatkan kewaspadaan akan bias pada anak gemuk di sekolah.

Hasil gambar untuk obesitas pada anak

Terlalu menyederhanakan penyebab obesitas dan anggapan bahwa solusi yang mudah akan memberikan hasil yang cepat dan berkelanjutan, tidaklah bijak. Misalnya solusi anjuran untuk ‘kurangi makan dan lebih aktif bergerak’, telah terbukti berkontribusi menyebabkan bias pada anak gemuk. Solusi tersebut justru dapat menyebabkan harapan yang tidak realistis, bahkan mengaburkan tantangan dalam mengubah perilaku, yang dapat dialami anak dengan obesitas. Selain itu, solusi yang akan dirumuskan sebaiknya tidak hanya dengan lebih sering berfokus pada diskusi seputar perilaku ataupun kegagalan yang dirasakan anak gemuk, tetapi hendaknya juga mempertimbangkan faktor sosial dan lingkungan yang berpengaruh.

Penting sekali untuk memahami penyebab obesitas pada anak secara individual. Bagi pemerintah, pemahaman tersebut diperlukan untuk menyusun program investasi dan pencegahan personal. Selain itu, juga untuk tindakan intervensi dini guna menghentikan kenaikan berat badan yang mengkhawatirkan. Pada saat yang sama, sangat penting untuk menyadari bahwa pemerintah dan masyarakat memiliki kewajiban etis untuk bertindak atas nama anak, dalam mengurangi dampak buruk, tidak hanya dalam aspek kesehatan, tetapi juga konsekuensi sosial dari obesitas. Kegagalan untuk melakukannya akan berdampak pada modal sosial dan kesehatan generasi mendatang, bahkan akan mampu meningkatkan ketidakadilan.

WHO akan bekerja sama dengan berbagai negara, untuk menghasilkan kebijakan nasional yang tidak hanya mampu mencegah terjadinya obesitas, tetapi juga  mengkoreksi bias gemuk dan stigma sosial obesitas pada anak. Kebijakan tersebut harus dituangkan dalam program kegiatan kesehatan masyarakat secara nasional dalam kebijakan publik, terutama terkait pendidikan dan layanan kesehatan. Selain itu, juga program penelitian ilmiah kedokteran dan sosial lebih lanjut, bahkan pertukaran pengetahuan di tingkat lokal, nasional, dan internasional antar negara. Bersediakah kita terlibat?

Sekian

Yogyakarta, 10 Januari 2018

*) Sekretaris IDI Wilayah DIY, dokter spesialis anak, lektor di FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161, e-mail : fxwikan_indrarto@yahoo.com

Categories
dokter Healthy Life politik

BIOLOGI POLITIK

BIOLOGI POLITIK

fx. wikan indrarto*)

Tahun 2019 adalah tahun politik, karena akan diselenggarakan Pemilihan Presiden (Pilpres) Republik Indonesia, yang diawali dengan Pilkada serentak 2018. Sebagai warga negara yang baik, para dokter di Indonesia tidak boleh tinggal diam dalam peta perpolitikan daerah ataupun nasional. Bagaimana peran dokter dalam menganalisis sikap politik sesama warga bangsa?

Hasil gambar untuk biologi politik

Semua warga bangsa Indonesia dihadapkan dengan pertaruhan politik besar, bukan hanya sekedar menuju demokrasi paripurna, tetapi hal yang tersulit adalah menjaga agar kebhinekaan Indonesia tetap terjaga dengan baik. Pemilihan umum, baik pilkada maupun pilpres saat ini dihadapkan pada tantangan menguatnya politik sektarian berbasis Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan (SARA). Menguatnya politik sektarian menegaskan bahwa Indonesia sebagai sebuah bangsa, masih menghadapi permasalahan kebhinekaan yang terus mengintai dan mengancam. Ancaman tersebut tidak akan pernah berhenti, sampai kesadaran berbangsa dan bernegara dapat secara efektif termanifestasi dalam benak publik secara keseluruhan.

Hasil gambar untuk radikalisme dan terorisme

Selama ini politik sektarian juga menjadi penghalang bagi integrasi politik dalam bingkai kebhinekaan. Mengapa masyarakat Indonesia bisa terjerat dalam pertarungan politik sektarian? Apa yang terjadi sampai bangsa ini memasuki ruang politik yang sangat gaduh? Keduanya adalah pertanyaan besar yang harus dianalisis dari berbagai sudut pandang. Namun demikian, belum banyak dokter yang menyadari bahwa padangan politik sesunguhnya sesuatu yang eksak, artinya bisa diterjemahkan dari sesuatu yang terukur, misalnya dalam beberapa riset kedokteran membuktikan adanya keterkaitan struktur otak dan gen dengan orientasi politik.

Hasil gambar untuk biologi politik

Jurnal ilmiah ‘Current Biology’ Volume 21, 26 April 2011, memuat tulisan Tom Feilden, Colin Firth dan Geraint Rees dengan judul ‘Political Orientations Are Correlated with Brain Structure in Young Adults’. Jurnal yang Published Online 7 April 2011 belum banyak diminati oleh banyak dokter di Indonesia. Para ilmuan dari London College University tersebut menemukan perbedaan struktural dalam otak manusia di Inggris, berdasarkan pandangan politiknya, yaitu liberal atau konservatif. Pelitian ini menggunakan alat Magnetic Resonance Imaging (MRI) untuk memindai otak responden dan dikorelasikan terhadap orientasi politiknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seorang dengan orientasi politik konservatif dan seorang liberal memiliki struktur otak yang berbeda. Meskipun demikian, sebenarnya struktur otak manusia dapat berubah dari waktu ke waktu berdasarkan pengalaman seseorang, sebuah adaptasi yang dinamakan neuroplastisitas.

Hasil gambar untuk biologi politik

Shaw, Christopher, dan McEachern (2001) mendefinisikan neuroplastisitas sebagai konsep neurosains yang merujuk kepada kemampuan otak dan sistem saraf semua spesies, termasuk manusia, untuk berubah secara struktural dan fungsional, sebagai akibat dari input lingkungan. Gagasan ini pertama kali diusulkan pada tahun 1890 oleh William James, tetapi diabaikan selama lima puluh tahun. Orang pertama yang menggunakan istilah ‘plastisitas neuron’ adalah ilmuwan neurosains Polandia, yaitu Jerzy Konorski, sebelum disempurnakan oleh Shaw pada tahun 2001. Meskipun demikian, belum jelas benar apakah perubahan dalam sikap politik seseorang dapat mempengaharuhi perubahan struktur otak. Riset kedokteran seperti ini terus berkembang dan dapat digunakan dalam pemetaan pemilih atau ‘voters’ dalam persiapan pilkada atau pilpres di manapun.

Hasil gambar untuk biologi politik

Evan Charney dan William English pada ‘The American Political Science Review’, Volume 107, Edisi 2 Mei 2013, menuliskan ‘Genopolitics and the Science of Genetics’. Pada tulisan tersebut, dua gen manusia yang dapat memprediksi suara pemilih atau genopolitik, tidak terbukti memiliki hubungan langsung dengan hasil pemungutan suara dalam pemilihan umum. Hasil ini karena dipengaruhi oleh stratifikasi populasi dan variabel bias yang diabaikan. Dengan demikian dari sudut pandang genetika, neuroscience, dan biologi evolusioner, genopolitik masih perlu dikaji lebih lanjut, terkait beberapa prinsip dasar dalam genetika molekuler selama 50 tahun terakhir.

Namun demikian, pada jurnal ‘Current Biology’ edisi 17 Nov 2014, Woo-Young Ahn dan rekan menulis laporan lain dengan judul ‘Nonpolitical Images Evoke Neural Predictors of Political Ideology.’ Ternyata ciri dasar ideologi politik seseorang telah ditemukan terkait secara mendalam dengan mekanisme biologi dasar, yang dapat berfungsi untuk mempertahankan diri terhadap tantangan lingkungan, seperti kontaminasi dan ancaman fisik. Hasil ini mempertanyakan klaim provokatif sebelumnya, bahwa respons saraf terhadap rangsangan nonpolitik (nonpolitical stimuli), seperti makanan haram atau ancaman fisik dapat digunakan untuk memprediksi opini politik (political opinions), seperti sikap terhadap pasangan calon atau partai pengusung dalam pilkada dan pilpres.

Radikalisme dari sisi kedokteran jiwa atau psikiatri, penting dibahas untuk penatalaksanaan paripurna, meskipun sampai sekarang masih diteliti apakah terjadi hanya pada orang dengan gangguan kejiwaan atau hasil proses cuci otak. Scott Antran seorang Antropolog Kognitif dari ‘French National Center for Scientific Research’, mengungkapkan bahwa orang muda memerlukan nilai dan impian. Kesimpulan bahwa ‘the youth need values and dreams’ dimuat dalam The Guardian, koran di Inggris yang terbit Minggu, 15 November 2015. Oleh sebab itu, para pihak yang dapat menawarkan nilai dan impian kepada para pemilih pemula, tentu akan dapat mendulang suara, bukan hanya karena pemilih mengalami gangguan kejiwaan semata, tetapi juga dipengaruhi oleh proses indoktrinasi bertubi.

Hasil gambar untuk biologi politik

Tentu saja para dokter Indonesia harus ikut terpanggil untuk melakukan pendekatan medis dalam perpolitikan nasional. Paling tidak, para dokter seharusnya mengedukasi warga bangsa, agar dapat menangkal pola pikir radikalisasi. Selain itu, juga dengan mengajarkan nilai-nilai rasional seperti agar tetap merasa nyaman dengan ketidaksempurnaan, menoleransi perbedaan, dan tidak mengidealkan sebuah utopia, singkat kata cara ini dinamakan moderasi. Oleh sebab itu, segenap warga bangsa NKRI seharusnya memecahkan masalah dengan instrumen berfikir dan asuhan medis paripurna, yaitu sesuai dengan ideologi dan karakteristik bangsa, berdasarkan Pancasila. Sudahkah para dokter terlibat membantu?

Sekian

Yogyakarta, 9 Januari 2018

*) Ketua IDI Cabang Kota Yogyakarta, dokter spesialis, lektor di FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161, e-mail : fxwikan_indrarto@yahoo.com.

Hasil gambar untuk dr wikan indrarto

wa.me/
wa.me
Halo, ada yang dapat dibantu?