Categories
COVID-19 Healthy Life Pendukung ASI

2021 Tumpas Obesitas

Belajar dari Beberapa Kasus, Ini 4 Cara Cegah Obesitas pada Anak Halaman  all - Kompas.com

TUMPAS  OBESITAS

fx. wikan indrarto*)

Pada hari Kamis, 4 Maret 2021 dirayakan sebagai Hari Obesitas Dunia (World Obesity Day), untuk mendorong solusi praktis dalam membantu orang mencapai dan mempertahankan berat badan yang sehat, melakukan perawatan yang tepat, dan membalikkan krisis dengan menumpas obesitas. Tema peringatan tahun 2021 adalah memerangi akar penyebab obesitas (Let’s work together to combat the root causes of obesity). Apa yang perlu disadari?

.

baca juga : https://dokterwikan.com/2018/01/10/stigma-sosial-obesitas/

.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan obesitas sebagai ‘penumpukan lemak berlebihan yang berisiko bagi kesehatan’. Hidup dengan obesitas menempatkan orang pada risiko yang lebih tinggi dari penyakit berbahaya, termasuk penyakit jantung, diabetes dan beberapa jenis kanker. Orang yang hidup dengan obesitas dua kali lebih mungkin untuk dirawat di rumah sakit jika dinyatakan positif COVID-19. Bahkan obesitas pada anak diperkirakan terjadi lonjakan dan meningkat 60% selama dekade berikutnya, mencapai 250 juta pada tahun 2030. Pada hal, konsekuensi medis dari obesitas akan menelan biaya lebih dari $ 1 triliun pada tahun 2025. Saat ini, sekitar 800 juta orang di dunia hidup dengan obesitas.

.

baca juga : https://dokterwikan.com/2020/12/08/2020-kematian-anak-karena-covid-19/

.

Di banyak negara, orang dengan obesitas secara berulang disalahkan atas kondisi mereka. Terbentuk stigma bahwa obesitas disebabkan karena kegagalan individu, dan menempatkan tanggung jawab pada orang dengan obesitas untuk ‘memperbaikinya’. Hal ini justru dapat merusak kesehatan mental dan fisik, bahkan justru mencegah orang tersebut mencari perawatan medis yang diperlukan. Mengobati obesitas adalah tentang meningkatkan kesehatan secara keseluruhan, bukan hanya tentang mengupayakan kehilangan berat badan.

.

baca juga : https://dokterwikan.com/2020/03/19/2020-pajak-gemuk/

.

Tingkat obesitas anak meningkat hampir dua kali lipat setiap 10 tahun. Kondisi ini sangat mempengaruhi kesehatan fisik, sosial, emosional, kesejahteraan, dan harga diri anak. Hal ini juga terkait dengan prestasi akademis yang buruk, bahkan kinerja dan kualitas hidup yang lebih rendah. Dengan demikian pencegahan dan pengobatan sangat penting untuk menghentikan peningkatan global dalam obesitas pada anak.

.

Anak yang hidup dengan obesitas sering kali diberi tahu bahwa jawabannya adalah ‘makan lebih sedikit, bergerak lebih banyak’. Namun demikian, mengatasi obesitas bukan hanya soal pola makan dan olahraga. Saat kita memberi tahu orang untuk ‘makan lebih sedikit, bergerak lebih banyak’, kita sebenarnya mengabaikan faktor penting lainnya. Padahal latihan fisik meskipun memegang peranan penting dan merupakan bagian dalam kesehatan secara keseluruhan, namun hal itu bukanlah faktor yang signifikan dalam mengelola obesitas. Daripada menyalahkan individu atas penyakit mereka, kita harus mendorong pemerintah dan pembuat kebijakan untuk mengatasi akar penyebabnya. Selain itu, juga meningkatkan aktivitas fisik sejak bayi, untuk mencegah anak agar tidak mengalami obesitas, sesuai pedoman yang dikeluarkan WHO pada hari Rabu, 24 April 2019 (WHO guidelines on physical activity, sedentary behaviour and sleep for children under 5 years of age).

.

3 Cara Untuk Mencegah Obesitas Pada Anak - Health Liputan6.com

Pola keseluruhan aktivitas anak selama 24 jam kuncinya adalah mengganti waktu memandangi layar gawai (screen time) yang lama atau tubuh yang diam, menjadi bermain yang lebih aktif, sambil memastikan anak mendapatkan tidur yang cukup dan berkualitas. Waktu tubuh kurang aktif tetapi berkualitas, adalah waktu yang dihabiskan dalam kegiatan interaktif langsung (non-screen-based) dengan pengasuh, seperti membaca, bercerita, bernyanyi dan mengisi teka-teki, juga terbukti sangat penting untuk perkembangan anak.

.

Rekomendasi WHO untuk bayi (kurang dari 1 tahun) adalah pertama, aktif secara fisik beberapa kali sehari dalam berbagai cara, terutama melalui permainan di lantai yang interaktif, dengan lebih banyak dan lebih sering adalah lebih baik. Bagi bayi yang belum dapat bergerak mandiri, setidaknya 30 menit dibantu dalam posisi tengkurap yang dilakukan sepanjang hari saat bayi terjaga. Kedua, tidak boleh lebih dari 1 jam setiap kali saat berada di kereta bayi, kursi tinggi, atau digendong di punggung pengasuh. Ketiga, waktu layar (sedentary screen time) tidak disarankan. Keempat, saat bayi tidak banyak bergerak, sangat dianjurkan dibacakan cerita oleh pengasuh. Kelima, tidur secara berkualitas selama 14-17 jam (usia 0–3 bulan) atau 12–16 jam (usia 4–11 bulan) sehari, termasuk tidur siang.

.

Rekomendasi WHO untuk anak usia 1-2 tahun adalah pertama, meluangkan setidaknya 3 jam atau 180 menit untuk melakukan berbagai jenis aktivitas fisik pada intensitas apa pun, termasuk aktivitas fisik intensitas sedang hingga kuat, merata waktunya sepanjang hari, dan lebih banyak tentu lebih baik. Kedua, tidak boleh lebih dari 1 jam pada suatu waktu duduk dalam kereta bayi, kursi tinggi, atau digendong di punggung pengasuh. Untuk anak berusia 1 tahun, waktu layar yang membuat badannya tidak aktif bergerak, seperti menonton TV atau video dan bermain ‘game’ di komputer, tidak dianjurkan. Bagi mereka yang berusia 2 tahun, waktu tayang (sedentary screen time) tidak boleh lebih dari 1 jam, dan lebih sebentar terbukti justru lebih baik. Ketika anak tidak banyak bergerak, sebaiknya dilibatkan dalam aktivitas membaca dan bercerita dengan pengasuh. Selain itu, sebaiknya tidur berkualitas baik selama 11-14 jam, termasuk tidur siang, dengan waktu tidur dan bangun dilatih agar teratur.

.

Bahaya Obesitas Pada Bayi - Semua Halaman - Nakita

Rekomendasi WHO untuk anak usia 3-4 tahun seharusnya pertama, menghabiskan setidaknya 180 menit dalam berbagai jenis aktivitas fisik pada intensitas apa pun, di mana setidaknya 60 menit merupakan aktivitas fisik dengan intensitas sedang hingga kuat, menyebar sepanjang hari dan lebih banyak lebih baik. Kedua, tidak dianjurkan diam selama lebih dari 1 jam pada suatu waktu, misalnya di dalam kereta bayi atau duduk untuk waktu yang lama. Waktu tayang tidak lebih dari 1 jam, dan lebih sebentar, tentu lebih baik. Ketika anak tidak banyak bergerak, sebaiknya juga dilibatkan dalam aktivitas membaca dan bercerita dengan pengasuh. Selain itu, sebaiknya tidur berkualitas secara baik selama 10-13 jam sehari, termasuk tidur siang, dengan waktu tidur dan bangun dilatih agar lebih  teratur.

Momentum Hari Obesitas Dunia (World Obesity Day) pada Kamis, 4 Maret 2021, mengingatkan kita untuk mencegah obesitas sejak usia dini, termasuk mengkoreksi akarnya (obesity and its root causes). Orangtua wajib mendorong anak agar aktif bermain, sekaligus menjamin tidur yang cukup untuk menumpas obesitas.

Sudahkah anak di sekitar kita aktif bermain?

Sekian

Yogyakarta, 27 Februari 2021

*) Dokter spesialis anak di RS Panti Rapih Yogyakarta, Lektor di FK UKDW, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161, e-mail : fxwikan_indrarto@yahoo.com

Categories
anak bayi prematur dokter Healthy Life Pendukung ASI

2020 Pekan Menyusui Dunia

Berita Pekan Asi Sedunia Terbaru Hari Ini - Celebrity Breaking ...

PEKAN MENYUSUI  DUNIA  2020

fx. wikan indrarto*)

Pekan Menyusui Dunia (World Breastfeeding Week) dirayakan setiap tahun mulai tanggal 1 hingga 7 Agustus, untuk mendorong pemberian Air Susu Ibu (ASI) dan meningkatkan kesehatan bayi di seluruh dunia. Apa yang perlu dicermati?

.

baca juga : https://dokterwikan.com/2019/07/29/2019-pekan-menyusui-sedunia/

.

Pekan Menyususi Sedunia tahun 2020 dirayakan dengan tema dukung menyusui untuk bumi yang lebih sehat (support breastfeeding for a healthier planet). Perayaan tahun 2020 ini akan fokus pada dampak pemberian makan bayi pada lingkungan dan perubahan iklim. Selain itu, juga untuk keharusan melindungi, mempromosikan dan mendukung pemberian ASI untuk kesehatan bumi dan penghuninya. Tema ini selaras dengan kampanye SDG 2030 tentang hubungan antara menyusui dan perubahan lingkungan atau iklim global.

.

baca juga : https://dokterwikan.com/2020/02/27/2020-iklim-buruk-bagi-anak/

.

Peringatan ini dimotori oleh ‘The World Alliance for Breastfeeding Action’ (WABA) atau Aliansi Dunia untuk Menyusui, yang menerapkan pendekatan (the warm chain approach) kerja sama lintas sektor terkait masalah lingkungan dalam menekankan hubungan antara menyusui dan lingkungan. Inti utama kampanye adalah menyusui sebagai keputusan cerdas atas iklim (a climate-smart decision) untuk meningkatkan kesehatan bumi dan para penghuninya.

.

baca juga : https://dokterwikan.com/2020/06/06/2020-langkah-sehat-paska-pandemi-covid-19/

.

Natalie Shenker, Research Associate in the Faculty of Medicine, Imperial College London dan Amy Brown, Professor of Child Public Health, Swansea University di Inggris, telah menuliskan hasil penelitian tentang hubungan menyusui dan perubahan iklim. Menyusui hanya mengeluarkan sedikit sumber daya alam, seperti air atau tanah, tidak menghasilkan emisi karbon, dan minim atau nol limbah. Menyusui selama enam bulan menghemat 95-153 kg CO₂e (carbon dioksida ekuivalen) per bayi, dibandingkan dengan pemberian susu formula. Apabila semua bayi di Inggris diberikan ASI selama enam bulan saja, maka penghematan emisi karbon setara dengan yang dihasilkan oleh 50.000 sampai 77.500 mobil di jalan raya selama setahun.

.

Susu formula bubuk memerlukan sekitar 4.700 liter air per kilo susu. Selain itu, susu formula menggunakan bahan tambahan seperti minyak kelapa sawit untuk kebutuhan mineral dan vitamin bagi pertumbuhan bayi. Pada hal, pencabutan sementara keanggotaan Nestlé, sebuah industri multinasional susu formula, dari Perkumpulan untuk Sawit Berkelanjutan (Roundtable on Sustainable Palm Oil) memperlihatkan adanya masalah dalam keberlanjutan produksi pangan global.

.

Sebenarnya hanya ada 40-50 pabrik pengolahan susu formula di seluruh dunia. Namun demikian, jumlah air yang diperlukan untuk pengangkutan mulai dari bahan susu mentah ke pabrik pengolahan, hingga ke tangan konsumen di seluruh dunia memang belum diketahui pasti, tetapi jelas sangat besar. Susu formula bubuk membutuhkan air yang dipanaskan hingga suhu 70°C agar steril dan aman dikonsumsi oleh bayi, sehingga hal ini menyerap sumber daya alam sangat besar. Di Inggris, perkiraan biaya energi untuk mendidihkan air saat menyiapkan susu formula bagi bayi di tahun pertama kehidupannya, setara dengan mengeluarkan lebih dari 1,5 juta kilogram karbon dioksida. Belum lagi sampah yang dihasilkan dari 550 juta kaleng susu formula, 86.000 ton logam, dan 364.000 ton kertas yang dibuang ke TPA setiap tahunnya.

.

Menyusui dan pemberian ASI menekan siklus ovulasi ibu, membantu mengurangi jumlah anggota keluarga, dan menjaga keluarga tetap sehat. Hal ini mampu menjaga sumber daya bumi agar tidak cepat habis dari dampak yang ditimbulkan oleh penambahan julah manusia secara cepat. Selain itu, ibu yang tidak menyusui bayi biasanya siklus haid akan lebih cepat terjadi. Perempuan di Inggris rata-rata menggunakan 264 pembalut dan tampon setiap tahunnya. Menyusui dapat menurunkan permintaan akan serat katun, plastik polietilena, dan bahan lainnya yang digunakan untuk memproduksi pembalut dan tampon.

.

Dampak lingkungan terkait hubungan menyusui dan perubahan iklim di Indonesia belum ada data resminya. Data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017 menunjukkan secara umum angka pemberian ASI eksklusif untuk bayi berusia kurang dari enam bulan mencapai 52%. Selain meningkat sekitar 11% dibandingkan riset serupa pada 2012, capaian ini memenuhi target minimal 50% yang ditetapkan dalam rencana pembangunan nasional lima tahun terakhir, tetapi belum dikaitkan dengan dampak lingkungan.

.

Namun demikian, sumber data yang sama juga memperlihatkan bahwa persentase pemberian ASI eksklusif ini menurun seiring dengan pertambahan usia anak. Untuk anak usia di bawah satu bulan persentasenya lumayan tinggi, 67%. Angka ini berkurang menjadi 55% pada anak usia 2-3 bulan, dan anjlok lagi hanya 38% pada anak usia 4-5 bulan. Hal ini berarti angka pemberian ASI eksklusif sebesar 52% sebenarnya merupakan capaian semu, karena belum menggambarkan persentase bayi di seluruh Indonesia yang benar-benar memperoleh ASI saja selama 6 bulan pertama kehidupannya, tanpa asupan lain seperti susu formula (susu pengganti ASI buatan pabrik), pisang, air tajin, dan makanan/minuman lainnya.

.

Momentum Pekan Menyusui Dunia (World Breastfeeding Week) tanggal 1 hingga 7 Agustus 2020, juga mengingatkan kita akan pentingnya memberikan dukungan bagi semua ibu untuk menyusui secara eksklusif, agar bumi kita lebih sehat (support breastfeeding for a healthier planet).

.

Apakah kita sudah bertindak bijak?

Sekian

Yogyakarta, 12 Juli 2020

*) Dokter spesialis anak di RS Panti Rapih, Lektor di FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161

Categories
Healthy Life Pendukung ASI

2018 Nutrisi Bayi Pengungsi

Hasil gambar untuk nutrisi bayi pengungsi

 

NUTIRISI   BAYI   PENGUNGSI
fx. wikan indrarto*)

 

Gempa bumi bermagnitudo 7 mengguncang NTB, Minggu, 5 Agustus 2018 pk. 18.46 WIB. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho 2 hari kemudian menyebutkan, korban meninggal dunia 105 orang, luka-luka 236 orang, dan ribuan orang lainnya yang mengungsi, termasuk bayi dan ibu menyusui. Diprediksi korban meninggal dan para pengungsi akan terus bertambah. Apa yang harus dicermati?

 

ASI akan terus diproduksi selama ibu menyusui bayinya. Namun demikian, di barak pengungsian ibu menyusui seringkali diberi paket susu formula untuk bayinya. Selain itu, jadwal makan dan menu makanan untuk balita dan ibu menyusui pun cenderung sama dengan pengungsi lain. Pada hal, balita, bayi, dan ibu menyusui seharusnya dikelompokkan dalam tempat khusus, sehingga kebutuhan makanan dan ASI dapat terpenuhi secara optimal.

 

Hasil gambar untuk nutrisi bayi pengungsi

 

Sejumlah ibu menyusui di posko pengungsi tentu mudah menjadi khawatir bahwa produksi ASI berkurang, karena rasa cemas dan lelah. Para konselor menyusui akan bertugas memotivasi para ibu, agar terus memberikan ASI sehingga produksi ASI akan tetap optimal. Selain itu, konselor menyusui juga memberikan kepercayaan pada ibu, bahwa dalam kondisi apapun tetap dapat menyusui, sehingga tidak terjadi putus ASI. Penting dijelaskan bahwa tidak ada makanan pengganti, yang sebaik ASI bagi bayi.

 

Makanan dan minuman tambahan seharusnya disediakan untuk balita dan ibu menyusui. Makanan ringan seperti biskuit dan roti isi pun harus terus tersedia untuk memenuhi kebutuhan kalori para ibu menyusui. Kalau terjadi putus menyusui, maka ASI tidak akan berproduksi lagi dengan akibatnya, kebutuhan bayi akan ASI terancam. Ibu yang menderita demam, sebenarnya tetap dapat menyusui. Tubuh ibu akan memproduksi kekebalan alami yang terkandung dalam ASI, sehingga bayi yang disusui tidak akan mudah tertular penyakit ibunya.

 

Hasil gambar untuk nutrisi bayi pengungsi

 

Setelah usia 6 bulan, pemberian ASI tetap diteruskan sampai anak usia 2 tahun. Pemberian nutrisi dengan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) dapat dilakukan pada bayi mulai usia 6 bulan, yaitu berupa makanan lunak. Untuk anak yang memerlukan susu formula, sebelum proses penyajian, periksalah secara cermat label susu formula komersial sumbangan para donatur, terutama yang belum pernah digunakan anak tersebut. Susu yang berbeda merek akan berbeda pula aturan penggunaannya, baik dalam hal bahan, takaran maupun teknik pencampurannya. Apabila menggunakan cangkir, perlu disiapkan takaran untuk air atau dapat juga mengunakan botol susu yang bertanda ukuran isinya. Susu formula disiapkan dengan cara air dididihkan, kemudian dibiarkan beberapa saat sampai kira-kira 70 derajad C, dan bubuk formula dilarutkan dalam air tersebut. Sisa susu, apabila ada, setelah 2 jam harus dibuang, untuk mencegah proses pembusukan yang berbahaya bagi bayi.

 

Hasil gambar untuk nutrisi bayi pengungsi

 

Apabila tidak tersedia air mendidih, gunakanlah susu formula cair yang steril. Penggunaan jenis cairan lain sebagai alternatif adalah air jernih atau air mineral steril, yang segar pada suhu kamar dan segera dikonsumsi, tidak boleh disimpan. Apabila di barak pengungsian kualitas air buruk, misalnya keruh dan berbau, setelah air dimasak mendidih, lakukan klorinasi dan filtrasi, agar air tersebut lebih aman digunakan. Untuk desinfeksi air, dapat dilakukan dengan cara memasak air sampai mendidih dan tambahkan 3-5 tetes klorin setiap 1 liter air atau menggunakan penyaring untuk menghilangkan secara fisik semua partikel dan kuman berbahaya.

 

Hasil gambar untuk nutrisi bayi pengungsi

 

Dalam situasi apapun, rekomendasi metode pemberian MP-ASI adalah menggunakan cangkir, bukan dot dengan botol, karena tingginya risiko terkontaminasi dan wadahnya lebih sulit untuk dibersihkan. Cucilah kedua tangan dan peralatan yang akan digunakan, dengan sabun dan air mengalir. Jagalah kebersihan umum, tidak hanya mencakup bahan, tetapi juga alat, dengan selalu memasang penutup. Pastikan tanggal kadaluwarsa (ED), jangan menyimpan dan menyayangkan atas susu yang tanggal kadaluwarsanya sudah dekat, apalagi lewat. Didihkan air dan biarkan mendidih untuk beberapa saat. Jika air telah dimasak sebelumnya, simpanlah dalam wadah bersih berpenutup yang khusus dan hanya boleh dilakukan sampai 24 jam saja. Takar jumlah bubuk susu formula yang diperlukan, dengan menggunakan sendok takar dari kaleng atau bungkusnya, dan jangan menggunakan sendok takar dari merek susu yang berbeda.

 

Hasil gambar untuk nutrisi bayi pengungsi

 

Ratakan bubuk dengan pegangan sendok atau pisau dalam gerakan lurus. Ikuti instruksi pencampuran pada label dengan hati-hati. Masukkan bubuk kering ke air yang telah diukur dan jika menggunakan cangkir, campur bubuk dan aduk dengan sendok. Jika menggunakan botol, tutup dan kocok untuk mencampurnya. Sebagai pegangan, jumlah susu formula yang akan dicampur sesuai instruksi kemasan, pasti akan sedikit lebih banyak dari air yang akan digunakan, dan sebelumnya telah diukur dengan benar. Coba suhu dengan cara teteskan susu formula hangat ke pergelangan tangan bagian dalam, bukan telapak tangan, karena pada beberapa kasus kurang peka. Jika rasanya nyaman dan sedikit hangat, susu itu berarti aman untuk bayi.

 

Hasil gambar untuk nutrisi bayi pengungsi

Dengan memberikan ASI dan MP-ASI secara benar, proses tumbuh kembang bayi di barak pengungsian akan tetap terjaga baik. Selain itu, bayi dapat terhindar dari berbagai macam penyakit yang berbahaya.

 

Sudahkah kita bertindak bijak?

 

S3

Sekian

Yogyakarta, 8 Agustus 2018

*) Sekretaris IDI Wilayah DIY, dokter spesialis anak, Alumnus S3 UGM, pengajar di FK UKDW, WA: 081227280161

Categories
anak Healthy Life Pendukung ASI

2018 SUSU KENTAL MANIS

Mengenal Susu Kental Manis yang Ternyata Isinya Lebih Banyak Gula, Begini  Sejarah Pembuatannya - TribunNews.com

SUSU  KENTAL  MANIS

fx. wikan indrarto*)

Pada hari Senin, 9 Juli 2018 Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia Penny K. Lukito menegaskan, bahwa Susu Kental Manis (SKM) merupakan susu untuk pelengkap sajian dan bukan sebagai pelengkap asupan gizi untuk anak. Apa yang sebaiknya dilakukan?

Sesuai dengan Peraturan Kepala (Perka) BPOM 21/2016, SKM merupakan subkategori Susu Kental, yang termasuk kategori susu. Meskipun promosi SKM sudah sesuai dengan aturan standar keamanan pangan internasional (Codex Internasional), yang menjadi kewajiban bagi para pelaku usaha obat dan makanan sebelum mendapatkan izin edar dari BPOM, tetapi informasi yang lengkap dan sesungguhnya tidak boleh disembunyikan.

Hasil gambar untuk susu kental manis
Pada anak usia di atas 1 tahun, konsumsi jenis makanan seharusnya sudah sama seperti pada orang dewasa. Oleh sebab itu, pemberian susu pada anak usia di atas 1 tahun, baik ASI ataupun susu lainnya bukan lagi sebagai menu utama. Dengan demikian, susu hanya boleh diberikan maksimal 30% dari total kebutuhan kalori, dan 70% sisanya seharusnya berupa makanan padat. Selain itu, susu untuk makanan anak balita adalah sebagai sumber kalsium dan sumber protein, dengan asam amino esensial yang lengkap.

Kebutuhan kalsium anak usia 1 – 3 tahun adalah 700 mg, usia 4 – 8 tahun 1.000 mg, dan usia 9 – 18 tahun 1.300 mg. Untuk itu, panduan pola konsumsi untuk susu, produk susu maupun minuman dari kedelai adalah anak usia 2 – 3 tahun 2 gelas (480 ml) per hari, usia 4 – 8 tahun 2½ gelas  (600 ml), dan usia 9-18 tahun 3 gelas (720 ml) per hari.

Hasil gambar untuk susu kental manis

SKM adalah susu yang dibuat melalui proses evaporasi atau penguapan dan umumnya memiliki kandungan protein yang rendah. Selain diuapkan, susu kental manis juga diberikan gula tambahan (added sugar). Hal ini menyebabkan SKM memiliki kadar protein rendah dan kadar gula yang tinggi. Kadar gula tambahan pada makanan untuk anak yang direkomendasikan oleh WHO tahun 2015, adalah kurang dari 10% total kebutuhan kalori.

Salah satu jenis SKM yang dijual secara komersil menuliskan dalam satu takar porsi (4 sendok makan) memasok 130 kkal, dengan komposisi gula tambahan 19 gram dan protein 1 gram. Jika dikonversikan dalam kalori, 19 gram gula sama dengan 76 kkal. Kandungan gula dalam 1 porsi susu kental manis tersebut lebih dari 50% total kalorinya, jauh melebihi nilai rekomendasi gula tambahan yang dikeluarkan oleh WHO. Dengan demikian, sebaiknya SKM tidak dikonsumsi oleh balita.

Hasil gambar untuk susu kental manis

Lebih baik pilihkanlah anak pada produk susu bebas lemak (skim) atau rendah lemak (1 persen), yang disesuaikan juga dengan aktivitas fisik anak, karena anak perlu bergerak untuk pertumbuhannya. Pada anak yang senang minum jus, minuman manis dan bersoda terlalu banyak, maka kebutuhan aktivitas fisiknya harus bertambah, sebab minuman manis dapat menumpuk kalori dan berisiko menimbulkan kegemukan.

Hasil gambar untuk susu kental manis

Ion Besi dan Vitamin D merupakan pertimbangan lain ketika menawarkan susu kepada anak. Minum susu mengandung banyak Vitamin D, tetapi minum terlalu banyak susu dapat menurunkan kadar zat besi yang menyebabkan anemia. Untuk anak usia 2 sampai 5 tahun, 2 cangkir susu sehari dan tidak lebih dari 16 ons sudah cukup memenuhi kadar Vitamin D dan zat besi. Setelah usia 1 tahun, berikan 2 atau 3 cangkir susu atau tidak lebih dari 24 ons per hari. Jika anak juga senang minum yogurt dan makan keju, tindakan mengurangi susu akan lebih baik. Untuk anak usia 2 hingga 8 tahun, berikan 2 cangkir susu dan untuk usia 9-18 tahun, berikan 3 cangkir.

Minum susu berlebihan sepanjang hari bukan kebiasaan yang baik, terutama karena dapat merusak nafsu makan anak. Selain itu, juga gigi anak jadi sering dilapisi gula alami, yang dapat menyebabkan kerusakan atau caries gigi. Aturan praktis yang baik adalah berikan susu dengan makanan dan minum air dengan makanan ringan. Jika anak bermain di luar ruangan, pemberian air putih menjadi pilihan yang lebih baik dibanding jus, susu, atau minuman bergula, untuk menjaga tubuhnya tetap terhidrasi. Selain itu, berikanlah anak menu makan banyak buah dan sayur, karena potasium yang terkandung di dalamnya membantu tubuh menyimpan kalsium. Doronglah anak juga banyak bermain, karena berlari, melompat dan berjalan, dapat membuat tulang lebih kuat.

Hasil gambar untuk susu kental manis

Menurut ‘The American Academy of Pediatrics’, anak boleh minum susu murni sampai ia berusia dua tahun dan setelahnya, sebaiknya beralih ke susu rendah lemak. Selain itu, juga boleh diberikan susu UHT (Ultra High Temperature) atau susu yang dipanaskan pada suhu 135-150 ºC dalam waktu 2-5 detik, sehingga dapat membunuh seluruh mikroorganisme. Selain UHT, anak juga dapat diberikan susu pasteurisasi, yaitu susu segar yang dipanaskan pada suhu 63-73 ºC untuk membunuh bakteri patogen selama 15 menit. Berikan sebanyak dua gelas per hari saja.

Hasil gambar untuk susu kental manis

Momentum pemberitaan yang gencar tentang SKM, mengingatkan kita bahwa SKM bukanlah dirancang sebagai pelengkap asupan gizi untuk anak dan sebaiknya tidak dikonsumsi oleh anak balita.

Sudahkah kita bijak?

Ikut pak Jokowi

Sekian

Yogyakarta, 12 Juli 2018

*) dokter spesialis anak, Ketua IDI Cabang Kota Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, Lektor FK UKDW, WA : 081227280161

wa.me/
wa.me
Halo, ada yang dapat dibantu?