
BEBAS CACAR DAN COVID-19
fx. wikan indrarto*)
Ringkasan tulisan ini telah dimuat di Harian Kompas Selasa, 4 Agustus 2020, halaman 7, kolom opini
Pada hari Selasa, 8 Mei 1980, Majelis Kesehatan Dunia ke-33 secara resmi menyatakan: “Dunia dan semua rakyatnya telah bebas dari penyakit cacar (freedom from smallpox). Deklarasi tersebut menandai berakhirnya suatu penyakit infeksi yang telah merongrong manusia selama setidaknya 3.000 tahun, menewaskan 300 juta orang hanya di abad ke-20 saja. Apa yang harus dilakukan untuk membebaskan dunia dari COVID-19?
.
baca juga : https://dokterwikan.com/2019/12/20/2019-bebas-cacar/
.
Bebas cacar terjadi berkat upaya global selama 10 tahun, yang dipelopori oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang melibatkan ribuan petugas kesehatan di seluruh dunia saat memberikan setengah miliar dosis vaksin untuk membasmi cacar. Dengan anggaran sebesar US $ 300 juta, berhasil memberantas penyakit cacar dan menyelamatkan dunia seharga lebih dari US $ 1 miliar setiap tahun sejak 1980.
.
baca juga : https://dokterwikan.com/2019/11/08/2019-basmi-polio-liar/
.
Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, “Ketika dunia menghadapi pandemi COVID-19, kemenangan umat manusia atas cacar adalah pengingat akan apa yang mungkin dilakukan ketika semua negara bersatu untuk melawan ancaman masalah kesehatan bersama.” Dunia berhasil menyingkirkan cacar berkat adanya solidaritas global yang luar biasa, dan karena adanya vaksin yang aman dan efektif.
.
baca juga : https://dokterwikan.com/2019/06/30/2019-bebas-malaria/
.
Pemberantasan cacar juga menawarkan harapan untuk menghilangkan penyakit menular lainnya, termasuk polio, yang sekarang masih menjadi endemik hanya di dua negara saja. Hingga saat ini, 187 negara telah disertifikasi bebas dari penyakit cacing Guinea dengan tujuh penyakit lainnya. Dan perjuangan melawan malaria sejauh ini menghasilkan 38 negara telah disertifikasi bebas malaria. Dalam kasus Tuberkulosis (TB), 57 negara dengan insiden TB yang rendah berada di jalur untuk mencapai sertifikasi penghapusan TB.
.
Pelajaran dari keberhasilan bebas cacar telah digunakan hari ini untuk menanggapi wabah penyakit COVID-19 yang mematikan. Misalnya, penemuan kasus aktif dari rumah ke rumah terbukti menjadi strategi yang mendukung program pemberantasan polio, dan memvaksinasi kontak akan membantu memerangi penyebaran penyakit virus Ebola. Demikian pula, pengawasan, penemuan kasus, pemeriksaan, pelacakan kontak, karantina, dan kampanye komunikasi untuk menghilangkan informasi yang salah adalah penting untuk mengendalikan COVID-19.
.
Tahap pertama yang penting adalah menciptakan dan menjamin ketersedian vaksin COVID-19 yang cukup dan menjangkau banyak orang di tempat yang sulit sebagai prioritas tinggi. Mengatasi keragu-raguan atas kehandalan vaksin, juga merupakan tantangan besar dalam menghentikan penyebaran COVID-19. Untuk itu, adanya akses ke informasi dan pendidikan kesehatan masyarakat yang akurat sangatlah penting, untuk memastikan bahwa warga masyarakat memiliki pengetahuan, bukan termakan berita bohong, dalam menjaga diri mereka sendiri dan orang lain di sekitarnya secara aman.
.
Setelah pemberantasan cacar, WHO dan UNICEF meluncurkan program imunisasi (The Expanded Programme on Immunization), sampai 85% anak di seluruh dunia telah divaksinasi dan dilindungi dari penyakit menular yang mematikan. Pada hari Senin, 29 Juni 2020 WHO menentukan kandidat vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh sejumlah negara. Terdapat 17 calon vaksin COVID-19 potensial yang telah memasuki uji klinis dan 132 kandidat vaksin lainnya dalam evaluasi praklinis. Kandidat vaksin COVID-19 yang sudah memasuki uji klinis misalnya ChAdOx1-S yang dikembangkan Universitas Oxford dan Astra Zeneda, Ad5-nCoV yang dikembangkan CanSino Biological Inc dan Beijing Institute of Biotechnology, LNP-encapsulated mRNA yang dikembangkan Moderna dan NIAID, inactivated SARS-CoV-2 yang dikembangkan Wuhan Institute of Biological Products, inactivated SARS-CoV-2 yang dikembangkan Beijing Institute of Biological Products, inactivated SARS-CoV-2 yang dikembangkan Sinovac Biotech Ltd. dan sudah sampai di Bandung untuk uji klinis tahap tiga setelah Prof. DR. Dr. Kusnandi Rusmil, Sp.A(K)., MM selaku Ketua Komite Etik Penelitian Universitas Padjajaran (Unpad), Bandung, memberikan persetujuan pada Senin, 27 Juli 2020. Markas besar Sinovac Biotech Ltd. berlokasi di No. 39 Shangdi Xi Road, Haidian District, Beijing, China.
.
Juga rekombinan SARS-COV-2 dan partikel nano yang dikembangkan Novavax, 3 LNP-mRNAs yang dikembangkan BioNTech, Fosun Pharm dan Pfizer, inactivated SARS-CoV-2 yang dikembangkan Institut Biologi Medis, Akademi China, DNA SARS-CoV-2 yang dikembangkan Inovio Pharmaceuticals, DNA GX-19 yang dikembangkan Genexine Consortium, Adeno-based yang dikembangkan Gamaleya Research Institute, Protein Subunit yang dikembangkan oleh Clover Biopharmaceuticals Inc., Glaxosmithkline dan Dynavax. Ada lagi RBD-Dimer yang dikembangkan Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical, dan Insititut Mikrobiologi China, LNP-nCoVsaRNA yang dikembangkan Imperial College London, mRNA yang dikembangkan Curevac, dan terakhir mRNA yang dikembangkan Akademi Militer Ilmu Pengetahuan China dan Walvax Biotech.
.
Momentum sertifikasi bebas cacar (freedom from smallpox) dalam sidang Majelis Kesehatan Dunia ke-33 pada tahun 1980, mengingatkan kita akan relevansinya untuk mengatasi pandemi COVID-19, yaitu adanya solidaritas semua lintas sektor secara global plus ilmu pengetahuan dalam wujud vaksin, yang akan menghasilkan solusi.
Sudahkah kita siap?

Kenangan dalam lansekap National Stadium, yaitu stadion utama untuk acara seremonial pembukaan dan penutupan Olimpiade Beijing 2008, di China. Bentuk arsitekturalnya yang sangat khas, yaitu seperti sarang burung, maka disebut Bird-nest Stadium, kami kunjungi pada hari Kamis sore, 15 Oktober 2009.
Markas besar Sinovac Biotech Ltd. berlokasi di No. 39 Shangdi Xi Road, Haidian District, Beijing, China, yang memproduksi inactivated SARS-CoV-2, sebagai kandidat vaksin COVID-19, terletak sekitar 17 km dari National Stadium tersebut.
Sekian
Yogyakarta, 28 Juli 2020
*) Dokter spesialis anak di RS Panti Rapih Yogyakarta, Lektor FK UKDW, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161, e-mail : fxwikan_indrarto@yahoo.com