Categories
dokter Healthy Life Jalan-jalan

2017 Menerawang Singkawang dan Menyibak Pontianak

Patung Naga di tengah kota Singkawang, Kalimantan Barat

TERAWANG  SINGKAWANG

fx. wikan indrarto

Perjalanan menerawang dan membayangkan nama legendaris kota Singkawang di Kalimantan Barat, dimulai dengan penerbangan dalam perut  pesawat Xpressair Boeing 737-300 XN830, pada hari Sabtu, 11 Februari 2017. Pesawat terbang tinggi dari Jogjakarta pk. 11.30 dan mendarat di Bandara Internasional Supadio di Pontianak pk. 12.50.

Mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Supadio di Pontianak

.

Kombes Pol. dr. Sugeng Krismawanto, SpOT, yang bertugas di RS Bayangkara Polda Kalbar, Pontianak menjemput kami dan menjadi tuan rumah yang luar biasa baik

Perjalanan darat dari Pontianak ke Singkawang sejauh 152 km selama sekitar 3,5 jam, dilakukan dengan mobil perkasa kabin ganda Ford Ranger 4×4 D2 atas kebaikan hati sejawat Kombes dr. Sugeng Krismawanto, SpOT, yang bertugas di RS Bayangkara Polda Kalbar, Pontianak. Selepas bandara, kami mampir sebentar di Tugu Katulistiwa atau Equator Monument yang berada di Jl. Khatulistiwa, Pontianak Utara, Kalimantan Barat. Lokasinya berada sekitar 3 km dari pusat Kota Pontianak, ke arah kota Mempawah.

.

Tugu katulistiwa pertama di Pontianak dibangun tahun 1928 berbentuk tonggak dengan anak panah.

Tugu yang menjadi salah satu ikon wisata Kota Pontianak ini, berawal pada tahun 1941 saat ditemukan laporan Bijdragen tot de geographie dari Chef Van den topographischen dienst in Nederlandsch- Indië : Den 31 sten Maart 1928. Pada awalnya tugu pertama dibangun tahun 1928 berbentuk tonggak dengan anak panah. Pada tahun 1930 disempurnakan, berbentuk tonggak dengan lingkarang dan anak panah, serta tahun 1938 dibangun kembali dengan penyempurnaan oleh opzicter / architech Ir. Silaban. Tugu asli tersebut dapat dilihat pada bagian dalam monumen sekarang. Pada tahun 1990, kembali Tugu Khatulistiwa tersebut direnovasi dengan pembuatan kubah besar untuk melindungi tugu asli, serta pembuatan duplikat tugu dengan ukuran lima kali lebih besar dari tugu yang asli. Peresmiannya dilakukan pada tanggal 21 September 1991.

.

Tugu Katulistiwa di Pontianak pada tahun 1938 dibangun kembali dengan penyempurnaan oleh opzicter / architech Ir. Silaban.

Setelah puas menikmati kegagahan Tugu Khatulistiwa dan membayangkan indahnya belahan bumi bulat karena garis imajiner tersebut, kami melanjutkan perjalanan menuju ke Singkawang. Kami mampir minum teh Prenjak yang bercitarasa khas, lokal dan harum di rest area Sei Pinyuh, kemudian menyusuri jalur jalan cabang trans Kalimantan melewati Kota Mempawah, ibukota Kabupaten Mempawah. Selajutnya cabang jalan trans Kalimantan yang bagus tersebut, menyusuri garis pantai menuju ke Kota Singkawang. Kota yang juga disebut San Keuw Jong ini dikelilingi oleh pegunungan Pasi, Poteng, dan Sakok. Nama Singkawang berasal dari bahasa Hakka, San khew jong yang mengacu pada sebuah kota di bukit dekat laut.

.

Gerbang Kota Singkawang Kalimantan Barat, Bumi Bertuah Gayung Bersambut

Awalnya Singkawang merupakan sebuah desa, bagian dari wilayah kesultanan Sambas. Desa Singkawang digunakan sebagai tempat singgah para pedagang dan penambang emas dari Monterado, di tengah hutan lebat Borneo. Awal kedatangan dan alasan mengapa etnis Tionghoa bermigrasi dari daratan Tiongkok ke Kalimantan Barat dapat ditelusuri di Monterado, sebuah desa kecil di Kabupaten Bengkayang. Inilah sebuah kawasan yang pada tahun 1776 sudah sangat termasyhur dengan kekuatan kongsi pertambangan emasnya milik orang-orang Tionghoa. Sayangnya, jejak peradaban tambang kuno itu kini sudah hancur karena terus-menerus digempur pertambangan emas tradisional.

.

Para penambang dan pedagang yang kebanyakan berasal dari negeri China, sebelum mereka menuju Monterado terlebih dahulu beristirahat di Singkawang, sedangkan para penambang emas di Monterado yang sudah lama di tengah hutan, sering beristirahat di Singkawang untuk melepas kepenatannya. Kemudian Singkawang berkembang sebagai tempat transit pengangkutan hasil tambang emas (serbuk emas). Waktu itu, mereka (orang Tionghoa) menyebut Singkawang dengan kata San Keuw Jong (Bahasa Hakka), mereka berasumsi dari sisi geografis, bahwa Singkawang yang berbatasan langsung dengan laut Natuna serta terdapat pengunungan dan sungai, dimana airnya mengalir dari pegunungan melalui sungai sampai ke muara laut. Kota Singkawang merupakan salah satu pecinan (Chinatown) di Indonesia, karena mayoritas penduduknya adalah orang Hakka (dengan persentase sekitar 42%) dan selebihnya adalah orang Melayu, Dayak, Tio Ciu, Jawa dan pendatang lainnya. Kota Singkawang memiliki wilayah datar dan sebagian besar merupakan dataran rendah antara 50 meter s/d 100 meter di atas permukaan laut.

.

Klenteng Tri Dharma Bumi Raya di Singkawang, Kalimantan Barat

Obsesi perjalanan kami sebenarnya adalah keinginan besar untuk menyaksikan kegiatan Cap Go Meh yang paling terkenal se Indonesia, pada 15 hari setelah Tahun Baru Imlek. Seperti halnya bagi masyarakat Tionghoa di Indonesia lainnya, perayaan Imlek untuk menyambut tahun baru China merupakan tradisi termegah yang selalu dirayakan seluruh lapisan masyarakat Singkawang setiap tahun. Bagi mereka, perayaan Imlek tidak ada bedanya dengan masyarakat Indonesia lainnya ketika merayakan Idul Fitri atau Natal.

.

Puncak acara Imlek atau Cap Go Meh ini dimaksud untuk menangkal gangguan atau kesialan pada masa mendatang. Pengusiran roh-roh jahat dan peniadaan kesialan dalam Cap Go Meh disimbolkan dalam pertunjukan Tatung di Singkawang, yang tidak ada di daerah lain. Tatung adalah media utama Cap Go Meh. Atraksi Tatung dipenuhi dengan mistik dan menegangkan, karena banyak orang kesurupan dan orang-orang inilah yang disebut Tatung. Upacara pemanggilan tatung dipimpin oleh pendeta yang sengaja mendatangkan roh orang yang sudah meninggal untuk merasuki Tatung. Roh-roh yang dipanggil diyakini sebagai roh-roh baik yang mampu menangkal roh jahat yang hendak mengganggu keharmonisan hidup masyarakat. Roh-roh yang dipanggil untuk dirasukkan ke dalam Tatung diyakini merupakan para tokoh pahlawan dalam legenda Tiongkok, seperti panglima perang, hakim, sastrawan, pangeran, pelacur yang sudah bertobat dan orang suci lainnya. Roh-roh yang dipanggil dapat merasuki siapa saja, tergantung apakah para pemeran Tatung memenuhi syarat dalam tahapan yang ditentukan pendeta. Para Tatung diwajibkan berpuasa selama tiga hari sebelum hari perayaan yang maksudnya agar mereka berada dalam keadaan suci sebelum perayaan.

.

Vihara Tri Dharma Bumi Raya di Pusat Kota Singkawang, Kalimantan Barat

Dalam atraksi Tatung yang sudah dirasuki roh orang meninggal bertingkah aneh, ada yang menginjak-injak sebilah mata pedang atau pisau, ada pula yang menancapkan kawat-kawat baja runcing ke pipi kanan hingga menembus pipi kiri. Anehnya para Tatung itu sedikit pun tidak tergores atau terluka. Beberapa Tatung yang lain dengan lahapnya memakan hewan atau ayam hidup-hidup lalu meminum darahnya yang masih segar dan mentah. Di Singkawang banyak orang Dayak yang juga turut serta menjadi Tatung, mereka terdorong berpartisipasi karena ritual Tatung mirip upacara adat Dayak.

Setelah puas menikmati semua atraksi, kami segera berswafoto di gerbang Vihara Tridharma Bumi Raya, pusat aktivitas Cap Go Meh 2017 di Singkawang, Kalbar, yang sangat banyak pengunjung. Selanjutnya kami menuju ke sebuah  per4an jalan di tengah kota Singkawang, yang dilengkapi dengan icon patung naga emas yang melilit tugu di tengah jalan. Disertai banyak pengunjung lainnya, kami berswafoto di tengah kepadatan arus lalu lintas. Kunjungan kuliner Sintawang yang utama adalah Bakso Sapi Bakmi Ayam 68, yang terkenal sejak 1977 di pusat kota Singkawang, Kalbar. Luar biasa enak, meski saat makan harus berhimpitan dengan para pelahap lainnya, termasuk warga Malaysia, terkait sempitnya ruangan.

Bis Eva, bis antar negara dari Malaysia, tujuan Kuching – Pontianak PP, saat bis diparkir di rest area Sei Pinyuh,

Setelah itu, kami kembali ke kota Pontianak menyusuri cabang jalur jalan trans Kalimantan yang sebelumnya kami lewati. Saat kami kembali minum kopi kental, kami sempat berswafoto dengan bis Eva, bis antar negara dari Malaysia, tujuan Kuching – Pontianak PP, saat bis diparkir di rest area Sei Pinyuh, dekat Mempawah ibukota Kabupaten Kubu Raya, Kalbar. Sabtu, 11 Februari 2017 malam itu kami tidur nyenyak setelah obsesi menerawang Singkawang terwujud. Kamu terkapar dalam dingin malam di pusat kota Pontianak, sebelum mengikuti Simposium Nasional Ikatan Dokter Anak Indonesia (SINAS IDAI) Kalbar 2017.

Mie Bakso Khas Singkawang yang legendaris

MENYIBAK  PONTIANAK

fx. wikan indrarto

Minggu, 12 Februari 2017 kami dibangunkan oleh sinar matahari pagi di kota Pontianak, ibukota provinsi Kalimantan Barat. Kota ini dikenal sebagai Kota Khatulistiwa karena dilalui garis khatulistiwa. Selain itu, Kota Pontianak dilalui oleh Sungai Kapuas dan Sungai Landak. Kedua sungai itu diabadaikan dalam lambang Kota Pontianak.

Nama Pontianak yang berasal dari bahasa Melayu yang dipercaya ada kaitannya dengan kisah Sultan Syarif Abdurrahman yang sering diganggu oleh hantu Kuntilanak ketika dia menyusuri Sungai Kapuas. Menurut ceritanya, Sultan Syarif Abdurrahman terpaksa melepaskan tembakan meriam untuk mengusir hantu itu sekaligus menandakan di mana meriam itu jatuh, maka di sanalah wilayah kesultanannya didirikan. Peluru meriam itu jatuh di dekat persimpang Sungai Kapuas dan Sungai Landak, yang kini dikenal dengan nama Kampung Beting.

.

Kota Pontianak didirikan oleh Syarif Abdurrahman Alkadrie pada hari Rabu, 23 Oktober 1771 (14 Rajab 1185 H) yang ditandai dengan membuka hutan di persimpangan Sungai Landak, Sungai Kapuas Kecil, dan Sungai Kapuas Besar untuk mendirikan balai dan rumah sebagai tempat tinggal. Pada tahun 1778 (1192 H), Syarif Abdurrahman dikukuhkan menjadi Sultan Pontianak. Letak pusat pemerintahan ditandai dengan berdirinya Masjid Jami’ (kini bernama Masjid Sultan Syarif Abdurrahman) dan Istana Kadariah yang sekarang terletak di Kelurahan Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur. Pada tahun 1778, kolonialis Belanda dari Batavia memasuki Pontianak dengan dipimpin oleh Willem Ardinpola. Belanda saat itu menempati daerah di seberang istana kesultanan yang kini dikenal dengan daerah Tanah Seribu atau Verkendepaal.

Setelah kemerdekaan Indonesia, walikota pertama yang ditetapkan oleh Pemerintah Kerajaan Pontianak adalah Ibu Rohana Muthalib. Ia adalah seorang wanita pertama yang menjadi walikota Pontianak. Penduduk kota Pontianak didominasi etnis Melayu dan Tionghoa. Selain itu terdapat pula etnis Jawa, Madura, Bugis, Dayak, Arab, Sunda, Banjar, Batak, Minangkabau dan lain-lain.

.

Yang menarik perhatian kami, adalah layanan angkutan darat ke luar kota dan luar negeri, yang dilayani di Terminal Batulayang, yaitu bus penumpang antar negara tujuan ke Kuching, Malaysia dan ke Brunei. Bus ini disediakan oleh berbagai penyedia layanan, termasuk DAMRI. Transportasi darat ke Malaysia menjadi mungkin melalui Jalan Lintas Kalimantan. Layanan imigrasi Indonesia-Malaysia dilaksanakan di Entikong, Kabupaten Sanggau.

Taman Digulis di pusat kota Pontianak, Kalimantan Barat

Begitu pagi itu kami siap, lansung jalan ke Monumen Digulis yang diresmikan oleh Gubernur Kalimantan Barat H. Soedjiman pada 10 November 1987. Pada awalnya berbentuk sebelas tonggak menyerupai bambu runcing yang berwarna kuning polos. Pada tahun 1995, monumen ini dicat ulang dengan warna merah-putih. Monumen ini didirikan sebagai peringatan atas perjuangan 11 (sebelas) tokoh Sarekat Islam di Kalimantan Barat, yang dibuang ke Boven Digoel, Irian Barat karena khawatir pergerakan mereka akan memicu pemberontakan terhadap pemerintah Hindia Belanda di Kalimantan. Tiga dari sebelas tokoh tersebut meninggal pada saat pembuangan di Boven Digoel dan lima di antaranya wafat dalam Peristiwa Mandor. Nama-nama kesebelas tokoh tersebut kini diabadikan juga sebagai nama jalan di Kota Pontianak. Kesebelas pejuang itu antara lain: Achmad Marzuki, asal Pontianak, meninggal karena sakit dan dimakamkan di makam keluarga, Achmad Su’ud bin Bilal Achmad, asal Ngabang, wafat dalam Peristiwa Mandor, dan Gusti Djohan Idrus, asal Ngabang, wafat dalam pembuangan di Boven Digoel. Selain itu, juga Gusti Hamzah, asal Ketapang, wafat dalam Peristiwa Mandor, Gusti Moehammad Situt Machmud, asal gabang, wafat dalam Peristiwa Mandor, Gusti Soeloeng Lelanang, asal Ngabang, wafat dalam Peristiwa Mandor, Jeranding Sari Sawang Amasundin alias Jeranding Abdurrahman, asal Melapi, Kapuas Hulu, meninggal karena sakit di Putussibau,  Haji Rais bin H. Abdurahman, asal Ngabang, wafat dalam Peristiwa Mandor, dan Moehammad Hambal alias Bung Tambal, asal Ngabang, wafat dalam pembuangan di Boven Digoel. Juga Moehammad Sohor, asal Ngabang, wafat dalam pembuangan di Boven Digoel, dan Ya’ Moehammad Sabran, asal Ngabang, meninggal karena sakit.

Setelah puas berswafoto dan menikmati Monumen Digulis yang dilengkapi Taman Terbuka Hijua Digulis, persis di depan gerbang masuk Universitas Tanjung Pura (Untan), kami melanjutkan menyibak Pontianak.

Tujuan kami berikutnya adalah mengikuti misa kudus hari Minggi di Gereja Katedral St. Yusuf Pontianak. Sejarah gereja Katolik pertama sebagai pusat paroki di Pontianak, dimulai pada tahun 1908 oleh Prefek Apostolik Dutch Borneo Mgr. Pacificus Bos, OFMCap, dengan pembelian tanah untuk membangun gereja, pastoran, rumah yatim-piatu, sekolah, pemakaman, dan susteran. Kemudian gereja tersebut diberkati pada 9 Desember 1909, sekaligus berdirinya paroki secara resmi. Menjadi gereja katedral sejak 17 November 1918 seiring dengan ditahbiskannya Mgr. Jan Pacificus Bos, OFMCap menjadi Uskup Tituler Capitolias, merangkap Vikaris Apostolik Dutch Borneo, dan paroki berubah menjadi Paroki Katedral Pontianak.

Katedral Pontianak yang tinggi, megah, menjulang dan artistik

Bangunan gereja tersebut dirubuhkan pada tahun 2011 untuk dibangun gereja baru yang berkapasitas 3.000 orang. Gereja St. Yoseph yang baru, dibangun dengan perpaduan arsitektur Romawi dan Timur Tengah. Ornamen bernuansa Dayak mendominasi eksterior bangunan, dan interiornya didominasi nuansa khas Tionghoa berpadu dengan gaya klasik Eropa. Aarsitek yang merancang eksterior gereja baru, Ir. Ricky, adalah juga arsitek Masjid Raya Singkawang, yang semakin memperkuat kesan Kalbar yang multi etnis, tempat umat berbagai agama hidup berdampingan. Gubernur Kalbar Drs. Cornelis MH meresmikan Gereja Katedral St. Yoseph yang baru pada 19 Desember 2014, walaupun pembangunan belum terselesaikan sepenuhnya, khususnya bagian eksterior dan halaman, agar dapat digunakan untuk Misa Natal 2014.

Gubernur Kalbar Drs. Cornelis MH meresmikan Gereja Katedral St. Yoseph yang penuh ornamen indah pada 19 Desember 2014

Minggu, 12 Februari 2017 kami mengikuti misa kudus konselebrasi oleh 5 orang pastor dan dipimpin oleh Uskup Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus. Kami berdoa sangat khusuk di gereja yang oleh Gubernur Cornelis diklaim bahwa Gereja Katedral Pontianak yang sekarang, adalah bangunan gereja Katolik terbesar di Asia Tenggara.

Gereja Katedral Pontianak Kalimantan Barat sekarang merupakan bangunan gereja Katolik terbesar di Asia Tenggara.

Selanjutnya kami menyibak Pontianak dengan perjalanan ke replika Rumah Betang, rumah panjang adat Dayak yang berada di Jalan Jendral Sutoyo, Pontianak, tepat di sebelah Perpustakaan Daerah dan Kantor Polresta. Letaknya juga tidak jauh dari pusat kota dan hanya berjarak 100 meter dari rumah dinas Gubernur Kalimantan Barat. Rumah Betang sebenarnya merupakan pusat kegiatan dan masyarakat suku Dayak di pedalaman Kalimantan. Rumah ini terbuat dari kayu ulin baik lantai, atap maupun dindingnya. Struktur rumah ini memiliki kayu penyangga di bagian bawah rumah dengan ukuran yang sangat besar, hampir sepelukan lengan orang dewasa. Rumah ini didesign memanjang maka tak jarang banyak yang menyebutnya rumah panjang.

.

Bergaya di tangga replika rumah betang, karena rumah adat yang besar sesungguhnya berada di hulu sungai Kapuas.

Tiang penyangga yang ada di bawah rumah memiliki tinggi sekitar 2 meter, sehingga bisa dilewati tanpa harus menunduk di bawahnya. Bentuk panggung dari rumah ini diadaptasi dari letak rumah betang sesungguhnya yang berada di hulu sungai. Sehingga untuk mengantisipasi keadaan jika air pasang dan menyebabkan banjir. Tak seperti rumah kebanyakkan yang tiap satu rumah diisi satu keluarga, rumah betang ini, jika pada rumah aslinya menjadi rumah tinggal untuk lebih dari satu kepala keluarga, bahkan pada jaman dulu ditempati oleh 60 kepala keluarga. Pembagian tempat tiap keluarga, dibedakan berdasarkan sekat-sekat yang menyerupai kamar di dalam rumah betang ini. Kamar yang dibatasi oleh sekat untuk replika rumah betang ini berjumlah delapan buah kamar.

Selanjutnya kami menyibak Pontianak dengan inti kegiatan, yaitu mengikuti Simposium Nasional Ikatan Dokter Indonesia (Sinas IDAI) di Hotel Golden Tulip Pontianak, Kalbar dengan tema ‘Integrated Management of Sick Children’. Acara seremonial yang dibuka dengan sambutan Gubernur Kalbar ini, menghadirkan para guru besar sebagai pembicara, termasuk Prof. Tina Tan, Prof. Sri Rejeki Syaraswati dan Prof. Hardiono Pusponegoro.

.

Pada sesi dengan topik ‘The Experience in Preventing and Controlling Antibiotic Resistance’, Prof. Tina Tan dari American Academy of Pediatrics (AAP) menjelaskan bahwa meskipun multifaktorial, tetapi penggunaan antibiotik yang tidak tepat pada manusia dan hewan, adalah faktor penyebab tinggal yang terbanyak (single greatest driving factor). Pengembangan strategi yang terbaik untuk mengatasinya meliputi vaksinasi. Selanjutnya pada topik ‘General Principles of Prudent Use of Antibiotics’,  Prof. Sri Rezeki Hadinegoro dari Jakarta menekankan bahwa RS wajib menyediakan panduan penggunaan antibiotik untuk terapi empiris. Dokter wajib melakukan penilaian keberhasilan secara klinis dan laboratoris, dilanjutkan dengan ‘streamlining’ atau ‘de-escalation therapy’. Hal ini untuk mengurangi paparan antibiotik spektrum luas.

Selanjutnya pada topik ‘When Antiviral Drug Needs To Be Given’, dr. DEAH Hapsari, SpA (K) dari Semarang membahas tentang dampak obat antiviral yang juga dapat merusak sel hospes, dimana virus tsb berada. Oleh sebab itu, obat antivirus tidak direkomendasikan pada ‘self limiting disease’ dan penyakit virus tidak berat. Obat antivirus hanya direkomendasikan pada HIV/AIDS, neonatal herpes simpleks, CMV dengan kelainan SSP dan infeksi mononukleosis saja. Pada topik ‘Autisme, ADHD atau keduanya terjadi bersamaan’, Prof. Hardiono Pusponegoro dari Jakarta menekankan bahwa untuk membedakannya, dapat menggunakan AMSE (Autism Mental Status Exam) pada anak ADHD, dengan nilai lebih dari 5 juga mengalami ASD (Autism Spectrum Disorder). AMSE meliputi observasi kontak mata, minat terhadap orang lain, kemampuan menunjuk, bahasa, pragmatik bahasa, perilaku repetitif, preokupasi dan sensitivitas yang tidak wajar.

.

Pada topik ‘Deteksi Dini Gangguan Perkembangan Motorik pada Anak’, Dr. dr. Setyo Handryastuti, SpA (K) dari Jakarta menjelaskan perlunya pemeriksaan lebih cermat pada bayi dengan riwayat prematuritas, asfiksia berat, dan paska infeksi SSP. Pada topik ‘Skor PELOD 2 Sebagai Penanda Disfungsi Organ pada Anak dengan Sepsis’, Dr. dr. Rismala Dewi, SpA (K) dari Jakarta mengingatkan tentang perlunya sistem skoring untuk luaran klinis sepsis, yaitu Pediatric Logostic Organ Dysfunction Score (PELOD). Hal ini karena sistem Surviving Sepsis Campaign (SSC) terlalu sensitif (96,9%), kurang spesifik (58,3%), dan mengakibatkan tingginya resistensi antibiotik. Sebaliknya, PELOD lebih sederhana, mudah dan dapat dilakukan berdasarkan data pemeriksaan pasien pada saat masuk RS saja.

Topik selanjutnya adalah ‘Tata Laksana Cairan dan Elektrolit pada Anak dengan Sakit Kritis’ oleh Dr. Rismala Dewi dari Jakarta menekankan bahwa tata laksana tersebut mempunyai dampak yang cukup besar terhadap lama, berat dan luaran klinis anak sakit kritis. Status cairan seperti hipovolemia dan dehidrasi, serta gangguan kadar glukosa dan elektrolit merupakan tantangan bagi dokter, dalam pengelolaan pasien anak sakit kritis. Pada topik ‘Pemeriksaan Diagnostik dan Tatalaksana Terkini untuk Demam Tifoid’,  oleh dr. Mulya Rahma  Karyanti, SpA (K) dari Jakarta mengingatkan pentingnya Rapid Diagnostik Test (RDT), sebagai pemeriksaan penunjang medis yang tepat dan hasilnya cepat, pada kecurigaan demam tyfoid.  Pemeriksaan tersebut harus dikonfirmasi dengan pemeriksaan biakan empedu sebagai baju emas demam tifoid. Pemeriksaan Widal satu kali tidak direkomendasikan. Antibiotik kloramfenikol merupakan lini pertama dan seftriakson lini kedua untuk Demam Tifoid.

.

Sinas IDAI Kalbar 2017 hari I ditutup dengan acara ‘wellcome dinner’ di Kartika Hotel & Restaurant, yang berlokasi persis di depan Kantor Walikota Pontianak, di tepi Sungai Kapuas yang lebar, dalam dan berarus tenang. Setelah presentasi oleh Dr. dr. Rini Sekartini, SpA (K) dengan topik ‘Factors Affecting Early Childhood Growth and Development’, tarian kolabirasi etnis China, Dayak dan Melayu, kami menikmati makan malam bersama, di atas kapal dalam ‘Kapuas River Cruise’. Kapal melaju melawan arus sungai sampai melewati Jembatan Kapuas yang gagah menjulang, kemudian berbalik arah sampai Pelabuhan Pelindo dan kembali ke dermaga Kartika. Malam itu kami tidur nyenyak di kamar 301 Hotel Borneo di Jl. Merdeka 428 Pontianak, Kalbar, agar hari berikutnya masih tetap bugar untuk mengikuti Simposium Nasional Ikatan Dokter Anak Indonesia  (Sinas IDAI) 2017 hari kedua.

.

MENYIBAK  PONTIANAK (lanjutan)

fx. wikan indrarto

Senin, 13 Februari 2017 pagi yang cerah, sebelum kami mengikuti Simposium Nasional Ikatan Dokter Anak Indonesia  (Sinas IDAI), kami  sempatkan untuk mengunjungi Istana Kadriah, yang merupakan awal mula sejarah Pontianak. Istana Kadriah Pontianak dibangun pada tahun 1771, bersamaan dengan pembangunan Masjid Abdurrahman. Pendirian istana ini dilakukan setelah selesainya pembukaan daerah baru, yang dinamai Pontianak. Jika dirunut dari awal, kisahnya bermula ketika seorang penyebar agama Islam dari Jawa keturunan Arab, al-Habib Husein meninggalkan kediamannya di Semarang pada tahun 1733, menuju Kerajaan Matan, Kalimantan Barat.

Dalam perkembangannya, kemudian terjadi perselisihan antara Sultan dengan al-Habib Husein. Akhirnya, al-Habib memutuskan untuk meninggalkan Kerajaan Matan, pindah dan bermukim di Kerajaan Mempawah hingga ia meninggal dunia. Setelah al-Habib Husein meninggal dunia, posisinya digantikan oleh anaknya, Syarif Abdurrahman. Akan tetapi, Syarif Abdurrahman kemudian memutuskan pindah dari Mempawah pada tahun 1771, dengan maksud untuk menyebarkan agama Islam. Bersama rombongan yang berjumlah 14 buah perahu, Abdurrahman menyusuri Sungai Kapuas ke arah hulu. Pada 23 Oktober 1771 M, rombongan Abdurrahman sampai di muara persimpangan Sungai Kapuas dan Sungai Landak. Di daerah yang berbentuk tanjung ini, mereka naik ke darat, menebas hutan belantara untuk dijadikan daerah pemukiman baru yang kemudian dinamakan Pontianak. Di daerah baru tersebut, segera berdiri sebuah kerajaan baru Kerajaan Pontianak. Kemudian dibangun sebuah masjid dan istana untuk sultan. Masjid tersebut adalah Masjid Abdurrahman, dan istananya adalah Istana Kadriah.

Masjid Abdurrahman dan Istana Kadriah dari jaman Kesultanan Pontianak, Kalimantan Barat.

Pada tahun 1952 Kesultanan Pontianak bergabung dengan NKRI dan keberadaan Istana Kadriah tak lebih dari simbol yang tidak memiliki peran apa-apa. Lokasi istana berdekatan dengan Masjid Abdurrahman, hanya beberapa puluh meter. Lokasi yang berdekatan ini menunjukkan bahwa, istana dan masjid merupakan satu kesatuan utuh dalam sistem pemerintahan di Kesultanan Pontianak. Lokasi istana ini berada di Kelurahan Dalam Bugis, Pontianak, di tepi 2 arus sungai besar. Konstruksi Istana Kadriah hampir semuanya dari kayu besi atau kayu ulin, sehingga bisa bertahan lama. Bangunan istana memiliki kolong yang agak tinggi. Konstruksi ini merupakan bagian dari tradisi lokal Kalimantan. Istana ini terdiri dari empat lantai dengan anjungan yang berorientasi ke sungai. Bagian lantai utama berdenah segi empat, dikelilingi oleh serambi. Keberadaan serambi yang mengelilingi ruang lantai utama ini merupakan bagian dari ciri khas bangunan tropis. Serambi tersebut berfungsi sebagai ruang peralihan dari bagian luar ke dalam, dan juga untuk mencegah cahaya matahari ataupun hujan masuk secara langsung ke dalam ruangan. Setelah puas berswafoto di tempat yang sangay bersejar tersebut, selanjutnya kami meneruskan menyibak Pontianak.

Tujauan kami selanjutnya adalah Aloe Vera Center atau Pusat Pengembangan Lidah Buaya. Tanaman lidah buaya tak hanya bermanfaat untuk perawatan dan kesuburan rambut anda. Lidah buaya ternyata juga nikmat disantap sebagai minuman segar yang berkhasiat bagi kesehatan. Tanaman ini relatif mudah ditemui di Pontianak, Kalimantan Barat. Biasanya para petani menjual pelepah lidah buaya dengan harga seribu rupiah perkilogram.

Tidak hanya itu, seorang tabib atau dokter dari zaman Yunani kuno yang bernama Dioscordes, menyebutkan jika salah satu manfaat lidah buaya yakni memiliki khasiat untuk mengobati berbagai macam jenis penyakit. Misalnya radang tenggorokan, bisul, rambut rontok, wasir, dan kulit memar, pecah-pecah serta lecet. Lidah buaya ternyata dapat dijadikan minuman yang sangat nikmat. Caranya relatif mudah. Daun lidah buaya dibelah dan diambil dagingnya kemudian dipotong-potong menjadi kecil-kecil. Untuk menghilangkan lendirnya, lidah buaya dicuci lalu direbus hingga matang agar rasa getirnya hilang. Setelah itu potongan lidah buaya dicampur air gula atau sirup atau es batu. Maka jadilah minuman segar lidah buaya. Setelah melepas dahaga dengan segelas es lidah buaya, kami segera kembali ke arena Sinas IDAI 2017.

Di Hotel Golden Tulip Pontianak, tema simposium adalah ‘Integrated Management of Duck Children’. Pada topik ‘Konsep Baru Sepsis pada Anak’ oleh dr. Antonius Pudjiadi, SpA (K) dari Jakarta menjelaskan bahwa sepsis saat ini masih dianggap sebagai reaksi inflamasi sistemik yang disebabkan oleh infeksi, sejak tahun 1991 (Surviving Sepsis Campaign). Oleh karena pemikiran ini terlalu sensitif dan kurang spesifik, sehingga mengakibatkan penggunaan antibiotik berlebihan. Dengan demikian, seharusnya saat ini diperlukan tambahan bukti disfungai organ tubuh berdasarkan berbagai pemeriksaan klinis. Pada topik ‘Ensefalitis pada Anak’, dr. Iskandar Syarif, SpA (K) dari Padang menjelaskan tentang inflamasi jaringan otak karena infeksi, paska infeksi ataupun autoimun yang cukup sulit didiagnosis. Pemeriksaan PCR cairan otak adalah diagnosis emas untuk ensefalitis. Penggunaan obat imunomodulator sedang diteliti potensiny a, karena terapi baku belum memberikan luaran yang optimal.

Selanjutnya kami mendengarkan presentasi dengan topik ‘Pendekatan Diagnosis dan Tata laksana Kejang Neonatus’ oleh Dr. dr. Setyo Handryastuti, SpA (K), yang menjelaskan bahwa kejang merupakan kedaruratan medis paling sering pada neonatus. Oleh karena gambaran klinisnya samar dan berbeda dengan anak, maka wajib dipastikan tentang adanya kejang tersebut. Etiologinya didasarkan pada riwayat kehamilan dan persalinan. Obat anti kejang yang efektif diberikan secepatnya, pada kejang dengan lebih 3 kali dalam 1 jam atau berlangsung lebih dari 3 menit dan dihentikan setelah kejang terkontrol secara klinis. Setelah itu adalah presentasi denhan topik ‘Antibiotic Use in Children With Febrile Neutropenia’ oleh dr. DEAH Hapsari, SpA (K) yang menjelaskan bahwa kasus demam netropeni sering terjadi pada anak dengan keganasan hematologi yang mendapat kemoterapi. Antibitok harus digunakan setepat mungkin untuk mencegah timbulnya resistensi kuman, karena sebagian besar kejadian demam netropeni, tidak disebabkan oleh infeksi. Kami tidak lagi mengikuti berbagai presentasi berikutnya, karena kami akan melanjutkan menyibak Pontianak.

Tujuan kami selanjutnya adalah Museum Negeri Provinsi Kalimantan Barat di Jl. Jenderal A. Yani, Pontianak, yang dirintis sejak tahun 1974 oleh Kantor Wilayah Depdikbud Provinsi Kalimantan Barat, melalui Proyek Rehabilitasi dan Perluasan Permuseuman Kalimantan Barat. Fungsionalisasinya diresmikan pada tanggal 4 Oktober 1983 oleh Direktur Jenderal Kebudayaan Depdikbud, dan sejak itu Museum Provinsi Kalimantan Barat dibuka untuk umum.

Museum ini menyimpan di antaranya koleksi Geografi dan Geologika berupa peta dan jenis batu-batuan; koleksi biologika, arkeologika, historika, numismatika, dan keramologika berupa tempayan, piring, mangkuk, sendok, dll. yang berasal dari China, Vietnam, Jepang, Eropa, dan keramik lokal Singkawang. Selain menampilkan koleksi yang ada di Ruangan Pameran Tetap I, Museum Provinsi Kalimantan Barat juga menampilkan koleksi replika dan miniatur yang berada di plaza Jangkar kapal dagang asing. Setelah terkagum membayangkan kehebatan bahari nenek moyang, kami melanjutkan proses menyibak Pontianak dengan menyeberangi Sungai Kapuas, sungai terpanjang di seluruh Indonesia dan membelah kota Pontianak.

Rumah makan di pinggir Sungai Kapuas di Pontianak, Kalimantan Barat

Kami menyeberangi Jembatan Kapuas I yang terletak di pusat Kota Pontianak dengan panjang 420 meter dan lebar 6 meter. Jembatan Kapuas I yang melengkung gagah seperti busur panah ini, merupakan penghubung pusat Kota Pontianak dengan beberapa kabupaten lainnya di Kalbar. Jembatan ini dibangun pada tahun 1980 dan diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tahun 1982. Jembatan yang dibangun dengan dana Rp 6,06 miliar ini pada awalnya difungsikan sebagai jalan tol yang berarti setiap pengguna jembatan ini dipungut tarif tol. Namun karena jembatan ini dianggap sudah menjadi jalur utama dan tidak ada jalur alternatifnya, pungutan tarif tol dihapus pada pertengahan 1990-an dan jembatan ini bebas dilalui pengendara. Akibat terus meningkatnya volume kendaraan yang melintasi jembatan Kapuas I, maka pemerintah mewujudkan pembangunan jembatan Kapuas II yang berada di Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Sempat terjadi peristiwa yang menggemparkan warga Kota Pontianak pada tanggal 30 Agustus 2013, yakni fender tiang utama jembatan Kapuas I ditabrak tongkang pengangkut bauksit, sehingga mengakibatkan bergesarnya sambungan jembatan di bagian tengah sekitar 10 cm. Akibat kejadian itu arus kendaraan terpaksa diblokir dan dialihkan ke jembatan Kapuas II di Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya guna menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan hingga proses pemeriksaan dan perbaikan jembatan selesai.

Menemui dr. Titik Nurwahyuni, SpS, MMR yang pernah menjabat sebagai Direktur RS St. Antonius di Pontianak dan kakak kelas yang baik saat kuliah di FK UGM bersama Kombes Pol. dr. Sugeng Krismawanto, SpOT,

Setelah merasakan sensasi penyeberangan Sungai Kapuas yang membanggakan, kami segera menemui dr. Titik Nurwahyuni, SpS, MMR yang pernah menjabat sebagai Direktur RS St. Antonius di Pontianak dan kakak kelas yang baik saat kuliah di FK UGM. Setelah bernostalgia sebentar, kami segera menumpang Jeep 4×4 Cherokee 4.0 l yang garang menghentak aspal, menuju Bandara Internasional Supadio Pontianak, untuk kembali ke Yogyakarta. Penerbangan dalam perut pesawat Boeing 737-300 xpressair XN 833 yang terbang setinggi 33.000 kaki dari Pontianak, mengantar kami kembali ke Yogyakarta.

RSU Santo Antonius Pontianak Kalimantan Barat yang megah menjulang

Terimakasih kepada handai topan dan semua pihak, terlebih kepada Kombes dr. Sugeng Krismawanto, SpOT yang bertugas di RS Bhayangkara Polda Kalbar, atas semua dukungan, bantuan dan dukungannya. Sampai bertemu dalam petualangan berikutnya.

Sekian

Yogyakarta, 14 Februari 2017

Salam hangat.

Fx. Wikan Indrarto

*) dokter spesialis anak di RS Panti Rapih, Ketua IDI Cabang Kota Yogyakarta dan alumnus S3 UGM, no WA 081227280161.

Categories
anak dokter Healthy Life Jalan-jalan sejarah

2017 India yang Nyata

Kenangan saat kami berjalan di seputaran Indian Gate,

pusat kota New Delhi, India

INDIA  YANG  NYATA

fx. wikan indrarto*)

Undangan untuk mengikuti the 11th World Congress on Adolescent Health, pada 27-29 Oktober 2017 di Hotel Pullman Aerocity, New Delhi, India, menggetarkan ingatan akan Parikesit, yang saat janin telah dipanah oleh Aswatama menggunakan senjata ampuh Brahmastra. Parikesit adalah putera Raden Angkawijaya dengan Dewi Utarri, yaitu cucu Raden Arjuna. Parikesit dilahirkan setelah perang besar Baratayudha dalam epik Mahabarata karya Vyasa, yang dipercaya terjadi di padang Kurukshetra, yang termasuk negara bagian Haryana, India. Parkesit kemudian bertahta sebagai raja di Hastinapura, yang bergelar Prabu Kresnadipayana, saat masih terhitung remaja (adolescent). Bagaimana kesehatan remaja (adolescent) India saat ini?

.

Petualangan kami mulai pada hari Kamis, 26 Oktober 2017 menggunakan pesawat Garuda Indonesia Boeing 737-800 GA 205, yang berangkat pk. 10.05 dari Yogyakarta dan transit sejenak di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta Jakarta. Setelah bercengkerama akrab dengan Kombes Yosafat Sunaryanto, temanmanuk jebolan SMA Kolese de Britto Yogyakarta tahun 1984, yang saat ini menjabat Chief Security PT Aerofood Indonesia, kami melanjutkan petualangan dengan pesawat Garuda Indonesia Boeing 737-800 GA 836, menuju Singapore Changi Terminal 3. Pesawat Boeing 737 merupakan salah satu jenis pesawat terbang komersial berbadan sempit dengan mesin ganda (twin jet), yang diproduksi oleh Pabrik Boeing di Seattle, Amerikas Serikat. Awalnya pesawat ini merupakan pengembangan versi murah dari Boeing 707 dan Boeing 727, dengan kapasitas yang lebih sedikit dan berjarak pendek. Boeng 737 adalah produk Boeing yang paling laris di pasar penerbangan dunia, dengan penjualan lebih dari 8000 unit hingga akhir Desember 2014, bahkan pesanan yang belum terkirim mencapai 4037 unit, pada bulan Oktober 2014. Boeing 737 merupakan pesaing utama dari pesawat berlorong tunggal keluaran Airbus yaitu Airbus A320.

.

Setelah menempuh 851 km dalam ketinggian jelajah 2.888 m dalam kecepatan 466 km/jam, kami sampai di Singapura. Selanjutnya kami berganti maskapai yang melakukan ‘Code Sharing Agreement’ dengan Garuda Indonesia, yaitu pesawat Boeing 777-300er GA 9391 by Jet Airways ke Delhi Gandhi Terminal 3. Boeing 777 adalah pesawat penumpang sipil berbadan lebar, bermesin ganda, berjarak jauh dan dibuat oleh Boeing Commercial Airplanes. Pesawat ini dapat mengangkut antara 314-451 penumpang dan memiliki jangkauan 9.695 sampai 17.372 km. Penerbangan pertama Boeing 777 pada tahun 1994. Ciri unik dari 777 adalah adanya enam roda pendaratan per set di setiap roda pendaratan utama, ‘fuselage’ yang bundar sempurna, dan “tailcone” belakang yang menyerupai mata pisau. Boeing 777 dibuat untuk menjadi pengganti pesawat super jumbo Boeing 747 yang legendaris, namun lebih efisien. Oleh karena itu, Boeing 777 menjadi pesawat twinjet (mesin ganda) terbesar di dunia. Emirates, maskapai nasional Uni Emirat Arab adalah operator terbesar pesawat Boeing 777.

.

Jet Airways (India) Ltd. merupakan sebuah maskapai penerbangan swasta yang berbasis di Mumbai, India. Maskapai ini merayakan ulang tahun ke 21 tahun dengan jaringan rute ke 72 kota dunia, menggunakan 100 lebih pesawat mereka yang baru dan tentunya mereka layak di beri penghargaan sebagai pelopor maskapai di India atas keberhasilan dan strategi mereka menghadapi kekejaman pasar. Di amendemenkannya UU korporasi udara tahun 1953 oleh pemerintah India pada tahun 1991, membuat Naresh Goyal yang merupakan salah satu pengusaha terkenal di India, memutuskan untuk mendirikan maskapai yang bernama Jet Airways. Pada awal operasionalnya, disewanya Boeing 737-300 sebanyak 4 armada dari maskapai Ansett Australia yang memiliki penggunaan bahan bakar terefisien saat itu dan resmi beroperasi pada 5 Mei 1993.

.

Setelah menempuh jarak4.021 km dalam ketinggian jelajah 10.091 m dengan kecepatan 930 km/jam, kami mendarat di Bandara Indira Gandhi di New Delhi tepat tengah malam Kamis, 26 Oktober 2017. Bandar Udara Internasional Indira Gandhi (IATA : DEL) merupakan sebuah bandar udara yang terletak di Delhi Barat, 16 kilometer (9,9 mil) sebelah barat daya dari pusat kota New Delhi, India. Bandara ini merupakan bandara terbesar di India. Dinamai Indira Gandhi, yaitu mantan Perdana Menteri India, pada tahun 2008, bandara yang terletak pada ketinggian 777 kaki (237 m) ini telah melayani 24 juta penumpang setahun, dimiliki oleh ‘Airports Authority of India’ dan dikelola oleh ‘Delhi International Airport Private Limited’ (DIAL).

.

Indira Priyadarshini Gandhi yang lahir di Allahabad, Uthar Pradesh, India pada 19 November 1917 adalah Perdana Menteri India pada periode 19 Januari 1964 sampai 24 Maret 1977, dan berlanjut pada 14 Januari 1980 sampai meninggalnya pada 31 Oktober 1984 saat umur 66 tahun. Sebagai anak kandung Perdana Menteri India yang pertama Jawaharlal Nehru, Indira Gandhi yang terlahir sebagai Indira Nehru, menikah dengan Feroze Gandhi, yang telah mengubah namanya dari Feroze Khan, meskipun tidak memiliki hubungan darah dengan tokoh terkenal kemerdekaan India, Mahatma Gandhi. Ia merupakan wanita pertama yang menjadi perdana menteri India dan meninggal pada 1984 dalam aksi teror yang dilakukan dua pengawal pribadinya yang memeluk ajaran Sikhisme. Aksi itu dipicu oleh instruksinya yang memerintahkan tentara India menyerang Kuil Emas di Punjab yang dijadikan markas para pengikut Sikh yang menginginkan Punjab sebagai negara mereka.

.

Metro Delhi bandara adalah kereta api supercepat yang menghubungkan bandara dengan bagian tengah New Delhi. Perjalanan Metro Delhi pada sektor Dwarka 21 sejauh 15,7 Km di bawah tanah dan 7 Km di rel tinggi dengan kecepatan 80 km/jam, sehinngga Airport Express Line tersebut mampu menempuh kurang dari 25 menit dari ujung ke ujung, sehingga benar-benar membawa Bandara lebih dekat ke jantung kota Delhi. Jadwal keberangkatan kereta api pertama pk. 4:45 pagi dan terakhir 23:30 malam dari New Delhi dan Dwarka Sector 21. Kami tidak berkesempatan mencoba kecepatan Metro Delhi yang membanggakan tersebut, karena kami baru tiba setelah tengah malam. Namun demikian, kami sangat bangga karena telah menjejakkan kaki di tanah India, yang ditemukan oleh Vasco da Gama, yang menduduki peringkat ke-86 dalam buku Michael H. Hart berjusul 100 tokoh yang paling berpengaruh dalam sejarah manusia.

.

Vasco da Gama adalah seorang penjelajah Portugis yang menemukan jalur jalan laut langsung dari Eropa ke Malabar di India dengan melakukan penjelajahan laut mengelilingi Benua Afrika, saat ditugasi oleh Raja Manuel I dari Kerajaan Portugal untuk mencari negeri-negeri di benua Timur, dan untuk mendapatkan akses Portugis ke pasar komersial di benua Timur. Da Gama memperluas penjelajahan laut dari pendahulunya, Bartolomeus Dias, yang pertama-tama mengelilingi Tanjung Harapan di ujung selatan benua Afrika pada 1488, dan didukung oleh Henrique, seorang navigator handal. Hanya 54 dari 170 kelasi, dan dua dari empat kapal, yang kembali ke Portugal dengan selamat pada 1499. Namun demikian, pelayaran pertama da Gama langsung menghasilkan era dominasi Eropa selama ratusan tahun melalui kekuatan laut dan perdagangan, dan kolonialisme Portugis selama 450 tahun di India yang menghasilkan kekayaan dan kekuasaan bagi takhta Portugal. Kota pelabuhan yang pertama kali didarati Vasco da Gama adalah Goa di Indiai bagian barat laut.

.

Petualangan kami memang tidak akan sampai ke Goa, tetapi malam itu kami meresakan kepenatan yang lebih, sebab pengurusan imigrasi memakan waktu lama sekali. Selain kami sempat salah masuk antrian pada jalut ‘foreign passport’ yang sedikit lebeh pendek dari jalur ‘Indian passport’, juga karena antrian kami pada jalur e-visa cukup rumit. Visa yang kami peroleh secara electronic dari Kedubes India di Jakarta, berupa lembaran yang diprint sendiri di rumah. Oleh sebab itu, kami bergabung dengan pengunjung dari 49 negara yang mendapat akses e-visa dari pemerintah India, harus menjalani sesi foto dan pengambilan sidik jari yang sering tidak terbaca karena telapak tangan yang kotor atau berkeringat. Dengan itu, kami kehabisan waktu untuk mengambil bagasi konter ‘baggage claim’ yang daftar kode penerbangannya sudah terhapus karena banyaknya penerbangan berikutnya yang datang. Kami harus telusur ke konter informasi dan ‘baggage claim’ di ruangan yang sangat luas dalam area bandara. Moto ‘World’s Number One Airport for 2 Concecutive Years versi ASQ’ untuk Delhi Indira Gandhi International Airport, rasanya tidak mudah diperoleh, kalau antrian imigrasi jalur e-visa yang jah lebih panjang dibandingkan jalur ‘visa on arrival’ di sebelahnya, tidak dicarikan jalan keluarnya.

.

Setelah menghindari para calo pencari penumpang dan tamu hotel transit bandara yang lincah dan terus saja merayu, akhirnya kami melanjutkan perjalanan dengan taksi menuju ke hotel bloomrooms di 8591, Arakashan Road, Opp New Delhi Railway Station, New Delhi 110055, India. Taksi yang kami gunakan adalah mobil minibus Tata produksi India, yang bentuknya seperti Mitshubishi HiJet atau Suzuki Carry di Indonesia. Bedanya adalah sudah menggunakan bahan bakar gas atau BBG dan sopir sering membunyikan klakson berulang. Malam itu kami tidur nyenyak, agar hari berikutnya dapat mengikuti the 11th World Congress on Adolescent Health dan melanjutkan petualangan ke India.

Bersambung

*) petualang dari Yogyakarta

Ditulis dan dibagikan di kamar 209 hotel bloomrooms di 8591, Arakashan Road, Opp New Delhi Railway Station, New Delhi 110055, India

.

INDIA HARI KEDUA

fx. wikan indrarto*)

Siap mengikuti the 11th World Congress on Adolescent Health,

di Hotel Pullman Aerocity, New Delhi, India


Pagi itu Jumat, 27 Oktober 2017 kami terbangun di kamar 209 hotel bloomrooms di 8591 Arakashan Road, New Delhi, India agak terlambat dari biasanya, karena kelelahan yang penat. Segera kami santap sarapan menu asli India yang hanya hambar dan sedikit pahit di lantai 1, lanjut bergegas akan mengikuti the 11th World Congress on Adolescent Health, di Hotel Pullman Aerocity, New Delhi, yang telah menggetarkan ingatan akan Parikesit, karena bertahta sebagai raja di Hastinapura pada epik Baratayudha, saat masih terhitung remaja (adolescent). Kesehatan remaja yang akan dibahas di India, mengingatkan hal lain, yaitu tentang layanan kesehatan di rumah sakit. Apa yang perlu disadari?

.


Hippocrates dari Yunani boleh disebut sebagai bapak ilmu kedokteran, namun tabib India kuno terbukti telah mampu melakukan tindakan seperti operasi katarak hingga operasi plastik. Sushruta, seorang tabib India, dikenal sebagai dokter bedah pertama yang tercatat dalam sejarah dunia. Bahkan pada abad ke-8, tabib India telah menemukan cikal bakal vaksin cacar. Ilmu kedokteran yang mereka ciptakan dirangkum dalam kitab suci Ayurvedha. Sedangkan konsep rumah sakit kuno jaman Hippocrates mungkin berasal dari kuil Asclepius, dewa kesehatan Yunani, dengan pola perawatan yang diberikan masih berbau takhayul, karena didasarkan pada penyembahan terhadap Dewa Asclepius. Rumah sakit dengan konsep modern pertama di dunia baru tercatat dari laporan seorang biksu Cina bernama Fa Xian pada tahun 400 M, justru terjadi di India. Sistem yang dianut waktu itu mirip dengan rumah sakit pada masa sekarang. Orang yang merasa sakit datang, diperiksa oleh tabib, kemudian dirawat dengan ramuan dan makanan hingga sembuh, kemudian diperbolehkan pulang. Fa Xian (Fa Hsien atau Fa Hien) adalah seorang biarawan Tiongkok dan seorang penjelajah pada abad ke-5 Masehi. Tulisan yang dia buat berisi tentang deskripsi mengenai tempat dan benda sakral Buddha yang merupakan agama yang sangat dominan di India pada saat itu. Selain itu, juga berisi tentang sebuah tempat layanan penyembuhan, sebagaimana kita kenal sekarang sebagai sebuah rumah sakit.

.

Naik Bajaj, kendaraan umum khas India. Lalu lintas yang semrawut, bunyi klakson dan umpatan para pengemudi, juga laju kencang dan melawan arus, adalah pemandangan yang nyata seperti yang kami saksikan di youtube


Petualangan hari kedua kami di India dimulai dengan berjalan kaki sekitar 11 menit sejauh 750 m dari hotel bloomrooms, kami mencapai Delhi Aero City Airport Line Station di New Delhi Platform 2. Lalu lintas yang semrawut, bunyi klakson dan umpatan para pengemudi, juga laju kencang dan melawan arus, adalah pemandangan yang nyata seperti yang kami saksikan di youtube. Republik India memiliki jumlah penduduk terbanyak kedua di dunia, dengan populasi lebih dari satu miliar jiwa, merupakan negara terbesar ketujuh berdasarkan ukuran wilayah geografis. Jumlah penduduk India tumbuh pesat sejak pertengahan 1980-an. Ekonomi India adalah terbesar keempat di dunia dalam PDB (Produk Domistik Bruto), diukur dari segi Paritas Daya Beli (PPP), dan salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia. India dengan sistem demokrasi liberal terbesar di dunia, juga telah muncul sebagai kekuatan regional yang penting, memiliki kekuatan militer terbesar, dan memiliki senjata nuklir. Meskipun kekumuhan lingkungan, kemiskinan kota dan bau kencing di sepanjang jalan yang kami lewati masih ada, tetapi segera lenyap begitu kami turun ke Delhi Aero City Airport Line Station di bawah tanah, yang nampak modern. Dengan tiket seharga Rs 60 dan 2 kali perhentian, yaitu di Shivaji Stadium dan Dhuala Kuan, kemudian kami turun di Delhi Aerocity Station dilanjutkan berjalan kaki ke lokasi acara di Hotel Pullman di Asset No 02, GMR Hospitality District, sekitar 11 menit sejauh 850 m.

Peserta dari Yogyakarta pada the 11th World Congress

on Adolescent Health di Hotel Pullman Aerocity, New Delhi India


.
Setelah proses registrasi peserta konggres yang lancar, segera kami mengikuti Plenary Sessions dengan Keynote Lecture Anthony Costello (World Health Organization, Switzerland) dengan judul sangat wah dan khas pejabat, yaitu Global adolescent health: Opportunities and challenges. Selanjutnya Gogontlejang Phaladi (The Partnership for Maternal Newborn and Child Health, Botswana) memberikan materinya yang lebih membumi dan bergaya milenium dengan judul Adolescent health: a young person’s perspective. Sayang sekali, materi oleh Manoj Jhalani (Ministry of Health and Family Welfare, Government of India) yang berjudul Adolescent Health – India’s vision kurang menarik untuk diterapkan, karena lompatannya terlalu jauh ke depan, meninggalkan masa keemasan Prabu Kresnadipayana atau Parikesit remaja pada era akhir wayang purwo.

.

Setelah sesi debat para pakar yang cukup menarik karena bertema ‘The parents of any child, including adolescents under 18 years of age, must give consent for their child’s clinical care’ dan dipimpin oleh Pierre-André Michaud (University of Lausanne, Switzerland), kami menjadi lebih mengerti ramaja. Perdebatan yang mempertemukan Fadia AlBuhairan (King Abdullah Specialist Children’s Hospital, Riyadh, Saudi Arabia) dengan Philip Jaffé (Center for Children’s Rights Studies, University of Geneva, Switzerland) sangat hidup dan inspiratif. Sesi yang menarik lainnya adalah paparan hasil penelitian Sawni, laChance dan Meko dari Hurley Medical Center Genese County, MI, USA yang menyimpulkan bahwa komunikasi menggunakan HP (call-based communication) dengan remaja, sangat mungkin dilakukan, bahkan juga pada remaja dari kelas sosio ekonomi rendah. Pada era teknologi komunikasi sekarang, petugas kesehatan wajib mempertimbangkan penggunaaan HP (cell-based communication) untuk berkomunikasi dengan remaja (p<0,001).


.


Setelah sesi makan siang, kami melanjutkan petualangan dengan kembali melalui Delhi Aerocity Station untuk naik Delhi Aero City Airport Line, melewati Dhuala Kuan dan turun di Shivaji Stadium. Dari situ kami menyewa bajaj berbahan bakar gas (BBG) menuju pusat kota (downtown) New Delhi. Meskipun lalu lintas sangat padat, tetapi polusi dan emisi gas buang asap kendaraan bermotor sangat rendah, karena penggunaan BBG di India sudah sangat jamak. Dengan tarif Rs 500 untuk penggunaan 2 jam, kami segera meluncur ke Gerbang India (Indian Gate). Gerbang ini adalah monumen nasional India yang terletak di jantung kota New Delhi dan dirancang oleh Sir Edwin Lutyens, seorang arsitek Inggris yang terkenal. Aslinya gerbang ini dikenal dengan nama “Tugu Peringatan Perang Seluruh India”, untuk memperingati pengorbanan 90.000 orang tentara India Britania yang tewas membela Kerajaan Inggris Raya pada Perang Dunia I (1914-1918) dan Perang Inggris-Afghanistan III tahun 1919.

Gerbang India, yang awalnya diberi nama All India War Memorial, dibangun sebagai bagian dari Imperial Graves Commission (IWGC) pada tahun 1917.



Gerbang India, yang awalnya diberi nama All India War Memorial, dibangun sebagai bagian dari Imperial Graves Commission (IWGC) pada tahun 1917. Batu fondasi diletakkan oleh Duke of Connaught yang berkunjung pada tanggal 10 Februari 1921. Proyek ini selesai sepuluh tahun kemudian pada tahun 1931 dan diresmikan pada tanggal 12 Februari 1931, oleh Viceroy Lord Irwin. Setiap tahun pada tanggal 26 Januari, parade Hari Republik dimulai dari Rashtapati Bhavan (Presiden House) dan berlangsung di sekitar Gerbang India. Parade ini menampilkan prestasi terbaru di bidang teknologi pertahanan sekaligus warisan budaya negara India.

.


Sir Edwin Lutyens adalah arsitek perancang yang mendesain lengkungan kemenangan sangat mirip dengan Arch de Triomphe di Paris, Prancis. Gerbang India terletak di pusat kompleks heksagonal dengan diameter 625 m dan luas 360.000 m2. Gerbang India tingginya 42 m dan lebar 9,1 m. Ternyata bukan Phytagoras orang Yunani kuno ahli aritmatika yang menemukan penggaris berskala, melainkan orang-orang India kuno pada tahun 1.500 SM. Penggaris kuno ini dibuat dari gading dengan ketelitian 2 mm dan menjadi penyebab mengapa bangunan prasejarah di India, dibuat dengan sangat presisi. Sir Edwin Lutyens tidak mau kalah, saat membangun Gerbang India dengan menggunakan bahan bangunan batu pasir merah dan kuning yang bersumber dari Bharatpur, juga disusun sangat presisi. India adalah asal dari peradaban kuno yang berpusat di Lembah Sungai Indus dan merupakan tempat kelahiran dari empat agama utama dunia, yaitu Hindu, Buddha, Jainisme dan Sikhisme yang meraih kemerdekaan dari Inggris pada 1947. Dulu terdapat kanopi di depan monumen Gerbang India, yang di atasnya pernah berdiri patung George V dengan mahkota dan jubah penobatannya sebagai Raja Inggris Raya, yang disebut ‘Imperial State Crown’ dan tongkat kerajaan. Patung tersebut kemudian dipindahkan ke ‘Coronation Park’ pada tahun 1960 dan kanopi dikosongkan yang melambangkan mundurnya kolonial Inggris dari India.

.


Setelah puas berfoto gaya di sela-sela banyaknya pengunjung Gerbang India, kami melanjutkan perjalanan menyusuri Jl. Rajpath yang lurus dan lebar. Jalan Rajpath yang dibangun sangat mirip dengan Champs-Elysees di Paris, Perancis adalah jalan raya seremonial untuk Republik India di New Delhi, sehingga kami sampai merinding membayangkan megahnya parade Hari Republik India pada setiap tanggal 26 Januari di jalan tersebut. Kami terus menuju Rashtapati Bhavan (Presiden House) dan Parliament of India. Semua bangunan tersebut saling berdekatan, yaitu Rashtrapati Bhavan yang adalah tempat tinggal resmi Presiden India, memiliki 340 ruang yang dilengkapi Estate Presiden seluas 130 hektar, yang meliputi taman presiden era Mughal, lapangan terbuka besar, tempat tinggal para penjaga keamanan dan perwira lainnya, dan tembok perimeter-nya. Bangunan istana utama awalnya dikenal sebagai Viceroy’s House. Dalam hal wilayahnya, tempat tersebut merupakan tempat tinggal kepala negara terbesar di dunia, sampai saat Kompleks Presidensial Turki dibuka pada 29 Oktober 2014. Selanjutnya kami menuju ke House of Parliament, yang dirancang oleh arsitek Inggris Edwin Lutyens dan Herbert Baker pada tahun 1912-1913, konstruksi dimulai pada tahun 1921 dan berakhir pada tahun 1927. Upacara pembukaan Gedung Parlemen, yang kemudian disebut Dewan Legislatif Pusat, dilakukan pada tanggal 18 Januari 1927 oleh Lord Irwin, Raja Muda India.

.

Setelah terkagum-kagum akan keindahan arsitektur pusat pemerintahan Republik India, kami segera menuju Gandhi Smriti yang merupakan lokasi di mana Mahatma Gandhi menghabiskan 144 hari terakhir hidupnya dan terbunuh pada tanggal 30 Januari 1948. Kemudian kami menuju Rajghat yang merupakan tempat di mana Mahatma Gandhi dikremasi pada tanggal 31 Januari 1948 setelah pembunuhannya dan abunya dikubur di situ. Raj Ghat berbentuk platform persegi besar dengan marmer hitam dirancang oleh arsitek Vanu Bhuta.



Mohandas Karamchand Gandhi lahir di Porbandar, Gujarat, India 2 Oktober 1869 dan meninggal di New Delhi, India 30 Januari 1948 pada umur 78 tahun. Gandhi adalah seorang pemimpin spiritual dan politikus yang paling penting dalam Gerakan Kemerdekaan India. Ia adalah aktivis yang tidak menggunakan kekerasan dan mengusung gerakan kemerdekaan melalui aksi demonstrasi damai. Gelar Mahatma dalam Bahasa Sansekerta berarti “jiwa agung”, diberikan kepadanya pada tahun 1914 di Afrika Selatan. Selain itu, di India ia juga dipanggil Bapu dalam Bahasa Gujarat, yaitu panggilan istimewa untuk “ayah” atau “papa”.

.

Kata kebajikan yang dikenang dari Mahatma Gandhi adalah ‘Cinta tidak pernah meminta, ia sentiasa memberi, cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah berdendam, tak pernah membalas dendam. Di mana ada cinta di situ ada kehidupan, kebencian membawa kepada kemusnahan. Selain itu, jadilah kamu manusia yang pada kelahiranmu semua orang tertawa bahagia, tetapi hanya kamu sendiri yang menangis dan pada kematianmu semua orang menangis sedih, tetapi hanya kamu sendiri yang tersenyum.’ Pembunuhan Mahatma Gandhi pada tanggal 30 Januari 1948 di New Delhi, India, ditembak dari jarak dekat oleh Nathuram Godse. Sejak tahun 1934, telah ada lima upaya gagal untuk membunuh Gandhi di Rumah Birla atau Gandhi Smriti. Godse adalah seorang brahmin Chitpavan dan aktivis nasionalis Hindu dari Pune, Maharashtra, yang menjadi anggota Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS) dan Hindu Mahasabha. Godse meninggal dalam hukuman mati dengan cara digantung di penjara Ambala, Punjab, sekarang disebut Haryana.

.

Setelah puas keliling pusat kota New Delhi yang megah dan bersejarah, kami menikmati santap malam di Safari Resto Lounge di seberang Hotel Metropolitan, Bangla Sahib Rd, Connaught Place, New Delhi, dengan menu Tom Yam Soup Vegetarian seharga Rs 175 dan chicken Biryani khas India seharga Rs 425. Diiringi musik tradisi Punjab yang enegik, berjiwa muda, dan sesemangat Parikesit yang masih remaja (adolescent), kami santap habis semua yang ada dan segera kembali ke hotel. Dengan puas malam itu kami beristirahat, untuk menyiapkan diri mengikuti the 11th World Congress on Adolescent Health hari kedua.


(bersambung lagi)


*) pelancong dari Jawa berdana cekak, ditulis dan dibagikan dari kamar 209 hotel bloomrooms di 8591 Arakashan Road, New Delhi, India


Sabtu dini hari, 28 Oktober 2017 saat Hari Sumpah Pemuda Indonesia.

INDIA  HARI  KETIGA

fx. wikan indrarto*)

Pagi itu Sabtu, 28 Oktober 2017 kami terbangun di kamar 209 hotel bloomrooms di 8591 Arakashan Road, New Delhi, India dengan bugar. Segera kami santap menu sarapan menu asli India yang kali ini dapat kami nikmati dalam rasa yang penuh rempah, lalu lanjut bergegas akan mengikuti the 11th World Congress on Adolescent Health hari kedua, di Hotel Pullman Aerocity, New Delhi. Seperti hari sebelumnya, segera kami menikmati nuansa khas kota New Delhi sebagai ibu kota India. Batu fondasi kota itu diletakkan oleh George V, Kaisar India tahun 1911. New Delhi dirancang oleh arsitek Inggris, Sir Edwin Lutyens dan Sir Herbert Baker dan diresmikan pada tanggal 13 Februari 1931, oleh Raja Muda atau Viceroy dan Gubernur Jendral India, Lord Irwin yang bernama asli Edward Frederick Lindley Wood. New Delhi dengan jumlah penduduk 26.454.000 jiwa pada tahun 2016, telah dipilih sebagai salah satu dari seratus kota di India, yang akan dikembangkan sebagai kota cerdas di bawah kepemimpinan Perdana Menteri India, Narendra Modi.

.

Setelah kami berjalan kaki sekitar 11 menit sejauh 750 m dari hotel, kami mencapai Delhi Aero City Airport Line Station di New Delhi Platform 2. Delhi Metro adalah sistem metro terbesar ke-12 di dunia dalam hal panjang jalan. Delhi Metro adalah sistem transportasi umum modern pertama di India, yang telah merevolusi perjalanan dengan menyediakan sarana transportasi yang cepat, terpercaya, aman, dan nyaman. Saat ini, jaringan Metro Delhi terdiri dari 213 kilometer (132 mil) jalur, dengan 160 stasiun beserta enam stasiun lagi dari Airport Express Link. Empat jenis kerata rolling stock yang digunakan, yaitu Mitsubishi-ROTEM Broad gauge, Bombardier MOVIA, Mitsubishi-ROTEM Standard gauge, dan CAF Beasain Standard gauge. Menurut sebuah studi, Delhi Metro telah membantu menghapus sekitar 390.000 kendaraan dari jalanan Delhi. Proyek Delhi Metro dipelopori oleh Padma Vibhushan E. Sreedharan, managing director DMRC (Delhi Metro Rail Corporation Limited) dan dikenal sebagai “Metro Man” dari India. Dia dikenang saat mengundurkan diri dari DMRC, mengambil tanggung jawab moral atas jatuhnya jembatan metro yang menewaskan lima nyawa. Dengan tiket seharga Rs 60 dan 2 kali perhentian, yaitu di Shivaji Stadium dan Dhuala Kuan, kemudian kami turun di Delhi Aerocity Station dilanjutkan berjalan kaki ke lokasi acara di Hotel Pullman di Asset No 02, GMR Hospitality District, sekitar 11 menit sejauh 850 m.

.

Segera kami mengikuti Plenary Sessions hari kedua dengan Keynote Lecture oleh Dakhshita Wickremarathne (Youth Advocacy Network, Sri Lanka) dengan tema Herb Friedman Lecture: Young people changing the future of adolescent health, sebuah kuliah yang inspiratif dan Kate Gilmore (Office of the High Commissioner for Human Rights, Switzerland) dengan tema Migration and adolescent health, yang menceritakan pengaruh proses pengungsian karena bencana kemanusiaan. Selanjutnya Ravi Verma, (International Center for Research on Women, India) dengan tema Towards a gendered approach to adolescent health yang menjelaskan tingginya angka kejahatan pada wanita di India dan Anne-Sophie Parent (University of Liège, Belgium) dengan tema Puberty: new insights yang banyak mengubah cara pandang tentang pubertas pada remaja.

.

Sesi debat antar pakar hari kedua tidak terlalu menarik perhatian peserta, karena tema ‘Brain imaging has made a negligible contribution to adolescent care and health promotion’ yang dipimpin oleh David Ross (World Health Organization, Switzerland). Debat hari itu menampilkan Russell Viner dengan Sarah-Jayne Blakemore, keduanya dari UCL, UK. Kami selanjutnya menikmati Plenary Symposium dengan tema A Lancet Standing Commission on Adolescent Health and Wellbeing: Meeting the Challenge of Global Adolescent Health. Panel ahli oleh George Patton (University of Melbourne Australia), Marleen Temmerman (Aga Khan University Kenya), Kikelomo Taiwo (Amnesty International New York USA), dan Sabine Kleinert (The Lancet UK). Panel hali yang memberikan penjelasan saling melengkapi tersebut, disusul panel kedua yang bertema Mental Health and adolescents. Kali ini panel ahli melibatkan Vikram Patel (Harvard Medical School, USA), Meghna Khatwani (Ambedkar University India), dan Eugene Kinyanda (MRC Uganda) yang lebih hidup dan banyak humor.

.

Setelah sesi makan siang, kami melanjutkan perjalanan untuk melihat sungai Yamuna yang mengalir dari gletser Yamunotri pada ketinggian 6.387 meter. Sungai ini melintasi beberapa negara bagian, yaitu Uttarakhan, Haryana dan Uttar Pradesh melewati Himachal Pradesh dan kemudian masuk ke Delhi. Sungai ini semakin besar setelah beberapa anak sungainya, termasuk Ton, Chambal, Sindh, Betwa, dan Ken bergabung. Hampir 57 juta orang bergantung pada air sungai Yamuna. Sama seperti Sungai Gangga, sungai Yamuna juga sangat dihormati dalam agama Hindu dan disembah sebagai dewi Yamuna. Dalam mitolohi Hindu, mandi di air suci sungai ini membebaskan seseorang dari siksa maut. Namun demikian, kualitas air di sungai Yamuna yang membelah Delhi, sudah sangat parah.

.

Dari langit di atas hingga tanah ke bawah, Delhi telah tercemar. Wilayah India yang meliputi ibu kota New Delhi berukuran setengah dari Rhode Island, dan merupakan rumah bagi dua kali penduduk Kota New York. Semua berkontribusi terhadap kabut kuning tebal di atas kota setiap hari. Bahkan sungai suci Yamuna tidak terbebas dari polusi yang parah. Sungai kedua setelah Sungai Gangga tersebut mengalir sepanjang 1.376 km melalui India, 80% dari pencemaran di sungai telah masuk sepanjang 14 mil (22,5 kilometer) sebelum melewati Delhi. Erosi tanah, pembuangan limbah kimia meninggalkan perairan hitam di beberapa tempat dan lapisan putih di tempat lainnya. Namun demikian, banyak anak tetap bermain air, pria mencuci baju, orang dari segala usia mandi dan minum dari sungai yang diyakini akan membebaskan mereka dari dosa. Setelah mengambil foto dari sebuah sisi Sungai Yamuna yang penuh perjuangan, karena medan yang terjal dan tidak tersedia dermaga yang pas untuk berfoto, kami menuju Akshardham adalah kompleks kuil Hindu yang megah dan sangat besar di seberang sungai Yamuna di pinggiran Delhi. Disebut juga sebagai Delhi Akshardham atau Swaminarayan Akshardham, kompleks ini menyimpan berbagai arsitektur, spiritual, budaya India dan Hindu tradisional. Pembangunannya diinspirasikan dan dikembangkan oleh Pramukh Swami Maharaj, kepala spiritual Bochasanwasi, bersama dengan 3.000 sukarelawan dibantu 7,000 pekerja konstruksi Akshardham. Kuil sangat megah tersebut dikunjungi sekitar 70 persen dari seluruh wisatawan yang berkunjung ke Delhi, sejak secara resmi dibuka pada 6 November 2005. Kami harus rela berebut posisi dengan para peziarah lain, untuk berswafoto dengan sudut pengambilan terbaik.

Delhi Akshardham atau Swaminarayan Akshardham, kompleks ini menyimpan berbagai arsitektur, spiritual, budaya India dan Hindu tradisional. Pembangunannya diinspirasikan dan dikembangkan oleh Pramukh Swami Maharaj, kepala spiritual Bochasanwasi.

Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan ke Gandhi Smriti, yang sebelumnya dikenal sebagai Birla House atau Birla Bhavan. Gandhi Smitri adalah museum yang didedikasikan untuk Mahatma Gandhi, terletak di Tees January atau Albuquerque Road, di New Delhi, India. Ini adalah lokasi di mana Mahatma Gandhi menghabiskan 144 hari terakhir hidupnya dan dibunuh pada tanggal 30 Januari 1948. Awalnya adalah rumah konglomerat bisnis India, keluarga Birla. Rumah 12 kamar tidur ini dibangun pada tahun 1928 oleh Ghanshyamdas Birla. Sardar Patel dan Mahatma Gandhi, keduanya adalah tokoh penting kemerdekaan India, sering menjadi tamu Birlas. Mahatma Gandhi tinggal di rumah tersebut dari 9 September 1947 sampai 30 Januari 1948, saat dia dibunuh. Jawaharlal Nehru, PM India kemudian menulis surat kepada Ghanshyamdas Birla dan akhirnya Rumah Birla dibeli pada tahun 1971 oleh Pemerintah India, seharga Rs 5,4 juta. Birla House dibuka untuk umum pada tanggal 15 Agustus 1973, berganti nama menjadi Gandhi Smriti (atau Gandhi Remembrance). Museum di gedung ini menampung sejumlah artikel yang terkait dengan kehidupan dan kematian Gandhi. Pengunjung dapat berkeliling ke gedung dan lapangan, melihat ruang yang diawetkan tempat Gandhi tinggal dan tempat di lapangan dimana dia ditembak saat mengadakan perjalanan umum malamnya. Gandhi ditembak saat bersemedi di tempat yang sekarang didirikan Martyr’s Column, yang menandai tempat “Bapak Bangsa India” dibunuh.

.

Setelah terinspirasi oleh kepemimpinan Mahatma Gandhi yang mengutamakan harmoni, kami segera berlanjut ke Indira Gandhi Memorial Museum di 1 Safderjang, New Delhi yang merupakan Museum Peringatan untuk PM Indira Gandhi dan bekas rumah kediaman keluarga. Pengunjung dapat melihat koleksi foto-foto langka gerakan Nasionalis, saat-saat pribadi keluarga Nehru-Gandhi dan masa kecilnya. Rumah ini adalah kediaman resmi Indira Gandhi, Perdana Menteri India terlama yang bertugas dari tahun 1966 sampai 1977 dan lagi pada tahun 1980 sampai 1984. Sebagai penguasa sebuah negara muda yang sedang bergolak, Nyonya Gandhi membuat banyak keputusan yang sulit dan kadang harus tidak populer. Yang utama adalah kebijakan politik pada tahun 1984 berupa ‘Operation Blue Star’, yaitu invasi militer ke Kuil Emas di Armitsar. Selama intervensi selama seminggu, tentara India membunuh ratusan warga sipil tak berdosa di lokasi yang paling suci bagi minoritas Sikh India. Operasi tersebut bertepatan dengan hari besar keagamaan, dan tentara dan pemerintah dituduh menutupi banyak kegiatan mengerikan yang terjadi di sini. Operasi Blue Star membuat marah warga Sikh di seantero negeri. Pada suatu pagi di bulan Oktober 1984, saat dia berjalan kaki melalui kebun rumahnya, dia dibunuh oleh pengawalnya sendiri.

.


Beberapa langkah terakhir yang dia jalani pada jalur itu sekarang ditutupi kaca, dan pengawal pribadi orang Sikh masih harus berdiri di posisi yang sama. Ini adalah peringatan menyedihkan dalam sejarah negara ini. Putra Indira Gandhi, Rajiv, mengambil alih posisi sebagai Perdana Menteri India setelah pembunuhannya. Sayangnya, dia juga terbunuh. Pada tahun 1991, seorang pembom bunuh diri seorang separatis Tamil dari Sri Lanka, Thenmuli Rajaratnam, meledakkan sebuah bom ikat pinggang sambil membungkuk untuk menyentuh kakinya (tanda penghormatan dalam tradisi di India), membunuh Rajiv dan setidaknya empat belas lainnya.

.

Rajiv Ratna Gandhi lahir di Mumbai, 20 Agustus 1944 dan meninggal di Sriperumbudur, 21 Mei 1991 pada umur 46 tahun) adalah anak tertua Indira dan Feroze Gandhi. Rajiv adalah Perdana Menteri India yang keenam dan ketiga dari seluruh keluarganya, melalui pemilihan umum (a general election defeat). Ia menjabat Perdana Menteri India ketika berusia 40 tahun, sehingga ia tampil sebagai yang paling muda saat menduduki jabatan perdana menteri. Setelah terkagum dengan perjuangan dan kepemimpinan keluarga besar Nehru-Gandhi, kami segera berniat bersujud berdoa syukur.

.

Kemudian kami mengikuti misa kudus Sabtu sore pk. 18 di Katedral Hati Kudus atau ‘The Cathedral of The Sacred Heart’, yang merupakan katedral agama Katolik Roma yang tergabung dalam Ritus Latin. Gereja Katedral di Keusukupan Agung Delhi yang dipimpin oleh Uskup Agung Mgr. Anil Joseph Thomas Couto, merupakan salah satu bangunan gereja tertua di New Delhi, India. Bersama dengan Sekolah St. Columba dan Biara Yesus dan Maria, semuanya menempati area seluas 14 hektar di dekat ujung selatan Bhai Vir Singh Marg Road di Connaught Place. Gedung gereja dirancang oleh arsitek Inggris Henry Medd dan didasarkan pada arsitektur Italia. Sebuah fasad pilar putih mendukung kanopi, dan di setiap sisi teras masuk katedral, ada menara-menara kecil melingkar yang naik di atas atap. Interiornya memiliki atap melengkung yang menjulang tinggi, lantai batu yang dipoles dan lengkungan yang lebar. Di balik altar yang terbuat dari marmer terdapat lukisan dinding besar yang menggambarkan Perjamuan Terakhir. Di sebelah kiri di sisi kapel ada sebuah salib besar, di sampingnya ada sebuah patung Perawan Maria. Kami mengikuti misa kudus dalam Bahasa Inggris, yang dipimpin oleh pastor kepala parokinya, yaitu Fr. Januario Rebello.

Katedral Hati Kudus New Delhi, India

yang dirancang oleh arsitek Inggris Henry Medd

Setelah misa kudus, secara kebetulan kami berbincang dengan Dr. Sunil Mehra yang terkesan dengan mondolan blangkon gaya Ngayogyokarto Hadiningrat yang kami kenakan, dan bekerja pada ‘Health Instutute for Mother and Child’ New Delhi (semoga kami tidak salah ingat dan salah tulis nama dan institusi tersebut). Penjelasannya menggambarkan bahwa India memiliki salah satu tingkat terendah dari pengeluaran publik untuk layanan kesehatan di dunia, dengan tax -based sangat kecil, yaitu hanya 5,5%. Sementara itu pemerintah India berturut-turut telah mensubsidi sektor swasta dengan keringanan pajak. Bahkan India kini menjadi negara dengan jumlah penderita diabetes dan penyakit kronis terbesar di dunia, karena kurangnya layanan kesehatan pencegahan, ditambah dengan sedikitnya pengelolaan penyakit kronis, sehingga menyebabkan layanan kesehatan semakin mahal dan menambah beban dalam sisi keuangan.

.

Satu solusi untuk keluar dari siklus negatif ini adalah dengan merancang asuransi sosial di India, yaitu ‘United India Insurance’, yang didasari ideologi sistem kesehatan kapitalis, yaitu sebagian besar dikuasai swasta. Pemerintah India tidak menyelenggarakan program kesehatan, skema dan pendanaan sendirian, tetapi dalam kemitraan dengan lembaga keuangan dunia. Selain itu, juga membentuk sistem layanan di sekitar warga, yaitu menghadirkan layanan kesehatan lebih dekat dengan warga, sehingga tidak mewajibkan pasien untuk datang ke rumah sakit, sehingga pelatihan dibutuhkan untuk implementasi program tersebut. Contohnya, program ‘Social Health Activist’ di India, yang telah mendidik lebih dari 1 juta petugas kesehatan. Selain itu, hal yang harus dilakukan adalah memungkinkan pasien penyakit kronis untuk dapat memonitor sendiri kondisi kesehatan mereka, seperti harapan Mario Gutierrez, direktur eksekutif ‘Center of Connected Health Policy’, di mana dokter menjadi bagian dari tim, bukan lagi sebagai pusat sistem layanan kesehatan.

.

Di India, urusan bidang kesehatan berada di bawah Kementrian Kesehatan dan Kesejahteraan. Jadi, program yang dijalankan tidak hanya terkait kesehatan, tapi juga kesejahteraan dan mengakui pengobatan alternatif seperti Ayurveda dan Homeopathy dalam sistem kesehatannya. India memiliki sistem kesehatan untuk’rural’ bagi warga pedesaan dan ‘urban’ bagi warga perkotaan. Di beberapa kota terdapat ‘urban health centre’ yang berfungsi sebagai poliklinik umum, dan biasanya memiliki pusat pengobatan tuberkulosis (DOTS centre), ‘community care centre’, tempat khusus untuk pasien dengan HIV/AIDS, dan tempat perawatan untuk pasien kusta dalam dukungani ‘Mahatma Gandhi Leprosy Foundation’ (MGLF).

.

Setelah makan malam menu ‘vegetarian rice’ seharga Rs160 dan ‘fish tikka’ seharga Rs 420 dan ‘mix vegetarian jalfraji’ seharga 170 di Chimney Restaurant (Indian, Mughalai and Chinese) di 68 Khana Market, Lodhi Colony New Delhi, kami kembali ke kamar hotel untuk beristirahat. Malam itu kami merasakan kepuasan mendalam, dengan berbagai pengalaman yang inspiratif bagi layanan kesehatan remaja di Indonesia, tidak hanya dari the 11th World Congress on Adolescent Health.

(bersambung)

*) pelancong dari Jawa berdana cekak, ditulis dan dibagikan dari kamar 209 hotel bloomrooms di 8591Arakashan Road, New Delhi, India

Sabtu malam, 28 Oktober 2017.

INDIA  HARI  KEEMPAT

fx. wikan indrarto*)



Pagi itu Minggu, 29 Oktober 2017 kami terbangun lebih awal di kamar 209 hotel bloomrooms di 8591 Arakashan Road, New Delhi, India dengan bugar. Pagi itu kami tidak akan mengikuti sesi hari terakhir, the 11th World Congress on Adolescent Health, di Hotel Pullman Aerocity, New Delhi. Terpaksa Plenary Panel Symposium tidak kami ikuti, sehingga topik ‘Early Adolescent Health and Development in Low and Middle-Income Countries’, yang menampilkan Robert Blum (Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health USA), Jo Boyden (Oxford Department of International Development, Young Lives UK) dan  Rajib Acharia (Population Council, India) tidak kami nikmati. Untunglah materi tentang ‘Social Media of Adolescent Health in the Digital Age’ yang menampilkan Michael Rich (Harvard University USA) dapat kami peroleh abstraknya. Yang cukup kontroversial sebenarnya adalah Plenary Debate dengan tema mengerikan ‘For adolescents, all our efforts should be put into promoting condoms instead of promoting oral or long-acting reversible contraceptives’, dipimpin oleh Gwyn Hainsworth (Bill & Melinda Gates Foundation, USA) yang menampilkan Kate Baye Easton (International Youth Alliance for Family Planning, USA) dengan Ishita Chaudhry (Ashoka Fellow, Founder and Managing Trustee, The YP Foundation Italy). Terpaksa semua sesi itu hanya kami bayangkan, karena pagi itu kami berniat ke Agra. Ada apa di kota Agra di negara bagian Uthar Pradesh?

.

Setelah kami berjalan kaki sekitar 10 menit sejauh 750 m dari hotel, kami mencapai Stasiun Kereta Api New Delhi (The New Delhi Railway Station dengan kode stasiun NDLS), yang merupakan stasiun kereta api utama di Delhi. Ini adalah Stasiun Kereta Api tersibuk keempat di negara ini dalam hal frekuensi kereta api setelah Kanpur Central, Vijayawada Junction dan Delhi Junction, tetapi merupakan stasiun kereta api tersibuk di India dalam hal pergerakan penumpang. Sekitar 500.000 penumpang setiap hari dengan 16 peron atau platform memasuki stasiun kereta api New Delhi, yang memegang rekor untuk sistem jalur interlocking terbesar di dunia, bersama dengan Stasiun Kereta Api Pusat Kanpur di India selatan, yaitu 48.

Bentuk bis yang serba kotak dan kuat,

khas India, yang nampak sedikit aneh


Setelah melalui konter pemeriksaan detektor logam yang terpisah antara penumpang pria dan wanita, kami segera naik ke jembatan penyeberangan penumpang di atas jalur kereta api. Papan petunjuk arah dan peringatan cukup jelas, dengan huruf Latin dan Hindi. Untunglah kereta apa kami di platform 1, sehingga paling dekat dengan pntu masuk. Suasana stasiun sangatlah ramai penumpang, meskipun hari masih pagi buta dan luas total areal platform sekitar 4 kali lipat berbagai stasiun di Pulau Jawa, karena sebanyak 427 buah kereta api penumpang berasal, berhenti, atau melewati Stasiun Kereta Api New Delhi, untuk melayani 269 kereta penumpang, dengan 867 stasiun di seluruh India terhubung langsung ke Stasiun Kereta Api New Delhi.

.


Kami menuju ke Bhopal Shtbdi atau nama lengkapnya New Delhi Habibganj Shatabdi Express, yaitu kereta api yang dioperasikan oleh Indian Northern Railway, yang melayani rute antara New Delhi melewati Agra di Uthar Pradesh dan berakhir di Habibganj, yaitu stasiun kereta api kedua di Bhopal City, ibu kota negara bagian India tengah Madhya Pradesh. Setelah Gatimaan Express yang akan kami tumpangi juga, Shatabdi Express ini adalah kereta tercepat kedua di India, dengan kecepatan tertinggi 150 km / jam. Seperti Gatimaan Express, kereta ini juga termasuk dalam kategori kereta api semi-high speed train. Kereta api ini mulai beroperasi pada tahun 1988 dan merupakan kereta Shatabdi pertama yang diperkenalkan.

.

.
Kereta sepenuhnya ber-AC dan memiliki standar yang jauh lebih tinggi daripada kebanyakan kereta api di India. Kami segera mencari gerbong 4 dengan nomor kursi 60 dan 61. Untuk para penumpang Shatabdi Express disediakan makanan ringan, makanan, kopi / teh, botol air satu liter / 300ml air kemasan (untuk perjalanan jarak pendek). Kereta api ini akan melintasi pusat pariwisata India yang mencakup kota-kota turis besar seperti New Delhi, Agra Cantonment, Mathura Junction, Gwalior, Jhansi dan Bhopal. Kereta tersebut memiliki 3 gerbong AC kelas satu di belakang sebuah gerbong pembangkit setelah lokomotif, 17 gerbong AC kelas bisnis atau Chair cars, 1 gerbong pembangkit di belakang, sehingga total ada 22 gerbong atau coaches.


Pemeriksaan karcis penumpang dilakukan di atas gerbong, sedangkan di Indonesia pemilahan penumpang dan pengantar dilakukan di gerbang peron stasiun, sebab rasanya tidak ada seorangpun pengantar penumpang di India. Dalam sebuah gerbong, terdapat 3 kursi di kiri dan 2 kursi penumpang di kanan jalan tengah,  separo kursi deretan 1 sampai 38 menghadap ke depan dan deretan nomer 39 sampai 78 menghadap ke belakang saling berhadapan. Kami berangkat dari The New Delhi Railway Station tepat pk. 6 yang masih gelap dan turun di Agra pk. 8.30, untuk langsung mengunjungi Touris Information Center, agar dibantu untuk mengunjungi Taj Mahal.


Taj Mahal adalah salah satu keajaiban dunia di Agra, India yang merupakan sebuah bangunan makam sangat indah untuk seorang permaisuri Raja Shah Jahan, yaitu Mumtaz Mahal. Shah Jahan merupakan gelar yang diberikan Maharaja Jahangir pada putra kelimanya, Pangeran Khurram. Shah Jahan sendiri memiliki arti raja dunia. Ini dibuktikan dengan prestasi Pangeran Khurram yang membawa Kerajaan Mohgul ke puncak kejayaannya. Begitu Mumtaz Mahal wafat pada 17 Juni 1631, Shah Jahan begitu sedih dan terluka. Apalagi Mumtaz Mahal sedang mengandung dan baru saja mendampingi Shah Jahan menumpas pemberontakan di Burhanpur. Untuk mengenang istrinya, Shah Jahan membangun bangunan terindah di dunia saat itu.

Arsitek India keturunan Persia bernama Ahmad Lahorilah yang sering disebut-sebut ahli sejarah sebagai perancang Taj Mahal. Namun, beberapa catatan sejarah menyebut Geronimo Verroneo, sebagai perancangnya. Taj Mahal selesai dibangun pada tahun 1648, dan menjadikannya bangunan terindah di dunia.


Pembangunan Taj Mahal dilakukan sejak tahun 1631-1648 melibatkan 20.000 pekerja. Tidak hanya itu, pembangunannya juga melibatkan para arsitek, seniman kaligrafi, pematung, hingga ahli mosaik. Para ahli di bidangnya ini didatangkan dari Persia, Suriah, dan Eropa. Bahkan Shah Jahan juga mengerahkan armada 1.000 ekor gajah untuk membawa bantuan berharga dari berbagai pelosok India dan sejumlah negara Asia lainnya. Ribuan pekerja ini ditempatkan di pemukiman sebuah kota kecil bernama Taj Ganj. Namun, mereka lebih suka menyebutnya sebagai “Mumtazabad” atau “Kota Mumtaz”.
.


Arsitek India keturunan Persia bernama Ahmad Lahorilah yang sering disebut-sebut ahli sejarah sebagai perancang Taj Mahal. Namun, beberapa catatan sejarah menyebut Geronimo Verroneo, sebagai perancangnya. Taj Mahal selesai dibangun pada tahun 1648, dan menjadikannya bangunan terindah di dunia. Dinding pualamnya memantulkan warna-warni cahaya berbeda setiap waktunya. Setelah membeli tiket masuk untuk pengunjung asing seharga Rs 1.000, kami segera memasuki antrian yang memisahkan pengunjung pria, wanita, asing dan India. Prosedur pemeriksaan menggunakan detektor logam cukup ketat, pengunjung hanya boleh membawa minuman tanpa makanan dan pembungkus sepatu sekali pakai, dengan kamera. Antrian pengunjung mengular sangat panjang, tetapi disiplin dan saling memberi tempat antar pengunjung. Kami segera larut dalam pencarian posisi terbaik, untuk pengambilan foto yang istimewa.


Taj Mahal terdiri dari empat menara masjid yang mencapai tinggi 41,2 m dan kubah utama setinggi 60 m dari landasan utama. Kubah ini berdiameter 17,7 m. Bangunan utama Taj Mahal terbuat dari batu pualam putih yang didatangkan dari Makrana pusat marmer di Rajasthan, India. Menara utamanya dihiasi batu pasir merah dari Punjab. Tak hanya itu, sejumlah batuan berharga juga didatangkan dari berbagai daerah. Batu giok dan Kristal didatangkan dari China, batuan turquoise dari Tibet, lapis lazuli dari Afganistan, safir dari Sri Lanka, batuan cornelian dari Arab, dan intan dari Panna, India. Kedua menara di depan dan kubah utama kami jadikan latar belakang foto kami berdua, bergantian dengan para pengunjung lainnya.


Keutuhan musoleum ini dari tangan jahil pengunjung dapat dihindari, apalagi dari bahaya besar penyerbuan kelompok Jat terhadap penjajah kolonial Inggris. Penyerbuan yang terjadi saat pemberontakan di India tahun 1857 itu, berniat membongkarnya. Selain itu, Taj Mahal juga direstorasi dan dipasang perancah agar terlindungi dari serangan bom dari pesawat Jepang di dalam PD II. Meskipun demikian, bangunan Taj Mahal sebenarnya tidak terlepas dari perseteruan keluarga, karena tak lama setelah pembangunannya selesai, Shah Jahan digulingkan dan dipenjarakan putranya sendiri, Aurangzeb. Untunglah akhirnya Aurangzeb, putra tersebut menuntaskan baktinya sebagai anak dengan menguburkan sang ayah di samping Mumtaz, di dalam bangunan utama Taj Mahal, yang kedua nisannya dapat kami saksikan.

.


Setelah puas menyaksikan dari dekat kemegahan Taj Mahal dan berswafoto dari berbagai sudut, segera kami menuju Benteng Agra yang dibangun oleh kaisar Mughal ketiga Akbar, pada tahun 1565. Itu adalah kediaman utama kaisar Dinasti Mughal sampai tahun 1638, ketika ibukota tersebut dipindahkan dari Agra ke Delhi. Benteng Agra adalah situs Warisan Dunia UNESCO yangterletak sekitar 2,5 km barat laut dari Taj Mahal. Benteng ini sangat luas, sehingga seringkali digambarkan sebagai kota bertembok. Setelah Pertempuran Pertama Panipat pada tahun 1526, Kaisar Babur yang menang segera tinggal di benteng, di istana Ibrahim Lodi. Penggantinya, Humayun, dinobatkan di benteng tersebut pada tahun 1530, tetapi dia dikalahkan pada pertempuran di Bilgram pada tahun 1540 oleh Sher Shah Suri. Kemudian Akbar menjadikannya ibukota dan tiba di Agra pada tahun 1558. Benteng batu bata merah ini dikenal dengan nama ‘Badalgarh’ dan sekarang disebut Red Fort. Benteng ini diserbu dan dikuasi oleh Kekaisaran Maratha pada awal abad ke-18. Setelah itu, ia berpindah tangan setelah kekalahan dahsyat di Pertempuran Panipat Ketiga oleh Ahmad Shah Abdali pada 1761. Selanjutya Mahadji Shinde merebut benteng tersebut pada tahun 1785. Benteng tersebut merupakan lokasi pertempuran selama pemberontakan India tahun 1857, yang menyebabkan berakhirnya kekuasaan perusahaan perdagangan (the British East India Company) di India, dan selanjutnya India dipemerintah langsung oleh Ratu Inggris.

.

Sungai Yamuna yang suci, berasal dari Gletser Yamunotri di Pegunungan Himalaya dan mengalir membentang sepanjang 1.376 kilometer dari India Utara, melewati negara bagian Uttarakhand, Haryana, Himachal Pradesh, Delhi dan Uttar Pradesh sebelum menyatu dengan Sungai Gangga di Allahabad.


.

Benteng seluas 380.000 meter persegi berbentuk setengah lingkaran, akordnya sejajar dengan sungai dan temboknya setinggi tujuh puluh kaki. Terdapat empat buah pintu gerbang di keempat sisinya, dan satu pintu masuk Khizri menuju sungai Yamuna. Dua gerbang bagian depan  benteng yang terkenal, yaitu “Gerbang Delhi” dan “Gerbang Lahore”. Gerbang Lahore juga populer juga dikenal sebagai “Gerbang Amar Singh,” untuk menghormati keberanian Amar Singh Rathore (11 Desember 1613 – 25 Juli 1644), yaitu seorang bangsawan Rajput dan panglima kaisar Mughal Shah Jahan abad 17. Pada tahun 1644, dia marah karena usaha kaisar untuk mengenakan denda kepadanya dan dihadapan kaisar, dia menikam dan membunuh Salabat Khan, yang telah diminta mengumpulkan denda tersebut. Kami sempat berswafoto dengan latar belakang patung gagah Amar Singh Rathore yang sedang naik kuda, terpasang di persimpangan jalan besar menuju gerbang tersebut. Oleh karena militer India (Brigade Parasut) masih menggunakan bagian utara Benteng Agra, maka Gerbang Delhi tidak dapat digunakan masuk oleh masyarakat umum. Wisatawan, termasuk kami berdua, hanya dapat masuk melalui Gerbang Amar Singh.

.


Setelah puas menikmati kedua bangunan sangat bersejarah tersebut, kami segera menikmati makan siang. Menu salad seharga Rs 80, chicken tikka Rs 295, mixed salad Rs 185, rice Rs 180, dan tax Rs 80, kami santap di Only restaurant yang beralamat di 45/1 Taj Road, Agra 282001 UR India. Selanjutnya kami menyeberangi Sungai Yamuna yang suci. Sungai Yamuna berasal dari Gletser Yamunotri di Pegunungan Himalaya dan mengalir membentang sepanjang 1.376 kilometer dari India Utara, melewati negara bagian Uttarakhand, Haryana, Himachal Pradesh, Delhi dan Uttar Pradesh sebelum menyatu dengan Sungai Gangga di Allahabad. Sungai Yamuna dan Sungai Gangga, dipercaya oleh umat Hindu sebagai sungai suci terkait mitos ceritera dalam dunia pewayangan, yaitu Dinasti Raja Santanu. Pada suatu ketika Prabu Santanu mendengar kabar bahwa di sekitar Sungai Yamuna tersebar bau yang sangat harum semerbak, yang berasal dari seorang gadis desa yang sangat elok parasnya dan harum tubuhnya, bernama Gandhawati (lebih dikenal sebagai Satyawati atau Durgandini). Ayah gadis tersebut bernama Dasabala yang mengajukan syarat bahwa jika Gandhawati (Satyawati) menjadi permaisuri Prabu Santanu, keturunan Gandhawati-lah yang harus menjadi penerus tahta. Dewabrata, putera pertama Prabu Santanu mewakili ayahnya untuk melamar Gandhawati dan menuruti segala persyaratan yang diajukan Dasabala. Ia juga bersumpah tidak akan menikah seumur hidup dan tidak akan meneruskan tahta keturunan Raja Kuru, agar kelak tidak terjadi perebutan kekuasan antara keturunannya dengan keturunan Gandhawati, dan semenjak saat itu namanya berubah menjadi Bisma. Akhirnya Prabu Santanu dan Dewi Gandhawati menikah lalu memiliki dua orang putra bernama Citrangada dan Wicitrawirya. Setelah Prabu Santanu wafat, Bisma menunjuk Citrānggada sebagai penerus tahta kerajaan dan akan menurunkan keluarga besar Korawa dan Pandawa, di seberang Sungai Yamuna yang sore itu kami kunjungi.

.


Di seberang Sungai Yamuna, kami mengunjungi Makam I’timād-ud-Daulah atau Baby Taj, yang merupakan mausoleum Mughal yang sering dianggap sebagai draft atau awal rancangan dari Tāj Mahal. Strukturnya terdiri dari banyak bangunan luar dan kebun, dibangun antara tahun 1622 dan 1628 merupakan transisi antara fase pertama arsitektur Mughal yang monumental, ke fase kedua. Pada fase pertama menggunakan bahan batu pasir merah dengan dekorasi marmer, seperti di Makam Humayun di Delhi dan makam Akbar di Sikandra. Sedangkan fase kedua  menggunakan marmer putih seperti di Tāj Mahal. Makam tersebut dibangun oleh Nūr Jahān, istri Jahangir, untuk ayahnya Mirzā Ghiyās Beg, yang pada awalnya merupakan seorang Amir Persia di pengasingan dan kakek Mumtāz Mahāl, istri kaisar Shāh Jahān. Setelah puas mengagumi keindahan dan keunikan arsitektural fase awal Mughal di I’timād-ud-Daulah, kami segera berlanjut. Dengan diselingi berfoto dekat truk dan bis India yang sedang parkir di pinggir jalan, karena bentuknya yang khas kotak tegas, kami segera melanjutkan perjalanan ke Mehtab Bagh.

.


Mehtab Bagh (Moonlight Garden) adalah kompleks taman yang terletak di utara kompleks Taj Mahal dan Benteng Agra di seberang Sungai Yamuna. Kompleks taman, berbentuk persegi, berukuran sekitar 300 sampai 300 meter (980 kaki x 980 kaki) dan sangat sesuai dengan Taj Mahal di tepi seberang Sungai Yamuna. Taman Mehtab Bagh adalah taman keesebelas Mughal yang dibangun di sepanjang tepi sungai Yamuna di seberang Taj Mahal dan Benteng Agra, yang dibangun oleh Kaisar Babur (wafat 1530). Kaisar Shah Jahan telah memastikan sebuah areal dataran berbentuk bulan sabit di seberang Sungai Yamuna sebagai lokasi yang ideal untuk melihat Taj Mahal. Oleh sebab itu, di situlah  dibangun taman kesenangan yang diterangi bulan, yang disebut ‘Mehtab Bagh’. Jalan setapak berplester putih, kolam renang dan air mancur juga dibangun, dengan dilengkapi pohon buah-buahan dan disebut Mughal Riverfront Garden of Agra. Setelah puas berfoto di situ dengan latar belakang Taj Mahal di seberang Sungai Yamuna yang aliran airnya semakin kecil, kami jadi tergetar kawatir seturut prediksi penyair terkenal India, Rabindranath Tagore, yang melukiskan Taj Mahal sebagai “setetes air mata pada muka sangkala”. Namun, Taj kini menghadapi ancaman paling berbahaya yaitu degradasi lingkungan. Taj Mahal berdiri di pinggir sungai Yamuna yang perlahan mengering. Menyusutnya permukaan air dari Sungai Yamuna mempercepat laju pembusukan kayu yang menyangga strukturnya, sehingga dikhawatirkan sewaktu-waktu dapat ambruk.

Bentuk bis antar kota di India yang kotak dan kaku,

dikerumuni anak2 India yang ceria


Segera kami berniat bersujud berdoa di hari Minggu, 29 Oktober 2017 yang disucikan itu. Kami segera meluncur ke Gereja St. Maria Agra, yang gedung megahnya diberkati pada 5 April 1923 oleh Uskup Agra, Mgr. Raphael Bernacchioni, OC dengan Uskup Bombay, Mgr. Goodier, SJ. Setelah khusuk berdoa dan memohon penyelenggaraan Ilahi di gereja yang telah sepi umat pada sore hari itu, kami segera berjalan keliling kompleks, termasuk ke Seminari Santo Laurensius. Salah satu lulusan terbaiknya adalah Mgr. Raphy Manjaly, uskup Katolik Roma di Allahabad, India. Dia bergabung dengan St. Lawrence Minor Seminary, Agra, pada tahun 1973 dan menyelesaikannya pada tahun 1975. Bergabung dengan Seminari Tinggi St. Joseph, Allahabad dan menyelesaikan pendidikan Filsafat dan Teologinya pada tahun 1983 di Universitas Agra Selanjutnya menyelesaikan Doktor dalam bidang Spiritualitas dari Universitas Angelicum, Roma, Italia.

.


Setelah puas berdoa, kami segera kembali ke stasiun Agra (Agra Cantt Railway Station). Di ruang tunggu setasiun, fasulitas free wi-fi dan sambungan internet sangat kuat, tetapi PIN sambungan hanya akan diberikan melalui sms kepada nomer telephon India (+9). Untunglah kami berhasil dibantu oleh seorang saudara jauh yang tinggal di Chennai, sehingga PIN dapat kami peroleh. Persyaratan nomer telephon India (+9), ternyata berlaku juga untuk pembelian e-ticket kereta api, registrasi seminar dan e-visa India, yang telah kami lakukan sejak di Yogyakarta. Untunglah masalah e-ticket dan e-visa dapat diselesaikan oleh rekanan biro perjalanan dan registrasi seminar kami lakukan dengan mengutip nomer telephon panitia penyelenggara. Ini adalah sebuah kebijakan politik digital protektif yang layak ditiru.

.


Tepat sesuai jadwal, pk. 17.45, kami menaiki Gatimaan Express di paltform 6, yaitu kereta api berkecepatan tinggi pertama di India, yang melayani rute antara Delhi dan Agra pulang pergi. Dengan kecepatan maksimum 160 km / jam (99 mph), maka saat ini Gatimaan Express merupakan kereta tercepat di India. Kereta api ini memakan waktu 100 menit untuk menempuh jarak 188 km (117 mil) dari Hazrat Nizamuddin di New Delhi ke stasiun kereta Agra Cantonment yang memberikan kecepatan rata-rata 113 km / jam (70 mph). Biaya tiket kelas eksekutif ₹ 1,505 (US $ 23). Kereta tersebut memiliki dua gerbong ekskutif atau Executive AC Chair Car dan delapan gerbong biasa atau AC Chair Car. Kereta ini dilengkapi dengan toilet bio, alarm kebakaran, sistem informasi penumpang berbasis GPS dan pintu geser otomatis. Kereta api memiliki hostes kereta untuk layanan, mirip dengan maskapai penerbangan dan penumpang mendapatkan akses ke Wi-Fi dan konten multimedia gratis. Makanan vegetarian dan non-vegetarian tersedia dalam variasi India Utara dan India Selatan.



Di dalam kereta api yang bersih tersebut, kami sempat membaca promosi melalui majalah kereta api untuk para penumpang, tentang rencana pemerintah India di bidang kesehatan. India memulai sebuah target ambisius untuk mencapai Cakupan Kesehatan Semesta atau Universal Health Coverage (UHC) untuk semua warganya selama periode Rencana Strategis ke-12. Semua warga India berhak mendapatkan layanan kesehatan yang komprehensif di negara ini. Merupakan kewajiban Negara Bagian untuk menyediakan makanan yang memadai, perawatan medis yang tepat, air minum yang aman, sanitasi yang layak, informasi mengenai pendidikan dan kesehatan untuk mencapai derajad kesehatan yang baik. Negara akan bertanggung jawab atau menjamin terciptanya UHC untuk warganya. Kelompok Ahli Tingkat Tinggi UHC dibentuk oleh Komisi Perencanaan India pada bulan Oktober 2010, dengan mandat untuk mengembangkan kerangka kerja untuk menyediakan perawatan kesehatan yang mudah diakses dan terjangkau untuk semua warga India. Sementara perlindungan finansial warga miskin merupakan tujuan utama inisiatif ini, tetapi *pembentukan UHC juga memerlukan ketersediaan infrastruktur kesehatan, tenaga kesehatan terampil yang memadai, dan akses terhadap obat dan teknologi yang terjangkau, untuk memastikan tingkat kualitas layanan kesehatan yang diberikan kepada setiap warganegara. Selanjutnya, perancangan dan penyampaian program dan layanan kesehatan memerlukan sistem manajemen yang efisien serta keterlibatan aktif masyarakat yang diberdayakan, seperti dijelaskan lebih lanjut pada National Health Portal (www.nhp.gov.in).

.

Setelah menikmati hidangan menu vegetarian di kereta api, kami tidak menuju ke Stasiun Kereta Api New Delhi (The New Delhi Railway Station atau NDLS), tetapi kami berdua turun di stasiun Hazrat Nizamuddin (kode stasiun NZM) New Delhi, yang merupakan satu dari lima stasiun kereta api utama di Delhi. Stasiun kereta api Hazrat Nizamuddin dikelola oleh Northern Railway zone of Indian Railways. Stasiun ini bersebelahan dengan dua arteri penting Delhi, Ring Road dan Mathura Road, dan menyatu dengan Terminal Bus Antar Negara (ISBT) Sarai Kale Khan. Stasiun kereta api Hazrat Nizamuddin menghubungkan semua kota besar dan dikembangkan untuk mengurangi kemacetan di stasiun kereta api New Delhi yang terletak sekitar 7 kilometer ke Utara. Stasiun ini tempat asal dan akhir keberangkatan berbagai kereta api Rajdhani Expresses, yang menuju kota-kota India seperti Bengaluru, Chennai, Madgaon, Mumbai, Secunderabad dan Thiruvananthapuram.

Suasana kabin Metro Delhi yang modern dan rapi


Setelah bernegosiasi dengan sopir taksi sampai sepakat di harga Rs 300, akhirnya kami kembali ke kamar hotel untuk beristirahat. Malam itu kami merasakan kepuasan mendalam, lengkap dan tuntas, dengan berbagai pengalaman yang inspiratif bagi layanan kesehatan remaja, dunia pariwisata, dan keindahan arkeologi di Indonesia, tentunya tidak hanya dari the 11th World Congress on Adolescent Health di New Delhi, India.

(bersambung)

*) pelancong dari Jawa berdana cekak, ditulis dan dibagikan dari kamar 209 hotel bloomrooms di 8591Arakashan Road, New Delhi, India


Minggu malam, 29 Oktober 2017,

sebelum kembali ke tanah air Indonesia

INDIA HARI  KELIMA

fx. wikan indrarto*)

Pagi buta itu Senin, 30 Oktober 2017 kami terbangun lebih awal di kamar 209 hotel bloomrooms di 8591 Arakashan Road, New Delhi, India dengan bugar. Pagi itu kami sudah menyelesaiakan semua sesi pada the 11thWorld Congress on Adolescent Health, di Hotel Pullman Aerocity, New Delhi. Tanpa sarapan karena resto belum buka, kami naik tuktuk atau Bajaj untuk mencapai Delhi Aero CityAirport Line Station di New Delhi Platform 2. Lalu lintas pagi buta itu belum terlalu semrawut, bunyi klakson dan umpatan para pengemudi, juga laju kencang dan melawan arus, adalah pemandangan khas India seperti yang kami saksikan di youtube, belum nyata karena masih pagi buta. Dengan tiket seharga Rs 60 dan 3 kali perhentian, yaitu di Shivaji Stadium, Dhuala Kuan, dan Delhi Aerocity Station, kemudian kami turun di Delhi International Airport Terminal 3 New Delhi India. Segera kami memasuki area keberangkatan penumerbangan domidtik, karena kami akan menuju Chennai di negara bagian Tamil Nadi, India bagian selatan. Apa yang menarik tentang Chennai?

.

Sambil menunggu di gate 49, karena pesawat Boeing 737 versi 400 Jet Airways tujuan Chennai dengan kode penerbangan 9W0759 belum datang, kami mencoba merangkum Kebijakan Perlindungan Anak atau ‘The Child Protection Policy’. Kebijakan tersebut berdasarkan kesimpulan the 11th World Congress on Adolescent Health, yang diselenggarakan oleh the International Association for Adolescent Health (IAAH), sebuah organisasi dengan ketua Dr. David Ross(World Health Organization, Geneva, Switzerland) dan wakil ketua Prof. Pierre-André Michaud (University of Lausanne, Switzerland). Tujuan perumusan Kebijakan Perlindungan Anak atau ‘Child Protection Policy’ (CPP) yang dirumuskan pada Kongres Dunia IAAH 2017 adalah untuk memastikan bahwa semua individu yang berusia di bawah 18 tahun, memiliki lingkungan yang aman dan terlindungi, bebas dari stigma & diskriminasi dan segala jenis pelecehan dan atau kekerasan.

.


Ruang Lingkup Kebijakan Perlindungan Anak yang diberikan ini berlaku dan wajib didukung oleh semua peserta Kongres Dunia IAAH 2017, terlepas dari sifat partisipasi mereka. Segala bentuk penganiayaan, kekerasan, perlakuan atau tindakan penyalahgunaan berikut dianggap sebagai pelanggaran terhadap Kebijakan Perlindungan Anak. Kegagalan untuk bertindak atau melaporkan setiap kejadian penganiayaan atau kekerasan, termasuk baru tahap kecurigaan, juga dipandang sebagai pelanggaran terhadap CPP. Bentuk yang wajib diaporkan meliputi kekerasan fisik, cedera atau pelecehan, termasuk intimidasi. juga  hukuman koppora atau corporal punishment, abai atau lalai (neglect or negligent treatment), perlakuan buruk, penganiayaan dan atau eksploitasi. selain itu, juga pelecehan seksual dan pelanggaran privasi dan kerahasiaan Komite Pemuda Dunia (Youth Committee) pada IAAH 2017 sangat percaya dan berkomitmen untuk memenuhi dan menjunjung partisipasi anak. Anak dan remaja harus menjadi peserta aktif dalam mengambil keputusan mengenai kehidupan dan diri mereka sendiri. Dalam hal ini berbentuk penghormatan martabat, juga kebebasan setiap anak dan remaja (respect, dignity, freedom of each child and adolescent). Selain itu, juga kepentingan terbaik anak atau remaja adalah hal yang utama (foremost). Menjamin agar semua anak atau remaja cacat fisik (physically disabled) harus menikmati kehidupan yang penuh dan layak, dalam kondisi yang menjamin martabat, mempromosikan kemandirian dan memfasilitasi partisipasi aktif mereka di dalam kehidupan bermasyarakat.

.

Juga tidak akan ada toleransi (zero tolerance) terhadap setiap pelanggaran terhadap Kebijakan Perlindungan Anak ini. Haruslah terdapat jaminan bahwa tidak ada anak atau remaja yang mengalami kesewenangan atau pengaruh tanpa hukum (shall be subjected to arbitrary or unlawful interference) terhadap kerahasiaan diri, keluarga, atau alamatnya, juga tidak boleh ada serangan melawan hukum atas kehormatan dan reputasinya. Selain itu, remaja haruslah dijamin terhadap akses informasi yang tidak bias dan tepat, termasuk keyakinan bahwa Perlindungan Anak adalah tanggung jawab semua orang.

.
Ada beberapa nilai dan prinsip kunci dalam Kode etik yang bersifat wajib dan melekat pada fasilitator, yaitu staf, relawan, dan profesional kesehatan, termasuk dokter, untuk anak dan remaja di sekitarnya. Misalnya memberikan anak dan remaja akses informasi untuk mendukung mereka, agar memiliki pengetahuan dan keterampilan, serta mengembangkan sikap dan aspirasi yang sehat. Semua anak dan remaja memiliki hak yang sama terhadap perlindungan dari eksploitasi dan perlakuan sewenang-wenang, penyediaan lingkungan fisik, mental dan emosional yang aman dan tidak menghakimi untuk semua anak.

.

Selain itu, fasilitator harus aktif terlibat, sensitif dan penuh perhatian. Tidak ada fasilitator yang diizinkan mengkonsumsi alkohol, obat-obatan atau tembakau di hadapan anak dan remaja. Fasilitator harus menjaga dan menghormati kerahasiaan informasi yang telah mereka bagi bersama anak atau remaja. Jarak fisik yang aman dan tepat dari anak harus dijaga. Tidak ada fasilitator yang diizinkan membawa anak ke tempat tertutup, terpencil dan atau pribadi. Semua interaksi dengan anak dan remaja harus berada di tempat umum, dan di bawah pengawasan penyelenggara yang ditunjuk.

.

Sementara anak dan remaja berada di bawah pengawasan atau tanggung jawab fasilitator, tidak ada orang dewasa yang tidak berhubungan dengan organisasi, diperbolehkan memasuki tempat atau untuk terlibat dengan anak atau remaja. Gambar yang diambil tidak dapat digunakan untuk tampilan publik atau publisitas, tanpa persetujuan anak dan dari pengurus yang ditunjuk. Fotografer yang ditunjuk hanya akan memotret setelah menerima persetujuan tertulis dari pengasuh yang ditunjuk. Bahasa yang tidak tepat, menyinggung atau kasar benar-benar dibatasi untuk anak dan remaja, juga dilarang untuk setiap perilaku fisik yang provokatif secara seksual atau tidak pantas.

.

Kegiatan yang tidak aman atau ilegal oleh anak dan remaja tidak boleh diikuti. Juga setiap orang yang mengetahui adanya kekerasan seksual, pelecehan seksual atau pelanggaran lainnya terhadap hak anak atau remaja, mereka harus melaporkan hal ini kepada ‘Youth Engagement Committee IAAH’, yang juga akan melaporkan hal ini ke polisi setempat. Ini adalah persyaratan wajib dari Bagian 19 tentang Pencegahan Anak dari Undang-Undang Pelanggaran Seksual, 2012 (POCSO Act).

.


Setelah terbang sekitar 2 jam 37 menit, akhirnya kami mendarat di Chennai International Airport, di negara Bagian Tamil Nadu, India selatan. Segera kami mengurus bagasi dan mendatangi petugas di konter Jet Airways, untuk membuat jadwal kepulangan yang baru, agar kami dapat segera dapat kembali ke Yogyakarta. Untung tak dapat diraih dan malang tak dapat ditolak, petugas awak darat Jet Airways yang berwajah legam seperti orang Sri Lanka, bukan putih seperti orang India utara, menjelaskan bahwa semua penerbangan sudah penuh sesak terpesan habis. Dengan demikian kami harus menghabiskan waktu 3 (tiga) malam di Chennai, sebalum dapat terbang kembali melalui Singapura.

.

Segera kami mencari konter informasi turis manca negara, dengan meminta berbagai brosur, peta dan tawaran rute jalan-jalan. Selanjutnya kami mencari lagi informasi harga tiket metro, untuk kami bandingkan dengan bis kota, pre-paid taxi, dan yang terakhir adalah Uber. Taksi berbasis on lina di Chennai memiliki konter, sehingga calon penumpang yang belum mengunduh aplikasi di HP, akan dibantu mencarikan mobil yang sesuai. Fasulitas free wifie dan sambungan internet di dalam kompkes bandara sangat kuat, untung saja PIN sambungan juga akan diberikan melalui sms kepada nomer telephon non India. Namun demikian, persyaratan wajib memiliki nomer telephon India (+9), ternyata berlaku juga untuk pemesanan taksi Uber, sama seperti pembelian e-ticket kereta api, registrasi seminar dan e-visa India, yang telah kami lakukan sejak di Yogyakarta. Untunglah masalah tiket Uber juga dapat diselesaikan, karena kami telah membeli paket data nomer lokal saat hari pertama di New Delhi. Ini rasanya juga sebuah kebijakan politik digital protektif yang layak ditiru. Selain itu, petugas konter Uber juga memberikan alternatif mobil yang digunakan, yang besar dan bermisin diatas 1800 silinder memiliki harga 70% lebih tinggi dibandingkan mobil kecil di bawah 1300 silinder.

.

Setelah bernegosiasi dengan petugas konter Uber, akhirnya kami dapat diantar ke Ibis Hotel Sipcot Chennai, India selatan, dalam guyuran hujan sangat lebat di awal musim penghujan. Malam itu kami merasakan kepuasan mendalam, lengkap dan tuntas, dengan berbagai pengalaman yang inspiratif bagi layanan kesehatan remaja, dari the 11th World Congress on Adolescent Health di New Delhi, India.

(bersambung, bila masih berminat menerima dan membacanya)

*) pelancong dari Jawa berdana cekak, ditulis dan dibagikan dari kamar 502 Ibis Hotel Sipcot di Plot No 34, Old Mahabalipuram Road, Egattur, 603103 Chennai, India

Senin malam, 30 Oktober 2017, sebelum kembali ke tanah air Indonesia.

INDIA HARI KEENAM (INI  CHENNEAI)

fx. wikan indrarto*)



Setelah selesai mengikuti the 11th World Congress on Adolescent Health, di Hotel Pullman Aerocity, New Delhi, pada Rabu, 1 November 2017 kami terkaget saat bangun tidur pagi di kamar 502 Hotel ibis Chennai Sipcot, TN India. Sebuah email masuk yang berisi : Kami baru saja dapat info dimana ada perubahan schedule dari Garuda yang operated by Jet Airways. Penerbangan dari Chenai-Singapore-Jakarta yang seharusnya pk. 02.35 dibatalkan (no operated), saat ini kami sudah meminta responsibility dari pihak Airlines, namun masih belum ada penjelasan dan solusi mengenai pembatalan tersebut. Kami tertahan untuk pulang ke Indonesia dan segera kami putuskan untuk menimati apa yang ada di depan mata, Chennai.



Chennai di negara bagian Tamil Nadu adalah salah satu kota yang paling banyak dikunjungi wisatawan dunia di India. Kota ini berfungsi sebagai pintu gerbang ke bagian selatan India. Chennai adalah kota India yang paling banyak dikunjungi oleh turis asing sejak tahun 2009 dan mengeluarkan jumlah visa pada saat kedatangan (visas on arrival) tertinggi ketiga sejak tahun 2014. Pada tahun 2011, Chennai menduduki peringkat ke-41 dari 100 peringkat teratas dunia, dengan 3.174.500 orang wisatawan asing, meningkat 14 persen dari 2010. Selain itu, sekitar 830.620 wisatawan domestik tiba di Chennai pada Maret 2011. Pada tahun 2015, kota ini menerima 4.243.700 turis asing, menjadikannya sebagai kota yang dikunjungi paling banyak ke 3 di India, setelah Delhi dan Mumbai oleh turis asing.


Segera kami turun ke resto untuk sarapan di lantai dasar, tetapi kami cermati sebuah hal unik, yaitu bahwa ada seperangkat permainan catur dan scrable di lobi dekat resto, yang belum pernah kami lihat di hotel manapun. Ternyata catur, ular tangga, dadu, dan kartu yang merupakan permainan di atas papan, berasal dari India kuno. Permainan catur berasal dari India pada abad ke-7 M dan disebut chaturanga, sementara umur dadu lebih tua lagi, sebab sudah ditemukan pada tahun 3.000 SM. Segera kami teringat akan mantan juara dunia catur GM Viswanathan Anand yang lahir di Chennai India, 11 Desember 1969 dan pada tahun 1988 saat berusia 18 tahun, ia menjadi Grandmaster pertama dari India. Ia adalah satu dari sembilan pemain dalam sejarah yang memiliki FIDE rating lebih dari 2.800. Pada daftar Elo rating FIDE April 2007, Anand menduduki peringkat pertama untuk pertama kalinya. Ia adalah orang keenam yang mencapai peringkat satu sejak daftar ini dimulai pada tahun 1970, kelima orang lainnya adalah Fischer, Karpov, Kasparov, Kramik dan Topalov. Viswanathan Anand menjadi juara dunia catur pada 29 September 2007 setelah memenangi kejuaraan dunia catur pada umur 47 tahun, melawan Vladimir Kramnik di Ciudad de Mexico. Anand mengakhiri turnamen ini dengan angka 9/14, tanpa kalah sekalipun. Pada Kejuaraan Catur Dunia 2013 dia dikalahkan Magnus Carlsen dan dia dikalahkan lagi oleh Carlsen pada Kejuaran Catur Dunia 2014.


Setelah melihat beberapa orang yang bermain catur sebagaimana gaya Viswanathan Anand dan menyantap menu sarapan, segera kami bergegas mempelajari tujuan wisata yang terjangkau. Terdapat 50 tujuan wisata yang ditampilkan pada Tourist Map of Tamil Nadu, dengan hanya 3 tujuan yang berjarak dekat. Dalam hal ini jarak dekat berarti jaraknya kurang dari 100 km dari pusat kota Chennai, yaitu Mamallapuram (57 km), Kanchipuram (71 km) dan Tiruttani (97 km). Tirunavananthapuram yang terjauh berjarak 706 km, sehingga kami memutuskan berangkat ke Mamallapuram yang merupakan salah satu Situs Warisan UNESCO, yaitu kota kuno yang dulu dinamakan Mahabalipuram. Kami berangkat ke situs di pinggir pantai itu dalam guyuran hujan lebat awal musim. Situs ini mengingatkan kami bahwa pelabuhan pertama di dunia ternyata terdapat di Lothal, India dan dibangun sejak 2.400 SM. Pelabuhan ini bukan pelabuhan sembarangan, sebab dari rancangannya terlihat jelas bahwa orang India kuno telah memperhitungkan secara teliti, mengenai gelombang pasang, hidrografi, dan oceanologi. Mamallapuram atau Mahabalipuram adalah sebuah kota di distrik Kancheepuram di negara bagian Tamil Nadu, 58 km selatan kota Chennai. Ini adalah kota bersejarah kuno dan merupakan pelabuhan yang ramai pada masa Periplus (abad ke-1 Masehi) dan Ptolemy (140 M), dari mana pedagang India kuno berlayar ke negara-negara di Asia Tenggara. Pada abad ke-7, kota ini merupakan kota pelabuhan dinasti India Selatan di Pallavas.

Mamallapuram memiliki sekelompok tempat suci yang diukir dari batu karang utuh, bukan disusun, yang dipahat  pada abad ke-7 dan ke-8. Juga ada rathas (kuil dalam bentuk kereta), mandapas (cagar gua), relief batu terbuka raksasa seperti ‘Descent of the Gangga’ yang terkenal, dan yang terindah adalah candi di pinggir pantai atau Shore Temple, dengan ribuan patung untuk kemuliaan Dewa Siwa. Kompleks ini memiliki ketinggian rata-rata 12 meter (39 kaki) di atas permukaan air laut dan dipugar oleh Raj Inggris pada tahun 1827. Di kompkeks tersebut temuan arkeologis mendapatkan area penguburan megalitik, prasasti Sangam Perumpāṇāṟṟuppaṭai yang berisi peraturan Raja Thondaiman Ilam Thiraiyar di Kanchipuram, mata uang koin Cina dan koin Romawi saat Kaisar Theodosius I pada abad ke-4 Masehi. Data ini membuktikan bahwa pelabuhan Mahabalipuram sebagai pusat aktif perdagangan global pada periode klasik akhir. Selain itu, dua koin Pallava menggambarkan saat kejayaan Raja Srihari dan Srinidhi dari kerajaan Pallava, yang memerintah Mahabalipuram dari Kanchipuram; ibukota dinasti Pallava dari abad ke-3 sampai abad ke-9 Masehi. Dinasti Pallava menggunakan pelabuhan tersebut untuk meluncurkan misi perdagangan dan diplomatik ke Sri Lanka dan Asia Tenggara.

Kuil Mahabalipuram yang dibangun di pinggir pantai, yang menggambarkan masa pemerintahan Narasimhavarman, di Chennai, India abad ke 7


Prasasti Tamil abad ke-8 yang ditulis oleh Thirumangai Alvar menggambarkan Mahabalipuram sebagai Sea Mountain, di mana kapal-kapal berkuda di jangkar membungkuk sampai terbengkalai karena mereka kaya, gajah berbatang besar dan permata dari sembilan varietas ditumpukan. Selain itu, kami langsung teringat akan Marco Polo (1254-1324) seorang pedagang dan penjelajah Italia yang pernah menyusuri jalan sutera. Ia pergi ke Tiongkok semasa berkuasanya Dinasti Mongol dan dalam catatan perjalanannya yang berjudul ‘Seven Pagodas’, menyinggung Tujuh Pagoda Mahabalipuram. Juga mencatat adanya ‘the Shore Temple’, Kuil Mahabalipuram yang dibangun di pinggir pantai, yang menggambarkan masa pemerintahan Narasimhavarman. Selain itu, juga menunjukkan era Rajasimhavarman tentang perpindahan gaya bangunan dari arsitektur batu ke bangunan struktural. Kota Mahabalipuram sebagian besar dikembangkan oleh raja Pallava Narasimhavarman I pada abad ke 7 Masehi.


Kami menyusuri sepanjang situs Mahabalipuram dalam guyuran hujan yang kadang lebat, angin kencang dan hanya sempat gerimis sebentar, tanpa pernah reda. Nama pertama situs yang diguyur hujan lebat tersebut adalah Kaţalmalai yang berarti ‘tanah antara gunung dan laut’ pada catatan Tamil kuno. Nama kedua adalah Mämalläpuram yang berarti ‘tanah pegulat besar’, karena wilayah ini diperintah oleh Raja Pallavan Narsimhavarman pada abad ke-8, yang terkenal dengan kekuatannya. Nama ketiga adalah Mähäbalipuram yang berarti ‘tanah Mahabali’, cucu dari Raja Prahlada. Kami terpaksa ikut berdesakan dengan banyak turis Eropa dan lokal, saat berteduh masuk ke beberapa gua batu, sebelum melanjutkan petualangan ke Mandapa atau paviliun, ataupun ratha atau tempat suci berbentuk seperti kereta bait suci. Dalam lindungan payung kecil, kami menikmati situs yang dipahat dari permukaan batu granit (the granite rock) sampai ke Kuil Shore yang terkenal, yang didirikan setengah abad kemudian, dibangun dari batu utuh (dressed stone). The Shore Temple mencakup banyak relief, termasuk yang panjangnya 100 kaki dan 45 kaki, diukir dari granit.

.


Sejarawan seni Percy Brown (1872–1955) dari University of Michigan USA menuliskan laporan yang berjudul ‘Indian architecture’, menjelaskan tentang pembangunan oleh Dinasti Pallava Mandapa, berupa Gua Ajanta dan Gua Ellora dari batu utuh. Gua tersebut mengacu pada kemenangan Narasimhavarman pada tahun 642 M atas raja Chalukyan Pulakesin II, karena pematung dan pengrajin dipaksa ke Kanchi dan Mahabalipuram sebagai ‘rampasan perang’. Mereka dipakasa untuk membuat tahap awal arsitektur Dravida, dimana elemen desain Buddhis terlihat jelas, menggantikan Hindu. Patung-patung yang ada adalah contoh seni Pallava yang artistik, khas dan bagus sekali, di sisi tebing batu dekat Teluk Benggala India.

Situs Mahabalipuram dalam guyuran hujan yang kadang lebat, angin kencang dan hanya sempat gerimis sebentar, tanpa pernah reda.


Pada tahun 2004, tsunami Samudra Hindia menyapu bersih pasir pasir yang mengapit struktur termasuk singa granit dan relief gajah. Untunglah beberapa struktur penting luput dari bencana alam tersebut, yaitu Thirukadalmallai, kuil yang didedikasikan untuk Dewa Wisnu. Keluarga Gangga atau Bagiratha’s Penance, yang berupa sebuah relief batu raksasa di alam terbuka, Kuil Gua Varaha, sebuah kuil kecil yang ditutup dari batu sampai abad ke-7. Yang paling eksotis adalah ‘The Shore Temple’, sebuah kuil struktural di sepanjang Teluk Benggala dengan pintu masuk dari sisi barat yaitu dari arah laut. Pancha Rathas, yaitu lima struktur piramida monolitik yang dinamai menurut Pandawa (Arjuna, Bhima, Yudhisttra, Nakula dan Sahadeva) dan Draupadi, yang masing-masing diukir dari satu batu besar yang utuh. Yang tidak sempat kami datangi karena hujan yang semakin lebat adalah Light House, yang dibangun pada tahun 1894.


Segera kami beranjak pulang untuk menikmati makan sore, saat masih didekap dingin hujan lebat di pinggir pantai Teluk Benggala India. Kami mampir di Border Parotta Cafe di Plot no 1A New 53 Mahabalipuram, untuk memesan menu  Vanjaran Meen Kozhambu with Idly or Dosa seharga Rs 350 dan chicken biryani seharga Rs 180. Kami jadi teringat sensus penduduk  India 2011, dimana warga Mahabalipuram memiliki tingkat melek huruf rata-rata 74%, lebih tinggi dari rata-rata nasional  India yang hanya 59,5%. Sebuah ironi sejarah, karena orang India-lah yang pertama kali menemukan tinta pada abad ke-4 SM, yaitu tinta berbahan dasar karbon yang sangat berguna untuk menulis manuskrip kuno. Sambil makan sore itu, ternyata kami masih sering salah paham, sebab orang India selalu menggelengkan kepala, meskipun sebenarnya berarti ‘ya’, bukan menganggukkan kepala seperti kita, untuk mengungkapkan hal yang benar.


Saat hujan mulai berubah gerimis kecil, kami segera bergegas kembali ke hotel untuk beristirahat dan bersiap menunggu email dari biro dengan semboyan ‘Travel Smart. Achieve More’, yang mengatur perjalanan pulang kami ke Indonesia. Malam itu kami merasakan kekaguman akan hebatnya budaya India kuno di situs Mahabalipuram dan lompatan perkembangan Chennai yang modern secara mendalam, tidak hanya karena even the 11th World Congress on Adolescent Health di New Delhi, India.


(bersambung, bila masih ada yang berminat membaca)


*) pelancong dari Jawa,

ditulis dan dibagikan dari kamar kamar 502 Hotel ibis Chennai Sipcot, TN India.



Rabu malam, 1 November 2017, sebelum kembali ke tanah air Indonesia.

INDIA HARI KETUJUH (CHENNAI)

Setelah selesai mengikuti the 11th World Congress on Adolescent Health, di Hotel Pullman Aerocity, New Delhi, sebuah konggres yang terinspirasi oleh Parikesit, yang dinobatkan sebagai raja saat remaja (adolescent) dalam epik Bharatayuda yang asli India, segera muncul inspirasi baru. Kami akan menyusuri jejak epik asli India yang tidak kalah hebat, yaitu Ramayana, dan juga mengucap syukur atas semua rahmat Tuhan yang telah tercurah. Akhirnya kami memutuskan terbang ke Chinnaei di negara bagian Tamil Nadu, India selatan. Mengapa ke Chennai?

.

Ramayana dari Bahasa Sansekerta yang berarti “Perjalanan Rama” adalah sebuah kisah kepahlawanan dari India yang digubah oleh Walmiki, Valmiki atau Balmiki. Wiracarita Ramayana terdiri dari tujuh kitab yang disebut Saptakanda dan kitab ke 5, yaitu Sundarakanda menceritakan kisah bala tentara Kiskindha yang membangun jembatan Situbanda, untuk menghubungkan India dengan Alengka. Kerajaan Alengka atau Lanka adalah nama sebuah kerajaan pada sebuah pulau di selatan India, yang diperintah oleh Raja Rawana pada zaman Ramayana dulu. Sekarang kerajaan tersebut menjadi sebuah negara berdaulat yang dikenal dengan nama Sri Lanka. Selain itu, kehadiran rahmat Tuhan yang sangat melimpah, semakin terasa apabila disyukuri dengan berziarah ke makam salah seorang rasul atau murid Yesus kristus, yaitu Thomas. Untuk merasakan sensasi Sri Lanka di India dan berziarah ke makam Santo Thomas, yang terbaik adalah dengan mengunjungi Chennai.

.

Suku Tamil adalah sebuah kelompok etnis dari Bangsa Dravida, yang dipercaya sebagain ahli sebagai warga Kerajaan Alengka saat Rawana dulu berkuasa. Dengan populasi sekitar 77 juta jiwa yang tersebar di seluruh dunia, suku Tamil adalah salah satu bangsa tanpa negara, yang tertua dan terbesar di dunia modern. Tamil Nadu ialah salah satu negara bagian di selatan India, mayoritas penduduknya adalah suku Tamil, dengan ibu kota di Chennai. Menurut sebuah survei Quality of Living dari Mercer yang dirilis pada awal tahun 2016, Chennai disebut sebagai kota yang paling aman di India, dan Chennai juga dikenal sebagai kota terbesar keempat di India. Tak hanya itu, Chennai yang dulunya dikenal dengan nama Madras, merupakan salah satu kota yang banyak dikunjungi wisatawan luar negeri. Menurut data dari Euromonitor 2016, Chennai berada di posisi 38, untuk kategori kota yang paling banyak dikunjungi wisatawan luar negeri. Chennai juga dikenal sebagai ‘food city’ terbaik kedua dunia versi National Geographic 2015.  Menurut majalah Forbes, Chennai adalah salah satu kota dengan pertumbuhan tercepat di dunia (Forbes-Top 10 Fastest Growing Cities in the World) 2015. 

Sejarah modern Chennai dimulai dengan kedatangan bangsa Portugis pertama kali pada tahun 1522 dan membangun sebuah pelabuhan bernama São Tomé, karena St. Thomas diyakini telah berkhotbah di daerah tersebut antara tahun 52 dan 70. Pada tahun 1612, bangsa Belanda kemudian mendirikan benteng di dekat Pulicat, sebelah utara Chennai. Pada tanggal 22 Agustus 1639, yang disebut Hari Madras (Madras Day), the English East India Company, yaitu sebuah perusahaan perdagangan Inggris di bawah Francis Day, mendapat lisensi untuk membangun benteng. Raja Damarla Chennappa Nayakudu dari Chandragiri, memberikan izin untuk membangun pabrik dan gudang untuk perusahaan dagang mereka. Wilayah ini kemudian menjadi desa nelayan yang dikenal sebagai Madraspatnam. Setahun kemudian, Inggris membangun Fort St. George, pemukiman Inggris pertama di India, yang menjadi inti kota kolonial Inggris dan asal muasal kota Chennai. Pada tahun 1746, Benteng St. George dan Madras dikalahkan oleh bangsa Prancis di bawah Jenderal La Bourdonnais, Gubernur Mauritius. Inggris kembali menguasai Chennai tahun 1749 melalui Perjanjian Aix-la-Chapelle dan pada abad ke-18, Inggris telah menaklukkan sebagian besar wilayah di sekitar Tamil Nadu dan menetapkan Madras sebagai ibu kota.

.

Setelah India merdeka pada tahun 1947, Chennai menjadi ibukota Negara Bagian Madras, yang dinamai sebagai Tamil Nadu pada tahun 1969. Pertarungan keras tahun 1965 terhadap pengenaan kewajiban bahasa Hindi dan bahasa Inggris di seluruh India, di negara bagian tersebut menandai perubahan besar dalam dinamika politik kota dan akhirnya berdampak besar pada keseluruhan negara. Pada tanggal 17 Juli 1996, kota yang dikenal sebagai Madras secara resmi berganti nama menjadi Chennai, sesuai dengan kecenderungan nasional India bahwa nama yang berbau Inggris (Anglicised names) akan dikurangi.

.

Petualangan kami di Chennai dimulai dari Hotel ibis Chennai Sipcot tempat kami menginap, yang beralamat di Plot no 34, Old Mahabalipuram Road, Egattur, Chennai 603 103, India. Kami awali hari dengan menikmati sarapan menu makanan terkenal di India bahkan dunia yang berasal dari Chennai, yaitu nasi Briyani. Makanan ini seperti namanya, berbahan dasar nasi yang dicampur dengan berbagai rempah-rempah, sayuran serta daging. Hampir mirip dengan nasi goreng di Indonesia, hanya saja rasa dan pengolahannya cukup berbeda. Kami juga sempat menikmati Chapati, yakni sebuah makanan yang terbuat dari tepung gandum dan garam, yang dipanggang dengan sebuah pemanggang yang terbuat dari tanah liat. Dan setelah matang, makanan ini biasanya akan disantap dengan kari daging maupun kari sayuran.

Gedung futuristik TATA Consultancy Services (TCS), untuk mendukung pemasaran TATA, sebuah industri mobil terbesar di India,

Oleh karena aplikasi untuk memesan taksi ‘uber’ dan ‘ola’ kami bermasalah, kami dibantu petugas hotel untuk menyewa sedan Suzuki Meroti Swift warna putih dan siap mengantar kami keliling kota Chennai. Sebagian besar industri otomotif India berada di dalam dan di sekitar kota Chennai, sehingga Chennai mendapat julukan “Detroit of India”, mengacu pada kota Detroit di AS yang menjadi pusat otomotif kebanggan AS. Penghasilan kota Chennai berbasis  mobile manufaktur, sekitar 40 persen dari industri otomotif India dan 45 persen industri komponen mobil. Sejumlah besar perusahaan otomotif termasuk Royal Enfield, Hyundai, Renault, Robert Bosch, Nissan Motors, Ashok Leyland, Yamaha Motor, Daimler AG, Caterpillar Inc., Komatsu Limited, Bharat Benz, Ford, BMW dan Mitsubishi, memiliki pabrik manufaktur di Chennai. Bahkan gedung futuristik TATA Consultancy Services (TCS), untuk mendukung pemasaran TATA, sebuah industri mobil terbesar di India, berdiri megah di samping hotel kami.

MGR Memorial adalah tugu peringatan yang dibangun di pantai Marina di Chennai, India, untuk mengenang mantan Menteri Utama atau Kepala negara bagian Tamil Nadu, Marudur Gopalan Ramachandran (17 Januari 1917 – 24 Desember 1987), yang lebih dikenal sebagai MGR

Selanjutnya kami mengunjungi MGR Memorial adalah tugu peringatan yang dibangun di pantai Marina di Chennai, India, untuk mengenang mantan Menteri Utama atau Kepala negara bagian Tamil Nadu, Marudur Gopalan Ramachandran (17 Januari 1917 – 24 Desember 1987), yang lebih dikenal sebagai MGR. Tokoh MGR adalah seorang aktor, pembuat film dan politikus India yang menjabat sebagai Menteri Utama Tamil Nadu selama sepuluh tahun antara 1977 dan 1987. Dibangun di atas tanah seluas 8,25 hektar, tugu peringatan tersebut merupakan makam mantan Kepala Menteri Tamil Nadu dan penerusnya, yaitu MGR J. Jayalalithaa, yang  dibangun pada tahun 1988 dan diresmikan oleh Janaki Ramachandran, istri M. G. Ramachandran, pada bulan Mei 1990. Tugu ini dirancang oleh Arsitek Pak K. Ramachandran dengan pintu masuk merupakan simbol dua daun lambang dari partai politik terbesar, yaitu AIADMK (All India Anna Dravida Munnetra Kazhagam). Selain itu, juga ada patung Pegasus, kuda dari mitologi Yunani, rumput Korea, dan tanaman hias eksotis seperti palmyra alpha, kurma, laba-laba lily dan atinium, yang semuanya berpadu sangat eksotik di pinggir Pantai Marina.

Pantai Marina sepanjang 12 kilometer ini

dikenal sebagai pantai urban terpanjang kedua di dunia.

Pantai sepanjang 12 kilometer ini dikenal sebagai pantai urban terpanjang kedua di dunia. Di sini pun terdapat berbagai bangunan tua yang didirikan pada saat pendudukan pemerintah kolonial Inggris di India. Jadi tak hanya bisa menyaksikan keindahan pantai, namun juga dibarengi aktivitas berkeliling gedung-gedung tua berarsitektur menarik.  Nama Pantai Marina juga digunakan untuk nama pantai yang terletak di Semarang, Lampung, Bantaeng, Batam, Ancol, Anyer, Bontang dan Jepara. Namun demikian, Pantai Marina yang kami kunjungi adalah yang terletak di Chennai, India yang menghadap ke Teluk Benggala. Pada pagi dan siang hari, pantai ini biasa dijadikan sebagai tempat berenang, selancar dan olah raga air ataupun berjemur matahari. Di malam hari, pantai Marina berubah menjadi tanah kering yang dimanfaatkan sebagai tempat hiburan malam dan tempat makan malam sambil menikmati pemandangan pantai. Di sekitar pantai, terdapat pula patung-patung tokoh ternama, seperti Mahatma Gandhi, Kannagi, Thiruvalluvar, Sir Thomas Munro, Kamarajar, Avvaiyar dan Thantai Periyar.

Fort St. George, Beteng tentara Inggris yang masih digunakan sampai sekarang, di Chennai

Fort St. George, Beteng tentara Inggris yang masih digunakan sampai sekarang, di Chennai

Setelah puas berfoto di MGR Memorial yang artistik pemandangan lansekap Pantai Marina yang penuh pengunjung, kami segera melanjutkan perjalanan ke Fort St. George. Beteng tentara yang masih digunakan sampai sekarang, sehingga kami harus melewati pemeriksaan metal detector oleh penjaganya, dulu merupakan desa nelayan yang dikenal sebagai Madraspatnam dengan bangunan utama berupa Fort St. George. Pemukiman Inggris pertama di India ini merupakan asal muasal kota Chennai, yang kegagahan dinding bentengnya masih utuh perkasa. Pada tahun 1746, Benteng St. George dan Madras pernah dikalahkan oleh bangsa Prancis di bawah Jenderal La Bourdonnais, Gubernur Mauritius, tetapi struktur bangunan beteng tidak rusak sama sekali. Setelah puas menikmati kemegahan benteng dan melihat sisa-sisa kejayaan militer Inggris abad 18, kami segera teringat akan bencana dahsyat yang pernah terjadi di situ. Pada tanggal 26 Desember 2004, sebuah tsunami di Samudera Hindia menyerang pantai Marina di Chennai, menewaskan 206 orang dan mengubah garis pantai secara permanen. Selain itu, juga banjir besar di Chennai 2015 yang merendam bagian utama kota tersebut, telah menewaskan 269 orang dan mengakibatkan kerugian material sebesar ₹ 86,4 miliar (US $ 1 miliar). Dengan diselingi sebentar menundukkan kepala untuk mengenang para korban bencana alam itu, kami segera melanjutkan peziarahan ke Basilica Santo Thomas.

Basilica atau Gereja besar St. Thomas ini dibangun pada abad ke 16

oleh para penjelajah dari Portugis.

Basilica atau Gereja besar St. Thomas ini dibangun pada abad ke 16 oleh para penjelajah dari Portugis. Pada tahun 1893, bangunan gereja ini mengalami proses pembangunan kembali oleh kolonial Inggris. Dan bangunan itupun hingga sekarang masih berdiri dengan kokoh.  Basilica St. Thomas ini merupakan sebuah gereja Katolik Roma dengan desain arsitektur Neo-Ghotic pada abad ke-19. Bangunan awal selesai tahun 1523 dan renovasi menjadi gaya Neo-Gothik seperti bentuk yang sekarang selesai tahun 1890. Panjang 64 m, lebar 122 m, dan lebar bagian tengah gereja 10 m, dan tinggi puncak menara 472 m. Saat ini Uskup Agung Chennai adalah Mgr. George Antonysamy.

Makam Santo Thomas atau Didimus (“orang kembar”) diyakini berlayar ke India pada tahun 52 M untuk mengabarkan Injil kepada orang Yahudi diaspora di Kerala.

Santo Thomas atau Didimus (“orang kembar”) diyakini berlayar ke India pada tahun 52 M untuk mengabarkan Injil kepada orang Yahudi diaspora di Kerala. Ia mendarat di pelabuhan kuno Muziris (punah pada tahun 1341 akibat banjir besar yang mengubah garis pantai) dekat Kodungalloor. Kemudian ia ke Palayoor (sekarang dekat Guruvayoor) dan pada tahun 52 itu pula sampai ke bagian selatan yang sekarang menjadi negara bagian Karela, India. Eusebius dari Kaisarea menyatakan bahwa Thomas adalah rasul bagi orang Parthia, tetapi Thomas lebih dikenal sebagai misionaris ke India berdasarkan catatan Acts of Thomas, yang ditulis sekitar tahun 200.

.

St. Ephraem dari Gereja Ortodoks Suriah menulis dalam bagian ke-42 karyanya “Carmina Nisibina” bahwa sang rasul dibunuh di India (sekitar tahun 72), dan jasadnya kemudian dikuburkan di Edessa, dibawa ke sana oleh seorang saudagar yang tidak disebut namanya. Sebuah kalender gereja Suriah kuno mendukung pernyataan di atas dan menyebutkan nama saudagar itu, dimana ditulis: 3 Juli, St. Thomas ditusuk dengan lembing di India. Badannya ada di Urhai, nama kuno untuk Edessa, setelah dibawa ke sana oleh saudagar Khabin. Paus Benedictus XVI menuliskan bahwa tradisi kuno menyebutkan tentang Thomas yang mula-mula mengabarkan Injil di Suriah dan Persia, kemudian meneruskan ke India barat, dari sana pula ia akhirnya mencapai India selatan (Tamilakam) yang saat ini disebut Tamil Nadu. Penginjilan tersebut bermula dari Yudea, Israel pada tahun 52 Masehi dan Santo Thomas meninggal setelah ditombak saat menjadi penginjil selama 20 tahun, dan dimakamkan di Chennai pada tahun 75.

Pada 1956, Paus Pius XII menaikkan status gereja di Chennai tersebut dari katedral menjadi Basilika, dan pada 11 Februari 2006, basilika tersebut dideklarasikan menjadi biara nasional India oleh Konferensi Uskup Katolik se India.

Menurut tradisi, St. Thomas mati syahid di Gunung Santo Thomas di Chennai dan dimakamkan di dalam Basilika Katedral Santo Thomas. Pada tahun 232 sebagian besar relikui Rasul Tomas diserahkan oleh seorang raja India untuk dibawa ke kota Edessa, Mesopotamia. Berkenaan peristiwa itu disusunlah kitab ‘Acts of Thomas’ dalam bahasa Suriah. Sedikit relikui tetap disimpan dalam gereja di Mylapore, Tamil Nadu, India. Nama raja India itu menurut sumber Suriah adalah “Mazdai”, dalam bahasa Yunani, “Misdeos” dan bahasa Latin “Misdeus”, yang dihubungkan dengan “Bazdeo” pada uang logam Kushan dari raja Vaseduva I, di mana pengalihan huruf “M” dan “B” umum terjadi untuk nama India pada naskah kuno.

.

Pada 1956, Paus Pius XII menaikkan status gereja tersebut dari katedral menjadi Basilika, dan pada 11 Februari 2006, basilika tersebut dideklarasikan menjadi biara nasional India oleh Konferensi Uskup Katolik se India. Basilika tersebut dibangun di atas sebuah makam, yang diyakini banyak ahli sebagai makam St Thomas, seorang rasul atau murid Yesus Kristus, menurut catatan keempat Injil dan Kisah Para Rasul. Letak makam Santo Thomas di lantai dasar di salah satu ruang di belakang gereja, yang dilengkapi dengan kapel untuk berdoa. Di atas makam Santo Thomas terdapat museum yang menggambarkan keberadaan Santo Thomas, menyimpan sejumlah barang peninggalan, dan rekliwi atau benda-benda suci dalam sejarah agama Katolik. Di antaranya tujuh batu dengan motif HIS, yang berarti Yesus. Ada juga lukisan besar yang menggambarkan Santo Thomas tengah berdoa, namun di belakang tubuhnya, tampak seseorang siap menghujamkan tombak.

.

Dalam khusuk berdoa, kami bersujud bersyukur atas semua kebaikan Tuhan yang telah kami terima, dengan mengucapkan kalimat yang diucapkan sendiri oleh Santo Thomas, “Ya Tuhanku dan Allahku” (Yoh 20:28). Kalimat tersebut tertulis di gerbang masuk makam Santo Thomas, yang ditujukan kepada Yesus Kritus setelah bangkit dari kematian. Mungkin karena masih banyak dosa yang kami lakukan, maka kami tidak mampu mendengar bisikan halus, serupa dengan apa yang dikatakan Yesus sendiri kepada Santo Thomas, “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” (Yoh 20:29). Dalam keheningan yangnyata setelah berdoa, kami bergegas undur diri dari kapel makam Santo Thomas, untuk keluar dan mengambil foto kenangan yang tak mungkin terlupakan.

.

Kami segera bergegas menemui saudara jauh dari Bandung, mbak Sari yang bersuamikan orang Chennai dan tinggal di sebuah apartemen di 1/197, 4th cross street Poombuhar Nagar, 6th street Kolathur, Chennai. Setelah santap malam bersama menu Bandung dan Padang, kami segera bergegas kembali ke hotel untuk beristirahat dan bersiap pulang ke Indonesia. Malam itu kami merasakan kepuasan dan kepasrahan kepada Tuhan secara mendalam, dengan berbagai pengalaman iman yang inspiratif, tentunya tidak hanya dari the 11th World Congress on Adolescent Health di New Delhi, India, tetapi juga kebesaran sejarah Chennai.

 (bersambung, bila masih ada yang berminat membaca)

*) pelancong dari Jawa,

ditulis dan dibagikan dari kamar kamar 502 Hotel ibis Chennai Sipcot, TN India 

Senin malam, 31 Oktober 2017, sebelum kembali ke tanah air Indonesia.

INDIA HARI KEDELAPAN (CHENNAI LAGI)

fx. wikan indrarto*)

Setelah selesai mengikuti the 11thWorld Congress on Adolescent Health, di Hotel Pullman Aerocity, New Delhi, pada Kamis, 2 November 2017 kami cukup senang saat bangun tidur pagi di kamar 502 Hotel ibis Chennai Sipcot, TN India. Sebuah email masuk yang berisi : kami dapat info ada perubahan schedule dari Garuda yang operated by Jet Airways. Penerbangan dari Chenai-Singapore maju menjadi 02.35 a.m. Mohon info nomor HP penumpang agar dapat kami update ke Airlines. Syukurlah, Tuhan Maha Baik dan akhirnya kami memiliki kepastian terbang, meskipun tetap tertahan sekitar 10 jam untuk pulang ke Indonesia, maka segera kami putuskan untuk menimati apa yang ada di depan mata, Chennai yang tersisa.

.

Kami langsung bergegas untuk menyempatkan diri melakukan petualangan dalam kota Chennai yang sehari sebelumnya terlewat. Sebagai kota dengan mayoritas warganya beragama Hindu, kami segera ingin menyaksikan keindahan Kuil Kapaleeshwarar yang merupakan Candi Siwa yang terletak di Mylapore. Gerbang utama Kuil Kapaleeshwarar telah menjadi ikon Chennai di negara bagian India, Tamil Nadu. Candi ini dibangun sekitar abad ke 7 Masehi dalam arsitektur khas bangsa Dravida. Di situ kami ikut melepas sandal, menitipkannya pada petugas di sisi gerbang, dan masuk ke kuil bersama dengan para umat yang akan menyembah Dewa Siwa, dalam bentuk burung merak atau Mylai (Mayilāi) dalam bahasa Tamil. Siwa dipuja sebagai Kapaleeswarar, yaitu dewa yang memimpin alam semesta dalam karya pujangga Tamil Saiva abad ke-7, Tevaram. Candi ini memiliki banyak tempat suci, dengan struktur Kapaleeswarar dan Karpagambal yang paling menonjol. Kompleks candi menampung banyak ruang, dengan enam kali ritual harian dan empat festival tahunan. Festival Arubathimooval yang dirayakan selama bulan Tamil adalah festival paling menonjol di bait suci itu.

Kuil Kapaleeshwarar dibangun selama penguasa Vijayanagar dari Dinasti Tuluva (1491-1570 M).

Struktur batu Kuil Kapaleeshwarar dibangun selama penguasa Vijayanagar dari Dinasti Tuluva (1491-1570 M). Nama Kuil Kapaleeshwarar ini berasal dari kata ‘kapalam’ (kepala) dan ‘eeshwarar’ alias Dewa Shiva, yang menggambarakan pertemuan Brahma dan Siwa di puncak Gunung Kailash. Oleh karena Brahma tidak menunjukkan rasa hormat kepada Siwa, maka Siwa memetik salah satu kepala Brahma (kapalam). Dalam sebuah tindakan penebusan dosa, Brahma turun ke sebuah tempat di Mylapore dan memasang sebuah Lingam untuk menyenangkan Siwa. Tempat ini kemudian dikenal dengan nama Sukra Puri, Veda Puri, Kailaye Mayilai atau Mayilaye Kayilai, yang berarti tempat ini sama dengan ‘kailash’ atau yang suci. Dewi Karpagambal, seorang bentuk pengasuh Shiva Parvati, karena kutukan menjadi seekor burung merak, yang melakukan penebusan dosa di kuil itu untuk mengembalikan bentuk aslinya. Selain itu, Putra Shiva Murugan menerima tombak Sakthi Vel, untuk menghancurkan iblis dari Parvati, semua kisah tersebut tergambar dalam berbagai patung di candi tersebut. Kami sempat berfoto berulang kali dengan latar belakang Kuil Kapaleeshwarar, bersama beberapa turis Eropa berpasangan, di sela-sela umat Hindu Chennai yang melakukan berbagai ritual.

Arsitektur dan warna-warni patung di candi Kapaleeshwarar sangat indah, yang dibangun pada abad ke 7 Masehi oleh Raja Pallavas di Chennai, India.

Selanjutnya kami berjalan keliling, untuk mengagumi arsitektur dan warna-warni patung di candi tersebut, yang dibangun pada abad ke 7 Masehi oleh Raja Pallavas. Prasasti Thirugnanasambandar, Poompavaipathikam dan Arunagirinathar yang diperkirakan dibuat tahun 697 di Thirumylai Thirupugazh, menjelaskan tentang candi Kapaleeswarar tersebut. Candi asli diduga dibangun di pinggir pantai, namun dihancurkan oleh bangsa Portugis untuk didirikan tempat ibadah yang sekarang disebut Gereja St. Thomas, dan candi yang ada saat ini, yang berjarak 1,5 km dari pantai, dibangun oleh raja-raja Vijayanagar pada abad ke-16, dengan menggunakan beberapa sisa-sisa batu dari kuil tua. Terdapat prasasti yang berasal dari abad ke 12 di dalam kuil dan 120buah ‘gopuram’ atau bentuk atap gapura. ‘Gopuram’ Kapaleeswarar ini merupakan menara gerbang yang ikonik, gaya arsitektur khas Dravida, sekitar 40 m, dan dibangun pada tahun 1906.

.

Keinginan selanjutnya adalah berpetualang melihat sistem layanan kesehatan yang ada. Ternyata Chennai memiliki fasilitas layanan medis kelas dunia, yang dilakukan di rumah sakit pemerintah dan swasta. Rumah sakit utama di Chennai adalah RS. Apollo, RSK. Bedah Apollo, SRM Medical College, RS. Chettinad, RS. MIOT, RS. Sri Ramachandra, RS. Fortis Malar, RS. Lifeline, RS. Vasan, RS. Dr Mehta, RS. Global, RS. Sankara Nethralaya, Vijaya Medical & Educational Trust, Rumah Sakit Umum Rajiv Gandhi, RSUP. Kanker Adyar, Sanatorium TB, dan Institut Nasional Siddha. Institut Nasional Siddha adalah satu dari tujuh institusi pendidikan tingkat nasional India, yang mempromosikan keunggulan sistem pengobatan India, yaitu Ayurveda. Chennai menarik sekitar 45 persen turis kesehatan (health tourists) dari luar negeri dan 40 persen dalam negeri, sehingga menempatkan Chennai sebagai ibukota layanan kesehatan di India. Kota ini memiliki lebih dari 12.500 tempat tidur di RS, sehingga memiliki rasio 2,1 tempat tidur per 1.000 penduduk, sudah lebih baik dibandingkan norma Organisasi Kesehatan Dunia, yaitu 3 tempat tidur per 1.000 orang, dan jauh lebih tinggi dari kota lain di India. Kami sempat hadir di Rajiv Gandhi Hospital, yang berdiri megah di depan stasiun kerata api pusat, dengan banyak sekali pasien hilir mudik di selasar dan ruang tunggu RS.

Selanjutnya kami menyeberang jalan yang padat lalu lintas, untuk menyaksikan keindahan arsitektur Stasiun Chennai Central, yang berwarna merah bata dan menjulang tinggi. Chennai menjadi markas besar perusahaan kereta api Southern Indian Railway. Kota ini memiliki empat stasiun kereta api utama, yaitu Chennai Central, Chennai Egmore, Chennai Beach, dan Tambaram. Stasiun Chennai Central yang terbesar menghubungkan ke kota-kota besar di India serta banyak kota kecil lainnya di India. Jaringan kereta api pinggiran kota Chennai, merupakan salah satu yang tertua di India, yang masih berfungsi sampai sekarang dengan melewati stasiun Chennai Central dan Chennai Beach.

Keindahan arsitektur Stasiun Chennai Central, India selatan

yang berwarna merah bata dan menjulang tinggi.

Tidak hanya itu, pembangunan angkutan berbasis rel juga digenjot, untuk memecahkan masalah kemacitan lalu lintas. Chennai Metro adalah sistem transportasi cepat yang akan melayani kota ini, yang pembangunannya telah dimulai pada 29 Juni 2015 lalu. Fase I jaringan Metro Chennai terdiri dari 2 jalur (Jalur Biru dan Hijau) yang mencakup panjang 45,1 km, yang terdiri dari 40 stasiun dengan Alandur dan Chennai Central berfungsi sebagai simpang susun, untuk menghindari perlintasan sebidang. Sekitar 55% koridor di Fase-I berada di bawah tanah dan sisanya melayang di atas tanah. Seluruh fase-I dijadwalkan akan beroperasi pada akhir tahun 2018 yang akan datang. Belum selesai tahap I, pada bulan Desember 2016 lalu, telah diumumkan oleh Chennai Metro Rail Limited (CMRL) bahwa Tahap-2 dari Chennai Metro ditetapkan untuk sepanjang 104 km, yang terdiri dari 104 stasiun. Setelah puas berfoto di depan Stasiun Chennai Central yang artistik dan sangat ramai penumpang dengan 11 platform, kami terkagum saat mengamati para penumpang yang berdoa terlebih dahulu di sebuah kuil Hindu di depan stasiun, untuk memohonkan keselamatan perjalanan.

.

Terinspirasi oleh rasa syukur dan permohonan yang khusuk tersebut, segera kami menuju Annai Vailankanni Shrine, yaitu sebuah gereja tempat ibadah, ziarah, evangelisasi dan rekonsiliasi. Gereja tersebut merupakan rumah spiritual utama bagi hampir 1.600 keluarga Katolik, menampung hampir satu juta pengunjung setiap tahunnya, menarik banyak peziarah dan turis dari seluruh penjuru negeri India, bahkan juga dari seluruh dunia. Terdapat tiga kali misa kudus setiap hari, lebih dari lima jam devosi mandiri setiap hari, serta terdapat Toko Buku Katolik. Dengan slogan ‘Nikmati kunjungan Anda dan dengan semangat Bunda Kesehatan yang Baik, semoga Anda Damai dan Baik’, gereja tersebut dipimpin oleh Fr. B.K. Francis Xavier, Imam Rektor dan kepala Paroki.

.

Gerbang Pantai Marina dengan patung para nelayan India selatan

Setiap jam alunan lagu ‘Ave Maria’ di gereja Vailankanni mengingatkan kita pada kehadiran dan bimbingan penuh kasih Bunda Maria. Terletak di pantai Elliot, di pantai berpasir di Teluk Benggala, Gereja Vailankanni ini telah menjadi surga bagi banyak peziarah, seperti yang kami rasakan dan saksikan. Selama bertahun-tahun gereja tersebut telah diyakini berasal dari Ilahi dan merupakan bukti nyata harmoni internasional, multikultural, dan religius. Ribuan peziarah Katolik dan non-Kristen, telah mengunjungi gereja tersebut, sebagai bukti penghormatan, cinta dan harapan dalam Annai (‘Ibu’ dalam bahasa Tamil) yang penuh kasih, karena Ibu dari Kristus adalah Ibu kami juga. Kejadian ini adalah tanda Gereja Annai Vailankanni tersedia untuk satu dan semua orang, terlepas dari kasta, suku ataupun kepercayaannya. Dengan didukung oleh arsitek JPD. Souza, akhirnya gereja berhasil dibangun pada tahun 1971. Pembangunanya menggunakan model Basilika ‘Our Lady of Good Health’ di Nagapattinam, yang juga berada di tepi Teluk Benggala. Gereja ini diberkati pada tanggal 24 Juni 1972 oleh Uskup Agung Madras-Mylapore, Mgr. R. Arulappa di antara dua puluh lima ribu umat yang hadir. Peresmian dilakukan oleh Kepala Menteri saat itu Dr. M. Karunanidhi pada tanggal 27 Agustus 1972. Setelah berdoa Salam Maria berulang kali, juga menirukan umat setempat saat menunduk hormat dan memegang beberapa benda rohani di atas panti imam, kami segera berpindah berdoa syukur di ruang adorasi pribadi.

Yang paling eksotis adalah batu besar yang tidak menggelinding di ‘The Shore Temple’, sebuah kuil struktural di sepanjang Teluk Benggala dengan pintu masuk dari sisi barat yaitu dari arah laut.

.

Di sebelah gereja Annai Vailankanni, terdapat harmoni dan inkulturasi lokal, dengan berdirinya Kuil Ashtalakshmi. Candi Hindu yang berusia sekitar 20 tahun ini memiliki arsitektur bergaya modern, artistik, penuh warna, dan nampak banyak berbeda dari sebagian besar Kuil Hindu di India Selatan. The Ashtalakshmi Kovil adalah sebuah candi Hindu yang didedikasikan untuk dewi Lakshmi, dan delapan bentuk utamanya yaitu, keturunan, kesuksesan, kemakmuran, kekayaan, keberanian, keberanian, makanan, dan pengetahuan. Para patung pada kompleks berundak itu dibangun sedemikian rupa, sehingga peziarah dapat mengunjungi semuanya, tanpa harus menginjak salah satu tempat suci. Candi ini dibangun atas permintaan Sri Chandrashekarendra Saraswati. Pengudusan candi berlangsung pada tanggal 5 April 1976 di hadapan guru ke-44 pendeta Ahobila Mutt Vedhantha Dhesika Yatheendhra Mahadhesikan Swami.

.

Candi ini berukuran panjang 65 kaki dan tingginya 45 kaki, yang merupakan struktur serupa dengan Candi Sundhararaja di Uthiramerur. Di Candi Ashtalakshmis, delapan bentuk dewi Lakshmi, hadir dalam empat tingkat di sembilan tempat suci yang terpisah. Tempat suci Lakshmi dan pemukimnya Wisnu berada di tingkat dua. Seseorang mulai beribadah dari sini. Menaiki tangga, jalan menuju ke lantai tiga, yang memiliki tempat suci Santhanalakshmi, Vijayalakshmi, Vidyalakshmi dan Gajalakshmi. Beberapa langkah selanjutnya akan mengarah ke kuil Dhanalakshmi, yang merupakan satu-satunya tempat suci di lantai empat. Keluar dari kuil utama, di tingkat pertama, ada tempat suci untuk Aadilakshmi, Dhaanya lakshmi dan Dharyalakshmi. Candi ini juga memiliki Dashavatara (titisan Wisnu), Guruvayoorappan, Ganesha, Dhanwanthari dan dewa Anjaneyar.

Setelah itu, kami berjalan menyusuri garis pantai Teluk Benggala, untuk menuju pantai Elliot yang terletak di Besant Nagar, Chennai, India. Ini merupakan titik akhir pantai Marina dan dinamai menurut Edward Elliot, mantan hakim kepala dan inspektur polisi Madras. Pada era kolonial Inggris, tempat ini cukup eksklusif untuk orang kulit putih. Sebuah landmark tersusun dari batu putih yang terkenal di pantai Elliot ini adalah Karl Schmidt Memorial. Peringatan tersebut dinamai menurut nama seorang pelaut Belanda yang kehilangan nyawanya, dalam proses menyelamatkan orang lain dari tenggelam. Pantai Elliot adalah salah satu pantai terbersih di kota Chennai, terletak di sebelah selatan Pantai Marina, dan merupakan tempat yang sangat tenang sangat ideal untuk para pejalan kaki, juga pengunjung yang ingin merendam kaki di air laut. Sayang sekali, hujan deras dan hembusan angin kencang segera menyergap kami, yang hampir saja mencapai lantai putih Karl Schmidt Memorial. Dalam lindungan payung kecil yang dipakai berdua, sering terguncang karena arus angin dan guyuran hujan yang sering berubah arah, kami memaksakan mengambil gambar kenangan di situ.

Setelah punggung terasa dingin oleh kuyub air dan hembus angin di awal musim hujan, kami memutuskan kembali memasuki kota Chennai. Kota ini dilayani oleh dua pelabuhan utama, Chennai Port, salah satu pelabuhan buatan manusia yang terbesar di India, dan Ennore Port. Pelabuhan Chennai adalah yang terbesar di Teluk Benggala, dengan tonase kargo tahunan 6.146 crore, dan pusat penampung kontainer terbesar kedua di India, dengan volume tahunan sebesar 15,23 lakh TEUs. Pelabuhan ini menangani pengiriman ekspor mobil, sepeda motor dan kargo industri umum. Port Ennore dengan tonase kargo tahunan sebesar 1,101 crore menangani kargo seperti batubara, bijih dan produk mineral curah dan batu lainnya. Pelabuhan Royapuram digunakan untuk kapal penumpang dan Kattupalli Shipyard di dekat Ennore Port yang diresmikan pada bulan Januari 2013. Kami sempat mengagumi kebesaran Chennai Port, melihat begitu banyak crane yang tinggi menjulang dan peti kemas yang berpindah, dari gerbong kereta atau truk ke gudang ataupun kapal kontaoner. Di seberang Chennai Port masih tegak menjulang, berdiri berjajar berbagai bangunan peninggalan kolonial Inggris, yaitu bekas kantor dan gudang maskapai perdangan The British East Company. Salah satu yang masih ramai dikunjungi adalah Kantor Pos Pusat Chennai, persis di depan pintu keluar Chennai Port. Tidak ada kesempatan bagi kami untuk berfoto dengan latar belakang semua bangunan bersejarah tersebut, karena ramainya lalu lintas di areal awal berdirinya kota Chennai tersebut. Oleh sebab itu, segera kami memutuskan kembali ke hotel untuk bersiap pulang ke Indonesia.

.

Dalam perjalanan pulang ke hotel, kami masih terkagum akan kekuatan ekonomi Chennai, yang berdasarkan Produk Domistik Brutto (PDB) berkisar antara $ 58,6 sampai $ 66 miliar, sehingga mendudukui peringkat keempat paling produktif di India. Chennai memiliki basis industri yang luas di bidang manufaktur, komputer, teknologi, perangkat keras, dan sektor kesehatan. Pada 2012, kota ini merupakan eksportir teknologi informasi terbesar kedua di India. Selain itu, sebagian besar industri otomotif India berada di dalam dan di sekitar kota sehingga menghasilkan julukan “Detroit of India”. Kota ini juga merupakan kantor Madras Stock Exchange, bursa saham keempat India, dan terbesar ketiga di India berdasarkan volume perdagangan, berada di belakang Bombay Stock Exchange dan National Stock Exchange of India.

.

Atas rasa kekaguman tersebut, kami segera meminta berbelok arah untuk menuju ke sebuah bangunan futuristik, tinggi menjulang dan mengkilap keperakan. Ternyata itu adalah kantor Tata Consultancy Services Limited (TCS) di Chinnae. TCS adalah perusahaan jasa tekonologi informasi, konsultasi dan bisnis multinasional India yang berkantor pusat di Mumbai, Maharashtra. Ini adalah anak perusahaan Tata Group dan beroperasi di 46 negara. TCS adalah salah satu perusahaan India terbesar dengan kapitalisasi pasar ($ 80 miliar). TCS sekarang termasuk layanan IT bermerek yang paling berharga di seluruh dunia. TCS sendiri menghasilkan dividen 70% untuk perusahaan induknya, Tata Sons di bawah komandan N. Chandrashekaran. Pada tahun 2015, TCS berada di peringkat 64 Forbes World Most Innovative Companies, menjadikannya sebagai perusahaan jasa IT berperingkat tertinggi di India. Ini adalah penyedia layanan IT terbesar ke-9 di dunia dari segi pendapatan dan pada Desember 2015 menduduki peringkat 10 di daftar Fortune India 500. Setelah mengambil gambar dengan latar belakang bangunan markas TCS di Chennai yang futuritik tersebut, kami segera berniat pulang.

Kami segera bergegas kembali ke hotel untuk bersiap pulang ke Indonesia. Malam itu kami merasakan kepuasan dan kepasrahan kepada Tuhan secara lebih mendalam, dengan berbagai pengalaman iman yang inspiratif, tentunya tidak hanya dari the 11th World Congress on Adolescent Health di New Delhi, India, tetapi juga kebesaran sejarah Chennai dan kesempatan untuk bertualang dalam sisa waktu penundaan penerbangan.

sekian

Kenalan dengan seorang pri Sikh di bandara Changi Singapura, yang sama2 berpenutup kepala

*) pelancong dari Jawa,

ditulis dan dibagikan dari Ruang Tunggu Penunpang Gate 21 Terminal 3 Changi International Airport Singapore.

Jumat pagi, 3 November 2017 dalam perjalanan kembali ke tanah air Indonesia.

Categories
dokter Healthy Life politik

2019 Dokter Proklamasi

Image result for moewardi wikipedia

DOKTER  PROKLAMASI

fx. wikan indrarto*)

Moewardi adalah seorang dokter yang turut memberikan sambutan setelah Soewirjo, wakil wali kota Jakarta saat itu, pada momentum Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945. Dr. Moewardi membacakan sebuah teks, yang kini kita kenal dengan nama ‘Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945’, sebelum Bung Karno, Sang Proklamator membacakan naskah Proklamasi.  Apa yang sebaiknya kita sadari?

.

.

Dr. Moewardi lahir di Pati, Jawa Tengah di tahun 1907 dan lulusan School Tot Opleiding Voor Indische Artsen (STOVIA), cikal bakal Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Jakarta. Dia kemudian melanjutkan pendidikannya dengan mengambil semacam spesialisasi  di sekolah Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT). Selain menjadi dokter, Moewardi juga aktif berorganisasi pada Barisan Pelopor, bahkan pernah menjadi Pemimpin Umum Pandu Kebangsaan (Kepanduan Bangsa Indonesia), cikal bakal PRAMUKA yang berperan dalam pendidikan karakter pemuda. Barisan Pelopor bertugas untuk mengamankan para pemimpin perjuangan, seperti Soekarno dan Hatta. Muwardi diserahi tugas untuk memimpin Barisan Pelopor di daerah Jakarta. Markas Barisan Pelopor Jakarta adalah rumah milik pribadi Moewardi di jalan Cik Di Tiro No 7 Jakarta. Di rumah berkamar 11 buah tersebut, setiap hari rapat digelar untuk mempersiapkan strategi bagi kemerdekaan Indonesia. Di situ selalu hadir Chaerul Saleh, Sudiro, Suwiryo, Suharto dan Moewardi. Sering kali Moewardi menjual beberapa barang miliknya dan membeli makanan untuk para pemuda itu.

.

Dalam peristiwa mengamankan Sukarno dan Hatta ke Rengasdengklok, Muwardi mendapat tugas untuk membangunkan Bung Karno. Pada tanggal 16 Agustus 1945 dia memerintahkan Barisan Pelopor untuk menjaga Lapangan Ikada (sekarang Lapangan Monas), yang rencananya akan digunakan sebagai tempat pembacaan teks proklamasi. Pada 17 Agustus 1945 di rumah kediaman Bung Karno di Jl. Pegangsaan Timur 56 Jakarta ramai dikunjungi orang, Moewardi menjamin keadaan aman. Waktu sudah mendekati pukul 10, tetapi Bung Hatta belum juga datang. Moewardi yang tidak sabar mendesak Bung Karno agar segera mengumumkan Proklamasi sendirian saja, tanpa menunggu kedatangan Bung Hatta, dengan alasan karena Bung Hatta sudah menandatangani teks Proklamasi. Moewardi melakukan itu karena khawatir kalau Proklamasi belum dibacakan sudah diserbu tentara Jepang, tentu akhirnya Proklamasi gagal. Tetapi memang Bung Hatta adalah seorang yang selalu memegang teguh janji, sebelum pukul 10 dia sudah tiba. Setelah masuk dalam kamar Bung Karno, tidak lama kemudian mereka berdua keluar rumah menuju halaman depan di mana sudah tersedia mikrofon, tiang bendera dan para hadirin yang akan menjadi saksi pembacaan Proklamasi tepat pada pukul 10.

.

Profil dan Kisah Dr Moewardi, 'Dokter Gembel' dari Pati yang Namanya Abadi  Jadi RSUD di Kota Solo - Tribun Solo
Dr. Moewardi saat mendampingi Bung Karno

baca juga : 2020 Dokter Merdeka

Sesudah 18 Agustus 1945 Barisan Pelopor ditugaskan untuk menjaga rumah proklamator Presiden dan Wakil Presiden  (Soekarno-Hatta). Saat Bung Karno menjadi Presiden dan hendak menyusun Kabinet, Moewardi mendapat tawaran langsung dari Bung Karno untuk menjabat sebagai Menteri Pertahanan, namun dia menolak karena hendak meneruskan kariernya sebagai dokter.  Waktu itu Pemerintah Republik Indonesia telah siap-siap hendak hijrah ke Yogyakarta mengingat kota Jakarta yang menjadi tidak aman. Oleh karena itu, kepada Moewardi dianjurkan supaya kedudukan BPRI dipindahkan dari Jakarta. Setelah Pemerintah RI hijrah ke Yogyakarta tanggal 4 Januari 1946, pengurus BPRI mengadakan perundingan untuk memindahkan markasnya ke Solo. BPRI pada bulan Desember 1945 mengadakan konggres di Gedung Habiproyo, Singosaren (sekarang Matahari Singosaren), Solo, Jawa Tengah. Dalam konggres 15-16 Desember 1945 itu diputuskan untuk mengganti nama dari BPRI menjadi Barisan Banteng Republik Indonesia (BBRI). BBRI bermarkas di Solo dengan Dr. Moewardi sebagai Pemimpin Umum.

.

Dr. Moewardi tetap menjalankan tugasnya sebagai dokter, sekaligus tetap aktif di berbagai organisasi kenegaraan. Saat Sekolah Tinggi Kedokteran kelanjutan dari STOVIA di Jakarta dipindah ke Solo, pada 4 Maret 1946 Dr. Moewardi berperan dalam pendirian Sekolah Tinggi Kedokteran di RS Jebres (sekarang RSUP Dr. Moewardi) Solo untuk bagian klinis, dan pada 5 Maret 1946 di RS Tegalyoso (sekarang RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro) di Klaten untuk bagian pre-klinis. Selanjutnya pada 1 November 1949, Dr. Moewardi tidak lagi dapat berperan dalam pemindahan perguruan tinggi kedokteran RI ke Yogyakarta, yang kemudian pada 19 Desember 1949 menjadi bagian dari Universitas Negeri Gadjah Mada, sekarang UGM.

.

Sejak pertengahan tahun 1946, di Solo mulai tampak partai dan badan perjuangan yang menjurus ke paham Sosialis Kiri dan Komunis. Polarisasi partai-partai dan golongan itu terlihat pada peritiwa perebutan kedudukan Residen Solo. Indikasi Solo dalam keadaan gawat adalah peristiwa diculiknya Perdana Menteri Syahrir tanggal 27 Juni 1946, dan berlanjut dengan kudeta militer yang dilakukan oleh Jenderal Mayor Soedarsono tanggal 3 Juli 1946, beruntunglah kudeta tersebut dapat digagalkan.

.

Untuk mengatasi keadaan yang rawan di Solo sekitar pertengahan tahun 1946 dan untuk menghadapi pemberontakan PKI, Dr. Moewardi mendirikan Gerakan Rakyat Revolusioner. Pada peristiwa Madiun Jawa Timur, 11 September 1948 salah satu tokoh yang dikabarkan hilang dan diduga dibunuh oleh pemberontak PKI adalah Gubernur Jawa Timur, Soeryo. Pada tanggal 13 September 1948 di Solo PKI juga melakukan serangkaian penculikan dan pembunuhan. Dr. Moewardi turut menjadi korban kebiadaban PKI tersebut, dia diculik dibunuh dan jenazahnya tidak ditemukan sampai sekarang, pada saat akan pergi menjalankan praktik sebagai dokter di RS Jebres.

RSUD Dr. Moewardi | Daftar Online
RSUP Dr. Moewardi di Jl. Kolonel Sutarto No. 132, Jebres, Surakarta, Jawa Tengah


Dr. Moewardi diberi gelar sebagai pahlawan Kemerdekaan Nasional pada 4 Agustus 1964, sesuai Kepres No 190 Tahun 1964. Kiprah Dr. Moewardi dalam momentum proklamasi dan awal kemerdekaan dahulu, seharusnya menjadi inspirasi bagi para dokter Indonesia di jaman sekarang. Hendaklah para dokter tidak sekedar menjalankan praktek medis, tetapi juga terlibat dalam pendidikan dokter ataupun pembinaan karakter remaja, demi keamanan dan kemajuan negara.

Dirgahayu negeriku, jayalah dokter Indonesia.

Sekian

Yogyakarta, 14 Agustus 2019

Peringatan HUT RI pada Selasa, 17 Agustus 2019 di RS Panti Rapih Yogyakarta

*) Dokter spesialis anak di RS Panti Rapih Yogyakarta, Dekan FK UAJY, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161, e-mail : fxwikan_indrarto@yahoo.com

Categories
dokter medicolegal politik

2019 Hukum Kesehatan

Hasil gambar untuk hukum bagi dokter

HUKUM  dan KESEHATAN

fx. wikan indrarto*)

Ikatan Dokter Indonesia telah mencanangkan bahwa 27 Juni sebagai Hari Kesadaran Hukum Kedokteran. Hal ini terkait bahwa pada 27 Juni 1984 Mahkamah Agung mengeluarkan putusan yang membebaskan Dr. Setyaningrum di Puskesmas Wedarijaksa, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dari segala tuntutan hukum atas dugaan malapraktik, yang mengakibatkan seorang pasien meninggal dunia. Para dokter diharapkan menyadari bahwa profesinya selalu bersinggungan dengan hukum, etika, sumpah profesi, spirit kesejawatan, kebutuhan dan keselamatan pasien. Apa yang sebaiknya kita pelajari?

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/06/26/2019-hukum-bagi-dokter/

.


Hukum dan Kesehatan selama ini lebih sering berfokus hanya dalam masalah sengketa medik antara pasien dan dokter. Namun demikian, banyak produk hukum di berbagai negara ternyata dapat meningkatkan derajad kesehatan masyarakat. Beberapa produk hukum, misalnya pajak soda di Meksiko, pembatasan garam di Afrika Selatan, aturan rokok kemasan polos di Australia, pajak dosa di Filipina, asuransi kesehatan nasional di Ghana, wajib helm untuk pengguna sepeda motor di Vietnam, dan perawatan kesehatan di Amerika Serikat, merupakan contoh peran penting hukum dalam menjaga dan mempromosikan kesehatan yang baik. Hal tersebut termuat dalam sebuah laporan pada Selasa, 17 Januari 2017 oleh IDLO (the International Development Law Organization), University of Sydney di Australia, dan Georgetown University di Washington, DC, USA. Laporan penting tersebut menjelaskan banyak cara di mana produk hukum berhasil membuat perbedaan penting bagi masyarakat, meningkatkan derajad kesehatan dan keselamatan warga, bahkan menyediakan sumber informasi bagi semua negara, untuk belajar dari pengalaman negara lain.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/06/07/2019-hoaks-medis/

.


Pada tahun 1875, parlemen di Kerajaan Inggris telah mengeluarkan undang-undang yang mengharuskan semua pemilik tanah untuk menyediakan sanitasi, ventilasi dan drainase yang baik, untuk membendung penyebaran penyakit menular. Sampai saat ini, pengendalian penyakit menular adalah salah satu ilustrasi yang paling menonjol, tentang bagaimana produk hukum dapat membuat perbaikan di bidang kesehatan. Dari wabah cacar pada awal abad 20 sampai yang lebih baru yaitu SARS dan Ebola, hukum kesehatan masyarakat dapat mengatur kegiatan skrining, pelacakan kontak, karantina, dan pelaporan, bahkan membendung penyebaran infeksi.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/12/29/2018-rokok-polos/


.

Produk hukum kesehatan sering menjadi heboh ketika memiliki dampak langsung pada pola konsumsi sehari-hari masyarakat. Misalnya saja pajak soda di Meksiko yang diterapkan pada tahun 2014 untuk mengurangi konsumsi minuman manis. Juga, aturan kemasan rokok polos di Australia, telah menginspirasi secara global dalam upaya untuk mengurangi jumlah perokok. Penggunaan produk hukum untuk mengurangi jumlah perokok telah menjadi salah satu prestasi hukum kesehatan masyarakat yang besar. Tentu saja dapat ditingkatkan untuk menekan makanan yang tidak sehat, penggunaan alkohol berlebihan, cedera karena kecelakaan lalulintas, dan kesehatan mental yang masih diabaikan.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/10/30/2018-semua-berhak-sehat/

.

Sekarang ini jalur baru lebih terbuka, untuk menggunakan intervensi hukum berbasis bukti dalam meningkatkan derajad kesehatan dan kesejahteraan manusia. Bahkan banyak negara juga telah menggunakan perangkat hukum untuk memperkuat sistem kesehatan nasional, misalnya Indonesia dalam program menuju cakupan kesehatan universal pada awal tahun 2019. Beberapa negara lain juga telah menggunakan payung hukum untuk menciptakan lembaga yang mengatur sistem kesehatan, asuransi kesehatan nasional, atau lembaga yang mengatur obat atau menjamin layanan kesehatan yang berkualitas, tersedia dan terjangkau untuk semua warganya.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/08/01/2018-joki-dokter/

.

Sementara di beberapa negara hukum dapat membantu dalam melindungi kesehatan warganya, di beberapa negara lain yang tidak ada atau mengabaikan hukum, maka seluruh warga akan mengalami ancaman kesehatan. Sebagai contoh, lemahnya regulasi tentang produk tembakau di beberapa negara, termasuk Indonesia, memungkinkan perusahaan rokok yang kuat untuk memasarkan produknya dan bahkan merekrut perokok muda. Pada tingkat global, ‘International Health Regulations and Framework Convention on Tobacco Control’ sebagai kerangka hukum untuk merespon keadaan darurat kesehatan masyarakat, karena terjadinya epidemi tembakau global. Namun demikian, kegagalan beberapa negara untuk mematuhi kerangka hukum rokok tersebut, menciptakan risiko wabah yang berpotensi bencana, berbiaya jangka panjang, dan dampak buruk dalam bidang kesehatan karena merokok.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/07/12/2018-rokok-gelap/

.


Lebih buruk lagi, di beberapa wilayah hukum dapat dan telah digunakan untuk membahayakan kesehatan warganya. Sebagai contoh, hukum telah digunakan untuk memenjarakan orang dengan penyakit mental, dan untuk menolak mereka dalam mendapatkan hak dan layanan kesehatan yang mereka butuhkan. Demikian juga, pembatasan perjalanan selama wabah Ebola di Afrika Barat untuk para relawan tenaga medis ke negara-negara yang terkena dampak, terjanya terbukti justru memperpanjang epidemi Ebola. Namun demikian, ketika dimanfaatkan untuk melindungi, mempromosikan dan memajukan hak atas kesehatan, hukum dapat menjadi perangkat yang kuat.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/09/24/1819/

.


Momentum Hari Kesadaran Hukum Kedokteran Kamis, 27 Juni 2019, menyadarkan kita bahwa produk hukum dapat digunakan untuk meningkatkan derajad kesehatan masyarakat. Dengan demikian, semua pihak sebaiknya ikut mendorong pemerintah dan parlemen, dalam mereformasi berbagai undang-undang, untuk mewujudkan hak azasi warga negara atas kesehatan.

Sudahkah Anda berperan?

Candi Angkor Wat di Siem Reap, Kerajaan Kamboja

Sekian

Yogyakarta, 25 Juni 2019

*) Dokter spesialis anak di RS Panti Rapih Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, Lektor FK UKDW, WA: 081227280161, e-mail : fxwikan_indrarto@yahoo.com

Categories
COVID-19 dokter Healthy Life medicolegal

2019 Hukum bagi dokter

Hasil gambar untuk hukum bagi dokter

HUKUM  BAGI  DOKTER

fx. wikan indrarto*)

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) telah mencanangkan bahwa 27 Juni sebagai Hari Kesadaran Hukum Kedokteran. Hal ini terkait bahwa pada 27 Juni 1984 Mahkamah Agung mengeluarkan putusan yang membebaskan Dr. Setyaningrum di Puskesmas Wedarijaksa, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dari segala tuntutan hukum atas dugaan malapraktik, yang mengakibatkan seorang pasien meninggal dunia. Apa yang sebaiknya kita pelajari?

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/05/13/2019-peran-lengkap-dokter/

.

Sejarah layanan penyembuhan sudah setua manusia itu sendiri. Bentuk layanan penyembuhan, aturan, dan sistem hukumnya juga ikut berubah, sesuai dengan perkembangan waktu. Dimulai dari sumpah Hiprocrates (Yunani Kuno), kemudian kodifikasi etik kedokteran pada sekitar Perang Dunia, Hukum Positif pada dekade tahun 1950-60, ‘Medico Industrial Compleks’ pada era industri, dan terakhir berupa sistem pembiayaan kesehatan.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/04/27/2019-sisi-buruh-dokter/

.

Hippokrates yang hidup tahun 460-370 SM adalah seorang tabib atau dokter jaman Yunani kuno, yang dikenal sebagai “Bapak Kedokteran” dan salah satu murid dari Herodikus. Tulisan hasil karyanya yang dikenal dengan Corpus Hippocraticum, telah mengikis habis semua pemikiran takhyul masyarakat Yunani kuno, mengenai penyakit yang datang dari ilah-ilah yang membalas dendam. Sumpah Hippokrates (Hippocratic oath) adalah sumpah yang secara tradisional diucapkan demi para dewa dalam mitologi Yunani kuno, yaitu Apollo, Asclepius, Hygieia dan Panaceia. Sumpah Hippokrates adalah rambu tentang etika yang harus dijunjung tinggi para dokter, saat melakukan praktik profesi penyembuhan. Sampai sekarang, beberapa bagian sumpah Hippokrates dan aturan etika lisan yang ketat mengatur tersebut telah dihilangkan atau diubah sejalan dengan berjalannya waktu.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/04/24/2019-dokter-digital/

.

Aturan yang mengatur profesi dokter lebih ketat dan tertulis berikutnya adalah “Code of Medical Ethics”. Kode Etik Kedokteran Indonesia terbaru disahkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) tahun  tahun 2013, sesuai dengan UU Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran, UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, UU Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit, UU nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan UU Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), maupun pelbagai perundang-undangan lainnya yang mengatur profesi kedokteran. Revisi dengan penekanan ketat norma yang lebih hirarkis, yang ditunjukkan dengan kata “wajib” atau “dilarang” dan “seharusnya” atau “seyogyanya”. Sebagai contoh adalah seorang dokter wajib selalu melakukan pengambilan keputusan profesional secara independen dan mempertahankan perilaku profesional dalam ukuran tertinggi.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/02/13/2019-etika-profesi-dokter/

.

Setelah etika, rambu yang mengatur profesi dokter berikutnya adalah hukum, baik Sistem Hukum Kodifikasi (Eropa Kontinental) maupun Sistem Hukum Kebiasaan (Common Law System). Dalam hukum kesehatan (Public Health Law) telah diatur tentang hubungan hukum dalam layanan kesehatan antara petugas kesehatan, yaitu dokter, rumah sakit, puskemas dan tenaga kesehatan lain dengan pasien. Baik sistem hukum kodifikasi maupun sistem hukum kebiasaan, hukum kesehatan mempunyai obyek yang sama, yaitu pasien. Hukum yang melindungi pasien inilah yang merupakan obyek atau inti satu-satunya dalam sistem hukum kesehatan internasional, yang bertumpu pada asas ”the enjoyment of the highest annainable standard of health is amount of the fundamented rights of every human being” (kesehatan merupakan salah satu dasar keberadaan dari setiap orang).

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/02/11/2019-dokter-virtual/

.

Layanan dokter pada dekade berikutnya justru lebih banyak diatur oleh ‘Medico Industrial Compleks’ atau kerjasama dokter dengan perusahaan yang memasok produk kesehatan, untuk meraih keuntungan. Konsep ini pertama kali dikembangkan oleh Barbara dan John Ehrenreich dalam ‘Bulletin of the Health Policy Advisory Center’ tahun 1970 dengan judul “The Medical Industrial Complex” dan ulasan dalam New England Journal of Medicine (4 November 1971, 285: 1095). Konsep ini kemudian dipopulerkan pada tahun 1980 oleh Arnold S. Relman dalam sebuah makalah berjudul “The New Medical-Industrial Complex.” Relman mencurigai adanya potensi besar untuk mempengaruhi kebijakan dokter dalam layanan kesehatan. Selain itu, pengelolaan RS juga lebih banyak dilakukan oleh ahli bisnis daripada profesional medis, bahkan prioritas bantuan dana yang terus meningkat ditujukan untuk dokter dalam layanan medis (providing services), bukan pada dokter dalam penelitian medis (medical research). Selanjutnya, layanan dokter disorot terus-menerus, termasuk oleh John Ehrenreich dalam “Third Wave Capitalism: How Money, Power, and the Pursuit of Self-Interest have Imperiled the American Dream” (Cornell University Press, May 2016).

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/12/06/2018-bisnis-medis-dokter/

.

Rambu layanan dokter terbaru dikeluarkan oleh World Health Organization (WHO) pada tahun 2009, berupa sistem pembiayaan kesehatan. Pembiayaan baru berpola ‘Health Insurance’ untuk menggantikan sistem lama, yaitu  ‘Fee for Service’. Kelemahan sistem ‘Fee for Service’ adalah terbukanya peluang bagi dokter untuk memanfaatkan ‘Agency Relationship’, dimana dokter mendapat imbalan untuk pelayanan yang diberikannya kepada pasien, yang besar-kecilnya ditentukan dari negosiasi, termasuk dipengaruhi oleh ‘Medico Industrial Compleks’. Sebaliknya, pada sistem ‘Health Insurance’ pembayaran dilakukan oleh pihak ketiga atau pihak asuransi. Sistem pembiayaan kesehatan dalam era JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) di Indonesia disebut ‘kapitasi’ untuk dokter umum di layanan primer dan ‘case-mix’ untuk dokter spesialis di RS (Rumah Sakit) layanan sekunder atau tersier, sehingga rambu ini dapat menekan pengaruh ‘Medico Industrial Compleks’.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/11/07/2018-dokter-pahlawan/

.


Momentum Hari Kesadaran Hukum Kedokteran Kamis, 27 Juni 2019, menyadarkan kita bahwa layanan medis oleh dokter kepada pasien hakekatnya adalah mulia. Tanpa rambu dan hukum yang tegas, hakekat mulia dapat pudar karena sikap dan perilaku dokter yang menyimpang. Para dokter diharapkan semakin menyadari bahwa profesinya selalu bersinggungan dengan sisi hukum, etika, sumpah profesi, spirit kesejawatan, kebutuhan dan keselamatan pasien.

Sudahkah para dokter bertindak bijak?

Sekian

Yogyakarta, 26 Juni 2019

*) Dokter spesialis anak di RS Panti Rapih Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, pengajar di FK UKDW, WA: 081227280161, e-mail : fxwikan_indrarto@yahoo.com

Categories
anak COVID-19 dokter Healthy Life Jalan-jalan sekolah

2019 Bebas Asma saat Lebaran

6 Hal yang Perlu Diperhatikan Orang Tua Ketika Anaknya Punya Asma | Kabar  Tangsel

BEBAS ASMA SAAT LEBARAN
fx. wikan indrarto*)

Hari Raya Idul Fitri atau lebih sering disebut Lebaran, saat ini tidak sekedar hari besar agama saja, tetapi sudah menjadi hari besar segenap ‘keluarga besar’. Pada setiap Lebaran, banyak anggota keluarga akan mudik (pulang kampung) dan berkumpul untuk tidak hanya berdoa bersama, tetapi juga halal bilhalal, kunjung mengunjungi, reuni, rekreasi dan silaturahmi. Selain terjadi pertemuan dengan banyak orang dan perpindahan banyak tempat, pastilah juga terjadi perkenalan dengan banyak menu makanan. Semuanya merupakan hal yang lumrah ada pada saat Lebaran, ditunggu-tunggu dan menggembirakan bagi banyak orang. Apakah hal baik tersebut juga terjadi pada anak asma? Belum tentu.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/03/08/steroid-pada-serangan-asma/

.

Serangan asma pada anak dapat berupa keluhan klinis batuk hebat, muntah dan sakit perut, nafas bunyi sampai sesak nafas. Serangan tersebut sangat mudah terjadi karena rangsangan alergen (pencetus alergi), aktivitas fisik dan infeksi virus. Alergen dapat berupa inhalan (yang dihirup seperti debu, serbuk atau bau-bauan di sepanjang perjalanan mudik), ingestan (yang ditelan seperti susu, es krim, coklat atau zat pewarna makanan pada hidangan Lebaran) ataupun kontaktan (yang disentuh seperti boneka mainan, kasur kapuk, tumpukan pakaian kotor atau karpet di kamar penginapan). Aktivitas fisik anak yang berlebihan pada saat libur Lebaran, seperti bermain tanpa kenal lelah, tertawa terbahak-bahak, ‘kekeceh’ bermain air di kamar mandi ataupun ‘ciblon’ di kolam renang. Infeksi virus yang menyerang saluran nafas atas seperti pilek atau flu, sangat banyak dialami oleh anggota keluarga dan mudah sekali menular ke anak.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/10/19/2018-batuk-pada-anak-dalam-era-jkn-2/

.

Semua faktor risiko tersebut sangat mungkin ada pada anak asma saat Lebaran nanti, sehingga orang tua harus melakukan tindakan pencegahannya. Pencegahan terbaik adalah penghindaran faktor risiko tersebut, baik alergen inhalan dan ingestan maupun aktivitas fisik yang berlebihan, sebisa mungkin. Anak harus dijauhkan dari menu makanan, minuman, cemilan ataupun jajanan Lebaran yang dapat mencetuskan serangan asma. Aktivitas fisik yang menggembirakan anak karena kebersamaan dengan saudaranya, sebaiknya dialihkan ke aktivitas ketrampilan otot kecil, bukan kekuatan otot besar. Bermainlah bersama dengan mewarnai atau menggambar, permainan ular tangga, halma, scrable, kartu atau game digital, serta menghindari petak umpet, sepak bola dan lompat tali. Untuk mencegah terjadinya penularan pilek atau flu, anak dianjurkan mendapat imunisasi influenza sebelum berangkat mudik Lebaran. Periksalah ke dokter yang selama ini merawat anak asma dan sampaikan informasi tentang rencana mudik Lebaran keluarga. Dengan demikian, dokter akan merencanakan banyak hal, termasuk edukasi, komunikasi (hot line), imunisasi ataupun farmasi (resep obat asma).

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/02/14/2019-scientific-expert-summit/

.

Bagaimana kalau serangan asma awal terlanjur terjadi saat libur Lebaran? Yang utama adalah pengenalan bentuk serangan asma awal pada anak. Orang tua yang teliti atau anak yang agak besar, biasanya akan mudah mengenali batuk khas yang merupakan tanda awal serangan asma. Pencegahan agar serangan asma awal tidak berlanjut adalah dengan meneruskan obat pengendali asma yang selama ini digunakan, dan menambahkan obat pereda serangan asma secara dini. Pengobatan yang paling dianjurkan adalah menggunakan obat hirupan (nebulaiser atau inhaler dengan spacer), baik obat yang sudah biasa digunakan sendiri, ataupun obat yang baru pertama kali diberikan oleh dokter di rumah sakit terdekat saat liburan. Kalau sudah memiliki obat sendiri, bawalah obat tersebut ke manapun anak pergi dan informasikan semuanya kepada dokter setempat, pada saat memeriksakan anak. Sampaikan tentang riwayat perjalanan klinis asma anak dan pola pengobatan yang selama ini dijalani, agar dokter dapat memilihkan pola pengobatan lanjutan yang sesuai.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/05/09/2018-simposium-ppok/

.

Selain menambahkan obat perada serangan, orang tua diharapkan juga dapat mengenali pencetus munculnya serangan asma. Pastikan pencetusnya dengan mengingat apa saja yang mungkin, baik alergen inhalan ataupun ingestan, juga aktivitas fisik anak. Penambahan obat dan koreksi segera pencetus asma tersebut, maka serangan asma akan mereda. Serangan yang ringan akan hilang dalam beberapa menit, tetapi serangan yang sedang atau berat sangat mungkin akan mengganggu sebagian atau seluruh rencana liburan lebaran keluarga. Serangan berat jauh lebih baik dirawat di rumah sakit terdekat untuk pemantauan 1-2 hari, selain untuk pengelolaan lengkap (oksigenasi, nutrisi cairan, farmasi dan fisioterapi) juga untuk memutus kontak sama sekali dengan faktor pencetus serangan, meskipun kadangkala orang tua belum tahu apa pencetusnya. Libur lebaran di rumah sakit, akan terasa mengganggu dan membosankan, baik bagi orang tua, keluarga maupun anaknya. Namun demikian, pengalaman ‘buruk’ tersebut dapat digunakan sebagai momentum bersama untuk edukasi mendalam, khususnya bagi anak, agar mengenali dan kemudian menghindari faktor pencetus serangan asmanya. Pengalaman yang memberikan kesan emosional sangat dalam, pada umumnya akan mengendap (retensi) dalam memori anak dalam waktu yang cukup lama, sehingga sangat bermanfaat bagi pengelolaan lengkap asmanya secara jangka panjang.

.

Dengan melakukan semua kegiatan tersebut, maka anak akan bebas serangan asma dan dapat menjalani Lebaran dengan penuh suka cita.

Apakah kita sudah bijak?

Yogyakarta, 2 Juni 2019
*) dokter spesialis anak di RS Panti Rapih Yogyakarta, Letkro FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA : 081227280161, e-mail : fxwikan_indrarto@yahoo.com

Categories
anak dokter Healthy Life Jalan-jalan resisten obat

2016 Mengkover Vancouver

MENGKOVER  VANCOUVER  TAHUN  2016

VANCOUVER HARI PERTAMA
fx. wikan indrarto & b. sari prasetyati

Perjalanan kami untuk mengikuti International Congress of Pediatrics (ICP) 2016 di Kanada, dimulai dari Jakarta dengan naik pesawat Airbus A320-300 Cathay Pacific CX 718, yang meninggalkan Bandara Soetta Selasa, 16 Austus 2016 pk. 8. Setelah perjalanan 4 jam, kami transit selama 2 jam di Hong Kong International Airport. Dengan maskapai yang didirikan oleh Roy C. Farrel (AS) dan Sydney H de Kantzow (Australia) di Hong Kong pada 24 September 1946, kami melanjutkan perjalanan dengan pesawat generasi terbaru Boeing 777-300 ER Cathay Pacific CX 838. Setelah menempuh perjalanan dengan kecepatan 825 km/jam dalam ketinggian 11.875 m selama 11 jam perjalanan, kami menempuh jarak 10.278 km dan mendarat di Vancaouver International Airport, Kanada.

20160816_154318

Kami transit selama 2 jam di Hong Kong International Airport, sambil menunggu Boeing 777-300 ER Cathay Pacific CX 838.

20160816_162327

Tiba Stasiun Vancouver City Center dari Vancaouver International Airport (YFR) menggunakan Skytrain menuju Waterfront (downtown)

Vancouver (/væn.ˈkuːvər/ atau /væŋˈkuːvər) adalah sebuah kota di Provinsi British Columbia, Kanada. Kanada merupakan negara terbesar kedua di dunia dalam luas wilayah setelah Rusia, yaitu meliputi sekitar 41% wilayah Amerika Utara. Kepadatan penduduk hanya 3.2 orang per kilometer persegi, yang luar biasa rendah dibandingkan negara lainnya. Sekitar 80 % orang-orang Kanada tinggal dalam rentang wilayah 200 km dari AS, yaitu wilayah dengan iklim sedang, dan memiliki tanah yang terbaik untuk ditanami, termasuk di Vancouver. Kota ini adalah daerah metropolitan terbesar di Kanada bagian barat dan ketiga terbesar di Kanada. Daerah metropolitan Vancouver didiami oleh 2.132.824 ‘Vancouverites’, sebutan untuk penduduk Vancouver, termasuk 583.296 jiwa di kota Vancouver sendiri. Vancouver pernah menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin 2010, Memorial Cup 2007, dan World Police and Fire Games 2009. Stadium Swangard di Burnaby juga menjadi lokasi beberapa pertandingan Piala Dunia FIFA U-20 2007.

Dari Vancaouver International Airport (YFR) kami melanjutkan perjalanan dengan Skytrain menuju Waterfront (downtown), dengan tiket elektronik seharga $C 9, yang kami beli di mesin elektronik yang membuat kami sedikit bingung, untunglah kami mendapat bantuan penumpang lainnya. Kami melewati beberapa stasiun, yaitu Sea Island Centre, Templetion, Bridgeport, Marine Drive, Mangara 49th Avenue, Oakridge 41st Avenue, King Edward, Broadway City Hall, Olympic Village, Yaletown Roundhouse, dan turun di Stasiun Vancouver City Center. Dengan perjalanan selama 24 menit, kami melewati 11 pemberhentian dalam kereta Skytrain 980 yang modern itu, yang memiliki platform sign ‘Canada Line to Waterfront’ dan dikelola oleh British Columbia Rapid Transit Company, dan melanjutkan perjalanan ke Waterfront.

20160817_060106

Sambutan International Pediatrics Association (IPA) 2016 di Vancaouver International Airport (YFR)

20160816_164744

Bertemu ‘wong Jogja’ yang kuliah di Vancouver dan menjadi akrab

Seperti kita ketahui, terdapat 10 provinsi di seluruh Kanada dengan ibukotanya, yaitu Nova Scotia (Halifax), New Brunswick (Fredericton), Quebec (Quebec City), Ontario (Toronto), Manitoba (Winnipeg), British Columbia (Victoria), Prince Edward Island (Charlottetown), Saskatchewan (Regina), Alberta (Edmonton), dan Newfoundland and Labrador (St. John’s). Selain itu, terdapat 3 teritori atau wilayah dan ibukotanya, yaitu Northwest Territories (Yellowknife), Yukon Territories (Whitehorse) dan Nunavut (Iqaluit). Sampai tahun lalu, Calgary, Ottawa, Montreal, Vancouver yang akan kami jelajahi, dan Toronto dianggap sebagai kota terbersih di Kanada. Catatan arkeologi menunjukkan kehadiran orang-orang asli di daerah Vancouver dari 8.000 hingga 10.000 tahun yang lalu. Kota ini terletak di wilayah tradisional Squamish, Musqueam, dan Tseil-Waututh (Burrard) bangsa Coast. Masa berkenalan dengan bangsa Eropa dimulai ketika José María Narváez dari Spanyol mengeksplorasi pantai yang kini disebut Point Grey dan bagian dari Burrard Inlet tahun 1791. Meskipun demikian, ada data lain yang mengungkapkan Francis Drake telah mengunjungi wilayah ini tahun 1579. Kota ini mengambil nama dari George Vancouver, pemimpin tim eksplorasi dari angkatan laut Kerajaan Inggris di pelabuhan Burrard Inlet pada tahun 1792.

Dari Stasiun Vancouver City Center, kami menuju berjalan kaki sejauh 1,1 km selama 14 menit, menuju ke Barclay Hotel yang beralamat di 1348 Robson St, Vancouver, BC V6E 1C5, Kanada. Dengan berjalan kaki ke arah tenggara di Robson St menuju ke Jervis St sejauh 850 m, kemudian berbelok kiri ke Howe St/BC-99 S sejauh 180 m, dan akhirnya berbelok kanan ke W Georgia St/BC-99 S/BC-99A S untuk mencapai hotel. Setelah menyelesaikan adminisrasi dan menata barang, kami bersiap-siap menikmati sore pertama di Vancouver, yaitu melihat matahari tenggelam (sunset) di English Bay sejauh 2 km, dengan berjalan kaki selama 24 menit. Dengan berjalan kaki ke arah barat laut dari Robson St menuju ke Broughton St sejauh 950 m, terus ke Lagoon Dr sejauh 270 m, kami berbelok kiri ke Barclay St sepanjang 7 m, dilanjutkan berbelok kanan 400 m dan lurus terus sampai di English Bay. Kami menikmati pemandangan alam saat ‘sun set’ pada pk. 21 waktu lokal. Pemandangan yang indah dengan lokasi pantai yang bersih, sehingga banyak warga kota yang berjalan, berlari ataupun bersepeda menikmati keindahan malam itu. Kami pulang ke hotel setelah kenyang makan malam menu Korea di Robson Blue Bella Korean Cuisine Bistro, dekat hotel.

20160816_201236

Kami melihat matahari tenggelam (sunset) di English Bay

20160816_201455

Kami menikmati pemandangan alam saat ‘sun set’ pada pk. 21 waktu lokal.

Malam itu kami tidur nyenyak, untuk persiapan mengikuti upacara bendera pada 17 Agustus 2016, undangan dari Konsulat Jendral RI Vancouver, di Wisma Indonesia 1395 West 50th Avenue, Vancouver.

(bersambung)

VANCOUVER HARI KEDUA

fx. wikan indrarto

Penggunaan daun mapel sebagai simbol Kanada dilakukan sejak abad ke-18, dan sampai sekarang digambarkan pada bendera nasional Kanada, dengan warna merah dan putih. Kanada dikenal karena hutan luas, dan jajaran pegunungannya (termasuk Pegunungan Rocky di Alberta dan British Columbia), dan hewan liar, seperti rusa besar, karibou, berang-berang, beruang kutub, dan beruang grizzly. Hoki adalah olahraga musim dingin yang sering digunakan sebagai simbol persatuan nasional dan kebanggaan resmi Kanada. Hari kedua kami di Vancouver pada Selasa, 17 Agustus 2016, diawali dengan perjalanan ke Konsulat Jendral RI.

20160817_083838

Upacara Bendera Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 71 tahun 2016 yang dipimpin oleh Ms. Sri Wiludjeng, Konsul Jendral di Vancouver Kanada yang menjabat sejak 2014.

20160817_074745

Kami naik bis jalur 10 yang dioperasionalkan oleh TransLink, dengan membayar kepada sopir di alat penerima uang logam di samping sopir.

Dari Hotel Barclay yang beralamat di 1348 Robson St, Vancouver, BC V6E 1C5, Kanada, pagi itu kami berjalan menyusuri Robson St sejauh 800 m untuk mencapai Granville St. Sepanjang jalan banyak sekali pohon mapel, lambang Kanada, dengan daun yang berbentuk khas seperti telapak tangan manusia dan berjatuhan saat kering. Kami naik bis jalur 10 yang dioperasionalkan oleh TransLink, dengan membayar kepada sopir di alat penerima uang logam di samping sopir. Dengan tarif $2,75 kami menuju West 50th Avenue sejauh 7,4 km dalam 49 menit, menyusuri Granville Street, lewat Nelson Street, Davie, Drake, menyeberang jembatan English Bay, lanjut melewati West Cloverleaf, West Broadway, West 11 Ave, West 16 Ave, 15 Ave, Angus Dr, Mattew, Laurier Ave, West 16 Ave, 15 Ave, Angus Dr, Mattew, Laurier Ave, West King Edward Ave, Nanton, West 32 Ave, 33, 35, 37, South connaught, 40, 41, 43, 45, 47, dan turun di West 49 Ave. Dengan sedikit berjalan kaki, kami sampai di 1395 West 50th Avenue, alamat kantor Konsulat jendral RI di Vancouver. Kami mengikuti Upacara Bendera Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 71 yang dipimpin oleh Ms. Sri Wiludjeng, Konsul Jendral yang menjabat sejak 2014. Setelah upacara, diadakan acara seremonial kekeluargaan dan ditutup dengan makan siang menu Indonesia. Acara itu diikuti oleh pegawai dan keluarga KJRI, juga masyarakat Indonesia yang ada di Vancouver, Alberta dan sekitarnya. Setelah itu, kami melanjutkan perjalan ke lokasi konggres.

20160817_081205

Kembali menggunakan bis line 10 yang dioperasionalkan oleh TransLink, berangkat dari West 49th Ave, Vancouver

20160817_120126

‘West Building Vancouver Convention Centre’, dekat dengan pelabuhan untuk bersandar kapal pesiar yang besar

Kami menuju ‘West Building Vancouver Convention Centre’, dengan kembali menggunakan bis line 10 yang dioperasionalkan oleh TransLink, berangkat dari West 49th Ave, menyusuri jalan yang sebelumnya kami lewati dan turun di Waterfornt Station sejauh 8,1 km. Setelah proses registrasi, kami mengikuti upacara pembukaan. International Pediatric Association (IPA) dan dengan 168 organisasi anggotanya, termasuk IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) menyelenggarakan 28th International Pediatric Conggres pada 17-22 Agustus 2016. Tema konggres adalah “Kebersamaan, Keanekaragaman, Kekuatan,” (Community, Diversity, Vitality), yang mencerminkan keduanya, baik Vancouver sebagai kota tuan rumah dan ruang lingkup program ilmiahnya. Vancouver adalah kota yang hidup di pantai barat Kanada, dengan Samudera Pasifik di sebelah barat dan pegunungan di sebelah timur. Pada acara pembukaan yang sangat meriah di ballroom A dan B, kami terhanyut dalam alunan gerak dan lagu oleh Vancouver Children’s Choir and Eagle Song Dancers, juga adanya sambutan yang sangat inspiratif oleh Mr. Anthony Lake, Exeutive Direktur UNICEF sebagai Keynote Speaker. Setelah acara selesai, kami melanjutkan dengan jalan lagi.

Kami naik bis Line 240 bertarif $ 2,75 dari Brighton, melewati Cardero, Denmam, dan Stanley Pakr dalam jalur khusus busway yang sangat lancar, meski pada saat arus lalu lintas yang macet. Kami akan menuju ke Capilano, memasuki hutan Stanly Park yang bersih. Hutan ini adalah hutan wisata terbaik di dunia yang sangat cocok untuk jalan kaki atau naik sepeda, karena telah dibuatkan jalurnya secara khusus. Kami menyeberang Lions Gate Bridge, sebuah jembatan gantung yang melintasi English Bay dan sangat gagah, dengan patung singa duduk pada gerbang jembatan. Jembatan tersebut hanya boleh dilewati maksimal berat mobil 13 ton. The Lions Gate Bridge, yang dibuka pada tahun 1938, secara resmi dikenal sebagai Narrows Bridge adalah jembatan gantung yang melintasi selat Burrard yang menyempit. Jembatan ini menghubungkan Vancouver dengan kota North Shore Distrik Vancouver Utara. Istilah “Lions Gate” mengacu pada The Lions, sepasang puncak gunung di utara Vancouver. Sepasang patung singa yang terbuat dari beton cor, yang dirancang oleh pematung Charles Marega, ditempatkan di kedua sisi ke jembatan pada bulan Januari 1939. Panjang total jembatan termasuk jembatan utara adalah 1.823 meter, tinggi menara 111 m, dan dapat dilewati kapal dengan tiang setinggi 61 m. Jembatan ini memiliki tiga jalur berlawanan arah, dengan volume lalu lintas di jembatan adalah sekitar 70.000 kendaraan per hari. Pada tanggal 24 Maret 2005, Lions Gate Bridge ditetapkan sebagai Situs Bersejarah Nasional Kanada. Sayang sekali, kami tidak mampu mencapai view poin di sisi selatan jembatan, karena jalan masuk ke situ harus melewati hutan Stanley park yang tidak terjangkau kami dengan berjalan kaki. Maka kami menikmatinya dengan naik bis dan mengambil gambarnya dari sisi Capitalino North Vancouver Distric yang kurang eksotis. Pada hal, Vancouver dikenal di dunia akan keindahan alamnya. Kota ini memiliki salah satu dari taman kota terbesar di Amerika Utara, yaitu Stanley Park. Lansekap kota ini didominasi Pegunugan Pesisir Utara dan pemandangan di hari yang cerah dapat mencapai Gunung Baker di Washington, Amerika Serikat; Pulau Vancouver di seberang Selat Georgia, dan Pantai Sunshine.

20160817_182225

Hutan Stanly Park merupakan hutan wisata terbaik di dunia yang sangat cocok untuk jalan kaki atau naik sepeda.

20160817_130526

Lansekap kota Vancouver

Kami memutuskan untuk kembali pulang ke Vancouver, dengan naik bis Line 246 dari North Vancouver Distric ke Chinatown. Kami melewati jalur yang sama, termasuk Marine Drive, Gilford Street, lanjut masuk kembali ke Lions Gate Bridge dan turun di Dusmuin and Hamilton. Kami melanjutkan dengan berjalan kaki sejauh 150 m menuju ‘Victory Square’, sebuah lapangan pada pertemuan Hastings Street, West Pender Street, Cambie Street, dan Hamilton Street di downtown Vancouver. Di tengahnya gagah berdiri tugu peringatan bagi pahlawan pembangunan jalur kereta api, yang bertuliskan ‘In Memory of those, who gave their lives in the service of our country. Their name liveth for evermore’, yang diresmikan pada tanggal 13 Februari 1886. Ekonomi awal Vancouver didominasi oleh perusahaan besar: seperti CPR, yang memicu aktivitas ekonomi dan menyebabkan pesatnya perkembangan kota baru. Beberapa manufaktur melakukan pengembangan, termasuk pembentukan British Columbia Sugar Refinery oleh Benjamin Tingley Rogers pada tahun 1890. Sumber daya alam kemudian menjadi dasar bagi perekonomian Vancouver, yaitu penebangan hutan dan kemudian ekspor kayu melalui pelabuhan, sehingga lalu lintas komersial merupakan sektor ekonomi terbesar di Vancouver sejak tahun 1930-an.

20160817_194359

Gastown Steam Clock, sebuah monumen jam uap legendaris, yang dirancang oleh Raymond K. Saunders.

20160817_193449

‘Victory Square’, sebuah lapangan pada pertemuan Hastings Street, West Pender Street, Cambie Street, dan Hamilton Street di downtown Vancouver.

Selanjutnya kami menikmati keindahan di Gastown Steam Clock, sebuah monumen jam uap yang legendaris, yang dirancang oleh Raymond K. Saunders. Setiap 15 menit sebuah baja akan jatuh dari puncak jam, dan menimbulkan bunyi mesin uap. Mekanika jam dirancang oleh Douglas L. Smith, yang menghabiskan biaya $ 42.000 pada tahun 1870. Monumen jam uap tersebut, menjadi sorotan kamera banyak wisatawan, sehingga kami harus antri mengambil gambar kenangan. Kami selanjutnya menikmati keindahan patung ‘Angel of Victory’, simbol kemenangan para pekerja rel kereta api pertama, sehingga CPR (Canadian Pacific Raylways) terhubung ke Vancouver, di daerah Burrard Landing di West Cordova Street. Patung tersebut tegak berdiri di samping gedung tua yang gagah dan masih berfungsi baik, yaitu stasiun pertama dan awal mula kota Vancouver, yang megah berwarna merah. Stasiun tersebut berlokasi di Waterfront dan menjadi pertemuan antar moda, yaitu Skytrain Expo Line, Millenium Line, Canada Line, West coast express and Sea Bus yang menyeberang ke North Vancouver Distric. TransLink adalah perusahaan pemerintah yang mengakomodasikan berbagai layanan bus, feri yang dikenal dengan nama SeaBus, dua jalur metro bernama SkyTrain, dan kereta api komuter West Coast Express.

Setelah membeli tiket untuk naik kereta bawah tanah Millenium Line, kami turun di Stasiun Burrad, untuk berjalan kaki kembali ke hotel. Kami mampir membeli Chicken Karaage 4 pcs, $ 5,5, spinach, shitake musrhroom, black wood war mushroom & water chestnut 6 pcs, $ 5 di Gyoza King Japanese Spirits, di Robson street. Malam itu kami tidur nyenyak, untuk persiapan mengikuti konggres hari pertama di hari ketiga kami di Vancouver.

(bersambung)

VANCOUVER  HARI  KETIGA

fx. wikan indrarto

Bendera Kanada menggunakan gambar Daun Mapel (bahasa Inggris: Maple Leaf), warna merah dengan sebuah warna putih di tengahnya. Pada tahun 1965 sebuah bendera nasional Kanada, rancangan dari George F. G. Stanley yang didasarkan pada bendera Royal Military College of Canada, secara resmi digunakan untuk menggantikan Bendera Inggris Raya. Bendera sebelumnya yang dikenal dengan nama “Canadian Red Ensign” sudah pergunakan sejak tahun 1890an. Dari Hotel Barclay yang beralamat di 1348 Robson St, Vancouver, BC V6E 1C5, Kanada, pagi itu kami berjalan kaki menyusuri Jervis Street yang menurun tajam, menyeberang Alberni St dan South Georgia St. Melville, Hasting dan Cordoba untuk mencapai ‘West Building Vancouver Convention Centre’. Bendera Kanada dengan gambar Daun Mapel berkibar gagah di arena konggres yang beralamat di 1055 Canada Place Vancouver, BC V6C 0C3 Canada, untuk mengikuti The 28th International Congress of Pediatrics (IPA 2016).

20160817_132201

‘West Building Vancouver Convention Centre’. Canada, untuk mengikuti The 28th International Congress of Pediatrics (IPA 2016).

20160817_204334

Di dalam Bis Line 17 kami menyusuri Georgia St dan Grenville, lalu kami turun di East Pender St, Vancouver

Kamis, 18 Agustus 2018, kami mengikuti sesi MTE 1 (Meet The Expert) dengan tema : Electronic Medical Record (ERM): How to Provide Better Patient Care and Make the Office More Efficient, yang dapat diakses dari http://eventmobi.com/ipa2016. Acara pada Room 211, menampilkan pembicara Neil Cooper, Pediatrician Alberta Children’s Hospital / Sunnyhill Pediatric Clinic, Dr. Neil Cooper seorang Pediatrician and Sports Medicine physician dri Calgary, Alberta, Canada. Lulusan University of Calgary Medical School pada tahun 1990 dan selesai residensi pediatrik di Rumah Sakit Anak Alberta pada tahun 1994 dan Sports Medicine Diploma pada tahun 2007. Sejak tahun 1994 berpraktek aktif pediatrik dan olahraga. Keterlibatannya pada komputer mendahului karir medis, ketika sebagai paramedis pada tahun 1984, mengembangkan database elektronik untuk Korps Pemadam Kebakaran Ft. McMurray dengan komputer IBM 8088. Dia telah menggunakan beberapa bentuk catatan medis elektronik sejak tahun 1996. Acara tersebut dipimpin oleh moderator Dr. Kevin Chan, Pediatrics Chair Memorial University and Clinical Chief of Children’s Health pada Eastern Health in St. John’s, Newfoundland, Canada. Dijelaskan bahwa ERM memiliki banyak sekali keuntungan, misalnya dokumen lebih cepat disajikan kepada dokter, portable, comfortable, and secure. Sebaliknya, rekam medis pada kertas lebih mudah hilang, meskipun kadang tidak disadari, hanya dapat diakses oleh seorang dokter dalam waktu yang sama, seringkali terjadi salah tulis, mahal, memakan tempat, dan bahkan seringkali sulit dicari. Keuntungan EMR lainnya mudah dicari, tidak hilang, mudah disimpan, aman, mudah digandakan, dan tidak boros tempat. Pengembangan ERM bahkan sampai dapat merupakan data terpadu tentang demografi, peresepan obat, informasi alergi obat, imunisasi, hasil laboratorium, diagnsis dan hasil konsultasi antar dokter. Bahkan ke depan akan menjadi bagian dari ‘Screening and Prevention programm’ yang disertai risperdal reminder, dengan modul komunikasi terpadu antar dokter, bahkan juga ada modul komunikasi dengan pasien, misalnya untuk perjanjian kontrol, dan konsultasi. Pada sesi tersebut, berlangsung juga MTE2 dengan tema : Immunology for the Pediatrician, oleh Elie Haddad, Head Immunology and Rheumatology Division, CHU Sainte-Justine, University of Montreal, Canada dengan moderator François Boucher, Pediatrician Centre Mère Enfant-Soleil du Centre Hospitalier. MTE3 dengan tema : Care of the Child and Adolescent With Medical Complexity oleh Dr. Eyal Cohen, Associate Professor Pediatrics and Health, Policy, Management and Education, Hospital for Sick Children, University of Toronto, Canada dengan moderator Dr. Jay Ellis Berkelhamer, American Academy Of Pediatrics Past President, dan MTE4 dengan tema: What is New in Nutrition? oleh Dr. Fügen Çullu Çokuğraş, President Balkan Pediatric Association.

Kami selanjutnya mengikuti acara Plenary 1 dengan tema: ‘Child Health – Now and in the Future’, di Ballroom A-B. Moderator acara adalah Dr. Andreas Konstantopoulos, President International Pediatric Association (IPA), dengan pembicara Richard Horton, Editor-in-Chief The Lancet dengan tema: ‘Global Trends And Progress in Child Mortality’. Kita diingatkan bahwa masih banyak negara yang bermasalah dalam usha menurunkan angka kematian anak, yaitu India, Nigeria, Pakistan, Kongo, Etiopia dan Cina, yang secara total menyumbang kematian 3,5 juta (51%) dari semua anak di dunia. Masalah nutrisi, kebijakan politik di negara berkembang, pencapaikan SDGs, akuntabilitas negara, dan hak azasi manusia harus diperhatikan oleh semua pihak. Hal ini disebabkan karena adanya pengaruh kebijakan politik negara, pada derajad kesehatan anak, ‘economic out put’, ‘social production’, ‘cohetion’, inovasi, dan keamanan. Semua pemerintahan wajib memberikan penekanan dalam aspek kemanusiaan atau Humanitarian, migrasi, proteksi sosial, teknologi transformatif, dan kesamaan gender. Hal ini karena pada anak, derajad kesehatan dan kemanusiaannya, terkait dengan tingkat pendidikannya. Tantangan kita semua adalah dalam aspek prosperity, humanity dan implementasi. Pembicara selanjutnya adalah Prof. Zulfiqar Bhutta, dari Global Child Health & Policy Sick Kids Centre for Global Child Health Research Institute, The Hospital for Sick Children Departments of Paediatrics, Nutritional Sciences and Public Health University of Toronto, dengan tema : ‘Emerging challenges in child health globally: how can pediatricians contribute to change?’ Kita disadarkan bahwa masih ada sekitar 10 juta anak meninggal secara global dalam 2 tahun terakhir di India dan Afrika. Kebijakan tentang MDGs telah menyatukan langkah para pemerintah dan tenaga kesehatan profesional. Namun demikian, MDGs 4, yaitu Menurunkan angka kematian anak, yang memiliki target pada tahun 2015 adalah mengurangi dua per tiga tingkat kematian nak balita, belum berhasil ditekan dari 12,7 jadi 5,2, karena ternyata hanya turun menjadi 5,9. Kita perlu menyelesaikan semua faktor risiko mortalitas yang masih tinggi, terutama pada neonatal yang meliputi malnutrisi dan IUGR. Mortalitas dan kurang gizi atau stunting, perlu intervensi bersama, agar tidak terjadi ‘statistical victory or a moral defeat’ (kekalahan moral). Selain itu, Tentang MDGs8, yaitu mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan, yang selanjutnya diteruskan menjadi SDGs 17, kita semua para dokter spesialis anak seharusnya menyatu, berperan, mengenal, berbuat benar dan benar berbuat, dalam kebersamaan dengan petugas kesehatan lainnya. Kita diingatkan agar dokter, bidan dan perawat bersatu, karena ‘we can together, we can.’

Kemudian kami mengikuti sesi ‘Concurrent’ 1 dengan tema ‘Neonatal Jaundice’ di Room 118-120. Acara dengan moderator: Dr. William Keenan, menampilkan Prof. Vinod Bhutani dengan judul : ‘New measurements and prediction of neonatal hyperbilirubinemia’ yang menjelaskan adanya ‘Novel measures in product risk of bilirubin neurotoxicity’, khususnya kasus ‘deficiency G6PD’. Outcome yang ditekankan menyangkut kejadian ‘still birth’, tingginya mortality, adanya ‘neurological impairment’, ‘deafness’, dan gangguan bicara. Penyebab tersering adalah karena perbedaan golongan darah Rh dan ABO. ‘Area of inquiry’ bagi kita semua adalah ‘risk confounded by immaturity’, ‘hemolysis’, sepsis and genetik. Pembicara berikutnya adalah Dr. Praveen Kumar dengan judul: ‘Prevention of Kernicterus: A Global Strategy’. Concurrent lain yang berlangsung bersamaan, tidak dapat kami ikuti, yaitu ‘Management of Sexual Abuse Victims’, ‘Pain Management in Children and Adolescents’, ‘How Large Scale Databases Can Help Improve Your Practice’, ‘Early life experiences: ECD and Developmental Origin of Adult Diseases’, ‘Global Opportunity for Technology Enabled Knowledge Translation in Child Health’, ‘Pediatric Care – Evidence Based or Eminence Based’. Setelah makan siang, kami melanjutkan acara dengan belajar perbandingan kepada BC Children Hospital.

20160819_165230

‘Vancouver Lookout Tower’, di puncak Harbour Centre, yang diinspirasi dari ekor pesawat ruang angkasa dalam film Star Trek yang legendaris.

Dr. Sudung

Para peserta dari Jakarta, Indonesia, yaitu Dr. Sudung Pardede, Dr. Edi dan Dr. Hartono Gunardi pada The 28th International Congress of Pediatrics (IPA 2016) di Vancouver Kanada.

Kami keluar dari arena konggres dan berjalan kaki menyusuri Waterfornt road di sepanjang tepi pelabuhan Vancouver yang bersih dan rapi. Sejenak menikmati keindahan ‘Vancouver Lookout Tower’, di puncak Harbour Centre, yang diinspirasi dari ekor pesawat ruang angkasa dalam film Star Trek yang legendaris. Harbour Centre adalah sebuah gedung pencakar langit terkenal di pusat bisnis Downtown Vancouver. The “Lookout Tower” adalah menara yang dibangun di atas gedung, sehingga menjadi salah satu struktur bangunan tertinggi di Vancouver. Dengan arena untuk melihat pemandangan kota dalam 360 derajat, juga berfungsi sebagai objek wisata dengan ‘Top of Vancouver Revolving Restaurant’. Harbour Centre ini dibuka pada tahun 1977. Kami melanjutkan berjalan kaki ke Stasiun SkyTrain, untuk naik Canada Line dari stasiun Waterfront, Vancouver City Center, Yaletown-Roundhouse, menyeberang ke Granville Island, Olympic Village, Broadway City Hall, King Edward, dan turun di Oakridge 41st Avenue untuk menuju BC Children Hospital. Ternyata kami salah, karena googlemaps tidak berfungsi saat offline, dan kami harus kembali ke Stasiun King Edward. Kami harus berjalan kaki sangat jauh dalam terik matahari sore, untuk masuk ke Heather St Entrance Gate. BC Children Hospital ternyata memiliki 4 buah pintu masuk entrance, yaitu Willis, Oak dan East 28th Ave.

20160818_153211

British Columbia Children’s Hospital terletak di 4480 Oak Street Vancouver,

20160818_154115

Sunny Hill Health Centre for Children, di British Columbia Children’s Hospital

British Columbia Children’s Hospital terletak di 4480 Oak Street Vancouver, British Columbia, Canada, adalah fasilitas kesehatan milik ‘Provincial Health Services Authority’. RS ini khusus melayani perawatan kesehatan bagi pasien dari bayi baru lahir sampai usia 16. Ini juga merupakan fasilitas pendidikan dan penelitian untuk kesehatan anak. Rumah sakit ini juga memiliki Sunny Hill Health Centre for Children, yang menyediakan layanan khusus untuk anak dan remaja dengan cacat perkembangan sejak lahir. Pada tahun 2014, konstruksi proyek $ 676.000.000 dalam tiga tahap untuk membangun fasilitas delapan lantai dalam ukuran sekitar 59.400 meter persegi (640.000 kaki persegi). Fasilitas ini akan dirancang untuk LEED (Leadership in Energy and Environmental Design) sehingga bangunan akan menjadi terang bernderang dengan fasilitas modern kamar pasien memiliki akses ke cahaya alami dan kebun. Bangunan baru mencakup unit bedah rawat inap, gawat darurat, pencitraan medis dan ruang tindakan, departemen hematologi onkologi dan unit perawatan intensif anak dan neonatal. Fasilitas ini akan melengkapi yang sudah ada, yaitu berbagai ruang rawat inap, rawat jalan dan perawatan rujukan tersier untuk anak sejak lahir sampai remaja, termasuk klinik, layanan darurat, perawatan kesehatan anak, bedah, perawatan intensif, transplantasi organ, genetika, dan pusat HIV. Setelah lelah keliling RS, kami makan sore menu ‘chicken Caesar Flatbread’ seharga $7,25 di Second Cup Cafe, di sekat UGD BC Children Hospital, kami melanjutkan perjalanan.

Dari halte bis di dekat Oak St Entrance Gate BC Children Hospital, kami naik bus Line 17 milik TransLink ke Downtown, bis listrik tanpa polusi ini lewat pos pemberhentian di West 23 Ave, West King Edward, West 22 Ave, 17 Ave, 12 Ave, 10 Ave, kemudian berbelok ke kanan masuk Broadway St, untuk melewati pos pemberhentian di Laural St, Heather St, dan West Ash. Kemudian berbelok ke kiri memasuki Cambie St, dan sopir beristirahat selama 3 menit di pos pemberhentian 1, sebelum menyeberangi jembatan ‘Granville Island’ yang gagah dan masuk ke wilayah Downtown Vancouver. TransLink adalah badan hukum bertanggung jawab untuk jaringan transportasi regional Metro Vancouver, Kanada, termasuk transportasi umum dan jalan utama dan jembatan. TransLink dibentuk pada tahun 1998 milik Pemerintah propinsi British Columbia untuk menggantikan SM Transit di Kabupaten Daerah Greater Vancouver dan menganggap banyak tanggung jawab transportasi yang sebelumnya dipegang oleh pemerintah provinsi . TransLink bertanggung jawab untuk berbagai moda transportasi di wilayah Metro Vancouver. Bus listrik tanpa polusi udara milik TransLink, beroperasi pada rute utama di kota Vancouver, yang menerima listrik dari jaringan kabel di atas jalan raya (overhead). Pada musim gugur 2006, TransLink menggunakan generasi baru bus listrik, yang menggantikan model lama buatan 1980-an. Bus listrik baru memiliki lantai yang rendah dan dapat diakses sepenuhnya oleh penumpang berkursi roda. TransLink juga mengoperasikan layanan bus larut malam, disebut nightbus, pada 13 rute yang membentang dari pusat kota seluruh kota dan beberapa pinggiran kota. Di dalam bis terdapat ruang untuk dua kursi roda pada setiap bus, dan area kursi roda juga digunakan untuk pejalan kaki dan kereta bayi. Penumpang di kursi roda memiliki prioritas untuk posisi ini, dan pengguna-prioritas yang lebih rendah (seperti orang-orang dengan kereta bayi) diwajibkan untuk mengosongkan ruang yang diperlukan. TransLink menggunakan sistem pengumuman suara di bus untuk membantu penumpang dengan gangguan penglihatan atau tidak terbiasa dengan daerah yang dilalui bis, dan untuk memungkinkan sopir untuk fokus pada mengemudi daripada membuat pengumuman. Pengumuman menggunakan suara yang dihasilkan komputer, untuk mengingatkan agar bus berhenti di halte berikutnya dan pesan lainnya, menggunakan teknologi GPS untuk mengidentifikasi lokasi bus dan halte berikutnya.

20160818_173220

Dr Sun Yat-Sen Classical Chinese Garden. Ini adalah taman bergaya Cina yang pertama dibangun di luar daratan China, dan terletak di Chinatown di Vancouver, British Columbia, Kanada.

20160818_174244

Dr. Sun Yat-Sen pernah tinggal di Vancouver menyiapkan Revolusi Xinhai yang menggulingkan Dinasti Qing pada tahun 1911. Sun Yat Sen kemudian menjadi presiden pertama Republik Cina.

Sesuai dengan tata ruang kota Vancouver, perumahan dan gedung disusun dalam blok kotak-kotak dengan jalan yang lurus, sehingga terkesan rapi dan alamat mudah diingat. Daerah metropolitan Vancouver didiami oleh 2.132.824 ‘Vancouverites’, sebutan untuk penduduk Vancouver, termasuk 583.296 jiwa di kota Vancouver sendiri. Gaya berpakaian ‘Vancouverites’ tidaklah penting. Beragam gaya busana dari yang casual sampai perlente, terlihat di semua arena dan suasana. Gaya itulah yang selalu kami temui, juga di dalam penampilan para penumpang bis. Bis Line 17 yang kami naiki, setelah memasuki Hamilton St berbelok kanan masuk ke Robson, Richard, Seymour, dan kami turun di West Pender, untuk ganti bis Line 22, menuju ke Dr Sun Yat-Sen Classical Chinese Garden. Ini adalah taman bergaya Cina yang pertama dibangun di luar daratan China, dan terletak di Chinatown di Vancouver, British Columbia, Kanada. Taman ini terletak di 578 Carrall Street dan terdiri dari taman umum dapat diakses secara gratis dan museum dengan tiket berbiaya masuk. Tujuan pembangunan taman adalah untuk “mempertahankan dan meningkatkan jembatan pemahaman antara budaya Cina dan Barat, mempromosikan kebudayaan Cina pada umumnya dan menjadi bagian integral dari masyarakat setempat.” Taman ini dibangun pada 1985-1986 dirancang oleh arsitek Joe Wai dan Donald Vaughan, sedangkan taman bagian dalam dirancang oleh Wang Zu-Xin, dan dibuka pada tanggal 24 April 1986, dalam persiapan untuk World Expo 86. Taman Cina gaya klasik ini sesui prinsip filosofis Feng shui dan Taoisme, berjuang untuk mencapai keselarasan dan keseimbangan yang bertentangan. Dalam hal ini misalnya batu terjal disandingkan dengan dedaunan halus. Air juga merupakan elemen penting dari kebun, dan kolam besar menawarkan keheningan, suara, refleksi dari langit, dan membantu untuk menyatukan unsur-unsur lain. Ikan, kura-kura, dan kelelawar, juga patung naga, dan burung phoenix terlihat di seluruh taman. Taman ini dinamai untuk menghormati Dr Sun Yat-Sen, pemimpin nasionalis “bapak Cina modern.” Saat bepergian ke seluruh dunia untuk meningkatkan kesadaran dan mengumpulkan dana untuk gerakan nasionalis Cina, Dr. Sun Yat-Sen pernah tinggal di Vancouver. Pada saat itu, ada bantuan dari nasionalis Cina di British Columbia, yang membantu membiayai Revolusi Xinhai yang menggulingkan Dinasti Qing pada tahun 1911. Sun Yat Sen kemudian menjadi presiden pertama Republik Cina.

20160817_130156

West Building Vancouver Convention Centre’, dekat dengan pelabuhan untuk bersandar kapal pesiar

img-20160817-wa0074.jpg

Dengan naik Bis Line 17 kami menyusuri Georgia St dan Grenville, lalu kami turun di East Pender St di sore yang cerah

Bis Line 17 kami menyusuri Georgia St dan Grenville, lalu kami turun di East Pender St, sesuai petunjuk dari sopir bis yang selalu ramah dan siap membantu penumpang yang bingung. Untuk di Vancouver, janganlah ragu untuk bertanya kepada sopir bis, sebalum kita naik. Kami pindah bis Line 22 tujuan ke Knight, dengan menyusuri Weat Pender St, kami mewati Richards St, Hamilton, Abbot, Carral masuk Chinatown. Kami sempatkan makan malam di New Town Chinese Restaurant di 148 East Panser Street, Vancouver. Makan malam pk. 18 masih sangat terang, karena cahaya matahari baru akan hilang pk. 21. Setelah puas berjalan-jalan di taman Dr Sun Yat-Sen Classical Chinese Garden, kami kembali naik bis Line 22 menyusur West Pender St, lewat Abbott, dan Victoria Square, untuk turun di Seymour St. Kami berganti bis Line 5 sesuai anjuran sopir, untuk melanjutkan jalan pulang ke Robson St, melewati Granville, Howe, dan Homby, kemudian berbelok kiri menyusur Burrard St, menyeberang Dunsmuir, Burrard Station, West Georgia, Albarni, dan di Robson St belok ke kiri. Kami turun dan berjalan kaki ke Barclay Hotel yang beralamat di 1348 Robson St, Vancouver, BC V6E 1C5, Kanada, untuk tidur nyenyak. Perjalanan kami seharian itu, ditanggung oleh ‘Compass Cards’, yang adalah sebuah kartu tarif isi ulang yang dapat digunakan di manapun di Metro Vancouver. Kartu digital ini nyaman, mudah digunakan, dan aman. Terdapat 3 jenis, yaitu Monthly Passes, Day Passes and Stored Value. Seharian itu, kami menggunakan Day Passes seharga $9.

(bersambung)

VANCOUVER  HARI  KEEMPAT

fx.wikan indrarto

Hari Jumat pagi, 19 Agustus 2016 yang cerah, kembali kami berjalan kaki dari Hotel Barclay yang beralamat di 1348 Robson St, Vancouver, BC V6E 1C5, Kanada, menyusuri Bute Street yang menurun tidak setajam Jervis Street, menyeberang Alberni, South Georgia, Melville, Hasting, dan Cordoba untuk mencapai ‘West Building Vancouver Convention Centre’. Kami akan mengikuti The 28th International Congress of Pediatrics (IPA 2016) dan penjelajahan hari keempat.

IMG-20160818-WA0017

Daun mapel sebagai simbol Kanada dilakukan sejak abad ke-18, dan sampai sekarang digambarkan pada bendera nasional Kanada, dengan warna merah dan putih.

20160817_193544.jpg

 ‘Victory Square’, sebuah lapangan pada pertemuan Hastings Street, West Pender Street, Cambie Street, dan Hamilton Street di downtown Vancouver.

Pagi itu kami mengikuti sesi diskusi ‘Managing Influenza in the Paediatric Population – New Interventions for the Prevention of Seasonal Influenza’ di ruang 202-204. Pada sesi tersebut kami diajak melihat tantangan pencegahan influenza pada anak dan mendiskusikan vaksinasi. Berdasarkan data di negara maju, terlihat pentingnya vaksin influenza. Pada saat yang bersamaan diadakan ‘Meet The Expert’ tentang ‘Medical Education: Teaching in the 21st Century’, dengan moderator Dr. Denis Daneman, menampilkan Dr. Jonathan Kronick, dengan topik Pediatrician Training in Canada: Today and Tomorrow dan Dr. Robert Armstrong dengan tema Population Health and Human Development: A Foundation for Health Professional Education. Topik Meet the Expert lain adalah ‘Eating Disorders in Older Children and Adolescents: Evaluation and Management’ dengan moderator Dr. Pierre André Michaud, menampilkan Dr. Danielle Taddeo dan Dr. Pei Yoong Lam. Meet the Expert 8 dengan tema ‘Not Without a Plan: Writing Evidence-Based Self-Management Plans for Children With Asthma’ dengan moderator Dr. Rohit Agrawal, yang menampilkan Dr. Francine M. Ducharme. Meet the Expert 9 dengan judul ‘Child maltreatment: Evaluation of whether a child has been physically abused’ dengan moderator Dr. Sue Bennett, menampilkan pembicara Dr. Robert Block dan acara Meet the Expert 10 dengan tema ‘A Taste of Panama – IPA 2019’, dengan moderator Dr. Jackie Millette, menampilkan pembicara Dr. Mariana Lopez, Dr. Iván Wilson, dan Dr. Luis Vargas.

Kami selanjutnya mengikuti plenary session di Ballroom A dan B dengan tema ‘The Promise of Global Adolescent Health’, dengan pembicara Professor Susan M Sawyer, Chair of Adolescent Health pada the University of Melbourne, Australia Motto terpenting untuk pasien remaja adalah ‘Tell Me, I Forget, Show Me, I Remember, Involme Me, I Understand’. Pembicara lain adalah Dr. George Patton, Professorial Fellow in Adolescent Health Research at the University of Melbourne Australia.  Pembicara ketiga adalah Professor Vikram Patel seorang Clinical Science at the London School of Hygiene & Tropical Medicine (UK). Ketiganya menjelaskan tentang entingnya pengelolaan kesehatan remaja, dan adanya beberapa determinan sosial dan inti pokok dalam penyaminan kesehatan remaja secara universal. Pada sesi Concurrent hari Jumat 19 Agustus 2016, pk. 11-12.30, kami mengikuti Concurrent 15 bertema : ’Challenges in Global Child Health’, dengan moderator Dr. Jie Ding, menampilkan pembicara Dr. Devendra Gupta (Challenges of Global Child Health Surgical Needs), Dr. Keith Martin (Overcoming a Critical Missing Link: building health human resources in low income settings), dan Dr. Nick Brown (MDGs and SDGs: have disadvantaged children in HICs slipped through the net?). Pada Concurrent 16 bertema : Canadian Perspectives on Cerebral Palsy’ dengan moderator Dr. Michael Shevell, menampilkan pembicara Dr. Darcy Fehlings (Interactive Computer Play in Cerebral Palsy – Let’s PLAY), Dr. Steven Miller (Is cerebral palsy a static brain lesion?  New insights from brain imaging) dan Dr. Annette Majnemer (Promoting vitality through participation in leisure for children with cerebral palsy). Concurrent 17 bertema ‘Immunization – Vaccine Hesitancy’, dengan moderator Dr. Isabelle Chevalier, menampilkan Dr. Noni MacDonald (Vaccine Myths and How to Deal With Vaccine Deniers- in Public), dan Dr. Robb Butler (Tackling vaccine hesitancy in the European Region). Pada Concurrent 18 dengan tema ‘Informatics to improve Child Health’ dengan moderator Dr. Kevin Forsyth, menampilkan Dr. Michael Graven (Integrated Patient-Centred Health Information System ), dan Dr. Prakesh Shah (Quality improvement through national neonatal collaborations). Pada Concurrent 19 dengan tema ‘Best Care For The Newborn’, dipimpin oleh moderator Dr. Peter Cooper, menampilkan Dr. Nalini Singhal (When should the umbilical cord be clamped (or stripped)?, dan Dr. Gary Weiner (Aims for achieving safe oxygenation for the premature baby at birth). Setelah selesai makan siang, kami melanjutkan penjelajahan.

20160817_130145

West Building Vancouver Convention Centre’, dekat dengan pelabuhan untuk bersandar kapal pesiar

20160817_183214

Perumahan sederhana masyarakat suburb Vancouver yang tertata rapi

Dari lokasi konggres di ‘West Building Vancouver Convention Centre’, kami berjalan kaki menuju Waterfront Stasion, sebuah tempat persinggungan antar moda transportasi, yaitu kapal pesiar, feri penyeberangan, kereta api antar kota, SkyTrain dan bis kota. Sore itu kami akan mencoba naik feri SeaBus ke North Vancouver. The SeaBus adalah layanan feri penumpang di Metro Vancouver, Kanada, dengan melintasi selat Burrard Inlet, yang menghubungkan Vancouver dan Vancouver Utara. Dimiliki oleh TransLink dan dioperasikan oleh Coast Mountain Bus Company, SeaBus merupakan bagian penting dari sistem transportasi umum yang terintegrasi di kawasan itu. Armada SeaBus saat ini terdiri dari 4 kapal. Feri beroperasi antara pk. 6 pagi sampai 1 dini hari berikutnya. Pada siang hari kerja, dua dari tiga feri dalam pelayanan, dengan dua feri berangkat secara bersamaan dari terminal yang berlawanan dan akan berpapasan pada setengah jalurya. Dengan jarak tempuh 1,75 mil laut atau 3.24 km, penyeberangan memakan waktu 10-12 menit di setiap arah dengan kecepatan jelajah 11,5 knot (21,3 km / jam), dengan 3-5 menit bersandar di dermaga. Pada saat ini, terjadi lebih dari 50 perlintasan dalam sehari. Feri beroperasi dengan empat anggota awak kapal dan seorang insinyur yang tinggal di darat untuk melakukan pemeriksaan mesin secara rutin. Pintu putar di pintu masuk ke ruang tunggu SeaBus digunakan untuk menghitung jumlah penumpang yang akan naik. Ketika jumlah maksimum tercapai, pintu putar akan terkunci dan tidak akan ada penumpang lebih yang diperbolehkan masuk di SeaBus itu.

IMG-20160819-WA0036

Di daratan Vancouver Utara, SeaBus berhenti di Lonsdale Quay, yang terhubung dengan halte bus untuk tujuan North Shore Vancouver.

IMG-20160819-WA0039

Gerbang Lonsdale Quay SeaBus di wilayah North Shore Vancouver.

Kapal feri SeaBus berhenti di daratan Vancouver di Waterfront Station, dekat Vancouver Convention Centre dan terminal kapal pesiar di Canada Place. Jembatan penyeberangan menghubungkan terminal SeaBus ke bangunan stasiun utama, di mana penumpang dapat berpindah moda ke kereta api cepat West Coast Express dan semua kereta api dalam kota SkyTrain (Expo Line, Millennium Line dan Canada Line). Di daratan Vancouver Utara, SeaBus berhenti di Lonsdale Quay, yang terhubung dengan halte bus untuk tujuan North Shore Vancouver. Selain melayani penumpang, Lonsdale Quay telah menjadi daerah tujuan wisata penting, dengan sebuah hotel dan pasar umum. Pada tahun 1989, terminal Vancouver Utara diberi nama ‘Charles A. Spratt SeaBus Terminal’, untuk menghormati Charles Spratt, Project Manager dari proyek SeaBus yang pensiun pada tahun 1988. Setelah kenyang makan di Suki Japanese Restaurant, dengan menu suki special dan spider roll di dekat Lonsdale Quay Market, kami menikmati pemandangan indah lansekap kota Vancouver, dari seberang lautan selat Burrard Inlet, yang sibuk oleh kapal. Di kejauhan nampak Lion Gate Bridge yang gagah dan juga padat lalu lintas, seperti yang pernah kami rasakan hari sebelumnya. Kembali kami pulang naik SeaBus ke Waterfront.

Dari Waterfront Stasion, kami berjalan kaki 4 menit untuk melihat kembali Gastown Steam Clock, sebuah monumen jam uap yang legendaris, yang dirancang oleh Raymond K. Saunders. Setelah membeli cinderamata di toko sekitar situ, kami berjalan kaki ke Cordova Seymour. Penyebutan 2 buah jalan sekaligus seperti ini, lazim di Vancouver untuk menggambarkan titik persimpangan antara Cordova Street dan Seymour Street. Di situ kami naik bus TransLink Line 4 dan turun di Cordova Mein, untuk menuju Vancouver Police Museum. Museum yang sebelumnya dinamakan Vancouver Police Centennial Museum, dirancang untuk memperingati 100 tahun Departemen Kepolisian Vancouver pada tahun 1986. Terletak di 240 Jalan E. Cordova di Vancouver Gastown, museum ini menempati sebuah bangunan yang dulunya digunakan untuk Pemeriksa Pengadilan dan otopsi jenasah sampai 1980 dan laboratorium Analis sampai 1996. Pada tahun 1935, Gedung Pengadilan digunakan sebagai rumah sakit darurat oleh polisi selama Pertempuran Ballantyne Pier. Gedung ini dirancang oleh arsitek Arthur J. Bird, dan sekarang telah ditetapkan sebagai bangunan warisan budaya (a municipally designated heritage building).

Museum ini dijalankan oleh Vancouver Police Historical Society, sebuah organisasi non-profit yang didirikan pada tahun 1983 dengan tugas untuk menumbuhkan minat dalam sejarah Departemen Kepolisian Vancouver. Katalis untuk proyek ini adalah kurator museum pertama, Joe Swan, seorang mantan sersan polisi dan sejarawan amatir. Swan menulis buku departemen resmi sejarah, yang diterbitkan oleh Vancouver Historical Society pada tahun 1986, berjudul, A Century of Service: The Vancouver Police. Di museum tersebut kami menikmati kemaknaan dokumen arsip, foto, publikasi, senjata api dan senjata sitaan lainnya, uang palsu, dan berbagai artefak lain yang sarat makna. Museum ini menawarkan program pendidikan untuk anak-anak dan wisata berjalan dari lingkungan dengan tema, “Dosa Kota.” Museum ini memiliki sebuah toko dan menerbitkan buletin triwulanan. Setelah puas menikmatinya, dari Vancouver Police Museum naik bus TransLink Line 4 di Cordova Mein dan turun di Gransville Dusmuir, untuk berganti SkyTrain Canada Line di Vancouver City Center. Setelah melewati Stasiun Yaletown Roundhouse dan Olympic Village, kami turun di Broadway-City Hall untuk menikmati kegagahan Balaikota Vancouver.

IMG-20160819-WA0032

George Clark Miller menjadi walikota Vancouver pertama yang berkantor di Vancouver City Hall pada 2 Januari 1937.

IMG-20160819-WA0037

Tangga naik ke Vancouver City Hall adalah balai kota Vancouver, yang terletak di 453 West 12th Avenue.

Vancouver City Hall adalah balai kota dan kantor anggota Dewan Kota Vancouver, yang terletak di 453 West 12th Avenue. Bangunan itu dirancang oleh arsitek Fred Townley dan Matheson, serta dibangun oleh Carter, Halls, dan Aldinger. Bangunan ini memiliki menara dua belas lantai dengan jam dinding di bagian atas. Antara 1897 dan 1929, Balai Kota Vancouver terletak di Main Street, sebelah selatan dari Perpustakaan Carnegie. Pada tahun 1929, City Hall pindah ke Gedung Holden yang dibangun 1911, sedangkan bangunan di Main Street dijadikan Perpustakaan Carnegie. Setelah terpilih sebagai walikota tahun 1934, Gerry McGeer menunjuk sebuah komite pembangunan dan Dewan Kota menyetujui pemilihan pada tahun 1935, untuk membuat Vancouver sebagai kota di Kanada pertama yang membangun balai kota di luar pusat kotanya. Pembangunan Balai Kota yang baru dimulai pada 3 Januari 1936 dan batu landasan pertama diletakkan oleh walikota McGeer. Patung besar Capt. George Vancouver setinggi delapan kaki, diukir oleh Charles Marega, dan ditempatkan di bagian depan gedung. Gedung menelan biaya pembangunan $ 1 juta ini, diresmikan pada tanggal 20 Agustus 1936 oleh Walikota, Sir Percy Vincent. Setelah memenangkan pemilihan umum pada tanggal 9 Desember 1936, George Clark Miller menjadi walikota Vancouver pertama yang berkantor di balai kota baru, pada 2 Januari 1937.

IMG-20160819-WA0029

Tangga batu alam menuju Vancouver City Hall

IMG-20160819-WA0038

Gerbang kantor polisi di Vancouver yang sangat sederhana

Yang kami lihat sangat unik, di Vancouver City Hall selain Bendera Nasional Kanada Daun Maple, juga dikibarkan bendera pelangi yang merupakan bendera kebanggaan kaum gay yang merupakan simbol lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT), yang awalnya berasal di Northern California, AS, tetapi sekarang telah digunakan di seluruh dunia. Bendera yang dirancang oleh artis Gilbert Baker dari San Francisco, AS, pada tahun 1978. Sejak tahun 2008, varian warna yang paling umum terdiri dari enam garis-garis, dengan warna merah, oranye, kuning, hijau, biru, dan ungu. Bendera ini pada umumnya diterbangkan secara horizontal, dengan garis merah di atas, agar menyerupai pelangi alami. Warna bendera memiliki arti khusus untuk masing-masing warna, yaitu warna hot pink adalah seksualitas, merah adalah hidup, oranye adalah penyembuhan, kuning adalah sinar matahari, hijau adalah alam, turquoise adalah magic atau seni, indigo atau biru adalah Serenity atau harmoni, dan Violet adalah semangat atau spirit. Setelah puas mengagumi patung besar Capt. George Vancouver setinggi delapan kaki karya Charles Marega dan bendera pelangi yang dirancang oleh artis Gilbert Baker, kami melanjutkan perjalanan ke Downtown.

Dengan Prof. Dr. Cissy Kartasasmita, Msc, PhD, SpA(K), peserta konggres dari UNPAD Bandung

IMG-20160819-WA0035

Cathedral of Our Lady of the Holy Rosary, yang dikenal sebagai Katedral Rosario Suci di Vancouver, Kanada, adalah gereja bergaya Gothic Perancis yang dibangun pada akhir abad ke-19

Dari halte Broadway City Hall, kami naik bis 980 ke downtown dan turun di Granville West Georgia di seberang Vancouver City Center, dan berjalan kaki sejauh 230 m menuju Richard Dunsmuir, untuk menikmati keagungan gereja besar, Katedral Vancouver. Metropolitan Cathedral of Our Lady of the Holy Rosary, yang dikenal sebagai Katedral Rosario Suci, adalah gereja bergaya Gothic Perancis yang dibangun pada akhir abad ke-19 dan berfungsi sebagai katedral agama Katolik Roma bagi Keuskupan Agung Vancouver. Gereja ini terletak di pusat kota pada persimpangan jalan Richards dan Dunsmuir. Pembangunan katedral dimulai pada 1899, pada situs gereja sebelumnya dengan nama yang sama. Dibuka pada Hari Pesta Bunda Maria Diangkat ke Sorga atau Immaculate Conception pada tanggal 8 Desember 1900. Arsitekturnya menyerupai Katedral Chartres abad pertengahan di Perancis dan gereja ini ditingkatkan statusnya menjadi katedral pada tahun 1916. Hal ini tercantum pada Vancouver Heritage Register dan merupakan bangunan yang dilindungi secara hukum, pada struktur aslinya (1887-1899).

20160819_174535

Interior Katedral Rosario Suci di Vancouver, Kanada.

IMG-20160820-WA0149

Pintu depan yang gagah dari Katedral Rosario Suci di Vancouver, Kanada.

Sejarah mencatat, bahwa pada bulan Juni 1885 Pastor Patrick Fay utusan dari Canadian Pacific Railway (CPR) ditunjuk sebagai pastor pertama. Perayaan misa kudus pertama dilakukan pada pesta Bunda Maria Ratu Rosario (Our Lady of Rosary) pada tahun yang sama di lokasi yang tidak diketahui. Pada waktu sebelumnya, misa kudus biasa diadakan di Blair Hall dan Keefer Hall, sehingga gereja baru dan permanen diperlukan untuk mengatasi meningkatnya jumlah umat, yang awalnya hanya terdiri dari 69 keluarga. Landasan gereja baru diletakkan pada 16 Juli 1899 oleh Uskup Agung Adelard Langevin dari Saint Boniface. Pembangunan gereja dipimpin oleh arsitek Thomas Ennor Julian dan HJ Williams dalam waktu hanya 491 hari, konstruksi selesai. Pada saat itu gedung ini dipuji sebagai “bagian terbaik dari arsitektur barat di Toronto dan San Francisco’. Gereja baru Our Lady of Holy Rosary dibuka pada 8 Desember 1900 dan diberkati satu hari kemudian oleh Uskup Agung Alexander Christie dari Portland, Oregon, AS. Para pastor dari ordo OMI (Oblat Maria Imaculata) diizinkan untuk mengelola paroki sejak 1893 – akhirnya meninggalkan tahun 1927 setelah kesulitan dana dan kekurangan tenaga pastor, yang disebabkan oleh menurunnya jumlah anggota baru.

Oleh karena sebuah Gereja Katolik hanya dapat diberkati setelah bebas dari utang, katedral ini tidak digunakan untuk upacara keagamaan besar sampai 3 Oktober 1953, atau 53 tahun setelah pertama kali dibuka. Upacara besar yang pertama dipimpin oleh Uskup Agung Vancouver William M. Duke, dan berikutnya Misa kepausan dipimpin oleh Michael Harrington, Uskup Kamloops dengan didampingi oleh sekitar 35 uskup dari seluruh Kanada dan Amerika Serikat hadir dalam acara tersebut. Katedral ini dibangun dalam gaya Gothic Perancis, dengan salib dalam bentuk salib Latin. Dinding eksterior gereja dibangun dari batu pasir yang berasal dari Gabriola Island, sementara fondasinya terbuat dari batu granit dengan dua menara lonceng yang asimetris. Secara total, dimensi bangunan gereja adalah 49 m panjang, 32 m lebar dan 19 m tinggi, dengan menara setinggi 66 m. Sore itu, kami mengikuti misa harian sore pk. 17.10 dengan banyak umat yang hadir, dan mendoakan nama Mgr. J. Michael Miller, CSB Uskup Agung Vancouve sekarang, dalam Doa Syukur Agung. Kami menerima hosti suci dalam ukuran jumbo dan berwarna putih kecoklatan, berbeda dengan hosti yang biasa kami rasakan di Indonesia.

IMG-20160820-WA0027

Latar belakang kami adalah ‘Vancouver Lookout Tower’, di puncak Harbour Centre.

IMG-20160817-WA0055

‘Vancouver Lookout Tower’, di puncak Harbour Centre, yang diinspirasi dari ekor pesawat ruang angkasa dalam film Star Trek yang legendaris.

Setelah seleai misa harian sore, sejenak kami menikmati keindahan eksterior gereja gaya Gothic Perancis yang dibangun dari batu pasir, yang berasal dari Gabriola Island. Di seberangnya, kami juga dapat kembali mengagumi kegagahan ‘Vancouver Lookout Tower’, di puncak Harbour Centre, yang diinspirasi dari ekor pesawat ruang angkasa dalam film Star Trek yang legendaris. Harbour Centre adalah sebuah gedung pencakar langit terkenal di pusat bisnis Downtown Vancouver. The “Lookout Tower” adalah menara yang dibangun di atas gedung, sehingga menjadi salah satu struktur bangunan tertinggi di Vancouver. Dengan arena untuk melihat pemandangan kota dalam 360 derajat, juga berfungsi sebagai objek wisata dengan ‘Top of Vancouver Revolving Restaurant’. Harbour Centre ini dibuka pada tahun 1977. Selanjutnya kami berjalan kaki ke Pender Grenville, untuk naik bis TransLink Line 5 kembali ke Hotel Barclay yang beralamat di 1348 Robson St, Vancouver, BC V6E 1C5, Kanada, untuk membuat laporan dan tidur pulas.

(bersambung)

VANCOUVER  HARI  KELIMA

fx.wikan indrarto

Hari Sabtu pagi, 20 Agustus 2016 yang cerah, kembali kami berjalan kaki dari Hotel Barclay yang beralamat di 1348 Robson St, Vancouver, BC V6E 1C5, Kanada, menyusuri Bute Street, menyeberang Alberni, South Georgia, Melville, Hasting, dan Cordoba untuk mencapai ‘West Building Vancouver Convention Centre’. Kami akan mengikuti The 28th International Congress of Pediatrics (IPA 2016) dan penjelajahan hari kelima (terakhir).

Setelah mengikuti sesi acara konggres di siang hari yang melelahkan, kami melanjutkan petualangan. Dari lokasi konggres di ‘West Building Vancouver Convention Centre’, kami berjalan kaki menuju Waterfront Stasion, sebuah tempat persinggungan antar moda transportasi, yaitu kapal pesiar, feri penyeberangan, kereta api antar kota, SkyTrain dan bis kota. Sore itu kami naik

Expo Line dari Stasiun Waterfront ke Stasiun King George. Setelah melewati Stasiun Burrard, Granville dan Stadium-Chinatown, kami turun di Main Street Skytrain Station. Setelah berjalan kaki sekitar 2 menit sejauh 160 m, kami terkagum dengan bangunan megah Science World di areal TELUS World of Science, yaitu di 1455 Quebec Street, Vancouver, BC V6A 3Z7, Kanada

IMG-20160820-WA0153

Berbagai tujuan yang terlihat jelas pada penunjuk arah ke Museum Maritime Vancouver, Bard, Arsip Vancouver, dan Vancouver Academy of Music.

IMG-20160820-WA0159

Bangunan megah Science World di areal TELUS World of Science, yaitu di 1455 Quebec Street, Vancouver, BC V6A 3Z7, Kanada

Science World di Telus World of Science, Vancouver adalah pusat kajian ilmu pengetahuan yang diselenggarakan oleh organisasi nirlaba, yang terletak di ujung semenanjung False Creek. Kegiatannya meliputi permanen interaktif berbagai topik sepanjang tahun. Nama Telus World of Science mulai digunakan pada 20 Juli 2005 yang sebelumnya disebut sebagai Expo Centre selama World Expo 86. Ada juga program super Science Club di sekolah dalam kota yang ditunjuk untuk menginspirasi anak cerdas agar tertarik tentang ilmu pengetahuan seumur hidup dan giat belajar tentang teknologi. Bangunan utama merupakan kubah geodesik versi Buckminster Fuller, yang dirancang oleh arsitek Bruno Freschi, kepala proyek World Expo 1986, dengan bangunan konstruksi dimulai pada tahun 1984 dan selesai pada awal 1985. Setelah Expo ditutup kampanye intensif diluncurkan untuk menjadikan bangunan tersebut sebagai landmark Vancouver. Sumbangan dari pemerintah federal, provinsi dan kota, ektor swasta, yayasan, dan individu memberikan kontribusi $ 19 juta untuk mendesain ulang interior. Pada tahun 1988, lebih dari 310.000 pengunjung datang untuk melihat gedung baru. Setahun kemudian, The 400 kursi Omnimax teater di bagian atas kubah dibuka dengan nama Teater Omnimax Alcan. Pada bulan Januari 2005, bangunan itu secara resmi berganti nama menjadi “Telusphere” sebagai bagian dari kesepakatan di mana Telus memberi sumbangan $ 9 juta sebagai imbalan atas hak-hak penamaan bangunan menjadi Telus World of Science. Science World sempat terlihat di tahun 2002 pada film televisi Amerika First Shot. Kami sangat menikmati keceriaan banyak anak sekolah, yang bermain dan terkagum dengan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kami melanjutkan perjalanan dari Science World di areal TELUS World of Science, dengan berjalan kaki sekitar 3 menit sejauh 160 m menuju ke Main Street Skytrain Station. Dari situ kembali kami naik SkyTrain Expo Line menuju Waterfront selama 4 menit dengan 3 perhentian. Setelah turun di Burrard Station, kami lanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 1 menit menuju ke Burrard Stn Bay 1, untuk berganti naik bis kota TransLink Line 22 menuju MacDonald selama 10 menit dengan 7 perhentian, dan turun di WB Cornwall Ave FS Cypress St. Setelah berjalan kaki sekitar 7 menit sejauh 550 m, kami mencapai Museum of Vancouver, di 1100 Chestnut Street, Vancouver, BC V6J 3J9, Kanada. Museum Vancouver (MOV) adalah sebuah museum lokal yang terletak di Vanier Park, Vancouver, dan merupakan museum sipil terbesar di Kanada dan tertua di Vancouver. Museum ini didirikan pada tahun 1894. Di museum ini juga sering diadakan pameran tentang sejarah kota dari awal 1900-an dan dilengkapi dengan hal kontemporer dan inovatif, termasuk fasilitas H. R. MacMillan Space Centre. Museum ini terletak di 1100 Chestnut Street di Vanier Park, di lingkungan Kitsilano dengan taman yang luas bersebelahan dengan Museum Maritime Vancouver, Bard, Arsip Vancouver, dan Vancouver Academy of Music. Museum ini didirikan oleh ‘Art, Historical, and Scientific Association of Vancouver’, yang dibentuk pada tanggal 17 April 1894, dengan tujuan menumbuhkan “rasa keindahan dan perbaikan dalam kehidupan” dan permanen pertama diselenggarakan pada 15 April 1905. Sejak Revisioning, Museum of Vancouver telah memenangkan Canadian Museum Association Award untuk Outstanding Achievement in Management (2010), Canadian Museum Association Award untuk Pendidikan (untuk Bhangra.me, 2012), dan BC Museum Association Award untuk Museum in Motion (2012). Bangunan museum ini dibangun pada tahun 1967 oleh arsitek terkenal Gerard Hamilton. Awalnya, direncanakan hanya rumah museum, tetapi hadiah dari H.R. MacMillan memungkinkan arsitek itu untuk memasukkan planetarium ke dalam desain, yang mencerminkan bentuk topi keranjang anyaman, yang dibuat oleh orang Northwest Coast First Nations. Ada lebih dari 65.000 barang koleksi, termasuk item dari sejarah Vancouver dari tahun 1900 termasuk mumi yang dibeli di Mesir selama Perang Dunia I, taksidermi permainan lokal dan satwa liar, artefak budaya populer jaman Renaissance yaitu karya Michelangelo dan Johan Gregor van der Schardt. Setelah puas menikmati keindahan koleksi dan bangunannya, kami melanjutkan perjalanan.

IMG-20160820-WA0160

Jalan yang lebar dan sepi menuju ke Science World di areal TELUS World of Science, yaitu di 1455 Quebec Street, Vancouver, BC V6A 3Z7, Kanada

IMG-20160820-WA0163

Bangunan utama merupakan kubah geodesik versi Buckminster Fuller, yang dirancang oleh arsitek Bruno Freschi, kepala proyek World Expo 1986 Vancouver

Dari Museum of Vancouver di 1100 Chestnut Street, Vancouver, BC V6J 3J9, Kanada, kami berjalan kaki sekitar 12 menit sejauh 1 km mencapai halte bis kota di EB w 4 Ave FS Burrard St. Kami naik bis kota TransLink Line 77 dari Nanaimo Stn selama 15 menit dengan 8 perhentian, kemudian turun di NB Granville St NS Dunsmuir St. Setelah berjalan kaki Sekitar 3 menit sejauh 260 m, kami mencapai Holy Rosary Cathedral, di 646 Richards Street, Vancouver, BC V6B 3A3, Kanada. Sore itu kami mengikuti misa kudus Sabtu sore, yang dimulai pk. 17.10 dengan buku panduan misa menggunakan ‘New Saint Joseph Sunday Missal’ Prayerbook and Hymnal for 2016. Kami ikut menyanyi menggunakan buku lagu ‘The Adoremus Hymnal’ dari US Conference of Catholic Bishops, Ignatius Press San Fransisco. Misa kudus di ‘Metropolitan Cathedral of Our Lady of the Holy Rosary’, yang dikenal sebagai Katedral Rosario Suci, adalah gereja bergaya Gothic Perancis yang dibangun pada akhir abad ke-19 dan berfungsi sebagai katedral agama Katolik Roma bagi Keuskupan Agung Vancouver. Gereja ini terletak di pusat kota pada persimpangan jalan Richards dan Dunsmuir. Pembangunan katedral dimulai pada 1899, pada situs gereja sebelumnya dengan nama yang sama. Dibuka pada Hari Pesta Bunda Maria Diangkat ke Sorga atau Immaculate Conception pada tanggal 8 Desember 1900. Arsitekturnya menyerupai Katedral Chartres abad pertengahan di Perancis dan gereja ini ditingkatkan statusnya menjadi katedral pada tahun 1916. Hal ini tercantum pada Vancouver Heritage Register dan merupakan bangunan yang dilindungi secara hukum, pada struktur aslinya (1887-1899).

Selesai misa kudus Sabtu sore, kami menikmati pizza yang dijual kedai ‘Freshslice Pizza’ dg semboyan ‘any location, any day and any time’. Setelah kenyang, kami berjalan kaki sekitar 3 menit sejauh 270 m ke halte bis kota di EB w Pender St at Seymour St, untuk naik bis kota TransLink Line 5 menuju Robson. Perjalanan selama 8 menit dengan 5 pemberhentian, akhirnya kami turun di WB Robson St FS Thurlow St, Robson Street. Vancouver, BC, Kanada, untuk segera masuk kamar dan berkemas, karena pagi berikutnya kami akan check out. Perjalanan kami selanjutnya adalah ke kota San Fransisco, sebuah kota ke 4 terbesar di Negara Bagian California Amerika Serikat. Terima kasih Vancouver di Kanada yang telah membuat kami terkagum-kagum dengan keindahan, keteraturan, kedisiplinan dan keramahannya. Sampai ketemu dalam petualangan penuh warna selanjutnya, di San Fransisco.

Sekian

*) Pelancong Jawa berdana cekak

IMG-20160820-WA0166

Bis kota TransLink Line 77 dari Nanaimo Stn ke NB Granville St NS Dunsmuir St. dengan edukasi tentang antibiotika

IMG-20160820-WA0165

Bangunan tambahan bergerigi lengkung yang artistik, sisa World Expo 1986 Vancouver



		
Categories
antibiotika bayi prematur dokter Healthy Life Jalan-jalan

2015 Rio de Janeiro

RIO DE JANEIRO  –  BRASIL

fx. wikan indrarto*)

Perjalanan kami untuk mengikuti the 9th World Congress on Pediatric Infectious Diseases di Rio de Janeiro, Brazil, dimulai Senin, 16 November 2015. Kami menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA 207 Boeing 737 versi 300 dari Yogyakarta ke Jakarta, diteruskan dengan GA 838 Boeing 737 versi 800 ke Singapura selama 1,55 jam. Dari Singapura kami melanjutkan perjalanan dengan pesawat British Airaways BA 12 Boeing 747 versi 400 menuju ke London, pusat Kerajaan Inggris selama 12,50 jam. Kami mendarat di terminal 5 Heathrow International Airport London, Selasa, 17 November 2015 pk. 5.10 dini hari waktu setempat.

Changi2

Transit di Changi International Airport Singapore

Heathrow1

Transit di Heathrow International Airport London, Inggris

Setelah puas menikmati skytrain gratis yang modern dan menghantar penumpang di dalam areal internal terminal 5 Heathrow International Airport London, kami menyeberang dari Gate B ke Gate C dan berlanjut dengan pesawat British Airways BA 249 Boeing 777 versi 200 menuju Rio de Janeiro selama 11,20 jam. Kami mendarat dengan mulus di Aeroporto Internacional Tom Jobim (Galeão) Rio de Janeiro dan langsung akrab dengan istilah sanitario masculino (male restroom), feminino dan saida (exit). Dari Terminal 1 kami naik Premium Auto Onibus linha atau jalur 2018 bertarif R$ (reais) 14,65 atau setara Rp. 60 ribu. Kami melewati Linha Vermelha, Rodoviaria, Praca Maua dan turun di Cinelandia di Centro atau Downtown (kota lama). Dengan berjalan kaki sekitar 300 m, kami sampai di Hotel Atlântico Business Rua Senador Dantas, 25 – Centro, Rio de Janeiro – RJ, 20031-202, Brasil.

Bandara Heathrow

Kesibukan pesawat di Heathrow International Airport London, Inggris

Hotel Atlantico Bussines

Suhu 36 Celcius di Hotel Atlântico Business Rua Senador Dantas, 25 – Centro, Rio de Janeiro – RJ, 20031-202, Brasil.

Kota Rio de Janeiro didirikan oleh Portugis pada 1 Maret 1565 dengan nama São Sebastião do Rio de Janeiro, untuk menghormati St. Sebastian, santo pelindung kerajaan Portugis Dinasti Sebastião. Rio de Janeiro (Sungai Januari dalam Bahasa Portugis) atau hanya disebut Rio adalah kota terbesar kedua di Brazil, kota terbesar keenam di Amerika dan kota terbesar kelima puluh dunia, berdasarkan jumlah populasi. Rio de Janeiro adalah ibukota negara bagian Rio de Janeiro, negara yang paling padat penduduknya ketiga di Brasil. Bagian tengah kota telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia Landscapes between the Mountain and the Sea oleh UNESCO pada tanggal 1 Juli 2012 pada kategori Cultural Landscape.

Rio de Janeiro pada tahun 1763 menjadi ibu kota Negara Bagian Brazil, wilayah Kekaisaran Portugis. Pada 1808, ketika keluarga kerajaan Portugis melarikan diri dari invasi Kaisar Perancis Napoleon, oleh Ratu Maria I yang kemudian diteruskan oleh anaknya Prince Regent pada tahun 1815 dan Raja João VI, Brasil dijadikan Kerajaan Raya (United Kingdom) yang terdiri dari Portugal, Brasil, dan Algarve, sebuah daerah di bagian selatan daratan Portugal. Rio juga menjadi ibukota kerajaan Lusitania pluricontinental sampai tahun 1822, saat Perang Kemerdekaan Brasil dimulai. Ini adalah salah satu contoh dalam sejarah bahwa ibukota negara kolonial secara resmi bergeser ke kota di salah satu koloninya, yaitu ibukota kerajaan Portugal pindah ke Rio de Janeiro dan menjadi satu-satunya ibukota sebuah kerajaan Eropa di luar Eropa. Ketika Pangeran Pedro memproklamasikan kemerdekaan Brasil pada tahun 1822, Rio de Janeiro tetap sebagai ibukota kerajaan baru. Rio juga terus sebagai ibukota Brazil setelah 1889, ketika monarki digantikan oleh republik. Ketika Juscelino Kubitschek terpilih sebagai presiden, pada tahun 1955 mulai menggagas pembangunan Brasília sebagai ibukota negara dan pada tanggal 21 April 1960, ibukota Brasil secara resmi dipindahkan dari Rio de Janeiro ke Brasilia.

Peta Brasil

Peta Brasil dan Rio de Janeiro

Venue

Lokasi konggres di Centro Convencoes Estacionamento

Rio de Janeiro adalah salah satu kota yang paling sering dikunjungi di belahan bumi selatan dan dikenal dengan pemandangan alam, perayaan karnaval, samba, bossa nova, pantai balneario, seperti Barra da Tijuca, Copacabana, Ipanema, dan Leblon. Beberapa landmark paling terkenal di samping pantai, adalah patung raksasa Kristus Penebus (Christ the Redeemer) di puncak gunung Corcovado sebagai salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia; Gunung Sugarloaf dengan mobil kabel, Sambodromo, tribun dan jalan permanen yang digunakan selama Karnaval; dan Stadion Maracanã, salah satu stadion sepakbola terbesar di dunia. Rabu, 18 November 2015 pagi, sehari sebelum konggres yang diadakan di Centro Empresarial Rio Cidade Nova, Avenida Paulo de Frontin, 1 – Estácio, Rio de Janeiro – RJ, 22260-010 Brasil dimulai, terlebih dahulu kami akan menjelajah Rio de Janeiro.

Petualangan kami hari Rabu, 19 November 2015 dimulai dari Hotel Atlântico Business Rua Senador Dantas, 25 – Centro, Rio de Janeiro – RJ, 20031-202, Brasil, menggunakan bus. Di Rio de Janeiro, bus bebas polusi adalah alat utama transportasi umum. Ada hampir 440 jalur bus kota yang melayani lebih dari 4 juta penumpang setiap hari. Selain itu, Rio De Janeiro memiliki 2 jalur kereta bawah tanah (Metro Rio) dengan panjang rel 42 kilometer (26 mil) dan 32 stasiun ditambah beberapa jalur kereta api komuter. Dua jalur Metro Rio melayani kota Rio tujuh hari seminggu. Jalur pertama atau L1 bermula dari General Osorio di Ipanema menuju Uruguai di Tijuca. Jalur kedua atau L2 yang lebih modern bermula dari Botafogo dan berakhir di Pavuna. Semua moda transportasi tersebut akan kami coba, mencapai obyek wisata terkenal dan ikon kota Rio de Janeiro, yaitu Patung ‘Christ the Redeemer’ atau Kristus Penebus yang terletak di puncak Gunung Corcovado yang tingginya 710 m, di dalam areal Taman Nasional Hutan Tijuca, yang menghadap ke kota. Patung ini menjadi simbol umat Katolik, dan menjadi simbol kebanggaan kota. Tangan patung ini yang terbuka, dapat dilihat oleh banyak orang sebagai tanda bahwa Yesus pernah dipaku di kayu salib dan juga tanda dari kehangatan penduduk Brasil. Oleh karena lokasi dan ketinggiannya, patung raksasa ini dapat terlihat dari sudut manapun saja di seluruh pelosok Rio.

Olimpiade 2016

Rio De Janeiro siap menjadi tuan rumah Olimpiade 2016

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Bus bebas polusi dengan hampir 440 jalur yang melayani lebih dari 4 juta penumpang setiap hari

Berbekal ‘Mapa Touristico Oficial’ atau peta untuk turis, dari Avenue Rio Branco yang lurus 2 blok di seberang hotel, kami naik bis 422 yang bertuliskan Cidade do Rio de Janeiro bertarif R$ 3,7/orang. Bis ini berangkat dari Centro menuju ke Laranjeiras, agar kami dapat menyaksikan Patung ‘Christ the Redeemer’. Gagasan untuk membangun sebuah patung yang besar di puncak gunung Corcovado telah muncul sejak pertengahan 1850-an, ketika seorang imam Katolik, yaitu Pedro Maria Boss meminta dana dari Putri Isabel untuk membangun sebuah monumen keagamaan yang besar. Putri Isabel tidak menanggapi gagasan itu, yang kemudian sama sekali dilupakan pada 1889, ketika Brasil menjadi sebuah republik, dengan undang-undang yang mewajibkan pemisahan gereja dari negara. Usulan kedua dibuat pada 1921 oleh Keuskupan Agung Rio de Janeiro dengan mengorganisir sebuah acara yang disebut Semana do Monumento (“Minggu Monumen”) untuk menarik para donatur, yang kebanyakan berasal dari umat Katolik Brasil.

 Christ Redempter

Patung ‘Christ the Redeemer’ yang besar di puncak gunung Corcovado

Banyak rancangan yang dilombakan untuk “Patung Kristus”, termasuk representasi salib Kristus, patung Yesus dengan bola dunia di tangannya, dan sebuah pedestal yang melambangkan dunia. Akhirnya patung Kristus Sang Penebus dengan tangan yang terbuka yang dipilih. Patung besar ini sekarang dianggap menjadi salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia Modern, bersama dengan Tembok Besar di China, Machu Picchu di Peru, Petra di Yordania, Piramida Chichén Itzá di Meksiko, Colosseum di Italia, dan Taj Mahal di India.

Patung besar itu tingginya mencapai 30 meter, tidak termasuk alasnya yang setinggi 8 meter, dengan rentangan lengan selebar 28 meter. Patung ini menjadi salah satu struktur Art Deco terbesar di dunia. Berat struktur ini diperkirakan sekitar 635 ton. Monumen ini terbuat dari beton bertulang yang di bagian atasnya dilapisi mosaik ribuan soapstone berbentuk segitiga. Patung ini berdiri di atas alas batu persegi yang tingginya sekitar 8 meter. Pada tahun 1882, Kaisar Dom Pedro II meresmikan jalur kereta api sepanjang 3.800 meter ke puncak gunung untuk mengangkut material patung, dan kereta api ini masih tetap beroperasi sampai sekarang, yang merupakan cara yang paling populer untuk mencapai puncak.

Christ Redempter1

Pematung Perancis, Paul Landowski, membuat kepala dan tangan patung ‘Christ the Redeemer’ itu.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Cristo Redentor patung besar rancangan Insinyur Brasil, Heitor da Silva Costa (1873-1947).

Batu pondasi dasar patung itu secara seremonial diletakkan pada 4 April 1922, yaitu hari perayaan 100 tahun kemerdekaan Brazil dari Portugal. Rancangan Insinyur Brasil, Heitor da Silva Costa (1873-1947), dipilih berdasarkan sketsa tentang sosok Kristus memegang salib di tangan kanannya dan dunia di tangan kirinya. Desain ini diubah oleh seniman Brasil, Carlos Oswald, yang menyarankan pose berdiri dengan tangan merentang luas di mana Kristus sendiri menjadi salib, tangan terentang menandakan penebusan dosa umat manusia pada saat penyaliban. Pematung Perancis, Paul Landowski, dicatat namanya karena membuat kepala dan tangan patung itu. Pembangunan dimulai pada tahun 1926, dan perlu waktu 5 tahun untuk menyelesaikannya. Batu yang digunakan dalam konstruksi ini berasal dari Swedia. Bahan-bahan tersebut dibawa ke puncak gunung dengan menggunakan kereta api. Total biaya yang dikeluarkan pada tahun 1931 adalah sekitar US$ 250.000 atau sekarang setara dengan US$ 3,2 juta. Pada tanggal 12 Oktober 1931, patung Kristus Sang Penebus akhirnya diperkenalkan kepada warga Rio dan seluruh dunia.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

‘Trem do Corcovado’ bertarif R$ 56/orang. Trem yang jalurnya diresmikan oleh Kaisar Dom Pedro II pada tahun 1882

Christ Redempter2

Trem yang jalurnya diresmikan oleh Kaisar Dom Pedro II pada tahun 1882 Panorama lansekap yang nampak dari atas, yaitu pantai Copacabana, Arpoador, Jardim Botanico, Cagarras, Ipanema, Leblon, dan Jockey Club.

Kami turun dari bis 422 di Laranjeiras dan berlanjut menuju puncak gunung Corcovado, dengan naik ‘Trem do Corcovado’ bertarif R$ 56/orang. Trem yang jalurnya diresmikan oleh Kaisar Dom Pedro II pada tahun 1882 dan masih berfungsi sampai saat ini, melewati stasiun Alto do Corcovada Cristo Redentor, Paineiras, Desvio Novo, Santa Teresa, Silvestre, Morro do Ingles, dan Cosme Velho sepanjang 3.800 meter ke puncak gunung, selama sekitar 20 menit. Setelah turun dari trem, kami melanjutkan naik lift 3 lantai dan eskalator 2 lantai, baru kami dapat sampai di dasar patung. Sungguh, keindahan dan kemegahan yang luar biasa. Selain mengagumi kemegahan patung, kami juga mengagumi panorama lansekap kota Rio de Janeiro bagian selatan yang nampak dari atas, yaitu pantai Copacabana, Arpoador, Jardim Botanico, Cagarras Island, Ipanema, Rodrigo de Freitas Lagoon, Parque Lage, Alah’s Garden, Leblon, dan Jockey Club.

Setelah puas berfoto, melihat pemandangan, berdoa sebentar di kapel di dalam dasar patung Yesus, kami segera turun kembali ke Laranjeiras dengan menggunkan ‘Trem do Corcovado’, untuk melihat keajaiban berikutnya di Maracana. Dari halte Laranjeiras kami naik bis jalur 422 dengan tarif R$ 3,4 jauh dekat, menuju Stadion Maracana.

Maracana4

Skema kursi penonton di Stadion Maracanã di Rio de Janeiro, Brasil.

stadion

Stadion Maracanã (Portugis: Estádio do Maracanã), secara resmi dinamakan Estádio Jornalista Mário Filho

Stadion Maracanã (Portugis: Estádio do Maracanã), secara resmi dinamakan Estádio Jornalista Mário Filho, yang merupakan sebuah stadion sepak bola di Rio de Janeiro, Brasil. Mário Filho digunakan sebagai nama resmi dari stadion ini, untuk menghormati seorang wartawan pendukung vokal yang kuat untuk pembangunan Maracanã. Stadion ini merupakan bagian dari kompleks yang mencakup arena yang dikenal dengan nama Maracanãzinho, yang berarti “Little Maracanã” dalam bahasa Portugis. Stadion yang dimiliki oleh pemerintah negara bagian Rio de Janeiro, itu dinamai sesuai nama sungai Rio Maracanã, yaitu sungai yang sekarang disalurkan ke sungai Rio de Janeiro dan bermuara di Guanabara Bay. Nama Maracanã berasal dari kata dalam Bahasa Tupi-Guarani untuk menyebut jenis burung beo yang menghuni daerah tersebut.

Setelah memenangkan hak untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA 1950, pemerintah Brasil berusaha untuk membangun stadion baru. Rencana pembangunan Stadion Maracanã dikritik oleh Carlos Lacerda anggota Kongres dan musuh politik walikota Ângelo Mendes de Morais, karena masalah biaya dan lokasi yang dipilih, dengan alasan bahwa stadion baru harus dibangun di Zona Barat yaitu Jacarepaguá. Pada saat itu dengan dukungan seorang wartawan Mário Filho, Mendes de Morais mampu meneruskan proyek ambisius ini. Pemenang kompetisi untuk desain dan konstruksi pada tahun 1947 adalah Ir. Humberto Menescal dan dirancang oleh 7 orang arsitek Brasil, yaitu Michael Feldman, Waldir Ramos, Raphael Galvão, Oscar Valdetaro , Orlando Azevedo, Pedro Paulo Bernardes Bastos, dan Antônio Dias Carneiro. Landasan pertama diletakkan di lokasi stadion pada 2 Agustus 1948 dan pertandingan Piala Dunia yang pertama dijadwalkan akan dimainkan pada 24 Juni 1950. Namun, keterlambatan pekerjaan proyek mendorong FIFA untuk mengirim Dr. Ottorino Barassi, kepala FA Italia, yang telah mengorganisir Piala Dunia 1934, untuk membantu di Rio de Janeiro. Semula tenaga kerja berjumlah 1.500 orang kemudian ditambahkan menjadi 2.000 pekerja pada bulan-bulan terakhir. Meskipun stadion ini mulai digunakan pada tahun 1950, tetapi konstruksi lengkap baru selesai sepenuhnya pada tahun 1965.

Marasacana

Stadion Maracana dirancang oleh 7 orang arsitek Brasil, yang dipimpin oleh Michael Feldman.

Neymar

Kaos tim nasional sepak bola Brasil no 10 milik Neymar


Pertandingan pembukaan di stadion ini berlangsung pada tanggal 16 Juni 1950, saat Rio de Janeiro All-Stars mengalahkan São Paulo All-Stars 3-1 dan Didi menjadi pemain yang mencetak gol pertama di stadion ini. Pada saat itu pembangunan stadion belum selesai sepenuhnya, yaitu tidak memiliki fasilitas toilet dan penampung air tekan yang berdiri, dan masih tampak seperti sebuah situs bangunan dalam pengerjaan. Meskipun demikian, stadion ini mampu menampung 200.000 penonton berdiri, mengalahkan Stadion Hampden Park di
Glasgow, Skotlandia sebagai stadion terbesar di dunia. Meskipun belum selesai dibangun, FIFA mengizinkan pertandingan untuk dimainkan di tempat tersebut, dan pada tanggal 24 Juni 1950, pertandingan Piala Dunia pertama berlangsung, dengan 81.000 penonton yang hadir.

Stadion ini diresmikan pada tahun 1950 untuk digunakan sebagai tuan rumah Piala Dunia FIFA 1950, yang saat itu Brasil dikalahkan 2-1 oleh Uruguay pada pertandingan final. Kekalahan di kandang ini langsung menjadi peristiwa menyedihkan yang penting dalam sejarah Brasil, yang dikenal populer sebagai ‘Maracanazo’. Kehadiran penonton bertiket resmi pada pertandingan final adalah 199.854 orang, tetapi kehadiran sebenarnya diperkirakan sekitar 210.000 orang. Dengan total penonton yang hadir pada pertandingan final Piala Dunia FIFA 1950 adalah 199.854 orang, sehingga stadion ini sempat menjadi yang terbesar di dunia menurut kapasitas penonton. Setelah direnovasi 2010-2013, stadion dibangun kembali dengan kapasitas kursi 78.838 penonton untuk alasan keamanan, sehingga stadion ini menjadi yang terbesar di Brazil dan yang kedua di Amerika Selatan setelah Estadio Monumental di Peru. Stadion ini adalah tempat utama even Pan American Games 2007, untuk turnamen sepak bola, dan upacara pembukaan dan penutupan. The Maracanã dibangun kembali untuk persiapan Piala Konfederasi FIFA 2013, dan Piala Dunia FIFA 2014, di mana pertandingan final akan digelar. Ini juga akan menjadi tempat untuk pembukaan dan penutupan upacara Olimpiade 2016 dan Paralimpiade Musim Panas 2016.

Uruguaiana

Kami turun di halte Uruguaiana untuk makan siang menu mie goreng kambing seharga R$ 14 dan jus mangga R$ 3 untuk kami berdua

Marcado Populer

Suasana Mercado Populer, sebuah pasar rakyat untuk membeli aqua botol besar dan cinderamata.


Setelah puas foto dan mengelilingi Stadion Maracana, kami melanjutkan petualangan dengan naik bis nomor 249 dengan tujuan ke Central bertarif R$ 3,4. Kami turun di halte Uruguaiana untuk makan siang menu mie goreng kambing seharga R$ 14 dan jus mangga R$ 3 untuk kami berdua, ditambah Agua Mineral Lindoya seharga R$ 4 conteudo atau berisi 510 ml. Setelah kenyang, kami masuk Mercado Populer, sebuah pasar rakyat untuk membeli aqua botol besar dan cinderamata. Selanjutnya kami mencoba naik Metro L2 dari stasiun Pavuna bertiket R$ 4,5. Tiket elektronik dapat dibayarkan secara tunai kepada petugas di loket, sehingga kami tidak harus mempunyai kartu prabayar sendiri. Kami naik dari Stasiun Uruguaiana di bawah Mercado Populer, melewati stasiun Carioca, Cinelandia, Gloria, Catete, Largo di Marchado, Flamengo, dan turun di Botafogo. Di Stasiun Botafogo ini kami harus berganti L1 Metro Rio yang lebih modern, dengan jurusan dari Uruguai ke Ipenama melewati stasiun Cardeal Arcoverde, Siquera Campos, Cantagalo dan turun di stasiun terakhir di dekat pantai Ipanema, yaitu General Osoreo.

Mie Brasil

Suasana sejuk di Mercado Populer dengan suhu udara 20 setelah hujan

Belanja sumuk

Suasana gerah jadi buka kaos di Mercado Populer dengan suhu udara 36

Pantai Ipanema (pengucapan Portugis: [ipanẽmɐ]) pada tahun 2012 dipilih CNN sebagai kota pantai terbaik di dunia, terletak di bagian selatan Rio de Janeiro, antara Leblon dan Arpoador. Nama Ipanema menjadi dikenal secara luas karena lagu “The Girl from Ipanema” (“Garota de Ipanema”), yang ditulis oleh Antônio Carlos Jobim dan Vinícius de Moraes. Kata “Ipanema” berasal dari bahasa Tupi yang berarti “danau bau”, dari upaba (danau) dan nem (bau). Sebagian besar lahan Ipanema dahulu milik José Antonio Moreira Filho, seorang tuan tanah atau Baron. Ipanema mendapatkan ketenaran dengan dimulainya aliran musik bossa nova, pada lagu “The Girl from Ipanema.” Lagu ini ditulis pada tahun 1962, dengan musik dan lirik dalam bahasa Portugis oleh Jobim dan de Moraes, serta lirik dalam bahasa Inggris ditulis oleh Norman Gimbel. Popularitasnya dibangkitkan dengan lagu “Boy from Ipanema” oleh Diana Krall yang dirilis pada tahun 2008. Ipanema berdekatan dengan Copacabana dan Leblon Beach, tetapi memiliki karakter yang berbeda dari tetangganya. Ipanema ini relatif mudah dinavigasi karena jalan-jalan dibangun sejajar dalam kotak atau blok. Investasi swasta telah menyebabkan penciptaan restoran, toko, dan kafe kelas dunia, sehingga Ipanema adalah salah satu tempat paling mahal untuk tinggal di Rio. Terbentuk kehidupan pantai dengan banyak peselancar dan penggemar matahari yang berjemur sepanjang hari di pantai. Setiap hari Minggu, jalan paling dekat ke pantai ditutup untuk kendaraan bermotor, agar penduduk setempat dan wisatawan dapat menggunakan kesempatan untuk naik sepeda, sepatu roda, skateboard, ataupun berjalan kaki di sepanjang pantai. Garis pantai Ipanema dimulai dari gunung yang disebut Dois Irmãos (Two Brothers) di ujung barat pantai, dibagi menjadi beberapa segmen dengan tanda batas yang dikenal sebagai postos (menara lifeguard). Bir dijual di mana-mana sepanjang garis pantai, bersama dengan minuman tradisional cachaça. Selalu terlihat, seolah setiap hari adalah hari libur, adanya kerumunan orang yang bermain sepak bola, bola voli, dan footvolley, olahraga lokal yang merupakan kombinasi dari voli dan sepak bola. Semua keindahan tersebut dapat kami lihat saat menumpang bis 318 bertarif R$ 3,4 menyusur pantai Ipanema dan berlanjut ke pantai Copacabana di sebelahnya.

Metro Central

Stasiun Metro Rio yang lebih modern, dengan jurusan dari Uruguai ke Ipenama

Copacabana1

menyusur pantai Ipanema dan berlanjut ke pantai Copacabana

Copacabana (pengucapan Portugis [kɔpakɐbɐnɐ] atau [kɔpɐkabɐnɐ]) adalah bairro atau lingkungan yang terletak di Zona Selatan dari kota Rio de Janeiro, Brasil. Copacabana memiliki garis pantai atau balneario sepanjang 4 km dan merupakan salah satu yang paling terkenal di dunia. Distrik ini awalnya disebut Sacopenapã (diterjemahkan dari bahasa Tupi yang berarti “jalan yang menyerupai burung Socos) sampai pertengahan abad ke-18. Namanya diubah setelah pembangunan sebuah kapel atau gereja kecil yang menyimpan replika dari Santo Virgen de Copacabana, seorang suci dari Bolivia. Garis pantai Copacabana menghadap Samudera Atlantik, membentang dari Princesa Isabel Avenue Posto Dois (lifeguard menara Dua) ​​ke Posto Seis (menara penjaga pantai Enam). Terdapat benteng bersejarah di kedua ujung pantai Copacabana, yaitu Fort Copacabana yang dibangun pada tahun 1914 di ujung selatan atau Posto Seis dan Fort de Caxias Duque yang dibangun pada tahun 1779 di ujung utara. Pantai Copacabana rutin menjadi tuan rumah bagi jutaan orang yang berpesta dan bersuka ria selama perayaan malam tahun baru tahunan, dengan pesta kembang api warna-warni sepanjang malam. Copacabana promenade adalah trotoar lebar sepanjang 4 kilometer, yang bermotif khas, perpaduan garis lengkung warna hitam dan krem atau putih yang membentuk gelombang geometris. Copacabana promenade dirancang oleh arsitek Roberto Burle Marx pada tahun 1930. Ketika Rio menjadi ibukota Brasil, Copacabana dianggap sebagai salah satu lingkungan terbaik di Brasil.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Copacabana promenade adalah trotoar lebar yang bermotif khas, berbentuk gelombang geometris, dirancang oleh arsitek Roberto Burle Marx pada tahun 1930.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Bagungan peninggalan kolonial Portugal yang artistik dan banyak dijumpai di sekitar garis pantai Rio de Janeiro.

Menurut sensus IBGE, 160.000 orang tinggal di Copacabana dan 44.000 atau 27,5% dari mereka adalah warga berusia 60 tahun atau lebih tua. Mereka dan para wisatawan yang datang dilayani oleh lebih dari 40 rute bus yang berbeda, terdapat 3 stasiun Metro Rio atau kereta bawah tanah, yaitu Cantagalo, Siqueira Campos dan Cardeal Arcoverde. Terdapat 3 jalan arteri utama yang sejajar satu sama lain di seluruh wilayah, yaitu Avenida Atlântica (Atlantic Avenue), Nossa Senhora de Copacabana Avenue, dan Barata Ribeiro atau Raul Pompeia Street, setelah Terowongan Sá Freire Alvim dibangun. Warga dan para wisatawan yang datang, telah mencatatkan kegembiraan dan kebersamaan yang luar biasa. Misalnya Pada tanggal 31 Desember 1994, saat perayaan Tahun Baru menampilkan konser Rod Stewart dengan penonton mencapai 3,5 juta dan menjadi konser musik dengan kerumunan terbesar yang pernah ada. Pada tanggal 21 Maret 2005, konser Lenny Kravitz di sana dihadiri 300.000 orang, dan 18 Februari 2006, The Rolling Stones menarik lebih dari 1,5 juta orang penonton ke pantai Copacabana. Pada tanggal 7 Juli 2007, konser Brasil Live Earth menghadirkan 400.000 orang. Pada tanggal 28 Juli 2013, pantai menjadi tuan rumah acara final World Youth Day 2013, yang menghadirkan sekitar 3 juta orang, termasuk 3 orang presiden yang bergabung saat Paus Franciscus merayakan misa suci, sehingga merupakan salah satu pertemuan keagamaan Katolik yang terbesar dalam sejarah.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Ornamen Our Lady of Navegantes di dalam Igreja de Santa Luzia

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Igreja de Santa Luzia diresmikan pada Desember 1519 dekat Avenida President Antonio Carlos

Setelah puas menikmati kedua pantai di Rio yang legendaris dan selalu penuh wisatawan sepanjang masa itu, kami melanjutkan perjalanan pulang ke Centro dengan naik bis 245. Sayang sekali, kepulangan kami bersamaan dengan puncak kepadatan lalu lintas pulang kerja, sehingga kami turun di jalan saat bis berhenti total tidak mampu menembus kemacetan kota. Kami turun di seberang Igreja de Santa Luzia dekat Avenida President Antonio Carlos. Gereja Santa Luzia terletak di pusat kota Rio de Janeiro, yang dibangun awak kapal Magellan, saat melewati Guanabara Bay pada bulan Desember 1519. Kapel atau gereja kecil itu dibangun di pinggir laut, untuk menyimpan gambar Our Lady of Navegantes. Namun demikian, versi lain menceritakan bahwa kapel ini dibangun oleh para rohaniwan Fransiskan pada saat kedatangan mereka pada tahun 1592 dan diperluas pada 1752. Raja João VI dari Portugal memerintahkan untuk membuka jalan Santa Luzia pada tahun 1817, agar dapat dilewati kereta kerajaan saat menuju ke gereja, bersama cucu kesayangannya Pangeran Sebastian. Hiasan dinding gereja dibuat oleh seniman Thomas Ender. Setelah berdoa dan mengagumi arsitektur gereja tersebut, selanjutnya kami pulang berjalan kaki melewati 2 blok, termasuk bangunan megah Theatro Municipal di Cinelandia, yang bersebelahan dengan Museu Nacional de Relas Artes dan Biblioteca Nacional, untuk kembali ke hotel. Malam itu rasanya kami sangat puas sekali, dengan berbagai pengalaman jasmani dan rohani yang sangat mengesankan.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Theatro Municipal di Cinelandia, bersebelahan dengan Museu Nacional de Relas Artes dan Biblioteca Nacional

Peserta Indonesia

Bersama dengan beberapa dokter dari Jakarta (Dr. Darmawan, Dr. Tjatur dan Dr. Hingki) di depan banner selamat datang

Kamis, 19 November 2015 kami menuju Sul America, Centro de Convencoes Avenida Paulo de Frontin, 1 – Cidade Nova, Estácio, Rio de Janeiro – RJ, 22260-010, Brasil, untuk mengikuti the 9th World Congress on Pediatric Infectious Disease 2015. Perjalanan dimulai dari Hotel Atlântico Business Rua Senador Dantas, 25 – Centro, Rio de Janeiro – RJ, 20031-202, Brasil dengan berjalan kaki 2 blok menuju Stasiun Cinelandia untuk menggunakan Metro Rio L1, yang berangkat dari Stasiun Botafogo menuju Uruguai. Dengan tiket seharga R$ 3,5 yang dibeli tunai di loket, kami melewati Stasiun Carioca, Uruguaiana, Presidente Vargas, Central, Praca Onze dan turun di Estacio. Dari Stasiun Estacio, kami berjalan kaki sekitar 300 m menuju conggres venue. Setelah bertemu, berkenalan, dan berfoto bersama dengan beberapa dokter dari Jakarta (Dr. Darmawan, Dr. Tjatur dan Dr. Hingki) di depan banner selamat datang, kami segera melanjutkan proses registrasi peserta.

Kami segera berpencar di venue yang memiliki 5 hall di lantai 2 untuk mengikuti sesi ‘Meet the Professor’ oleh Prof. Berezin (Brazil) dan Prof. Saha (Bangladesh) dengan topik: Infection Control In Low-Midle Income Countries. Setelah acara pembukaan di Hall utama yang berlangsung hanya sekitar 10 menit, kami lanjut dengan mengikuti simposium dengan beberapa topik, yaitu ‘Inflamation And Immune Subversion In Pneumonia, What Should Clinicians Know’ oleh Dr. Av Gay (Canada), diteruskan dengan ‘Can Etiological Diagnosis Of Pneumonia Be Improved’ oleh Dr. Scott (Inggris) dan ‘Management Of Pneumonia In The Era Of Bacterial’ oleh Dr. Saez Llorens (Panama). Dengan diselingi coffee break sebentar, terus dilanjutkan dengan simposium lagi bertopik ‘Emerging Issues In Staphylococcal Infection: Colonization, Pathogen And Host Respons’ oleh Dr. Creech (AS), ‘The Impprtance Of Global Strain Epidemiology In Clinical Manifestations And Vaccine Development’ oleh Dr. Smeesters (Belgia), ‘Update Management And Treatment Staphyloccocal Disease’ oleh Dr. Curtis (Australia), dan ‘Infection In Infancy In Resource Poor Setting’ oleh Dr. Seale (Inggris).

Peserta

the 9th World Congress on Pediatric Infectious Disease 2015 di Sul America, Centro de Convencoes Avenida Paulo de Frontin, 1 – Cidade Nova, Estácio, Rio de Janeiro – RJ, 22260-010, Brasil

Gerbang

Acara dilanjutkan dengan paralel symposium di 3 hall berbeda dan kami mengikuti simposium bertopik ‘Immunization In Special Host’. Berbagai sesi diterjemahkan ke dalam Bahasa Portugis dan Spanyol, dengan alat bantu dengar untuk sebagian besar peserta dari Amerika Latin. Berbeda dengan di Indonesia, ternyata topik tentang imunisasi bukan milik Sub Bagian Pediatri Sosial dan Tumbuh Kembang, TB dan pneumonia bukan dikelola Sub Bagian Respirologi, Penyakit Kawasaki bukan ditangani Sub Bagian Kardiologi dan sepsis neonatal bukan dibahas di Sub Bagian Perinatologi, tetapi semuanya dibahas di dalam perspektif Infeksi Pediatri.

Menjelang sore, kami memutuskan keluar areal konggres untuk naik Metro Rio L1 dari Uruguai menuju Botafogo, di Stasiun Estacio. Setelah melewati Praca Onze, kami turun Central. Stasiun besar ini menghubungkan Metro, bis dan kereta api di Central do Brasil (pengucapan Portugis : sẽtɾaw du bɾaziw) yang merupakan stasiun kereta api paling penting di kota Rio de Janeiro. Central do Brasil tersambung dengan jalur kereta api ke São Paulo dan Minas Gerais. Stasiun ini terletak di pusat kota Rio de Janeiro, sepanjang Avenida Presidente Vargas dan di seberang taman Campo de Santana.

Central do Brasil

Central do Brasil (pengucapan Portugis : sẽtɾaw du bɾaziw) merupakan stasiun kereta api paling penting di kota Rio de Janeiro

Central do Brasil1

Central do Brasil tersambung dengan jalur kereta api ke São Paulo dan Minas Gerais, terletak di sepanjang Avenida Presidente Vargas

Setelah puas melihat kemegahan stasiun besar ini, kami melanjutkan perjalanan dengan Metro Rio L1 menuju stasiun Uruguaiana untuk makan sore. Hari sebelumnya kami sempat makan siang menu mie goreng R$ 14 dan jus mangga R$ 3, sehingga di tempat yang sama hari itu kami mencoba menu lain, berupa nasi dan sayur yang sudah 3 hari lamanya tidak pernah kami rasakan. Setelah puas makan dengan versi pembayaran berupa ditimbang dengan berat bahan makananan yang diambil pembeli sendiri sebagai patokan harga, kami lanjutkan masuk Mercado Populer, sebuah pasar tradisional di atas stasiun Metro. Setelah kenyang dan mendapat beberapa jenis cinderamata khas Rio de Janeiro, kami segera naik Metro Rio L1 lagi menuju stasiun Cinelandia, melewati Carioca. Perjalanan kami teruskan ke katedral. Gereja Katolik yang besar atau katedral ini diresmikan pada tahun 1976, dan dinamakan Katedral Sao Sebastiao do Rio de Janeiro atau Catedral Metropolitana, karena terletak di pusat kota. Pembangunan gedung katedral berbentuk tumpeng ini dipimpin oleh arsitek modernis Edgar Oliveira da Fonseca dan dikoordinasikan oleh Monsignor Ivo Antônio Calliari, Uskup di Keuskupan Agung Rio de Janeiro. Dengan kapasitas untuk 20.000 kursi umat yang disusun berputar, gedung gereja ini memiliki diameter di dasar 106 meter dengan tinggi 96 meter dan strukturnya berbentuk kerucut. Pintu utama terdiri dari 48 plak perunggu dengan relief yang berkaitan dengan iman Katolik. Jendela kaca berpatri mendominasi interior sepanjang 60 meter membelah dinding gereja dari dasar sampai ke puncak, sehingga memberikan pencahayaan alam yang indah untuk semua tempat di dalam gereja. Di ruang bawah tanah, terdapat Museum Seni Suci yang memiliki koleksi patung, mural, karya seni, dan buku catatan yang digunakan untuk membaptis para pangeran dari keluarga kerajaan Brasil. Juga terdapat patung Bunda Rosario, tahta Raja Pedro II dan Golden Rose yang diberikan kepada Putri Elizabeth oleh Paus Leo XIII, sebagai penghargaan atas Undang-undang Penghapusan Perbudakan di Brasil. Setelah berdoa sebentar dan mengagumi pencahayaan di dalam gereja karena kaca berpatri, kami segera melanjutkan perjalanan ke Lapa.

Katedral1

Katedral Sao Sebastiao do Rio de Janeiro atau Catedral Metropolitana, berbentuk tumpeng karya arsitek modernis Edgar Oliveira da Fonseca

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Jendela kaca berpatri sepanjang 60 meter membelah dinding gereja, memberikan pencahayaan alam yang indah di dalam gereja.

Lapa adalah lingkungan di pusat kota Rio de Janeiro Rio, bersebelahan dengan katedral, dan terkenal karena monumen serta kehidupan malamnya. Lingkungan tersebut adalah rumah bagi Arcos da Lapa, saluran air yang mengesankan yang dibangun pada pertengahan abad ke-18 oleh penguasa kolonial Portugis. Daya tarik lain adalah Passeio Publico, taman publik pertama yang dibangun pada tahun 1780-an. Sejak awal 1950-an, Lapa telah dikenal karena kehidupan budaya dengan banyak restoran dan bar, seperti Asa Branca bar, Fundição Progresso, dan Sala Cecília Meirelles, dimana seniman dan intelektual Brasil bertemu. Aqueduct dan The Carioca Aqueduct yang juga dikenal sebagai Arcos da Lapa, adalah sebuah pemukiman yang dibangun tahun 1792. Lingkungan Lapa dikenal sebagai tempat lahir bohemian Rio, juga terkenal dengan arsitektur Arcos da Lapa, sebuah saluran air pada zaman kolonial dan sekarang berfungsi sebagai kabel sinyal untuk kereta gantung yang memanjat bukit Santa Teresa. The Carioca Aqueduct atau saluran air itu dianggap sebagai karya arsitektur penting jaman Old Rio dan salah satu simbol utama kota. Saluran air yang mengesankan ini berupa bangunan bergaya Romawi selebar 17,6 meter, panjang 270 meter dan memiliki 42 lengkungan. The Carioca Aqueduct yang mulai dibangun pada 1723, dimaksudkan untuk mengalirkan air dari ketinggian sungai Carioca Morro do Desterro di bukit Santa Teresa menuju daerah Morro de Santo Antônio. Setelah berfoto dan mengagumi berulang saluran air jaman kolonial tersebut, kami segera berjalan kaki kembali ke hotel yang hanya berjarak 3 blok dari Lapa, untuk beristirahat.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Passeio Publico, taman publik pertama yang dibangun pada tahun 1780-an, di dekat Arcos da Lapa, sebuah saluran air pada zaman kolonial Portugis.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

The Carioca Aqueduct yang mulai dibangun pada 1723, untuk mengalirkan air dari ketinggian sungai Carioca menuju daerah de Santo Antônio.

Menurut Sensus IBGE 2010, terdapat 5.940.224 orang yang tinggal di kota Rio de Janeiro terdiri dari 51,2% orang kulit putih, 36,5% orang Pardo (multiras), 11,5% orang kulit hitam, 0,7% orang Asia Timur dan 0,1% orang Indian. Rio de Janeiro adalah kota terpadat ke-2 di Brazil, setelah São Paulo. Imigran Portugis di kota Rio de Janeiro adalah yang terbesar, sehingga menjadikannya “kota Portugis” di luar daratan Portugal. Orang keturunan Portugis mendominasi di sebagian besar penduduk Brazil. Bahasa Portugis adalah bahasa resmi dan nasional, sehingga merupakan bahasa utama yang diajarkan di sekolah. Masyarakat kulit hitam berasal dari warga yang nenek moyangnya adalah budak belian dari Angola, Mozambik, dan Afrika Barat dari akhir abad 19 sampai awal abad ke-20. Masyarakat seperti itulah yang kami jumpai dalam perjalanan kami pada hari ke 4 di Rio de Janeiro, Jumat, 21 November 2015 menuju tempat konggres di Sul America, Centro de Convencoes Avenida Paulo de Frontin, 1 – Cidade Nova, Estácio, Rio de Janeiro – RJ, 22260-010, Brasil, untuk mengikuti the 9th World Congress on Pediatric Infectious Disease 2015.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Arsitektur bangunan kolonial Portugis masih banyak dijumpai dalam keadaan utuh dan berfungsi baik

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Rio de Janeiro adalah pusat budaya utama di Brasil, yang kental dipengaruhi budaya Portugis dengan campuran Afrika.

Rio de Janeiro adalah pusat budaya utama di Brasil, yang kental dipengaruhi budaya Portugis dengan campuran Afrika. Cara berpakaian sangat lugas, banyak perempuan hanya bercelana pendek, ‘tanktop’, ‘you can see’, sepatu berhak tinggi dan pria berkaos oblong ke manapun mereka pergi. Bahkan peserta konggrespun banyak yang berpakaian seperti itu, sehingga sangat berbeda dengan para peserta dari luar Brasil yang necis, perlente dan rapi. Pagi itu kami mengikuti acara Meet the Professor : Non-Vaccine Serotype Disease, Does It Have A Real Impact bersama Prof. Dagan (Israel) dan Prof. Pirez (Uruguay). Selanjutnya simposium tentang infeksi virus Zika (Dr. Zafadi, Brazil), Dengue (Dr. Siqueira, Brazil), Chikungunya (Dr. Capeding, Filipina) dan perkembangan vaksin Dengue (Dr. Lanata, Peru). Penjelasan dari Dr. Safadi (Brazil) adalah bahwa infeksi Zika virus (flavivirus) yang berasal dari Polinesia di Pasific selatan (Cook, Caledonia, Marshal & French Reunion), sudah menyebar ke seluruh penjuru Brasil dengan keluhan utama gatal, rash dan keluhan mirip infeksi Dengue atau Chikungunya. Infeksi Virus Zika dapat menyebabkan GBS (Guillain–Barré Syndrome) atau kelumpuhan pada anak dan mikrosefalus atau kelainan neurologis lainnya pada bayi baru lahir, bila infeksi virus Zika terjadi pada ibu hamil. Sementara itu, Dr.  Maria Capeding (Filipina) menjelaskan tentang infeksi virus chikungunya yang tidak mematikan tetapi dapat melumpuhkan persendian. Virus ini berasal dari Tanzania, Afrika tenggara, lalu menyebar secara global dengan komplikasi terbaru yang dilaporkan adalah terjadinya uveitis dan retinitis pada mata. Infeksi Chikungunya (dominasi poliarthralgia) secara klinis sangat mirip dengan Dengue (dominasi gangguan hematologi), sehingga semua pasien harus dikelola sebagai Dengue, sampai saat Dengue dapat disingkirkan, karena sampai saat ini tidak ada laporan tentang koinfeksi keduanya. Rekomendasi baru adalah untuk menggunakan NSAID, kortikosteroid dan fisioterapi pada kasus chikungunya dengan athralgia hebat.

Topik simposium selanjutnya tentang infeksi neonatal dipimpin oleh Dr. Bravo (Filipina), membahas tentang SPRING (Strengthening Publication and Reporting Infection in Newborn Globally) Guidance For Studies And Publication oleh Dr. Fitchett (Inggris), Brain Oxygenation And Outcome Of Sepsis oleh Dr. Rallis (Yunani), TNF on Perinatal Brain Injury oleh Dr. Ferreira (Inggris), Prevention Guideline In Maternity oleh Dr. Freitas (Brasil). Intinya adalah adanya kaskade inflamasi pada sepsis dapat menyebabkan gangguan oksigenasi di otak, yang dapat dinilai dengan spectroskopi dan akan terlihat mulai pada hari ke 3 sepsis, terutama yang disebabkan karena bakteri staphilokokus. Bayley III Infant Todler score dapat digunakan untuk menilai ‘outcome’ sistem saraf pusat pada anak, yang berkorelasi linier dengan derajad deoksigenasi saat masih neonatus. Hal ini juga terkait dengan mekanisme hipoksia pada sepsis, karena terjadi kematian atau kerusakan sel otak dan akan berkembang menjadi CP (cerebral palsy). Peran penting imunitas perifier (peripheral immune system) dalam sepsis, mendasari rekomendasi pemeriksaan swab vaginal dan rectal semua ibu yang berada dalam ancaman persalinan prematur, untuk mendeteksi bakteri streptokokus dan E coli. Pemeriksaan yang dilakukan pada usia kehamilan sebelum 37 minggu dan ketuban utuh ini, dilanjutkan pemberian profilaksis antibiotika ampisilin dalam periode persalinan, untuk mencegah terjadinya sepsis neonatal onset cepat.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Gereja Candelária rancangan Francisco João Roscio diresmikan tahun 1811 di hadapan Raja John VI dari Portugal

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Sisi belakang Igreja de Nossa Senhora da Candelária, yang dilengkapi dengan Pius X Square yang luas.

Setelah acara coffee break sore, kami meninggalkan lokasi untuk menuju Urugauiana. Kami terkaget-kaget saat keluar dari stasiun Metro Rio bawah tanah, sebab hampir semua toko dan kios di Marcado Populer Urugauiana tutup. Ternyata hari itu adalah ‘Black Awareness Day’ atau ‘Dia da Consciência Negra’ (Portuguese) atau Hari Kesadaran tentang kulit Hitam yang dirayakan setiap tanggal 20 November. Hari yang dirayakan setiap tahun tersebut menjadi hari libur nasional di Brazil. Hari tersebut untuk merenungkan ketidakadilan perbudakan terhadap orang kulit hitam dan untuk merayakan kontribusi warga Brasil keturunan Afrika, terhadap kemajuan bangsa. Hari tersebut ditentukan berdasarkan ulang tahun kematian Zumbi dos Palmares (1655-1695), pemimpin terakhir kelompok Quilombo dos Palmares, dengan fokus acara ini adalah untuk menghapus persepsi inferioritas keturunan Afrika dalam masyarakat. Karena rumah makan yang menyediakan nasi juga tutup, akhirnya kami makan sore di McD berupa kentang goreng. Selanjutnya kami berjalan kaki menuju Candelaria. Igreja de Nossa Senhora da Candelária adalah sebuah gereja Katolik Roma yang dilengkapi dengan Pius X Square. Gereja Candelaria (Portugis: Igreja da Candelaria, diucapkan: [igɾeʒɐ ðɐ kɐdelaɾjɐ]) dibangun dan dihiasi selama periode yang panjang, dari 1775 sampai akhir abad ke-19. Pada awal abad ke-17 kapal Candelaria hampir tenggelam saat badai di laut. Setelah tiba di Rio de Janeiro, sekelompok orang Spanyol membangun sebuah kapel kecil, sesuai dengan sumpah mereka selama menghadapi badai. Kapel kecil ini, didedikasikan untuk Our Lady of Candelaria, dibangun sekitar 1609. Pada 1775 kapel ini diperbaiki oleh insinyur militer Portugis, Francisco João Roscio, dan diresmikan pada tahun 1811 di hadapan Raja John VI dari Portugal yang pada saat itu berada di Rio. Kubah gereja dan delapan patung dari batu Lioz putih dibuat di Lisabon dan dibawa ke Brasil dengan kapal. Setelah selesai, kubah dari Candelaria waktu itu adalah struktur bangunan tertinggi di kota Rio. Pada 1878 interior gereja Candelaria mulai didesain ulang, dalam gaya Neo-Renaissance. Dinding dan kolom ditutupi dengan marmer Italia berbagai warna, dan dilengkapi berbagai patung. Pelukis Brasil João Zeferino da Costa ditugaskan untuk melukis bagian tengah dan bagian dalam kubah. Di langit-langit lorong utama, Zeferino da Costa dan asistennya membuat lukisan yang menceritakan sejarah gereja. Altar utama dibuat oleh arsitek Brasil Archimedes Memória, berbagai kaca jendela dan pintu perunggu buatan Jerman, dan di pintu masuk utama dilengkapi patung oleh pematung Portugis António Teixeira Lopes; dan patung perunggu monumental di mimbar dalam gaya Art Nouveau, dikerjakan oleh pematung Portugis Rodolfo Pinto Couto pada 1931.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Gereja Candelaria (Portugis: Igreja da Candelaria) dibangun dan dihiasi selama periode panjang, dari 1775 sampai akhir abad ke-19.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

di pintu masuk utama Gereja Candelaria dilengkapi patung oleh pematung Portugis António Teixeira Lopes

Sayang sekali, saat ini gereja tidak digunakan lagi dan bahkan berubah fungsi menjadi rumah singgah di malam hari untuk ratusan orang tunawisma, para pedagang obat ilegal dan bahkan prostitusi. Petugas gereja secara rutin menyediakan makanan, tempat tinggal, pendidikan dan sarana agama untuk banyak anak tunawisma ini. Petugas polisi berjaga secara rutin pada lingkungan gereja ini, karena sejak awal 1990-an terjadi tingkat kejahatan yang tinggi dan beberapa tunawisma terlibat dalam kegiatan kriminal seperti pencopetan dan pencurian. Pada 12 Juni 1993 sebanyak 8 anak jalanan, yaitu Paulo Roberto de Oliveira,  Anderson Oliveira de Pereira, Marcelo Candido de Jesus, Valdevino Miguel de Almeida, Gambazinho, Leandro Santos da Conceição,  Paulo José da Silva, dan Marcos Antônio Alves da Silva tewas, ketika polisi menembaki sekelompok anak jalanan yang tidur di samping Gereja Candelaria. Tiga polisi militer dipidanakan dalam kasus pembunuhan ini, tetapi hanya satu yang akhirnya dihukum. Salah satu tokoh korban lainnya adalah Sandro Rosa do Nascimento yang menjadi terkenal karena melakukan pembajakan bus kota dan berhadapan dengan polisi Rio. Selama konfrontasi, Sandro berteriak protes di depan kamera televisi tentang ketidakadilan sosial dalam masyarakat Brasil, sambil menempelkan senjata tajamnya ke kepala penumpang bis sebagai sandera.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Centro Cultural Banco do Brazil, sebuah museum yang penuh pengunjung

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Patung gagah perkasa menunggang kuda, Manuel Luis Osorio, di Praca XV de Novembro

Ia berpendapat bahwa pemerintah Brasil mengabaikan warga miskin dan tunawisma. Situasi berlangsung selama beberapa jam dan akhirnya polisi menangkap Sandro dengan beberapa sandera terluka tembak. Banyak warga sipil marah bereaksi dengan memukul dan melempar kotoran manusia ke wajah Sandro, yang akhirnya meninggal karena sesak napas dalam kendaraan polisi dalam perjalanan ke kantor polisi. Meskipun petugas polisi dituduh membunuhnya, tetapi akhirnya semua polisi ditemukan tidak bersalah. Kejadian ini mencerminkan perselisihan antara tunawisma dan polisi, bahkan memicu diskusi tentang hubungan antara tunawisma dan pemerintah di negara berkembang di seluruh dunia. Kejadian ini dapat dilihat dalam film dokumenter berjudul ‘Bus 174’ dan juga disebutkan dalam lagu ‘The Candelaria Massacre’ (Portugis: Slaughter Candelaria [ʃɐsĩnɐ ðɐ kɐdelaɾjɐ]) oleh The Core band metal Brasil.

Setelah mengagumi keindahan bangunan gereja Candelaria dan merenungkan pembantaian yang dulu terjadi di situ, kami segera bergegas ke Praca XV de Novembro, melewati Centro Cultural Banco do Brazil, sebuah museum yang penuh pengunjung karena hari libur nasional. Di lapangan Praca XV de Novembro kami tertegun dengan patung sosok gagah perkasa menunggang kuda, yaitu Manuel Luis Osorio yang lahir 10 Mei 1808 di Arroio Conceição do Rio Grande do Sul, dan meninggal 4 Oktober 1879 (71 tahun) adalah pahlawan Brasil dalam Perang Paraguay. Osorio memodernisasi dan memprofesionalkan kekuatan militer Brasil, dan akhirnya diangkat sebagai pelindung korps kavaleri Tentara Brasil. Patungnya yang gagah di lapangan Praca XV de Novembro dan nama Osorio yang harum diberikan untuk nama daerah di dekat Ipanema. Dari dermaga Praca XV Centro Rio, kami naik ferry ke Niteroi bertarif R$5.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Dari dermaga Praca XV Centro Rio, kami naik ferry ke Niteroi bertarif R$5.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Presiden Costa e Silva Bridge, umumnya dikenal sebagai Jembatan Rio-Niteroi yang megah

Tujuan kami adalah melihat Niteroi dan Presiden Costa e Silva Bridge, umumnya dikenal sebagai Jembatan Rio-Niteroi yang megah. Ferry berlayar sejajar dengan jembatan itu, sehingga jembatan panjang itu nampak sebagai garis lurus di cakrawala. Setelah mendarat, dari dermaga ferry Niteroi kami bermaksud berkeliling kota Niteroi dengan naik bis 49.1 warna merah Cidade de Niteroi tujuan Centro, ternyata kami keliru. Di Niterio juga ada Centro, bukan hanya ada di Rio. Untung ada penumpang yang dapat Berbahasa Inggris, mencoba menerangkan, tetapi tetap juga terjadi salah paham. Kami terpaksa berjalan kaki dari dermaga ke terminal bis, karena ternyata bis 1001 warna putih yang melewati Lapa di Rio de Janeiro tidak masuk terminal bis dan cukup ditunggu di depan dermaga seberang jalan. Untung beberapa orang yang kami temui, membantu kami dengan komunikasi yang agak susah payah.

Penumpang Tram

Suasana di atas ‘Trem do Corcovado’, bertarif R$ 56/orang, sebagai wisatawan

Feri

Suasana di atas ferry Niteroi bertarif R$ 5/orang sebagai penumpang umum

Dengan bis 1001 bertarif R$6 kami pulang ke Rio melewati Jembatan Rio-Niteroi yang sebelumnya kami lihat dari ferry dan merupakan jembatan gelagar kotak beton melintasi Guanabara Bay, yang menghubungkan Rio de Janeiro dan Niteroi. Saat ini merupakan jembatan beton pratekan terpanjang di belahan bumi selatan, dan terpanjang keenam di dunia. Dari selesai pada tahun 1974 sampai tahun 1985 merupakan jembatan kedua terpanjang di dunia, setelah Pontchartrain Causeway Lake di Hong Kong. Nama resminya adalah Presiden Costa e Silva Bridge, untuk menghormati presiden Brasil yang memerintahkan pembangunannya. “Rio-Niteroi” adalah julukan deskriptif yang segera menjadi lebih dikenal daripada nama resmi jembatan tersebut. Dalam rangka untuk menghubungkan dua kota tetangga, yaitu Rio de Janeiro dan Niteroi yang dipisahkan oleh Guanabara Bay, sehingga perjalanan darat lebih dari 100 kilometer (62 mil) menyusuri tepi Guanabara Bay melewati kota Mage, dipikirkan untuk membangun jembatan ataupun terowongan. Pada tahun 1963 sebuah kelompok kerja diciptakan untuk mempelajari proyek membangun jembatan. Presiden Artur da Costa e Silva menandatangani sebuah dekrit pada 23 Agustus 23, untuk proyek jembatan yang dirancang oleh Mario Andreazza, seorang Menteri Transportasi. Konstruksi dimulai secara simbolis pada 23 Agustus 1968 di hadapan Ratu Elizabeth II dan Pangeran Philip, Duke of Edinburgh dari Inggris pada kunjungannya ke Brasil. Pekerjaan yang sebenarnya dimulai pada bulan Januari 1969 dan jembatan ini resmi dibuka pada 4 Maret 1974. Jembatan itu dibangun oleh perusahaan konstruksi Brasil sepanjang 13,2 km dengan 8,8 km berada di atas air dalam ketinggian 72 m, untuk memungkinkan lewatnya ratusan kapal memasuki dan meninggalkan teluk Guanabara. Pada saat selesai dibangun, bentang tengah adalah box girder terpanjang di dunia, yang akhirnya telah dikalahkan oleh 301 meter jembatan Stolma di Norwegia (1998) dan 330 meter jembatan Shibanpo di Cina (2006). Jembatan ini dilewati oleh 140.000 kendaraan setiap hari, yang membayar tol hanya ketika memasuki Niterói dengan tarif terendah R $ 5,5.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Patung gagah warga asli Niteroi jaman kolonial, di dekat dermaga ferry Niteroi

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Niteroi dan Rio de Janeiro yang dipisahkan oleh Guanabara Bay

Bis 1001 line 7755 menuju Gavea, setelah memaski kota Rio terus melewati tunel Santa Barbara, yang menghubungkan distrik Catumbi dan Orange di Zona Utara dan Zona Selatan kota Rio. Pembangunannya dimulai pada tahun 1947 tetapi baru selesai pada tahun 1963. Pada saat itu terowongan ini dianggap yang terbesar di Amerika Selatan dan salah satu yang paling modern di dunia. Lamanya proses pembangunan ini disebabkan oleh kesulitan hukum untuk pengambilalihan 75 real estate (32 di sisi Orange dan 43 di sisi Catumbi). Terowongan sepanjang 1.357 meter dan lebar 17,5 meter memiliki 4 jalur kendaraan dan dilewati 100 ribu kendaraan per hari, sehingga lalu lintas ditutup untuk pemeliharaan dan pembersihan pada hari Senin dan Rabu, kecuali pada hari libur. Kami turun di Largo do Machado untuk berganti Metro Rio dari General Osorio menuju Pavuna, dan turun di stasiun Cinelandia. Seperti biasanya, dari Cinelandia kami berjalan kaki 2 blok, untuk tidur pulas di kamar di Hotel Atlântico Business Rua Senador Dantas, 25 – Centro, Rio de Janeiro – RJ, 20031-202, Brasil. Malam itu, kami kembali tidur nyenyak.

Sabtu, 22 November 2015 adalah hari terakhir kami di Rio de Janeiro, diawali dengan perjalanan menuju tempat konggres di Sul America, Centro de Convencoes Avenida Paulo de Frontin, 1 – Cidade Nova, Estácio, Rio de Janeiro – RJ, 22260-010, Brasil, untuk mengikuti the 9th World Congress on Pediatric Infectious Disease 2015. Kami berjalan kaki 2 blok menuju Stasiun Cinelandia untuk menggunakan Metro Rio L1, yang berangkat dari Stasiun Botafogo menuju Uruguai. Dengan tiket seharga R$ 3,5 yang dibeli tunai di loket, kami melewati Stasiun Carioca, Uruguaiana, Presidente Varga, Central, Praca Onze dan turun di Estacio, dengan dilanjutkan jalan kaki 3 blok untuk mencapai venue.

Venue1

Tempat konggres di Sul America, Avenida Paulo de Frontin, 1 – Cidade Nova, Estácio, Rio de Janeiro

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Suasana Ipenema, pantai yang indah dan favorit bagi peserta konggres lainnya.

Konggres pada hari terakhir tersebut hanya diikuti oleh setengah peserta, karena banyak yang sudah kembali pulang. Selain itu, beberapa peserta sudah membawa kopor pribadi untuk langsung ke bandara setelah konggres, karena sudah sekalian check out dari hotel. Kami hanya sempat mengikuti sebentar sesi ‘Meet The Professor’ bertema ‘Success Of Short Course Antiiotic Therapies, Bringing The Medicine Into Science’ oleh Prof. Samir Saha (Bangladesh). Simposium berikutnya tentang ‘Epidemiology of TB and Relevance of BCG Vaccination’ oleh Dr. Marais (Australia), yang menjelaskan bahwa diperkirakan tuberculosis atau TB telah mengenai 1 milyar anak di dunia, tetapi sering underestimated karena tertutupi oleh pneumonia, malnutrisi, meningitis dan HIV. Pengaruh program vaksinsinasi HiB, pneumokokus dan rotavirus di India, China dan Indonesia, yang merupakan 3 negara dengan jumlah penderita terbanyak, membuat kejadian TB sekitar 3:100.000 penduduk. Sekitar 2/3 kasus TB terjadi Afrika dan Asia Tenggara dengan MDR TB (Multi Drug Resistance Tuberculosis) pada anak diperkirakan terjadi pada 32.000 anak pertahun. Vaksinasi BCG telah terbukti mampu mencegah penyebaran TB dalam tubuh anak, maupun infeksi bakteri M. Tuberculosis, Leprosy, non TB mycrobacterium. Selain itu, imunisasi BCG ternyata juga menurunkan kejadian asthma dan atopy, bahkan berpengaruh pada penyebab kematian total karena infeksi berat kuman apapun (heterologous effects). Dilanjutkan oleh Dr. Moraes Pinto (Brasil) dengan topik ‘Making Sense Of Recent Diagnostic Development’. Diagnosis TB pada anak selama ini 65% kasus hanya berdasarkan anamnesis adanya faktor risiko aktif, misalnya TB pada dewasa, HIV, usia balita, dan pengguna obat imunosupresif, baik yang memiliki gejala pulmonal sekitar 75% kasus, maupun non pulmonal sekitar 25%. Pemeriksaan mantoux test belum banyak digunakan karena memiliki kelemahan sebagai ‘operator dependent’, memerlukan 2 kali kunjungan, tingginya ‘false positive’ karena varicella, campak, flu, TB lama, dan riwayat BCG dalam 2 tahun terakhir. Pemeriksaan bakteri TB dari aspirasi lambung anak hanya dapat positif apabila terdapat 10 ribu bakteri/ml. Gold standar diagnosis TB saat ini adalah kultur darah yang dapat positif meskipun hanya terdapat 10-100 bakteri/ml. Pemeriksaan ‘nucleic acid gen amplification’ memiliki sensitifitas 75%, meskipun TB pada anak bersifat paucibacillary dan pemeriksaan smear negatif. Untuk itu, diagnosis TB sebaiknya juga menggunakan Elispot (T-Spot TB) dan quanti Feron TB Gold yang melacak intergeron gamma atau IGRA (QTF-IT). Namun demikian, hasil positif tes Mantoux ataupun IGRA pada anak sebenarnya hanya berarti telah terjadi peningkatan risiko atau paparan TB dan atau kondisi imunosupresif, bukan berarti bahwa anak mengalami sakit TB. Dengan demikian, follow up pasien oleh dokter yg sama, termasuk untuk memulai dan menghentikan terapi TB, jauh lebih penting.

Simposium selanjutnya bertopik ‘Optimising Drug Therapy For Tuberculosis In Children’ oleh Dr. Garcia Prats (Afrika Selatan), yang menjelaskan bahwa terlalu sedikit penelitian tentang efikasi obat TB pada anak, sehingga selama ini hanya mengutip dari pasien dewasa, termasuk dalam menentukan dosis obat TB dianggap sama dalam hal rumus mg/kgBB pasien dewasa, yang sebenarnya tidaklah dijamin tepat. WHO tahun 2010 merekomendasikan menaikkan dosis INH menjadi 10 mg/kgBB, Rifampisin 15 mg/kgBB, Levofloxacin 15 mg/kgBB untuk anak > 7 tahun, dan maxifloxacin 10 mg/kg. Dosis obat seharusnya ditingkatkan pada anak dengan adanya kontak TB dewasa serumah, untuk mengurangi risiko terjadinya MDR TB dan memperpendek regiments. Simposum selanjutnya berjudul ‘Treatment of Drug Resistant TB For The Practising Clinician’ oleh Prof. Tsolia (Yunani) yang menjelaskan bahwa kasus MDR TB yang telah resisten terhadap INH dan Rif, juga kasus XDR TB yang juga resisten terhadap fluoroquinolon, pada populasi anak belum pernah dihitung jumlah kasusnya, berbeda dengan pada dewasa. Kesulitan diagnosis pada anak karena sulit mengumpulkan spesimen untuk diperiksa di laboratorium, sifatnya infeksi paucibacillary TB, dan riwayat kontak sulit didapat, sehingga hanya dapat diduga ada 32 ribu anak per tahun atau 3,5% dewasa. Terapi dengan 4-6 jenis obat anti TB selama 20 bulan pada kasus MDR dan 24 bulan pada kasus XDR, memiliki keluaran 82% berhasil, 39% efek samping, 6,8% gagal dan 5,9% meninggal.

Simposium berikutnya dengan topik ‘Understanding Neonatal Sepsis’ oleh Prof. Saha (Bangladesh), menjelaskan bahwa kematian neonatus karena sepsis masih mencapai 44% dan perlu segera ditekan, agar angka kematian anak membaik. Sampai sekarang, hasil pemeriksaan kultur darah jarang tumbuh, yaitu hanya sekitar 7%, sehingga terapi hanya berdasarkan gejala klinis yang dinamakan possible Serious Bacterial Infection (pSBI), karena adanya sepsis, asfiksi dan prematuritas adalah 3 hal utama yang saling terkait. Untuk itu, kultur darah sebaiknya bukan dianggap ‘gold standard’ sepsis lagi, tetapi ‘old standard’, karena tidak realistis dan sering dipengaruhi oleh jumlah serum yang tersedia atau pemberian antibiotika pada ibu intra partum. Alternatif diagnosis untuk sepsis neonatal sebaiknya adalah deteksi biomarker dan molekuler, misalnya CRP dan prokalsitonin. Pemeriksaan molekuler terdiri dari amplifikasi PCR, hibridisasi dan non asam nuklei. Real-time PCR memiliki sensitivitas dan spesifisitas 100%, sensitifitas hibridisasi 99%, dan sensitifitas Post PCR amplification 95%. Meskipun pemeriksaan molekuler belum dapat menyingkirkan kultur darah, tetapi real time atau RT PCR paling dianjurkan, termasuk dalam penelitian besar dan global ANISA (A New Initiative For Find The Etiology Of Neonatal Sepsis) menggunakan RT PCR untuk mengenali 30 jenis bakteri berbeda, dari darah dan saluran napas bayi, terutama Streptokokus dan HiB.

Topik selanjutnya adalah GBS (Good Bye Streptococcus) oleh Dr. Dangor (Afrika Selatan), Maternal Vaccination For Prevention Of Pertussis oleh Prof. Edwards (USA), Prevention of RSV Progress Toward Prevention oleh Prof. Pollack (Argentina) dan Prevention Of Pneumonia Mortality In Children oleh Prof. Klugman (USA). Intinya adalah bahwa pneumonia atau radang paru-paru adalah penyebab kematian utama pada anak, terutama di India, Nigeria, Pakistan, Ethiopia dan Kongo. Bahkan koinsidensi atau bersama diare, pneumonia menjadi penyebab utama kematian bayi secara global. Bakteri penyebab utama pneumonia adalah pneumokokus dan di India telah terjadi peningkatan resistensi antibiotika, sehingga meskipun kejadian campak sudah turun 85%, AIDS turun 61%, tetanus 53% dan malaria 56%, tetapi pneumonia hanya turun sangat sedikit. Penyebab kematian anak yg sebenarnya dapat dicegah dengan imunisasi adalah pneumonia, rotavirus, dan Hib yang mencakup total 16% kasus. Sayang sekali, saat ini di India, Indonesia dan Cina belum memberikan imunisasi PCV untuk mencegah pneumonia secara rutin, sehingga penurunan kejadian pneumonia belum terlalu turun secara global.

Menjelang acara penutupan konggres, kami berjalan kaki 3 blok lagi untuk mencapai Stasiun Estacio. Dengan naik Metro Rio L1, yang berangkat dari Stasiun Uruguai menuju Botafogo dan tiket seharga R$ 3,5 yang dibeli tunai di loket, kami turun di Stasiun Praca Onze untuk berjalan kaki 3 blok melihat Sambodromo. Sambadrome Marques de Sapucai (Passarela Profesor Darcy Ribeiro atau Sambodromo dalam bahasa Portugis) atau hanya Sambadrome merupakan daerah parade yang dibangun di pusat kota Rio de Janeiro, untuk tujuan sekolah samba dan parade kompetitif setiap tahun, selama berlangsungnya Karnaval Rio. Parade atau karnaval ini menarik ribuan warga Brasil dan wisatawan asing setiap tahun.


Sambadrome (“Sambodromo” dalam bahasa Portugis) dirancang oleh Oscar Niemeyer dan dibangun pada tahun 1984, yang berupa bentangan jalan Marques de Sapucai sepanjang 700 m yang diubah menjadi tanah parade permanen dengan bangku dibangun di kedua sisi jalan untuk duduk penonton, dengan kapasitas 90.000 kursi. Komplek ini mencakup sebuah kawasan yang berawal dari ujung rute pawai di Praça da Apoteose (Lapangan Apotheosis) dekat favela Morro da Mineira. Pembukaan kembali terjadi pada tanggal 7 Februari 2012, yang dihadiri oleh Walikota Eduardo Paes dan arsitek Oscar Niemeyer. Setiap sekolah samba memiliki waktu sekitar 90 menit untuk berparade dari satu ujung Sambadrome ke yang lain dengan melibatkan ribuan penari serta pemusik. Pada hari Rabu Abu (quarta-feira de cinzas) dalam tradisi Katolik, nilai yuri dikumpulkan dan satu dinyatakan sebagai pemenang. Parade of Champions diadakan Sabtu berikutnya dengan menampilkan 5 sekolah samba pemenang. Pada tahun 2008, harga tiket masuk berkisar antara R$ 10 – R$ 500 (US $ 6,50 menjadi US $ 312,50).

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Sambadrome (“Sambodromo” dalam bahasa Portugis) dirancang oleh Oscar Niemeyer
dan dibangun pada tahun 1984,

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Merasakan sensasi Parade samba Carnaval Rio de Janeiro, di Sambadrome saat hujan gerimis.

Parade samba Carnaval Rio de Janeiro yang terdekat akan diadakan pada hari Jumat dan Sabtu, 5 dan 6 Februari 2016. Final grand Samba Parade 2016 akan diadakan pada hari Minggu dan Senin malam, 7 dan 8 Februari 2016 dan enam sekolah samba terbaik akan parade sekali lagi pada hari Sabtu, 13 Februari 2016. Untuk penyelenggaraan Olimpiade 2016, tempat tersebut akan menjadi arena cabang memanah, atletik, dan maraton. Dalam persiapan untuk Olimpiade 2016, pabrik tua Brahma di dekatnya dihancurkan dan bangku-bangku tambahan dibangun di sana untuk meningkatkan kapasitas penonton menjadi sekitar 18.000 kursi, dengan desain simetris. Di luar musim Karnaval, Apotheosis Square kadang-kadang digunakan sebagai tempat konser musik skala besar. Artis yang telah tampil di Apotheosis Square Sambadrome termasuk Diante Trono, Eric Clapton, Supertramp, Black Eyed Peas, Pearl Jam, Elton John, Coldplay, Whitney Houston, Avril Lavigne, Britney Spears, Iron Maiden, Radiohead, Hillsong Jonas, Nirvana, A-ha, Janet Jackson, Bon Jovi, David Bowie dan Rolling Stones.

Sayang sekali, kami sampai di Sambodromo saat hujan gerimis turun, sehingga kami hanya dapat berfoto sebentar sekali dan mencoba merasakan aura meriah karnaval samba ataupun konser musik skala besar, untuk melanjutkan perjalanan. Dengan naik Metro Rio L1, yang berangkat dari Stasiun Uruguai menuju Botafogo, kami naik di Stasiun Praca Onze meliwati Stasiun Central, Presidente da Vargas, Uruguaiana, Carioca, dan turun di Cinelandia, untuk melihat Teatro Municipal. Teatro Municipal Rio de Janeiro terletak di Central Avenue Cinelandia (Praça Marechal Floriano), sekarang disebut Rio Branco Road, di pusat kota Rio de Janeiro, dan dibangun sekitar tahun 1909. The Theatro Municipal (Municipal Theatre) dianggap sebagai salah satu gedung seni yang paling indah dan bioskop terpenting di Brasil. Bangunan ini dirancang dengan gaya eklektik, terinspirasi oleh Paris Opéra Charles Garnier. Dinding luar bertuliskan nama-nama klasik seniman Eurocentric dan Brasil. Gedung ini berseberangan dengan Perpustakaan Nasional dan Museum Seni Rupa, serta menghadap Cinelandia Square yang luas. Pada paruh kedua abad kesembilan belas, kegiatan teater sangat intens di Rio de Janeiro, sebagai ibu kota negara. Setelah Proklamasi Republik Brasil tahun 1889, tepatnya pada tahun 1894 penulis drama Arthur Azevedo meluncurkan kampanye untuk membangun sebuah gedung teater baru di sepanjang garis Comédie Française. Pada saat Walikota Pereira Passos tahun 1903 membuka Avenue Central (Sekarang Avenida Rio Branco), muncul gagasan dari Francisco de Oliveira Passos (anak dan kemudian menjadi walikota) bekerjasama dengan Albert Guilbert dan desain gedung terinspirasi oleh Paris Opera. Pembangunan dimulai pada tahun 1905 di atas dasar 1.180 buah tiang kayu di dalam tanah. Untuk menghias bangunan, pelukis dan pematung Brasil dilibatkan, seperti Eliseu Visconti, Rodolfo Amoedo dan Bernardelli. Akhirnya, empat setengah tahun kemudian pada 14 Juli 1909, Presiden Nilo Peçanha meresmikan Theatro Municipal do Rio de Janeiro, yang memiliki kapasitas 1.739 pemirsa. Kemudian walikota Serzedelo Correa pada tahun 1934 melakukan beberapa modifikasi, termasuk interior teater yang mewah dengan patung-patung buatan Henrique Bernardelli, lukisan oleh Rodolfo Amoedo, tirai penutup megah karya Eliseu Visconti, dilengkapi Restoran Assírius di ruang bawah tanah yang aneh, dengan dekorasi Asyur yang mengesankan, dan sejak saat itu gedung ini memiliki jumlah 2.361 kursi penonton. Pada tahun 1931, Symphonic Orchestra Kota Rio de Janeiro diciptakan dan melibatkan aktor seperti Arturo Toscanini, Sarah Bernhardt, Bidu Sayao, Cheryl Studer, Eliane Coelho, Heitor Villa-Lobos, Igor Stravinsky, Paul Hindemith dan Alexander Brailowsky. Pada masa kejayaan awal, gedung ini menampilkan hanya opera asing dan acara simfoni orkestra, terutama dari Italia dan Perancis.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Theatro Municipal, gedung konser ini memiliki 2.361 kursi penonton

Bandara

Gerbang terminal 1 Aeroporto Internacional Tom Jobim (Galeão) Rio de Janeiro

Saat ini Theatro Municipal sebagian besar digunakan untuk pertunjukkan balet dan musik klasik. Kami sempatkan mampir dan mengagumi keindahannya, sebelum kembali ke hotel dalam jalan kaki cepat karena gerimis melewati 2 blok. Malam itu kami di kamar 104 Hotel Atlântico Business Rua Senador Dantas, 25 – Centro, Rio de Janeiro – RJ, 20031-202, Brasil berkemas untuk persiapan kembali ke Indonesia. Perjalanan ke Aeroporto Internacional Tom Jobim (Galeão) Rio de Janeiro, akan kami lakukan pada Sabtu, 21 November 2015 menjelang tengah malam.

Sekian

bersambung dengan petualangan di London, Inggris, sebalum pulang ke Indoensia 

baca juga : https://dokterwikan.com/2018/05/28/2015-london/

20151118225148

*) pelancong Jawa berdana cekak

Ditulis di ruang tunggu Aeroporto Internacional Tom Jobim (Galeão) Rio de Janeiro

Kamis, 19 November 2015

Categories
anak dokter Healthy Life Jalan-jalan

2015 LONDON

SEKAJAP  DI  LONDON
fx. wikan indrarto*)

Setelah mengikuti ‘the 9th World Congress on Pediatric Infectious Diseases’ 2015 di Rio de Janeiro, Brazil, kami segera pulang ke Indonesia. Perjalanan pulang dimulai dari Hotel Atlântico Business Rua Senador Dantas, 25 – Centro, Rio de Janeiro – RJ, 20031-202, Brasil menggunakan taksi kuning beragometer dengan tarif R$ 46 Sabtu malam 22 November 2015. Kami naik pesawat British Airways BA 248 Boeing 777-200 dari Aeroporto Internacional Tom Jobim (Galeão) Rio de Janeiro terminal 1, berangkat pk. 00.05 dini hari dan sampai di London Heathrow International Airport terminal 5, Minggu, 23 November 2015 pk. 13.25 dengan lama terbang 11.20 jam.

Bandara Heathrow

Heathrow adalah bandar udara tersibuk di dunia dalam hal lalu lintas penerbangan internasional.

Heathrow1

Bergaya di ruang tunggu London Heathrow International Airport terminal 5

London merupakan pusat transportasi udara internasional dengan kawasan udara kota yang terbesar di dunia. Delapan bandar udara menggunakan kata London dalam penamaannya, namun hanya enam dari bandara-bandara tersebut yang disinggahi oleh kebanyakan lalu lintas udara. Bandar Udara International London Heathrow di Hillington, London Barat, merupakan bandar udara tersibuk di dunia menurut lalu lintas penumpang internasional, dan juga merupakan persinggahan utama dari maskapai penerbangan nasional Britania Raya, British Airways. Pada bulan Maret 2008, terminal kelima dari bandar udara ini dibuka. Ada rencana untuk membangun landasan pacu ketiga dan terminal keenam namun rencana ini dibatalkan oleh Pemerintah Koalisi pada tanggal 12 Mei 2010. Pada bulan Mei 2011, sistem angkutan cepat dibuka di Heathrow untuk menghubungkan bandara dengan tempat parkir yang berada di dekatnya. Lalu lintas penerbangan internasional serta penerbangan lokal yang bertarif rendah juga dikelola oleh Bandar Udara London Gatwick, yang terletak di West Sussex, London Selatan.

Kami mencoba peruntungan di konter imigrasi, saat mengisi waktu transit ke Singapura. Untunglah nasib kami baik, meskipun tidak punya visa Inggris, dengan wajah kami yang memelas akhirnya kami diijinkan oleh petugas imigrasi, untuk masuk Inggirs dan dapat menginap di London 1 hari, guna jalan-jalan di dalam kota (city tour). Segera kami melakukan penjadwalan ulang tiket kami di konter British Airways, agar dapat ikut penerbangan hari berikutnya. Untunglah semua petugas baik hati, termasuk menguruskan bagasi yang sudah di dalam perut pesawat, sehingga kami tenang untuk segera membeli tiket Underground atau Tube, kereta bawah tanah tertua di dunia, menuju ke pusat kota London.

Heathrow2

Ruang kedatangan penumpang di London Heathrow International Airport terminal 5

Ho3dZwKH

Siap-siap masuk ke kota London, setelah bebas dari pemeriksaan imigrasi

London adalah ibu kota Inggris dan Britania Raya, merupakan wilayah metropolitan terbesar di Britania Raya dan juga zona perkotaan terbesar di Uni Eropa menurut luas wilayah. Berlokasi di sepanjang Sungai Thames, London telah menjadi permukiman utama selama dua milenium sejak didirikan oleh bangsa Romawi pada abad ke-1 dengan nama Londinium. Inti dari London kuno, yaitu City of London, sebagian besar masih tetap mempertahankan batas-batas abad pertengahannya. Sejak abad ke-19, nama London juga digunakan untuk menyebut kota metropolitan yang berkembang di sekitar wilayah inti ini. London adalah kota global terkemuka yang unggul dalam bidang seni, bisnis, pendidikan, hiburan, mode, keuangan, kesehatan, media, layanan profesional, penelitian dan pengembangan, pariwisata, serta transportasi. London, bersama dengan New York City, merupakan pusat keuangan terkemuka di dunia, dan menjadi kota dengan PDB terbesar kelima di dunia, atau yang tertinggi di Eropa. Kota ini juga dikatakan sebagai pusat kebudayaan dunia. London bahkan menjadi kota yang paling sering dikunjungi, dan tercatat sebagai kota dengan bandar udara tersibuk di dunia berdasarkan lalu lintas penumpang internasional. Terdapat 43 universitas di London membentuk konsentrasi pendidikan tinggi terbesar di Eropa. Pada tahun 2012, London menjadi kota pertama yang telah menjadi tuan rumah penyelenggara Olimpiade Musim Panas modern sebanyak tiga kali.

VI6kE9rJ

Petualangan dimulai dari terminal 5 London Heathrow International Airport

sfaNQvuo

Naik Underground Piccadily Line menuju Cockfosters turun di Piccadilly Circus

Petualangan kami di London dimulai dari terminal 5 Heathrow International Airport, Minggu, 23 November 2015 sore saat kami naik Underground Piccadily Line menuju Cockfosters bertarif £ 6, untuk turun di Piccadilly Circus. Kami melewati Heathrow terminal 1, 2 & 3, Hatton Cross Hounslow West, Central, East, Osterley, Boston Manor, Northfields, South Ealing, Acton Town, Turnham Green, Stamford Brook, Ravenscourt Park, Hammersmith, Barons Court, Earls Court, Gloucaster Road, South Kensington, Knightsbridge, Hide Park Corner dan Green Park. Penduduk London terdiri dari beragam masyarakat dan budaya dengan lebih dari 300 bahasa dituturkan oleh berbagai etnis. Pada bulan Maret 2011, London tercatat berpenduduk sebanyak 8.174.100 jiwa, atau sekitar 12,5% dari populasi Britania Raya secara keseluruhan. Hal ini menjadikan London sebagai kota terbesar di Uni Eropa menurut jumlah populasi juga menjadi kawasan urban terbesar kedua (setelah Paris) di Uni Eropa dengan jumlah penduduk 8.278.251 jiwa, sedangkan kawasan metropolitan London adalah yang terbesar di Uni Eropa dengan populasinya yang diperkirakan mencapai 12 hingga 14 juta jiwa. Sebelumnya, London juga pernah menjadi kota dengan populasi terbesar di dunia pada periode 1831-1925.

Populasi seperti itulah, sangat elite, santun, rapi dan berbeda jauh dengan warga Rio de Janeiro, Brasil yang kami temui di dalam gerbong Underground Piccadilly Line dan di stasiun Piccadilly Circus, saat kami turun dari Tube. Kami dibantu oleh petugas di konter Tube dan peta yang terpasang di berbagai sudut jalan untuk menuju The Z Hotel Soho, 17 Moor Street, West End Soho, London, UK, W1D 5AP. Di sekitar stasiun itu suasananya sangat ramai dengan para wisatawan yang berjalan santai dalam dingin malam sekitar 7 derajad. Kami segera mampir untuk makan malam menu soto Lamongan di Nusadua Resto, dengan alamat 118-120 Shaftesbury Avenue London W1D5EP dan kami memilih menu Indonesia, karena harganya paling terjangkau, hanya £5. Malam itu kami segera masuk ke kamar 213 The Z Hotel Soho, untuk menghindari dingin yang menggit sampai ke tulang kami, karena kami tidak mengira dan hanya menyiapkan bekal untuk melawan suhu panas yang sampai 34 derajad di Rio de Janeiro, Brasil. Malam itu kami tidur nyenyak, setelah menyiapkan peta jalan ke situs warisan dunia menurut UNESCO di London.

XGeJokwm

Kedinginan di red box depan The Z Hotel Soho London

07mwTJkY

The Z Hotel Soho, 17 Moor Street, West End Soho, London, UK, 

Kami memulai jalan-jalan di kota London, Inggris dari kamar 203 The Z Hotel Soho, 17 Moor Street, West End Soho, London, UK, W1D 5AP, Senin 23 November 2015 dalam pagi yang dingin menggigit tulang. Kami berjalan kaki ke timur di Moor St menuju ke Romilly St sejauh 102 kaki, terus berbelok ke kanan ke Charing Cross Rd/A400 untuk mencapai Stasiun Leicester Square. Kemudian kami naik kereta api bawah tanah Northern Line melewati stasiun Charing Cross dan turun di Embankment bertarif £ 4,8. London Underground, kereta api bawah tanah atau yang lebih dikenal dengan sebutan “Tube”, merupakan sistem transportasi massal kereta listrik bawah tanah yang tertua, dan yang kedua terpanjang di dunia. Sejak mulai beroperasi pada tahun 1863, sistem ini telah melayani 270 stasiun. Lebih dari tiga juta perjalanan dilakukan setiap hari melintasi rangkaian rel bawah tanah London, dengan kata lain lebih dari 1 miliar penumpang pertahunnya. London juga dipuji sebagai kota besar yang memiliki transportasi umum terbaik. Di Stasiun Subway Embankment kami turun dan berganti naik Tube District Line menuju Upminster, selama 11 menit melewati, Temple, Blackfriars, Mansion House, Cannon Street, Monument, dan turun di Tower Hill, lalu Berjalan sekitar 5 menit sejauh 0,3 mil untuk menuju ke Menara London.

kZT4nNKg

Populasi yang elite, santun, dan rapi kami temui di dalam gerbong Underground Piccadilly Line

NhemlLfA

Bangsa Romawi yang mendirikan Londinium, cikal bakal London

Sejak tahun 1899, secara umum dipercaya bahwa nama London berasal dari bahasa Kelt yang bermakna tempat milik orang bernama Londinos. Pada tahun 1998, Richard Coates mengemukakan teorinya bahwa nama London berasal dari sebuah kata dalam bahasa Eropa Lama pra-Kelt yaitu (p)lowonida yang berarti ‘sungai yang terlalu luas untuk diarungi’. Coates berpendapat bahwa nama ini ditujukan untuk menyebut Sungai Thames yang mengalir melintasi London. Dari kata ini, permukiman ini mendapat nama dari bahasa Kelt, yaitu Lowonidonjon. Setelah jatuhnya kekuasaan Romawi pada awal abad ke-5, London menjadi terabaikan. Namun, mulai abad ke-6, sebuah permukiman Anglo-Saxon yang dikenal dengan nama Lundenwic berkembang di sebelah barat kota Romawi yang lama, di lokasi yang saat ini dikenal dengan Covent Garden dan Strand, dan didiami oleh sekitar 10.000–12.000 jiwa. Pada abad ke-9, London berulang kali diserang oleh bangsa Viking sehingga kota itu terpaksa dipindahkan kembali ke kota Londinium Romawi.

Setelah penyatuan Inggris pada abad ke-10, London yang telah menjadi kota terbesar dan pusat perdagangan terpenting di Inggris juga bangkit menjadi pusat politik, meskipun masih harus bersaing dengan Winchester, yang pada saat itu merupakan ibu kota Inggris. Hingga tahun 1889, nama “London” hanya ditujukan untuk menyebut City of London, namun semenjak itu pula nama ini turut digunakan untuk menyebut Country of London, dan saat ini dipergunakan untuk menyebut London Raya secara keseluruhan. Pada tahun 1066 Raja William membangun Menara London yang merupakan pembangunan pertama dari sejumlah besar kastil Norman di Inggris, yang dibangun dengan menggunakan batu. Menara London yang kami kunjungi pagi itu, dilengkapi dengan Jembatan Menara yang dibangun 800 tahun setelahnya, untuk menyeberang Sungai Thames. Jembatan Menara atau Tower Bridge karya arsitek Horace Jones dan John Wolfe Barry ini selesai dibangun pada tahun 1894, merupakan salah satu ikon penting Kota London, dan sering disebut jembatan paling populer di dunia.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

‘sungai yang terlalu luas untuk diarungi’ Sungai Thames yang mengalir melintasi London

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Jembatan Menara dibangun pada tahun 1894 sering disebut jembatan paling populer di dunia.

Setelah itu, kami kembali ke Subway Station, naik Tube Circle Line dari Tower Hill menuju Westminster, selama 13 menit melewati Monument, Cannon Street, Mansion House, Blackfriars, Temple, dan Embankment tempat kami naik Distric Line sebelumnya. Dari Westminster Tube Station kami berjalan ke arah timur di Bridge St/A302 menuju ke Victoria Embankment/A3211, berjalan 213 kaki belok kiri ke Victoria Embankment/A3211, untuk mencapai Westminster Pier tempat terdekat untuk melihat Mata London. Mata London atau London Eye yang sering disebut juga Millennium Wheel adalah sebuah roda pengamatan yang terbesar di dunia setinggi 135 meter atau 443 kaki. London Eye berputar di atas Sungai Thames, London, dan mulai beroperasi pada akhir 1999. London Eye dirancang oleh arsitek David Marks dan Julia Barfield dengan 32 buah kapsul pengamatan tertutup yang ber-Air Conditioner di sisi luar lingkarannya. London Eye berputar dengan kecepatan 0,26 meter/detik dan satu kali keliling memakan waktu sekitar 30 menit atau setengah jam. The Eye, sebutan untuk London Eye, diresmikan oleh Perdana Menteri Inggris Tony Blair pada 31 Desember 1999, namun baru dibuka untuk publik pada Maret 2000 karena masalah teknis. London Eye dioperasikan oleh Tussauds Group dan disponsori British Airways yang menggunakan istilah fly dan flight untuk menggambarkan perjalanan di London Eye. Seiring berjalannya waktu, London Eye menjadi objek pariwisata yang terkenal dan menjadi ikon London. Warga London pun menyambut hangat London Eye, lebih hangat dari sambutan terhadap Millennium Dome, dan sampai Juli 2002, sebanyak 8,5 juta orang telah “terbang” di London Eye.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

The Eye, sebutan untuk London Eye, diresmikan oleh Perdana Menteri Inggris Tony Blair pada 31 Desember 1999

SAMSUNG CAMERA PICTURES

London Eye atau Millennium Wheel adalah sebuah roda pengamatan yang terbesar di dunia berputar di atas Sungai Thames, London,

Dari Westminster Pier kami berbalik arah untuk menuju ke Derby Gate sejauh 0,1 mil, kemudian belok kanan ke Bridge St/A302 sejauh 131 kaki untuk mencapai Big Ben dengan memotong Westminster Bridge. Big Ben adalah nama sebuah menara jam yang terletak di Istana Westminster. Secara resmi menara ini diberi nama Elizabeth Tower, bertepatan dengan pesta 60 tahun Ratu Elizabeth II memimpin Britania Raya dan Wilayah Persemakmuran. Big Ben selesai dibangun pada tahun 1858, dan pada tanggal 31 Mei 2009 menara ini tepat berusia 150 tahun. Menara ini dibangun sebagai bagian dari rencana pembangunan istana baru oleh Charles Barry, setelah Istana Westminster yang lama telah hancur akibat kebakaran pada 22 Oktober 1834. Menara ini tingginya 96.3 meter dan dibangun dengan gaya Gothik Victoria. Dinding setinggi 61 meter di bawah jam terbuat dari bata yang dilapisi oleh batu, sedangkan puncak menara ditopang dengan rangka besi yang dibuat dari besi leleh. Menara ini dibangun di atas tanah berukuran 15 meter kali 15 meter, fondasi terbuat dari beton setebal 3 meter, pada kedalaman 4 meter di bawah permukaan. Semua sisi jam tingginya 55 meter dari atas tanah.

Big Ben

Big Ben atau Elizabeth Tower tingginya 96.3 meter. Dinding setinggi 61 meter di bawah jam terbuat dari bata yang dilapisi oleh batu

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Big Ben atau Elizabeth Tower adalah nama sebuah menara jam yang terletak di Istana Westminster.

Jam ini terkenal karena ketepatannya. Pendesainnya adalah seorang pengacara dan horologis amatir Edmund Beckett Denison dan George Airy, seorang Astronom Kerajaan Inggris. Jam ini dibuat oleh Edward John Dent, yang menyelesaikannya pada tahun 1854, namun menara Big Ben belum selesai saat itu, sehingga baru dipasang tahun 1859, bersamaan dengan lonceng Big Ben yang didesain oleh Augustus Pugin. Jam ini diletakan pada sebuah kerangka besi berukuran 7 meter, ditopang dengan 312 kepingan kaca opal, sehingga mirip seperti jendela berwarna. Jarum pendek untuk jam memiliki panjang 2.7 meter dan jarum panjang untuk menit memiliki panjang 4.3 meter.

Loncengnya dilapisi seluruhnya dengan emas. Pada bagian bawah jam, di setiap sisi jam, terdapat tulisan: DOMINE SALVAM FAC REGINAM NOSTRAM VICTORIAM PRIMAM atau Oh Tuhan, lindungi Ratu Victoria yang Pertama. Ketika terjadi ‘Blitz London’ dalam Perang Dunia II, Istana Westminster sempat dibom oleh Jerman pada 10 Mei 1941, dan sebuah bom menghancurkan 2 dari 4 muka jam, sebagian dari atap menara dan ruangan dewan rakyat. Arsitek Sir Giles Gilbert Scott merancang lagi dan jam ini tetap masih berjalan baik, walaupun serangkaian serangan bom besar terus terjadi dan berlangsung sampai Blitz berakhir.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Lonceng pada Big Bed dilapisi seluruhnya dengan emas.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Red Box, Bis tingkat warna merah, Big Ben dan wanita rapi, ciri khas London.

Dari Big Ben kami melanjutkan perjalanan ke selatan mencapai Parliament Square sejauh 384 kaki atau 2 menit berjalan kaki. Selanjutnya kami berbelok ke kiri melewati St. Margaret’s Church, sejauh 299 kaki atau 1,5 menit untuk mencapai Westminster Abbey. Pada abad ke-11, Raja Edward membangun Westminster Abbey dan Westminster, sebuah kawasan kediaman kerajaan yang terletak tidak jauh ke hulu sungai Thames di pusat kota London. Westminster Abbey adalah sebuah situs warisan dunia dan salah satu bangunan tertua dan paling penting di London sampai tahun 1749. Setelah kemenangannya dalam Pertempuran Hastings, Guillaume sang Penakluk, dimahkotakan sebagai Raja Inggris di Westminster Abbey yang baru saja selesai dibangun pada Hari Natal 1066. Pada 1097, William II memulai pembangunan Westminster Hall, berdekatan dengan lokasi Westminster Abbey. Bangunan ini selanjutnya menjadi dasar bagi terbentuknya Istana Westminster yang baru.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Patung Perdana Menteri Inggris Winston Churcill seukuran sebenarannya di Parliament Square

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Westminster Abbey adalah sebuah situs warisan dunia dan salah satu bangunan tertua dan paling penting di London sampai tahun 1749.

Dari Westminster Abbey kami berjalan kaki lagi sekitar 4 menit atau sejauh 0,2 mil untuk mengagumi patung seukuran sebenarnya Presiden Amerika Serikat Abraham Lincoln dan Perdana Menteri Inggris Winston Churcill. Kemudian kami ikut antri berfoto dengan banyak wisatawan lain, dari seberang Parliament Square. Dari posisi itu, 4 buah ikon London sangat fantastis diabadikan, yaitu Red Box atau kotak telephon umum berwarna merah, Big ben yang menjulang di sisi Istana Westminster, taxi hitam, dan bis tingkat warna merah yang sering berhenti, karena lampu merah. Jaringan bis kota warna merah di London adalah salah satu jaringan yang terbesar di dunia, yang beroperasi selama 24 jam sehari, dengan lebih dari 8.000 armada bus, 700 rute, dan lebih dari 6 juta penumpang setiap hari kerja. Pada tahun 2003, jaringan bus ini mencatat sekitar 1,5 miliar penumpang dalam setahun, lebih banyak dari penumpang yang berhasil diangkut oleh London Undergroud. Cukup lama kami menantikan kesempatan emas dalam berfoto secara bergantian dengan para wisatawan lain, dan selanjutnya kami masuk Westminster Subway Station, untuk kembali ke bandara karena takut kehabisan waktu dan bekal dana.

Kami naik Circle Line melewati Monument, Cannon Street, Mansion House, Blackfriars, Temple, Embankment, Westminster, St. James’s Park, Victoria, Sloane Square, South Kensington, dan di Gloucester Road kami berganti Piccadilly Line. Dari Gloucester Road, kami naik Underground Piccadily Line melewati Earls Court, Barons Court, Hammersmith, Ravenscourt Park, Stamford Brook, Turnham Green, Acton Town, South Ealing, Northfields, Boston Manor, Osterley, Hounslow East Heathrow, Central, Hounslow West, dan turun di Hatton Cross, untuk berganti Piccadilly Line ke bandara Heathrow terminal 5, karena Piccadilly Line yang kami tumpangi hanya sampai terminal 4.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Red Box, dan Big Ben, ciri khas London yang ikonik, dalam Hari Batik International

A380

Bukan di dalam Batik Air, tetapi batik di dalam pesawat terbesar di dunia Airbus A380 milik British Airways, enjoy the luxury and the space

Setelah sampai di terminal 5 bandara Heathrow, kami langsung masuk ke ruang tunggu penumpang, tanpa melewati konter imigrasi. Sambil makan siang seadanya di kantin, kami baca ulang tulisan di boarding pass, yaitu Mon 23 Nov BA 11, London Heathrow terminal 5, 19.05. Changi Singapore Terminal 1, Tue 24 Nov, 15.55, duration 12.50, Airbus A380-800. Pesawat terbang Airbus A380 yang diproduksi oleh Airbus S.A.S adalah sebuah pesawat berbadan lebar dua tingkat, dengan empat mesin yang mampu memuat 850 penumpang dalam konfigurasi satu kelas atau 555 penumpang dalam konfigurasi tiga kelas. Pesawat ini melaksanakan penerbangan perdana pada 27 April 2005 dan telah memulai penerbangan komersial pada akhir tahun 2007 setelah ditunda beberapa kali.

Pesawat ini juga merupakan pesawat komersial (pesawat penumpang) terbesar yang pernah dibuat, sehingga dijuluki Superjumbo. Setelah mulai beroperasi, pesawat ini menjadi pesawat super jumbo-jet pertama yang mempuyai ‘double-deck’ penuh tidak seperti competitor pertamanya Boeing 747, yang lantai 2 hanya terdapat di bagian depan cabin. Walaupun pesawat ini mempunyai ukuran yang sangat besar, A380 mengadopsi desain airliner konvensional dengan bodi pesawat silinder yang lebih lebar dari Boeing 747. A380 memakai sayap yang dipasang rendah pada bodinya dengan 4 mesin di sepanjang bentangan sayapnya. Roda pendaratannya terdiri dari 22 roda sehingga beban pada setiap roda sama dengan pada Boeing 747 dan 777. Pesawat ini mempunyai empat mesin buatan Rolls-Royce Trent-900 yang mampu memberikan daya dorong 36.280 kg atau empat mesin kipas turbo Engine Alliance GP 7200 (sebuah perusahaan patungan General Electric dengan Pratt & Whitney), dengan daya dorong 37.003 kg. Sungguh sebuah keajaiban teknologi dirgantara yang sangat menarik untuk kami coba, yang akan mengantar kami pulang ke Indonesia melalui Singapura.

Di terminal 1 Changi Singapore Airport, kami dijemput oleh Ibu Migdiawan, isteri Kol. Pnb. Migdiawan Atase Pertahanan KBRI (Indonesia) di Singapura, untuk menginap semalam di rumah dinasnya. Terima kasih atas semua bantuan dan perhatian dari siapapun, sehingga perjalanan separuh belahan bumi ini, yaitu ke Rio de Janeiro, London dan Singapura, dapat terlaksana dengan luar biasa. Sampai ketemu dalam petualangan selanjutnya.

Ikut pak Jokowi

sekian

*) pelancong Jawa berdana cekak

Rabu, 16 Desember 2015.

Categories
dokter Healthy Life Jalan-jalan vaksinasi

2018 HAPUS TIFUS

Hasil gambar untuk tifus pada anak

HAPUS TIFUS

fx. wikan indrarto*)

Pada akhir Desember 2017, WHO melakukan prakualifikasi vaksin konjugasi pertama untuk tifus, Bharat Biotech’s Typbar-TCV®. Vaksin konjugasi tifus (TCVs) dibandingkan vaksin yang lebih dulu tersedia, adalah produk inovatif yang memiliki kekebalan lebih tahan lama, memerlukan lebih sedikit dosis, dan dapat diberikan kepada anak melalui program imunisasi rutin anak. Fakta bahwa vaksin tersebut telah didahulukan oleh WHO berarti memenuhi standar kualitas, keamanan dan kemanjuran yang dapat diterima. Hal ini membuat vaksin tersebut layak untuk diadakan oleh badan-badan PBB, seperti UNICEF, dan Gavi, the Vaccine Alliance. Apa yang harus dilakukan?

 

Hasil gambar untuk tifus pada anak

Tifus, yang juga dikenal sebagai demam tifoid, adalah penyakit multisistemik yang berpotensi fatal, yang terutama disebabkan oleh bakteri Salmonella enterica, subspesies enterica serovarian typhi. Perkiraan global tentang beban tifus berkisar antara 11 dan 20 juta kasus. Selain itu, juga dapat menyebabkan sekitar 128.000 – 161.000 kasus kematian tifus setiap tahunnya, terutama pada anak. Masyarakat miskin dan kelompok rentan, seperti anak dengan gizi kurang, seringkali yang paling rentan.

Manifestasi tifus sangat luas, sehingga menjadikan penyakit ini memiliki tantangan diagnostik sejati (a true diagnostic challenge). Kriteria standar untuk diagnosis tifus sejak lama adalah isolasi bakteri dengan pemeriksaan biakan atau kultur, yang secara luas dianggap 100% spesifik. Kultur aspirasi sumsum tulang adalah 90% sensitif sampai setidaknya 5 hari setelah dimulainya antibiotik. Namun demikian, teknik pemeriksaan ini sangat menyakitkan bagi pasien, sehingga mungkin lebih besar kerugian daripada manfaatnya. Kultur dengan bahan darah, sekresi usus (muntahan atau aspirasi duodenum), dan tinja akan positif untuk bakteri S typhi pada sekitar 85% pasien tifus pada minggu pertama demam dan akan menurun sampai 20% dalam perjalanan demam selanjutnya.

 

Hasil gambar untuk tifus pada anak

 

Secara khusus, kultur tinja mungkin positif untuk S typhi beberapa hari setelah menelan bakteri, sebagai akibat pembengkakan sel dendritik intraluminal dalam usus. Pada minggu berikutnya, hasil kultur tinja positif karena bakteri ditumpahkan ke dalam usus melalui kantong empedu. Beberapa (tiga atau lebih) pemeriksaan kultur darah  akan menghasilkan sensitivitas 73% Kultur darah dengan gumpalan darah volume besar (10-30 mL) dapat meningkatkan kemungkinan pendeteksian bakteri. Kultur feses saja menghasilkan sensitivitas kurang dari 50%, dan kultur urin saja bahkan kurang sensitif.

 

Hasil gambar untuk tifus pada anak

 

Pedoman terbaru untuk pengobatan tifus di Asia Selatan diterbitkan oleh ‘Indian Association of Pediatrics’ (IAP) pada bulan Oktober 2016. Untuk pengobatan empiris tifus yang tidak berat, IAP merekomendasikan sefiksim dan, sebagai obat lini kedua adalah azitromisin. Untuk tifus yang berat, direkomendasikan ceftriaxone. Aztreonam dan imipenem adalah obat lini kedua untuk kasus yang berat. Rekomendasi IAP berlaku untuk pengobatan empiris tifus pada pasien dewasa dan anak. Oleh karena itu, untuk strain yang berasal dari luar Asia Selatan dan Asia Tenggara, rekomendasi WHO mungkin masih berlaku, bahwa tifus yang tidak berat harus diobat secara empiris dengan ciprofloxacin oral dan tifus yang berat harus diberikan ciprofloxacin intravena.

 

Hasil gambar untuk tifus pada anak

Pada bulan Oktober 2017, Strategic Advisory Group of Experts (SAGE) tentang imunisasi,  merekomendasikan TCV untuk penggunaan rutin pada anak di atas usia 6 bulan di negara-negara endemik tifoid atau tifus, seperti Indonesia. SAGE juga meminta pengenalan TCV untuk diprioritaskan pada negara-negara dengan tingkat penyakit tifus tertinggi atau telah terjadi resistensi antibiotik terhadap Salmonella Typhi, bakteri yang menyebabkan penyakit tifus. Penggunaan vaksin juga harus membantu mengurangi penggunaan antibiotik untuk pengobatan yang diduga tifus atau demam tifoid, dan dengan demikian membantu memperlambat peningkatan resistensi antibiotik atas Salmonella Typhi yang mengkhawatirkan.

 

Hasil gambar untuk tifus pada anak

Tak lama setelah rekomendasi SAGE, Gavi Board menyetujui pendanaan US $ 85 juta untuk pembelian TCV mulai tahun 2019. Prakualifikasi oleh karena itu merupakan langkah penting yang perlu dilakukan agar TCV tersedia bagi negara berpenghasilan rendah, di tempat yang paling mereka butuhkan. Dan bahkan di negara-negara yang tidak didukung Gavi, prakualifikasi dapat membantu memperlancar perizinan.

Prakualifikasi WHO membantu memastikan bahwa vaksin yang digunakan dalam program imunisasi adalah aman, efektif, dan tepat untuk kebutuhan negara. Prosedur prakualifikasi WHO terdiri dari penilaian yang transparan dan masuk akal secara ilmiah yang mencakup peninjauan kembali atas bukti (reviewing the evidence), menguji konsistensi setiap lot pada produksi vaksin, dan mengunjungi lokasi pabrik pembuatannya.

Bagi jutaan orang yang tinggal di negara berpenghasilan rendah dan menengah, tifus adalah penyakit yang selalu ada dan mengancam. Urbanisasi dan perubahan iklim berpotensi meningkatkan beban global tifus. Selain itu, meningkatnya resistensi terhadap pengobatan antibiotik membuat lebih mudah tifus menyebar melalui populasi yang padat di perkotaan, apalagi dengan sistem air dan sanitasi yang tidak memadai. Oleh sebab itu, imunisasi menggunakan Bharat Biotech’s Typbar-TCV® sangat diandalkan untuk menghapus beban global tifus. Apakah anak kita sudah menerimanya?

dr Wikan 6

Sekian

Yogyakarta, 6 Januari 2018

*) Ketua IDI Cabang Kota Yogyakarta, dokter spesialis anak di Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161, e-mail : fxwikan_indrarto@yahoo.com.

 

 

wa.me/
wa.me
Halo, ada yang dapat dibantu?