Categories
Istanbul

Reimbursement JKN

Hasil gambar untuk reimbursement

PENGGANTIAN BIAYA LAYANAN KESEHATAN

fx. wikan indrarto*)

Reimbursement atau penggantian biaya, biasanya berarti menerima uang dalam pembayaran untuk uang yang telah dikeluarkan sebelumnya. Ini adalah istilah yang umum digunakan, namun memiliki arti yang sedikit berbeda dalam biaya layanan kesehatan. Apa yang harus disadari?

Hasil gambar untuk reimbursement

Reimbursement berasal dari bahasa Latin yaitu re (kembali) in (ke) bursa (dompet), sehingga arti harafiahnya adalah memasukkan uang kita kembali ke dompet. Banyak orang yang sudah terbiasa menerima penggantian biaya (reimbursed for expenses) oleh instansi tempatnya bekerja. Namun demikian, penggantian biaya layanan kesehatan untuk dokter dan rumah sakit adalah berbeda. Penyedia layanan kesehatan dibayar oleh perusahaan asuransi atau pemerintah, melalui sistem penggantian (reimbursement). Dokter dan petugas RS yang memberikan layanan medis kepada pasien, kemudian akan mengajukan penggantian biaya untuk layanan tersebut, kepada perusahaan asuransi atau pemerintah.

Hasil gambar untuk reimbursement

Sejak diberlakukannya program JKN (jaminan Kesehatan Nasional) pada 1 Januari 2014 di Indonesia, klaim biaya layanan kesehatan atas pasien peserta JKN harus diajukan secara kolektif oleh RS kepada BPJS Kesehatan maksimal tanggal 10 bulan berikutnya. Tagihan klaim ini baru disebut menjadi sah, setelah mendapat persetujuan Petugas Verifikator BPJS Kesehatan dan klaim tersebut diajukan kepada Kantor Cabang BPJS Kesehatan setempat. BPJS Kesehatan wajib membayar klaim RS paling lambat 15 (lima belas) hari kerja.

Hasil gambar untuk reimbursement

Terdapat beberapa istilah perlu dipahami, agar tidak rancu. Misalnya ‘outstanding claim’, yaitu berkas klaim yang sudah diajukan RS, sudah diverifikasi, dan tinggal menunggu pencairan dananya saja. ‘Dispute claim’, yaitu berkas klaim yang sudah diajukan RS dan sudah ada proses umpan balik dari verivikator, tetapi tidak dicapai kesepakatan, sehingga terjadi penolakan klaim atau gagal klaim. Klaim tunda atau ‘pending claim’ adalah berkas klaim yang pada tanggal 10 bulan berikutnya belum dilakukan verifikasi oleh petugas BPJS Kesehatan. Selain itu, ada juga klaim yang belum diajukan oleh RS, karena beban kerja pemberkasan yang semakin berat. Penyebab lainnya adalah tuntutan efisiensi kinerja RS terkait pemberkasan, termasuk untuk klaim luar paket seperti obat kemoterapi, obat kronis atau Program Rujuk Balik (PRB), dan sejenisnya.

Hasil gambar untuk reimbursement

Semakin besarnya klaim tunda dan gagal, secara langsung akan menjadi masalah bagi arus keuangan RS. Bahkan di sebuah RS swasta total klaim yang belum dicairkan oleh BPJS Kesehatan pernah mencapai Rp. 96.521.465.700, sebuah nominal yang sangat besar dan nyaris menembus batas psikologis Rp. 100 M. Tanpa perubahan aturan atau kebijakan tentang proses klaim, maka tentu akan semakin berisiko terhadap keberlangsungan operasional RS, menurunkan kenyamanan bekerja petugas kesehatan, dan bahkan pada profesionalitas para dokter.

Hasil gambar untuk reimbursement

Dokter dan RS tentu mengharapkan kelancaran pencairan klaim yang disebut ‘balance billing.’ Dengan demikian, berlarutnya pencairan klaim adalah tidak adil, ‘unbalance’, dan ilegal. Pengaturan penggantian biaya pada layanan kesehatan atau ‘Health Reimbursement Arrangements’ (HRA) oleh PBB (http://www.un.org/insurance/), hanya mengatur dana premi peserta yang tidak digunakan untuk biaya layanan kesehatan, agar dapat digunakan pada tahun berikutnya, tanpa dikenai pajak. Namun demikian, ‘Health Reimbursement Arrangements’ (HRA) di Indonesia, khususnya di RS swasta layak diterjemahkan secara lebih luas, termasuk sebagai aturan uang penjaminan, terutama pada pasien peserta JKN yang naik kelas perawatan di RS.

Klaim tunda tidak sepenuhnya merupakan kesalahan pihak dokter dan RS, maka pasien peserta JKN harus diberdayakan, dicerdaskan, dan dilibatkan dalam mengatasi masalah ini. Sebaiknya setelah selesai mendapatkan layanan di RS, pasien wajib membayar kepada RS total biaya layanan kesehatan. Penggantian biaya (reimbursement) kepada pasien akan dilakukan oleh RS, setelah klaim RS kepada BPJS Kesehatan telah cair. Perbedaan besaran nominal uang penjaminan dari pasien dan pembayaran oleh BPJS Kesehatan menjadi tanggung jawab RS.

Hasil gambar untuk reimbursement

Dengan kewajiban uang jaminan dari pasien peserta JKN ini, tentu akan berpengaruh baik kepada semua pihak. Uang jaminan ini bukan pembayaran selisih biaya atau tambahan biaya, sebagaimana diatur dalam Permenkes 4 Tahun 2017 maupun 52 Tahun 2016 Tentang Standar Tarif Pelayanan Kesehatan Dalam Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan. Pasien akan menjadi lebih bertanggungjawab atas derajad kesehatannya sendiri, RS mendapatkan dana segar untuk antisipasi terjadinya klaim tunda, dan perbaikan suasana kerja di RS, karena dokter dan karyawan menjadi lebih nyaman. Selain itu, verifikasi oleh petugas BPJS Kesehatan tentu akan menjadi lebih cepat, karena dorongan percepatan proses  verifikasi dan pencairan klaim akan juga dilakukan oleh pasien yang menghendaki proses penggantian biaya (reimbursement), tidak hanya oleh RS saja seperti selama ini terjadi.

Kendala pencairan klaim RS menyadarkan kita semua bahwa program JKN perlu dikritisi. Semua RS harus saling berkoordinasi untuk memperjuangkan perbaikan dan menerjemahkan ulang ‘Health Reimbursement Arrangements’ (HRA) pada era JKN, agar RS tidak mengalami defisit finansial. Apakah kita sudah terlibat membantu?

Hasil gambar untuk dr wikan indrarto

Sekian

Yogyakarta, 22 Februari 2018

*) Sekretaris IDI Wilayah DIY, dokter spesialis anak, Lektor di FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161

 

Categories
Istanbul

CAMPAK DI EROPA

Hasil gambar untuk campak

CAMPAK DI EROPA

fx. wikan indrarto*)

Di Kopenhagen Denmark pada Senin, 19 Februari 2018 dilaporkan bahwa di Eropa telah terjadi peningkatan kasus campak 400% di tahun 2017 dibandingkan tahun sebelumnya. Pada hal, wilayah Eropa hampir saja dinyatakan sebagai daerah bebas campak. Apa yang harus dicermati?

Hasil gambar untuk campak

Campak telah muncul kembali di Eropa, menyerang 21.315 orang dan menyebabkan 35 kematian pada tahun 2017. Data ini lebih tinggi dibandingkan rekor terendah, yaitu 5.273 kasus pada tahun 2016. Data ini disampakan pada pertemuan menteri kesehatan mengenai imunisasi di Podgorica, ibukota Montenegro, di Eropa selatan yang dimulai Selasa, 20 Februari 2018 untuk mewujudkan ‘the European Vaccine Action Plan’ (EVAP) by 2020.

Hasil gambar untuk eropa

Campak (rubeola, morbili, measles atau ‘gabagen’) adalah suatu penyakit infeksi virus yang sangat menular. Penyakit ini disebabkan karena infeksi virus campak dalam golongan paramixovirus. Penularan infeksi terjadi karena menghirup percikan ludah penderita campak. Campak menular sejak awal masa sakit sampai 4 hari sejak munculnya ruam kulit. Gejala klinis berupa demam, nyeri tenggorokan, pilek, batuk, nyeri otot, dan mata merah. Pada 2-4 hari kemudian muncul bintik putih kecil di mulut bagian dalam (bintik Koplik). Ruam (kemerahan di kulit) muncul 3-5 hari setelah timbulnya gejala di atas. 

Pada puncak penyakit, penderita merasa sangat sakit, ruamnya meluas serta suhu tubuhnya mencapai 40° Celsius dan 3-5 hari kemudian suhu tubuhnya turun, penderita mulai merasa baik dan ruam yang tersisa segera menghilang. Komplikasi campak adalah infeksi bakteri pada paru-paru (pneumonia), telinga tengah (otitis), otak (ensefalitis) dan kematian. Pada anak yang sehat dan gizi cukup, campak jarang berakibat serius. Orang yang rentan terhadap campak adalah balita, anak yang tidak mendapatkan imunisasi, dan mengalami gizi buruk.

Hasil gambar untuk campak

Setiap orang, baik anak maupun orang dewasa yang tidak divaksinasi, terlepas dari di mana mereka tinggal, tetap berisiko terkena penyakit campak dan menyebarkannya ke orang lain yang mungkin juga tidak mendapat divaksinasi. “Lebih dari 20.000 kasus campak, dan 35 orang meninggal pada tahun 2017 saja, merupakan tragedi di Eropa yang tidak dapat kami terima, “kata Dr Zsuzsanna Jakab, Direktur Regional WHO untuk Eropa.

Kemunduran jangka pendek ini tidak boleh menghalangi kita semua akan komitmen kita untuk menjadi generasi yang membebaskan sebanyak mungkin anak dari penyakit campak untuk selamanya. Wabah campak terjadi pada 1 dari 4 negara di Eropa. Lonjakan kasus campak pada tahun 2017 termasuk wabah besar (100 kasus atau lebih) di 15 dari 53 negara di Eropa.

Jumlah tertinggi orang yang terkena dampak campak dilaporkan di Rumania (5.562), Italia (5.006) dan Ukraina (4.767). Negara-negara ini telah mengalami berbagai tantangan dalam beberapa tahun terakhir, seperti penurunan cakupan imunisasi rutin secara keseluruhan, cakupan yang rendah secara konsisten di antara beberapa kelompok terpinggirkan, gangguan pasokan vaksin atau sistem surveilans penyakit yang berkinerja buruk. Tantangan tersebut sangat mirip dengan situasi di Indonesia.

Hasil gambar untuk eropa

Negara Eropa lain yang terjangkit campak adalah Yunani (967), Jerman (927), Serbia (702), Tajikistan (649), Prancis (520), Federasi Rusia (408), Belgia (369), Inggris (282), Bulgaria (167), Spanyol (152), Czechia (146) dan Swiss (105). Semua negara tersebut juga mengalami wabah besar, meskipun banyak di antaranya mengalami penurunan pada akhir tahun 2017.

Di Indonesia campak dinyatakan sebagai wabah atau KLB (kejadian Luar Biasa) apabila terdapat 5 atau lebih kasus klinis dalam waktu 4 minggu berturut-turut, yang terjadi secara mengelompok, dan dibuktikan adanya hubungan epidemiologis. Pada tahun 2016, jumlah KLB campak yang terjadi sebanyak 129 KLB dengan jumlah kasus sebanyak 1.511 kasus. Angka tersebut lebih tinggi bila dibandingkan dengan tahun 2015 dengan 68 KLB dan jumlah kasus sebanyak 831 kasus.

Hasil gambar untuk campak

Tindakan untuk menghentikan wabah campak di Eropa saat ini sudah dilakukan dan untuk mencegah kejadian campak baru, dengan melibatkan berbagai bidang. Intervensi ini termasuk meningkatkan kesadaran masyarakat, memberikan imunisasi kepada petugas profesional kesehatan dan orang dewasa dengan risiko tertentu, mengatasi tantangan dalam akses, dan memperbaiki perencanaan dan logistik pasokan vaksin campak.

Hasil gambar untuk campak

Sampai akhir 2016, menurut Regional Verification Commission (RVC) sebenarnya 42 dari 53 negara Eropa telah mampu menghentikan transmisi campak endemik. Namun demikian, wabah campak akan terus terjadi sampai setiap anak dan orang dewasa yang rentan di Eropa, telah terlindungi dengan imunisasi. Pelajaran yang sangat inspiratif tentang bahaya campak dari Eropa ini, mengingatkan kita akan pentingnya imunisasi. Apakah kita sudah diimunisasi campak?

RS Siloam Yogyakarta 1

Sekian

Yogyakarta, 20 Februari 2018

*) dokter spesialis anak dan Ketua IDI Cabang Kota Yogyakarta, Lektor FK UKDW, Alumnus S3 UGM, WA : 081227280161

Categories
Istanbul

MELAHIRKAN YANG MEMBAHAGIAKAN

Hasil gambar untuk melahirkan secara normal

MELAHIRKAN YANG MEMBAHAGIAKAN

fx. wikan indrarto*)

Pada Kamis, 15 Februari 2018 lalu, WHO mengeluarkan rekomendasi baru untuk layanan medis global bagi ibu hamil yang sehat, dengan mengurangi intervensi medis yang tidak perlu. Apa yang baru?

Di seluruh dunia, diperkirakan 140 juta kelahiran terjadi setiap tahun. Sebagian besar terjadi tanpa komplikasi pada ibu dan bayinya. Namun demikian, selama 20 tahun terakhir para dokter telah meningkatkan penggunaan intervensi medis, yang sebelumnya hanya digunakan untuk menghindari risiko atau mengatasi komplikasi, seperti infus oksitosin untuk mempercepat persalinan atau tindakan operasi caesar. Meningkatnya proses bantuan medis untuk persalinan normal, adalah meremehkan kemampuan ibu untuk melahirkan, dan berdampak negatif pada pengalaman melahirkannya.

Hasil gambar untuk melahirkan secara normal

Sekitar 830 ibu meninggal karena komplikasi kehamilan atau persalinan di seluruh dunia setiap hari, meskipun sebenarnya sebagian besar dapat dicegah dengan intervensi medis selama kehamilan dan saat persalinan. Menurut Profil Kesehatan Indonesia 2016, terdapat 4.121.117 ibu atau 80,61% yang menjalani persalinan dengan ditolong oleh tenaga kesehatan dan dilakukan difasilitas kesehatan di Indonesia. Sedangkan Provinsi Maluku Utara memiliki capaian terendah hanya sebesar 17,79%, diikuti oleh Maluku sebesar 25,71%, dan Papua sebesar 39,18%. Namun demikian, tindakan operasi pembedahan caesar di seluruh RS telah dilakukan pada 480.622 ibu, jauh lebih banyak dibandingkan persalinan normal per vaginal, yang hanya terjadi pada 309.223 ibu.

Hasil gambar untuk melahirkan secara normal

Pada persalinan yang berjalan normal, dengan ibu dan janin dalam kondisi baik, mereka sebenarnya tidak perlu menerima intervensi medis tambahan, untuk mempercepat persalinan. Melahirkan adalah proses fisiologis normal yang dapat dilakukan, tanpa komplikasi bagi mayoritas ibu dan bayi. Namun demikian, penelitian menunjukkan, bahwa sebagian besar ibu hamil sehat menjalani setidaknya satu intervensi klinis selama persalinan dan kelahiran. Mereka juga sering mengalami intervensi rutin yang tidak perlu dan justru berpotensi membahayakan.

Pedoman WHO yang baru mencakup 56 rekomendasi berbasis bukti, mengenai layanan medis yang dibutuhkan selama persalinan, dan segera setelahnya, pada ibu dan bayinya. Rekomendasi ini termasuk pendamping selama proses persalinan yang dipilih ibu sendiri, memastikan layanan medis dan komunikasi yang baik antara ibu dan petugas kesehatan, menjaga privasi dan kerahasiaan, serta mendukung ibu membuat keputusan tentang manajemen rasa sakit, posisi persalinan dan kelahiran mereka, dan bahkan dorongan alami untuk mengejan.

Hasil gambar untuk melahirkan secara normal

Untuk mengurangi intervensi medis yang tidak perlu, pedoman WHO menyatakan bahwa tolok ukur tingkat pembukaan serviks 1 cm per jam selama kala I fase aktif, yang diketahui dengan partograf atau bagan catatan jalannya persalinan normal, sebaiknya tidak lagi dilakukan. Hal ini karena tidak realistis bagi beberapa ibu dan tidak akurat dalam mengidentifikasi ibu yang berisiko mengalami kelahiran yang sulit (may be unrealistic for some women and is inaccurate in identifying women at risk of adverse birth outcomes). Pedoman tersebut menekankan bahwa tingkat pembukaan atau dilatasi serviks yang lebih lambat saja, seharusnya tidak boleh menjadi indikasi rutin untuk dilakukannya intervensi medis, termasuk operase pembedahan caesar guna mempercepat persalinan.

Hasil gambar untuk melahirkan secara normal

Banyak ibu yang menginginkan kelahiran alami dan lebih suka mengandalkan tubuh mereka untuk melahirkan bayi mereka, tanpa bantuan intervensi medis. Namun demikian, apabila ibu memerlukan intervensi medis yang dibutuhkan, seharusnya ibu dilibatkan dalam membuat keputusan, tentang tindakan yang akan mereka terima. Hal ini ternyata penting untuk memastikan bahwa ibu mampu memenuhi tujuan mereka, untuk melahirkan yang membahagiakan secara positif.

Dokter dan bidan harus memberi tahu ibu hamil yang sehat, bahwa durasi persalinan bervariasi antar ibu. Meskipun kebanyakan ibu menginginkan persalinan dan kelahiran alami, mereka juga menyadari bahwa kelahiran dapat menjadi peristiwa yang tidak dapat diprediksi dan berisiko, sehingga diperlukan pemantauan yang ketat dan kadang bahkan diperlukan intervensi medis. Namun demikian, ketika intervensi medis dibutuhkan atau diinginkan, ibu biasanya ingin mempertahankan rasa pencapaian dan kontrol pribadi dengan terlibat dalam pengambilan keputusan, termasuk dengan memberi ASI eksklusif untuk bayi mereka setelah melahirkan. Hal ini karena metode pertolongan persalinan yang dilakukan dengan tindakan medis, memiliki resiko lebih besar untuk ibu tidak memberikan ASI eksklusif kepada bayinya.

Hasil gambar untuk menyusui

Dr. Princess Nothemba Simelela, WHO Assistant Director-General for Family, Women, Children and Adolescents menekankan bahwa setiap persalinan adalah unik (childbirth is unique) dan persalinan yang alami akan melahirkan bayi yang sehat (a good birth goes beyond having a healthy baby). Pedoman baru ini merupakan langkah untuk mengurangi tingkat intervensi medis yang tidak perlu atau tidak efektif, agar ibu dapat melahirkan secara membahagiakan. Sudahkah kita bertindak bijak?

 

Hasil gambar untuk dr wikan indrarto

 

Sekian

Yogyakarta, 19 Februari 2018

*) Ketua IDI Cabang Kota Yogyakarta, dokter spesialis anak, Lektor di FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161

Categories
Istanbul

DEPRESI PADA ANAK

Hasil gambar untuk depresi pada anak

DEPRESI PADA ANAK

fx. wikan indrarto*)

Gangguan depresi berat dialami oleh sekitar 3% anak usia sekolah dan 6% remaja, sehingga terjadi peningkatan penggunaan obat antidepresan oleh anak dan remaja dalam beberapa dekade terakhir. Meta analisis penelitian terbaru tentang obat antidepresan pilihan untuk anak, dapat dibaca dalam Newsmedscape 12 Januari 2017 (lihat http://www.medscape.com/viewarticle). Apa yang sebaiknya kita cermati?

Hasil gambar untuk depresi pada anak

Semua jenis gangguan mental pada remaja berhubungan dengan bunuh diri, termasuk gangguan bipolar afektif, episode depresi, gangguan depresi berulang dan gangguan suasana hati persisten, misalnya cyclothymia dan dysthymia. Oleh karena depresi adalah faktor risiko yang signifikan pada bunuh diri, maka depresi wajib diketahui dan dikelola dengan tepat. Diperkirakan bahwa 30% dari pasien remaja pada praktek dokter umum juga menderita depresi, dan sekitar 60% pasien depresi yang mencari pengobatan, pada awalnya datang di praktek dokter umum.

Hasil gambar untuk depresi pada anak

Ini merupakan tantangan khusus bagi dokter umum untuk bekerja dengan baik, mengenali adanya penyakit fisik dan gangguan mental pada remaja yang terjadi secara bersamaan. Gejala klinis umum depresi adalah kelelahan, kesedihan, kurangnya konsentrasi, gelisah, lekas marah, gangguan tidur, dan sakit di bagian tubuh yang berpindah-pindah. Gejala tersebut harus diwaspadai dokter dan gambaran klinis spesifik yang terkait dengan peningkatan risiko bunuh diri pada pasien depresi adalah sulit tidur yang lama atau ‘persistent insomnia’, mengabaikan diri atau ‘self-neglect’, penyakit berat terutama depresi psikotik, berkayal atau ‘aired memory’, mengamuk atau ‘agitation’, dan serangan cemas atau ‘panic attacks’.

Tulisan berjudul ‘Most Antidepressants Ineffective for Kids With Depression’, pada Newsmedscape 9 Juni 2016, menjelaskan bahwa sebagian besar obat antidepresan tidak efektif, dan beberapa bahkan mungkin tidak aman, untuk anak dan remaja dengan gangguan depresi berat. Tulisan lain yang berjudul ‘Is This Really the Best Drug to Treat Depression in Children?’ pada Perspectivesmedscape 14 Desember 2016, berisi laporan sebuah penelitian meta-analisis dari uji klinis obat depresi, ternyata yang memiliki hasil yang jelas hanyalah fluoxetine. Tulisan berjudul ‘No New Antidepressants in Sight Despite Growing Need, Experts Warn’ dalam Newsmedscape 12 Januari 2017, menegaskan mungkin perlu waktu setidaknya 10 tahun lagi sampai generasi baru obat antidepresan tersedia di pasar, meskipun ada bukti bahwa kasus depresi dan cemas meningkat di seluruh dunia.

Hasil gambar untuk depresi pada anak

Uji klinis yang dianalisis adalah penelitian yang menggunakan obat antidepresan amitriptyline, citalopram, clomipramine, desipramine, duloxetine, escitalopram, fluoxetine, imipramine, mirtazapine, nefazodone, nortriptyline, paroxetine, sertraline, dan venlafaxine. Keluaran klinis yang dilakukan dalam metaanalisis adalah perubahan keseluruhan dalam gejala depresi, serta frekuensi penghentian terapi karena efek samping obat. Selain itu, juga munculnya ide bunuh diri atau perilaku menyimpang sebagai efek samping obat. Lebih dari 5.700 hasil penelitian telah diidentifikasi dan 34 uji klinis acak terkontrol yang memenuhi kriteria, dipilih untuk analisis. Jumlah total subyek penelitian adalah 5.200, dengan rata-rata 159 setiap penelitian. Usia rata-rata anak adalah 13,6 tahun dan 53% adalah anak perempuan.

Hasil gambar untuk dr wikan indrarto

Hanya terbukti ada tiga jenis obat antidepresi yang menunjukkan keberhasilan yang lebih besar dibandingkan plasebo, yaitu fluoxetine, escitalopram, dan sertraline. Sebaliknya, tolerabilitas obat antidepresi pada anak duloxetine, imipramine, sertraline, dan venlafaxine lebih rendah dibandingkan plasebo. Namun demikiaan, pada saat dilakukan analisis gabungan efikasi dan tolerabilitas, hanya fluoxetine yang secara konsisten lebih baik dibandingkan dengan plasebo. Venlafaxine adalah satu-satunya obat antidepresi yang dikaitkan dengan risiko signifikan lebih besar untuk perilaku bunuh diri atau ‘ideation’ dibandingkan dengan plasebo, serta dibandingkan dengan lima obat yang lain. Dalam analisis gabungan pada fluoxetine, 76,6% anak dengan depresi mengalami respon positif dan disimpulkan bahwa hanya fluoxetine yang secara signifikan lebih efektif daripada plasebo, dan ukuran efek ini dianggap berada di kisaran menengah.

Hasil gambar untuk depresi pada anak

Sampai saat ini fluoxetine adalah obat dengan data yang paling lengkap pada anak dan satu-satunya obat antidepresi yang secara konsisten menunjukkan efikasi dan tolerabilitas, sehingga menjadi obat anti depresi pilihan utama. Namun demikian, belum dapat disimpulkan bahwa obat lain tidak efektif. Hal ini disebabkan karena tidak sebanding dengan fluoxetine yang telah digunakan dalam 10 uji klinis, sedangkan obat lain yang mungkin juga efektif, tetapi dengan hanya dua atau tiga uji klinis yang melibatkan subyek rata-rata 159 anak, sehingga tidak tersedia cukup data.

Hasil gambar untuk depresi pada anak

Momentum ‘World Suicide Prevention Day’ setiap tanggal 10 September dan tulisan di Newsmedscape 12 Januari 2017 lalu, mengingatkan usaha kita bersama dalam mencegah bunuh diri pada remaja. Depresi dan gangguan mental merupakan faktor risiko utama untuk bunuh diri. Pengenalan dan pengelolaan depresi dengan obat antidepresi utama pada remaja dan dewasa muda, merupakan bagian penting dalam strategi pencegahan bunuh diri. Sudahkah kita peduli?

Hasil gambar untuk dr wikan indrarto

Sekian

Yogyakarta, 15 Februari 2018

*) dokter spesialis anak, Ketua IDI Cabang Kota Yogyakarta, Lektor FK UKDW, Alumnus S3 UGM, WA 081227280161

Categories
Istanbul

HARI GINJAL SEDUNIA

HARI GINJAL  SEDUNIA  2018

fx. wikan indrarto*)

Hari Ginjal Sedunia (World Kidney Day) yang dirayakan setiap tanggal 8 Maret, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya ginjal kita, terhadap keseluruhan kesehatan kita, dan untuk mengurangi frekuensi dan dampak penyakit ginjal dan masalah kesehatan yang terkait di seluruh dunia. Apa yang perlu diketahui?

Tema tahun 2017 adalah Penyakit ginjal dan obesitas, sedangkan tema tahun 2018 adalah Ginjal dan Kesehatan Wanita: Libatkan, Bernilai, dan Berdayakan. Penyakit ginjal kronis atau Chronic Kidney Disease (CKD) adalah masalah kesehatan masyarakat di seluruh dunia dengan hasil akhir yang buruk, yaitu gagal ginjal dan kematian dini. CKD mengenai sekitar 195 juta wanita di seluruh dunia, dan saat ini merupakan penyebab utama kematian ke-8 pada wanita, hampir mendekati 600.000 kematian setiap tahun.

CKD lebih cenderung terjadi pada wanita, dengan prevalensi rata-rata 14% pada wanita dan 12% pada pria. Namun, jumlah wanita yang menjalani cuci darah atau dialisis lebih rendah dari pria. Setidaknya ada tiga alasan utama, yaitu perkembangan CKD lebih lambat pada wanita dibandingkan pria, hambatan psiko-sosial ekonomi seperti kesadaran penyakit yang lebih rendah menyebabkan keterlambatan dialisis pada wanita, dan akses perawatan yang tidak merata.

Beberapa penyakit ginjal, seperti nefropati lupus atau infeksi ginjal (pielonefritis akut atau kronis) biasanya mengenai wanita. Nefritis lupus adalah penyakit ginjal yang disebabkan oleh penyakit autoimun, yang merupakan gangguan sistem kekebalan tubuh yang menyerang sel dan organ sendiri. Pyelonephritis adalah infeksi yang berpotensi parah yang melibatkan satu atau kedua ginjal. Infeksi ginjal, seperti kebanyakan infeksi saluran kemih, lebih sering terjadi pada wanita dan risikonya meningkat pada saat kehamilan. Untuk memastikan hasil klinis yang baik, kebanyakan penyakit ginjal memerlukan diagnosis dan pengobatan yang tepat waktu.

Hasil gambar untuk gagal ginjal

CKD juga dianggap sebagai faktor risiko untuk hasil kehamilan yang merugikan dan mengurangi kesuburan. Wanita yang memiliki CKD berisiko tinggi mengalami hasil buruk bagi ibu dan bayi. Kehamilan pada wanita dengan CKD stadium lanjut paling sulit diatasi, dengan tingginya kejadian hipertensi dan kelahiran bayi prematur. CKD mungkin telah mengurangi kesuburan namun konsepsi mungkin saja dapat terjadi, bahkan meskipun jarang. Dengan dialisis, hasil kehamilan mungkin dapat membaik dengan perawatan cuci darah atau dialisis intensif, yaitu hampir setiap hari, sehingga memerlukan program dialisis khusus untuk wanita usia subur dan hamil.

Hasil gambar untuk gagal ginjal

pasien dalam layanan cuci carah atau dialisis.

Komplikasi terkait kehamilan terbukti meningkatkan risiko penyakit ginjal. Misalnya pre-eklampsia, yaitu sindrom di mana terjadi cacat implantasi plasenta, akan mempengaruhi ginjal normal yang memicu terjadinya hipertensi dan proteinuria. Pre-eklamsia ini merupakan salah satu dari 3 penyebab utama kematian maternal. Preeklamsia, aborsi septik (infeksi plasenta) dan perdarahan post partum (perdarahan utama setelah melahirkan) adalah penyebab utama terjadinya cedera ginjal akut atau acute kidney injury (AKI) pada wanita muda, dan mungkin akan berlanjut menjadi CKD pada ibu yang selamat.

Hasil gambar untuk gagal ginjal

Beban komplikasi penyakit ginjal sangat tinggi pada ibu di negara berkembang, karena akses yang tidak mencukupi untuk mendapatkan perawatan pranatal yang universal dan tepat waktu. Selain itu, juga penanganan medis yang tidak tepat pada ibu hamil dengan preeklampsia, dan kurangnya ketersediaan fasilitas dialisis untuk AKI berat. Untuk itu, diperlukan kesadaran yang lebih tinggi, diagnosis yang tepat waktu, dan penanganan CKD yang bermutu pada kehamilan. Pada gilirannya, kehamilan mungkin juga merupakan kesempatan yang berharga untuk diagnosis dini CKD, yang memungkinkan perencanaan intervensi terapeutik.

Katastropik (‘catastropic’) berarti bencana atau malapetaka, karena pengelolaan penyakit tersebut berbiaya tinggi dan secara medis dapat terjadi komplikasi yang membahayakan jiwa pasien. Terdapat 8 (delapan) penyakit katastropik pada era JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) antara lain jantung, gagal ginjal, kanker organ, stroke, sirosis hepatis, thalasemia, kanker darah atau leukemia, dan hemofilia. Jumlah biaya layanan kesehatan penyakit katastropik di Indonesia dari total biaya pada tahun 2016 mencapai 24,81%. Berdasarkan data klaim JKN sampai dengan bulan bayar Januari 2017, penyakit jantung paling banyak membutuhkan biaya pengobatan, yaitu Rp. 6,9 T dan sangat membebani anggaran JKN. Kemudian disusul penyakit kanker Rp. 1,8 T, stroke Rp. 1,5 T, ginjal Rp. 1,5 T, dan diabetes Rp. 1,2 T. Namun demikian, tidak tersedia data apakah pembiayaan sebesar itu telah memberikan luaran medis yang sepadan.

Hasil gambar untuk bpjs

Momentum Hari Ginjal Sedunia (World Kidney Day) dan Hari Perempuan Internasional (International Women’s Day) Kamis, 8 Maret 2018 yang diperingati pada hari yang sama, mengingatkan kita akan pentingnya kesehatan perempuan dan khususnya kesehatan ginjal mereka. Selain itu, Hari Ginjal Sedunia ke 13 tahun 2018 ini, menganjurkan akses yang terjangkau dan merata kepada edukasi atau pendidikan kesehatan, layanan kesehatan, dan pencegahan penyakit ginjal, khususnya bagi semua wanita dan anak perempuan di seluruh dunia. Sudahkah kita bertindak?

sekian

Yogyakarta, 8 Februari 2018

Hasil gambar untuk wikan indrarto

*) Ketua IDI Cabang Kota Yogyakarta, dokter spesialis anak, Lektor di FK UKDW, Alumnus S3 UGM, WA 081227280161

Categories
Istanbul

HARI ORANG SAKIT SEDUNIA 2018

Hasil gambar untuk orang sakit

fx. wikan indrarto*)

Hari Orang Sakit Sedunia (World Day of the Sick) ditetapkan oleh Sri Paus Yohanes Paulus II dan mulai dirayakan pada 11 Februari 1993. Tema Hari Orang Sakit Sedunia tahun 2018 ini adalah kata yang diucapkan Yesus dari atas salib kepada Maria, IbuNya, dan Yohanes; “Ibu, inilah anakmu. Inilah ibumu. Dan sejak saat itu, murid itu menerima dia di dalam rumahnya.” (Yoh 19;26-27). Kata-kata Yesus itu dengan terang benderang menerangi misteri Salib, yang tidak menghadirkan keputusasaan, namun justru menunjukkan kemuliaan dan kasihNya sampai akhir.

Hasil gambar untuk orang sakit

Ketiga subtema yang terus-menerus didengungkan pada Hari Orang Sakit Sedunia adalah pertama, mengingatkan semua orang beriman, untuk berdoa secara khusuk bagi mereka yang sedang sakit. Kedua, mengundang semua orang beriman untuk merefleksikan sakit dan penderitaan manusia, dan ketiga, penghargaan bagi semua petugas kesehatan.

Melayani saudara kita yang sedang sakit, seharusnya diawali dengan kemurnian hati sampai kita mampu bersikap seperti Ayub “Saya mata untuk orang buta, dan kaki bagi orang lumpuh” (Ayub 29:15), kepada sesama yang sakit. Pelayanan kita tidaklah harus dilakukan dengan menjadi petugas kesehatan bagi para pasien. Sebenarnya kita dapat sekedar dekat dengan orang sakit, terutama yang membutuhkan perawatan lama, membantu dalam memandikan, berpakaian, mencucikan dan menyuapkan makanan. Layanan sederhana seperti ini, terutama bila dilakukan berkepanjangan, pastilah dapat menjadi sangat melelahkan dan memberatkan.

Hasil gambar untuk orang sakit

Meskipun tidak ada yang menginginkannya, namun setiap manusia akan mungkin mengalami sakit, penderitaan dan bahkan dapat berlanjut dengan kematian. Sakit yang ringan sekalipun, sebaiknya digunakan sebagai sebuah momentum penting untuk mensyukuri sehat. Kita diingatkan untuk bersandar pada Tuhan, menyadari pentingnya iman bagi mereka yang sakit dan berbeban berat, untuk datang pada Tuhan. Dalam pertemuannya dengan Tuhan melalui caranya masing-masing, mereka yang sakit akan menyadari bahwa dirinya tidak sendirian.

Bagi kita semua yang sehat, memberikan pendampingan, penghiburan dan perhatian untuk mereka yang sakit, sangatlah berarti. Selain itu, kita disadarkan akan pergerakan roda kehidupan. Pada saat sehat, kita seharusnya meluangkan waktu, tenaga, pikiran dan dana untuk membantu mereka yang sakit. Pada saat yang lain, sangat mungkin kita sendiri justru menjadi orang yang sakit dan memerlukan hal yang sama dari semua orang di sekitar kita, sebagaimana pergerakan dan putaran roda kehidupan.

Hasil gambar untuk orang sakit

Pada era JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) yang sekarang berlaku di Indonesia, kendali mutu dan kendali biaya untuk pasien yang sakit akan terus diwujudkan. Hal ini karena kebebasan profesi dokter semakin direduksi, kompleksitas masalah medis pasien semakin diabaikan, dan mutu layanan medik yang dilakukan semakin disetarakan. Untuk itu, terhadap pasien dengan sakit berat dan berbiaya mahal, para dokter pasti akan sampai pada sebuah titik terjadinya dilema medis. Pada titik itulah diperlukan perubahan dari pengobatan menjadi perawatan (Advance Cures and Transform Care).

Para dokter wajib membedakan sifat tindakan medis yang akan diambilnya, menjadi ‘Ordinary’ atau ‘Extraordinary’. Disebut ordinary kalau memenuhi 6 syarat, yaitu 3 aspek medis dan 3 aspek moral. Syarat aspek medis adalah teruji secara imiah, terbukti berhasil secara statistik, dan tersedia secara rasional. Sedangkan aspek moral adalah menguntungkan, bermanfaat, dan tidak menjadi beban finansial bagi pasien, keluarga maupun RS.


Penilaian sifat tindakan medis tersebut adalah ‘hic et nunc’, yaitu sekarang dan di RS ini. Apabila salah satu saja dari 6 syarat tersebut tidak tepenuhi, maka tindakan medis tersebut termasuk ‘Extraordinary’, sehingga secara etika tidak wajib dilakukan oleh dokter. Ketentuan etika tersebut diperlukan untuk menghindari 3 hal, yaitu ‘agresive medicine’ (tindakan berlebihan), ‘futile medicine’ (intervensi sia-sia), dan rasa bersalah yang tidak perlu, baik bagi dokter, para petugas RS lainnya, pasien maupun keluarganya. Selain itu,
perburukan kondisi medis, bahkan kematian pasien tidak boleh dianggap sebagai kegagalan dokter, asalkan kewajiban dokter sudah dilaksanakan.

Hasil gambar untuk orang sakit

Momentum Hari Orang Sakit Sedunia (World Day of the Sick) Minggu, 11 Februari 2018, mengingatkan kita agar memiliki kebijaksanaan hati bagi para orang sakit. Selain itu, saat terjadi sakit juga tidak perlu putus asa, karena adanya kemuliaan dan kasih Tuhan sampai pada akhir kehidupan. Sudahkah kita menemani orang sakit di sekitar kita?

sekian

Yogyakarta, 6 Februari 2018

*) Ketua IDI Cabang Kota Yogyakarta, dokter spesialis anak, Lektor di UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA 081227280161

Categories
Istanbul

MELEPAS YANGKUNG

MELEPAS   YANGKUNG

Selamat jalan mengahadap Tuhan Sang Pencipta

fx. wikan indrarto*)

Eyang Satiyo

Eyang Kakung Thomas Satiyo (selanjutnya disebut Yangkung, usia 83 tahun) pertama kali diketahui menderita gangguan jantung pada sekitar awal Mei 1998, saat periksa diri dengan menyopir sendiri mobilnya, ke Klinik Jantung di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta. Sejak itu, Yangkung selalu mengkonsumsi obat untuk mempertahankan agar fungsi jantungnya bertahan stabil. Eyang Puteri Theresia Jatmiati (selanjutnya disebut Yangti), dengan telaten mendampingi Yangkung kontrol teratur ke RS, menemani minum obat, dan menyediakan menu makanan seusi anjuran dokter.

35
Pesta Emas Pernikahan Yangkung dan Yangti di Klaten, 31 Juli 2016

.

Jumat, 20 Oktober 2017 menjelang malam sampai Senin siang, 23 Oktober 2017 Yangkung menjalani rawat inap di Kamar 210 Gedung Lukas RS Panti Rapih Yogyakarta, karena demam tinggi, muntah dan dehidrasi. Perawatan medis dilakukan dalam koordinasi antara Dr. Doni Priyambodo, SpPD-KPTI dan Dr. Galuh Retno Anggraini, Sp.JP. Perawatan lanjutan dilakukan di rumah Jl. Bimokurdo 16 Sapen, Demangan, GK, Yogyakarta. Selain oleh Yangti, Yangkung juga ditemani oleh mas Budi, seorang pramurukti yang hampir 24 jam sehari selalu mendampingi Yangkung, dan Tim ‘Home Care’ RS Panti Rapih. Sesekali kami mampir ke rumah Sapen, karena kami tinggal di Timoho tidak jauh dari rumah Sapen, untuk memantau perkembangan Yangkung, dalam situasi risau, gundah dan bimbang. Kami tidak yakin dengan kondisi kesehatan Yangkung, terkait rencana kami akan meninggalkan Yangkung, karena keinginan kami ikut serta dalam konggres ‘the 11th World Congress on Adolescent Health’, yang akan diselenggarakan pada hari Jumat, 27 sampai Minggu, 29 Oktober 2017 di Hotel Pullman Aerocity, New Delhi, India.

Peserta Konggres

Kenangan saat menjadi peserta ‘the 11th World Congress on Adolescent Health,’

Jumat, 27 sampai Minggu, 29 Oktober 2017, di New Delhi, India

.

Untunglah Yangkung sudah mampu berdiri, berjalan dan bahkan mandi di KM sendiri, pada Selasa sore, 24 Oktober 2017. Kami bersyukur dan berharap agar kondisi Yangkung semakin membaik, kuat dan bugar, sampai kami melihat sendiri hal tersebut dilakukan Yangkung pada Rabu sore, 25 Oktober 2017. Rabu malam itu juga, kami berdoa berdua untuk memohon pertimbangan terbaik dan saat selesai berdoa, kami memutuskan akan berangkat ke India. Sebuah persiapan sangat singkat segera kami lakukan, dengan memasukkan semua perbekalan ke dalam kopor, segenap persyaratan perjalanan ke dalam tas ransel, dan unduhan ‘file’ sefolder keperluan acara dalam HP. Belum pernah kami melakukan perjalanan ke luar negeri agak lama, cukup padat acara, dan sedikit jauh, dalam persiapan sesingkat ini. Sebelum terbang tinggi pada Kamis pagi, 26 Oktober 2017 kami mampir sebentar ke rumah Sapen, untuk memastikan kondisi Yangkung, memintakan pamit dan memberikan jaminan pendampingan untuk Yangkung dan Yangti.

.

Categories
Istanbul

Hari Kanker Anak Internasional

Hari Kanker Anak Internasional

fx. wikan indrarto*)

Hasil gambar untuk hari kanker anak internasional 2018

Hari Kanker Anak Internasional pada Kamis, 15 Februari 2018, ditujukan untuk menyoroti tindakan global terpadu dalam mengatasi tantangan kanker pada anak. Secara global, kanker anak dan remaja berpotensi untuk melebihi penyakit menular, sebagai salah satu penyebab kematian akibat penyakit yang tertinggi pada anak. Apa yang terjadi?

Tema 2018 adalah “Advance Cures and Transform Care”. Pesan ini menyoroti ketidaksetaraan mencolok atas akses terhadap terapi di banyak negara berpenghasilan rendah dan menengah, di mana 80% anak dengan kanker hidup. Anak dan remaja di Afrika, Asia dan Amerika Latin dan di beberapa bagian Eropa Timur dan Selatan, belum memiliki akses terhadap pengobatan yang tepat, termasuk obat esensial dan perawatan khusus. Saat ini, di mana seorang anak hidup dan tinggal, cukup sering menentukan kemampuannya untuk bertahan hidup dari kanker anak. Hari ini adalah hari ketika kita berkumpul untuk menjadikan anak sebagai prioritas kesehatan nasional dan global.

Hasil gambar untuk hari kanker anak internasional 2018

Terkait kanker pada anak, saat ini masih terlalu sering kita mendengar kata “tetapi”, misalnya “tetapi” tidak cukup banyak anak yang dapat diobati, “tetapi” pengobatannya terlalu mahal, “tetapi” tidak ada cukup dokter ahli, dan banyak “tetapi” yang lain lagi. Pesan Utama adalah Sekarang waktunya. Tidak ada lagi “tetapi” (The time is now. There can be no more “but”). Sekarang kita harus bekerjasama untuk menyembuhkan, mengubah layanan dan menanamkan harapan pada anak, karena semua anak dengan kanker berhak mendapatkan akses terhadap obat esensial dan perawatan berkualitas.

Menurut The International Agency for Research on Cancer 2015, kejadian kanker anak di seluruh dunia meningkat, dari 165.000 kasus baru setiap tahun menjadi 215.000 kasus untuk anak sampai usia 14 tahun, dan 85.000 kasus baru untuk remaja usia 15-19 tahun. Program pengedalian penyakit kanker di Indonesia dilakukan untuk semua jenis kanker, tetapi saat ini masih diprioritaskan pada dua kanker terbanyak, yaitu kanker leher rahim dan kanker payudara, bukan pada anak. Meskipun jumlah anak dengan kanker jauh lebih sedikit dibandingkan dengan dewasa, tetapi jumlah kehidupan yang disimpan secara signifikan sebenarnya lebih tinggi. Bahkan tingkat kelangsungan hidup di negara berpenghasilan tinggi mencapai rata-rata 84% dan terus meningkat, juga di daerah dengan sumber daya yang kurang mendapat bantuan lokal dan internasional sekalipun.

Hasil gambar untuk hari kanker anak internasional 2018
Enter a caption

Sebanyak 188 organisasi anggota Childhood Cancer International (CCI) di 96 negara dan 1.000 profesional layanan kesehatan dari 110 negara yang merupakan anggota International Society of Pediatric Oncology (SIOP), meminta setiap orang untuk ‘bersatu dalam solidaritas’ dan memastikan semua anak dan remaja di manapun, agar memiliki kesempatan untuk bertahan hidup dari kanker. Selain itu, juga agar dapat menjalani kehidupan yang panjang, produktif dan bermakna. Tidak ada yang lebih menakutkan daripada menyadari bahwa anak kita menderita kanker. Namun demikian, tidak ada yang lebih tragis daripada saat mengetahui bahwa pengobatan memang ada dan hasilnya sangat baik, tetapi itu tidak tersedia untuk anak kita. Mengapa? Hanya karena anak kita kebetulan tinggal di belahan dunia yang salah.

Ternyata lebih dari 300.000 anak setiap tahun didiagnosis menderita kanker. Juga bahwa banyak jenis kanker pada anak dapat disembuhkan, jika anak diberikan 4 hak azasi, yaitu hak untuk diagnosis dini secara tepat, mengakses obat penting, mendapatkan layanan medis yang tepat dan berkualitas, serta menindaklanjuti layanan medis berkelanjutan bagi anak yang selamat. Hal ini mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa tujuan ke 3.4, yaitu untuk mengurangi angka kematian dini sampai sepertiganya pada tahun 2030.

Hasil gambar untuk hari kanker anak internasional 2018

Disparitas besar terjadi pada tingkat kelangsungan hidup anak dengan kanker secara global. Di negara berpenghasilan rendah sampai menengah, di mana akses terhadap perawatan seringkali terbatas dan sangat menantang, tingkat kelangsungan hidup hanya 10%. Dari 10 anak yang didiagnosa menderita kanker, hanya 1 yang bertahan. Sebaliknya, di negara berpenghasilan tinggi dan maju, tingkat kelangsungan hidup bisa setinggi 90%, hanya 1 anak yang akan mati.

Perkembangan obat kanker anak juga sangat tertinggal. Sebagai contoh, pengobatan untuk leukemia limfoblastik akut risiko standar, yang merupakan jenis kanker darah pada anak yang paling umum, yaitu terdiri dari 11 obat. Pada hal, lima di antaranya ditemukan pada 1960-an, lima lainnya, pada 1970-an dan satu di tahun 80-an. Tidak ada lagi obat baru untuk anak dengan kanker darah atau leukemia.

Momentum Hari Kanker Anak Internasional pada Kamis, 15 Februari 2018, adalah ajakan berulang untuk meningkatkan kepedulian kita semua akan kanker pada anak. Apakah kita sudah bertindak?

Sekian

Hasil gambar untuk dr wikan indrarto

Yogyakarta, 9 Februari 2018

*) Sekretaris IDI Wilayah DIY, dokter spesialis anak, Lektor di FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161

 

Categories
Istanbul

KEKERASAN TERHADAP ANAK

KEKERASAN TERHADAP ANAK

fx. wikan indrarto*)

Hasil gambar untuk kekerasan pada anak

Polda Metro Jaya Minggu, 4 Februari 2018 menangkap tiga tersangka kekerasan terhadap anak, yang videonya viral di media sosial. Ketiganya dianggap melakukan penelantaran, kekerasan, dan atau eksploitasi terhadap anak. Apa yang harus dicermati?

Kekerasan terhadap anak mencakup semua bentuk perlakuan kasar terhadap seseorang di bawah usia 18 tahun, baik yang dilakukan oleh orang tua, pengasuh, saudara kandung, teman, atau orang lain. Pada 1 Februari 2018, secara global, diperkirakan hingga 1 miliar anak usia 2-17 tahun, telah mengalami kekerasan fisik, seksual, atau penelantaran (neglect) dalam satu tahun terakhir. Pada hal, anak yang mengalami kekerasan akan berdampak pada kesehatan dan kesejahteraan seumur hidup.

Hasil gambar untuk kekerasan pada anak

Sebagian besar kekerasan terhadap anak setidaknya merupakan satu dari enam jenis kekerasan utama. Perama adalah pelecehan, termasuk hukuman kekerasan secara fisik, seksual, psikologis, dan emosional, termasuk mengabaikan bayi, anak dan remaja oleh orang tua atau pengasuh. Bentuk ini paling sering terjadi di rumah, bahkan juga di lingkungan sekolah dan panti asuhan.

Kedua adalah ‘bullying’ (termasuk cyber-bullying), yang merupakan perilaku agresif oleh anak atau sekelompok anak, yang bukan saudara korban. Kekerasan ini menyebabkan kerusakan fisik, psikologis atau sosial secara berulang, dan sering terjadi di sekolah dan tempat lain di mana anak berkumpul, dan bahkan secara online.

Hasil gambar untuk kekerasan pada anak

Ketiga adalah kekerasan remaja yang terkonsentrasi pada usia 10-18 tahun, paling sering terjadi di lingkungan masyarakat antara kenalan dan orang asing. Kekeran ini termasuk intimidasi dan penyerangan fisik dengan atau tanpa senjata api ataupun tajam, dan mungkin melibatkan kekerasan geng.

Keempat adalah kekerasan saudara kandung atau kekerasan dalam rumah tangga, yang melibatkan kekerasan fisik, seksual dan emosional. Meskipun laki-laki juga bisa menjadi korban, kekerasan pasangan intim secara tidak proporsional mempengaruhi perempuan. Biasanya terjadi pada anak perempuan dalam perkawinan anak, dini, atau paksa. Pada remaja secara romantis tetapi belum menikah, kadang disebut kekerasan berkencan (dating violence).

Hasil gambar untuk kekerasan pada anak

Kelima adalah kekerasan seksual, yaitu mencakup hubungan seksual atau percobaan kontak seksual, dan tindakan seksual yang tidak melibatkan kontak (seperti voyeurisme atau pelecehan seksual. Selain itu, juga tindakan perdagangan seksual yang dilakukan terhadap seseorang yang tidak dapat menyetujui atau menolak, dan eksploitasi online. Dan keenam adalah kekerasan emosional atau psikologis, yaitu mencakup membatasi gerakan, penghinaan, ejekan, ancaman, intimidasi, diskriminasi, penolakan dan bentuk perlakuan bermusuhan non-fisik lainnya. Bila ditujukan terhadap anak perempuan atau anak laki-laki karena jenis kelamin biologis atau identitas gender mereka, jenis kekerasan semacam ini juga disebut kekerasan berbasis gender.

Kekerasan terhadap anak dapat dicegah, dengan usaha yang secara sistematis menangani faktor risiko dengan INSPIRE, ‘Seven strategies for ending violence against children’. WHO dan 10 lembaga internasional telah mengembangkan dan mendukung sebuah paket teknis berbasis bukti yang disebut INSPIRE, yang bertujuan untuk membantu semua negara sesuai Agenda 2030 untuk Pembangunan yang Berkelanjutan (SDGs) Target 16.2, yaitu mengakhiri kekerasan terhadap anak. Setiap huruf dari kata ‘INSPIRE’ merupakan salah satu strategi yang sebagian besar terbukti, memiliki efek pencegahan pada beberapa jenis kekerasan yang berbeda. Selain itu, juga bermanfaat pada kesehatan mental, pendidikan dan pengurangan kejahatan pada anak.

Implementation and enforcement of laws’, misalnya melarang laku disiplin dengan kekerasan dan membatasi akses terhadap alkohol dan senjata, Norms and values change’, misalnya mengubah norma yang memaafkan pelecehan seksual terhadap anak perempuan atau perilaku agresif pada anak laki-laki, dan Safe environments’, misalnya mengidentifikasi lingkungan untuk kekerasan dan kemudian menangani penyebab lokal melalui penanganan masalah dan intervensi lainnya. Selanjutnya Parental and caregiver support’, yaitu pelatihan keuangan mikro dan kesetaraan gender, Income and economic strengthening’, misalnya memberikan pelatihan kepada pasangan orang tua muda, Response services provision’, misalnya memastikan anak yang terpapar kekerasan, dapat mengakses layanan medis darurat yang efektif dan mendapat dukungan psikososial yang tepat, serta Education and life skills’, yaitu memastikan anak bersekolah atau memberikan pelatihan keterampilan hidup dan sosial.

 Hasil gambar untuk kekerasan pada anak

Sasaran 16.2 SDGs, yaitu menghentikan penyalahgunaan, eksploitasi, perdagangan, dan segala bentuk kekerasan dan penyiksaan terhadap anak, harus kita wujudkan. Bukti dari seluruh dunia menunjukkan bahwa kekerasan terhadap anak dapat dicegah. Apakah kita sudah bertindak?

Hasil gambar untuk dr wikan indrarto

Sekian

Yogyakarta, 7 Februari 2018

*) Ketua IDI Cabang Kota Yogyakarta, dokter spesialis anak, Lektor di FK UKDW, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161

 

Categories
Istanbul

HARI KANKER SEDUNIA 2018

 

fx. wikan indrarto*)

Hasil gambar untuk hari kanker sedunia

Setiap tahun pada tanggal 4 Februari, WHO, IARC (International Agency for Research on Cancer) dan UICC (Union for Cancer International Control) merayakan Hari Kanker Sedunia (World Cancer Day), untuk mempromosikan cara meringankan beban global atas penyakit kanker. Apa yang sebaiknya kita ketahui?

Kanker adalah salah satu penyebab morbiditas dan kematian di seluruh dunia, dengan sekitar 14 juta kasus baru di tahun 2015. Jumlah kasus baru diperkirakan meningkat sekitar 70% selama 2 dekade ke depan. Kanker adalah penyebab utama kematian kedua di dunia, dan bertanggung jawab atas 8,8 juta kematian pada tahun 2015. Secara global, hampir 1 dari 6 kematian disebabkan oleh kanker dan sekitar 70% kematian akibat kanker, terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah, termasuk Indonesia.

Dampak ekonomi dari kanker adalah signifikan dan meningkat. Total biaya ekonomi tahunan kanker global pada tahun 2015 diperkirakan sekitar US $ 1,16 triliun. Namun demikian, hanya ada 1 dari 5 negara berpenghasilan rendah dan menengah yang memiliki kebijakan pengendalian kanker. Dalam 3 tahun program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Indonesia, telah dimanfaatkan oleh 192,9 juta peserta, termasuk penderita kanker. Pembiayaan layanan kesehatan untuk penyakit katastopik pada era JKN sangat kontroversial, karena terbukti menjadi beban berat pembiayaan. Terdapat 8 (delapan) penyakit katastropik antara lain jantung, gagal ginjal, kanker organ, stroke, sirosis hepatis, thalasemia, kanker darah atau leukemia, dan hemofilia. Jumlah biaya layanan kesehatan penyakit katastropik dari total biaya pada tahun 2016 mencapai 24,81%. Berdasarkan data klaim JKN sampai dengan bulan bayar Januari 2017, penyakit jantung paling banyak membutuhkan biaya pengobatan, yaitu Rp. 6,9 T dan sangat membebani anggaran JKN. Kemudian disusul penyakit kanker Rp. 1,8 T, stroke Rp. 1,5 T, ginjal Rp. 1,5 T, dan diabetes Rp. 1,2 T. Namun demikian, tidak tersedia data apakah pembiayaan sebesar itu telah memberikan luaran medis yang sepadan.

Kanker dapat dikurangi dan dikendalikan dengan menerapkan strategi berbasis bukti untuk pencegahan, deteksi dini dan manajemen pasien kanker. Pencegahan dilakukan dengan memodifikasi dan menghindari faktor risiko. Banyak kanker memiliki kesempatan yang tinggi untuk sembuh, jika terdeteksi dini dan diobati secara memadai. Selain itu, lebih dari 30% kematian akibat kanker dapat dicegah dengan memodifikasi atau menghindari faktor risiko utama. Tindakan yang diperlukan mencakup berhenti merokok, koreksi kelebihan berat badan, diet yang sehat dengan meningkatkan buah dan sayuran, serta melakukan aktivitas fisik.

Hasil gambar untuk hari kanker sedunia

Selain itu, juga menghentikan penggunaan alkohol, menghindari infeksi yang menular secara seksual, menghindari infeksi oleh HBV, radiasi pengion dan non-pengion serta menghindari pencemaran udara perkotaan, asap dalam ruangan dari penggunaan bahan bakar padat rumah tangga. Strategi pencegahan lainnya meliputi vaksinasi terhadap virus papiloma manusia (HPV) dan virus hepatitis B (HBV), pengendalian bahaya di tempat kerja, mengurangi paparan radiasi non-pengion terutama sinar matahari dan radiasi pengion oleh alat pencitraan diagnostik medis.

Hasil gambar untuk hari kanker sedunia

Program pengedalian penyakit kanker di Indonesia dilakukan untuk semua jenis kanker, tetapi saat ini masih diprioritaskan pada dua kanker tertinggi di Indonesia yaitu kanker leher rahim dan kanker payudara. Pengendalian kanker merupakan salah satu indikator pada Rencana Strategis Kementerian Kesehatan tahun 2015-2019. Indikatornya adalah persentase perempuan usia 30-50 tahun yang dideteksi dini menderita kanker leher rahim dan kanker payudara. Sejak tahun 2007 sampai dengan 2016, sudah dilakukan deteksi dini kanker serviks dan payudara terhadap 1.925.943 perempuan usia 30-50 tahun. Pemeriksaan dilakukan menggunakan metode Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS) dan pemeriksaan Inspeksi Vistual Asam Asetat (IVA) atau Pap Smear. Rekapulasi deteksi dini kanker serviks dan payudara pada tahun 2014 sampai 2016, IVA Positif 73.453, Curiga Kanker Serviks 1.739, Tumor Payudara 4.030, dan Curiga Kanker Payudara 611 orang perempuan.

Hasil gambar untuk hari kanker sedunia

Momentum Hari Kanker Sedunia (World Cancer Day) setiap tahun pada tanggal 4 Februari, adalah ajakan WHO, IARC (International Agency for Research on Cancer) dan UICC (Union for Cancer International Control) untuk meningkatkan kepedulian kita semua akan kanker. Apakah kita sudah bertindak?

Sekian

Yogyakarta, 2 Februari 2018

*) Sekretaris IDI Wilayah DIY, dokter spesialis anak, Lektor di FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161, e-mail : fxwikan_indrarto@yahoo.com

wa.me/
wa.me
Halo, ada yang dapat dibantu?