Categories
Istanbul

HARI ORANG SAKIT SEDUNIA 2018

Hasil gambar untuk orang sakit

fx. wikan indrarto*)

Hari Orang Sakit Sedunia (World Day of the Sick) ditetapkan oleh Sri Paus Yohanes Paulus II dan mulai dirayakan pada 11 Februari 1993. Tema Hari Orang Sakit Sedunia tahun 2018 ini adalah kata yang diucapkan Yesus dari atas salib kepada Maria, IbuNya, dan Yohanes; “Ibu, inilah anakmu. Inilah ibumu. Dan sejak saat itu, murid itu menerima dia di dalam rumahnya.” (Yoh 19;26-27). Kata-kata Yesus itu dengan terang benderang menerangi misteri Salib, yang tidak menghadirkan keputusasaan, namun justru menunjukkan kemuliaan dan kasihNya sampai akhir.

Hasil gambar untuk orang sakit

Ketiga subtema yang terus-menerus didengungkan pada Hari Orang Sakit Sedunia adalah pertama, mengingatkan semua orang beriman, untuk berdoa secara khusuk bagi mereka yang sedang sakit. Kedua, mengundang semua orang beriman untuk merefleksikan sakit dan penderitaan manusia, dan ketiga, penghargaan bagi semua petugas kesehatan.

Melayani saudara kita yang sedang sakit, seharusnya diawali dengan kemurnian hati sampai kita mampu bersikap seperti Ayub “Saya mata untuk orang buta, dan kaki bagi orang lumpuh” (Ayub 29:15), kepada sesama yang sakit. Pelayanan kita tidaklah harus dilakukan dengan menjadi petugas kesehatan bagi para pasien. Sebenarnya kita dapat sekedar dekat dengan orang sakit, terutama yang membutuhkan perawatan lama, membantu dalam memandikan, berpakaian, mencucikan dan menyuapkan makanan. Layanan sederhana seperti ini, terutama bila dilakukan berkepanjangan, pastilah dapat menjadi sangat melelahkan dan memberatkan.

Hasil gambar untuk orang sakit

Meskipun tidak ada yang menginginkannya, namun setiap manusia akan mungkin mengalami sakit, penderitaan dan bahkan dapat berlanjut dengan kematian. Sakit yang ringan sekalipun, sebaiknya digunakan sebagai sebuah momentum penting untuk mensyukuri sehat. Kita diingatkan untuk bersandar pada Tuhan, menyadari pentingnya iman bagi mereka yang sakit dan berbeban berat, untuk datang pada Tuhan. Dalam pertemuannya dengan Tuhan melalui caranya masing-masing, mereka yang sakit akan menyadari bahwa dirinya tidak sendirian.

Bagi kita semua yang sehat, memberikan pendampingan, penghiburan dan perhatian untuk mereka yang sakit, sangatlah berarti. Selain itu, kita disadarkan akan pergerakan roda kehidupan. Pada saat sehat, kita seharusnya meluangkan waktu, tenaga, pikiran dan dana untuk membantu mereka yang sakit. Pada saat yang lain, sangat mungkin kita sendiri justru menjadi orang yang sakit dan memerlukan hal yang sama dari semua orang di sekitar kita, sebagaimana pergerakan dan putaran roda kehidupan.

Hasil gambar untuk orang sakit

Pada era JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) yang sekarang berlaku di Indonesia, kendali mutu dan kendali biaya untuk pasien yang sakit akan terus diwujudkan. Hal ini karena kebebasan profesi dokter semakin direduksi, kompleksitas masalah medis pasien semakin diabaikan, dan mutu layanan medik yang dilakukan semakin disetarakan. Untuk itu, terhadap pasien dengan sakit berat dan berbiaya mahal, para dokter pasti akan sampai pada sebuah titik terjadinya dilema medis. Pada titik itulah diperlukan perubahan dari pengobatan menjadi perawatan (Advance Cures and Transform Care).

Para dokter wajib membedakan sifat tindakan medis yang akan diambilnya, menjadi ‘Ordinary’ atau ‘Extraordinary’. Disebut ordinary kalau memenuhi 6 syarat, yaitu 3 aspek medis dan 3 aspek moral. Syarat aspek medis adalah teruji secara imiah, terbukti berhasil secara statistik, dan tersedia secara rasional. Sedangkan aspek moral adalah menguntungkan, bermanfaat, dan tidak menjadi beban finansial bagi pasien, keluarga maupun RS.


Penilaian sifat tindakan medis tersebut adalah ‘hic et nunc’, yaitu sekarang dan di RS ini. Apabila salah satu saja dari 6 syarat tersebut tidak tepenuhi, maka tindakan medis tersebut termasuk ‘Extraordinary’, sehingga secara etika tidak wajib dilakukan oleh dokter. Ketentuan etika tersebut diperlukan untuk menghindari 3 hal, yaitu ‘agresive medicine’ (tindakan berlebihan), ‘futile medicine’ (intervensi sia-sia), dan rasa bersalah yang tidak perlu, baik bagi dokter, para petugas RS lainnya, pasien maupun keluarganya. Selain itu,
perburukan kondisi medis, bahkan kematian pasien tidak boleh dianggap sebagai kegagalan dokter, asalkan kewajiban dokter sudah dilaksanakan.

Hasil gambar untuk orang sakit

Momentum Hari Orang Sakit Sedunia (World Day of the Sick) Minggu, 11 Februari 2018, mengingatkan kita agar memiliki kebijaksanaan hati bagi para orang sakit. Selain itu, saat terjadi sakit juga tidak perlu putus asa, karena adanya kemuliaan dan kasih Tuhan sampai pada akhir kehidupan. Sudahkah kita menemani orang sakit di sekitar kita?

sekian

Yogyakarta, 6 Februari 2018

*) Ketua IDI Cabang Kota Yogyakarta, dokter spesialis anak, Lektor di UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA 081227280161

Categories
Istanbul

MELEPAS YANGKUNG

MELEPAS   YANGKUNG

Selamat jalan mengahadap Tuhan Sang Pencipta

fx. wikan indrarto*)

Eyang Satiyo

Eyang Kakung Thomas Satiyo (selanjutnya disebut Yangkung, usia 83 tahun) pertama kali diketahui menderita gangguan jantung pada sekitar awal Mei 1998, saat periksa diri dengan menyopir sendiri mobilnya, ke Klinik Jantung di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta. Sejak itu, Yangkung selalu mengkonsumsi obat untuk mempertahankan agar fungsi jantungnya bertahan stabil. Eyang Puteri Theresia Jatmiati (selanjutnya disebut Yangti), dengan telaten mendampingi Yangkung kontrol teratur ke RS, menemani minum obat, dan menyediakan menu makanan seusi anjuran dokter.

35
Pesta Emas Pernikahan Yangkung dan Yangti di Klaten, 31 Juli 2016

.

Jumat, 20 Oktober 2017 menjelang malam sampai Senin siang, 23 Oktober 2017 Yangkung menjalani rawat inap di Kamar 210 Gedung Lukas RS Panti Rapih Yogyakarta, karena demam tinggi, muntah dan dehidrasi. Perawatan medis dilakukan dalam koordinasi antara Dr. Doni Priyambodo, SpPD-KPTI dan Dr. Galuh Retno Anggraini, Sp.JP. Perawatan lanjutan dilakukan di rumah Jl. Bimokurdo 16 Sapen, Demangan, GK, Yogyakarta. Selain oleh Yangti, Yangkung juga ditemani oleh mas Budi, seorang pramurukti yang hampir 24 jam sehari selalu mendampingi Yangkung, dan Tim ‘Home Care’ RS Panti Rapih. Sesekali kami mampir ke rumah Sapen, karena kami tinggal di Timoho tidak jauh dari rumah Sapen, untuk memantau perkembangan Yangkung, dalam situasi risau, gundah dan bimbang. Kami tidak yakin dengan kondisi kesehatan Yangkung, terkait rencana kami akan meninggalkan Yangkung, karena keinginan kami ikut serta dalam konggres ‘the 11th World Congress on Adolescent Health’, yang akan diselenggarakan pada hari Jumat, 27 sampai Minggu, 29 Oktober 2017 di Hotel Pullman Aerocity, New Delhi, India.

Peserta Konggres

Kenangan saat menjadi peserta ‘the 11th World Congress on Adolescent Health,’

Jumat, 27 sampai Minggu, 29 Oktober 2017, di New Delhi, India

.

Untunglah Yangkung sudah mampu berdiri, berjalan dan bahkan mandi di KM sendiri, pada Selasa sore, 24 Oktober 2017. Kami bersyukur dan berharap agar kondisi Yangkung semakin membaik, kuat dan bugar, sampai kami melihat sendiri hal tersebut dilakukan Yangkung pada Rabu sore, 25 Oktober 2017. Rabu malam itu juga, kami berdoa berdua untuk memohon pertimbangan terbaik dan saat selesai berdoa, kami memutuskan akan berangkat ke India. Sebuah persiapan sangat singkat segera kami lakukan, dengan memasukkan semua perbekalan ke dalam kopor, segenap persyaratan perjalanan ke dalam tas ransel, dan unduhan ‘file’ sefolder keperluan acara dalam HP. Belum pernah kami melakukan perjalanan ke luar negeri agak lama, cukup padat acara, dan sedikit jauh, dalam persiapan sesingkat ini. Sebelum terbang tinggi pada Kamis pagi, 26 Oktober 2017 kami mampir sebentar ke rumah Sapen, untuk memastikan kondisi Yangkung, memintakan pamit dan memberikan jaminan pendampingan untuk Yangkung dan Yangti.

.

Categories
Istanbul

Hari Kanker Anak Internasional

Hari Kanker Anak Internasional

fx. wikan indrarto*)

Hasil gambar untuk hari kanker anak internasional 2018

Hari Kanker Anak Internasional pada Kamis, 15 Februari 2018, ditujukan untuk menyoroti tindakan global terpadu dalam mengatasi tantangan kanker pada anak. Secara global, kanker anak dan remaja berpotensi untuk melebihi penyakit menular, sebagai salah satu penyebab kematian akibat penyakit yang tertinggi pada anak. Apa yang terjadi?

Tema 2018 adalah “Advance Cures and Transform Care”. Pesan ini menyoroti ketidaksetaraan mencolok atas akses terhadap terapi di banyak negara berpenghasilan rendah dan menengah, di mana 80% anak dengan kanker hidup. Anak dan remaja di Afrika, Asia dan Amerika Latin dan di beberapa bagian Eropa Timur dan Selatan, belum memiliki akses terhadap pengobatan yang tepat, termasuk obat esensial dan perawatan khusus. Saat ini, di mana seorang anak hidup dan tinggal, cukup sering menentukan kemampuannya untuk bertahan hidup dari kanker anak. Hari ini adalah hari ketika kita berkumpul untuk menjadikan anak sebagai prioritas kesehatan nasional dan global.

Hasil gambar untuk hari kanker anak internasional 2018

Terkait kanker pada anak, saat ini masih terlalu sering kita mendengar kata “tetapi”, misalnya “tetapi” tidak cukup banyak anak yang dapat diobati, “tetapi” pengobatannya terlalu mahal, “tetapi” tidak ada cukup dokter ahli, dan banyak “tetapi” yang lain lagi. Pesan Utama adalah Sekarang waktunya. Tidak ada lagi “tetapi” (The time is now. There can be no more “but”). Sekarang kita harus bekerjasama untuk menyembuhkan, mengubah layanan dan menanamkan harapan pada anak, karena semua anak dengan kanker berhak mendapatkan akses terhadap obat esensial dan perawatan berkualitas.

Menurut The International Agency for Research on Cancer 2015, kejadian kanker anak di seluruh dunia meningkat, dari 165.000 kasus baru setiap tahun menjadi 215.000 kasus untuk anak sampai usia 14 tahun, dan 85.000 kasus baru untuk remaja usia 15-19 tahun. Program pengedalian penyakit kanker di Indonesia dilakukan untuk semua jenis kanker, tetapi saat ini masih diprioritaskan pada dua kanker terbanyak, yaitu kanker leher rahim dan kanker payudara, bukan pada anak. Meskipun jumlah anak dengan kanker jauh lebih sedikit dibandingkan dengan dewasa, tetapi jumlah kehidupan yang disimpan secara signifikan sebenarnya lebih tinggi. Bahkan tingkat kelangsungan hidup di negara berpenghasilan tinggi mencapai rata-rata 84% dan terus meningkat, juga di daerah dengan sumber daya yang kurang mendapat bantuan lokal dan internasional sekalipun.

Hasil gambar untuk hari kanker anak internasional 2018
Enter a caption

Sebanyak 188 organisasi anggota Childhood Cancer International (CCI) di 96 negara dan 1.000 profesional layanan kesehatan dari 110 negara yang merupakan anggota International Society of Pediatric Oncology (SIOP), meminta setiap orang untuk ‘bersatu dalam solidaritas’ dan memastikan semua anak dan remaja di manapun, agar memiliki kesempatan untuk bertahan hidup dari kanker. Selain itu, juga agar dapat menjalani kehidupan yang panjang, produktif dan bermakna. Tidak ada yang lebih menakutkan daripada menyadari bahwa anak kita menderita kanker. Namun demikian, tidak ada yang lebih tragis daripada saat mengetahui bahwa pengobatan memang ada dan hasilnya sangat baik, tetapi itu tidak tersedia untuk anak kita. Mengapa? Hanya karena anak kita kebetulan tinggal di belahan dunia yang salah.

Ternyata lebih dari 300.000 anak setiap tahun didiagnosis menderita kanker. Juga bahwa banyak jenis kanker pada anak dapat disembuhkan, jika anak diberikan 4 hak azasi, yaitu hak untuk diagnosis dini secara tepat, mengakses obat penting, mendapatkan layanan medis yang tepat dan berkualitas, serta menindaklanjuti layanan medis berkelanjutan bagi anak yang selamat. Hal ini mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa tujuan ke 3.4, yaitu untuk mengurangi angka kematian dini sampai sepertiganya pada tahun 2030.

Hasil gambar untuk hari kanker anak internasional 2018

Disparitas besar terjadi pada tingkat kelangsungan hidup anak dengan kanker secara global. Di negara berpenghasilan rendah sampai menengah, di mana akses terhadap perawatan seringkali terbatas dan sangat menantang, tingkat kelangsungan hidup hanya 10%. Dari 10 anak yang didiagnosa menderita kanker, hanya 1 yang bertahan. Sebaliknya, di negara berpenghasilan tinggi dan maju, tingkat kelangsungan hidup bisa setinggi 90%, hanya 1 anak yang akan mati.

Perkembangan obat kanker anak juga sangat tertinggal. Sebagai contoh, pengobatan untuk leukemia limfoblastik akut risiko standar, yang merupakan jenis kanker darah pada anak yang paling umum, yaitu terdiri dari 11 obat. Pada hal, lima di antaranya ditemukan pada 1960-an, lima lainnya, pada 1970-an dan satu di tahun 80-an. Tidak ada lagi obat baru untuk anak dengan kanker darah atau leukemia.

Momentum Hari Kanker Anak Internasional pada Kamis, 15 Februari 2018, adalah ajakan berulang untuk meningkatkan kepedulian kita semua akan kanker pada anak. Apakah kita sudah bertindak?

Sekian

Hasil gambar untuk dr wikan indrarto

Yogyakarta, 9 Februari 2018

*) Sekretaris IDI Wilayah DIY, dokter spesialis anak, Lektor di FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161

 

Categories
Istanbul

KEKERASAN TERHADAP ANAK

KEKERASAN TERHADAP ANAK

fx. wikan indrarto*)

Hasil gambar untuk kekerasan pada anak

Polda Metro Jaya Minggu, 4 Februari 2018 menangkap tiga tersangka kekerasan terhadap anak, yang videonya viral di media sosial. Ketiganya dianggap melakukan penelantaran, kekerasan, dan atau eksploitasi terhadap anak. Apa yang harus dicermati?

Kekerasan terhadap anak mencakup semua bentuk perlakuan kasar terhadap seseorang di bawah usia 18 tahun, baik yang dilakukan oleh orang tua, pengasuh, saudara kandung, teman, atau orang lain. Pada 1 Februari 2018, secara global, diperkirakan hingga 1 miliar anak usia 2-17 tahun, telah mengalami kekerasan fisik, seksual, atau penelantaran (neglect) dalam satu tahun terakhir. Pada hal, anak yang mengalami kekerasan akan berdampak pada kesehatan dan kesejahteraan seumur hidup.

Hasil gambar untuk kekerasan pada anak

Sebagian besar kekerasan terhadap anak setidaknya merupakan satu dari enam jenis kekerasan utama. Perama adalah pelecehan, termasuk hukuman kekerasan secara fisik, seksual, psikologis, dan emosional, termasuk mengabaikan bayi, anak dan remaja oleh orang tua atau pengasuh. Bentuk ini paling sering terjadi di rumah, bahkan juga di lingkungan sekolah dan panti asuhan.

Kedua adalah ‘bullying’ (termasuk cyber-bullying), yang merupakan perilaku agresif oleh anak atau sekelompok anak, yang bukan saudara korban. Kekerasan ini menyebabkan kerusakan fisik, psikologis atau sosial secara berulang, dan sering terjadi di sekolah dan tempat lain di mana anak berkumpul, dan bahkan secara online.

Hasil gambar untuk kekerasan pada anak

Ketiga adalah kekerasan remaja yang terkonsentrasi pada usia 10-18 tahun, paling sering terjadi di lingkungan masyarakat antara kenalan dan orang asing. Kekeran ini termasuk intimidasi dan penyerangan fisik dengan atau tanpa senjata api ataupun tajam, dan mungkin melibatkan kekerasan geng.

Keempat adalah kekerasan saudara kandung atau kekerasan dalam rumah tangga, yang melibatkan kekerasan fisik, seksual dan emosional. Meskipun laki-laki juga bisa menjadi korban, kekerasan pasangan intim secara tidak proporsional mempengaruhi perempuan. Biasanya terjadi pada anak perempuan dalam perkawinan anak, dini, atau paksa. Pada remaja secara romantis tetapi belum menikah, kadang disebut kekerasan berkencan (dating violence).

Hasil gambar untuk kekerasan pada anak

Kelima adalah kekerasan seksual, yaitu mencakup hubungan seksual atau percobaan kontak seksual, dan tindakan seksual yang tidak melibatkan kontak (seperti voyeurisme atau pelecehan seksual. Selain itu, juga tindakan perdagangan seksual yang dilakukan terhadap seseorang yang tidak dapat menyetujui atau menolak, dan eksploitasi online. Dan keenam adalah kekerasan emosional atau psikologis, yaitu mencakup membatasi gerakan, penghinaan, ejekan, ancaman, intimidasi, diskriminasi, penolakan dan bentuk perlakuan bermusuhan non-fisik lainnya. Bila ditujukan terhadap anak perempuan atau anak laki-laki karena jenis kelamin biologis atau identitas gender mereka, jenis kekerasan semacam ini juga disebut kekerasan berbasis gender.

Kekerasan terhadap anak dapat dicegah, dengan usaha yang secara sistematis menangani faktor risiko dengan INSPIRE, ‘Seven strategies for ending violence against children’. WHO dan 10 lembaga internasional telah mengembangkan dan mendukung sebuah paket teknis berbasis bukti yang disebut INSPIRE, yang bertujuan untuk membantu semua negara sesuai Agenda 2030 untuk Pembangunan yang Berkelanjutan (SDGs) Target 16.2, yaitu mengakhiri kekerasan terhadap anak. Setiap huruf dari kata ‘INSPIRE’ merupakan salah satu strategi yang sebagian besar terbukti, memiliki efek pencegahan pada beberapa jenis kekerasan yang berbeda. Selain itu, juga bermanfaat pada kesehatan mental, pendidikan dan pengurangan kejahatan pada anak.

Implementation and enforcement of laws’, misalnya melarang laku disiplin dengan kekerasan dan membatasi akses terhadap alkohol dan senjata, Norms and values change’, misalnya mengubah norma yang memaafkan pelecehan seksual terhadap anak perempuan atau perilaku agresif pada anak laki-laki, dan Safe environments’, misalnya mengidentifikasi lingkungan untuk kekerasan dan kemudian menangani penyebab lokal melalui penanganan masalah dan intervensi lainnya. Selanjutnya Parental and caregiver support’, yaitu pelatihan keuangan mikro dan kesetaraan gender, Income and economic strengthening’, misalnya memberikan pelatihan kepada pasangan orang tua muda, Response services provision’, misalnya memastikan anak yang terpapar kekerasan, dapat mengakses layanan medis darurat yang efektif dan mendapat dukungan psikososial yang tepat, serta Education and life skills’, yaitu memastikan anak bersekolah atau memberikan pelatihan keterampilan hidup dan sosial.

 Hasil gambar untuk kekerasan pada anak

Sasaran 16.2 SDGs, yaitu menghentikan penyalahgunaan, eksploitasi, perdagangan, dan segala bentuk kekerasan dan penyiksaan terhadap anak, harus kita wujudkan. Bukti dari seluruh dunia menunjukkan bahwa kekerasan terhadap anak dapat dicegah. Apakah kita sudah bertindak?

Hasil gambar untuk dr wikan indrarto

Sekian

Yogyakarta, 7 Februari 2018

*) Ketua IDI Cabang Kota Yogyakarta, dokter spesialis anak, Lektor di FK UKDW, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161

 

Categories
Istanbul

HARI KANKER SEDUNIA 2018

 

fx. wikan indrarto*)

Hasil gambar untuk hari kanker sedunia

Setiap tahun pada tanggal 4 Februari, WHO, IARC (International Agency for Research on Cancer) dan UICC (Union for Cancer International Control) merayakan Hari Kanker Sedunia (World Cancer Day), untuk mempromosikan cara meringankan beban global atas penyakit kanker. Apa yang sebaiknya kita ketahui?

Kanker adalah salah satu penyebab morbiditas dan kematian di seluruh dunia, dengan sekitar 14 juta kasus baru di tahun 2015. Jumlah kasus baru diperkirakan meningkat sekitar 70% selama 2 dekade ke depan. Kanker adalah penyebab utama kematian kedua di dunia, dan bertanggung jawab atas 8,8 juta kematian pada tahun 2015. Secara global, hampir 1 dari 6 kematian disebabkan oleh kanker dan sekitar 70% kematian akibat kanker, terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah, termasuk Indonesia.

Dampak ekonomi dari kanker adalah signifikan dan meningkat. Total biaya ekonomi tahunan kanker global pada tahun 2015 diperkirakan sekitar US $ 1,16 triliun. Namun demikian, hanya ada 1 dari 5 negara berpenghasilan rendah dan menengah yang memiliki kebijakan pengendalian kanker. Dalam 3 tahun program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Indonesia, telah dimanfaatkan oleh 192,9 juta peserta, termasuk penderita kanker. Pembiayaan layanan kesehatan untuk penyakit katastopik pada era JKN sangat kontroversial, karena terbukti menjadi beban berat pembiayaan. Terdapat 8 (delapan) penyakit katastropik antara lain jantung, gagal ginjal, kanker organ, stroke, sirosis hepatis, thalasemia, kanker darah atau leukemia, dan hemofilia. Jumlah biaya layanan kesehatan penyakit katastropik dari total biaya pada tahun 2016 mencapai 24,81%. Berdasarkan data klaim JKN sampai dengan bulan bayar Januari 2017, penyakit jantung paling banyak membutuhkan biaya pengobatan, yaitu Rp. 6,9 T dan sangat membebani anggaran JKN. Kemudian disusul penyakit kanker Rp. 1,8 T, stroke Rp. 1,5 T, ginjal Rp. 1,5 T, dan diabetes Rp. 1,2 T. Namun demikian, tidak tersedia data apakah pembiayaan sebesar itu telah memberikan luaran medis yang sepadan.

Kanker dapat dikurangi dan dikendalikan dengan menerapkan strategi berbasis bukti untuk pencegahan, deteksi dini dan manajemen pasien kanker. Pencegahan dilakukan dengan memodifikasi dan menghindari faktor risiko. Banyak kanker memiliki kesempatan yang tinggi untuk sembuh, jika terdeteksi dini dan diobati secara memadai. Selain itu, lebih dari 30% kematian akibat kanker dapat dicegah dengan memodifikasi atau menghindari faktor risiko utama. Tindakan yang diperlukan mencakup berhenti merokok, koreksi kelebihan berat badan, diet yang sehat dengan meningkatkan buah dan sayuran, serta melakukan aktivitas fisik.

Hasil gambar untuk hari kanker sedunia

Selain itu, juga menghentikan penggunaan alkohol, menghindari infeksi yang menular secara seksual, menghindari infeksi oleh HBV, radiasi pengion dan non-pengion serta menghindari pencemaran udara perkotaan, asap dalam ruangan dari penggunaan bahan bakar padat rumah tangga. Strategi pencegahan lainnya meliputi vaksinasi terhadap virus papiloma manusia (HPV) dan virus hepatitis B (HBV), pengendalian bahaya di tempat kerja, mengurangi paparan radiasi non-pengion terutama sinar matahari dan radiasi pengion oleh alat pencitraan diagnostik medis.

Hasil gambar untuk hari kanker sedunia

Program pengedalian penyakit kanker di Indonesia dilakukan untuk semua jenis kanker, tetapi saat ini masih diprioritaskan pada dua kanker tertinggi di Indonesia yaitu kanker leher rahim dan kanker payudara. Pengendalian kanker merupakan salah satu indikator pada Rencana Strategis Kementerian Kesehatan tahun 2015-2019. Indikatornya adalah persentase perempuan usia 30-50 tahun yang dideteksi dini menderita kanker leher rahim dan kanker payudara. Sejak tahun 2007 sampai dengan 2016, sudah dilakukan deteksi dini kanker serviks dan payudara terhadap 1.925.943 perempuan usia 30-50 tahun. Pemeriksaan dilakukan menggunakan metode Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS) dan pemeriksaan Inspeksi Vistual Asam Asetat (IVA) atau Pap Smear. Rekapulasi deteksi dini kanker serviks dan payudara pada tahun 2014 sampai 2016, IVA Positif 73.453, Curiga Kanker Serviks 1.739, Tumor Payudara 4.030, dan Curiga Kanker Payudara 611 orang perempuan.

Hasil gambar untuk hari kanker sedunia

Momentum Hari Kanker Sedunia (World Cancer Day) setiap tahun pada tanggal 4 Februari, adalah ajakan WHO, IARC (International Agency for Research on Cancer) dan UICC (Union for Cancer International Control) untuk meningkatkan kepedulian kita semua akan kanker. Apakah kita sudah bertindak?

Sekian

Yogyakarta, 2 Februari 2018

*) Sekretaris IDI Wilayah DIY, dokter spesialis anak, Lektor di FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161, e-mail : fxwikan_indrarto@yahoo.com

Categories
Istanbul

DOKTER JAMAN NOW

 

DOKTER BARU ERA JKN

fx. wikan indrarto*)

Para dokter baru dari 74 FK se Indonesia, akan memasuki dunia kerja pada layanan kesehatan dengan sistem yang baru. Pada era JKN (Jaminan Kesehatan Nasional), dokter baru sebaiknya terlibat mendukung tercapainya ‘Universal Health Coverage’ (UHC). Apa yang dapat dilakukan?

Hasil gambar untuk dokter baru fk ukdw

Sejak dimulainya program JKN untuk menuju UHC di Indonesia pada 1 Januari 2014, BPJS Kesehatan ditetapkan menjadi penjamin biaya layanan kesehatan. Pada 31 Desember 2017, peserta JKN sudah sebanyak 187.982.949 orang warga. Selain itu, faskes provider JKN sudah sebanyak 26.992 unit faskes, baik faskes primer (Puskesmas, Dokter Praktek Perorangan, dan Klinik Pratama) maupun 2.086 faskes sekunder dan tersier (RS). Saat ini sudah tercapai 75,28% warga menjadi peserta JKN dengan target pada awal tahun 2019 adalah 250 juta atau seluruh penduduk Indonesia telah menjadi peserta JKN (UHC).

Sesuai UU No 20-2013 tentang Pendidikan Kedokteran, dokter baru wajib ikut Program Internship Dokter Indonesia (PIDI). Setelah selesai menjalani PIDI, dokter baru dapat bergabung dengan 125.146 orang dokter umum ter-registrasi KKI, untuk terlibat langsung dalam layanan kesehatan bagi peserta JKN. Hanya sekitar 28,01% dokter yang akan melanjutkan pendidikan spesialis, sehingga tersedia paling tidak 4 jalur karier profesional. Yang pertama adalah pada faskes primer, kedua pada faskes sekunder atau tersier di RS, ketiga pada badan regulator dan keempat pada lembaga penjamin biaya. Pada faskes primer, umumnya dokter baru akan mengawali karier profesional dengan bekerja di klinik pratama atau puskesmas, sebelum bergabung dengan 4.883 Dokter Praktek Perorangan provider JKN yang telah mampu mandiri.

Hasil gambar untuk faskes primer bpjs

Pada faskes primer, dokter baru memiliki tugas untuk melakukan layanan kesehatan non spesialistik, promotif dan preventif, pemeriksaan, pengobatan dan konsultasi medis. Selain itu, juga dituntut terlibat dalam peran administratif, terutama untuk menyusun berbagai laporan, misalnya Program Pengelolaan Penyakit Kronis (prolanis), SDM sesuai kompetensi, tagihan non kapitasi, kegiatan promotif dan preventif, maupun laporan kunjungan peserta dan rujukan ke RS. Tantangan karier profesional dokter baru pada faskes primer meliputi ketrampilan dalam mencari, mempertahankan, dan mengatur jumlah kepesertaan. Hal ini disebabkan karena pembayaran jasa medis dokter menggunakan sistem kapitasi, yang ditentukan oleh jumlah peserta yang menjadi tanggungjawab profesonalnya. Juga tantangan dalam aspek koordinasi dengan tenaga kesehatan profesional lain, yaitu dokter gigi, bidan, laboratorium klinik, dan apotek. Tugas admisnitratif pembuatan laporan pertanggungjawaban, adalah sebuah tantangan tersendiri, karena menyangkut besaran klaim dana kapitasi dan luar paket, yang sangat mungkin belum sempat dipelajari di FK.

Hasil gambar untuk faskes primer bpjs

Pada faskes sekunder di RS, dokter baru biasanya ditugaskan dalam bidang administrasi pelayanan, bantuan teknis medis dan mediator dalam proses pengajuan klaim biaya, baik secara manual ataupun vedika (e-claim). Hal ini disebabkan karena dokter baru memiliki pemahaman dan penguasaan tentang istilah medis dan administratif yang lebih baik dan sangat bermanfaat, agar RS tidak mengalami selisih biaya negatif. Tantangan profesional dokter baru pada faskes lanjut di RS biasanya adalah pada proses penentuan kriteria ‘emergency’ yang dijamin program JKN untuk pasien di UGD, layanan edukasi pra hospital di konter admisi, dan tugas kendali biaya dan mutu layanan, agar terjadi efisiensi secara baik. Hal ini karena pembayaran oleh BPJS Kesehatan untuk faskes sekunder menggunakan sistem case-mix. Selain itu, juga membantu koordinasi layanan antar petugas profesional kesehatan dan yang tidak kalah penting adalah peran dokter baru dalam bantuan proses penyusunan klaim, juga menyelesaiakan klaim ‘pending’ dan ‘dispute’.

Dokter umum baru juga dapat memulai karier profesional sebagai regulator, agar layanan JKN dapat dilaksanakan dengan baik. Peran dokter dapat dilakukan di kantor Dinas Kesehatan, baik di tingkat propinsi, kabupaten, atau kota. Selain itu, juga dapat melalui jalur P2JK Kemenkes (Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan), untuk membantu menyusun kebijakan teknis, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang analisis pembiayaan dan jaminan kesehatan (Permenkes 64-2015 pasal 877). Dokter baru juga dapat berperan aktif dalam organisasi profesi IDI, baik di tingkat pusat, wilayah ataupun cabang. Tantangan tugas profesional dokter sebagai regulator adalah kemampuannya untuk bersikap adil, tegas dan manusiawi. Selain itu, juga harus mampu membina hubungan antar profesi kesehatan dan instansi.

Hasil gambar untuk faskes primer bpjs

Peran yang tidak kalah menarik adalah jalur profesional dokter umum baru sebagai ahli asuransi. Di Indonesia sudah terbentuk PAMJAKI (Perhimpunan Ahli Manajemen Jaminan dan Asuransi Kesehatan Indonesia), yaitu kumpulan ahli di bidang asuransi khusus kesehatan. Para dokter baru dapat mengikuti ujian untuk mendapatkan gelar AAAK (Ajun Ahli Asuransi Kesehatan) dan AAK (Ahli Asuransi Kesehatan), setelah menyelesaikan modul ujian dari PAMJAKI. AAAK harus lulus 5 (lima) modul yaitu 2 Managed Care, 2 Dasar Asuransi Kesehatan, dan Asuransi Kesehatan Nasional. Sedangkan AAK harus lulus 10 (sepuluh), yaitu AAAK ditambah 5 (lima) modul lagi yang meliputi Asuransi Biaya Medis, Asuransi Kesehatan Suplemen, Asuransi Disabilitas, Long Term Care dan Fraud.

Tantangan profesional dokter umum baru sebagai ahli asuransi adalah membantu mencarikan jalan keluar atas masalah defisit biaya atau ‘mismatch’ yang dialami oleh BPJS Kesehatan. Defisit Rp. 5,6 T pada 2014 telah ditutup aset PT Askes, tahun 2015 tertutupi oleh dana penyertaan modal negara (Rp. 5 T) dan surplus investasi BPJS Kesehatan (Rp. 1 T). Selain itu, defisit tahun 2016 ditutup dana cadangan Kemenkeu (Rp. 6,8 T) dan kenaikan besaran iuran peserta (Perpres 19/ 2016), sedangkan tahun 2017 ditutup dengan cukai rokok (Rp. 9 T).

Hasil gambar untuk faskes primer bpjs

Tantangan lain meliputi penghitungan besaran kenaikan iur premi pada peserta JKN jenis Penerima Bantuan Iur (PBI). Selain itu, juga masalah klaim rasio peserta JKN jenis Peserta Penerima Upah (PPU) yang mencapai 70%, Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) sekitar 300%, Peserta Penerima Upah PNS 100%, dan Peserta Bantuan Iur (PBI) 80%. Fakta ini menggambarkan bahwa disinyalir subsidi kesehatan dari negera adalah salah sasaran.

Dokter yang baru lulus dari FK wajib ikut berkontribusi pada semua sektor, untuk perbaikan derajad kesehatan segenap warga Indonesia. Tentunya agar kita mampu mencapai UHC melalui JKN. Sudahkah para dokter baru siap?

Sekian

Yogyakarta, 23 Januari 2018

*) Ketua IDI Cabang Kota Yogyakarta, dokter spesialis anak, Lektor di FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA : 081227280161

Categories
Istanbul

RESISTENSI ANTIBIOTIK GLOBAL

Hasil gambar untuk infeksi bakteri

fx. wikan indrarto*)

Pada Senin, 29 Januari 2018, di Bangkok Thailand diluncurkan data surveilans global pertama mengenai resistensi antibiotik. Ternyata data menunjukkan adanya tingkat resistensi antibiotika yang tinggi, terhadap sejumlah infeksi bakteri serius di negara berpenghasilan tinggi maupun rendah. Apa yang mengkawatirkan?

Hasil gambar untuk infeksi bakteri

Pada bulan Oktober 2015, WHO meluncurkan Global Antimicrobial Surveillance System (GLASS) yang bekerja sama dengan WHO Collaborating Centers dan jaringan surveilans resistensi antimikroba yang telah ada sebelumnya, berdasarkan pengalaman dari program surveilans WHO lainnya. Misalnya, surveilans resistensi TB telah diterapkan di 188 negara selama 24 tahun terakhir. Surveilans resistansi HIV dimulai pada tahun 2005, sehingga lebih dari 50 negara telah melaporkan data resistansi dengan menggunakan metode survei standar.

Tujuan GLASS 2015–2019 adalah membentuk sistem pengawasan resistensi antibiotik nasional dengan standar global terbaik, memperkirakan luas dan beban resistensi global, menganalisis dan melaporkan data global tentang resistensi secara reguler. Selain itu, mendeteksi resistensi antibiotik yang muncul dan penyebaran internasionalnya, menginformasikan pelaksanaan program pencegahan dan pengendalian yang ditargetkan, dan menilai dampak intervensi tersebut.

Hasil gambar untuk infeksi bakteri

GLASS melaporkan terjadinya resistensi antibiotik secara luas, pada sekitar 500.000 orang yang diduga terinfeksi bakteri di 22 negara. Bakteri resisten yang paling sering dilaporkan adalah Escherichia coli, Klebsiella pneumoniae, Staphylococcus aureus, dan Streptococcus pneumoniae, diikuti oleh Salmonella spp. Sistem ini tidak mencakup data tentang resistensi Mycobacterium tuberculosis, yang menyebabkan penyakit tuberkulosis (TB), karena surveilans TB telah diterapkan sejak tahun 1994 dan laporan tahunan mengenai laporan TB Global juga sudah diluncurkan rutin.

Hasil gambar untuk infeksi bakteri

Di antara pasien dengan dugaan infeksi sistemik atau sepsis, proporsi bakteri yang resisten terhadap paling sedikit satu antibiotik yang paling banyak digunakan, berkisar dari nol sampai 82%. Resistensi terhadap penisilin, obat antibiotika yang digunakan selama puluhan tahun di seluruh dunia untuk mengobati pneumonia atau radang paru-paru, berkisar antara nol sampai 51%. Selain itu, bakteri E. coli yang sering terkait dengan infeksi saluran kencing, menunjukkan resistensi terhadap ciprofloxacin, antibiotik yang biasa digunakan untuk mengatasi kondisi ini, mencapai 8% sampai 65%.

Hasil gambar untuk infeksi bakteri

“Laporan tersebut mengkonfirmasikan situasi resistensi antibiotik yang serius di seluruh dunia,” kata Dr. Marc Sprenger, Director of WHO’s Antimicrobial Resistance Secretariat. Beberapa penyakit infeksi paling umum di dunia yang berpotensi paling berbahaya, terbukti telah kebal atau resistan terhadap obat antibiotik. Selain itu, yang paling mengkhawatirkan semuanya, bakteri patogen tidak mengikuti batas negara. Itulah sebabnya WHO mendorong semua negara, untuk menyiapkan sistem surveilans yang baik, untuk mendeteksi resistansi obat nasional, yang datanya dapat disatukan ke sistem global tersebut.

Sampai saat ini terdapat 52 negara, yaitu 25 negara berpenghasilan tinggi, 20 negara berpenghasilan menengah dan 7 negara berpenghasilan rendah, telah terdaftar dalam GLASS. Dari kawasan ASEAN, hanya Thailand dan Filipina yang telah terdaftar. Untuk laporan pertama, 40 negara memberikan informasi tentang sistem surveilans nasional mereka dan 22 negara juga menyediakan data tentang tingkat resistensi antibiotik. Data yang disajikan dalam laporan GLASS pertama ini sangat bervariasi dalam kualitas dan kelengkapannya. Beberapa negara menghadapi tantangan besar dalam membangun sistem pengawasan nasional mereka, termasuk kurangnya personil, dana dan infrastruktur.

Peluncuran GLASS sudah membuat kemajuan di banyak negara. Misalnya, Kenya telah mempercepat pengembangan sistem resistensi antimikroba nasional, Tunisia mulai mengumpulkan data tentang resistensi antimikroba di tingkat nasional, Korea merevisi sistem surveilens nasional agar sesuai dengan metodologi GLASS, juga menyediakan data dengan kualitas dan kelengkapan yang sangat tinggi. Bahkan banyak negara tertinggal, seperti Afghanistan dan Kamboja yang menghadapi tantangan utama terkait struktur sistem layanan kesehatan nasional, justru telah terdaftar dan menggunakan kerangka kerja GLASS. Secara umum, partisipasi negara di dalam GLASS adalah pertanda meningkatnya komitmen politik, untuk mendukung usaha global dalam mengendalikan resistensi antimikroba.

Hasil gambar untuk infeksi bakteri

Setiap negara, pada tahap pengembangan sistem surveilans resistensi antimikroba nasional, dapat bergabung di dalam GLASS. Semua negara didorong untuk menerapkan standar dan indikator surveilans secara bertahap, berdasarkan prioritas nasional dan sumber daya yang ada. GLASS pada akhirnya akan menggabungkan semua informasi dari sistem surveilans lain yang terkait. Semua data yang dihasilkan oleh GLASS, tersedia secara online gratis dan akan diperbarui secara berkala. Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO, telah menggarisbawahi tujuannya untuk membuat resistensi antimikroba sebagai salah satu prioritas utama WHO, dengan menggabungkan para ahli yang menangani masalah ini, di dalam ‘a newly created strategic initiatives cluster’.

Resistensi antibiotika yang tinggi terhadap sejumlah infeksi bakteri serius cukup mengkawatirkan. Namun demikian, sistem surveilans di banyak RS untuk data tingkat resistensi antibiotik belum terbentuk dengan baik, apalagi untuk tingkat nasional di Indonesia. Apakah Anda bersedia membantu?

sekian

Yogyakarta, 1 Februari 2018

*) Ketua IDI Cabang Kota Yogyakarta, dokter spesialis anak, Lektor di UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA 081227280161

Categories
Istanbul

KRIPTORKISMUS

PANDUAN PRAKTIK KLINIS

KRIPTORKISMUS

IKATAN DOKTER ANAK INDONESIA 2017

Penyunting : I Wayan Bikin Suryawan, Niken Prita Yati, dan Jose RL Batubara

Hasil gambar untuk kriptorkismus adalah

Kriptorkismus merupakan kelainan kongenital, yaitu satu atau kedua testis tidak berada pada posisi yang seharusnya di skrotum pada saat lahir, dan tidak dapat dipindahkan secara manual ke posisi yang seharusnya. Pada bayi lelaki baru lahir merupakan salah satu gangguan kelenjar endokrin dan gangguan genital yang sering ditemukan. Pada bayi prematur insiden kriptorkismus ditemukan 30%, insiden ini menurun menjadi 3-5% pada bayi yang lahir cukup bulan, kemudian pada usia 3 bulan insidennya menjadi 1-3%, dan pada usia 1 tahun insiden tinggal 0,8%. Setelah usia 3 bulan insiden kriptorkismus dapat meningkat lagi, karena adanya ascending testis yang jumlahnya hampir seimbang, dengan jumlah kriptorkismus testis kongenital.

 

Hasil gambar untuk kriptorkismus adalah

 

KRITERIA DIAGNOSTIK

  1. Diagnosis kriptorkismus ditegakkan apabila testis tidak ditemukan di dalam kantong skrotum.
  1. Cara pemeriksaan: Tangan pemeriksa dalam kondisi hangat, anak dalam kondisi relaks dan dalam posisi duduk atau tidur terlentang serta tungkai dilipat, kemudian testis diraba mulai dari daerah Spina Iliaca Anterior Superior (SIAS) menyusuri inguinal ke arah kantong skrotum dengan cara milking.
  1. Diagonis berdasarkan letak testis: Kriptorkismus Intraabdominal, Inguinal, dan Preskrotal.
  1. Rujuk ke bagian spesialis bedah yang sesuai apabila kriptorkimus yang terjadi sejak lahir dan testis tidak turun spontan pada usia 6 bulan sesuai usia koreksi kehamilan.
  1. Rujuk ke bagian spesialis bedah yang sesuai, apabila kriptorkimus baru terdiagnosis (di dapat) setelah usia 6 bulan sesuai usia koreksi kehamilan.
  1. Tidak diperlukan pemeriksaan radiologi ultrasonografi (USG) atau pemeriksaan radiologi lainnya.
  1. Kriptorkismus bilateral

– Usia kurang dari 4 bulan : periksa kadar hormon testosterone

– Usia lebih dari 4 bulan : uji hCG untuk memeriksa kadar hormon testosteron.

– Uji hCG: Untuk mengetahui ada tidaknya testis.

  1. Cara: Diberikan 1500 IU hCG IM setiap hari selama 3 hari berturutturut. Kadar testosteron plasma diperiksa sebelum dan 24 jam setelah penyuntikan hCG yang ketiga. Bila didapatkan peningkatan kadar testosteron yang bermakna setelah penyuntikan hCG maka dapat disingkirkan adanya anorkhia.
  1. Konsul kebagian Endokrinologi, apabila kedua testis tidak teraba dengan fenotip lelaki untuk evaluasi kemungkinan disorder of sex development (DSD). Evaluasi kemungkinan disorder of sex development (DSD) jika disertai hipospadia yang berat.
  1. Anak dan remaja laki-laki dengan kedua testis tidak teraba yang tidak disertai hiperplasia adrenal kongenital (HAK), diperiksa kadar Anti Mullerian Hormone (AMH) untuk evaluasi kemungkinan anorkhia (kadar AMH rendah).
  1. Anak dan remaja laki-laki dengan retraktil testis, dimonitor posisi testis untuk kemungkinan sekunder ascending testis.

 

Hasil gambar untuk kriptorkismus adalah

 

TATA LAKSANA

  1. Tidak diperlukan terapi hormonal untuk menurunkan testis.
  1. Jika tidak turun spontan dalam usia 6 bulan (sesuai koreksi umur kehamilan), dilakukan tindakan operasi pada usia < 12 bulan.
  1. Jika baru terdiagnosis kriptorkimus setelah usia 6 bulan harus segera dirujuk ke spesialis bedah.
  1. Pada anak lelaki prepubertal dengan kriptorkismus yang teraba, bagian bedah akan melakukan tindakan skrotal atau inguinal orkhidopeksi (untuk manipulasi dan fiksasi testis pada skrotum).
  1. Pada anak lelaki prepubertal dengan kriptorkismus yang tidak teraba, bagian bedah akan melakukan pemeriksaan dibawah anestesi untuk evaluasi ulang kemungkinan testis yang teraba. Tetapi jika tetap tidak teraba, dilakukan eksplorasi dan bila terindikasi dapat dilakukan orkhidopeksi abdominal.
  1. Saat eksplorasi testis yang tidak teraba, bagian bedah akan mengidentifikasi gambaran pembuluh darah testis untuk menentukan tindakan selanjutnya.
  1. Anak lelaki dengan kontralateral testis normal, bagian bedah akan melakukan orkhiektomi (membuang testis yang tidak turun/undescended testis) jika :

– Pembuluh darah testis serta vas deferens sangat pendek.

– Testis dismorfik atau sangat hipoplatik.

– Usia postpubertal

 

PEMANTAUAN

  1. Pemeriksaan skrotum harus selalu dilakukan pada setiap anak lelaki yang melakukan kontrol kesehatan.
  1. Orang tua anak lelaki dengan riwayat kriptorkismus, perlu diingatkan risiko jangka panjang infertilitas dan risiko kanker dikemudian hari.

 

RINGKASAN  REKOMENDASI

  1. Jika testis tidak turun secara spontan setelah usia 6 bulan, rujuk ke spesialis bedah yang sesuai untuk dilakukan tindakan operasi.
  1. Tidak perlu pemeriksaan radiologi.
  1. Tidak memerlukan terapi hormonal.

sekian dan terimakasih

 

Hasil gambar untuk kriptorkismus adalah

Categories
Istanbul

ADA KUSTA DI ANTARA KITA

 

fx. wikan indrarto*)

Hari Kusta Sedunia (World Leprosy Day) Minggu, 28 Januari 2018 memiliki tema ‘ending transmission among children’. Hal ini penting untuk memastikan pencapaian target global yaitu nol infeksi pada anak, paling lambat pada tahun 2020. Apa yang harus dilakukan?

 

 

Kusta atau lepra adalah penyakit kronis yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium leprae. Kusta tercatat dalam peradaban kuno di Cina, Mesir dan India. Penyebutan kusta secara tertulis pertama dikenal pada 600 SM dan sejak itu penderita kusta sering dikucilkan oleh masyarakat dan keluarga mereka. Bakteri M. leprae sebagai penyebab kusta ditemukan oleh Dr. GA. Hansen pada tahun 1873 dan merupakan bakteri pertama yang dikenali sebagai penyebab penyakit infeksi pada manusia.

 

Dalam sebuah negara atau daerah endemik, seseorang harus dicurigai kusta jika menunjukkan satu dari tanda utama atau kardinal sebagai berikut,

 

  1. Lesi kulit berwarna putih atau leukoderma yang disertai dengan kehilangan sensorik atau anestesi yang pasti, dengan atau tanpa penebalan saraf dan
  2. Pemeriksaan apusan kulit positif bakteri kusta

 

Lesi kulit dapat bersifat tunggal atau ganda, biasanya kurang berpigmen dari kulit normal di sekitarnya, sehingga terlihat lebih putih. Gangguan sensorik atau anestesi adalah gambaran khas kusta, berupa hilangnya sensasi untuk sentuhan ringan. Saraf yang menebal, terutama batang saraf perifer, merupakan gambaran khas kusta yang lain. Penebalan saraf sering disertai dengan tanda hilangnya sensasi di kulit dan kelemahan otot yang diatur oleh saraf yang terkena. Apusan kulit positif berarti ditemukan bakteri berbentuk batang, bernoda merah dapat dilihat pada sediaan yang diambil dari kulit yang terkena, ketika diperiksa di bawah mikroskop dengan pewarnaan yang sesuai.

 

Terobosan terapi pertama terjadi pada tahun 1940-an dengan pengembangan dapson, obat kusta pertama. Namun durasi pengobatan dengan dapson itu bertahun-tahun dan bahkan seumur hidup, sehingga sulit bagi pasien untuk mematuhinya. Pada tahun 1960, bakteri M. leprae mulai menjadi resistensi terhadap dapson, yang dikenal sebagai obat anti-kusta satu-satunya di dunia pada saat itu. Pada awal 1960-an, ditemukan obat kusta lainnya, yaitu rifampisin dan clofazimine. Sejak tahun 1981, WHO merekomendasikan obat kombinasi (MDT) yang terdiri dari 3 obat: dapson, rifampisin dan clofazimine, dan kombinasi obat ini mampu mematikan bakteri patogen dan menyembuhkan pasien.

 

Pada tahun 1991 Majelis Kesehatan Dunia mengeluarkan resolusi untuk menghilangkan kusta pada tahun 2000. Penghapusan atau eliminasi kusta didefinisikan sebagai tingkat prevalensi kurang dari 1 kasus per 10.000 orang penduduk. Target itu dicapai dengan penggunaan MDT, yang mampu mengurangi beban penyakit secara dramatis. Selama 20 tahun terakhir, lebih dari 14 juta penderita kusta telah sembuh, sekitar 4 juta dari mereka sembuh sejak tahun 2000. Tingkat prevalensi penyakit telah turun 90%, dari 21,1 per 10.000 orang menjadi kurang dari 1 per 10.000 orang pada tahun 2000. Kusta telah mampu dieliminasi di 119 dari 122 negara di mana penyakit ini dianggap sebagai masalah kesehatan masyarakat pada tahun 1985.

 

Jumlah penderita kusta yang dilaporkan dari 38 negara sebanyak 176.176 kasus pada akhir tahun 2015 atau 0,18 kasus per 10.000 penduduk, dengan 211.973 kasus baru atau 0,21 kasus per 10.000 penduduk. Indonesia telah mencapai status eliminasi kusta, yaitu prevalensi kusta <1 per 10.000 penduduk (<10 per 100.000 penduduk), pada tahun 2000. Angka prevalensi kusta di Indonesia pada tahun 2016 sebesar 0,71 kasus/10.00 penduduk dan angka penemuan kasus baru sebesar 6,50 kasus per 100.000 penduduk, dengan 84,19% kasus di antaranya merupakan tipe Multi Basiler (MB). Pada tahun 2016 sebanyak 11 provinsi (32,35%) belum eliminasi, yaitu Jawa Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Maluku, Maluku Utara, Papua, serta Papua Barat. Sedangkan 23 provinsi lainnya (67,65%) sudah eliminasi kusta, dengan penambahan terbaru yaitu Aceh dan Kalimantan Utara.

 

Indikator yang digunakan untuk menunjukkan keberhasilan dalam mendeteksi kasus baru kusta salah satunya adalah angka cacat tingkat 2, yaitu kecacatan permanen. Angka cacat tingkat 2 pada tahun 2016 adalah sebesar 5,27 per 1.000.000 penduduk, menurun dibanding tahun sebelumnya yang sebesar 6,60 per 1.000.000 penduduk. Provinsi dengan angka cacat tingkat 2 tertinggi pada tahun 2016 adalah Maluku Utara (13,49), Sulawesi Selatan (13,25 dan Papua (11,85). Tingginya angka cacat tingkat 2 menunjukkan keterlambatan dalam penemuan kasus di lapangan.

 

Indikator lain yang digunakan pada penyakit kusta yaitu proporsi Kusta Multibasiler (MB) dan proporsi penderita kusta pada anak (0-14 tahun), di antara penderita baru. Provinsi dengan proporsi kusta MB tertinggi pada tahun 2016 yaitu Kalimantan Tengah (100%), Jambi (96,72), Gorontalo (94,35%). Provinsi dengan proporsi kusta pada anak tertinggi yaitu Papua Barat (28,73%), Nusa Tenggara Timur (27,96%), dan Maluku Utara (23,27%).
Laporan global menunjukkan bahwa 206.107 (96%) dari kasus kusta baru terjadi di 14 negara dengan lebih dari 1.000 kasus baru pada tahun 2013. Kantong endemisitas kusta masih tetap tinggi di beberapa negara, yaitu Angola, Bangladesh, Brazil, Republik Rakyat Cina, Republik Demokratik Kongo, Ethiopia, India, Indonesia, Madagaskar, Mozambik, Myanmar, Nepal, Nigeria, Filipina, Sudan Selatan, Sri Lanka, Sudan dan Republik Tanzania.

 

Momentum Hari Kusta Sedunia (World Leprosy Day) Minggu, 28 Januari 2018 mengingatkan kita tentang target nol infeksi pada anak, meskipun ternyata masih ada kusta di antara kita. Sudahkah kita bertindak?

Sekian
Yogyakarta, 30 Januari 2018

*) Ketua IDI Cabang Kota Yogyakarta, dokter spesialis anak, Lektor di FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161, e-mail : fxwikan_indrarto@yahoo.com

Categories
Istanbul

The Journey Begins

Thanks for joining me!

Good company in a journey makes the way seem shorter. — Izaak Walton

post

wa.me/
wa.me
Halo, ada yang dapat dibantu?