Categories
Istanbul

2019 Kanker Darah pada Anak

Hasil gambar untuk leukemia adalah penyakit

KANKER  DARAH  PADA  ANAK

fx. wikan indrarto*)

Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menjelaskan bahwa Ibu Ani Yudhoyono menderita sakit kanker darah dan menjalani pengobatan di National University Hospital Singapura pada hari Rabu, 13 Februari 2019. Apakah kanker darah dapat mengenai anak Indonesia?

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/01/17/2019-kematian-anak/

Hasil gambar untuk leukemia adalah penyakit

Secara global, kanker anak dan remaja, termasuk kanker darah, kejadiannya terus meningkat dan berpotensi untuk melebihi penyakit menular, sebagai salah satu penyebab kematian akibat penyakit, yang tertinggi pada anak. Hal ini diperburuk oleh ketidaksetaraan mencolok atas akses terhadap terapi kanker darah, di banyak negara berpenghasilan rendah dan menengah, di mana 80% anak dengan kanker darah hidup. Anak dan remaja di Afrika, Asia, Amerika Latin, dan di beberapa bagian Eropa Timur dan Selatan, belum memiliki akses terhadap pengobatan yang tepat, termasuk obat esensial dan perawatan khusus. Saat ini, di mana seorang anak hidup dan tinggal, cukup sering menentukan kemampuannya untuk bertahan hidup dari ancaman kanker darah.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/02/10/2019-hari-kanker-anak-internasional/

Gambar terkait

Saat ini, untuk kanker darah pada anak masih terlalu sering kita mendengar kata “tetapi.” Misalnya “tetapi” tidak cukup banyak anak yang dapat diobati, “tetapi” pengobatannya terlalu mahal, “tetapi” tidak ada cukup dokter ahli, dan banyak “tetapi” yang lain lagi. Kampanye kita adalah Sekarang waktunya. Tidak ada lagi “tetapi” (The time is now. There can be no more “but”). Sekarang kita harus bekerjasama untuk menyembuhkan, mengubah layanan dan menanamkan harapan pada anak, karena semua anak dengan kanker darah berhak mendapatkan akses terhadap obat esensial dan perawatan berkualitas.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/02/08/2019-lebih-hidup-lagi/

Hasil gambar untuk leukemia adalah penyakit

Menurut ‘The International Agency for Research on Cancer’ (2015), kejadian kanker darah pada anak di seluruh dunia meningkat, dari 165.000 kasus baru setiap tahun menjadi 215.000 kasus untuk anak sampai usia 14 tahun, dan 85.000 kasus baru untuk remaja usia 15-19 tahun. Sebenarnya program pengendalian penyakit kanker di Indonesia dilakukan untuk semua jenis kanker, tetapi saat ini masih diprioritaskan pada dua kanker terbanyak, yaitu kanker leher rahim dan kanker payudara, bukan kanker darah pada anak. Meskipun jumlah anak dengan kanker darah jauh lebih sedikit dibandingkan dengan dewasa, tetapi jumlah kehidupan yang disimpan secara signifikan sebenarnya lebih tinggi. Bahkan tingkat kelangsungan hidup di negara berpenghasilan tinggi dapat mencapai rata-rata 84% dan terus meningkat, bahkan juga di daerah dengan sumber daya yang kurang mendapat bantuan lokal dan internasional sekalipun.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/02/15/depresi-pada-anak/

Hasil gambar untuk leukemia adalah penyakit

Sebanyak 188 organisasi anggota Childhood Cancer International (CCI) di 96 negara dan 1.000 profesional layanan kesehatan dari 110 negara yang merupakan anggota International Society of Pediatric Oncology (SIOP), meminta setiap orang untuk ‘bersatu dalam solidaritas’ dan memastikan semua anak dan remaja di manapun, agar memiliki kesempatan untuk bertahan hidup dari kanker darah. Selain itu, juga agar dapat menjalani kehidupan yang panjang, produktif dan bermakna. Tidak ada yang lebih menakutkan daripada menyadari bahwa anak kita menderita kanker darah. Namun demikian, tidak ada yang lebih tragis daripada saat mengetahui bahwa pengobatan memang ada dan hasilnya sangat baik, tetapi itu tidak tersedia untuk anak kita. Mengapa? Hanya karena anak kita kebetulan tinggal di belahan dunia yang salah.

Hasil gambar untuk leukemia adalah penyakit

Ternyata lebih dari 300.000 anak setiap tahun didiagnosis menderita kanker. Juga bahwa banyak jenis kanker pada anak dapat disembuhkan, jika anak diberikan 4 hak azasi, yaitu hak untuk didiagnosis dini secara tepat, mengakses obat penting, mendapatkan layanan medis yang tepat dan berkualitas, serta menindaklanjuti layanan medis berkelanjutan bagi anak yang selamat. Hal ini mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa tujuan ke 3.4, yaitu untuk mengurangi angka kematian dini sampai sepertiganya pada tahun 2030.

Hasil gambar untuk leukemia adalah penyakit

Disparitas besar terjadi pada tingkat kelangsungan hidup anak dengan kanker darah secara global. Di negara berpenghasilan rendah sampai menengah, di mana akses terhadap perawatan seringkali terbatas dan sangat menantang, tingkat kelangsungan hidup hanya 10%. Dari 10 anak yang didiagnosa menderita kanker darah, hanya 1 yang bertahan. Sebaliknya, di negara berpenghasilan tinggi dan maju, tingkat kelangsungan hidup bisa setinggi 90%, hanya 1 anak yang akan meningggal.

Hasil gambar untuk leukemia adalah penyakit

Perkembangan obat kanker darah pada anak juga sangat tertinggal. Sebagai contoh, pengobatan untuk leukemia limfoblastik akut risiko standar, yang merupakan jenis kanker darah pada anak yang paling umum, yaitu terdiri dari 11 obat. Pada hal, lima di antaranya ditemukan pada dekade 1960-an, lima lainnya, pada dekade 1970-an dan satu di tahun 80-an. Tidak ada lagi obat baru untuk anak dengan kanker darah atau leukemia.

Hasil gambar untuk leukemia adalah penyakit

WHO memprediksikan akan terjadi “ledakan” pada pengidap kanker di tahun 2030. Riset Kesehatan Dasar 2013 (Riskesdas) oleh Kementerian Kesehatan menemukan, prevalensi kanker di Indonesia mencapai 1,4% atau sekitar 347.792 kasus. Data Kementerian Kesehatan menemukan bahwa prevalensi kanker pada anak adalah 2% dari semua kejadian kanker, tetapi merupakan penyebab kematian kedua pada anak  berusia antara 5-14 tahun. Sementara itu, Yayasan Kanker Anak Indonesia (YKAI) menemukan bahwa prevalensi anak dengan kanker meningkat 7% setiap tahunnya.

Hasil gambar untuk leukemia adalah penyakit

“Dari 175 ribu anak yang terdiagnosis kanker, ada 90 ribu yang meninggal. Ini menyebabkan rendahnya angka “survival rate”,” jelas Prof. dr. H. Abdul Kadir, PhD, Sp.THT-KL(K). MARS, Direktur Utama RS Kanker Dharmais Jakarta pada hari Kamis, 15 Februari 2018 lalu. Kanker pada orang dewasa dikaitkan dengan gaya hidup tidak sehat, seperti merokok atau kurang berolahraga, keduanya merupakan faktor yang dapat dicegah. “Namun demikian, gaya hidup bukanlah faktor pemicu kanker darah pada anak, sehingga menjadikannya jauh lebih sulit untuk dicegah,” papar ahli onkologi dari Mochtar Riady Comprehensive Cancer Center (MRCCC) Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta Prof. Dr. dr. Moeslichan, SpA(K). Untuk itulah, pentingnya deteksi dini, mengingat kanker darah pada anak sulit dicegah. Bahkan, gejalanya tidak mudah dikenali, sehingga orang tua harus sadar bahwa mereka memiliki peran penting dalam deteksi dini secara berkala.

Hasil gambar untuk leukemia adalah penyakit

Secara garis besar leukemia dibagi menjadi leukemia akut dan kronis. Leukemia juga dapat digolongkan berdasarkan jenis sel leukosit yang terlibat, yaitu leukemia limfoblastik dan mieloblastik. Pada anak leukemia yang paling banyak ditemukan adalah jenis leukemia limfoblastik akut (LLA). Selain leukemia akut, terdapat juga jenis leukemia kronik. Leukemia kronik dibagi menjadi dua, yaitu leukemia mieloblastik kronik (LMK) dan leukemia limfositik kronik (LLK). Pada anak leukemia mieloblastik kronik (LMK) yang banyak ditemukan, sedangkan jenis leukemia limfositik kronik (LLK) pada anak jarang sekali.

Hasil gambar untuk leukemia adalah penyakit

Keberhasilan pengobatan leukemia pada anak tergantung dari jenis leukemia dan stratifikasi risikonya. Penderita leukemia yang memiliki risiko tinggi, semakin kurang baik pula prognosisnya. Di Indonesia dilaporkan angka sintasan atau tingkat kelangsungan hidup anak yang menderita leukemia limfositik akut (LLA) sebesar 70 – 80 %. Namun, harus diingat bahwa selalu ada risiko kambuh, yaitu kembalinya tanda dan gejala penyakit setelah mengalami remisi (sembuh).

Hasil gambar untuk leukemia adalah penyakit

Diagnosis dini melalui pemeriksaan oleh dokter dan pengobatan yang tepat dapat memberikan prognosis yang baik. Kenali gejala kanker darah atau leukemia pada anak, yang harus diperhatikan oleh orang tua, misalnya anak terlihat semakin pucat atau mengalami anemia, demam tinggi atau menggigil berulang, dan kelemahan atau kelelahan kronis. Selain itu, juga selera makan menurun, terjadi penurunan berat badan secara drastis, dan mudah mengalami pendarahan atau memar pada kulit. Pada pemeriksaan lebih teliti, ditemukan pembengkakan pada  kelenjar getah bening, limpa atau hati  pada perut.

Hasil gambar untuk leukemia adalah penyakit

Momentum Ibu Ani Yudhoyono menderita sakit kanker darah di Singapura, adalah ajakan bagi kita semua untuk meningkatkan kepedulian akan kanker darah pada anak. Apakah kita sudah bertindak?

Sekian

Yogyakarta, 14 Februari 2019

*) Sekretaris IDI Wilayah DIY, dokter spesialis anak di RS Panti Rapih, Lektor di FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161

Categories
Istanbul

2019 Scientific Expert Summit

Hasil gambar untuk idi

SAMBUTAN KETUA IDI WILAYAH DIY
fx. wikan indrarto*)


Selamat pagi, sugeng rawuh, dan salam sejahtera bagi kita semua.

Kepada Yth :

  1. Para pembicara dr. Ceva Wicaksono Pitoyo, SpPD-KP-KIC, Prof. Dr. dr. Nyoman Kertia, SpPD-KR, dan dr. Lianda Siregar, SpPD-KGEH.
  2. Dr. Dea Tandiari, MHA, Head of CME & Medical PT. Darya-Varia Laboratoria Tbk., SpM(K).
  3. Juga segenap peserta dan tamu undangan pada Simposium Scientific Expert Summit.

Hasil gambar untuk idi

Pertama-tama kami memohonkan maaf, karena Dr. Choirul Anwar, MKes (Ketua IDI Wilayah DIY) yang sedianya akan hadir sendiri dalam pertemuan ini, ternyata berhalangan, terkait tugas lain yang tidak dapat ditinggalkan. Untuk itu, perkenankanlah kami sebagai Sekretaris IDI Wilayah DIY, memohon ijin mewakili beliau, untuk bersama-sama dengan Anda semua di ruangan ini dan memberikan sambutannya.

Hasil gambar untuk idi



IDI Wilayah DIY menyambut baik dan mendukung sepenuhnya, kegiatan besar yang dikoordinasikan PT. Darya-Varia Laboratoria Tbk., yaitu Simposium Scientific Expert Summit untuk dokter umum se Indonesia dengan topik “Improving Competencies in Daily Practice”. Acara besar ini doiselenggarakan pada hari Minggu, 17 Februari 2019, pk. 8–16, di The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center.

Hasil gambar untuk alana hotel yogyakarta


Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 Tentang Praktik Kedokteran, terutama pada Pasal 28 ayat 1, ditegaskan bahwa setiap dokter yang berpraktik wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan kedokteran berkelanjutan, yang diselenggarakan oleh organisasi profesi, dalam rangka penyerapan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran. Oleh sebab itu, Pengurus IDI Wilayah DIY menyambut baik acara ini, demi semakin baiknya praktek kedokteran yang dihadirkan oleh segenap dokter anggota.

Hasil gambar untuk praktik kedokteran


Yth para tamu undangan, pembicara, peserta dan hadirin semua.


Pada era JKN di Indonesia, telah ditentukan program rujuk balik (PRB) yang merupakan program BPJS Kesehatan, dalam menjamin kebutuhan obat bagi peserta yang memiliki penyakit kronis. Sebelumnya ada 10 jenis penyakit kronis yang termasuk dalam cakupan PRB. Namun sesuai rekomendasi Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI) dan Komite Nasional Formularium Nasional (Fornas) pada 27 Februari 2014, sirosis hati tidak masuk dalam program rujuk balik karena sifatnya yang kronis dan tidak dapat dilakukan rujuk balik ke faskes (fasilitas kesehatan) tingkat pertama. Saat ini ada 9 penyakit kronis yang masuk program rujuk balik, yaitu Diabetes Mellitus, Hipertensi, Jantung, Asma, Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), Epilepsi, Skizofrenia, Stroke, dan Systemic lupus erytematosus (SLE).

Hasil gambar untuk ppok adalah


Oleh sebab itu, pasien asma dan PPOK yang sudah stabil harus dikembalikan dalam PRB, kepada teman sejawat dokter di Faskes primer. Keberlanjutan tatalaksana pengendalian asma, tentu saja harus menjadi perhatian kita semua, para dokter di Faskes primer. Para dokter seharusnya mampu memimpin program pengendalian asma dan PPOK, pada pasien yang mengikuti PRB. Lebih jauh nanti akan dipresentasikan oleh dr. Ceva Wicaksono Pitoyo, SpPD-KP-KIC (FK UI RSCM) dengan topik ‘Improving QoL in Patient with Asthma & COPD’.


Yth para tamu undangan, pembicara, peserta dan hadirin semua.


Nyeri merupakan suatu gambaran pengalaman sensorik dan emosional yang berkaitan dengan kerusakan jaringan, yang berpotensi rusak maupun yang sudah terjadi kerusakan.

Hasil gambar untuk multimodal analgesia



Opioid merupakan terapi utama dari nyeri akut dan nyeri postoperatif sedang sampai berat, dimana reseptor opioid juga penting dalam proses inflamasi. Meskipun demikian, penggunaan opioid dihubungkan dengan beragam efek samping perioperatif seperti terjadinya depresiventilasi, sedasi dan drowsiness, postoperative nausea and vomiting (PONV), pruritus, retensi urin, dan konstipasi. Penggunaan intraoperatif dalam dosis bolus yang besar ataupun infus kontinu dapat meningkatkan nyeri akut paska operasi terkait dengan proses eliminasinya yangcepat dan terjadi toleransi akut. Oleh karena itu, pemilihan pemakaian non-opioid analgesia telah dikembangkan sebagai adjuvant, selama proses perioperatif untuk meminimalisasi efek samping dari medikasi opioid tersebut, dimana teknik ini lebih dikenal dengan ‘multimodal analgesia’ atau ‘balance analgesia’. Lebih jauh nanti akan dipresentasikan oleh Prof. Dr. dr. Nyoman Kertia, SpPD-KR (FK UGM) dengan topik ‘Multimodal analgesia’.

Hasil gambar untuk gastritis adalah


Widiya Tussakinah (FK UNAND Padang, Sumbar) pada tahun 2017 mencatat persentase gastritis di Indonesia menurut WHO adalah 40,8% dan angka kejadian gastritis cukup tinggi, yaitu 274.396 kasus dari 238.452.952 jiwa penduduk Indonesia. Berdasarkan profil kesehatan Indonesia, gastritis merupakan salah satu penyakit dari 10 penyakit terbanyak pada pasien rawat inap di rumah sakit di Indonesia dengan jumlah 4,9 %.

Hasil gambar untuk gastritis adalah


Gastritis merupakan salah satu masalah saluran pencernaan yang paling sering terjadi dan paling sering dijumpai di klinik, karena diagnosisnya sering hanya berdasarkan gejala klinis, bukan pemeriksaan histopatologi. Gastritis dianggap sebagai suatu hal yang remeh namun gastritis merupakan awal dari suatu penyakit yang dapat mengganggu kualitas hidup seseorang.


Penelitian berjudul ‘PPI co-therapy reduces upper GI bleeding hospitalizations among patients on oral anticoagulants’, ditulis oleh Ray WA, et al. JAMA. 4 Desember 2018, menyimpulkan bahwa insiden rawat inap untuk perdarahan saluran cerna bagian atas pada pasien yang menggunakan antikoagulan, lebih rendah pada pasien yang juga menggunakan Proton Pump Inhibitor (PPI). Lebih jauh nanti akan dipresentasikan oleh dr. Lianda Siregar, SpPD-KGEH dari MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta Selatan, dengan topik ‘Role of PPI in Upper GI Disorder’.


Yth para tamu undangan, pembicara, peserta dan hadirin semua.


IDI Wilayah DIY sangat berharap, setelah mengikuti Simposium Scientific Expert Summit, Anda semua memperpanjang tinggal di Yogyakarta barang 1-2 hari lagi. Di DIY tersedia berbagai lokasi wisata dan kuliner kelas dunia, yang dilengkapi dengan pusat oleh-oleh khas Yogyakarta. Kami sangat berharap Anda semua dapat menikmati sensasi semi pedestrian terbaru dengan ‘selfi’ atau ‘groufi’ di sepanjang Jl. Malioboro di pusat kota Yogyakarta. Perjalanan nyata dan ‘mistik’ Anda yang lurus ke utara akan sampai ke Tugu Yogyakarta. Tugu atau monumen yang sering dipakai sebagai simbol atau lambang kota Yogyakarta ini, dibangun oleh Sultan Hamengku Buwana I, pendiri kraton Ngayogyakarto Hadiningrat, cikal bakal kota Yogyakarta.

Hasil gambar untuk malioboro jogja


Pada saat ini, sedang berlangsung Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) XIV, yang resmi dibuka oleh Gubernur DIY Sultan HB X di Kampoeng Ketandan (Chinatown of Yogyakarta) Rabu, 13 Februari 2019 yang lalu. Penyelenggaraan tahun ini berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, karena lebih semarak, lebih beragam, dan segudang aksi oleh Jogja Chinese Art and Culture Centre (JCACC), selama seminggu penuh samopai Rabu, 19 Februari 2019 mendatang.

Hasil gambar untuk pbty 2019


Salah satu atraksi yang paling menarik adalah karnaval Malioboro Imlek Festival dan Festival Naga Barongsai, yang sudah diselenggarakan kemarin Sabtu, 16 Februari 2019 di sepanjang Jalan Malioboro. Yang menarik, terdapat tiga naga raksasa dari Jogja, Magelang, dan Tangerang, Jawa Barat. Saat ketiganya berurutan, Jalan Malioboro dilewati barongsai sepanjang 322 meter diikuti enam reog dari Ponorogo, Jawa Timur, yang melintasi sepanjang Jalan Malioboro.

Hasil gambar untuk pbty 2019


Selain itu, sudah terpasang tenda sepanjang kurang lebih 600 meter di Kampoeng Ketandan, mulai jalan masuk dari arah Malioboro hingga sebelah barat Melia Purosani Hotel. Tenda tersebut untuk berjualan berbagai barang khas tahun baru Imlek. Lampion warna merah juga menghiasi seluruh area lokasi kegiatan, terutama di panggung utama di sebelah barat Melia Hotel Purosani. Pengunjung akan dimanjakan dengan berbagai barang yang dipajang di stand pameran.

Hasil gambar untuk jogja heboh 2019


Saat ini juga sedang terjadi even besar yang disebut Jogja Heboh sepanjang bulan Februari 2019 (https://visitingjogja.com/16559/jogja-heboh-1-28-februari-2019/). Beberapa event dalam Jogja Heboh 2019 yang masih akan berlangsung adalah tanggal 17 : Pasar Bungah, 13-17 : Pameran Perindustrian, 16-17 : Coast to Coast, 16-17 : Prawirotaman Carnival, 17 : Bhayangkara BMX Competition, 17 : Jogja Heboh Color Run, 20-24 : Pameran Dinas Koperasi, 20-24 : Seni Kriya & Foodfest, 24 : Jogja Heboh Fun Bike, 24 : Festival Kopi, dan 28 : Kenduri Bakpia. Acara tersebut belum termasuk Parade diskon di Merchant dan Mall, Paket Wisata Jogja by ASITA, Diskon Voucher Hotel by PHRI, Pameran potensi pertanian, Jogja Air Show dari Bandara Adisucipto, Trans TV music, motor gede HDCI, dan Color Run Kulonprogo. ‘Clossing Ceremony’ Jogja Heboh 2019 akan dilaksanakan pada hari Kamis, 28 Februari 2019 di Alun-Alun Utara Yogyakarta dengan dimeriahkan pemecahan rekor bakpia terbesar.

Hasil gambar untuk pantai drini

Selanjutnya Anda dapat menikmati wisata pantai di bibir Samudera Indonesia yang berombak besar, terdapat 47 pantai wisata eksotis mulai dari timur, yaitu Pantai Wedi Ombo yang berpasir putih di Kabupaten Gunung Kidul sampai ujung barat Hutan Mangrove di Pantai Congot di Kabupaten Kulon Progo, sangat menarik untuk dikunjungi. Keindahan alam Pegunungan Sewu dan keajaiban perutnya di Goa Pindul Gunung Kidul, ketinggian Kali Biru di Pegunungan Menoreh di Kulon Progo, wisata vulkanik Gunung Merapi di Sleman, religi Gunung Sempu di Bantul dan tradisi Paku Alaman Gunung Ketur di Kota Yogyakarta, adalah sensasi alami menakjubkan dalam sentuhan dan kearifan masyarakat lokal, yang layak Anda datangi.

Hasil gambar untuk gunung merapi


Dengan memohon berkat dari Tuhan Yang Maha Esa, marilah kita semua berharap agar ‘Simposium Scientific Expert Summit’ di The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center ini, dapat berjalan dengan lancar dan bermanfaat bagi banyak pihak. Tuhan memberkati kita semua.


Terima kasih, sugeng pepanggihan, dan sukses selalu.

Sekian

Yogyakarta, 14 Februari 2019

*) Sekretaris IDI Wilayah DIY, dokter spesialis anak di RS Panti Rapih, Lektor di FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161

Categories
Istanbul

2019 Etika Profesi Dokter

Hasil gambar untuk etika kedokteran

ETIKA PROFESI DOKTER DALAM ERA JKN

fx. wikan indrarto*)

Disampaikan dalam Workshop Yayasan Kesehatan Telkom, untuk para dokter dan tim managemen TPKK Yakes Telkom dari seluruh Indonesia, Kamis, 14 Februari 2019, di Hotel Sahid Babarsari Yogyakarta.

Gambar terkait

Sejak 1 Januari 2014, secara nasional telah diberlakukan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Dalam era JKN, telah terjadi perubahan bentuk layanan kesehatan yang hampir total, dengan BPJS Kesehatan ditetapkan sebagai penjamin biaya pasien. Bagaimana potensi pelanggaran etika dan disiplin profesi dokter dalam era JKN?

Hasil gambar untuk tpkk yakes telkom

Paling tidak akan terjadi 2 potensi besar pelanggaran etika oleh dokter, yaitu korupsi dengan fraud, serta pelanggaran disiplin profesi. Berdasarkan pemantauan ICW (Indonesian Corruption Watch), dalam periode 2014-2017 terdapat 8 kasus korupsi dana kapitasi di 8 daerah baik pemotongan, penyimpangan, dan penyelewengan dana kapitasi, yang menyeret Kepala Daerah, Kepala Dinas Kesehatan, Sekretaris Dinas Kesehatan, Kepala Puskesmas, dan Bendahara Puskesmas. ICW memantau 26 Puskesmas di 14 propinsi selama Maret-Agustus 2017, ditemukan 13 potensi fraud dimana 8 temuannya terkait dana kapitasi, 2 temuan penggunaan dana kapitasi yang tidak sesuai UU, 1 temuan manipulasi bukti pertanggungjawaban dana kapitasi, 5 temuan menarik biaya dari peserta.

Gambar terkait

Potensi fraud dan korupsi dalam pengelolaan dana kapitasi tinggi, karena besarnya dana kapitasi, sehingga mendorong pejabat menyelewengkan dana ini. Besarnya kewenangan kepala institusi cukup efektif menekan petugas yang menerima jasa pelayanan. Berlindung dibalik loyalitas, kepatuhan terhadap atasan dan ancaman mutasi serta jenjang karir, pemotongan jasa pelayanan tidak diprotes dan dilaporkan. Modus yang paling banyak terjadi adalah memotong dana jasa pelayanan untuk petugas medis dan non medis puskesmas. Hal ini disebebkan karena pengelolaan dana ini belum transparan, tata kelola belum baik, minimnya pengawasan, serta belum adanya sistem perlindungan dan jaminan bagi pegawai atau pihak lain dalam pelaporan penyimpangan. Selain itu, rendahnya kemampuan sumber daya mengakibatkan tata kelola terutama pencatatan keuangan dana kapitasi bermasalah. Hal ini semakin diperparah belum adanya alat atau sistem elektronik yang andal untuk membuat proses perencanaan, penanggaran, belanja, pencatatan dan pertanggung jawaban. Sistem elektronik akan membantu kecepatan pencatatan, penyimpanan arsip serta keamanan file, dan dokumen pertanggungjawaban. Dengan adanya sistem ini maka potensi penyelewengan dana kapitasi bisa diperkecil.

Hasil gambar untuk etika kedokteran

Kajian KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) pada tahun 2013 dengan metode ‘prospective analysis’, menemukan potensi korupsi yakni pertama, adanya konflik kepentingan dalam penyusunan anggaran dan rangkap jabatan pada Direksi dan Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, tanpa ada keterlibatan pemerintah dan pihak eksternal. Kedua, perihal adanya potensi kecurangan (fraud) dalam layanan. Ketiga, terkait pengawasan yang masih lemah, termasuk pengawasan internal yang tidak mengantisipasi melonjaknya jumlah peserta program JKN, dari 20 juta saat dikelola PT. Askes (Perero) menjadi 171.858.881 orang pada 23 Desember 2016.

Hasil gambar untuk kpk

Kasus korupsi yang telah terbongkar adalah kejadian pada tahun 2014, saat Dinas Kesehatan menyetorkan uang kepada Bupati Subang Jawa Barat Bapak Ojang Sohandi, sebanyak Rp 1,6 miliar potongan dana kapitasi BPJS dan Rp 5,6 miliar dana APBD Dinkes Subang. Potensi korupsi juga terjadi pada program Jamkesda, karena sesuai aturan, Pemda langsung berhubungan dengan pihak rumah sakit dalam pembayaran klaim Jamkesda, yang belum terintegrasi dengan BPJS Kesehatan. Selain itu, KPK telah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Jombang, Nyono Suharli Wihandoko, Sabtu, 3 Februari 2018. Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, Dr. Inna Silestyanti, menyuap Nyono dengan mengutip dana kapitasi kesehatan, yaitu pembiayaan dalam sistem JKN terhadap Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), dari 34 puskesmas di Jombang.

Hasil gambar untuk kpk

‘Fraud’ dalam era JKN adalah suatu tindakan yang dilakukan secara sengaja untuk mencurangi atau mendapat manfaat dari program JKN dengan cara yang tidak pantas, sehingga merugikan negara sebagai penyelenggara dan penyandang dana. Fraud di FKTP dapat dilakukan oleh Peserta BPJS Kesehatan, misalnya dengan cara menggunakan kartu BPJS Kesehatan orang lain atau memalsukan kartu BPJS Kesehatan. Oleh petugas BPJS Kesehatan setempat dapat berupa tidak membayar besaran nilai kapitasi sebagaimana harusnya, terlambat mencairkan pembayaran kapitasi dan klaim, tidak membayar kapitasi dan klaim dan penunjukkan FKTP yang tidak layak. Fraud oleh petugas FKTP dapat berupa memalsukan data fasilitas dan SDM FKTP, mengurangi jam kerja, meminta iur biaya pasien, membuat rujukan yang tidak seharusnya, memberikan pelayanan sub standar, memperpanjang hari rawat pada FKTP rawat inap dan menerima imbalan atas rujukan.

Hasil gambar untuk fraud

Fraud oleh petugas Dinas Kesehatan atau Yayasan pemilik FKTP dapat berupa memberikan rekomendasi tidak sesuai dengan kenyataan FKTP. Direktur Kepesertaan dan Pemasaran BPJS Kesehatan Andayani Budi Lestari, Rabu, 22 Maret 2017 menjelaskan bahwa BPJS Kesehatan telah bekerjasama dengan 250 FKTP milik BUMN (Klinik Pratama, Dokter Praktek Perorangan, dan Dokter Gigi), serta 37 rumah sakit milik BUMN. BUMN tersebut meliputi Pelindo lV, Bank BNI, Wijaya Karya, Perum Percetakan Negara, Pupuk Sriwijaya, Garuda Indonesia, PT Timah, Adhi Karya, Asuransi Kredit Indonesia, Jasa Raharja (Persero), Pegadaian (Persero), Perum LPPNPI, Kimia Farma (Persero). Pada 17 Juli 1995 berdiri YAKES-TELKOM, sebagai pengelolaan dana kesehatan karyawan dan pensiunan beserta keluarganya, yang terpisah dari perusahaan induk, yaitu PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, yang merupakan BUMN.

Gambar terkait

Dalam menjalankan profesinya seorang dokter harus memiliki enam nilai yang terdapat dalam KODEKI (Kode Etik Kedokteran Indonesia) yaitu altruisme, responsibilitas, idealisme profesi, akuntabilitas terhadap pasien, integritas ilmiah dan integritas sosial. Banyak peserta JKN meminta dibuatkan rujukan ke RS, oleh para dokter di FKTP, dengan alasan sudah biasa periksa ke RS dan alasan sosial lainnya. Dengan demikian independensi profesi dokter di FKTP berpotensi goyah, karena dokter harus melibatkan faktor sosial, emosional, dan ekonomi dalam melakukan layanan medis. Hal ini bertentangan dengan KODEKI Pasal 2, yaitu seorang dokter wajib selalu melakukan pengambilan keputusan profesional secara independen, dan mempertahankan perilaku profesional dalam ukuran yang tertinggi. Selain itu, juga KODEKI Pasal 8, yaitu setiap dokter wajib, dalam setiap praktek medisnya memberikan layanan secara kompeten dengan kebebasan teknis dan moral sepenuhnya, disertai rasa kasih sayang dan penghormatan atas martabat manusia.

Gambar terkait

Pada FKTP yang menggunakan sistem pembayaran kapitasi, besaran dana JKN dipengaruhi oleh jumlah dan tarif kapitasi. Pada 1 Februari 2019, Peserta Program JKN telah mencapai 217.549.455 orang dan Fasilitas Kesehatan provider JKN sebanyak 27.182 buah, dengan 6.542 buah merupakan klinik pratama, termasuk klinik milik Yayasan Kesehatan Telkom. Saat ini pembagian peserta JKN mengumpul di 8.202 puskesmas provider JKN, sedangkan di FKTP swasta dan 4.616 dokter praktek perorangan provider JKN variasi jumlah kepesertaannya sangat besar, mulai dari 100 peserta sampai puluhan ribu. Hal ini disebabkan karena BPJS menerapkan sistem ‘enrollment’ bebas, FKTP mencari sendiri peserta, sehingga berpotensi saling bersaing dan berisiko saling sengketa. Hal ini bertentangan dengan KODEKI Pasal 18, yaitu setiap dokter memperlakukan teman sejawatnya sebagaimana ia sendiri ingin diperlakukan. Juga KODEKI Pasal 19, yaitu setiap dokter tidak boleh mengambil alih pasien dari teman sejawat, kecuali dengan persetujuan keduanya atau berdasarkan prosedur yang etis.

Hasil gambar untuk kodeki

Selain itu, sistem pelaporan FKTP meliputi data lengkap nama pasien, anmnesa, hasil pemeriksaan, dan diagnosis dalam rekam medik kepada BPJS setempat. Hal ini tidak sesuai dengan KODEKI Pasal 16, yaitu setiap dokter wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang seorang pasien, bahkan juga setelah pasien itu meninggal dunia. Pada hal Peraturan Konsil Kedokteran Indonesia Nomor 4 Tahun 2011 Tentang Disiplin Profesional Dokter, menyebutkan bahwa Pelanggaran Disiplin Profesional Dokter terdiri dari 28 bentuk. Jenis pelanggaran disiplin profesi dokter nomer 17 adalah membuka rahasia kedokteran. Dokter yang melanggar dapat dikenakan sanksi disiplin sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Hasil gambar untuk bpjs kesehatan

Potensi besar pelanggaran etika oleh dokter, yaitu korupsi dengan fraud, telah diantisipasi antara lain dengan kerja sama BPJS Kesehatan dengan KPK. MoU ini mengatur penerapan ‘Sistem Pencegahan Korupsi’, yang dilakukan dalam bentuk Peningkatan Kepatuhan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Penerapan Program Pengendalian Gratifikasi, Penerapan ‘Whistle Blower System’, dengan Sosialisasi, Pendidikan Dan Pelatihan Anti Korupsi Berkelanjutan. Selain itu, juga Penelitian dan pengembangan, serta Pencegahan ‘fraud’ dalam Pelaksanaan Program JKN. Sistem pengendalian ‘fraud’ sudah mulai berjalan, terutama sejak terbitnya Permenkes nomor 36 tahun 2015, namun sampai sekarang masih perlu dilengkapi dengan berbagai kegiatan dan instrumen detail lainnya, untuk pencegahan, deteksi, dan penindakan ‘fraud’.

Hasil gambar untuk bpjs kesehatan

Potensi besar pelanggaran disiplin profesi dokter, juga telah diantisipasi. Standar profesi dokter dipengaruhi oleh 4 standar lainnya, yaitu standar pendidikan yang ditentukan oleh kolegium, standar etika sesuai MKEK (Majelis Koehormatan Etika Kedokteran), standar kompetensi (diatur oleh IDI) dan standar pelayanan (sesuai Permenkes). Permasalahan sengketa medik yang melibatkan dokter, ternyata disebabkan karena 59% faktor standar pelayanan, 18 % kompetensi, 7% komunikasi, 6% ketidaknyamanan, 4% penelantaran, 4% urusan RT dan 2% pembiayaan. Tugas dan Wewenang IDI menurut UU no 29 tahun 2004 tentang Praktek Kedokteran adalah melakukan pengawasan dan pembinaan etika profesi (pasal 8), pembinaan dan pengawasan kendali mutu serta kendali biaya (pasal 49), dan pembinaan dokter untuk menghadirkan praktek kedokteran bermutu (pasal 54).

Hasil gambar untuk bpjs kesehatan

Tantangan lain dalam era JKN adalah tarif layanan dokter yang relatif rendah akan menyebabkan perkembangan teknologi dan ilmu kedokteran dapat terganggu. Misalnya FKTP akan melakukan efisiensi dengan alat kedokteran yang murah, pengobatan sederhana, dan penggunaan obat yg murah. Beberapa usulan realistik meliputi tarif kapitasi di FKTP disusun berdasarkan indek keekonomian real, jumlah peserta dibagi secara merata untuk semua FKTP dengan batasan minimal dan maksimal, dan sistem pelaporan tidak bersifat membuka rahasia kedokteran.

Gambar terkait

Potensi pelanggaran etika dan disiplin profesi dokter dalam era JKN, perlu diantisipasi secara paripurna. Sudahkah Anda berperan?

Sekian

Yogyakarta, 12 Februari 2019

*) dokter spesialis anak di RS Panti Rapih Yogyakarta, Ketua IDI Cabang Kota Yogyakarta, Lektor FK UKDW, Alumnus S3 UGM, telephon : (0274) 580081, 081227280161, fax : (0274) 563312, e-mail : fxwikan_indrarto@yahoo.com

Categories
Istanbul

2019 Dokter Virtual

Hasil gambar untuk dokter virtual

DOKTER  VIRTUAL

fx. wikan indrarto*)

Pada era pandemi COVID-19 ini, jaga jarak atau ‘social distancing’ adalah strategi utama yang diterapkan, untuk memutus rantai penularannya. Untuk itu, layanan dokter di Indonesia saat ini seharusnya menggunakan sistem yang baru, menggunakan  internet, dan mengalami perubahan yang hampir drastis. Apa yang mengalami revolusi?

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/10/12/2018-dokter-4-0/

.

Konsep revolusi industri 4.0 pertama kali diperkenalkan oleh Profesor Klaus Schwab. Teknisi dan ekonom terkenal asal Ravensburg Jerman itu menulis dalam bukunya, ‘The Fourth Industrial Revolution,’ tentang sebuah konsep yang telah mengubah hidup dan kerja manusia. Sekarang kita telah masuk zaman revolusi industri ke 4 atau sering disebut 4.0, yang ditandai dengan sistem ‘cyber-physical’, karena industri mulai menyentuh dunia virtual, berbentuk konektivitas manusia, mesin dan data.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/12/06/2018-bisnis-medis-dokter/

.

Lima jenis teknologi utama pada sistem industri 4.0, adalah ‘Internet of Things’, ‘Artificial Intelligence’, ‘Human–Machine Interface’, teknologi robotik dan sensor, serta teknologi ‘3D Printing’. Layanan dokter pada era JKN ini sudah menggunakan ‘Internet of Things’, yaitu adanya konektivitas manusia dan data, misalnya dalam mengatur rujukan ke layanan di RS, tetapi masih mewajibkan adanya pertemuan nyata, antara dokter dengan pasien, dan belum ada ketentuan tentang layanan dokter virtual. Sesuai UU No 24 Tahun 2011 tentang BPJS, layanan dokter harus mengikuti regulasi JKN. Namun demikian, sebenarnya juga merupakan bagian dari ‘Exponential Medicine,’ yaitu teknologi aplikasi untuk layanan dokter secara virtual.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/05/17/2018-peran-lengkap-dokter/

.

Hasil gambar untuk revolusi industri 4.0

.

Contoh layanan dokter virtual lainnya adalah penggunaan teknologi ‘Human–Machine Interface’, misalnya menggunakan ResearchKit®, sebuah menu terbuka (open-source platform) produksi Apple, yang memungkinkan para dokter mengambil data pasien melalui HP (mobile apps). Alat ini akan mampu mendeteksi gangguan emosi,  mendiagnosis autisme, asma, memprediksi serangan epilepsi, dan memetakan pertumbuhan sel ganas mole untuk kanker kulit melanoma, yang memudahkan dokter saat memberikan layanan.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/05/14/2018-perlindungan-dokter/

.

Hasil gambar untuk dokter virtual

.

Teknologi lainnya adalah “tricorder medis”, yang bahkan hampir setiap orang akan memiliki teknologi ini dalam genggaman. Hanya dengan menempelkannya pada dahi, pasien dapat mengukur suhu, detak jantung, saturasi oksigen, dan tekanan darah dengan alat tersebut. Pasein di rumah akan mampu memberikan data dengan meng-upload melalui HP kepada dokter. Untuk pasien dengan penyakit jantung, juga telah tersedia perangkat pintar Band-Aids®, yang akan mengirimkan informasi ‘real-time’ data EKG, suhu, denyut jantung, tingkat stres, atau kalori yang terbakar melalui Web atau sambungan internet kepada dokter yang merawatnya. Juga telah tersedia aplikasi CellScope®, untuk melakukan pemeriksaan lobang telinga secara virtual, sehingga pasien tidak perlu kembali ke ruang praktek dokter, untuk tindak lanjut keluhan telinga.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/06/07/2019-hoaks-medis/

.

Raksasa teknologi Kecerdasan Buatan (Artificial intelligence atau AI) terdepan, seperti IBM, juga mengembangkan perangkat lunak yang dimaksudkan untuk membantu dokter ahli radiologi dalam mendeteksi kanker paru-paru pada pemindaian CT.  Jurnal Nature 2016 melaporkan bahwa AI mampu mengidentifikasi lesi kanker kulit, setara dengan dokter spesialis kulit atau ahli dermatologi yang telah terlatih sekalipun. Selain itu, teknologi ini menunjukkan spesifisitas yang sangat luar biasa, untuk mendeteksi retinopati diabetes pada pemindaian retina mata. Retinopati diabetik adalah penyebab paling umum kehilangan penglihatan bagi mereka yang menderita diabetes. Diagnosis penyakit ini biasanya dilakukan melalui pemeriksaan mata selama 2 jam, yang juga memerlukan kamera khusus untuk mengambil foto retina. Juga ‘Eyeagnosis’ buatan Kavya Kopparapu (16 tahun dari India) adalah aplikasi HP dengan ‘simple 3D-printed lens’ yang dapat mengenali penyakit retinopati diabetik, membuat diagnosis akurat, dan telah dipresentasikan pada konferensi Artificial Intelligence O’Reilly di New York pada bulan Juni 2017 lalu.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/09/10/2018-kecanduan-games/

.

Pada era dokter virtual ini definisi konsultasi dokter, kunjungan medis atau visite dokter dengan demikian perlu juga dirumuskan ulang, karena berbeda dengan layanan dokter secara konvensional. Meskipun masih banyak dokter yang enggan (reluctant) untuk melakukan kunjungan medis virtual, tetapi sebuah perusahaan asuransi kesehatan yang besar di USA, telah berani menjamin pembiayaan untuk maksimal 20 juta kunjungan medis virtual menggunakan video, untuk semua nasabahnya sepanjang tahun 2016. Keengganan dokter sering terjadi karena terkait kesulitan dalam proses tagihan finansial. Sebagai pasien, kunjungan virtual tentu lebih mudah, tetapi cukup banyak yang kawatir tentang rahasia kedokteran dan privasi sesuai standar HIPAA (Health Insurance Portability and Accountability Act). Kemajuan teknologi digital jauh lebih cepat daripada aspek hukum, pengaturan, atau pembayaran.

.

Gambar terkait

.

Dr. Melanie Walker, Profesor Neurologi di University of Washington dan Johns Hopkins School of Medicine, USA dalam paparannya di ‘the World Economic Forum’ Davos 2018, memprediksi teknologi layanan kesehatan di RS. Pada tahun 2030, epidemi penyakit akan semakin terganggu (disrupted) oleh teknologi, sehingga RS mungkin memiliki jenis penyakit yang jauh lebih sedikit untuk dikelola, karena lebih banyak paien dapat dilayani secara virtual di klinik. Revolusi industri 4.0 akan memungkinkan manusia untuk hidup lebih lama, lebih produktif, dan lebih sehat, sehingga RS masa depan akan menjadi sekedar sebuah tempat pemberhentian perjalanan alamiah manusia, daripada lubang hitam tempat kematian yang tak terhindarkan. Pasien akan pergi atau mampir di RS seperti mobil untuk ditambal bannya dan dikembalikan ke jalur semula. Beberapa praktik layanan RS bahkan mungkin hilang sepenuhnya dan kebutuhan untuk rawat inap pada akhirnya akan hampir hilang.

.

Hasil gambar untuk davos 2019

.

Layanan virtual oleh dokter di klinik, akan membuat bangsal perawatan pasien di RS yang saat ini dipenuhi pasien dengan gangguan satu atau lebih sistem organ, kelak justru hanya akan digunakan untuk proses diagnosis dan perawatan sementara saja. Sebuah perangkat pemindaian digital tunggal akan mampu memberikan gambaran detail aspek metabolik, fungsional, dan struktural pasien, karena mampu menggabungkan fisika spektroskopi, resonansi magnetik, dan radiasi. Dengan demikian dokter hanya perlu satu tindakan pemindaian virtual, dan tidak memerlukan sebuah tindakan invasif yang menyakitkan pasien, seperti operasi biopsi jaringan.

.

Dokter juga tidak perlu lagi mempertimbangkan obat apa yang harus diresepkan untuk pasien dan kemudian apoteker yang memberikannya. Perangkat seluler dokter akan menerima informasi yang diperlukan untuk meramu obat, probiotik dan diet khusus, dari ruang penyimpanan data pasien. Selanjutnya, akan tersedia obat sesuai permintaan dokter, yang akan berlangsung bahkan dalam beberapa menit saja.

.

Hasil gambar untuk dokter virtual

.

Sekarang RS dan dokter wajib memberikan layanan kepada pasien dengan memberikan informasi diagnostik yang paling akurat, intervensi yang paling tidak invasif, dan terapi teraman yang tersedia. Ke depan, pasien secara mandiri akan memiliki informasi yang serupa, sehingga cukup melakukan diskusi singkat dengan dokter secara sepadan. 

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/01/31/2019-paska-rumah-sakit/

.

Saat ini beban global penyakit sebagian besar dalam aspek pembuluh darah atau vaskular, dengan serangan jantung dan stroke menjadi penyebab kematian terbesar di dunia. Pada hal, keduanya sebentar lagi dapat dicegah dengan pemahaman pasien yang lebih baik, dengan melakukan koreksi atas faktor risiko dalam bimbingan dokter secara virtual. Kejadian cidera traumatis juga turun dan akan terus menurun, saat tersedianya mobil tanpa pengemudi dan pekerja robot telah diciptakan untuk menggantikan tugas manusia yang berisiko.

.

Hasil gambar untuk dokter virtual

.

Teknologi kedokteran digital telah tersedia, sehingga sekarang diperlukan definisi ulang (reshape) hubungan dokter dengan pasien secara virtual. Oleh sebab itu, sebaiknya para dokter melatih diri agar profesional secara virtual, juga mengadvokasi organisasi profesi, pemerintah, penjamin biaya pasien seperti BPJS Kesehatan, dan kelompok lain untuk memulai penggunaan teknologi digital ini.

.

Hasil gambar untuk dokter virtual

.

ShopBack, aggregator dari lebih dari 200 e-commerce di Indonesia, mencatat pertumbuhan volume transaksi hingga 70% dibanding rata-rata transaksi harian saat perayaan Imlek 2019 ini. Angka ini naik sekitar 10-15% dibandingkan volume transaksi tahun lalu, yang hanya sekitar 55-60%. Country Head of Shop Back Indonesia Indra Yonathan mengatakan, pola konsumsi masyarakat Indonesia yang mulai merambah dunia digital dan online menjadi faktor peningkatan volume pemesanan e-commerce.

.

Hasil gambar untuk e commerce

.

Beberapa jenis layanan dokter sebenarnya dapat merupakan komoditas yang turut diperdagangkan melalui ‘e-commerce’. Tentu saja diperlukan ‘unicorn’ dan ‘start up’ yang mampu mewujudkan perubahan layanan dokter secara virtual, dalam dunia digital dan online. Dengan demikian akan lebih banyak pasien tetap dapat tinggal di rumah, untuk mendapatkan layanan medis dari dokter, dalam program jaga jarak atau ‘social distancing’, demi pemberantasan pandemi COVID-19.

Sudahkah kita siap menjadi dokter virtual melawan COVID-19?

Sekian

Tim Relawan Medis DIY untuk Bencana Gempa Bumi di Lombok, NTB 2018

Yogyakarta, 17 Juni 2019

*) Dokter spesialis anak di RS Panti Rapih Yogyakarta, Lektor di FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA : 081227280161

Categories
Healthy Life politik

2019 Biologi Politik

BIOLOGI  POLITIK

fx. wikan indrarto*)

Tahun 2019 adalah tahun politik, karena akan diselenggarakan Pemilihan Presiden (Pilpres) dan anggota legislatif (Pileg) Republik Indonesia. Sebagai warga negara yang baik, para dokter di Indonesia tidak boleh tinggal diam dalam peta perpolitikan daerah ataupun nasional. Bagaimana peran dokter dalam menganalisis sikap politik sesama warga bangsa?

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/05/28/2018-dokter-dan-pilkada/

Hasil gambar untuk pilpres 2019

Semua warga bangsa Indonesia dihadapkan dengan pertaruhan politik besar, bukan hanya sekedar menuju demokrasi paripurna, tetapi hal yang tersulit adalah menjaga agar kebhinekaan Indonesia tetap terjaga dengan baik. Pemilihan umum, baik pilkada maupun pilpres saat ini dihadapkan pada tantangan menguatnya politik sektarian berbasis Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan (SARA). Menguatnya politik sektarian menegaskan bahwa Indonesia sebagai sebuah bangsa, masih menghadapi permasalahan kebhinekaan yang terus mengintai dan mengancam. Ancaman tersebut tidak akan pernah berhenti, sampai kesadaran berbangsa dan bernegara dapat secara efektif termanifestasi dalam benak publik secara keseluruhan.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/05/31/2018-dokter-pancasila/

Selama ini politik sektarian juga menjadi penghalang bagi integrasi politik dalam bingkai kebhinekaan. Mengapa masyarakat Indonesia bisa terjerat dalam pertarungan politik sektarian? Apa yang terjadi sampai bangsa ini memasuki ruang politik yang sangat gaduh? Keduanya adalah pertanyaan besar yang harus dianalisis dari berbagai sudut pandang. Namun demikian, belum banyak orang yang tahu bahwa padangan politik sesunguhnya sesuatu yang eksak, artinya bisa diterjemahkan dari sesuatu yang terukur, misalnya dalam beberapa riset kedokteran membuktikan adanya keterkaitan struktur otak dan gen dengan orientasi politik.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/08/17/2018-dokter-merdeka/

Jurnal ilmiah ‘Current Biology’ Volume 21, 26 April 2011, memuat tulisan Tom Feilden, Colin Firth dan Geraint Rees dengan judul ‘Political Orientations Are Correlated with Brain Structure in Young Adults’. Jurnal yang Published Online: April 07, 2011 belum banyak diminati oleh banyak dokter di Indonesia. Para ilmuan dari London College University tersebut menemukan perbedaan struktural dalam otak manusia di Inggris, berdasarkan pandangan politiknya, yaitu liberal atau konservatif. Pelitian ini menggunakan alat Magnetic Resonace Imaging (MRI) untuk memindai otak responden dan dikorelasikan terhadap orientasi politiknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seorang dengan orientasi politik konservatif dan seorang liberal memiliki struktur otak yang berbeda. Meskipun demikian, sebenarnya struktur otak manusia dapat berubah dari waktu ke waktu berdasarkan pengalaman seseorang, sebuah adaptasi yang dinamakan neuroplastisitas.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/08/04/2018-dokter-proklamasi/

Shaw, Christopher, dan McEachern (2001) mendefinisikan neuroplastisitas sebagai konsep neurosains yang merujuk kepada kemampuan otak dan sistem saraf semua spesies, termasuk manusia, untuk berubah secara struktural dan fungsional, sebagai akibat dari input lingkungan. Gagasan ini pertama kali diusulkan pada tahun 1890 oleh William James, tetapi diabaikan selama lima puluh tahun. Orang pertama yang menggunakan istilah ‘plastisitas neuron’ adalah ilmuwan neurosains Polandia, yaitu Jerzy Konorski, sebelum disempurnakan oleh Shaw pada tahun 2001. Meskipun demikian, belum jelas benar apakah perubahan dalam sikap politik seseorang dapat mempengaharuhi perubahan struktur otak. Riset kedokteran seperti ini terus berkembang dan dapat digunakan dalam pemetaan pemilih atau ‘voters’ dalam persiapan pilkada atau pilpres di manapun.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/08/17/2018-dokter-merdeka/

Evan Charney dan William English pada ‘The American Political Science Review’, Volume 107, Edisi 2 Mei 2013, menuliskan ‘Genopolitics and the Science of Genetics’. Pada tulisan tersebut, dua gen manusia yang dapat memprediksi suara pemilih atau genopolitik, tidak terbukti memiliki hubungan langsung dengan hasil pemungutan suara dalam pemilihan umum. Hasil ini karena dipengaruhi oleh stratifikasi populasi dan variabel bias yang diabaikan. Dengan demikian dari sudut pandang genetika, neuroscience, dan biologi evolusioner, genopolitik masih perlu dikaji lebih lanjut, terkait beberapa prinsip dasar dalam genetika molekuler selama 50 tahun terakhir.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/11/07/2018-dokter-pahlawan/

Namun demikian, pada jurnal ‘Current Biology’ edisi 17 Nov 2014, Woo-Young Ahn dan rekan menulis laporan lain dengan judul ‘Nonpolitical Images Evoke Neural Predictors of Political Ideology.’ Ternyata ciri dasar ideologi politik seseorang telah ditemukan terkait secara mendalam dengan mekanisme biologi dasar, yang dapat berfungsi untuk mempertahankan diri terhadap tantangan lingkungan, seperti kontaminasi dan ancaman fisik. Hasil ini mempertanyakan klaim provokatif sebelumnya, bahwa respons saraf terhadap rangsangan nonpolitik (nonpolitical stimuli), seperti makanan haram atau ancaman fisik dapat digunakan untuk memprediksi opini politik (political opinions), seperti sikap terhadap pasangan calon atau partai pengusung dalam pilkada dan pilpres.

Hasil gambar untuk politik

Radikalisme dari sisi kedokteran jiwa atau psikiatri, penting dibahas untuk penatalaksanaan paripurna, meskipun sampai sekarang masih diteliti apakah terjadi hanya pada orang dengan gangguan kejiwaan atau hasil proses cuci otak. Scott Antran seorang Antropolog Kognitif dari ‘French National Center for Scientific Research’, mengungkapkan bahwa orang muda memerlukan nilai dan impian. Kesimpulan bahwa ‘the youth need values and dreams’ dimuat dalam The Guardian, koran di Inggris yang terbit Minggu, 15 November 2015. Oleh sebab itu, para pihak yang dapat menawarkan nilai dan impian kepada para pemilih pemula, tentu akan dapat mendulang suara, bukan hanya karena pemilih mengalami gangguan kejiwaan semata, tetapi juga dipengaruhi oleh proses indoktrinasi bertubi.

Hasil gambar untuk politik

Tentu saja para dokter Indonesia harus ikut terpanggil untuk melakukan pendekatan medis dalam perpolitikan nasional. Paling tidak, para dokter seharusnya mengedukasi warga bangsa, agar menggunakan hak pilihnya secara cerdas dalam pemilu serentak 2019. Selain itu, juga mengajarkan nilai-nilai rasional, seperti selalu menjaga persatuan Indonesia, agar tetap merasa nyaman dengan ketidaksempurnaan, menoleransi perbedaan, dan tidak mengidealkan sebuah utopia, yang sering dinamakan moderasi.

Hasil gambar untuk biologi politik

Sudahkah para dokter terlibat membantu?

Sekian

Yogyakarta, 10 Februari 2019

*) Ketua IDI Cabang Kota Yogyakarta, dokter spesialis anak di RS Panti Rapih, lektor FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161, e-mail : fxwikan_indrarto@yahoo.com.

Categories
Istanbul

2019 Hari Kanker Anak Internasional

Hasil gambar untuk kanker pada anak di indonesia

HARI KANKER ANAK INTERNASIONAL

fx. wikan indrarto*)

Hari Kanker Anak Internasional pada Jumat, 15 Februari 2019, ditujukan untuk menyoroti tindakan global terpadu dalam mengatasi tantangan kanker pada anak. Secara global, kanker anak dan remaja berpotensi untuk melebihi penyakit menular, sebagai salah satu penyebab kematian akibat penyakit yang tertinggi pada anak. Apa yang terjadi?

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/02/04/hari-kanker-sedunia-2018/

Hasil gambar untuk kanker pada anak di indonesia

Tema 2019 adalah “Advance Cures and Transform Care”. Pesan ini menyoroti ketidaksetaraan mencolok atas akses terhadap terapi di banyak negara berpenghasilan rendah dan menengah, di mana 80% anak dengan kanker hidup. Anak dan remaja di Afrika, Asia dan Amerika Latin dan di beberapa bagian Eropa Timur dan Selatan, belum memiliki akses terhadap pengobatan yang tepat, termasuk obat esensial dan perawatan khusus. Saat ini, di mana seorang anak hidup dan tinggal, cukup sering menentukan kemampuannya untuk bertahan hidup dari kanker anak. Hari ini adalah hari ketika kita berkumpul untuk menjadikan anak sebagai prioritas kesehatan  nasional dan global.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/01/17/2019-kematian-anak/

Hasil gambar untuk kanker pada anak di indonesia

Terkait kanker pada anak, saat ini masih terlalu sering kita mendengar kata “tetapi”, misalnya “tetapi” tidak cukup banyak anak yang dapat diobati, “tetapi” pengobatannya terlalu mahal, “tetapi” tidak ada cukup dokter ahli, dan banyak “tetapi” yang lain lagi. Pesan Utama adalah Sekarang waktunya. Tidak ada lagi “tetapi” (The time is now. There can be no more “but”). Sekarang kita harus bekerjasama untuk menyembuhkan, mengubah layanan dan menanamkan harapan pada anak, karena semua anak dengan kanker berhak mendapatkan akses terhadap obat esensial dan perawatan berkualitas.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/10/30/2018-polusi-terhadap-anak/

Hasil gambar untuk kanker pada anak di indonesia

Menurut The International Agency for Research on Cancer 2015, kejadian kanker anak di seluruh dunia meningkat, dari 165.000 kasus baru setiap tahun menjadi 215.000 kasus untuk anak sampai usia 14 tahun, dan 85.000 kasus baru untuk remaja usia 15-19 tahun. Program pengedalian penyakit kanker di Indonesia dilakukan untuk semua jenis kanker, tetapi saat ini masih diprioritaskan pada dua kanker terbanyak, yaitu kanker leher rahim dan kanker payudara, bukan pada anak. Meskipun jumlah anak dengan kanker jauh lebih sedikit dibandingkan dengan dewasa, tetapi jumlah kehidupan yang disimpan secara signifikan sebenarnya lebih tinggi. Bahkan tingkat kelangsungan hidup di negara berpenghasilan tinggi mencapai rata-rata 84% dan terus meningkat, juga di daerah dengan sumber daya yang kurang mendapat bantuan lokal dan internasional sekalipun.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/02/08/2019-lebih-hidup-lagi/

Hasil gambar untuk kanker pada anak di indonesia

Sebanyak 188 organisasi anggota Childhood Cancer International (CCI) di 96 negara dan 1.000 profesional layanan kesehatan dari 110 negara yang merupakan anggota International Society of Pediatric Oncology (SIOP), meminta setiap orang untuk ‘bersatu dalam solidaritas’ dan memastikan semua anak dan remaja di manapun, agar memiliki kesempatan untuk bertahan hidup dari kanker. Selain itu, juga agar dapat menjalani kehidupan yang panjang, produktif dan bermakna. Tidak ada yang lebih menakutkan daripada menyadari bahwa anak kita menderita kanker. Namun demikian, tidak ada yang lebih tragis daripada saat mengetahui bahwa pengobatan memang ada dan hasilnya sangat baik, tetapi itu tidak tersedia untuk anak kita. Mengapa? Hanya karena anak kita kebetulan tinggal di belahan dunia yang salah.

Hasil gambar untuk kanker pada anak di indonesia

Ternyata lebih dari 300.000 anak setiap tahun didiagnosis menderita kanker. Juga bahwa banyak jenis kanker pada anak dapat disembuhkan, jika anak diberikan 4 hak azasi, yaitu hak untuk diagnosis dini secara tepat, mengakses obat penting, mendapatkan layanan medis yang tepat dan berkualitas, serta menindaklanjuti layanan medis berkelanjutan bagi anak yang selamat. Hal ini mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa tujuan ke 3.4, yaitu untuk mengurangi angka kematian dini sampai sepertiganya pada tahun 2030.

Hasil gambar untuk kanker pada anak di indonesia

Disparitas besar terjadi pada tingkat kelangsungan hidup anak dengan kanker secara global. Di negara berpenghasilan rendah sampai menengah, di mana akses terhadap perawatan seringkali terbatas dan sangat menantang, tingkat kelangsungan hidup hanya 10%. Dari 10 anak yang didiagnosa menderita kanker, hanya 1 yang bertahan. Sebaliknya, di negara berpenghasilan tinggi dan maju, tingkat kelangsungan hidup bisa setinggi 90%, hanya 1 anak yang akan mati.

Hasil gambar untuk kanker pada anak di indonesia

Perkembangan obat kanker anak juga sangat tertinggal. Sebagai contoh, pengobatan untuk leukemia limfoblastik akut risiko standar, yang merupakan jenis kanker anak yang paling umum, yaitu terdiri dari 11 obat. Pada hal, lima di antaranya ditemukan pada 1960-an, lima lainnya, pada 1970-an dan satu di tahun 80-an. Tidak ada lagi obat baru untuk anak dengan kanker darah atau leukemia.

Gambar terkait

Momentum Hari Kanker Anak Internasional pada Jumat, 15 Februari 2019, adalah ajakan berulang untuk meningkatkan kepedulian kita semua akan kanker pada anak.

Apakah kita sudah bertindak?

Sekian

Yogyakarta, 9 Februari 2019

*) Sekretaris IDI Wilayah DIY, dokter spesialis anak, Lektor di FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161

Categories
Istanbul

2019 Lebih Hidup Lagi

Gambar terkait

LEBIH  HIDUP  LAGI

fx. wikan indrarto*)

Untuk merayakan kehidupan Dr. Quesada di San Jose, ibukota Kosta Rika, Karibia melakukannya dengan membantu sesama manusia yang telah hampir meninggal. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk membuat waktu yang mereka miliki di dunia ini, meskipun tinggal sebentar, tetapi harus nyaman, tanpa rasa sakit, riang dan lembut. Apa yang menarik?

Hasil gambar untuk sasakawa

Kisah inspiratif tersebut disampaikan kepada para delegasi dari Negara-negara Anggota WHO, dalam pidatonya saat menerima penghargaan Sasakawa (The Sasakawa Health Prize). Pemberian penghargaan ini dimulai pada tahun 1984 atas inisiatif dan dengan dana yang disediakan oleh Ryoichi Sasakawa, Ketua Yayasan Industri Pembuatan Kapal Jepang dan President of the Sasakawa Memorial Health Foundation. Penghargaan Sasakawa terdiri dari patung dan dana sebesar US $ 100.000, untuk karya inovatif yang luar biasa dalam pengembangan layanan kesehatan, untuk mendorong pengembangan lebih lanjut dari layanan tersebut.

Hasil gambar untuk sasakawa

Setelah pendidikannya di AS, ia kembali ke negaranya sebagai dokter muda dan mendedikasikan karirnya untuk perawatan paliatif anak, untuk membantu orang yang sekarat, sehingga mereka diperlakukan dengan hormat, profesionalis dan cinta. Pada tanggal 1 Oktober 1990, Dr. Lisbeth Quesada Tristan membangun Unit Perawatan Paliatif Anak (Fundación Pro Unidad de Cuidado Paliativo) di Rumah Sakit Anak Nasional (Hospital Nacional de Niños) di San Jose, Kosta Rika. Layanan seperti ini adalah yang pertama kali ada di Kosta Rika dan bahkan seluruh Amerika Latin, yang menyediakan perawatan paliatif untuk pasien di rumah dan rumah sakit.

Hasil gambar untuk palliative care

Perawatan paliatif adalah layanan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien, baik dewasa maupun anak, dan keluarga mereka, karena pasien menderita penyakit yang mengancam jiwa. Layanan ini akan  mencegah dan mengurangi penderitaan melalui identifikasi kondisi medis awal, penilaian derajad penyakit secara lengkap dan pengelolaan rasa sakit atau nyeri. Selain itu, juga untuk masalah lain, baik fisik, psikososial atau spiritual. Masalah medis sebagai penyebabnya meliputi penyakit kanker, kegagalan fungsi organ penting, tuberkulosis yang resistan terhadap obat, penyakit kronis tahap akhir, kelahiran prematuritas atau kelemahan umum, karena usia lanjut yang ekstrem.

Hasil gambar untuk palliative care

Perawatan paliatif mencakup layanan perawatan di rumah pasien, yang dapat meningkatkan kualitas hidup pasien dan keluarga mereka. Di samping itu, juga dapat menghemat uang untuk mengurangi biaya masuk rumah sakit yang tidak perlu. Kualitas hidup pasien dan keluarga mereka, dalam menghadapi masalah yang berhubungan dengan penyakit yang mengancam jiwa, baik fisik, psikososial atau spiritual, terbukti  sangat meningkat dengan perawatan paliatif ini.

Hasil gambar untuk palliative care

Resolusi Majelis Kesehatan Dunia 67,19 tentang penguatan perawatan paliatif, yang diadopsi pada tahun 2014, menekankan perlunya membuat kebijakan perawatan paliatif secara nasional, khususnya untuk memastikan akses yang aman ke obat opioid untuk menghilangkan rasa sakit atau nyeri yang hebat. Selain itu, juga dilakukannya pelatihan berkesinambungan untuk semua petugas kesehatan dalam perawatan paliatif, dan integrasi perawatan paliatif ke dalam sistem layanan kesehatan yang ada.

Morfin tablet kerja cepat (oral immediate-release morphine) adalah obat yang penting dalam terapi paliatif. Undang-undang tentang opioid dan peraturan peresepan di semua negara, seharusnya menyeimbangkan aspek pencegahan dan penggunaan opioid ilegal, dengan memastikan aksesibilitas pasien ke obat morfin, untuk mengurangi rasa sakit atau nyeri tingkat sedang dan berat.

Hasil gambar untuk palliative care

Pasien anak memiliki lebih sedikit akses ke perawatan paliatif. Pada hal, pasien anak berada pada risiko yang lebih tinggi daripada orang dewasa, untuk mengalami kesulitan mendapatkan obat penghilang rasa sakit yang memadai. Sekitar 98% pasien anak yang membutuhkan perawatan paliatif tinggal di negara berpenghasilan rendah dan menengah, dengan hampir setengah dari mereka tinggal di Afrika.

Hasil gambar untuk palliative care

Perawatan paliatif masih menunjukkan perbedaan mencolok secara global. Kurangnya akses ke perawatan paliatif dan obat penghilang nyeri adalah salah satu ketidaksetaraan terbesar dalam kesehatan global. Sebagian besar pasien di negara berpenghasilan tinggi memiliki akses, tetapi hanya sebagian kecil pasien di negara berpenghasilan rendah dan menengah yang memiliki akses serupa. Setiap tahun diperkirakan 40 juta orang membutuhkan perawatan paliatif, dengan 78% di antaranya tinggal di negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Gambar terkait

Kebutuhan akan perawatan paliatif tidak pernah surut. Justru hal ini akan terus tumbuh dengan meningkatnya penyakit kronis dan bertambahnya orang yang dapat hidup hingga usia yang lebih lanjut. Di seluruh dunia, hanya sekitar 14% orang yang membutuhkan perawatan paliatif, yang dapat menerimanya. Penghargaan Sasakawa pada 25 Mei 2018 untuk perawatan paliatif bagi pasien anak oleh Dr. Lisbeth Quesada Tristan di Kosta Rica, telah membuat hidup anak sakit berat menjadi lebih hidup lagi.

Hasil gambar untuk palliative care

Sudahkah kita tergerak membantu?

Yogyakarta, 7 Februari 2019

*) Ketua IDI Cabang Kota Yogyakarta, dokter spesialis anak RS Panti Rapih, Lektor di FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA : 081227280161

Categories
Istanbul

2019 Eliminasi Dengue

Hasil gambar untuk elimination dengue

ELIMINASI  DENGUE

fx wikan indrarto*)

Saat ini terjadi peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di hampir seluruh wilayah di Indonesia. Saat Mrs. Melinda Gates, filantropis atau dermawan dari USA mengunjungi Yogyakarta pada Jumat, 24 Maret 2017, mengingatkan kita semua akan mimpi besar untuk membasmi atau mengeliminasi Dengue. Apa yang perlu dicermati?

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/02/04/2019-dengue-dalam-era-jkn/

Gambar terkait

Tim Eliminate Dengue Project (EDP) Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta mengadakan penelitian WMP (World Mosquito Program) tentang DBD, yang memasuki tahap akhir pada tahun 2019 ini. Penelitian ini sangat kental dengan nuansa keterlibatan masyarakat, yaitu memanfaatkan nyamuk Aedes Aegypti, penyebar virus Dengue, yang mengandung bakteri Wolbachia. Nyamuk yang sudah dikembangbiakkan di insektarium kemudian dilepaskan di habitat alaminya, dengan persetujuan masyarakat setempat. Caranya adalah kesediaan menjadi orang tua asuh nyamuk, dengan mengijinkan dititipi ember di halaman rumah mereka.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/01/30/2019-tantangan-kesehatan-global/

Gambar terkait

Penyebaran nyamuk Aedes aegypti yang mengandung bakteri Wolbachia, telah dimulai di Dusun Jomblangan, Banguntapan, Bantul DIY Senin, 8 Desember 2014. Kunjungan Mrs. Melinda Gates ke kantor EDP Yogyakarta, menunjukkan dukungan penuhnya akan proyek besar terkait persaingan alami antara bakteri Walbochia dan virus Dengue, di dalam tubuh nyamuk. ‘Eliminate Dengue Indonesia’ adalah program penelitian di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan didanai oleh Yayasan Tahija (Tahija Foundation) dan Bill & Melinda Foundation.

baca juga https://dokterwikan.wordpress.com/2019/01/31/2019-tantangan-kesehatan-global-2/

Gambar terkait

Wolbachia adalah salah satu bakteri yang hidup sebagai parasit pada hewan artropoda seperti nyamuk. Infeksi bakteri Wolbachia pada hewan akan menyebabkan proses patogenesis atau terjadinya sel telur yang tidak dapat dibuahi, kematian pada hewan jantan, dan feminisasi atau perubahan nyamuk jantan menjadi betina. Bakteri Wolbachia ini merupakan bakteri alami yang biasa terdapat di dalam tubuh nyamuk lokal dan telah terbukti mampu menghambat pertumbuhan virus Dengue, di dalam tubuh nyamuk.

Hasil gambar untuk wolbachia bacteria

Eliminasi sebuah penyakit menular, seperti DBD, sebenarnya paling baik dilakukan dengan vaksinasi massal. Vaksin Dengue sudah diteliti sejak tahun 1940 oleh Sabin dan Schlesinger, untuk menemukan bentuk virus yang sudah dilemahkan sebagai bahan dasar vaksin (live attenuated vaccine). Vaksin dengue pertama, Dengvaxia® (CYD-TDV) yang diproduksi oleh industri farmasi Sanofi Pasteur, pertama kali terdaftar di Meksiko pada bulan Desember 2015. CYD-TDV adalah vaksin rekombinan tetravalen dari virus dengue hidup, yang telah diteliti dengan pemberian 3 dosis pada jadwal 0, 6, dan 12 bulan, dalam uji klinis Tahap III. CYD-TDV ini telah terdaftar untuk digunakan pada kelompok usia 9-45 tahun yang tinggal di daerah endemik Dengue. Indonesia telah menjadi salah satu negara yang berpartisipasi dalam uji klinis vaksin Dengue dan Dengvaxia® sudah mendapatkan izin edar dari Badan POM pada tahun 2016 lalu. Harga yang masih relatif mahal dan tidak terbukti efektif pada anak balita, kelompok usia yang paling rentan menderita DBD, sehingga vaksin ini belum dapat diberikan secara massal.

Hasil gambar untuk elimination dengue

Pengendalian vektor nyamuk telah menjadi strategi kunci untuk mengendalikan atau mencegah penularan virus dengue. Strategi yang dikenal dengan 3M ini meliputi mencegah nyamuk bertelur di habitatnya dengan manajemen dan modifikasi lingkungan. Caranya dengan membuang sampah dengan benar dan menghapus habitat nyamuk buatan manusia, yang meliputi mengosongkan dan membersihkan wadah penyimpanan air rumah tangga setiap minggu, penggunaan insektisida yang tepat pada wadah penyimpanan air di luar ruangan, menggunakan perlindungan rumah tangga seperti jendela bertirai, pakaian lengan panjang, dan insektisida. Selain itu, juga meningkatkan partisipasi dan mobilisasi warga masyarakat untuk pengendalian vektor berkelanjutan, penyemprotan insektisida selama terjadi wabah sebagai salah satu langkah kontrol vektor darurat, dan pengawasan aktif terhadap vektor nyamuk.

Gambar terkait

Tindakan lain untuk eliminasi Dengue telah dicoba oleh Kementrian Kesehatan Brazil, seperti laporan kantor berita AFP Januri 2014, dengan mengembang biakkan sejumlah besar nyamuk Aedes agypti hasil rekayasa genetik, untuk membantu menghentikan penyebaran DBD. Proyek ini mengalihkan fokus eliminasi, bukan dengan vaksinasi, tetapi kepada program untuk mengendalikan pertumbuhan nyamuk. Nyamuk jantan yang dimodifikasi secara genetik dalam jumlah besar, telah dilepaskan ke alam bebas untuk kawin dengan nyamuk betina. Keturunan mereka, diprediksi tidak akan berkembang hingga dewasa, sehingga akan mengurangi populasi nyamuk sebesar 90% dalam 6 bulan. Hal ini berdasarkan penelitian di bagian timur negara bagian Bahia, Brazil.

Hasil gambar untuk elimination dengue

Dr. Maithripala Sirisena, Menteri Kesehatan Sri Lanka seperti dikutip kantor berita Antara Maret 2015,  melibatkan 10.000 orang tentara nasional untuk tergabung dalam sebuah operasi pembersihan genangan air. Dalam kampanye nasional 3M di Sri Lanka ini, tentara wajib membantu masyarakat secara rutin, untuk menemukan dan membersihkan tempat yang dapat menimbulkan genangan air. Selain itu, semua sekolah secara serentak juga diwajibkan untuk menggunakan waktu selama 1 jam pada hari Jumat, untuk membersihkan areal sekolah mereka. Genangan air dan jentik nyamuk Aedes agypti, harus dilenyapkan.

Gambar terkait

Eliminasi terbaik untuk penyakit infeksi seperti DBD, sebenarnya adalah vaksinasi massal, bukan modifikasi vektor yang menyebarkan penyakit, yaitu nyamuk Aedes agypti. Oleh karena vaksinasi Dengue belum juga terbukti cukup berhasil, maka banyak cara lain yang cukup layak untuk ditempuh. Bakteri Walbochia yang dikembangkan EDP dan FK UGM Yogyakarta, diharapkan menjadi salah satu cara mewujudkan mimpi besar dalam proses panjang eliminasi Dengue.

Hasil gambar untuk elimination dengue

Kita semua, meskipun tidak harus menjadi seorang filantropis sekaliber seperti Mrs. Melinda Gates atau Bapak Tahija, memegang peran penting dalam mengatasi kesulitan eliminasi Dengue, yang masih saja terjadi.

Sudahkah Anda terlibat membantu?

Sekian

Yogyakarta, 31 Januari 2019

*) Sekretaris IDI Wilayah DIY, dokter spesialis anak di RS Panti Rapih Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, Lektor FK UKDW, WA: 081227280161, e-mail : fxwikan_indrarto@yahoo.com

Categories
Istanbul

2019 Dengue dalam Era JKN

Hasil gambar untuk dbd

DENGUE  DALAM  ERA   JKN

fx. wikan indrarto*)

Bulan Februari dan Maret 2019 ini seluruh wilayah DKI Jakarta masuk dalam kategori waspada Kejadian Luar Biasa (KLB) Demam Berdarah Dengue ( DBD). Sepanjang tahun 2018 tercatat ada 2.947 kasus DBD di DKI Jakarta dengan 2 kematian (case fatality rate/CFR 0,07 persen). Pada era JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) ini, penjaminan biaya pasien dilakukan oleh BPJS Kesehatan.

Bagaimana pembiayaan pasien dengue dalam era JKN?

Hasil gambar untuk dbd di indonesia 2018

Pada era JKN dengan pembiayaan sistem kapitasi di FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Primer) pada dokter keluarga, klinik pratama atau puskesmas, peran preventif dan promotif wajib ditingkatkan, agar jumlah kasus dapat ditekan. Dengue merupakan kasus yang harus dilayani secara tuntas di layanan primer dan tidak boleh dirujuk ke FKTL (Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjut) menurut Konsil Kedokteran Indonesia, 2014. Menurut Peraturan Presiden nomor 12 tahun 2013, Permenkes Nomor 71 tahun 2013 dan Surat Edaran Nomor HK/MENKES/31/I/2014, disebutkan bahwa cakupan pelayanan rujukan segera ke UGD RS yang dapat dijamin, adalah sesuai dengan kriteria gawat darurat hanyalah shock berat (profound), yaitu nadi pasien tidak teraba dan tekanan darah tidak terukur, termasuk Dengue berat atau DSS.

Hasil gambar untuk jkn adalah

Apabila pasien dengue sudah dirujuk ke poliklinik, bukan UGD RS, harus sesuai dengan PMK 64 tahun 2016 tentang Standar Tarif Pelayanan Kesehatan Dalam Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan, yang berisi tarif INA-CBG 2016. Sebagai contoh Rumah Sakit Pemerintah Kelas C Regional 1 untuk kasus Dengue rawat jalan dengan diksripsi INA CBGs infeksi akut dan kode Q5350, memiliki plafon biaya Rp. 433,200 per minggu. Pada hal, biaya riil pemeriksaan laboratorium untuk kasus curiga Dengue biasanya meliputi darah rutin Rp. 73.500, NS1Ag antigen Rp. 247.000, ADV Rp. 247.000, Trombosit Rp. 32.000, Hematokrit Rp. 25.500 dan golongan darah 25.000.

Untuk kasus Dengue yang memerlukan rawat inap non emergency di bangsal kelas III RS Pemerintah kelas C Regional 1, sesuai PMK 64 TAHUN 2016 kasus dengue dengan kodeA-4-12-I untuk DEMAM RINGAN memiliki plafon biaya Rp. 2.509.600 sampai kode A-4-12-III untuk DEMAM BERAT memiliki plafon biaya Rp. 3.335.500.

Hasil gambar untuk dbd di indonesia 2018

Dengan adanya kendali biaya tersebut, juga untuk mencegah selisih biaya negatif di RS atas klaim kepada BPJS Kesehatan, diperlukan sebuah kriteria baru yaitu faktor prediktor Dengue, yang dapat digunakan untuk menduga (memprediksi) terjadinya perburukan gejala klinis dengue pada hari kritis. Beberapa tanda klinis sederhana yang dapat digunakan sebagai faktor prediktor adalah : muntah, demam tinggi, nyeri perut hebat, gemuk dan riwayat kontak dengan penderita Dengue berat. Anak yang mengalami muntah, bahkan muntah berulang pada hari-hari awal sakit, sangat mungkin berkembang menjadi Dengue dengan derajad berat. Semakin hebat dan berulang muntahnya, semakin berat derajad Denguenya. Meskipun banyak penyakit lain juga memberikan gejala klinis muntah, namun muntah pada penderita Dengue berat biasanya lebih hebat, terjadi bukan pada saat anak batuk dan berlangsung dalam 2 hari pertama sakit.

Hasil gambar untuk dbd pada anak

Demam  tinggi, terutama demam yang sampai > 390 Celcius, berlangsung hampir 2×24 jam pertama, yang turun sangat sedikit atau bahkan tidak turun sama sekali dengan obat turun demam, juga merupakan faktor prediktor beratnya Dengue. Apalagi bila diikuti penurunan demam yang drastis pada hari ke 4 sakit, bahkan bisa mencapai suhu 360C. Penurunan suhu tubuh ini bahkan merupakan tanda bahaya, sebab itu merupakan tanda awal syok, sebuah keadaan gawat dadurat medik dan sangat sering menyebabkan kematian pada penderita Dengue.

Hasil gambar untuk dbd di indonesia 2018

Nyeri perut di sebelah kanan atas, yang disebabkan pembesaran hati (hepatomegali) karena terjadinya peradangan sel-sel hati dengan adanya infiltrasi dan replikasi virus dengue, sangat berkorelasi dengan beratnya derajad sakit. Nyeri perut ini biasanya terjadi pada periode awal, semakin berat pada periode pertengahan dan dapat juga digunakan sebagai indikator penyembuhan pada periode akhir sakit, yaitu pada saat keluhan tersebut hilang.

Gemuk atau obesitas merupakan faktor prediktor yang mudah digunakan. Semakin gemuk seorang anak, terlebih bila gemuknya disebabkan konsumsi susu yang berlebihan (> 200 cc sehari), semakin berat derajad Dengue nya, secara teknis semakin sulit dikenali atau didiagnosis dan semakin sulit diatasi atau diterapi. Beratnya derajad Dengue pada anak dengan kegemukan, berkorelasi lurus dengan hebatnya reaksi antigen virus dengan antibodi di dalam tubuhnya. Kesulitan teknis tersebut di atas disebabkan karena faktor teknis pencapaian pembuluh darah yang jauh lebih sulit dilakukan pada anak gemuk. Dampak langsungnya adalah diagnosis dan terapi sangat mengalami kesulitan, disebabkan karena sulitnya mengambil sampel darah untuk tahap diagnosis dengan pemeriksaan serial di laboratorium dan sulitnya memasang jalur infus atau transfusi darah, terlebih apabila sudah terjadi syok dan disertai penurunan kesadaran anak.

Hasil gambar untuk dbd pada anak

Pada penderita Dengue berat (dengan patokan terjadinya syok, perawatan di ICU bukan di bangsal biasa, atau bahkan sampai meninggal), mengindikasikan bahwa pada penderita tersebut virusnya berasal dari strain yang ganas. Adanya riwayat kontak dengan penderita tersebut, misalnya teman sekelas di sekolah, les dan TPA, tetangga yang rumahnya dekat atau bahkan keluarga serumah, menggambarkan adanya potensi perburukan klinis, serupa dengan penderita sebelumnya.

Hasil gambar untuk jkn adalah

Dengan berpegang pada faktor prediktor buruk tersebut, maka hampir sebagian besar penderita Dengue sebenarnya dapat menjalani penanganan rawat jalan di FKTP dengan kontrol terjadwal, bukan dirujuk ke poliklinik RS. Hanya penderita Dengue dengan satu atau lebih faktor prediktor tersebut yang memerlukan rujukan dan rawat inap di RS, dengan penjaminan biaya oleh BPJS Kesehatan, tanpa menimbulkan selisih bayar negatif bagi RS.

Sudahkah kita bertindak bijak?

Sekian

Yogyakarta, 23 Januari 2019

*) Ketua IDI Cabang Kota Yogyakarta, dokter spesialis anak di RS RS Panti Rapih Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, Lektor FK UKDW, WA: 081227280161,

Categories
Istanbul

2019 Paska Rumah Sakit

Hasil gambar untuk rumah sakit modern

PASKA RUMAH SAKIT

fx. wikan indrarto*)

Pada tahun 2030, kita akan mengucapkan selamat tinggal rumah sakit (goodbye hospital, hello home-spital), karena konsep tersebut sudah usang. Hampir 20 tahun terakhir, dunia layanan kesehatan didominasi oleh terobosan di bidang biologi. Namun demikian, saat ini biologi sedang dimakan oleh robotika dalam era jaringan. Apa arti pergeseran ini bagi dokter, pasien, dan bahkan RS?

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/10/12/2018-dokter-4-0/

Gambar terkait

Dr. Donna Marbury di Columbus, Ohio USA akhir tahun 2018 menulis tentang Strategi Bisnis dan Teknologi dalam laman managedhealthcareexecutive, tentang lima teknologi layanan kesehatan yang paling menjanjikan, yang akan membuat RS perlu berisap untuk menghadapi masa depan. Pertama adalah ‘blockchain’, yang membuat sistem rekam medik tersambung dengan banyak RS lain dalam basis data tunggal, termasuk data klinis dan keuangan, secara independen dan transparan. Kedua adalah kecerdasan buatan atau ‘Artificial Intelligence’ (AI), khususnya metode dalam bidang onkologi, terutama untuk pasien kanker stadium 4 yang telah kehabisan pilihan jenis perawatan lainnya.  

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/12/06/2018-bisnis-medis-dokter/

Hasil gambar untuk rumah sakit modern

Ketiga adalah pusat komando di rumah sakit seperti di NASA, pusat aeronotika USA. Pusat komando digital yang komprehensif dan interaktif, memungkinkan dokter dapat memperoleh data dari semua pasien di RS, untuk mengambil tindakan medis dengan cepat. RS dapat menggunakan perangkat GE Healthcare, mirip dengan pusat kontrol lalu lintas udara di bandara. Keempat adalah pemeriksaan penunjang medis untuk meningkatkan keterlibatan dan kepuasan pasien, misalnya dalam menentukan tekanan atau kompresi dan pemosisian, selama pemeriksaan pemindaian payudara atau mamografi yang saat ini cukup menyakitkan. Alat baru ini diciptakan GE Healthcare yang disebut Senographe Pristina, perangkat mamografi 3D. Kelima adalah mesin pencocokan identitas pasien, yang secara cerdas menyaring puluhan juta data pasien dengan tepat dalam waktu milidetik menggunakan MPI Big Data 4medica, yang disebut interoperabilitas.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/01/09/2019-biaya-uhc/

Hasil gambar untuk rumah sakit modern

Dr. Melanie Walker, Profesor Neurologi di University of Washington dan Johns Hopkins School of Medicine, USA dalam paparannya di ‘the World Economic Forum’ Davos 2019 di Swiss, sungguh berbeda dengan Dr. Donna Marbury, dalam memprediksi teknologi layanan kesehatan di RS. Harus diakui bahwa inovasi biologi telah menciptakan prestasi dokter dalam layanan pasien. Misalnya penemuan protease inhibitor, sebuah obat antivirus yang mengubah hasil klinis pasien HIV-positif dan Viagra, obat yang kurang dikenal untuk mengobati hipertensi arteri paru, ternyata mampu mengubah prospek pasien disfungsi ereksi. Namun demikian, teknologi komunikasi dan informasi yang merupakan cabang ilmu baru, ternyata memiliki dampak besar pada cara dokter berpikir, tentang layanan pasien dan fungsi RS.

Hasil gambar untuk rumah sakit modern

Pada tahun 2030, epidemi penyakit akan semakin terganggu (disrupted) oleh teknologi, sehingga RS mungkin memiliki jenis penyakit yang jauh lebih sedikit untuk dikelola. Revolusi industri 4.0 akan memungkinkan manusia untuk hidup lebih lama, lebih produktif, dan lebih sehat, sehingga RS masa depan akan menjadi sekedar sebuah tempat pemberhentian perjalanan alamiah manusia, daripada lubang hitam tempat kematian yang tak terhindarkan. Pasien akan pergi atau mampir di RS seperti mobil untuk ditambal bannya dan dikembalikan ke jalur semula. Beberapa praktik layanan RS bahkan mungkin hilang sepenuhnya, dan kebutuhan pasien untuk rawat inap pada akhirnya akan hampir hilang.

Gambar terkait

Bangsal perawatan RS yang saat ini dipenuhi pasien dengan gangguan satu atau lebih sistem organ, kelak justru hanya akan digunakan untuk proses diagnosis dan perawatan sementara saja. Sebuah perangkat pemindaian digital tunggal akan mampu memberikan gambaran detail aspek metabolik, fungsional, dan struktural pasien, karena mampu menggabungkan fisika spektroskopi, resonansi magnetik, dan radiasi. Dengan alat ini berarti dokter hanya perlu satu tindakan pemindaian, dan tidak memerlukan sebuah tindakan invasif yang menyakitkan pasien, seperti operasi biopsi jaringan.

Gambar terkait

Selain itu, hari-hari pasien kesakitan dan penuh penderitaan saat mereka menunggu donor organ akan segera berakhir juga. Organ, jaringan, dan struktur pendukung seperti tulang atau ligamen, akan dicetak menggunakan printer 3D secara biologis, sesuai permintaan dokter. Kelainan atau patologi jaringan yang akut dan serius, misalnya adanya gumpalan darah atau tumor, juga akan diatasi dari dalam tubuh pasien, bukan dari luar melalui irisan kulit. Tidak perlu lagi dokter spesialis yang memegang pisau bedah di tangan, karena dalam beberapa menit, kateter endovaskular dan robot kecil akan menyebar ke organ yang dituju.

Hasil gambar untuk rumah sakit modern

Dokter juga tidak perlu lagi mempertimbangkan obat apa yang harus diresepkan untuk pasien dan kemudian apoteker yang memberikannya. Perangkat seluler dokter akan menerima informasi yang diperlukan untuk meramu obat, probiotik dan diet khusus, dari ruang penyimpanan data pasien. Selanjutnya, akan tersedia obat spesifik pasien tersebut sesuai permintaan dokter, yang akan berlangsung bahkan dalam beberapa menit saja.

Hasil gambar untuk rumah sakit modern

Sekarang RS dan dokter wajib memberikan layanan kepada pasien dengan memberikan informasi diagnostik yang paling akurat, intervensi yang paling tidak invasif, dan terapi teraman yang tersedia. Ke depan, pasien secara mandiri akan memiliki informasi serupa, sehingga cukup melakukan diskusi singkat dengan dokter secara sepadan. Para dokter dan RS harus mampu melihat prediksi layanan pasien yang sangat berbeda, yaitu saat semakin sedikit orang yang masih membutuhkan keberadaan RS, karena setiap orang kelak akan dapat mencegah atau mengobati sendiri di rumah, sehingga periode itu disebut era paska RS.

Hasil gambar untuk rumah sakit modern

Saat ini beban global penyakit sebagian besar dalam aspek pembuluh darah atau vaskular, dengan serangan jantung dan stroke menjadi penyebab kematian terbesar di dunia. Pada hal, keduanya sebentar lagi dapat dicegah dengan pemahaman pasien yang lebih baik, dengan melakukan koreksi atas faktor risiko, sesuai petunjuk dokter dalam format teknologi informasi digital. Kejadian cidera traumatis juga turun dan akan terus menurun, saat tersedianya mobil digital tanpa pengemudi dan pekerja robot dengan remote control telah diciptakan untuk menggantikan tugas manusia yang berisiko.

Hasil gambar untuk rumah sakit modern

Apakah para dokter dan RS sudah siap berubah?

Yogyakarta, 29 Januari 2019

*) Ketua IDI Cabang Kota Yogyakarta, dokter spesialis anak RS Panti Rapih, Lektor di FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA : 081227280161

wa.me/
wa.me
Halo, ada yang dapat dibantu?