Categories
anak dokter Healthy Life Jalan-jalan sekolah

2024 Qatar yang Kekar

QATAR  YANG  KEKAR

fx. wikan indrarto

(sambungan)

Setelah bugar dari terkapar, kami segera bersiap untuk menikmati Qatar yang kekar pada Selasa, 7 Mei 2024, sebelum melanjutkan perjalanan ke Moskow, Rusia untuk mengikuti International Conference on Pediatric Allergy and Immunology (ICPAI). Apa yang menarik?

Qatar adalah negara yang kekar secara ekonomi dengan pendapatan tinggi, ditopang oleh cadangan gas alam dan minyak yang terbesar ketiga sedunia. Negara ini masuk dalam daftar negara berpendapatan per kapita tinggi, dengan PDB per kapita Qatar menempati posisi nomor 4 tertinggi di dunia, menurut Dana Moneter Internasional (IMF). Qatar digolongkan sebagai negara yang memiliki indeks pembangunan manusia sangat tinggi dan paling baik di antara negara Arab lainnya. Qatar memiliki pengaruh cukup kuat di Jazirah Arab, mendukung beberapa kelompok pemberontak selama Musim Semi Arab, baik secara finansial maupun melalui media global Al Jazeera, bahkan Qatar memegang pengaruh yang cukup penting pada politik internasional.

Patung Oryx yang kekar menyambut penumpang di Bandara Internasional Hamad, di Doha Qatar

Qatar yang kekar dan kuat terinspirasi dari kijang oryx Arab, yang mudah dikenali dari bulunya yang putih cerah, meski sebenarnya bulunya jarang, yang memantulkan sinar matahari, kukunya yang lebar, memungkinkannya berjalan dengan relatif mudah di pasir, dan dengan tanduknya yang panjang dengan sedikit melengkung. Kijang oryx dikenal sebagai hewan dengan stamina luar biasa, yang mampu menempuh jarak jauh dengan berjalan kaki di gurun, dan terkadang mampu menempuh jarak lebih dari 70 km pada malam hari. Saat ini disebut hewan nasional Qatar, bahkan Oryx muncul pada lambang Qatar Airways, yang mendorongnya semakin kuat dan kekar dalam persaingan bisnis penerbangan.

.

Setelah dominasi Inggris dan Kesultanan Utsmaniyah di Qatar, akhirnya Qatar menjadi negara yang merdeka pada 3 September 1971. Dahulu, Inggris menguasai Qatar sebagai tempat transit kapal dagang sebelum menuju India. Qatar kemudian memperoleh status sebagai dependen dari Inggris, kemudian status protektorat Inggris yang dihentikan pada tahun 1916. Setelah Perang Dunia Kedua, Qatar berusaha memperoleh kemerdekaannya, terutama setelah India mencapai kemerdekaannya pada tahun 1950-an. Qatar semakin gencar menuntut setelah Inggris memberikan kemerdekaan kepada Kuwait pada tahun 1961.

Dataran Qatar yang gersang, datar dan berpasir, dengan rumah warga yang kotak berwarna coklat krem, merupakan pemandangan yang umum terlihat di Qatar, seperti nampak dari atas atap rumah Antonius ‘Tony’ Ferenius Mansanulu.

Dataran Qatar hanya seluas 160 km2, terdiri dari gurun pasir datar dan tempat tertinggi di Qatar adalah di Jabal Dukhan. Area ini mengandung jumlah gas alam yang sangat besar. Qatar adalah negara monarki konstitusional maupun monarki absolut yang dipimpin oleh keluarga Al Thani. Dinasti Al Thani telah memimpin Qatar sejak 1825. Emir kedelapan Qatar adalah Tamim bin Hamad Al Thani, ayahnya adalah Hamad bin Khalifa Al Thani yang menyerahkan kekuasaan padanya 25 Juni 2013.

Catatan demografi pertama Qatar dilakukan tahun 1892 dengan total populasi tahun 1892 adalah 9.830. Saat ini jumlah penduduk di Qatar berfluktuasi tergantung musim, karena negara ini sangat bergantung dari migran asing. Pada tahun 2017, total populasi Qatar mencapai 2,6 juta, di mana warga negara Qatar hanya 313.000 orang (12%) dan 2,3 juta lainnya adalah ekspatriat. Warga asing non-Arab menyumbang mayoritas populasi Qatar; Orang India merupakan yang terbesar, mencapai 650.000 orang (2017), diikuti 350.000 orang Nepal, 280.000 orang Bangladesh, 260.000 orang Filipina, 200.000 orang Mesir, 145.000 orang Sri Lanka dan 125.000 orang Pakistan.

Gerardo Mayella ’Gera’ Manesanulu yang berambut gonderong duduk kelas 9, berangkat ke sekolah bersama ayahnya dari rumanya di Zone 75, Street 891, Building 18, Villa number 5 Al Thakira sekitar 10 km dari Al Khore, Qatar kami lepas dengan mbak Christina ’Titin’ Triatmaniati, yang hari itu libur.

Pagi itu kami berdua pesiar sendirian, setelah mas Tonny sudah berangkat masuk kerja, dilepas mbak Titin. Dengan naik taksi Toyota Fortuner 2022 setir kiri, kami meninggalkan rumah mas Tony di Zone 75, Street 891, Building 18, Villa number 5 Al Thakira Al Khore, untuk memulai jalan-jalan. Tujuan pertama kami adalah Stadion Al Bayt yaitu stadion sepakbola yang digunakan untuk Piala Dunia FIFA 2022 di Al Khor, Qatar.

Al Bayt Stadium yang mengambil insiprasi dari tenda tradisional bangsa Qatar yang masih nomaden, yang digunakan untuk menggelar laga pembuka Piala Dunia 2022 antara Qatar vs Ekuador.

Kontrak konstruksi stadion diberikan kepada Salini dan Cimolai pada 2015. Bentuk stadion ini mengambil insiprasi dari tenda tradisional bangsa Qatar yang masih nomaden, menyediakan tempat duduk tertutup untuk semua penonton. Selain itu, juga terhubung dengan sejumlah sistem transportasi, yang terdiri dari 150 bus/angkutan umum (Pulang/Pergi) dan 1.000 taksi dengan tempat parkir yang mampu menampung 6.000 mobil dan 350 bis. Stadion ini mampu menampung sekitar 60.000 penggemar Piala Dunia, termasuk 1.000 kursi untuk pers. Juga ada  suite hotel mewah dan kamar-kamar dengan pemandangan balkon dari lapangan sepak bola. Proses pengerjaaan Al Bayt Stadium memakan waktu kurang lebih lima tahun, mulai akhir 2015 dan baru dibuka secara resmi pada awal tahun 2020. Pembukaannya bertepatan dengan Hari Olahraga Nasional yang diperingati di Qatar. Meski begitu, stadion ini baru menggelar pertandingan resmi pertamanya di bulan November pada ajang Arab Cup 2021. Al Bayt Stadium kala itu menjadi tempat berlangsungnya laga pembuka antara Qatar vs Bahrain dan partai puncak antara Tunisia vs Aljazair. Stadion ini digunakan untuk menggelar laga pembuka Piala Dunia 2022 antara Qatar vs Ekuador.

.

Selanjutnya kami mengunjungi Katara Cultural Village, yang lokasinya di antara Westbay dan The Pearl. Katara adalah sebutan bagi negara Qatar di abad ke 18, yang digunakan lagi untuk menjunjung tinggi nilai warisan para leluhur dan untuk menghormati posisi terhormat Qatar sejak awal sejarah negara ini berdiri. Karena Katara dibangun sebagai pusat kebudayaan yang multidimensi, tempat ini dijadikan pusat dimana pengunjung dapat merasakan berbagai kebudayaan dunia. Di Katara tersebut terdapat beberapa kantor komunitas Qatari antara lain: Qatar Fine Art Society, Visual Art Centre, Qatar Photographic Society, Childhood Cultural Centre, Qatari Society for Engineers, Theatre Society, Brooq Magazine, Doha Film Institute dan Qatar Music Academy.

Pigeon Tower berbentuk silinder sebagai ikon Qatar, yang dibangun dari batu bata, lumpur dan plester perpaduan dari kapur dan gypsum.

Bentuk bangunan di dalam area Katara semuanya tidak biasa, bentuknya berbeda satu dengan yang lain. Kawasan ini mempertemukan semua bentuk kesenian baik dari seni pertunjukan, literatur, seni visual, musik sampai berbagai konvensi seni. Hampir setiap hari disajikan berbagai pertunjukan kesenian di sini. Tapi yang paling meriah tentunya menjelang akhir tahun dimana bertepatan dengan Hari Nasional Qatar dan libur sekolah pada musim dingin. Di dalam kawasan ini terdapat 2 masjid, yaitu Masjid Besar untuk sholat Jumat dan Masjid Emas, untuk sholat 5 waktu. Di sebelah masjid terdapat Pigeon Tower. Bangunan yang berbentuk silinder ini menjadi ikon ciri khas Qatar, berukuran diameter 10-22 meter dengan tinggi 18 meter atau bahkan lebih. Dibangun dari batu bata, lumpur dan plester perpaduan dari kapur dan gipsum. Benteng silinder ini menjadi tempat berkumpulnya burung merpati yang banyak sekali ditemui di Qatar. Lubang-lubang sengaja dibuat sesuai ukuran tubuh merpati, sehingga burung besar yang menjadi predatornya seperti burung elang, gagak dan burung hantu tidak akan dapat masuk ke dalam.

Gedung berbentuk kado yang disebut Children’s Mall di Katara Cultural Village yang disambungkan ke Katara Plaza, Doha Qatar

Selanjutnya kami menuju ke gedung berbentuk kado yang disebut Children’s Mall, salah satu projek yang terbaru dalam tahap pembangunan di Katara Cultural Village. Children’s Mall ini disambungkan ke gedung yang ada di belakangnya, yaitu Katara Plaza, pusat perbelanjaan di dalam kompek Katara. Children’s Mall ini ditujukan untuk memenuhi semua kebutuhan anak-anak dari mulai pakaian, mainan, peralatan sekolah, cemilan anak, salon anak, parfum khusus anak, kerajinan tangan, aksesoris anak, aneka hiburan sampai pendidikan.

Bergaya seolah berbelanja di Souq Waqif, yaitu pasar tradisionil di Pusat Kota Doha, Qatar yang menjual pakaian tradisional, rempah-rempah, kerajinan tangan, dan suvenir.

Selanjutnya kami menikmati Souq Waqif, Doha. Ini adalah pasar besar di Kota Doha dengan para penjual pakaian tradisional, rempah-rempah, kerajinan tangan, dan suvenir. Di sini juga ada restoran dan lounge shisha. Souq Waqif berlokasi tepat di pusat kota Doha dan yang menarik dari lokasi ini adalah terdapat banyak pilihan barang dengan harga yang cukup terjangkau. Ini adalah tempat yang cocok untuk membeli oleh-oleh dengan harga ekonomis. Di kanan kirinya di kelilingi dengan beragam gedung bertingkat, perkantoran, apartemen dan hotel mewah. Pusat perbelanjaan tradisional ini memberikan profit yang cukup bagi pemerintah Qatar sehingga tidak heran jika di tengah modernitas bangunan di kanan dan kirinya, pasar ini tetap dipertahankan oleh pemerintah setempat.

Museum Nasional di Doha, Qatar yang bentuknya terinspirasi mawar gurun, dan sebelumnya merupakan istana Syeikh Abdullah Al-Thani.

Selanjutnya kami menikmati Museum Nasional Qatar, Doha, yang menyimpan artefak dan patung, serta semacam tenda yang dikreasikan seperti yang pernah digunakan orang-orang nomaden di Qatar. Rancangan Museum Nasional Qatar terinspirasi mawar gurun, sebuah formasi mineral yang ditemukan di negara Timur Tengah itu. Museum ini adalah istana Syeikh Abdullah Al-Thani yang hadir dengan desain arsitektur yang luar biasa indah. Sekilas dari bangunannya memang tidak tampak seperti museum pada umumnya. Di museum ini, diadakan beberapa kali pameran setiap tahunnya. Sejak mulai memasuki kawasan museum, pengunjung telah dibuat terpana dengan bentuk gedung yang tak biasa. Bangunan itu didesain oleh arsitek pemenang Penghargaan Pritzker, Jean Nouvel. Museum Nasional Qatar pun menjadi salah satu bangunan ikonik di ibu kota Doha. Menurut situs resminya, bangunan Museum Nasional Qatar mengambil inspirasi dari mawar gurun, sebuah formasi kristal alami yang bisa ditemukan di wilayah gurun pasir Qatar. Dari kejauhan, bangunan museum tampak seperti  cakram atau kelopak yang bertumpuk. Seluruh area museum memiliki luas 147.425 meter persegi. Di tengah museum adalah istana Sheikh Abdullah bin Jassim Al-Thani yang menjadi pusat pemerintahan di Qatar selama 25 tahun. Istana itu dipugar dengan hati-hati untuk tetap menampilkan keasliannya.

.

Beberapa destinasi yang kami rencanakan, tetapi tidak tercapai karena keterbatasan waktu adalah Stadion Jassim Bin Hamad yang pada Piala Asia U-23 2024 di situ kesebelasan nasional Indonesia kalah dari Qatar 2-0, pada pertandingan yang dipimpin oleh Nasrullo Kabirovwasit dari Tajikistan yang mengganjar Ivar Jenner dan Ramadan Sananta dengan kartu merah di, Doha, Senin, 15 April 2024. Kami juga tidak sempat menikmati Khor Al Adaid di Al Khor. Pantai di bagian tenggara Qatar ini terkenal karena keunikannya karena berbatasan langsung dengan gurun pasir. Saat pagi, air laut mengalir ke gurun dan menciptakan kubangan besar, sedangkan pada malam hari air laut kembali surut. Selain itu juga kami tidak sempat mencicipi sensasi Desert Safari, yaitu tour untuk merasakan dan melihat gurun pasir yang menakjubkan. Aktivitas Desert Safari biasanya dilakukan pada pagi hari saat matahari menjelang terbit atau tengah malam. Selain dengan mobil, kita sebenarnya dapat juga menjelajahi gurun dengan menunggangi unta. Tujuan yang tidak tercapai terakhir adalah Benteng Al Zubara. Ini situs bersejarah yang bernilai tinggi bagi rakyat Qatar dan telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO. Banyak artefak dan peninggalan sejarah yang bisa dipelajari wisatawan di benteng ini. Dahulu, benteng ini menjadi basis militer yang merupakan bangunan penting bagi penduduk asli Qatar. Berdiri sejak tahun 1938 silam dan hingga kini tetap menarik karena menyimpan nilai arkeologi dan juga nilai arsitektur yang tinggi. Di sekitar kawasan benteng, terdapat pusat perbelanjaan yang cocok untuk membeli oleh-oleh khas Qatar.

Boneka beruang kuning raksasa yang dibuat oleh seniman Swiss Urs Fischer di Bandara Hamad Doha, Qatar dan mencerminkan Qatar yang kekar.

Kami segera menuju ke Bandara Internasional Doha Qatar, yang disebut Hamad International Airport (HIA) yang dinobatkan sebagai salah satu bandara terbaik  menurut SkyTrax. HIA dinobatkan sebagai salah satu bandara terbaik yang melayani antara 30-40 juta penumpang per tahun, juga sebagai bandara terbaik dan staf bandara terbaik di Timur Tengah. Bandaranya bersih, rapi, dan mewah. Salah satu icon di HIA ini adalah adanya boneka beruang kuning raksasa yang terletak di tengah bandara dan sangat menonjol. Boneka beruang kuning raksasa ini dibuat oleh seniman Swiss yaitu Urs Fischer, berdiri setinggi 23 kaki di tengah foyer besar yang mengarah ke aula bandara. Boneka beruang kuning raksasa ini terbuat dari perunggu cor dan  memiliki berat antara 18 dan 20 ton

Suasana di dalam skytrain yang melaju dari sektor selatan ke utara Bandara Internasinal Hamad di Doha, Qatar.

Setelah selesai urusan imigrasi di Bandara Internasional Doha Qatar, kami segera menuju ke pintu gerbang C19 untuk melanjutkan perjalanan menggunakan Qatar Airways QR 337 sebuah Boeing 787-8 (Dreamliner), untuk mengikuti International Conference on Pediatric Allergy and Immunology (ICPAI), dengan terbang tinggi menuju Sheremetyevo International Airport Terminal C Moscow, Russia. Kami sempat menikmati skytrain dari sektor selatan ke utara Bandara Internasinal Hamad di Doha, Qatar.

.

(bersambung dengan petualangan di Moscow)

Selasa, 7 Mei 2024, pk. 17.38 waktu Timur Tengah

.

Ditulis dan disebarkan di dekat Gate C19 Bandara Internasional Hamad, yang struktur atapnya nampak kekar di Doha, Qatar

Salam pengelana
-wikan dan Sari

Categories
Healthy Life Jalan-jalan sekolah

2024 TERKAPAR DI QATAR

TERKAPAR  DI  QATAR

fx. wikan indrarto

Dalam perjalanan ke Moskow, Rusia untuk mengikuti International Conference on Pediatric Allergy and Immunology (ICPAI), kami transit sehari, jalan-jalan ke sana ke mari, dan sampai terkapar di Qatar pada Senin, 6 Mei 2024. Apa yang menarik?

Kasus pembelian pesawat bekas Mirage 2000-5 buatan Perancis oleh Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, negosiasi alot yang menghasilkan gencatan senjata di Gaza antara Hamas dan Israel, hajatan sepak bola FIFA berupa Piala Dunia 2022, Piala Asia 2023 dan Piala Asia U23 2024, media internasional Al Jazeera dan SIM Card Ooredoo di HP teman kita, semuanya terkait dengan Qatar.

Pesawat Qatar Airways sedang disiapkan di apron Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta Jakarta

Kami terbang dari Jakarta  selama 7 jam 33 menit sejauh 6.640 km dalam perut pesawat Qatar Airways, maskapai penerbangan nasional Qatar, yang memiliki basis utama di Bandar Udara Internasional Hamad. Saat ini, Qatar Airways melayani 150 tujuan internasional dan merupakan salah satu dari 5 maskapai pererbangan yang mendapatkan status 5-star airlines dari Skytrax dan berhasil memperoleh penghargaan World’s Best Airlines pada tahun 2011 dan 2012. Pada tahun 2013 Qatar airlways menempati posisi kedua sebagai “World’s Best Airline” dan mendapatkan penghargaan sebagai maskapai penerbangan kelas bisnis terbaik di dunia versi Skytrax.

Qatar Airways didirikan pada tanggal 22 November 1993 dan memulai operasinya pada tanggal 20 Januari 1994. Pada awalnya maskapai ini dimiliki oleh anggota keluarga kerajaan Qatar. Pada bulan April 1997, sebuah manajemen baru dibawah pimpinan Akbar Al Baker menjalankan maskapai ini. Saat ini komposisi kepemilikan Qatar Airways adalah 50% oleh pemerintah Qatar dan sisanya investor swasta. Mulai 5 Februari 2017, maskapai ini memiliki penerbangan terjadwal reguler paling lama dari seluruh maskapai komersial, antara Doha dan Auckland.

Konter Souvenir Qatar Airways di Bandara Hamad Doha, Qatar

Kami sempat terlelap dalam dingin kabin Qatar Airways QR 959 sebuah Airbus A350 XWB (eXtra Wide Body), yang merupakan keluarga pesawat jet berbadan lebar buatan produsen pesawat Eropa Airbus. A350 menjadi pesawat Airbus pertama dengan struktur kedua sayap pesawat dibuat dari polimer yang diperkuat serat karbon. Dalam penerbangan ke Doha, kami juga menikmati sajian Al Jazeera, sebuah stasiun televisi internasional yang sedang naik daun, berbahasa Arab dan Inggris, dan berbasis di Doha, Qatar. Stasiun TV ini menjadi populer saat serangan mematikan 11 September 2001 di gedung kembar WTC New York USA, ketika stasiun ini menyiarkan rekaman pernyataan Osama bin Laden dan pimpinan al-Qaeda lainnya. Selain itu, juga gencar tampil di layar penumpang pesawat kami, promosi Ooredoo milik Qatar Telecom (Qtel) yang membantuk PT. Indosat Ooredoo, dan telah berhasil menjadi bisnis telekomunikasi seluler terbesar kedua di Indonesia, dengan merk Matrix, Mentari, 3 dan IM3.

Sebelum terlelap untuk yang pertama kali dalam perut pesawat, sempat terbayang letak Qatar, sebuah negara keemiran Timur Tengah yang terletak di sebuah semenanjung kecil di Jazirah Arab di Asia Barat. Satu-satunya batas daratnya adalah Arab Saudi di selatan dan sisanya berbatasan dengan Teluk Persia. Teluk ini juga yang memisahkan Qatar dari negara pulau Bahrain.

Selamat datang di Doha, Qatar

Dari sejarah dapat diketahui bahwa setelah berada di bawah kekuasaan Utsmaniyah, Qatar menjadi protektorat Inggris pada awal abad ke-20 hingga merdeka pada tahun 1971. Qatar dipimpin oleh Keluarga Thani sejak awal abad ke-19. Syekh Jassim bin Mohammed Al Thani adalah pendiri Qatar. Qatar merupakan negara monarki dan kepala negaranya saat ini adalah Emir Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani. Sejak tahun 2004, Qatar dibagi menjadi 7 munisipalitas (baladiyah), yaitu Madinat ash Shamal, Al Khor, Umm Salal, Al Daayen, Al Rayyan, Doha, dan Al Wakrah.

Kami disambut hangat oleh teman sekamar di Asrama Mahasiswa Realino di Jl. Gejayan Yogyakarta, yaitu Antonius ‘Tony’ Ferenius Mansanulu, asli Malaka NTT. Tony adalah Realino SeV angkatan 1985 yang menyelesaikan pendidikan di Program Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta dengan skripsi berjudul : Teaching conditional sentences through games to the SMA students, dan saat ini menjadi guru Bahasa Indonesia di Al Khor International School (AKIS). Pada tahun 2010 Tony Mansanulu saat menjadi guru British International School Jakarta (sekarang British School Jakarta) ditawari untuk menjadi guru Bahasa Indonesia di AKIS Qatar, karena persyaratannya adalah memiliki kemampuan Bahasa Inggris aktif, untuk berkomunikasi dengan orang tua murid yang orang asing dan teman guru lain.

Kebanyakan penduduk Qatar beragama Islam aliran Islam Sunni, sedangkan Muslim yang mengikuti Syiah sekitar 20%. Penduduk Qatar 67.7% Muslim, 13.8% Kristen, 13.8% Hindu, 3.1% Buddha dan kepercayaan lainnya 1.6%. Sedangkan penganut Kristen kebanyakan berasal dari ekspatriat asal Eropa yang bekerja di Qatar. Sejak tahun 2008, penganut Kristen diperbolehkan untuk membangun gereja yang didanai pemerintah, meski kegiatan misionaris asing tidak diperbolehkan. Terdapat 3 buah gereja yang pembangunannya diinisiasi oleh Pemerintah Qatar adalah Gereja Katolik Our Lady of Rosary, Gereja Ortodoks Suriah Malankara Mar Thoma, dan Gereja Anglikan Epiphany.

Dengan mas Tonny dan Nissan X Terra di depan Gereja Katolik Our Lady of Rosary yang puncak gentingnya bulat, di sampingnya adalah Gereja Ortodoks Suriah Malankara Mar Thoma, dan Gereja Anglikan Epiphany, di Doha, Qatar

Dari Bandara Doha kami diajak mas Tony untuk segera menuju Gereja Katolik Bunda Rosario (Our Lady of Rosary). Gereja Katolik Bunda Rosario ini dibangun bersama dengan gereja-gereja dari denominasi Kristen lainnya, di Kompleks Keagamaan di Abu Hamour. Gereja ini adalah gereja pertama yang dibangun di Qatar sejak Penaklukan Muslim pada abad ke-7. Gereja ini dibangun dengan biaya sekitar $20 juta di atas tanah yang disumbangkan oleh Emir Qatar, Hamad bin Khalifa Al Thani. Sesuai hukum Islam di Qatar, maka gereja ini tidak menampilkan simbol Kristen seperti salib, lonceng, atau menara di bagian luarnya. Gereja ini diresmikan pada 14 Maret 2008, oleh Kardinal Ivan Dias, prefek Kongregasi Evangelisasi, dalam upacara yang dihadiri Wakil Perdana Menteri Qatar Abdullah Bin Hamad Al-Attiyah; Uskup Agung Mounged Al Hachem, duta Takhta Suci untuk Teluk; Uskup Paul Hinder, Vikariat Apostolik Arab; Uskup Agung Giuseppe Andrea, mantan nunsius Takhta Suci untuk wilayah tersebut; dan beberapa pejabat Qatar. Gereja ini menjadi bagian dari Vikariat Apostolik Arab Utara dan melayani sekitar 200.000 umat Katolik di Qatar, kebanyakan dari mereka pekerja migran dari Filipina, India, Amerika Selatan, Afrika, Lebanon, dan Eropa.

Monumen Piala Dunia 2022 di Qatar, dibangun di dekat Teluk Doha yang selalu banyak pengunjung

Kemajuan Qatar sungguh mengagumkan, bahkan mampu menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA 2022, menjadi negara Arab pertama yang mendapatkannya. Qatar menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022,  Piala Asia 2023 dan Piala Asia U23 2024. Di Piala Dunia 2022, Qatar babak belur. Di Grup A, Qatar dibungkam Ekuador 0-2, takluk dari Senegal 1-3, dan dikalahkan Belanda 0-2. Sisa kemegahannya kami nikmati pada monumen Jam Hitung Mundur Piala Dunia 2022 di Doha Corniche, Doha.

Monumen Jam Hitung Mundur Piala Dunia Qatar 2022

Jam di pinggiran pantai Teluk Doha di jalan raya utama Corniche Street itu menghitung mundur malam, hingga dimulainya perhelatan akbar Piala Dunia 2022 Qatar. Jam Hitung Mundur Piala Dunia 2022 diluncurkan pada malam tanggal 21 November 2021. Dalam acara peluncuran tersebut, Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan arti penting Piala Dunia 2022 Qatar. Sejak diluncurkan, countdown clock di Doha Corniche telah menjadi salah satu spot Piala Dunia 2022 yang paling banyak diburu. Lokasinya di Doha Corniche, pun sudah sangat ikonik dan indah, karena merupakan kawasan taman di pinggir pantai Teluk Doha dengan jalan setapak berbentuk bulan sabit. Taman dengan rerumputan hijau ini terletak persis menghadap ke hamparan laut. Sementara, di seberang jalan taman Doha Corniche, gedung-gedung megah di pusat ibukota berdiri tegak menjulang tinggi.

Dengan mas Tonny berlatar belakang Istana Emir Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani Raja Qatar yang indah, besar dan artistik, di seberang Jam Hitung Mundur Piala Dunia 2022, menghadap Teluk Doha yang berpanorama indah.

Dari Monumen Jam Hitung Mundur Piala Dunia 2022, kami segera menuju ke Menara Katara, di Lusail, Doha. Menara Katara menawarkan pemandangan indah Teluk Arab yang tiada duanya. Tinggi menara ini mencapai 211 meter atau sekitar 692 kaki, menjadikannya salah satu bangunan tertinggi di kawasan tersebut. Apalagi memiliki desain khas, yaitu dua menara yang melengkung, terinspirasi dari lencana berbentuk dua buah pedang tradisional Qatar, sehingga menciptakan kesan kemewahan yang berkelas. Menara ini memiliki fasilitas lengkap, yaitu tidak hanya dilengkapi 800 kamar hotel, tetapi juga apartemen mewah, ruang perkantoran modern, fasilitas rekreasi bertaraf internasional, serta restoran dengan sajian kuliner terbaik.

Menara Katara setinggi 211 meter dengan desain khas, yaitu dua menara yang melengkung, terinspirasi dari lencana berbentuk dua buah pedang tradisional Qatar.

Desain katara tower adalah harmoni antara tradisi qatar dan modernitas global, bukanlah sekedar hasil dari pemikiran semata-mata modern, tetapi juga merupakan representasi dari identitas dan warisan budaya Qatar. Segel nasional yang menggambarkan pedang tradisional scimitar dengan elegan diadopsi ke dalam desain menara modern, menciptakan sinergi antara tradisi dan inovasi. Dengan demikian, Katara Towers mampu menetapkan standar baru dalam dunia arsitektur dan perhotelan, yang mencerminkan visi Qatar untuk masa depan.

Selanjutnya kami diantar mas Tony dengan mobilnya Nissan X-Terra untuk menikmati monumen Stadion Lusail atau Stadion Lusail Iconic, adalah sebuah stadion yang terletak di Lusail, Qatar. Dimiliki oleh Asosiasi Sepak Bola Qatar, stadion ini merupakan stadion terbesar di Qatar dan salah satu dari delapan stadion yang dibangun untuk penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2022, sekaligus menjadi tempat pertandingan final Piala Dunia FIFA.

Stadion Lusail Iconic, di Doha, Qatar merupakan stadion terbesar di Qatar menjadi tempat pertandingan final Piala Dunia FIFA tahun 2022 antara Argentina melawan Prancis, berbentuk seperti kapal tradisional nelayan lokal.

Stadion ini terletak sekitar 20 kilometer (12 mi) di sebelah utara Doha. Stadion Lusail diresmikan pada 9 September 2022. Pertandingan final ini diselenggarakan di Stadion Lusail pada 18 Desember 2022 yang bertepatan pada hari nasional Qatar, antara Argentina melawan Prancis. Sebelum pertandingan final dimulai, penyanyi Argentina Lali Espósito menyanyikan Lagu Kebangsaan Argentina dan penyanyi Mesir Farrah Eldibany menyanyikan “La Marseillaise,” lagu kebangsaan Prancis. Pemain Terbaik pada pertandingan final tersebut adalah Lionel Messi (Argentina), dengan Wasit Szymon Marciniak (Polandia) dan jumlah penonton 88.966 orang. Argentina memenangkan pertandingan melalui adu penalti dengan skor 4–2 setelah hasil imbang 3–3 hingga perpanjangan waktu berakhir dan meraih gelar juara Piala Dunia FIFA yang ketiga. Trofi Piala Dunia dibawa ke lapangan pertandingan oleh mantan kapten tim nasional Spanyol Iker Casillas bersama aktris India Deepika Padukone. 

Mengenang rivalitas Lionel Messi (Argentina) dan Kylian Mbappe (Perancis) saat final Piala Dunia 2022 di Stadion Lusail, Qatar dengan sinergitas sesama alumni Realino Yogyakarta

Bukan Messi dan Mbappe saat final Piala Dinia 2022 di Qatar, hanya teman sesama alumni Realino di tempat yang sama lokasinya, yaitu Stadion Lusail

Dari Stadion Lusail yang ikonik, kami segera bergegas pulang ke rumah mas Tony di Zone 75, Street 891, Building 18, Villa number 5 Al Thakira sekitar 10 km dari Al Khore, Qatar dan beristirahat sore sejenak. Selanjutnya kami segera menikmati malam di Al Khor dengan sang isteri (mbak Christina ’Titin’ Triatmaniati, sesama staf di AKIS) yang menemani kami jalan2 malam itu, tetapi kedua anaknya tidak (Bernardino Realino ’Reno’ Manesanulu si sulung sedang kuliah di Departemen Teknik Mesin ITB Bandung dan si bungsu Gerardo Mayella ’Gera’ Manesanulu kelas 9 sedang menyiapkan ujian semester). Malam itu kami ber4 menikmati Bhukori rice full BBQ chicken dan lambs chops di Ottoman palace restaurant Al Khor sampai kekenyangen.

Al Khor International School (AKIS) Qatar di mana mas Tony dan mbak Titin mengajar

Selanjutnya kami menuju sekolah AKIS, tempat mas Tony dan mbak Titin mengajar, yang dimiliki oleh Qatargas Operating Company Ltd. (Qatargas), salah satu perusahaan penghasil gas alam terbesar di dunia. AKIS didirikan terutama untuk melayani anak-anak karyawan Qatargas. Sekolah ini terletak di Komunitas Al Khor, sekitar 40 km di utara Doha. Sebagai institusi sekolah untuk pendidikan bersama dan non-selektif, AKIS terdiri dari tahap dasar hingga Pasca 16, untuk anak usia 4-18 tahun. Kurikulum yang digunakan adalah dari Inggris (British Curriculum atau BC), India (Central Board of Secondary Education  atau CBSE), dan Qatar (Kurikulum Kementerian Pendidikan Dasar dan Pendidikan Tinggi, Bahasa Arab, Sejarah dan Studi Islam). Lebih dari 4.000 siswa, termasuk sekitar 700 siswa orang Indonesia, yang belajar di 4 buah gedung AKIS, dibimbing oleh tim yang berdedikasi dan terampil, yang terdiri dari sekitar 500 orang staf akademik dan 50 orang staf administrasi.

Makan malam menu Turki di Ottoman Palace Restourant Al Khor, Qatar

Setelah puas menikmati lingkungan sekolah AKIS yang luas, kami segera pulang. Malam itu kami benar2 terkapar di Qatar, di kamar Reno yang kosong karena ditinggal kuliah di Bandung.

(bersambung dengan petualangan selanjutnya ke Moskow, Russia)

Ditulis dan disebarluaskan dari rumah mas Tony di Zone 75, Street 891, Building 18, Villa number 5 Al Thakira sekitar 10 km dari Al Khore, Qatar


Salam pengelana
wikan & sari

QATAR  YANG  KEKAR

fx. wikan indrarto

(sambungan)

Setelah bugar dari terkapar, kami segera bersiap untuk menikmati Qatar yang kekar pada Selasa, 7 Mei 2024, sebelum melanjutkan perjalanan ke Moskow, Rusia untuk mengikuti International Conference on Pediatric Allergy and Immunology (ICPAI). Apa yang menarik?

Qatar adalah negara yang kekar secara ekonomi dengan pendapatan tinggi, ditopang oleh cadangan gas alam dan minyak yang terbesar ketiga sedunia. Negara ini masuk dalam daftar negara berpendapatan per kapita tinggi, dengan PDB per kapita Qatar menempati posisi nomor 4 tertinggi di dunia, menurut Dana Moneter Internasional (IMF). Qatar digolongkan sebagai negara yang memiliki indeks pembangunan manusia sangat tinggi dan paling baik di antara negara Arab lainnya. Qatar memiliki pengaruh cukup kuat di Jazirah Arab, mendukung beberapa kelompok pemberontak selama Musim Semi Arab, baik secara finansial maupun melalui media global Al Jazeera, bahkan Qatar memegang pengaruh yang cukup penting pada politik internasional.

Patung Oryx yang kekar menyambut penumpang di Bandara Internasional Hamad, di Doha Qatar

Qatar yang kekar dan kuat terinspirasi dari kijang oryx Arab, yang mudah dikenali dari bulunya yang putih cerah, meski sebenarnya bulunya jarang, yang memantulkan sinar matahari, kukunya yang lebar, memungkinkannya berjalan dengan relatif mudah di pasir, dan dengan tanduknya yang panjang dengan sedikit melengkung. Kijang oryx dikenal sebagai hewan dengan stamina luar biasa, yang mampu menempuh jarak jauh dengan berjalan kaki di gurun, dan terkadang mampu menempuh jarak lebih dari 70 km pada malam hari. Saat ini disebut hewan nasional Qatar, bahkan Oryx muncul pada lambang Qatar Airways, yang mendorongnya semakin kuat dan kekar dalam persaingan bisnis penerbangan.

.

Setelah dominasi Inggris dan Kesultanan Utsmaniyah di Qatar, akhirnya Qatar menjadi negara yang merdeka pada 3 September 1971. Dahulu, Inggris menguasai Qatar sebagai tempat transit kapal dagang sebelum menuju India. Qatar kemudian memperoleh status sebagai dependen dari Inggris, kemudian status protektorat Inggris yang dihentikan pada tahun 1916. Setelah Perang Dunia Kedua, Qatar berusaha memperoleh kemerdekaannya, terutama setelah India mencapai kemerdekaannya pada tahun 1950-an. Qatar semakin gencar menuntut setelah Inggris memberikan kemerdekaan kepada Kuwait pada tahun 1961.

Dataran Qatar yang gersang, datar dan berpasir, dengan rumah warga yang kotak berwarna coklat krem, merupakan pemandangan yang umum terlihat di Qatar, seperti nampak dari atas atap rumah Antonius ‘Tony’ Ferenius Mansanulu.

Dataran Qatar hanya seluas 160 km2, terdiri dari gurun pasir datar dan tempat tertinggi di Qatar adalah di Jabal Dukhan. Area ini mengandung jumlah gas alam yang sangat besar. Qatar adalah negara monarki konstitusional maupun monarki absolut yang dipimpin oleh keluarga Al Thani. Dinasti Al Thani telah memimpin Qatar sejak 1825. Emir kedelapan Qatar adalah Tamim bin Hamad Al Thani, ayahnya adalah Hamad bin Khalifa Al Thani yang menyerahkan kekuasaan padanya 25 Juni 2013.

Catatan demografi pertama Qatar dilakukan tahun 1892 dengan total populasi tahun 1892 adalah 9.830. Saat ini jumlah penduduk di Qatar berfluktuasi tergantung musim, karena negara ini sangat bergantung dari migran asing. Pada tahun 2017, total populasi Qatar mencapai 2,6 juta, di mana warga negara Qatar hanya 313.000 orang (12%) dan 2,3 juta lainnya adalah ekspatriat. Warga asing non-Arab menyumbang mayoritas populasi Qatar; Orang India merupakan yang terbesar, mencapai 650.000 orang (2017), diikuti 350.000 orang Nepal, 280.000 orang Bangladesh, 260.000 orang Filipina, 200.000 orang Mesir, 145.000 orang Sri Lanka dan 125.000 orang Pakistan.

Gerardo Mayella ’Gera’ Manesanulu yang berambut gonderong duduk kelas 9, berangkat ke sekolah bersama ayahnya dari rumanya di Zone 75, Street 891, Building 18, Villa number 5 Al Thakira sekitar 10 km dari Al Khore, Qatar kami lepas dengan mbak Christina ’Titin’ Triatmaniati, yang hari itu libur.

Pagi itu kami berdua pesiar sendirian, setelah mas Tonny sudah berangkat masuk kerja, dilepas mbak Titin. Dengan naik taksi Toyota Fortuner 2022 setir kiri, kami meninggalkan rumah mas Tony di Zone 75, Street 891, Building 18, Villa number 5 Al Thakira Al Khore, untuk memulai jalan-jalan. Tujuan pertama kami adalah Stadion Al Bayt yaitu stadion sepakbola yang digunakan untuk Piala Dunia FIFA 2022 di Al Khor, Qatar.

Al Bayt Stadium yang mengambil insiprasi dari tenda tradisional bangsa Qatar yang masih nomaden, yang digunakan untuk menggelar laga pembuka Piala Dunia 2022 antara Qatar vs Ekuador.

Kontrak konstruksi stadion diberikan kepada Salini dan Cimolai pada 2015. Bentuk stadion ini mengambil insiprasi dari tenda tradisional bangsa Qatar yang masih nomaden, menyediakan tempat duduk tertutup untuk semua penonton. Selain itu, juga terhubung dengan sejumlah sistem transportasi, yang terdiri dari 150 bus/angkutan umum (Pulang/Pergi) dan 1.000 taksi dengan tempat parkir yang mampu menampung 6.000 mobil dan 350 bis. Stadion ini mampu menampung sekitar 60.000 penggemar Piala Dunia, termasuk 1.000 kursi untuk pers. Juga ada  suite hotel mewah dan kamar-kamar dengan pemandangan balkon dari lapangan sepak bola. Proses pengerjaaan Al Bayt Stadium memakan waktu kurang lebih lima tahun, mulai akhir 2015 dan baru dibuka secara resmi pada awal tahun 2020. Pembukaannya bertepatan dengan Hari Olahraga Nasional yang diperingati di Qatar. Meski begitu, stadion ini baru menggelar pertandingan resmi pertamanya di bulan November pada ajang Arab Cup 2021. Al Bayt Stadium kala itu menjadi tempat berlangsungnya laga pembuka antara Qatar vs Bahrain dan partai puncak antara Tunisia vs Aljazair. Stadion ini digunakan untuk menggelar laga pembuka Piala Dunia 2022 antara Qatar vs Ekuador.

.

Selanjutnya kami mengunjungi Katara Cultural Village, yang lokasinya di antara Westbay dan The Pearl. Katara adalah sebutan bagi negara Qatar di abad ke 18, yang digunakan lagi untuk menjunjung tinggi nilai warisan para leluhur dan untuk menghormati posisi terhormat Qatar sejak awal sejarah negara ini berdiri. Karena Katara dibangun sebagai pusat kebudayaan yang multidimensi, tempat ini dijadikan pusat dimana pengunjung dapat merasakan berbagai kebudayaan dunia. Di Katara tersebut terdapat beberapa kantor komunitas Qatari antara lain: Qatar Fine Art Society, Visual Art Centre, Qatar Photographic Society, Childhood Cultural Centre, Qatari Society for Engineers, Theatre Society, Brooq Magazine, Doha Film Institute dan Qatar Music Academy.

Pigeon Tower berbentuk silinder sebagai ikon Qatar, yang dibangun dari batu bata, lumpur dan plester perpaduan dari kapur dan gypsum.

Bentuk bangunan di dalam area Katara semuanya tidak biasa, bentuknya berbeda satu dengan yang lain. Kawasan ini mempertemukan semua bentuk kesenian baik dari seni pertunjukan, literatur, seni visual, musik sampai berbagai konvensi seni. Hampir setiap hari disajikan berbagai pertunjukan kesenian di sini. Tapi yang paling meriah tentunya menjelang akhir tahun dimana bertepatan dengan Hari Nasional Qatar dan libur sekolah pada musim dingin. Di dalam kawasan ini terdapat 2 masjid, yaitu Masjid Besar untuk sholat Jumat dan Masjid Emas, untuk sholat 5 waktu. Di sebelah masjid terdapat Pigeon Tower. Bangunan yang berbentuk silinder ini menjadi ikon ciri khas Qatar, berukuran diameter 10-22 meter dengan tinggi 18 meter atau bahkan lebih. Dibangun dari batu bata, lumpur dan plester perpaduan dari kapur dan gipsum. Benteng silinder ini menjadi tempat berkumpulnya burung merpati yang banyak sekali ditemui di Qatar. Lubang-lubang sengaja dibuat sesuai ukuran tubuh merpati, sehingga burung besar yang menjadi predatornya seperti burung elang, gagak dan burung hantu tidak akan dapat masuk ke dalam.

Gedung berbentuk kado yang disebut Children’s Mall di Katara Cultural Village yang disambungkan ke Katara Plaza, Doha Qatar

Selanjutnya kami menuju ke gedung berbentuk kado yang disebut Children’s Mall, salah satu projek yang terbaru dalam tahap pembangunan di Katara Cultural Village. Children’s Mall ini disambungkan ke gedung yang ada di belakangnya, yaitu Katara Plaza, pusat perbelanjaan di dalam kompek Katara. Children’s Mall ini ditujukan untuk memenuhi semua kebutuhan anak-anak dari mulai pakaian, mainan, peralatan sekolah, cemilan anak, salon anak, parfum khusus anak, kerajinan tangan, aksesoris anak, aneka hiburan sampai pendidikan.

Bergaya seolah berbelanja di Souq Waqif, yaitu pasar tradisionil di Pusat Kota Doha, Qatar yang menjual pakaian tradisional, rempah-rempah, kerajinan tangan, dan suvenir.

Selanjutnya kami menikmati Souq Waqif, Doha. Ini adalah pasar besar di Kota Doha dengan para penjual pakaian tradisional, rempah-rempah, kerajinan tangan, dan suvenir. Di sini juga ada restoran dan lounge shisha. Souq Waqif berlokasi tepat di pusat kota Doha dan yang menarik dari lokasi ini adalah terdapat banyak pilihan barang dengan harga yang cukup terjangkau. Ini adalah tempat yang cocok untuk membeli oleh-oleh dengan harga ekonomis. Di kanan kirinya di kelilingi dengan beragam gedung bertingkat, perkantoran, apartemen dan hotel mewah. Pusat perbelanjaan tradisional ini memberikan profit yang cukup bagi pemerintah Qatar sehingga tidak heran jika di tengah modernitas bangunan di kanan dan kirinya, pasar ini tetap dipertahankan oleh pemerintah setempat.

Museum Nasional di Doha, Qatar yang bentuknya terinspirasi mawar gurun, dan sebelumnya merupakan istana Syeikh Abdullah Al-Thani.

Selanjutnya kami menikmati Museum Nasional Qatar, Doha, yang menyimpan artefak dan patung, serta semacam tenda yang dikreasikan seperti yang pernah digunakan orang-orang nomaden di Qatar. Rancangan Museum Nasional Qatar terinspirasi mawar gurun, sebuah formasi mineral yang ditemukan di negara Timur Tengah itu. Museum ini adalah istana Syeikh Abdullah Al-Thani yang hadir dengan desain arsitektur yang luar biasa indah. Sekilas dari bangunannya memang tidak tampak seperti museum pada umumnya. Di museum ini, diadakan beberapa kali pameran setiap tahunnya. Sejak mulai memasuki kawasan museum, pengunjung telah dibuat terpana dengan bentuk gedung yang tak biasa. Bangunan itu didesain oleh arsitek pemenang Penghargaan Pritzker, Jean Nouvel. Museum Nasional Qatar pun menjadi salah satu bangunan ikonik di ibu kota Doha. Menurut situs resminya, bangunan Museum Nasional Qatar mengambil inspirasi dari mawar gurun, sebuah formasi kristal alami yang bisa ditemukan di wilayah gurun pasir Qatar. Dari kejauhan, bangunan museum tampak seperti  cakram atau kelopak yang bertumpuk. Seluruh area museum memiliki luas 147.425 meter persegi. Di tengah museum adalah istana Sheikh Abdullah bin Jassim Al-Thani yang menjadi pusat pemerintahan di Qatar selama 25 tahun. Istana itu dipugar dengan hati-hati untuk tetap menampilkan keasliannya.

.

Beberapa destinasi yang kami rencanakan, tetapi tidak tercapai karena keterbatasan waktu adalah Stadion Jassim Bin Hamad yang pada Piala Asia U-23 2024 di situ kesebelasan nasional Indonesia kalah dari Qatar 2-0, pada pertandingan yang dipimpin oleh Nasrullo Kabirovwasit dari Tajikistan yang mengganjar Ivar Jenner dan Ramadan Sananta dengan kartu merah di, Doha, Senin, 15 April 2024. Kami juga tidak sempat menikmati Khor Al Adaid di Al Khor. Pantai di bagian tenggara Qatar ini terkenal karena keunikannya karena berbatasan langsung dengan gurun pasir. Saat pagi, air laut mengalir ke gurun dan menciptakan kubangan besar, sedangkan pada malam hari air laut kembali surut. Selain itu juga kami tidak sempat mencicipi sensasi Desert Safari, yaitu tour untuk merasakan dan melihat gurun pasir yang menakjubkan. Aktivitas Desert Safari biasanya dilakukan pada pagi hari saat matahari menjelang terbit atau tengah malam. Selain dengan mobil, kita sebenarnya dapat juga menjelajahi gurun dengan menunggangi unta. Tujuan yang tidak tercapai terakhir adalah Benteng Al Zubara. Ini situs bersejarah yang bernilai tinggi bagi rakyat Qatar dan telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO. Banyak artefak dan peninggalan sejarah yang bisa dipelajari wisatawan di benteng ini. Dahulu, benteng ini menjadi basis militer yang merupakan bangunan penting bagi penduduk asli Qatar. Berdiri sejak tahun 1938 silam dan hingga kini tetap menarik karena menyimpan nilai arkeologi dan juga nilai arsitektur yang tinggi. Di sekitar kawasan benteng, terdapat pusat perbelanjaan yang cocok untuk membeli oleh-oleh khas Qatar.

Boneka beruang kuning raksasa yang dibuat oleh seniman Swiss Urs Fischer di Bandara Hamad Doha, Qatar dan mencerminkan Qatar yang kekar.

Kami segera menuju ke Bandara Internasional Doha Qatar, yang disebut Hamad International Airport (HIA) yang dinobatkan sebagai salah satu bandara terbaik  menurut SkyTrax. HIA dinobatkan sebagai salah satu bandara terbaik yang melayani antara 30-40 juta penumpang per tahun, juga sebagai bandara terbaik dan staf bandara terbaik di Timur Tengah. Bandaranya bersih, rapi, dan mewah. Salah satu icon di HIA ini adalah adanya boneka beruang kuning raksasa yang terletak di tengah bandara dan sangat menonjol. Boneka beruang kuning raksasa ini dibuat oleh seniman Swiss yaitu Urs Fischer, berdiri setinggi 23 kaki di tengah foyer besar yang mengarah ke aula bandara. Boneka beruang kuning raksasa ini terbuat dari perunggu cor dan  memiliki berat antara 18 dan 20 ton

Suasana di dalam skytrain yang melaju dari sektor selatan ke utara Bandara Internasinal Hamad di Doha, Qatar.

Setelah selesai urusan imigrasi di Bandara Internasional Doha Qatar, kami segera menuju ke pintu gerbang C19 untuk melanjutkan perjalanan menggunakan Qatar Airways QR 337 sebuah Boeing 787-8 (Dreamliner), untuk mengikuti International Conference on Pediatric Allergy and Immunology (ICPAI), dengan terbang tinggi menuju Sheremetyevo International Airport Terminal C Moscow, Russia. Kami sempat menikmati skytrain dari sektor selatan ke utara Bandara Internasinal Hamad di Doha, Qatar.

.

(bersambung dengan petualangan di Moscow)

Selasa, 7 Mei 2024, pk. 17.38 waktu Timur Tengah

.

Ditulis dan disebarkan di dekat Gate C19 Bandara Internasional Hamad, yang struktur atapnya nampak kekar di Doha, Qatar

Salam pengelana
-wikan dan Sari

Categories
anak antibiotika COVID-19 dokter Healthy Life UHC vaksinasi

2024 Dengue Digital

DENGUE   DIGITAL

fx. wikan indrarto*)

Kementerian Kesehatan RI mencatat pada 1 Maret 2024 terdapat hampir 16.000 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD atau dengue) di 213 Kabupaten/Kota di Indonesia dengan 124 kematian. Kasus DBD terbanyak tercatat terjadi di Tangerang, Bandung Barat, Kota Kendari, Subang, dan Lebak. Keadaan ini diperkirakan terus berlanjut sampai bulan Mei seiring dengan musim hujan setelah El nino. Meskipun DBD dapat disembuhkan, namun kita perlu waspada kemungkinan komplikasi terjadinya Dengue Shock Syndrome (DSS) yang bisa berujung kematian. Bagaimana layanan pasien dengue dalam era digital ini?

Tulisan ini telah dimuat di Harian Nasional Media Indonesia pada Senin, 6 Mei 2024

.

baca juga : https://mediaindonesia.com/opini/669148/dengue-digital

Perangkat digital seharusnya dapat digunakan oleh para dokter dalam menuntaskan dengue di faskes primer (FKTP) dan memprediksi kegawatan, agar kasus DSS tidak terlambat untuk dirujuk ke RS (FKTL). Namun demikian, perangkat digital untuk dengue, saat ini baru dimanfaatkan dalam aktivitas non klinik, yaitu dalam aspek administrasi dan kebijakan. Misalnya ‘Dengue Track, digital disease surveillance and eHealth’, buatan  Harvard Medical School and Boston Children’s Hospital USA tahun 2014. Juga ‘Digital Disease Detection’, sebuah program survelance digital di Filipina, Pakistan, Sri Lanka dan Puerto Rico sejak tahun 2014, dalam pengawasan, pencegahan dan pengendalian dengue, untuk melakukan intervensi dan membatasi dampak wabah penyakit dengue. Selain itu, ada ‘Dengue Cover+’, sebuah program digital untuk asuransi jiwa yang diluncurkan oleh Digi Telecommunications Sdn Bhd (Digi), Kuala Lumpur, Malaysia tahun 2014 dan ‘new digital map on dengue outbreaks’, yang dibuat di Taiwan tahun 2015. Semua program digital untuk dengue non klinik tersebut belum dapat diaplikasikan di Indonesia.

.

baca juga : 2024 Dengue Global

Selain tanda bahaya dengue, faktor prediktor dengue dapat digunakan untuk menduga risiko perburukan gejala klinis dengue pada hari kritis, yaitu hari ke 4 dan 5 demam. Beberapa tanda klinis sederhana yang dapat digunakan sebagai faktor prediktor DSS adalah muntah, demam tinggi, nyeri perut hebat, gemuk dan riwayat kontak dengan penderita dengue berat. Aplikasi digital seharusnya mampu membantu dokter dalam kedua hal tersebut, yaitu pemantauan klinik secara rawat jalan dan pengenalan faktor prediktor untuk rujukan ke RS tanpa terlambat.

.

Salah satu dari lima jenis teknologi kesehatan digital pada majalah bergengsi Forbes 4 Februari 2019, sangat mungkin akan dapat digunakan oleh dokter di Indonesia, dalam tatalaksana dengue. Kelima jenis teknologi tersebut meliputi pertama, kecerdasan buatan dalam pemeriksaan pencitraan radiologi. Kedua, bedah robotik, ketiga data tunggal untuk penjaminan asuransi kesehatan, keempat penyatuan data pasien dari berbagai rekam medik, dan kelima adalah uji klinis virtual. Kecerdasan buatan radiologi dan bedah robotik, sangat mungkin tidak berperan dalam tatalaksana digital dengue. Penjaminan asuransi kesehatan, penyatuan data rekam medik dan uji klinis virtual, tentu akan dapat bermanfaat dalam tatalaksana digital dengue. 

Penjaminan asuransi kesehatan digital sebagaimana ‘Dengue Cover+’ buatan Digi Telecommunications Sdn Bhd (Digi), Kuala Lumpur, Malaysia, tentu perlu integrasi program dengan Sistem Informasi Manajemen (SIM) di semua RS dan BPJS Kesehatan. Untuk penyatuan data rekam medik, InterSystems, sebuah vendor sistem informasi RS yang telah mampu mengintegrasikan data pasien dari 23 RS, 655 klinik, dan 18.500 dokter praktek mandiri di AS, tentu sistem serupa dapat digunakan di Indonesia. InterSystems telah mampu membuat registrasi pasien secara terpadu, memiliki satu miliar poin data, berupa penilaian faktor risiko penyakit, keterlibatan pasien, dan pemantauan pasien secara jarak jauh. Program serupa tentu dapat diatur sebagai alat pemantau dengue secara digital setelah pasien dilakukan pemeriksaan jasmani, oleh dokter untuk masing-masing pasien, sesuai hari demam. Uji klinis jarak jauh yang terintegrasi tentang dengue, dapat meniru uji klinis diabetes VERKKO fase IV dengan mengukur kadar glukosa darah nirkabel berkemampuan 3G, yang menghabiskan waktu 66% lebih sedikit dalam kegiatan koordinasi penelitian dan mencapai tingkat kepatuhan 18% lebih tinggi, dengan potensi untuk menghemat biaya hingga $ 10 juta setiap uji klinik.

.

Layanan dokter pada era digital lainnya adalah penggunaan teknologi ‘Human–Machine Interface’, misalnya menggunakan ResearchKit®, sebuah menu terbuka (open-source platform) produksi Apple, yang memungkinkan para dokter mengambil data pasien melalui HP (mobile apps). Saat ini ResearchKit® baru mampu mendeteksi gangguan emosi, mendiagnosis autisme, asma, memprediksi serangan epilepsi, dan memetakan pertumbuhan sel ganas mole untuk kanker kulit melanoma, yang memudahkan dokter saat memberikan layanan. Untuk pasien dengue, alat ini perlu modifikasi sedikit agar memiliki kemampuan mengenali faktor prediktor buruk dengue, sehingga dapat memilah pasien dengue yang memerlukan pemantauan ketat dan yang tidak. Alat ini akan mampu melakukan kalkulasi faktor muntah, demam tinggi, nyeri perut hebat, gemuk dan riwayat kontak dengan penderita dengue berat, pada hari awal demam.

.

Selain itu, ResearchKit® ini juga akan mampu mengenali tanda bahaya dengue pada setiap satuan waktu misalnya setiap 12 jam, pada hari kritis, yaitu hari ke 4 dan 5 demam. Data tanda bahaya dengue yang dikombinasikan dengan data tanda vital pasien, akan membantu dokter untuk segera melakukan pemeriksaan fisik atas kecurigaan DSS dan melakukan rujukan ke RS secara tidak terlambat. Data tanda bahaya dengue (WHO, 2009) adalah nyeri perut, muntah berkepanjangan, akumulasi cairan tubuh karena kebocoran plasma, perdarahan mukosa, letargi atau kelemahan umum, pembesaran hati atau hepatomegali > 2 cm, dan kenaikan nilai hematokrit seiring dengan penurunan jumlah trombosit yang cepat.

.

Teknologi digital lainnya adalah “tricorder medis”, yang bahkan hampir setiap orang  memiliki teknologi ini dalam genggaman. Hanya dengan menempelkannya pada dahi, pasien dapat mengukur suhu, detak jantung, saturasi oksigen, kekentalan darah atau hemokonsentrasi, tekanan nadi, dan tekanan darah dengan alat tersebut. Setelah diperiksa jasmani oleh dokter, pasein di rumah akan mampu memberikan data dengan meng-upload melalui HP kepada dokter. Untuk pasien dengan penyakit jantung atau mengalami risiko kardiomiopati dengue, juga telah tersedia perangkat pintar Band-Aids®, yang akan mengirimkan informasi ‘real-time’ data EKG, suhu, denyut jantung, tingkat stres, atau kalori yang terbakar melalui web atau sambungan internet kepada dokter yang merawatnya.

.

Oleh sebab itu, pada era digital ini definisi konsultasi dokter, kunjungan medis atau visite dokter perlu juga dirumuskan ulang, karena berbeda dengan layanan dokter secara konvensional. Meskipun masih banyak dokter yang enggan (reluctant) untuk melakukan kunjungan medis virtual, tetapi sebuah perusahaan asuransi kesehatan yang besar di USA, telah berani menjamin pembiayaan untuk maksimal 20 juta kunjungan medis virtual menggunakan video, untuk semua nasabahnya sepanjang tahun 2016 lalu. Keengganan dokter sering terjadi karena terkait kesulitan dalam proses tagihan finansial. Sebagai pasien, kunjungan virtual tentu lebih mudah, tetapi cukup banyak yang kawatir tentang rahasia kedokteran dan privasi sesuai standar HIPAA (Health Insurance Portability and Accountability Act). Kemajuan teknologi digital jauh lebih cepat daripada aspek hukum, pengaturan, atau pembayaran.

.

Teknologi kedokteran digital telah tersedia, sehingga sekarang diperlukan definisi ulang (reshape) hubungan dokter dengan pasien dengue secara digital. Oleh sebab itu, sebaiknya para dokter melatih diri agar profesional secara digital, juga mengadvokasi IDI sebagai organisasi profesi dokter, pemerintah, penjamin biaya pasien seperti BPJS Kesehatan, dan kelompok lain, untuk memulai penggunaan teknologi digital ini di seluruh Indonesia.

.

Sudahkah kita siap pada periode epidemi dengue tahun 2024 ini, untuk pengelolaan dengue secara digital, pengenalan DSS dengan cepat dan pencegahan kasus kematian dengue?

Categories
anak COVID-19 dokter Healthy Life UHC vaksinasi

2024 Pekan Imunisasi Dunia

PEKAN IMUNISASI DUNIA 2024

fx. wikan indrarto

Pekan Imunisasi Dunia (World Immunization Week) diselenggarakan setiap minggu terakhir bulan April. Tahun ini dirayakan pada Rabu, 24 hingga Selasa, 30 April 2024. Apa yang menarik?

.

Dimulai pada tahun 1974, Program Perluasan Imunisasi (PPI) berfokus pada perlindungan semua anak di seluruh dunia terhadap 6 penyakit infeksi. Namun demikian, saat ini jumlah tersebut telah berkembang menjadi 13 vaksin yang direkomendasikan secara universal sepanjang masa hidup manusia, dan 17 vaksin tambahan dengan rekomendasi yang bergantung pada situasi. Dengan meluasnya program imunisasi sepanjang masa hidup, kita sekarang menyebutnya Program Esensial Imunisasi.

.

Tahun 2024 ini Pekan Imunisasi Dunia akan merayakan 50 tahun dimulainya PPI dengan menyadarkan tentang upaya bersama untuk menyelamatkan banyak nyawa anak dari ancaman penyakit infeksi yang dapat dicegah dengan vaksin. Selain itu, juga menyerukan kepada semua negara untuk meningkatkan investasi dalam program imunisasi dalam melindungi generasi berikutnya.

.

Dalam beberapa tahun terakhir selama pandemi COVID-19, kemajuan cakupan imunisasi rutin menurun. Meskipun terdapat lebih dari 4 juta anak yang menerima imunisasi secara global pada tahun 2022 dibandingkan tahun 2021, masih ada 20 juta anak yang melewatkan satu atau lebih imunisasi dasar mereka. Meningkatnya konflik, kemerosotan ekonomi, dan meningkatnya keraguan terhadap vaksin merupakan beberapa ancaman terhadap upaya untuk menjangkau anak-anak ini. Akibatnya, di banyak tempat di dunia tiba-tiba mengalami wabah difteri dan campak, penyakit yang sampai saat ini hampir dapat kita tangani. Meskipun cakupan imunisasi global cukup baik, yaitu 4 dari 5 anak telah diimunisasi dasar, tetapi tetap saja masih banyak yang harus kita lakukan.

.

Sejak dahulu manusia telah mencari cara untuk melindungi diri dari penyakit infeksi yang mematikan. Catatan pertama adalah abad ke-15 untuk penyakit cacar, dikenal sebuah praktik yang disebut sebagai variolasi (dari nama cacar, ‘la variole’). Pada tahun 1721, Lady Mary Wortley Montagu membawa inokulasi cacar ke Eropa, dengan meminta agar kedua putrinya diinokulasi untuk melawan cacar seperti yang dia lihat di praktiknya di Turki. Selanjutnya pada tahun 1774, Benjamin Jesty membuat terobosan untuk menguji hipotesisnya bahwa infeksi cacar sapi dapat melindungi seseorang dari penyakit cacar.

.

baca juga : LAYANAN IMUNISASI

Selanjutnya pada Mei 1796, seorang dokter Inggris Edward Jenner menyuntik James Phipps (8 tahun) dengan bahan yang dikumpulkan dari luka cacar sapi di tangan seorang pemerah susu. Meskipun menderita reaksi lokal dan merasa tidak enak badan selama beberapa hari, Phipps pulih sepenuhnya. Dua bulan kemudian, pada bulan Juli 1796, Jenner menginokulasi Phipps dengan bahan dari penyakit cacar pada manusia untuk menguji ketahanan Phipps. Phipps tetap dalam kondisi kesehatan yang sempurna, dan menjadi manusia pertama yang menerima vaksinasi cacar. Istilah ‘vaksin’ kemudian diciptakan, diambil dari kata Latin untuk sapi, vacca.

.

Pada tahun 1872, meskipun menderita stroke dan kematian 2 putrinya karena tipus, Louis Pasteur menciptakan vaksin pertama yang diproduksi di laboratorium, yaitu vaksin kolera unggas pada ayam. Berikutnya pada tahun 1885, Louis Pasteur berhasil mencegah rabies melalui vaksinasi pasca pajanan. Sebenarnya Pasteur bukanlah seorang dokter, tetapi ia berani memulai 13 suntikan pada Joseph Meister, masing-masing mengandung virus rabies dalam dosis yang lebih kuat. Meister bertahan dan kemudian menjadi penjaga makam Pasteur di Paris.

.

Pada tahun 1894, Dr Anna Wessels Williams mengisolasi strain bakteri difteri yang penting dalam pengembangan antitoksin untuk penyakit ini. Dari tahun 1918 hingga 1919, pandemi Flu Spanyol membunuh sekitar 20–50 juta orang di seluruh dunia, termasuk 1 dari 67 tentara Amerika Serikat, sehingga vaksin influenza menjadi prioritas militer AS. Eksperimen awal dengan vaksin influenza telah dilakukan di Sekolah Kedokteran Angkatan Darat AS dengan menguji 2 juta dosis pada tahun 1918, namun hasilnya tidak meyakinkan. Pada tahun 1937 Max Theiler, Hugh Smith dan Eugen Haagen mengembangkan vaksin 17D untuk melawan demam kuning. Vaksin ini disetujui pada tahun 1938 dan lebih dari satu juta orang telah menerimanya pada tahun tersebut. Theiler kemudian dianugerahi Hadiah Nobel.

.

Dari tahun 1952–1955, vaksin polio pertama yang efektif dikembangkan oleh Jonas Salk dan uji coba dimulai. Salk menguji vaksin tersebut pada dirinya dan keluarganya pada tahun berikutnya, dan uji coba massal yang melibatkan lebih dari 1,3 juta anak dilakukan pada tahun 1954. Pada tahun 1960, vaksin polio jenis kedua, yang dikembangkan oleh Albert Sabin, disetujui untuk digunakan. Vaksin Sabin dilemahkan secara hidup (menggunakan virus dalam bentuk yang dilemahkan) dan dapat diberikan secara oral, dalam bentuk tetes atau dalam bentuk gula batu. Vaksin polio oral (OPV) pertama kali diuji dan diproduksi di Uni Soviet dan Eropa Timur. Cekoslowakia menjadi negara pertama di dunia yang berhasil memberantas polio.

.

Pada tanggal 30 Januari 2020 Direktur Jenderal WHO menyatakan wabah virus corona baru 2019 (SARS-CoV-2) sebagai Darurat Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Internasional dan pada 11 Maret 2020, WHO mengonfirmasi bahwa COVID-19 adalah pandemi. Vaksin COVID-19 yang efektif segera dikembangkan, diproduksi, dan didistribusikan dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, beberapa di antaranya menggunakan teknologi mRNA baru. Pada bulan Desember 2020, hanya 1 tahun setelah kasus pertama COVID-19 terdeteksi, dosis vaksin COVID-19 pertama diberikan.

Di banyak belahan dunia, 1 dari 5 anak masih belum mendapatkan imunisasi dasar. Salah satu penyebabnya adalah pemahaman orangtua yang belum baik, bahwa imunisasi akan mampu mengurangi risiko buruk penyakit infeksi, karena pertahanan alami tubuh anak dalam membentuk imunitas atau perlindungan. Saat anak diimunisasi, sistem kekebalan anak akan merespons bertahap. Pertama, mengenali kuman yang menyerang, seperti virus atau bakteri. Kedua, menghasilkan antibodi. Antibodi adalah protein yang diproduksi secara alami oleh sistem kekebalan tubuh untuk melawan penyakit. Ketiga, mengingat penyakit dan cara melawannya. Jika anak kemudian terpapar kuman yang sama tersebut di kemudian hari, sistem kekebalan anak dapat dengan cepat menghancurkannya, sehingga anak menjadi tidak sakit atau sakit derajat ringan. Oleh karena itu, imunisasi merupakan cara yang aman dan cerdas untuk menghasilkan respons imun dalam tubuh, tanpa menyebabkan penyakit.

.

Imunisasi aman dan efek samping biasanya ringan dan bersifat sementara, seperti nyeri lengan atau demam ringan. Efek samping yang lebih serius mungkin saja terjadi, tetapi sangat jarang. Setiap vaksin yang berlisensi telah diuji secara ketat melalui berbagai fase uji coba sebelum disetujui untuk digunakan, dan secara rutin dinilai ulang setelah dipasarkan. Para ilmuwan juga terus memantau informasi dari beberapa sumber untuk mencari tanda awal bahwa suatu vaksin dapat menimbulkan risiko kesehatan yang buruk.

.

Anak jauh lebih mungkin terkena dampak serius akibat penyakit infeksi yang dapat dicegah dengan imunisasi, dibandingkan dampak buruk karena vaksin. Misalnya tetanus yang dapat menyebabkan kematian cepat, nyeri hebat, kejang otot (lockjaw) dan penggumpalan darah, juga campak dapat menyebabkan kematian anak,  ensefalitis (infeksi otak) dan kebutaan. Banyak penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin bahkan dapat menyebabkan kematian. Manfaat vaksinasi jauh lebih besar dibandingkan risikonya, dan akan lebih banyak penyakit dan kematian yang terjadi tanpa vaksin.

.

Layanan imunisasi global pada paruh kedua abad ke-20 adalah salah satu pencapaian terbesar umat manusia dalam bidang kesehatan. Kampanye imunisasi telah memungkinkan kita memberantas penyakit cacar, hampir mengalahkan polio, dan memastikan lebih banyak anak yang bertahan hidup dan berkembang dibandingkan sebelumnya. Hanya dalam 5 dekade, kita telah beralih dari dunia dimana kematian anak merupakan sesuatu yang ditakuti oleh banyak orang tua, menjadi dunia dimana setiap anak, jika diimunisasi, memiliki peluang untuk bertahan hidup dan berkembang. Hal ini sesuai dengan tema Pekan Imunisasi Dunia (World Immunization Week) Humanly Possible: Saving lives through immunization atau menyelamatkan nyawa melalui imunisasi.

Apakah kita sudah bertindak bijak dengan melengkapi status imunisasi semua anak di sekitar kita?

Sekian

Yogyakarta, 30 April 2024

*) Dokter spesialis anak di RS Panti Rapih Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA : 081227280161

Categories
Healthy Life Jalan-jalan

2024 JELAJAH JEPARA LAGI

2024 JELAJAH  JEPARA  LAGI

Setelah menjelajahi Jepara pada pergantian tahun 2024 yang lalu, kembali kami melakukan perjalanan serupa yang lebih singkat.

baca juga : 2023-2024 JELAJAH JEPARA

Perteuan Gotrah Djojosasmitan di kediaman mbak Anik Surono di Perumahan Safira Waru Blok I No.8, Waru, Baki, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Petualangan ke Jepara yang kedua, kami ber4 (dengan dik Bimoseno dan dik Larasati) dimulai dari Manahan, Surakarta, setelah menghadiri acara Gotrah Djojosasmitan di Waru, Baki, Sukoharjo, Jawa Tengah. Kami menempuh jarak 182 km dari pool Travel Rimba Raya di Manahan Surakarta, untuk menuju Jepara pada Lebaran hari kedua Kamis, 11 April 2024, pk. 13.30. Tujuan kami adalah mengantar dik Laras kembali menemui keluarga William Febuana di Mlonggo, Jepara.

Dengan mas Joni Krisdiman yang menjadi tuan rumah Gotrah Djojosasmitan 2024

Ide awal pendirian bisnis travel Rimba Raya ini berdasarkan pengalaman pribadi owner yakni, M. Rizky Alamsyah, saat  tahun 2014 hingga 2019 menjalani masa kuliah di luar kota dan menjadi pengguna jasa travel. Pada saat itu jasa travel tidak dapat melakukan penjemputan dan pengantaran hingga tujuan akhir penumpang, tetapi hanya penghantaran sampai di pool dalam kota saja. Selain itu, juga jasa travel hanya menyediakan fasilitas apa adanya,  jumlah seat yang banyak, sehingga membuat penumpang merasa tidak nyaman untuk sekedar istirahat selama di perjalanan. Karena itu Travel Rimba Raya saat ini selalu menggunakan kursi penumpang yang besar, agar lebih nyaman dan tidak merasakan pegal-pegal. Kami menikmati fasilitas armada berupa Toyota Hiace premio yang elit. Dilengkapi 8 captain seat, arm rest, legrest, USB port dan air mineral.

Travel Rimba Raya sudah siap di pool Manahan Surakarta untuk menuju ke Jepara, dengan dik Laras yang sedang kurang sehat

Kami diantar oleh dik Bayu Krisnadi dengan Innova D2,5 warna abu-abu menuju pool Travel Rimba Raya diperbatasan Kerten dan Manahan, beberapa saat sebelum acara Gotrah Djojosasmitan ditutup. Segera kami menikmati fasilitas armada dengan jumlah 8 seat yang langsung diguyur hujan, membuat jarak duduk antar penumpang sangat longgar. Fasilitas captain seat dengan arm rest & leg rest yang membuat penumpang dapat duduk dan beristirahat dengan nyaman selama perjalanan. Fasilitas USB port yang dapat menunjang kebutuhan penumpang yang tidak lepas dari mobilephone, sehingga penumpang tidak perlu cemas kehabisan baterai selama perjalanan. Juga Fasilitas air mineral, sehingga penumpang tidak akan dehidrasi selama perjalanan, meski kami ber4 lebih sering tertidur pulas sepanjang perjalanan.

.

Kami turun di perempatan Mlonggo, sekitar 13 km setelah Jepara, untuk dijemput William Febuana  (dulu teman sekelas dik Bimo dan sekarang pacar dik Laras) dengan Honda CRV K 1465 FC tipe kura-kura 2,4 tahun 2011. Julukan kura-kura ini juga pas untuk menggambarkan ketangguhannya melintasi beberapa generasi, karena masih tetap eksis sampai saat ini sudah beredar CR-V Gen6. Honda CR-V Gen 3 ini diproduksi antara 2007 sampai 2012,  berwujud SUV urban yang lebih kalem dan bergaya elegan dan mewah. Setelah mandi sore dan badan bugar, kami segera diajak keluarga William (Bapak Mulyono dan Ibu Harlina) makan malam di Yam Yam Restoran di Jl. Dr. Sutomo, Kauman, Jepara. Ini adalah salah satu tempat makan di Jepara yang sangat nyaman sekali. Di Yam Yam Resto, kita tidak hanya makan bersama keluarga dan relasi, namun juga dapat sekaligus menikmati sensasi lidah. Adapun untuk menu makanan yang disediakan sangatlah beragam, mulai dari menu ala Thailand, pizza, dan banyak lagi ala western, seafood yang enak.

Menikmati sensasi lidah saat makan malam Yam Yam Restoran di Jl. Dr. Sutomo, Kauman, Jepara

Setelah kenyang makan di Yam Yam Restoran Jepara, kami segera menuju ke Kura-Kura Ocean Park, sebuah wahana wisata keluarga yang terletak di Pantai Kartini, Jepara. Wahana ini diresmikan pada 22 Februari 2011 oleh Bupati Jepara. Bangunan ini terdiri dari 2 lantai, dengan lantai satu sebagai taman laut dengan akuarium yang berisi berbagai spesies ikan dan penyu. Sementara itu, lantai 2 sebagai wahana pendukung dari Kura-kura Ocean Park terdiri dari Spa Fish, Aquarium, Mini Theater dan Lounge, serta Kolam Sentuh. Malam itu Kura-Kura Ocean Park dipadati banyak pengunjung yang menikmati pemandangan malam taman laut, dengan desain penyu sebagai bangunan utamanya. Kura-Kura Ocean Park terletak di dalam kawasan Pantai Kartini yang kami tempuh selama 20 menit perjalanan darat dari pusat Kota Jepara. Bentuk kura-kura memang sengaja dipilih untuk menegaskan Jepara sebagai tempat pembudidayaan penyu sisik.

Kura-Kura Ocean Park yang besar menjulang di dalam kawasan Pantai Kartini Jepara pada malam hari yang ramai pengunjung

Taman laut yang terdiri dari dua lantai ini sangat unik. Di dalam beberapa akuarium yang ada di tempat ini, tersimpan kekayaan fauna Indonesia. Tidak hanya fauna yang hidup di air asin, taman wisata ini juga memiliki koleksi fauna yang hidup di air tawar. Di tempat tersebut sebenarnya ada bagian yang dinamakan terowongan misteri bawah laut. Oleh karena malam itu sudah tutup, kami tidak mampu berjalan di terowongan ini untuk menyaksikan aneka biota laut yang ada di sisi kiri dan kanan terowongan. Kami juga tidak mampu naik ke lantai 2 untuk  melihat pemandangan akuarium dari atas. Pada hal Kura-Kura Ocean Park ternyata juga memiliki kolam khusus bagi para pengunjung yang ingin menyentuh langsung ikan dan kura-kura tawar yang jinak. Sayang sekali, malam itu kami tidak dapat memberi makan ikan-ikan tawar. Pada hal, melihat ikan-ikan yang bergerombol memperebutkan makanan menjadi pemandangan yang menarik

Patung Kura-Kura Ocean Park yang gagah menjulang di dalam kawasan Pantai Kartini Jepara, bila dilihat dari atas

Jumat, 12 April 2024 pagi  setelah sarapan, kami mulai menjelajah sisi barat laut teritorial Kabupaten Jepara. Dari Desa Karangbendo, Kecamatan Mlonggo kediaman Bapak Mulyono dan Ibu Harlina kami menyusuri jalan raya kabupaten yang bagus melewati Desa Bondo, Kecamatan Bangsri untuk menuju PLTU Tanjung Jati Jepara. Desa Bondo mengingatkan kita akan awal mula penyebaran agama Kristen di sekitar Gunung Muria, sampai berdirinya Gereja Injil di Tanah Jawa (GITJ). Gereja Injili di Tanah Jawa (disingkat GITJ) adalah kelompok gereja Kristen Protestan beraliran menonit di Indonesia yang berpusat di Pati, Jawa Tengah. Wilayah pelayanannya cukup luas yakni meliputi sebagian Jawa Tengah dan beberapa daerah transmigran di Sumatra.

GITJ Kedungpenjalin Jepara

GITJ berdiri pada tanggal 30 Mei 1940 dari hasil penginjilan yang dilakukan oleh Pieter Janz dari Doopsgezinde Zendings-Vereniging (DZV) Belanda, yang dibantu oleh seorang penginjil pribumi bernama Kiai Ibrahim Tunggul Wulung. Semula GITJ hanya berada di sekitar wilayah Gunung Muria, tetapi kemudian berkembang ke Semarang, Salatiga, Yogyakarta, dan Sumatra. Jumlah GITJ saat ini mencapai  120 gereja (data pada 2022) dengan 68.205 jiwa. Jumlah Pendeta: 91 orang; Pendeta Emiritus: 24 orang; Pembantu Pendeta: 17 orang. Jumlah pelayan lainnya: 2.307 orang (Guru Injil, Penatua, Diaken, Guru Sekolah Minggu). Selain itu, kepersonaliaan saat ini adalah Ketua Umum: Pdt. Ch. Teguh Sayoga, S.Th., M.A., M.Pd.K. Sekretaris Umum: Pdt. Edi Cahyono, S.Th., M.A.C.E. Bendahara Umum: Iskandar M.Z., S.E.

Banyak sekali bangunan GITJ yang kami lihat dalam perjalanan yang diantar William Febuana dengan CR-V Kura-kura tersebut, bahkan mungkin setiap RW punya gereja sendiri. Saking banyaknya gereja membuat kami ingat tentang sejarah GITJ di wilayah Jepara dan sekitarnya tidak dapat dilepaskan dari karya Kiai Ibrahim Tunggul Wulung (1800-1885) dan para pengikutnya yang membentuk komunitas Kristen Jawa Merdeka di daerah Bondo, Banyutowo, Dukuhseti dan Tegalombo sejak tahun 1850-an. Dalam pelayanannya sekitar 30 tahun, Tunggul Wulung memiliki pengikut kurang lebih sekitar 1.000 orang, jauh lebih besar dibandingkan dengan pelayanan misi Pieter Anthoni Janzs dari badan misi DZV (Doopgesinde Zendings Vereeniging) yang mulai bekerja di Jepara dan sekitarnya tahun 1852.

Bupati Jepara Dian Kristiandi hadir pada peresmian makam Tunggul Wulung, di desa Bondo, Bangsri, Jepara, Selasa (29/03/2022)

Setelah Tunggul Wulung wafat pada tahun 1885, komunitas Kristen Jawa yang didirikannya lambat laun menggabungkan diri dengan jemaat DZV. Selanjutnya misi di daerah Jepara dan sekitarnya banyak dilaksanakan oleh Pieter Janzs dari DZV dan beberapa tokoh lokal, seperti Pasrah Karso dan Pasrah Noeriman. Dengan ijin dari Pemerintah Hindia Belanda, Jansz membuka desa-desa baru, di antaranya: Kedung penjalin, Margoredjo, Bumi Hardjo, dan Pakis Swawal. Karena pengaruh kebijakan politik Etis yang diterapkan oleh pemerintah Hindia Belanda pada awal tahun 1900-an, maka kegiatan misi juga diarahkan ke dalam bentuk layanan pendidikan dan kesehatan. Dengan demikian banyak tenaga pengajar dan medis yang dihasilkan dari desa-desa Kristen, sampai terbentuknya RS Kristen Tayu di Kabupaten Pati yang legendaris. Dalam perkembangan selanjutnya, tenaga-tenaga pengajar dan medis ini banyak yang tersebar ke kota di mana kekristenan belum berkembang di sana. Selain itu karena banyak pemuda-pemuda Kristen dari desa yang belajar ke kota, sehingga kekristenan mulai mengalir ke perkotaan. Dari sinilah sebenarnya awal dari terbentuknya GITJ Jepara.

Saat berada di Desa Bondo, Tunggul Wulung ditemui oleh Radin Abas, seorang santri yang tengah keluar berkelana mencari ilmu dan jati diri. Belakangan Radin Abas masuk Kristen dengan nama Kiai Sadrach, yang kelak diingat sebagai figur intelektual Kristen Jawa dengan latar belakang pengetahuan agama dan kebudayaan Jawa. Seiring usianya yang kian senja, sejak 1875 Ibrahim Tunggul Wulung tinggal di sekitar Gunung Muria sampai tutup usia pada 1885. Ketika ia mati, jumlah pengikut Kristen di desa tersebut mencapai 1.058 orang. Pasca kematiannya, tak semua jemaat mengikuti warisan pemikiran Ibrahim Tunggul Wulun. Dari Desa Bondo yang bersejarah tersebut, kami segera menyusuri jalan pedesaan menuju ke PLTU Tanjung Jati B.

.

Terletak di ujung paling utara pulau Jawa tepatnya di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, berdiri PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) Tanjung Jati B yang merupakan salah satu pembangkit PLN untuk memenuhi kebutuhan listrik sistem interkoneksi Jawa-Bali, bahkan memegang peran sentral dalam sistem interkoneksi tersebut. Hingga triwulan III 2019, PLTU berkapasitas 4 x 710 MW (kapasitas terpasang) dengan daya mampu 4×660 MW ini memiliki kesiapan produksi listrik atau Equivalent Availability Factor (EAF) hingga 93,6% selama setahun, naik dari tahun lalu sebesar 89,8%.

PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) Tanjung Jati B dengan latar depan sawah subur di Jepara

Pembangkit ini paling produktif se-Indonesia, kemampuan produksi PLTU Tanjung Jati B diatas rata-rata kemampuan (pembangkit) lainnya, dengan kapasitas 10% kebutuhan listrik Jawa-Bali, sehingga mampu berkontribusi pada penjualan sebesar 12% kebutuhan listrik Jawa-Bali. PLTU Tanjung Jati B menjadi tulang punggung kelistrikan Jawa-Bali sejak pertama kali beroperasi pada tahun 2006. Adapun besaran 12% adalah setara dengan kebutuhan listrik sekitar 5 juta pelanggan rumah tangga.

PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) Tanjung Jati B di tepi pantai dengan banyak kapal tongkang pembawa material batubara di sekitarnya

.

Kami sangat kagum dengan megahnya PLTU tersebut yang kami ambil gambarnya dari sisi depan dengan sawah yang menghijau dan sisi belakang dengan laut yang membiru. Indah sekali. Saat ini sedang dibangun 2 (dua) pembangkit baru yaitu unit 5 dan 6, masing-masing berkapasitas 1000MW, sehingga membuat PLTU Tanjung Jati dapat menjadi yang terbesar se Asia Tenggara. Tahun 2015, PLTU Tanjung Jati B kembali memenangkan Asean Energy Awards dalam kategori pengelolaan batubara. Di sisi pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat, PLTU Tanjung Jati B juga telah mendapatkan pengakuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berupa Proper Hijau enam kali berturut-turut sejak tahun 2013.

Setelah puas dan bangga melihat kemegahan PLTU Tanjung Jati B, segera kami kembali pulang ke rumah keluarag William Febuana, sambil mampir beli buah pisang segar di pasar Bendo. Makan siang kami di rumah diselingi guyonan segar, sambil menghabiskan menu sea food yang pedas dan lezat. Setelah beristirahat sejenak, kami segre amenjelajah Pantai Pailus, sekitar 2 km dari rumah.

Eyang Kakung Sutarni, ayah kandung Ibu Harlina, usia 88 tahun yang tinggal di bibir Pantai Pailus, Mlonggo Jepara.

Kami sowan Eyang Kakung Sutarni, ayah kandung Ibu Harlina, usia 88 tahun yang tinggal di bibir pantai. Pantai Pailus adalah garis pantai yang landai di Desa Karanggondang, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara yang menjadi salah satu tempat wisata baru yang layak dikunjungi wisatawan. Pantainya yang masih perawan dan relatif masih bersih serta alami. Pantai Pailus dikelola warga setempat, sehingga warung, penyewaan ban dalam, dan perahu wisata dikelola oleh warga desa sendiri, sehingga pengunjung serasa berada di pantai pribadi. Pantai yang seperti inilah yang sangat dicari oleh wisatawan terutama wisatawan. Karena wisatawan lebih suka wisata pantai perawan, sehingga warga Desa Karanggondang membuat peraturan yang isinya melarang siapapun yang membuat bangunan di Kawasan Pantai Pailus, dan pelanggaran didenda dengan jumlah sesuai ukuran bangunan tersebut. Hal ini dilakukan supaya para wisatawan yang sangat mendambakan wisata pantai yang sunyi bersih alami dan perawan bisa berdatangan ke Pantai Pailus. Secara tidak langsung para wisatawan tersebut masuk kampung-kampung untuk membeli makan minum maupun menginap di Desa Karanggondang, sehingga meningkatkan ekonomi warga Desa Karanggondang.

Setelah puas minum air kelapa muda dan makan gorengan hangat, baik pisang, tempe maupun bakwan, kami segera pamit pulang. Jumat, 12 April 2024 pk. 17.15 kami kembali menikmati kenyamaman Travel Rimba Raya yang elit, dari pertigaan Mlonggo, Jepara untuk pulang ke Yogyakarta. Hanya kami bertiga, karena dik Laras akan diantar William Febuana kembali ke Bandung malam itu, untuk melanjutkan rotasi klinik (ko0ass) di Bagian Mata di RS Emanual Bandung.

Bergaya di sebelah rumah Eyang Kakung Sutarni, ayah kandung Ibu Harlina, usia 88 tahun yang tinggal di bibir pantai Pailus, Mlonggo, Jepara.

Pamit pulang di halaman rumah kepada Bapak Mulyono dan Ibu Harlina di Mlonggo, Jepara, untuk kembali ke Timoho Yogyakarta

Travel Rimba Raya yang kami naiki berupa minivans terbaru dari Toyota, Hiace Premio berkapasitas 12-penumpang dibekali juga dengan transmisi 6-Speed Manual. Sistem keamanannya dibekali Power Door Locks. Hiace Premio memakai mesin serupa dengan Fortuner, yaitu turbo diesel berkode 1GD-FTV 4-silinder VNT Intercooler dengan kapasitas 2.800 cc. Mesin ini menghasilkan tenaga 177 ps pada 3.400 rpm dan torsi maksimum 420 Nm pada 1.400 hingga 2.600 rpm. Laju Travel Rimba Raya membelah kemacetan arus Lebaran 2024 membawa kami 5 jam perjalanan yang nyaman, meski diguyur hujan lebat. Kami mendarat di rumah Timoho menjelang pk. 23, yang tersu dilanjutnya memanjatkan puji syukur atas semua petualangan yang kami lalui.

Viva Rainha De Jepara pada jendela Travel Rimba Raya yang menggambarkan kejayaan dan keberanian Ratu Kalinyamat, pahlawan wanita dari Jepara

Sampai bertemu dalam petulangan selanjutnya

Categories
anak COVID-19 dokter Healthy Life resisten obat tuberkulosis

2024 Hari TB Dunia

HARI  TUBERKULOSIS  DUNIA 2024

fx. wikan indrarto

Tema Hari Tuberkulosis (TBC atau TB) Sedunia 2024 : ‘Yes! Kita bisa mengakhiri TBC!’. Kampanye ini menyampaikan harapan agar kita kembali ke jalur yang benar untuk membalikkan keadaan terpuruk, dalam melawan epidemi TB. Diperlukan 3 hal pokok, yaitu kepemimpinan dengan komitmen tinggi, peningkatan investasi, dan penerapan rekomendasi WHO yang baru dengan lebih cepat. Bagaimana melakukannya?

.

Hari TB Dunia diadakan setiap tanggal 24 Maret untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang dampak buruk TB dalam bidang kesehatan, sosial dan ekonomi, juga untuk meningkatkan upaya mengakhiri epidemi TB global. Pada 24 Maret 1882 Dr. Robert Koch menemukan penyebab penyakit TB, yaitu bakteri Mycobacterium tuberculosis. Pada saat Dr. Koch mengumumkan penemuannya di Berlin, waktu itu TB mewabah di seluruh Eropa dan Amerika, bahkan menyebabkan kematian 1 dari setiap 7 orang penderitanya. Kemajuan yang telah kita dapatkan, 75 juta nyawa telah terselamatkan sejak tahun 2000 melalui upaya global untuk mengakhiri TB. Namun demikian, masih ada 10,6 juta orang terserang TB dan 1,3 juta orang meninggal karena TB pada tahun 2022 yang lalu.

.

Menyusul komitmen yang dibuat oleh para Kepala Negara pada pertemuan Tingkat Tinggi PBB pada tahun 2023 untuk mempercepat kemajuan dalam mengakhiri TB, fokus tahun 2024 ini beralih untuk mewujudkan komitmen tersebut menjadi tindakan nyata. Juga untuk membantu banyak negara dalam meningkatkan akses terhadap pengobatan pencegahan TB, WHO merekomendasikan untuk meningkatkan penerapan pengobatan pencegahan TB secepatnya. Selain itu, investasi sumber daya, dukungan, perawatan dan informasi yang berkelanjutan sangat penting untuk memastikan akses universal terhadap perawatan TB dan penelitian medis untuk mencapai Cakupan Kesehatan Semesta atau Universal Health Coverage (UHC).

.

Penerapan rekomendasi WHO yang baru dengan lebih cepat seharusnya dilakukan. Target jangak pendek rekomendasi tersebut adalah tersedianya lebih banyak investasi untuk pengobatan pencegahan TB, pemberian rejimen pengobatan TB yang lebih pendek, tes molekuler cepat untuk diagnostik infeksi TBC, dan inovasi alat medis digital.

.

Pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) bertujuan untuk mencegah terjadinya infeksi TB pada individu yang terpapar dan untuk menghentikan perkembangan dari infeksi TB ke arah TB aktif (sakit TB). Sasaran prioritas pemberian TPT sesuai rekomendasi WHO adalah populasi anak dan remaja yang berisiko tinggi menderita TB, yaitu anak dan remaja dengan HIV/AIDS, kontak serumah dengan pasien TB paru yang terkonfirmasi bakteriologis, pasien imunokompromais selain HIV (misalnya kanker, dialisis, mendapat kortikosteroid jangka panjang, persiapan transplantasi organ) dan bersekolah atau tinggal di asrama, di lapas dan rumah singgah, tempat penitipan anak (daycare), pengguna narkoba, dll.

Syarat pemberian TPT TB adalah tidak sakit TB, tidak ada kontraindikasi TPT, misalnya hepatitis akut atau kronis, neuropati perifer (jika menggunakan isoniazid), konsumsi alkohol biasa atau berat, dan terdapat bukti infeksi TB baik secara in vivo (uji kulit tuberkulin) ataupun in vitro (Interferon Gama Release Essay = IGRA). Rejimen obat untuk TPT TB tersedia lebih banyak pilihan, misalnya 6H (Isoniazid selama 6 bulan), 3RH (Rifampisin & Isoniazid selama 3 bulan), 3HP (Rifapentin & Isoniazid selama 3 bulan untuk usia >2 tahun), 4R (Rifampisin selama 4 bulan),  dan 1HP (Isoniazid & Rifapentin selama 1 bulan untuk usia >2 tahun). 

.

Untuk menegakkan diagosis TB, sebelum ini dilakukan dengan pemeriksaan bakteriologis dari spesimen dahak pasien. Belajar dari PCR COVID-19 saat pandemi, sekarang pemeriksaan tes cepat molekuler (TCM) justru diprioritaskan, antara lain pemeriksaan Nucleic Acid Amplification Test/NAAT (misalnya Xpert MTB/RIF) dan Line Probe Assay/LPA (misalnya Hain GenoType). Pemeriksaan TCM mempunyai nilai diagnostik yang lebih baik daripada pemeriksaan mikroskopis dahak, tetapi masih di bawah uji biakan. Saat ini TCM direkomendasikan sebagai alat diagnosis utama untuk penegakan diagnosis TB (terkonfirmasi bakteriologis). Namun demikian, hasil negatif TCM tidak menyingkirkan diagnosis TB pada anak dan remaja.

.

Pemberian rejimen pengobatan TB sesuai rekomendasi WHO harus semakin digencarkan. Paduan pemberian Obat Anti TB (OAT) pada anak dan remaja jenis rejimen pertama adalah 2RHZ 4RH (2 bulan Rifampisin, Isoniazid dan pirazinamid dilanjutkan 4 bulan Rifampisin dan Isoniazid) untuk TB paru tidak terkonfirmasi bakteriologis, TB kelenjar intratoraks tanpa obstruksi saluran respiratori dan TB kelenjar. Rejimen kedua adalah 2RHZE 4RH (2 bulan Rifampisin, Isoniazid, Pirazinamid dan Ethambutol dilanjutkan 4 bulan Rifampisin dan Isoniazid) untuk kasus TB paru pada remaja usia ≥15 tahun tanpa memandang klasifikasi dan tingkat keparahan.  Dalam hal ini untuk kasus TB paru terkonfirmasi bakteriologis, TB paru kerusakan luas, TB paru dengan HIV, TB ekstra paru, kecuali TB milier, meningitis TB, dan TB tulang. Rejimen ketiga adalah 2RHZE 10 RH (2 bulan Rifampisin, Isoniazid, Pirazinamid dan Ethambutol dilanjutkan 10 bulan Rifampisin dan Isoniazid) untuk kasus TB paling berat, yaitu meningitis TB, TB tulang, dan TB paru milier. 

.

Momentum Hari Tuberkulosis (TB) Dunia Minggu, 24 Maret 2024 mengingatkan kita semua agar berinvestasi untuk mengakhiri TB dan menyelamatkan lebih banyak pasien. Selain itu, kita semua wajib menerapkan rekomendasi WHO yang baru dengan lebih cepat, baik dalam aspek diagnosis dengan TCM, terapi pencegahan (TPT) TB laten dan pengobatan TB sampai tuntas, untuk mengakhiri epidemi TB global.

Sudahkah kita bijak?

Sekian

Yogyakarta, 23 Maret 2024

*) Dokter spesialis anak di RS Panti Rapih Yogyakarta, Alumnus S3 UGM.

Categories
anak bayi prematur dokter Healthy Life Pendukung ASI vaksinasi

2024 Hari Pendengaran Dunia

HARI  PENDENGARAN  DUNIA  2024

fx. wikan indrarto

Hari Pendengaran Dunia Minggu, 3 Maret 2024 mengambil tema mewujudkan perawatan telinga dan fungsi pendengaran bagi semua orang. Hal ini disebabkan karena gangguan pendengaran atau “kecacatan yang tidak terlihat”, bukan hanya karena tidak adanya gejala yang terlihat, tetapi lebih karena gangguan ini telah lama mendapat stigma di masyarakat dan diabaikan oleh para pembuat kebijakan. Bagaimana sebaiknya?

.

Kampanye Hari Pendengaran Dunia tahun 2024 lebih fokus pada aksi mengatasi tantangan yang ditimbulkan oleh kesalahan persepsi masyarakat, dan pola pikir yang menstigmatisasi melalui peningkatan kesadaran, dengan berbagi informasi untuk masyarakat dan tenaga kesehatan. Kampanye ini memiliki beberapa tujuan. Pertama, mengatasi kesalahan persepsi umum terkait masalah pendengaran. Kedua, memberikan informasi yang akurat dan berbasis bukti untuk mengubah persepsi masyarakat mengenai masalah telinga dan pendengaran. Dan ketiga, menyerukan semua negara untuk mengatasi kesalahan persepsi dan pola pikir stigmatisasi terkait gangguan pendengaran.

.

Secara global, lebih dari 80% kebutuhan layanan medis atas telinga dan pendengaran masih belum terpenuhi. Kesalahpahaman masyarakat yang mengakar dan pola pikir yang menstigmatisasi, merupakan faktor utama yang membatasi upaya pencegahan dan penanganan gangguan pendengaran. Lebih dari 1 miliar orang dewasa muda berisiko mengalami gangguan pendengaran permanen yang sebenarnya dapat dihindari, karena praktik mendengarkan yang tidak aman. Diperlukan investasi tambahan tahunan sekitar US$ 1,40 per orang untuk meningkatkan layanan medis gangguan pendengaran secara global. Selama periode 10 tahun ke depan, investasi ini menjanjikan pengembalian hampir US$ 16 untuk setiap dolar AS yang dikeluarkan. Lebih dari 5% populasi dunia – atau 430 juta orang – memerlukan rehabilitasi untuk mengatasi gangguan pendengaran yang mereka alami, termasuk 34 juta anak. Diperkirakan pada tahun 2050, lebih dari 700 juta orang, atau 1 dari setiap 10 orang, akan mengalami gangguan pendengaran.

.

Prevalensi gangguan pendengaran meningkat seiring bertambahnya usia, di antara mereka yang berusia lebih dari 60 tahun, lebih dari 25% terkena tuli yang melumpuhkan. Seseorang yang tidak mampu mendengar sebaik orang normal, ambang pendengaran 20 dB atau lebih baik pada kedua telinga, dikatakan mengalami gangguan pendengaran. Gangguan pendengaran dapat bersifat ringan, sedang, berat, atau sangat berat (tuli). Tuli adalah gangguan pendengaran yang lebih besar dari 35 desibel (dB). Hampir 80% orang tuli tinggal di negara berpendapatan rendah dan menengah. Hal ini dapat mempengaruhi satu telinga atau kedua telinga dan menyebabkan kesulitan dalam mendengar percakapan atau suara keras.

.

Penyebab gangguan pendengaran dapat ditemui sepanjang masa kehidupan. Penyebab pada periode sebelum melahirkan meliputi faktor genetik termasuk gangguan pendengaran herediter dan infeksi intrauterin, seperti rubella dan infeksi sitomegalovirus. Pada periode perinatal meliputi asfiksia neonatal (kekurangan oksigen pada saat lahir) dan hiperbilirubinemia (penyakit kuning parah), berat badan lahir rendah, dan morbiditas perinatal lainnya.

Pada masa anak dan remaja gangguan pendengaran dapat disebabkan oleh infeksi telinga kronis (otitis media supuratif kronis), pengumpulan cairan di telinga (otitis media nonsupuratif kronis), meningitis dan infeksi lainnya. Pada dewasa dan lanjut usia dapat disebabkan oleh penyakit kronis, merokok, otosklerosis, degenerasi sensorineural terkait usia, dan gangguan pendengaran sensorineural mendadak. Sedangkan faktor yang terjadi sepanjang rentang hidup manusia meliputi impaksi serumen (kotoran telinga), trauma pada telinga atau kepala suara keras/suara keras, obat-obatan ototoksik, bahan kimia ototoksik yang berhubungan dengan pekerjaan, kekurangan gizi, infeksi virus dan kondisi telinga lainnya, gangguan pendengaran genetik yang tertunda atau progresif.

.

Banyak penyebab gangguan pendengaran dapat dihindari melalui strategi kesehatan masyarakat dan intervensi klinis yang diterapkan sepanjang hidup. Pencegahan gangguan pendengaran sangat penting, mulai dari periode prenatal dan perinatal hingga usia lanjut. Pada anak hampir 60% gangguan pendengaran disebabkan oleh penyebab yang dapat dicegah melalui penerapan langkah sederhana bidang kesehatan masyarakat. Demikian pula, sebagian besar penyebab umum gangguan pendengaran pada orang dewasa, seperti paparan suara keras dan obat-obatan ototoksik, sebenarnya dapat dicegah.

Strategi efektif untuk mengurangi gangguan pendengaran pada berbagai tahap kehidupan meliput beberapa hal. Yang utama dalah imunisasi lengkap pada bayi, praktik pengasuhan ibu untuk anak yang baik, konseling genetik, dan pengelolaan penyakit telinga yang umum. Selain itu, juga program konservasi pendengaran di tempat kerja untuk kebisingan dan paparan bahan kimia dan strategi mendengarkan musik yang aman untuk mengurangi paparan suara bising.

Strategi lainnya adalah pemeriksaan skrining untuk semua bayi baru lahir berupa pemeriksaan gangguan pendengaran pada usia 0-28 hari dengan OAE (otoacoustic emissions). Selain itu juga sekaligus dilakukan skrining gangguan penglihatan pada bayi prematur saat usia 2-4 minggu dengan pemeriksaan mata, skrining hipotiroid kongenital pada usia 48-72 jam dengan pemeriksaan darah pada tumit kaki, dan skrining penyakit jantung kritis bawaan pada usia usia <24 jam dengan pemeriksaan pulse oxymetry.

.

Skrining pendengaran bayi baru lahir sebenarnya termasuk skrining rutin, karena beberapa hal. Pertama, gangguan pendengaran pada bayi dan anak sulit diketahui sejak awal. Kedua, adanya periode kritis perkembangan pendengaran dan berbicara, yang dimulai dalam 6 bulan pertama kehidupan dan terus berlanjut sampai usia 2 tahun. Ketiga, bayi yang mempunyai gangguan pendengaran bawaan atau didapat yang segera diintervensi sebelum usia 6 bulan, pada usia 3 tahun sangat mungkin akan mempunyai kemampuan berbahasa normal, dibandingkan bayi yang baru diintervensi setelah berusia 6 bulan.

.

Ini adalah kriteria bayi yang lebih berisiko mengalami gangguan pendengaran dan lebih memerluan pemeriksaan skrining, yaitu riwayat keluarga dengan gangguan pendengaran, kelainan bawaan bentuk telinga dan kelainan tulang tengkorak-muka, Infeksi janin ketika dalam kandungan (infeksi toksoplasmosis, rubella, sitomegalovirus, herpes). Selain itu, juga Sindrom tertentu seperti sindrom Down, berat lahir kurang dari 1.500 gram, Bayi yang mengalami kesulitan bernapas segera setelah lahir, perawatan di NICU, dan penggunaan obat tertentu yang bersifat toksik terhadap saraf pendengaran.

.

Momentum Hari Pendengaran Dunia (World Hearing Day) 2024 mengingatkan kita bahwa masalah telinga dan fungsi pendengaran, merupakan salah satu masalah yang paling sering diabaikan di masyarakat. Pemeriksaan skrining pendengar pada bayi baru lahir akan mampu menemukan “kecacatan yang tidak terlihat”, bukan hanya karena tidak adanya gejala yang nampak, tetapi juga mampu mencegah gangguan pendengarn pada bayi, agar tidak lagi menjadi stigma di masyarakat dan diabaikan oleh para pembuat kebijakan kesehatan.

Apakah kita sudah melakukannya?

Categories
anak COVID-19 dokter Healthy Life vaksinasi

2024 Dengue Global

DENGUE  GLOBAL

fx. wikan indrarto*)

Kejadian Demam Berdarah Dengue (Dengue atau DBD) secara global telah meningkat tajam selama dua dekade terakhir, sehingga menimbulkan tantangan kesehatan masyarakat yang besar. Apa yang mencemaskan?

Dari tahun 2000 hingga 2019, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendokumentasikan peningkatan sepuluh kali lipat kasus yang dilaporkan di seluruh dunia, meningkat dari 500.000 menjadi 5,2 juta. Tahun 2019 menandai puncak yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan kasus-kasus yang dilaporkan menyebar di 129 negara. Setelah terjadi sedikit penurunan kasus antara tahun 2020-2022 akibat pandemi COVID-19 dan tingkat pelaporan yang lebih rendah, pada tahun 2023, terjadi peningkatan kasus dengue secara global, yang ditandai dengan peningkatan signifikan dalam jumlah, skala, dan peningkatan kasus secara simultan, juga terjadinya beberapa wabah, menyebar ke wilayah yang sebelumnya tidak terkena dengue.

.

baca juga : 2022 Waspada Dengue

Afrika merupakan salah satu dari empat wilayah teratas yang paling terkena dampak dengue. Wabah telah dilaporkan di 15 dari 47 negara termasuk Benin, Burkina Faso, Cape Verde, Chad, Pantai Gading, Ethiopia, Ghana, Guinea, Mali, Mauritius, Niger, Nigeria, São Tomé dan Principe, Senegal dan Togo. Beban penyakit dengue di Afrika belum dipahami dengan baik karena 3 hal. Pertama, kemiripan gejala klinis dengue yang umum dan tidak spesifik, dengan malaria dan penyakit demam tropis lainnya. Kedua, terbatasnya kapasitas laboratorium untuk melakukan deteksi dan konfirmasi dengue secara tepat waktu, yang sangat penting untuk mendeteksi dan melaporkan kasus serta mencegah penyebarannya. Dan ketiga, pengawasan yang tidak memadai dan pelaporan kasus yang terbatas, terutama untuk dengue ringan.

Dengue di Amerika pada 1 Januari 2023 sampai 11 Desember 2023, total 4,1 juta kasus dugaan dengue, termasuk 6.710 kasus parah, dan 2.049 kematian (CFR 0,05%) dilaporkan terjadi di 42 negara di Amerika. Brasil telah melaporkan jumlah kasus suspek tertinggi per 100.000 penduduk di kawasan ini (1.359 kasus), diikuti oleh Peru (813 kasus), dan Meksiko (179 kasus). Dalam hal dengue berat, Kolombia melaporkan kasus terbanyak (1504), diikuti oleh Brasil (1474), Meksiko (1272), Peru (1065), dan Bolivia (640).

Dengue di Timur Tengah menyebabkan epidemi dengue pertama kali dilaporkan pada tahun 1998, dan sejak itu, frekuensi dan penyebaran geografisnya meningkat, dengan wabah terjadi di sembilan negara endemik. Di antaranya adalah negara yang rapuh terkena dampak konflik seperti Afghanistan, Pakistan, Sudan, Somalia, dan Yaman. Wabah ini diperburuk karena gangguan layanan kesehatan (Sudan), sistem kesehatan yang rapuh (Afghanistan, Somalia, Sudan, Pakistan dan Yaman), perpindahan penduduk secara massal, infrastruktur air dan sanitasi yang buruk, dan bencana alam yang berulang seperti banjir yang melanda Somalia, Sudan, Pakistan, dan Yaman, serta gempa bumi di Afghanistan.

.

Dengue bukan endemik di Eropa dan sebagian besar kasus terkait dengan perjalanan ke daerah lain. Namun demikian, sejak tahun 2010 terdapat laporan mengenai kasus asli di sejumlah negara Eropa, termasuk Kroasia, Perancis, Israel, Italia, Portugal dan Spanyol. Pada tahun 2018, tahun dengan data terlengkap yang tersedia, total 2.500 kasus dengue dilaporkan melalui mekanisme pengumpulan data pengawasan tahunan regional dengan Jerman, Perancis, dan Inggris menyumbang sebagian besar kasus dan ini merupakan kasus impor. Namun, perlu dicatat bahwa kelengkapan data masih menjadi tantangan.

.

Di kawasan Asia Tenggara, 10 dari 11 Negara Anggota merupakan endemis virus dengue. Pada tahun 2023, beberapa negara, termasuk Bangladesh dan Thailand, telah melaporkan lonjakan kasus dengue. Secara khusus, India, Myanmar, Sri Lanka dan Thailand termasuk dalam 30 negara dengan tingkat endemis tertinggi di dunia. Thailand mengalami peningkatan kasus dengue lebih dari 300% pada tahun 2023. Angka kematian (CFR) di Bangladesh meningkat dari 0,45% menjadi 0,52%, sedangkan di Thailand meningkat menjadi 0,11%, 0,04% di Nepal hingga tertinggi 0,72% di Indonesia. Penting untuk menafsirkan nilai-nilai ini dengan hati-hati karena adanya variasi dalam definisi kasus yang digunakan di berbagai negara.

.

Wilayah Pasifik Barat terus menghadapi tingginya dengue, dengan lebih dari 500.000 kasus dengue dan 750 kematian di Australia, Kamboja, Tiongkok, Laos, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Vietnam. Negara yang paling terkena dampaknya adalah Filipina (CFR 0.34%) dan Vietnam (CFR: 0.02%). Di Fiji ada 11.522 kasus pada tahun 2023, mencerminkan peningkatan sebesar 37%.

Virus dengue (DENV) memiliki empat serotipe (DENV-1, DENV-2, DENV-3, DENV-4). Infeksi oleh satu serotipe memberikan kekebalan jangka panjang terhadap serotipe yang sama, dan hanya kekebalan sementara terhadap serotipe lainnya, tetapi infeksi sekunder dengan serotipe berbeda, justru akan  meningkatkan risiko dengue menjadi berat. Infeksi dengue paling sering tidak menunjukkan gejala atau hanya menyebabkan penyakit demam ringan. Namun, beberapa kasus akan berkembang menjadi demam berdarah dengue berat, terjadi syok, pendarahan hebat, atau kerusakan organ parah, dan bahkan kematian pasien. Tahap ini sering dimulai setelah demam hilang dan didahului dengan tanda bahaya sebagai peringatan dini, seperti sakit perut yang hebat, muntah terus-menerus, gusi berdarah, penumpukan cairan, lesu atau gelisah, dan pembesaran hati.

.

Tidak ada pengobatan khusus untuk infeksi dengue. Namun, deteksi dini dan akses terhadap layanan kesehatan yang tepat, untuk manajemen kasus dapat mengurangi angka kematian, begitu juga dengan deteksi cepat kasus dengue berat dan rujukan tepat waktu ke fasilitas kesehatan tersier. Kebanyakan penderita dengue memiliki gejala ringan atau tanpa gejala dan akan membaik dalam 1-2 minggu. Anak yang terinfeksi dengue untuk kedua kalinya mempunyai risiko lebih besar mengalami dengue berat. Gejala dengue berat seringkali muncul setelah demamnya hilang seperti sakit perut yang hebat, muntah berulang, napas cepat, gusi atau hidung berdarah, kelelahan umum, gelisah, darah dalam muntahan atau tinja, mengeluh sangat haus, kulit pucat dan dingin. Kasus dengue dengan gejala parah ini harus segera mendapatkan perawatan atau rujukan yang sesuai.

.

Inisiatif Arbovirus Global adalah rencana strategis terpadu untuk mengatasi dengue dan penyakit arbovirus yang ditularkan melalui nyamuk,  dengan potensi epidemi dan pandemi, yang fokus pada pemantauan risiko, pencegahan pandemi, kesiapsiagaan, deteksi dan respons, serta membangun koalisi mitra. Selain itu, juga mendukung semua negara anggota melalui penguatan pengawasan epidemiologi dan entomologi, diagnosis laboratorium dan pengawasan genom, manajemen klinis, komunikasi risiko dan keterlibatan komunitas, pengawasan dan pengendalian vektor, juga re-organisasi pelayanan kesehatan.

.

Yang tidak kalah penting adalah berbagi pedoman manajemen kasus dan pelatihan klinis, untuk dokter dan petugas kesehatan melalui webinar. Pengembangan pedoman WHO untuk manajemen klinis dan diagnosis dengue, chikungunya, Zika, dan demam kuning yang terus berlangsung, yang periode pertama akan selesai pada pertengahan tahun 2024. WHO telah menyelenggarakan kursus virtual pembelajaran mandiri selama 20 jam, mengenai manajemen klinis dengue dalam bahasa Spanyol dan Inggris, yang berfokus pada identifikasi prediktor awal terjadinya penyakit parah (tanda bahaya dengue) dan mencegah perkembangan kasus dengue menjadi beat dan bahkan kematian pasien. Kursus ini telah melatih lebih dari 312.000 dokter, termasuk para dokter Indonesia, sejak diluncurkan pada bulan September 2020.

.

Kemunculan dengue dan penyebarannya yang belum pernah terjadi sebelumnya di seluruh dunia, terkait dengan berbagai faktor penting. Yaitu faktot lingkungan meliputi perubahan distribusi dan adaptasi vektor nyamuk Aedes aegypti, meningkatnya urbanisasi yang tidak terencana, perubahan iklim, dan ko-sirkulasi beberapa serotipe virus. Faktor sistem layanan kesehatan meliputi kerapuhan di tengah ketidakstabilan politik dan keuangan, tantangan dokter dalam diagnosis klinis karena gejala yang tidak spesifik, kapasitas laboratorium yang tidak memadai, terjadi secara bersamaan dengan COVID-19, dan tidak adanya obat khusus. Faktor masyarakat meliputi perilaku dan persepsi risiko belum baik, kesadaran dan perilaku mencari layanan kesehatan masih rendah, kurangnya pendekatan yang berpusat pada masyarakat, keterlibatan dan mobilisasi masyarakat dalam kegiatan pengendalian vektor masih rendah, kurangnya kapasitas pengawasan dan pengendalian vektor,  kurangnya koordinasi antar pemangku kepentingan, kekurangan dana, rendahnya minat pendonor sukarela, dan pergerakan manusia dalam skala besar.

.

baca juga : 2023 Vaksin Dengue

Tantangan ini diperparah dengan terbatasnya persediaan penting untuk program pencegahan dan pengendalian, reagen di laboratorium untuk tes diagnostik, dan perlunya pelatihan berkelanjutan bagi dokter dan petugas kesehatan lainnya. Untuk mengatasi tantangan ini memerlukan pendekatan terpadu multidisiplin dan multisektoral, terutama di tingkat nasional untuk mencapai tujuannya dalam mengurangi dampak terhadap kesehatan masyarakat. Pengendalian vektor yang efektif adalah kunci pencegahan dan pengendalian dengue dengan 3M, harus mencakup Menutup bak air, Menguras air KM dan Menimbun benda berpotensi menampung air. Juga ditambah pemberian larvasida dalam air yang tidak diminum dengan dosis yang tepat, penggunaan kelambu berinsektisida, dan kadang penyemprotan insektisida.

Penyebaran nyamuk yang mengandung bakteri Wolbachia mampu menurunkan kasus dengue sebesar 77,1 persen. Selain itu, jumlah perawatan di rumah sakit akibat dengue juga mengalami penurunan sebanyak 86 persen. Nyamuk Wolbachia tidak mengurangi populasi nyamuk Aedes aegypti, tetapi dengan adanya nyamuk ini, akan menekan penyebaran virus dengue yang terbawa oleh nyamuk Aedes aegypti, sehingga metode penyebaran nyamuk ini menjadi pelengkap dari program 3M.

Sudahkah kita siap melawan Dengue?

Sekian

Yogyakarta, 15 Januari 2024

*) Dokter spesialis anak di RS Panti Rapih Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161.

Categories
dokter Jalan-jalan medicolegal

2023-2024 JELAJAH JEPARA

Di depan gerbang FORT JAPARA XVI peninggalan gerbang kota yang dibangun VOC Belanda tahun 1613 di Jepara (d/h Japara)

JELAJAH  JEPARA

fx. wikan indrarto

Penjelajahan ke Jepara dan perjalanan darat (overland) ke sekitar Gunung Muria yang tenang, menjulang dan sakral di ujung utara Pulau Jawa, kami awali Sabtu pagi, 30 Desember 2023, sebelum pergantian tahun.

Setelah menabur bunga dan berdoa sejenak di makan bapak (Eyang Kakung Heribertus Sukiman Tondo Darsono) di makam Kerkof Mendut, dekat Candi Borobudur, Magelang yang suci, kami memulai petualangan menuju Gunung Muria. Dik Larasati (anak bungsu kami) mengendalikan laju Honda Mobilio AB 1412 GH dengan tenang, di tengah kepadatan arus liburan Nataru 2023 yang cukup hingar, merayap dan teratur.

Dik Larasati (anak bungsu kami) mengendalikan laju Honda Mobilio AB 1412 GH dengan tenang, di tengah kepadatan arus liburan Nataru 2023

Membelikan oleh-oleh untuk si ganteng Joviel (cucu tersayang), berupa truk kayu di Payaman, Magelang, persis seperti yang dahulu dibelikan oleh Eyang Kakung Heribertus Sukiman Tondo Darsono untuk ayah Joviel.

Setelah menikmati sepenggal tol trans Jawa dari GT Bawen, kami keluar di GT Ungaran. Perhentian pertama kami adalah menemui Drg. Ana Retno Lumbini di Puskesmas Ungaran Kabupaten Semarang, untuk menyampaikan duka cita mendalam karena suaminya telah berpulang dan kami tidak sempat ikut melayat. Setelah selesai melayani pasiennya, kami diterima di Klinik Gigi Puskesmas Ungaran, yang hadir sebagai bagian dari usaha peningkatan derajat kesehatan masyarakat wilayah kecamatan Ungaran Barat dan sekitarnya. Bersama dengan Drg. Fx. Titik Purwaningsih yang diantar suaminya, Dr. Isdianto, MHum yang datang dari Demak, kami bercengkerama cukup lama di Puskesmas Ungaran. Dengan istri, ketiganya adalah alumnus FKG UGM Yogyakarta seangkatan tahun 1985.

Menemui Drg. Ana Retno Lumbini di Puskesmas Ungaran Kabupaten Semarang, untuk berbela rasa sepeninggalan suaminya

Jamuan makan siang di Super Penyet Banyumanik Semarang, oleh Drg. Fx. Titik Purwaningsih dan suaminya, Dr. Isdianto, MHum

Selanjutnya kami makan siang bersama di Banyumanik Semarang dan melanjutkan perjalanan ke Jepara. Kembali kami menjajal kenyamanan tol Trans Jawa dari GT Banyumanik dan keluar di GT Kaligawe di pesisir pantai Tanjung Emas Semarang utara. Kami menyusuri Jalur Pantura meninggalkan Semarang, untuk memasuki GT Sayung dan menempuh 16 km untuk keluar di GT Demak. Dengan menyusuri Jalur Pantura ke arah timur, kami mencapai pertigaan Trengguli dan berbelok arah ke kiri, keluar dari Jalur Pantura yang mulus, lebar dan padat kendaraan. Dari Trengguli, kami melewati Mijen dan Welahan untuk mencapai Kalinyamatan, yaitu kecamatan pertama di wilayah terotorial Kabupaten Jepara.

e-Poster peresmian PPTQ dan MTs Al-Wustho Kalinyamatan dengan teman seangkatan Brigjen. Pol (Purn) dr. H. Musyafak sebagai pendiri

Pemberhentian kedua adalah kami mengunjungi Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an dan MTs Al-Wustho Kalinyamatan, Kabupaten Jepara yang baru diresmikan pada Rabu, 22 November 2023. PPTQ dan MTs Al-Wustho Kalinyamatan yang sepi karena para santri sudah libur setelah menerima raport semester ganjil, berada dibawah naungan Yayasan Haji Ahmad Sholeh. Sedangkan kepengurusan yayasan terdiri dari para pendirinya, meliputi Brigjen. Pol (Purn) dr. H. Musyafak, Suudi Hartono dan Betty Erny Ayu. Jenderal Polisi Dr. Musyafak adalah teman seangkatan kami di FK UGM Yogyakarta 1984.

Mengunjungi PPTQ dan MTs Al-Wustho Kalinyamatan yang sepi karena para santri sudah libur setelah menerima raport semester ganjil

Kami jadi teringat bahwa Pemerintah Indonesia baru saja menyematkan gelar pahlawan nasional kepada Ratu Kalinyamat pada peringatan Hari Pahlawan, 10 November 2023. Banner dan baliho ucapan selamat masih banyak terpampang di sepanjang jalan yang kami lalaui menuju Jepara. Nama asli Ratu Kalinyamat adalah Retna Kencana, puteri Sultan Trenggono, raja Demak (1521-1546). Pada usia remaja ia dinikahkan dengan Pangeran Kalinyamat.

Pangeran Kalinyamat berasal dari Tiongkok daratan bernama Win-tang, seorang saudagar Tiongkok yang mengalami kecelakaan di laut. Ia terdampar di pantai Jepara, dan kemudian berguru kepada Sunan Kudus. Win-tang kemudian mendirikan desa Kalinyamat yang saat ini berada di wilayah Kecamatan Kalinyamatan, sehingga ia pun dikenal dengan nama Pangeran Kalinyamat dan menikahi Retna Kencana putri Sultan Demak, sehingga istrinya itu kemudian dijuluki Ratu Kalinyamat.  Pangeran Kalinyamat menjadi anggota keluarga Kerajaan Demak dan memperoleh gelar Pangeran Hadiri. Pangeran dan Ratu Kalinyamat memerintah bersama di Jepara. Ayah angkatnya, yaitu Tjie Hwio Gwan, dijadikan patih bergelar Sungging Badar Duwung, yang juga mengajarkan seni ukir pada penduduk Jepara. Inilah asal usul ketrampilan mengukir kayu jati yang dimiliki para warga Jepara sampai sekarang dan tidak tertandingi.

e-poster gelar pahlawan nasional kepada Ratu Kalinyamat pada peringatan Hari Pahlawan, 10 November 2023.

Pada tahun 1549 Sunan Prawata, raja keempat Demak mati dibunuh utusan Arya Penangsang, sepupunya yang menjadi adipati Jipang, mungkin saat ini berada di sekitar Grobogan. Ratu Kalinyamat menemukan keris Kyai Betok milik Sunan Kudus menancap pada mayat kakaknya itu. Maka, Pangeran dan Ratu Kalinyamat pun berangkat ke Kudus minta penjelasan. Sunan Kudus adalah pendukung Arya Penangsang dalam konflik perebutan takhta sepeninggal raja Trenggana (1546). Sunan Kudus menjelaskan semasa muda Sunan Prawata pernah membunuh Pangeran Surowiyoto alias Sekar Seda Lepen ayah Arya Penangsang, jadi wajar kalau ia sekarang mendapat balasan setimpal.

Ratu Kalinyamat kecewa atas sikap Sunan Kudus. Ia dan suaminya memilih pulang ke Jepara. Di tengah jalan, mereka dikeroyok anak buah Arya Penangsang. Pangeran Kalinyamat tewas. Menurut legenda, lahirlah nama tempat Prambatan (karena Pangeran Kalinyamat sampai harus merambat sebelum tewas), Kaliwungu (karena sungai di situ tercampur darah Pangeran Kalinyamat dan berubah warna menjadi ungu), Mayong (berjalan sempoyongan) dan Purwogondo (karena mulai keluar bau jenazah). Ketiga tempat tersebut kami lewati dalam petualangan kami ke seputaran Gunung Muria kali ini.

Ratu Kalinyamat diangkat menjadi Pahlawan Nasional Indonesia karena jasa dan perjuangannya. Pada tahun 1573 Ratu Kalinyamat mengirimkan 300 kapal berisi 15.000 prajurit Jepara untuk menyerang Portugus di Malaka, Malaysia. Serangan pertama di tahun 1550 berakhir gagal. Serangan kedua dipimpin oleh Ki Demang Laksamana yang langsung menembaki Malaka dari Selat Malaka. Esoknya, mereka mendarat dan membangun pertahanan. Tapi akhirnya, pertahanan itu dapat ditembus pihak Portugis. Sebanyak 30 buah kapal Jepara terbakar. Pihak Jepara mulai terdesak, semakin lemah, dan memutuskan pulang. Dari jumlah awal yang dikirim Ratu Kalinyamat, hanya sekitar sepertiga saja yang tiba di Jawa. Meskipun dua kali mengalami kekalahan, tetapi Ratu Kalinyamat telah menunjukkan bahwa dirinya seorang wanita yang gagah berani. Bahkan Portugis mencatatnya sebagai ‘rainha de Japara, senhora poderosa e rica, de kranige Dame’, yang berarti Ratu Jepara seorang wanita yang kaya dan berkuasa, seorang perempuan pemberani.

Saat Pangeran Arya Jepara, anak angkat Ratu Kalinyamat, pulang dari perang melawan Banten, Keraton Kalinyamat mendapat serangan oleh Panembahan Senopati dari Mataram Kotagede, Yogyakarta. Pasukan Panembahan Senopati datang menyerbu wilayah Jepara hingga kota ini berhasil diduduki serta keraton Kalinyamat ikut dihancurkan tahun 1593. Saat ini kita tidak lagi dapat melihat sisa kejayaan Kalinyamat.

Kami segera melanjutkan perjalanan memasuki Kota Jepara yang disebut juga Bumi Kartini.  Tujuan kami adalah melintasi kota Jepara untuk menuju Mlonggo, sebuah kecamatan sekitar 12 km sebelah utara Jepara. Kami mengantar dik Larasati, anak bungsu kami yang semester ini akan menyelesaikan kuliahnya di Fakultas Kedokteran Universitas kristen Maranatha (FK UKM) Bandung, untuk melakukan kunjungan balasan kepada keluarga William Febuana. Keluarga William, yaitu Bapak Mulyono dengan Ibu Harlina mengunjungi rumah kami di Timoho Yogyakarta dan telah melakukan proses tingjing atau prosesi pertama dalam lamaran menurut adat Tionghoa. Proses Tingjing atau kalungan dilakukan dengan cara memberikan kalung dari pihak calon pengantin pria kepada calon pengantin wanita sebagai tanda pengikat, saat keluarga calon mempelai pria datang ke rumah calon mempelai wanita, yang hanya dihadiri oleh keluarga dan kerabat dekat dari calon mempelai, pada Selasa, 26 Desember 2023. Larasati dan William sudah menjalin persahabatan sejak mereka menjadi sesama pelajar di asrama SMP Marganingsih di Muntilan, Magelang, Jawa Tengah.

Proses Tingjing atau kalungan untuk dik Larasati oleh Keluarga William, yaitu Bapak Mulyono, Ibu Harlina, Cicik Tia yang sedang hamil dan mas Dito suaminya, saat mengunjungi rumah kami di Timoho Yogyakarta dan mas Bimoseno (anak kedua kami) liburan di rumah. Mas Yudhistira (anak sulung kami) sekeluarga sedang mengungjungi mertua di Bekasi.

Bersyukur sekali kami telah mampu mencapai Jepara dalam kunjungan balasan ini. Menurut C. Lekkerkerker, nama Jepara berasal dari kata Ujungpara. Disebut ujungpara karena legenda ada utusan Kerajaan Majapahit yang sedang berjalan melewati daerah yang sekarang disebut Jepara, melihat nelayan yang sedang membagi-bagi ikan hasil tangkapannya “membagi” dalam bahasa Jawa adalah “para” (dibaca: Poro), maka utusan tersebut menceritakan bahwa dia melewati Ujung Para, karena dia melewati ujung pulau Jawa saat  ada nelayan yang membagi ikan. Kemudian berubah menjadi Ujung Mara, dan Jumpara, yang akhirnya berubah menjadi Japara. Pada tahun 1950an diubah menjadi Jepara. Meskipun Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi, umumnya sebagian besar masyarakat Jepara menggunakan Bahasa Jawa sebagai bahasa sehari-hari dengan dialek Jeporonan. Agak perlu waktu bagi kami, untuk memahami pembicaraan dalam dialek tersebut.

Ikan kakap lodi bintang merah dan lodi kuning yang ditangkap oleh nelayan Mlonggo, Jepara dan difoto dik Larasati. Nelayan sekarang juga sering terlihat yang sedang membagi-bagi ikan hasil tangkapannya “membagi” dalam Bahasa Jawa adalah “para” (dibaca: Poro), menjadi asal kata Jepara.

Dijamu makan malam menu Thailand di YamYam Resto Jl. Dr. Sutomo 13 Jepara

Kami memasuki rumah keluarga Bapak Mulyono, menjelang senja pada Sabtu, 30 Desember 2023. Rumah mungil nan bersih ini berada di dalam areal pabrik furniture Mahkota Mulyo Mandiri, seluas hampir 2 ha dengan sekitar 65 karyawan dan pengiriman export sekitar 2 kontainer 40 feet per bulan. Saat kami bertiga mendarat, kami disambut hangat di depan gerbang rumahnya. Setelah beristirahat sore sejenak, kami segera kembali ke kota Jepara untuk dijamu makan malam menu Thailand di YamYam Resto Jl. Dr. Sutomo 13 Jepara. Di restauran yamyam ini menu favoritnya adalah tom yam seafood yang rasanya lebih nendhang dan luar biasa.

Pada Minggu pagi, 31 Desember 2023 ikut misa kudus di Gereja Katolik Stella Maris, yang merupakan gereja pertama di Jepara

Setelah beristirahat semalam, pada Minggu pagi, 31 Desember 2023 kami menuju Gereja Katolik Stella Maris, yang merupakan gereja pertama di Jepara dan berdiri tahun 60an dengan pastor dari ordo MSF. Pada awalnya Jepara merupakan wilayah kerja paroki Kudus sampai akhirnya Jepara menjadi paroki sendiri. Dengan jumlah umat 1000an tersebar dari Keling sampai Mayong, gereja Katolik Jepara mengadakan Ekaristi harian pk. 6 pagi dan dua kali setiap Minggu pk. 7 pagi dan pk. 17 sore. Di belakang gedung gereja terdapat aktifitas pendidikan PAUD dan TK Kanisius yg menjadikan setiap paginya gereja selalu ramai. Di seberangnya ada SD Kanisius Jepara, yang merupakan salah satu sekolah swasta favorit di Jepara. Selanjutnya kami menikmati sarapan di RM H Isnan ke 6 menu sop campur khas Jepara, dan kami melanjutkan petualangan ke Kudus. Disopiri William dan dipinjami Toyota Fortuner 2017 VRZ hitam K 1396 FL, kami ber 4 menuju Kudus, sejauh 41 km dari Jepara.

Kami melewati Mayong, Prambatan, Kaliwungu, dan Purwogondo, sesuai daerah yang dahulu dilalui Pangeran Kalinyamat yang terluka parah dalam perjalanan dari Kudus ke Jepara, sebelum akhirnya meninggal karena serangan Arya Penangsang. Kudus saat ini lebih terkenal disebut Kota Kretek. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kretek atau keretek merupakan rokok yang tembakaunya dicampur serbuk cacahan cengkih. Sejarah kretek bermula di Kudus berkat Haji Djamhari, yang menemukan kretek ketika berusaha mengatasi sesak napasnya dengan minyak cengkih. Ia kemudian bereksperimen dengan mencampur bubuk cengkih dan tembakau, melintingkannya dengan “klobot” atau kulit kulit jagung. Lintingan tersebut dibakarnya sehingga menghasilkan bunyi khas “kretek.. kretek.. kretek…”. Inilah asal-usul nama kretek.

Namun demikian, kretek baru dikembangkan oleh Bapak Kretek Indonesia dari Kudus, yaitu Bapak Nitisemito, yang merintis kesuksesannya dari kegagalan di berbagai bidang. Lahir pada 1863, dimulai sebagai kusir dokar dan penjual tembakau. Setelah menikahi Nasilah, pembuat rokok kretek, pasangan ini mengembangkan usaha tersebut menjadi industri besar dengan merek Bal Tiga di Kudus. Meski buta huruf, Nitisemito terbukti jenius dalam bisnis kretek. Ia berhasil menerapkan manajemen modern dan pemasaran yang inovatif. Kesuksesannya membuatnya dikenal sebagai pengusaha pribumi sukses, bahkan Presiden Soekarno sering berkonsultasi dengannya pada masa perjuangan kemerdekaan Indonesia. Museum Kretek di Kudus saat ini sedang menjadi perbincangan netizen, karena menjadi lokasi syuting film serial Gadis Kretek. Pada tahun 1986, Museum Kretek diresmikan di atas lahan seluas 2,5 hektare, berkat inisiatif dari Soepardjo Rustam, Gubernur Jawa Tengah.

Berhenti di RS Ibu dan Anak (RSIA) Miriam di Jl. A. Yani 58 Kudus untuk menyapa Sr. Widianingsih, OP

Kami memasuki kota Kudus yang rindang langsung menuju Cynthia Cake and Tart Jl. Pemuda 90 Sleko Kudus. Di toko roti legendaris yang mempertahankan nuansa tradisional dengan banyak pembeli ini, kami belanja beberapa kue khas Kudus. Kami lanjut ke RS Ibu dan Anak (RSIA) Miriam di Jl. A. Yani 58 Kudus yang didirikan pada tahun 1977. Kami hendak menemui sahabat dari Klaten, yaitu Sr. Widianingsih, OP biarawati yang bekerja sebagai bidan di RSIA Miriam tersebut, yang mendapat bantuan dari Djarum Foundation dan telah berkembang menjadi salah satu rumah sakit terbaik di Kudus.

Selajutnya kami berpetualang ke Pati yang berjarak 24 km. Kota Pati didirikan saat Kerajaan Hindu Pajajaran di Jawa Barat mulai meredup dan pusat kekuasaan pindah ke Majapahit, di Trowulan, Jawa Timur. Pada saat Raja Majapahit adalah Brawijaya II, diutuslah Jaka Pekik dan putranya Jaka Suruh untuk menemui Kyai Ageng Pati, yang bernama Tambranegara agar menghadap ke ibukota Kerajaan Majapahit, yang tercatat pada tanggal 13 Desember 1323. Dengan data itu, diperkirakan bahwa pindahnya ibukota Kadipaten Pesantenan dari Desa Kemiri ke Desa Kaborongan dan kelak akan menjadi Kabupaten Pati itu terjadi pada 7 Agustus 1323, sehingga sekarang dinyatakan sebagai Hari Jadi Pati

Reuni dengan Dr. Eddy Mulyono, SpPD, teman seangkatan saat kuliah di FK UGM Yogyakarta tahun 1984 di istananya yang megah di Jl. Diponegoro 119A Pati.

Kami mengunjungi Dr. Eddy Mulyono, SpPD, teman seangkatan saat kuliah di FK UGM Yogyakarta tahun 1984. Kami disambut meriah di istananya yang megah di Jl. Diponegoro 119A Pati. Rumah bergaya Art deco dengan pilar2 yang besar, bulat, dan menjulang tinggi, membuat rumah 2 lantai tersebut nampak gagah, megah, dan berwibawa. Istrinya, Drg. Diah Handayani yang merupakan Ketua PDGI Cabang Pati dengan 65 dokter gigi anggota, memasakkan menu spesial lontong opor bagi kami yang datang berkunjung dan tidak pernah bertemu sejak lulus jadi dokter tahun 1991 dulu, sekitar 24 tahun kami berdua tidak pernah bertemu.

Reuni dengan Dr. Eddy Mulyono, SpPD, teman seangkatan saat kuliah di FK UGM Yogyakarta tahun 1984 di istananya yang megah di Jl. Diponegoro 119A Pati.

Setelah puas makan kenyang dan foto bersama, kami segera melanjutkan petualangan menjelajahi Pati dalam Lintasan Zaman. Setelah pamor pelabuhan Jepara menurun setelah VOC memindahkan markas kongsi dagangnya ke Semarang pada akhir abad 16, maka Pati mengambil perannya sebagai daerah transit perdagangan dengan mengembangkan Pelabuhan Juwana dan memanfaatkan posisi strategis pengiriman logistik melalui jalur darat dari Semarang ke timur menuju Surabaya. Setelah Gubernur Jenderal Daendels membangun jalan raya pos pada tahun 1808, posisi Pati menjadi daerah yang lebih strategis dibandingkan Jepara, dengan potensi ekonomi yang semakin tinggi, karena perdagangan rempah dan gula yang menjadi primadona komoditas ekspor Hindia Belanda. Terlebih lagi setelah ditemukannya sumber minyak di daerah Cepu, maka Pati dijadikan sebagai ibukota karesidenan yang membawahi Kudus, Jepara, Pati, Rembang dan Blora.

Sisa kejayaan ini masih dapat dinikmati sepanjang Jalan Panglima Sudirman yang membelah Kota Pati, dari barat sampai ke Alun Alun Pati dan ke timur terus ke arah Juwana, salah satu pelabuhan penting yang menopang laju ekonomi pada masa kolonial. Pati sejak jaman kolonial nampaknya sudah dirancang sebagai kota dengan orientasi sebagai pusat kegiatan politik dan  pendidikan. Hal ini tampak dari bangunan sekolah dan pemerintahan yang sudah ada sejak abad ke 19, lebih banyak dibandingkan dengan bangunan sebagai pusat perdagangan atau pertokoan. Hampir semua bangunan heritage bergaya art deco, terpusat di Jl. Jenderal Sudirman, dari barat dimulai dengan Gedung eks Karesidenan Pati yang berumur hampir 200 tahun, sisa kemegahan masih nampak nyata dapat kami nikmati. Ke arah timur dijumpai stasiun kereta api yang dulu digunakan pada rute Semarang ke Juwana, yang diresmikan pada 1884, tetapi saat ini hanya terlihat atapnya saja, karena berubah fungsi menjadi cafe. Masih ke arah timur terlihat gedung kantor pos dan telegrap sebagai tujuan utama dibangunnya Jalan Raya Pos Daendels. Bagian depan gedung yang masih terlihat lestari yaitu jendela dan pintu ukuran besar dan tinggi, yang pada jaman Belanda dulu merupakan Gedung sekolah Europeesche Lagere School (ELS).

Gedung Juang juga mewarnai deretan bangunan heritage sepanjang jalan Daendels, dulunya adalah bangunan kantin untuk para serdadu Belanda yang menikmati santap siang dan istirahatnya. Rute selanjutnya ke arah timur terdapat kompleks  militer, markas CPM, Polwil Pati, kejaksaan, rumah sakit tentara dan Kodim Pati yang menaungi batalion di Karesiden Pati. Bangunan ini dahulu digunakan sebagai Markas Batalion “K” dari Inggris, yang akhirnya sampai saat ini digunakan sebagai kode plat nomor kendaraan di wilayah Eks karesidenan Pati. Bangunan tersebut masih gagah dan terawat cukup detail lekuk bangunannya.

Kami kembali ke jalan Panglima Sudirman Pati untuk menikmati nuansa kolonial yang masih terlihat ke arah alun alun, sekolah, gedung biara Alverna, dan Rumah Sakit Bersalin Panti Rukmi, yang menunjukkan fungsi religi dan kemanusiaan sejak jaman itu. RSB Panti Rukmi saat ini tidak berfungsi lagi dan telah diubah menjadi rumah lansia. Panti lansia ini berada di bawah kendali Yayasan Suster Fransiskus Dina yang berkarya dibidang sosial kemasyarakatan dan pendidikan. Segera kami bergegas masuk ke Wisma Lansia Panti Rukmi, Pati untuk menemui Sr. Maria, SFD, seorang biarawati dan perawat teman seperjuangan dalam layanan kesehatan di Klinik Panti Usada Baciro Yogyakarta tahun 2014 dan pernah juga kami kunjungi dalam layanan selanjutnya di pedalaman Kalimantan Selatan, jauh dari Banjarbaru tahun 2017.

Di Wisma Lansia Panti Rukmi, Pati kami menemui Sr. Maria, SFD, seorang biarawati dan perawat teman seperjuangan dalam layanan kesehatan di Klinik Panti Usada Baciro Yogyakarta tahun 2014

Dari Rumah Lansia Panti Rukmi Pati, kami segera menuju Gua Maria Immaculata dan Bumi Persami Subasio Sani, Jl. Raya Tlogowungu, Pati. Selain mengucap syukur atas semua anugerah yang telah kami terima, kami juga memohon doa dan pendampingan dari Bunda Maria Ibu Yesus, agar mampu melanjutkan pelayanan bagi sesama. Kami juga mampir di rumah kusta di seberang Gua Maria Immaculata, untuk memberikan sedikit bingkisan bagi penderita penyakit kusta atau lepra yang dirawat di situ. Juga menunjukkan kepada dik Larasati yang sebentar lagi akan memasuki program profesi pendidikan dokter, agar melihat dengan mata kepala sendiri, kerusakan kulit, jari kaki, jari tangan dan hidung penderita kusta, yang selama ini hanya dilihatnya di e-book. Kusta atau lepra memang penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Lepra dan telah disebutkan dalam Alkitab.

Kerusakan jari tangan penderita kusta atau lepra yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium Lepra telah didokumentasikan oleh dik Larasati, tentu menambah pemahamannya sebagai calon dokter

Selanjutnya kami menempuh jalan pulang dari Pati ke Jepara, melalui jalur lain, tidak sama dengan saat kami berangkat. Kami lanjut pulang ke Jepara mengitari Gunung Muria yang menjulang di sebelah kiri jalan, memasuki Kecamatan Widarijaksa, Pati. Kami langsung berdiskusi hangat dengan dik Larasati, karena di situlah Dr. Setyaningrum yang melayani pasiennya dituntut, diadili, dan sempat divonis bersalah untuk dipenjara, karena pasien tersebut meninggal dunia saat mengalami syok anafilaksis pada tahun 1979. Berkat kegigihannya dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk para pengurus IDI, akhirnya pada 27 Juni 1984 dinyakan tidak bersalah, pada jenjang pengadilan tertinggi di Mahkamah Agung RI. Dengan kejadian di Wedarijaksa, Pati itulah mengapa setiap tanggal 27 Juni ditetapkan sebagai Hari Kesadaran Hukum Kedokter Indonesia, agar para dokter menyadari tentang konsekuensi legal atas semua layanan kedokteran yang dilakukannya. Juga profesinya selalu bersinggungan dengan hukum sehingga para dokter harus taat etika serta perundang-undangan yang ada. Para dokter wajib belajar dan mengambil manfaat dari pengalaman masa lalu atau kasus-kasus hukum kedokteran yang terjadi, serta tetap menjunjung tinggi etika profesi, sumpah profesi, kebutuhan, serta keselamatan pasien. Selain itu, juga menjaga spirit kesejawatan dalam dinamika masyarakat Indonesia yang heterogen dan turut serta dalam mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, serta sejahtera sesuai cita-cita bangsa. Juga para penegak hukum dan masyarakat diharapkan dapat lebih memahami bahwa masalah hukum kedokteran yang merupakan persinggungan antara disiplin hukum dan disiplin kedokteran, mempunyai dimensi yang sangat komplek.

e-poster Hari Kesadaran Hukum Kedokteran oleh PB IDI 2019, terinspirasi oleh kasus mediko-legal di Wedarijaksa, Pati

Selanjutnya kami memutari Gunung Muria untuk menuju Kecamatan Mlonggo dengan melewati Tayu, Kluwak, Kelet, Batealit, Tahunan, Kembang, dan Bangsri. Penjelajahan ini melwatai jalur yang mendaki, turunan tajam dan belok berulang dan aspal jalan yang tidak terlalu bagus, bahkan cenderung jelek. Rasanya karena Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Jepara tidak membangun terlebih dahulu selokan drainasi di kedua sisi jalan raya dengan banyak inlet di sepajang jalan kabupaten, sehingga air hujan menggerus berulang aspal jalan. Namun demikian pesona Kelet telah membuyarkan usulan tersebut, karena nama Kelet sangat legendaris.

bus Kencana double dekcer bermesin Scania K410iB nampak gagah di pinggir jalan Kelet, Jepara sebelum berangkat melaju ke Jakarta

Sebagai penggila bis (bus mania), petualangan melewati Kelet sangat mengasyikkan, karena banyak bis baru, besar dan bagus jurusan Jakarta, Surabaya, ataupun Denpasar ke Jepara hampir semuanya berakhir di Kelet. Bis terbaru adalah bus Kencana double dekcer bermesin Scania K410iB yang dijual oleh United Tractors, dibekali mesin 13.000 cc, 6-Silinder Segaris, Turbocharger, dan Intercooler. Bodi gagah garapan perusahaan karoseri Tentrem, Malang berseri Avante D2 yang diberi nama Kezia. Bus double decker Kezia itu melengkapi dua bus double decker PO Kencana yang juga memiliki nama unik dari anak-anak Toni (pemilik bis) lainnya yakni Valentino dan Emiliano. PO Kencana banyak dikenal karena fasilitasnya yang tak main-main. Mewah, mungkin adalah kata yang tepat untuk mendeskripsikannya. Dengan dominasi warna pink di badan luar bus, menjadikannya mudah dikenali. Selain itu, kami juga melihat bis gagah lainnya dari PO Sahalaah, Shantika, Haryanto, Bejeu, Muji Jaya, Mension, Gunung Harta, dan Jaya Utama Indo.

Didampingi Ibu Harlina melihat area produksi furniture tahap ketiga

Setelah sampai dengan selamat menjelang sore di Mlonggo, kami segera disuguhi menu soto Betawi yang lezat dan lanjut beristirahat sore. Pada malam pergantian tahun, kami menikmati menu bebaqaran ayam, udang, ikan kakap merah dan kembang api. Pada Senin pagi, 1 Januari 2024 kami diajak keliling areal pabrik furniture Mahkota Mulyo Mandiri, seluas hampir 2 ha.

Bapak Mulyono dan Ibu Harlina mengantar kami mengelilingi kopleks pabrik furniture

Bergaya memotong kayu dengan gergaji mesin di Mahkota Mulyo Furniture, Mlonggo, Jepara

Silakan mengunjungi :

https://www.mahkotamulyo.com/

Sebuah usaha keluarga yang luar biasa berkembang pesat dengan buyer furniture dari Spanyol, Belanda, USA dan Yunani. Selanjutnya kami mengunjungi Pantai Pailus Mlonggo, untuk melihat bekas usaha tambak udang keluarga Mulyono dan berwisata di pasir putih pantai, sambil menikmati lobster rebus yang gurih. Setelah makan siang, kami berdua segera pamit pulang ke Yogyakarta, dengan dik Larasati masih akan menginap semalam di situ, sebelum lanjut kembali ke Bandung untuk ujian blok terakhir di FK UKM Bandung, akan naik bis Nusantara SE.

Dik Larasati keliling kompleks produksi furniture dengan Moci, sebelum kembali ke Bandung

Fort Japara (XVI) atau Loji Gunung yang merupakan sebuah benteng peninggalan VOC Belanda di Jepara tahun 1613.

Senin, 1 Januari 2023 siang kami berdua dalam Honda Mobilio AB 1412 GH memulai perjalanan pulang dari Jepara ke Yogyakarta. Kami mampir, melihat, dan mengagumi Benteng VOC Japara, juga dikenal sebagai Fort Japara (XVI) atau Loji Gunung, yang merupakan sebuah benteng peninggalan VOC Belanda di Jepara, Jawa Tengah. Gerbang benteng ini merupakan bagian dari kawasan yang terdiri dari benteng, kompleks permakaman (yang diantaranya adalah Taman Makam Pahlawan Giri Dharma), dan sebuah hutan tanaman buah yag dikelola PT. Rimba Raya. Benteng dan kantor dagang VOC ini didirikan di Jepara pada 1613, karena kantornya yang ada di Gresik, Jawa Timur selalu mendapat gangguan dari para pedagang Islam madura dan Jawa Timur yang menentang sistem monopoli VOC.

Pada 1615, Sultan Agung dari Mataram memberikan izin kepada VOC untuk mendirikan loji sebagai kantor pewakilan dagang di Jepara. Loji itu selesai dibangun pada tahun 1618. Ketika Pemberontakan Trunajaya meletus, Letnan VOC Martinus van Ingen membuat peta daerah Jepara dan merencanakan penempatan 100 infanteri di Benteng VOC Jepara. Pemimpin Jepara saat itu, Ngabehi Wangsadipa, memberi VOC berupa lima pucuk meriam yang salah satunya dipasang di benteng itu. Pasukan Trunajaya berkali-kali menyerang benteng Jepara, tetapi selalu berakhir gagal. Benteng Jepara tetap digunakan oleh VOC Belanda sebagai konsesi dalam bentuk sewa yang diberikan Amangkurat II kepada VOC, atas usahanya dalam menumpas Pemberontakan Trunajaya.

Benteng ini menjadi pusat perdagangannya VOC di pantai utara Jawa, tetapi kemudian ditinggalkan perlahan pada 1697, ketika Semarang mulai menggantikan fungsi Jepara sebagai pusat perdangangan. Alasannya adalah karena pelabuhan Jepara mengalami pendangkalan yang disebabkan oleh sedimentasi lumpur yang dibawa oleh arus sungai dan binatang-binatang karang yang semakin berkembang. VOC juga mempertimbangkan keunggulan pelabuhan Semarang yang memiliki akses ke pedalaman Mataram di Surakarta. Pada 1707, VOC secara resmi memindahkan pusat kekuasaannya dari Jepara ke Semarang. Hal itu didasarkan pada perjanjian tanggal 31 Oktober 1707 antara VOC dengan Pakubuwana I selaku raja Kesultanan Mataram di Surakarta.

Alun-alun di pusat kota Demak

Selanjutnya kami menyusuri jalan Jepara Kudus yang padat kendaraan dan sampai di Kalinyamatan kami berbelok ke kanan menuju Welahan, untuk mencapai pusat kota Demak. Setelah berfoto sejenak di alun-alun Kota Demak sebagai Kota Wali, kami bergegas masuk ke komplkes Masjid Agung Demak yang diyakini dibangun tahun 1479 oleh Wali Sanga, penyebar agama Islam di Pulau Jawa, dengan sosok yang paling menonjol adalah Sunan Kalijaga, pada masa penguasa Kesultanan Demak pertama, Raden Patah pada abad ke-15. Di dalam lokasi kompleks masjid ini, terdapat beberapa makam raja-raja Kesultanan Demak termasuk di antaranya adalah Raden Patah yang merupakan raja pertama Kesultanan Demak dan para abdinya.

Gaya arsitektur Masjid Agung Demak adalah Jawa Kuno, yaitu perpaduan antara bentuk Joglo dan Limasan serta sedikit polesan arsitektur Persia pada keramik.

Dinding masjidnya tersusun dengan keramik dari Vietnam dan penggunaan keramik yang lebih dominan daripada batu, dianggap meniru masjid-masjid di Persia. Sunan Kalijaga membuat usulan untuk membuat tata kota berupa masjid, alun-alun, dan Keraton. Usulan itu disetujui oleh penguasa Kerajaan Demak, Raden Patah. Gaya arsitektur masjid adalah Jawa Kuno, yaitu perpaduan antara bentuk Joglo dan Limasan serta sedikit polesan arsitektur Persia pada keramik. Bentuk arsitekturalnya yang khas adalah atap tumpang, yaitu bentuk atap bertingkat 2, 3, atau 4 yang makin ke atas makin mengecil dan diakhiri dengan kemuncak. Salah satu dari 4 buah tiang utama masjid tersebut berasal dari serpihan-serpihan kayu, sehingga dinamai saka tatal. Atap masjid berbentuk limas bersusun tiga jadi gambaran akidah Islam yakni Iman, Islam, dan Ihsan.

Kelenteng Hok Tek Bio atau Vihara Budhi Luhur, di dekat Alun-alun Demak, Jawa Tengah

Selanjutnya kami menyeberangi jalan dan menuju ke Jl. Siwalan nomer 3 Demak, untuk melihat Kelenteng Hok Tek Bio atau disebut juga Vihara Budhi Luhur, yang menjadi tempat ibadah umat Konghucu, sekaligus objek wisata karena memiliki altar cantik, beserta ukiran kayu warna-warni. Bangunan kelenteng ini menghadap ke arah barat, arah yang paling dekat ke pinggir laut, yaitu sekitar 15 km ke arah Bonang, area yang di jaman dahulu pernah menjadi salah satu pelabuhan milik Kesultanan Demak Bintoro. Pelabuhan Demak satunya lagi, yang merupakan pelabuhan bagi berlabuhnya kapal-kapal militer, berada di sekitar Teluk Wetan, Jepara.

Dari Demak kami segera melanjutkan penjelajahan untun mencapai Jatingaleh, Kota Semarang. Kami menemui mbak Ratri dan mas Arief AW di rumahnya, karena keduanya teman sekelas di SMP Bruderan Purworejo, Kedu, Jawa Tengah, yang sudah 38 tahun tidak pernah bertemu lagi, semenjak lulus SMP. Perjumpaan yang sangat membahagiakan dan mengagetkan, karena postur fisik mas Arief yang sudah sangat berbeda jauh dan membuat kami tidak mampu lagi mengenalinya. Beruntunglah mbak Ratri yang tinggi menjulang masih tidak banyak berubah, sehingga sebutan genter (galah dari bambu untuk memetik buah di pohon yang tinggi) yang disandangnya sejak SMP, masih dapat kami kenali. Dalam perbincangan yang hangat, berbagi kabar antar kami, dan reuni tipis yang membahagikan, kenangan atmosfer Purworejo terasa nyata. Selanjutnya kami pamit untuk pulang ke Yogyakarta dan akan mampir sejenak ke Tuntang, untuk berdevosi kepada Bunda Maria sesuai masukan mas Arief AW.

Reuni dengan mbak Ratri dan mas Arief AW, teman semasa belajar di SMP Bruderan Purworejo di rumahnya Jatingaleh, Semarang

Rosa Mystica (atau Mawar Mistik) adalah gelar puitis untuk Bunda Maria, Ibu Yesus Kristus. Salah satu bentuk devosi Maria adalah memanjatkan doa Perawan Maria dengan memanggilnya menggunakan litani dengan berbagai judul, dan judul ‘Mawar Mistik’ terdapat dalam Litani Loreto. Ini juga merupakan gelar Katolik Bunda Maria berdasarkan penampakan Maria yang terjadi antara tahun 1947 dan 1966 oleh Pierina Gilli di Montichiari dan Fontanelle, di Italia. Sejarah Rosa Mystica dimulai pada tahun 1531, saat Bunda Allah menampakkan diri kepada Juan Diego di Bukit Tepeyac di Meksiko dan melakukan “keajaiban mawar” sebagai bukti kehadirannya kepada Uskup Zumarraga. Mawar tidak pernah tumbuh di daerah berbatu itu. Terlebih lagi, ketika dalam keterkejutan mereka, para pelayan uskup mencoba memetik dan mengambil beberapa di antara bunga-bunga itu dari tilmanya, mereka tidak dapat melakukannya karena bunga-bunga itu bukanlah bunga mawar yang mereka sentuh, tetapi seolah-olah bunga-bunga itu adalah mawar yang dicat atau disulam, sehingga disebut “mawar mistik”.

Gua Maria Rosa Mystica di Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang.

Gua Maria Rosa Mystica memberikan keheningan untuk berdoa, berdevosi dan berucap syukur sembari menenangkan diri, berlokasi di Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Oleh karena berlokasi cukup jauh dari keramaian, Gua Maria Rosa Mystica memberi kedamaian tersendiri saat berdoa. Setelah puas berdoa dan berucap syukur atas semua rahmat yang kami terima sepanjang tahun 2023, kami memohon pendampingan untuk semua layanan yang harus kami lakukan sepanjang tahun 2024.

Kemudian kami segera bergegas pulang, sebelum hujan lebat mengguyur jalanan untuk mencapai rumah kami di Timoho Yogyakarta menjelang pk. 21. Terimakasih kami haturkan kepada segenap sponsor pendungkung kegiatan, sehingga penjelajahan ke Jepara dan sekitar Gunung Muria telah dapat kami jalani. Sampai ketemu lagi dalam petualangan selanjutnya.

Terimakasih dan Berkah Dalem

Senin, 2 Januari 2024

Categories
anak COVID-19 dokter Healthy Life vaksinasi

2023 Penangan COVID-18 pascapandemi

PENANGAN COVID-19  PASCA  PANDEMI

fx. wikan indrarto

Tulisan ini dimuat di Harian Nasional Kompas edisi cetak halaman 7 Kolom Opini pada hari Kamis, 23 November 2023.

https://www.kompas.id/baca/opini/2023/11/22/penanganan-covid-19-pascapandemi

Pada Jumat, 10 November 2023 WHO telah memperbaharui pedoman penanganan dan terapi COVID-19, setelah stetatus pandemi dicabut. Pedoman ini adalah rekomendasi untuk pasien dengan COVID-19 yang tidak parah, yang merupakan pembaruan ke-13. Apa yang menarik?

.

WHO masih merekomendasikan pemakaian masker sebagai alat utama melawan COVID-19. Penggunaan masker tetap direkomendasikan untuk masyarakat dalam situasi tertentu, misalnya di dalam areal RS, terlepas dari situasi epidemiologi wilayah setempat, mengingat penyebaran COVID-19 secara global saat ini masih ada. Penggunaan masker disarankan dilakukan setelah seseorang terpapar COVID-19, ketika seseorang mengidap atau mencurigai dirinya mengidap COVID-19, ketika seseorang berisiko tinggi terkena COVID-19 parah, dan bagi siapa saja yang berada di ruangan yang ramai, tertutup, atau berventilasi buruk. Sebelumnya, rekomendasi WHO tentang masker didasarkan pada situasi epidemiologi wilayah setempat.

.

Rekomendasi juga tentang pengurangan masa isolasi mandiri pasien COVID-19. Untuk pasien dengan gejala, pedoman baru menyarankan isolasi 10 hari sejak hari timbulnya gejala. Sebelumnya, WHO menyarankan agar pasien dipulangkan dari RS 10 hari setelah timbulnya gejala, ditambah setidaknya tiga hari tambahan sejak gejalanya hilang. Bagi mereka yang dinyatakan positif COVID-19 tetapi tidak menunjukkan tanda atau gejalaapa pun, WHO kini menyarankan isolasi cukup 5 hari saja, tidak harus selama 10 hari seperti rekomendasi sebelumnya. Pasien dapat dipulangkan dari isolasi di RS lebih awal, jika hasil tesnya negatif pada tes cepat berbasis antigen. Isolasi terhadap orang yang mengidap COVID-19 merupakan langkah penting dalam mencegah orang lain tertular. Hal ini dapat dilakukan di rumah atau di fasilitas khusus, seperti rumah sakit atau klinik.

.

baca juga : 2023 Pedoman Baru Melawan COVID-19

.

Bukti menunjukkan bahwa orang yang tidak memiliki gejala klinis, jauh lebih kecil kemungkinannya untuk menularkan virus, dibandingkan mereka yang memiliki gejala. Meskipun tingkat kepastiannya sangat rendah, bukti juga menunjukkan bahwa orang yang dipulangkan pada hari ke 5 setelah timbulnya gejala, berisiko menularkan penyakit masih tiga kali lebih banyak, dibandingkan mereka yang dipulangkan pada hari ke 10.

.

Varian virus COVID-19 yang ada saat ini cenderung menyebabkan penyakit yang lebih ringan sementara tingkat kekebalan tubuh lebih tinggi karena vaksinasi, sehingga telah mampu menurunkan risiko penyakit parah dan kematian bagi sebagian besar pasien. Panduan WHO terbaru mencakup tingkat risiko memerlukan rawat inap di rumah sakit, pada pasien dengan COVID-19. Perkiraan risiko akan membantu dokter dan tenaga profesional layanan kesehatan untuk mengidentifikasi pasien yang berisiko tinggi, sedang, atau rendah untuk dirawat inap di rumah sakit, dan mendapatkan pengobatan sesuai dengan pedoman WHO.

.

Risiko tinggi dirawat inap adalah orang yang mengalami imunosupresi jika tertular COVID-19, dengan perkiraan tingkat rawat inap sebesar 6%. Kategori risiko sedang mencakup orang yang sebelumnya dianggap berisiko tinggi, termasuk orang lanjut usia berusia di atas 65 tahun dan atau mereka yang memiliki kondisi penyakit kronis seperti obesitas, diabetes, penyakit paru obstruktif kronik, penyakit ginjal atau hati, kanker, dan penyandang disabilitas, dengan perkiraan tingkat rawat inap sebesar 3%. Sedangkan risiko rendah adalah orang yang tidak termasuk dalam kategori risiko tinggi atau sedang untuk dirawat di rumah sakit (0,5%). Kebanyakan orang berisiko rendah.

.

Pengobatan untuk orang terinfeksi COVID-19 yang tidak parah direkomendasikan menggunakan kombinasi nirmatrelvir dengan ritonavir (juga dikenal dengan merek dagangnya ‘Paxlovid’), yaitu orang yang berisiko tinggi dan sedang untuk dirawat di rumah sakit. Rekomendasi tersebut menyatakan bahwa nirmatrelvir-ritonavir dianggap sebagai pilihan terbaik bagi sebagian besar pasien yang memenuhi syarat, mengingat manfaat terapeutiknya, kemudahan pemberiannya, dan lebih sedikit kekhawatiran mengenai potensi bahayanya. Nirmatrelvir-ritonavir pertama kali direkomendasikan WHO pada April 2022. Jika nirmatrelvir-ritonavir tidak tersedia untuk pasien berisiko tinggi dirawat di rumah sakit, WHO menyarankan penggunaan molnupiravir atau remdesivir. Namun demikian,  molnupiravir dan remdesivir tidak boleh digunakan untuk pasien dengan risiko sedang, mengingat potensi bahayanya lebih besar daripada manfaat. Bahkan bagi orang yang berisiko rendah untuk dirawat di rumah sakit, WHO tidak merekomendasikan terapi antivirus jenis apa pun. Gejala seperti demam dan nyeri dapat diatasi dengan obat analgesik seperti parasetamol.

.

WHO juga merekomendasikan untuk tidak menggunakan antivirus baru (VV116) pada pasien, kecuali dalam uji klinis. Sebaliknya, rekomendasi  penggunaan ivermectin untuk pasien dengan COVID-19 yang tidak parah tetap berlaku. WHO terus menyarankan bahwa pada pasien dengan COVID-19 yang parah atau kritis, ivermectin hanya boleh digunakan dalam uji klinis saja. WHO memberikan rekomendasi yang kuat dua obat lain untuk  COVID-19, yaitu sotrovimab dan casirivimab-imdevimab. Obat antibodi monoklonal ini kurang atau berkurang aktivitasnya melawan varian virus yang beredar saat ini. Saat ini terdapat 6 pilihan pengobatan yang terbukti untuk pasien COVID-19, tiga pilihan pengobatan mencegah rawat inap pada orang yang berisiko tinggi dan tiga pilihan pengobatan yang menyelamatkan nyawa pasien dengan penyakit parah atau kritis. Kecuali kortikosteroid, akses terhadap obat yang lain masih belum memuaskan secara global.

.

Sudahkah kita bertindak bijak dalam pengobatan COVID-19 paska pandemi?

Sekian

Yogyakarta, 18 November 2023

*) Dokter spesialis anak di RS Panti Rapih Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161

wa.me/
wa.me
Halo, ada yang dapat dibantu?