Categories
COVID-19 dokter Healthy Life medicolegal

2019 Hukum bagi dokter

Hasil gambar untuk hukum bagi dokter

HUKUM  BAGI  DOKTER

fx. wikan indrarto*)

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) telah mencanangkan bahwa 27 Juni sebagai Hari Kesadaran Hukum Kedokteran. Hal ini terkait bahwa pada 27 Juni 1984 Mahkamah Agung mengeluarkan putusan yang membebaskan Dr. Setyaningrum di Puskesmas Wedarijaksa, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dari segala tuntutan hukum atas dugaan malapraktik, yang mengakibatkan seorang pasien meninggal dunia. Apa yang sebaiknya kita pelajari?

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/05/13/2019-peran-lengkap-dokter/

.

Sejarah layanan penyembuhan sudah setua manusia itu sendiri. Bentuk layanan penyembuhan, aturan, dan sistem hukumnya juga ikut berubah, sesuai dengan perkembangan waktu. Dimulai dari sumpah Hiprocrates (Yunani Kuno), kemudian kodifikasi etik kedokteran pada sekitar Perang Dunia, Hukum Positif pada dekade tahun 1950-60, ‘Medico Industrial Compleks’ pada era industri, dan terakhir berupa sistem pembiayaan kesehatan.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/04/27/2019-sisi-buruh-dokter/

.

Hippokrates yang hidup tahun 460-370 SM adalah seorang tabib atau dokter jaman Yunani kuno, yang dikenal sebagai “Bapak Kedokteran” dan salah satu murid dari Herodikus. Tulisan hasil karyanya yang dikenal dengan Corpus Hippocraticum, telah mengikis habis semua pemikiran takhyul masyarakat Yunani kuno, mengenai penyakit yang datang dari ilah-ilah yang membalas dendam. Sumpah Hippokrates (Hippocratic oath) adalah sumpah yang secara tradisional diucapkan demi para dewa dalam mitologi Yunani kuno, yaitu Apollo, Asclepius, Hygieia dan Panaceia. Sumpah Hippokrates adalah rambu tentang etika yang harus dijunjung tinggi para dokter, saat melakukan praktik profesi penyembuhan. Sampai sekarang, beberapa bagian sumpah Hippokrates dan aturan etika lisan yang ketat mengatur tersebut telah dihilangkan atau diubah sejalan dengan berjalannya waktu.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/04/24/2019-dokter-digital/

.

Aturan yang mengatur profesi dokter lebih ketat dan tertulis berikutnya adalah “Code of Medical Ethics”. Kode Etik Kedokteran Indonesia terbaru disahkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) tahun  tahun 2013, sesuai dengan UU Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran, UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, UU Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit, UU nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan UU Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), maupun pelbagai perundang-undangan lainnya yang mengatur profesi kedokteran. Revisi dengan penekanan ketat norma yang lebih hirarkis, yang ditunjukkan dengan kata “wajib” atau “dilarang” dan “seharusnya” atau “seyogyanya”. Sebagai contoh adalah seorang dokter wajib selalu melakukan pengambilan keputusan profesional secara independen dan mempertahankan perilaku profesional dalam ukuran tertinggi.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/02/13/2019-etika-profesi-dokter/

.

Setelah etika, rambu yang mengatur profesi dokter berikutnya adalah hukum, baik Sistem Hukum Kodifikasi (Eropa Kontinental) maupun Sistem Hukum Kebiasaan (Common Law System). Dalam hukum kesehatan (Public Health Law) telah diatur tentang hubungan hukum dalam layanan kesehatan antara petugas kesehatan, yaitu dokter, rumah sakit, puskemas dan tenaga kesehatan lain dengan pasien. Baik sistem hukum kodifikasi maupun sistem hukum kebiasaan, hukum kesehatan mempunyai obyek yang sama, yaitu pasien. Hukum yang melindungi pasien inilah yang merupakan obyek atau inti satu-satunya dalam sistem hukum kesehatan internasional, yang bertumpu pada asas ”the enjoyment of the highest annainable standard of health is amount of the fundamented rights of every human being” (kesehatan merupakan salah satu dasar keberadaan dari setiap orang).

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/02/11/2019-dokter-virtual/

.

Layanan dokter pada dekade berikutnya justru lebih banyak diatur oleh ‘Medico Industrial Compleks’ atau kerjasama dokter dengan perusahaan yang memasok produk kesehatan, untuk meraih keuntungan. Konsep ini pertama kali dikembangkan oleh Barbara dan John Ehrenreich dalam ‘Bulletin of the Health Policy Advisory Center’ tahun 1970 dengan judul “The Medical Industrial Complex” dan ulasan dalam New England Journal of Medicine (4 November 1971, 285: 1095). Konsep ini kemudian dipopulerkan pada tahun 1980 oleh Arnold S. Relman dalam sebuah makalah berjudul “The New Medical-Industrial Complex.” Relman mencurigai adanya potensi besar untuk mempengaruhi kebijakan dokter dalam layanan kesehatan. Selain itu, pengelolaan RS juga lebih banyak dilakukan oleh ahli bisnis daripada profesional medis, bahkan prioritas bantuan dana yang terus meningkat ditujukan untuk dokter dalam layanan medis (providing services), bukan pada dokter dalam penelitian medis (medical research). Selanjutnya, layanan dokter disorot terus-menerus, termasuk oleh John Ehrenreich dalam “Third Wave Capitalism: How Money, Power, and the Pursuit of Self-Interest have Imperiled the American Dream” (Cornell University Press, May 2016).

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/12/06/2018-bisnis-medis-dokter/

.

Rambu layanan dokter terbaru dikeluarkan oleh World Health Organization (WHO) pada tahun 2009, berupa sistem pembiayaan kesehatan. Pembiayaan baru berpola ‘Health Insurance’ untuk menggantikan sistem lama, yaitu  ‘Fee for Service’. Kelemahan sistem ‘Fee for Service’ adalah terbukanya peluang bagi dokter untuk memanfaatkan ‘Agency Relationship’, dimana dokter mendapat imbalan untuk pelayanan yang diberikannya kepada pasien, yang besar-kecilnya ditentukan dari negosiasi, termasuk dipengaruhi oleh ‘Medico Industrial Compleks’. Sebaliknya, pada sistem ‘Health Insurance’ pembayaran dilakukan oleh pihak ketiga atau pihak asuransi. Sistem pembiayaan kesehatan dalam era JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) di Indonesia disebut ‘kapitasi’ untuk dokter umum di layanan primer dan ‘case-mix’ untuk dokter spesialis di RS (Rumah Sakit) layanan sekunder atau tersier, sehingga rambu ini dapat menekan pengaruh ‘Medico Industrial Compleks’.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/11/07/2018-dokter-pahlawan/

.


Momentum Hari Kesadaran Hukum Kedokteran Kamis, 27 Juni 2019, menyadarkan kita bahwa layanan medis oleh dokter kepada pasien hakekatnya adalah mulia. Tanpa rambu dan hukum yang tegas, hakekat mulia dapat pudar karena sikap dan perilaku dokter yang menyimpang. Para dokter diharapkan semakin menyadari bahwa profesinya selalu bersinggungan dengan sisi hukum, etika, sumpah profesi, spirit kesejawatan, kebutuhan dan keselamatan pasien.

Sudahkah para dokter bertindak bijak?

Sekian

Yogyakarta, 26 Juni 2019

*) Dokter spesialis anak di RS Panti Rapih Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, pengajar di FK UKDW, WA: 081227280161, e-mail : fxwikan_indrarto@yahoo.com

Categories
Istanbul

2019 Hari Kemanan Pangan Sedunia

Hasil gambar untuk hari keamanan pangan

HARI  KEAMANAN  PANGAN

fx. wikan indrarto*)

Pada Hari Keamanan Pangan Sedunia (World Food Safety Day) hari Rabu, 5 Juni 2019, di Kopenhagen, Denmark dilaporkan adanya 23 juta orang jatuh sakit akibat makanan yang tidak aman setiap tahun di Eropa. Data itu hanyalah puncak gunung es, karena di negara berkembang tentu saja lebih banyak. Apa yang perlu dicermati?

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/10/15/2018-hari-pangan-sedunia/

.

Setiap menit, sekitar 44 orang jatuh sakit karena makan makanan yang terkontaminasi, dan diperkirakan 4.700 orang per tahun meninggal. Data terbaru ini adalah laporan yang berjudul “The burden of foodborne diseases in the European Region”. Hari Keamanan Pangan Sedunia yang pertama memiliki tema “Keamanan Pangan, urusan semua orang”. Hari tersebut ditujukan untuk meningkatkan kesadaran dan mempromosikan keamanan pangan. Selain itu, juga memberikan kesempatan bagi konsumen, produsen dan pemerintah untuk fokus pada peningkatan kesadaran dan tindakan mempromosikan pangan yang aman.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/12/26/2018-diet-sehat/

.

Setiap negara di dunia telah melaporkan adanya penyakit bawaan makanan (foodborne illnesses), dan wilayah Eropa tidak terkecuali. Skala tantangan yang ditimbulkan oleh penyakit bawaan makanan ternyata sangat mencolok, yang mampu menyadarkan kita semua akan pentingnya mencegah dan mengurangi risiko buruk, terkait keamanan pangan.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/09/21/2018-kelaparan-global/

.

Makanan adalah urusan global dengan rantai makanan yang melibatkan semua negara atau ibaratnya membungkus planet ini. Makanan dapat dengan mudah mengandung bahan-bahan dari berbagai benua dan keamanannya tergantung pada kolaborasi internasional. Hari Keamanan Pangan Dunia adalah kesempatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, untuk menyerukan kepada semua pemerintah dalam memperkuat sistem yang menjamin keamanan dan kesehatan pangan secara lintas sektor dan di seluruh dunia.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/08/29/2018-donasi-gempa-lombok/

.

Makanan yang tidak aman bertanggung jawab atas jutaan hari sakit yang berhubungan dengan 15 juta kasus infeksi norovirus. Kadang dapat menyebabkan penyakit infeksi yang berkepanjangan atau parah, memerlukan rawat inap di RS dan bahkan kematian pasien. Beban keseluruhan penyakit bawaan makanan di Eropa diperkirakan 413.020 disability-adjusted life-years, yang berarti jumlah tahun di mana kehidupan seseorang dipengaruhi oleh suatu penyakit.

.

Berbagai jenis bakteri, virus, parasit, dan bahan kimia pada makanan berpotensi menimbulkan konsekuensi serius, tidak hanya bagi kesehatan manusia, tetapi juga bagi ekonomi dan lingkungan. Menurut perkiraan, penyebab paling umum dari penyakit bawaan makanan adalah kuman penyebab penyakit diare. Kuman yang paling umum adalah norovirus dengan perkiraan 15 juta kasus dan diikuti oleh bakteri Campylobacter spp., yang bertanggung jawab atas hampir 5 juta kasus. Namun demikian, bakteri Salmonella spp. non-tipus menyebabkan sebagian besar kematian pasien. Penyebab utama kematian lainnya adalah bakteri Campylobacter spp., Norovirus, Listeria monocytogenes dan Echinococcus multilocularis.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/03/21/2019-menumpas-hepatitis/

.

Secara keseluruhan di wilayah Eropa, penyakit diare bertanggung jawab atas 94% penyakit bawaan makanan, 63% kematian terkait, dan 57% dari beban penyakit. Salmonellosis dan campylobacteriosis adalah penyakit bawaan makanan yang paling sering dilaporkan, bahkan penyakit ini tersebar di seluruh Wilayah Eropa dan ditularkan dari hewan ternak. Penyakit bawaan makanan lainnya yang ditularkan oleh hewan, seperti brucellosis, adalah masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di beberapa daerah lain, terutama di sekitar Laut Mediterania. Penyakit dari parasit hewan, seperti trikinelosis dan echinococcosis, juga harus menjadi perhatian kita semua.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/05/28/2018-hapus-tifus/

.

Makanan adalah suatu faktor yang tidak pernah dipikirkan orang sebelum terjadi masalah, namun banyaknya jumlah orang yang mengalami kesakitan karena penyakit bawaan makanan, menjadi hal yang tidak dapat diterima. Apalagi yang disertai dengan konsekuensi serius, terutama bagi mereka yang sangat muda, yaitu bayi dan balita, dan sangat tua, yaitu lansia. Untuk itu, diperlukan perhatian khusus akan keamanan dan keselamatan pangan, yang diasumsikan berdasarkan pada hubungan kepercayaan yang baik antara konsumen, pemerintah dan produsen makanan. Saat ini tim yang mendukung keamanan pangan terdiri dari dokter hewan, pengawas keamanan makanan, kebersihan bahan makanan, teknisi laboratorium, dan petani. Pada hal, sebenarnya setiap orang yang menyiapkan makanan, baik untuk diri mereka sendiri atau keluarga mereka, juga bertanggung jawab atas keamanan makanan.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/01/15/susu-dan-tifus/

.

Hari Keamanan Pangan Dunia yang baru, diciptakan melalui resolusi yang diadopsi di Majelis Umum PBB. Untuk mempromosikan Hari Keamanan Pangan Dunia, WHO bekerja bersama dengan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) dan Codex Alimentarius. Codex Alimentarius adalah organisasi global yang mendukung keamanan pangan dengan kumpulan standar, pedoman, dan kode etik praktik yang ditetapkan oleh WHO dan FAO, untuk melindungi kesehatan konsumen dan mempromosikan praktik yang adil dalam perdagangan makanan..

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/06/09/2018-tradisi-mudik/

.

Momentum Mudik Lebaran 2019 dengan berbagai menu makanan di sekitar kita, mengingatkan kita akan Hari Keamanan Pangan Dunia. Dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya keamanan pangan, kita dapat berkontribusi dalam menggunakan media sosial dengan tagar #WorldFoodSafetyDay dan #FoodSafety.

Apakah kita sudah bijak?

Sekian

Yogyakarta, 8 Juni 2019

*) Pemudik jarak dekat, dokter spesialis anak di RS Panti Rapih, Lektor di FK UKDW, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161

Categories
Istanbul

2019 Hoaks Medis

HOAKS  MEDIS : efek bagi publik dan dunia kesehatan.

fx. wikan indrarto*)

Materi ini disampaikan pada Kuliah Umum Magister Ilmu Komunikasi, di Gedung Pascasarjana Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), pada hari Sabtu, 15 Juni 2019, atas kebaikan Kepala Prodi Magister Ilmu Komunikasi UAJY, Bapak Dr. Lukas Suryanto Ispandriarno, M.A.

.

Hoax atau hoaks (https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/hoaks) adalah berita bohong yang sengaja dibuat dan disebarkan. Hoax berasal dari kata ‘hocus’ (Bahasa Yunani) yang bermakna mencurangi atau memaksakan. Apa yang sebaiknya kita cermati?

.

Hasil gambar untuk hoaks medis

.

Menurut data Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO), pada tahun 2018 hoaks medis (5,92%) adalah topik hoaks yang paling banyak tersebar ketiga di Indonesia, setelah hoahs bidang politik (49,94%) dan agama (19,94%). Jenis isi hoaks medis terbanyak meliputi metode pengobatan yang menyesatkan, gerakan antivaksin, dan ancaman penyakit mengerikan. Pada hal, hasil riset DailySocial.id dan JakPat tahun 2018, sebanyak 44,19% orang Indonesia belum mampu mendeteksi hoaks. Sebenarnya hoaks di bidang apapun memiliki beberapa ciri yang mudah dikenali, yaitu berlebihan, bertentangan dengan nilai umum (anti-mainstream), penuh ancaman, dan motivasinya komersial.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/12/06/2018-bisnis-medis-dokter/

.

Ketua Dewan Pers Indonesia Yosep Stanley Adi Prasetyo mengatakan, 95 persen atau mayoritas isu kesehatan yang tersebar di Whatsapp merupakan berita bohong alias hoaks. Hal itu disampaikan pada acara Kongres Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, hari Jumat, 16 November 2018. Selain itu, detikHealth pada hari Rabu, 20 Februari 2019 memuat 10 Hoaks Kesehatan yang sering beredar, selalu diulang, dan tidak ada matinya di Whatsapp dan Facebook. Isinya adalah main ponsel di tempat gelap sebabkan tumor mata, ulat mangga mematikan, MSG berbahaya untuk otak, mie instan sebabkan kanker, kopi campur durian bahaya, bahaya pemanis buatan aspartame, tusukan jarum atasi stroke, mandi air dingin picu stroke, vaksin HPV picu menopause dini, dan sakit jantung karena tidak kencing malam. Dampak buruk hoaks adalah keterlambatan pasien datang berobat, diagnosis ditegakkan, terapi dini dimulai dan penolakan akan nasehat dokter.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/09/06/2018-etika-biomedis-jkn/

.

Hoaks bertujuan memanipulasi kebenaran, dalam hal ini aspek kesehatan dimanipulasi untuk tujuan tertentu. Dari sisi pembuat hoaks, kesehatan adalah ladang yang cukup subur untuk memanen hasil finansial, karena rendahnya pengetahuan orang Indonesia dengan budaya literasi yang rendah, termasuk tentang kesehatan. Di Indonesia, hoaks diprediksi dapat menghasilkan keuntungan sampai Rp. 700 juta per tahun, sedangkan di luar negeri, dapat mencapai $ 200.000. Hoaks medis hampir selalu mengkambinghitamkan dokter, tenaga kesehatan lainnya, dan industri farmasi.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/05/13/2019-peran-lengkap-dokter/

.

Hoaks di dalam lingkup internal para dokter perlu juga dicermati, karena terkait dengan etika kedokteran. Topik etika paling menonjol adalah saat Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) menyimpulkan bahwa Dr. TAP, penemu dan penerap metode cuci otak (brain flushing) melakukan pelanggaran etik. Terapi Digital Substraction Angiogram (DSA), metode cuci otak, atau ‘bran washing’ ini, mengingatkan kita semua akan banyak hal. Selain aspek etika kedokteran, juga aspek bukti klinis yang wajib diketahui oleh dokter untuk menangkal hoaks, sebelum sebuah intervensi medis yang baru dapat diterapkan kepada para pasien.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/02/13/2019-etika-profesi-dokter/
.

Aspek kedokteran berbasis bukti (evidence-based medicine) terkait dengan jasa besar William Aaron Silverman (23 Oktober 1917 – 16 Desember 2004), yaitu seorang dokter Amerika Serikat yang memberikan kontribusi penting untuk ilmu neonatologi (bayi baru lahir). Dia pengajar di Columbia University College of Physicians and Surgeons di New York dan menjabat sebagai direktur medis unit perawatan intensif neonatal di Columbia-Presbyterian Medical Center, juga di New York, AS. Silverman memiliki dugaan atau hipotesis bahwa kebutaan pada bayi karena kelainan mata retinopati prematuritas terkait dengan konsentrasi oksigen yang tinggi, yang diberikan pada bayi prematur. Melalui keterlibatannya dalam kisah tragis ‘retrolental fibroplasia’, istilah lama sebelum resmi disebut retinopati prematuritas, Silverman juga berhasil mengatasi kelemahan dalam metodologi penelitian klinis.

.

baca juga :https://dokterwikan.wordpress.com/2018/04/04/2018-pelanggaran-etika-kedokteran/

.


Pada awal karirnya, ia telah melakukan uji klinik penggunaan Adreno Corticotropic Hormone (ACTH), dalam mengobati retinopati prematuritas. Pada tahun 1949, Silverman dan Richard Day menggunakan ACTH pada 31 bayi dengan tanda-tanda awal fibroplasia retrolental. Dua puluh lima dari bayi tersebut dapat melihat dan tidak buta. Meskipun hasil penelitian tampaknya mendukung ACTH sebagai pengobatan yang efektif untuk kondisi ini, para peneliti di Fakultas Kedokteran Universitas Johns Hopkins di Baltimore, Maryland, AS menyangkal hubungan ini. Meskipun Silverman dan Day meyakini bahwa ACTH adalah pengobatan yang tepat, tetapi mereka merasa berkewajiban untuk tunduk pada metodologi penelitian yang benar.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/09/06/2018-etika-biomedis-jkn/

 
.

Akhirnya mereka mendapat izin untuk melakukan penelitian yang belum pernah terjadi sebelumnya, yaitu uji klinis terkontrol acak yang dilakukan pada neonatus atau bayi baru lahir. Temuan baru mereka pada uji klinik ternyata memutarbalikkan fakta sebelumnya. Sepertiga dari bayi yang diobati ACTH justru menjadi buta, tetapi hanya seperlima yang buta dari kelompok kontrol yang tidak diberikan perlakuan, pada pertengahan 1950-an. Pengalaman dengan ACTH membuat kesan yang kuat pada pendirian Silverman, yang menjadi bersikukuh bahwa bukti ilmiah yang kuat harus memandu semua keputusan medis. Epidemiolog David Sackett dari University of Illinois College of Medicine, USA, menyebutkan bahwa Silverman adalah pelopor dalam kedokteran berbasis bukti (evidence-based medicine).  

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2017/07/03/etika-imunisasi/

.

Pada tahun 2003, Yayasan Amerika untuk Orang Buta (American Foundation for the Blind) menghadiahkan penghargaan tertinggi, Medali Migel, kepada Silverman. Persatuan Dokter Spesialis Anak (American Academy of Pediatrics) juga menghormatinya pada tahun 2006 dengan menciptakan ‘William A. Silverman Lectureship’. Semuanya diberikan atas integritas ilmiah dan kepatuhannya kepada aspek kedokteran berbasis bukti (evidence-based medicine).

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/05/13/2019-peran-lengkap-dokter/

.

Secara etika, semua dokter harus jujur dan secara berhati-hati menyampaikan kepada masyarakat, bahwa metode intervensi yang dilakukannya masih dalam taraf uji klinik, sehingga tidak boleh menarik imbal jasa kepada pasien. Testimoni yang menyebutkan bahwa metode DSA oleh Dr. TAP telah mengatasi masalah stroke sejak tahun 2005 pada sekitar 40.000 pasien, bahkan tidak banyak muncul komplain dari masyarakat, sebenarnya bukanlah bukti kevalidan sebuah metode kedokteran yang baru.

.

baca juga :https://dokterwikan.wordpress.com/2018/11/14/2018-tarif-tunggal-jkn/

.

Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) no 19 tahun 2016 Tentang Jaminan Kesehatan, serta berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) no 23 tahun 2017, tentang Pelayanan Kesehatan pada Jaminan Kesehatan Nasional, dalam rangka menjamin kendali mutu dan biaya, penilaian teknologi baru di bidang kesehatan dilakukan oleh Tim ‘Health Technology Assessment’ (HTA), yang dibentuk oleh Menteri Kesehatan.  Oleh karenanya penilaian terhadap metode DSA atau ‘Brain Washing’ yang selama ini dikerjakan oleh Dr. TAP dan seharusnya dilakukan oleh Tim HTA Kementerian Kesehatan Rl. Selain itu, dukungan pembiayaan untuk penelitian uji klinik lebih lanjut oleh Kemenkes dan Kemenristekdikti, juga dukungan keilmuan dari segenap guru besar dan dokter spesialis terkait, pasti akan menekan hoaks dan berdampak positif pada kesatuan sesama warga Indonesia, baik di tingkat lokal maupun internasional.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/08/09/2018-fobia-rubella/

.

Hoaks oleh dokter yang lebih menghebohkan telah terjadi sebelumnya, terkait dengan imunisasi MMR (Mump, Measles, and Rubella) dan autisme. Imunisasi MMR sempat mendapat penolakan dari banyak pihak dan menimbulkan fobia rubela, terkait sebuah skandal penelitian yang besar. Pada tahun 1998, sebuah makalah karya Dr. Andrew Wakefield, seorang dokter spesialis bedah, dimuat di jurnal bergengsi ‘Lancet’, tentang 12 kasus anak autis setelah divaksinasi MMR di Inggris. Makalah tersebut ditulis oleh Wakefield, Murch, dan Anthony dengan judul ‘Ileum hiperplasia limfoid nodular, kolitis non-spesifik, dan gangguan perkembangan regresif pada anak’ (Lancet, 1998, no 351, halaman 637-41). Banyak media kemudian menampilkan informasi ini kepada publik awam, membuat heboh dan menimbulkan fobia. Dalam serangkaian laporan antara tahun 2004 dan 2010, jurnalis Brian Deer menyelidiki dan mengungkapkan bahwa Dr. Wakefield memiliki beberapa konflik kepentingan, telah memanipulasi data, dan bertanggung jawab untuk apa yang kemudian oleh the ‘British Medical Journal’ (BMJ) disebut “an elaborate fraud” atau penipuan yang rumit.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/05/09/2019-campak-terkini/

.

Penyelidikan Brian Deer ini adalah yang terpanjang yang pernah didanai oleh ‘General Medical Council UK’ (GMC). Pada bulan Januari 2010, GMC menilai Dr. Wakefield tidak jujur, tidak etis dan tidak berperasaan, sehingga pada tanggal 24 Mei 2010 nama Dr. Wakefield telah dihapus dari daftar dokter di Inggris. Menanggapi temuan Deer, pada tahun 2004 redaksi ‘Lancet’ menerbitkan surat untuk menanggapi tuduhan terhadap makalah yang dimuatnya, yang menyatakan tidak ada hubungan antara imunisasi MMR dan kejadian autisme (no link existed between MMR and autism). ‘Lancet’ kemudian menarik sebagian laporan penelitian Dr. Wakefield pada bulan Februari 2004. Pada tahun 2010, GMC menerbitkan sebuah laporan yang menentang tulisan Dr. Wakefield dan menunjukkan bahwa catatan medis anak-anak di rumah sakit tidak mengandung bukti yang cukup meyakinkan, catatan medis di rumah sakit berbeda dengan makalah yang diterbitkan, dan akhirnya ‘Lancet’ pada bulan Februari 2010 mencabut sepenuhnya, isi makalah Dr. Wakefield yang diterbitkan tahun 1998, yang dikenang sebagai hoaks oleh dokter terbesar dalam sejarah.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/04/29/2019-bahaya-campak/

.

Kekurangan publikasi Dr. Wakefield ini adalah kesalahan seleksi subyek (terdapat gangguan saluran cerna sebelum timbul gangguan perilaku) dan tidak ada kelompok kontrol, suatu hal yang amat penting dalam penelitian. Dengan demikian publikasi tersebut tidak digolongkan sebagai publikasi ilmiah, melainkan suatu deskripsi ingatan orangtua dari suatu kelompok anak tertentu, bukan dari populasi anak pada umumnya, yang dirujuk ke klinik dokter tertentu. Tidak ada bukti ilmiah antara imunisasi campak ataupun MMR dengan autisme. Berbagai penelitian yang dilakukan di Asia, Amerika dan Eropa menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara MMR dan autisme. Saat ini, diperkirakan sebanyak 500 juta dosis vaksin MMR telah digunakan di seluruh dunia. Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan imunisasi MMR dengan cakupan minimal 95 persen untuk membasmi penyakit tersebut.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/04/16/2019-pekan-imunisasi-sedunia/

.


Setiap orang seharusnya menerapkan cara berpikir kritis dalam mencerna informasi yang tersebar, karena dengan penalaran dan ‘intellectual curiousity’ yang tinggi itulah, hoaks dapat ditangkal. Selain itu, janganlah kita ikut menyebarkan hoaks. Pada saat menerima tulisan yang diduga hoaks, telusuri kebenarannya dengan cara menghubungi penulisnya. Jika kita tidak tahu cara menghubungi nara sumbernya, tanyakan pendapat teman dengan keahlian sejenis melalui jalur pribadi. Janganlah bertanya di grup Whatsapp, apalagi dengan narasi pengantar : ‘cuma share dari grup sebelah’ atau ‘gak tahu juga sih kebenarannya’. Hal itu sebenarnya menandakan kita tidak bertanggung-jawab.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/04/24/2019-dokter-digital/

.

Menurut dr. Widya Eka Nugraha, M.Si.Med (2018) ada dua unsur yang harus dinilai dalam menimbang apakah sebuah artikel merupakan hoaks medis atau bukan, yaitu isi dan sumber. Dengan menilai kedua unsur tersebut secara sistematis, dapat diketahui apakah suatu artikel merupakan hoaks atau pendapat ilmiah (expert opinion). Artikel hoaks cenderung menggunakan gaya bahasa berlebihan, hiperbolis, emosional, menggebu, memiliki logika parsial, dan persuasif. Pendapat yang digunakan umumnya tidak sesuai dengan nilai umum (anti-mainstream). Artikel hoaks dapat dipastikan apabila memiliki masalah pada penulis atau sumbernya. Masalah tersebut dapat berupa sumber yang tidak dapat dilacak, penulis yang tidak kredibel, atau opini ahli yang diputar-balikkan.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/02/11/2019-dokter-virtual/

.

Selain itu, Ketua Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO), Septiaji Eko Nugroho, pada hari Minggu, 8 Januari 2016 menguraikan lima langkah sederhana yang dapat membantu dalam mengidentifikasi berita hoax atau asli. Pertama, hati-hati dengan judul provokatif, yang merupakan ciri khas hoaks. Kedua, cermati alamat situs website, link, atau alamat URL, dan seandainya menggunakan domain blog, maka informasinya dapat diduga meragukan. Menurut catatan Dewan Pers, di Indonesia terdapat sekitar 43.000 situs yang mengklaim sebagai portal berita, tetapi yang sudah terverifikasi sebagai situs berita resmi tidak sampai 300. Ketiga, periksa fakta dengan memperhatikan sumber berita, kalau berasal dari institusi resmi seperti KPK atau Polri, layak dipercaya dan sebaiknya jangan cepat percaya apabila informasi berasal dari pegiat ormas, tokoh politik, atau pengamat, karena memiliki kecenderungan untuk bersifat subyektif. Keempat, cek keaslian foto dengan memanfaatkan mesin pencari Google, yakni dengan melakukan ‘drag-and-drop’ ke kolom pencarian Google Images. Hasil pencarian akan menyajikan gambar-gambar serupa yang terdapat di internet, sehingga dapat dibandingkan.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/11/07/2018-dokter-pahlawan/

.

Kelima, ikut serta grup diskusi anti-hoax, misalnya Forum Anti Fitnah, Hasut, dan Hoax (FAFHH), Fanpage & Group Indonesian Hoax Buster, Fanpage Indonesian Hoaxes, dan Grup Sekoci. Semua anggota group dapat ikut berkontribusi, sehingga group tersebut berfungsi layaknya ‘crowdsourcing’ yang memanfaatkan tenaga banyak orang. Apabila menjumpai informasi yang diduga hoaks, segera lakukan pencegahan agar tidak tersebar dengan cara melaporkan hoaks tersebut. Untuk media sosial Facebook, gunakan fitur ‘Report Status’ dan kategorikan informasi hoaks sebagai ‘hatespeech, harrasment, rude, threatening’, atau kategori lain yang sesuai. Jika ada banyak aduan dari netizen, biasanya Facebook akan menghapus status tersebut. Untuk Google, dapat menggunakan fitur ‘feedback’, Twitter memiliki fitur ‘Report Tweet’, demikian juga dengan Instagram. Kita dapat mengadukan konten negatif ke Kementerian Komunikasi dan Informatika RI dengan melayangkan e-mail ke alamat :  aduankonten@mail.kominfo.go.id. Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) juga menyediakan laman ‘data.turnbackhoax.id’ untuk menampung aduan hoaks.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/10/29/2018-satu-idi/

.

Untuk pelaku dan penyebar hoaks yang juga seorang dokter, Ketua Umum Terpilih Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) tahun 2019-2022, dr. M. Adib Khumaidi, SpOT mengatakan, pihaknya juga akan melakukan penelusuran mendalam. Jika yang bersangkutan merupakan dokter anggota IDI, maka akan ada pendampingan hukum. Jika kasusnya sudah masuk Bareskrim Polri maka unsur permasalahan hukum terpenuhi, dan oleh karena setiap warga negara wajib mentaati proses hukum, sehingga dokter tersebut akan didampingi oleh pengurus Biro Hukum Pendampingan dan Pembelaan Anggota (BHP2A) IDI. Jika ada hoaks oleh dokter yang berkaitan masalah disiplin praktik pelayanan kedokteran, akan diselesaikan oleh Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI), sedangkan kalau terkait etika akan diselesaikan oleh Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) IDI. Untuk mengenali hoaks, sikap atau pernyataan yang dikeluarkan secara resmi oleh IDI sebagai organisasi profesi dokter, selalu dikeluarkan secara tertulis dengan menggunakan kop resmi organisasi, dan ditandatangani oleh Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal PB IDI.

.

baca juga :https://dokterwikan.wordpress.com/2018/05/02/2018-pendidikan-dokter/

.

Hoaks medis harus disikapi dengan bijak dan tidak disebarluaskan oleh siapapun. Selain itu, tidak ada dokter sebagai manusia yang sempurna, sehingga peran koreksi dari pihak lain, adalah sangat penting untuk memberikan hasil terbaik. Aspek etika yang diingatkan oleh MKEK dan kedokteran berbasis bukti (evidence-based medicine) yang dirintis Silverman, wajib dilaksanakan oleh segenap dokter di manapun berada.

Apakah kita sudah bijak?

Sekian

Cu chi Tunnel di dekat Ho Chi Min City, Vietnam

Yogyakarta, 7 Juni 2019

*) Dokter spesialis anak di RS Panti Rapih, Pengurus IDI Wilayah DIY, Alumnus S3 UGM, pengajar di FK UKDW Yogyakarta, WA: 081227280161

Categories
Istanbul

2019 Kota Sehat

Hasil gambar untuk kota sehat adalah

KOTA SEHAT

fx. wikan indrarto*)

Setengah dari populasi dunia sekarang tinggal di kota. Pada tahun 2050, dua pertiga populasi dunia akan menjadi penduduk kota, dan 90% dari perubahan tersebut akan terjadi di Afrika dan Asia. Tren ini berarti bahwa fokus pada pembangunan perkotaan yang bermanfaat bagi kesehatan, lebih penting daripada sebelumnya. Apa yang harus dicermati?

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/10/01/2018-hut-jogja-sehat/

.

Jaringan Global Kota yang terdiri dari hampir 800 kota di 40 negara, didirikan untuk mendorong pertukaran pengalaman dan saling belajar antar kota di seluruh dunia, sehingga kota dapat memenuhi kebutuhan para penghuninya. Urban Health Initiative (UHI) WHO berfokus untuk memasukkan faktor kesehatan ke dalam kebijakan pembangunan kota. Kota yang terlibat adalah Bonn (Jerman), Helsinki (Finlandia), Loncoche (Chile), Montevideo (Uruguay), Quito (Ecuador), Manchester (UK), Kanagawa (Jepang), Maco (Filipina), New York City (USA), dan Santo Domingo (Dominika).

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/04/18/2019-akses-sehat/

.

Pembangunan kota harus mampu meningkatkan aktivitas fisik warganya,  menyediakan ruang terbuka hijau, meningkatkan keselamatan di jalan raya, mengurangi kemacetan lalu lintas, meningkatkan penggunaan transportasi umum, dan mendesain perkotaan yang kompak, sehingga memungkinkan orang dari segala usia dan kemampuan, untuk seaktif mungkin. Pembuatan jalan raya harus mempertimbangkan kecepatan kendaraan, orang berjalan, masalah mobilitas, dan masalah keselamatan lainnya, bukan sekedar hanya merancang jalan sesuai ukuran kendaraan. Demikian pula, dimensi arsitektur fasilitas umum yang sangat tidak proporsional dengan ukuran tubuh manusia, terutama di lingkungan di mana orang ingin menghabiskan banyak waktu, tentu harus dikoreksi. Hal ini penting karena peningkatan aktivitas fisik, membutuhkan ruang di mana orang tidak harus terburu-buru dan sedapat mungkin merasa nyaman.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/04/05/2019-perjalanan-sehat/

.

Sejak 2010 Pemerintah Kota Istanbul, Turki telah membuat kota yang lebih mudah dinavigasi oleh pejalan kaki (traffic-calming measures), koneksi yang lebih baik ke tepi laut, dan lintasan pemantauan menyusuri jalan. Bahkan di banyak kota padat penduduk, desain ulang perkotaan dapat membawa manfaat, seperti di New York AS, yang membuat pejalan kaki sebagai bagian dari jalan utama. Taman terbuka di plaza telah meningkatkan keselamatan di jalan dan juga perkembangan bisnis lokal, karena warga dapat lebih mudah mengakses area tersebut.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/03/13/2019-kepemimpinan-sehat-oleh-perempuan/


.

Accra adalah salah satu kota urbanisasi tercepat di Afrika, yang membuatnya menjadi kota yang ideal untuk menjadi pilot model UHI (Urban Health Initiative). Accra adalah ibu kota sekaligus kota terbesar Ghana, Afrika dan terletak di bagian selatan Ghana dengan penduduk berjumlah 1.970.400 jiwa. Accra didirikan oleh suku Ga pada abad ke-15, sebagai pusat perdagangan bagi bangsa Portugal. Pemerintah Kota Accra  memiliki proyek sektor transportasi (termasuk jalur pejalan kaki dan pesepeda), pengelolaan limbah padat (termasuk pembakaran limbah terbuka), energi (terutama rumah tangga), dan perencanaan kota (termasuk ruang hijau publik). Kebijakan ini termasuk perubahan cara kota mengelola limbah padat, juga menghilangkan minyak tanah dan arang sebagai bahan bakar utama dalam memasak, karena sangat berpolusi. Selain itu, juga mendorong orang untuk berhenti mengendarai mobil pribadi dan beralih menggunakan transportasi umum, berjalan kaki atau bersepeda. Dengan demikian Ghana mendapat keuntungan besar menuju mitigasi perubahan iklim. Keterlibatan masyarakat untuk menginspirasi perubahan perilaku dan membangun momentum politik untuk perubahan kebijakan, telah terjadi di Accra.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/01/30/2019-tantangan-kesehatan-global/

.

Proyek percontohan kedua adalah di Kathmandu, Nepal, yang terletak di lembah berbentuk mangkuk di pegunungan Himalaya, yang telah lama terganggu oleh polusi udara. Polusi ini adalah dampak dari limbah transportasi, pengelolaan limbah padat, energi rumah tangga, dan pembakaran batu bata. Proyek diawali dengan mengumpulkan umpan balik tentang dampak kesehatan dan ekonomi dari polusi udara di Lembah Kathmandu dan saat ini sedang berlangsung.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/01/31/2019-tantangan-kesehatan-global-2/

.

Pendekatan untuk mengurangi kekerasan perkotaan  perlu disesuaikan dengan karakteristik kota. Dalam Model Cardiff, yang dikembangkan Universitas Cardiff di Wales, data dikumpulkan dari departemen gawat darurat rumah sakit, senjata yang digunakan penyerang, dan waktu terjadinya kekerasan. Metode yang dilaksanakan adalah untuk mengurangi kekerasan jalanan (reducing street violence). Identifikasi lokasi kekerasan telah mengubah perubahan rute patroli polisi, sehingga mampu meningkatkan keselamatan anak sekolah, keselamatan di taman dan pejalan kaki, bahkan dukungan yang lebih baik bagi orang yang terluka dalam kekerasan rumah tangga. Di seluruh Inggris telah mengurangi pasien baru di rumah sakit karena tindak kekerasan sebesar 42% dan kekerasan serius sebesar 32%. Pendekatan ini juga sangat menguntungkan dalam aspek biaya dengan analisis ekonomi. Model Cardiff telah digunakan di tujuh negara (Australia, Kolombia, Jamaika, Belanda, Afrika Selatan, Inggris, dan AS).

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/01/18/2019-remaja-sehat/

.

Pada tahun 2014, WHO meneliti derajad kesehatan orang lanjut usia (lansia) di  sub-Sahara Afrika, yaitu Bamenda (Kamerun), Conakry (Guinea), dan Kampala (Uganda). Para lansia melaporkan bahwa mereka tidak dihormati oleh banyak orang yang lebih muda, dan penyedia layanan publik berbeda dengan bagaimana memperlakukan orang tua mereka di masa lalu. Temuan ini sesuai dengan data survei dari 83.034 orang dewasa dari 57 negara, yang menemukan bahwa rasa hormat adalah rendah terhadap para lansia.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/12/26/2018-diet-sehat/

.

Di banyak negara berpenghasilan tinggi, pemanfaatan fasilitas kesehatan oleh warga meningkat seiring bertambahnya usia. Namun demikian, di sub-Sahara Afrika dan negara setipe, tren ini tidak ada, sehingga banyak lansia berada dalam derajad kesehatan yang lebih buruk dan lebih jarang menggunakan layanan kesehatan. Derajad kesehatan yang buruk dan kemiskinan pada lansia menjadi lebih memprihatin, dengan berkurangnya kemampuan mereka menjaga kesehatan karena bertambahnya usia, kurangnya akses ke perawatan kesehatan yang mereka butuhkan, dan bagaimana mereka dapat menghidupi diri sendiri secara finansial.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/12/18/2018-rumah-sehat/

.

Pembangunan kota yang ideal seharusnya dilengkapi dengan fasilitas kesehatan yang dapat diakses oleh para lansia. Namun demikian, dalam praktiknya masih ada sejumlah hambatan, termasuk kurangnya transportasi umum untuk mengakses layanan, kurangnya rumah yang ramah lansia, tingginya biaya pengobatan untuk kondisi kronis, sikap petugas kesehatan yang kurang ramah, dan tidak adanya ruang tunggu pasien atau sistem perjanjian bertemu dokter, yang dirancang khusus untuk lansia. Selain itu, di banyak kota memerlukan akses ke perlindungan sosial dan keamanan pendapatan finansial, yang berkontribusi besar untuk mengurangi kekhawatiran terhadap proses penuaan pada lansia (reducing concerns over ageing).

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/11/17/2018-sehat-yang-satu/

.

Sebuah usulan pemindahan ibu kota Indonesia dari Jakarta ke lokasi lainnya, telah didiskusikan sejak kepresidenan Soekarno, yaitu ke Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Pada tahun 2017 Presiden Joko Widodo kembali mengusulkan pemindahan ibu kota ke Palangka Raya. Namun demikian, kunjungan Presiden Joko Widodo ke Hutan Raya Bukit Suharto di Kalimantan Timur pada 7 Mei 2019, menunjukkan hal yang belum pasti. Pembangunan kota yang baru sebagai ibukota Indonesia ataupun revitalisasi kota lainnya, seharusnya mencermati hakekat dan kriteria kota sehat menurut UHI (Urban Health Initiative) bagi warganya.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/11/12/2018-birokrasi-jogja-sehat/


Sudahkah kita bijak?

Sekian

Berdoa di Notre Dame Basilica of Saigon di Ho Chi Min City, Vietnam

Yogyakarta, 6 Juni 2019

*) Dokter spesialis anak di RS Panti Rapih, Lektor di FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, warga sebuah kota kecil, WA: 081227280161

Categories
Istanbul

2019 Hari Donor Darah Sedunia

Hasil gambar untuk hari donor darah dunia

HARI  DONOR  DARAH  SEDUNIA  2019

fx. wikan indrarto*)

Transfusi darah mampu menyelamatkan jutaan nyawa setiap tahun. Pada bulan Mei 2005 dalam sidang Majelis Kesehatan Dunia ke 58, para menteri kesehatan dari seluruh dunia menetapkan tanggal 14 Juni sebagai Hari Donor Darah Sedunia. Pada tahun 2009, para ahli dalam kedokteran transfusi dari 40 negara merumuskan Deklarasi Melbourne, yang menetapkan tujuan bagi semua negara untuk mendapatkan semua pasokan darah mereka, dari donor sukarela yang tidak dibayar pada tahun 2020. Apa yang perlu dilakukan?

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/02/20/2019-kanker-darah-pada-anak/

.

Tema kampanye tahun 2019 ini adalah donor darah sebagai komponen untuk mencapai cakupan kesehatan semesta atau Universal Health Couverage (UHC). Tema ini juga seruan untuk bertindak kepada semua pemerintah, otoritas kesehatan nasional, dan layanan darah nasional untuk menyediakan sumber daya yang memadai. Selain itu, juga membangun sistem dan infrastruktur untuk meningkatkan pengumpulan darah dari donor darah sukarela, reguler, dan tidak dibayar. Juga untuk memberikan perawatan donor yang berkualitas, untuk mempromosikan dan menerapkan penggunaan darah secara klinis yang tepat, dan untuk mengatur sistem pengawasan pada seluruh rantai transfusi darah.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/02/10/2019-hari-kanker-anak-internasional/

.

Tujuan dari kampanye tahun ini adalah pertama, untuk berterima kasih kepada pendonor darah dan mendorong mereka yang belum menyumbangkan darah untuk mulai menjadi pendonor. Kedua, menyoroti perlunya komitmen pendonor darah sepanjang tahun, untuk mempertahankan persediaan darah yang memadai dan tepat waktu, untuk layanan transfusi darah yang aman. Ketiga, memfokuskan perhatian pada kesehatan pendonor sebagai faktor penting dalam membangun komitmen, untuk menyumbangkan darah secara teratur. Keempat, menunjukkan perlunya akses kepada transfusi darah yang aman dalam mencapai tujuan UHC, dan kelima, untuk memobilisasi dukungan di tingkat nasional, regional dan global untuk berinvestasi, memperkuat dan mempertahankan program darah nasional.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/01/09/2019-biaya-uhc/

 

Dunia membutuhkan cukup darah yang aman untuk semua orang yang membutuhkan. Kesehatan adalah hak asasi manusia, sehingga setiap orang di dunia harus memiliki akses ke transfusi darah yang aman, kapan dan di manapun mereka membutuhkannya. Darah donor sangat penting dalam pengelolaan medis perdarahan pada persalinan, anak dengan anemia berat karena malaria dan kekurangan gizi, penyakit kelainan darah dan sumsum tulang, kelainan bawaan hemoglobin dan kondisi defisiensi imun, cedera traumatis karena bencana alam atau kecelakaan, dan pasien yang akan menjalani prosedur medis dan bedah.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/09/13/2018-tahap-menuju-uhc/

 

Kebutuhan darah bersifat universal, tetapi akses ke darah yang aman sangat bervariasi antar negara dan wilayah di dalam sebuah negara. Pemerintah, otoritas kesehatan nasional dan layanan darah nasional harus bekerja sama dalam hal pertama, membentuk sistem dan infrastruktur untuk meningkatkan pengumpulan darah dari pendonor sukarela, reguler, dan yang tidak dibayar. Kedua, membangun dan memperkuat sistem jaminan kualitas untuk darah yang aman. Ketiga, menjamin perawatan kesehatan para pendonor. Keempat, mempromosikan dan menerapkan penggunaan klinis darah yang lebih tepat, dan evaluasi berulang seluruh rantai transfusi darah.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/03/22/2019-kehilangan-bayi/

.

Semua pasien yang membutuhkan transfusi harus memiliki akses ke produk darah yang aman. Transfusi dapat berupa darah lengkap, komponen darah, dan produk obat turunan plasma, sesuai dengan kebutuhan klinis pasien, yang diberikan dalam waktu dan prosedur yang aman. WHO merekomendasikan penggunaan darah yang aman dan rasional untuk mengurangi transfusi yang tidak perlu dan tidak aman. Selain itu, juga untuk meningkatkan hasil klinis dan keselamatan pasien, sehingga meminimalkan risiko efek samping termasuk kesalahan, reaksi transfusi, dan penularan infeksi.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/01/17/2019-kematian-anak/

.

Strategi yang baik harus mencakup pertama, tindakan pencegahan, diagnosis dini dan pengobatan yang efektif terhadap kondisi penyakit yang menimbulkan kebutuhan untuk transfusi, baik melalui promosi kesehatan, pengendalian penyakit, dan uji saring untuk deteksi dini. Kedua, manajemen pasien yang optimal dan penggunaan produk darah yang rasional, khususnya penggunaan transfusi berbasis bukti untuk pengobatan kondisi penyakit yang harus diberikan transfusi darah, karena tidak dapat digantikan oleh obat, peralatan medis, teknik bedah, dan anestesi. Ketiga, proses transfusi darah harus dilakukan aman secara klinis, untuk memastikan keselamatan pasien. Strategi terakhir adalah penerapan haemovigilance, yaitu serangkaian prosedur pengawasan yang mencakup seluruh rantai transfusi darah, mulai dari donasi dan pemrosesan darah menjadi beberapa komponennya, hingga penyediaan dan transfusi kepada pasien, dan bahkan termasuk tindak lanjutnya.

.

Setiap 1 menit, ada 5-10 orang di Indonesia yang membutuhkan donor darah. Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Bambang Wibowo, pada hari Selasa 24 April 2018 mengatakan sembilan persen kematian ibu yang baru melahirkan terjadi karena kebutuhan darah yang tak terpenuhi. Kebutuhan darah di Indonesia per tahun mencapai 5,1 juta kantong, sementara yang terpenuhi hanya sekitar 4,2 juta kantong darah.

.

kita semua diharapkan untuk menjadi pendonor darah sukarela.

.

Momentum Hari Donor Darah Sedunia Jumat, 14 Juni 2019, medorong kita semua untuk menjadi pendonor darah sukarela. Sudahkah kita bersedia?

Sekian

Candi Angkor Wat di Siam Reap, Kerajaan Kamboja

Yogyakarta, 3 Juni 2019

*) Pendonor darah sukarela di PMI Cabang Kota Yogyakarta, dokter spesialis anak di RS Panti Rapih, Lektor di FK UKDW, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161

Categories
anak COVID-19 dokter Healthy Life Jalan-jalan sekolah

2019 Bebas Asma saat Lebaran

6 Hal yang Perlu Diperhatikan Orang Tua Ketika Anaknya Punya Asma | Kabar  Tangsel

BEBAS ASMA SAAT LEBARAN
fx. wikan indrarto*)

Hari Raya Idul Fitri atau lebih sering disebut Lebaran, saat ini tidak sekedar hari besar agama saja, tetapi sudah menjadi hari besar segenap ‘keluarga besar’. Pada setiap Lebaran, banyak anggota keluarga akan mudik (pulang kampung) dan berkumpul untuk tidak hanya berdoa bersama, tetapi juga halal bilhalal, kunjung mengunjungi, reuni, rekreasi dan silaturahmi. Selain terjadi pertemuan dengan banyak orang dan perpindahan banyak tempat, pastilah juga terjadi perkenalan dengan banyak menu makanan. Semuanya merupakan hal yang lumrah ada pada saat Lebaran, ditunggu-tunggu dan menggembirakan bagi banyak orang. Apakah hal baik tersebut juga terjadi pada anak asma? Belum tentu.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/03/08/steroid-pada-serangan-asma/

.

Serangan asma pada anak dapat berupa keluhan klinis batuk hebat, muntah dan sakit perut, nafas bunyi sampai sesak nafas. Serangan tersebut sangat mudah terjadi karena rangsangan alergen (pencetus alergi), aktivitas fisik dan infeksi virus. Alergen dapat berupa inhalan (yang dihirup seperti debu, serbuk atau bau-bauan di sepanjang perjalanan mudik), ingestan (yang ditelan seperti susu, es krim, coklat atau zat pewarna makanan pada hidangan Lebaran) ataupun kontaktan (yang disentuh seperti boneka mainan, kasur kapuk, tumpukan pakaian kotor atau karpet di kamar penginapan). Aktivitas fisik anak yang berlebihan pada saat libur Lebaran, seperti bermain tanpa kenal lelah, tertawa terbahak-bahak, ‘kekeceh’ bermain air di kamar mandi ataupun ‘ciblon’ di kolam renang. Infeksi virus yang menyerang saluran nafas atas seperti pilek atau flu, sangat banyak dialami oleh anggota keluarga dan mudah sekali menular ke anak.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/10/19/2018-batuk-pada-anak-dalam-era-jkn-2/

.

Semua faktor risiko tersebut sangat mungkin ada pada anak asma saat Lebaran nanti, sehingga orang tua harus melakukan tindakan pencegahannya. Pencegahan terbaik adalah penghindaran faktor risiko tersebut, baik alergen inhalan dan ingestan maupun aktivitas fisik yang berlebihan, sebisa mungkin. Anak harus dijauhkan dari menu makanan, minuman, cemilan ataupun jajanan Lebaran yang dapat mencetuskan serangan asma. Aktivitas fisik yang menggembirakan anak karena kebersamaan dengan saudaranya, sebaiknya dialihkan ke aktivitas ketrampilan otot kecil, bukan kekuatan otot besar. Bermainlah bersama dengan mewarnai atau menggambar, permainan ular tangga, halma, scrable, kartu atau game digital, serta menghindari petak umpet, sepak bola dan lompat tali. Untuk mencegah terjadinya penularan pilek atau flu, anak dianjurkan mendapat imunisasi influenza sebelum berangkat mudik Lebaran. Periksalah ke dokter yang selama ini merawat anak asma dan sampaikan informasi tentang rencana mudik Lebaran keluarga. Dengan demikian, dokter akan merencanakan banyak hal, termasuk edukasi, komunikasi (hot line), imunisasi ataupun farmasi (resep obat asma).

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/02/14/2019-scientific-expert-summit/

.

Bagaimana kalau serangan asma awal terlanjur terjadi saat libur Lebaran? Yang utama adalah pengenalan bentuk serangan asma awal pada anak. Orang tua yang teliti atau anak yang agak besar, biasanya akan mudah mengenali batuk khas yang merupakan tanda awal serangan asma. Pencegahan agar serangan asma awal tidak berlanjut adalah dengan meneruskan obat pengendali asma yang selama ini digunakan, dan menambahkan obat pereda serangan asma secara dini. Pengobatan yang paling dianjurkan adalah menggunakan obat hirupan (nebulaiser atau inhaler dengan spacer), baik obat yang sudah biasa digunakan sendiri, ataupun obat yang baru pertama kali diberikan oleh dokter di rumah sakit terdekat saat liburan. Kalau sudah memiliki obat sendiri, bawalah obat tersebut ke manapun anak pergi dan informasikan semuanya kepada dokter setempat, pada saat memeriksakan anak. Sampaikan tentang riwayat perjalanan klinis asma anak dan pola pengobatan yang selama ini dijalani, agar dokter dapat memilihkan pola pengobatan lanjutan yang sesuai.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/05/09/2018-simposium-ppok/

.

Selain menambahkan obat perada serangan, orang tua diharapkan juga dapat mengenali pencetus munculnya serangan asma. Pastikan pencetusnya dengan mengingat apa saja yang mungkin, baik alergen inhalan ataupun ingestan, juga aktivitas fisik anak. Penambahan obat dan koreksi segera pencetus asma tersebut, maka serangan asma akan mereda. Serangan yang ringan akan hilang dalam beberapa menit, tetapi serangan yang sedang atau berat sangat mungkin akan mengganggu sebagian atau seluruh rencana liburan lebaran keluarga. Serangan berat jauh lebih baik dirawat di rumah sakit terdekat untuk pemantauan 1-2 hari, selain untuk pengelolaan lengkap (oksigenasi, nutrisi cairan, farmasi dan fisioterapi) juga untuk memutus kontak sama sekali dengan faktor pencetus serangan, meskipun kadangkala orang tua belum tahu apa pencetusnya. Libur lebaran di rumah sakit, akan terasa mengganggu dan membosankan, baik bagi orang tua, keluarga maupun anaknya. Namun demikian, pengalaman ‘buruk’ tersebut dapat digunakan sebagai momentum bersama untuk edukasi mendalam, khususnya bagi anak, agar mengenali dan kemudian menghindari faktor pencetus serangan asmanya. Pengalaman yang memberikan kesan emosional sangat dalam, pada umumnya akan mengendap (retensi) dalam memori anak dalam waktu yang cukup lama, sehingga sangat bermanfaat bagi pengelolaan lengkap asmanya secara jangka panjang.

.

Dengan melakukan semua kegiatan tersebut, maka anak akan bebas serangan asma dan dapat menjalani Lebaran dengan penuh suka cita.

Apakah kita sudah bijak?

Yogyakarta, 2 Juni 2019
*) dokter spesialis anak di RS Panti Rapih Yogyakarta, Letkro FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA : 081227280161, e-mail : fxwikan_indrarto@yahoo.com

Categories
Istanbul

2019 Hari Ketujuh di Indochina

Kedatangan kami di Bandar Udara Internasional Noi Bai (HAN) di Hanoi, ibu kota dari Vietnam

Petualangan ke Indochina hari ketujuh (terakhir).

.

Setelah selesai menghadiri ‘The 422nd International Conference on Medical & Health Science’ (ICMHS) 2019 yang diselenggarakan di The Pearl Hotel Hanoi, Vietnam, kami melanjutkan terbang ke Siem Reap. Selanjutnya naik bis ke Phnom Penh, di Kamboja, serta kembali memasuki teritorial Vietnam, untuk menjelajah kota Ho Chi Minh.

.

Keynote speech diberikan oleh Prof. Louann Bierlam Palmir, dari School of Medicine, Western Michigan University, United States of America. Pemaparan selanjutnya tentang perbaikan kawasan untuk menekan penularan Malaria, kolaborasi insinyur dan dokter, dalam menciptakan alat ‘incubator transport’ untuk bayi baru lahir yang kecil dan premature, dan alat sederhana untuk pemantauan hipoglikemi dan hiperbilirubinemi, pada bayi baru lahir dengan asfiksia neonatal.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/05/29/2019-hari-kelima-di-indochina/

.

Diskusi tidak kalah seru dipandu oleh Prof. Prayuth Chusirin dari Faculty of Education, KhonKaen University, KhonKaen, Thailand, untuk pendampingan belajar di rumah, pada anak balita dengan riwayat sakit berulang sejak bayi baru lahir, kecenderungan autism pada anak dari keluarga pedesaan,  pengendalian TB (tuberculosis) di areal padat penduduk di kota besar, membahas pengendalian obesitas pada remaja,  kerjasama industri dan rumah sakit, dalam menjawab tantangan fasilitas medis terbatas di negara berkembang. Topik sulit disampaikan oleh Prof. Volken Cacek, Faculty of Medicine, peran dokter dalam era revolusi industri 4.0 di negara berkembang, dan peran tenaga pemasaran untuk pengembangan layanan di RS.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/05/31/2019-hari-keenam-di-indochina/

.

Denyut yang kami rasakan adalah nadi Republik Sosialis Vietnam dengan ibukota Hanoi dan kota terbesarnya Hồ Chí Minh Citu, yang saat ini dipimpin oleh Sekjen Partai Komunis dan sekligus Presiden Vietnam, yaitu Nguyễn Phú Trọng. Vietnam merdeka dari Perancis pada 2 September 1945, mencapai kesepakatan Jenewa yang membagi menjadi Utara dan Selatan pada 21 Juli 1954, Jatuhnya Saigon (ibukota Vietnam Selatan) pada 30 April 1975, dan terjadi reunifikasi kedua Vietnam pada 2 Juli 1976. Area total Vietnam sekarang seluas 331,212 km2 dengan jumlah penduduk pada tahun 2016 diperkirakan sebanyak 94,569,072 jiwa, dan menjadi negara terpadat nomor 13 di dunia. Vietnam termasuk di dalam grup ekonomi “Next Eleven”, GDP Vietnam tumbuh sebesar 8.17% pada tahun 2016, negara dengan pertumbuhan tercepat kedua di Asia Timur dan pertama di Asia Tenggara. Pada akhir tahun 2017, mencapai rekor tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir sebesar 8.44%.

.

Foto both di lokasi ‘The 422nd International Conference on Medical & Health Science’ (ICMHS) 2019
yang diselenggarakan di The Pearl Hotel Hanoi, Vietnam

Sayang sekali, kami tidak sempat mengikuti diskusi menarik lain yang dipimpin oleh Prof., Dr. Eriki Ananda kumar dan Prof. Mohammed Hussein Bataineh, dari Department of Communication, Faculty of Medicine Yarmouk University Irbid, Jordan. Juga Prof Caesar Joseph Olbromski, The Alexander S. Onassis Public Benefit Foundation Fellow (Athens, Greece), Dr. Hossam Korany Ahmed, SVS College of Medicine, Arasampalayam, Coimbatore, Tamilnadu, India, karena kami harus segera check out hotel, melanjutkan penerbangan ke Kamboja. Sedangkan ketokohan yang kami jumpai dan menginspirasi kami adalah peran Ho Cho Min, Jendral Vo Nguyen Giap, Kolonel Bui Tin, dan Dr. Beat Richner.

.

Gerbang Museum Ho Chi Minh di Hanoi

.

Hồ Chí Minh (19 Mei 1890 – 2 September 1969 pada umur 79 tahun) adalah seorang tokoh revolusi dan negarawan Vietnam, yang kemudian menjadi Perdana Menteri (1954) dan Presiden Vietnam Utara (1954–1969). Selain itu, Ho Chi Minh merupakan salah satu politisi yang paling berpengaruh pada abad-20, akrab dipanggil Bác Hồ (paman Hồ) di Vietnam. Untuk pertama kalinya setelah 30 tahun meninggalkan Vietnam, Ho Chi Minh kembali ke negaranya pada tahun 1941 dan mendirikan Liga untuk Kemerdekaan Vietnam (Viet Nam Doc Lap Dong Minh atau Viet Minh). Liga tersebut terdiri dari para nasionalis Vietnam dan kelompok komunis yang mendukung kemerdekaan Vietnam. Ketika itu, Viet Minh berjuang melawan kolonial Prancis dan Jepang yang saat itu sedang menduduki Vietnam. Pada akhir Perang Dunia II, Ho memimpin Viet Minh untuk secara bergerilya menguasai kota-kota besar di Vietnam.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/05/28/2019-hari-keempat-di-indochina/

.

Pada 2 September 1945, bertempat di Lapangan Ba Dinh, Ho Chi Minh mendeklarasikan kemerdekaan Republik Demokrasi Vietnam dan dia menjabat sebagai presiden pertama. Ho Chi Minh dikenal sebagai pribadi yang rendah hati, hemat, berpakaian santai, berbicara dengan tenang, jarang kehilangan kesabaran, dan sering berbicara dengan penduduk, terutama anak-anak. Sebelum meninggal, Ho berpesan agar tubuhnya dikremasi dan abunya disebarkan tanpa publikasi. Namun, ketika Ho meninggal pada 2 September 1969 pukul 9.47 pagi, di usia 79 tahun, jasad Ho diawetkan dan diletakkan dalam mausoleum Ho Chi Minh, di Lapangan Ba Dhin, Hanoi dan terbuka untuk publik. Para pihak yang bertikai di seluruh Vietnam sepakat untuk mengadakan gencatan senjata selama 72 jam untuk mengenang Ho yang meninggal akibat serangan jantung. Ho meninggal tepat 25 tahun setelah dia mendeklarasikan kemerdekaan Vietnam dari Prancis dan hampir enam tahun sebelum pasukannya berhasil menyatukan Vietnam Utara dan Selatan di bawah paham komunis. Ho Chi Minh merupakan pahlawan terbesar bagi bangsa Vietnam karena jasanya dalam memperjuangkan kemerdekaan dan penyatuan Vietnam.

.

Gerbang Pagoda di Hanoi untuk mengenang jasa besar Jendral Vo Nguyen Giap

.

Tokoh berikutnya adalah Vo Nguyen Giap (lahir 25 Agustus 1911 – meninggal 4 Oktober 2013 pada umur 102 tahun) yang merupakan seorang Jenderal dan wakil perdana menteri Vietnam. Arsitek kemenangan Vietnam terhadap pasukan colonial Perancis adalah Jenderal Vo Nguyen Giap, yang memimpin tentara gerilya memakai sandal jepit dari ban bekas, menyeret artileri di wilayah pegunungan, mengepung dan menghancurkan pasukan Perancis di Dien Bien Phu pada 1954. Kemenangan itu tak hanya membuat Vietnam merdeka, tapi juga menghapus kolonialisme di seluruh Indochina.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/05/27/2019-hari-ketiga-di-indochina/

.

Jenderal yang dijuluki Napeleon Merah itu memimpin pertempuran panjang satu dekade, yaitu Perang Vietnam, yang menelan korban  58 ribu tentara Amerika Serikat dan sekitar 3 juta penduduk sipil dan militer Vietnam. Hasil akhir peperangan ini sekali lagi menunjukkan ketabahan dan keuletan rakyat Vietnam. Hanya di Vietnam-lah Amerika sebagai negara super power pernah  kalah dengan telak dan lari kocar kacir meninggalkan medan perang. Jasa Vo nguyen Giap lain yang akan dikenang dunia adalah keberhasilannya menduduki Kamboja untuk menghentikan pembantaian masal yang dilakukan Khemer Merah di bawah kepemimpinan Pol Pot, yang telah mengeksekusi 3 juta dari penduduk kamboja yang wakktu itu berjumlah 7 juta jiwa. Giap meninggal dengan tenang di Hanoi tanggal 4 Oktober 2013 dalam usia 102 tahun.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/05/26/2019-hari-kedua-di-indochina/

.

Tokoh berikutnya adalah Kolonerl Bui Tin. Pada dini hari 30 April 1975, tentara Vietnam Utara menyerang dan hanya mendapati perlawanan ringan dari lawan. Kemudian sejumlah tank AD Vietnam Utara menabrak pintu gerbang Istana Presiden di Saigon dan sekaligus mengakhiri perang Vietnam, karena akhirnya Vietnam Selatan menyerah. Jenderal Duong Van Minh Panglima Tertinggi Tentara Vietnam Selatan mengaku kalah dan menyerah kepada Koloner Bui Tin dari AD Vietnam Utara. Sebelumnya Duong Van Minh mengambil alih kekuasaan dari Presiden Tran Van Huong, yang baru berkuasa selama satu hari.

.

Kenangan saat tank AD Vietnam Utara menabrak pintu gerbang Istana Presiden di Saigon
dan sekaligus mengakhiri perang Vietnam,

.

“Anda tak perlu khawatir. Di antara bangsa Vietnam tidak ada yang menang atau kalah. Hanya bangsa Amerika yang kalah,” kata Kolonel Bui Tin kepada Jenderal Dong Van Minh. “Jika Anda seorang patriot, anggap saat ini sebagai saat bahagia. Perang di negara kita sudah berakhir,” tambah Bui Tin (29 Desember 1927 – 11 Agustus 2018). Di istana itulah tempat berakhirnya perang berdarah yang panjang, menewaskan setidaknya tiga juta orang Vietnam, dan kami sempatkan berfoto di depan gerbang yang dulu ditabrak tank AD Vietnam Utara, yang masih utuh sampai sekarang. Kolonel Bui Tin menginspirasi kita semua bahwa dengan terjadinya persatuan bangsa Vietnam, menjadikannya sadar bahwa musuh bersama mereka adalah pihak luar.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/05/26/2019-hari-pertama-di-indochina/

.

Tokoh terakhir yang meginspirasi adalah Dr. Beat Richner (13 Maret 1947 – 9 September 2018), yang merupakan seorang dokter spesialis anak dari Swiss, yang mendirikan beberapa Rumah Sakit Anak Kantha Bopha di Kamboja. Rumah sakit ini dinamai untuk mengenang HRH Samdach Preah Ang Mechas Norodom Kantha Bopha (1948– 1952), yang merupakan putri Raja Norodom Sihanouk dan meninggal pada usia yang sangat muda. Sebanyak 5 buah Rumah sakit Kantha Bopha merawat sekitar setengah juta anak per tahun tanpa biaya, termasuk untuk sekitar 100.000 anak yang sakit parah dan harus dirawat inap. Ensefalitis Jepang, malaria, demam berdarah dan tipus sering terjadi, yang bahkan sering diperburuk oleh adanya tuberkulosis (TB). TB adalah pembunuh nomor satu bagi anak di Kamboja dan lebih dari 80% dari semua perawatan anak di Kamboja, dilayani di oleh jaringan rumah sakit Kantha Bopha. Operasional rumah sakit terutama didanai oleh sumbangan individu filantropis di Swiss. Biaya operasional pada tahun 2006, saat terjadi lonjakan kasus malaria, mencapai US $ 17 juta. Sejak Yayasan dimulai pada tahun 1991, dilaporkan telah mengumpulkan US $ 370 juta.

.

Rumah Sakit Anak Kantha Bopha di Siem Riep, Kamboja atas jasa Dr. Beat Richner

.

Sensasi liburan arkeologis yang baru saja kami nikmati, adalah Candi Angkor Wat di Siem Reap, Kamboja dan Basilica Notre Dame of Saigon di Ho Chi Min. Angkor Wat adalah sebuah gugus bangunan candi di Kamboja yang merupakan salah satu monumen keagamaan terbesar di dunia. Candi yang berdiri di atas areal seluas 1.626.000 m2 ini mula-mula dibangun sebagai candi agama Hindu Kerajaan Khmer, yang dibaktikan untuk dewa Wisnu, namun lambat laun berubah menjadi candi agama Buddha menjelang akhir abad ke-12. Angkor Wat dibangun oleh Raja Khmer Suryawarman II pada permulaan abad ke-12 di Yaśodharapura, ibu kota Kemaharajaan Khmer, sebagai candi negara sekaligus tempat persemayaman abu jenazahnya. Berbeda dari raja-raja pendahulunya yang berbakti kepada dewa Siwa, Raja Suryawarman II justru membangun Angkor Wat untuk dibaktikan kepada dewa Wisnu. Sebagai candi yang paling terawat di kawasan percandian Angkor, Angkor Wat merupakan satu-satunya candi yang masih menjadi pusat keagamaan penting semenjak didirikan.

.

Candi Angkor Wat yang megah menjulang di Siem Reak, Kamboja

.

Angkor Wat (bahasa Khmer: “candi kota”) adalah sebuah gugus bangunan candi di negara Kamboja yang merupakan salah satu monumen keagamaan terbesar di dunia. Candi yang berdiri di atas situs seluas 1.626.000 m2, Angkor Wat memadukan dua rancangan pokok arsitektur candi Khmer, yakni rancangan candi gunungan dan rancangan candi berserambi. Angkor Wat dirancang sebagai lambang Gunung Meru (kahyangan dewa-dewi Hindu) yang dikelilingi tiga undak bangunan serambi persegi panjang, dan masih dipagari lagi dengan tembok luar sepanjang 3,6 km (2,2 mil) berikut sebuah parit sepanjang lebih dari 5 km (3 mil). Angkor Wat terletak 5,5 km di sebelah utara kota modern Siem Reap. Candi ini juga berada tidak jauh di sebelah selatan dan agak ke timur dari bekas ibu kota Khmer yang berpusat di candi Baphuon.

.

Saigon Notre-Dame Basilica di Hochi Min City, Vietnam

.

Bangunan bersejarah yang sangat menarik bagi kami adalah Saigon Notre-Dame Basilica yang merupakan sebuah Cathedral atau gereja besar yang ada di Ho Chi Minh City, Vietnam. Gereja ini dibangun pada tahun 1863 hingga 1880 pada masa Kolonial Perancis. Bangunan ini memiliki dua buah tower dengan tinggi 58 meter, di mana hamper semua materialnya termasuk material gereja sendiri didatangkan dari Perancis. Meskipun juga digunakan beberapa material lokal untuk melakukan renovasi gereja akibat peperangan. Status Basilica sendiri dianugerahkan oleh Pope John XXIII pada tahun 1962, di mana sebelum itu geraja tersebut bernama Saigon Notre-Dame..

Menjelang misa kudus di Basilika Bunda Konsepsi Imakulata, yang dibangun oleh kolonialis Perancis

.

Bangunan gereja ini memiliki gaya arsitektur Romanesque, peletakan batu pertama dilakukan pada tahun 1863 dan pebangunannya selesai tahun 1880, dengan tinggi 60 m, dan dibuka untuk umum pada 11 April 1880. Arsitek Jules Bourard membuatnya sangat menarik, sehingga seringkali digunakan para wisatawan asing sebagai tempat untuk berfoto atau mengambil gambar. Basilika Notre-Dame Saigon yang secara resmi bernama Basilika Bunda Konsepsi Imakulata. Dibangun oleh kolonialis Prancis, katedral tersebut memiliki dua menara lonceng, yang memiliki tinggi 58 meter. Setelah penaklukan Prancis atas Cochinchina dan Saigon, Gereja Katolik Roma mendirikan sebuah komunitas dan pelayanan keagamaan untuk para kolonialis Prancis. Gereja pertamanya dibangun di Jalan Ngo Duc Ke pada masa sekarang. Gereja tersebut merupakan sebuah pagoda Vietnam yang diubah pada masa perang. Uskup Lefevre yang memutuskan untuk membuat pagoda tersebut menjadi sebuah gereja. Pada 1960, Paus Yohanes XXIII menadirikan keuskupan Katolik Roma di Vietnam dan melantik uskup agung untuk Hanoi, Huế dan Saigon. Katedral tersebut diberi nama Katedral Pemimpin Saigon. Pada 1962, Paus Yohanes XXIII memberikannya status basilika. Pada masa tersebut, katedral ini disebut Basilika Katedral Notre-Dame Saigon.

.

Mendarat di Bandara Soekarno Hatta Jakarta, sepulang dari Vietnam, bersama Romo Ido, SVD

.

Disampaikan banyak terimakasih kepada semua pihak, yang telah memberikan dukungan dalam bentuk apapun, sehingga petualangan ke daratan Indochina 2019 ini telah berjalan dengan baik. Sampai bertemu di dalam petualangan selanjutnya yang tidak kalah serunya.

Salam petualangan.

Yogyakarta Jumat malam, 31 Mei 2019

-wikan

(tamat)

Categories
Istanbul

2019 Hari Keenam di Indochina

Basilica Notre Dame of Saigon di Ho Chi Min City, Vietnam yang megah

Petualangan ke Indochina hari keenam.

Setelah selesai menghadiri ‘The 422nd International Conference on Medical & Health Science’ (ICMHS) 2019 yang diselenggarakan di Hanoi, Vietnam, kami melanjutkan terbang ke Siem Reap, Kamboja. Setelah menempuh jalur darat dari Siem Reap menuju Phnom Penh, ibukota Kamboja, kami berlanjut menuju ke kota Ho Chi Minh di Vietnam.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/05/29/2019-hari-kelima-di-indochina/

.

Kota Ho Chi Minh adalah kota terbesar di Vietnam dan terletak dekat delta Sungai Mekong. Dahulu namanya Prey Nokor dalam bahasa Khmer dan saat itu, kota ini merupakan pelabuhan utama Kamboja, yang kemudian ditaklukkan oleh bangsa Vietnam pada abad ke-16. Namanya kemudian berubah menjadi Saigon, hingga berakhirnya perang Vietnam, dan dijadikan ibu kota koloni Prancis yang disebut Cochinchina, dan pernah menjadi ibu kota Vietnam Selatan dari tahun 1954 hingga 1975, saat berkecamuknya Perang Vietnam.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/05/28/2019-hari-keempat-di-indochina/

.

Sejarah Kota Ho Chi Minh dimulai sebagai sebuah desa nelayan kecil dengan nama Prey Nokor. Pada 1623, Raja Chey Chettha II dari Kamboja (1618-1628) mengizinkan pengungsi-pengungsi Vietnam melarikan diri dari perang saudara Trinh-Nguyen di Vietnam untuk menetap di wilayah Prey Nokor, dan membangun sebuah rumah adat di Prey Nokor dan akhirnya dikenal sebagai Saigon. Setelah ditaklukkan pasukan colonial Perancis pada 1859, kota ini dipengaruhi oleh Prancis selama pendudukan mereka atas Vietnam, dan sejumlah bangunan bergaya klasik kota ini mencerminkan pengaruh tersebut. Akibatnya Saigon sempat dijuluki sebagai “Mutiara dari Timur Jauh” (Hòn ngọc Viễn Đông) atau “Paris di Timur” (Paris Phương Đông).

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/05/27/2019-hari-ketiga-di-indochina/

.

Kamis dini hari, 30 Mei 2019 kami berjalan kaki dari hotel menuju Gereja Katederal Notre Dame of Saigon, untuk mengikuti misa harian pagi di Basilika Notre-Dame Saigon, yang secara resmi bernama Basilika Bunda Konsepsi Imakulata, yang terletak di pusat kota Ho Chi Minh City, Vietnam. Dibangun dengan arsitek Jules Bourard oleh kolonialis Perancis antara tahun 1863 dan 1880, gereja bergaya Gotic Romanesque murni tersebut memiliki dua menara lonceng dengan tinggi 58 meter, dan dibuka untuk umum pada 11 April 1880.

.

Sebelum misa kudus harian dimulai di Basilica Notre Dame of Saigon di Ho Chi Min City, Vietnam

.

Gereja Katolik Roma tersebut dibangun untuk pelayanan keagamaan bagi para serdadu kolonialis Prancis. Gereja pertamanya dibangun di Jalan Ngo Duc Ke, yang merupakan sebuah pagoda Vietnam pada masa perang. Uskup Lefevre memutuskan untuk membuat pagoda tersebut menjadi sebuah gereja. Pada tahun 1960, Paus Yohanes XXIII meresmikan keuskupan Katolik Roma di Vietnam dan melantik uskup agung untuk Hanoi, Huế dan Saigon, yang sejak itu katedral tersebut diberi nama Katedral Pemimpin Saigon. Pada 1962, Paus Yohanes XXIII memberikannya status basilika dan disebut Basilika Katedral Notre-Dame Saigon, yang saat ini membawahi 203 paroki. Luar biasa banyak.

.

Kantor Pos Pusat Saigon yang dirancang setengah tenggelam dan setengah  timbul

.

Setelah puas berdoa dan berfoto di situ, kami segera menyeberang jalan ke sebelah kiri geraja, yang terdapat Kantor Pos Sentral Saigon, yaitu kantor pos terbesar di Vientam. Gedung ini memiliki arsitektur Eropa Barat yang berkombinasi dengan arsitektur Timur dan dibangun dari tahun 1886 sampai 1891. Perancangan gedung kantor Pos ini dibuat oleh arsitek Perancis, Gustave Eiffel, yang terkenal  dengan perancangan menara Eiffel di Paris Perancisdan Patung Liberty di New York AS, yang keduanya telah kami kunjungi sebelumnya. Setelah 23 tahun digunakan, arsitek Villedieu dan Foulhoux merancang pengembangan bangunan yang baru. Ciri khas dan yang luar biasa indahnya dari gedung tiga lantai ini, dirancang setengah tenggelam dan setengah  timbul. Kalau dilihat dari luar terlihat jendela berbentuk lengkung, jam besar di atas pintu utama dan bendera  merah berbintang kuning Vietnam yang berkibar-kibar di tengah-tengah angin. Pagi itu kantor pos belum buka, sehingga kami hanya dapat berfoto di luarnya saja.

.

Jendela berbentuk lengkung, jam besar di atas pintu utama dan bendera  merah berbintang kuning Vietnam
di Kantor Pos Pusat Saigon, Ho Chi Min City

.

Kalau seandainya kami dapat masuk gedung itu, tentu saja kami akan dapat mengagumi lukisan peta Vietnam Selatan dan Kamboja dengan judul ‘Lignes telegraphiques du Sud Vietnam et Cambodge’ (Telegraphic lines of Southern Vietnam and Cambodia) dan lukisan peta kota Saigon dengan judul ‘Saigon et ses environs’ (Sai Gon and its environment), kedua lukisan tersebut menggambarkan kondisi tahun 1892. Selain itu, juga lukisan wajah tokoh besar Ho Chi Minh, yang terpampang di tengah dinding bagian dalam bangunan. Selanjutnya kami berjalan kaki sejauh 300 m menuju Balai Kota (City Hall), sebuah bangunan indah yang awalnya adalah Hotel de Ville Saigon. City Hall ini dibangun pada tahun 1902 hingga 1908, pada masa penjajahan Perancis. Yang menarik di Balai Kota ini ialah lampu-lampu di bagian luar gedung, yang dinyalakan pada malam hari, karena memberikan iluminasi cahaya sangat unik. Selain itu, kami juga menikmati bagian taman dan patung ‘Uncle Ho’ yang berdiri gagah di seberang bangunan utama.

.

patung ‘Uncle Ho’ yang berdiri gagah di seberang bangunan utama Balai Kota Saigon yang artistik

.

Oleh karena impor sepeda motor murah, maka jumlah sepeda motor telah meningkat hingga sekitar 3 juta. Ditambah lebih dari 400.000 mobil yang memadati jalan-jalan arteri kota ini, membuat jalanan macet dan udara terpolusi. Bila Beijing dikenal sebagai “Kota Sepeda”, maka Kota Ho Chi Minh dapat disebut “Kota Sepeda Motor.” Setelah kami mengunjungi Balai Kota Vietnam dan kemudian sarapan di hotel, kami menyewa sepeda motor paket sehari seharga $10. Sejak itu, kami melakukan uji adrenalin dan bergabung dengan para pengendara sepeda motor yang merajai semua jalan di sepanjang kota Ho Chi Min, termasuk para pengendara ojek aplikasi Grab yang berseragam hijau dan Goviet yang berseragam merah. Goviet adalah anak usaha Go Jek yang asli Indonesia. Lalu lintas di Ho Chi Min sangat menantang, sebab sangat teratur dalam ketidakteraturan. Selain laju kendaraan berada di lajur kanan jalan yang sering kali kami lupa setelah berbelok, juga setiap lampu hijau menyala, jangan berharap hanya kita yang melaju, sebab banyak pengendara motor dan mobil dari arah lain, termasuk yang melawan arus, pada saat yang sama juga ikut melaju.

.

Balai Kota yang semula adalah Hotel de Ville Saigon yang dibangun pada tahun 1908.

.

Tujuan kami yang pertama adalah Istana Reunifikasi yang megah dan bersejarah. Istana Merdeka atau Istana Reunifikasi (Dinh Thống Nhất) dibangun di situs bekas Istana Raja Norodom yang merupakan ‘landmark’ kota Saigon, Vietnam. Istana ini dirancang oleh arsitek Ngô Viết Thụ, dengan gaya arsitektur yang memadukan gaya modern dan tradisional Vietnam, serta merupakan rumah dinas dan tempat kerja Presiden Vietnam Selatan, selama Perang Vietnam. Di istana itulah Presiden Vietnam Selatan Nguyen Van Thieu mundur dan menyerahkan kekuasaan ke tangan Wapres Tran Van Huong, sebelum kabur pada 25 April 1975. Pada dini hari 30 April 1975, tentara Vietnam Utara menyerang dan hanya mendapati perlawanan ringan dari lawan. Kemudian sejumlah tank AD Vietnam Utara menabrak pintu gerbang Istana Presiden dan sekaligus mengakhiri perang Vietnam, karena akhirnya Vietnam Selatan menyerah.

.

Gerbang Istana Reunifikasi (Dinh Thống Nhất) yang terbuka ditabrak tank Tentara Vietnam Utara

.

Jenderal Duong Van Minh mengaku kalah dan menyerah kepada Koloner Bui Tin dari AD Vietnam Utara. Sebelumnya Duong Van Minh mengambil alih kekuasaan dari Presiden Tran Van Huong yang baru berkuasa selama satu hari. “Anda tak perlu khawatir. Di antara bangsa Vietnam tidak ada yang menang atau kalah. Hanya bangsa Amerika yang kalah,” kata Kolonel Bui Tin kepada Jenderal Dong Van Minh. “Jika Anda seorang patriot, anggap saat ini sebagai saat bahagia. Perang di negara kita sudah berakhir,” tambah Bui Tin (29 Desember 1927 – 11 Agustus 2018). Di istana itulah tempat berakhirnya perang berdarah yang panjang, menewaskan setidaknya tiga juta orang Vietnam, dan kami sempatkan berfoto di depan gerbang yang dulu ditabrak tank AD Vietnam Utara, yang masih utuh sampai sekarang.

.

Cuplikan doa persatuan bangsa Vietnam di dinding Basilica Notre Dame of Saigon di Ho Chi Min City

.

Selanjutnya kami mengunjungi Sr. Astrid, CB dari Manado, Indonesia yang sejak sebulan ditugaskan di tanah misi Vietnam. Bantuan aplikasi Google maps, sangat membantu kami menemukan rumah biara Sr. Astrid, CB di Distrik 7, meskipun pada kondisi padat rumah tinggal agak kurang presisi. Sustser yang bergelar megister pendidikan dini tersebut, ditugaskan untuk membuka TK, yang sangat sulit birokrasi dalam sistem pemerintahan komunis. Penyelenggaraan pendidikan dasar, menengah dan tinggi di seluruh daratan Vietnam hanya boleh dilakukan oleh pemerintah, sedangkan pihak swasta termasuk gereja, hanya diijinkan mengoperasionalkan TK. Dalam bidang kesehatan, layanan RS dan klinik rawat inap juga hanya boleh dilakukan oleh pemerintah. Pihak swasta dan gereja yang sempat mengoperasionalkan klinik rawat jalan, juga diincar untuk ditutup. Biaya layanan pendidikan dan kesehatan mendapatkan subsidi besar, sehingga warga hanya membayar sangat murah untuk kedua layanan negara tersebut.

.

Sowan Sr. Astrid, CB misionari asal Manado, Sulawesi Utara di tanah misi Vietnam

Selanjutnya kami segera memacu sepeda motor ke Cu Chi Tunnels yang merupakan tempat wisata terowongan tentara di Vietnam, yang terletak di luar Kota Saigon. Cu Chi Tunnels ini dibuat pada masa perang antara Vietnam dan Amerika Serikat. Terowongan ini sengaja dibuat sempit supaya hanya orang Vietnam yang kecil-kecil saja yang dapat masuk. Cu Chi Tunnels merupakan tempat pertahanan gerilyawan Vietnam pada waktu itu, tetapi sekarang ini Cu Chi Tunnels menjadi tempat wisata yang terkenal di Vietnam. Kami mengambil jalan yang berbeda saat pulang dari Cu Chi, agar dapat merasakan lebih banyak sensasi berkendara di Vietnam. Saat hujan sangat lebat turun, kami beruntung sudah sempat masuk Big C, sebuah hypermarket di pinggiran kota Ho Chi Min, agar terhindar dari hujan dan dapat membeli oleh-oleh khas Vietnam. Selanjutnya kami masuk gerai KFC, untuk mengisi batere HP secara gratis, karena penggunaan aplikasi Google maps ternyata menghabiskan energi HP dengan cepat, pada hal kami tidak punya power bank.

.

Gerbang Cu Chi Tunnels tempat wisata terowongan tentara di Vietnam, yang terletak di luar Kota Saigon

.

Tantangan kedua adalah saat ban sepeda motor belakang kempes, di keramaian jalanan yang ganas di Distrik 4 kota Ho Chi Min, saat hujan sudah reda dan bertepatan dengan jam pulang kantor. Untung saja tambal ban tubeless tidak jauh dari kami, sehingga laju motor dapat segera dilakukan lagi.

.

Tambal ban tubeless di Distrik 3 pusat kota Ho Chi Min

.

Kami segera menuju ‘War Remnant Museum War’ atau Museum Sisa Perang yang menyimpan berbagai macam koleksi peninggalan Perang Indo-China I melawan Perancis dan Perang Vietnam melawan AS. Adapun barang-barang yang dipamerkan di museum ini, antara lain perlengkapan perang Amerika Serikat, yaitu helikopter UH-1, tank M-48 Patton, berbagai jenis bom dan rudal, dokumentasi kekejaman dan penyiksaan yang terjadi selama perang, serta beberapa karya seni (artwork) yang menyerukan anti peperangan. Meskipun tampak mengerikan dan seram, namun hal tersebut tetap merupakan sebuah bukti nyata peninggalan perang, yang memiliki nilai sejarah tinggi, dan menjadi sebuah pelajaran, agar perang serupa tidak boleh terulang kembali. Perang Vietnam terlukis sadis dalam film ‘The Deer Hunter’ karya Michaal Cimino (1978) dan ‘Apocalypse Now’ karya Francis Ford Coppola (1979). Selain itu, film-film karya Oliver Stone, di antaranya berjudul ‘Platoon’, ‘Born on the fourth of July’, serta  ‘Heaven and Earth’, juga menggambarkan perang besar itu.

.

Gerbang ‘War Remnant Museum War’ atau Museum Sisa Perang yang mengingatkan tentang perdamaian

.

Malam itu kami segera mandi dan melanjutkan memicu adrenalin dalam ganasnya lalu lintas jalan menuju Distrik 7, untuk menghadiri undangan pertemuan warga Indonesia yang beragama Katolik di kota Ho Chi Min. Kami tidak kesulitan menemukan Apartemen Riverside yang mewah di dekat Sungai Mekong, tempat acara berlangsung, dalam waktu tempuh 30 menit. Setelah Misa Kudus Hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus ke Sorga, segera kami bergabung dalam makan malam bersama, menu campuran Indonesia dan Vietnam, sehingga kami dapat kembali menyantap makanan kegemaran, yaitu kerupuk.

.

Kegembiraan warga Indonesia di Apartemen Riverside di dekat Sungai Mekong

.

Malam itu kami segera berkemas di Kamar 602 Anpha Boutique Hotel, Ho Chi Minch City Vietnam, karena pagi berikutnya harus kembali ke Indonesia.

Ditulis di kursi 30C dalam kabin pesawat Airbus A 321 Vietnam Air, yang terbang dalam ketinggian jelajah 10.668 m dalam kecepatan 864 km/jam, menuju Jakarta.

Jumat siang, 31 Mei 2019

-wikan

(Bersambung)

Categories
Istanbul

2019 Hari kelima di Indochina

Perjumpaan dengan para calon biksu di Istana Kerajaan Kamboja di Phnom Pehn

Petualangan ke Indochina hari kelima.

Setelah selesai menghadiri ‘The 422nd International Conference on Medical & Health Science’ (ICMHS) 2019 yang diselenggarakan di The Pearl Hotel Hanoi, Vietnam, kami melanjutkan terbang ke Siem Reap, Kamboja, untuk menikmati keindahan Candi Angkor Wat. Dengan menggunakan bis antar kota berkapasitas 41 tempat duduk ‘Giant Ibis3’, kami meninggalkan Siem Reap, untuk menuju Phnom Penh, ibukota  dan kota terbesar di Kamboja. Kota ini memiliki penduduk sekitar 1 juta jiwa, sementara seluruh penduduk Kamboja adalah 11,4 juta jiwa.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/05/26/2019-hari-pertama-di-indochina/

.

Phnom Penh terletak di tepi Sungai Mekong, yang merupakan sungai utama di daratan Asia dengan panjang 4.200 km yang berasal dari dataran tinggi Tibet Cina. Sungai ini melintasi Kamboja dari Utara ke Selatan dengan panjang total 486 km dan melewati Phnom Penh, sebagai persimpangan sungai untuk sumber air minum dan ekosistem kota.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/05/26/2019-hari-kedua-di-indochina/

.

Didirikan pada tahun 1434, kota ini terkenal karena arsitektur yang indah, sejarah dan atraksi kebudayaannya. Phnom Penh pernah dikenal sebagai “Mutiara Asia”, dan dianggap sebagai salah satu kota peninggalan kolonial Prancis yang terindah, yang pernah dibangun sebagai kota di seluruh Indocina pada tahun 1920. Saat ini masih ada sejumlah bangunan kolonial Prancis yang tersebar di sepanjang jalan-jalan utama, mekipun Phnom Penh telah berkembang menjadi pusat negara, pusat industri, perekonomian, keamanan, dan politik Kamboja. Phnom Penh, bersama dengan Siem Reap dan Sihanoukville adalah tujuan wisata domestik dan global yang signifikan untuk Kamboja.

.

Mengunjungi Universitas Ilmu Kesehatan di Phnom Pehn, Kerajaan Kamboja di waktu malam

.

Malam itu kami menginap di kamar 304 King Grand Boutique Hotel, Phnom Penh, Kamboja, dan terbayang kesedihan mendalam tentang para korban yang diabadikan di Museum Genosida Tuol Sleng, yang baru saja kami kunjungi. Museum di pusat kota Phnom Penh tersebut merupakan bekas sebuah Kamp Konsentrasi pada masa rezim Komunis Khmer Merah berkuasa di Kamboja, pada tahun 1975-1979. Kamp Konsentrasi ini dibangun oleh Pol Pot, pemimpin Khmer Merah, untuk menyingkirkan orang-orang yang tidak sepaham dengannya. Pol Pot berusaha kembali ke perekonomian agraris dan karena itu menewaskan banyak orang yang dianggap sebagai musuh, “malas”, atau secara politik terdidik. Banyak penduduk, termasuk mereka yang kaya dan berpendidikan, dievakuasi dari kota dan dipaksa untuk melakukan kerja paksa di bidang pertanian di pedesaan sebagai ”manusia baru“.

.

Gerbang depan Museum Genosida Tuol Sleng di Phnom Pehn, tempat yang mengerikan.

.

Bangunan sekolah ‘Tuol Svay Prey High School’ diambil alih oleh pasukan Pol Pot dan diubah menjadi 21S- kamp penjara, di mana para musuh politik Pol Pot ditahan dan disiksa. Nama Tuol Sleng merupakan Bahasa Khmer yang berarti “Bukit Pohon Beracun”. Bekas sekolah tinggi yang sekarang menjadi Museum Genosida Tuol Sleng, merupakan tempat penyiksaan oleh pasukan Khmer Merah yang menyimpan alat, perangkat dan foto para korban. Perkiraan jumlah kematian akibat kebijakan Khmer Merah, termasuk penyakit dan kelaparan, berkisar 1,7-2,5 juta dari penduduk Kamboja sekitar 8 juta. Pada tahun 1979, pasukan komunis Vietnam menyerbu Republik Demokratik Kampuchea dan menggulingkan rezim Khmer Merah.

.

Gerbang belakang Museum Genosida Tuol Sleng di Phnom Pehn yang gelap dan mengerikan

.

Perang Kamboja-Vietnam adalah konflik yang terjadi antara Republik Sosialis Vietnam dan Kamboja. Perang ini dimulai dengan invasi dan pendudukan Vietnam terhadap Kamboja dan penurunan Khmer Merah dari kekuasaan. Konflik ini juga mengemukakan bagaimana perpecahan Tiongkok-Soviet telah merusak pergerakan komunis. Partai Komunis Vietnam memihak kepada Uni Soviet, sementara Partai Komunis Kamboja tetap setia dengan Republik Rakyat Tiongkok.

.

Monumen lambang kejayaan bangsa Khmer di pusat kota Phnom Pehn

Perang ini dimulai dengan kekhawatiran Republik Demokratik Kampuchea yang pada saat itu di bawah pimpinan Pol Pot, akan meluasnya pengaruh Vietnam setelah kemenangan Vietnam pada Perang Vietnam. Kekhawatiran ini didasarkan atas keinginan Vietnam untuk menyatukan kawasan Indochina dalam suatu negara di bawah kekuasaan Vietnam. Dibawah kekhawatiran tersebut, pasukan Republik Demokratik Kampuchea melancarkan aksi untuk menetralisir tentara Vietnam di sekitar perbatasan Vietnam-Kamboja. Atas aksinya, Vietnam membalas dengan melancarkan invasi melawan Republik Demokratik Kampuchea yang menyebabkan keruntuhannya, yang kemudian diganti oleh negara boneka Vietnam, Republik Rakyat Kamboja. Pendudukan Vietnam berakhir setelah tekanan internasional serta reformasi politik Vietnam. Tentara Vietnam terakhir keluar Kamboja pada tahun 1992.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/05/27/2019-hari-ketiga-di-indochina/

.

Kami juga jadi ingat tentang seorang wartawan Kamboja Dith Pran, yang menciptakan istilah “ladang pembantaian” (The Killing Fields) setelah melarikan diri dari rezim Khmer Merah. Sebuah film yang dirilis tahun 1984 berjudul sama, yaitu ‘The Killing Fields’, menceritakan kisah Dith Pran, dimainkan oleh seorang survivor Kamboja Haing S. Ngor, dan perjalanannya untuk melarikan diri dari kematian di kamp.

.

Monumen Kemerdekaan Kamboja di tengah kota Phnom Penh saat malam hari,

Malam sebelum ke hotel, kami juga sempat mengunjungi Monumen Kemerdekaan di Phnom Penh, yang dibangun pada tahun 1958 untuk memperingati kemerdekaan Kamboja dari Prancis pada 1953. Monumen tersebut berdiri di persimpangan Norodom Boulevard dan Sihanouk Boulevard. Monumen tersebut membentuk stupa berbentuk teratai, yang gayanya tampak pada candi Khmer besar di Angkor Wat dan situs sejarah Khmer lainnya. Monumen Kemerdekaan dirancang oleh arsitek modern Kamboja yang sangat berpengaruh, yaitu Vann Molyvann.

Patung perunggu Raja Norodom Sihanouk, di pusat kota Phnom Pehn yang malam dan hujan

.

Selain itu, kami juga sempat berfoto dalam hujan, untuk melihat patung Raja Norodom Sihanouk, yang diciptakan sebagai peringatan 1 tahun meninggalnya sang raja. Peresmian patung perunggu raja Sihanouk tersebut dilangsungkan pada hari Jumat, 11 September 2013. Patung setinggi 100 kaki seharga sekitar 1,2 juta dollar AS, menggambarkan Raja Norodom Sihanouk sebagai sosok yang melekat di hati rakyatnya. Paling tidak hal itu terlihat dari tetap membanjirnya warga yang menjenguk perabuan jenazahnya di Istana Kerajaan. Saat peresmian patung itu, Perdana Menteri Hun Sen dan raja Kamboja saat ini, Norodom Sihamoni hadir. Norodom Sihanouk wafat pada 15 Oktober 2012 karena serangan jantung di Beijing, China. Sihanouk berjasa membuat Kamboja tetap dalam keadaan damai sejak merdeka dari Perancis pada 1953.

.

Hasil gambar untuk malaria di kamboja
Peta jalan program pemberantasan malaria di Kaboja

.

Kami jadi teringat bahwa Professor Nicholas White dari Oxford University di Inggris menerbitkan surat terbuka di jurnal kesehatan ‘The Lancet Infectious Diseases.’ Surat yang terbit pada hari Rabu, 25 September 2017 berisi tentang sebuah varian malaria baru, yang telah menyebar di wilayah barat Kamboja. Parasit malaria mutan terbaru itu kebal terhadap segala macam obat berbasis artemisin, obat utama melawan malaria yang dipakai oleh dokter di seluruh dunia. Malaria baru tersebut bahkan sudah menyebar dari kawasan barat Kamboja, menuju daerah timur laut Thailand, selatan Laos, hingga Selatan Vietnam (Greater Mekong).

.

Hasil gambar untuk malaria di kamboja
Pemeriksaan parasitologi malaria di Kaboja

Di beberapa wilayah Kamboja, tingkat resistensi pasien mencapai 60 persen dan sepertiga penangangan malaria di sana dinyatakan gagal. Walau mengkhawatirkan, varian malaria terbaru ini masih jauh dari Benua Afrika. Malaria baru ini akan mematikan, jika sampai menyeberang Samudra Hindia, karena setiap tahun 90 persen dari 212 juta kasus malaria seluruh dunia, terjadi di Benua Hitam Afrika. Ironisnya, kasus malaria yang disebarkan oleh nyamuk, sebetulnya mengalami penurunan beberapa tahun terakhir. Desember 2015, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan sejak tahun 2000 terdapat penuruan kasus malaria minimal 70 persen di lebih dari setengah negera yang terjangkit penyakit berbahaya ini. Secara keseluruhan, jumlah kasus malaria menurun sampai 40 persen sementara tingkat kematian turun 66 persen di benua Afrika dalam kurun waktu yang sama.

.

Mari kita bantu program stop malaria di Kamboja

.

Di Kamboja terjadi 45.991 kasus malaria pada 2017, di mana angka tersebut meningkat 95 persen dari 23.627 kasus pada tahun sebelumnya, seperti yang dijelaskan oleh Huy Rekol, direktur Pusat Nasional untuk Parasitologi, Entomologi dan Pengendalian Malaria Kamboja. Peningkatan kasus malaria tahun 2017 yang luar biasa, mungkin berhubungan dengan perubahan iklim dan jatuhnya tanggal kadaluarsa kelambu berinsektisida. Tahun 2016 cuaca telah berubah dengan musim hujan yang berkepanjangan, yang kondusif bagi pembiakan nyamuk. Faktor lainnya adalah kelambu berinsektisida, yang telah didistribusikan ke orang-orang yang tinggal di daerah rawan malaria, telah kehilangan efisiensinya setelah digunakan selama tiga tahun. Kami menjadi agak sulit tidur membayangkan semua hal yang terjadi tersebut malam itu ada di sekitar kami.

.

Gerbang depan Istana Kerajaan Kamboja atau National Royal Palace, yang sedang direnovasi di Phnom Pehn.

.

Rabu pagi, 29 Mei 2019 untunglah kami dapat bangun pagi untuk berjalan kaki sekitar 5 menit dari hotel, guna melihat Istana Kerajaan Kamboja atau National Royal Palace. Istana megah dan besar ini berfungsi sebagai kediaman resmi Raja Kamboja dan keluarga kerajaan. Nama lengkap dalam bahasa Khmer adalah Preah Barum Reachea Veang Chaktomuk Serei Mongkol. Para raja Kamboja telah menghuni istana ini sejak dibangun pada tahun 1860-an, dengan pengecualian istana sempat kosong karena keluarga kerajaan pergi mengungsi, mengasingkan diri  ke Perancis dan China, ketika negara jatuh dalam kekacauan, akibat berkuasanya rezim Khmer Merah.

.

Panorama pertemuan Sungai Tonle Sap dan Sungai Mekong yang disebut Chaktomuk di pagi hari

.

Istana ini dibangun setelah Raja Norodom memindahkan ibukota kerajaan dari Oudong ke Phnom Penh pada pertengahan abad ke-19. Istana ini dibangun secara bertahap di atas benteng kuno yang disebut Banteay Kev. Istana ini menghadap ke arah Timur dan terletak di tepi barat dari cabang pertemuan Sungai Tonle Sap dan Sungai Mekong yang disebut Chaktomuk (Sansekerta:catur mukkha yang berarti empat muka), sebuah kiasan untuk dewa Brahma yang memiliki empat muka menghadap empat penjuru.

.

Ferbang King Grand Boutique Hotel, Phnom Penh, Kamboja, yang artistik

.

Rabu siang, 29 Mei 2019 kami meninggalkan King Grand Boutique Hotel, Phnom Penh, Kamboja, untuk naik bis lagi menuju Ho Chi Min City Vietnam. Pemeriksaan imigrasi dilakukan oleh Otoritas Imigrasi Kamboja di Kota Bavet dan bis berhenti di gedung tempat pos pemeriksaan paspor Kamboja berada. Setelah dipindai sidik jari dan stempel tanggal keluar wilayah Kamboja, para penumpang naik bis lagi menuju pos pemeriksaan pintu masuk perbatasan Vietnam di Kota Moc Bai. Paspor semua penumpang dikumpulkan oleh awak bis dan kita menunggu di areal pertokoan duty free untuk makan siang. Selesai makan, para penumpang diantar k epos pemeriksaan dan harus turun dari bus dengan membawa semua tas perbekalan, untuk dipindai dalam mesin x-ray dan pemeriksaan paspor oleh petugas imigrasi Vietnam.

.

Bis yang mengantar kami meninggalkan Phnom Pehn, Kamboja dan memasuki Ho Chi Min, Vietnam

.

Memasuki territorial Vietnam, jalan dan pemandangan alam sekitarnya sangat berbda, karena lebih padat penduduk, maju dan modern. Setelah total 6 jam menempuh jarak 230,4 km melewati jalan nasional AH1/NR1, selanjutnya kami menginap di Ho Chi Min City.

Ditulis di Kamar 602 Anpha Boutique Hotel, Ho Chi Minch City Vietnam

Rabu malam, 29 Mei 2019.

-wikan

(bersambung)

Categories
Istanbul

2019 Hari keempat di Indochina

Gerbang Angkor Wat Temple di Siem Riep, Kerajaan Kamboja

Petualangan ke Indochina hari keempat.

Setelah menghadiri ‘The 422nd International Conference on Medical & Health Science’ (ICMHS) 2019 yang diselenggarakan di The Pearl Hotel Hanoi, Vietnam, kami melanjutkan terbang ke Siem Reap, Kamboja, untuk menikmati keindahan dan kemegahan Candi Angkor Wat. Pada tahun 1907 Angkor direbut dari Siam (sekarang Thailand) secara paksa oleh kolonial Perancis dan dikembalikan kepada Kamboja. Lembaga ilmiah di Perancis, yaitu École Française d’Extrême Orient (EFEO) membersihkan Candi Angkor yang merupakan situs purbakala dari cengkeraman hutan dan akhirnya mendapat perhatian dunia.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/05/26/2019-hari-pertama-di-indochina/

.

Antrian pertama pembelian tiket masuk areal Candi Angkor Wat yang buka pk. 5 dini hari

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/05/26/2019-hari-kedua-di-indochina/

.

Selasa pagi buta, 28 Mei 2019 kami terbangun di kamar 504 Cheathata Angkor Hotel, Siem Reap, Kamboja, untuk bergabung bersama banyak sekali turis dari berbagai negara, untuk menikmati matahari terbit di seputaran Angkor Wat. Kami naik tuktuk yang malam sebelumnya mengantar kami ke hotel. Kami segera berdiri paling depan, di loket pembelian tiket masuk areal Angkor Wat, yang buka pk. 5. Dengan membayar $37 untuk setiap orang dalam paket wisata 1 hari, kami mendapat tiket yang disertai foto wajah masing-masing pengunjung.

.

baca juga : https://dokterwikan.wordpress.com/2019/05/27/2019-hari-ketiga-di-indochina/

.

Wajah kami terlihat di dalam tiket masuk areal Angkor Wat, untuk pemeriksaan keamanan

.

Angkor Wat adalah sebuah gugus bangunan candi di Kamboja yang merupakan salah satu monumen keagamaan terbesar di dunia. Candi yang berdiri di atas areal seluas 1.626.000 m2 ini mula-mula dibangun sebagai candi agama Hindu Kerajaan Khmer, yang dibaktikan untuk dewa Wisnu, namun lambat laun berubah menjadi candi agama Buddha menjelang akhir abad ke-12. Angkor Wat dibangun oleh Raja Khmer Suryawarman II pada permulaan abad ke-12 di Yaśodharapura, ibu kota Kemaharajaan Khmer, sebagai candi negara sekaligus tempat persemayaman abu jenazahnya. Berbeda dari raja-raja pendahulunya yang berbakti kepada dewa Siwa, Raja Suryawarman II justru membangun Angkor Wat untuk dibaktikan kepada dewa Wisnu. Sebagai candi yang paling terawat di kawasan percandian Angkor, Angkor Wat merupakan satu-satunya candi yang masih menjadi pusat keagamaan penting semenjak didirikan. Mahakarya langgam klasik arsitektur Khmer ini telah menjadi salah satu lambang negara Kamboja, ditampilkan pada bendera negara Kamboja, dan menjadi daya tarik wisata utama negara itu.

.

Siluet Candi Angkor Wat di Siem Reap, sebelum matahari terbit

.

Pintu masuk samping timur, menuju areal tengah Candi Angkor Wat di Siem Reap, Kerajaan Kamboja

.

Angkor Wat (bahasa Khmer: “candi kota”) adalah sebuah gugus bangunan candi di negara Kamboja yang merupakan salah satu monumen keagamaan terbesar di dunia. Candi yang berdiri di atas situs seluas 1.626.000 m2, Angkor Wat memadukan dua rancangan pokok arsitektur candi Khmer, yakni rancangan candi gunungan dan rancangan candi berserambi. Angkor Wat dirancang sebagai lambang Gunung Meru (kahyangan dewa-dewi Hindu) yang dikelilingi tiga undak bangunan serambi persegi panjang, dan masih dipagari lagi dengan tembok luar sepanjang 3,6 km (2,2 mil) berikut sebuah parit sepanjang lebih dari 5 km (3 mil). Di tengah-tengah gugus bangunan candi ini, menjulang menara-menara yang membentuk tatanan quinquncia (tatanan lima objek yang membentuk lambang tapak dara, salah satunya terletak pada titik persilangan). Berbeda dari kebanyakan candi yang bertebaran di kawasan percandian Angkor, candi ini dibangun menghadap ke arah barat; para peneliti berbeda pendapat sehubungan dengan makna dari perbedaan ini. Angkor Wat dikagumi karena kemegahan dan keselarasan arsitekturnya, luasnya bidang yang dihiasi relief dangkal, dan sekian banyak sosok dewata yang terukir pada tembok-temboknya.

.

Berbagi lokasi dengan pengunjung lainnya, mengambil gambar siluet Candi Angkor Wat yang megah

.

Para pengunjung Candi Angkor Wat berjajar di tepi kolam,
untuk mengambil gambar bayangan siluet candi dalam air kolam
Seperti sebuah kolam renang raksasa di dalam Candi Angkor Wat Siem Reap, Kamboja
Perjumpaan yang meneguhkan dengan seorang biksu muda Khmer yang optimistik dan berwajah teduh
di areal Candi Angkor Wat, Siem Reap, Kamboja

Angkor Wat terletak 5,5 km di sebelah utara kota modern Siem Reap. Candi ini juga berada tidak jauh di sebelah selatan dan agak ke timur dari bekas ibu kota Khmer yang berpusat di candi Baphuon. Angkor Wat sendiri berlokasi di kawasan percandian Angkor, dan juga merupakan candi paling selatan dari antara candi-candi lainnya di kawasan tersebut.

Puncak kedua stupa suci Candi Angkor Wat yang tinggi menjulang, sangat indah dipandang
Gerbang belakang yang megah saat akan keluar areal situs Candi Angkor Wat, untuk menuju situs Candi Bayon

Selanjutnya kami mengunjungi Bayon yang merupakan candi agung Kerajaan Khmer di dalam kawasan Angkor. Dibangun pada akhir abad ke-12 hingga awal abad ke-13, candi yang kaya ukiran ini adalah candi agung resmi kerajaan yang bersifat Buddha Mahayana, yang dibangun atas prakarsa Raja Jayawarman VII. Candi Bayon berdiri menjulang tepat di pusat ibu kota milik Jayawarman VII Angkor Thom. Setelah Jayawarman wafat, candi ini kerap diubah fungsinya menjadi candi Hindu dan Buddha Theravada sesuai keinginan raja berikutnya.

Wajah berukuran raksasa dengan ekspresi yang tenang, teduh, dan anggun, terukir pada menara candi Bayon
Wajah para raja berukuran raksasa terukir pada menara-menara candi Bayon, dekat Angkor Wat
Candi Bayon, di belakang Candi Angkor Wat dengan stupa yang khas, yaitu sangat tinggi menjulang

Ciri utama candi Bayon adalah terdapat banyak wajah berukuran raksasa dengan ekspresi yang tenang, teduh, dan anggun, terukir pada menara-menara candi yang mengelilingi puncak utama. Candi ini juga terkenal dengan dua set bas relief yang menampilkan kombinasi antara mitologi, sejarah, serta adegan sehari-hari pada masa Kerajaan Angkor, yang menggambarkan candi ini sebagai “sebuah perwujudan paling mengagumkan dari gaya barok” dalam Arsitektur Khmer, apabila dibandingkan dengan gaya klasik Angkor Wat.

.

Kampanye basmi malaria yang telah resisten obat anti malaria standar,
di Greater Mekong, termasuk di Siem Reap

Tokoh pesohor seperti Charlie Chaplin dan Jackie Kennedy, adalah mereka yang pernah mengunjungi Angkor Wat dan kami tidak mau kalah. Setelah puas menikmati kemegahannya, selanjutnya kami mengenang Dr. Beat Richner (13 Maret 1947 – 9 September 2018) adalah seorang dokter spesialis anak dari Swiss, pemain cello dan pendiri rumah sakit anak di Kamboja. Dia menciptakan Yayasan Kantha Bopha di Zurich pada tahun 1992 dan menjadi kepalanya. Saat bekerja untuk Palang Merah Swiss, ia dikirim ke Kamboja di mana ia bekerja di Rumah Sakit Anak Kantha Bopha di Phnom Penh pada tahun 1974 dan 1975. Rumah sakit ini dinamai untuk mengenang HRH Samdach Preah Ang Mechas Norodom Kantha Bopha (1948– 1952), yang merupakan putri Raja Norodom Sihanouk dan meninggal pada usia yang sangat muda.

.

Siamray dengan tuktuk pribadinya, setia mengantar kami keliling areal arkeologi Candi Angkor Wat

.

Ketika Khmer Merah menyerbu Kamboja, Richner terpaksa kembali ke Swiss di mana ia melanjutkan pekerjaannya di Rumah Sakit Anak Zurich. Pada Desember 1991, Richner kembali ke Kamboja dan menyaksikan kehancuran yang terjadi setelah konflik antara Khmer Merah dan Vietnam. Dia diminta untuk membuka kembali dan membangun kembali Kantha Bopha oleh pemerintah Kamboja. Menciptakan Yayasan Kantha Bopha pada Maret 1992, Richner secara resmi kembali ke Kamboja untuk memulai rekonstruksi dan Kantha Bopha dibuka kembali pada November 1992. Sejak itu, yayasan telah mendanai perluasan Rumah Sakit Anak Kantha Bopha untuk berkembang menja lima rumah sakit, termasuk di Siem Reap.

.

Mengagumi dedikasi Dr. Beat Richner yang mendirikan RS Anak Kantha Bopha III Siem Reap

.

Sebanyak 5 buah Rumah sakit Kantha Bopha merawat sekitar setengah juta anak per tahun tanpa biaya, termasuk untuk sekitar 100.000 anak yang sakit parah dan harus dirawat inap. Ensefalitis Jepang, malaria, demam berdarah dengue, dan tipus sering terjadi, yang bahkan sering diperburuk oleh adanya infeksi tuberkulosis (TB) sebelumnya. TB adalah pembunuh nomor satu bagi anak di Kamboja dan lebih dari 80% dari semua perawatan anak di Kamboja, dilayani oleh jaringan rumah sakit Kantha Bopha. Operasional rumah sakit terutama didanai oleh sumbangan individu filantropis di Swiss. Biaya operasional pada tahun 2006, saat terjadi lonjakan kasus malaria, mencapai US $ 17 juta. Sejak Yayasan dimulai pada tahun 1991, dilaporkan telah mengumpulkan US $ 370 juta. Selain perawatan medis, rumah sakit juga menyediakan Pendidikan Vokasi Pascasarjana Internasional, yaitu Akademi Pediatri Kantha Bopha yang dimulai pada tahun 2009. Program ini mencakup kuliah dan kursus tentang pediatri umum, infektologi, imunologi dan pencitraan diagnostik. Program kursus juga mencakup pengenalan ke dalam organisasi dan manajemen rumah sakit anak dan fasilitas bersalin di negara tropis yang miskin.

.

Bersiap naik bis Giant Ibis yang eksklusif buatan Hyundai meninggalkan Siem Reap menuju Phnom Penh

Setelah puas menikmati kemegahannya, selanjutnya kami naik bis Giant Ibis, menuju Phnom Pehn, ibukota Kerajaan Kamboja. Menempuh perjalanan 323 km, kami perlu waktu 6 jam dalam bis ekskutif buatan Hyundai, Korea. Sepanjang perjalanan kami melewati jalan raya yang mulus, tertata dan datar. Rasanya tidak ada jalan mendaki dan menurun di darata Komboja. Kendaraan yang lewat pada umumnya berukuran besar, tidak ada yang berminat dengan kendaraan kecil. Camry, Prius, Fortuner, Pajero, Highlander, Land Cruiser, Navara, Alphard, Hi Lux dan H1, adalah kendaraan besar yang lalu lalang di sepanjang jalan di Kamboja.

Menikmati pemandangan kawasan Kamboja yang luas, dari dalam cabin bis Giant Ibis ke Phnom Penh

Sepanjang mata memandang, masih banyak areal tanah kosong, rumah dibangun dengan halaman yang luas, dan jalan yang lebar dengan warna tanah kemerahan. Panoramanya mirip dengan wilayah Kalimantan Tengah, yang masih jarang penduduk. Meskipun medannya tidak berat karena hanya datar, tetapi warga Kamboja lebih senang menggunakan mobil dengan kapasitas mesin yang besar, yang biasanya diiperuntukkan bagi medan berat.

.

Museum Genosida Tuol Sleng pada malam hari untuk mengenang kekejaman Khmer Merah di Phnom Pehn

.

Kami turun di garasi bis Giant Ibis, di pinggiran kota Phnom Penh, dilanjutkan naik tuktuk keliling kota dalam sore hari menjelang malam yang sedikit gerimis. Dengan cepat kami mengunjungi Museum Genosida Tuol Sleng, Monumen Kemerdekaan, Patung Raja Norodom Sihanouk, dan Istana Kerajaan Kamboja, karena hari keburu malam dan hujan semakin lebat. Selanjutnya kami check in di hotel dan berniat mengulangi lagi kunjungan ke tempat tersebut pagi hari, sebelum melanjutkan perjalanan ke Vietnam.

.

Monumen Kemerdekaan Kamboja di waktu malam, di tengah simpang jalan yang ramai di Phnom Phen

Ditulis di dalam kamar 304 King Grand Boutique Hotel, 18 Street 258, Phnom Penh, Cambodia, The Kingdom of Wisdom

Selasa malam, 28 Mei 2019.

-wikan

(bersambung)

wa.me/
wa.me
Halo, ada yang dapat dibantu?