Categories
Istanbul

2018 Hari Kesehatan Sedunia

 

Hasil gambar untuk HARI KESEHATAN  SEDUNIA 2018

HARI KESEHATAN DUNIA 2018

fx. wikan indrarto*)

Pada Hari Kesehatan Sedunia (World Health Day 2018) Sabtu, 7 April 2018, setiap orang diharapkan mengambil peran untuk berkontribusi mencapai dan mempertahankan UHC (Universal Health Couverage) atau cakupan layanan kesehatan semesta. Apa yang sebaiknya dilakukan?

Hari Kesehatan Sedunia (World Health Day 2018) diselenggarakan untuk memperingati lahirnya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang didirikan pada tanggal 7 April 1948, sebagai badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa. WHO bermarkas di Jenewa, Swiss dengan anggota hampir mencapai dua ratus negara, badan tersebut melaksanakan program berskala dunia untuk mencegah dan melenyapkan penyakit. Tujuannya adalah “pencapaian tingkat kesehatan yang tertinggi untuk seluruh umat manusia di dunia”, dimana kesehatan didefinisikan sebagai “kesejahteraan yang seutuhnya baik fisik, mental maupun sosial”.

Hasil gambar untuk HARI KESEHATAN  SEDUNIA 2018

Dengan UHC, maka WHO akan memastikan semua orang mendapatkan layanan kesehatan berkualitas, di manapun dan kapanpun mereka membutuhkannya, tanpa menderita kesulitan keuangan. UHC adalah kunci terciptanya derajad kesehatan dan kesejahteraan bagi masyarakat dan bangsa, sehingga UHC layak dilakukan. Semua negara akan mencapai UHC dengan cara yang berbeda.

Sedikitnya separoh penduduk dunia saat ini tidak dapat memperoleh layanan kesehatan esensial. Hampir 100 juta orang didorong ke dalam kemiskinan ekstrim, dipaksa bertahan hidup hanya dengan $ 1,90 atau kurang sehari, karena mereka harus membayar layanan kesehatan dari kantong mereka sendiri. Lebih dari 800 juta orang (hampir 12 persen dari populasi dunia) menghabiskan setidaknya 10 persen dari anggaran rumah tangga mereka, untuk biaya kesehatan untuk diri mereka sendiri, anak yang sakit atau anggota keluarga lainnya. Mereka menanggung apa yang disebut pengeluaran bencana atau ‘catastrophic expenditures’.

Hasil gambar untuk HARI KESEHATAN  SEDUNIA 2018

UHC seharusnya tidak berarti cakupan gratis (does not mean free coverage) untuk semua layanan kesehatan, karena rasanya tidak ada negara yang dapat memberikan semua layanan tanpa biaya secara berkelanjutan. UHC tidak hanya menjamin paket layanan kesehatan minimum, namun juga memastikan perluasan cakupan layanan kesehatan dan perlindungan finansial secara progresif, karena tersedia lebih banyak sumber daya. UHC bukan hanya tentang perawatan medis untuk individu tertentu, tetapi juga mencakup layanan untuk keseluruhan populasi, seperti layanan kesehatan masyarakat, misalnya menambahkan fluorida ke air di KM atau mengendalikan tempat berkembang biak nyamuk, yang membawa virus yang dapat menyebabkan penyakit Dengue.

Hasil gambar untuk bendera merah putih

Semua pemerintah, termasuk di Indonesia, diharapkan membawa perubahan kebijakan mencapai UHC, untuk memperbaiki derajad kesehatan, memacu pertumbuhan ekonomi, dan pembangunan sosial. Komisi kesehatan parlemen, termasuk Komisi IX DPR RI, dan kelompok pemerhati kesehatan seharusnya berperan menengahi antara pemerintah yang menyusun kebijakan dan yang menjalankannya. Ruang lingkup Komisi IX DPR RI meliputi tenaga kerja dan transmigrasi, kependudukan dan kesehatan.

Sekain itu, partai politik seharusnya juga terlibat dalam menyusun program untuk memenuhi kebutuhan kesehatan para pendukung partai dan konstituen, bukan sekedar memenangkan pemilihan umum saja. Asosiasi profesional kesehatan, seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI), berperan untuk melindungi kesejahteraan anggotanya sebagai tenaga kerja profesional. Organisasi masyarakat sipil seperti LSM yang bekerja di lapangan, dapat berperan untuk mewakili keprihatinan dari kelompok populasi yang berbeda, juga berperan mencapai UHC.

Hasil gambar untuk HARI KESEHATAN  SEDUNIA 2018

Media massa termasuk para pengguna media sosial dapat membantu meningkatkan pemahaman masyarakat, tidak hanya tentang UHC, tetapi juga aspek transparansi dan akuntabilitas dalam pembuatan kebijakan. Awak media seharusnya kita dorong untuk menyoroti adanya inisiatif dan intervensi kebijakan publik, yang telah membantu memperbaiki akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas, dan terlindung dari dampak buruk finansial bagi masyarakat. Caranya dengan menunjukkan apa yang terjadi, bila warga masyarakat tidak mampu memerlukan dan mendapatkan layanan kesehatan yang mereka butuhkan.

Para pejabat pemerintahan disarankan untuk berdialog terstruktur dengan berbagai pemangku kepentingan, untuk memastikan terbentuknya UHC. Diharapkan dapat menangkap tuntutan, opini, dan harapan warga masyarakat mengenai hal-hal terkait UHC untuk perbaikan kebijakan. Pendapat warga dapat diperoleh melalui dialog tatap muka, survei atau bahkan referendum, untuk mengeksplorasi solusi UHC yang layak.

Hasil gambar untuk sistem pelayanan kesehatan di indonesia

Warga masyarakat sebagai individu dapat menggunakan suaranya sendiri, untuk menuntut terciptanya sistem layanan kesehatan yang baik. Semua warga masyarakat sebagai individu, juga kelompok masyarakat sipil dan petugas kesehatan, diharapkan dapat mengkomunikasikan kebutuhan, pendapat dan harapannya kepada pembuat kebijakan, politisi, menteri, dan bahkan presiden. Diperlukan kebulatan suara untuk memastikan kebutuhan kesehatan masyarakat, diperhitungkan dan diprioritaskan di tingkat lokal, regional, atau bahkan nasional.

Hasil gambar untuk jkn adalah

Hari Kesehatan Sedunia (World Health Day 2018) pada Sabtu, 7 April 2018, mengingatkan kita bahwa di Indonesia UHC akan diwujudkan melalui program JKN (Jaminan Kesehatan Nasional), dengan BPJS Kesehatan sebagai penjanim biayanya. Apakah kita telah ikut mewujudkan?

 Komdik RSPR 1

Sekian

Yogyakarta, 7 April 2018

*) Sekretaris IDI Wilayah DIY, dokter spesialis anak, lektor di FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161,

e-mail : fxwikan_indrarto@yahoo.com

Categories
Istanbul

2018 Hari Orang Sakit Sedunia

Gambar terkait

HARI ORANG SAKIT SEDUNIA 2018

fx. wikan indrarto*)

Hari Orang Sakit Sedunia (World Day of the Sick) ditetapkan oleh Sri Paus Yohanes Paulus II dan mulai dirayakan pada 11 Februari 1993. Tema Hari Orang Sakit Sedunia tahun 2018 ini adalah kata yang diucapkan Yesus dari atas salib kepada Maria, IbuNya, dan Yohanes; “Ibu, inilah anakmu. Inilah ibumu. Dan sejak saat itu, murid itu menerima dia di dalam rumahnya.” (Yoh 19;26-27). Kata-kata Yesus itu dengan terang benderang menerangi misteri Salib, yang tidak menghadirkan keputusasaan, namun justru menunjukkan kemuliaan dan kasihNya sampai akhir.

Ketiga subtema yang terus-menerus didengungkan pada Hari Orang Sakit Sedunia adalah pertama, mengingatkan semua orang beriman, untuk berdoa secara khusuk bagi mereka yang sedang sakit. Kedua, mengundang semua orang beriman untuk merefleksikan sakit dan penderitaan manusia, dan ketiga, penghargaan bagi semua petugas kesehatan.

Hasil gambar untuk HARI ORANG SAKIT SEDUNIA 2018

Melayani saudara kita yang sedang sakit, seharusnya diawali dengan kemurnian hati sampai kita mampu bersikap seperti Ayub “Saya mata untuk orang buta, dan kaki bagi orang lumpuh” (Ayub 29:15), kepada sesama yang sakit. Pelayanan kita tidaklah harus dilakukan dengan menjadi petugas kesehatan bagi para pasien. Sebenarnya kita dapat sekedar dekat dengan orang sakit, terutama yang membutuhkan perawatan lama, membantu dalam memandikan, berpakaian, mencucikan dan menyuapkan makanan. Layanan sederhana seperti ini, terutama bila dilakukan berkepanjangan, pastilah dapat menjadi sangat melelahkan dan memberatkan.

Meskipun tidak ada yang menginginkannya, namun setiap manusia akan mungkin mengalami sakit, penderitaan dan bahkan dapat berlanjut dengan kematian. Sakit yang ringan sekalipun, sebaiknya digunakan sebagai sebuah momentum penting untuk mensyukuri sehat. Kita diingatkan untuk bersandar pada Tuhan, menyadari pentingnya iman bagi mereka yang sakit dan berbeban berat, untuk datang pada Tuhan. Dalam pertemuannya dengan Tuhan melalui caranya masing-masing, mereka yang sakit akan menyadari bahwa dirinya tidak sendirian.

Bagi kita semua yang sehat, memberikan pendampingan, penghiburan dan perhatian untuk mereka yang sakit, sangatlah berarti. Selain itu, kita disadarkan akan pergerakan roda kehidupan. Pada saat sehat, kita seharusnya meluangkan waktu, tenaga, pikiran dan dana untuk membantu mereka yang sakit. Pada saat yang lain, sangat mungkin kita sendiri justru menjadi orang yang sakit dan memerlukan hal yang sama dari semua orang di sekitar kita, sebagaimana pergerakan dan putaran roda kehidupan.

Hasil gambar untuk HARI ORANG SAKIT SEDUNIA 2018

Pada era JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) yang sekarang berlaku di Indonesia, kendali mutu dan kendali biaya untuk pasien yang sakit akan terus diwujudkan. Hal ini karena kebebasan profesi dokter semakin direduksi, kompleksitas masalah medis pasien semakin diabaikan, dan mutu layanan medik yang dilakukan semakin disetarakan. Untuk itu, terhadap pasien dengan sakit berat dan berbiaya mahal, para dokter pasti akan sampai pada sebuah titik terjadinya dilema medis. Pada titik itulah diperlukan perubahan dari pengobatan menjadi perawatan (Advance Cures and Transform Care).

Para dokter wajib membedakan sifat tindakan medis yang akan diambilnya, menjadi ‘Ordinary’ atau ‘Extraordinary’. Disebut ordinary kalau memenuhi 6 syarat, yaitu 3 aspek medis dan 3 aspek moral. Syarat aspek medis adalah teruji secara imiah, terbukti berhasil secara statistik, dan tersedia secara rasional. Sedangkan aspek moral adalah menguntungkan, bermanfaat, dan tidak menjadi beban finansial bagi pasien, keluarga maupun RS.

Hasil gambar untuk HARI ORANG SAKIT SEDUNIA 2018


Penilaian sifat tindakan medis tersebut adalah ‘hic et nunc’, yaitu sekarang dan di RS ini. Apabila salah satu saja dari 6 syarat tersebut tidak tepenuhi, maka tindakan medis tersebut termasuk ‘Extraordinary’, sehingga secara etika tidak wajib dilakukan oleh dokter. Ketentuan etika tersebut diperlukan untuk menghindari 3 hal, yaitu ‘agresive medicine’ (tindakan berlebihan), ‘futile medicine’ (intervensi sia-sia), dan rasa bersalah yang tidak perlu, baik bagi dokter, para petugas RS lainnya, pasien maupun keluarganya. Selain itu, perburukan kondisi medis, bahkan kematian pasien tidak boleh dianggap sebagai kegagalan dokter, asalkan kewajiban dokter sudah dilaksanakan.

Hasil gambar untuk HARI ORANG SAKIT SEDUNIA 2018
M
omentum Hari Orang Sakit Sedunia (World Day of the Sick) Minggu, 11 Februari 2018, mengingatkan kita agar memiliki kebijaksanaan hati bagi para orang sakit. Selain itu, saat terjadi sakit juga tidak perlu putus asa, karena adanya kemuliaan dan kasih Tuhan sampai pada akhir kehidupan. Sudahkah kita menemani orang sakit di sekitar kita?

 Dr. Wikan 2 Sekian

Yogyakarta, 6 Februari 2018

*) Sekretaris IDI Wilayah DIY, dokter spesialis anak, Lektor di FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161,

Categories
Istanbul

2018 Pelanggaran Etika Kedokteran

Hasil gambar untuk etika kedokteran adalah

PELANGGARAN ETIKA KEDOKTERAN

fx. wikan indrarto*)

Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) sudah menyimpulkan bahwa Mayjen TNI Dr. dr. TAP, SpRad, penemu dan penerap metode cuci otak (brain flushing) melakukan pelanggaran etik. Pelanggaran etik kedokteran berat (serious ethical misconduct) ini diberikan sanksi berupa pemecatan sementara sebagai anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Apa yang sebaiknya dicermati?

Sebenarnya publik tidak etis malakukan eksaminasi atau ‘legal annotation’ yaitu membuat ulasan terhadap putusan pengadilan MKEK tersebut. Eksaminasi publik hanya dilakukan terhadap kinerja hakim pengadilan dengan diterbitkannya SEMA (Surat Edaran Mahkam Agung) No 1 Tahun 1967, yang dikenal dengan eksaminasi internal lembaga peradilan. Dalam hal ini untuk mengkaji putusan yang telah dijatuhkan oleh hakim yang telah memiliki kekuatan hukum tetap, yang bersifat eksaminasi internal, dan bukan dimaksudkan sebagai kontrol lembaga peradilan oleh publik.

Hasil gambar untuk etika kedokteran adalah

Sebuah intervensi kedokteran yang diterapkan kepada pasien, termasuk cuci otak secara etik seharusnya hanya dilakukan setelah melewati tahap penelitian lengkap. Penelitian kesehatan yang mengikutsertakan subyek manusia harus etik dan hormat atas martabat manusia, sesuai PP 39/1995 tentang penelitian dan pengembangan kesehatan, dengan prinsip ‘Respect for person, Beneficience & non maleficience, and Justice’.

Dengan demikian, testimoni yang menyebutkan bahwa metode tersebut telah mengatasi masalah stroke sejak tahun 2005 pada sekitar 40.000 pasien, bahkan tidak banyak muncul komplain dari masyarakat, sebenarnya bukanlah bukti kevalidan secara etika kedokteran. Demikian juga testimoni para tokoh nasional yang pernah menjalani metode tersebut dan ujian pada proses pendidikan tingkat doktoral di sebuah FK PTN (Fakultas Kedokteran Perguruan Tinggi Negeri), tentu saja bukan merupakan bukti yang etik, selain uji klinik lengkap. Temuan metode baru yang sudah terbukti ilmiah secara akademik di lingkup PT, bukan berarti otomatis etik diterapkan secara luas pada pasien di dunia medis, tanpa melalui tambahan uji klinik lengkapUji klinik adalah pengujian sebuah intervensi kedokteran baru pada manusia, yang pada dasarnya memastikan efektivitas, keamanan dan efek samping yang timbul, akibat pemberian suatu intervensi dokter. Uji klinik ini terdiri dari uji fase I sampai fase IV.

 Hasil gambar untuk etika kedokteran adalah

Uji Klinik Fase I merupakan pengujian suatu intervensi kedokteran baru untuk pertama kalinya, pada manusia. Yang diteliti disini ialah keamanan dan penerimaan atau tolerabilitas intervensi, bukan keampuhan atau efikasinya, maka dilakukan pada sukarelawan sehat. Uji Klinik Fase II dilakukan pada orang yang sakit atau pasien dengan tujuan adalah melihat apakah intervensi ini memiliki efek terapi.

Uji Klinik Fase III dilakukan pada manusia sakit atau pasien, ada kelompok pembanding, cakupan lebih luas baik dari segi jumlah pasien maupun keragaman, misalnya jenis kelamin atau ras. Penelitian tahap ini sekaligus akan menjawab pertanyaan tentang manfaat dan efek intervensi dokter tersebut, apabila digunakan secara luas dan diberikan oleh para dokter yang ‘kurang ahli’. Apabila hasil uji klinik fase III menunjukan bahwa intervensi dokter yang baru ini cukup aman dan efektif, maka intervensi dokter dapat diizinkan untuk diterapkan oleh banyak, bukan hanya oleh seorang atau sedikit dokter, kepada pasien di manapun.

Uji Klinik Fase IV dilakukan pengujian atas intervensi dokter dengan syarat bahwa intervensi dokter telah dipasarkan dan dilakukan oleh banyak dokter (post marketing surveilance). Selain itu, juga memamantau efek samping yang belum terlihat pada uji-uji sebelumnya, dan dampak terhadap kematian pasien. 

Hasil gambar untuk etika kedokteran adalah

Tidaklah ada manusia yang sempurna, sehingga masukan dari pihak siapapun, termasuk keputusan MKEK dan pembelaan para pasien Dr. TAP, sewajarnya menjadi pembelajaran bagi kita semua. Dr. TAP dan tim sebaiknya menjelaskan (dan kalau belum seharusnya menjalankan) tahapan penelitian lengkap untuk metode cuci otak sebagai intervensi baru yang diterapkan pada pasien. Selain itu, faktor Dr. TAP sebagai terlapor yang dianggap mengiklankan dan memuji diri, serta tidak koperatif dan menolak hadir di persidangan MKEK sebagai lembaga penegak etika kedokteran, juga perlu diperbaiki. Setinggi apapun pangkat dan jabatan seorang dokter, adalah sejajar di depan MKEK, yang merupakan badan otonom IDI, yang bertanggung jawab dalam kegiatan internal organisasi dalam pengembangan kebijakan, pembinaan, pelaksanaan, dan pengawasan etika kedokteran.

Secara etika, dokter tidak boleh memuji diri sendiri, mengiklankan diri, dan menjanjikan kesembuhan. Selain itu, dokter harus jujur dan secara berhati-hati menyampaikan kepada masyarakat bahwa metode intervensi yang dilakukannya masih dalam taraf uji klinik, sehingga tidak boleh menarik imbal jasa kepada pasien. 

Sebaliknya, MKEK yang bertindak cukup terlambat membahas etika metode ini, maladministrasi terkait kop surat yang tidak tepat, tembusan yang tercecer, dan keterbukaan yang berlebihan sehingga menjadi viral untuk masalah internal organisasi, juga tidaklah merupakan hal yang baik. Semoga keputusan MKEK ini dapat menjadi yurispudensi, yaitu sebuah keputusan majelis hakim yang kemudian dijadikan pedoman dalam memutuskan suatu perkara yang sama di kemudian hari, dan pembelajaran bagi kita semua.

Apakah kita sudah bijak?

Hasil gambar untuk etika kedokteran adalah

 Bapak Wikan

Sekian

Yogyakarta, 4 April 2018

*) Sekretaris IDI Wilayah DIY, dokter spesialis anak, Alumnus S3 UGM, pengajar di FK UKDW, WA: 081227280161

Categories
Istanbul

2012 Petualangan di Karimunjawa

PETUALANGAN  DI  KARIMUNJAWA 2012

fx. wikan indrarto*)

Kami berangkat dari Yogyakarta dengan sebuah mobil travel L300 hari Jumat, 28 Desember 2012 pk. 16.05. Di tengah guyuran hujan lebat dan angin kencang, kami melaju di kepadatan arus lalu lintas liburan akhir tahun. Setelah menginap semalam di Hotel Pandanaran Semarang, kami lanjutkan perjalanan ke Pulau Karimunjawa dengan naik KMC (Kapal Motor Cepat) Kartini I di kelas bisnis bertarif Rp. 133.000/seat. Kami berangkat dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

 

Karimunjawa adalah kepulauan di Laut Jawa yang termasuk dalam teritorial Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Dengan luas daratan ±1.500 hektare dan perairan ±110.000 hektare, Karimunjawa kini dikembangkan menjadi pesona wisata Taman Laut yang mulai banyak digemari wisatawan lokal maupun mancanegara. Berdasarkan legenda yang beredar di masyarakat lokal kepulauan, Pulau Karimunjawa ditemukan oleh Sunan Muria. Legenda itu berkisah tentang Sunan Muria yang prihatin atas kenakalan putranya, Amir Hasan. Dengan maksud mendidik, Sunan Muria kemudian memerintahkan putranya untuk pergi ke sebuah pulau yang nampak “kremun-kremun” (kabur) dari puncak Gunung Muria agar si anak dapat memperdalam dan mengembangkan ilmu agamanya. Karena tampak “kremun-kremun” maka dinamakanlah pulau tersebut Pulau Karimun.

1.Tanjungmas

Gerbang Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, langkah awal petulangan

2. KMC Kartini

KMC Kartini, kapal cepat milikPemerintah Propinsi Jawa Tengah

Sabtu, 29 Desember 2012 pk. 9, dan mendarat pk. 14.30. Di kapal yang berkapasitas 150 kursi yang nyaris penuh penumpang, terbagi dalam kelas ekskutif, bisnis dan ekonomi tersebut, kami berbaur bersama dengan para turis domistik yang nampak elit. Kamera digital canggih, gadget seri terbaru, dan kostum yang mereka kenakan, mencerminkan hal tersebut. Dalam guncangan ombak besar, cukup banyak penumpang yang menjadi mabuk laut.

3.KMC Kartini2

Dalam kabin kelas bisnis KMC Kartini I dari Semarang ke Karimunjawa

4. Karimunjawa

Gerbang Karimunjawa, gagah dan ramah, siap menyambut wisatawan

Kami menginap di Wisma Mangrove, sekitar 2 km dari dermaga, dengan diantar dalam mobil Suzuki Carry dan pemandu wisata lokal. Di wisma yang sedang dalam proses pembangunan tersebut, ada 5 bungalow yang semuanya dipenuhi para tamu. Para pelancong sebagian besar datang dalam paket tour 3 hari 2 malam, dan hanya sedikit sekali yang datang secara persona, karena sulitnya akomodasi pribadi di luar paket.

6. Bungalow

Santai di teras Mangrove In, salah satu bungalow di Karimunjawa

7. Mangrove

Hutan mangrove, lebat dengan tanaman bakau di depan bungalow Mangrove In

Sejak tanggal 15 Maret 2001, Karimunjawa ditetapkan oleh pemerintah Jepara sebagai Taman Nasional. Karimunjawa adalah rumah bagi terumbu karang, hutan bakau, hutan pantai, serta hampir 400 spesies fauna laut, di antaranya 242 jenis ikan hias. Beberapa fauna langka yang berhabitat disini adalah elang laut dada putih, penyu sisik, dan penyu hijau. Tumbuhan yang menjadi ciri khas Taman Nasional Karimunjawa yaitu dewadaru (Crystocalyx macrophyla) yang terdapat pada hutan hujan dataran rendah. Ombak di Karimunjawa tergolong rendah dan jinak, dibatasi oleh pantai yang kebanyakan adalah pantai pasir putih halus.

DSC02070

Dermaga Karimunjawa

Masakan khas Karimunjawa, adalah Pindang Serani, Bakso Ikan Ekor Kuning, Tongseng Cumi, Siomay Tongkol, dan Sambal Serapah. Setelah makan siang menu ikan laut goreng dan sop kepala ikan lokal yang langsung kami habiskan, kebugaran kami segera pulih. Kami lanjutkan dengan jalan-jalan santai ke hutan mangrove (bakau) di sekitar wisma. Sore harinya kami berjalan-jalan keliling Pulau Karimunjawa, melihat alun-alun, dermaga pelabuhan rakyat, hunting foto, menikmati sunset, kompleks kantor dan instansi pemerintah tingkat Kecamatan Karimunjawa. Geliat industri pariwisata sejak tahun 2009 yang lalu, telah mengubah banyak sendi kehidupan masyarakat tradisional Karimunjawa yang maritim, menjadi semakin beragam.

DSC02098

snorkeling di laut indah

Listrik dari PLTD hanya menyala pk. 17.30 sore sampai pk. 6 hari berikutnya. Sepanjang siang tidak ada aliran listrik. Makan malam hari pertama bermenu kepiting asam manis, terlalu banyak untuk kami habiskan sekeluarga. Untung masih tersisa untuk 4 pelancong dari Malang yang menginap di ‘homestay’ sebelah rumah dan kelaparan karena jatah makan malamnya terlewat tidak diantar oleh guidenya. Banyak rumah penduduk menjadi ‘homestay’ dan segala keperluan pelancong ditangani oleh pihak yang saling berbeda. Pengemudi mobil rental, konsumsi, penginapan sederhana, persewaan ‘life jacket’ atau alat snorkeling, awak perahu pelayaran ke pulau lain, guide di darat dan guide di laut, adalah sekedar contoh berbagai profesi baru yang dapat menjadi pilihan warga aseli Pulau Karimunjawa dalam industri pariwisata ini. Investor dari luar pulau, pada umumnya berperan sebagai pemilik sekitar 5 hotel, 15 buah mobil rental, 7 buah bungalow, peralatan menyelam (diving), dan kamera bawah air.

IMG_1319

Gaya mas Yudhi di bawah permukaan air

IMG_1315

Foto bawah air dengan kamera khusus

Karimunjawa terletak di Laut Utara, utara Jepara, Jawa Tengah. Kepulauan ini terdiri dari 27 pulau. Pulau yang berpenghuni adalah Karimunjawa, Kemujan, Nyamuk, Parang, dan Genting. Sedangkan pulau yang tidak berpenghuni adalah Menjangan Besar, Menjangan Kecil dan 20 pulau lainnya. Hari kedua Minggu, 30 Desember 2012 kami menuju Pulau Tengah untuk berjemur, berenang, snorkeling, hunting foto, keliling pulau, dan bermain pasir. Perjalanan diikuti juga oleh suami isteri orang India yang sudah 5 tahun bekerja di Surabaya, dan 2 orang kakak beradik mahasiswa UPN dan UII Yogyakarta, yang digabung dengan kami. Kami semua menikmati snorkeling di areal sekitar Pulau Tengah yang memiliki beberapa lokasi terumbu karang indah, yang dipandu guide merangkap awak kapal.

DSC02123

Mr. dan Mrs. Abraham dari Mumbai India, teman sepetualangan ke pulau

9. Snorkeling

Dik Larasati snorkeling dan bergaya, berani sendiri sampai menjauh dari kapal

Setelah makan siang menu ikan bakar yang dibawa dari Pulau Karimunjawa dan dibakar oleh awak kapal, saat kami bermain dipantai pasir putih Pulau Tengah. Setelah kenyang, petualangan dilanjutkan dengan berlayar ke Pulau Cilik untuk bermain pasir lagi. Pulau ini hanyalah hamparan pasir putih dan beberapa pohon bakau. Sore harinya kami menuju Pulau Menjangan Kecil untuk snorkeling dan foto di dalam air saat menyelam, sebuah pengalaman atraktif yang belum pernah kami alami seumur hidup.

10. Pulau Pasir

Pulau Cilik yang hanya berupa hamparan pasir putih, lembut dan nyaman diinjak

11. Bakar ikan

Makan siang menu ikan bakar masak sendiri di Pulau Menjangan Kecil

Malam harinya ‘city tour’ kunjungan ke ‘souvenir shop’ dan alun-alun Karimunjawa. Sayangnya, jalan rayanya sangat buruk karena banyak lobang di semua ruas jalan, sehingga sopir harus waspada dan penumpang jadi terguncang-guncang. Para pedagang soevenir telah ditata rapi dalam 10 buah kios berukuran 3×3 meter, tidak jauh dari alun-alun, yang sangat ramai dikunjungi oleh para pelancong domistik, Taiwan, Jerman, dan India seturut bahasanya yang terucap, sampai pk. 22. Sovenir berupa T-shirt bergambar, tongkat kayu berukir, pernik-pernik berbahan baku kerang dan biota laut lainnya. Para pembeli hilir mudik datang dengan mobil atau sepeda motor rental, bahkan berjalan kaki dari ‘homestay’ di sekitarnya.

DSC02071

Kembali ke dermaga Karimunjawa

Pada hari terakhir, Senin, 31 Desember 2012, kami menuju pulau Menjangan Kecil dari dermaga rakyat, untuk melihat penangkaran ikan hiu, turun ke kolam, hunting foto dengan ikan hiu sambil berenang. Pulau Tanjung Gelan adalah pulau terakhir yang dikunjungi untuk mandi sinar matahari (sunbathing) dan hunting foto di atas batu pinggir pantai dengan view pohon kelapa.

12. Kolam Hiu

Berenang ketakutan di tengah ikan hiu yang hilir mudik mengelilingi kami

DSC02109

Gaya berdua dengan batu megalitikum di Pulau Tanjung Gelen, Karimunjawa

Moda transportasi paling umum yang digunakan untuk ke Pulau Karimunjawa adalah kapal dari Semarang dan Jepara. Dari Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, kapal Kartini I (kapal cepat) berangkat setiap Sabtu pukul 9 pagi ke Karimunjawa dan kembali dari Karimunjawa setiap Minggu siang, dengan lama penyebrangan 2-3 jam, saat cuaca cerah di bulan April sampai September. Dari Pelabuhan Pantai Kartini, Jepara terdapat feri penyeberangan Kapal Muria yang berangkat setiap 2 hari sekali, lama penyeberangan kapal ekonomi ini sekitar 6 jam pelayaran. Ada juga KMC Bahari yang dapat menempuh jarak tersebut dalam waktu hanya 2 jam. Jalur udara dapat ditempuh dari Bandara Ahmad Yani, Semarang menuju Bandar Udara Dewa Daru di Pulau Kemujan dengan pesawat sewa jenis CASSA 212, yang disediakan oleh PT. Wisata Laut Nusa Permai (Kura-Kura Resort). Waktu tempuh kurang lebih 30 menit.

13 KMC Bahari

KMC Bahari di dermaga Pantai Kartini, saat mendarat di Pelabuhan Jepara

5.Ferry Jepara

Kapal Muria, feri penyeberangan dari Jepara ke Karimunjawa

Menjelang jadwal makan siang, kami pulang ke Jepara dengan menggunakan KMC Bahari Express dengan tarif Rp. 84.000/kursi. Kapal berangkat pk. 12 dan mendarat di Pelabuhan Jepara pk. 14.05. Dilanjutkan dengan perjalanan darat menggunakan travel L300 berangkat dari Jepara pk. 14.30, diselingi makan siang nasi ayam. Sebelum pulang ke Yogyakarta, kami sempatkan wisata di Semarang Kota Tua yang legendaris. Kami sempatkan berfoto di ‘Gereja Blenduk’, yaitu Gereja Kristen Imanuel yang berkubah merah bata, berbentuk seperti perut buncit (Jawa : blenduk), dan dibangun tahun 1879. ‘Gereja Blenduk’ ini telah lama menjadi salah satu ‘ikon’ yang dibanggakan segenap warga kota Semarang. Setelah berfoto sejenak, kami sempatkan mampir dan berdoa di Gereja Gedangan, yang berlokasi tidak jauh dari gereja Blenduk. Gereja ini adalah kediaman Mgr. Albertus Soegiyopranoto, SJ, uskup pribumi pertama dan pahlawan Nasional Indonesia. Di gereja katolik dalam artistektur Barok yang legendaris dan dibangun tahun 1894 tersebut, kami berdoa dan mengucap syukur, atas semua penyertaan Tuhan dalam wisata kali ini.

 Gereja Mblenduk  15 Gereja Gedangan
Gereja Blenduk, salah satu ikonKota Lama Semarang

Di dalam Gereja Katolik Gedangan, tempat shooting film ‘Soegiyo’ karya sineas terkenal Garin Nugroho

Kami sampai di rumah Yogyakarta Senin, 31 Desember 2012 menjelang pk. 22, dalam tetesan hujan gerimis yang tidak pernah berhenti, sejak menjelang masuk Secang. Disampaikan terima kasih, atas segenap bantuan, perhatian dan dukungan yang sepenuhnya, sehingga wisata Karimunjawa 2012 ini dapat berlangsung dengan baik.

sekian

Yogyakarta, Selasa, 1 Januari 2013.

*) pelancong Jawa berdana cekak.

DSC02106

Categories
Istanbul

2018 Melahirkan Alami

 

Hasil gambar untuk melahirkan alami

MELAHIRKAN  ALAMI

fx. wikan indrarto*)

 

Pada Kamis, 15 Februari 2018 Dr. Princess Nothemba Simelela, ‘WHO Assistant Director-General for Family, Women, Children and Adolescents’ menjelaskan adanya perbedaan besar dalam dukungan kepada ibu dalam persalinan. Di salah satu ujung spektrum, banyak ibu diberi intervensi medis yang terlalu cepat. Sebaliknya, para ibu yang lain justru mendapat terlalu sedikit dukungan dan sering terlambat, atau tidak sama sekali. Apa yang harus disadari?

Hasil gambar untuk melahirkan alami

Kehamilan normal (a normal uncomplicated pregnancy) seharusnya menghasilkan kelahiran bayi yang sehat. Sayangnya, proses alami ini terlalu sering dianggap sebagai kejadian berisiko tinggi, yang disebabkan karena takut akan hasil kelahiran yang buruk. Banyak ibu juga melaporkan tingginya tingkat ketidakhormatan dan tindakan yang kasar (disrespect and abusive care) oleh bidan dan dokter selama persalinan, di banyak fasilitas kesehatan. Hal buruk ini benar-benar dapat menutupui salah satu momen paling penting dalam kehidupan seorang ibu, yaitu hari saat menyambut bayinya ke dunia.

 

Untuk memenuhi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 3 yaitu memastikan kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan bagi semua orang pada segala usia, juga berlaku untuk ibu hamil dan bayi baru lahir. Rekomendasi baru WHO tentang pertolongan persalinan dan perawatan intrapartum menempatkan ibu dan bayinya di pusat model perawatan, untuk mencapai hasil fisik, emosional dan psikologis terbaik. Pendekatan ini meliputi menghindari intervensi medis yang tidak perlu, mendorong ibu untuk bergerak bebas selama persalinan dini, memungkinkan ibu untuk memilih posisi melahirkan, dan ibu memiliki pendamping yang dipilih dari keluarga. Selain itu, juga memastikan privasi dan kerahasiaan, serta memberikan informasi yang memadai tentang penghilang rasa sakit.

 

Pedoman WHO yang baru mencakup 56 rekomendasi berbasis bukti, mengenai layanan medis yang dibutuhkan selama persalinan dan segera setelahnya, pada ibu dan bayinya. Rekomendasi ini termasuk pendamping selama proses persalinan yang dipilih ibu sendiri, memastikan layanan medis dan komunikasi yang baik antara ibu dan petugas kesehatan, menjaga privasi dan kerahasiaan, serta  mendukung ibu membuat keputusan tentang manajemen rasa sakit, posisi persalinan dan kelahiran mereka, dan bahkan dorongan alami untuk mengejan.

Hasil gambar untuk melahirkan alami

Sekitar 830 ibu meninggal karena komplikasi kehamilan atau persalinan di seluruh dunia setiap hari, meskipun sebenarnya sebagian besar dapat dicegah dengan intervensi medis. Menurut  Profil Kesehatan Indonesia 2016, terdapat 4.121.117 ibu atau 80,61%  yang menjalani persalinan dengan ditolong oleh tenaga kesehatan dan dilakukan di fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia. Sedangkan Provinsi Maluku Utara memiliki capaian terendah hanya sebesar 17,79%, diikuti oleh Maluku sebesar 25,71%, dan Papua sebesar 39,18%. Namun demikian, tindakan operasi pembedahan caesar di seluruh RS telah dilakukan pada 480.622 ibu, jauh lebih banyak dibandingkan persalinan alami per vaginal, yang hanya terjadi pada 309.223 ibu.

 

Dokter dan bidan harus memberi tahu ibu hamil yang sehat, bahwa durasi persalinan bervariasi antar ibu. Meskipun kebanyakan ibu menginginkan persalinan alami, mereka juga menyadari bahwa kelahiran dapat menjadi peristiwa yang berisiko, sehingga diperlukan pemantauan yang ketat dan kadang bahkan diperlukan intervensi medis. Namun demikian, ketika intervensi medis dibutuhkan, ibu biasanya ingin mempertahankan kontrol pribadi dengan terlibat dalam pengambilan keputusan, termasuk dengan memberi ASI eksklusif untuk bayi mereka setelah melahirkan. Hal ini karena metode pertolongan persalinan yang dilakukan dengan tindakan medis, memiliki resiko lebih besar untuk ibu tidak memberikan ASI eksklusif kepada bayinya.

Hasil gambar untuk pemeriksaan kehamilan

Salah satu kunci penting keberhasil perasalinan alami adalah pemeriksaan kesehatan selama kehamilan secara teratur. Layanan kesehatan selama kehamilan, wajib dilakukan untuk menjamin perlindungan terhadap ibu dan atau janin, berupa deteksi dini faktor risiko, pencegahan, dan penanganan dini komplikasi kehamilan. Cakupan K4 adalah jumlah ibu hamil yang telah memperoleh layanan antenatal  paling sedikit empat kali, dibandingkan jumlah sasaran ibu hamil di satu wilayah  pada kurun waktu satu tahun.

Pada tahun 2016 terjadi penurunan cakupan K4, yaitu dari 86,85% pada tahun 2013 menjadi 85,35%. Penurunan tersebut disebabkan karena beberapa faktor, yaitu mobilitas ibu di daerah perkotaan yang tinggi, penetapan sasaran ibu hamil yang berlebihan, dan budaya masyarakat pada saat menjelang persalinan pulang ke kampung halaman, sehingga pencatatan dan pelaporan belum optimal. Namun demikian, terdapat 9 provinsi yang belum mencapai target K4 74%, yaitu Maluku Utara, Papua, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat, Jambi, Maluku, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan DI Yogyakarta.

Hasil gambar untuk pemeriksaan kehamilan

Setiap persalinan adalah unik (childbirth is unique) dan persalinan yang alami akan melahirkan bayi yang sehat.  Sudahkah kita bertindak bijak?

 

 

 Komdik RSPR 1 Sekian

Yogyakarta, 5 Maret 2018

*) Sekretaris IDI Wilayah DIY, dokter spesialis anak, Lektor di FK UKDW, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161,

 

 

 

Categories
Istanbul

HARI TUBERKULOSIS SEDUNIA 2018

TB 2018

HARI  TUBERKULOSIS  SEDUNIA  2018

fx. wikan indrarto*)

Hari Tuberkulosis (TB) Sedunia yang diadakan setiap tanggal 24 Maret, mengingatkan kita semua tentang epidemi global TB dan upaya pembasmian penyakit tersebut. Hal ini mengingatkan kita tentang tanggal 24 Maret 1882 saat Dr. Robert Koch menemukan penyebab penyakit TB, yaitu bakteri ‘Mycobacterium tuberculosis. Pada saat Dr. Koch mengumumkan penemuannya di Berlin, Jerman waktu itu TB mewabah di seluruh Eropa dan Amerika, bahkan menyebabkan kematian 1 dari setiap 7 orang penderitanya. Bagaimana permasalahan TB tahun ini?

Gejala klinis sakit TB aktif seperti batuk, demam, berkeringat di malam hari, atau penurunan berat badan yang mungkin hanya ringan, selama berbulan-bulan. Hal ini dapat menyebabkan keterlambatan diagnosis dan telah mengakibatkan penularan bakteri ke lebih banyak orang lain. Orang dengan TB aktif dapat menginfeksi 10-15 orang lain di sekitarnya, melalui kontak dekat selama setahun.

TB Dunia

Pada tahun 2016, 87% kasus TB baru terjadi di 30 negara dengan tujuh negara menyumbang 64% kasus, yaitu India, Indonesia, China, Filipina, Pakistan, Nigeria, dan Afrika Selatan. Banyak negara masih mengandalkan metode lama yang disebut pemeriksaan dahak dengan mikroskop, untuk mendiagnosis TB. Pada hal, pemeriksaan mikroskop hanya mendeteksi separuh jumlah kasus TB dan tidak dapat mendeteksi kuman TB yang telah resisten terhadap obat.

XPERT

Penggunaan tes cepat Xpert MTB RIF® telah berkembang sejak 2010, ketika WHO pertama kali merekomendasikan penggunaannya. Tes tersebut secara bersamaan mendeteksi TB dan resistensi bakteri terhadap rifampisin, obat TB yang paling penting. Diagnosis dapat dilakukan dalam 2 jam dan tes ini sekarang direkomendasikan oleh WHO sebagai tes diagnostik awal, pada semua orang dengan tanda dan gejala TB. Lebih dari 100 negara sudah menggunakan tes tersebut pada 6,9 juta orang di seluruh dunia pada tahun 2016. Pada tahun 2017, 4 tes diagnostik baru direkomendasikan WHO, yaitu tes molekuler cepat untuk mendeteksi TB di pusat kesehatan perifer dan 3 tes untuk mendeteksi resistensi terhadap obat TB lini pertama dan kedua. TB sangat sulit didiagnosis pada anak dan hanya tes Xpert MTB RIF yang umumnya tersedia untuk membantu diagnosis TB pada anak.

Obat

Obat anti-TB telah digunakan selama puluhan tahun, dan strain bakteri yang resisten terhadap 1 atau lebih obat TB telah dilaporkan di berbagai negara. Resistensi obat tersebut muncul karena obat anti-TB digunakan secara tidak tepat, resep dokter yang salah, obat yang berkualitas rendah, dan pasien menghentikan sendiri pengobatan sebelum waktunya.

Multidrug-resistant TB (MDR-TB) adalah suatu bentuk TB yang disebabkan oleh bakteri yang tidak merespons terhadap isoniazid dan rifampisin, 2 buah obat anti-TB lini pertama yang paling kuat. MDR-TB dapat diobati dan dapat disembuhkan dengan menggunakan obat lini kedua. Namun demikian, pilihan pengobatan lini kedua terbatas dan memerlukan kemoterapi yang ekstensif sampai 2 tahun pengobatan, dengan menggunakan obat yang harganya lebih mahal dan sering terjadi efek samping. Dalam beberapa kasus, resistensi obat yang lebih parah dapat terjadi. TB yang resistan obat secara ekstensif (XDR-TB) adalah bentuk yang lebih serius dari MDR-TB, yaitu bakteri yang tidak mempan lagi dengan obat anti-TB lini kedua yang paling efektif.

Obat1

Pada tahun 2016 MDR-TB merupakan masalah besar dalam bidang kesehatan masyarakat, karena dari 600.000 kasus baru, 490.000 kasus adalah MDR-TB. Beban MDR-TB sebagian besar terjadi di 3 negara, yaitu India, China dan Rusia, yang bersama-sama mencakup hampir setengah dari kasus global. Sekitar 6,2% kasus MDR-TB adalah XDR-TB pada tahun 2016 dan di seluruh dunia, hanya ada 54% pasien MDR-TB dan 30% XDR-TB yang saat ini berhasil diobati.

Pada tahun 2016, WHO menyetujui penggunaan rejimen jangka pendek untuk pasien MDR-TB yang resisten terhadap obat TB lini kedua. Regimen baru ini memakan waktu 9-12 bulan dan jauh lebih murah daripada pengobatan konvensional untuk MDR-TB, yang dapat memakan waktu hingga 2 tahun. Namun demikian, pasien dengan XDR-TB tidak dapat menggunakan rejimen ini, sehingga perlu memakai rejimen MDR-TB yang memakan waktu lebih lama, dengan penambahan 1 jenis obat TB baru, yaitu bedquiline dan delamanid. Lebih dari 35 negara di Afrika dan Asia telah mulai menggunakan rejimen MDR-TB yang lebih pendek. Pada bulan Juni 2017, 89 negara telah memperkenalkan bedaquiline dan 54 negara telah memperkenalkan delamanid, dalam upaya untuk meningkatkan efektivitas rejimen pengobatan TB-MDR.

bEBAS tb

Laporan TB atau ‘Global Tuberculosis Report 2017’ menjelaskan bahwa terdapat 53 juta jiwa, telah diselamatkan melalui diagnosis dan pengobatan TB yang efektif pada rentang 2000-2016, sekitar 490.000 orang telah berkembang menjadi MDR-TB pada tahun 2016, dan 2,3 miliar US dolar per tahun adalah dana yang diperlukan untuk membiayai intervensi TB.

Momentum Hari TB Sedunia 24 Maret 2018 mengingatkan agar kita berada di jalur yang benar, untuk mencapai target TB global dalam SDG 2016-2030, denganBersatu membasmi TB’ (Unite to End TB). Sudahkah Anda terlibat membantu?

 Dr. Wikan 2

Sekian

Yogyakarta, 2 Maret 2018, tetapi lupa mengirimkan dan baru ingat tentang tulisan ini pada hari Kamis, 29 Maret 2018 (maaf, terlambat)

*) Sekretaris IDI Wilayah DIY, dokter spesialis anak, lektor FK UKDW, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161

Categories
Istanbul

2018 Kembali (retreat) di Bali

 

KEMBALI   DI   BALI
fx. wikan indrarto *)

Keluarga besar FK UKDW (Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Duta Wacana) Yogyakarta, mengadakan acara retreat (kembali melihat) dengan tema ‘rest, pray and joy’, seturut tulisan Mateus 11;28-30. Hal ini karena kita semua telah letih lesu dan berbeban berat, sehingga sudah waktunya untuk belajar kembali kepada Sang Sabda, agar kita menjadi lebih enak dan beban kita menjadi ringan.

Sekembalinya kami dari mengikuti ‘The 16th Annual World Congress on Pediatrics’, yang diselenggarakan di Hilton New York JFK Airport Hotel, 135th Avenue, Jamaica, New York 11436 USA, kami langsung bergabung dalam ‘retreat’ tersebut. Acara ini diikuti oleh 104 peserta, yang meliputi antara lain 2 orang guru besar, 3 orang doktor, 4 orang bayi, dan 8 orang balita. Peserta dari Yogyakarta datang menggunakan pesawat Airbus A320-200 Air ASIA XT8441. Kami datang dari transit di Jakarta, dan bertemu dengan anak bungsu kami, Agatha Larasati Pangarsaningutami Indrarto, saat semuanya mendarat di Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar, Bali pada Minggu pagi, 25 Maret 2018. Selanjutnya semua peserta menuju ke Hotel Santika Seminyak, sebuah hotel bintang 3 di Jalan Sunset Road No. 17, Seminyak, Badung, Bali. Acara retreat atau ‘kembali mengevaluasi diri’ di Bali ini, diawali dengan laporan Ketua Panitia Dr. Arum Krismi, MSc, SpKK dan Sambutan Dekan FK UKDW Prof. Dr. Willy J. Siagian, SpPA.

Sesi 1 sampai ke 3 ‘retreat’ dipimpin oleh Pdt. Inggrid Suryanto, berupa Games Kelompok atau Team Building, dengan dresscode peserta pria adalah kemeja kotak-kotak warna bebas, dan peserta wanita atasan bunga-bunga warna bebas. Theme song Retreat adalah “Sukacita Surga” yang meriah, bergelora dan memupuk kekompakan peserta. Retreat sesi 1 sampai sesi 3 dilaksanakan di Ballroom hotel, sedangkan sesi 4 pada malam hari, dilaksanakan di lantai tertinggi atau ‘rooftop’ hotel yang diterangi cahaya bulan dan lampu warna-warni.

Pada malam itu kami bertiga, tidak sempat mengikuti seluruh rangkaian acara. Kami pamit untuk mengikuti misa kudus Hari Minggu Palma, sebuah hari besar tanda awal Pekan Suci Paskah dalam tradisi Katolik, di Gereja Katolik Santo Fransiscus Xaverius di Jl. Dewi Sartika 107 Kuta, Badung. Gereja megah ini diawali pada tahun 1967 oleh Pastor Heyne, SVD yang merintis berdirinya Sektor St. Fransiskus Xaverius yang saat itu masih masuk dalam wilayah Paroki St. Yoseph Denpasar. Pastor Paroki St. Fransiskus Xaverius Rm. Hubertus Hadi Setyawan, Pr dan umat berhasil membangun gereja baru yang diberkati oleh Mgr. Benyamin Yosef Bria, Pr Uskup Denpasar waktu itu, pada tanggal 2 Mei 2007. Kami mengikuti misa kudus dalam bahasa Inggris, dengan banyak sekali umat dari berbagai penjuru dunia, termasuk turis bule, negro, kulit kuning, kaum Hispanic, polynesia dan masih banyak ras lain lagi.

Malam itu kami dijemput oleh sepupu Tante Aning (Wahyu Prasetyaningtyas, owner dan CEO Lentera Hati School, di Jl. Taman Baruna No.14, Jimbaran, Kuta Sel., Kabupaten Badung, Bali), dengan suami, anak sulung dan menantunya yang jago memasak menu Italia. Kami lanjut makan malam menu khas Bali, yaitu lawar, sate lilit, kerupuk keras, serombotan, dan nasi jenggo di sebuah foodcourt 24 jam dekat sebuah banjar atau rumah adat di suatu sudut Sanur, Denpasar. Makan malam dalam keremangan dan alunan musik Bali, di Men Tinggen Nasi Bali di Jalan Panjang Sari, Sanur Kuah, Denpasar Selatan, membuat reuni kami sekeluarga tambah mendalam.

 Bandara 3  Menu Bali

Mendarat di Bali dari Jakarta

Makan malam dalam keremangan

Senin pagi, 26 Maret 2018, dengan menggunakan 3 buah bis medium milik Mai Bus Transport & Co, yaitu Hino Jetbus MD2+ buatan karoseri Adi Putro Malang yang berwarna coklat susu, semua peserta dengan dress code kaos hijau pupus sudah mampu menikmati beban kehidupan yang semakin ringan dalam ‘joy’, yaitu wisata bersama. Kami mengunjungi Toko Erlangga, yang merupakan toko souvenir, berbagai macam oleh-oleh, dan jajanan khas Bali. Toko Erlangga dilengkapi dengan fasilitas parkir yang luas, mushola, food court, dan arena bermain anak-anak, yang terletak di Jl. Nusakambangan no 162, Denpasar. Selanjutnya kami mengunjungi Garuda Wisnu Kencana (GWK).

 Hotel  Bis

Start petualangan kami di Hotel Santika Seminyak, Badung Bali

Hino Jetbus MD2+ Mai Bus Transport & Co buatan karoseri Adi Putro Malang

Objek wisata Garuda Wisnu Kencana atau terkenal dengan nama GWK Bali, merupakan salah satu tempat wisata terkenal di Bali. Tempat wisata GWK adalah sebuah taman budaya yang memiliki luas 240 hektar, yang beralamat di Jalan Raya Uluwatu, Desa Ungasan, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Patung Garuda Wisnu Kencana dibangun tahun 1997 dengan modal yang berasal dari BUMN, Bali Tourism Development Corporation (BTDC) dan I Nyoman Nuarta yang merupakan pembuat patung tersebut. I Nyoman Nuarta (lahir di Tabanan, Bali, 14 November 1951) adalah pematung besar dan salah satu pelopor Gerakan Seni Rupa Baru (1976). Mahakaryanya yang terkenal antara lain Garuda Wisnu Kencana (Bali), Monumen Jalesveva Jayamahe (Surabaya), serta Monumen Proklamasi Indonesia (Jakarta). Nyoman Nuarta mendapatkan gelar sarjana seni rupa dari ITB dan hingga kini menetap di Bandung.

Garuda Wisnu Kencana merupakan wujud dari Dewa Wisnu yang adalah Dewa Pemelihara (Sthiti) dalam agama Hindu, sedang mengendarai seekor burung Garuda. Nama Garuda Wisnu Kencana berasal dari nama tokoh yang ada yaitu Garuda dan Wisnu, sedangkan kencana berarti emas karena tahta tempat patung burung Garuda dan Dewa Wisnu berdiri dilapisi emas.

 GWK 5  GWK 2

Patung Dewa Wisnu yang besar di GWK

Patung kepala Garuda di GWK

Megaproyek patung Garuda Wisnu Kencana memiliki desain yang unik. Bahan patung menggunakan campuran tembaga dan baja seberat 3.000 ton. Bayangkan betapa besar patung yang terbangun dari bahan tersebut. Namun sejak awal, pematung sudah melihat bahwa ketika pembangunannya selesai, maka patung setinggiu 120 m ini akan menjadi patung terbesar di dunia mengalahkan patung Lady Liberty di New York, USA setinggi 93 m yang kami kunjungi pada Selasa, 20 Maret 2018 dan ‘Christ The Redeemer’ di puncak gunung Corcovado Rio de Janeiro, Brasil setinggi 50,9 m yang kami kunjungi pada Kamis, 19 November 2015. Tinggi GWK masih kalah dibandingkan Menara Eifel di Paris Perancis, yaitu setinggi 301 m yang kami kunjungi pada Jumat, 12 September 2014 dan Pyramid Giza setinggi 139 m yang belum pernah kami kunjungi. Patung GWK ini juga diproyeksikan memiliki jarak pandang mencapai 20 km sehingga masih dapat terlihat dari Kuta, Sanur, Nusa Dua, hingga Tanah Lot.

Proses pembuatan Patung GWK dilakukan oleh I Nyoman Nuarta di tempat kerjanya di Bandung. Desain patung terdiri dari 24 segmen dengan total modul sebanyak 754. Bahan patung yang digunakan adalah logam tembaga dan kuningan, kemudian kedua logam ini dilapis dengan zat asam patina. Modul yang telah selesai langsung dikirim ke Bali dimana proses ini masih berlangsung sampai sekarang. Tercatat hingga tahun 2015 lalu, Nyoman baru menyelesaikan patung GWK setinggi 23 meter dari total 120 meter. Pondasi patung setinggi 45 meter direncanakan akan digunakan sebagai ballroom. Kelak patung GWK akan digunakan sebagai patung penyambutan wisatawan yang berkunjung ke Pulau Bali, karena akan terlihat sangat jelas dan mengagumkan dari pesawat ketika memasuki Pulau Bali.

Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana juga menawarkan fasilitas berupa ‘venue’ yang bisa digunakan untuk acara-acara publik baik skala besar maupun skala kecil seperti Wisnu Plaza, Lotus Pond, Kura-Kura Plaza, Street Theatre, Indraloka Garden, dsb. Oleh karena itu, beberapa pertunjukkan-pertunjukkan besar menggunakan GWK sebagai lokasi mereka, seperti; konser Iron Maiden, konser Paramore, acara final Miss World 2013, dan Soundrenaline 2016. Jadi bisa dibayangkan betapa megahnya acara-acara seperti itu, kelak ketika pembangunan patung Garuda Wisnu Kencana sudah selesai 100%. Kami membayangkan itu semua, sambil makan siang di sebuah reatourant di dekat pintu masuk arena GWK.

Selanjutnya kami mengjungi Pantai Pandawa, salah satu kawasan wisata di area Kuta selatan, Kabupaten Badung, Bali. Pantai ini terletak di balik perbukitan dan sering disebut sebagai Pantai Rahasia (Secret Beach). Di sekitar pantai ini terdapat dua tebing yang sangat besar yang pada salah satu sisinya dipahat lima patung Pandawa dan ibunya, dewi Kunti. Keenam patung tersebut secarara berurutan (dari posisi tertinggi) adalah Dewi Kunti, Dharma Wangsa, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa. Selain untuk tujuan wisata dan olahraga air, pantai ini juga dimanfaatkan untuk budidayarumput laut, karena kontur pantai yang landai dan ombak yang tidak sampai ke garis pantai. Cukup banyak wisatawan yang melakukan paralayang dari Bukit Timbis hingga ke Pantai Pandawa. Kawasan pantai ini juga sering digunakan sebagai lokasi pengambilan gambar untuk sinetron TV. Pantai Pandawa adalah pantai yang letaknya di ujung Desa Kutuh di Uluwatu. Tadinya pantai ini bernama pantai Kutuh dan untuk mencapai surga tersembunyi ini dibutuhkan kerja keras menuruni tangga atau melewati jalan sempit diantara karang. Kemudian pemerintah mengguyurkan dana untuk komersialisasi penuh akan potensi pariwisata di pantai Kutuh. Pantai inipun kemudian disulap menjadi Pantai Pandawa.

 Pandawa 2  Bima

Tulisan Pantai Pandawa di dinding tebing yang tinggi dan gagah

Patung Bima di dalam gua di pinggir jalan ke Pantai Pandawa

Sangat populer, bisa dikatakan adalah kata yang tepat untuk mendeskripsikan pantai Pandawa saat ini. Kepopulerannya bahkan bisa dibilang sudah melampaui pantai-pantai lain di Sanur, Jimbaran atau Nusa Dua yang sudah terlebih dahulu tampil di hadapan publik. Tidaklah mengherankan kenapa pantai ini cepat mendapatkan kepopulerannya, bentangan pasir putih dengan air biru jernih dan ombak yang tidak terlalu besar akan benar-benar memanjakan pengunjung pantai ini. Fasilitas pariwisata dan akses yang mudah menjadi faktor lain mengapa turis domestik dan luar negeri berbondong-bondong datang ke Pantai Pandawa.

Untuk mencapai pantai Pandawa bukanlah hal yang susah. Ikuti jalan utama karena cukup panjang sampai ada persimpangan yang memiliki papan penunjuk arah “Pantai Pandawa” ambil kembali arah kanan jalan. Jalan beraspal yang mulus diantara tebing besar akan membawa kita langsung ke Pantai Pandawa. Yang unik dari pantai ini adalah ceruk-ceruk di tebing dimana masing-masing dihiasi patung para Pandawa dari Epik terkenal Hindu, Mahabharata. Jalan masuk menuju Pantai Pandawa yang diapit dua tebing batu membuat pantai ini juga disebut sebagai pantai rahasia.

 Pandawa  Pandawa

Tulisan Pantai Pandawa di dinding tebing yang tinggi dan gagah

Jalan masuk menuju Pantai Pandawa yang diapit dua tebing batu

Selanjutnya kami jalan-jalan ke Uluwatu untuk menyaksikan ‘Kecak Fire Dance’. Pura Luhur Uluwatu merupakan salah satu destinasi wisata yang menarik dikunjungi saat berlibur ke Pulau Dewata, yang terletak di sekitar Kecamatan Kuta, Desa Pecatu, Bali.

Sebelum masuk ke dalam kawasan pura, seluruh pengunjung yang memakai rok atau celana pendek diminta untuk menggunakan kain warna ungu atau kuning sebagai bentuk penghormatan saat masuk ke tempat suci. Para pelancong juga diminta untuk menyimpan semua barang-barang di dalam tas serta tidak membawa makanan-minuman ke dalam area pura karena kawasannya dikelilingi monyet.

Panorama langit cerah, batu karang besar setinggi 70 meter, dan laut yang tenang terlihat menyatu. Semua turis lokal maupun internasional yang datang tentu tidak ingin melewatkan momen ini tanpa berfoto bersama. Setelah puas menikmati keindahan dari atas batu kerang, kami dan para turis lain juga ingin menonton tari kecak di sekitar pura. Pertunjukkan tari kecak memang selalu diadakan setiap sore, agar penampilannya semakin maksimal. Tari kecak digelar di dalam Pura Luhur Uluwatu yang memiliki sarana seperti stadion olahraga berukuran kecil dengan muatan hingga 800 penonton. Harga tiket masuknya Rp 100 ribu per orang.

 Uluwatu  Ulu Watu

Pura Luhur Uluwatu di bibir jurang

Matahari terbenam di Pura Luhur Uluwatu

Tak hanya dapat menikmati pertunjukkan tari kecak, para pelancong juga dapat menikmati detik-detik menjelang matahari tenggelam. Sambil menunggu pesiapan tari dimulai, para penonton disuguhi pemandangan yang indah, di mana matahari tampak bulat dan seolah ingin menyatu dengan laut. Sinarnya begitu menyengat tapi tidak terasa panas karena sudah menjelang malam. Setelah matahari mulai berubah menjadi oranye, baru kemudian para penari masuk ke dalam area lokasi tari kecak disuguhkan. Jadi para pengunjung bisa menyaksikan tarian adat tersebut sambil menikmati tenggelamnya matahari dari atas Pura Luhur Uluwatu, Bali. Sungguh indah!

 Kecak  Kecak 2

Menonton Tari Kecak Pura Luhur Uluwatu

Hanoman Obong di Pura Luhur Uluwatu

Berada di atas tebing berbatu terjal dan menghadap ombak, Pura Luhur Uluwatu adalah salah satu dari 9 pura utama di Bali. Pura laut ini adalah salah satu situs paling populer untuk menonton tari kecak legendaris, yang berlangsung setiap sore hari saat matahari terbenam. Pura yang indah ini menggabungkan pemandangan alam yang spektakuler dengan budaya Bali yang unik. Sebagai penghormatan kepada umat Hindu Bali, sarung tersedia secara gratis di pintu masuk. Ini adalah kain sederhana yang harus dikenakan oleh wanita saat mengenakan pakaian yang tidak menutupi lutut mereka. Pria juga akan diberikan selempang sederhana yang harus mereka ikat di pinggang. Tari kecak yang legendaris merupakan salah satu pertunjukan paling dramatis dari semua seni pertunjukan tradisional Bali. Tari kecak adalah tari yang menggabungkan unsur kesenian tari dan drama, guna menciptakan gambaran yang menakjubkan dari kebudayaan agama Hindu, “Ramayana.” Cerita ini mengisahkan Pangeran Rama yang harus mengalahkan kejahatan Raja Rahwana untuk menyelamatkan Putri Sita yang diculik. Tari kecak juga kental akan unsur spiritual yang diyakini bahwa selama ritual suci ini, entitas spiritual akan memasuki tubuh para penari.

Selanjutnya kami menuju Pantai Jimbaran, untuk menikmati santap malam. Meja dan kursi yang diletakan langsung di pantai berpasir, ditambah lilin untuk menghangatkan dan suara menyenangkan dari gelombang laut. Pantai Jimbaran adalah salah satu dari banyak pantai di Bali yang memiliki pasir berwarna putih dan memiliki pemandangan sunset yang sangat cantik, saat sore hari tentu saja pantai ini ramai dikunjungi oleh wisatawan karena sunsetnya yang indah.

 Jimbaran Bali  Jimbaran

Gelap malam di Pantai Jimbaran Bali

Suasana makan malam di Pantai Jimbaran

Di sepanjang pantai Jimbaran terdapat banyak sekali jenis cafe yang menjual menu olahan laut seperti ikan bakar, kerang bakar, udang, cumi-cumi hingga lobster. Menu kami adalah Wellcome drink, Balinese Peanut, Fish Soup, Grilled Fish 350 gr, Grilled Prawn 3 pcs, Grilled Clams 3 pcs, Squid Calamary 200 gr, Steamed white Rice, Kangkung Vegetables, Special Sauce bumbu Bali, Slice Tropical Fruits dan One Bottle of Mineral Water. Malam itu kami tidur nyenyak di kamar 335 Hotel Santika Seminyak, setelah kekenyangan dan puas berwisata (joy).

Selasa, 27 Maret 2018 segera kami bangun dan berkemas, untuk melanjutkan perjalanan hari terakhir di Bali, yaitu ke Pantai Kuta. Pantai ini adalah bentangan panjang pantai berpasir putih yang menghadap ke Samudera Hindia. Kuta menjadi area yang seakan tidak pernah tidur dan penuh dengan energi dari pagi sampai malam. Sebelum menjadi objek wisata, Kuta merupakan sebuah pelabuhan dagang tempat produk lokal diperdagangkan kepada pembeli dari luar Bali. Pada abad ke-19, Mads Lange, seorang pedagang Denmark, datang ke Bali dan mendirikan basis perdagangan di Kuta. Ia ahli bernegosiasi sehingga dirinya terkenal di antara raja-raja Bali dan Belanda. Selanjutnya, Hugh Mahbett menerbitkan sebuah buku berjudul “Praise to Kuta” yang berisi ajakan kepada masyarakat setempat untuk menyiapkan fasilitas akomodasi wisata. Tujuannya untuk mengantisipasi ledakan wisatawan yang berkunjung ke Bali. Buku itu kemudian menginspirasi banyak orang untuk membangun fasilitas wisata seperti penginapan, restoran dan tempat hiburan.

 Pantai Kuta  Kuta Bali

Peselancar di Pantai Kuta

Pantai Kuta yang berombak sedang

Setiap tahun, pengunjung pantai Kuta kerap mengeluhkan masalah kebersihan dan tumpukan sampah di pantai Kuta, terutama saat musim liburan. Permasalahan ini berusaha diatasi oleh prajuru Desa Adat Kuta dan anggota Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) yang merupakan mitra dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Badung. Setiap pagi, Dinas Kebersihan dan Pertamanan juga aktif mengoperasikan mobil loader untuk memunguti sampah di pagi hari, sehingga saat kami datang pagi itu, suasana Pantai Kuta sudah lumayan bersih.

Selanjutnya kami pergi ke Joger, yaitu Pabrik Kata-kata Joger, Kuta, Bali yang dimiliki oleh Joseph Theodorus Wulianadi atau Pak Joger atau Mr. Joger. Riwayat pendidikan Pak Joger dari SR (SD), SMP, SMA, di Denpasar. Lulus SMA Katolik St. Joseph (swatiastu), Denpasar 1970, sempat kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Widya Mandala, Surabaya, tapi pada tahun 1973 ’membuang diri’ ke Jerman Barat, sekolah perhotelan Hotelfachshule (D Speiser, Bad Wiesse) sambil praktek kerja (nguli) di bidang Food & Beverage Hotel Schwanen – Bernhausen (dekat Stuttgart), tahun 1976 pulang kampung, sempat menjadi pemandu wisata ‘freelance’ bagi tamu-tamu berbahasa Jerman. Sekitar bulan Agustus 1980 dengan bekal modal uang Rp. 500.000 memulai usaha di bidang batik & kerajinan yang mengkhususkan diri untuk menggarap pasar domestik dengan sistem pemasaran ‘door to door’ (gedor-gedor rumah orang), karena memang belum punya gedung/toko. Mulai tanggal 19 Januari 1981, berkat dukungan dari berbagai pihak dan pinjaman gedung, berhasil membuka toko pertama, di Jl. Sulawesi 37, Denpasar, dengan nama ‘Art & Batik Shop Joger’. Nama ‘Joger’ adalah singkatan atau gabungan dari nama depan Joseph dengan nama depan teman sekolah di Hotel Fachscule, Jerman dulu, GERhard Seeger yang menghadiahi uang sebesar US $ 20.000.

 Mr. Joger joger.png

Pak Joger yang kreatif

Toko di Jl. Raya Kuta (sejak dulu memang tanpa nomer), Kuta, Bali

Demikianlah, nama JOGER sampai boleh dan bisa menjadi sebuah nama besar dan harum yang bahkan sering kali dianggap identik dengan T Shirt-T Shirt atau kaus-kaus (kaos-kaos) maupun souvenir-souvenir dengan disain kata-kata uniek/khas Mr. Joger, yang walaupun sebenarnya sudah punya kemampuan, peluang maupun permintaan pasar yang sangat besar untuk membuka cabang atau mengembangkan sayap ke mana-mana, tapi karena merasa dan sadar bahwa kami bukanlah pohon yang harus bercabang-cabang dan juga bukan burung yang harus mengembangkan sayap ke sana ke mari, maka sejak tanggal 7 Juli 1987 (777), di samping memutuskan untuk punya hanya satu toko yang terletak di Jl. Raya Kuta (sejak dulu memang tanpa nomer), Kuta, Bali ini saja, juga secara tegas membatasi pembelian kaus-kaus (T-Shirts) JOGER, dan juga secara tegas melarang penjualan semua produk bermerek dagang, bercap JOGER dan bertanda tangan JOGER, untuk diperjual belikan di luar satu-satunya gerai, yang sejak 1990 sudah disebut sebagai Pabrik Kata-Kata JOGER.

Dari Joger kami semua langsung menuju ke Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar Bali, untuk kembali ke Yogyakarta. Kami terbang dengan Air Asia XT 8448 Airbus A 320-200 rute Denpasar ke Jogjakarta pada Selasa sore, 27 Maret 2018. Awalnya AirAsia dimiliki oleh DRB-HICOM milik Pemerintah Malaysia, namun maskapai ini memiliki beban yang berat dan akhirnya dibeli oleh mantan eksekutif Time Warner, Mr. Tony Fernandes, dengan harga simbolik 1 Ringgit pada 2 Desember 2001. Tony melakukan ‘turn around’ dan AirAsia berhasil membukukan laba pada 2002 dengan berbagai rute baru dan harga promosi serendah 10 RM, bersaing dengan Malaysia Airlines.

Indonesia AirAsia (sebelumnya bernama AWAIR atau Air Wagon International) didirikan pada September 1999. Pada tahun 2004, AWAIR diambil alih AirAsia, dan mengalihkan orientasi pasarnya ke penerbangan berbiaya rendah. Penerbangan pertamanya dimulai pada Desember 1999. Mulai 1 Desember 2005, AWAIR berganti nama menjadi PT. Indonesia AirAsia. Dengan semboyan ‘Now Everyone Can Fly’, kami juga dapat ikut terbang ke Jogja, setelah kembali di Bali. Terimakasih atas semua kerja keras panitia penyelenggara, sehingga retreat FK UKDW Yogyakarta 2018 dengan tema tema ‘rest, pray and joy’, seturut tulisan Mateus 11;28-30 ini, dapat berjalan dengan lancar dan sukses.

Sampai bertemu kembali pada acara selanjutnya.

Sekian

Yogyakarta, 28 Maret 2018

*) salah seorang peserta retrat FK UKDW 2019, WA 081227280161

Wikan

DR. Dr. Fx. Wikan Indrarto, SpA

Categories
Istanbul

2018 New York Hari Kelima (terakhir)

NEW  YORK HARI  KELIMA (terakhir)

fx. wikan indrarto*)

 

Jumat, 23 Maret 2018 kami telah selesai mengikuti konggres, yaitu ‘The 16th Annual World Congress on Pediatrics’ di Hilton New York JFK Airport Hotel dan jalan-jalan ke Washington, DC dengan KA Amtrak. Pagi itu kami bersiap-siap untuk kembali ke tanah air tercinta, Indonesia, dalam rentang jarak 16.198 km. Apa yang harus dikenang?

 

Kami telah menikmati secara cepat, New York yang merupakan kota terpadat di Amerika Serikat, bahkan pusat wilayah metropolitan New York merupakan salah satu wilayah metropolitan terpadat di dunia. Dengan luas 789 km² dan pada tahun 2016, memiliki penduduk sebanyak 8,538 juta (2016). Tidak heran bahwa New York adalah sebuah kota global terdepan, yang memberi pengaruh besar terhadap perdagangan, keuangan, media, budaya, seni, mode, riset, penelitian dan hiburan tingkat dunia.

 

 Siap jalan  3 Peserta 6

Kenangan saat siap jalan2 menembus dingin sore hari di New York

Kenangan sebagai peserta ‘The 16th Annual World Congress on Pediatrics’.

 

Kami juga telah menjelajahi secara cepat, kota yang terletak di pelabuhan alami yang besar di pantai Atlantik Amerika Serikat timur laut, kota ini terdiri dari lima ‘borouhg’ atau semacam distrik, yaitu The Bronx, Brooklyn, Manhattan, Queens, dan Staten Island. Kami telah mampu mengingat bahwa New York pada awalnya dihuni oleh penduduk asli Amerika Lenape, ketika ditemukan bangsa Eropa tahun 1524 oleh Giovanni da Verrazzano, seorang penjelajah Italia yang bekerja untuk kerajaan Perancis, dan menamainya “Nouvelle Angoulême”. Permukiman Eropa dimulai dengan pendirian permukiman perdagangan bulu oleh orang Belanda yang kemudian dinamai “Nieuw Amsterdam” (Amsterdam Baru), di ujung selatan Manhattan pada tahun 1614. Direktur Jenderal kolonial Belanda Peter Minuit membeli pulau Manhattan dari suku Lenape tahun 1626, senilai 60 guilden atau sekitar $1.000 pada 2006. New York berperan sebagai ibukota Amerika Serikat pada tahun 1785 hingga 1790 dan New York telah menjadi kota terbesar di AS sejak 1790. Sebanyak 800 bahasa dipertuturkan di New York City, termasuk Bahasa Indonesia, sehingga menjadikannya kota dengan bahasa paling beragam di dunia.

 

Yang paling kami ingat adalah Patung Liberty, yang gagah menyambut jutaan imigran, ketika mereka datang ke Amerika Serikat pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Times Square yang dijuluki sebagai “The Crossroads of the World” (Perlintasan Dunia), adalah hub distrik teater Broadway penuh cahaya, salah satu perlintasan pejalan kaki tersibuk di dunia, dan sebuah pusat industri hiburan besar dunia. Kami telah merasakan sensasi pencahayaannya, meski di siang bolong dn hanya sekejap. Dilengkapi Wall Street di Lower Manhattan, New York City bersaing dengan London sebagai ibu kota keuangan dunia, dan merupakan rumah bagi Bursa Saham New York, bursa saham terbesar di dunia, menurut kapitalisasi pasar perusahaan yang terdaftar di sana. Kami juga telah merasakan denyut keperkasaan kekuatan finansial New York, meski hanya sebentar dan saat terjadi badai salju di akhir musim dingin (snowing at the end of winter).

 

 Panorama NYC  Lady Liberti
Panorama downtown Manhattandi New York dengan gedung yang tinggi Patung Lady Liberty menyambut imigran, Lambang kebebasan dan kemandirian

 

 

Dalam sejarah finansialnya, kami juga mempu mengingat bahwa pada tahun 1664, kota ini menyerah kepada Inggris dan berganti nama menjadi “New York”. Pada akhir Perang Inggris dan Belanda Kedua, Belanda memperoleh kekuasaan atas Pulau Run di Maluku, Indonesia, yang merupakan aset yang lebih berharga sebagai ganti terhadap kekuasaan Inggris di New Amsterdam (New York) di Amerika Utara. Pada waktu itu Pulau Run, sebuah pulau kecil di Kepulauan Banda, Maluku, Indonesia, bernilai lebih tinggi daripada kota New York di Pulau Manhattan yang kala itu dinamakan Nieuw Amsterdam. Itulah ironi sejarah, pada paruh terakhir abad ke-17, bangsa Inggris dan Belanda berulang kali terlibat perebutan daerah penghasil rempah. Semasa itu, sekantong rempah bernilai lebih mahal dari sekantong emas dengan bobot yang sama. Serikat Dagang Hindia Timur Belanda (VOC) dan Serikat Dagang Hindia Timur Inggris (EIC) bersaing ketat dan sering terlibat konflik terbuka. Bahkan, terjadi pembantaian warga Inggris di benteng Belanda di Ambon, Maluku yang dikenal sebagai Amboyna Massacre yang memicu kemarahan Inggris.

 

 Columbus burung.jpg

Penemuan benua Amerika oleh Columbus tanggal 11 Oktober 1492.

Panorama mata burung New York City pada tahun 1873

 

 

Tahun 1898, City of New York modern dibentuk dengan konsolidasi Brooklyn (hingga saat itu menjadi kota terpisah), County of New York (yang kemudian mencakup sebagian Bronx), County of Richmond, dan bagian barat County of Queens. Pembukaan jalur New York City Subway tahun 1904 membantu mempersatukan kota baru ini. Melalui pertengahan pertama abad ke-20, kota ini menjadi pusat dunia untuk industri, perdagangan, dan komunikasi. Kami telah menikmati keefektifan subway tertua di dunia, dengan sebuah kartu Metrocard untuk semua jalur yang ada. Tarif seragam $ 2,75 tanpa memandang jarak tempuh, juga interkoneksi antar Line Subway di New York, sangat mengasyikkan.

 

Angkutan umum di New York sebagian besar beroperasi 24 jam sehari, merupakan sistem paling rumit dan ekstensif di Amerika Utara. Sekitar satu dari tiga pengguna angkutan umum di Amerika Serikat dan dua per tiga penumpang kereta di negara ini menetap di New York dan kota pinggirannya. Sistem New York City Subway merupakan yang tersibuk di belahan bumi barat, sementara Grand Central Terminal yang juga dikenal dengan sebutan “Grand Central Station”, adalah stasiun kereta terbesar di dunia menurut jumlah platformnya. Tingkat penggunaan angkutan umum yang tinggi di New York City, 120.000 pesepeda harian dan jumlah pejalan kaki  yang banyak, menjadikan New York City sebagai kota besar paling hemat energi di Amerika Serikat. Mode perjalanan jalan kaki dan sepeda mencakup 21% dari seluruh mode perjalanan di kota ini, secara nasional persentase untuk wilayah metro adalah sekitar 8%.

 

 Subway  DeKalb

New York City Subway adalah sistem angkutan massal terbesar di dunia menurut jumlah stasiunnya

Stasiun DeKalb yang bersih dalam rangkaian New York City Subway

 

Angkutan umum adalah mode angkutan paling populer di New York City. 54,6% penduduk New York pergi ulang alik menggunakan angkutan umum menuju tempat kerjanya pada tahun 2005. Ini berbeda jauh dengan perilaku penduduk di kota lainnya di seluruh Amerika Serikat, yaitu sekitar 90% komuter menggunakan kendaraan pribadi menuju tempat kerjanya. Menurut Biro Sensus AS, penduduk New York City menghabiskan rata-rata 38,4 menit setiap harinya untuk pergi bekerja, waktu tempuh terlama di negara ini di antara kota-kota besar AS.

 

New York City Subway merupakan sistem angkutan cepat terbesar di dunia menurut jumlah stasiun yang beroperasi, yaitu 468 stasiun. Sistem ini merupakan yang terbesar ketiga menurut perjalanan penumpang tahunan (1,5 miliar penumpang pada tahun 2006). Kereta bawah tanah New York juga terkenal karena hampir seluruh sistem buka 24 jam sehari, berbeda dari penutupan tengah malam pada sistem di banyak kota besar dunia, termasuk London. Paris, Montreal, Washington, Madrid dan Tokyo. Sistem transportasi di New York City sangat luas dan rumit. Sistem ini juga meliputi jembatan suspensi terpanjang di Amerika Utara, terowongan kendaraan berventilasi mekanis pertama di dunia, lebih dari 12.000 taksi kuning, kereta gantung yang mengangkut komuter antara Roosevelt Island dan Manhattan, dan sebuah sistem feri yang menghubungkan Manhattan dengan berbagai permukiman di dalam dan luar kota.

 

 

 Brooklyn6  Rockefeller

Kaki langit Manhattan NYC dengan banyak pencakar langitnya dari Brooklyn Bridge

Gaya Art Deco Chrysler Building (1930) di Manhattan, New York yang artistik

 

Kaki langit Manhattan dengan banyak pencakar langitnya mudah dikenali di seluruh dunia, dan kota ini menjadi tempat bagi beberapa bangunan tertinggi di dunia. Pada Agustus 2008, New York City memiliki 5.538 bangunan tinggi, dengan 50 pencakar langit lebih tinggi dari 656 kaki (200 m). Jumlah ini lebih banyak dibanding kota manapun di Amerika Serikat, dan kedua di dunia setelah Hong Kong, yang akan kami singgahi saat transti kembali ke tanah air.

 

Secara arsitektural, New York memiliki bangunan terkenal dalam berbagai bentuk. Di antaranya ialah Wollworth Building (1913), sebuah pencakar langit bergaya kebangkitan gothik awal yang dibangun dengan detail gothik berukuran besar. Gaya Art Deco Chrysler Building (1930), dengan puncak baja meruncing, merefleksikan kebutuhan pembagian wilayah kota. Bangunan ini memiliki ornamen unik seperti replika di sudut tingkat ke-61 berupa ornamen elang Chrysler tahun 1928. Contoh gaya internasional yang sangat berpengaruh di Amerika serikat adalah Seagram Building (1957), berbeda karena muka bangunannya menggunakan I-beam berwarna perunggu untuk menonjolkan struktur bangunan. Conde Nast Building (2000) adalah contoh penting desain hijau pada pencakar langit Amerika Serikat.

 

 

Port Authority Bus Terminal adalah terminal bus antar kota utama di kota ini, melayani 7.000 bus dan 200.000 komuter tiap hari dan menjadikannya stasiun bus tersibuk di dunia. Armada bus umum dan jaringan kereta komuter New York City adalah yang terbesar di Amerika Utara. Kami hanya sempat menggunakan bis kota, saat akan menuju Pier 83, untuk naik Liberty Cruise di tepi dermaga east River.

 

 

4 Amtrak 1  Terminal 8

Gerbong KA Amtrak yang bergaya milenual, kotak, angkuh dan kokoh

TWA Flight Center Building di JFK International Airport New York

 

Amtrak adalah nama layanan dari National Railroad Passenger Corporation (Perusahaan Kereta Api Penumpang Nasional), sebuah perusahaan semi-pemerintah yang dibentuk 1 Mei 1971 untuk memberikan layanan kereta api penumpang antarkota di daratan Amerika Serikat. Nama “Amtrak” berasal dari gabungan kata “American” dan “track”. Amtrak menyediakan transportasi menuju Boston, Philadelphia, dan Washington DC di sepanjang Northeast Corridor dan layanan kereta api jarak jauh ke kota-kota seperti Chicago, New Orleans, Miami, Toronto dan Montreal. Kami telah menikmati layanan Amtrak saat melakukan perjalanan pergi pulang dari Penn Station di New York ke Union Station di Washington DC.

 

Pada Selasa, 20 Maret 2018 sore hari yang sangat dingin dengan suhu sekitar 3 derajad Celcius dan setelah cukup mengikuti sesi awal konggres, kami segera melanjutkan petualangan di New York, yaitu menuju St. Patrick’s Cathedral untuk bersujud, berdoa dan mengucap syukur atas semua anugerah yang Tuhan telah berikan. Katedral St. Patrick adalah gereja Katedral Katolik Roma yang merupakan pusat Keuskupan Agung,  bergaya Neo-Gothic, dan sebuah landmark terkenal di kota New York, yang terletak di sisi timur Fifth Avenue antara jalan 50 dan 51 di Midtown Manhattan, tepat di seberang Rockefeller Center dan  menghadap patung Atlas.

 

Selain itu, kami juga melakukan peziarahan ke dalam kapel orang suci St. Fransisco Xavier Cabrini, dimana jasadnya dibaringkan di bawah altar. Setelah kematiannya pada tahun 1917, Suster Cabrini dimakamkan di West Park, New York. Pada tahun 1933, jasadnya dipindahkan ke dalam kapel di Sekolah Menengah Suster Cabrini. Pada tahun 1946, ia dikanonisasi seorang santa atau orang suci oleh Paus Pius XII sebagai pengakuan atas kekudusan dan pelayanannya kepada umat manusia dan diberi nama Patroness of Immigrants atau Pelindung Para Imigran pada tahun 1950.

 

 

 Katedral 3  Cabrini1

St. Patrick’s Cathedral, gereja Katolik yang besar bergaya Neo-Gothic, di New York

Kapel St. Frances Xavier Cabrini Shrine di 701 Fort Washington Ave, New York

 

 

New York City merupakan pintu masuk penumpang udara internasional teratas di Amerika Serikat. Wilayah ini dilayani oleh tiga bandara besar, Bandar Udara Internasional John F. Kennedy, Liberty Newark dan La Guardia. Sekitar 100 juta pelancong menggunakan tiga bandara ini pada tahun 2005 dan wilayah udara New York merupakan yang tersibuk di Amerika Serikat. Perjalanan internasional dari JFK dan Newark mencakup hampir seperempat dari seluruh pelancong AS yang pergi ke luar negeri pada tahun 2004. Kami telah merasakan denyut nadi pergerakan penumpang, seperti yang dialami Kevin McCalli (diperankan sangat bagus oleh Macaulay Culcin) dalam serial film Home Alone, Lost in New York tahun 1990 yang terkenal. Film yang disutradarai Chris Columbus dan naskah aslinya ditulis oleh John Hughes telah memiliki sequel sampai 5 dengan setting di Bandar Udara Internasional John F. Kennedy New York.

 

 

Tahun 2008, New York City mencetak rekor jumlah wisatawan, lebih dari 47 juta orang secara keseluruhan dan pengeluaran mereka menyumbang US$32,1 miliar langsung kepada ekonomi kota yang juga merupakan rekor. Sejak ekonomi Amerika Serikat pulih, Wali kota Michael Bloomberg mampu memecahkan rekor kembali pada tahun 2012 dengan menarik lebih dari 50 juta wisatawan. Kami telah ikut berperan sebagai wisatawan periode singkat di New York, dengan mengunjungi beberapa tempat penting.

 

 3 Trump Building  Empire

Trump Building di Wall Street no 40 New York dengan 72 lantai, pada tahun 1930 adalah gedung tertinggi di dunia.

Empire State Building sebuah bangunan perkantoran sangat tinggi sekali, rancangan arsitek Shreve, Lamb and Harmon,

 

 

Gedung pencakar langit di Wall Street no 40 yang memiliki 1,3 juta kaki persegi ruang kantor yang tersebar di 72 lantai, yang pada saat dibangun tahun 1930 adalah gedung tertinggi di dunia. Awalnya bernama Manhattan Company Building, dan dirancang oleh arsitek H. Craig Severance dan Yasuo Matsui, menara itu menjulang di atas kota sebagai pengingat impor global New York. Setelah bertahun-tahun kosong, Donald J. Trump membeli properti itu, menginvestasikan lebih dari $ 200 juta untuk restorasi, dan membawanya ke puncak kemegahan aslinya. Penyewa profil tinggi yang menempati gedung Trump (Trump Building) tersebut adalah para pemuncak Kota New York dalam prestise dan kekuatan internasional mereka.

 

 

Arsitek oleh Shreve, Lamb and Harmon, Pengembang oleh John J. Raskob, Teknisi struktur oleh Homer Gage Balcom, dan kontraktor utama  oleh Starrett Brothers and Eken, namanya diambil dari julukan New York, yaitu Empire State. Empire State Building sempat menjadi bangunan tertinggi di dunia selama 40 tahun, sejak selesai dibangun tahun 1931 sampai rampungnya Menara Utara World Trade Center pada tahun 1972. Empire State Building saat ini merupakan pencakar langit tertinggi ketiga di AS, setelah Menara Willis dan Trump International Hotel and Tower di Chicago, dan tertinggi ke 22 di dunia. Gedung ini juga merupakan struktur berdiri bebas tertinggi ke 4 di AS.

 

 

 Times  4 Times 1

Times Square atau “The Crossroads of the World” (Perlintasan Dunia), adalah hub distrik teater Broadway penuh cahaya iklan

Bergaya di Times Square atau “The Crossroads of the World” (Perlintasan Dunia) penuh cahaya iklan

 

Times Square adalah tempat yang banyak sekali dikunjungi oleh banyak masyarakat di sana maupun orang yang berkunjung, apalagi ketika tanggal 31 Desember yang dimana tempat ini selalu dijadikan tempat di malam tahun baru detik-detik pergantian tahun dari tahun berikutnya. Acara Ball Drop juga yang menjadi salah satu penyebab banyaknya orang yang berkunjung kesana.

 

 Brooklyn1  Jembatan

Pemandangan dari atas Brooklyn Bridge yang artistik di atas East River

Brooklyn Bridge menghubungkan Manhattan dan Brooklyn di New York

 

 

Brooklyn Bridge adalah jembatan tua yang dikagumi oleh banyak orang dan menjadi salah satu dari tujuh keajaiban di dunia konstruksi. Jembatan ini dibuka pada tahun 1883 dan sudah menjadi prestasi terbesar dalam sejarah Amerika Serikat.

 

 One WTC  Brooklyn5
One World Trade Center, tinggi menjulang di Manhattan, New York

One World Trade Center terlihat di kejauahan dari Brooklyn Bridge, yang dijaga NYPD

 

 Hotel  Chinatown
Saat sampai di depan New World Hotel, 101 Bowery, Chinatown, New York 10002, Chinatown, Manhattan, New Yorksebuah areal pecinan yang luas

 
One World Trade Center (1 World Trade Center), lebih dikenal sebagai 1 WTC dan dulunya bernama Freedom Tower, adalah bangunan utama di komplek World Trade Center di Lower Manhattan, New York City. Menara ini akan dibangun di sudut barat laut situs World Trade Center dan akan menempati lokasi bekas 6 World Trade Center. Sisi utara menara membentang di antara persimpangan Vesey dan West Street di barat laut dan persimpangan Vesey dan Washington Street di timur laut. Lahan asli North Tower/1 WTC berada di selatan gedung ini. Pembangunan relokasi sarana bawah tanah, dasar bangunan, serta pondasinya dimulai pada 27 April 2006. Pada tanggal 30 Maret 2009, Port Authority membenarkan bahwa bangunan ini akan diberi nama One World Trade Center, bukan nama julukannya, yaitu Freedom Tower.

 

 

Chinatown, Manhattan adalah sebuah enklave etnis Cina yang terletak di borough Manhattan di New York City. Pecinan Manhattan merupakan salah satu komunitas etnis Cina terbesar dan tertua di luar Asia.

 

 Wallstreet  3 Wall Street 1
Wall Street dari Broadway menuruni lembah ke arah South Street di East River

New York Stock Exchange di Wall Street yang diguyur salju

 

 

 

 

Wall Street (Jalan Wall) adalah sebuah nama jalan di pinggiran kota Manhattan di New York yang membujur mulai dari timur yaitu dari Broadway menuruni lembah ke arah South Street di East River, melewati pusat historis dari distrik keuangan Amerika yaitu Manhattan. Wall Street adalah gedung permanen pertama dari New York Stock Exchange, dan sepanjang waktu Wall Street menjadi nama dari gegografi sekitarnya.

Wall Street adalah juga merupakan suatu istilah yang digunakan bagi ” kepentingan finansial yang berpengaruh” di Amerika Serikat.

 

Banyak sekali bursa perdagangan saham dan bursa perdagangan lainnya berkantor pusat di Wall Street dan di Distrik Keuangan (Financial District) termasuk NYSE, NASDAQ, AMEX, NYMEX, dan NYBOT. Banyak pula perusahaan keuangan New York yang kini sudah tidak berkantor di Wall Street lagi melainkan berkantor di pusat kota Manhattan, di wilayah pinggiran kota, Long Island, Westchester County, Fairfield County, Connecticut, atau di New Jersey.

 

Selanjutnya kami berpetualang juga ke Washington, DC untuk melihat

 

 4 Union 5  4 Capitol

United States Capitol di siang yang cerah di Washington, DC

United States Capitol mencerminkan ruang kebebasan para wakil rakyat AS

 

White House, Washington Monument, dan United States Capitol berdiri pada titik segitiga di jantung kota Washington, DC. Pada jarak lurus antara Washington Monument dan United States Capitol, terdapat jalur besar yang biasa disebut National Mall. Dari jalur terbuka inilah, para wisatawan leluasa mengamati kota. Tiga bangunan itu merefleksikan semangat kebangsaan modern AS. White House mewakili kekuasaan eksekutif. United States Capitol mencerminkan ruang kebebasan para wakil rakyat. Washington Monument tanda kenangan sejarah bangsa modern yang merdeka tahun 1776 itu.

 

 3 Kerja bakti 1  Salju

Kerja bakti membersihkan salju di pinggir Bowery Street, Manhattan New York

Pohon gundul diselimuti salju di areal pemukiman pinggiran New York

Jumat, 23 Maret 2018 dini hari kami sampai di Penn Station New York naik train 66 pk. 1.50. Untunglah layanan subway di New York tetap operasional 24 jam, sehingga kami lanjut Line 1 up town ke Times square, kemudian ganti Line N down town ke 34 Street dan dari situ ganti lagi Line D down town untuk turun di Grand Street. Dengan berjalan kaki dalam dingin suhu sekitar 4 derajad Celcius, kami kembali ke hotel. Pagi dini hari itu kami tidak mampu tidur nyenyak di kamar 211 New World Hotel, 101 Bowery #2, New York. Pada pagi buta sekitar pk. 3 kami baru kembali dari Washington, DC, pada hal pk. 6 harus segera berangkat dan bersiap-siap untuk kembali ke Indonesia.

Selanjutnya kami menempuh 1,5 kali lipat dari rentang jarak 16.198 km, karena pesawat kami Boeing 777-300ER milik Cathay Pacific Airways CX 841, harus menyusuri jalur udara di atas Toronto, menyeberangi Kanada menuju Anchourage, di Alasaka, USA pada ujung utara belahan bumi. Selanjutnya menyeberang zona waktu internasional untuk masuk ke semenanjung Kamchatka, Siberia timur milik Rusia, menyusuri pantai selatan kepulauan Jepang dan baru menyeberang ke Hong Kong. Rasanya jalur penerbangan utama memang harus di sekitar daratan, bukan lurus yang lebih dekat di atas Samudra Pasific yang sangat luas, teduh dan berbahaya.

Terimakasih atas bantuan semua pihak, sehingga petualangan ke New York ini dapat berjalan dengan lancar. Tidak hanya oleh kerabat di tanah air, tetapi juga oleh para diaspora Indonesia di New York yang baik hati. Ibu Elsye Kurniawan yang meminjami kami mantol baju hangat untuk melawan hembusan badai salju di akhir musim dingin, juga teman kami Christine N. Tedjopranoto yang asli Purwokerto Jawa Tengah dan tinggal di kota Charlotte, North Carolina USA, segera tampil membantu kami dalam masalah perubahan tiket Amtrak ke Wasington, DC terkait badai salju. Juga dab Herry Purnomo teman di SMA Kolese de Britto yang tinggal di Seatlle, Romo Hendra Asmara, SJ yang sedang belajar teologi di New York dan memberikan petunjuk virtual berkala, tentang siasat menghadapi berbagai tantangan di New York. Yang terakhir adalah mbak Ririn, tetangga di Sosrowijayan Yogyakarta yang telah 20 tahun tinggal di seputaran Jamaica, Queen, NYC yang menghantar kami sampai di gerbang pemeriksaan imigrasi secara digital di JFK International Airport, New York.

 

 4 Bu Elsye  Ririn

Mampir di Kantor Ibu Elsye Kurniawan yang berlokasi di Broad Street no 90 downtown Manhattan NYC

Mbak Ririn yang baik hati menemani sampai di depan konter imigrasi JFK International Airport New York

 

Sekali lagi, disampaikan banyak terimakasih atas bantuan, perhatian, doa dan restu dari semua pihak, sehingga petualangan singkat ke New York (NYC) dan Wasington DC (WDC) ini telah berjalan dengan baik.

 

(sekian)

 

Ditulis di Hotel Transit Airy Eco Bandara Soekarno Hatta, Jl. Suryadarma 56 Tangerang, saat menginap semalam sebelum lanjut ke Denpasar untuk acara Retret Keluarga Besar FK UKDW Yogyakarta.

 

Tangerang Sabtu, 24 Maret 2018

 

*) penikmat jalan2 murah

 

 

 

 

burung.jpg

Categories
Istanbul

2018 New York Hari Ketiga

 

NEW  YORK  HARI  KETIGA

wikan indrarto*)

 

Rabu, 21 Maret 2018 kami terbangun dari mimpi indah di kamar 211 New World Hotel, 101 Bowery #2, New York, NY 10002, Amerika Serikat. Selanjutnya kami menuju arena konggres, yaitu ‘The 16th Annual World Congress on Pediatrics’, dengan tema : Connecting Global leaders in Pediatrics and Health Care. Konggres dokter spesialis anak sedunia tersebut diselenggarakan di Hilton New York JFK Airport Hotel, 5144-02 135th Avenue, Jamaica, New York 11436 USA. Apa yang menarik?

 

Kami berusaha untuk tidak tersesat saat masuk ke subway, seperti 3 kali terjadi pada hari sebelumnya. Maklum, beberapa tempat tujuan di peta subway ditulis secara singkat, masih sulit membedakan arah uptown dan downtown, juga karena saking banyaknya penumpang yang lalu lalang di sekitar yang mengganggu konsentrasi kami. Untunglah, kami menerima email dari panitia konggres, bahwa peserta (delegates) dianggap tamu di venue atau tempat acara, yaitu di Hotel Hilton, sehingga disediakan free shuttle atau jemputan gratis. Perjalanan dari hotel ke venue yang memang sangatlah jauh dan memerlukan waktu 1 jam 45 menit, pagi itu terasa ringan. Kami berangkat dari New World Hotel di 101 Bowery #2, New York, berjalan kaki sekitar 3 mnt , 0,1 mi ke utara di Bowery menuju Bowery Subway Station, untuk naik kereta Line J melalui 21 perhentian, dan turun di Sutphin Blvd – Archer Av – JFK Station.

 

 3 Air Train 1  3 Shuttle Free
Di Sutphin Blvd Station menuju ke Air Train  JFK Station untuk naik kereta bandara JFK Akhirnya kami menemukan free shuttle dari Hilton Hotel di Federal Circle

 

Dari situ kami berjalan kaki sekitar 2 menit keluar di Sutphin Blvd Station menuju Air Train  JFK Station untuk naik kereta bandara JFK yang bertarif $5 atau hampir 2 kali lipat tarif subway, turun di pemberhentian pertama, yaitu di Federal Circle Station. Kami keluar di lobi lantai dasar dan langsung disambut hujan salju pada akhir musim dingin (snowing at the end of winter), yang awalnya rintik untuk menjadi semakin lebat. Sungguh, sebuah pengalaman pertama bagi manusia tropis yang sangat menakjubkan tentang salju. Luar biasa indah. Kami mencari beberapa shuttle yang parkir di area khusus transportasi penjemputan tamu hotel, sampai akhirnya menemukan shuttle dari Hilton Hotel. Setiap 30 menit shuttle tersebut datang untuk akomodasi tamu. Dengan demikian, pagi itu kami menjadi peserta pertama yang datang di venue, bahkan panitia penyelenggarapun belum ada yang hadir.

 

 3 Peserta 6  3 Peserta 4

Peserta pertama yang hadir pada sesi penelitian sel dan steam cell di ‘The 16th Annual World Congress on Pediatrics’

Bergaya di mimbar sebelum ‘The 16th Annual World Congress on Pediatrics’ resmi dibuka.

 

Pada hari pertama (Day 1 : March 21, 2018) ‘The 16th Annual World Congress on Pediatrics’, setelah proses registrasi peserta yang lancar, kami mengikuti Keynote Forum. Pembicara pertama adalah Prof. James Oleske (Rutgers New Jersey Medical School, USA), dengan tema Keynote: ‘Combining Touch with Technique: Fusing Technology with the Art of Medicine.’ Padaintinya adalah para dokter dapat memberikan perawatan welas asih (compassionate care) hanya bila ada empati, yang diperkuat dengan kontak langsung dengan pasien. Teknologi harus digunakan untuk melengkapi, bukan mengganti, hubungan dokter-pasien. Tantangan besar dalam kedokteran bukanlah untuk mempelajari keterampilan profesional kita, melainkan dalam kompetensi dan administrasi yang penuh kasih (competent and compassionate administration). Dalam mengatasi beban penyakit dan komplikasinya, peran utama kami sebagai dokter adalah memadukan teknologi untuk mendiagnosis dan mengobati dengan belas kasih dan keharusan untuk meringankan penderitaan (relieve suffering) dan menambah kegembiraan hidup (adding to the joy of life) pasien.

 

Sesi kedua Keynote Forum diisi oleh Prof. Dr Raphael David (New York University School of Medicine, USA), dengan tema Keynote: ‘Congenital Adrenal Hyperplasia An Update.’. Pada intinya adalah tentang kemajuan terbaru dalam mutasi genetik, untuk manajemen Congenital Adrenal Hyperplasia (CAH) yang efektif perlu dibahas. Terapi adjunctive yang sesuai seperti Gonadotropin Hormone Agonists and Growth Hormone untuk perawatan yang efektif. Sesi ketiga Keynote Forum dengan tema Keynote: ‘The Pathogenesis of Microchepaly,’ disampaikan oleh Prof. Lawrence D. Frenkel, MD  dari University of Illinois College of Medicine, USA. Pada prinsipnya dijelaskan bahwa patogen utama infeksi kongenital virus Zika, yang sering terwujud dengan microcephaly, terkait dengan neuropatogenesis. Hipotesis yang mungkin menjelaskan mengapa: beberapa bayi tidak terinfeksi dengan adanya infeksi ibu primer, sementara yang lain mendapatkan infeksi subklinis, namun yang lainnya menderita penyakit parah, dipengaruhi oleh perbedaan strain patogen, perkembangan jaringan janin (tropism to developing fetal tissues), peran berbagai subset kekebalan ibu, dan aspek respon imun janin.

 

Selanjutnya kami mengikuti Keynote Forum sesi keempat, yang menampilkan Dr. James B. McCarthy, dari Pace University, USA. Tema Keynote : ‘Pediatric Psychotic Disorders and the Role of Psychotherapy.’ Pada prinsipnya dikemukakan bahwa pada anak dan remaja dengan fitur psikotik yang terkait dengan gangguan mood, memiliki defisit kognitif yang lebih besar daripada mereka yang memiliki gangguan mood tanpa fitur psikotik. Selain itu, juga terjadi penurunan fungsi kognitif dan sosial pada anak dan remaja dengan skizofrenia. Oleh karena itu, peran psikoterapi, layanan pendukung dan intervensi kognitif sangat diperlukan, untuk membantu memperbaiki fungsi anak dengan risiko tinggi gangguan psikotik. Pendekatan psikoterapi individu pada anak psikotik dan intervensi psikoterapi berbasis keluarga, secara konsisten mendukung pengembalian fungsi sesuai usia psikotik anak.

Sesi konggres yang melelahkan mulai terjadi saat Keynote Forum kelima, dengan pembicara Dr. Usha Kini (Oxford Centre for Genomic Medicine in Oxford, UK), dengan tema Keynote: ‘Pathway defects on neurodevelopmental morbidity.’ Intinya adalah bahwa mutasi resesif akan menghasilkan penundaan perkembangan global, kecacatan intelektual, kejang, microcephaly, dismorphism wajah dan brachytelephalangy. Hal ini sering disertai dengan peningkatan kadar alkali fosfatase serum dan disebut ‘Hyperphosphatasia Mental Retardation Syndrome (HPMRS)’ atau sindrom Mabry. Beberapa gen dalam jalur ini adalah PIGV, PIGO. PGAP2, PGAP3 dan PIGY telah terbukti menyebabkan fenotipe ini. Mutasi PIGNAL secara paralel telah terbukti menyebabkan sindrom Fryns, sebuah sindrom anomali kongenital multipel.

Kami sudah kurang konsentrasi saat mengikuti Session Introduction oleh Dr. Gerald Katzman dari Wayne State University School of Medicine, USA dengan tema ‘The Bioetics and Neuropsychology’. Kalau tidak salah tangkap pesan, isinya adalah tentang kebencian yang dipelajari di masa anak, berpotensi akan menyebabkan kekerasan dan tindak kekerasan berikutnya. Prosesnya sering dimulai dengan pola asuh otoriter. Rasa takut dan kemarahan yang ditimbulkan oleh perlakuan semacam itu diproyeksikan ke target berikutnya. Tindakan kekerasan yang dihasilkan selanjutnya difasilitasi oleh penyekat empati emosional. Untuk itu, berbagi cerita moral dan mengajarkan pelajaran yang menggabungkan kebajikan dan penghindaran kejahatan, akan menghasilkan empati emosional yang dihasilkan adalah katalis untuk tindakan belas kasih. Dengan memaparkan anak pada atmosfir tersebut, resolusi konflik tanpa kekerasan adalah hasil yang dapat dicapai.

 

 3 WTC 3-wall-street.jpeg

Bergaya di gerbang stasiun subway World Trade Center Manhattan, New York

Bergaya di salah satu gedung di Wall Street Manhattan, New York

 

 

Selanjutnya kami kembali ke Sutphin Blvd – Archer Av – JFK Station, untuk naik subway Line E akan melihat World Trade Center di pusat kota Manhattan New York, yang secara informal disebut WTC atau Menara Kembar. Kami turun di stasiun terakhir subway Line E, yaitu di WTC. Dalam iringan banyak sekali penumpang, ternyata kami terbawa arus masuk ke sebuah bangunan megah yang disebut Oculus. Dirancang oleh arsitek Santiago Calatrava, “Oculus” adalah penghubung dari stasiun kereta api bawah tanah, alun-alun, pusat perbelanjaan WTC, dan museum situs peringatan atas serangan teror 11 September 2001. Bagian luar Oculus serupa burung merpati dengan sayap yang terpotong, sedangkan bagian dalam digunakan sebagai atrium seperti rongga perut burung yang sangat indah untuk bersantai.

 

3-oculus3.jpg  3 Oculus 2
Oculus seperti burung yang dirancang oleh arsitek Santiago Calatrava di WTC Manhattan NYC

Di atrium dalam perut burung Oculus yang ramai pengunjung di WTC Manhattan NYC.

 

 

Setelah puas memandangi keindahan Oculus dan berfoto dari berbagai sudut, selanjutnya kami memberanikan diri keluar ruangan merasakan hujan salju di akhir musing dingin. Kami melihat WTC baru, yang sebelumnya adalah suatu kompleks yang terdiri dari tujuh bangunan, sebagian besar didesain oleh arsitek keturunan Jepang-Amerika, Minuro Yamasaki. Pembangunannya dirintis oleh ‘Lower Manhattan Association’ yang didirikan dan diketuai oleh Mr. David Rockefeller, dengan dukungan kuat dari saudaranya, Mr. Nelson Rockefeller, yang kelak menjadi gubernur New York. Kompleks yang berlokasi di jantung pusat distrik finansial New York City ini memiliki 1.24 juta m² ruang perkantoran, hampir empat persen dari keseluruhan luas ruang perkantoran yang tersedia di Manhattan. World Trade Center yang dikenal dengan Menara Kembar dengan jumlah lantai mencapai 110 ini pernah mengalami kebakaran pada 13 Februari 1975 dan serangan bom pada 26 Februari 1993.

 

Kami tertegun saat mengenang bahwa ketujuh bangunan yang asli dalam satu kompleks hancur lebur pada Serangan Teroris 11 September 2001. Kehancurannya meliputi WTC 1, WTC 2 (Menara Utara dan Selatan), dan WTC 7 runtuh; WTC 3 (Hotel Marriott) hancur karena runtuhnya WTC 1 dan WTC 2; sedangkan WTC 4, WTC 5, dan WTC 6 mengalami kerusakan yang tak dapat diperbaiki hingga akhirnya terpaksa dihancurkan. Sejenak kami menundukkan kepala untuk mendoakan para korban serangan teroris tersebut.

 

 3 Teroris 1  3 Teroris 2
Serangan Teroris 11 September 2001 yang menghancurkan gedung WTC di Manhattan New York.

Serangan Teroris 11 September 2001 yang terlihat dari East River dekat patung Lady Liberty New York

 

Selanjutnya kami bergegas dalam guyuran hujan salju untuk menuju Wall Street (Jalan Wall), yang sebenarnya adalah  sebuah nama jalan di pinggiran Manhattan di tengah kota New York, yang membujur mulai dari timur yaitu dari Broadway menuruni lembah ke arah South Street di East River, melewati pusat historis dari distrik keuangan Amerika yaitu Manhattan. Wall Street adalah gedung permanen pertama dari New York Stock Exchange, sehingga Wall Street adalah juga merupakan suatu istilah yang digunakan bagi “kekuatan finansial yang berpengaruh” di Amerika.

 

 

3 Wall Street 1 3-wall-street-2-jpeg.jpg

Wall Street yang merupakan gedung permanen pertama yang dimiliki oleh  New York Stock Exchange

New York Stock Exchange sebagai     pasar modal utama di dunia

 

Kami terkagum dengan keindahan arsitektural tempo dulu dan teringat bahwa nama jalan tersebut, berasal dari sejarah pada abad ke-17. Pada saat itu digunakan sebagai perbatasan wilayah utara dari kesepakatan New Amsterdam. Pada tahun 1640an didirikan tiang pancang dan papan untuk menandai wilayah perbatasan dan pemukiman. Mr. Peter Stuyvesant yang mewakili West India Company memimpin tim dari Belanda untuk melakukan pembangunan konstruksi tembok pertahanan yang kokoh. Pada masa perang Belanda dengan Inggris maka dibangunlah tembok pertahanan setinggi 12 kaki pada tahun 1663 yang dilindungi oleh pagar di sekelilingnya. Dinding pertahanan tersebut terus diperkuat dari masa kemasa, sebagai suatu benteng perlindungan terhadap serangan suku Indian dan pasukan Inggris. Pada tahun 1685 dirancanglah Wall Street, yaitu jalanan di sisi tembok di sepanjang benteng pertahanan. Namun demikian, dinding pertahanan tersebut dibongkar oleh Inggris pada tahun 1699.

 

Arsitektur Wall Street berasal dari zaman Gilded Age, yaitu masa sebelum Perang Dunia I, walaupun terdapat juga pengaruh art deco pada wilayah yang berdampingan. Bangunan yang menjadi landmark di Wall Street adalah bangunan-bangunan gedung yaitu Federal Hall, 14 Wall Street Bankers trust Company Building, 40 Wall Street The Trump Building, dan New York Stock Exchange (NYSE) pada sudut Broadway. Wall Street yang merupakan tujuan utama dari para komuter telah memiliki infrastruktur transportasi yang amat maju. Saat ini, kereta api bawah tanah New York memiliki 3 stasiun di Wall Street yaitu Wall Street (IRT Broadway-Seventh Avenue Line di Wall & William Street, Wall Street (IRT Lexington Avenue Line) di Wall & Broadway (Manhattan) dan Broad Street (BMT Nassau Street Line) di Wall & Broad Street (Manhattan). Kami menjadi lebih mengerti, mengapa kekuatan lobi dan finansial di Wall Street mampu sangat berpengaruh bagi pembangunan di seluruh dunia.

 

Selanjutnya kami menikmati keagungan distrik keuangan New York serta gaya bisnis dan keanggunan Donald Trump, yang sekarang menjadi presiden AS ke 44, saat bersatu untuk menciptakan landmark properti yang sangat mengesankan di Wall Street no 40. Gedung pencakar langit yang memiliki 1,3 juta kaki persegi ruang kantor yang tersebar di 72 lantai, yang pada saat dibangun tahun 1930 adalah gedung tertinggi di dunia. Awalnya bernama Manhattan Company Building, dan dirancang oleh arsitek H. Craig Severance dan Yasuo Matsui, menara itu menjulang di atas kota sebagai pengingat impor global New York. Setelah bertahun-tahun kosong, Donald J. Trump membeli properti itu, menginvestasikan lebih dari $ 200 juta untuk restorasi, dan membawanya ke puncak kemegahan aslinya. Penyewa profil tinggi yang menempati gedung Trump (Trump Building) tersebut adalah para pemuncak Kota New York dalam prestise dan kekuatan internasional mereka. Sayang sekali hujan salju membuat kami harus tergesa memandang keindahnnya.

 

3-trump-building-1.jpg  3 Trump Building

The Trump Building yang sebelumnya disebut Manhattan Company Building dirancang oleh arsitek Craig Severance dan Yasuo Matsui

The Trump Building pada tahun 1930 adalah gedung tertinggi di dunia,            yang waktu itu disebut Manhattan Company Building

 

 

Di seberang Trump Building juga berdiri gagah Federal Hall, yang dibangun pada tahun 1700 sebagai Balai Kota New York. Kemudian berubah fungsi sebagai gedung DPR pertama Amerika Serikat di bawah Konstitusi, serta lokasi pelantikan George Washington sebagai Presiden pertama Amerika Serikat di bawah Konstitusi. Itu juga di mana Bill of Rights Amerika Serikat diperkenalkan di Kongres Pertama. Bangunan aslinya dihancurkan pada tahun 1812. Federal Hall National Memorial dibangun kembali pada tahun 1842 sebagai Kantor Perpajakan Nasional (Custom House) Amerika Serikat, dan kemudian berfungsi sebagai gedung perbendaharaan negara atau sub-treasury. Sekarang dioperasikan oleh National Park Service sebagai situs peringatan nasional untuk memperingati peristiwa bersejarah yang pernah terjadi di sana.

 

 3 Federal Hall 1  3 Federal Hall

Federal Hall sebagai tempat pelantikan George Washington sebagai Presiden pertama Amerika Serikat

Patung gagah George Washington sebagai Presiden pertama Amerika Serikat, berdiri di depan Federal Hall

 

 

Sayang sekali, hujan salju justru semakin lebat, angin dingin bertiup sangat kencang, payung kami menjadi rusak, sepatu menjadi basah, jalan menjadi licin dan pipi menjadi tebal membeku. Akhirnya kami memutuskan masuk kembali ke bawah tanah untuk berlindung, sekaligus masuk ke stasiun subway, untuk pulang kembali ke hotel. Kami masuk ke stasiun subway Fulton Street, naik Line J dari stasiun Broad Street dan turun di Bowery. Saat kami kembali muncul ke atas tanah, guyuran hujan salju semakin banyak dan menjadikan pengalaman pertama akan salju semakin indah, dengan membersihkan salju menggunakan serok palstik di depan hotal.

 

 3 Museum 911  3 Kerja bakti 1

National September 11 Memorial Museum yang tutup, karena dihembus angin dingin dan diliputi salju

Kerja bakti membersihkan salju yang berserakan dan terus saja turun

 

Malam itu kami benar-benar menikmati New York, yang merupakan kota terpadat di Amerika Serikat. Manhattan adalah pusat wilayah metropolitan New York yang merupakan salah satu wilayah metropolitan terpadat di dunia. Dengan luas 789 km² dan pada tahun 2016, memiliki penduduk sebanyak 8,538 juta (2016). Kita semua tahu, bahwa wilayah ini sebelumnya dihuni oleh penduduk asli Amerika Lenape, ketika ditemukan bangsa Eropa tahun 1524 oleh Giovanni da Verrazzano, seorang penjelajah Italia yang bekerja untuk kerajaan Perancis, dan menamainya “Nouvelle Angoulême”.

 

‘New York Stock Exchange’ sebagai pasar modal utama di dunia dan ‘The Trump Building’ saat tahun 1930 adalah gedung tertinggi di dunia, yang waktu itu disebut ‘Manhattan Company Building’, mengingatkan kita semua akan sejarah kekuatan ekonomi yang berasal dari New York. Permukiman Eropa di New York dimulai dengan pendirian permukiman perdagangan bulu oleh para pedagang Belanda yang kemudian dinamai “Nieuw Amsterdam” (Amsterdam Baru), di ujung selatan Manhattan pada tahun 1614. Direktur Jenderal kolonial Belanda Peter Minuit membeli pulau Manhattan dari suku Lenape tahun 1626, senilai 60 guilden atau sekitar $1.000 pada 2006. Namun demikian, sebuah legenda yang diragukan mengatakan, Manhattan dibeli senilai $24 dalam bentuk manik-manik kaca.

 

Kita juga diingatkan bahwa pada tahun 1664, kota ini menyerah kepada Inggris dan berganti nama menjadi “New York”. Pada akhir Perang Inggris dan Belanda Kedua, Belanda memperoleh kekuasaan atas Pulau Run di Indonesia, yang merupakan aset yang lebih berharga sebagai ganti terhadap kekuasaan Inggris di New Amsterdam (New York) di Amerika Utara. Pada waktu itu Pulau Run, sebuah pulau kecil di Kepulauan Banda, Maluku, Indonesia, bernilai lebih tinggi daripada kota New York di Pulau Manhattan. Itulah ironi sejarah, pada paruh terakhir abad ke-17, Inggris dan Belanda berulang kali terlibat perebutan daerah penghasil rempah. Semasa itu, sekantong rempah bernilai lebih mahal dari sekantong emas dengan bobot yang sama. Serikat Dagang Hindia Timur Belanda (VOC) dan Serikat Dagang Hindia Timur Inggris (EIC) bersaing ketat dan sering terlibat konflik terbuka. Bahkan, terjadi pembantaian warga Inggris di benteng Belanda di Ambon, Maluku yang dikenal sebagai ‘Amboyna Massacre’ yang memicu kemarahan Inggris.

 

Malam itu kami tidak apat tidur nyenyak di kamar 2011 New World Hotel, 101 Bowery #2, New York, saat membayangkan kaitan New York di AS dengan Maluku di Indoneisa pada akhir abad 17. Pada hal, kami harus bersiap-siap untuk hari berikutnya, mengikuti konggres hari kedua, yaitu ‘The 16th Annual World Congress on Pediatrics’, di Hilton New York JFK Airport Hotel, 5144-02 135th Avenue, Jamaica, New York 11436 USA.

 

Ditulis dan disebarkan dari New York Rabu, 21 Maret 2018 pk. 19.45, sewaktu dengan WIB Kamis, 22 Maret 2018, pk. 7.45.

*) penikmat jalan2 murah

 

 

 

Categories
Istanbul

2018 New York Hari Kedua

2018 NEW  YORK  HARI  KEDUA

wikan indrarto*)

Selasa, 20 Maret 2018 kami terbangun dari mimpi indah di kamar 211 New World Hotel, 101 Bowery #2, New York, NY 10002, Amerika Serikat. Selanjutnya kami menuju arena konggres, yaitu ‘The 16th Annual World Congress on Pediatrics’, dengan tema : Connecting Global leaders in Pediatrics and Health Care. Konggres dokter spesialis anak sedunia tersebut diselenggarakan di Hilton New York JFK Airport Hotel, 5144-02 135th Avenue, Jamaica, New York 11436 USA.

Perjalanan dari hotel ke venue atau tempat acara sangatlah jauh dan memerlukan waktu 1 jam 45 menit. Kami berangkat dari New World Hotel di 101 Bowery #2, New York, berjalan kaki sekitar 3 mnt , 0,1 mi ke utara di Bowery menuju ke Grand St, belok kanan ke Grand St dan belok kiri ke Chrystie St, Tujuan ada di sebelah kiri, yaitu masuk di Chrystie St & Grand St at NW corner. Dari Grand St naik subway Norwood – 205 St, selama 11 mnt dengan 6 perhentian. Yaitu Broadway-Lafayette St, West 4 St-Washington Sq Sta, 34 Street-Herald Sq Station, 42 St – Bryant Pk dan 47-50 Streets – Rockefeller Center Station, untuk turun di 7 Av.

Dari situ ganti naik subway Jamaica Center – Parsons/Archer selama  41 mnt melalui 21 perhentian. Yaitu 5 Av/53 St, Lexington Av/53 St, Court Square-23 St Station, Queens Plaza Subway Station, 36th Street Station, Steinway St, 46 St, Northern Blvd, 65 St, Roosevelt Av – Jackson Heights Subway Station, Elmhurst Av, Grand Av – Newtown, Woodhaven Blvd, 63 Drive – Rego Park Subway Station, 67 Av, Forest Hills – 71 Av, 75 Av, Union Turnpike – Kew Gardens Sta, Briarwood – Van Wyck Blvd, Jamaica – Van Wyck, dan turun di Sutphin Blvd – Archer Av – JFK Station.

Dari situ berjalan kaki sekitar 2 mnt Keluar di Sutphin Blvd & Archer Ave at NW corner untuk pergi ke utara di Sutphin Blvd menuju ke 91st Ave, tujuan ada di sebelah kiri, yaitu Sutphin Bl/Jamaica Av. Dari situ naik bis Q40 SOUTH JAMAICA 135 AV via 142 ST selama 15 mnt melalui 19 perhentian. Yaitu Sutphin Bl /97 Av, Sutphin Bl/Liberty Av, Sutphin Bl/South Rd, Lakewood Av/Sutphin Bl, Lakewood Av/Liverpool St, Lakewood Av/Princeton St, Lakewood Av/Remington St, 142 St/Glassboro Av, 142 St/111 Av, 142 St/Linden Bl, 142 St/115 Av, 142 St/116 Av, 142 St/Foch Bl, 142 St/120 Av, 142 St/Rockaway Bl, 143 St/Rockaway Bl, 143 St/Sutter Av, 143 St/130 Av dan turun di 143 St/133 Av.

Dari situ berjalan kakai sekitar 2 mnt , 0,1 mi ke selatan di 143rd St menuju ke 135th Ave, berbelok kiri ke 135th Ave dan tujuan ada di sebelah kanan, yaitu Hilton New York JFK Airport, 144-02 135th Ave #02, South Ozone Park, NY 11436, Amerika Serikat. Seteleh menjalani proses regsitrasi seperti pada umumnya, kami berkesempatan mengikuti sesi pendahuluan, sebelum puncak acara konggres dibuka dengan gala dinner pada malam harinya.

Kami mengikuti presentasi Dr. Alia Chauhan dari Southside Hospital, NY USA dengan tema besar Hiperlipidemia pada Anak. Dr. Alia meninjau pedoman The National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI) tentang skrining dan manajemen Hyperlipedema pada anak, dan mendiskusikan kritik dan kekhawatiran mengenai skrining universal. Hal ini karena di antara orang dewasa muda, usia 12 hingga 19 tahun, 20,3 persen memiliki lipid abnormal; anak laki-laki lebih mungkin daripada anak perempuan untuk memiliki setidaknya 1 kelainan lipid (24,3% dibandingkan 15,9%, masing-masing). Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa aterosklerosis dimulai pada masa anak dan dapat menyebabkan penyakit jantung koroner pada orang dewasa. Selain itu, juga terbukti adanya korelasi kuat antara hiperlipidemia anak, penebalan intimal karotis, dan kejadian penyakit kardiovaskular pada orang dewasa.

Selanjutnya kami memperhatikan presentasi Professor Gábor Veres MD, PhD, Dsc, Med dari Semmelweis University, Hungaria yang berjudul: Kepatuhan pada kriteria porto dalam prosedur diagnostik dalam lapar berdasarkan data dari the Hungarian Paediatric IBD Registry (HUPIR). Sampai saat ini etiologi penyakit radang usus kronis atau inflammatory bowel diseases (IBD) masih belum diketahui. Insiden IBD onset anak terus berkembang di Hungaria. Perlu dicatat bahwa evaluasi yang diperlukan dari kasus-kasus berdasarkan kriteria Porto tidak selalu dilakukan sepenuhnya (untuk melakukan endoskopi bagian atas, masuk ke terminal ileum, dan evaluasi keterlibatan usus kecil dengan teknik pencitraan, sebaiknya dengan MRI). Berdasarkan evaluasi data HUPIR, kepatuhan diagnostik untuk kriteria Porto tumbuh sekitar dua kali lipat dalam delapan tahun terakhir, tetapi HUPIR harus memiliki peran yang signifikan dalam prosesnya. Pengalaman positif di Hungaria dapat menjadi contoh bagi negara-negara di mana registrasi nasional untuk IBD belum terbentuk.

konggres
‘The 16th Annual World Congress on Pediatrics’, di Hilton New York JFK Airport Hotel, 5144-02 135th Avenue, Jamaica, New York 11436 USA.

Setelah lelah mengikuti sesi pendahuluan konggres, segera kami berpetualang ke Patung Liberty. Dari Hilton New York JFK Airport di 144-02 135th Ave #02, South Ozone Park, NY 11436, kami Berjalan kaki sekitar 2 mnt , 482 kaki ke barat laut di 135th Ave menuju ke 143rd St. Dari 135 Av/142 St kami naik bis Q40 JAMAICA HILLSIDE AV via SUTPHIN BL selama 14 mnt, melalui 19 perhentian. Yaitu  · 143 St/130 Av, 143 St/Sutter Av, Rockaway Bl/143 St, 142 St/Rockaway Bl, 142 St/120 Av, 142 St/Foch Bl, 142 St/116 Av, 142 St/115 Av, Linden Bl/ 142 St, 142 St/111 Av, 142 St/Glassboro Av, 142 St/Lakewood Av, Lakewood Av/Pinegrove St, Lakewood Av/Princeton St, Lakewood Av/Liverpool St, Lakewood Av/Sutphin Bl, Sutphin Bl/South Rd, Sutphin Bl/Liberty Av,dan turun di Sutphin Bl /95 Av.

Dari situ bererjalan kaki sekitar 3 mnt ke barat laut di Sutphin Blvd menuju ke 95th Ave, untk berganti naik subway di Jamaica. Kami naik subway Port Jefferson 7613 Penn Station selama 9 mnt secara langsung, untuk turun di Woodside. Dari situ kami berjalan kaki sekitar 1 mnt menuju 61 St-Woodside Station. Dari situ kami berganti naik bus W 42 St/7 Av jalur M42 ke St Pier Crosstown selama 11 mnt melewati 5 perhentian. Yaitu W 42 St/8 Av, W 42 St/9 Av, W 42 St/10 Av, dan W 42 St/11 Av, untuk turun di 12 Av/w 42 St. Dari situ berjalan kaki sekitar 1 mnt , 223 kaki ke timur laut, kemudian berbelok kiri dan tujuan ada di sebelah kanan, yaitu New York Water Taxi Pier 83, yaitu di 12th Ave & W 42nd St, New York, NY 10036, Amerika Serikat

Liberty  Lady Liberti

Patung Liberty adalah salah satu landmark New York yang sangat populer di dunia

Patung Liberty yang kami nikmati dalam Liberty Cruises di sungai Hudson

Patung Liberty adalah salah satu landmark New York yang sangat populer di dunia, yang terletak di Pulau Liberty, di Muara Sungai Hudson, New York Harbor. Ada beberapa cara menikmati patung lambang kebebasan ini. Jika mau gratisan maka bisa ke Staten Island dan naik ke kapal ferry yang melewati Patung Liberty. Kapal fery ini beroperasi selama 24 jam, namun keterbatasan dari ferry ini adalah kapal tidak berhenti di Pulau Liberty, sehingga pengunjung tidak dapat melihat dari dekat patung terkenal tersebut, tetapi hanya dapat melihat dari agak kejauhan di atas kapal.

Cara lain menikmati Patung Liberty adalah dengan berlayar menggunakan cruise. Liberty Cruises adalah operator kapal yang melayani dan membawa pengunjung ke Pulau Liberty. Tiket dibandrol di harga $30 per orang. Tiket ini sering kali habis, oleh karena itu kami mengikuti saran dengan membelinya secara daring. Kapal berangkat dari dua dermaga yaitu dari Battery di Lower Manhattan dan Liberty State Park di New Jersey. Waktu itu saya berangkat dari Pier 83 di 12th Ave & W 42nd St, Battery, salah satu dermaga yang cukup ramai dan diminati wisatawan.

 Pier 83 Panorama NYC
Peir 83 Water Taxi yang ramai pelancong Panorama lansekap New York dari atas kapal Liberty Cruises

Perjalanan dari dermaga menuju ke Pulau Liberty hanya memakan waktu 15 menit saja. Kami segera duduk di sisi bagian kanan kapal karena sisi itulah yang nantinya berada paling dekat dengan Patung Liberty. Sisi tersebut memudahkan kita jika ingin berfoto dengan latar belakang Patung Liberty dari kejauhan.

Patung Liberty yang dipahat oleh Frederic Auguste Bartholdi dan Gustave Effiel ini, diberikan Perancis untuk Amerika Serikat sebagai hadiah peringatan kemerdekaan pada tahun 1886. Perancis pernah terlibat perang 100 tahun melawan Inggris di jaman Kaisar Napoleon Bonaparte dan Laksamana Nelson, sehingga sangat dekat dengan AS. Patung Liberty ini merupakan simbol selamat datang untuk pengunjung, imigran dan orang Amerika yang datang kembali serta lambang kemerdekaan dan kebebasan dari tekanan. Patung Liberty adalah patung perempuan yang membawa obor dan tablet. Obor merupakan lambang dari penerang jalan agar bebas dari kegelapan, masyarakat menafsirkannya sebagai harapan akan masa depan yang cerah. Sementara tablet merupakan lambang keadilan karena ditafsirkan berisi pasal-pasal hukum yang adil bagi siapa saja. Mengelilingi Pulau Liberty ini bisa dilakukan dalam 60 menit namun saya menghabiskan waktu hampir 2 jam di sini karena menghayati sejarah yang tersimpan bersama patung ini.

Patung Liberty yang dalam Bahasa Ingris disebut Liberty Enlightening the World dan Bahasa Perancis La Liberté éclairant le monde. Patung perunggu ini diresmikan pada tanggal 28 Oktober 1886 dan pada tahun 1984, Patung Liberty yang tinggi dan besar ini masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO. Dari dasar patung hingga puncak patung Liberty setinggi 46 meters dan dari tanah hingga puncak 93 meter. Kami jadi mengingat Frédéric-Auguste Bartholdi pemahat Patung Liberty yang dilahirkan pada tanggal 2 Agustus 1834 di Colmar, Perancis selatan. Dana pembangunan Patung Liberty ini sangatlah besar. Di Amerika pengumpulan dana berjalan sangat lambat. Hal ini memicu hati Joseph Pulitzer orang kaya Amerika Serikat yang pemilik surat kabar The World. Pulitzer menulis kritikan kepada orang kaya, karena enggan menyumbang. Tulisan itu membuahkan hasil dan dana terkumpul cepat dari orang-orang kaya yang tergerak untuk menyumbang. Biaya sumbangan yang diharapkan mencapai $100.000 dapat terkumpul sampai $120.000. Strategi Pulitzer adalah dengan mencantumkan setiap nama yang menyumbang ke dalam korannya dan metode pengumpulan dana ini dilakukan sampai sekarang.

Dalam membangun Patung Liberty, Bartholdi tidak sendiri. Untuk menyusung rangka dan tulang penyusun patungnya, Bartholdi meminta bantuan arsitek baja terkenal Alexandre Gustave Eiffel, yang merupakan perancang dan pembangun menara ikonik Perancis, Menara Eiffel. Pada tahun 1876, lengan patung Liberty yang berukuran 9,1 meter dibawa ke Philadelphia. Lengan inilah yang akan dijadikan ruangan dan Bartholdi berharap inilah satu-satunya patung yang bisa dimasuki manusia. Jendral Charles. P Stone, komandan Angkatan Darat AS dipanggil sebagai pembuat pondasi berdirinya Patung Liberty. Arsitek pembuat pondasi adalah seorang desainer terkenal New York, Richard Moris Hunt dan Bartholdi sendiri yang memilih lokasi berdirinya Patung Liberty.

Pada tanggal 15 Juni 1885, potongan Patung Liberty yang terdiri dari 214 kotak kayu tiba di Pulau Bedloe. Namun Patung Liberty baru didirikan pada bulan Mei 1886 dan pendiriannya memakan waktu sekitar enam bulan. Pada tanggal 28 Oktober 1886, Patung Liberty di buka untuk umum. Parade bendera dan pita tiga warna dilaksanakan sepanjang kota New York. Tiga warna itu adalah merah, putih, biru. Warna yang melambangkan bendera Perancis. Pejabat kedua negara hadir, termasuk Presiden Amerika saat itu Grover Cleveland serta kabinetnya dan gubernur New York beserta stafnya. Pada saat itu Patung Liberty menjadi patung tertinggi dunia, sampai pada tahun 1899 dikalahkan oleh patung Yesus Penebus (‘Christ the Redeemer’) di puncak gunung Corcovado, di Rio de Janeiro Brasil, yang telah kami kunjungi pada Rabu, 19 November 2015.

Pada Selasa, 20 Maret 2018 sore hari yang sangat dingin dengan suhu sekitar 3 derajad Celcius dan setelah melihat Patung Liberty dari kapal dan tidak turun ke pulau Liberty karena cuaca sangat dingin, kami segera melanjutkan petualangan di New York, yaitu menuju St. Patrick’s Cathedral untuk bersujud, berdoa dan mengucap syukur atas semua anugerah yang Tuhan telah berikan. Katedral St. Patrick adalah gereja Katedral Katolik Roma yang merupakan pusat Keuskupan Agung,  bergaya Neo-Gothic, dan sebuah landmark terkenal di kota New York, yang terletak di sisi timur Fifth Avenue antara jalan 50 dan 51 di Midtown Manhattan, tepat di seberang Rockefeller Center dan  menghadap patung Atlas. Keuskupan New York  bermula pada tahun 1808, dijadikan sebuah keuskupan agung oleh Paus Pius IX pada tanggal 19 Juli 1850. Pada tahun 1853, Uskup Agung John Joseph Hughes mengumumkan niatnya untuk mendirikan sebuah katedral baru untuk menggantikan Katedral Old Saint Patrick di Lower Manhattan. Katedral baru ini dirancang oleh James Renwick Jr dalam gaya Gothic Revival. Pada tanggal 15 Agustus 1858, mulai peletakan batu pertama dan dihentikan selama Perang Sipil untuk dilanjutkan kembali pada tahun 1865. Katedral tersebut selesai dibangun pada tahun 1878 dan diresmikan pada tanggal 25 Mei 1879,Katedral dan bangunan terkait dinyatakan sebagai tempat bersejarah pada tahun 1976.

Restorasi katedral yang ekstensif dimulai pada tahun 2012 dan berlangsung selama 3 tahun dengan biaya $ 177 juta. Restorasi selesai pada 17 September 2015, sebelum Paus Franciscus mengunjungi katedral pada tanggal 24 dan 25 September 2015. Restorasi membersihkan marmer eksterior, memperbaiki jendela kaca patri, dan melukis langit-langit, memperbaiki lantai dan langkah-langkah, di antara banyak restorasi. Katedral tersebut dapat menampung 3.000 orang, dibangun dari batu bata yang dilapisi marmer, digali di Massachusetts dan New York. Blok utama katedral terbuat dari marmer Tuckahoe  sepanjang 174 kaki (53,0 meter) dan panjang 332 kaki (101,2 meter). Menara gereja setinggi  330 kaki (100,6 meter) dari permukaan jalan. Jendela dibuat oleh seniman di Boston, Massachusetts, dan seniman Eropa. Seniman Romawi Paolo Medici merancang altar Saint Elizabeth. Altar Saint Jean-Baptiste de la Salle yang merupakan salah satu dari beberapa altar asli altar kapel, dipahat oleh Dominic Borgia.

Pada akhir 1930an dan awal 1940an, terjadi renovasi area altar utama katedral di bawah bimbingan Uskup Agung Francis Spellman. Patung Pieta yang dipahat oleh William Ordway Partridge, tiga kali lebih besar dari pada patung Pieta karya Michelangelo di Vatican. Memperingati kunjungannya ke kota New York pada tahun 1979, patung Paus Yohanes Paulus II  terletak di bagian belakang katedral.

 Katedral 1930  Katedral 3

St. Patrick’s Cathedral, bergaya Neo-Gothic, pada tahun 1930

St. Patrick’s Cathedral, tetap gagah bergaya Neo-Gothic, pada tahun 2018

 Interior Katedral  Katedral 1

Interior St. Patrick’s Cathedral di New York pada tahun 2007 yang lalu

Interior St. Patrick’s Cathedral di New York pada tahun 2018 sekarang ini

Dari katedral St, Patrick’s, kami melanjutkan peziarahan batin untuk mengunjungi jasad Bunda St. Frances Xavier Cabrini, yang terletak di utara Manhattan, di dalam sebuah kapel atau gereja kecil yang menghadap ke tepi Sungai Hudson dan negara tetangga New Jersey. Dari katedral St. Patrick, kami naik subway Line d di 47-50 Stasion di Rockefeller Center, untuk melewati 7 Ave dan turun di stasiun Columbus Circle. Dari situ kami berganti subway Line A menuju Inwood, dengan melewati 12 stasiun untuk turun di 190 St Station. Kapel St. Frances Xavier Cabrini Shrine beralamat di 701 Fort Washington Ave New York, di dekat 190 St Station yang bangunannya sudah sangat tua.

 Cabrini1  Sr Cabrini

Kapel St. Frances Xavier Cabrini Shrine beralamat di 701 Fort Washington Ave.

Gambar damai dan lembut wajah St. Frances Xavier Cabrini

Di dalam kapel tersebut tersimpan sisa-sisa paling berharga dari orang suci St. Fransisco Xavier Cabrini, termasuk jasadny di bawah altar. Setelah kematiannya pada tahun 1917, Suster Cabrini dimakamkan di West Park, New York. Pada tahun 1933, jasadnya dipindahkan ke dalam kapel di Sekolah Menengah Suster Cabrini. Setelah kanonisasi Suster Cabrini pada tahun 1946, ada begitu banyak peziarah yang datang untuk berdoa sehingga, sebuah kapel baru dibangun pada tahun 1957. Sampai hari ini, kapel tersebut berperan besar sebagai pusat penyambutan bagi para imigran baru dan peziarah dari banyak negara yang datang untuk berdoa dan berefleksi.

 Altar  Cabrini2

Altar di kapel yang tenang, damai dan nyaman

Jenazah Sr. Cabrini di bawah altar kapel, tempat para peziarah berdoa

Suster Cabrini lahir sekitar tahun 1880, sebagai anak bungsu dari tiga belas anak, dari bapak Frances Cabrini di sebuah desa kecil bernama S’ant Angelo Lodigiano dekat kota Milan, Italia. Dia memutuskan untuk bergabung dengan konggregasi para suster. Oleh karena kesehatannya yang lemah, dia tidak diizinkan untuk bergabung dengan Suster Putri Hati Kudus. Namun, pada tahun 1880, dengan tujuh wanita muda, Frances mendirikan Institut Suster-suster Misionaris Hati Kudus Yesus, yang ingin menjadi misionaris di Tiongkok. Untuk itu Suster Cabrini mengunjungi Roma untuk mendapatkan audiensi dengan Paus Leo XIII. Paus memberi tahu Frances untuk pergi “tidak ke Timur, tetapi ke Barat” ke New York daripada ke China seperti yang diharapkannya. Dia membantu ribuan imigran Italia yang sudah ada di Amerika Serikat.

Pada tahun 1889, New York dipenuhi dengan kekacauan dan kemiskinan. Cabrini kemudian mengorganisasikan pelajaran katekismus dan pendidikan bagi para imigran Italia dan menyediakan kebutuhan harian banyak anak yatim piatu. Dia mendirikan sekolah dan panti asuhan dan  melakukan perjalanan ke Eropa, Amerika Tengah dan Selatan dan di seluruh Amerika Serikat. Dia membuat 23 penyeberangan trans-Atlantik dan mendirikan 67 lembaga: sekolah, rumah sakit dan panti asuhan. Aktivitasnya tanpa henti sampai kematiannya pada 22 Desember 1917, di Chicago. Pada tahun 1946, ia dikanonisasi sebagai seorang santa atau orang suci oleh Paus Pius XII, sebagai santa pertama dari Amerika Serikat. Selain itu, gelar santa juga sebagai pengakuan atas kekudusan dan pelayanannya kepada umat manusia dari manapun berasal, dan diberi nama ‘Patroness of Immigrant’s atau Pelindung Para Imigran pada tahun 1950.

Pada hari kedua di New York Selasa, 20 Maret 2018 itu, sorenya kami berpetualang lebih jauh dengan melihat Jembatan Brooklyn, yang merupakan  salah satu jembatan suspensi  tertua di Amerika Serikat, dibangun sejak 3 Januari 1870 sampai tahun 1883, jembatan ini menghubungkan Manhattan dan Brooklyn di New York City, melintasi Sungai East. Jembatan dengan arsitek John. A. Roebling ini memiliki rentang utama sepanjang 486.3 m, dan panjang total 1.825 m, jembatan ini adalah jembatan suspensi terpanjang di dunia sejak pembukaannya hingga 1903, serta jembatan suspensi kabel baja pertama. Apa yang menarik?

 WTC  Brooklyn4

World Trade Center di Manhattan New York, terlihat dari seberang East River

World Trade Center di Manhattan New York, terlihat dari atas jembatan Brooklyn yang menyeberangi East River

Dari 190 St, kami kembali naik subway Line A menjalani perjalanan sangat jauh, yaitu melewati 24 stasiun. Kami memasuki terowongan di bawah East River, menyeberang dari Stasiun Fulton di Manhattan menuju Stasiun High St di Brooklyn. Dari Stasiun High St, kami mengikuti para pelancong untuk berjalan kaki menyeberangi jembatan Brooklyn, kembali menuju Manhattan dalam guyuran rintik hujan salju (snowing) yang belum pernah kami alami seumur hidup.

Awalnya diberi nama Jembatan New York dan Brooklyn, jembatan ini diberi sebutan Jembatan Brooklyn oleh koran setempat Brooklyn Daily Eagle pada tanggal 25 Januari 1867, dan dinamai begitu oleh pemerintah kota pada 1915. Sejak pembukaannya, jembatan ini telah menjadi bagian utama dari cakrawala kota New York. Jembatan Brooklyn ditetapkan sebagai National Historic Landmark pada tahun 1964 dan National Historic Civil Engineering Landmark  pada tahun 1972.

 Brooklyn1  Jembatan

Tiang Jembatan Brooklyn yang dilihat dari atas jembatan saat menyeberangi East River

Jembatan Brooklyn yang dilihat dari bawah di dermaga East River

Setelah selesai menyebrangi East River melalui Jembatan Brooklyn dalam guyuran rintik hujan salju, kami bergaya di depan New York City Hall di tepi sungai. Setelah itu kami langsung masuk ke dalam tanah di stasiun subway, karena hujan salju semakin lebat. New York City Hall adalah pusat pemerintahan New York City, terletak di City Hall Park di area Civic Center di Lower Manhattan, antara Broadway, Park Row, dan Chambers Street. Bangunan ini adalah balai kota tertua di Amerika Serikat yang masih menyimpan fungsi pemerintahan aslinya sampai sekarang. Saat ini digunakan untuk kantor Walikota New York City dan Dewan Kota New York. Kantor Walikota ada di dalam gedung, staf dari tiga belas agen kota di bawah pengawasan walikota terletak di Manhattan Municipal Building, yang merupakan salah satu gedung pemerintahan terbesar di dunia. Gedung ini dibangun dari 1803 hingga 1812, New York City Hall adalah National Historic Landmark dan terdaftar di Daftar Tempat Bersejarah Nasional. Baik eksteriornya (1966) dan interior (1976) ditetapkan sebagai landmark Kota New York.

Kami menyeberang ke Chamber St untuk naik subway Line J yang meninggalkan Broad St, untuk turun di Bowery St. Dari situ, kami mampir membli pisang untuk makan malam dan kembali ke hotel.

 City Hall  Subway

New York City Hall yang artistik dan gagah saat diguyur rintik hujan salju

Subway Line J yang melaju kencang, meski sudah terbilang kereta lama.

Malam itu kami tidur nyenyak di kamar 211 New World Hotel, 101 Bowery #2, New York dan bersiap-siap untuk hari berikutnya, mengikuti konggres hari kedua, yaitu ‘The 16th Annual World Congress on Pediatrics’, di Hilton New York JFK Airport Hotel, 5144-02 135th Avenue, Jamaica, New York 11436 USA.

Ditulis dan disebarkan dari New York Selasa, 20 Maret 2018 pk. 23.28 sewaktu dengan WIB  Rabu, 21 Maret 2018 pk. 10.28

*) penikmat jalan2 murah

wa.me/
wa.me
Halo, ada yang dapat dibantu?