Categories
Istanbul

2018 Menumpas Chagas

Hasil gambar untuk chagas adalah

MENUMPAS  CHAGAS

fx. wikan indrarto*)

Pada hari Jumat, 16 November 2018 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan hal baru untuk menumpas penyakit chagas. Anjurannya adalah mengalihkan fokus ke arah skrining aktif pada anak perempuan dan wanita usia subur, untuk mendeteksi keberadaan Trypanosoma cruzi, parasit penyebab penyakit Chagas. Bukti ilmiah terbaru menunjukkan bahwa mendiagnosis dan mengobati wanita sebelum kehamilan, dapat secara efektif mencegah penularan kepada janin dalam kandungan. Apa yang perlu dipahami?

Gambar terkait

Penyakit Chagas disebarkan melalui gigitan serangga triatomine (kissing bugs) atau Trypanosoma cruzi, yang ditemukan ilmuwan Oswaldo Cruz. Gejala penyakit chagas sangat bervariasi, mulai dari yang mendadak (akut) atau bersifat menahun (kronis). Beberapa gejala yang sudah termasuk dalam kategori kronis adalah detak jantung yang tidak beraturan, kesulitan menelan akibat kerongkongan membengkak, rasa sakit pada perut atau sembelit akibat pelebaran pada usus besar, dan gagal jantung. Penyakit ini juga dapat mengakibatkan kematian mendadak akibat kerusakan pada sistem saraf dan otot jantung.

Hasil gambar untuk chagas adalah

Selama berabad-abad, penyakit chagas ini benar-benar hanya terdapat di wilayah Amerika Latin pada populasi di pedesaan saja. Penyakit Chagas ditemukan terutama di daerah endemik dari 21 negara Amerika Latin di mana infeksi ditularkan sebagian besar oleh vektor serangga ke manusia, melalui kontak dengan faeces atau urin triatomine. Namun demikian, pergerakan orang dari pedesaan ke perkotaan dan bahkan ke benua lain, telah memperluas jangkauan penularan penyakit melalui rute non-vektor, misalnya melalui transfusi darah, penularan dari ibu ke anak dan transplantasi organ. Saat ini penyakit Chagas telah terdeteksi di Amerika Serikat, Kanada, banyak negara Eropa, dan beberapa negara Pasifik Barat, terutama karena migrasi. Namun demikian, kasus infeksi juga telah dilaporkan di antara para pelancong, mungkin termasuk dari Indonesia,  yang kembali berlibur dari Amerika Latin dan bahkan pada anak-anak yang diadopsi.

Hasil gambar untuk chagas adalah

Sekitar 6 hingga 7 juta orang di seluruh dunia diperkirakan terinfeksi Trypanosoma cruzi, parasit yang menyebabkan penyakit Chagas. Sampai saat ini tidak ada vaksin yang tersedia untuk melawan penyakit Chagas, sehingga kontrol vektor dan transfusi darah, merupakan metode yang paling efektif untuk mencegah penularan di Amerika Latin. Penyakit Chagas diberi nama setelah Carlos Ribeiro Justiniano Chagas, seorang dokter Brasil, menemukan penyakit ini pada tahun 1909, dalam penelitian di Negara Bagian Minas Gerais, Brasil. Hingga kini, strategi pengendalian dan pencegahan penyakit Chagas sangat bergantung pada deteksi dini, juga pengobatan bayi baru lahir yang terinfeksi, dan saudara kandung dari wanita hamil.

Hasil gambar untuk chagas adalah

Namun demikian, pergeseran pendekatan untuk mencegah penularan secara global, termasuk di negara non-endemik, adalah melalui skrining yang aktif dan sistematis terhadap perempuan yang berisiko terinfeksi. “Deteksi dini sebaiknya dilakukan dan dilengkapi dengan strategi biomedis dan psikososial,” kata Dr. Manuel Segovia, Direktur Kedokteran Tropis, Rumah Sakit Clínico Universitario Virgen de la Arrixaca, Murcia, Spanyol. Setelah infeksi dikonfirmasi pada pasien, pemeriksaan fisik dan penunjang medik komplementer diperlukan untuk menentukan gambaran klinis penyakit secara lengkap.

Secara umum, diperkirakan bahwa diagnosis penyakit Chagas yang tidak benar (under-diagnosis) dapat setinggi 90%, dengan diagnosis yang kurang tepat (under-diagnosis) tentang penularan selama kehamilan atau transmisi bawaan diyakini lebih tinggi. Pada hal, penularan selama kehamilan (mother-to-child transmission) ini merupakan cara penularan yang paling sering, terutama di daerah di mana infeksi melalui vektor serangga tidak lagi ditularkan, dan dimana penularan melalui transfusi darah telah dapat dicegah.

Hasil gambar untuk chagas adalah

 

Untuk mempercepat penghapusan penularan selama kehamilan, diperlukan strategi dan metode untuk mendeteksi, menyaring dan mendiagnosis semua wanita hamil, bayi baru lahir dan saudara mereka yang terinfeksi. Selanjutnya  memberikan terapi kepada mereka semua yang terbukti terinfeksi sesegera mungkin. Hal ini juga berarti perlunya menerapkan strategi yang sama untuk semua wanita usia subur, idealnya pada anak perempuan usia di bawah 19 tahun. Selain itu, ternyata efektivitas pengobatan antiparasit terbukti jauh lebih baik dan cepat pada kelompok usia tersebut, daripada pada orang dewasa dan dengan lebih sedikit reaksi yang merugikan.

Hasil gambar untuk chagas adalah

Untuk penderita yang masih mengalami gejala awal, obat untuk meredakan dan membunuh parasit T. Cruzi adalah benznidazole dan nifurtimox. Obat Nifurtimox, yang disumbangkan oleh industri farmasi Bayer, telah didistribusikan secara gratis untuk pasien dari segala usia sejak 2008. Benznidazole, yang disumbangkan oleh Insud Pharma, akan didistribusikan secara bebas untuk mengobati pasien yang berusia di bawah 19 tahun. Kedua obat ini sangat efektif untuk melawan parasit T. Cruzi bagi penderita dengan gejala akut. Lebih lama parasit tersebut mengendap di tubuh, lebih sulit pengobatannya, bahkan ketika sudah masuk tahap kronis, penyakit Chagas tidak dapat diobati seluruhnya. Bagi penderita yang masih berusia di bawah lima puluh tahun, pengobatan bisa diberikan dengan tujuan untuk memperlambat tingkat keparahan penyakit dan mengurangi risiko terjadinya komplikasi yang sangat serius.

Rekomendasi baru untuk menumpas penyakit chagas, adalah dengan mengalihkan fokus ke arah skrining aktif pada anak perempuan dan wanita usia subur.


Sudahkah kita terlibat membantu?

Sekian  
Yogyakarta, 21 November 2018 
*) Ketua IDI Cabang Kota Yogyakarta, dokter spesialis anak, Alumnus S3 UGM, Lektor FK UKDW, WA: 081227280161.

Categories
Istanbul

2018 TENGGELAM

Related image

TENGGELAM

fx. wikan indrarto*)



Cucu Menkopolhukam Wiranto yang berusia 1 tahun 4 bulan meninggal dunia pada Kamis, 15 November 2018, karena mengalami kecelakaan terpeleset di kolam. Pada 7 Mei 2017, telah terbit ‘Preventing drowning: an implementation guide‘ (Mencegah tenggelam: sebuah panduan implementasi). Publikasi ini disusun untuk memberikan panduan praktis tentang bagaimana menerapkan intervensi pencegahan tenggelam. Apa yang sebaiknya kita ketahui?

Image result for tenggelam


Tenggelam adalah sebuah proses gangguan pernafasan karena perendaman atau pencelupan dalam cairan, yang dapat menyebabkan luka atau cidera dan kematian. Laporan global tentang tenggelam (Global Report On Drowning: Preventing A Leading Killer) pada tahun 2015, diperkirakan 360.000 orang meninggal karena tenggelam, sehingga tenggelam merupakan masalah kesehatan masyarakat utama di seluruh dunia, karena menjadi penyebab utama ke-3 kematian akibat kecelakaan yang tidak disengaja. Pada tahun 2015,  tenggelam menyumbang lebih dari 9% dari total angka kematian global, penyebab utama kematian akibat cedera yang tidak disengaja, dan mencapai 7% dari semua kematian terkait cedera.


Beban global dan kematian akibat tenggelam ditemukan di semua kelompok ekonomidan wilayah. Namun demikian, tenggelam mencapai lebih dari 90% kematian yang tidak disengaja di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Lebih dari separuh kasus tenggelam terjadi di Pasifik Barat dan Asia Tenggara. Selain itu, tingkat kematian tertinggi karena tenggelam terjadi di Afrika, mencapai 15-20 kali lebih tinggi daripada di Jerman atau Inggris Raya. Memang masih ada berbagai ketidakpastian tentang perkiraan kematian global karena tenggelam. Hal ini mencakup metode kategorisasi data resmi tenggelam yang tidak seragam dan tidak semua memasukkan kasus kematian tenggelam yang disengaja, baik bunuh diri ataupun pembunuhan. Selain itu, juga kasus tenggelam akibat bencana banjir dan kecelakaan transportasi air. Data kematian karena tenggelam dari sebuah negara dapat dipertimbangkan jika memenuhi kriteria berikut: perkiraan cakupan kematian nasional sebesar 70% atau lebih, penyebab kematian kurang jelas kurang dari 20%, terdapat 10 atau lebih penyebab kematian pada kelompok usia 1-14 tahun, dan data tersedia dari tahun 2007.

Image result for tenggelam

Meski data terbatas, beberapa penelitian mengungkapkaninformasi mengenai dampak biaya tenggelam. Di Amerika Serikat, 45% kematiankarena tenggelam mengenai salah satu segmen populasi yang paling aktif secaraekonomi. Kasus tenggelam di pesisir Amerika Serikat saja menyumbang US $ 273juta setiap tahun, untuk biaya langsung dan tidak langsung. Di Australia danKanada, total biaya tahunan untuk tenggelam adalah US $ 85,5  juta dan US $ 173juta.


Laporan ‘the global report on drowning’ tahun 2014 menunjukkan bahwausia merupakan salah satu faktor risiko utama untuk tenggelam. Hubungan inisering dikaitkan dengan kelengahan pengawasan pengasuh anak. Secara global,tingkat tenggelam tertinggi adalah di antara anak usia 1-4 tahun, diikuti olehanak usia 5-9 tahun. Di wilayah Pasifik Barat, anak yang berusia 5-14 tahunmeninggal lebih sering karena tenggelam daripada penyebab lainnya. Tenggelamadalah salah satu dari 5 penyebab kematian tertinggi bagi anak yang berusia1-14 tahun pada 48 dari 85 negara. Di Australia, tenggelam adalah penyebab utamakematian akibat cedera yang tidak disengaja, pada anak usia 1-3 tahun. DiBangladesh, tenggelam menyumbang 43% dari semua kematian pada anak-anak berusia1-4 tahun, di China tenggelam adalah penyebab utama kematian akibat kecelakaanpada anak usia 1-14 tahun, dan di Amerika Serikat: tenggelam adalah penyebabutama kedua kematian akibat cedera yang tidak disengaja pada anak usia 1-14tahun. Di Indonesia, data seperti itu rasanya belum tersedia.

Anak laki-laki lebih berisiko tenggelam, tetapi tingkat kematian atau mortalitas anak perempuan secara keseluruhan dua kali lipat. Laki-laki juga lebih cenderung dirawat di rumah sakit daripada perempuan, karena tenggelamnya secara tidak fatal. Data menunjukkan bahwa tingkat tenggelam yang lebih tinggi di antara laki-laki disebabkan oleh peningkatan paparan terhadap air dan perilaku berisiko seperti berenang sendiri, minum alkohol sebelum berenang dan berperahu sendirian.


Pencegahan yang perlu dilakukan meliputi hindari meninggalkan anak tanpa pengawasan, di lokasi dekat genangan air, kolam renang tanpa pagar, tidak ada petugas penjaga (lifeguards) atau perenang terlatih. Anak harus diawasi setiap saat ketika mereka berada di sekitar air, termasuk bak mandi, toilet, atau ember penuh air. Tutup toilet harus dibiarkan tertutup, atau sabuk pengikat anak harus digunakan. Ember dan bathtub harus segera dikosongkan setelah digunakan dan dibiarkan kosong jika tidak digunakan. Semua kolam harus dipagari dengan tepat menggunakan pagar 4-4, yaitu di semua 4 sisi  kolam renang dan tinggi 4 ft atau 120 cm, telah terbukti menyebabkan penurunan jumlah kasus anak tenggelam yang signifikan. Mainan dan benda-benda lainnya yang menarik untuk anak, tidak boleh dibiarkan di area kolam. Orang tua yang memiliki kolam atau yang membawa anak mereka selama liburan ini ke kolam renang, didorong untuk belajar resusitasi. Setidaknya satu orang tua atau pengasuh harus tetap fokus pada anak setiap saat, menghindari kegiatan lain yang mungkin mengganggu konsentrasi, seperti menggunakan telepon dan bercakap dengan orang lain.

 
Peristiwa meninggalnya cucu Menkopolhukam Wiranto karena terpeleset di kolam, mengingatkan kita semua akan bahaya tenggelam, khususnya pada anak. Pencegahan tenggelam pada anak bersifat multisektoral, yang memerlukan koordinasi dan kolaborasi yang lebih besar antara pemerintah, LSM, institusi akademis dan juga petugas kesehatan. Sudahkah kita berperan?

Sekian
Yogyakarta, 16 November 2018
*) dokter spesialis anak, Ketua IDI Cabang Kota Yogyakarta, Lektor FK UKDW, Alumnus S3 UGM, WA=081227280161

 

Categories
Istanbul

2018 Sehat yang Satu

 SEHAT  YANG SATU

fx. wikan indrarto*)

Dari semua penyakit infeksi pada manusia, 60% berasal dari hewan, sehingga Satu Kesehatan, Sehat yang Satu atau “One Health” adalah satu-satunya cara untuk menjaga agar obat antibiotik tetap bekerja baik. Pernyataan tersebut ditekankan ulang oleh Yang Mulia Putri Mahkota Mary Elizabeth Donaldson dari Kerajaan Denmark pada Senin, 12 November 2018, dalam puncak acara seremonial Pekan Kesadaran Antibiotik Dunia atau World Antibiotic Awareness Week (WAAW) 2018. Apa yang harus disadari?

Resistensi antibiotik adalah ancaman besar yang berkembang untuk prestasi kesehatan secara global. Penyakit infeksi bakteri yang telah resisten atau kebal terhadap obat antibiotik, diperkirakan menyebabkan 700.000 orang meninggal setiap tahun di seluruh dunia. Banyak mikroba (yaitu bakteri, virus,jamur, parasit) yang sama menginfeksi hewan dan manusia, melalui lingkungan tempat mereka berbagi, bahkan 60% dari semua penyakit infeksi bakteri pada manusia, terbukti berasal dari hewan.

Hasil gambar untuk resistensi antibiotika adalah

“Untuk kesehatan semua manusia, hewan, dan lingkungan secara bersama-sama, sebaiknya menggunakan obat antimikroba yang tepat. Dengan demikian semua pihak bertanggung jawab untuk ikut serta mencegah terjadinya ancaman resistensi antimikroba,” kata Dr. Zsuzsanna Jakab, Direktur Regional WHO untuk Eropa. Saat obat antibiotik secara benar digunakan pada pasien dalam sistem layanan kesehatan, tetapi kalau satu sektor itu saja, tentu tidak akan menyelesaikan masalah resistensi ini. Pendekatan ‘One Health’ atau Sehat yang Satu akan menyatukan para dokter dan petugas profesional dalam bidang kesehatan manusia, hewan, makanan, dan lingkungan sebagai sebuah kekuatan tunggal. Dengan demikian itu adalah satu-satunya cara untuk menjaga obat antibiotik, agar tetap bekerja baik untuk kesehatan semua pihak.

Hasil gambar untuk resistensi antibiotika adalah

Dengan 33.000 kematian pasien di seluruh Eropa setiap tahun, sebagai konsekuensi dari infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang resisten atau kebal terhadap antibiotik, dan tambahan pengeluaran €1 miliar untuk perawatan kesehatan tahunan, maka perlu lebih dipastikan bahwa obat antibiotik digunakan secara lebih berhati-hati. Selain itu, juga langkah-langkah pencegahan infeksi harus dilakukan di semua lini di seluruh Eropa. Hal ini ditegaskan oleh Dr. Andrea Ammon, Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC).

Hasil gambar untuk resistensi antibiotika adalah

Tingkat konsumsi dan resistensi antibiotik, serta praktik pencegahan infeksi saat ini bervariasi antar negara, maka menjadi penting untuk menyesuaikan sebuah strategi bersama. WHO bergabung dengan Organisasi Pangan dan Pertanian atau ‘Food and Agriculture Organization’ (FAO) dan Organisasi Dunia untuk Kesehatan Hewan atau ‘the World Organisation for Animal Health’ (OIE), mendesak semua pemerintah agar menggunakan strategi baru, dengan mengadopsi dan memperkuat penggunaan pendekatan ‘One Health’. Pendekatan ‘Sehat yang Satu’ (One Health) berarti tindakan koordinasi lintas sektor, yaitu kesehatan masyarakat, hewan dan lingkungan, untuk mencapai hasil dalam bidang kesehatan yang terbaik, bagi semua spesies. Hal ini juga menegaskan bahwa bakteri yang resisten tidak mengenal batas, karena dapat dengan mudah menyeberang dari manusia ke hewan, dan menyebar dari satu lokasi geografis ke yang lain.

Hasil gambar untuk resistensi antibiotika adalah

Obat antibiotik banyak digunakan dalam lingkup produksi ternak, kadang-kadang lebih digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan ternak dan mencegah infeksi, daripada untuk mengobati hewan ternak yang sakit. Penggunaan antibiotik yang berlebihan ini dapat menyebabkan lebih banyak terjadinya resistensi bakteri. Padahal, kelas antibiotik yang sama sering digunakan pada manusia dan hewan ternak yang sakit. Selain itu, rantai makanan merupakan rute penting untuk transmisi penyakit infeksi bakteri, sehingga membutuhkan pemantauan dan koordinasi yang ketat untuk mencegah penyebarannya. Data ini menunjukkan bahwa tidak ada satu sektorpun yang memiliki kapasitas untuk menyelesaikan masalah resistensi antibiotik secara sendirian. Namun demikian, tindakan kolektif dapat membantu dunia membuat kemajuan.

Hasil gambar untuk resistensi antibiotika adalah

Salah satu cara efektif untuk melindungi kesehatan manusia, adalah dengan mengurangi kemungkinan resistensi bakteri berkembang pada hewan. Banyak negara secara bertahap menghapus penggunaan antibiotik, sebagai promotor pertumbuhan dan tindakan pencegahan dalam bidang peternakan. Untuk itu, sekarang penggunaan antimikroba pada hewan yang sehat hanya diijinkan, dalam keadaan yang sangat luar biasa. Negara lain yang belum melakukannya, diminta untuk memastikan bahwa obat antibiotik esensial, yang sangat penting bagi kesehatan manusia dan hewan, hanya boleh digunakan ketika benar-benar diperlukan. Kebijakan ini membantu mencegah resistensi bakteri dan membuat antibiotik tetap dapat bekerja penuh, baik untuk manusia maupun hewan.

Hasil gambar untuk resistensi antibiotika adalah

Resistensi bakteri secara luas diakui sebagai salah satu ancaman terbesar abad ke-21 untuk prestasi bidang kesehatan, kesejahteraan dan keamanan pangan. Di seluruh dunia, diperkirakan 700.000 orang meninggal setiap tahun dari infeksi bakteri yang resistan terhadap obat, dan di Eropa yang telah  maju saja, 33.000 jiwa meninggal setiap tahun dan angka-angka tersebut diprediksi terus meningkat. Dengan ini, semua pemerintah didesak untuk melakukan kampanye yang mendorong warga negaranya untuk “berpikir dan bertanya ulang” (think twice and seek advice), sebelum menggunakan antibiotik. Selain itu, juga hanya menggunakan antibiotik sesuai dengan resep dari dokter atau dokter hewan. Pemerintah juga didorong untuk menghentikan penggunaan antibiotik sebagai promotor pertumbuhan pada hewan. Upaya lainnya adalah termasuk tambahan investasi dalam akses yang lebih baik kepada vaksin dan alat diagnosa penyakit infeksi yang lebih cepat dan terjangkau, serta praktik kebersihan dan biosekuriti yang baik.

Hasil gambar untuk resistensi antibiotika adalah

Momentum Pekan Kesadaran Antibiotik Sedunia (World Antibiotic Awareness Week) ke-4 pada 12-18 November 2018 yang lalu, seharusnya memunculkan komitmen kolaborasi seluruh sektor, untuk menjaga kesehatan manusia, hewan dan lingkungan, dalam semangat ‘One Health’ (Sehat yang Satu).

Sudahkah Anda terlibat membantu?

Sekian
Yogyakarta, 13 November 2018 
*) Ketua IDI Cabang Kota Yogyakarta, dokter spesialis anak, Alumnus S3 UGM, Lektor FK UKDW, WA: 081227280161, e-mail : fxwikan_indrarto@yahoo.com

Categories
Istanbul

2018 Tarif Tunggal JKN

Hasil gambar untuk jkn

TARIF  TUNGGAL JKN

fx. wikan indrarto*)

Layanan pasien peserta JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) harus mengikuti regulasi yang ada. Salah satunya adalah rujukan berjenjang secara ‘on line’. Apa yang sebaiknya diperbaiki?

Hasil gambar untuk jkn

Tujuan kita adalah untuk menciptakan layanan kesehatan yang bermutu, terjangkau dan legal. Layanan kesehatan bermutu buruk, terbukti menghambat kemajuan dalam meningkatkan derajad kesehatan pada warga negara. Hal ini termuat pada laporan gabungan yang dikeluarkan pada Kamis, 5 Juli 2018 oleh Organisasi Kerjasama Ekonomi atau ‘The Organisation for Economic Co-operation and Development’ (OECD), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Bank Dunia (World Bank). Laporan tersebut berjudul Layanan Kesehatan Global menuju Cakupan Kesehatan Semesta atau ‘Universal Health Coverage’ (UHC), yaitu sebuah kondisi di mana setiap orang dapat menerima layanan kesehatan yang mereka butuhkan, tanpa mengalami kesulitan dalam bidang keuangan.

Baca : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/07/09/2018-mutu-dan-biaya/

Hasil gambar untuk rujukan berjenjang bpjs 2018

Layanan pasien di Indonesia yang memerlukan rujukan oleh dokter di puskesmas atau Faskes Primer lainnya, saat ini dilakukan menggunakan aplikasi p-care. Layanan dokter spesialis di RS tipe D atau tipe terendah yang dituju, dilakukan sesuai data HFIS (Health Facilities Information System), termasuk jadwal praktek dokter spesialis dan kuota pasien yang akan dilayani. Kalau sudah hampir penuh atau 80% kuota terpenuhi, maka pasien akan dirujuk ke RS dengan tipe D yang sama, bahkan dapat juga diteruskan dengan naik tipe RS ke C, B dan A, bila tetap penuh.

Baca : https://dokterwikan.wordpress.com/2018/10/01/2018-rujukan-jkn-on-line/

Hasil gambar untuk rujukan berjenjang bpjs 2018

Tujuan pengaturan rujukan ‘on line’ dan berjejang ini adalah agar pasien peserta JKN mendapatkan kepastian layanan, terjadi kendali mutu, dan juga kendali biaya layanan.  Hal ini disebabkan karena tarif INA CBGs di RS dengan tipe yang lebih rendah, memiliki nominal yang lebih sedikit. Dampak buruknya, pasien kadang harus pergi jauh ke RS tipe D yang lebih rendah, sementara RS dengan tipe C atau B yang lebih tinggi, ada di dekat rumahnya. Demikian juga, anggota TNI, Polri dan karyawan RS tipe tinggi, tidak dapat langsung dilayani di RSnya sendiri.

Hasil gambar untuk tarif jkn

Mungkin perlu dipertimbangkan untuk diberlakukan tarif INA CBGs yang sama (tunggal), untuk kode diagnosis dan atau prosedur medis  yang sama, di semua RS tanpa membedakan kelas RS, di regional yang sama, dengan menggunakan tarif RS tipe C. Besaran tarif mengacu pada PMK (Peraturan Menteri Kesehatan) nomor 6 tahun 2018 dan nomor 52 tahun 2016, Tentang Standar Tarif Pelayanan Kesehatan Dalam Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan.

Hasil gambar untuk tarif jkn

Beberapa keuntungan yang dapat dicapai pada tarif tunggal ini adalah pertama, kendali biaya dan kendali mutu tetap dapat diterapan. Kedua, tidak memerlukan pengaturan baru kelas RS, dan mencegah terjadinya perpindahan banyak sekali dokter spesialis ke RS lain, sesuai rencana baru PMK tentang kelas RS (rancangan PMK no 45 tahun 2018 yang berdimensi layanan maksimal), sebagai pengganti PMK 56 Tahun 2014 tentang Klasifikasi Dan Perizinan Rumah Sakit (yang berdimensi layanan minimal). Ketiga, pasien dilibatkan dan diberikan hak, untuk ikut menentukan RS yang akan dituju dalam proses rujukan, atau hak otonomi pasien tetap dihargai, tidak sepenuhnya dikendalikan oleh aplikasi.

Hasil gambar untuk tarif jkn

Keempat, akan lebih mungkin terjadi persaingan yang sehat antar RS, untuk memberikan layanan pasien yang semakin lebih baik, meski dengan tarif yang sama dengan RS lain dan terhindar dari risiko perang tarif antar RS. Kelima, tidak terjadi pemusatan pasien di RS tipe D atau RS dengan tipe yang lebih rendah, dengan RS tipe yang lebih tinggi mengalami penurunan jumlah pasien secara hebat. Keenam, pasien yang merupakan anggota TNI, Polri dan karyawan RS dapat dilayani di RS-nya sendiri, sehingga dapat mengakomodasi surat protes Menhan Ryamizard Ryacudu nomor B/1341/M/IX/2018, tertanggal 17 September 2018. Ketujuh, data HFIS (Health Facilities Information System) dan p-care tetap digunakan, khususnya untuk melihat kuota layanan, agar antrian pasien yang panjang  di RS yang dikehendaki, dapat digunakan oleh pasien untuk menentukan pilihan rujukan. Kedelapan, rujukan berjenjang ‘on line’ tetap digunakan, tetapi hanya untuk melakukan rujukan antar RS, bukan rujukan dari FKTP ke RS.

Hasil gambar untuk tarif jkn

Memang ada risiko kerugian karena sumber daya untuk proses diagnostik dan tatalaksana pasien yang akan digunakan untuk suatu diagnosis mungkin saja sama di setiap kelas RS, tetapi tarif Hospital Based Rate (HBR) akan  berbeda. HBR RS tipe yang lebih besar akan lebih mahal dibandingkan dengan RS dengan tipe yang lebih kecil, misalnya jumlah pegawai RS lebih banyak,  gedung lebih luas, biaya pemeliharaaan lebih tinggi dan sebagainya. Namun demikian, risiko kerugian finansial ini tentu jauh lebih kecil, dibandingkan manfaat yang diperoleh atau kondisi tidak adanya pasien JKN yang dilayani, karena pasien sudah terseleksi di RS dengan tipe yang lebih rendah seperti sekarang ini. Selain itu, HBR antar RS yang berbeda, rasanya justru akan memicu hal positif berupa gerakan baru, misalnya efisiensi kreatif setiap RS.

Hasil gambar untuk tarif jkn

Sistem layanan pasien dalam era JKN, memerlukan partisipasi sebanyak mungkin pihak dalam perbaikan terus menerus, untuk mencapai UHC sebelum tahun 2019.

Apakah kita sudah terlibat membantu?

Jokowi Sekian

Yogyakarta, 12 November 2018

*) Ketua IDI Cabang Kota Yogyakarta, dokter spesialis anak, Alumnus S3 UGM, Lektor FK UKDW, WA: 081227280161, e-mail : fxwikan_indrarto@yahoo.com

Categories
Istanbul

2018 Birokrasi Jogja Sehat

Hasil gambar untuk lambang yogyakarta

 

BIROKRASI  JOGJA  SEHAT

fx. wikan indrarto*)

Evaluasi birokrasi pelayanan publik kabupaten dan kota tahun 2017, menempatkan Kota Yogyakarta sebagai peringkat pertama di Indonesia, yang mendapat predikat sangat baik dengan nilai (A-). Penilaian dari Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara tersebut, belum ada satupun  kabupaten dan kota yang mendapat penilaian kategori pelayanan prima (A). Apa yang perlu disehatkan?

 

Hasil gambar untuk yogyakarta

 

Indeks Kemudahan Berusaha tahun 2019 oleh Bank Dunia, Indonesia menempati peringkat 73 dari 190 negara, yang berarti turun setingkat dari tahun 2018. Reformasi birokrasi pelayanan publik, terutama pengurusan izin konstruksi, izin memulai usaha, serta peralihan hak atas tanah dan bangunan, belum sesuai dengan harapan publik. Ketiga perizinan tersebut berada di bawah pemerintah daerah, termasuk untuk usaha di bidang layanan kesehatan, seperti klinik dan RS.

 

Hasil gambar untuk yogyakarta

 

Terdapat 11 Praktek Dokter Keluarga, 18 Puskesmas, dan 21 Klinik Pratama yang merupakan fasilitas kesehatan (faskes) primer di seluruh Kota Yogyakarta. Selain itu, juga terdapat 9 RS umum dan 8 RS Khusus yang merupakan faskes sekunder dan tersier. Berdasarkan data BPJS Kesehatan, jumlah peserta JKN-KIS (Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat) Kota Yogyakarta pada bulan Oktober 2017 yang lalu sebanyak 390.417 jiwa dari total jumlah penduduk 410.262 jiwa atau kepesertaan mencapai 95,16 persen. Dengan demikian di Kota Yogyakarta sudah tercapai cakupan jaminan kesehatan semesta (Universal Health Coverage) sejak tahun lalu. Selain itu, Pemkot Yogyakarta sebaiknya juga memberikan jaminan kesehatan finansial segenap faskes di seluruh Kota Yogyakarta, terkait berbagai regulasi JKN. Masalah utama adalah defisit anggaran JKN dan regulasi yang semakin tidak murah, di tingkat nasional yang berimbas ke daerah.

 

 

Hasil gambar untuk faskes 1

 

 

Klaim tunda sampai 3-4 bulan setelah layanan diberikan, menyebabkan banyak faskes mengalami gangguan arus kas (cash flow), baik faskes pemerintah maupun swasta. Pemerintah telah memutuskan anggaran DBH-CHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau) sebesar Rp. 1,48 triliun untuk dana talangan BPJS Kesehatan. Dana itu melengkapi dana talangan BPJS Kesehatan yang berasal dari APBN Rp 4,9 triliun dan pajak rokok Rp. 1,1 triliun pada hari Senin, 24 September 2018. Meskipun dana talangan akhirnya turun juga, tetapi itu hanya sekitar 30% dari defisit secara nasional yang sudah terjadi.

 

Hasil gambar untuk faskes 1

 

Untuk itu, jaminan pencairan klaim untuk faskes di seluruh kota Yogyakarta masih belum dapat memadai secara tuntas. Meskipun Bank Mandiri dan Bank DKI telah menyiapkan dana talangan untuk membayar tagihan faskes, tetapi hanya untuk tagihan yang telah diakseptasi oleh BPJS Kesehatan. Tujuannya adalah bahwa dana talangan ini dapat membantu faskes dalam mengelola ‘cash flow’, sehingga pelayanan tetap terjaga. Usulan agar faskes meminjam dana di bank, dengan aturan bunga pinjaman perbankan 7,5% per tahun untuk menutup klaim tunda, sebenarnya adalah anjuran yang dilematis.

 

Hasil gambar untuk faskes 1

 

Sebaiknya Pemkot Yogyakarta menerapkan status bencana daerah, sehingga pendanaan untuk ‘cash flow’ faskes dapat dianggarkan. Sesuai UU Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana, pada Pasal 1 menjelaskan bahwa bencana adalah peristiwa yang mengganggu penghidupan masyarakat, yang dapat disebabkan oleh faktor non alam, sehingga mengakibatkan timbulnya kerugian harta benda dan dampak psikologis. Pada Pasal 8 ditentukan bahwa tanggung jawab pemerintah daerah meliputi pengalokasian dana penanggulangan bencana dalam APBD yang memadai.

 

 

Hasil gambar untuk akreditasi faskes

 

 

Regulasi faskes, khususnya ketentuan tentang akreditasi faskes oleh tim dari pusat, adalah persyaratan yang sangat mahal dan perlu direformasi. Dengan biaya sekitar Rp. 50 juta, tentu tidak mudah ditanggung oleh faskes kecil dan sedang, apalagi faskes swasta. Ketentuan tersebut memang bagus secara legal formal, tetapi sulit dijangkau secara finansial. Sebaiknya Pemkot Yogyakarta menerapkan mekanisme daerah, sehingga bantuan tim surveyor dari daerah untuk proses akreditasi faskes dapat diatur secara daerah, tidak harus menggunakan surveyor nasional. Surveyor dari Yogyakarta dalam proses akreditasi faskes, tentu sangat memadai dalam hal jumlah SDM dan persebarannya, sehingga Pemkot dapat melakukan pengorganisasian proses akreditasi di seluruh kota Yogyakarta. Selain itu, bantuan pendanaandan pendampingan akreditasi untuk semua faskes kecil dan menengah, dapat diatur melalui mekanisme subsidi silang.

 

Hasil gambar untuk yogyakarta

 

Momentum Kota Yogyakarta sebagai peringkat pertama dalam evaluasi reformasi birokrasi layanan publik, termasuk perizinan layanan kesehatan,  seharusnya dapat menyehatkan dan menjadi inspirasi bagi kota lainnya di Indonesia. Tidak hanya segenap warga kota Yogyakarta yang akan terjamin biaya layanan kesehatannya, tetapi segenap faskes juga terjamin kesehatan finansialnya.

Apakah kita sudah terlibat membantu?

Jokowi Sekian

Yogyakarta, 9 November 2018

*) Ketua IDI Cabang Kota Yogyakarta, dokter spesialis anak, Alumnus S3 UGM, Lektor FK UKDW, WA: 081227280161, e-mail : fxwikan_indrarto@yahoo.com

Categories
Istanbul

2018 Hadapi Hujan

Image result for hadapi hujan

 

HADAPI  HUJAN

fx. wikan indrarto*)

 

Kementerian Kesehatan RI secara khusus mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan melalui gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS), guna mewujudkan Indonesia sehat. Apa yang harus dilakukan saat musim hujan telah datang?

 

Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang dicanangkan saat Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-52 Senin, 14 November 2016 di Jakarta, merupakan suatu tindakan sistematis dan terencana, yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan, dan kemampuan berperilaku sehat, untuk meningkatkan kualitas hidup. Pada tahap awal, GERMAS secara nasional dimulai dengan berfokus pada tiga kegiatan, yaitu: 1) Melakukan aktivitas fisik 30 menit per hari, 2) Mengonsumsi buah dan sayur; dan 3) Memeriksakan kesehatan secara rutin. Pada saat musim hujan menjadi kesempatan mikroorganisme lebih mudah menginfeksi manusia. Berikut lima cara yang dapat dilakukan untuk tetap sehat di musim hujan, sesuai GERMAS.

 

Image result for hadapi hujan

 

Pertama menjaga pola makan. Asupan gizi merupakan aspek penting bagi daya tahan tubuh. Bila kurang nutrisi, daya tahan tubuh menurun, sehingga kuman penyakit lebih mudah masuk dan berkembang. Agar memenuhi zat gizi cukup, maka pola makan harus sehat dengan mengonsumsi karbohidrat, lauk pauk, sayuran, buah-buahan dan minuman. Frekuensi makan per hari harus tetap diperhatikan dari sarapan, makan siang dan makan malam. Disarankan juga mengonsumsi probiotik atau bakteri baik, agar lebih mungkin terhindar dari infeksi seperti flu dan diare. Mengonsumsi probiotik membantu menjaga usus agar sistem pencernaan lebih sehat, dan makanan probiotik adalah yogurt, tahu, tempe, dan acar.

 

 

Image result for hadapi hujan

 

Kedua tetap berolah raga. Aktivitas fisik atau olah raga merupakan cara sederhana dan mudah, tetapi besar manfaatnya. Latihan fisik selama 30 menit mampu mengaktifkan sel darah putih atau leukosit, yang berfungsi menyediakan sistem pertahan yang cepat dan kuat, terhadap daerah tubuh yang mengalami peradangan. Olah raga tidak harus dilakukan di luar ruangan, tetapi pada musim hujan dapat juga dilakukan dalam ruangan.

Ketiga adalah menjaga kualitas tidur. Tidur merupakan waktu reses tubuh untuk pemulihan seluruh sistem anggota badan. Kualitas tidur itu sangat penting dalam menjaga kesehatan. Pada anak prasekolah usia 3-5 tahun membutuhkan tidur 10-13 jam, anak sekolah usia 6-13 tahun membutuhkan tidur 9-11 jam, sedangkan remaja usia 14-17 tahun butuh 8-10 jam, dan usia 18-25 tahun direkomendasikan tidur selama 7-9 jam. Kemudian usia dewasa 26-64 tahun membutuhkan tidur 7-9 jam dan para lanjut usia direkomendasikan tidur selama 7-8 jam.

Keempat adalah mengelola stres. Saat musim hujan, seseorang lebih mudah menjadi stres. Misalnya karena terlambat bekerja, lalu lintas macet, pakaian belum kering dan berbagai penyebab lain karena hujan turun. Ketika seseorang stres, maka akan berdampak secara fisiologis, seperti menjadi gelisah, detak jantung meningkat dan mudah letih. Oleh karena itu penting sekali mengelola stres dengan menenangkan diri, misalnya melakukan relaksasi di manapun dan kapanpun. Caranya dengan membiarkan tubuh menerima rangsangan apapun, baik berupa suara, bau, atau sentuhan yang dapat menenangkan diri.

 

Image result for hadapi hujan

 

Pada keluarga yang memiliki bayi dan anak balita, beberapa hal tambahan berikut ini dapat dilakukan, agar bayi dan anak tidak mudah jatuh sakit saat hujan. Pertama menjamin air minum yang sehat. Menjaga tubuh anak agar tetap terhidrasi tentu penting untuk dilakukan, terutama saat musim hujan dan udara dingin kerap membuat rasa haus menjadi berkurang, sehingga kebutuhan cairan tubuh anakpun jadi tidak terpenuhi. Pastikan air minum yang dikonsumsi aman untuk tubuh anak dengan merebus pada suhu 100 derajat Celcius, karena cara ini dapat membunuh bakteri patogen penyebab berbagai penyakit. Selain dengan merebus, water purifier juga bisa menjadi pilihan untuk menjaga air minum anak bebas dari bakteri.

 

Image result for hadapi hujan

 

Kedua memakaikan pakaian hangat. Tidak hanya memberikan makanan seperti sup atau minuman hangat, memakaikan anak pakaian yang tepat juga dapat menjaga tubuhnya dari udara dingin di musim hujan. Jenis pakaian dengan bahan wol atau bulu domba dipilih untuk dipakaikan pada anak. Pada saat anak tidur, jangan lupa juga untuk memakaikannya selimut agar tubuhnya tetap hangat. Ketiga, awasi anak saat bermain di luar rumah. Saat musim hujan, anak tetap dianjurkan bermain di luar rumah, tetapi dalam pengawasan yang lebih, agar tidak bermain di area berlumpur dan memiliki genangan air. Selain itu, pastikan juga anak mengenakan sepatu tertutup saat beraktivitas di luar rumah, untuk mencegah paparan kotoran yang mengandung berbagai jenis kuman.

 

Image result for dbd

 

Keempat adalah mencegah gigitan nyamuk. Banyaknya genangan air saat musim hujan, membuat perkembangan nyamuk semakin meningkat. Jika dibiarkan, anak berisiko terserang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), chikungunya dan zika yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti. Anak dapat diolesi lotion anti nyamuk yang aman untuk anak dan menggunakan kelambu atau jaring anti nyamuk yang melindungi saat anak tidur. Kelima adalah memberikan asupan nutrisi yang tepat, sesuai usia anak.

Momentum Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) seharusnya menginspirasi kita semua, agar semakin sehat dalam menghadapi kondisi apapun, termasuk pada saat hujan telah datang.

Apakah kita sudah lebih sehat?

Jokowi Sekian

Yogyakarta, 10 November 2018

*) Ketua IDI Cabang Kota Yogyakarta, dokter spesialis anak, Alumnus S3 UGM, Lektor FK UKDW, WA: 081227280161, e-mail : fxwikan_indrarto@yahoo.com

Categories
Istanbul

2018 Dokter Pahlawan

Hasil gambar untuk dokter wahidin sudirohusodo

DOKTER PAHLAWAN

Fx. Wikan indrarto*)

Setiap tanggal 10 November kita semua mengheningkan cipta, untuk mengenang dan mendoakan arwah para pahlawan Indonesia, termasuk para dokter. Dr. Wahidin dan Dr. Sutomo termasuk deretan para dokter pahlawan yang merintis paham kemerdakaan. Sedangkan Dr. Moewardi adalah bagian dari dokter pahlawan yang menyiapkan proklamasi dan mengisi tahap awal kemerdekaan Indonesia. Bagaimana dokter pahlawan jaman sekarang?

Dr. Muwardi

Dokter jaman now yang berjiwa pahlawan seharusnya tidak hanya melakukan tugas pengobatan (agent of treatment) saja, tetapi juga menjadi pelopor perubahan (agent of change) dan pelaku pembangunan (agent of development). Dokter sebagai tenaga profesional pengobatan seharusnya terlibat membantu, bukan sebaliknya, untuk terciptanya UHC (Universal Health Coverage). UHC adalah sebuah kondisi di mana setiap orang dapat menerima layanan kesehatan yang mereka butuhkan, tanpa mengalami kesulitan dalam bidang keuangan. UHC akan dicapai melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dilaksanakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, sesuai UU No 24 Tahun 2011 tentang BPJS. Dalam UU nomor 29 tahun 2004 tentang praktik kedokteran, khususnya Pasal 1 Angka 12, menyebutkan bahwa Ikatan Dokter Indonesia (IDI) adalah satu-satunya organisasi profesi dokter yang sah. Oleh sebab itu, para dokter anggota IDI memiliki kewajiban untuk menghadirkan praktek kedokteran yang baik. Pada Pasal 3 disebutkan bahwa praktek kedokteran yang baik haruslah bermutu, legal, dan etis. Tujuannya adalah agar terjadi jaminan perlindungan terhadap pasien, sesuai dengan perkembangan sistem layanan kesehatan nasional di Indonesia.

Hasil gambar untuk dokter wahidin sudirohusodo

Dokter pahlawan sebagai pelopor perubahan, sebaiknya mengacu kepada asal kata dalam Bahasa Latin ‘Duco, Ducere, Duxi, Ductus’ yang merupakan asal kata dokter. ‘Ducere’ berarti memimpin atau mempertimbangkan, maka dokter jaman now memiliki kewajiban melakukan berbagai perubahan dan memimpin warga bangsa Indonesia. Selain itu, dokter juga wajib mengajak mempertimbangkan hal yang terbaik tentang keberagaman, kemajemukan dan kebhinekaan kita. Tentunya demi terwujudnya Indonesia seperti yang dirumuskan dan dicita-citakan oleh segenap pendiri bangsa. Hal ini dapat dimulai dengan para dokter ikut serta secara aktif mewujudkan kehidupan ber-Pancasila, dalam meredam perpecahan paham dan munculnya pendapat yang sangat keras atau radikalisme di sekitar kehidupan para dokter, baik di lingkup keluarga maupun komunitas pekerjaan. Para dokter dapat juga memanfaatkan luasnya pergaulan, mahirnya iptek dan besarnya pengaruh atau kewibawaan profesi. Selain itu, juga menggalang kebersamaan dengan segenap pihak yang memiliki keprihatinan serupa, agar Pancasila semakin dijiwai, kebhinnekaan semakin terwujud, dan potensi perpecahan dapat diredam, demi Indonesia Jaya.

Baca juga:  2018 SATU IDI

Hasil gambar untuk dokter politik

Hal yang tidak kalah penting adalah agar para dokter dapat membawa pengaruh besar bagi lanskap perpolitikan di Indonesia, khususnya pada tahun politik 2019 mendatang. Para dokter seharusnya tampil menjadi pembawa ide dan pengaruh kenegarawan, ikut serta meredam berita bohong dan ujaran kebencian, serta terlibat dalam pendidikan politik bagi sesama warga bangsa secara bermartabat. Selain itu, para dokter Indonesia seharusnya melakukan moderasi, yaitu meliputi mengedukasi warga bangsa, agar dapat menangkal pola pikir radikalisasi, mengajarkan nilai-nilai rasional, seperti agar tetap merasa nyaman dengan ketidaksempurnaan, terlibat aktif dalam perbaikan kehidupan, menoleransi perbedaan, dan tidak mengidealkan sebuah utopia.

Hasil gambar untuk dokter politik

Yang tidak kalah sulit adalah peran dokter jaman now adalah sebagai pelaku pembangunan, khususnya dalam layanan kesehatan pada era disrupsi, untuk menjadi dokter 4.0 dan menciptakan ‘smart hospital’. Konsep revolusi industri 4.0 pertama kali diperkenalkan oleh Profesor Klaus Schwab (80 tahun). Teknisi dan ekonom terkenal asal Ravensburg Jerman itu menulis dalam bukunya, ‘The Fourth Industrial Revolution,’ tentang sebuah konsep yang telah mengubah hidup dan kerja manusia. Sekarang kita telah masuk di zaman revolusi industri ke 4 atau sering disebut 4.0, yang ditandai dengan sistem ‘cyber-physical’, karena industri mulai menyentuh dunia virtual, berbentuk konektivitas manusia, mesin dan data. Presien Joko Widodo melihat peluang ini dan memprogram agar era ini menyumbang penciptaan lapangan kerja lebih banyak, serta investasi baru yang berbasis teknologi, sehingga dibentuklah ‘roadmap’ dengan nama ‘Making Indonesia 4.0’.

Baca juga :  2018 Dokter 4.0

Hasil gambar untuk dokter politik

Lima jenis teknologi utama pada sistem industri 4.0, adalah ‘Internet of Things’, ‘Artificial Intelligence’, ‘Human–Machine Interface’, teknologi robotik dan sensor, serta teknologi ‘3D Printing’. Teknologi kedokteran digital telah tersedia, sehingga sekarang diperlukan definisi ulang (reshape) hubungan dokter dengan pasien. Oleh sebab itu, sebaiknya para dokter mengadvokasi pemerintah, penjamin biaya pasien seperti BPJS Kesehatan, dan kelompok lain untuk memulai penggunaan teknologi digital ini.

Hasil gambar untuk bendera indonesia

Momentum Hari Pahlawan 2018 ini, mengingatkan kita akan jasa besar para dokter masa pra dan sekitar proklamasi kemerdekaan Indonesia. Nilai kepahlawanan rasanya perlu dimaknai secara berbeda, karena dokter pahlawan jaman ‘now’ adalah dokter yang masih hidup, menghidupi banyak orang dan menginspirasi hidup orang lain lebih banyak. Dokter pahlawan kita adalah dokter yang terlibat aktif dalam ‘Making Indonesia 4.0’ dengan jalan moderasi, untuk mencapai UHC.

Sudahkah para dokter siap?

Jokowi

Sekian

Yogyakarta, 6 November 2018

*) Ketua IDI Cabang Kota Yogyakarta, dokter spesialis anak, Lektor di FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA : 081227280161

Categories
Istanbul

2018 Melawan Polusi Udara

Hasil gambar untuk polusi udara adalah

MELAWAN POLUSI UDARA

fx. wikan indrarto*)

Setiap hari sekitar 93% anak di dunia, yaitu 1,8 miliar anak menghirup udara yang sangat tercemar, sehingga menempatkan kesehatan, pertumbuhan dan perkembangan mereka pada risiko yang serius. Tragisnya, banyak dari mereka meninggal, bahkan WHO memperkirakan pada tahun 2016, sekitar 600.000 anak meninggal akibat infeksi paru-paru yang disebabkan oleh udara yang tercemar. Apa yang perlu dilakukan?

Hasil gambar untuk polusi udara adalah

Berikut ini adalah 5 (lima) buah cara untuk membatasi polusi udara, agar tidak mencemari jalan pernapasan anak. Pertama, membatasi berjalan kaki di jalanan yang padat lalu lintas selama jam sibuk dan jika berjalan bersama anak, gendong dan angkatlah badannya sampai di atas ketinggian knalpot kendaraan. Kedua, batasi membuang waktu di area tertentu, misalnya di sekitar mobil yang berhenti di lampu lalu lintas. Ketiga, untuk aktivitas fisik di luar ruangan, pilihlah berolahraga di area yang kurang tercemar. Keempat, batasi penggunaan mobil pada hari-hari yang sangat tercemar dan kelima, jangan membakar limbah apapun, karena asap akan menambah polusi udara dan merusak kesehatan kita bersama.

Hasil gambar untuk polusi udara adalah

Selain itu, berikut ini 6 (enam) alasan agar kita sebagai orang tua melindungi bayi dan anak dari polusi udara. Pertama, paru-paru anak masih berkembang, dan polusi udara dapat mengganggu proses biologis ini. Kedua, tubuh anak kurang mampu memetabolisme, detoksifikasi, dan mengeluarkan racun yang yang terhisap karena terkandung dalam polusi udara. Ketiga, otak anak masih berkembang, dan senyawa yang meracuni saraf atau neurotoksik dalam polusi udara, dapat mempengaruhi perkembangan kognitif anak. Keempat, anak menghirup lebih banyak udara per unit berat badan dibandingkan orang dewasa. Kelima, anak lebih aktif di luar ruang dan karena itu menghirup lebih banyak polusi udara. Keenam, bayi yang lahir dari wanita yang terpapar polusi udara selama kehamilan, akan cenderung menjadi bayi prematur dan berat badan lahir rendah.

Hasil gambar untuk polusi udara adalah

Dengan demikian sebagai orang tua, berikut ini 6 (enam) cara praktis yang harus dilakukan, untuk membantu melindungi anak dari polusi udara dalam ruangan (indoor air pollution). Pertama, jangan merokok di dalam ruangan atau di dekat anak. Kedua, gunakan bahan bakar dan teknologi yang lebih bersih untuk memasak, memanaskan ruangan dan penerangan rumah, yaitu pilih listrik, gas alam, bahan bakar gas cair, biogas atau kompor surya atau oven. Ketiga, gunakan kompor emisi ultra-rendah dengan bahan bakar padat olahan (pelet kayu) jika pilihan bahan bakar yang lebih bersih tidak tersedia. Keempat, selalu memasak di tempat yang berventilasi baik, atau di luar rumah. Kelima, hindari penggunaan lampu atau kompor untuk memasak dengan bahan bakar minyak tanah. Keenam, janganlah membakar lilin atau menggunakan alat penyegar ruangan dengan menambahkan bahan kimia yang beracun ke udara.

Hasil gambar untuk polusi udara adalah

Selain itu, berikut ini 5 (lima) cara yang dapat dilakukan, untuk membantu melindungi anak dari polusi udara luar ruang (outdoor air pollution). Pertama, hentikan pembakaran limbah rumah tangga dan sisa pertanian. Alihkan menjadi kompos, gunakan daur ulang dan ikuti sistem pembuangan sampah resmi. Kedua, kurangi paparan anak terhadap polusi udara yang disebabkan oleh emisi gas buang kendaraan. Beberapa tindakan yang mungkin dapat dilakukan meliputi menghindari jalan raya yang sibuk dan mengambil jalan yang lebih tenang dengan lalu lintas yang lebih sedikit, menjauhkan dari kendaraan yang sangat polutif, dan menggendong bayi atau anak, sehingga mereka tidak pada ketinggian yang sama dengan emisi gas buang dari knalpot. Ketiga, jagalah anak tetap sehat, termasuk memperoleh imunisasi sesuai jadwal, diet sehat, dan bermain aktif secara fisik. Keempat, pantau tingkat polusi udara kota kita masing-masing, melalui stasiun pemantauan kualitas udara, sehingga mengetahui kapan dan bagaimana cara mengambil tindakan perlindungan. Kelima, meningkatkan kesadaran komunitas terdekat, tentang dampak kesehatan dari polusi udara, dan bekerja sama dengan semua pihak, untuk mempromosikan kebijakan pengurangan polusi udara dan perlindungan kesehatan anak

Hasil gambar untuk polusi udara adalah

Laporan WHO yang baru dikeluarkan pada hari Senin, 29 Oktober 2018 tentang polusi udara dan kesehatan anak, berisi tentang anjuran meresepkan udara bersih (prescribing clean air). Selain itu, juga menekan dampak besar polusi udara di luar ruang dan udara rumah tangga terhadap kesehatan anak, terutama di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Laporan ini diluncurkan pada konferensi pertama WHO tentang kaitan antara pencemaran udara dengan kesehatan (Global Conference on Air Pollution and Health) 2018.

Hasil gambar untuk polusi udara adalah

Salah satu alasan penting mengapa anak sangat rentan terhadap efek polusi udara adalah bahwa mereka bernapas lebih sering, sampai 50 kali per menit daripada orang dewasa yang hanya 30 kali per menit, dan menyerap lebih banyak polutan. Selain itu, mereka juga hidup lebih dekat ke tanah, di mana beberapa polutan mencapai konsentrasi puncak di permukaan tanah, justru pada saat otak dan tubuh mereka sedang berkembang. Bayi baru lahir dan anak juga lebih rentan terhadap polusi udara rumah tangga, khususnya yang menggunakan bahan bakar dan teknologi pencemar untuk memasak, pemanasan ruang dan pencahayaan kamar. Polusi udara mampu mengerdilkan otak anak (stunting our children’s brains) dan mempengaruhi kesehatan mereka dengan cara yang lebih ganas dari yang kita duga. Namun demikian, sebenarnya ada banyak cara langsung untuk mengurangi emisi polutan berbahaya.

Hasil gambar untuk polusi udara adalah

Tips berikut adalah 10 (sepupuh) cara praktis untuk melawan polusi udara. Yaitu tidak mengemudi kendaraan bermotor selama jam sibuk, mengganti dengan kendaraan listrik atau sepeda, juga berjalan kaki untuk pergi ke sekolah atau bekerja. Di rumah membuat kompos dari sampah, mendaur ulang limbah dan tidak membakar sampah. Selain itu, juga menggunakan energi bersih untuk memasak, menggunakan energi terbarukan untuk penerangan rumah, dan memeriksa tingkat polusi udara secara rutin. Tips terakhir adalah mematikan lampu dan perangkat elektronik yang tidak digunakan.

‘Global Conference on Air Pollution and Health’ 2018 mengingatkan kita semua, akan bahaya polusi udara terhadap anak di sekitar kita. Sudahkah kita bertindak bijak?

Jokowi

Sekian

Yogyakarta, 2 November 2018

*) Sekretaris IDI Wilayah DIY, Lektor FK UKDW, dokter spesialis anak, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161

Categories
Istanbul

2018 Sehat untuk Semua

Hasil gambar untuk The Global Conference on Primary Health Care

SEHAT UNTUK SEMUA

fx. wikan indrarto*)

Komitmen global yang baru tentang layanan kesehatan primer untuk semua orang, telah dirumuskan di Astana, Kazakhstan. Deklarasi Astana ini untuk mencapai cakupan kesehatan semesta atau Universal Health Couveraga (UHC), tepat 40 tahun sejak deklarasi perawatan kesehatan primer dikeluarkan di Alma-Ata, Kazakhstan. Apa yang perlu dipahami?

Hasil gambar untuk astana kazakhstan

Deklarasi Astana dikeluarkan pada ‘The Global Conference on Primary Health Care,’ yang berlangsung pada hari Kamis dan Jumat, 25-26 Oktober 2018 di Astana, Kazakhstan, yang diselenggarakan oleh WHO, UNICEF dan Pemerintah Kazakhstan. Semua negara di seluruh dunia setuju dengan Deklarasi Astana, bahkan bersumpah untuk memperkuat sistem layanan kesehatan primer di negara masing-masing. Deklarasi Astana menegaskan kembali Deklarasi Alma-Ata yang dikeluarkan pada tahun 1978 dan sangat bersejarah, karena untuk pertama kalinya semua pemimpin dunia berkomitmen tentang layanan kesehatan primer.

Hasil gambar untuk alma ata

Deklarasi Alma-Ata tahun 1978 meletakkan dasar bagi layanan kesehatan primer, kemajuan selama empat dekade terakhir ternyata tidak merata. Setidaknya setengah populasi dunia masih mengalami kesulitan akses ke layanan kesehatan penting, termasuk layanan untuk penyakit tidak menular, penyakit menular yang sering, kesehatan ibu dan anak, kesehatan mental, juga kesehatan seksual dan reproduksi.

Hasil gambar untuk dirjen who

Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa kita semua memiliki tanggung jawab yang sungguh-sungguh, untuk memastikan bahwa layanan kesehatan primer memungkinkan setiap orang, di mana saja untuk menggunakan hak fundamental mereka, untuk sehat. Meskipun dunia hari ini adalah tempat yang lebih sehat untuk anak daripada sebelumnya, tetapi hampir 6 juta anak masih juga meninggal setiap tahun, sebelum ulang tahun kelima mereka. Sebagian besar kematian anak tersebut disebabkan karena hal yang dapat dicegah. Selain itu, lebih dari 150 juta anak juga mengalami gagal tumbuh atau stunting, menurut Henrietta Fore, Direktur Eksekutif UNICEF. Komunitas global dapat mengubah hal itu, dengan menyediakan layanan kesehatan berkualitas yang lebih dekat dengan mereka yang membutuhkannya. Itulah yang disebut layanan kesehatan primer.

Hasil gambar untuk astana declaration

Deklarasi Astana dirumuskan di tengah gerakan global untuk investasi yang lebih besar dalam layanan kesehatan primer, dalam mencapai UHC. Sumber daya kesehatan telah sangat terfokus pada intervensi penyakit tunggal (single disease interventions) daripada sistem kesehatan yang pari purna (comprehensive health systems), sebuah kesenjangan yang terjadi di beberapa kondisi keadaan darurat kesehatan dalam beberapa tahun terakhir.

Deklarasi Astana ini menetapkan arah baru, untuk pengembangan layanan kesehatan primer sebagai dasar sistem kesehatan nasional, seperti ditegaskan oleh Dr. Yelzhan Birtanov, Menteri Kesehatan Republik Kazakhstan. Deklarasi Astana yang baru mencerminkan kewajiban negara, individu, masyarakat, sistem kesehatan nasional dan mitra, untuk mencapai hidup yang lebih sehat, melalui layanan kesehatan primer yang berkelanjutan. UNICEF dan WHO akan membantu pemerintah dan masyarakat sipil, agar bertindak sesuai Deklarasi Astana dan mendorong mereka untuk mendukung gerakan tersebut.

Hasil gambar untuk astana declaration

Deklarasi Astana, dengan suara bulat didukung oleh semua negara anggota WHO, membuat janji pada empat bidang utama. Kesepakatan tersebut meliputi (1) membuat pilihan politik (political choices) yang berani untuk kesehatan di semua sektor; (2) membangun sistem layanan kesehatan primer yang berkelanjutan; (3) memberdayakan individu dan komunitas; dan (4) menyelaraskan dukungan pemangku kepentingan dengan kebijakan, strategi, dan rencana nasional.

Hasil gambar untuk astana declaration

UHC pada dasarnya berfokus pada manusia, yang berarti bahwa semua orang sebagai warga masyarakat, harus dapat mengakses layanan kesehatan yang mereka butuhkan, dengan kualitas yang cukup, tanpa menimbulkan kesulitan keuangan. Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO, juga menyatakan bahwa UHC adalah prioritas utama WHO saat ini, karena UHC dan keamanan kesehatan (health security) sebagai dua sisi dari koin yang sama. Sistem kesehatan yang kuat, dibangun di atas fondasi layanan kesehatan primer yang berpusat pada masyarakat, adalah investasi terbaik dalam mengurangi ketidaksetaraan, dan pertahanan terbaik terhadap dampak dari keadaan darurat kesehatan.

Hasil gambar untuk alma ata

Untuk mencapai UHC diperlukan penguatan sistem kesehatan (health systems strengthening), baik oleh pemerintah, maupun semua pihak terkait. Pemerintah atau negara seharusnya menjamin ketersediaan rencana pembangunan sektor kesehatan secara nasional, regional ataupun lokal. Selain itu, negara juga harus menciptakan sistem pemantauan layanan kesehatan di semua tingkatan, membentuk perundang-undangan tentang UHC, dan bantuan dana saat darurat. Negara juga wajib mengatur besaran alokasi pembiayaan bidang kesehatan, dimana total pengeluaran negara untuk kesehatan, seharusnya dikaitkan dengan persentase Produk Domestik Bruto atau PDB, dan skema wajib atau ‘compulsory schemes’ lainnya, serta besaran pembayaran tunai untuk layanan kesehatan (out-of-pocket payment for health).

e548f-index

Sesuai Deklarasi Astana 2018 agar semua warga negara dapat sehat dalam UHC, “leaving no one behind” (tidak meninggalkan siapa pun di belakang) adalah sebuah prinsip kunci. Di Indonesia UHC diwujudkan melalui program JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).

Apakah kita telah ikut mewujudkan?

Jokowi

Sekian

Yogyakarta, 1 November 2018

*) Ketua IDI Cabang Kota Yogyakarta, dokter spesialis anak, Lektor di FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA : 081227280161

 

Categories
Istanbul

2018 Polusi Terhadap Anak

Hasil gambar untuk How air pollution is destroying our health

 

 

POLUSI   TERHADAP   ANAK

fx. wikan indrarto*)

 

 

Setiap hari sekitar 93% anak di dunia, yaitu 1,8 miliar anak menghirup udara yang sangat tercemar, sehingga menempatkan kesehatan, pertumbuhan dan perkembangan mereka pada risiko yang serius. Tragisnya, banyak dari mereka meninggal, bahkan WHO memperkirakan pada tahun 2016, sekitar 600.000 anak meninggal akibat infeksi paru-paru yang disebabkan oleh udara yang tercemar. Apa yang perlu disadari?

Hasil gambar untuk How air pollution is destroying our health

 

 

Laporan WHO yang baru dikeluarkan pada hari Senin, 29 Oktober 2018 tentang polusi udara dan kesehatan anak, berisi tentang anjuran meresepkan udara bersih (prescribing clean air). Selain itu, juga menekan dampak besar polusi udara di luar ruang dan udara rumah tangga terhadap kesehatan anak, terutama di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Laporan ini diluncurkan pada konferensi pertama WHO tentang kaitan antara pencemaran udara dengan kesehatan (Global Conference on Air Pollution and Health).

 

Baca juga : 2018 Ancaman Kesehatan Global (1)

 

“Udara yang tercemar meracuni jutaan anak dan menghancurkan hidup mereka,” kata Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO. “Ini tidak dapat dimaafkan. Setiap anak harus dapat menghirup udara bersih, sehingga mereka dapat tumbuh dan mencapai potensi penuh mereka.”

 

Baca juga : 2018 Kematian Anak

 

Salah satu alasan penting mengapa anak sangat rentan terhadap efek polusi udara adalah bahwa mereka bernapas lebih sering, sampai 50 kali per menit daripada orang dewasa yang hanya 30 kali per menit, dan menyerap lebih banyak polutan. Selain itu, mereka juga hidup lebih dekat ke tanah, di mana beberapa polutan mencapai konsentrasi puncak di permukaan tanah, justru pada saat otak dan tubuh mereka sedang berkembang. Bayi baru lahir dan anak juga lebih rentan terhadap polusi udara rumah tangga, khususnya yang menggunakan bahan bakar dan teknologi pencemar untuk memasak, pemanasan ruang dan pencahayaan kamar. Polusi udara mampu mengerdilkan otak anak (stunting our children’s brains) dan mempengaruhi kesehatan mereka dengan cara yang lebih ganas dari yang kita duga. Namun demikian, sebenarnya ada banyak cara langsung untuk mengurangi emisi polutan berbahaya.

 

Hasil gambar untuk How air pollution is destroying our health

 

Kebijakan sehat yang perlu didukung misalnya peralihan memasak sehat dengan bahan bakar gas, mempromosikan penggunaan alat transportasi yang bebas polusi, perumahan hemat energi, dan perencanaan kota yang hijau. Selain itu, pembangkit listrik dengan emisi rendah yang lebih aman, teknologi industri yang lebih bersih, dan pengelolaan sampah kota yang lebih baik.

 

Gambar terkait

 

Di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah di seluruh dunia, 98% dari semua anak balita terpajan pada tingkat PM2.5, di atas pedoman kualitas udara WHO. PM 2.5 adalah partikulat debu melayang atau ‘Suspended Particulate Matter’ (SPM) yaitu campuran yang sangat rumit dari berbagai senyawa organik dan anorganik di udara dengan diameter yang sangat kecil, mulai dari < 1 mikron sampai dengan maksimal 500 mikron. Sebagai perbandingan, di negara berpenghasilan tinggi, hanya 52% anak balita yang terpapar pada tingkat kualitas udara yang sama. Lebih dari 40% populasi dunia, termasuk 1 miliar anak di bawah 15 tahun, terpapar pada tingkat polusi udara rumah tangga yang tinggi, terutama dari proses memasak dengan bahan bakar yang mencemari.

 

Baca juga : 2018 Dampak Tembakau

 

Sekitar 600.000 kematian pada anak dan remaja dikaitkan dengan polusi udara pada tahun 2016. Polusi udara rumah tangga dari proses memasak dan pencemaran udara luar ruang menyebabkan lebih dari 50% infeksi pernapasan akut bagian bawah, terutama pneumonia, pada anak balita di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Polusi udara adalah salah satu dari ancaman utama terhadap kesehatan anak, terhitung hampir 1 dari 10 kematian pada anak balita.

 

 

Hasil gambar untuk How air pollution is destroying our health

 

Tindakan oleh petugas sektor kesehatan mencakup menginformasikan, mendidik, dan terlibat dalam pembuatan kebijakan lintas sektoral. Selain itu, mendorong implementasi kebijakan untuk mengurangi polusi udara oleh semua negara, sesuai dengan pedoman kualitas udara global WHO, untuk meningkatkan kesehatan dan keselamatan anak. Untuk mencapai hal ini, semua pimpinan pemerintahan harus mengambil langkah seperti mengurangi ketergantungan berlebihan pada bahan bakar fosil, berinvestasi dalam peningkatan efisiensi energi, dan memfasilitasi penyerapan sumber energi terbarukan.

 

 

Hasil gambar untuk How air pollution is destroying our health

 

 

Pengelolaan sampah yang lebih baik, dapat mengurangi jumlah limbah yang dibakar di dalam masyarakat dan dengan demikian mengurangi polusi udara komunitas. Penggunaan eksklusif teknologi bersih dan bahan bakar untuk kegiatan memasak, pemanasan, dan penerangan rumah tangga, dapat secara drastis meningkatkan kualitas udara di dalam rumah dan di masyarakat sekitarnya. Selain itu, bangunan sekolah dan taman bermain anak harus ditempatkan jauh dari sumber utama polusi udara, seperti jalan raya yang sibuk, pabrik, dan pembangkit listrik.

 

‘Global Conference on Air Pollution and Health’ 2018 mengingatkan kita semua, akan bahaya polusi udara terhadap anak di sekitar kita.

Sudahkah kita bertindak bijak?

Jokowi Sekian

Yogyakarta, 30 Oktober 2018

*) Sekretaris IDI Wilayah DIY, Lektor FK UKDW, dokter spesialis anak, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161

wa.me/
wa.me
Halo, ada yang dapat dibantu?