Categories
Healthy Life Istanbul

2020 Kandidat Vaksin COVID-19

Vaksin Covid-19 Australia Tunjukkan Hasil Positif dalam Uji Praklinis -  Tekno Tempo.co

KANDIDAT  VAKSIN  COVID-19

fx. wikan indrarto*)

Senin, 24 Agustus 2020 tercatat ada sembilan kandidat vaksin COVID-19 yang didukung CEPI (Coalition for Epidemic Preparedness Innovations) dan COVAX (COVID-19 Vaccine Global Access), dengan sembilan kandidat lainnya sedang dievaluasi. Pengendalikan pandemi melalui akses yang adil ke vaksin COVID-19 membutuhkan komitmen dan investasi berskala luas dari berbagai negara. Apa yang harus dilakukan?

.

baca juga : https://dokterwikan.com/2020/07/23/2020-vaksinasi-saat-pandemi-covid-19/

.

Gavi (Aliansi Vaksin) dan WHO bermitra dengan produsen vaksin dari semua negara dalam CEPI, untuk memastikan vaksin COVID-19 tersedia di seluruh dunia. CEPI akan memfasilitasi pengadaan vaksin COVID-19 dan untuk memastikan akses vaksin yang adil dan merata di setiap negara. CEPI akan melakukan kalkulasi daya beli dari semua negara, memberikan jaminan ketersediaan kandidat vaksin, memungkinkan produsen memproduksi vaksin baru dalam skala besar, dan untuk melakukan investasi awal yang berisiko.

.

baca juga : https://dokterwikan.com/2019/09/10/2019-informasi-vaksinasi/

.

CEPI memimpin penelitian dan pengembangan vaksin COVID-19 yang aman dan efektif. Sembilan kandidat vaksin saat ini sedang didukung oleh CEPI, tujuh di antaranya sedang dalam uji klinis, karena vaksin individual secara historis memiliki tingkat kegagalan yang tinggi. Pemerintah, produsen vaksin, organisasi swasta dan donatur individu telah berkomitmen sebesar US $ 1,4 miliar untuk program pengembangan vaksin, tetapi masih perlu tambahan US $ 1 miliar untuk terus memajukan kegiatan ini. 

.

baca juga : https://dokterwikan.com/2020/08/04/2020-bebas-cacar-dan-covid-19/

.

Kolaborasi antara Serum Institute of India (SII), Gavi dan Bill & Melinda Gates Foundation yang diumumkan awal bulan Agustus 2020 telah memastikan hingga 100 juta dosis kandidat vaksin buatan AstraZeneca atau Novavax. Jika program ini berhasil, segera akan tersedia vaksin COVID-19 untuk negara berpenghasilan rendah dan menengah, yang dapat dibeli melalui Fasilitas COVAX, hanya dengan biaya US $ 3 per dosis. Perjanjian terpisah antara Gavi, CEPI dan AstraZeneca, yang diumumkan pada bulan Juni 2020, menjamin 300 juta dosis lagi dari kandidat vaksin mereka, jika berhasil.

.

Bulan Juni 2020 Gavi telah meluncurkan COVAX Advance Market Commitment (AMC), instrumen pembiayaan yang bertujuan untuk mendukung partisipasi 92 negara berpenghasilan rendah dan menengah dalam pengadaan vaksin COVID-19. COVAX AMC telah mengumpulkan lebih dari US $ 600 juta dari target awal sebesar US $ 2 miliar, yang berasal dari  filantropi dan sektor swasta. Delapan puluh negara berpenghasilan tinggi, yang akan membiayai vaksin dari anggaran keuangan publik mereka sendiri, sejauh ini telah mengajukan pernyataan minat untuk berpartisipasi dalam AMC. Mereka akan bermitra dengan 92 negara berpenghasilan rendah dan menengah, sehingga 172 negara ini telah mewakili lebih dari 70% populasi dunia.

WHO Sebut Vaksin COVID-19 Belum Tersedia hingga Pertengahan 2021 - Tirto.ID

.

Tujuan COVAX adalah pada akhir tahun 2021 dapat memberikan dua miliar dosis vaksin yang aman dan efektif. Vaksin ini akan ditawarkan secara merata ke semua negara secara proporsional dengan populasi mereka. Pada awalnya diprioritaskan untuk petugas kesehatan kemudian diperluas untuk kelompok rentan, seperti orang tua dan mereka yang memiliki penyakit komorbid sebelumnya. Dosis lebih lanjut kemudian akan tersedia berdasarkan kebutuhan negara, kerentanan dan ancaman COVID-19.

.

Kkandidat vaksin yang didukung CEPI adalah Inovio buatan Amerika Serikat (Uji klinis tahap I-II), Moderna buatan Amerika Serikat (Tahap III), CureVac, buatan Jerman (Tahap I), belum ada nama buatan Institut Pasteur, Merck, Themis, Prancis, Amerika Serikat dan Austria (Preklinis), dan belum ada nama buatan AstraZeneca dan Universitas Oxford, Inggris (Fase III). Selain itu, belum ada nama buatan Universitas Hong Kong, Cina (Preklinis), Novavax buatan Amerika Serikat (Tahap I-II), belum ada nama buatan Clover Biopharmaceuticals, Cina (Tahap I) dan buatan Universitas Queensland / CSL, Australia (Tahap I).

.

LIPI: Vaksin Rusia Picu Sedikit Antibodi untuk Tangkal Corona

Sembilan kandidat vaksin yang saat ini sedang dievaluasi untuk dimasukkan dalam Fasilitas COVAX termasuk dua dari China, dua dari Amerika Serikat, satu dari Republik Korea, satu dari Inggris dan satu dari multi kemitraan manufaktur global. Dua di antaranya dalam uji coba Tahap I, dua adalah transfer teknologi, dan sisanya dalam tahap penemuan.

.

Indonesia mungkin tidak termasuk dalam 80 negara yang telah memesan kandidat vaksin COVID-19 dalam koordinasi Gavi. Namun demikian, hanya 43 yang telah setuju untuk disebutkan namanya secara publik, yaitu Andorra, Argentina, Armenia, Botswana, Brasil, Kanada, Chili, Kolombia, Kroasia, Republik Ceko, Republik Dominika, Estonia, Finlandia, Yunani, Islandia, Irak, Irlandia, Israel, Jepang, Yordania, Kuwait, Lebanon, Luksemburg, Mauritius, Meksiko, Monako, Montenegro, Selandia Baru, Makedonia Utara, Norwegia, Palau, Portugal, Qatar, Republik Korea, San Marino, Arab Saudi, Seychelles, Singapura, Afrika Selatan, Swiss, Uni Emirat Arab, Kerajaan Inggris Raya dan Irlandia Utara serta Venezuela.

.

Di seluruh dunia, pandemi COVID-19 telah menyebabkan kejadian dan kematian yang signifikan, mengganggu mata pencaharian, melemahkan ekonomi, mengancam kemajuan pembangunan bidang kesehatan, dan kemajuan menuju tujuan pembangunan global. Hal itu terlihat pada ‘World Health Statistics’ yang terbit Rabu, 13 Mei 2020. Pengendalikan pandemi melalui akses yang adil ke (kandidat) vaksin COVID-19, akan mampu menghilangkan ketidaksetaraan layanan kesehatan, yang dapat menghapus penentuan siapa yang akan hidup lebih lama dan lebih sehat, dengan siapa yang tidak. 

Sudahkah kita bijaksana?

Sekian

Yogyakarta, 2 September 2020

*) Dokter spesialis anak di RS Panti Rapih Yogyakarta, Lektor FK UKDW, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161, e-mail : fxwikan_indrarto@yahoo.com

Categories
Istanbul

2020 Pahlawan COVID-19

World Humanitarian Day 2020: Theme, Significance, Celebration

PAHLAWAN  COVID-19

fx. wikan indrarto*)

Setiap tanggal 19 Agustus dirayakan sebagai Hari Kemanusiaan Sedunia (World Humanitarian Day) untuk memberikan penghargaan kepada para pahlawan kemanusiaan di garis depan. Di tengah pandemi COVID-19 global, para penyalur bantuan, pekerja kemanusiaan, dan petugas kesehatan tetap bekerja keras dan memberikan layanan kepada orang yang paling rentan di dunia, dengan semua risiko buruknya. Apa yang mengagumkan?

.

baca juga : https://dokterwikan.com/2020/05/16/2020-covid-19-untuk-semua/

.

Pada Hari Kemanusiaan Sedunia 2020, segenap warga dunia menghormati semua orang yang telah bekerja keras sebagai petugas kemanusiaan. Banyak warga yang bekerja di komunitas mereka sendiri, yang berusaha luar biasa keras untuk membantu wanita, pria, dan anak-anak, yang hidupnya dilanda krisis kemanusiaasn, bencana alam, dan pandemi global COVID-19.

.

baca juga : https://dokterwikan.com/2018/08/20/2018-hari-kemanusiaan-sedunia/

.

Tahun 2019 yang lalu adalah tahun yang paling kejam dalam catatan kemanusiaan, dengan 483 orang pahlawan kemanusiaan diserang kelompok bersenjata, 125 orang tewas, 234 orang luka-luka dan 124 orang diculik. Data ini merupakan peningkatan 18 persen dalam jumlah korban dibandingkan dengan tahun 2018. Lonjakan serangan terhadap petugas kesehatan tercatat pada tahun 2019, termasuk serangan terhadap petugas medis di Suriah dan penembakan pekerja medis dalam penanganan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC). Sebagian besar serangan bersenjata terjadi di Suriah, diikuti oleh Sudan Selatan, Kongo, Afghanistan, dan Republik Afrika Tengah. Mali dan Yaman sama-sama mengalami dua kali lipat serangan bersenjata yang besar dari tahun sebelumnya. PBB mengutuk serangan ini, dan menyerukan hukuman bagi para pelaku serangan bersenjata dan keadilan bagi para penyintas, karena pekerja bantuan kemanusiaan tidak boleh menjadi target serangan. Dalam beberapa pekan terakhir bulan Agustus 2020 ini saja, serangan keji telah menewaskan pekerja bantuan kemanusiaan dan kesehatan di Niger dan Kamerun, dan sejak awal pandemi COVID-19, sejumlah petugas kesehatan diserang oleh kelompok bersenjata di seluruh dunia.

.

baca juga : https://dokterwikan.com/2020/07/10/2020-bukan-obat-covid-19/

.

Dedikasi, ketekunan, dan pengorbanan diri para pahlawan kehidupan nyata ini, terwujud saat mereka menanggapi pandemi COVID-19. Saat ini terjadi peningkatan besar dalam kebutuhan kemanusiaan yang dipicu pandemi. Penerima bantuan kemanusiaan adalah para pengungsi atau pasien. Para anggota organisasi masyarakat sipil dan petugas kesehatan telah memberikan makanan, tempat tinggal, perawatan kesehatan, perlindungan dan harapan bagi para korban di tengah konflik bersenjata, pengungsian, bencana alam, dan penyakit mematikan seperti COVID-19.

.

Namun demikian, pada pandemi COVID-19 ini para pekerja kemanusiaan sedang diuji lebih berat dan tidak seperti sebelumnya, berjuang dengan pembatasan pergerakan yang belum pernah terjadi selama ini, dan sumber daya yang tidak mencukupi karena kebutuhan melebihi sumber daya dan dana. Bahkan terlalu sering, para petugas kemanusiaan itu mempertaruhkan nyawa mereka sendiri, untuk menyelamatkan nyawa orang lain. Petugas kesehatan yang turun tangan untuk memerangi COVID-19, berada dalam ancaman besar tertular COVID-19 dari para pasien yang ditanganinya.

.

Merujuk data dari wabah SARS (Severe acute respiratory syndrome) tahun 2002 dan 2003, WHO menyebut 21 persen kasus dalam epidemi waktu itu dialami pekerja medis. Pola serupa muncul juga di kalangan pekerja medis yang menangani pasien COVID-19. Pada 2 April 2020 di Italia, lebih dari 6.200 orang yang terkonfirmasi positif COVID-19 adalah pekerja medis. Di Spanyol, persentasenya 12 persen. Pada awal Maret lalu, China memperkirakan sekitar 3.300 pekerja medis mereka telah tertular virus corona. Artinya, antara 4-12 persen kasus COVID-19 akan dialami dokter, perawat dan orang-orang di garis terdepan penanganan virus berbahaya tersebut, termasuk di Indonesia.

.

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) pada hari Selasa 4 April 2020 melaporkan adanya 74 orang dokter dari seluruh Indonesia, yang meninggal akibat positif dan suspek COVID-19. Dalam rangka HUT 75 Tahun Proklamasi Kemerdekaan RI, Presiden Joko Widodo memberikan bintang jasa negara kepada 53 Orang Penerima Tanda Jasa dan Kehormatan 2020, Termasuk Dokter yang gugur karena ganasnya pandemi COVID-19. Penerima Bintang Jasa Pratama dari negara adalah Dr. Djoko Judodjoko, SpB, Prof. DR. Dr. Bambang Sutrisna, Dr. Exsenveny Lalopua, MKes, Dr. Bartholomeus Bayu Satrio Kukuh Wibowo, Dr. Heru Sutantyo, dan Dr. Wahyu Hidayat, SpTHT. Sedangkan penerima Bintang Jasa Nararya dari negara adalah Dr. Hadio Ali Khazatsin, SpS, Dr. Adi Mirsa Putra, SpTHT-KL, Drg. Umi Susana Widjaja, Drg. Gunawan Oentaryo, Drg. Anna Herlina Ratnasari, Drg. Amutavia Pancarsari Artsianti Putri, dan Drg. Yuniarto Budi Santosa.

.

World Humanitarian Day 2020 - GWP

Hari Kemanusiaan Sedunia 19 Agustus dirancang untuk memberikan penghormatan yang setinggi-tingginya, bagi para petugas kesehatan dan relawan kemanusiaan yang telah gugur, diculik atau terluka saat mereka bertugas, juga para pahlawan COVID-19. Selain itu, juga memotivasi panggilan baru untuk relawan penerus dalam gerakan #NotATarget. Pada prinsipnya, hari tersebut adalah momentum perayaan manusia membantu sesamanya (people helping people), termasuk dari ancaman ganasnya COVID-19.

.

Sudahkah kita secara pribadi ataupun berkelompok, berbuat sesuatu untuk sesama kita?

Sekian

Yogyakarta, 23 Agustus 2020

*) Dokter spesialis anak, Alumnus S3 UGM, pernah menjadi relawan kesehatan saat bencana erupsi Gunung Merapi di Yogyakarta. WA: 081227280161,

Categories
Istanbul

2020 Polio Liar dan COVID-19

Polio (Poliomyelitis) - YouTube

POLIO  LIAR  DAN  COVID-19

fx. wikan indrarto*)

Pada hari Selasa, 25 Agustus 2020, sebanyak 47 negara di kawasan Afrika mendapatkan sertifikasi bebas virus polio liar. Apa yang dapat dipetik untuk menuju dunia bebas COVID-19?

.

baca juga : https://dokterwikan.com/2020/08/04/2020-bebas-cacar-dan-covid-19/

.

Komisi Sertifikasi WHO mengesahkan Wilayah Afrika sebagai daerah bebas virus polio liar, setelah empat tahun berturut-turut tanpa kasus. Dengan tonggak sejarah ini, lima dari enam wilayah global, yang mewakili lebih dari 90% populasi dunia, sekarang sudah bebas dari virus polio liar. Dengan ini akan mampu menggerakkan dunia lebih dekat untuk mencapai pemberantasan polio global. Saat ini hanya tingal dua negara di seluruh dunia, yang masih terus mengalami penularan virus polio liar, yaitu Pakistan dan Afghanistan.

.

baca juga : https://dokterwikan.com/2019/11/08/2019-basmi-polio-liar/

.

Pada 30 tahun yang lalu, virus polio liar melumpuhkan lebih dari 350.000 anak di lebih dari 125 negara setiap tahun. Pada Jumat, 4 Januari 2019, virus polio telah dipukul mundur hingga kurang dari 30 kasus yang dilaporkan pada tahun 2018 di hanya dua negara, yaitu Afghanistan dan Pakistan. Dengan demikian dunia kita telah berdiri di puncak kesuksesan bidang kesehatan masyarakat yang pernah terjadi sebelumnya, yaitu pemberantasan global penyakit infeksi kedua pada manusia, setelah cacar, dalam sejarah global.

.

baca juga : https://dokterwikan.com/2019/01/16/2019-akhiri-polio/

.

Kepemimpinan dan inovasi yang kuat berperan penting dalam menghentikan virus polio liar di wilayah Afrika. Berbagai negara berhasil mengoordinasikan upaya mereka untuk mengatasi tantangan utama dalam mengimunisasi anak, seperti pergerakan populasi tingkat tinggi, konflik bersenjata dan ketidakamanan yang membatasi akses ke layanan kesehatan, juga kemampuan virus untuk menyebar dengan cepat dan menyebar melintasi perbatasan negara.

.

baca juga : https://dokterwikan.com/2020/07/23/2020-vaksinasi-saat-pandemi-covid-19/

.

Selain itu, kemurahan hati yang berkelanjutan dan komitmen bersama dari para donatur, termasuk pemerintah, sektor swasta, lembaga multilateral, dan organisasi filantropi, untuk mencapai dunia bebas polio dengan kucuran dana yang besar. GPEI terdiri dari WHO, Rotary International, CDC AS, UNICEF, Bill & Melinda Gates Foundation dan Gavi (Aliansi Vaksin). Semuanya berhasil membantu membangun infrastruktur kesehatan kawasan Afrika, menjangkau lebih banyak anak daripada sebelumnya, dengan pemberian vaksin polio dan mengalahkan virus polio liar.

.

Poliomyelitis (Penyakit Virus Polio) » Info Infeksi Emerging Kementerian  Kesehatan RI

Sumber daya dan keahlian yang digunakan untuk menghilangkan virus polio liar, telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kesehatan masyarakat Afrika. Selain itu, juga telah membentuk sistem respons atas wabah. Program pemberantasan polio telah memberikan manfaat kesehatan yang luas bagi komunitas lokal di Afrika, mulai dari terbentuknya respons terhadap wabah, termasukpandemi COVID-19, hingga memperkuat layanan imunisasi rutin terhadap penyakit infeksi lain, yang dapat dicegah dengan vaksin.

.

Meskipun ini adalah pencapaian yang luar biasa, kita tidak boleh berpuas diri. Komitmen berkelanjutan untuk memperkuat imunisasi dan sistem kesehatan di kawasan Afrika sangat penting untuk melindungi dan menghilangkan virus polio liar. Selain itu, juga untuk mengatasi penyebaran virus polio yang diturunkan dari vaksin tipe 2 (cVDPV2), yang masih beredar dan digunakan di 16 negara di kawasan tersebut. Pada kantong wilayah dengan kekebalan yang rendah, berarti jenis virus tersebut masih terus menjadi ancaman dan risikonya diperbesar oleh gangguan dalam layanan vaksinasi karena pandemi COVID-19, yang membuat masyarakat lebih rentan terhadap wabah cVDPV2.

.

Keberhasilan Afrika melawan polio liar telah menunjukkan kepada dunia bahwa kemajuan dalam menghadapi beberapa tantangan kesehatan global terbesar adalah hal yang mungkin, dan dapat digunakan untuk menanggapi wabah pandemi COVID-19 yang mematikan. Misalnya, penemuan kasus aktif dari rumah ke rumah terbukti menjadi strategi yang mendukung program pemberantasan virus polio, dan memvaksinasi semua kontak akan membantu memerangi penyebaran virus polio. Demikian pula, pengawasan, penemuan kasus, pemeriksaan, pelacakan kontak, karantina, dan kampanye dalam komunikasi massal untuk menghilangkan informasi yang salah, adalah hal yang penting untuk mengendalikan COVID-19.

.

Tahap pertama yang penting adalah menciptakan dan menjamin ketersedian vaksin COVID-19 yang cukup, dan mampu menjangkau banyak orang di tempat yang sulit. Mengatasi keragu-raguan atas kehandalan vaksin, juga merupakan tantangan besar dalam menghentikan penyebaran COVID-19. Untuk itu, adanya akses ke informasi dan pendidikan kesehatan masyarakat yang akurat sangatlah penting, untuk memastikan bahwa warga masyarakat memiliki pengetahuan, bukan termakan berita bohong, dalam menjaga diri mereka sendiri dan orang lain di sekitarnya.

.

Momentum sertifikasi Wilayah Afrika sebagai daerah bebas virus polio liar, setelah empat tahun berturut-turut tanpa kasus, mengingatkan kita akan relevansinya untuk mengatasi pandemi COVID-19. Intinya adalah adanya solidaritas semua lintas sektor secara global plus ilmu pengetahuan dalam wujud vaksin, yang akan menghasilkan solusi.

Sudahkah kita siap?

 

Sekian

Yogyakarta, 27 Agustus 2020

*) Dokter spesialis anak di RS Panti Rapih Yogyakarta, Lektor FK UKDW, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161.

Categories
Istanbul

2020 Kota Sehat

Sebanyak 11 Kecamatan di Depok Siap Ikut Verifikasi Kota Sehat ...

KOTA  SEHAT

fx. wikan indrarto*)

Ringkasan tulisan ini dimuat di koran nasional Harian Kompas Senin, 24 Agustus 2020, halaman 6, kolom opini :

https://kompas.id/baca/opini/2020/08/24/kota-sehat-2/?utm_source=kompasid&utm_medium=whatsapp_shared&utm_content=sosmed&utm_campaign=sharinglink

.

Pandemi COVID-19 menekankan pentingnya jarak fisik yang aman antar warga saat beraktivitas di semua kota, sehingga dapat dipastikan bahwa kesehatan manusia menjadi pertimbangan utama dalam perencanaan dan pembangunan kota. Apa yang perlu dicermati?
.

baca juga : https://dokterwikan.com/2020/08/04/2020-bebas-cacar-dan-covid-19/

.

Banyak kota menghadapi ancaman kesehatan, karena perencanaan kota dan wilayah yang lemah. Penyakit menular berkembang sangat pesat di berbagai kota yang penuh sesak warga, atau di mana tidak ada akses yang memadai ke fasilitas air bersih dan sanitasi. Selain itu, hidup di lingkungan yang tidak sehat telah menyebabkan kematian pada 12,6 juta orang pada tahun 2012 dan polusi udara membunuh 7 juta orang pada tahun 2016. Namun demikian, saat ini hanya ada 1 dari 10 kota di dunia yang memenuhi standar untuk udara dan hidup sehat.

.

baca juga : https://dokterwikan.com/2020/06/06/2020-langkah-sehat-paska-pandemi-covid-19/

.

Idealnya setiap kota direncanakan untuk standar hidup dan kerja bagi warganya yang memadai, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, pembangunan sosial, kelestarian lingkungan, dan konektivitas yang lebih baik. Namun demikian, inti dari semua perencanaan tersebut, sebenarnya bermuara pada peningkatan derajad kesehatan, kesejahteraan fisik, dan mental bagi warga kota.

.

Lebih dari setengah populasi dunia sekarang tinggal di kota, dan pada tahun 2050 diperkirakan akan meningkat menjadi 70 persen dari populasi manusia. Namun demikian, 75 persen infrastruktur di berbagai kota yang akan dibangun dengan pendekatan aspek kesehatan, saat ini belum dapat dibangun terkait kontraksi pertumbuhan ekomoni, karena dampak pandemi COVID-19. Kesempatan ini memberikan peluang untuk membangun kawasan perkotaan yang transformatif, terutama saat dunia memiliki kesadaran yang lebih besar, tentang hubungan antara ruang publik dan derajad kesehatan warga.

.

Menuju Kota Sehat, Kota yang Ekonominya Maju - Semua Halaman ...

Hal ini disebabkan karena aspek kesehatan dan kesejahteraan warga merupakan aset kota yang paling penting. Namun demikian, saat ini sebagian besar dari 4,2 miliar orang yang tinggal di kota, sekitar setengah dari jumlah manusia, masih cukup menderita, karena lingkungan perumahan dan sarana transportasi umum yang tidak memadai, juga sanitasi, pengelolaan limbah, dan kualitas udara yang buruk. Bentuk polusi lainnya yang mengganggu warga kota, seperti kebisingan, kontaminasi air dan tanah, kurangnya ruang untuk berjalan kaki, bersepeda, dan kehidupan aktif, juga menjadikan kota sebagai pusat epidemi penyakit tidak menular dan pendorong perubahan iklim.

.

Akibatnya, banyak kota saat ini dan kota di masa depan menghadapi tiga beban kesehatan. Pertama, penyakit menular seperti HIV AIDS, tuberkulosis, pneumonia, demam berdarah, dan diare yang menjadi lebih sulit diatasi, apalagi saat ini ada COVID-19 yang sangat mudah menular. Kedua, penyakit tidak menular seperti penyakit jantung, stroke, asma dan penyakit pernapasan lainnya, kanker, diabetes dan depresi, semakin banyak muncul. Dan ketiga, tindak kekerasan dan cedera, termasuk kecelakaan lalu lintas di jalan, juga semakin mungkin terjadi.

.

Sejak 2010 Pemerintah Kota Istanbul, Turki telah membuat kota yang lebih mudah dinavigasi oleh pejalan kaki (traffic-calming measures), koneksi yang lebih baik ke tepi laut, dan lintasan pemantauan menyusuri jalan raya. Bahkan di banyak kota padat penduduk, desain ulang perkotaan dapat membawa manfaat, seperti di New York AS, yang membuat jalur pejalan kaki sebagai bagian dari jalan utama. Taman terbuka di plaza telah meningkatkan keselamatan di jalan dan juga perkembangan bisnis lokal, karena warga dapat lebih mudah mengakses area tersebut.

.

Accra adalah salah satu kota urbanisasi tercepat di Afrika, yang membuatnya menjadi kota yang ideal untuk menjadi pilot model UHI (Urban Health Initiative). Accra adalah ibu kota sekaligus kota terbesar Ghana, Afrika dan terletak di bagian selatan Ghana dengan jumlah penduduk 1.970.400 jiwa. Accra didirikan oleh suku Ga pada abad ke-15, sebagai pusat perdagangan bagi bangsa Portugal. Pemerintah Kota Accra memiliki proyek sektor transportasi (termasuk jalur pejalan kaki dan pesepeda), pengelolaan limbah padat (termasuk pembakaran limbah terbuka), energi (terutama rumah tangga), dan perencanaan kota (termasuk ruang hijau publik). Kebijakan ini termasuk perubahan cara kota mengelola limbah padat, juga menghilangkan minyak tanah dan arang sebagai bahan bakar utama dalam memasak, karena sangat polutif. Selain itu, juga mendorong orang untuk berhenti mengendarai mobil pribadi dan beralih menggunakan transportasi umum, berjalan kaki atau bersepeda. Dengan demikian Ghana mendapat keuntungan besar menuju mitigasi perubahan iklim. Keterlibatan masyarakat untuk menginspirasi perubahan perilaku dan membangun momentum politik untuk perubahan kebijakan, telah terjadi di Accra.

.

Sebuah usulan pemindahan ibu kota Indonesia dari Jakarta ke lokasi lainnya, telah didiskusikan sejak Presidenan Soekarno, yaitu ke Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Pada 7 Mei 2019 Presiden Joko Widodo mengusulkan pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur. Pembangunan ibukota Indonesia ataupun revitalisasi kota lainnya, seharusnya sesuai kriteria kota sehat menurut UHI (Urban Health Initiative) bagi warganya, juga agar dapat ikut berperan memutus rantai penularan COVID-19, dengan menjamin pelaksanaan protokol kesehatan dapat dilakukan di semua sisi kota.

.


Sudahkah kita bijak?

Sekian

Yogyakarta, 9 Agustus 2020

*) Dokter spesialis anak di RS Panti Rapih, Lektor di FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, warga sebuah kota kecil, WA: 081227280161

Categories
Istanbul

2020 Dokter Merdeka

HARI PAHLAWAN: Kisah Pengabdian Dokter Moewardi hingga Hilang ...

DOKTER   MERDEKA

fx. wikan indraro*)

Moewardi adalah seorang dokter yang turut memberikan sambutan setelah Soewirjo, wakil wali kota Jakarta saat itu, pada momentum Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945. Dr. Moewardi membacakan sebuah teks, yang kini kita kenal dengan nama ‘Undang-Undang Dasar 1945’, sebelum Bung Karno, Sang Proklamator membacakan naskah Proklamasi.  Apa yang sebaiknya dilakukan oleh dokter dalam mengisi kemerdekaan?
.

baca juga : https://dokterwikan.com/2019/08/14/2019-dokter-proklamasi/

.

Dr. Moewardi lahir di Pati, Jawa Tengah di tahun 1907 dan lulusan School Tot Opleiding Voor Indische Artsen (STOVIA), cikal bakal Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Jakarta. Dia kemudian melanjutkan pendidikannya dengan mengambil semacam spesialisasi  di sekolah Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT). Selain menjadi dokter, Moewardi juga aktif berorganisasi pada Barisan Pelopor, bahkan pernah menjadi Pemimpin Umum Pandu Kebangsaan (Kepanduan Bangsa Indonesia), cikal bakal PRAMUKA yang berperan dalam pendidikan karakter pemuda.

.

baca juga : https://dokterwikan.com/2020/05/29/2020-dokter-pancasila/

.

Saat Bung Karno menjadi Presiden dan hendak menyusun Kabinet, Moewardi mendapat tawaran langsung dari Bung Karno untuk menjabat sebagai Menteri Pertahanan, namun dia menolak karena hendak meneruskan kariernya sebagai dokter.  Dr. Moewardi tetap menjalankan tugasnya sebagai dokter, walaupun tetap aktif di berbagai organisasi kenegaraan. Saat Sekolah Tinggi Kedokteran kelanjutan dari STOVIA di Jakarta dipindah Solo, Jawa Tengah pada 4 Maret 1946 Dr. Moewardi berperan dalam pendirian Sekolah Tinggi Kedokteran di RS Jebres (sekarang RSUP Dr. Moewardi) Solo untuk bagian klinis, dan pada 5 Maret 1946 di RS Tegalyoso (sekarang RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro) di Klaten untuk bagian pre-klinis.

.

Dokter Indonesia dalam mengisi kemerdekaan saat pandemi COVID-19 sekarang ini, seharusnya tidak hanya melakukan pengobatan (agent of treatment), tetapi juga menjadi agen perubahan (agent of change) dan agen pembangunan (agent of development). Profesi dokter jaman sekarang sangat dipengaruhi oleh program besar JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) yang diterapkan mulai 1 Januari 2014, termasuk dalam pengelolaan pasien COVID-19. Perubahan drastis dalam sistem pembiayaan pasien pada era JKN ini, diduga telah menyebabkan perubahan besar pada alur pikir dan tindakan medik oleh dokter. Selain itu, pembatasan kebebasan profesi dokter sebagai ‘agent of treatment’ dalam pengambilan keputusan medik pada pelayanan pasien, sering kali menimbulkan penolakan dalam diam bagi banyak dokter, atas sistem JKN yang dirasakan belum adil. Para dokter seharusnya mengisi kemerdekaan dan mewujudkan baktinya untuk negeri, dengan menyumbangkan pemikiran, niat baik dan kompetensinya, demi terwujudnya sistem JKN di Indonesia yang lebih baik, adil, dan manusiawi.

.

baca juga : https://dokterwikan.com/2018/12/06/2018-bisnis-medis-dokter/

.

Sepanjang tahun 2019 yang lewat, sebagain besar dokter di Indonesia telah menghabiskan energinya untuk berbagai hal yang terkait kedokteran, tetapi bukan hal yang utama. Permasalahan dalam program JKN dan DLP (Dokter Layanan Primer), semuanya berdimensi sosial, politik, hukum, keuangan, dan bahkan kebijakan. Selain bukan ‘patognomonik’ atau khas profesi dokter, topik tersebut hanya menyebabkan terjadinya perbantahan antar dokter. Para dokter Indonesia rasanya akan menjadi lengah, kurang siap dan tergagap saat menghadapi tantangan nyata di bidangnya sendiri, yang selama ini kurang mendapat perhatian sepadan. Salah satu yang harus segera diperbaiki adalah merdeka dalam kebersamaan mengembangkan iptekdok (ilmu pengetahuan kedokteran) terkini, termasuk dalam penanganan medis dan pencegahan dengan vaksinasi untuk COVID-19. Penelitian, uji klinis dan penulisan di jurnal ilmiah internasional oleh para dokter tentang COVID-19, rasanya belum dilakukan secara optimal. Apalagi kebersamaan dalam rekayasa penciptaan vaksin COVID-19, bukan sekedar uji klinis fase ke 3 calon vaksin inactivated SARS-CoV-2 yang dikembangkan Sinovac Biotech Ltd. Beijing, China.

.

baca juga : https://dokterwikan.com/2020/08/04/2020-bebas-cacar-dan-covid-19/

.

Dalam Bahasa Latin ‘Duco, Ducere, Duxi, Ductus’ yang merupakan asal kata dokter, berarti memimpin atau mempertimbangkan, maka wajar saja kalau dokter memiliki kewajiban memimpin warga bangsa. Selain itu, dokter juga wajib mengajak mempertimbangkan hal yang terbaik tentang keberagaman, kemajemukan dan kebhinekaan kita. Tentunya demi terwujudnya Indonesia sebagai rumah bersama segenap anak bangsa, seperti yang dirumuskan oleh segenap pendiri bangsa. Hal ini dapat dimulai oleh dokter secara merdeka, berupa ikut serta secara aktif meredam perpecahan paham dan munculnya pendapat yang sangat keras di sekitar kehidupan para dokter, baik di lingkup keluarga maupun komunitas pekerjaan. Para dokter dapat juga memanfaatkan luasnya pergaulan, mahirnya iptek dan besarnya pengaruh atau kewibawaan profesi. Selain itu, juga menggalang kebersamaan dengan segenap pihak yang memiliki keprihatinan serupa, agar potensi perpecahan dan intoleransi dapat diredam.

.

Kiprah Dr. Moewardi dalam momentum proklamasi kemerdekaan 1945 memberikan inspirasi kepada para dokter Indonesia di jaman sekarang. Hendaklah para dokter tidak sekedar menjalankan praktek medis, tetapi juga merdeka untuk terlibat dalam kehidupan berbangsa, demi keamanan dan kemajuan negara. Dirgahayu negeriku, jayalah dokter Indonesia.

.

Sekian

Yogyakarta, 11 Agustus 2020

*) Dokter spesialis anak di RS Panti Rapih Yogyakarta, Lektor FK UKDW, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161, e-mail : fxwikan_indrarto@yahoo.com

Categories
Istanbul

2020 Konseling Menyusui Eksklusif

Apapun Masalah Menyusui Moms, Jangan Ragu Temui Konselor Laktasi ...

KONSELING  MENYUSUI  EKSKLUSIF
fx. wikan indrarto*)

Tema Pekan Menyusui Sededunia (World Breastfeeding Week) 1 sampai 7 Agustus 2020 adalah “Mendukung menyusui untuk bumi yang lebih sehat”. Sejalan dengan tema ini Direktur Eksekutif UNICEF Henrietta H. Fore dan Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyerukan kepada semua pemerintah untuk melindungi dan mempromosikan akses ibu ke layanan konseling menyusui oleh konselor yang terampil. Apa yang penting?

.

baca juga : https://dokterwikan.com/2020/07/31/2020-pekan-menyusui-sedunia/

.

Menyusui secara eksklusif memberikan awal terbaik bagi setiap bayi dalam kehidupannya. Ini memberikan manfaat dalam aspek kesehatan, nutrisi dan emosional untuk bayi dan ibu. Selain itu, menyusui juga merupakan bagian dari sistem pangan berkelanjutan. Namun demikian, meskipun menyusui adalah proses alami, ternyata hal itu tidak selalu mudah. Ibu menyusui membutuhkan dukungan dari banyak pihak, untuk memulai dan mempertahankan menyusui secara eksklusif.

.

baca juga : https://dokterwikan.com/2020/08/02/2020-penghambat-asi-eksklusif/

.

Layanan konseling oleh petugas konselor yang terampil dapat memberikan dukungan menyusui, informasi, saran, dan jaminan yang ibu butuhkan, dalam memberi makan bayi secara optimal. Konseling menyusui dapat membantu ibu membangun kepercayaan diri, dengan tetap menghormati keadaan dan pilihan masing-masing ibu. Konseling dapat memberdayakan ibu dalam mengatasi tantangan dalam menyusui secara eksklusif. Selain itu, juga dapat mencegah praktik pemberian makan dan perawatan bayi yang kurang tepat, sehingga dapat mengganggu pemberian ASI eksklusif, seperti air gula, madu, makanan, dan pengganti ASI yang sebenarnya tidak perlu untuk bayi.

.

Meningkatkan akses ke layanan konseling menyusui oleh petugas konselor yang terampil untuk mendukung menyusui, terbukti dapat memperpanjang durasi menyusui secara eksklusif. Hal ini sangat manfaat untuk kesehatan bayi, pemulihan ibu, dan ekonomi keluarga. Data menunjukkan bahwa peningkatan cakupan pemberian ASI eksklusif dapat menyelamatkan nyawa 820.000 bayi setiap tahun, menghasilkan pendapatan tambahan US $ 302 miliar secara global.

.

Konselor menyusui yang terampil dapat disediakan oleh berbagai failitas persalinan dan kesehatan. Bahkan dapat juga melalui kunjungan rumah (homecare) atau program komunitas, baik secara langsung atau jarak jauh. Selama pandemi COVID-19, perlu digunakan solusi inovatif untuk memastikan bahwa akses ke layanan penting ini tidak terganggu dan bahwa keluarga terus menerima konseling menyusui yang mereka butuhkan. Inilah sebabnya mengapa UNICEF dan WHO menyerukan kepada semua pemerintah untuk:

.

Pertama, berinvestasi dalam menyediakan layanan konseling menyusui oleh konselor yang terampil. Memastikan ketersediaan layanan konseling menyusui yang terampil untuk setiap ibu, memang akan membutuhkan peningkatan pembiayaan, baik untuk program menyusui dan peningkatan pemantauan, maupun implementasi kebijakan, program, dan layanannya.

.

Kedua, melatih petugas kesehatan, yaitu dokter, bidan dan perawat, untuk memberikan konseling menyusui yang terampil kepada ibu dan keluarga. Pastikan bahwa konseling tersedia sebagai bagian dari layanan kesehatan dan konsultasi gizi secara rutin yang mudah diakses oleh ibu.

.

Ketiga, berkolaborasi dengan masyarakat sipil dan organisasi petugas profesional kesehatan, dalam membangun sistem kolaboratif yang kuat untuk penyediaan layanan konseling yang tepat. Dan keempat, melindungi para petugas kesehatan dari pengaruh promosi industri makanan bayi.

.

Melalui komitmen, aksi bersama dan kolaborasi, kita semua wajib memastikan bahwa setiap ibu memiliki akses ke layanan konseling menyusui, yang akan memberdayakannya untuk memberikan ASI sebagai awal terbaik dalam hidup bayi. Beberapa faktor pendukung keberhasilan menyusui secara eksklusif adalah dukungan tenaga kesehatan, termasuk konselor menyusui, keluarga, atasan di tempat ibu bekerja, dan teman kerja. Selain itu, juga pengetahuan ibu yang baik tentang ASI, motivasi diri sendiri untuk bersikap positif dan riwayat keberhasilan memberikan ASI eksklusif pada anak sebelumnya.

.

Sebaliknya, beberapa faktor penghambat keberhasilan menyusui secara eksklusif antara lain promosi susu formula dan ibu khawatir ASI tidak cukup. Peran konselor menyusui sangat besar, untuk juga menghilangkan faktor penghambat keberhasilan menyusui lainnya, seperti melihat iklan susu formula yang intens, persepsi bahwa susu formula setara dengan ASI bahkan lebih baik dari ASI, kegagalan ibu memberikan ASI eksklusif pada anak sebelumnya maupun ibu baru atau bayi sulung.

.

Momentum Pekan Menyusui Dunia (World Breastfeeding Week) tanggal 1 hingga 7 Agustus 2020, juga mengingatkan kita akan pentingnya layanan konseling menyusui, sesuai rekomendasi UNICEF dan WHO. Layanan ini akan memberikan dukungan bagi semua ibu untuk menyusui secara eksklusif, agar bumi kita lebih sehat (support breastfeeding for a healthier planet).

.

Sudahkah kita siap?

Sekian

Yogyakarta, 28 Juli 2020

*) Dokter spesialis anak di RS Panti Rapih Yogyakarta, Lektor FK UKDW, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161, e-mail : fxwikan_indrarto@yahoo.com

Categories
Istanbul

2020 Bebas Cacar dan COVID-19

Shrinivas Dempo on Twitter: "The world won freedom from smallpox ...

BEBAS  CACAR  DAN  COVID-19

fx. wikan indrarto*)

Ringkasan tulisan ini telah dimuat di Harian Kompas Selasa, 4 Agustus 2020, halaman 7, kolom opini

Pada hari Selasa, 8 Mei 1980, Majelis Kesehatan Dunia ke-33 secara resmi menyatakan: “Dunia dan semua rakyatnya telah bebas dari penyakit cacar (freedom from smallpox). Deklarasi tersebut menandai berakhirnya suatu penyakit infeksi yang telah merongrong manusia selama setidaknya 3.000 tahun, menewaskan 300 juta orang hanya di abad ke-20 saja. Apa yang harus dilakukan untuk membebaskan dunia dari COVID-19?

.

baca juga : https://dokterwikan.com/2019/12/20/2019-bebas-cacar/

.

Bebas cacar terjadi berkat upaya global selama 10 tahun, yang dipelopori oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang melibatkan ribuan petugas kesehatan di seluruh dunia saat memberikan setengah miliar dosis vaksin untuk membasmi cacar. Dengan anggaran sebesar US $ 300 juta, berhasil memberantas penyakit cacar dan menyelamatkan dunia seharga lebih dari US $ 1 miliar setiap tahun sejak 1980.

.

baca juga : https://dokterwikan.com/2019/11/08/2019-basmi-polio-liar/

.

Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, “Ketika dunia menghadapi pandemi COVID-19, kemenangan umat manusia atas cacar adalah pengingat akan apa yang mungkin dilakukan ketika semua negara bersatu untuk melawan ancaman masalah kesehatan bersama.” Dunia berhasil menyingkirkan cacar berkat adanya solidaritas global yang luar biasa, dan karena adanya vaksin yang aman dan efektif.

.

baca juga : https://dokterwikan.com/2019/06/30/2019-bebas-malaria/

.

Pemberantasan cacar juga menawarkan harapan untuk menghilangkan penyakit menular lainnya, termasuk polio, yang sekarang masih menjadi endemik hanya di dua negara saja. Hingga saat ini, 187 negara telah disertifikasi bebas dari penyakit cacing Guinea dengan tujuh penyakit lainnya. Dan perjuangan melawan malaria sejauh ini menghasilkan 38 negara telah disertifikasi bebas malaria. Dalam kasus Tuberkulosis (TB), 57 negara dengan insiden TB yang rendah berada di jalur untuk mencapai sertifikasi penghapusan TB.

.

Pelajaran dari keberhasilan bebas cacar telah digunakan hari ini untuk menanggapi wabah penyakit COVID-19 yang mematikan. Misalnya, penemuan kasus aktif dari rumah ke rumah terbukti menjadi strategi yang mendukung program pemberantasan polio, dan memvaksinasi kontak akan membantu memerangi penyebaran penyakit virus Ebola. Demikian pula, pengawasan, penemuan kasus, pemeriksaan, pelacakan kontak, karantina, dan kampanye komunikasi untuk menghilangkan informasi yang salah adalah penting untuk mengendalikan COVID-19.

.

Tahap pertama yang penting adalah menciptakan dan menjamin ketersedian vaksin COVID-19 yang cukup dan menjangkau banyak orang di tempat yang sulit sebagai prioritas tinggi. Mengatasi keragu-raguan atas kehandalan vaksin, juga merupakan tantangan besar dalam menghentikan penyebaran COVID-19. Untuk itu, adanya akses ke informasi dan pendidikan kesehatan masyarakat yang akurat sangatlah penting, untuk memastikan bahwa warga masyarakat memiliki pengetahuan, bukan termakan berita bohong, dalam menjaga diri mereka sendiri dan orang lain di sekitarnya secara aman.

.

Setelah pemberantasan cacar, WHO dan UNICEF meluncurkan program imunisasi (The Expanded Programme on Immunization), sampai 85% anak di seluruh dunia telah divaksinasi dan dilindungi dari penyakit menular yang mematikan. Pada hari Senin, 29 Juni 2020 WHO menentukan kandidat vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh sejumlah negara. Terdapat 17 calon vaksin COVID-19 potensial yang telah memasuki uji klinis dan 132 kandidat vaksin lainnya dalam evaluasi praklinis. Kandidat vaksin COVID-19 yang sudah memasuki uji klinis misalnya ChAdOx1-S yang dikembangkan Universitas Oxford dan Astra Zeneda, Ad5-nCoV yang dikembangkan CanSino Biological Inc dan Beijing Institute of Biotechnology, LNP-encapsulated mRNA yang dikembangkan Moderna dan NIAID, inactivated SARS-CoV-2 yang dikembangkan Wuhan Institute of Biological Products, inactivated SARS-CoV-2 yang dikembangkan Beijing Institute of Biological Products, inactivated SARS-CoV-2 yang dikembangkan Sinovac Biotech Ltd. dan sudah sampai di Bandung untuk uji klinis tahap tiga setelah Prof. DR. Dr. Kusnandi Rusmil, Sp.A(K)., MM selaku Ketua Komite Etik Penelitian Universitas Padjajaran (Unpad), Bandung, memberikan persetujuan pada Senin, 27 Juli 2020. Markas besar Sinovac Biotech Ltd. berlokasi di No. 39 Shangdi Xi Road, Haidian District, Beijing, China.

.

Juga rekombinan SARS-COV-2 dan partikel nano yang dikembangkan Novavax, 3 LNP-mRNAs yang dikembangkan BioNTech, Fosun Pharm dan Pfizer, inactivated SARS-CoV-2 yang dikembangkan Institut Biologi Medis, Akademi China, DNA SARS-CoV-2 yang dikembangkan Inovio Pharmaceuticals, DNA GX-19 yang dikembangkan Genexine Consortium, Adeno-based yang dikembangkan Gamaleya Research Institute, Protein Subunit yang dikembangkan oleh Clover Biopharmaceuticals Inc., Glaxosmithkline dan Dynavax. Ada lagi RBD-Dimer yang dikembangkan Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical, dan Insititut Mikrobiologi China, LNP-nCoVsaRNA yang dikembangkan Imperial College London, mRNA yang dikembangkan Curevac, dan terakhir mRNA yang dikembangkan Akademi Militer Ilmu Pengetahuan China dan Walvax Biotech.

.

Momentum sertifikasi bebas cacar (freedom from smallpox) dalam sidang Majelis Kesehatan Dunia ke-33 pada tahun 1980, mengingatkan kita akan relevansinya untuk mengatasi pandemi COVID-19, yaitu adanya solidaritas semua lintas sektor secara global plus ilmu pengetahuan dalam wujud vaksin, yang akan menghasilkan solusi.

Sudahkah kita siap?


Kenangan dalam lansekap National Stadium, yaitu stadion utama untuk acara seremonial pembukaan dan penutupan Olimpiade Beijing 2008, di China. Bentuk arsitekturalnya yang sangat khas, yaitu seperti sarang burung, maka disebut Bird-nest Stadium, kami kunjungi pada hari Kamis sore, 15 Oktober 2009.


Markas besar Sinovac Biotech Ltd. berlokasi di No. 39 Shangdi Xi Road, Haidian District, Beijing, China, yang memproduksi inactivated SARS-CoV-2, sebagai kandidat vaksin COVID-19, terletak sekitar 17 km dari National Stadium tersebut.

Sekian

Yogyakarta, 28 Juli 2020

*) Dokter spesialis anak di RS Panti Rapih Yogyakarta, Lektor FK UKDW, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161, e-mail : fxwikan_indrarto@yahoo.com

Categories
Istanbul

2020 Penghambat ASI Eksklusif

Manfaat ASI Ekslusif - Bidanku.com

PENGHAMBAT  ASI  EKSKLUSIF

fx. wikan indrarto*)

Laporan WHO, UNICEF, dan Jaringan Makanan Bayi  atau the International Baby Food Action Network (IBFAN) pada Rabu, 27 Mei 2020 mengungkapkan bahwa banyak negara masih gagal melindungi orang tua dari informasi yang menyesatkan, tentang susu formula sebagai pengganti ASI. Selain itu, juga rekomendasi dalam mendorong semua ibu untuk terus menyusui selama pandemi COVID-19. Apa yang perlu dicermati?

.

baca juga : https://dokterwikan.com/2020/07/31/2020-pekan-menyusui-sedunia/

.

Dari 194 negara yang dianalisis dalam laporan tersebut, 136 negara memiliki beberapa bentuk tindakan hukum terkait dengan Kode Internasional Pemasaran Pengganti ASI (International Code of Marketing of Breast-milk Substitutes) dan resolusi selanjutnya yang diadopsi oleh Majelis Kesehatan Dunia. Saat ini terdapat 44 negara yang telah memperkuat legislasi internal tentang pemasaran susu formula selama dua tahun terakhir.

.

baca juga : https://dokterwikan.com/2020/01/02/2020-menurunkan-angka-kematian-anak/

.

Namun demikian, pembatasan hukum di sebagian besar negara tidak sepenuhnya mencakup pemasaran yang terjadi di fasilitas kesehatan. Hanya 79 negara yang melarang promosi pengganti ASI di fasilitas kesehatan, dan hanya 51 negara yang memiliki ketentuan yang melarang distribusi pasokan gratis atau berbiaya rendah dalam sistem perawatan kesehatan. Hanya 19 negara yang melarang sponsor pertemuan asosiasi profesi ilmiah dan kesehatan oleh produsen pengganti ASI, yang meliputi susu formula bayi, susu formula lanjutan, dan susu tumbuh dewasa, yang dipasarkan untuk digunakan oleh bayi dan anak hingga usia 36 bulan.

.

WHO dan UNICEF merekomendasikan agar bayi diberikan ASI secara eksklusif dan tidak diberi makan apa pun kecuali ASI selama 6 bulan pertama, setelah itu terus disusui dengan makan makanan yang bergizi dan aman, hingga usia 2 tahun atau lebih. Bayi yang diberi ASI eksklusif 14 kali lebih kecil kemungkinannya meninggal dunia sebelum usianya yang pertama, daripada bayi yang tidak disusui. Namun demikian, pada awal 2020 hanya 41% bayi berusia 0–6 bulan yang disusui secara eksklusif. Pada hal, tingkat yang telah ditetapkan oleh WHO setidaknya 50% pada tahun 2025. Pemasaran yang tidak tepat, berlebihan dan berualng-ulang dari industri susu formula sebagai pengganti ASI, terbukti terus melemahkan upaya untuk meningkatkan tingkat menyusui secara global. Apalagi adanya krisis COVID-19 yang juga berperan dalam meningkatkan ancaman dan penghambat pemberian ASI eksklusif.

.

Sebaliknya, layanan perawatan kesehatan untuk mendukung ibu menyusui secara eksklusif, termasuk konseling dan dukungan laktasi menjadi terganggu akibat pandemi COVID-19. Langkah pencegahan infeksi COVID-19, seperti harus berjarak fisik membuat konseling di komunitas dan layanan dukungan ibu menyusui menjadi hilang, sehingga merupakan celah yang dimanfaatkan oleh industri susu formula sebagai pengganti ASI yang memanfaatkan kondisi pandemi COVID-19, dan mengurangi kepercayaan ibu dalam keberhasilan menyusui.

.

Secara tegas Kode Internasional Pemasaran Pengganti ASI sudah melarang semua bentuk promosi susu formula sebagai pengganti ASI, termasuk iklan, hadiah kepada petugas kesehatan dan distribusi sampel gratis. Label pembungkus juga tidak boleh mencantumkan klaim kehebatan dan menyertakan gambar yang mengidealkan susu formula bayi. Sebaliknya, label harus mencantumkan pesan tentang kelebihan ASI eksklusif dan risiko tidak menyusui (superiority of breastfeeding over formula and the risks of not breastfeeding).

.

Ketakutan penularan COVID-19 menutupi pentingnya menyusui, bahkan banyak regulasi negara yang mengatur ibu terkonfirmasi COVID-19 dan bayinya dipisahkan sejak saat lahir, sehingga membuat proses menyusui dan kontak kulit ke kulit menjadi sulit, bahkan tidak mungkin. Semua regulasi tersebut sebenarnya atas dasar yang tidak ada buktinya.

.

Virus COVID-19 aktif, sampai saat ini belum terdeteksi berada di ASI ibu dengan COVID-19 yang dikonfirmasi ataupun baru dicurigai. Karena itu, tampaknya tidak mungkin bahwa COVID-19 akan ditularkan melalui menyusui atau dengan memberikan ASI. Oleh karena itu ibu dengan COVID-19 yang dikonfirmasi atau sementara dicurigai, tetap dapat menyusui bayinya. Saat ibu akan menyusui, maka ibu mencuci tangan sesering mungkin dengan sabun dan air atau gunakan antiseptik berbasis alkohol dan terutama sebelum menyentuh bayi. Ibu mengenakan masker medis selama kontak dengan bayi, termasuk saat menyusui. Saat bersin atau batuk ditampung ke dalam tisu. Kemudian segera buang dan cuci tangan lagi. Membersihkan permukaan benda dan disinfektan secara rutin setelah menyentuhnya.

.

Laporan WHO, UNICEF, dan IBFAN pada Rabu, 27 Mei 2020 mengingatkan kita semua, agar segera mengkoreksi promosi susu formula sebagai pengganti ASI dan ketakutan akan adanya penularan COVID-19 melalui ASI, oleh karena keduanya merupakan penghambat keberhasilan pemberian ASI eksklusif, yang telah terbukti sangat bermanfaat bagi bayi.

Sudahkah kita bertindak bijak?


Katedral St. Patrick adalah gereja Katedral Katolik Roma yang merupakan pusat Keuskupan Agung,  bergaya Neo-Gothic, dan sebuah landmark terkenal di kota New York, USA. Kami mengunjungi Katedral St. Patrick yang terletak di sisi timur Fifth Avenue antara jalan 50 dan 51 di Midtown Manhattan, tepat di seberang Rockefeller Center dan menghadap patung Atlas, pada hari Selasa, 20 Maret 2018 sore hari yang sangat dingin dengan suhu 3 derajad Celcius.


Katedral St. Patrick tersebut hanya berjarak 0,8 mil dan dapat kami tempuh dengan berjalan kaki selama 17 menit ke kantor pusat UNICEF, di 3 United Nations Plaza, New York, NY 10017, United States. Di situlah rekomendasi UNICEF dikeluarkan, untuk segera mengkoreksi promosi susu formula sebagai pengganti ASI, karena dapat menghambat pemberian ASI secara eksklusif.,

Sekian

Yogyakarta, 24 Juli 2020

*) Dokter spesialis anak di RS Panti Rapih Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161

Categories
Healthy Life

2020 Bahaya Tanpa Imunisasi

Imunisasi Kok Dicicil? Padahal Imunisasi Simultan Berikan Banyak ...

BAHAYA  TANPA  IMUNISASI

fx. wikan indrarto*)

Setidaknya 80 juta bayi di 68 negara berisiko terkena penyakit infeksi berbahaya seperti difteri, campak dan polio, karena pandemi COVID-19 telah mengganggu layanan imunisasi rutin. Peringatan yang mencemaskan ini diberikan oleh WHO, UNICEF dan Gavi (the Global Vaccine Alliance), untuk menjaga program imunisasi dan mengurangi dampak pandemi pada bayi. Apa yang harus disadari?

.

baca juga : https://dokterwikan.com/2020/07/23/2020-vaksinasi-saat-pandemi-covid-19/

.

Sejak Maret 2020, layanan imunisasi pada anak yang telah bersifat rutin telah terganggu pada skala global, yang mungkin belum pernah terjadi sejak dimulainya program imunisasi atau ‘the expanded programs on immunization’ (EPI) pada tahun 1970-an. Lebih dari setengah (53%) dari 129 negara melaporkan gangguan sedang, parah, hingga total terjadi penangguhan layanan imunisasi selama Maret-April 2020.

.

baca juga : https://dokterwikan.com/2019/09/10/2019-informasi-vaksinasi/

.

“Imunisasi adalah salah satu bentuk intervensi medis untuk pencegahan penyakit yang paling potensial dalam sejarah kesehatan masyarakat,” kata Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO. Gangguan pada program imunisasi karena pandemi COVID-19 mengancam kemajuan prestasi pencegahan penyakit selama beberapa dekade ini, terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin seperti campak, DPT dan polio.

.

baca juga : https://dokterwikan.com/2020/04/24/2020-pekan-imunisasi-sedunia/

.

Alasan untuk layanan imunisasi yang terganggu bervariasi. Beberapa orang tua enggan meninggalkan rumah karena aturan pembatasan sosial, kurangnya informasi yang bear, atau karena mereka takut terinfeksi COVID-19. Selain itu, juga karena banyak petugas kesehatan tidak tersedia, baik karena pembatasan perjalanan, pemindahan tugas sementara ke tugas layananan pasien COVID-19, serta kurangnya Alat Pelindung Diri (APD).

.

“Lebih banyak anak di lebih banyak negara, sekarang telah dilindungi terhadap lebih banyak penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin, dibandingkan kapanpun dalam sejarah,” kata Dr. Seth Berkley, CEO Gavi. Namun demikian, karena pandemi COVID-19 kemajuan yang luar biasa ini sekarang terancam, bahkan berisiko munculnya kembali penyakit infeksi berbahaya seperti campak dan polio. Program imunisasi tidak hanya akan mampu mencegah lebih banyak wabah karena penyakit lainnya, tetapi juga membentuk infrastruktur kesehatan yang diperlukan, untuk meluncurkan vaksin COVID-19 yang sedang diteliti, pada skala global.

.

Keterlambatan pengiriman vaksin ke fasilitas layanan memperburuk situasi. UNICEF telah melaporkan banyaknya keterlambatan dalam pengiriman vaksin, karena program pembatasan sosial, penurunan aktivitas penerbangan komersial, dan terbatasnya ketersediaan angkutan charter. Untuk membantu mengurangi kesulitan ini, UNICEF mengimbau pemerintah, sektor swasta, industri penerbangan, dan lainnya, untuk membebaskan biaya pengiriman atau dengan biaya yang terjangkau, khusus untuk vaksin yang mampu menyelamatkan jiwa bayi ini.

.

Banyak negara telah menghentikan sementara, kampanye vaksinasi massal pencegahan penyakit menular seperti kolera, campak, meningitis, polio, tetanus, demam tifus dan demam kuning. Hal ini terkait dengan risiko penularan dan perlunya menjaga jarak fisik selama pandemi COVID-19. Layanan imunisasi campak dan polio sangat terpukul, bahkan imunisasi campak dihentikan di 27 negara dan imunisasi polio di 38 negara. Setidaknya 24 juta bayi di 21 negara berpenghasilan rendah berisiko kehilangan kesempatan mendapatkan vaksin polio, campak, tipus, demam kuning, kolera, rotavirus, HPV, meningitis, dan rubella karena kesulitan ini

.

Pada akhir Maret 2020 kekawatiran bahwa kerumunan orang dalam layanan imunisasi akan meningkatkan penularan COVID-19, WHO sempat merekomendasikan semua negara untuk sementara waktu menunda layanan imunisasi selama 2 minggu, sambil dilakukan penilaian risiko, dan langkah-langkah efektif untuk mengurangi penularan virus COVID-19. Namun demikian, sejak awal Mei 2020 WHO telah mengeluarkan rekomendasi baru, untuk membantu semua negara menentukan bagaimana dan kapan layanan imunisasi dapat dilanjutkan.

.

Jumlah negara yang melakukan penundaan layanan imunisasi sampai pada Jumat, 15 Mei 2020 cukup memprihatinkan. Imunisasi Campak, Rubella, dan Gondong (M, MR, dan MMR) 27 negara, polio suntikan (IPV) 7, polio tetes (OPV) 26, Meningitis A (MenA) 2, Demam Kuning (YF) 4, Tifoid (TCV) 2, Kolera (OCV) 5, dan Tetanus (Td) 7 negara. Uganda memastikan bahwa layanan imunisasi terus berlanjut bersama dengan layanan kesehatan penting lainnya, bahkan mendanai sektor transportasi untuk memastikan distribusi vasin dan penjangkauan layanan. Meskipun diterapkan pembatasan sosial secara nasional pada bulan Maret 2020, imunisasi di Laos tetap dilanjutkan dengan protokol kesehatan menjaga jarak secara fisik.

.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menginstruksikan agar pelayanan imunisasi untuk anak tetap berjalan sesuai jadwal, meski saat ini Indonesia masih mengalami pandemi COVID-19. Pemberian imunisasi dasar yang wajib diberikan kepada semua bayi adalah hepatitis B, BCG, pentavalent (kombinasi DPT, hepatitis B dan Hib), polio, dan MR. Selain imunisasi dasar, ada juga imunisasi tambahan yang dianjurkan untuk bayi meliputi PCV, rotavirus dan influenza.

.

Rekomendasi WHO, UNICEF dan Gavi (the Global Vaccine Alliance), untuk meneruskan program imunisasi rutin saat pandemi COVID-19, akan mengurangi bahaya pada bayi yang tanpa imunisasi, sehingga seharusnya dilakukan di seluruh wilayah Indonesia.

Sudahkah kita siap?

Kenangan saat kami sekeluarga akan meninggalkan Pulau Karimunjawa, kembali ke Pelabuhan Jepara, Jawa Tengah pada hari Sabtu pagi yang mendung, 29 Desember 2013.

Kampanye Imunisasi Measles Rubella (MR) di Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara Jawa Tengah, telah sukses dilakukan dengan capaian 99,8% selama bulan Agustus – September 2017. Semoga tetap dapat dipertahankan, meski dalam masa pandemi COVID-19. 

Sekian

Yogyakarta, 27 Juli 2020

*) Dokter spesialis anak di RS Panti Rapih Yogyakarta, Lektor FK UKDW, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161, e-mail : fxwikan_indrarto@yahoo.com

Categories
anak bayi prematur dokter Healthy Life Pendukung ASI

2020 Pekan Menyusui Dunia

Berita Pekan Asi Sedunia Terbaru Hari Ini - Celebrity Breaking ...

PEKAN MENYUSUI  DUNIA  2020

fx. wikan indrarto*)

Pekan Menyusui Dunia (World Breastfeeding Week) dirayakan setiap tahun mulai tanggal 1 hingga 7 Agustus, untuk mendorong pemberian Air Susu Ibu (ASI) dan meningkatkan kesehatan bayi di seluruh dunia. Apa yang perlu dicermati?

.

baca juga : https://dokterwikan.com/2019/07/29/2019-pekan-menyusui-sedunia/

.

Pekan Menyususi Sedunia tahun 2020 dirayakan dengan tema dukung menyusui untuk bumi yang lebih sehat (support breastfeeding for a healthier planet). Perayaan tahun 2020 ini akan fokus pada dampak pemberian makan bayi pada lingkungan dan perubahan iklim. Selain itu, juga untuk keharusan melindungi, mempromosikan dan mendukung pemberian ASI untuk kesehatan bumi dan penghuninya. Tema ini selaras dengan kampanye SDG 2030 tentang hubungan antara menyusui dan perubahan lingkungan atau iklim global.

.

baca juga : https://dokterwikan.com/2020/02/27/2020-iklim-buruk-bagi-anak/

.

Peringatan ini dimotori oleh ‘The World Alliance for Breastfeeding Action’ (WABA) atau Aliansi Dunia untuk Menyusui, yang menerapkan pendekatan (the warm chain approach) kerja sama lintas sektor terkait masalah lingkungan dalam menekankan hubungan antara menyusui dan lingkungan. Inti utama kampanye adalah menyusui sebagai keputusan cerdas atas iklim (a climate-smart decision) untuk meningkatkan kesehatan bumi dan para penghuninya.

.

baca juga : https://dokterwikan.com/2020/06/06/2020-langkah-sehat-paska-pandemi-covid-19/

.

Natalie Shenker, Research Associate in the Faculty of Medicine, Imperial College London dan Amy Brown, Professor of Child Public Health, Swansea University di Inggris, telah menuliskan hasil penelitian tentang hubungan menyusui dan perubahan iklim. Menyusui hanya mengeluarkan sedikit sumber daya alam, seperti air atau tanah, tidak menghasilkan emisi karbon, dan minim atau nol limbah. Menyusui selama enam bulan menghemat 95-153 kg CO₂e (carbon dioksida ekuivalen) per bayi, dibandingkan dengan pemberian susu formula. Apabila semua bayi di Inggris diberikan ASI selama enam bulan saja, maka penghematan emisi karbon setara dengan yang dihasilkan oleh 50.000 sampai 77.500 mobil di jalan raya selama setahun.

.

Susu formula bubuk memerlukan sekitar 4.700 liter air per kilo susu. Selain itu, susu formula menggunakan bahan tambahan seperti minyak kelapa sawit untuk kebutuhan mineral dan vitamin bagi pertumbuhan bayi. Pada hal, pencabutan sementara keanggotaan Nestlé, sebuah industri multinasional susu formula, dari Perkumpulan untuk Sawit Berkelanjutan (Roundtable on Sustainable Palm Oil) memperlihatkan adanya masalah dalam keberlanjutan produksi pangan global.

.

Sebenarnya hanya ada 40-50 pabrik pengolahan susu formula di seluruh dunia. Namun demikian, jumlah air yang diperlukan untuk pengangkutan mulai dari bahan susu mentah ke pabrik pengolahan, hingga ke tangan konsumen di seluruh dunia memang belum diketahui pasti, tetapi jelas sangat besar. Susu formula bubuk membutuhkan air yang dipanaskan hingga suhu 70°C agar steril dan aman dikonsumsi oleh bayi, sehingga hal ini menyerap sumber daya alam sangat besar. Di Inggris, perkiraan biaya energi untuk mendidihkan air saat menyiapkan susu formula bagi bayi di tahun pertama kehidupannya, setara dengan mengeluarkan lebih dari 1,5 juta kilogram karbon dioksida. Belum lagi sampah yang dihasilkan dari 550 juta kaleng susu formula, 86.000 ton logam, dan 364.000 ton kertas yang dibuang ke TPA setiap tahunnya.

.

Menyusui dan pemberian ASI menekan siklus ovulasi ibu, membantu mengurangi jumlah anggota keluarga, dan menjaga keluarga tetap sehat. Hal ini mampu menjaga sumber daya bumi agar tidak cepat habis dari dampak yang ditimbulkan oleh penambahan julah manusia secara cepat. Selain itu, ibu yang tidak menyusui bayi biasanya siklus haid akan lebih cepat terjadi. Perempuan di Inggris rata-rata menggunakan 264 pembalut dan tampon setiap tahunnya. Menyusui dapat menurunkan permintaan akan serat katun, plastik polietilena, dan bahan lainnya yang digunakan untuk memproduksi pembalut dan tampon.

.

Dampak lingkungan terkait hubungan menyusui dan perubahan iklim di Indonesia belum ada data resminya. Data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017 menunjukkan secara umum angka pemberian ASI eksklusif untuk bayi berusia kurang dari enam bulan mencapai 52%. Selain meningkat sekitar 11% dibandingkan riset serupa pada 2012, capaian ini memenuhi target minimal 50% yang ditetapkan dalam rencana pembangunan nasional lima tahun terakhir, tetapi belum dikaitkan dengan dampak lingkungan.

.

Namun demikian, sumber data yang sama juga memperlihatkan bahwa persentase pemberian ASI eksklusif ini menurun seiring dengan pertambahan usia anak. Untuk anak usia di bawah satu bulan persentasenya lumayan tinggi, 67%. Angka ini berkurang menjadi 55% pada anak usia 2-3 bulan, dan anjlok lagi hanya 38% pada anak usia 4-5 bulan. Hal ini berarti angka pemberian ASI eksklusif sebesar 52% sebenarnya merupakan capaian semu, karena belum menggambarkan persentase bayi di seluruh Indonesia yang benar-benar memperoleh ASI saja selama 6 bulan pertama kehidupannya, tanpa asupan lain seperti susu formula (susu pengganti ASI buatan pabrik), pisang, air tajin, dan makanan/minuman lainnya.

.

Momentum Pekan Menyusui Dunia (World Breastfeeding Week) tanggal 1 hingga 7 Agustus 2020, juga mengingatkan kita akan pentingnya memberikan dukungan bagi semua ibu untuk menyusui secara eksklusif, agar bumi kita lebih sehat (support breastfeeding for a healthier planet).

.

Apakah kita sudah bertindak bijak?

Sekian

Yogyakarta, 12 Juli 2020

*) Dokter spesialis anak di RS Panti Rapih, Lektor di FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, WA: 081227280161

wa.me/
wa.me
Halo, ada yang dapat dibantu?